TeuKyo Couple : EGOISTIC (Part 7)

Standar

egoistic

Author : Novie (Lavender)

Jung Soo melipat kedua tangannya di atas meja menatap Eun-Kyo yang sedang melahap makanan di hadapannya. Jung Soo sangat senang bisa melihat Eun-Kyo makan dengan begitu lahapnya tanpa malu-malu hingga makanan yang tersaji di hadapan Jung Soo tidak disentuhnya sama sekali. Hanya dengan melihat Eun-Kyo makan saja rasa lapar Jung Soo menghilang seketika… Dia kenyang hanya melihat Eun-Kyo, membayangkan wanita yang dirindukannya selama ini… Saat ini.. Makan di meja makan.. Dirumah mereka.

“kau makan banyak sekali Kyo~ya. Apakah itu nafsu atau memang kau sangat lapar? Kalau memang itu nafsu sebaiknya kau salurkan untuk kegiatan yang lebih berguna saja” canda Jung Soo dengan nada geli yang terpancar dari matanya. Jung Soo tidak bisa menyembuyikan tawanya ketika Eun-Kyo meliriknya dengan mulut yang penuh makanan, seperti bayi yang menahan makanan berlama-lama di mulutnya hingga bosan lalu menelannya.

Eun-Kyo kembali melanjutkan aktivitasnya, dia sangat lapar.. Sangat.. Sangat lapar namun otaknya tetap saja tidak bisa mengacuhkan perkataan Jung Soo.

“contohnya…”

“bercinta mungkin” jawab Jung Soo asal.

Jung Soo tidak mengharapkan Eun-Kyo mengizinkannya untuk menyentuh Eun-Kyo karena melihat hari yang dilalui Eun-Kyo sangat berat. Eun-Kyo butuh istirahat dan Jung Soo tidak sedang ingin menambah lelah Eun-Kyo. Jung Soo bisa melakukannya kapanpun dan dimanapun, toh… Eun-Kyo tidak akan pergi kemana-mana lagi. Dia sendiri yang akan membuktikannya. Surat apapun yang dikirimkan Eun-Kyo kepada Jung Soo akan berakhir di tempat sampah seperti waktu itu.

“pikiranmu mesum sekali Jung Soo ssi, apakah kau tidak bisa mengenyahkan pikiran mesummu hanya untuk sementara saja?”

Seluruh perhatian Eun-Kyo terpusat kepada Jung Soo, telinganya sangat panas mendengar godaan Jung Soo yang menjurus ke kebutuhan biologis mereka berdua. Munafik jika Eun-Kyo tidak mengingikannya, namun demi harga diri dan sisi egoismenya dia menyingkirkan semua itu.

“tidak bisa, aku terlalu merindukanmu terutama tubuhmu”

Eun-Kyo memasukkan suapan terkhir kemulutnya, menguyahnya dengan cepat dan menelannya. Dengan segera menyambar gelas berisi air, meneguknya hingga setengah dan menaruhnya kembali. Kemudian mata Eun-Kyo kembali menatap mata Jung Soo yang duduk diseberangnya.

“aku sudah selesai, aku mau kembali ke rumah sakit. Kasihan Hyo-Jin sendirian menjaga Ryu-Jin.”

“tidak boleh, kau istirahat disini. Aku jamin Ryu-Jin tidak akan apa-apa. Aku tidak ingin kau sakit nantinya” jawab Jung Soo segera setelah Eun-Kyo mengatupkan bibirnya. Jung Soo tidak mau melihat Eun-Kyo sakit juga saat menjaga Ryu-Jin, bagi Jung Soo cukup Ryu-Jin saja yang terbaring lemah di ranjang pesakitan tidak dengan Eun-Kyo. Jung Soo tidak ingin pula melihat Eun-Kyo terbaring disana. Jung Soo akan menghukum dirinya sendiri jika hal itu terjadi.. Jung Soo akan menghukum dirinya bahwa dia tidak bisa menjaga keluarga kecilnya.

“siapa kau berhak mengatur diriku?” geram Eun-Kyo. Seketika Eun-Kyo berdiri dari kursi yang di tempatinya, menunjuk salah satu jarinya tepat di depan wajah Jung Soo dengan mata yang menyalak marah. Energinya sudah kembali terisi seperti sedia kala, tubuh Eun-Kyo juga sudah kembali segar. Siap untuk berdebat kembali dengan Jung Soo.

Dengan santai Jung Soo berdiri dari kursinya, dan berdiri di seberang Eun-Kyo dengan meja yang menjadi pemisah diantara mereka berdua. Jung Soo tahu Eun-Kyo sudah sedikit menerimanya namun dia tidak bisa merobohkan dinding keras kepala Eun-Kyo. Eun-Kyo terlalu kepala batu baginya.

“suamimu, jadi lakukanlah perintahku” jawab Jung Soo enteng.

