TeuKyo Couple : EGOISTIC (Part 9)

Standar

egoistic

AUTHOR : NOVIE *Lavender*

Kembali.. akhirnya kembali lagi. Pulang. Eun-Kyo tersenyum miris di balik kacamata hitamnya dengan salah satu tangannya yang menggenggam tangan mungil Ryu-Jin. Takdir membuatnya kembali pulang ke tempat dia berasal. Tempat seharusnya dia ada, disisi lelaki itu.. disampingnya. Ah.. ternyata memang dia tidak pernah bisa pergi selangkah pun dari mahluk itu .

Eun-Kyo masih berdiri di pelataran bandara, entah apa yang dinantinya yang dia lakukan hnayalah menghirup udara kota seoul lagi. Masih sama dengan terakhir kali ia hirup, tidak ada yang berubah sama sekali, sama seperti cintanya saat ini. Namun apakah dia – Jung Soo – masih mencintainya sebesar dirinya? Eun-Kyo memandang Ryu-Jin sebentar, dia berdiri disebelah Eun-Kyo menggunakan hoddie berwarna hijau dengan masker bergambar pororo. Sangat lucu, dan menggemaskan. Walaupun Eun-Kyo tahu perban itu masih melingkupi salah satu telinga Ryu-Jin. seketika hati Eun-Kyo  teriris miris.. sangat miris.

Masih ingat dalam benak Eun-Kyo ketika dirinya menemukan Ryu-Jin tergeletak bersimbah darah dikamarnya, panik dan takut. Itulah perasaan yang Eun-Kyo rasakan. Namun yang lebih menakutkan lagi adalah ketika kecelakaan itu meninggalkan seebuah trauma pada salah satu organ tubuh Ryu-Jin.. benar perban yang saat ini melingkupi telinga Ryu-Jin merupakan efek dari kecelakaan tempo lalu. Dokter mengatakan ada semacam penggumpalan darah di dalam telinga Ryu-Jin, dan harus segera dikeluarkan. Jika tidak, Ryu-Jin tidak akan pernah mendengar lagi secara normal. Dan darah yang akan menggumpal itu suatu saat akan mencair dan keluar. Itu sangat sakit sekali.

Eun-Kyo bergidik ngeri membayangkan putranya kesakitan. Dan saat itulah dokter memberikan sebuah nama dokter terbaik di korea, yang diketahui Eun-Kyo sebagai salah satu teman terbaik Jung Soo oppa. Kim Heecul namanya.

Ini memang keputusan tersulit yang Eun-Kyo buat, disatu sisi dia ingin putranya sembuh dan kembali seperti anak-anak normal lainnya, tapi disisi lain rasa gengsinya untuk bertemu Jung Soo dan meminta tolong kepadanya pasca kepergiannya yang tiba-tiba pasti membuat Jung Soo marah besar terhadap Eun-Kyo. Namun tetap saja Eun-Kyo tidak tahan melihat penderitaan yang dirasakan oleh Ryu-Jin. Jika dia bisa, dia akan memindahkan rasa sakit itu kepada dirinya sendiri. Mungkin jika dia bisa meminta kepada tuhan, dia ingin menanggung semua rasa sakit yang ada pada Ryu-Jin dan rasa sakit itu diberikan kepadanya.

 “eomma, kita akan pulang kemana?” suara Ryu-Jin menyadarkan Eun-Kyo dari lamunannya. Dia memandang Ryu-Jin dengan seluruh rasa sayangnya yang melebihi dirinya sendiri. Eun-Kyo tersenyum sebelum mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dan menuliskan sesuatu diatasnya untuk  kemudian diserahkan kepada Ryu-Jin.

Molla

“mwo? Molla, eomma aku ingin bertemu appa. Bagaimana kalau kita kerumah appa saja. Kita buat kejutan” jawab Ryu-Jin girang penuh dengan ekspresi bahagia. Eun-Kyo tersenyum sekali lagi, sebelum mengambil buku dari tangan Ryu-Jin dan menuliskannya lagi.

Kita ke apartemen saja bagaimana? Bertemu appa nanti saja.

“selalu seperti itu, terserah eomma saja!” jawab Ryu-Jin dengan raut wajah yang kecewa. Eun-Kyo hanya terkekeh geli sambil mengacak-acak rambut Ryu-Jin yang mulai panjang. Eun-Kyo harus mengingatkan diri untuk segera membawa Ryu-Jin ke barber shop.

Eun-Kyo dan Ryu-Jin menaiki taksi bandara yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Menyuarakan alamat yang mereka tuju kepada supir taksi tersebut. Selama di perjalanan Ryu-Jin terlihat masih sangat kesal. Eun-Kyo meliriknya sambil tersenyum sekilas sebelum tangannya menuliskan sesuatu di buku catatan mungil itu.

Jangan cemberut seperti itu, kau jadi tidak terlihat tampan lagi. Bagaimana kalau setelah tiba eomma teraktir kau ice cream?

Eun-Kyo meletakkan buku itu dipangkuan Ryu-Jin dan langsung menolehkan pandangannya ke luar jendela. Seperti anak kecil yang ikut-ikutan marah dengan temannya. Tentu saja yang dilakukan Eun-Kyo tidaklah serius, dia hanya berpura-pura saja. Sesekali dia melirik Ryu-Jin yang sepertinya berpikir mengenai tawaran yang menggiurkan itu. siapa yang dapat menolak sebuah ice cream? Batin Eun-Kyo

“tidak, aku tidak mau ice cream.” Jawab Ryu-Jin sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Seperti orang dewasa.

Eun-Kyo membelalakkan matanya dari balik kacamata hitam yang masih betengger dengan apik di tulang hidungnya. Untuk kemudian mengambil buku catatan lagi.

Jinjjayo!! Tidak mau ice cream lagi?

“tentu saja tidak mau, eomma hanya membelikanku 1 ice cream. Aku tidak akan cemberut lagi jika eomma membelikanku 3 ice cream. Bagaimana”

“aigoo!!!” ucap Eun-Kyo refleks. Walaupun pada akhirnya tetap saja Eun-Kyo menuruti kemauan malaikatnya tersebut.

***

“Hyo-Jin ssi..”

BUKK!!

Hyo-Jin terkejut ketika mendengar suara yang cukup berat dari arah belakangnya. Tanpa sengaja Hyo-Jin menjatuhkan sebuah arsip, dan terbuka lebar. Menunjukkan sebuah kertas yang baru saja dibacanya.. surat pernikahan.

Il Woo melirik sekilas, dan cukup terkejut sebelum memasang wajah datarnya kembali. Dia baru saja menyelesaikan urusan mendadak di kantor ketika tidak menemukan Hyo-Jin di kamar. Il Woo tahu ada sesuatu yang menyebabkan Hyo-Jin seperti ini, tapi apa? Apakah ada kaitanya dengan kebakaran itu? Il Woo sudah menyelidikinya, asal muasal kebakaran itu terjadi. Hanya sebuah aliran pendek yang berasal dari gudang perusahaan. Tidak ada yang salah dengan kebakaran itu maupun Hyo-Jin. Yang jelas bukan kebakaran itu yang menyebabkan Hyo-Jin jadi seperti ini.

