TeuKyo Couple : Let This Die (Part 13)

Standar

lethisdie-x2

Eun Kyo membeku.

Perkataan Yesung yang datar tadi seolah melumpuhkan sistem pendengarannya. Gaung kata-kata itu masih terdengar ditelinganya, dan membuatnya tuli kaku seketika. Beberapa detik yang lalu ia masih mendengar dengungan pertanyaan teman-temannya, seperti ‘Onnie, gwaenchana?’ dan ‘Eun Kyo~ya, tenang saja, ini pasti berlalu, tapi apa ini benar fotomu?’, serta ‘Noona, kau terlihat..’ lalu banyak lagi yang terdengar seperti bising suara tawon yang saling bersahutan. Tapi kini hanya beberapa saja berbisik, lalu saat melihat Eun Kyo terdiam, semua ikut diam. Semua mata memandang kearahnya. Dan dia memandangi teman-temannya satu persatu. Tidak jauh berbeda, semua wajah yang dipandanginya hampir memiliki raut keterkejutan yang sama. Eun Kyo tidak bisa menelaah mimik yang mereka tonjolkan. Otaknya seakan tumpul, padahal biasanya dia bisa membaca perubahan air muka mereka saat berakting.

Kyuhyun, Ae Rin dan entah siapa lagi. Tiba-tiba penglihatannya serasa mengabur dan ia tidak lagi bisa mengenali mereka satu persatu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk meraih tas dan keluar dari ruangan yang seakan membuatnya sesak. Pintu keluarpun rasanya berada sangat jauh dari jangkauannya. Langkahnya berat dan tiba-tiba merasa menjadi gerakan slow motion yang dramatis. Eun Kyo tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang, hingga kakinya  membawanya ke sebuah ruangan, untuk menenangkan diri.

Toilet.

Tempat itu kerap kali dijadikannya sebagai tempat ‘semedi’ jika suatu masalah terjadi. Bau pembersih porselin bercampur dengan wewangian ruangan adalah terapi tersendiri baginya. Yang selalu mampu membuatnya merasa lebih baik. Aneh memang, tapi cukup mempan untuk sekedar membuat jantungnya kembali normal meskipun masalah belum tentu memudar dan bisa diatasi. Paling tidak dia bisa mengatasi masalah dalam tubuhnya. Begitulah kira-kira definisi tempat itu untuk Eun Kyo. Tempat membuang segala hal yang buruk.

Ruangan itu kosong. Eun Kyo masuk kesana dan menutup pintunya. Dipandanginya seluruh sudut ruangan yang dominan berwarna putih. Sebuah kaca besar diatas jejeran wastafel, dan beberapa pintu tertata rapi, bau pengharum ruangan menusuk hidung, wangi buah-buahan segar mampu membuatnya sedikit bernafas lega. Eun Kyo berjalan mendekati wastafel dan bercermin di didepannya.

Ia membuka keran air dan meletakkan kedua tangannya dialiran air yang deras namun tarasa lembut itu. Eun Kyo menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dengan pelan. Ia meniup kearah dahinya sendiri lalu tersenyum.

“Semua pasti baik-baik saja Eun Kyo~ya, kau hanya perlu tenang.” Ujarnya menguatkan diri sendiri.

Eun Kyo tidak menyangka, berita yang kini entah sudah menyebar hingga kemana itu bersumber dari mertuanya sendiri. Wanita paruh baya itu sering kali bertindak diluar dugaannya. Eun Kyo mulai putus asa setelah beberapa revisi perjanjian yang ia buat, dan sekarang berujung pada sebuah publisitas tentang pernikahan diam-diam yang dia dan Jung Soo lakukan. Lalu semakin putus asa saat Yeon Su hamil dan mengunci mulutnya hingga sekarang tentang siapa bayi yang dia kandung. Eun Kyo membasuh wajahnya, semuanya berjalan diluar kendalinya, semua merujuk pada sebuah sumber. Mertuanya sendiri. Ia mengerti wanita itu pasti gerah saat putra satu-satunya itu tersandung skandal, apalagi bersangkutan dengan seseoarng yang tidak ia sukai sejak dulu.

Aliran air itu ditampung Eun Kyo di kedua tangannya lalu mengusapkannya ke wajah. Eun Kyo memandangi titik-titik air yang membasahi wajahnya, lalu tersenyum. Ia sudah mulai kembali tenang, dan sekarang, yang dia inginkan adalah pulang, melemaskan otot-otot syarafkepalanya yang mulai berdenyut. Ia berjalan menuju pintu keluar, dan saat membukanya, ia tersentak menemukan sesosok laki-laki bersandar disamping pintu keluar toilet wanita.

“Sudah mulai tenang?”

Orang itu berjalan mengikuti Eun Kyo. Ia meletakkan kedua tangannya di dalam saku celananya dan melangkah mengikuti irama langkah Eun Kyo. Saat Eun Kyo berhenti, langkahnya juga berhenti.

“Darimana kau tau aku ada disana, Oppa?” tanya Eun Kyo tanpa menoleh.

“Sangat mudah mencarimu. Aku punya sensor dalam tubuhku untuk menemukanmu.” Jawab Jung Soo santai atas kebohongannya. “Beep Beep! Beep Beep…”, Jung Soo mengarahkan tangannya kearah Eun Kyo dan semakin mendekat hingga kini ia berada di hadapan wanita itu. Lalu tersenyum begitu Eun Kyo meliriknya tajam.

Berdusta, itu yang ia lakukan. Sejak berita itu mulai menyebar tanpa terkendali dan banyak spekualsi miring yang menyertai berita itu, ia mulai khawatir. Terlebih lagi saat Donghae menelponnya dan menanyakan berita yang telah menyebar luas itu. Memang, ide untuk berpura-pura berita pernikahan bocor itu berasal darinya, yang disambut sangat antusias oleh Eommanya. Sekeras apapun keinginan Eommanya, wanita itu tidak mungkin bertindak seceroboh itu tanpa persetujuan orang yang bersangkutan-dalam hal ini adalah Jung Soo dan Eun Kyo-. Karena Jung Soo menyetujuinya, maka dengan senang hati Nyonya Park memperlihatkan beberapa foto  saat Jung Soo dan Eun Kyo menikah juga berlibur beberapa hari yang lalu.

“Ck!”

Decakan kesal keluar dari mulut Eun Kyo saat mendengar jawaban konyol dan terkesan tidak serius dari Jung Soo. Bagaimana mungkin Jung Soo bisa sesantai ini menghadapi semua permasalahan yang sedang terjadi. Padahal dulunya dia seperti orang kebakaran jenggot bila media mencium tentang pernikahannya. Ia mendorong tubuh Jung Soo yang menghalangi langkahnya lalu mulai kembali berjalan.

“Kau sudah makan, Jagi?” tanya Jung Soo menjajari langkah Eun Kyo dan berjalan disampingnya.  Mencoba meraih lengan istrinya namun ditepis cepat oleh Eun Kyo

Eun Kyo berhenti, “Aku tidak lapar.” Jawab Eun Kyo dingin.

“Ey… mana mungkin kau tidak lapar, ini sudah…” Jung Soo mengangkat tangannya dan memeriksa jam digital yang ada ditangannya. “Waktunya makan siang.” Lanjutnya sambil menarik lengan Eun Kyo, membuat langkah wanita itu terhenti.

Eun Kyo menarik nafas berat, ia ingin berusaha menarik lengannya kembali, melepaskannya dari cengkraman Jung Soo, tapi ia pesimis. Persendiannya sudah lemas dan tidak berdaya, hingga saat Jung Soo menyeretnya kembali ke dalam ruangan latihanpun, ia tidak bisa menolak.

Semua mata mengarah pada Eun Kyo dan Jung Soo begitu mereka masuk ke dalam ruangan. Jung Soo melemparkan senyum simpulnya dan menarik Eun Kyo kembali. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi Eun Kyo saat ini, tidak pernah ia terlihat seletih ini sebelumnya. Dan pupus sudah benteng ‘sikap tegarnya’ yang sejak tadi bangun.

“Kalian sudah makan?” tanya Jung Soo ditengah keheningan. Tangannya masih memegangi pergelangan engan Eun Kyo, hingga Eun Kyo terlihat seperti tahanan yang dikhawatirkan akan melarikan diri.

“Belum makan.” Jawab Donghae datar. Ia melirik sekilas kearah Eun Kyo, meskipun sekarang ia tidak lapar, tapi melihat Eun Kyo seperti itu, ia terpaksa berbohong.

Jung Soo mendudukkan Eun Kyo dilantai, dimana mereka –Donghae, Yesung, Ae Rin, Hyukjae, Sungmin, Ryeowook juga Kyuhyun duduk bersantai- juga sedang duduk di lantai. Jung Soo menekan bahu istrinya. “Aku pesan makanan, tunggu saja.” Seru Jung Soo.

“Yeay..” mereka bersorak, terkecuali Eun Kyo dan Donghae. Mereka berdua hanya diam. Eun Kyo masih bergelut dengan pikiran-pikiran negatif yang akan terjadi padanya pasca berita yang tersebar diluar sana. Tembok gedung ini bisa saja kedap suara dan melindunginya dari beberapa berita miring, tapi ia tau cepat atau lambat ia harus menghadapinya. Bisakah tidak sekarang?. Eun Kyo menunduk.

Mereka semua berbincang riang. Kontras dengan keadaan Eun Kyo yang nampak tegang. Ae Rin dan yang lain menyadarinya, hanya saja mereka tidak ingin membuat Eun Kyo semakin terseret, hingga mereka seolah serempak untuk membuat suasana menjadi ramai. Tak berapa lama, pesanan Jung Soo pun datang. Pengantar makanan siap saji terlihat kesusahan membawa makanan yang dipesan Jung Soo.

“Ah, biar aku bantu.” Jung Soo berlari kearah orang itu, begitu juga dengan Donghae dan Hyukjae. Mereka bertiga mengambil beberapa kantong plastik yang berisi makanan.

“Daging sapinya habis.”

“Lalu kau ganti apa?”

“Aku ganti ayam.” Jawab pengantar makanan itu.

“Baguslah, dia tidak suka daging babi.” Jung Soo tersenyum.

Jung Soo duduk disebelah Eun Kyo dan sedikit mencondongkan tubuhnya, “Makan, lalu setelah itu kita pulang, kau terlihat lelah.” Jung Soo menoleh kearah Donghae. “Boleh dia pulang setelah makan?” tanya Jung Soo. Donghae mengangguk.

Jung Soo terlihat seperti sedang berakting dan berpura-pura tidak tau dengan keadaan yang sedang menimpa Eun Kyo. Dan Donghae tau itu, meski yang lain tidak tau, tapi dia menyadarinya. Jung Soo kembali menatap Eun Kyo yang hanya diam memandangi makanan di tangannya.

“Ayo makan.” Jung Soo mengambil sumpit dan mencoba menyuapi Eun Kyo tapi ditepis olehnya.

“Aku bisa makan sendiri.” Ujar Eun Kyo. Ia mengambil sumpit yang ada ditangan Jung Soo dan memakan makanannya, hingga habis dengan cepat. Membuat mereka yang baru saja ingin memulai makan, meliriknya.

“Onnie…” panggil Ae Rin pelan.

Eun Kyo tidak memperdulikannya, ia terus saja menyuap makanannya hingga tak bersisa. Hingga begitu makanannya habis, dia langsung bangkit dan menepuk pahanya, membersihkan makanann yang mengotori celananya.

“Kajja, kita pulang.” Eun Kyo melangkah menuju pintu keluar, yang diikuti dengan langkah Jung Soo yang kebingungan.

“Aku pulang…” Eun Kyo melambaikan tangannya tanpa menoleh.

“Hati-hati Noona, mungkin saja ada beberapa wartawan sedang menunggumu di depan rumah.” Ujar Kyuhyun dengan nyaring. “AW!” teriak Kyuhyuh, Ae Rin menendang tungkai kaki Kyuhyun dengan keras setelah ia meneriaki Eun Kyo seperti tadi. “Appo!” protesnya. Ae Rin hanya membalas denga menunjukkan wajah garangnya yang sama sekali tidak ditakuti Kyuhyun.

Langkah Eun Kyo terhenti. 5 detik terdiam tanpa bergerak, membuat Jung Soo juga menghentikan langkahnya. “Wae? Ayo kita pulang.” Jung Soo mengulurkan tangannya dan menggandeng bahu Eun Kyo lalu mengajaknya pulang.

“Tunggu, Sungmin~a, kapan kau akan menikah?” tanya Eun Kyo. Ia berbalik dan megarahkan matanya mencari sosok Sungmin yang sedang mengumpulkan sisa-sisa makanan.

“Bulan depan, tanggal 14.” Jawab Sungmin.

Eun Kyo mengangguk-angguk mendengar jawaban Sungmin, lalu ia melanjutkan berjalan, begitu juga dengan Jung Soo. “Chukkae Sungmin~ssi.” Ujar Jung Soo sambil menoleh. Sungmin hanya tersenyum membalasnya. Lalu akhirnya Eun Kyo dan Jung Soo menghilang dibalik pintu.

 teukyo kiss 2 c copy

“Mana? Aku mau lihat foto itu sekali lagi.” Kyuhyun mengambil i-pad dari tangan Yesung. Meski mendapat perlawanan dari Yesung, namun akhirnya i-pad itu berpindah tangan.

“Memang terlihat sangat mesra, aish! Aku cemburu!” keluh Kyuhyun sambil tersenyum menyeringai pada Ae Rin, yang dibalas sebuah desisan kesal dari gadis itu.

“Cho Kyuhyun, sebaiknya kau diam saja. Jangan mengungkit ini di hadapan Eun Kyo.” Ujar Sungmin, “Kau tau sendiri dia orang yang bagaimana, meskipun dia bilang baik-baik saja, tapi…” Sungmin melirik Donghae.

“Kenapa kau tiba-tiba dapat berita seperti itu, Hyung?” tanya Ryeowook pada Yesung.

“Eoh? Aku? Kau tidak tau? Berita pernikahan Eun Kyo dan kehamilan Yeon Su jadi Headnews di beberapa website?” Yesung membela diri. Baginya, pertanyaan Ryeowook tadi adalah sebagai tudingan.

“Begitu?” tanya Ryeowook dengan raut bingung. Beberapa hari terakhir memang dia tidak pernah membaca koran, ataupun berselancar di dunia maya, bahkan menonton televisi pun tidak.

“Makanya jangan hanya sibuk dengan kekasih anehmu itu.” Celetuk Kyuhyun. Ae Rin kali ini mencubit Kyuhyun.

“Yak! Kenapa mencubitku?” Ae Rin tidak menjawab. Dan dengan pelototan mata Ae Rin saja, Kyuhyun sudah mengerti tapi ia hanya bermaksud menggoda Ryeowook.

Donghae berlari dengan cepat keluar ruangan membuat semuanya kebingungan melihatnya. Ia berlari sambil menenteng sebuah tas di tangannya. Tas Eun Kyo yang tertinggal. Ia berlari kearah lift dan memencet lantai dasar begitu ia masuk ke dalamnya. ‘Semoga tidak terlambat’, ujarnya dalam hari. Setelah pintu terbuka, ia berlari ke halaman dan melihat Eun Kyo dan Jung Soo baru saja keluar.

Donghae berlari kencang, berharap tidak terlambat. Tapi langkahnya tercekat saat melihat seseorang membawa batu ditangannya dan mendekat kearah Eun Kyo. Seorang perempuan. Donghae melanjutkan larinya begitu perempuan itu menjambak rambut Eun Kyo.

Tanpa berkata apapun perempuan itu menyeret Eun Kyo dengan tangan masih berada dirambut Eun Kyo. Langkah Eun Kyo terseok, tidak bisa berbuat apa-apa. Jung Soo terpaku dan terlambat mencegah kejadian yang baru saja terjadi. Tubuhnya kaku saat melihat Eun Kyo diseret oleh seseorang. Dia tersadar dari keterkejutannya setelah perempuan itu melayangkan batunya kearah kepala Donghae yang sempat ingin membantu Eun Kyo melepaskan diri.

Perempuan itu tertegun saat batu yang ada ditangannya salah sasaran. Bukannya mengenai kepala Eun Kyo melainkan melukai kepala seorang lelaki yang tidak ia kenal hingga berdarah.

“Ssshhh..” Donghae menggigit bibirnya ketika ia merasakan perih di kepalanya. Ia segera menyentuh bagian pelipisnya lalu menarik kembali tangannya.

“Donghae!” pekik Eun Kyo saat perempuan itu melepaskan rambutnya. Ia segera menyentuh pelipis Donghae sambil meringis.

“Kau! Aku..” perempuan itu memandangi Donghae dan Eun Kyo bergantian dengan tatapan rasa bersalah pada Donghae dan tatapan tak bisa diartikan pada Eun Kyo. Jung Soo segera melangkah cepat menghampiri Donghae.

“Kau tidak apa-apa? Gwaenchana~yo? Ayo ke rumah sakit.” Jung Soo merangkul bahu Donghae namun ditepis olehnya.

“Ani, Hyung, sebaiknya kau bawa Eun Kyo pulang saja.” Eun Kyo menempelkan sapu tangan yang ia ambil dari dalam tasnya yang tadinya dibawa Donghae. Dan Donghae lalu mengambil alih sapu tangan itu dari Eun Kyo.

“Ani, aku temani ke rumah sakit.” Ujar Eun Kyo.

“Jangan, kau pulang saja.” Donghae mendorong tubuh Eun Kyo kearah Jung Soo dan menatap Jung Soo sambil tersenyum. “Aku baik-baik saja.” Lanjutnya.

“Mianhae..”

Sebuah suara membuat mereka bertiga menoleh. Seorang perempuan setengah baya berdiri dengan bingung tak jauh dari tempat mereka berdiri. Eun Kyo masih merasakan perih di kepalanya saat wanita tua itu menarik rambutnya.

“Kau siapa? Kenapa tiba-tiba ada disini dan..” ujar Donghae.

“Aku, aku.. aku, aku orang tua Kim Yeon Su.” Ujarnya. Matanya menatap tajam kearah Eun Kyo. Dan Eun Kyo bisa memastikan tatapan itu adalah tatapan benci yang ditujukan padanya atas pemberitaan yang kini sudah merebak.

“Annyeong haseyo.” Ujar Jung Soo menunduk.

Wanita itu masih tidak mengalihkan tatapan emosinya pada Eun Kyo. “Anak yang dikandung Yeon Su itu anakmu kan?” kini matanya beralih menatap Jung Soo.

Perlahan Donghae menjauh dan beranjak meninggalkan mereka yang sepertinya harus membicarakan hal serius. Eun Kyo menyadari kepergian Donghae tapi kakinya seolah tertancap diatas halaman yang ditutupi semen. Donghae sempat melemparkan senyumnya dan menunjuk kepalanya yang berdarah lalu mengucapkan kata ‘gwaenchana’ tanpa suara pada Eun Kyo.

“Kau salah paham, Nyonya.” Bela Jung Soo. Bantahan yang masih dalam konteks sopan. Tegas namun tidak terkesan lancang terhadap orang yang lebih tua.

“Aku tau, kalau bukan karena wanita ini, anakku tidak akan seperti itu. Dulunya dia anak yang baik! Tapi kau, kau pasti merebutnya.” Wanita itu ingin menampar Eun Kyo tapi Eun Kyo mundur selangkah dan Jung Soo menahannya.

“Sepertinya kita harus membicarakannya di suatu tempat.” Jung Soo menarik perempuan yang merupakan orang tua Yeon Su itu kedalam mobilnya. Lalu setelah memastikan Eun Kyo duduk disampingnya, baru ia menginjak pedal gas.

Jung Soo membawa kedua wanita terpaut puluhan tahun itu di dalam mobilnya. Rumahnya sendiri adalah tempat yang paling tepat menurutnya. Disamping tidak terlalu jauh, dia juga bisa sekalian membuat Eun Kyo istirahat.

“Kita mau kemana?” tanya wanita itu.

“Ada dirumahku, Nyonya. Silakan turun.” Jung Soo membukakan pintu untuknya.

“Kalian…”

“Silakan masuk, aku tidak akan menyakitimu. Dan aku ingin membicarakan sesuatu jika Anda memang orang tua Yeon Su.” Jung Soo melirik Eun Kyo yang menunggu wanita itu untuk melangkah masuk.

Mereka duduk di ruang tamu begitu Jung Ahjumma membukakan pintu untuk mereka. “Tadi ada beberapa wartawan yang datang kemari, tapi aku bilang kau sedang dikantor.” Ujar Jung Ahjumma.

“Silakan duduk.” Jung Soo mempersilakan wanita itu duduk.

“Aku bingung harus bercerita dari mana, tapi aku mempersilakan Anda untuk bertanya terlebih dahulu. Atau mau mengatakan sesuatu?” tawar Jung Soo dengan tenang. Dia tidak merasa salah apapun dan sama sekali tidak takut. Berbeda dengan wajah Eun Kyo yang masih terlihat syok.

Wanita itu menghela nafas sebelum memulai pembicaraannya. “Kau yang menghamilinya kan? Lalu meninggalkannya dan menikahi wanita ini.” Ujarnya melirik Eun Kyo. Sudah beberapa kali ia memberikan tatapan membunuh kearah Eun Kyo.

“Boleh aku menjawab?” tanya Jung Soo membuat wanita itu mengalihkan tatapanya dari Eun Kyo. Menunggu jawaban Jung Soo. “Aku belum pernah melakukan sesuatu selain maaf, berciuman dengan anakmu, Nyonya. Jadi jawabannya adalah bukan aku.” Jawab Jung Soo tegas. “Beberapa managernya juga sedang mencari tau. Jadi, jika kau menuduhku, kau salah alamat.”

“Salah alamat? Dia hanya dekat denganmu.” Nada suara wanita itu terdengar nyaring.

“Seperti Anda sangat mengenalnya saja..” ujar Jung Soo sinis. Wanita itu terdiam.

“Aku memang belum memutuskan hubungan dengannya ketika menikahi Eun Kyo. Tapi tak berapa lama, aku harus menentukan pilihan.” Jelas Jung Soo.

“Dan kau mencampakkannya, demi dia?!” Wanita itu kembali mencoba menjambak rambut Eun Kyo tapi Eun Kyo sempat menghindar dengan gerakan refleks menghindari bahaya.

“Jika Anda ingin marah, silakan marah padaku. Dia tidak ada sangkut pautnya.” Ujar Jung Soo dengan tatapan tajam.

“Tapi dia!” wanita itu masih terlihat sangat gusar ketika memandang Eun Kyo.

“Aku menikahinya karena orang tuaku!” teriak Jung Soo. “Apa salah jika aku memilih orang tuaku ketimbang anakmu? Eoh? Jika kau sendiri menjadi aku, apa yang harus kau lakukan?” teriak Jung Soo nyaring. Dia bingung menjelaskan keputusannya waktu itu. Dan teriakan Jung Soo membuat wanita itu tersentak. “Kau juga orang tua Nyonya, jadi aku yakin kau mengerti keinginan orang tua, maafkan aku, semua ini salahku. Tapi untuk kasus kehamilan Yeon Su, aku bersumpah bukan aku yang melakukannya.”

“tapi, kau, aku…” wanita itu yang tadi berdiri kini kembali terduduk lemas di soa ruang tamu. “Uri Yeon Su~ya… aku sudah terlalu lama meninggalkannya.” Perkataan itu diakhiri dengan sebuah tangisan pilu. Ada gumpal penyesalan yang menyumbat kerongkongan wanita itu.

“Aku tau, dan aku sangat tau itu.” Ujar Jung Soo.

“Dia, dia masih terlalu muda untuk mendapat cobaan seperti ini. Maksudku, ida sudah terlalu banyak menderita. Hiks.” Airmata mulai membanjiri kedua pipinya.

Eun Kyo menatap waah Jung Soo dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan oleh Jung Soo. Sama sekali tidak terbaca. Dan itu artinya, setelah selesai menangani masalah Yeon Su Eomma, dia harus mengurus Eun Kyo.