Il Woo melangkah perlahan mendekati Hyo-Jin. “jangan.. jangan mendekat!!” teriak Hyo-Jin tertahan namun tetap terlihat waspada. Hyo-Jin melangkah mundur, menjauh dari Il Woo. Il Woo terkejut atas tindakan Hyo-Jin yang menjauhinya, Il Woo menatap Hyo-Jin lebih seksama mencoba membaca perasaan Hyo-Jin dari dalam matanya. Dan Il Woo menemukan sesuatu yang membuat hati kecilnya teriris, mata itu tidak lagi memancarkan rasa acuhnya, tidak lagi memancarkan keceriannya. Yang ada hanyalah takut.. apa yang membuatmu takut Hyo-Jin ah? Batin Il Woo.

“kenapa? Kau sudah tahu kan bahwa kau adalah isteriku, jadi kenapa aku tidak boleh mendekatimu? Dan satu hal lagi, kenapa kau turun dari ranjangmu dan melepas saluran infus yang menancap di tanganmu?” cecar Il Woo

Hyo-Jin hanya terdiam dengan mata yang masih mengarah ke Il Woo. Dia merasa, itu bukanlah Il Woo yang selama ini bermain dan melindunginya. Il Woo oppanya akan tersenyum dan langsung mengacak-acak rambutnya hingga berantakan. Bukan… dihadapan Hyo-Jin saat ini bukanlah Il Woo oppanya.

“oppa, Il Woo oppa” ucap Hyo-Jin dengan suara getir yang menyayat hati. Il Woo mengulurkan tangannya kepada Hyo-Jin “ iya sayang, oppa disini.. kemarilah” Hyo-Jin hanya memandang tangan itu, apakah benar itu tangan Il Woo oppanya atau lelaki itu yang berusaha untuk membunuhnya. Hyo-Jin tidak bisa membedakan mana Il Woo oppanya yang asli atau bukan. Karena Jung Il Woo yang berdiri di hadapannya terlalu mirip dengan ayahnya.

Hyo-Jin menggelengkan kepalanya, tidak berani mengulurkan tangannya seperti tempo lalu saat dikantor Il Woo. Dan saat Hyo-Jin masih terpaku kepada pikirannya sendiri, perlahan Il Woo mendekatkan dirinya kepada Hyo-Jin. Kontan Hyo-Jin kaget ketika menemukan Il Woo tidak pada tempatnya semula, dia terlalu dekat dengan Hyo-Jin. Reflek Hyo-Jin mundur namun dengan segera Il Woo mencekal pergelangan tangan Hyo-Jin dengan sedikit kasar. Mencegah Hyo-Jin untuk lari darinya.

Tubuh mungil itu merosot kebawah dengan tubuh gemetaran yang begitu hebat terbata-bata menyuarakan pikirannya “aku mohon.. aku mohon jangan bunuh aku”

Il Woo hanya bisa membelalakan matanya, terkejut. Siapa .. siapa orang berani membuat gadisnya terluka hingga seperti ini.

***

Il Woo masih terus memikirkan segalanya.. masalah ini terlalu pelik. Tidak ada bukti yang mengarahkan dirinya kepada pelaku yang harus bertanggung jawab atas trauma yang dialami Hyo-Jin. kecuali Hyo-Jin sendiri. Bahkan ibu panti asuhan pun tidak mengetahui masa lalu Hyo-Jin kecuali saat menemukannya di sebuah gang kotor. Saat itu Hyo-Jin sangat lusuh dan kotor sekali, badannya sangat kurus. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah Hyo-Jin tidak mengingat siapapun, bagaimana dia bisa berada di tempat yang kotor itu. Hyo-Jin tidak tahu sama sekali. Dia hanya diam bahkan ketika Hyo-Jin di adopsi, Hyo-Jin tidak berbicara apapun.

Hyo-Jin terbaring tertidur akibat obat penenang yang sengaja diberikan oleh Il Woo. Il Woo tidak bisa berpikir dengan jernih. Hyo-Jin terus-menerus memberontak untuk melepaskan diri darinya. Memohon-mohon untuk tidak membunuhnya. Seakan-akan Il Woo adalah orang yang menyebabkan semua masa lalunya yang kelam selama ini.

Gelap masih menyelimuti ruangan itu. Hyo-Jin membuka matanya dan terbelalak kaget ketika menemukan dirinya terbaring di ranjang. Sorot mata itu berubah menjadi waspada ketika Hyo-Jin merasakan hembusan nafas seseorang yang berhembus hangat dan teratur di lehernya bahkan Hyo-Jin merasakan berat tubuh  seseorang yang bertumpu pada tubuhnya.

Dengan segera Hyo-Jin mengalihkan tangan Il Woo yang melingkupi tubuhnya, memeluknya dengan erat. Membuat mahluk yang tertidur disisi Hyo-Jin bergerak dan membuka matanya dengan waspada.

Hyo-Jin hanya melihatnya dengan takut. Mata itu masih sama memancarkan rasa takut. Apalagi saat ini kamar itu gelap hanya sinar rembulan yang mengintip dari kaca yang tertutup kain yang tipis.

Il Woo mengulurkan sebelah tanganya untuk menjangkau wajah Hyo-Jin, menyematkan helaian rambut yang menutupi wajah Hyo-Jin mengaitkannya ke telinga Hyo-Jin. Gerakkan yang hanya sederhana itu membuat Il Woo panas, di tambah dengan pakaian Hyo-Jin yang hanya mengenakan gaun tidur yang terbilang cukup seksi.

Jari Il Woo yang semula berada di telinga Hyo-Jin merambat dengan perlahan ke sisi tanganya. Menggodanya dengan perlahan “kenapa kau bangun sayang, ayo tidur lagi” suara Il Woo yang serak membuyarkan lamunan Hyo-Jin yang sedikit menikmati belaian lembut dari Il Woo. Dengan segera Hyo-Jin menepis tangan Il Woo, menyingkirkan selimut dan turun dari ranjang  menuju pintu.

Il Woo terduduk dari tidurnya dan menyalakan lampu, mengawasi Hyo-Jin yang berdiri berusaha membuka pintu yang telah sengaja dikunci Il Woo tadi.

“ahhjjusi kenapa kau mengunci pintunya? Aku mohon keluarkan aku dari sini, aku tidak akan nakal lagi. Tidak akan memberitahu Il Woo oppa jika ayah yang membunuh bibi. Aku akan pergi, seperti janjiku tidak akan muncul dihadapanmu lagi”

“apa yang kau katakan Hyo-Jin~ah? Kau..?” Il Woo menatap mata Hyo-Jin dengan nanar sebelum dengan secepat kilat meraih lengan Hyo-Jin dan melemparkannya ke ranjang. Mencengkeram kedua tangan Hyo-Jin di atas kepalanya untuk kemudian sebagian tubuh Il Woo menindihnya, membuat Hyo-Jin tidak bisa bergerak sedikitpun.

Hyo-Jin menggeliat di bawah tubuh Il Woo. Menangis memberontak dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Il Woo namun apa daya, tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan diri.

“apa yang kau ketahui Hyo-Jin ~ah? Apa yang kau ketahui dan aku tidak ketahui kebenarannya? Tentang ibuku Hyo-Jin~ah, ceritakan Hyo-Jin~ah?”

“ahjjusi aku..”

“AKU JUNG IL WOO, BUKAN AHJJUSI BRENGSEK ITU!!” teriak Il Woo hilang kesabaran. Dengan terisak dan sorot mata yang ketakutan Hyo-Jin terdiam “ceritakan padaku semuanya” ucap Il Woo dingin. Bagai titah yang tidak bisa terelakkan Hyo-Jin, dengan terbata-bata menceritakan segalanya. Musibah itu yang menjadi traumanya… kecelakaan itu yang menyebabkan bibi tersayangnya meninggal di tangan ayahnya sendiri. Menyebabkan Hyo-Jin harus menghilang dari hadapan Il Woo karena wajahnya yang membuat paman tersayangnya membencinya.

Setelah mendengar cerita itu Il Woo jadi mengerti segalanya. Mengerti mengapa ayahnya selalu memarahinya jika menanyakan perihal kepergian keluarga Hyo-Jin yang tiba-tiba tanpa sepengetahuannya. Dia sempat membenci Hyo-Jin karena dia tidak ada di sampingnya saat dia sedih sesuai janji masa kecil mereka selalu ada disaat senang dan sedih.

“jangan menangis lagi, ada aku disini. Aku bukan ahjjusi itu lagi. Aku Il Woo, Il Woo oppamu yang akan selalu menjagamu dan melindungimu”

Hyo-Jin hanya diam tanpa kata. Matanya memandang Il Woo mencari kebohongan di dalam matanya. Namun yang ditemukannya hanyalah kebenaran. Dan dengan segera dia memeluk leher Il Woo dengan kencang, mendekapnya berusaha menyiratkan perasaan rindu yang selama ini di lupakannya. Perasaan nyaman yang dialaminya waktu itu adalah perasaan rindu.. Hyo-Jin merindukan lelaki ini.

Il Woo mengangkat kepalanya untuk memandang Hyo-Jin. Perasaan itu muncul lagi, setiap malam dia merasakan perasaan itu, rasa panas diseluruh tubuhnya terutama bagian bawah tubuhnya yang tiba-tiba mengeras. Bukti cintanya pada Hyo-Jin.

Selama ini dia berusaha untuk tidak menjadi seorang pria yang brengsek. Walaupun di dalam otaknya yang brilian itu bermunculan rencana- rencana untuk membuat Hyo-Jin menyerah, memuaskannya atas gairah yang menumpuk sejak pertama melihat Hyo-Jin. Tetapi  Il Woo bukanlah lelaki seperti itu, dia tidak mau menikmati tubuh wanita dengan paksaan dia ingin menikmati tubuh wanita dengan sukarela. Maka dari itu dia menunggu Hyo-Jin menyerahkan dirinya sendiri.

Dan malam ini sepertinya penantian Il Woo akan berakhir. Dia akan mendapatkan Hyo-Jin sepenuhnya.. memilikinya. Menjadikan  Hyo-Jin milik Jung Il Woo seorang. Hanya seorang Jung Il Woo yang bisa memiliki Lee Hyo-Jin, hanya Jung Il Woo yang bisa menjaga dan mencintai seorang Lee Hyo-Jin. Tidak seorangpun.

Mata itu membelalak dengan lebar, memancarkan rasa takutnya ketika jemari Il Woo menyentuh pusat tubuh Hyo-Jin. “shuutt.. jangan takut. Aku akan membebaskanmu dari trauma masa kecilmu sayang. Kau percaya pada oppa kan?”  bisik Il Woo di telinga Hyo-Jin dengan suaranya yang semakin berat. Pupil mata Il Woo menggelap tertutupi nafsu yang melingkupinya. Namun sekuat tenaga dia berusaha menekan nafsunya, dia akan melakukannya dengan lembut hingga membuat Hyo-Jin melupakan masa terkelam dalam hidupnya.

Dan saat Il Woo menyatukan tubuhnya dengan Hyo-Jin saat itulah dia tahu bahwa korea bukan tempat terbaik untuk Hyo-Jin. Dia akan membawa Hyo-Jin pergi dari tempat yang menakutkan ini. Membawanya ke tempat asing, melupakan masa lalu dan memulai lembaran baru yang lebih bahagia.

***

Eun-Kyo berdiri terpaku di depan perusahaan yang menjulang megah.. tubuhnya gemetaran memikirkan apakah yang diputuskannya ini tepat atau tidak. Apakah yang dilakukannya ini benar atau tidak. semula dia sediri yang menginginkan terlepas dari Jung Soo namun kenapa harus seperti ini? Eun-Kyo seperti mengemis, meminta belas kasihan dari Jung Soo. Eun-Kyo hanya berniat meminta tolong Jung Soo untuk menyelamatkan putranya – Ryu-Jin- yang telah sekarat,  dia sangat membutuhkan pertolongannya.

Hanya dokter itu yang bisa menolong Ryu-Jin dan karena dokter itu adalah salah satu sahabat Jung Soo, mau  tidak mau Eun-Kyo meminta bantuan kepada Jung Soo untuk menolongnya.

Tentu Eun-Kyo tahu jika dia mau, dia akan dengan mudahnya berjalan sendiri tanpa meminta bantuan kepada Jung Soo sekalipun untuk menemui dokter itu. masalahnya adalah kegemaran dokter spesialis telinga itu berkeliling dunia hingga tidak ada yang tahu dimana keberadaannya sekarang ditambah dia tidak akan senang bila kesenangannya diganggu gugat oleh seorang pasien kecil yang rewel.

Dan untuk itulah Eun-Kyo membutuhkan Jung Soo. Karena jika Jung Soo yang meminta untuk merawat putranya dia akan segera kembali dari perjalanan yang tidak penting sama sekali..

Yang jadi permasalahan terbesar yang dihadapi Eun-Kyo adalah untuk bertemu dengan Jung Soo. Sebelum Eun-Kyo pergi dia sudah mengirimkan surat perceraian kembali kepada Jung Soo dengan secarik kertas yang berisi bahwa agar Jung Soo tidak usah membuang-buang tenaga dan waktunya untuk mencarinya dan Ryu-Jin. Eun-Kyo tahu dia telah melukai sisi ego dari laki-laki yang dicintainya tersebut.  Dan ketika dia berdiri di depan perusahaannya inilah Eun-Kyo merasa tidak memiliki harga diri lagi. Dia akan mengemis jika diperlukan untuk kesembuhan Ryu-Jin. walaupun pada akhirnya dia akan dimarahi habis-habisan oleh Jung Soo semua akan diterimanya karena ini adalah kesalahannya.. apapun akan diterimanya asalkan Ryu-Jin tetap disisinya dalam keadaan sehat.