“Putrimu, putrimu sulit sekali diberikan penjelasan bahwa semuanya sudah berakhir. Mungkin aku tidak sopan berbicara seperti ini padamu. Kau orang tuanya, sementara aku membicarakan hal yang menyakiti Putrimu. Tapi Nyonya, aku harap kau mengerti. Aku… dan Yeon Su… kami…”

“Aku mengerti. Ketika cinta itu tak lagi bersemayam. Aku mengerti, Park Jung Soo. Aku, aku, aku hanya.. Maafkan aku.” Ia menoleh pada Eun Kyo.

“Tidak perlu meminta maaf.” Jawab Eun Kyo setengah tidak percaya.

“Semua ini salahku, jika saja aku tidak menikahi orang yang salah. Yeon Su tidak akan seperti ini.” Ujarnya lagi. “Keundae Jung Soo~ya, bisa kau membantuku?” Wanita itu menyentuh telapak tangan Jung Soo. “Bisa kau… mungkin ini terlalu lancang, tapi aku tidak punya tempat tinggal. Aku meninggalkan rumahku dan menjualnya setelah mendengar berita tentang Yeon Su.” Lanjutnya lirih. “Boleh aku tinggal disini beberapa hari. Dan bisa kau menjaga Yeon Su?”

Jung Soo menarik nafas sebelum menjawab, “Nyonya, aku tidak ingin membuat keputusan yang salah lagi..”

“Bisa saja, kau boleh tinggal disini.” Potong Eun Kyo.

“Oh, jinjja? Ah, gamsahamnida…”

“Ani, aku bukannya menuduhmu yang bukan-bukan , tapi sebaiknya Anda mencari penginapan lain saja.” Ralat Jung Soo. “Nyonya, aku bisa membantumu menghubungi sebuah penginapan yang nyaman.” Jung Soo meraih gagang telpon diatas nakas tak jauh dari tempatnya duduk.

“Tapi aku…”

“Kau tidak perlu khawatir dengan biayanya, aku akan menanggunganya selama seminggu. Setelah aku mengadakan konferensi pers, dan kau bisa tenang setelahnya. Mengenai Yeon Su, kontraknya dengan perusahaanku masih ada beberapa tahun lagi. Jadi selama kontrak itu masih berjalan, kami akan mengurusnya.” Jawab Jung Soo mengerti.

“Ah, tapi…”

“Nyonya.” Jung Soo menghentikan jemarinya memencet tombol-tombol angka yang ada di pesawat telpon. Setelah melihat wanita tua itu menunduk, akhirnya ia mengulang kembali nomor yang tadi belum sempat selesai ia pencet.

***

Langkah Donghae terlihat cepat memasuki koridor rumah sakit setelah keluar dari mobilnya. Tangannya masih memegangi pelipis yang masih mengeluarkan darah. Saat melihat Donghae penuh darah, seorang perawat menghampirinya.

“Oppa, kau kenapa?” tanya seseorang yang berpakaian putih berlari kearahnya.

“Min Yeon.” Ujar Donghae lirih. Perih masih terasa di pelipisnya, tapi begitu melihat Min Yeon, ia sedikit merasa lega. Bagaimanapun, lukanya cukup parah dan tidak bisa dibilang ‘tidak apa-apa’.

“Kau jatuh? Eoh?” Min Yeon menarik tangan Donghae dan membawanya ke sebuah ruangan.

“Nde, terjatuh.” Jawab Donghae berbohong.

“Lepaskan sapu tangannya. Biar aku bersihkan.” Ujar Min Yeon.

Donghae sempat memandangi sapu tangan yang penuh noda darah yang sebagian mengering itu. Ia masih ingat ewajah cemas Eun Kyo kala melihat pelipisnya terluka, dan Donghae, tersenyum ketika melihat itu.

“Kenapa tertawa Oppa?”

“Ani, aku hanya menertawakan diriku sendiri, dua kali aku berdara seperti ini.” Jawab Donghae sambil tersenyum. Dan itu karena dua wanita yang berbeda. Lanjutnya dalam hati.

“Min Yeon~ssi, waeyo? Bukankah kau harus pulang? Dan fitting wedding dressmu?” suara dari belakang membuat tangan Min Yeon berhenti ‘mengerjakan’ kepala Donghae.

“Ah, Uisa~nim. Hanya satu pasien saja.” Jawab Min Yeon.

Donghae memandangi Min Yeon yang tepat ada di hadapannya. Mengenakan sweater berwarna biru laut rajut menutupi seragam dinas hijaunya. Dan tas ynag tergeletak diatas lantai. Min Yeon memang bersiap untuk pulang.

“Kau ada urusan?” tanya Donghae.

“Hanya mencoba beberapa baju saja Oppa.” Jawab Min Yeon. Beberapa menit kemudian, ia sudah selesai membersihkan luka Donghae dengan beberapa jahitan. Lalu menutupinya dengan kasa steril.

“Sudah selesai.” Ujar Min Yeon. Ia menggeser tubuhnya, dan memperlihatkan seseoarng yang berdiri di belakangnya, yang sejak tadi memperhatikan kerja Min Yeon.

Park Yoon Bi, gadis itu, Donghae bisa melihatnya dengan jelas. Gadis itu mengenakan pakaian dinas khas dokter –jas berwarna putih dengan kemeja bermotif bunga di dalamnya- dan berdiri masih memandangi Donghae. Donghae tersenyum namun tidak dibalas oleh Yoon Bi.

Yoon Bi berjalan mendekat, “Sepertinya kau hoby sekali melukai dirimu, Donghae~ssi.” Ujar Yoon Bi. Donghae tersenyum simpul.

“Kalian kenal?” tanya Min Yeon bingung. Memandangi Donghae dan Yoon Bi bergantian. Tak ada jawaban dari mereka berdua. “Ya sudah, kalau begitu, aku pergi dulu. Oppa, kau boleh pulang setelah membayar biaya administrasi tentunya.” Ujar Min Yeon menepuk bahu Donghae. “Semoga cepat sembuh dan ganti perbannya setiap hari, eum?” pesan Min Yeon. Donghae mengangguk.

“Chukkae Min Yeon~a..” ucap Donghae memberikan selamat.

Min Yeon yang sudah melangkah, berhenti lalu berbalik. “Gomawo, Oppa.” Ia kembali berjalan, “Ah, Oppa, boleh aku meminta sesuatu padamu?”

“Eo?”

“Eum… aku mau kau yang pengiringku.” Ujar Min Yeon. “Aku… Min Jun Oppa tidak bisa.” Lanjutnya.

“Bisa saja. Asal bayarannya pas.”jawab Donghae bercanda.

“Baiklah kalau begitu, kau mau apa?” tanya Min Yeon.

“Aku hanya bercanda Min Yeon~a. Nde, aku yang akan membawamu ke altar.” Sahut Donghae.

“Gomawo, Oppa.” Min Yeon akhirnya meninggalkan ruangan dengan melambaikan tangannya.

Sepeninggal Min Yeon, keadaan menjadi hening. Donghae mengarahkan wajahnay pada Yoon Bi yang masih mengamatinya. Yoon BI terdiam, belum pernah ia merasa seperti ini. Mataya seolah berat untuk beranjak dari wajah tenang yang kini duduk di hadapannya ini. Rasa penasaran menyelimuti benaknya, tentang penyebab yang membuat kepalanya berdarah.

“Hufh, dunia ini sempit sekali.” Ujar Yoon Bi susah payah untuk berkata, demi menghilangkan senyap yang membuat keadaan menjadi canggung. Donghae tidak mengucapkan apapun, maka ia yang berinisiatif untuk bicara.

“Dia tunangan Sungmin, temanku.” Donghae bangkit dari duduknya dan bersiap ke bagian administrasi untuk mengurus biaya pengobatannya.

“Sungmin? Sepertinya aku pernah mendengarnya.” Ujar Yoon Bi mengikuti langkah Donghae.

Mereka berjalan bersama meninggalkan ruangan gawat darurat menuju meja kasir bagian pembayaran dan administrasi.

“Dia, Kyuhyun, Ae Rin.” Donghae menekankan kata ‘Ae Rin’, salah satu orang yang dikenal Yoon Bi.

“Ah, tentu saja, Ae Rin pernah menyebut namanya.”

“Apa dia juga menyebut namaku?” tanya Donghae,

“Ani, aku hanya ingat dia perna menyebut Sungmin, Jang Mi, dan Ryeowook. Itu saja.” Jawab Yoon Bi santai. Tanpa mereka sadari sekarang mereka sudah semakin dekat.

“Eun Kyo, Hyukjae, Kyuhyun.”

“Ah, Kyuhyun.” Teriak Yoon Bi sedikit keras, membuat Donghae berhenti dan menoleh kearahnya.

“Dia menceritakan Kyuhyun?”

“Ne, lelaki menyebalkan itu.”

“Aish, dia menceritakan Kyuhyun tapi tidak bercerita tentangku.” Ujar Donghae.

Mereka berdua sudah sampai di bagian administrasi. Lalu setelah menandatangani beberapa kertas dan menyerahkan credit cardnya, Donghae pun bersiap untuk pulang. Beberapa langkah lagi ia sudah keluar dari gedung rumah sakit, namu ada yang menghentikan langkahnya.

“Yoon Bi~ya…” teriak seseorang yang baru saja melangkah dari pintu masuk rumah sakit.

“Ahjumma..”

“Jangan panggil Ahjumma, panggil aku Eomoni saja..”

Seorang wanita yang membuat Donghae seolah membeku di tempatnya. Eomma. Begitu ucapnya dalam hati. Ia tidak bisa beranjak, bahkan ketika wanita itu mendekatinya. Wanita itu tidak menyadarinya sama sekali. Sesaat setelah wanit itu memeluk Yoon Bi, baru ia menoleh kearah samping.

Sama halnya dengan Donghae. Wanita itu terperanjat luar biasa. Bagaimana tidak, orang yang sangat iarindukan kini berada di hadapannya. Bahkan berjarak kurang dari 1 meter dari tempatnya berdiri.

“Donghae~ya..” panggilnya lirih.

Ada rasa yang membuncah dalam dirinya. Senang, bahagia, haru bercampur sedih dan rasa bersalah menjadi adonan tak berupa dalam dadanya. Ia ingin memeluk tubuh yang kini terlihat seperti lelaki dewasa itu, bukan lagi anak remaja. Wanita itu kesusahan menarik nafasnya dan bulir airmata lolos dari permukaan kelopak matanya.

Donghae menunduk, tak tau harus berbuat apa. Jauh di lubuk hatinay, dia juga sangat merindukan sosok yag selama ini ia coba untuk membencinya. Yang tidak mengerti keinginannya, dan mengindahkan mimpinya.

Sementar Yoon Bi, juga ikut serta dalam kekakuan penuh haru itu, sedikit banyak dia tau tentang Lee Donghae. Meski sejak awal dia sudah menduganya, tapi ia tidak berani meyakininya. Yoon Bi masih ingat ketika nama Lee Donghae berganti menjadi Choi Siwon saat pertunangannya beberapa tahun lalu. Awalnya ia menolak keras, Donghae maupun Siwon, ia tetap tidak setuju. Tapi, bagaimanapun, seorang Park Yoon Bi adalah anak yang tidak bisa membantah keinginan orang tuanya.

“Yoon Bi~ya, ini Donghae. Ini Donghae..” seru Nyonya Lee sambil menangis. “Dia anakku. Omona, Donghae~ya, kau sudah dewasa nak..” ia ingin menyentuh lengan Donghae tapi Donghae mundur satu langkah. Lalu mencoba menggapai wajah Donghae, tapi lelaki itu semakin mundur.

Ada airmata yang ia paksa untuk tetap bertahan, Donghae berusaha keras untuk tidak menangis. Tapi tanpa persetujuanya, airmata itu tetap tidak patuh padanya.

“Donghae~ya, jangan pergi.” Nyonya Lee mencegah Donghae untuk pergi, namun tidak bisa. Donghae sudah memulai berlarinya,keluar dari area rumah sakit.

Yoon Bi kebingungan, dan ketika melihat Nyonya Lee mengejar Donghae, ia mengikutinya dari belakang.

“Eomoni, sudahlah. Dia sudah pergi.”

“Yoon Bi~ya, tidak bisa, dia tidak boleh pergi lagi dariku, aku tidak bisa, aku harus minta maaf. Aku tidak akan memaksanya lagi untuk menikah denganmu, dan dia bisa kembali padaku. Aku ingin dia disampingku, menemaniku dihari tua. Lee Donghae, dia anakku…” ujar Nyonya Lee tanpa henti mengeluarkan segumpal rasa yang mengganjal di dadanya.

“Ne, arasseo, nanti, nanti lagi. Maksudku, kita bisa menyuruhnya pulang lain kali.” Ujar Yoon Bi mencoba menenangkan Nyonya Lee.

“Aku melihat mobil Donghae keluar dari sini, apa dia…”

Suara yang sangat dikenal Yoon Bi menghampiri telinganya. Suara berat dan berwibawa itu milik Siwon. Dia memandangi Yoon Bi dan Eommanya.

“Eomma, gwaenchana?” Siwon membantu Yoon Bi yang memapah Nyonya  Lee menuju bangku untuk duduk.

“Siwon~a, itu Donghae, Donghae, dia ada disini. Bersama Yoon Bi, dia tadi dia…”

“Ne, Eomma..” ujar Siwon tenang. “Sudah selesai, kau sudah check up?” tanya Siwon.

“Belum.” Jawab Yoon Bi. “Dia baru saja tiba disini.” Lanjutnya.

“Eomma, sebaiknya kau periksa dulu. Setelah itu kita pulang.” Ajak Siwon. Mereka berdua –Siwon dan Yoon Bi- membawa Nyonya Lee ke ruangan Yoon Bi.

***

Jung Soo masuk ke dalam kamarnya setelah mengantar Yeon Su Eomma ke sebuah penginapan yag ia pesankan. Ia menghela nafas, hari ini terasa sangat berat dari yang ia bayangkan. Bayangannya setelah berita ini menyebar luas, dan dia akan berbicara di depan media lalu menjelaskan semua, maka semua ini akan berakhir. Ditambah dengan pembelaan Eommanya, dia merasa bisa mengatasi situasi ini. Tapi semua tidak semudah itu ternyata. Dengan hadirnya seorang wanita yang mengaku sebagai Eomma dari Yeon Su yang membuat kekacauan kecil, membuat Jung Soo merasa ini tidak semudah yang ia bayangkan. Ia langsung menuju kamar karena pasti Eun Kyo sedang ada di dalamnya. Ia ingin memastikan keadaan wanita itu.

Begitu membuka pintu kamarnya, Jung Soo tidak mendapati sosok Eun Kyo dimanapun. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan, seakan Eun Kyo bisa bersembunyi di belakang lemari atau apapun yang bisa menyembunyikannya. Memang aneh, untuk apa Eun Kyo bersembunyi dibalik lemari atau dibawah tempat tidur, tapi  baginya Eun Kyo memang tidak pernah terduga.

Ia mendengar suara dari arah kamar mandi, bunyi keran air, dan kini ia tau dimana Eun Kyo berada sekarang. Kamar mandi. Dan ia tersenyum saat tadinya ia menduga Eun Kyo bersembuyi dibalik lemari. Jung Soo membuka pintu kamar mandi dan tersentak saat melihat Eun Kyo tersandar di dinding kamar mandi dalam keadaan basah kuyup dengan air yang terus mengalir dari shower mandi. Wanita itu mendekap kedua kakinya.

“Aish, apa yang kau lakukan?”

Jung Soo menghampiri Eun Kyo dan menyentuh kulit tangan wanita itu yang sudah sedingin es. Bibirnya keunguan. Apa sejak aku keluar tadi dia sudah ada disini? Batin Jung Soo merutuk. Jung Soo melepaskan kancing tangan kemejanya dan menariknya hingga siku.

“Ayo lepaskan bajumu.”

Jung Soo berusaha untuk melepaskan sweater yang dikenakan Eun Kyo tapi tangan Eun Kyo mencegahnya. Ia semakin merapatkan sweater itu kebadannya. Mendekap lututnya sendiri dengan tatapan kosong kearah lantai. Jung Soo berdiam sejenak. Berdiri memandangi Eun Kyo yang meringkuk dibawah shower dengan guyuran air.

Tak ada suara. Hanya gemericik air yang terdengar di telinga keduanya. Tatapan tajam dan lelah Jung Soo juga sikap acuh Eun Kyo yang memainkan jarinya di genangan air sekitar tubuhnya, membuat suasana sedkit menegang. Jung Soo bingung jika sudah harus menghadapai Eun Kyo yang seperti ini. Sejak dulu, gadis yang ada dihadapannya ini memang sulit untuk ditebak olehnya. Terkadang, Eun Kyo menganggap kecil hal yang besar, tapi juga menganggap hal kecil menjadi sangat besar. Dan Jung Soo masih belum menemukan cara untuk mengatasi hal itu, jika Eun Kyo sedang seperti ini.

“Aku hitung sampai 10, dan kau harus sudah berganti pakaian.”

Jung Soo mundur beberapa langkah dan bersandar di pintu kamar mandi sambil masih memandangi Eun Kyo yang terlihat acuh. Ia memulai menghitung.

“1”

Eun Kyo tak bergeming, ia masih acuh dan tidak memperdulikan Jung Soo yang menunggunya.

“2”

Masih tidak beranjak. Malahan sekarang ia menggeser tubuhnya membelakangi Jung Soo. Membuat Jung Soo menghembuskan nafas kesal.

“3”

Eun Kyo terlihat seperti anak-anak yang sedang merajuk pada orang tuanya. Persis seperti beberapa tahun yang lalu saat ia dikurung di kamar mandi bersama Jung Soo karena berebut channel TV. Keduanya dihukum dan Eun Kyo karena tidak terima, ia suka menyiksa dirinya sendiri dan membuat Jung Soo takut, berteriak sambil mencegah Eun Kyo terus membuat dirinya sendiri membeku.

“4”

Hingga hitungan ke empat Eun Kyo masih tak bergerak sedikitpun. Rasanya Jung Soo ingin tertawa namun juga emosi. Tertawa karena lucu, untuk apa Eun Kyo bersikap seperti ini?bukankah ini hanya buang-buang tenaga saja? Namun juga emosi, karena hal ini menyakiti diri sendiri.

“5”

Separuh waktu dari yang ia tawarkan dan Eun Kyo tak juga beralih dari tempat dingin yang berpotensi membuatnya sakit.

“6”

“7”

“8”

“Yeobo, jika sampai hitungan 10 kau tidak juga beranjak, aku akan memaksamu.”

“Kau mengancamku?” tanya Eun Kyo.

“Lebih dari sekedar ancaman.”

Jung Soo akhirnya berjalan cepat dan Eun Kyo dan tersentak saat menyadari Jung Soo sudah ada dihadapannya, berjongkok dan mencoba melucuti pakaiannya.

“Yak! Oppa!” dia memegangi erat-erat baju yang sudah basah kuyup ia kenakan. “Aku bisa melepasnya sendiri, memangnya aku anak kecil? Hah?!” teriaknya tepat di dekat telinga Jung Soo yang dengan sekuat tenaga dan terkesan kasar menarik baju Eun Kyo dan meloloskannya. Kini tangan Jung Soo beralih ke tepi celana yang ada dipinggul Eun Kyo, namun Eun Kyo memeganginya dengan erat. Seperti ketidak pedulian Eun Kyo saat Jung Soo memberikannya waktu tadi, seperti itu juga Jung Soo menyikapi teriakan demi teriakan dan umpatan Eun Kyo saat ia memaksa wanita itu melepaskan bajunya. Seteleh hanya mengenakan pakaian dalam saja, barulah Jung Soo melepaskan Eun Kyo yang kini terduduk lemas. Ia menyalakan keran air dan mengisi bathtub dengan air hangat, lalu beberapa detik kemudian ia mengangkat tubuh Eun Kyo dan meletakkannnya di dalam bathtub.

Tak ada perlawanan. Eun Kyo sudah merasa sangat lelah. Dan dia membiarkan apapun yang dilakukan Jung Soo. Dan kini lelaki itu mengusapkan shampoo ke rambutnya.

“Aku tidak mengerti atas dasar apa kau melakukan ini. Tapi hal ini mengingatkanku saat kita dikurung bersama dulu. Disuruh merenungkan bersama apa yang kita perebutkan waktu itu.” Ujar Jung Soo sambil menyabuni Eun Kyo.

“Oppa, aku bingung.” Ujar Eun Kyo setelah sekian lama diam.

“Eum. Kau terlihat semakin berisi.” Jung Soo mengalihkan pembicaraan dengan sambil memperhatikan tubuh Eun Kyo yang ada di dalam air.

“Tapi aku…” Seperti halnya Jung Soo, Eun Kyo juga berusaha agar terus digubris dengan melontarkan kalimat-kalimat gantung degan maksud membuat Jung Soo menanggapinya.

“Setelah ini kau ganti baju lalu kita makan.” Jung Soo membersihkan busa sabun dan shampoo dari tubuh Eun Kyo.

“Oppa, aku bingung, kau dengar?” nada suara Eun Kyo meninggi.

“Aku tau, dan sekarang aku lapar. Ini sudah malam Eun Kyo~ya, kau tidak sadar?” jawab Jung Soo.

“Aish!” Eun Kyo melemparkan sponge yang masih berbusa ke dada Jung Soo. Kemeja putih Jung Soo kini kotor, dan ia melepaskan kancingnya, lalu melempar kemeja kotor itu ke dalam keranjang pakaian.

“Sekarang giliranku mandi. Kau harus sudah rapi saat aku selesai mandi.” Tunjuk Jung Soo pada Eun Kyo.

Eun Kyo bangkit dan mengambil handuknya, namun saat melangkah, ia terhenti dan sebuah kecupan mendarat dibibirnya. Eun Kyo diam saja, tapi saat merasa bibir Jung Soo mulai bergerak, ia melayangkan tangannya dan memberikan pukulan keras di kepala Jung Soo, membuat lelaki itu sontak melepaskan ciumannya dan memegangi kepalanya yang sakit.

“Yak, kau mau mengirimku ke rumah sakit seperti Donghae? Eoh?” protes Jung Soo.

“Donghae.” Seru Eun Kyo lalu kemudian berlari.

Jung Soo salah sebut. Harusnya ia tidak menyebutkan Donghae ataupun hal yang berhubungan dengan lelaki itu karena hanya akan mengacaukan fokus Eun Kyo. Meskipun yang ada dalam benak wanita itu bukan dirinya, setidaknya sejak tadi bukan Donghae yang bertengger di otaknya. Dan kini Jung Soo membuat wanita itu mengkhawatirkan Donghae.

Lima belas menit kemudian, Jung Soo keluar dari kamar mandi menggunakan handuk. Ia mengeringkan rambutnya yang basah dengan selembar handuk yang ia letakkan di pundaknya. Didapatinya Eun Kyo tengah duduk di tepi tempat tidur, mengamatinya. Saat berjalan menuju lemari, baru Jung Soo menyadari ekro mata Eun Kyo selalu mengikutinya. Jung Soo berbalik. Sempat ia ingin menciumi bibir itu lagi yang kini nampak terlihat menggoda.

Eun Kyo menggigit-gigit bibirnya sambil terus memperhatikan gerak-gerik Jung Soo. Dering ponsel menggema di dalam kamar, membuat Eun Kyo tersentak dan menoleh kearah suara. Ia bisa melihat itu adalah ponsel Jung Soo. Tertera nama ‘Yeon Su’ di layar. Ia enggan mengangkat telpon itu. Tidak, tidak ketika ia sedang dalam keadaan seperti ini. Jung Soo menoleh, seolah meminta pertolongan dengan tatapannya. Eun Kyo masih diam dan memandangi ponsel yang nyaring berdering memenuhi gendang telinganya. Setelah dua kali berdering dan Jung Soo tak juga mengangkat, akhirnya Eun Kyo mengalah dan mengangkat telpon tersebut.

“Yeoboseyo?” sapa Eun Kyo hati-hati.

“Bisa bicara dengan Jung Soo Oppa?” sahut Yeon Su. Tanpa sapaan pembuka, Yeon Su langsung meminta bicara pada Jung Soo.