Lift yang dianaiki Eun-Kyo perlahan dengan pasti merangkak naik ke ruangan dimana Jung Soo berada. Resepsionis di depan tadi mengatakan dia sedang ada di tempat. Eun-Kyo memejamkan matanya merasakan degupan jantungnya yanng semakin cepat berdetak. Hari ini dia akan menyerah.. menyerah dengan terpaksa. Ah bukan, memang dia tidak bisa jauh-jauh dari lelaki tersebut apalagi Ryu-Jin sangat merindukannya. Bukankah dia harus bahagia bila melihat Ryu-Jin bahagia? Bukankah tujuannya selama ini adalah membuat malaikat kecilnya itu bahagia? Dan kebahagiaan Ryu-Jin adalah bertemu kembali dengan ayahnya, jadi Eun-Kyo harus mengabulkan permintaan Ryu-Jin. Demi kesembuhan dan kebahagiaannya.

Lift telah berhenti dan dalam hitungan yang cepat pintu itu terbuka memperlihatkan ruangan yang asri dan nyaman. Eun-Kyo melihat sesosok lelaki tua yang dikenalinya sebagai sekretaris Jung Soo duduk di kursinya sedang mengerjakan sesuatu di komputernya. Hingga Eun-Kyo berdiri di hadapannya pun lelaki itu tidak melihatnya sama sekali. Mungkin tamu tidak penting pikir sekretaris itu.

“bi..bis..bisakah aku bertemu dengan Jung Soo oppa sekretaris Kim?” Sontak lelaki tua itu menarik seluruh fokusnya yang semula hanya tertuju pada komputer di hadapannya ke pemilik suara tersebut. “nyonya..” ucap sekretaris Kim dengan kaget dan senang.

Eun-Kyo berdiri di depan pintu yang menyembunyikan sosok Jung Soo. Tangannya sudah berkeringat dingin bahkan mungkin untuk membuka hendel pintu tersebut saja Eun-Kyo tidak mampu. Sekretaris Jung Soo mengatakan bahwa direktur ada didalam tidak terlalu sibuk karena beberapa minggu ini dia menyibukkan diri dengan paper yang sedikit terbengkalai beberapa minggu sebelumnya, saat Ryu-Jin mengalami kecelakaan.

Eun-Kyo menarik nafas dalam sebelum mengetuk pintu itu. Ada suara yang sudah sangat di hapalnya menyahut dari dalam. Eun-Kyo memejamkan matanya sekali lagi, mengumpulkan seluruh keberaniannya sebelum dia membuka handel dengan mantap.

***

Jung Soo sedang menekuri klausal perjanjian tempo hari. Dia sedang mempelajari berkas-berkas tersebut dengan seksama ketika suara ketukan membuyarkan konsentrasinya dari paper-paper tersebut. Jung Soo cukup mengeryit dalam, seingatnya hari ini dia tidak ada janji temu dengan salah satu klien manapun. Dia bebas sebebas-bebasnya. Jadi cukup mengherankan bila ada tamu. Karena sekretarisnya akan langsung masuk dengan segera bila ada keperluan yang ingin di sampaikan. Mungkin sedikit terlihat kurang sopan bila salah satu pegawai, terutama sekretaris masuk ke ruangan atasan tanpa salam ataupun izin terlebih dahulu. Namun itu adalah keinginan Jung Soo sendiri. Dia yang menyuruh sekretarisnya untuk langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu jika ada keperluan dengannya. Sama dengan keluarganya yang sedikit tidak tahu sopan santun itu. akan masuk ke ruangan kerjanya jika kunjungan tiba-tiba. Seperti kejutan yang menyenangkan, itulah alasan yang selalu ibunya kemukakan jika Jung Soo mulai mengeluh akibat kunjungan dadakannya tersebut. Untung saja Jung Soo tidak memiliki riwayat penyakit jantung sehingga dia tidak perlu khawatir dengan serangan jantung dadakan yang akan di alaminya ketika orang-orang yang dekat dengannya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Jadi saat ini Jung Soo cukup heran, apalagi jika itu adalah karyawan dia akan mendapatkan keterangan dari sekretaris Kim beberapa hari lalu. Wajar saja, karena menemui Jung Soo itu sangatlah sulit. Dia tidak akan menemui karyawannya jika keperluannya itu tidak terlalu penting dan masalahnya pun dapat diselesaikan dengan cepat tanpa mereka harus bertatap muka. Membuang – buang waktu saja.

Dengan nada yang sedikit ragu Jung Soo menyuruh dia – seseorang yang berada dibalik pintu itu –  untuk masuk. Dan seketika juga raut wajah Jung Soo berubah menjadii tegang namun tetap dengan jantung yang bertalu dengan hebatnya. Mengirimkan pesan singkat kepada otak dan seluruh sel syaraf di tubuhnya bahwa dia merindukan wanita itu.

***

“aku tidak menyangka kau akan datang menemuiku disini, dikantorku?” Eun-Kyo menundukkan kepalanya hingga rambut panjangnya menutupi sebagian wajahnya. Menyembunyikan raut muka yang memerah menahan malu. Eun-Kyo sudah memikirkannya dengan matang dan dia sudah mengumpulkan keberaniannya sejak kemarin untuk menemui laki-laki itu. Tapi perasaan bersalah masih saja melingkupinya.

“maaf..” hanya itu yang dapat dikatakan Eun-Kyo, bahkan hanya terdengar seperti gumaman belaka namun cukup terdengar dengan jelas di telinga Jung Soo.

Jung Soo terkejut mendengar kata maaf terlontar dari bibir wanita itu. walaupun dengan jarak yang cukup jauh dan dengan suara yang sekecil itu, namun Jung Soo bisa mendengarnya dengan jelas. Sejelas matanya yang melihat perubahan dalam penampilan wanita itu. ada apa dengannya? Batin Jung Soo.

Ada perasaan tersirat ingin memeluknya dan menyalurkan seluruh energi positifnya kepada wanita itu tapi perasaan takut menyelimutinya. Dua kali wanita itu meninggalkannya dalam keterpurukan yang sangat mendalam. Hatinya sakit saat wanita itu pergi meninggalkannya bahkan yang terakhir ini lebih menyakitkan, menukar buah hati mereka dengan secarik amplop yang berisi surat perceraian. Park Eun-Kyo telah melukainya dengan sangat dalam. Bukan hanya dirinya saja bahkan sisi egonya sebagai lelaki pun ikut terluka.

“apa yang kau inginkan dariku Eun-Kyo ssi? Bukankah kau ingin aku melepasmu?”

“bisakah.. bisakah kau menyelamatkan Ryu-Jin. Dia sakit, telinganya tidak bisa mendengar karena akibat dari kecelakaan itu. Ada gumpalan darah yang  menyumbatnya. Dokter di Italia menyarankan sebuah nama. Lalu aku ingat kau, Kim Heecul dia salah satu sahabatmu kan? Bisakah kau membantuku untuk menghubunginya? Memintanya untuk merawat Ryu-Jin? aku tidak tega melihatnya seperti itu.. aku…”

“bukankah dia anakmu? Kenapa harus aku yang bertanggung jawab atas kesembuhannya? Waktu itu aku sudah mengatakannya padamu bukan? Dengan sangat jelas, bahwa dia tanggung jawabku. Biarkan aku saja yang mengurus semuanya, aku memiliki banyak kenalan dokter dengan kemampuan yang baik di bidangnya. Tapi dengan angkuhnya kau menyalahkanku atas kejadian tersebut. Memintaku untuk menjauhimu dan Ryu-Jin dan membiarkan kau bertindak dengan caramu sendiri. Yang aku tahu bagaimana kau bertindak adalah meninggalkanku membawa Ryu-Jin menghilang dari jarak pandangku. Mengirimkan surat perceraian brengsek itu ke mejaku, DAN SAAT INI KAU MEMINTAKU UNTUK MENOLONG ANAKMU ITU? DIMANA PERASAANMU ITU PARK EUN-KYO!!!”

Jung Soo berdiri dari tempatnya duduk menghadap ke arah jendela besar yang memperlihatkan hiruk pikuk kota seoul. Mengacak-acak rambutnya dengan kasar hingga berantakan. Emosinya meluap seketika, meledak memuntahkan apa yang dia ingin ucapkan selama ini. Jung Soo  menghembuskan nafasnya dengan kasar  memejamkan matanya untuk sesaat. Berusaha menghilangkan rasa pusing yang  tiba-tiba menyengatnya.

Inderanya mendengar isakan tangis seorang wanita. Bahkan hanya mendengarkan saja membuat hati Jung Soo teriris sakit. Ikut merasakan perasaan sedih itu.

“bisakah kau menolongnya, aku mohon padamu sekali ini saja. Demi dia anakmu”

“dia anakmu Eun-Kyo ssi. Bukankah kau sendiri yang mengatakannya padaku? Dalam surat yang kau tinggalkan kau mengatakan padaku bahwa jangan mencarimu dan Ryu-Jin lagi. Dia milikmu, jadi biarkan kau sendiri yang merawatnya. Dengan caramusendiri. Bukankah itu yang kau inginkan? Aku sudah mengabulkan permintaanmu Park Eun-Kyo ssi”

Tubuh Eun-Kyo seketika ambruk. Dia berdiri di atas lututnya sendiri. Dengan pipi yang berurai airmata dengan derasnya.

“oppa.. aku mohon. Apakah kau tidak kasihan pada anakmu sendiri? Darah dagingmu? Jika kau membenciku karena surat perceraian itu aku minta maaf oppa. Tapi selamatkan Ryu-Jin oppa, karena dia adalah harta yang aku miliki selain rasa cintaku yang masih tersimpan untukmu”

“dulu kau mengatakan tidak memiliki cinta untukku lagi tapi lihat sekarang kau mengatakan yang sebaliknya. Permainan apa yang kau rencanakan? “

“tapi aku memang mengatakan yang sebenarnya, aku masih mencintaimu. Aku memang marah karena kau tidak jujur tentang kecelakaan yang menewaskan ayahku. Tapi aku lebih marah lagi saat aku tahu bahwa kau tidak pernah mencariku, bahkan untuk mengetahui keadaanku kau tidak ingin tahu”

“aku mencarimu Eun-Kyo ssi. Selama 5 tahun ini aku mencarimu. Tapi tiba-tiba kau muncul dengan penampilan yang berbeda dan dengan sikapmu yang memuakkan itu. Aku senang dan berharap bisa memperbaiki segalanya. Tapi ternyata harapanku hanyalah sebuah harapan. Kau pergi dari hidupku untuk kedua kalinya Kyo~ya”

“mian oppa..”

Beberapa saat mereka terdiam dalam pikirannya masing-masing.  Suara sesegukan dari bibir Eun-Kyo masih terdengar walaupun Eun-Kyo masih enggan dengan posisinya saat ini. berdiri diatas kedua lututnya. Dan Jung Soo tetap pada posisinya memandangi pemandangan di luar lewat kaca besar itu walaupun tidak melihat dengan terang-terangan karena kaca itu memantulkan bayangan Eun-Kyo dengan mata yang bengkak akibat menangis.

“pulanglah, Ryu-Jin membutuhkanmu Kyo~ya. Kau bisa melakukannya tanpa bantuanku. Bukankah selama ini kau berhasil membesarkannya? Kau bisa melakukannya Eun-Kyo ssi. Pulanglah.. aku ada rapat”

Jung Soo membalikkan tubuhnya, berjalan dengan santainya melewati Eun-Kyo  yang masih berlutut. Mengacuhkannya..

“aku masih mencintaimu oppa, seperti Ryu-Jin yang mencintaimu. Jika kau tidak ingin menolongnya temui dia. Dia selalu menanyakanmu”

“aku sibuk, aku tidak akan sempat menemuinya.”

“kalau begitu aku akan tetap disini, seperti ini. Menunggumu beserta cintamu untukku oppa. Menunggumu untuk bersedia menemui Ryu-Jin”

“terserah apa maumu Park Eun-Kyo tapi satu hal yang bisa aku katakan padamu, mengcopy perkataanmu tempo lalu padaku rasa cintaku sudah mati untukmu Park Eun-Kyo dan sekedar informasi untukmu, aku sudah menandatangani surat percaraian itu. Kita sudah berpisah Eun-Kyo ssi. Seperti maumu.. dan terakhir kalinya aku ucapkan padamu selamat tinggal dan berbahagialah”

Pintu itu tertutup begitu saja. Menghilangkan sosok Jung Soo dan meninggalkan sosok Eun-Kyo yang terbujur kaku di tempat. Kata-kata Jung Soo barusan melukainya begitu hebat. Awalnya Eun-Kyo ingin melukai Jung Soo hingga Jung Soo mengerti bagaimana perasaannya selama ini. Hidup sebatang kara dan seakan-seakan seluruh dunia membencinya. Tapi lihatlah sekarang pisau itu malah memakan tuannya sendiri..

“mian oppa.. mian oppa..” ucapan itu berulang kali dikumandangkan Eun-Kyo. isakan tangis itu berubah menjadi tangisan yang sangat memilukan. Bagaikan seorang anak yang kehilangan ibunya.

Eun-Kyo seumur hidupnya hanya menangis dengan tersedu-sedu sebanyak 2 kali. Pertama kematian kedua orang tuanya dan kedua adalah saat ini. Saat dia kehilangan Jung Soo untuk selama-lamanya..