“Tentu saja.” Jawab Eun Kyo mendekati Jung Soo yang sedang mengancing piyama tidurnya. Eun Kyo menyerahkan ponsel itu pada Jung Soo lalu meninggalakn Jung Soo di dalam kamar.

“Oppa! Kenapa kau biarkan wanita itu kesini? Eoh? Itu hanya akan menambah masalahku? HAH?! Yang benar saja! Dia datang setelah aku terpuruk seperti ini dan ingin menghancurkanku! Yak! Aku tidak terima! Aku tidak akan membiarkannya membuat keadaan semakin kacau, ARASSEO?!”

Suara Yeon Su nyaring memekakkan telinga. Bisa dibayangkan bagaimana emosinya yang tidak terkontrol saat ini. Jung Soo hanya berharap Yeon Su tidak melakukan hal bodoh lagi kali ini.

“Kau bersama siapa?” tanya Jung Soo. Bagaimanapun, ia tetap khawatir terhadap keadaan gadis itu.

“Tidak perlu berpura-pura mencemaskanku! Sebaiknya kau enyahkan saja wanita tua itu!” teriak Yeon Su. Ia memutus sambungan telponnya. Perlahan Jung Soo memandangi layar ponselnya.

Apakah benar Yeon Su yang menelponnya? Tapi mengapa ia tidak mengeluh tentang hidupnya? Atau memintanya kembali? Kenapa malah terdengar seperti wanita kuat yang sedang menghadapi seseorang yang mencoba menghancurkan hidupnya? Apa jika menyangkut keluarga yang sangat dibencinya itu ia akan berubah menjadi kuat? Jung Soo memandangi seluruh ruangan  kamarnya, berharap ada yang menjelaskan tentang hal yang baru saja dialaminya. Tapi tak ada yang bisa menjelaskan, semua diam, bahkan jarum jam di dindingpun berhenti berdetak. Kehabisan energi.

Jung Soo keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Disana sudah duduk dengan manis seorang wanita yang sedang melahap makanan dipiringnya. Setidaknya, meski dalam masalah –masalah dari sudut pandang Eun Kyo- wanita itu masih bisa makan dengan lahap, dan itu membuat Jung Soo lega.

“Sepertinya ada yang sangat bernafsu makan malam ini.” Jung Soo mengusap kepala Eun Kyo yang sudah kering.

Eun Kyo menoleh, lalu kembali menyuap makananya.tanpa memperdulikan ledekan Jung Soo dia sudah bersiap untuk menambah makanannya.

“Ada apa dengannya, Ahjumma?” tanya Jung Soo heran.

Jung Ahjumma hanya menggidikkan bahunya lalu tersenyum penuh wibawa khas orang tua. Dia menepuk punggung Jung Soo, “Giliranmu makan.” Ujarnya menarik kursi untuk Jung Soo. Menyuruhnay untuk makan.

Jung Soo duduk berhadapan dengan Eun Kyo dan memandangi Eun Kyo makan. Melahap potongan daging yang terlihat sangat lezat ia nikmati.  Jung Soo menopang dagunya dan tersentak saat Jung Ahjumma menyerahkan sepiring nasi ke hadapannya. Jung Ahjumma mengusap wajah Jung Soo yang masih memandangi Eun Kyo, membuat lelaki itu tertawa kecil.

Seolah tak terusik, Eun Kyo masih saja menikmati makanannya yang sudah entah berapa kali ia menambah makanannya. Ia terus memasukkan santapannya ke dalam mulut, sesekali mencoba memaksa memakan sayuran yang membuatnya meringis. Karena tadi, sebelum ia memulai makan, Jung Ahjumma sudah mengancamnya, harus memakan sup sayur buatannya.

“Pelan-pelan.”

Jung Soo mengarahkan tangannya mencegah sendok nasi Eun Kyo yang hendak ia masukkan ke dalam mulut. Mulut Eun Kyo masih penuh dengan makanan yang belum ia kunyah sempurna.

“Aku lelah dan setelah ini tidur.” Jawab Eun Kyo.

Dia beranjak setelah menghabiskan makanannya. Tanpa memperdulikan dan menunggu Jng Soo selesai makan, Eun Kyo kembali masuk ke dalam kamarnya. Berbaring diatas tempat tidurnya. Meski terasa sesak karena kekenyangan sehabis makan beberapa piring nasi, Eun Kyo tidak peduli, yang ia inginkan sekarang adalah terbuai dalam mimpi yang akan mengaburkan rasa kalut yang menyelimutinya.

Kehadiran Yeon Su Eomma sedikit mengusiknya. Bukan karena takut posisinya akan terancam, tapi ia merasa akan ada masalah yang menyertai kedatangan wanita itu. Belum pasti apa yang akan terjadi, tapi nalurinya terganggu.

Masalah. Tak akan ada yag bisa terhindar dari hal tersebut, tapi jika harus bertubi-tubi dan berkepanjangan pasca proses akuisisi itu, Eun Kyo tidak yakin kali ini bisa mengatasinya. Karena semua ini sudah merebak ke media. Yang dengan gampang berspekulasi seolah asumsi merekalah yang paling benar. Sekalipun ia akan menjelaskan duduk permasalahannya sekarang ke khalayak, pasti akan ada yang pro dan kontra. Akan ada nada sumbang, dan itu sangat dibenci oleh Eun Kyo. Ketika terjadi kesalahan dalam pentasnya, ia bisa dengan cerdas mengatasinya. Tapi hidup bukan panggung seluas 17×15 meter yang bisa ia kuasai. Ini kenyataan, bukan panggung teater.

Eun Kyo merasakan tempat tidur yang ia tempati bergerak. Seseorang telah berbaring disamping, dan tanpa harus menolehpun, Eun Kyo tau itu adalah Jung Soo. Tak ada orang lain yang berani mengusikanya di atas tempat tidur kecuali lelaki itu.

Jung Soo menggeser tubuhnya, merapat kearah Eun Kyo hingga tak ada lagi jarak yang terbentang diantara mereka. Menyelipkan tangannya dipinggang Eun Kyo dan menarik tubuh itu semakin intim. Jung Soo menghembuskan nafasnya di dekat telinga Eun Kyo yang berbaring membelakanginya.

“Kau semakin… “ Jung Soo meremas lengan Eun Kyo. Wanita itu menggeliat mencoba menjauh tapi tertahan karena tangan Jung Soo tidak mengijinkannya.

“Aku lelah.” Tolak Eun Kyo saat Jung Soo mencoba mencium pipinya. Terdengar sangat lirih, hingga nyaris membuat Jung Soo tidak mendengarnya.

“Aku mencintaimu.” Bisik Jung Soo.

“Ara.” Jawab Eun Kyo mengendurkan pelukan Jung Soo. “Aku kesulitan bernafas jika kau terus memelukku seperti ini.”

Ketika Jung Soo mulai mencoba memejamkan matanya, Eun Kyo berbalik. Berbalik dengan cepat hingga membuat Jung Soo terkesiap. Mereka belum terlelap, meski keadaan semakin hening. Bola mata Eun Kyo masih membuka lebar.

“Wae? Kau bilang lelah, ayo tidur.” Jung Soo menyelipkan tangannya dibawah leher Eun Kyo dan mengecup dahi wanita itu.

“Oppa, eottokhae?” tanya Eun Kyo.

“Diam dan tidur, mulai minggu depan kau akan main drama baru kan? Perlu energi ekstra untuk itu, belum lagi konferensi pers besok lusa.” Sekali lagi Jung Soo mengecup Eun Kyo, kali ini puncak kepalanya.

“Oppa, harusnya tidak seperti ini.” Perkataan Eun Kyo teredam lirih dalam dada Jung Soo. Ia ingin menjauh tapi dekapan Jung Soo semakin erat.

“Oppa, ini salah. Harusnya aku tidak perlu menikah denganmu, tidak perlu ada proses akuisisi. Tidak perlu ada sandiwara dan yang lainnya.” Suara Eun Kyo semakin lama semakin lantang.

Tidak bisa dibiarkan, begitu pikir Jung Soo. Eun Kyo sudah terlalu jauh berpikir. Jung Soo menundukkan kepalanya tepat ketika Eun Kyo mendongak. Mata mereka saling beradu, dan Jung Soo bisa melihat kekalutan disana. “Lalu kau mau apa?” tanya Jung Soo.

Hening. Eun Kyo terdiam, tak mampu menjawab, karena dia juga tidak tau apa keinginan dari dirinya yang menganggap ini semua salah. Seharusnya ini dibenarkan. Memutuskan hubungan dan kembali seperti sedia kala sebelum ia menikah, tapi ia tidak mampu mengatakan keinginan itu, bahkan pada dirinya sendiri.

“Bukankah kita menyakiti banyak pihak? Menimbulkan masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi. Pernikahan ini, perusahaan, setelah proses akuisisi pun, masih sama, tidak ada bedanya, media, Yeon Su, semua ini harusnya tidak pernah terjadi.” Ujar Eun Kyo dalam sekali tarikan nafas.

Jung Soo terdiam. Semua masalahnya sekarang bukan terletak pada keadaan yang sedang terjadi, melainkan kondisi pikiran Eun Kyo. Wanita ini gampang sekali terusik oleh hal yang tidak terlalu penting lalu mengaburkan titik penting dari sebuah permasalahan.

“Lalu kau mau apa?” tanya Jung Soo dingin.

Eun Kyo terhenyak. Dia terdesak oleh keinginannya yang gamang. Seperti orang yang depresi, padahal beberapa hari lalu ia begitu agresif dalam hubungan intim saat liburan. Eun Kyo kebingungan.

“Jika ini salah, seharusnya sudah sejak dulu kau mundur. Tidak perlu berpura-pura kuat menghadapi ini. Setelah meyakinkanku untuk tetap bisa bertahan demi alasan orang tua, kenapa sekarang kau terlihat ingin mundur? Tidak ada jarum jam yang bergerak kerah kiri Park Eun Kyo. Selalu bergerak kearah kanan dan hanya satu arah, jadi kau tidak punya pilihan.” Jawab Jung Soo tajam.

“Tapi jika…”

“Jika kita bercerai, semuanya akan membaik. Tidak akan ada desakan media, yang membuatmu pusing. Aku tau kau takut menghadapi media. Kau belum pernah melakukannya. Tapi jika itu benar, kenapa kau tidak membiarkanku untuk membantumu? Eoh?”

“Oppa, tapi Yeon Su Eomma.”

“Jika seandainya kita besok bercerai, seperti keinginanmu. Apa kau yakin tidak akan terjadi apapun terhadapmu? Jika nantinya kau baik-baik saja, bagaimana denganku? Eoh? Kau mengabaikan perasaanku Park Eun Kyo.”

“Tapi aku..” Eun Kyo kembali menyela.

“Baiklah jika kau ingin kita bercerai, besok kita pergi ke kantor pengacara, lalu ke pengadilan dan kita akan berpisah. Lalu aku akan memberitakan ke media, bahwa kita memang menikah dulunya dan sudah bercerai.”

Suasana hening. Eun Kyo bisa merasakah amarah yang menjalar dari tatapan Jung Soo. Dadanya bergemuruh, Eun Kyo bisa mendengarnya, tak jauh berbeda dengannya. Merasakan sesuatu yang meulai bergerak sesak memenuhi rongga dadanya.

“Aish! Nappeun nom!” Eun Kyo memukul keras dada Jung Soo, berkali-kali hingga Jung Soo harus menghentikan pukulan itu dengan menggenggam erat tangan Eun Kyo.

“Itu yang kau inginkan?” tanya Jung Soo.

“Hiks!” Eun Kyo mulai menangis. Masih terus berusaha memukul dada Jung Soo.

“Jika bukan, katakan sendiri keinginanmu.”

“Aku ingin tidur.” Jawab Eun Kyo serak, menghapus airmatanya dengan keduanya tangannya.

“Jika tidak mampu sendirian, biarkan orag lain membantumu.” Bisik Jung Soo sebelum Eun Kyo tertidur. “Ada orang lain disekitarmu.” Lanjutnya seraya memeluk tubuh Eun Kyo, lalu membiarkan alam mimpi menghampiri mereka guna mengenyahkan penat.

***

Pagi adalah batas antara gelap dan terang, yang mengantarkan makhluk dimuka bumi ini untuk segera bergegas menampik sekat antara mimpi dan nyata. Eun Kyo menggeliat, mencoba menyadarkan dirinya sendiri dari rasa kantuk yang masih bergelayut. Dan ketika membuka matanya, ia mendapati dirinya sendiri dalam pelukan seorang lelaki. Eun Kyo tersenyum, masih seperti ini, dia menyukainya.

“Gud Moning.” Sapa Jung Soo dengan mata terpejam.

“Selamat pagi.” Jawab Eun Kyo dengan menyibak selimut yang tanpa ia sadari sudah membungkus tubuhnya. Sejak kapan selimut itu melingkupinya, ia tidak tau pasti. “Aku ingin ke rumah hari ini.” Ujar Eun Kyo bergelayut manja dalam dekapan Jung Soo.

Jung Soo mengerutkan dahinya, mengangkat alis kanannya. “Rumahku sendiri, Kibum.” Ujar Eun Kyo memperjelas.

“Eum..” sahut Jung Soo, “Tapi ini masih, jam..” ia mengambil arlojinya dan memperhatikan angka digital yang tertera didalamnya. Jam dindingnya mati. “Baru jam 5 pagi, mau sekarang? Latihanmu bagaimana?” tanya Jung Soo.

“Aku bisa menguasainya.” Jawab Eun Kyo yakin.

“Kau selau terlihat yakin dengan kemampuanmu, tapi jika berhubungan dengan keputusan jalan hidupmu, kau sama sekali tak punya kemampuan.”

“Kau menyindirku?

“Ani, aku meningatkanmu.” Jawab Jung Soo. Eun Kyo mendesis. Tapi pagi ini setidaknya Eun Kyo tidak sekacau tadi malam.”Ya sudah, kalau begitu bersiaplah, untuk besok juga, acara konferensi pers. Untuk meluruskan semua masalah ini.” Ujar Jung Soo.

“Nde.” sahut Eun Kyo.

“Selesaikan masalah satu persatu, konferensi pers, lalu setelah itu baru memikirkan tentang perusahaanmu.”

Jung Soo bangkit mengikuti Eun kyo ke dalam kamar mandi, membuat Eun Kyo menghentikan langkahnya di depan pintu, “Mau apa kau?” tanya Eun Kyo.

“Aku mau mandi, mengantarmu ketempat Kibum, lalu setelah itu pergi ke kantorku. Membereskan masalah Yeon Su dengan memberikan penjelasan berita yang simpang siur ini.”

Eun Kyo menunduk. Bukan hanya dia yang mempunyai masalah, Jung Soo juga demikian. Bahkan mungkin mengancam karirnya nantinya, tapi lelaki itu terlihat tenang, tak menampakkan ketakutannya, meski Eun Kyo yakin, sangat yakin, takut itu pasti lancang menyelinap dan menggoda, membuatnya tersudut. Jung Soo, dia bahkan dituding sebagai orang yang menghamili Yeon Su oleh beberapa media, meski tidak menunjuk langsung, tapi pemberitaan merujuk kepada Jung Soo. Apa rasanya menjadi Jung Soo? Harus menyelesaikan beberapa masalah, dan harus mengurus kekalutan Eun Kyo juga? Eun Kyo menyadarinya, baru menyadarinya. Betapa bodohnya dirinya menganggap dialah yang paling tertekan.

“Oppa, hwaiting.” Ujar Eun Kyo tersenyum.

“Hwaiting? Untuk apa?” tanya Jung Soo heran.

“U untuk semuanya.” Jawab Eun Kyo tergagap. Dengan senyuman.

“Kalau begitu cepat ayo mandi.” Jung Soo mendorong Eun Kyo masuk ke dalam kamar mandi bersamanya.

Awalnya Eun Kyo menolak, dan mencoba bertahan tapi apalah daya, tenaga Jung Soo lebih kuat dibandingkan dirinya, hingga tubuhnya bergeser sedikit demi sedikit. Sesaat Eun Kyo dan Jung Soo sama-sama terdiam. Terpaku pada posisi masing-masing. Lalu detik berikutnya Jung Soo berinisiatif untuk maju selangkah yang ditanggapi oleh waspada oleh Eun Kyo. Ia berjalan menuju bathtub dan menyalakan keran air panas.

Eun Kyo bernafas lega ketika melihat apa yang dilakukan Jung Soo tidak seperti yang ia bayangkan. Entahlah, jika sedang berada di dalam kamar mandi berdua degan Jung Soo tanpa emosi –meski kerap kali terjadi karena kamar mandi pribadi ini adalah milik mereka berdua- Eun Kyo merasa tegang. Potongan-potongan kejadian yang pernah terjadi di dalam sini membuat Eun Kyo bergidik sekaligus merinding dan tidak percaya. Kejadian itu seperti puzzle yang perlahan mulai sempurna terpasang.

“Ayo mandi.”

Suara Jung Soo membuat lamunan Eun Kyo terberai seperti kaca pecah karena lemparan bola anak-anak nakal yang bermain di gang yang penuh dengan rumah.

“Kau dulu, apa aku dulu?” tawar Jung Soo sambil mendekati Eun Kyo. “Atau mandi bersama saja.” Jung Soo mengangkat tubuh Eun Kyo dan memasukkannya ke dalam bathtub yang sudah penuh dengan air hangat.

Tak sempat menolak. Eun Kyo terlalu terkesima ketika matanya dan mata Jung Soo saling bertatapan, hingga saat lelaki itu sudah masuk bersamanya ke dalam bathtub, ia tidak menyadarinya.

***

Pagi-pagi sekali Ae Rin sudah berpamitan dengan Eommanya. Hari ini ia berencana untuk menyambangi ‘taman bacaaan’nya sebelum ia pergi ke tempat latihan. Beberapa hari terakhir, ia berlatih dengan keras akan memerankan peran baru dalam teaternya. Bagi Ae Rin kali ini teater yang mereka lakonkan ebih menantang. Tak hanya mengandalkan suara dan daya ingat, dia juga harus menghapal beberapa tarian tradisional. Ini adalah teater terbesar pertama yang mereka mainkan. Kolaborasi dengan beberapa sanggar tari dan anak didik yang selama ini mereka latih.

Ae Rin menaiki bus menuju sebuah taman di sudut kota. Ia mengambil duduk di kursi tengah berdekatan dengan jendela. Tanpa ia sadari, seseorang yang duduk di sebelahnya memandanginya dengan intens karena Ae Rin sama sekali tidak terusik dengan kehadirannya.

“Serius sekali, apa yang kau pikirkan?”

Ae Rin menoleh. Betapa terkejutnya ia saat mendapati Kyuhyun duduk manis disampinngnya dengan senyuman khas miliknya. Ae Rin tersentak dan menggeser duduknya dengan refleks hingga kepalanya membentur kaca jendela saking terperanjatnya.  Dia benar-benar terkejut. Pagi-pagi sekali Kyuhyun sudah mengikutinya, seperti seorang penguntit yang selalu tau kegiatan yang ia lakukan.

“Kau menguntit?” tanya Ae Rin curiga.

“Ani.”

“Lalu, lalu kenapa kau ada disini?”

“Ini kanbus, tempat umum, sarana umum, siapa saja boleh berada disini.”

“Tapi kan. Ck!” Ae Rin berdecak kesal. Akhirnya Ae Rin memilih untuk diam dibandingkan harus berdebat dan membuat gaduh. Ia menggeser tubuhnya semakin ke tepi dan menghadap kearah luar.

“Beberapa hari lagi Sungmin akan menikah, kapan giliran kita?” tanya Kyuhyun.

Ae Rin berusaha untuk tidak menanggapinya. Meski ingin sekali ia menyumpal mulut Kyuhyun sekarang juga. Tapi ia berusaha menekan gejolak emosi yang kini mulai membuat telinganya berdengung. Sejak kejadian beberapa waktu lalu dirumahnya, yang berujung dengan lamaran spontan Kyuhyun, lelaki itu sering sekali muncul tak terduga dihadapannya. Bahkan sering memaksanya untuk mengantar pulang. Cih,memangnya aku anak kecil?

Meskipun ada rasa tersanjung dalam hatinya, tapi Ae Rin berusaha untuk menampik rasa itu. Seorang Cho Kyuhyun, yang hidupnya hanya sebagai bahan gurauan dan dia adalah objek kejahilannya, Ae Rin rasa ia tidak akan tahan hidup dengan orang yang seperti itu. Yang tidak serius menanggapi hidup bukanlah salah satu dari sekian banyak list tipe suami idamannya. Ia menginginkan orang yang bertanggung jawab, bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan bisa mengurus hidupnya tanpa harus ada subsidi dari orang tuanya, yang notabene adalah seorang pengusaha sukses di bidang pendidikan. Kyuhyun akan menjadi pewaris atas semua harta itu.

Ketika bus berhenti di sebuah halte, Ae Rin bangkit dan memutuskan untuk turun disini saja, mengakhiri kejengkelannya terhadap orang yang ada disampingnya. Tapi begitu Ae Rin bangkit, Kyuhyun juga bangkit. Ae Rin mendelik.

“Ck!” ia kembali berdecak kesal, tapi tetap tidak mengurungkan niatnya untuk turun. Persetan dengan jarak yang harus ia tempuh beberapa ratus meter lagi untuk sampai ke tujuannya. Ia bisa mengambil jalan pintas melalui komplek perumahan, yang penting ia bisa menghirup udara segar.

Seperti dugaannya, Kyuhyun mengikutinya. Tapi ia tidak peduli, sama sekali tidak peduli. Dan seberapa tahan Kyuhyun mengikutinya, ia ingin melihatnya. Kyuhyun dimatanya adalah anak manja yang selalu ingin diperhatikan. Begitulah kira-kira asumsi Ae Rin. Yang selalu ingin menarik perhatian Eun Kyo atau siapapun yang dekat dengannya. Meski orang yang tidak terlalu kaku adalah salah satu tipenya, tapi untuk poin tanggung jawab, Ae Rin masih belum yakin Kyuhyun memegang itu. Yak, Park Ae Rin, apa kau benar-benar memikirkan Kyuhyun sebagai kandidat pendamping hidupmu?

“Ae Rin~a, aku lelah, kita istirahat sebentar.” Kyuhyun berjongkok memegangi lututnya. Nafasnya tersengal mengikuti langkah Ae Rin yang nampak masih bersemangat berjalan.

“Ayolah sebentar saja.” Kyuhyun berlari kecil dan menarik ujung rambut Ae Rin, hingga mau tidak mau, ia menghentikan langkahnya.

“Yak! Cho Kyuhyun, bisakah kau tidak menganggap aku sebagai leluconmu? Aku sudah lelah menjadi bulan-‘bualan’mu. Kau tau? Melamarku? Itu adalah hal terkonyol yang pernah kau lakukan. Ah, harusnya akumenganggap itu hanya sebagai lelucon, bukan hal yang perlu dipikirkan.” Ujar Ae Rin emosi.

“Jadi kau memikirkan?” tanya Kyuhyun.

“Ani, tidak akan lagi.” Jawab Ae Rin nyaring melanjutkan langkahnya.

“Ae Rin~a, aku serius. Aku akan melamarmu seperti yang kau minta.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum.

Ae Rin berbalik, “Tidak perlu. Aku tidak pernah memiintamu, camkan itu.” Jawab Ae Rin tegas.

“Yak, yak, yak. Jangan tinggalkan aku.” Kyuhyun berlari mengikuti Ae Rin. Ia menarik lengan Ae Rin dan menghentikan langkahnya.

“Aku serius dan aku mencintaimu.” Ujar Kyuhyun mencoba untuk benar-benar serius.

“Berhentilah bermain-main.” Ujar Ae Rin.

“Aku tidak main-main.” Kali ini suara Kyuhyun berubah. Intonasi datar namun tegas. Ae Rin mendongak.

“Tapi entah kenapa aku tidak percaya, Co Kyuhyun~ssi. Ah, sudah lah, aku sudah terlambat.” Ae Rin mencoba melepaskan tangannya.