Dia tidak pernah menyangka jika Eun-Kyo bermain-main dengan cinta akan berakibat sefatal ini. Dia kehilangan Jung Soo bahkan mungkin juga kehilangan Ryu-Jin. Mimpi buruk itu seakan-akan sudah berada di pelupuk matanya. Tidak ada lagi cinta untuknya dari suami dan anak tersayang.. tidak ada lagi cinta yang harus diberikannya untuk suami dan anaknya. Dia benar-benar akan sendiri lagi di dunia ini.. kalau dulu karena perbuatan Jung Soo tapi sekarang adalah perbuatannya.

Eun-Kyo mengerti sekarang, tuhan mengambil kedua orangtuanya karena tuhan menyayanginya. Menggantinya dengan orang-orang yang lebih banyak menyayanginya tuan dan nyonya Park, oppa, dan Ryu-Jin namun dengan bodohnya dia merusak segalanya. Mengahancurkannya.. dan sekarang dia menyesalinya. Bodoh sekali kau Park Eun-Kyo! makinya dalam hati

***

NB : annyeong~ mian semuanya kalo part ini luuuuaaaammmmaaaa bgt.. terhalang beberapa masalah. Terutama KKN. Dan mungkin ini juga jadi part yang terjelek, udah lama publishnya jelek lagi.. wah aku terseok-seok untuk mengerjakannya. Ide selalu muncul ga menentu. Pas pengen buat ide nihil tapi pas ga buat (di tempat KKN) ide bejibun alhasil aku menuliskannya via kertas dan ngetiknya pagi-pagi..

Mungkin banyak yang ga ngeh cerita ataupun konflik antara Hyo-Jin dan Il Woo hehe… aku juga buat konflik mereka ga terlalu mendalam. Kalau terlalu jelas ntar bukan cerita Teukyo lagi.. karena ini cerita untuk vika eonni, jadi konflik utamanya Teukyo. Jadi para reader vika eonni yang masih berniat membaca ini ff.. mian bgt kalau cerita Hyo-Jin kurang MEMUASKAN.

Terima kasih untuk semuanya yang sudah menyia-nyiakan waktunya untuk membaca sampah ini. Untuk masalah Novel itu.. aku udah menjelaskan sejelas-jelasnya. Kalau ada yang ga suka aku minta maaf. Aku Cuma penulis baru yang coba-coba. Sekian cuap-cuap yang ga penting aku kalau mau kenalan sama aku lebih dekat add fb aku atau twitter aku di fb : santalumalbum17@yahoo.com dan twitter : @novihndayani

Sampai jumpa di part 10, part terakhir dari egoistic. Semoga masih banyak yang suka dan menanti ff ini.

Salam hangat dan persahabatan dari aku untuk reader terbaik di wp ini^^

Vikos Say : rasanya baca inii tu pengen terjun lewat jendela ruangan teuk tuh di kantor! Huweeeeeeeee ya sudah saya merawat sendiri saja. *nangis* sebel deh ah… aku dapat yang lucu kemaren FF 2, eh ternyata dibales sama yang ini menyesakkan, tambah satu lagi, bikin pengen bunuh diri… g sabar nunggu lanjutannya tapi Novi lagi KKN..

Iklan

90 responses »

    • iya pendek banget sayang.. aku aja nyempet-nyempetin nulis di tengah kesibukanku KKN. dan hehe aku puas loh buat kamu penasaran di tengah-tengah cerita yang mengharu biru. masalahnya kalau dilanjutin ntar ga bagus ngepotongnya haha.. mian

  1. Beneran deg, emosiku ketarik banget waktu scene di kantor jung soo. Kerasa banget sedih, kecewa, dan menyesalnya eunkyo. Jung soo juga.

    Eit, ciye, ciye, ngelupain konflik, il woo enakan. Belah duren *nyanyi ala juple #ehh jupe *

    nunggu part ending, huwaaaa
    jangan ampe karatan ya, novi.
    Eh, sukses aja buat kkn kamu.

    • yeayy ditunggu iya, walaupun lama engga apa-apa kan heuheuheu..
      dan konflik jung soo dan euunkyo yang di kantor itu adalah scene yang paling aku suka

    • berlutut untuk meminta maaf.. keren iya
      biasanya kan cowok yang melakukan hal konyol dan tidak bergunan seperti itu.

      untuk part selanjutnya, part ending huftt akhirnya selesai juga. ditunggu iya

  2. wew.. cukup lama juga nunggu part ini datang.. haha… ngesss…. gak tega liat eunkyo jadi kayak gitu.. huftt… emang sih niat awal hanya buat ngasih pelajaran, tapi kalo udah jadi bumerang wahh… kejam banget kayaknya.. mudah2an masalahnya gak makin pelik ya.. kasian jugakan ryujin jadi korbannya..

  3. Lagi seru baca uda tbc aja……….. 😦
    Part selanjutnya end yaaa…….. Jd ngga sabar nunggunya……
    Jungsoo……… Teganya……teganya……teganya………. 😦
    Buat eunkyo…. Ngga semua masalah dilihat dr stu sudut pandang, hrs liat juga sudut pandang yg laen……..#halah ngomong apa sich………
    Tambah seru……. Keep writing 🙂

    #novi: Hwaiting!!!! Smg sukses KKN nya…… And cepet jg nulisnya……… Kekekekeke 😀

    • loh bukannya sebel sama sikap eunkyo iya awalnya? kenapa sekarang jadi sebel sama sikap jung soo. ga apa-apa dong jual harga diri sedikit iya ga oppa?

      ne terima kasih untuk semangatnya iya terutama buat ngelanjutinnya. butuh lebih dari 24 jam.

  4. Kyaaaaaaa.. Bentar lagi tamat..
    Ishhh Soo oppa keterlaluan d.. Kasian Kyo eonnie udh mohon2 gt.. Ckkkk
    Dan yg paling menyebalkan adalah…. Lg asik2 baca, eh si TBC main nongol smbrangan… #banting Soo oppa

  5. part ini kenapa harus begini?
    beneran tuh Teuk Oppa udah menandatangani surat cerainya?
    aah geregetan banget nih. jadi ga sabar nunggu next part…

  6. Huwooo ada laki saya…. Jadi dokter pula. tp sayang rada sableng, dokter macem apa suka pergi2 ke luar negeri. Tapi emang si kalo lagi pergi jalan2 ama saya ga bisa diganggu gitu. Hahahahahahaha yauda eunkyo eonnie kalo si iteuk ga mau nolongin. Hubungin aku aja, tenang heenim nurut ko ama saya hahaha
    aah kalo iteuk udah bener2 ga peduli ama ryujin udah kelaut aja sanahh.. Kasian ryujin jd korban terus Kasian eunkyo jg.. senjata makan tuan. Emang bener gengsi+keras kepala= penyesalan yg didapet. #pupukeunkyo yg tabah yaa hahah..

    Okesip part ini dpt bgt feelnya.

    eh hyojin ama ilwoo mau kemana? Udahlah dikorea aja nenenin eunkyo.
    Next part aku tunggu. Masih lama yaa? >,<

    • iya tuh nyebelin.. kasian ryujin nya tau??
      dokter sok jual mahal, memilih-milih pasiennya hehe

      ishh kamu dari awal dikubu siapa? jung soo apa eunkyo?

      makasihh..
      hyojin sama ilwoo mau membuka lembaran baru #anjrit bahasanya
      iyee.. makasii udah mau nunggu cerita aneh ini 🙂

  7. huwweeekk…bner kata vika eon rasax pas teuk oppa tutup tu pintu eunkyo lari terjun noh dari jendela kantorx teukppa….

    part ni pling merana dan bkin mewek tapi ko knp y pas age merannnaaaa banget malah tbc, nyebelin!!

    gak sabar dg part terakhirx, ^_^

  8. Whooaa tinggal 1 part lg egoistic.. Tp koq kynya d part ini msh lom keliatan penyelesaiannya y.. Brarti d part terakhir nanti d bikin yg panjang y critanya biar jelas ^^.. Hyo jin – il woo d sini sedikit y kebagian partnya, smoga d part terakhir nanti d tambahin partnya. hehe.. Teukppa koq begitu sih sm eun kyo,, kasian bgt sih eun kyonya pdhal dia udh menekan sisi egoisnya.. Lagi2 smoga d part terakhir teukppa sadar klo dia msh butuh eun kyo y.. Klo gitu d tunggu lah the last partnya, d bikin happy ending y chingu.. Fighting ^^ ..

    • penyelesainnya di bab terakhir, benerr bgt dibuat jelas sejelas-jelasnya.
      nah kan kamu masuk kubu jung soo apa eunkyo?

      happy ending?? vika eonni… boleh buat sad ending ga?

  9. Wahh eonnie…..
    Lama banget,,,, tpi gpp deh, memuaskan…
    Jadi bikin penasaran, Jadiii pengen cepet part selanjutnya….
    Whoa… jdi kasian sama Eun Kyo Onnie Lagii…. Sebagai wanita, kita kan sisi egoisnya lebih banyak, haha…. Jdi gk nyangka digtuin ama Jung Soo oppa…
    Yah, yang Hyo jin terlalu sedikit T__T, tapi di part akhir masih ada epilognya dikitt yah Onnie,,,,,

    Semangat yaaa untuk part akhir, dan KKN nya semoga sukses

  10. akhirnya part 9 publish juga..
    setiap hari buka wp ini, nunggu egoistic krna emamg biasanya ga selama ini kan ?
    aku suka part ini, apalagi pas eunkyo berlutut ke jungsu oppa. nyesek banget pas disitu .
    tapi tapi nanti happy endingkan ? jungwon sembuhkan ?
    trus nanti hyo jin sama il woo gmna ?
    huaa penasaraaaaaaaaan!!
    ditunggu part 10nyaaa.. endingkan ?
    cepet banget, masih pengen nikmatin (?) egoistic 😀
    okelaah ditunggu yaa egoisticnya, jangan lama lama. hehe

    • wah apa ga capek bukain wp mulu. tanya langsung via fb pasti langsung aku bls.
      aku juga suka bagian itu, bahagia bgt seneng gimana gitu bisa buat eunkyo berlutut ke jung soo *mian eonni..
      yang jelas ryujin bakalan sembuh, aku bukan penyiksa anak-anak. dan untuk hyojin sama il woo hmmm… gimana iya?
      yang jelas ditunggu aja iya di part 10

      • hehe iyaa, akukan gatau fbnya..
        okelah ditunggu part 10nya, jangan lama”..
        aku penasaran sama endingnya..

  11. Park eun kyo akhirnya kena batunya dr keegoisannya *mian fika oenni 😀 tapi kan dulu jg jungsoo oppa jahat sama eun kyo
    Hmmmmh part 10 part terakhir ya ? Kurang puaaaaaaaaaaas karna kurang panjaang 😦
    Buat lagi ya oenni ya ya ya aegyo ala sungmin oppa hehe

  12. jiah…. q baru komen di part ini
    iya partnya hyojin ma ilwoo kurang… #ditabok
    nyesek bgt part ini
    jungsoo, gag kasian sama Onni??
    part 10, pasti lebih keren lagi
    q tunggu next part nya ^^

  13. hukuman yg setimpal..
    jungsoo oppa uda krang giliran eukyo onnie!!
    buat happy end aj,yg sad ntr q nangis T.T
    part akhir jgn lma2 gomawo 😀

  14. jung soo jgn tega2 bgt lah sm eun kyo walau egonya sbg pria udh dilukai
    Kasian ryu jin
    Akhirnya il woo hyo jin bhagiaa
    Next part bnyakin part ilwoo hyo jin y
    suka soalnya
    Hehe

    • maaf iya lama baru balesnya, iya semoga di part 10 nanti suka sama Hyo-Jin dan Il Woo. terima kasih iya udah mau baca ff aku dan terima kasih juga udah mau nunggu ff aku yang cukup lama ini.

    • maaf iya baru bisa balas sekarang. dan juga sudah membuat kamu menunggu 2 bulan lebih.. semoga suka iya part 10 nya. kalo ga suka pura-pura suka aja iya chingu~ *maksa*

  15. yaaaaa satu part lagi end T,T
    gak sabar nunggunya >,< semoga bisa lebih panjang dr ini ya hehehe 😀

    nyesek ya di part ini, keadaan jadi terbalik, jungsoo oppa yang jadi jual mahal(?)
    eunkyo unnie yg mohon2 sama jung soo oppa..
    eitts itu tapi beneran jung soo oppa udah nandatanganin surat cerai? 😮 apa buat gertakan spaya eunkyo unnie nyesel aja?

    Hyo jin – il woo emang agak kurang ngeh tapi di ngeh2in(?) aja haha..

    ;A; pokoknya ditunggu end part nya kak… semoga happy ending *berdoa bareng ryu jin*

    • iya satu part lagi, aku juga sedih hiks..hiks
      maaf iya nunggu part 10 nya lama banget dan aku harap kalian puas bacanya.

      yah biasa, laki-laki kan juga gengsinya gede. malah terkadang lebih gede dari cwek. hmm kalo masalah tanda tangan itu dijawab di part 10 jadi tunggu aja iya. aku juga kurang ngeh sama hyojin ilwoo bener kata kamu di ngeh-ngeh in *apaan sih..*

      maaf iya sudah membuat kamu menunggu kurang lebih 2 bulan…

  16. TBCnya ngeselin..pas seru2nya malah TBC -,- next chapter lebih panjang ya?!..hehe 😀
    sekarang keadaanya brbalik..jungsoo yg gak pedulu,,eunkyo ngejar2 jungsoo..complicated!!

    hope next chapter coming soon 🙂

    • haha.. kayaknya aku penulis yang buat TBC nya pas adengan yang seru iya? maaf iya ga maksud kok.

      dan maaf iya udah buat kamu nunggu part 10 sampai 2 bulan lebih.