“Apa yang bisa membuatmu percaya padaku?” tanya Kyuhyun.

“Berhentilah bermain-main dan seriuslah. Aku tidak suka calon suamiku, atau suamiku terlihat seperti anak kecil yang tidak punya pegangan. Aku ingin suami yang kaya raya tapi bukan karena orang tuanya. Mungkin itu sulit bagimu, karena selama ini kau hidup dari orang tuamu. Teater hanya hobbymu dan salah satu caramu saja untuk bersenang-senang dan mendapatlan perhatian orang lain. Untukmu mungkin…” Ae Rin memainkan jemari di dagunya, “Boleh tidak kaya raya, tapi setidaknya kau punya pondasi sendiri dalam hal ekonomi. Kau mengerti maksudku? Aku rasa tidak, jadi Cho Kyuhyun, berhentilah bermain-main.” Ucap Ae Rin cepat sambil berjalan perlahan meninggalkan Kyuhyun.

Lelaki itu hanya terdiam mendengarkan kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Ae Rin, mencoba menyimak perkataannya yang semakin lama semakin jauh terdengar. “Lagipula, Kyuhyun~ssi, aku bukan gadis impian para lelaki yang harus membuatmu berjuang mendapatkanku. Jadi, berhentilah bermain-main denganku, ara?” Ae Rin berbalik dan melemparkan senyum kemenangan kearah Kyuhyun.

Kyuhyun menggengam tangannya sendiri menahan rasa kesal dalam hatinya. Baru kali ini ia kalah telak dari gadis itu. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menyusul Ae Rin yang sudah semakin menjauh.

“Baiklah kalau itu keinginanmu, aku akan serius dan tidak ada main-main lagi.” Ujar Kyuhyun dihadapan Ae Rin. Membuat gadis itu mengernyit. Setelah mengatakan itu, Kyuhyun pergi meninggalkan Ae Rin.

***

Mobil Jung Soo tepat masuk ke halaman rumah Kibum saat Yoon Bi bimbang untuk memilih antara memencet bel atau pergi meninggalkan pintu masuk rumah tersebut. Gadis itu menoleh saat mobil Jung Soo berhenti di halaman. Pintu terbuka dan Jung Soo keluar dari dalam mobil tersebut, diikuti Eun Kyo yang sebelumnya menunggu Jung Soo membukakan pintu untuknya.

Eun Kyo dan Jung Soo kebingungan. Belum pernah ia bertemu dengan gadis yang berdiri mengenakan pakaian putih di depan pintu masuk rumahnya. Gadis itupun kebingungan, seolah tertangkap basah, tubuhnya kaku, bahkan untuk menyunggingkan senyumanpun ia tidak mampu. Wajahnya seperti memakai masker semen, sulit sekali untuk digerakkan.

“Annyeong..” sapa Eun Kyo saat berhadapan dengan Yoon Bi.

“Annyeong…” balas Yoon Bi sambil menganggukkan kepalanya.

Hening. Mereka saling berpandangan dengan tatapan heran. Dalam benak Eun Kyo, ia bertanya-tanya siapa gerangan gadis yang pagi-pagi buta sudah bertamu dirumah Kibum, kekasihnya kah? Tidak mungkin, Kibum belum pernah cerita padaku. Tolak batin Eun Kyo.

“Teman… Kibum?” tanya Eun Kyo.

“Ah? Eo? Ne?” sahut Yoon Bi kebingungan.

Eun Kyo memencet bel rumah mendahului Yoon Bi yang masih bimbang. Beberapa detik kemudian seorang pelayan membukakan pintu untuk mereka. “Ayo masuk.” Ajak Eun Kyo.

“Ah? Oh? Aku?” Yoon Bi masih bingung. Ia masih belum memikirkan untuk alasan apa ia datang kemari.

“Kau mau masuk Oppa?” tanya Eun Kyo berbalik saat melihat Jung Soo tidak beranjak dari tempatnya berdiri.

“Aku disini saja, kau masuk, aku harus pergi.” Ujar Jung Soo berjalan mundur, dan akhirnya ia masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan Eun Kyo.

“Kibum~a.. ada seseorang mencarimu.” Teriak Eun Kyo lantang. Dengan percaya diri ia mengatakan bahwa seseorang yang dipersilakannya masuk tadi adalah teman Kibum.

Tak ada sahutan, dan Eun Kyo berjalan lalu menaiki anak tangga mencari Kibum di dalam kamarnya. Dan ketika menaiki beberapa anak tangga, ia berpapasan dengan Min Jung, seorang pelayan mereka di rumah ini, “Apa Kibum ada?” tanya Eun Kyo berjalan mundur menaiki anak tangga.

“Nde, dia baru saja mandi.” Jawab Min Jung.

“Min Jung~a, kau masak apa hari ini? Aku menginap disini hari ini.” Ujar Eun Kyo semakin lama semakin sayup karena tangannya sudah membuka pintu kamar Kibum dan masuk kedalamnya.

Dan benar, Kibum baru saja selesai mandi. Ia mengenakan kemejanya lalu mengacingnya. Sedikit tersentak dengan kehadiran Eun Kyo yang tiba-tiba. Tanpa pesan juga tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tapi Kibum sudah menduganya, cepat atau lambat Eun Kyo pasti akan menemuinya. Mengingat pemberitaan yang sekarang sedang santer di beberapa media dan stasiun televisi.

“Noona.” Sapa Kibum.

“Ada seorang gadis pagi-pagi sudah menantimu, apa dia pacarmu? Eoh? Kenapa tidak memberitahukanku kalau kau sudah punya kekasih? Aish! Padahal aku ingin menjodohkanmu dengan Ae Rin.” Cerocos Eun Kyo sambil menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur empuk milik Kibum dengan sprei berwarna biru.

“Eoh? Nugu?” tanya Kibum memandangi Eun Kyo melalui cermin yang ada di hadapannya.

“Molla, itu pacarmu. Mana aku tau, kau saja belum mengenalkannya padaku.” Jawab Eun Kyo bangkit dan duduk di tepi tempat tidur.

“Andy?” tanya Kibum lagi, masih menggunakan cermin sebagai media untuk kontak dengan Eun Kyo.

“Andy? Mungkin saja, aku belum sempat menanyakan namanya.” Jawab Eun Kyo. “Kau berangkat kerja hari ini?” Eun Kyo mendekati Kibum, membalik tubuhnya dan membantu Kibum menyelesaikan memasukkan kacing bajunya ke dalam lubang, merapikan kerahnya dan mengambil selembar dasi lalu melilitkannya di leher Kibum.

“Noona..” panggil Kibum sambil memandangi wajah Eun Kyo. Wanita itu tidak membalas, ia terlalu fokus dengan simpulan dasi di leher Kibum.

“Cepat, dia sedang menunggumu.” Ujar Eun Kyo menepuk bahu Kibum.

“Noona, ada yang ingin aku bicarakan.”

“Nanti saja, setelah kau menemuinya.” Eun Kyo mendorong Kibum hingga keluar dari kamar.  Ia berjalan menuju anak tangga, dan ketika hampir sampai di lantai dasar, Kibum terdiam sejenak. Ia masih ingat gadis itu, gadis yang ditabraknya beberapa hari yang lalu di bandara.

Yoon Bi meremas tangannya, keringat mulai turun dari pelipisnya. Ia merutuki dirinya sendiri yang telah bodoh datang ke tempat ini. Apa yang harus ia katakan? Apa ia harus mengatakan kalau datang kesini hanya karena penasaran dengan wajah lelaki yang beberapa hari lalu telah menabraknya? Ah, itu alasan yang konyol sekali. Tapi sejak kemarin, wajah datar lelaki itu mengusiknya, ia mengambil nafas dalam. Sebuah ketertarikan mulai dirasakannya, ia tidak berani menafsirkannya, hanya saja, ia ingin sekali lagi melihat wajah itu.

“Oh, Tuhan, tolong kutuk aku menjadi kodok saja jika aku melihat wajahnya.” Ujar Yoon Bi sambil mengetuk kepalanya sendiri.

Kibum tersenyum mendengarnya, “Ehem.” Kibum berdehem untuk memberitahukan keberadaannya.

Tubuh Yoon Bi membeku seketika. Lebih dahsyat dari bertemu Jung Soo dan Eun Kyo di depan tadi. Hanya demi mendengar suaranya saja membuatnya merasakan kedinginan yang luar biasa. Otot-ototnya menegang, jantungnya seakan copot dan jatuh berserakan ke lantai. Dan kekalutan mulai menyelimutinya.

“Ah, eoh, Kibum~ssi. Gwaenchana?” ujar Yoon Bi berbalik. Omo! Kau memalukan Park Yoon Bi, untuk apa kau menanyakan keadaannya, harusnya kau menyapanya dengan annyeong haseyo. Gerutunya dalam hati.

“Nde, nan gwaenchana, kau sendiri? Sudah periksa keadaanmu ke dokter?” tanya Kibum mendekat. “Kau sudah makan? Kalau belum kita sarapan bersama.” Ujar Kibum menawari, untuk tamu sepagi ini, iia tidak yakin tamunya sudah sarapan. “Min Jung~a, apa sarapan sudah siap? Tambahkan 2 porsi lagi untuk Noona, dan…” Kibum mengarahkan matanya pada Yoon Bi.

“Yoon Bi. Park Yoon Bi.” Sahut Yoon Bi dengan wajah merah padam. “Ah, tapi, aku, aku tidak lapar. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.” Lanjut Yoon Bi. Itu adalah jawaban paling bodoh dan tidak menggunakan logika yang pernah ia lakukan dalam hidupnya.

“Kau yang terjatuh, bukan aku.” Ralat Kibum mengangkat alisnya heran.

“Ah, ne. Ye, hahahaha, aku, aku, aku hanya ingin bertamu saja. Ah, ani, aku pulang dinas malam, lalu menemukan kartu namamu di dalam sakuku, lalu aku, lalu aku..”

“Sarapan sudah siap?” sela Eun Kyo.

Dan Yoon Bi bersyukur dengan interupsi yang dilakukan Eun Kyo. Dia kebingungan memikirkan jawaban tentag alasannya kemari. Kibum masih nampak tenang, dan hal itu membuat Yoon Bi semakin mati kutu.

“Sudah siap, kau lapar?” tanya Min Jung. Eun Kyo mengangguk kuat. Wanita yang lebih tua 5 tahun darinya itu dianggapnya seperti saudaranya sendiri di rumah ini. “Kau kelihatan lebih gemuk Eun Kyo~ya, kau hamil?” tanya Min Jung. Eun Kyo diam saja. Ia segera menuju ruang makan dan duduk disana.

“Ayo kita sarapan, kau pasti lapar, sehabis dinas. Apa pekerjaanmu?” tanya Kibum mengajak Yoon Bi ke ruang makan.

Langkah Kibum terhenti saat menyadari gadis itu tak lagi mengikuti langkahnya. “Ah, mungkin aku terlalu lancang menanyakan itu, tapi aku tidak bermaksud apapun.” Ujar Kibum merasa tidak enak. Bagi sebagian orang pertanyaan tentang pekerjaan adalah hal yang sensitif.

“Ah, ye. Gwaenchana. Aku seorang dokter umum di sebuah rumah sakit.” Kawab Yoon Bi. Lagi-lagi dia menyumpahi dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia menerima tawaran makan orang yang bau saja dikenalnya. Itu sangat tidak sopan sekali. Harusnya ia berkata ia sudah makan saat Kibum menawarinya sarapan. Tapi entah kenapa, bukan itu yang ia ucapkan. Ia sibuk mencari jawaban alasan kenapa ia kemari.

“Ah, ye. Aku mengerti kenapa kau kemari, memeriksa keadaanku?” Tunjuk Kibum sambil tersenyum, memamerkan deretan giginya yang rapi. Yoon Bi terpana sekali lagi, setelah kemarin dengan wajah dinginnya, kali ini lelaki yang ada dihadapannya mempunyai sisi lain yang ia temukan. Lelaki ini mempunyai senyum yang indah.

“Pelan-pelan makannya.” Kibum menyentuh kepala Eun Kyo yang tidak berjeda memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Sepertinya Yoon Bi harus menyiapkan sebuah agenda untuk mencatat daftar pesona lelaki yang berhasil membuatnya mempermalukan dirinya sendiri seperti ini. Wajah yang dingin dan membuat orang lain tidak ingin berpaling adalah poin pertama. Lalu beberapa menit yang lalu poin kedua telah terisi dengan senyuman membunuh yang mampu membuat orang lain kehilangan detak jantung. Beberapa menit berselang, poin ketiga diisi dengan pribadi yang hangat dibalik suara datar dan tenangnya. Hufh, betapa hal itu membuat Yoon Bi kelimpungan dibuatnya.

Lalu tanpa sadar, Yoon Bi mengikuti semua instruksi Kibum, mulai dari tempat duduk yang disediakan Kibum hingga makanan yang disiapkannya. Ia bingung dengan dirinya sendiri.

“Noona, makan sayurmu.” Kibum meletakkan sayuran ke dalam pirin Eun Kyo yang ditanggapi dengan cemberut oleh Eun Kyo. “Kalian belum berkenalan kan? Noona, kenalkan, ini, Park Yoon Bi, Yoon Bi~ssi, dia Noonaku, Park Eun Kyo.” Ujar Kibum memperkenalkan Yoon Bi pada Eun Kyo.

“Uhuk!”

Yoon Bi tersedak begitu mendengar nama Park Eun Kyo menyambangi telinganya. Memang banyak kebetulan akhir-akhir ini di hidup Yoon Bi. Kebetulan ia ternyata menemukan calon tunangannya, kebetulan bertemu kembali dengan teman masa kecilnya. Dan sekarang kebetulan sekali ia bertemu dengan orang yang disebut sahabatnya sebagai penghancur hidupnya.

“Gwaenchana?” tanya Eun Kyo. “Pasti kau mendengar berita-berita miring di televisi. Park Eun Kyo bla-bla-bla.” Ujar Eun Kyo sambil meletakkan sendok makannya. Berhenti.

Yoon Bi merasa bersalah sekaligus terkejut. Terkejut karena tidak menyangka dunia ternyata begitu sempit, dan merasa bersalah, Eun Kyo pasti kehilangan selera makannya setelah melihat sikap Yoon Bi.

“Ani, bukan begitu.” Jawab Yoon Bi.

Keadaan berubah canggung ketika Eun Kyo beranjak meninggalkan Kibum dan Yoon Bi yang sedang sarapan. “Mianhada..” Yoon Bi lirih meminta maaf.

“Gwaenchana, dia memang sedikit tertekan akhir-akhir ini.”

“Jadi?” tanya Yoon Bi. Tiba-tiba saja ia penasaran mendengar alur cerita dari sudut pandang Kibum dan Eun Kyo.

“Nde?”

“Maksudku, mengenai pemberitaan ini, bagaimana menurutmu?”

“Pemberitaan? Noona maksudmu?”

“Noonamu dan Hyungmu tentu saja. Bukankah Jung Soo sudah mempunyai kekasih? Dan sekarang… sedang hamil?” tanya Yoon Bi.

“Aku kira kau tidak menonton infotainment.”

“Apa ada larangan seorang dokter untuk hal itu?” Yoon Bi bukan tau dari infotainment atau media yang masih simpang siur, dia mengetahuinya dari Yeon Su, salah satu orang yang terlibat dalam permasalahan ini.

“Ani.” Jawab Kibum singkat. “Jadi menurutku, ini memang sedikit berbelit, tapi aku rasa, hanya media saja yang membesar-besarkannya. Dan setahuku, pernikahan mereka baik-baik saja.”

“Jadi siapa yang salah?” tanya Yoon Bi. “Siapa yang berbohong menurutmu?”

“Sulit untuk menjawabnya. Siapa yang salah, tapi yang aku yakin, bukan Hyung pelakunya.” Tegas Kibum. Sebuah pembelaan telak.

“Tentu saja kau membelanya, dia kan saudaramu.” Ujar Yoon Bi.

Kibum mendelik kearah Yoon Bi, yang sedang mengaduk makananya di dalam piring, ia meletakkan sumpitnya dan menjauhkan piring makannya lalu melipat kedua tangannya diatas meja. Seolah pembicaraan ini menjurus serius. “Jika seandainya kau jadi Yeon Su apa yang akan kau lakukan?” tanya Kibum.

“Eoh? Maksudmu?” tanya Yoon Bi tidak mengerti.

“Ketika kekasihmu tiba-tiba berbelot pada orang lain. Lalu kau tidak bisa membuatnya kembali meski sudah sekeras hati kau mencobanya, apa yang akan kau lakukan?” tanya Kibum.

Yoon Bi terdiam. Dia tidak bisa menjawab, mungkin dia akan menjawab akan berusaha untuk terus berjalan ke depan dan membiarkan orang lain berada pada takdirnya, tapi itu sudut pandangnya, berbeda dengan sudut pandang Yeon Su yang sudah ia kenal. Gadis keras kepala itu tidak akan menempuh jalan lain, selain keinginannya. Bagi Yoon Bi, dengan membiarkan orang lain pergi, maka itu artinya ia memberikan kesempatan dirinya sendiri untuk bahagia.

“Lalu, jika kau jadi Eun Kyo Noona, apa yang akan kau lakukan? Ketika tersudut oleh pilihan perjodohan dengan kebahagian orang tua yang paling kau cintai sebagai jaminannya? Apa yang akan kau pilih? Sementara, lambat laun kau sendiri sudah mulai merasa cocok? Jadi siapa yang patut disalahkan?”

Yoon Bi tau option itu. Hal itu juga yang ia ambil, demi kebahagiaan orang tuanya ia menyetujui pertunangannya dengan Choi Siwon, orang yang baru saja dikenalnya. Dengan kenyataan bahwa Choi Siwon hanyalah pilihan kedua setelah pilihan pertama di coret dari daftar rencana.

“Aish! Kau sok tau.”

Pukulan ringan di kepala Kibum membuatnya sedikit terperanjat. Kibum refleks menoleh ke belakang, dan memeng Eun Kyo yang melakukannya. Tapi ia sedikit tergagap ketika mendapati Andy berdiri disamping Eun Kyo dengan senyuman khasnya.

“Andy.” Sapa Kibum sambil berdiri.

“Teruskan saja makanmu. Aku akan berbicara dulu dengan Onniemu.” Ujar Andy.

“Noona. Aish, kau perlu les bahasa Andy~ssi.” Ujar Kibum protes.

Andy meninggalkannya tidak peduli. Sementara Eun Kyo cekikikan menertawakan Kibum yang terlihat kesal. Ia menggamit Kibum, “Pacarmu? Aku suka gaya yang ini.” Ujar Eun Kyo lalu bergegas mengikuti Andy menuju ruang tengah.

Pacar? Jadi Kibum sudah punya pacar? Yoon Bi tiba-tiba terusik dengan kehadiran Andy. Rasa laparnya hilang seketika. Dan ketika menemukan kenyataan bahwa Kibum mempunyai seorang kekasih, ia teringat Siwon. Lelaki yang berpredikat sebagai tunangannya itu, adalah lelaki yang baik. Sesaat ia ingat bahwa kini dia adalah gadis yang sudah terikat. Meski dalam perjanjian mulut mereka, mereka bisa memilih siapapun untuk menjadi pendamping hidup mereka sendiri. Kedua keluarga itu kini tidak lagi bersikeras untuk menyuruh mereka menikah. Pertunangan itu dilangsungkan hanya untuk menyelamatkan nama baik keduanya, karena berita pertunangan sudah  tersebar. Yoon Bi menghela nafas.

“Kibum~ssi, sepertinya aku harus pergi. Aku sudah terlalu lama disini. Terima kasih sarapannya, aku harus pergi.” Yoon Bi bergegas untuk pergi diikuti Kibum.

Dan ketika ia melewati Eun Kyo dan Andy, mereka berdua terlihat akrab. Eun Kyo terdengar seang menanggapi pembicaraan Andy yang berwibawa namun penuh dengan kesalahan penyebutan kosa kata.

“Eun Kyo~ssi, aku pulang dulu. Terima kasih sarapannya.” Yoon Bi pamit, lalu tanpa menunggu balasan dari Eun Kyo dan Andy, ia bergegas ke pintu depan.

“Noona, aku tinggal dulu.” Pamit Kibum mengikuti langkah Yoon Bi. “Aku antar?” tawar Kibum.

“Tidak perlu, aku bisa naik angkutan umum saja.” Tolak Yoon Bi sambil berjalan cepat.

“Kibum~a…” penggil Eun Kyo. Yoon Bi bisa melihat dari sudut matanya, Eun Kyo berlari mengejar Kibum, lalu lelaki itu berhenti. Yoon Bi pun berhenti dan menoleh setelah beberapa meter menjauh dari Kibum.

“Aku tidak mau ditinggal sendiri. Kau bolos saja hari ini, ne? Eo? Andy, aku kadang-kadang tidak mengerti maksud pembicaraannya.” Ujar Eun Kyo manja. Memang sudah biasa bagi orang rumah melihat Eun Kyo manja pada Kibum. Seperti wanita itu sering bermanja pada Appanya. Tapi bagi Yoon Bi yang baru saja bertemu dengannya hari ini, itu terlihat sangat janggal dan ada yang mengganjal dalam dadanya. Yoon Bi merasa, keputusannya untuk datang menemui Kibum hari ini adalah tidak tepat.

***

Kyuhyun melangkah masuk kedalam ruangan berukuran besar yang penuh dengan kaca cermin tempat basanya dia menghabis waktunya sepanjang hari. Kyuhyun, melihat orang-orang yang ada di dalamnya satu persatu. Mengabsennya dalam hati. Ia terlambat hari ini. Setelah makan siang baru menampakkan batang hidungnya. Sementara Ae Rin usdah berada disini sejak tadi, padahal tadinya ia berniat pergi bersama-sama dengan Ae Rin.

Perkataan Ae Rin mengusiknya. Manja dan suka bermain-main. Jadi seperti itu seorang Cho Kyuhyun dimata Ae Rin. Mungkin apa yang dikatakan Ae Rin tidak sepenuhnya salah, tapi juga bukan benar seluruhnya. Suka bermain-main, di amengakuinya. Dia hanya tidak ingin keadaan menjadi kaku, karena pada dasarnya Cho Kyuhyun bukan orang yang senang berbicara, dia seorang yang pemalu dulunya, tapi lambat laun dia bisa menyiasati salah satu kekurangannya itu dengan bertingkah jahil. Entah mana yang benar dari seorang Cho Kyuhyun, yang pendiam dan pemualu, ataukah sebenarnya yang jahil, tak ada yang tahu, bahkan Cho Kyuhyun sendiri. Ada kalanya dia serius, tapi bukan berarti harus menunjukkan sikap itu setiap kali. Tapi dengan bersikap jahil, dia bisa menemukan letupan adrenalin. Dan dia senang menyebutnya dengan terapi pengganti olah raga.

Ia berjalan menuju pada Donghae dan duduk disampingnya, “Noona mana?” tanya Kyuhyun. Donghae menoleh. Satu-satunya orang yang dipanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘Noona’ adalah Eun Kyo, bahkan pada Hyelim pun Kyuhyun tidak pernah begitu.

“Dia tidak masuk hari ini. Besok juga harus konferensi pers.” Jawab Donghae.

“Oh…” sahut Kyuhyun sambil memperhatikan gerakan Ae Rin saat menari.

Kali ini mereka memainkan drama musikal yang di adaptasi dari drama yang popule beberapa waktu silam. Hwang Jini. Yang mengetengahkan beberapa konflik dan permasalahan kehidupan seorang penari masa lalu. Untuk hal ini, mereka bekerja sama dengan beberapa sanggar tari yang pernah mereka kenal dan mengambil beberapa penari untuk menjadi tutor beberapa tarian tradisional dan sebagai figuran.

Kyuhyun yang biasanya kebagian menjadi peran utama, kini posisi itu dipegang oleh Soong Jong Ki. Dan ini adalah kerjasama kedua mereka untuk proyek drama musikal. Memilih Joong Ki karena selain Joong Ki juga bersedia, faktor aktor muda itu sedang naik daun juga sebagai alasan primer lainnya, mengingat ini adalah acara akbar pertama ynag mereka tangani sendiri secara independen.