  17. nyesek :”s
    aigoo aigoo jungsoo ternyata bisa setega itu? tapi nggak papa sih kekekeke biar eunkyo tau diri sedikit dalam memutuskan apa-apa dihidupnya, biar nggak seenaknya kabur kayak gitu dan akhirnya memang dia nggak bisa lepas dari segala sesuatu yang berbau jungsoo…

    meskipun kasian banget sama eunkyo, tapi jungsoo juga ada benernya berlaku seperti itu… fuuuufuuufuu
    semoga ryujin baik-baik saja ya, nak… *pukpuk*

  18. nyeseeekkkkkk~
    apa”n inii . oppa apa kau sudah berhentii untukk merobek surat itu ?
    apa kau tega pada anak mu ryujin eoh ? dia sedang sakitttttttt oppa*plok

    yaaa emang sesuai judul sih egois
    kan yg kasian si ryujin
    semoga oppa cuma ngegertak ya , Q yakin jungsoo oppa kaga akan setega ituu
    hwaitinggggg~

    • udah aku follback kan kalau ga salah? dan jangaann walaupun dia jahat aku tetep suka sama dia *dipelototin Eun-Kyo eonnie*

  19. penyesalan datang belakangan emang.
    pelajaran sih, jangan pernah balas dendam gak baik buat hati yang ada nanti hanya penyesalan.
    aku suka, sedih sedih. tp kenapa eunkyo akhirnya harus berakhir sebagai yang terluka juga yaa. hehehe sudah nasib sepertinya.
    ditunggu part terakhirnya 🙂

    • penyesalan memang datang belakangan. kalau datangnya di depan bukan penyesalan namanya. dan melupakan yang sudah-sudah itu susah bgt. kan aapa yang kita lakukan untuk tujuan jahat akan berakhir dengan jahat pula. akan berakhir dengan penyesalan juga. makanya kita diajarkan untuk berbuat baik kepada sesama walaupun orang itu telah menyakiti kita begitu dalam. *ngomong apa sih*

  20. ahhhhhh rasa y mau nukulin n ngacak2 muka y jungsoo mpe dia tepar or mati lemes bener2 tega bgt….
    walaupun emang bener udah dusakitiin tapi ini demi anak y bener2 deh,,,, dimana rasa kemanusiaan mu jungsoo n ditambah ini anak kandung y sendiri butuh pertolongan mpe eun kyo berlutut tetep ngak kegugah hati y n kata2 y nyakitin n bikin mau mujulin jungsoo….
    maaf ya emosi kebawa suasana cerita….

  21. Hueee…..
    Ini kenapa ngjleb bgt ceritanya… T.T
    Ayolah TeuKyo balikan… Demi Ryujin….
    Nangis aku bacanya… Berasa jadi Eunkyo eonni…

    Ini memuaskan kok eonn, cuma kurang panjang aja ceritanya…
    Dan ceritanya gk gaje kok 😉
    Whoaaa… Di tunggu last partnya… Happy ending ya eonn… Bkin TeuKyo balikan lagi #halah

    Vika eonni : eonni maap ya baru mampir lagi ke blog eonni… Tugas sekolahku segudang jadi gk smpet2 bca FFnya… Baru hari ini nih bisa hehehe…

    • rasanya kayak kena bumerang suku aborigin yang di australia itu iya jleb bgt.
      iya aku emang ga bakat buat cerita panjang, heran kenapa vika eonnie bisa iya dan bagus lagi. kamu bilang gaje juga ga apa-apa kok.. aku ikhlas dan menerima apapun penilaian kamu. mau baca aja udah syukur alhamdullilah deh.. hehe

      • kalo ngjeleb berarti bagus dong eonn, berarti feelnya dapet… aduh aku salah ngomong ya?
        serius deh bagus kok ceritanya.. ngjleb bukan karena gk bagus kok serius deh…
        aku suka banget ceritanya… 🙂
        maaf kalo kata2 aku salah ya eonn 😦

  22. annyeonghaseo onnie. Senang deh ada kelanjutan ff ni. Mudah2an jungsoo oppa berbaik hati lagi sama eunkyo.
    Buat onnie smangat ya KKNnya. Fighting

  23. ya ALLAH ceritanya bagus bnget eonni…
    please lanjutin secepatnya eonni, aku bnr2 pnsrn sama nasibnya eun kyo dan ryujin…
    eonni ayo cpat lanjutkan ceritanya… 😉

    • terima kasih atas pujiannya.. menurutku biasa aja kalo dibandingin sama punyanya vika eonnie. dia jago bgt tuh buatnya..
      aku ga lupa kok..

  24. baca part ini nangis, bener-bener nangis waktu eunkyo ke kantornya jung soo,
    Kasiannya ryujin masih kecil uda kena penyakit kaya gitu, eh jgn2 itu eunkyo hamil lg hahahaha

  25. Iya rada bingung ama kisah Il Woo ama Hyo-Jin,yah tapi tak apalah ini kan kisah TeuKyo.Mereka berdua masih aja bermain-main dengan sisi egois.Dasar.Feel nya dapet kok

  26. Bingung juga mau ngomong apa , liat eunkyo kayak gitu sedih juga , tp itu juga kesalahan dia sendiri .

    Semoga aja jungsoo oppa mau membantu

  27. Part ini nyesek banget sih… (ʃ‾̩̩̩‾̩̩̩~‾̩̩̩‾̩̩̩ƪ)
    Jung soo oppa knapa jd tega bgtu??? Walaupun benci sm eun Kyo eonnie, tp ryu jin anak kamu oppa… Dan kmu penyebab dy seperti itu.
    Knapa tega banget sih???? (ʃ‾̩̩̩‾̩̩̩~‾̩̩̩‾̩̩̩ƪ)

  28. Annyeong eonni. . . Baru ff n chapter ini yg prtma aku bca,, tp chpter ini aj,, aku dh sngat pnsaran bnget… Maklumi aj yh eonni.. Aku kn reader bru jd agak kepo:) apkh teuk oppa akn ttp mmprthakn skp egoisx?? Kshan bnget eun kyo n ryu jin dong?? Ayolah teuk oppa,, buanglah skp egois itu,, mlai lg lmbran yg bru oke;)

  29. uh.. smoga ajj itu cuma akal”an jung soo oppa doank.. biar eun kyo merasa berslah n mw balik lgii k’dy..
    aq yakin pas jung soo oppa kluar ninggalin eun kyo jung soo oppa nelpon dokter kim heechul minta anak’a d’rwat..

  30. hyojin-ahhhh,, kasihan banget sih bisa smpai trauma separah itu,,
    ilwoo,,, help hyojin pleaseee,,
    teuki oppa, ga papa sedikit parah,, biar eunkyo kapok sih,, digretak dulu,, toh teukki ga mungkin tega kan sma anak sendiri,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s