Kyuhyun masuk dalam latihan dan mengambil posisi. Ae Rin mengekori gerak-gerik Kyuhyun melalui sudut matanya, tapi Kyuhyun yang biasanya jahil menampiknya. Salam pertama saat pertama bertemu biasanya adalah tendangan kecil atau dorongan pelan atau kalau tidak menarik rambut, kali ini tidak Kyuhyun lakukan.

Dua jam berlalu tak ada interaksi antara Kyuhyun dan Ae Rin. Dan hal itu membuat Ae Rin kebingungan. Hari ini seperti ada yang berbeda dengan Kyuhyun. Ae Rin mencoba mendekatinya dengan berlalu lalang di hadapan Kyuhyun, tapi Kyuhyun tak bergeming, bahkan gadis itu seolah kasat mata dibuatnya.

“Apa dia kesurupan?” gumam Ae Rin. “Apa karena tadi pagi?” gumamnya lagi. “Ani, ani. Tidak mungkin.” Ae Rin menggumam sendiri. Dia bingung dengan perubahan sikap Kyuhyun yang menurutnya sangat drastis. Apa anak itu sedang punya masalah? Tanya Ae Rin dalam hati.

“Oppa, ada apa dengannya?” tanya Ae Rin pada Hyukjae.

“Wae? Nugu?” balas Hyukjae bertanya. Ia meneguk air minum dari botolnya.

“Ani.” Jawab Ae Rin.

Tidak ada yang menyadari perubahan Kyuhyun. Hanya Ae Rin yang merasa. Dan sekarang gadis itu merasa dirinya aneh. Kenapa dia beranggapan Kyuhyun berubah dalam sekejap? Tidak mungkin perkataanya tadi menyinggung perasaan Kyuhyun. Kyuhyun bukan orang seperti itu, lagipula dia juga senang membuat orang lain tersinggung tanpa rasa bersalah.

“Oppa, ada kabar dari Onnie?”

Kini ia mendekati Donghae yang sedang membaca beberapa proposal yang ia ajukan kepada beberapa perusahaan untuk menjadi sponsor. Beberapa memang sudah ia kantongi.

“Dia tidak masuk hari ini. Besok jug harus konferensi pers kan?”

“Nde? Besok? Onnie tidak mengatakann apapun.” Jawab Ae Rin.

Donghae menoleh, “Ah, aku lupa, kau adalah orang pertama yang ia kabari, selalu.” Sindir Ae Rin.

“Ahahahaha, bukan begitu. Jung Soo Hyung yang mengatakannya tadi pagi. Onniemu tidak masuk, dan besok harus konferensi pers. Tadi pagi dia menelponku.”  Donghae mengacak rambut Ae Rin. “Jadi bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Kyuhyun? Berencana untuk melanjutkannya ke pelaminan seperti Sungmin?” tanya Donghae.

“Oppa, kau ini apa-apaan.” Senggol Ae Rin pada lengan Donghae yang dibalas tawa kecil dari Donghae.

Selama ini memang Donghae diam dan terkesan cuek dengan masalah pribadi masing-masing temannya. Terkecuali Eun Kyo yang memang dia tahu betul apa yang dialami wanita itu. Tapi bukan berarti dia mengabaikannya.

“Tidak usah berpura-pura, kalian sedang ada masalah?” tanya Donghae lagi.

“Oppa. Kau ini kenapa. Masalah apa maksudmu?” Protes Ae Rin.

“Dia tidak akan tertarik dengan sikapmu. Apa-apaan itu berlalu-lalang dihadapannya seperti tadi sambil meliriknya, babo~ya.” Donghae menyentuh kepala Ae Rin dan menertawakan kepolosan gadis kecilnya itu.

“Onnie, kau pacaran dengan Kyuhyun Oppa?” Je In mendekat karena mendengar sayup pembicaraan Donghae dan Ae Rin.

Donghae dan Ae Rin menoleh ke belakang. Seorang gadis kecil berjalan kearahnya. Park Je In adalah salah satu murid sekolah ynag ikut berpartisipasi, namun latihan setelah jam pelajaran usai atau saat liburan saja. Di belakangnya Han Soo Rim mengikuti. Han Soo Rim berperan menjadi ‘Jini’ kecil.

“Nde? Darimana kau dapatkan berita itu?” tanya Ae Rin.

“Onnie…” Je In cemberut.

“Aish! Anak kecil tau apa tentang pacaran. Kalian hanya boleh memikirkan tentang pelajaran.” Ujar Donghae.

“Dan aku ingin mati saja saat Sungmin Oppa menikah.” Ujar Soo Rim. Dia memang mengidolakan Sungmin, dan hampir menonton semua dramanya, meski hanya sebagai figuran. Memang Sungmin beberapa kali menjadi peran utama, tapi bukan bersama dengan kelompok teater mereka. Dan Soo Rim selalu mengikutinya.

“Aish! Kau ini. Anak kecil.” Donghae mencubit pipi gadis kecil yang terlihat sangat menggemaskan itu.

“Kalau seandainya aku benar-benar pacaran dengan Kyuhyun Oppamu, bagaimana?” tanya Ae Rin memancing Je In.

“Onnie…” rengek Je In. “Tapi apa boleh buat, jika memang Oppa menyukaimu. Soo Rim~a, sepertinya Dongho Oppa juga lumayan sebagai pengobat luka.” Ujar Je In pada Soo Rim tentang ketua Dewan Murid mereka.

“Nde? Ahahahahahahaha, tapi Dongho Oppa, nugunde?” tanya Soo Rim polos.

“Aish! Kau ini.” Je In terlihat kesal.

Hal itu membuat Donghae dan Ae Rin tersenyum. Geli menertawakan tingkah polos adik-adik mereka. Terkadang dengan adanya mereka –anak-anak sekola- disini, memberikan warna tersendiri pada kejenuhan rutinitas mereka. Ada hal baru yang selalu ribut mereka bicarakan disela latihan, entah itu tentang pelajaran atau gosip terbaru hubungan percintaan teman-teman mereka khas anak remaja.

“Sudah, sudah, ini sudah sore. Sudah saatnya kalian pulang. Beberapa hari lagi pentas. Ini panggung akbar pertama kita. Jadi persiapkan baik-baik, ne?” ujar Donghae.

“Algeuseumnida,Oppa.” Ujar mereka serempak. Membuat Kyuhyun yang tadi sudah sangat ingin bergabung dengan pembicaraan hangat mereka menoleh. Ia mendengar namanya disebut, namun ia harus menekan keinginannya. Mencoba bersikap serius seperti yang Ae Rin inginkan.

***

Pagi ini adalah pagi paling menegangkan bai Eun Kyo, bagaimana tidak, hari ini ia harus menghadapi berbagai macam pernyataan yang akan dikemukakan oleh media dan beberapa macam pertanyaan yang belum siap untuk ia jawab. Bahkan rasanya lebih menegangangkan dari menikah dengan orang yang menolaknya.

Sejak tadi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Ia duduk disamping Jung Soo yang mengendarai mobilnya menuju tempat konferensi pers yang sudah ditentukan. Jung Soo melirik Eun Kyo beberapa kali sejak tadi, tapi wanita itu tidak menyadarinya. Hingga sentuhan tangan Jung Soo menyentaknya.

“Kita sudah sampai, Yeobo.” Ujar Jung Soo.

Eun Kyo menoleh pada Jung Soo, mencari energi tambahan dari sana. Saat mobil Jung Soo berhenti, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut mobilnya yang kini sudah di kelilingi oleh beberapa orang dengan berbagai macam barang bawaan. Kamera dalam berbagai bentuk yang siap membidiknya dari segala sisi. Beruntung kaca mobil Jung Soo gelap, hingga Eun Kyo masih bisa berusaha untuk mengunpulkan kekuatan menyingkirkan rasa gugup yang luar biasa menggerogotinya.

“Kkokjeongmal.” Ujar Jung Soo menenangkan. Ia bersiap untuk turun dari mobil dan menyuruh Eun Kyo menunggunya membukakan pintu dengan isyarat mulut. Tanpa disuruhpun Eun Kyo tidak akan keluar sendiri tanpa Jung Soo.

Saat Jung Soo keluar, beberapa orang sudah membidiknya dengan kamera beberapa kali jepretan. Eun Kyo semakin gugup. Lalu setelah Jung Soo membuka pintu, sesaat dia bingung. Baru setelah Jung Soo mengulurkan tangannya barulah dia tersadar. Ia menerima ulura tangan Jung Soo dan menjulurkan kaki kanannya untuk turun dari mobil. Kanan untuk permulaan yang baik.

Jung Soo menggenggam tangan Eun Kyo erat yang terasa sedingin es tanpa keringat. Eun Kyo juga melakukan hal yang sama. Ia menggenggam tangan Jung Soo erat-erat, seolah takut lelaki itu melepaskannya. Dan sekali lagi beberapa ‘shhot’ mengarah padanya. Belum  ada pertanyaan meski beberapa orang memanggil Jung Soo, memintanya untuk menoleh agar ia bisa mengambil gambar. Jung Soo menoleh beberapa kali pada panggilan itu, namun Eun Kyo tidak bisa, ia terlalu kaku, ruas lehernya seakan mengeras.

Langkah mereka dipercepat setelah melihat Nyonya Park sudah duduk dengan manis de depan meja panjang diatas sebuah panggung. Jung Soo menyewa ballroom untuk konferensi persnya kali ini. Seperti acara sebuah peluncuran film atau showcase debut artisnya saja, padahal ini hanya sebuah acaar klarifikasi, tapi begitu banyak media yang mendaftar untuk menjadi tamu, maka dari itu mereka mengubah tempat pertemuan.

“Eomoni..” sapa Eun Kyo berjalan cepat mendahului Jung Soo, namun tidak melepaskan genggamannya.

“Eun Kyo~ya..” balas Jung Soo Eomma sabil memeluk menantunay dengan hangat. Jepretan kamera

tak hentinya berlangsung, hingga kilatan-klatan itu kini membuat Eun Kyo pusing.

Eun Kyo, Jung Soo dan Eommanya duduk berjejer di depan, di tempat yang sudah di sediakan. “Annyeong haseyo. Selamat datang semuanya. Terima kasih sudah berkenan memenuhi undangan kami. Ehem. Pertama-tama, aku ingin memperkenalkan pada kalian, seseorang yang ada disampingku.” Jung Soo melirik Eun Kyo yang duduk di antara dia dan Eommanya. Di hadapannya sudah penuh dengan berbagai macam alat perekam berbagai bentuk dan merk. “Dia, wanita yang ada disampingku, Park Eun Kyo. Dia istriku.” Kali ini Jung Soo menoleh dan menatap Eun Kyo hangat dengan senyuman. Kilatan itu kembali memenuhi ruangan dan rasanya kepala Eun Kyo semakin berdenyut.

“Nde, annyeong haseyo. Park Eun Kyo imnida.” Ujar Eun Kyo memperkenalkan.

“Tidak perlu berbasa-basi lagi. Silakan berika pertanyaan kalian.” Ujar Jung Soo langsung pada acara inti.

Semua orang yang ada di dalam sana saling mengangkat tangannya begitu Jung Soo selesai bicara. Seseorang yang bertugas untuk mengatur acara ini mendekati salah seorang awak media yang menggunakan tanda pengenal di dadanya.

“Nde, aku Kim In Suk dari Majalah Stars.” Salah seorang mengambil mic yang diserahkan padanya.

“Silakan.” Ujar Jung Soo.

“Sudah berapa lama Anda menikah, bukankah Anda masih berhubungan dengan Yeon Su?” tanyanya.

Jung Soo tersenyum mendengar pertanyaan itu, “Beberapa bulan yang lalu, dan Yeon Su mengetahui tentang pernikahan itu.” Jawab Jung Soo.

“Lalu apa pendapatnya?” yang lain menimpali.

“Untuk hal itu nanti tanyakan padanya.” Ujar Jung Soo tersenyum.

“Apa alasan Anda menikah dengan Park Eun Kyo~ssi. Maaf jika pertanyaan ini..”

“Gwaenchana.” Sahut Jung Soo. “Karena orang tua kami menginginkannya.” Jawabnya.

“Lalu bagaimana hubungan Anda dengan Yeon Su, dan apa Anda mencintainya? Maaf pertanyaanku…”

“Untuk beberapa saat memang masih mempunyai hubungan, lalu setelah itu aku mengakhirinya. Nde, aku menyayangi istriku.”

“Apa istri Anda tau tentang hubungan Anda dengan Yeon Su?” tanya seorang lagi.

“Tanyakan sendiri padanya.” Pinta Jung Soo.

Eun Kyo menelan ludah ketika semua mata mengarah padanya, ia menggenggam tangan Jung Soo dibalik meja dengan erat. “Nde, aku mengetahuinya.” Jawab Eun Kyo.

“Lalu apakah Anda tidak merasa dikhianati? Dan kenapa Anda memutuskan untuk menikah?”

“Siapa yang mengkhianati siapa? Dan siapa yang dikhianati?” tanya Jung Soo balik.

“Anda, mengkhianati istri Anda…” jawab orag itu. “Tapi juga mengkhianati… Yeon Su.” Jawabnya lirih.

“Jadi tidak ada alasan untuk menuduh Eun Kyo sebagai perusak hubunganku kan?” tanya Jung Soo. Pembicaraan ini seolah menjadi pembelaan dari Jung Soo terhadap Eun Kyo. Tanpa harus menjelaskan Jung Soo menggiring mereka pada sebuah statement yang bisa mereka tarik sendiri kesimpulannya.

“lalu tentang kehamilan Yeon Su, bagaimana pendapat Anda?” tanya salah satu dari mereka lagi.

“Bukankah pertanyaannya adalah apa benar Anda yang menghamili Yeon Su?” tanya Jung Soo balik.”Itu yang ingin kalian tanyakan bukan?”

“Untuk hal itu, ada baiknya kita menunggu pernyataan dari Yeon Su langsung. Tapi karena kalian selama ini sudah menarik jawaban atas pertanyaan tersebut, maka aku hari ini membantahnya. Bukan aku.” Ujar Jung Soo to the point.

“Sini biar aku jelaskan awal permasalahannya.” Ujar Nyonya Park manimpali. “Sejak kecil Jung Soo dan Eun Kyo memang sudah aku jodohkan. Jadi saat mereka dewasa, aku ingin merealisasikannya.” Ujar Nyonya Park.

“Tapi Nyonya, kenapa mereka menikah disaat Jung Soo masih menjalin hubungan dengan Yeon Su. Apa ada hal lain dibaliknya?”

Nyonya Park tersenyum, “Aku menunggu pertanyaan itu. Karena aku hanya ingin Eun Kyo yang menjadi menantuku, aku tidak peduli dengan yang lain.” Ujarnya.

“Apa Anda tidak menyukai Yeon Su, banyak yang mengatakan seperti itu.”

“Aku harus menjawab apa?” Nyonya Park tertawa kecil. “Mungkin aku oran ynag jahat, tapi aku jawab jujur, ne, tidak terlalu suka, karena aku punya orang lain untuk Jung Soo. Sederhana saja.” Jawab Nyonya Park. “Karena aku mempunyai orang lain, maka Yeon Su tidak terlihat olehku.” Lanjutnya dengan nada sedikit sarkastik. “Aku memang memaksa Jung Soo untuk menikah dengan Eun Kyo, itula sebabnya permasalahannya menjadi seperti ini.” Ujarnya. “dan mereka menikah beberapa bulan lalu.” Nyonya Park memperlihatkan sebuah foto pernikahan sederahan mereka.

JS Teukyo 2

Semuanya terdiam oleh jawaban Nyonya Park tersebut. “Masih ada yang ingin ditanyakan? Jika tidak kami harus pergi.” Ujar Jung Soo.

“AH, untuk Eun Kyo~ssi. Bagaimana menurutmu Anda tentang pemberitaan suami Anda menghamili Yeon Su, apa pendapat Anda?” tanya seseorang lagi.

“Eum… mengenai itu. Sebaiknya kita tunggu pernyataan dari Yeon Su~ssi saja.” Ujar Eun Kyo datar.

“DIA YANG MENGHAMILI YEON SU!”

Teriakan seseorang yang terdengar sangat nyaring mengalahkan suara EUN Kyo dengan menggunakan mic tersebut menyedot banyak perhatian. Seorang wanita berdiri sambil emnunjuk lantang kearah Jung Soo. Ia menatap Jung Soo garang. Jung Soo berdiri dan saling bertatapan dengan wanita itu. Tak tau harus menjawab apa.

Waita itu kemudia melemparkan makian-makian pada Jung Soo dan EUN Kyo seraya menunjuk mereka dengan penuh emosi. Nyonya Park yang terseulut emosi ingin membalasnya tapi Eun Kyo mencegahnya.

“Mereka yang membuat anakku seperti itu dan sekarang mereka mengatakan dan bersekongkol tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan Yeon Su! Yak!” ujarnya memaki dengan nyaring. Sorot kamera mengarah padanya. Sesaat Eun Kyo dan Jung Soo tertegun.

Memang semalam Jung Soo pernah diminta sejumlah uang oleh Yeon SU Eomma untuk tutup mulut tentang Yeon Su dan mengancam akan mengacaukan hidup Jung Soo jika tidak memberikannya. Tapi bagi Jung Soo, penginapan gratis selama seminggu sudah cukup untuknya. Jadi Jung Soo menolak memberikannya. Dan sekarang ia membuktikan ucapannya.

“EOMMA!” teriak salah seorang lagi yang muncul.

Kali ini membuat Eun Kyo terhenyak seketika. Ia melihat Yeon Su datang dan menarik wanita yang dipanggilnya dengan sebutan ‘Eomma’. Menyeret wanit aitu dengan paksa lalu memasukkannya ke dalam mobil. Beberapa wartawan mengikuti mereka. Seperti mendapat lotre saat Yeon Su tiba-tiba muncul. Pemberitaan hangat untuk mereka dan itu artinya pemasukan bagi pundi-pundi mereka.

Beberapa saat kemudian Yeon Su kembali, seorang diri. “AH, jweosonghamnida. Aku membuat kekacauan disini.” Yeon Su naik dan berdiri disamping Jung Soo. “Aku meminta maaf sebelumnya. Tapi biar aku tegaskan, anak ini bukan anak Park Jung Soo. Gamsahamnida.” Yeon Su membungkuk dalam. Hanya satu kalimat tapi sangat berarti.

“Oppa, sudah aku bilang jangan memberinya apapun. Sekarang kau lihat sendiri kan?” ujar Yeon Su setengah berbisik. Ia melirik kearah Nyonya Park yang memandanginya dengan tatapan yang sulit dijabarkan. Antara bingung dan tidak percaya. Yeon Su keluar dari ruangan dan beberapa wartawan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan tapi tidak dijawab olehnya. Mengenai bayi yang dia kandung, siapa Ayahnya, dia belum menyebutkannya.

Beberapa menit berlalu, akhirnya acara itu selesai. Meski sempat mengalami shock therapy, tapi untuk keseluruhan berjalan dengan lancar dan melegakan.

Jung Soo mengantar pulang Eun kyo kerumah namun ditengah perjalanan, Eun Kyo meminta diantar ke perusahaannya. Ketempat Kibum. Pikirnya jika sendirian di rumah, itu akan membuatnya merasa sangat kesepian. Untuk saat ini, ia membutuhkan seorang teman. Tapi untuk ke tempat latihan, ia masih enggan. Mobil berhenti di halaman gedung bertingkat milik orag tua Eun Kyo.

“ Tidak perlu diantar,  aku bisa sendir.” Tolak Eun Kyo ketika Jung Soo ingin membuka pintu mobilnya.

“Yakin baik-baik saja?” tanya Jung Soo meyakinkan.

“Nde. Aku baik-baik saja Oppa.” Jawab Eun Kyo.

Bukan apa-apa, meski Eun Kyo bersikeras mengatakan dirinya baik-baik saja, tapi Jung Soo tidak sepenuhnya percaya, karena sepulang dari acar atadi, beberapa kali Eun Kyo memjit kepalanya, wajahnyapun terlihat sedikit pucat. Setelah Eun Kyo berjalan meninggalkannya, Jung Soo mengirim pesan pada Kibum, untuk membawa Eun Kyo ke rumah sakit untuk periksa. Jung Soo tau jika dia ynag membawanya, Eun Kyo pasti akan menolak. Dan dia yakin Kibum bisa melakukannya.

“Kibum~a..” sapa Eun Kyo sambil membuka pintu.

“Nde? Noona? Kenapa kau tidak meberitahuku terlebih dahulu?” tanya Kibum berpura-pura tidak tahu. Jelas-jelas dia baru selesai membaca pesan dari Jung Soo.

“Aku lelah.” Ujar Eun Kyo.

“Bagaimana konferensi persmu? Berjalan lancar?” Kibum berbasa-basi. “Mau teh?” Kibum menawari.

“Hangat.” Pinta Eun Kyo. Ia merebahkan tubuhnya di sofa milik Kibum.

“Noona, sepertinya kau sakit, aku temani kau ke Dokter?” tanya Kibum. Eun Kyo menyambut gelas teh dari tangan Kibum, menyeruputnya sedikit lalu meletakkannya diatas meja.

“Boleh.” Ujar Eun Kyo.

Kibum terdiam sejenak. Jika sudah Eun Kyo menerima ajakan untuk ke dokter, berarti dia memang tidak sanggup untuk menahan sakitnya. Padahal dulunya sudah ambruk pingsan saja dia masih menolak dokter.

“Temanku kemarin seorang Dokter, aku akan memintanya memeriksamu.” Ujar Kibum.

“Boleh.” Ujar Eun Kyo pelan. Kepalanya semakin berdenyut, ditambah lagi perutnya kini mual. Mengingat situasi menegangkan tadi, ia merasa pusing. “Sekarang saja Kibum~a.” Pinta Eun Kyo.

Tidak berapa lama, mereka sampaidi sebuah rumah sakit. Sebelumnya Kibum menayakan Park Yoon Bi pada resepsionis rumah sakit. Dan mereka memanggilkan Yoon Bi. Beberapa menit berlalu, Yoon Bi menghampiri mereka dengan kostum yang tidak jauh berbeda dengan semalam.

“Kibum~ssi.” Sapa Yoon Bi.

“Ne.” Balas Kibum. “Aku ingin memeriksakan kesehatan Noona.” Ujar Kibum. Eun Kyo duduk di bangku tunggu rumah sakit. “Noona..” panggil Kibum. Eun Kyo menoleh, ia menyipitkan matanya. Wajahna semakin pucat membuat Yoon Bi sedikit terkejut.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yoon Bi khawatir.

“Kepalaku sakit sekali.” Ujar Eun Kyo.

Yoon Bi dan Kibum memapah Eun Kyo masuk kedalam sebuah ruangan pemeriksaan. Eun Kyo berbaring disebuah tempat tidur yangbiasa digunakan dokter untuk memeriksa pasiennya. Beberapa perawat memeriksa tekanan darah Eun Kyo sebelum Yoon Bi memeriksanya. Setelah perawat melakukan pemeriksaan awal, barulah Yoon Bi mendekat dan memeriksa Eun Kyo.

“Kapan kau sering merasa pusing?” tanya Yoon Bi.

“Saat bangun tidur.”

“Sering?”

“Hampir setiap hari.” Selagi menanyai Eun Kyo. Yoon Bi mengambil pergelangan tangan Eun Kyo. Ia terdiam sejenak.

“Sering mual?” tanya Yoon Bi.

Eun Kyo menjawa, “Tidak terlalu.”

”Haidmu lancar?” tanyanya.

Eun Kyo terdiam. Dia mengingat-ingat kaoan ia terakhir haid. Seingatnya dulu ia pernah bersamaan haid dengan Ae Rin, tapi rasanya ia sudah lupa kapan itu terjadi.

Yoon Bi tersenyum, “Kau lupa?” tembaknya.

“Nde.” Jawab Eun Kyo tidak yakin.

Yoon Bi bangkit dari duduknya dan berbicara dengan Kibum. “Aku panggilkan Dokter kandungan sebentar.” Ujar Yoon Bi. Ia meraih telpon paralel yang disediakan rumah sakit untuk panggilan intern.

Beberapa saat kemudian seorang wanita berpakaian tidak jauh berbeda dengan Yoon Bi masuk kedalam ruangan mereka. Eun Kyo ingin bangkit tapi kepalanya serasa berputar, hingga ia urung untuk melakukannya. Tetap berbaring seprti tadi.

“Aku Kim Ae Ra, Nyonya Park Eun Kyo.” Ujar Ae Ra memperkenalkan diri. Dia melihat diagnosa yang dilakukan Yoon Bi di medical record milik Eun Kyo. “Aku melihatmu tadi di televisi.” Ujar Ae Ra berbisik. “Dan kau tau? Aku teman suamimu saat sekolah.” Lanjutnya. Ae Ra nampak terlihat ramah dan sangat terbuka. Menceritakan berbagai keakrabannya dengan Jung Soo disela pemeriksaannya. Setelah memeriksa perut Eun Kyo dan bagian-bagian lain, Ae Ra akhirnya bangkit.

“Chukka dereumnida. Kau hamil. Sudah 13 minggu kira-kira.” Tiimpal Ae Ra.

Eun Kyo tercekat. Dia memandangi Kibum, dan Kibum merasa bingung, harusnya Jung Soo yang berada diposisinya sekarang.

“Nde?” tanya Eun Kyo bngung.

“Biasanya memang wanita yang hamil muda jarang menyadarinya.” Ujar Yoon Bi.

Eun Kyo masih tidak percaya, beberapa pemeriksaan ia jalani mulai test urine hingga USG, dan hasilnya memang dia sekarang tengah hamil. Tapi sebelum pulang ia sempat berpesan pada Kibum agar tidak berbicara apapun pada Jung Soo. Dia sendiri yang akan membicarakannya pada Jung Soo.

***

Pertunjukan akan segera dimulai. Beberapa orang sudah mengambil posisi duduknya masing-masing. Begitu juga dengan Kibum dan Jung Soo yang mendapat tiket eksklusif dari Eun Kyo. Dan Eun Kyo mengharuskan mereka menonton pertunjukannya kali ini. Beberapa memang mendapatkan tiket premier gratis, terutama para kerabat dari para pemain. Eun Kyo membawa Jung Soo dan Kibum. Sungmin membawa calon istrinya, lalu Kyuhyun membawa Ahra yang baru saja menetap di Korea. Jang Mi tidak ketinggalan mendapat tiket gratis dari Ryeowook. Dan Ae Rin kini memberikan tiketnya pada Yoon Bi.

Sesaat Yoon Bo tersentak, ia kembali harus bertemu dengan Kibum. Ia melemparkan senyumannya pada Kibum dan Jung Soo. Lalu duduk disamping Kibum. Pertunjukan memang belum dimulai dan beberapa masih sibuk mencari urutan kursi dari tiketnya. Di belakang tempat duduk mereka ada beberapa sekumpulan anak remaja yang memang sering menonton musikal Donghae dan kawan-kawan. Penonton lebih banyak dari biasanya, karena drama yang bertema kolosal atau tentang masa lalu sekarang sedang digandrungi, itu sebabnya Donghae mengambil tema ini. Lagi pula, ini lain dari biasanya, akan ada selingan tarian tradisional hingga durasinya juga harus diperpanjang. Sebagian pejabat juga menonoton mereka. Karena sedikit banyaknya, pementasan ini bertemakan pejabat masal lampau.

“Kau sudah mendengar cerita?” sayup terdengar pembicaraan di belakang Jung Soo dan lucunya a selalu mendengarnya sebelum melihat pertunjukan Eun Kyo. Anak-anak bergosip, dan Jung Soo tersenyum mendengarnya. Kali ini apa lagi topik pembiicaraan mereka?

“Eun Kyo Onnie ternyata sudah menikah. Dan aku sedih mendengar pemberitaan beberapa waktu terakhir.” Ujar seseorang yang duduk di belakang. Kibum melirik Jung Soo, Jung Soo membalasnya dengan sebuah senyuman dan isyarat ‘biarkan saja’.

‘Nde, aku patah hati.” Timpal suara seorang lelaki. Kbum kali ini yang tertawa kecil mendengar. “Tapi masih ada Ae Rin Noona.” Bukan hanya Kibum dan Jung Soo yang dibuat tersenyum, tapi Yoon Bi juga.

“Eh, tapi apa kalian percaya Eun Kyo Onnie diseut sebagai perusak hubungan orang?” pembicaraan berubah serius dan itu mengundang rasa penasaran Jung Soo, Kibum, dan juga Yoon Bi yang mendengarnya.

“Aku tidak percaya, ya meskipun Onnie memang menkahi kekasih orang lain.”

“Eum, tapi harusnya dia menikah denganku.”

“Ani, aku lebih setuju jika dia menikah dengan Dinghae Oppa. Omo… mereka pasangan yang serasi.” Timpal yang lain.

“Tap suami Eun Kyo Onnie lumayan juga, kaya raya. Hihihihihi.” Mereka cekikikan dengan pembicaraan mereka sendiri.

“AH, benar juga. Dan dia bilang bukan dia yang menghamili Yeon Su, ayo tebak siapa ayah dari bayi itu?”

“Moola.” Jawab mereka serempak tidak tau.

“Eh, tapi menurut kalian apa suami Eun Kyo Noona akan menonton pertujukannya? Aku penasaran ingin melihatnya secara langsung, lebih tampan mana aku dengannya.” Ujar seorang lelaki.

Jung Soo hampir saja panas dibuatnya, tapi ia selalu mengemukakan itu hanya opini anak kecil ynag memang mengidolakan Eun Kyo. Dan Jung Soo sering bertemu dengan mereka saat pertunjukan Eun Kyo, tapi mereka yang tidak menyadarinya.

“Lebih tampan mana kau dengannya Hyung?” bisk Kibum mendekat, “Kau dan aku, lebiih tampan mana?” ledek Kibum. Yoon Bi melirik, satu point lagi. Kibum ternyata juga mempunyai selera humor.

Acara sudah dimulai, dan berisik pembicaraan para remaja juga beberapa orang disekitar Jung Soo otomatis berhenti. Dan pentas itu diawali dengan aksi Han Soo Rim yang membawakan sebuah tarian.

Keadaan hening. Semua memperhatikan dan menyaksikan pertunjukan itu dengan seksama. Terbuai dengan beberapa tarian juga lagu-lagu lawas yang kini disuguhkan diatas panggung. Hingga tanpa terasa, drama musikal itu sudah berjalan selama 45 menit sudah berakhir. Mereka membagi drama musikal tersebut dengan 3 bagian. 45 menit untuk masa kecil lau dilanjutkan dengan 15 menit istirahat. Lalu 45 menit kedua masa remaja dan istirahat selama 15 menit. Sisanya saat Hwang Jini dewasa dengan durasi 45 menit.

Saat istirahat pertama, Jung Si sempat menyusul Eun Kyo ke belakag panggung. Ia melihat bagaimana Eun Kyo di dandani dengan berbagai atribum kostum khas abad 16. Dan sempat tercengang karena Eun Kyo sedikit berubah. Ia mmeperhatikan sejenak Eun Kyo yang sedang dirias. Dan Eun Kyopun melihat Jung Soo sedang memeperhatikannya melalui cermin, tapi ia tidak bisa apa-apa karena Eun Kyo terlalu fokus. Akhirnya Jung Soo memutuskan untuk kembali ke tempatnya.

“Darimana Hyung?” tanya Kibum begitu Jung Soo kembali.

“Dari backstage.” Jawab Jung Soo.

“Apa dia sudah siap?”

“Eum.” Jawab Jung Soo.

Beberapa menit kemudan acara kembali dilanjutkan. Eun Kyo keluar dan memainkan perannya dengan sangat apik. Jung Soo belum pernah melihat Eun Kyo menari seperti itu. Dia terlihat begitu berbeda dengan balutan hanbok dipadu taran-tarian tradsional seperti yang sedang dilihatnya sekarang.

“Dia terlihat berbeda dari sebelumnya.” Komentar Kibum.

Terdengar dari belakang para remaja itu berbisik-bisik saling melontarkan pujian. Begitu sedikt anak remaja yang menyukai acara semacam ini. Mereka biasanya lebih senang melihat dan menguber syutiing artis kesayangan mereka. Tapi yang sering kebetulan bertemu dengan Jung Soo saat drama musikal adalah para remaja yang berbeda.

Tanpa terasa pertunjukan pun sudah berakhir, hari sudah menjelang tengah malam karena drama ini memakan waktu 170 menit, berbeda dari drama-drama musikal sebelumnya yang hanya memakan waktu 120-140 menit. Di akhir acara, Donghae mengambil alih pentas dan bersiap untuk berbicara.

“Ada satu pengumuman penting yang ingin kami umumkan hari ini.” Ujarnya. Teman-temannya dibuat bingung oleh Donghae. Dia tidak memicarakan hal apapun sebelumnya. “Pengumuman itu akan disampaikan oleh Sungmin, silakan Sungmin~ssi.”

Mereka semua salng berpandangan kecuali Donghae dan Sungmin. Bahkan Sungmin terlihat menyunggingkan senyuman misteriusnya. Ia mengambil langkah dan maju ke depan, tepat ditengah teman-temannya.

“Ah, ne. Hanya pengumuman tidak penting.” Ujar Sungmin sambil tertawa kecil. “Pertengahn bulan depan aku kan melangsungkan pernikahan, jadi aku mengundang kalian semua yang ada disini untuk hadir di pesta pernikahanku.” Ujar Sungmin.

Apa yang dilakukan Sungmin sungguh diluar dugaan dan sebuah tindakan besar. Meskipun penonton teater mereka adalah kebanyakan orang tetap dalam artian memangkalangan pencinta seni, namun terlalu beresiko untuk mengundang semua orang yang hadir. Tapi Sungmin sudah memperhitungkannya. Dia ingin membuat momen pernkahannya berkesan dengan dihadiri beberaap orang yang mengenalnya lewat seni. Entah itu para seniman ataupun masayrakat awam, yag pasti ia ingin membagi meomennya itu dengan orang lain. Selesai Sungmin berbicara, riuh penonton menggema di seluruh ruangan, bahkan para pejabat yang terlihat menontonpun memberikan tepuk tangannya dengan keras. Bukan haya dari penonton, teman-temannyapun dari belakang juga berteriak ramai.

“Siapa calon istrimu, Sungmiin~ssi, boleh kami melihatnya? Apa ada dalam bariisan penonton?” tanya Kyuhyun menggoda. Sungmin terlihat malu-malu saat Kyuhyun menggodanya.
“Aigoo, Kyuhyun~ssi. Jangan membuatku malu.” Ujar Sungmin.

“Tapi memang da disini kan?” tanya Kyuhyun lagi.

Tiba-tiba saja sorot lampu mengarah kearah penonton dan berhenti disalah satu bangku penonton. Orang yang terkena sorot lampu tersebut terkejut bukan kepalang. Ia sampai membeku dibangkunya. Dia adalah Min Yeon, calon istri Sungmin. Kembali riuh penonton menggema. Terlebih lagi para remaja yang ada di belakang Kibum dan Jung Soo. Dan akhirnya acara itupun berakhir dengan penuh kegembiraan. Sebuah premier yang sukses dan pengumuman yang menyenangkan. Semuanya nampak puas malam ini.

Jung Soo segera mencari sosok Eun Kyo di belakang panggung. “Tidak perlu dibersihkan, aku senang melihatnya seperti itu.” Jung Soo mencegah salah satu make-up staf yang ingin membersihkan riasan Eun Kyo. Dengan lipstikmereka merah dibibirnya benar-benar membuat Eun Kyo berbeda, dan Jung Soo masih ingian menikmati itu hingga dirumah.

Beberapa yag lain juga mendatangi anggota keluarga maupun teman-temannya.

“Kau sudah memberitahunya?” bisik Kibum pada Eun Kyo. Wanita itu menggeleng.

Sementara Jang Mi nampak ribut dengan berbagai komentar tentang penampilan Ryeowook kali ini. Tapi ada yang masih terlihat aneh dan canggung. Kyuhyun dan Ae Rin. Sepasang kekasih yang tidak mau mengaku itu masih saling diam. Hhingga membuat Ae Rin kebingungan. Beberapa kali ia menarik perhatian Kyuhyun tapi tidak di gubris. Dengan menyenggol lengan Kyuhyun dan memujinya, tapi Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman tipis hingga gadis itu kehilangan akal.

Kyuhyun  berjalan mendekati Ahra yang nampak sbuk berbincang dengan Hyukjae. Mereka berdua nampak akrab dan itu mengganggu penglihatan Kyuhyun. “Noona, ayo kita pulang.” Ajak Kyuhyun dengan menarik lengan Ahra.

“Bukannya saat premier kau akan mengenalkanku pada seseorang?” tanay Ahra menagih janji Kyuhyun. ”Memperkenalkan siapa? Ae Rin?” pancing Hyukjae. Kyuhyun menatapnya tajam. Beberapa hari belakangan Hyukjae juga mencium gelagat tidak beres darii Kyuhyun dan Ae Rin yang nampak berjauhan.’”Ae Rin? Nugu?” tanya Ahra penasaran.

“Tuh.” Tunjuk Hyukjae pada seorang gadis yang sedang membersihkan wajahnya dari make-up.

“Ah, dia…” sahut Ahra, seolah kenal saja.

“Kajja, kita pulang. Lain kali saja aku kenalkan. Sekarang sudah malam.” Ujar Kyuhyun. Ia menarik Ahra untuk menjauh dan keluar. Namun sebelumnya, ia menoleh ke belakang menengok Ae Rin. Ada kecemasan yang terselip di dadanya mengenai gadis itu. Apa dia akan pulang dengan selamat? Hari sudah larut, dan dia pulang sendirian. Haruskah dia menawarkan tumpangan? Tapi untuk menyapanya, Kyuhyun masih terlalu malas. Akhirnya a meneruskan langkahnya membawa Ahra pulang.

“Kau juga disini?” tanya Kibum mendekati Yoon Bi yang sedang memperhatikan Donghae di kejauhan. Lelaki itu nampak sibuk sendiri dengan pekerjaanya. Yoon Bi menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Kibum.

“Aku memenuhi undangan Ae Rin.” Ujar Yoon Bi. “Dia temanku.” Lanjutnya.

Kibum hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘O’ tanpa suara. Dan ia akhirnya mendekati Eun Kyo. Yoon Bi kini mengalihkan padangannya dari Donghae.

Ia memperhatikan candaan Kibum yang sesekali bercanda dengan Ae Rin. Sesaat Yoon Bi teringat perkataan Eun Kyo yang ingn menjodohkan Ae Rin dengan Kibum beberapa hari yang lalu. Ada perasaan tidak rela tiba-tiba menyergapnya, kendati Ae Rin adalah temannya sendiri, tapi rasa cemburu tak mengenal arti sahabat.

“Onnie.” Sapa Ae Rin. Yoon Bi memilih untuk menghampiri Ae Rin.

***

Beberapa hari berlalu, dan Kyuhyun berniat menghentikan gencatan senajatnya alias acara diamnya pada Ae Rin hari ini. Ia menark dan memaksa Ae Rin mengikutinya. Beberapa kali Ae Rin protes atas tindakan Kyuhyun, tapi tidak dipedulikan oleh Kyuhyun. A masih mengemudakan mobilnya dalam diam, hingga akhirnya Ae Rin pasrah kemanapun Kyuhyun membawanya.

Mobil mereka melaju dalam keheningan. Kyuhyun sempat melirik Ae Rin yang duduk dengan wajah cemberut disampingnya. Tak ada yang bersuara ketika mobil mereka berbelok dan memasuki sebuah jalan yang cukup luas di sebuah komplek perumahan. Mobil berhenti di sebuah gedung bertingkat 3 tak jauh dari mereka belok tadi. Kyuhyun memarkir mobilnya tepat di depan gedung.

“Ini dimana?” tanya Ae Rin. Ia belum pernah kesini sebelumnya. Setahunya kediaman Kyuhyun bukan disini. Dan ia hanya mampu menerka karena Kyuhyun tidak emmberikan jawaban.

Mereka berdua melewati beberapa anak tangga hingga sampai ke lantai 3. Kyuhyun berjalan di depan Ae Rin yang mengikutinya seperti induk ayam sambil celingukan memperhatikan beberapa benda yang ia lewati. Tempat sampah dan beberapa bangku yang ada di koridor jalan yang ia lewati, bisa dipastkan itu adalah milik salah satu penghuni gedung ini.

Kyuhyun berhenti di sebuah pintu dengan tulisan angka ‘56’ di atas pintu. Ia mengambil memencet bel dari disamping pintu. Dan setelah beberapa lamamenunggu, akhirnya pintu terbuka. Seirang gadis kecil berpakaian kucel membukakan pintu untuk mereka.

“Hyung.” Ujarnya menyapa Kyuhyun.

Ae Rin sempat menganga. Dari tekstur wajahnya, ia melihat itu adalah seirang anak gadis, tapi kenapa ia memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘Hyung’?

“Dia yeoja.” Ujar Kyuhyun seolah mengerti pertanyaan yang ada dalam benaknya.

Ae Rin masuk mengikuti Kyuhyun. Dia ia mengernyitkan dahinya. Ruangan yang cukup besar ini nampak mencengangkan. Sangat luas tapi isinya penuh dengan barang-barang yang berserakan disana-sini dan beberapa kabel tak beraturan. Ada beberapa komputer dan alat lainnya yang tidak Ae Rin mengerti.

“Bagaimana dengan proyek kita?” tanya Kyuhyun sambil menepuk bahu seorang lelaki yang duduk di depan layar komputer rakitan.

“Sedikit lagi Hyung, deadline kita kapan?” tanyanya.

Kyuhyun berkacak pinggang memperhatikan kerja dari lelak itu yang nampak sibuk dengan komputernya. Sementara gadis yang tadi membukakan pintu berjalan kearah dapur dan membawa beberap kaleng minuman, lalu meletakkannya diatas meja. Tidak bisa dikatakan meja karena diatasnya penuh dengan tumpukans ampah dan beberapa kulit kacang yang berserakan.

“Silakan duduk dan minum seadanya Onnie.” Ujar gadis itu. “Ah, ye, Seo Yun Ji, imnida.” Gadis itu menjulurkan tangannya kearah Ae Rin. Kyuhyun melirik Yun Ji yang sedang meperkenalkan diri.

“Nde, Park Ae Rin.” Balas Ae Rin.

“Ah, ye aku tau. Kau ad.” Kalimat Yun Ji terhenti oleh bungkaman tangan Kyuhyun.

“Kau sudah kerjakan PR mu? Eoh? Dasar anak kecil. Kerjakan PR mu.” Ujar Kyuhyun mendorong Yun Ji.

“Noona, Song Jae Wan mnda.” Ujar lelaki di depan layar memperkenalkan diri, bedanya ia tidak beranjak dari tempatnya, matanya pun tidak lepas dari layar.

“Mereka teamku.” Ujar Kyuhyun mengambil sekaleng minuman, membukanya dan menyerahkanya kepada Ae Rin.

“Team?” tanya Ae Rin bingung.

“Eum. Aku sering menangani project game online baru.” Jelas Kyuhyun. Ae Rin terdiam. “Bekerja sama dengan beberapa anak berbakat ini lalu menawarkannya pada beberapaperusahaan game besar.” Lanjutnya. “Dibandingkan keluyuran tidak jelas, lebih baik mereka menghasilkan uang dari hobbynya.” Kyuhun meneguk sebotol minumal mineral.

“Keluyuran?” tanya Ae Rin lagi.

“Eum, mereka masih dalam sekolah. Yoon Ji masih kelas 3 sekolah menengah. Dan Jae Wan tahun pertama di sebuah universitas.” Lanjutnya.

“Kau mempekerjakan anak dbawah umur?”

“Ani, aku mengarahkan mereka pada hal yang lebih bermanfaat dan menghasilkan uang.”

“Itu sama saja.”

“Berbeda, mereka tidak terpaksa, lagipula hal ini tidak mengganggu kegiatan belajar mereka. Dan aku memilih mereka karena tidak akan khawatir dengan nilai akadems mereka.”

“Hyung, kenapa Korea Selatan dan Korea Utara terjadi perang saudara?” teriak Yun Ji dari salah satu sudut ruangan. Anak itu terlihat sedang mengerjakan tugas sekolah. Dan memang kelemahannya terletak ilmu sosial.

“Kau car sendiri di buku.” Jawab Kyuhyun malas.

“Yak! Bukannya sudah kesepakatan kau yang harusnye mengerjakan tugas sekolahku?” protes Yun Ji.

“Hyung? Loncatannya tidak pernah sempurna.” Keluh Jae Wan sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.

“Nde?” Kyuhyun berjalan mendekati Jae Wan.

“Kau sudah hitung ulang sudut loncatnya?” tanya Kyuhyun.

“Itu kan bagian Yun Ji.” Jawab Jae Wan.

“Sini mana aku lihat.” Kyuhyun mengambil alih apa yang dikerjakan Jae Wan sejak tadi. Lelaki iitu nampak serius menghitung beberapa hitungan di sebuah kertas bekas yang ada di dekat layar komputer. Memencet beberapa keyboard dengan serius.

“Sudut tembaknya jug aharus dibenahi.” Ujar Jae Wan.

“Ara, kalian salah menggunaka rumusnya. Harusnya seperti ini.”

Ae Rin memperhatikan Kyuhyun dengan serius. Ia menemukan sisi lain Kyuhyun begitu tiba disini. Bukan seperti Kyuhyun yag ia kenal di tempat latihan. Sangat berbeda. Beberapa saat kemudian Yun Ji ikut bergabung bersama mereka. Memperhatkan dengan seksama apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Salah Hyung, harusnya nilainya bukan begitu.” Ralat Yun Ji mengambil kertas dari tangan Kyuhyun.

“Dimensi gambarnya juga harus diperbaiki Jae Wan~a…” ujar Kyuhyun memberikan insrtuksi.

“Nde, itu nantii saja, setelah semuanya fi. Aku rasa akan selesai tepat pada waktunya. Kau sudah mengatur jadwal dengan perusahaan itu?” tanya Jae Wan.

“Soal itu gampang.” Ujar Kyuhyun percaya diri.

“Eum… berapa harga yang mereka tawarkan?” tanya Jae Wan penasaran.lelaki berkontak lens itu memang selalu antusias jika sudah menyangkut hal uang.

“Kau teang saj, cukup untuk membiayai Yun Ji hingga uniersitas.” Ujar Kyuhyun mengacak rambut pendek Yun Ji. Gadis kecil itu nampak tidak peduli dengan pembicaraan Kyuhyun dan Jae Wan.

“Ehem.”Ae Rin berdehem karena merasa diabaikan selama beberapa menit. Kyuhyun dan Jae Wan menoleh bersamaan.

“Ah, Ae Rin~a.” Ujar Kyuhyun mendekati Ae Rin.

“Kau ingin pamer?” tanya Ae Rin.

“Ani, Ahra Noona ingin bertemu denganmu.” Ujar Kyuhyun acuh.

Tak lama waktu berselang. Bel berbunyi. “Itu pasti Noona.” Kyuhyun berjalan untuk membukakan pintu, dan memang benar Ahra ynag datang.

“Kau membawanya?” tanya Ahra penasaran.

“Kau lihat saja sendiri.” Ujar Kyuhyun. Ahra melongok kedalam. Dan memang ada Ae Rin di dalamnya. Dia segera menghampiri Ae Rin.

“Annyeong haseyo, Co Ahra imnida. Aku saudara perempuan Kyuhyun.” Ahra mengulurkan tangannya, yang disambut dengan sedikit canggung oleh Ae Rin.

“Ah, ye. Park Ae Rin imnida.” Jawab Ae Rin.

Ah, Kyuhyun sering bercerita tentangmu.”

“Noona, jangan bicara yang macam-macam.” Ujar Kyuhyun yang telah kebali bergabung dengan Jae Wan dan Yun Ji.

“Jangan pedulikan dia. Selama ini yang dia pikirkan hanya game dan latihan saja. Tapi belakangan aku senang kau masuk dalam daftar ceritanya. Aku bosan dengankeluhannya tentang game.” Ujar Ahra panjang lebar menceritakan Kyuhyun.

Ae Rin mendengarkannya dengan seksama. Tanpa ada pilihan lain selain mengangguk  dan mengiyakan saja setiap celotehan yang keluar dari mulut Ahra. Sesekali Kyuhyun mendatanginya dan menyumpal mulut gadis itu ketika membicarakan hal yang menurut Kyuhyun mempermalukannnya, lalu mereka tertawa bersama dan saling meralat dan berdebat.

Kedatangan Ae Rin ke tempat Kyuhyun kali ini  mampu mengubah asumsi tentang Kyuhyun beberapa lalu. Ternyata bocah jahil ini tidak seperti yang ia pikirkan. Saat bersama Jae Wan dan Yun Ji, ia terlihat sangat bertanggung jawab. Apalagi saat menyuruh Yun Ji mengerjakan tugas sekolahnya, itu terlihat manis bagi Ae Rin. Ia ikut tersenyum saat dua saudara di hadapannya saling melemparkan ejekan. Sebuah bentuk cinta yagn berbeda dan kehangatan yang tidak biasa terpancar dari seorang Cho Kyuhyun.

***

Jung Soo dan Eun Kyo keluar dari sebuah rumah makan dan berpapasan dengan seseorang ketika berjalan menuju mobilnya untuk pulang. Untuk sesaat Eun Kyo terkejut, orang yang berpapasan dengannya adalah seorang Dokter Kandungan yang memeriksanay beberapa hai yang lalu. Dan ia baru sadar belum menceritakan hal itu pada Jung Soo. Entah kenapa Eun Kyo enggan untuk mengatakannya pada Jung Soo. Ia takut Jung Soo menanggapinya dengan berlebihan dan berujung dengan larangannya untuk latihan.

“Sunbaenim.” Sapa Ae Ra,

Jung Soo berhenti dan mencoba mengingat-ngatorang yang menghentikannya. “Kim Ae Ra?” tanya Jung Soo untuk memastikan.

“Nde, benar sekali.” Jawab Ae Ra.

Eun Kyo mematung disebelah Jung Soo. Dan tahu-tahu, Ae Ra dan Jung Soo sudah terlibat dalam pembicaraan hangat keduanya, sementara Eun Kyo hanya diam saja. Dia kebingungan masuk dalam pembicaraan mereka. Beberapa menit berlalu dengan candaan nostalgia mereka, akhirnya Jung Soo mengajak Eun Kyo untuk pulang. Eun Kyo menyambut senang hal itu, karena sejak tadi ia merasa risih. Apa yang dikatakan Ae Ra tempo lalu memang benar adanya. Dia dan Jung Soo memang berteman baik dulunya, Eun Kyo bisa melihatnya.

Sesampainya dirumah, Eun Kyolangsung masuk kamar dan mengambil handuk lalu berjalan menuju kamar mandi. Hari menjelang sore, dan ia merasa begitu lelah hari ini. Terlebih lagi saat diacuhkan Jung Soo tadi. Hal itu lebih melelahkan dari latihan menari seharian penuh.

Eun Kyo berbaring diatas tempat tidur dan memiringkan tubuhnya setelah selesai mandi dan mengenakan piyamanya. Jung Soo menghampiri Eun Kyo diatas tempat tidur, dan Eun Kyo berbalik, mendekat pada Jung Soo. Ia mengangkat kepalanya dan meletakkannya di lengan Jung Soo.

“Ah, akhir-akhir ni sangat melelahkan.” Keluh Eun Kyo.

Ia masih ingat berita beberapa waktu lalu, konferensi pers hingga acara premier drama musikal terbarunya. Semuanya seperti estafet yang tidak bisa dihentikan hingga mencapai finish.  Berita-beritaitupun lambat laun tak lagi terdengar gemanya, tapi masih ada beberapa acara yang memantau.

“Eum.” Sahut Jung Soo sambl memeluk Eun Kyo.

“Oppa, apa menurutmu aku harus bergabung dengan perusahaan?” tanya Eun Kyo meminta pendapat.

“Menurutmu? Jika kau bergabung apa kau sanggup bisa melakukannya?” balas Jung Soo balik bertanya.

Eun Kyo mendorong tubuh Jung Soo menjauh sedikit darinya, megendurkan pelukan lelaki itu. “Mungkin aku bisa melakukannya. Aku mencemaskan Kibum.” Ujar Eun Kyo.

“Jika kau bergabung dengan perusahaanmu, aku ingin kau mengurangi kegiatanmu di teater.” Pinta Jung Soo.

“Aku akan tetap disana. Teater tetap menjadi prioritas utamaku. Sambil latihan tapi juga mengurus perusahaan kan bisa. Seperti berdiskusi sambil bermain golf, seperti itu kira-kira.”

“Banyak alasan.” Jung Soo menusap pelan kepala Eun Kyo.

Sesaat mereka berdua terdiam. Hanya ada bunyi hembusan nafas dari keduanya yang saling bersahutan.

“Yeobo, apa ada yang ingin kau sampaikan padaku.” Tanya Jung Soo.

“Eum? Apa?” tanya Eun Kyo balik. Ia mendongak menatap wajah Jung Soo. Ia rasa tidak ada sesuatu yang penting.

“Kau belum menyampakanya padaku.” Pancing Jung Soo lagi.

Eun Kyo semakin bingung, “Apa?” ia mencoba bangkit namun Jung Soo tetap menahannya dalam dekapannya.

“Sudah berapa minggu?” tanya Jung Soo tidak sabar. Beberapa jam yang lalu, setelah ia bertukar nomor ponsel dengan Ae Ra, wanita itu mengiriminya sebuah pesan ucapan selamat, karena beberapa bulan lagi ia akan menjadi seorang Ayah. Jung Soo pikir, tidak mungkin Ae Ra memberikan selamat itu untuk kehamilan Yeon Su. Hingga akhirnya Ae Ra mengatakan bahwa Eun Kyo hamil dalam SMSn-nya setelah beberapa kali saling membalas. Ae Ra sempat meminta maaf jika sebelumnya Jung Soo tidak tau dan Eun Kyo belum mengatakannya, wanita itu mengatakan tunggu hingga Eun Kyo mengatakannya, jangan memberitahunya bahwa ia tau dari Ae Ra. Tapi Jung Soo sudah tidak sabar, dan menembak Eun Kyo langsung.

Eun Kyo terdiam, pikirannya sudah melayang pada pertemuan Ae Ra dan Jnug Soo petang tadi. Ia sempat curiga saat Ae Ra dan Jung Soo bertukatr nomor ponsel.

“Dia yang mengatakannya? Apa kalian sedekat itu?”

Mendadak Eun Kyo terdengar seperti membela diri dan tersinggung atas pertanyaan Jung Soo yang seolah menuduhnya menyembunyikan sesuatu. Meski memang benar Eun Kyo masih menyembunyikan perihal kehamilannya dari Jung Soo.

“Bukan begitu. Tapi kenapa kau tidak emnceritakannya padaku?” tanya Jung Soo.

“Aku lupa.” Jawab Eun Kyo asal. Ia menarik selimut dan berbalik membelakangi Jung Soo.

“Kau tidak senang?” tanya Jung Soo. Eun Kyo terdiam. Dia juga bingung mengapa harus menyembunyikan ni pada Jung Soo. Tapi dalam pikirannya, ia hanya belum siap dibatasi oleh Jung Soo, jika tau keadaannya sekarang dia sedang hamil. Jung Soo memberikan kecupan-kecupan ringan di kepala Eun Kyo. Namun mereka masih memilih hening, berdiam diri.

“Oppa, Mianhae..” Eun Kyo langsung berbalik dan disambut dengan pelukan oleh Jung Soo.

“Aku mengerti.” Ujar Jung Soo.

“Mengerti apa?” tanya Eun Kyo cepat.

“Mengerti kau takut karirmu akan terhenti begitu kau hamil.” Ujar Jung Soo.

Eun Kyo terdiam dlam tatapannya pada wajah Jung Soo. “Aish! Kau sok tau!” sembur Eun Kyo sambil memukul dada Jung Soo.

TBC

Note : Ah, apa-apaan ini, bahahahahahaha, sepertinya ini menggelikan banget deh… ada beberapa kekurangan di alurnya, ada ngerasain kaga? Tau ah, aku kemaren kaga mood ngerjain LTD baru akhir pekan kemarin ngebut ngerjain, setelah berhari-hari membiarkan LTD cuma diketik satu lembar doang. Mengingat sudah banyak yang nanyain, kaga enak juga membiarkan orang menunggu. Lebih panjang dari biasanya, 47 halaman, semoga membuat kalian puas… hanya ini yang bisa aku bagi, semoga part depan lebih lengkap feelnya dan aku bisa memperbaikinya… *tapi aku ga yakin*

Dan bagi kalian yang udah ga sreg ama LTD, silakan tingalin aja, kaga usah dibaca, aku ga pernah maksa kalian untuk baca, bukan sebuah keharusan jika aku mengirim sms info untuk kalian. Jangan tersinggung, karena aku tidak bermaksud untuk menyinggung kalian… hanya mengingatkan saja… hehehehehehehe, jadi silakan abaikan jika udah kaga menarik…

Buat Eci, makasih sayang udah jadi fotografer dadakan part ini, kyahahahahahahahahaha, tunggu aja order kami yang berikutnya, jangan kapok sama kecerewetan Oppa, ne? *cium Eci*

Maaf sudah membuat kalian menunggu bagi yang menunggu. *Bow bareng Ongek* *plak*

76 responses »

  1. Dari banyaknya adegan, yang paling ngena ke otak itu, waktu Donghae di pukul batu sama eomma Yeon Su terus ketemu Yoon Bi (yang ternyata adalah mantan calon tunangan.a) Omg, dunia memang sempit…
    terus, waktu Yoon Bi ke rumah Kibum, astaga roman2.a Yoon Bi naksir Kibum nih, pake nulis poin2 segala, tapi sosok Andy sendiri sebenarnya siapa? pacar Kibum?
    Dan yang paling menyenangkan adalah waktu Eun Kyo tahu dia hamil..(wah jangan2 nanti anaknya Eun Kyo sama Yeon Su seumuran)..
    Dan ada apa itu dengan Sungmin(udah sreg bakal mengakhiri masa lajang)…
    buat Kyuhyun, semoga lancar2 aja ya rencana lamarannya nanti

  2. huweeeeee akhirnya LTD muncul juga
    chukkae chukkae untuk teukyo akhirnya berhasil juga.
    untuk rinkyu (aerinkyuhyun) aaah ini couple paling paporit ahh rinkyu shiper #muahahahaha
    noooh kyu sudah mulai menyiapkan masa depan, sudah terima saja ae rin ntu ada namja gentel yg siap untuk komitment😀

    sudah tak bisa komen apa lagi mumet saia, kamsahaeyo eonni sudah mempublish LDT
    eonni fika hwaiting ^^
    selalu ditunggu LTD nya

  3. eonni aku suka bangt sama jalur ceritanya, apalagi eunkyo sekarang udah hamil😀 tambah semangat nihh..
    terus aku juga penasaran itu knapa eun kyo minta maaf😐 pokoknya keren dah (y)

  4. uuwoooo….uwooo…aku suka potonya unn!!!!hhaahahaa….jarang2 ada poto teukyo hampir ‘menempel’ seperti ini.
    G brasa ltd udh yg ke 13 ajah,,.ck pasti bentar lg tamat.
    Unn,,gimana kalo ada ltd khusus part aerin ama kyuhyun????
    Ayooolllaaahhhh unn aku mendadak ngepen ama mereka.ya ya ya ya…..
    Oke sip kecup 5 bwt pika unni,,,kecup 9 buat eci unni atas potonya hahaaahaha…….

    Salam unyu….

  5. DAEBAK….

    omo..akhirnya eunkyo hamil jd ikutan seneng dengernya, chukae teukyo…

    sumpah ni ff makin hari makin bikin penasaran abis…kira2 siapa yg menghamili yeonsu ya bingung aq mikirnya jungsoo bukan donghae jg bukan trs siapa dong…please next part kasih tau dong fika…ya..ya*kedip2 mata*…

    dtunggu next part jgn lama2 ya and makasih udah sms aq maaf g bs bales…
    fighting…

  6. Wouuuuw,setelah sekian lama akhirnya nongol juga eonn…

    Ceritanya makin seru akhirnya eun kyo hamil juga…

    Makin penasaran ma rinkyu couple ni…

    Jadi nikah g tuh???

  7. Wah….. q nunggu2 eh nongol jg ni pert….. jln critanya makin suka… eunkyo hamil???? wah cukkae….. kyuh nglmar Ae rin???? #wah mau jg donk…… pokoknya snng bnyk kejutan…. next di tnggu^^ mga ga ada kejutan yang aneh2 …

  8. woaaaah kereeen , eunkyo onnie hamil ???? waaah bakal ada ryujin lg deh …
    yeon su juga kyaknya udah bisa lupain jungsoo opaa .
    dan disini yg bikin aku penasaran adalah…. nanti yoon bi itu pasangannya sama donghae atau kibum ??? aku penasaraaan …
    and buat kyuhyun tunjukan kalau kamu itu bisa jadi suami impian ae rin . okeeey . DAEBAK fika eon

  9. Part ini panjaaaangg. Puas deh. Biarpun publishnya rada lama. Tp cukup terbayar dgn kabar Eun Kho hamil. Hamil! Tek dung!
    Chukkae Soo Oppa! nah lho, Ae Ra dokternya.
    Ati2.

    Pas adgan Eun Kyo ngedekem di kamar mandi lucu ah. Rasanya pngen bntu Oppa narik tangan Kyo drsna. Ck. Eonnie bkin gemes y Oppa.

    Donghae lg2 jadi pahlawan bertopeng. Yeobo~ya, doyan bnget si nyakitin diri sndiri. Luka dah t keningnya ah. Emak Yeon Su jg kejam bnget maen timpuk2 seenaknya. Jujur disini aku iba sm yeon su. Salut pas dia buka suara kalau yg ngamilin dia bkan Oppa. Brarti tinggl nunggu dia ngaku sapa bpk t bayi.

    Jang-Wook momen mana eoooon? Selain Jang Mi, skrg sy jg mule ngepen sm Andy deh. Pinter gt. Kayak saya. /kalem
    Itu Yoon Bi bnyk amat namja di dktnya. Ada Hae-Yoon momen, ada Mbum-Yoon momen, ada Won- Yoon momen. Ck. Kmaren brdbar krn Hae skrg malah ngintilin Mbum, tnangan sm Won pula! Astaga. Ngmng2, kykny Eun kyo eon gak redo ye adknya pny pcr…
    Kyu bs serius jg ye. asik dah.
    Meeet, kawen m ecung aja sono. Kyu buat eon. /plak
    eh, iya Chukkae Ming! eciee, nikah!

    Sy suka filosofi jarum jamnya eon!
    next next next.

  10. eunkyo hamil, horeeeeeeeeeeeeeeee, asiik tumpengan bareng jungsoo oppa. ga banyak komen buat teukyo couple, mereka terlalu sweet.

    kyaaaaaaaaa, yoon bi dikelilingi cowok cakep. siwon yang notabene tunangannya. donghae yang awalnya dijodohin sama yoon bi walauawalnya dia nolak tapikayaknya ongek mulai kesem-sem sama yoon bi. dan dan, apa-apaan yoon bi-nya malah lirik-lirik kibum. nooooooooo

    gyuhyun, gyuhyun,ciahhhhh, keren noh gayanya diayang sok cuek ampe si ae rin harus caper, mondar-mandir didepan gyuhyun. hahahahahahah, sumpah ya yang pasbagian ini nih bikin ngakak, sayng ga bisa ngenceng ketawanya jadi kurang afdol.

    ongek, ongek, cup cup, #tiup-tiup luka ongek, kau bai-baiksaja kan, jagi? gwencana, ada aku di sampingmu, ta akan kubiarkan lagi ada orang yang melukaimu #pluuuuk #ditimpuk hyukjae *ya,, babe, kau mau slingkuh dengan sahabatku* #plak *ditimpukin fika onnie*

    ada hyukra moment, walau cuma numpang lewat. suka suka.

    kajja, jang mi kita nonton live bixing. aku punya 2 tiket untuk kita, karena komenku ntar kepanjangan dan sebelum kita berdua ditendang fika onnie.

    #kabuuuuuuuuur

  11. Wahhh part yang panjang dan serru,,,,suka Onnie …..
    Yeon Su nya disini bedda,,,,penasaran koq bisa dia kayak gitu???
    Wahhh…… Eonnie hammill?? Ryu Jin………….horre…
    Ehmm masih bingung sama kisah Yoon Bi, Kibum, Siwon n Donghae,,,,, hihihi… nti Yoon Bi ama siapa ya??
    Onnie….makasih ya smsnya,,,, sms mu selalu aku tunggu….
    Semangat onnie,,,moga part berikutnya lebih dapat feelnya….. Sung min udah, Kyuhyun ama Ae Rin mendekati…… keren kren keren abis pokoknya….

  12. Eonni aku makin sukaaa sama jalan ceritanyaa hehe

    Yeaaah sekarang eunkyo udah hamil (*^▽^*)

    Itu bakal makin seru
    Apalg nanti kalo Jungsoo psesif gmna gitu haha

    Di tunggu kelanjutan nya eon😉

  13. banyak tokoh baru yang hadir di LTD, jadi makin seru cerita…
    YeonSu buka suara, akhirnya. tapi masih penasaran sebenernya dia hamil sama siapa -,-
    Kyo eonni hamil? eciyeee selamatya Teuk oppa, sebentar lagi jadi appa haha pantes aja Teuk oppa suka bilang kalo badan Kyo eonni berisi. ternyata eh ternyata haha
    ayo eonni, aku tunggu part selanjutnya!! \(^-^)/

  14. Sebelum sayah ngasih komen sayah pengen bilang sesuatu…Fika eonni sayah mencintaimuuuuu…teramat sangat dan sangaaaattt…kyaaaa…harapanku ternyata tidak sia2 dan dikabulkan…Eun Kyo hamiiiiiilll…emaaaakkk…sayah terhuraaaa…huwaaa…T.T
    Sayah seneng sayah seneng…sumpah seneng banget…kyaaaa…*pengen tereak2 terus
    Stop,sekian dulu kelebaian sayah…tolong abaikan…

    Aduh,saya bingung mau komen dr mana dulu masa…
    Baiklah, yang pasti komen pertama sayah adalah masalah yoon…yah, wanita maruk macam apa itu…udah tunangan sm won, ngelirik2 hae dan sekarang naksir2 mbum…oemjiiiii…emaaaakk…bagi satu buat sayah napa…kenapa diembat yoon semua…ckckck…
    Agak belibet ye idup yoon…serba salah dengan keadaan dan perasaan…suka satu orang ajah nggak abis2 ini hubungannya sm 3 orang…ckckck…bener2…

    Emaaaakkk…Umin mau merit…terus sayah gimana…???umiiiinnn…

    Ih sayah mule agak melunak deh sm YS…dan berganti sebelnya sm emak YS…sumpah y emak2 matre k laut aja deh…mana pake lempar2 batu pulak…ane lempar juga k dasar bumi tu emak2…songong ye…
    Yeeeeyy…YS mengaku entu bukan anak oppa…kyaaa…tinggal menunggu siapa bapaknya sebenernya…heeemm…

    Tetep ye Kyu usahanya kagak jauh2 dr game…ckckck…dan suka sisi lain dari Kyu…keyen masa…

    Apa lagi yah…???
    Ah sayah ngakak pas andy bilang eun kyo eonninya mbum…bwahahaa…unyuh masa…

    Dan pokoknya sayah seneng part ini…harapan sayah terkabul…*kecup basah fika eon*
    Ah pokoknya ditunggu lanjutannya…

  15. don’t worry eonnie..I still your reader..FF ini adalah salah satu FF yg selalu aku tunggu2..hehe😀

    just one question..apa dunia sesempit itu??omg..so many therapy shock in this part..like this🙂

  16. tu kan, bener Eunkyo hamil…
    ciri2nya aja udh banyak gtu,,
    suka aerin – kyuhyun couple, hmn gtu
    hyuk gmn? sama ahra? kan tu couple di blog sebelah
    tris nasibnya yeonsu gmn???
    onni, q menunggu next partnya

  17. Akhirnya akhirnya akhirnyaaaaaa setelah lama menanti muncul jg LTDnya!! Dan 3jam aku membaca part iniii….paaaanjjaaaaang bgt! Tp aku suka! Puas oenni!!
    Hahh eunkyo hamil??sdkt kecewa..pengen mrka berduaan dl.pngenn eunkyo g hamil duluuu tp y sdh gp2. Heheheeee
    chukae jung so oppa dan eun kyo oenni!! Ryu jin akan segera datang dan stlh itu disusul sama Yong Ji😀
    hmmm msh bngung m teka teki yg dibuat sm fika oenni..sebenarnya Yoon bi sama siapa?? Sama ikan? Sama kuda? Apa sama kibum??? Aku pngennya sama ongek aja oennii..jangan bawa2 kibum..hahahaaa
    trs t Kyuhyun mksdnya apa?? Dia kerja jd gamer gt??yg bwt2 game gt?? Aku sdkt g ngerti. ><
    ae riiinnnnn kau menyianyiakan kyuhyun!! Hmmmmm
    sungmin oppa chukae!! Aku akan datang d pesta pernikahanmu! :*
    oenni..kau sdh menjodohkan kyu sama ae rin jd tolong jodohkan aku sama Ryeowook oppa! Hahaahaaaa *dibunuh jang mi*
    siiip dah aku ninggalin jejaknya..ditunggu part selanjutnya oenni!
    Fighting!

  18. Eonni!!!!!! Aku belum puas!!

    Aku belum puas kalo eonni gak lanjutin ceritanya lagi hahahaha….
    Kerenn eonn… ^^

    Akhirnya eunkyo eonni hamil…
    Jadi selama ini dy banyak makan karena di perutnya ada dede bayi toh hahaha…

    Oiya.. Aku masih penasaran bgt loh sama kisahnya donghae…
    Aku kira donghae bkal sama yoonbi tapi ternyata yoonbi sukanya sama kibum…
    Terus hae gimana? Kibum gimana?
    Aaaa… Eonni daku penasaran.. Penasaran.. Penasaran.. T.T #okeinilebay

    Ahahahhaa…
    Aerin sama Kyu makin lama makin so sweet nih haha…
    Akhirnya aerin tau sifat asli kyu…
    Semoga mereka nyusul teukyo uminyeon hahaha…

    Di sini wook jangminya dikit ye?? Wkwkkw…
    Aduh laki aku lagi dpt sedikit nih perannya di sini xD #digebukinRyeosomnia

    Hahaha.. Nice FF eonn ^^b
    Aku tunggu next partnya~

  19. seneng banget LTD publish lg dan lebih panjang🙂
    Mudah2n setelah konferensi pers, g ada lagi masalah yg pelik dalam hubungan teukyo couple. Tapi, kalo g ada masalah cerita’y jg mgkn g bakal menarik ya. Hehe
    Chukkae eun kyo, akhir’y hamil jg🙂
    Di part ini tokoh’y makin bertambah ya. donghae, kyuhyun-ae rin, ki bum, yoon bi, jg makin tersorot.
    Aku masih agak bingung, aku kira awal’y yoon bi suka sama donghae. Tp ternyata malah sama kibum. makin penasaran sama kelanjutan hubungan donghae-yoon bi-kibum.
    Kapan kyurin couple bakal nikah nyusul sungmin. G sabar nunggu mereka nikah.
    g ibu g anak, Semua’y pada nyebelin. tapi kayak’y yeon su udah g terlalu jahat lg. Semoga saja.
    Di tunggu part selanjut’y eon.
    Fighting🙂

  20. AAH UNNIE AKU NUNGGUIN INI AISH!! Eh iya makasi unn uda sms, hehehe mian ga dibales ga ada pulsa..
    Yup akhrnya eunkyo hamil jugaaaa.. Ah nanti jangan keguguran ya unn.. Dan sebenarnya siapa bpak dari anaknya yeonsu…. huee unnie part selanjutnya kebongkar yaa. Yakk akv penaran bgtt. Aish itu ibu sama anak sama sama trouble maker, si yeonsu uda mulai insaf nah emaknya dateng aish ganggu aja. Duh ini cinta segiberapa unn bamyak amat siwon, yoonbi, kibum dongeh, andy. Huks nambah rumit. Pokoknya yg hidup dgn damai cuma sungmim ama wook. Unn udah dulu yaw.. Hehehe i love ya~ cium dongeh

  21. Chukkahaeeeeeee eunkyo hamiiiiillllllllllll😀
    makin seru cerita eon, aq suka krn ga berbelit2 tiap ada masalah lngsung tuntas walaupun tuntasnya butuh proses😀
    suka bgt pas bagian endingnya Eon, langsung kebayang di otak aq sweet bgt itu😀

  22. Aku suka sekali part ini, begitu membahagiakan eonni..
    Hehe
    bingung mau ikutan senang atau gak atas kehamilan eun kyo, soal nyo eun kyo jg kayak gak begitu senang..
    Tpi utk jung s, chukae, pasti kau senang oppa..hehe

    eonni, kenapa sepertinya yoon bi naksir kibum ya??
    Sepertinya lebih baik kalo dia sama donghae..

    Utk pasangan berikutnya, kyuhyun dan ae rin,,
    kyuhyun oppa, sbentar lagi ae rin akan jatuh cinta padamu..

    Panjang banget ya komen aq..
    Eonni kmi masih ingin membaca ltd part selanjutnya..
    Jd teruslah berjuang utk meneruskan semua ff eonni..
    Haha
    terima kasih eonni

  23. stelah lama tdak muncul akhirnya dtang lagi. well so far memang cukup manis walau kadang menurutku masih cukup kurang mendalam. dmulai dr hae yg mau g mau kna btu sdkt ekstrim tpi msh kurang kuat stdaknya eunkyo jg ‘berdarah sdkt’
    kmudian pertemuan hae dan ommanya hae langsung lari agak kurang tepat (mnurtku) mengingat image hae yg mrip penenang smua stdakx berskap sdkt dwasa dgn bermain kata tdak salah(walau stdaknya dr sisi ni kta thu takda yg sempurna). slain itu tdak ada yg salah smua msh terasa pas and mengejutkan kdang2. penambhan alur percintaan dan karakter bru tdak salah, cman takutnya akan ada alur yg endingnya agak terpaksa. hehehe maaf bkanX maw menggurui ni cuman saran yak onnie my fav author.

    btw bout last sms yg g Q blas bkanX g tau trma kash tpi hri ntu Q ktduran. maaf beribu maaf onnie *bow

  24. yay finnaly release again….

    well ada beberapa hal yg mnurtku msh mengganjal entah mengapa tpi msh kurang kena. pertama saat hae berdrah krn penyerangan makx yeon su, entah knpa Q rasa eunkyo bsalah berdrah sdkt tpi mengarahkan ke segi tergoncangan jiwa tetep pas kok, trus saat hae ktemu ommanya tdak salah memang dia langsung lari, cuman jka menilik dri image yg dbangun buatx yg stengah malaikat dan pelindung lari tanpa kata agak tdk sopan palagi dia pria (skali lgi ni mnurutku yah onnie). ada lagi (jgn khawatir ni terakhir onnie) penambhan karakter dan alur percintaan tdk salah cuman kutakutkan onnie pusing dgn endingnya dan akhirx malah terlihat memaksa. selain yg diatas yg lainnya tetap bgus kok tetep dgn ciri khas onnie yg suka hal2 manies. maaf onnie jka Q terlalu cerewet ^_^

    btw maaf sekali lagi soal sms terakhir yg tdk kblas. bukanX g tau terma kash tpi Q bneran ktduran and g sdar pulsaku hbs maaf brbu maaf onnie *bow

    salam dr makassar

  25. eonni… aku udah baca siang tapi inetnya ngajak ribut pas mau komen yaudah aku off -__- *curcol
    penantianku dateng juga😀 sudah lama aku nunggu ini, tapi gak mau nanya eonni kapan lanjutinnya takutnya eonni emang bener2 lagi sibuk,dan cape.
    aku seneng eunkyo hamil.kyaaaa oppa akhirnya kamu berhasil >.< seneng rasanya, tapi masih penasaran sama siapa yang ngehamili yeonsu

  26. Jujur sangat..aq bingung siapa couplenya Yoobin = =a #menerawang part selanjutnya
    Aerin deesh bgt ngasih wejangan ke kyuhyun xD
    CUKAHAE EunKyo onnie~ udah 13minggu *ngitung pake jari* udah sekitar lebih dari 4bln ne?😀

  27. okesip bisa!
    part ini oke, eerrr….syukur alhamdulillah teukyo tak terlalu membuat ane enpi di part ini. oke, ini memang salah satu resiko baca ff ML romansiong macam gini. enpi. okesip, ude eon ye, ane udah ngga mau enpi ama teukyo lagi, soalnya piling ane laki ane kagak bakalan seromansiong n semesum teuki, jadi sudah cukup kakak *ala raditya dika*
    next,, udah duga kalo cewe yang mo dijodohin sama hae itu yoonbi. okelah ane dukung yoonhae.
    terus yang poto itu, ish kirain itu suruhan jungsoo buat mengabadikan kemesraan mereka buat jd koleksi pribadi , eeh ternyata buat prescon -___-
    terus mbuuuum, maaaak ane mau dijodohin sama mbuuuum, tapi kalo saingannya andy ane mending mundur dah. terus kiyuuuuu, kyaaaaa ane bilang kalo cowok jail itu bakal terlihat seksi kalo lagi serius, *ehm. betewe buat kyu serius sih serius tp ngga gitu juga kali bang -___-. seneng ketemu OC sendiri disini *nunjuk ahra. moga2 jadi kopel hyuk disindang.
    apalagi yah?
    jangwook mana jangwook???? moga2 part depan ada yak, yakali jangminya mendadak feminin kek/plak.
    moga2 yonsu cepet sadar, kyo cepet lairan, hae cepet jadian sama yoonbi, kyurin cepet kaweeen, hyukra cepet jd pasangan, umin minyeon cepet kaweeen, apalagi yah udah deh ane lupa eon. betewe ini komennya agak serius yah, gpp deh ude ya eon anyeong
    *ngilang dengan unyu*
    eiya betewe ane setuju tuh kalo ada ff khusus buat kyurin, bwahahahahahahahaha

  28. itu emak2 ikut eksis aja ya…haha..
    dateng2 bukannya nyenengin tp buat masalah..
    kasian nae yeobo kena batu😥
    ga emak ga anak sama aj buat msalah,
    yeon su uda baek ya,akhirna mau diklarifikasi tu bukan anak jung soo.
    msih penasaran siapa sih bpakna..onnie ungkapin secepatnya hehe..penasaran!
    yeay..yeay..yeay..chukkae onnie uda hamil..😀

  29. Huaaaaaaaaaaaa…..ini sungguh menguras perasaan,setelah kemarin baca ltd fanfiction sekarang baca ltd aaaah…benar2 kebalikan tapi sama2 rumit masalahnya…cukae akhirnya eunkyo hamil jd ga sabar nunggu uri ryu~jin lahir..eonni fika jangan lama2 publis’a oke.oke.oke..maksa#siapa bilang bosan malah makin kesini ceritanya makin seru plus msh penasaran ma siapa ayah dari anak younsu,foko’a jangan lama2 part selanjutnya…right eonn….uach..

  30. hmmm… ini so sweet.. aku mau.. aku suka aku suka!! kyo eon aaaa… alurnya bagus.. huhu.. aku suka romance scanenya..(y) haha…
    mudah2an next part makin seru makin romantis juga.. amien…

  31. eonni, makasih udh infoin LTD publish🙂
    huh, baru selesai baca sekarang. ceritany daebak! aku nungguin cerita ae rin sama kyu eonn, banyakin lagi cerita mereka ya eonn🙂 hehe
    oh ya, LTD tamat dichapter berapa eonn ?

  32. ini yg ditunggu2 akhir y kecurigaan di part sebelum y ternyata bener klo eunkyo itu hamil n tu jg ngebuat nafsu makan y gede bgt…..
    tg bikin penasaran itu siapa yg hamilin yeonsu knp masi blm kebongkar n ngak ada petunjuk siapa yg hamilin n deket ma yeon su gt???? untung y sih yeon su y udah ngaku klo itu bukan anak jungsoo k media jd ngak ada yg nuduh lagi….
    eomma y yeonsu cari gara2 ya udah dikasi hati malah minta jantung gt,,,,,,
    yoon Bi suka ma kibum,,,, wah makin seru part ini pa lagi disini kehidupaan y donghae udah agak mulai mencuat sesikit demi sesikit n ternyata yoon Bi yg ditunangin ma donghae tapi ngak jd krn donghae kabur n digantiin ma siwon….
    q tertarik bgt ma kehidupan y donghae nih krn dia penuh rahasia bgt,,,,,, n hae baik bgt gt….
    eun kyo emosi y naik turun krn hamil… seneng baca part ini…
    Lanjutan y jangan lama2 ya chingu q ngak sabar nih buat baca lanjutan y…..

  33. eonnieeeeeee…peluk..kecup..cium..
    akhirnya oppa berhasil…aku pny ponakan..
    *lompat2 breng ecung*
    sy jd dokter kandungan???tmn oppa lg…gak tkut oppa sy goda eon….*epil smirk*
    trz ntu yoonbi ngapa jd bnyak kopel gt eon…ktnya mau bls dendam tp kok mlah d buat laris gt…*emot geleng2 kpala*
    hmm,apalagi y…si ecung muncul nya ngapa bentar doank ya…mungkin gak y..ecung ktmu dokter kandungan…kkoming hamil gt..biar kt ktmu..
    *ngarep

  34. Yee.. akhirnya eunkyo hamil xD *tumpengan*
    Btw, yeon su disini udh ga ngeselin lagi yeh.. ehh.. anaknya udh insyaf, skrg malah emaknye yg makin jadi ngeselinnya… haduhh.. teukyo banyak cobaan amat ye..
    Dan.. eo, jd yoonbi mantan tunangannya onge o.O dan suka ke kibum?? Andwaee, nt yg jd pasangannya onge sapa dunk *?* #plakk
    Ehem, aku salut ama bang kyu.. bener” ngebuktiin k aerin.. moga sukses y kyu proses lamaranmu.. *hehe
    n chukhaee for sungmin.. udh mau mengakhiri masa lajangnyaa..eciee..xD

  35. geli + cekikan pas ada penonton theater nya unnie eunkyo yg gossipin dan semuanya didengerin sma jungsoo oppa wkwkwkkwkwkwkwkw bener2 bikin ngakak unn😄

    Kyuhyun ternyata punya sisi lain selain jailnya ._.b
    di ltd ini orang2 nya satu sma lain banyak keterkaitan ya unn.. (misal aerin shbatnya yoon bi,yoon binya kenal kibum,donghae) kadang aku agak lupa *pikun *plak!😄

    akhirnyaaaaaaaaaaaaa unnie hamil juga, ternyata jung soo oppa ampuh(?) juga yak hahahaha << apaini-_-

    47 halaman?puas unn *cium*
    ditunggu next partnya(smsnya juga XD) ^^

  36. akhirnya eooonn
    Eun kyo hamil jg
    Hahaha
    Udh lumayan besar jg hamilnya ya
    Pantesan gemukan
    Untung aja jungsoo cpt tau,klo gk kan eun kyo bakal ttp sibuk
    Hehe pnsran gmn manjanya eun kyo pas lg hamil
    Psti doyan ngambek
    Ciri khas eun kyo bgt
    Hehehe
    semangaat eoonnnn

  37. akhirnya Eunkyo eonni hamil juga. chukhae!!😀
    pantesan aja makin berisi, hamhlnya juga udah 3 bulan lebih.
    Aku paling seneng pas adegan Jungsoo oppa bilang “beep beep! beep beep!”

  38. Fika,, noe daebakia.. Panjaang aja episode x ni.. Waaa ibunya yeon su lebih pengganggu dr pd anaknya y. Ouw ternyata siwonie itu menggantikan semua posisi onge y, termasuk dlm pertunangan.. Nti yoon bi nya d bikin balik ama onge aja fika, kynya seru tuh.^^. Akhirnya si evil itu bsa bikin ae rin penasaran jg. Kayanya bentar lg ryu jin akan hadir d sini nih, chukkae teukyo.. Fikaa,, slalu d tunggu next episodenya..

  39. kyaaaaa… akhir’a selesai jg bc’a, stelah brjuang dgn rasa pusing yg melanda… *plakplak
    part nie panjaaaang ye eon? saya bc’a ampe sparo2 dlu masa! tp, tp saya ttp sukaaaaa….

    uyeeee…. akhir’a EunKyo eon Hamilll jg… *pasangpetasan*
    dan akhir’a YS ngaku jg klo ntu bkn ank’a JungSoo Oppa…. lega bgt rasa’a…
    Ish, tp ttp aja ye masih meninggalkan teka-teki siapa Appa dr bayi’a! -___-”

    Hwaaaaa…. ntu… ntu… knpa Yoon eon idup’a slalu d’kelilingi pria2 tampan brwajah dingin coba?
    Ck! d’saat Onge mulai merhatiin Yoon, eh, Yoon eon’a malah trtarik sm Mbum. ampe datengin rmh’a segala lg! ckckckckck… siswanto bgt dah! lom lg ada Siwon yg jd tunangan’a…. *emotsyok*
    misteri… bnr bnr misteri hidup’a Yoon eon….*geleng2*

    yeeeyyyy…. drama musikal’a Hwang Jini, mengingatkan saya akan sosok Jang Geun Suk yg mati mengenaskan krna mmpertahankan cinta’a wat Jini…. saya suka ntu drama eon! bikin trharuuu….. *plak*

    Kyu keren masa bisa bikin game sndiri…*matalopelope*
    caelah Ae Rin dah mulai d’knalin sm calon kakak ipar nih! asikkkk dah….

    yaoloh! part kmren saya d’kejutin sm YooRi eon sbgai dokter bedah jantung, part skarang Ae Ra eon jd dokter kandungan masa! *emotsyok* (lg)
    seperti’a EunKyo eon sedikit trusik dgn khadiran.Ae Ra eon…. ehem…. cemburu ya eon? *toel2 EunKyo eon*
    bwahhahaha….

    yasudlah, saya tunggu klanjutan’a ya pika eon! *kecupbasah*
    oh, iya hampir lupa wat Umin Oppa chukkae wat pernikahan’a….

  40. Part ne pnjng yah?
    g krasa ih unn!*plak

    Chukkae bwt khamilan eunkyo..!
    dh 13 minggu masa, 3 bln lbh dunk!
    woah g ktauan ampe umur sgtu yah!
    gak mual2 ce y jd g kliatan hamilx!
    berarti bntr lg uri Ryu jin dtng dunk!
    yeay..sneng bgt dah!

    ntu emakx YS jahat bner ye!
    pantesan ankx ky gt,ga bda jauh m emakx ce!*plak
    papaan tu ampe nglukain palax Hae!
    sumpah pngen q bls masa!*mendidih*

    Eciye,Yoonbi tunanganx Siwon masa!
    pasti ad yg ngamuk2 tuh!wkwkwkwkwk*puas*
    tp apa2an,udah tunangan m Mr.Perpek tp msh nglrik 2 cwok kece qt!
    dasar maruk!*jambak YB*

    ehem,enak bner ye Kyu!
    bs ngasilin duit dr fanatikx m game!
    keren dah!

    Jangmi dkit bgt masa dmari!
    kuraaang!

    bwt uri umin,chukkae ya!
    q jg mw dtng ah ke mantenx,pan dh d undang td!
    saia kn nntn,tu yg ngegosipin dblkng Kibum kn saia m Ah in!*plakplokbug
    hahaha
    yasud,dtnggu kelanjutanx y unn!
    Hwaiting!^^

  41. hiyaaaaaat akhirnya ketauan jg pernikahan jungsu-eunkyo biar disengaja tp gpp lah yg penting clear
    Hehehe
    Dan emang ya gk yeon su gk eommanya sma aja #plakk

    Dan kehamilan eunkyo eomma chukaeeee… Semangat tp kok kyknya eunkyo eomma gk seneng sih? Kan kasian si baby jd korban…

    Semangat bwt fika eon jg… Mia nungguin loh sms mu eon *tebar kisseu*

  42. akhirnya saya bisa meninggalkan komen😀

    makin cinta sama couple KyuRin, cerita cinta mereka di kemas dengan sangat menarik.
    saya suka ^^
    akhirnya, Eun Kyo hamil.
    yeee, chukae😀
    waktu Eun Kyo hamil, pasti cerita lebih menarik,
    iyakan, eon ?
    pasti LTD part 14 lebih bagus😀
    karya eonnie, tetap paling bagus, meskipun ada typo dikit😀

    selamat mengerjakan LTD part 14, saya menunggu ^^
    fighthing \^o^/

  43. annyeong eonnie~~..^^
    akhirnya setelah lama ga komen bisa komen juga… *pulsa modem habis* hheheee^^
    kyaaaa~~^^ eunkyo hamil.. eunkyo hamil.. eunkyo hamil.. *joget2 india*
    dari awal aku udah nebak pas eunkyo yang tiba2 berubah manja sama teuk pa..
    truz yg selera makannya jadi kayak orang kelaparan seminggu begitu.. hhhehehe^^

    sekarang yg jd pertanyaan adalah bapaknya anak yeonsu siapa yaa??
    jadi penasaran tu namja siapa?

    aku menunggu LTD 14 eon.. hhihiii^^
    hwaiting!!! ^o^

  44. uoooooowww
    seperti dugaanku eunkyo lagi hamil.. yay selamat dulu deh /eh/
    aduuuhh bingung mau komen apa udh seneng bgt ni ff akhirnya update.. hehe si kyu rela berubah demi Ae Rin so(k) sweet hahaha
    dan aku bingung sama yoonbi dia temenya aerin dan juga yeonsu, tapi apa aerin tau yoonbi temenan ama yeonsu daaaannn nantinya yoonbi ini sama siapa.. hahaha teka tekinya disana siih buat aku /plakkk/

  45. Waaaaaaa enkyo hamiiil *wahahahahah akhirnya ketawaevil
    Aerin udh terima aja kyuhyun ,kalau punya suami kaya kyuhyun dijamin awet muda *smile
    Andy siapa ? Yoon bi sama siapa ? Sama siwon? Donghae? Apa sama kibum ? Oenni bener2 jago bikin penasaraaan nih
    Sungmin mau married ? Waaaaaaah
    Apa LTD akan regenerasi dengan anakanak mereka ?astaga
    Oemmanya jung soo oppa keren, sukaaaaaa nah gini nih kalau nyari calom mertua harus yg kaya oemma nya jung soo oppa😀
    Oke oenni segitu dulu aja , di tunggu part 14 nya🙂

  46. Udh nge save dri kmaren, tpi blum smpet bca. .
    bner kta yoon bi,ternyata dunia ini sempit ya, dia yg tiba2 dtg lgsg ktemu dan berkaitan dgn semua yg ada d sini, mulai dri yeon su, donghae, ae rin, kibum. .
    dan aku jdi suka bgt ama couple ae rin kyuhyun^^ buat side story nya dunk eon. .
    eoh, iya . . jdi hae bkal ma siapa nich? kasian kn hae nya melajang n galau truz mikrin eunkyo. .
    dan ga tau knp. . aq selalu suka adegan d kamar mandinya *ketawa yadong*

  47. waa makin bingung.. donghae bakal sama sapa yaa?? yoon bi ato yeon su??
    itu itu… makin penasaran eon sapa yg hamilin yeon su??

    chukkae buat eunkyo yg akhir nya nyadar dia hamil..hehe
    trus apaan tuh kyuhyun pake gaya sok cuek ke ae rin.. waduhh makin suka sama couple an kyurin~~

  48. hamil 3 bln bru ketawuan,, weleh2 eunkyo masa g engeh g “dpt” smpe 3 bln g curiga,, untung ketawuan..
    ky eunkyo ni tipe wanita karir, takut keganggu kegiatannya gara2 hmail.. untung suami y jungsoo yg pengertian.. dsni jungsoo udh wamil kan, kan g lucu eunkyo lg hamil malah wamil..
    sebenar y yg bkin hamil hyunsu siapa c?? ibu y hyunsu g jauh bda ya sama anak y,ska bkin masalah aja tuh demi keuntungan pribadi..

  49. Udah kangen bgt ama LTD,
    selalu butuh perjuangan buat baca ini,
    akhirnya eonni hamil juga,hahahah
    chukkae!
    Oppa jagain eonnie ne,

  50. oenni gak sabar nunggu lanjutannya
    ya oenni di.part ini ada yg kecepatan alurnya
    penasaran ama kibum sempat kira dia bakal ama ae rin nah skrg kok yo bin malah donghae ada rasa suka ama yo bin…

    oenni jgn buat donghae sendirian kasian dia..🙂

  51. Akhirnya dirimu hamil juga Eonn? Akhirnya semua harapanku trcapai… YE YE YE YE…….,,, Aku bahagia tak kira….. Ryu Jin sayang… Apa kabar kau di sana eo? *GUBRAK*……

    Eonni~ya….. Sumapah…. Pengen ngakak terus pas baca bagian pertengkaran Eun Kyo Eonni dan Jung soo oppa paska kemunculan YS Omma…. Haha…. Pas jung soo bilang… “Lalu apa yg kau inginkan?”… Setelah bilang klo dia bakalan nyeraiin Eun Kyo Eonni…. Bagian terlucu pas Eun Kyo Eonni malah ngejawab “aku ign tidur” sumpah….. Aq bner2 shock…. Pas baca… Aq kira dia bakalan bilang apa. Tp ternyata…. Koplak abis… Hahaha….,,, Eonni…. Tambahin bagian romannya dong *GUBRAK*… *ketahuan yadong*…hahahaha….,

  52. Onnie, aku udah baca ff let this die sampe part 14. Maap ya baru nongol, ini aku mau ninggalin jejak dulu #nyengir:D
    dari beberapa part, banyak yang diproteksi onn. Seperti part 7, 12, sm 15.
    Aku boleh minta passwordnya nggak? Cuma buat ngelengkapin bacaannya aja, kalo nggak boleh juga nggak papa.
    Tapi yg pasti, aku sangat penasaran-..-

  53. kurang greget saat conf. pers nyaa..
    jawaban2 teukppa nya kurang nampol. apalagi pas eomma nya yoen su datang mengacau.
    menurutku bakal lebih greget kalo ditambah sedikit perdebatan antar pihak teukppa sama eomma nya yeon su. dibuat tegang dulu. baru diluruskan sama yoen su.
    itu menurutku sih -.- #abaikan

  54. Huuuaaa… Chukkae, eun Kyo hamil…
    Tp emang knapa Ga excited yah? Astaga… Pdhl ini kehamilan prtama loh…
    Eh, Uri killer smile punya banyak pengagum😀
    Itu gimana nti nasib siwon sm donghae? Yoon bi kykx labil banget deh… -___-

  55. sempet gregetan d’awal part krna bnyak bgd mslah yg menghinggapi mreka..
    tapii terbyar gregetan itu d’akhir part ini..
    y wlaupun msalah’a blum slsai smua..

    oenni kpan nich yeon su ksih tw siapa appa dri aegi’a ??

  56. sempet gregetan d’awal part krna bnyak bgd mslah yg menghinggapi mreka..
    tapii terbyar gregetan itu d’akhir part ini..
    y wlaupun msalah’a blum slsai smua..
    khadiran oemma yeon su membuat yeon su berubah n gx lgii ganggu mreka..
    gomawo yeon su oemma.. khadiran mu mmbawa berkah buat hub mreka

    oenni kpan nich yeon su ksih tw siapa appa dri aegi’a ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s