Dengan melipat kedua tanganya didepan dada dan menolehkan mukanya. Enggan menatap Jung Soo, Eun-Kyo menjawab perintah Jung Soo. Selalu seperti itu mendebat apa yang diucapkan Jung Soo kepadanya “tidak mau, aku akan kembali ke rumah sakit”

Sambil masih dengan sikap seperti itu, Eun-Kyo melangkahkan kakinya menuju pintu depan, namun belum sampai pintu tersebut Eun-Kyo merasa lengan atasnya di cekal dari belakang dan tiba-tiba Eun-Kyo merasa tubuhnya terhuyung kebelakang, seketika Eun-Kyo mengaitkan kedua tangannya ke leher Jung Soo yang menggendongnya.. mencari pegangan untuk keseimbangan tubuhnya.

“ck.. kau ini..”

“turunkan aku Jung Soo ssi, aku bisa jalan sendiri. Aku ingin ke rumah sakit!!”

“besok pagi saja”

Eun-Kyo meronta dalam gendongan Jung Soo. Jung Soo berjalan menuju kamar mereka, membaringkan Eun-Kyo di ranjang dan mengurungnya dalam pelukan posesif. Sehingga Eun-Kyo tidak bisa pergi kema-mana. Eun-Kyo masih saja menggeliat, memberontak  dalam pelukan posesif Jung Soo. Mencoba melepaskan diri…

Jung  Soo semakin mempererat pelukannya tersebut dan mengecup leher Eun-Kyo. Hanya ingin membuat Eun-Kyo diam tidak berontak dan mencoba melepaskan diri dari pelukannya tersebut. Berhasil.. Eun-Kyo diam tidak berkutik ketika merasakan bibir Jung Soo mendarat di leher putihnya. Namun Jung Soo tidak bisa mengendalikan dirinya sehingga dia mengecup leher Eun-Kyo berkali-kali. Awalnya hanyalah kecupan ringan di leher namun semakin lama Jung Soo mulai mengigit dan menghisap leher Eun-Kyo, menimbulkan tanda merah menyala.

Nafas Eun-Kyo terputus-putus, tubuhnya tidak lagi berontak ataupun diam akan bulu kuduk yang meremang ketika merasakan kecupan bibir Jung Soo. Matanya terpejam dengan Tubuh yang menggeliat dalam pelukan Jung Soo menahan geli yang merayap perlahan-lahan mengakibatkan suara itu keluar.

Jung Soo hanya tersenyum menahan geli ketika mendengar suara merdu itu meluncur dari bibir Eun-Kyo bersama dengan gairah yang perlahan-lahan melingkupi dirinya.

Kau lihat.. aku mendapatkanmu lagi sayang. kata Jung Soo

***

Pintu kamar ruang inap dimana Ryu-Jin dirawat terbuka. Hyo-Jin yang sedang duduk di samping ranjang Ryu-Jin menoleh, melihat siapa yang berkunjung berharap Eun-Kyo akan menemaninya malam ini menjaga Ryu-Jin. Harapannya pupus seketika ketika melihat Il Woo berjalan ke arahnya. Berdiri tepat disampingnya dan menatap memperhatikan Ryu-Jin seperti… entahlah, untuk yang satu itu Hyo-Jin tidak tahu jawabannya. Il Woo tidak berpakaian formal seperti biasanya, hanya kemeja dan celana jins. Cukup membuat gejolak dalam diri Hyo-Jin.

“sepertinya anak itu sangat penting sekali untukmu Hyo-Jin ssi”

Hyo-Jin mendengus sebal ke arah Il Woo. Hyo-Jin yakin Il Woo tidak  menyukai anak-anak sekalipun. Dia kan iblis, mana mungkin iblis memiliki sifat menyayangi? “dia keponakanku namanya Ryu-Jin.. Park Ryu-Jin. Dan untuk apa kau kemari”

“tidak boleh? Aku hanya mengantarkanmu makanan. Aku yakin kau belum makan malam, benarkan?” Il Woo mengangkat bawaanya tepat di depan mata Hyo-Jin. Menunjukkan dua bungkus makanan yang masih hangat, Hyo-Jin masih bisa mencium baunya. Hyo-Jin memang belum makan semenjak siang tadi, harinya sangat berat, tidak ada waktu untuk makan. Dan oleh karena itu, saat ini perutnya berontak untuk diisi namun Hyo-Jin gengsi sama sekali. Mana mungkin dia makan makanan yang dibawakan musuhnya?

“terima kasih”

“makan Hyo-Jin ssi sekarang” Il Woo menggeram marah melihat sikap Hyo-Jin yang acuh tak acuh kepadanya.

“nanti saja”

“duduk disini dan makanlah sekarang atau aku akan menyeretmu pulang, makan dan istirahat di apartemenku” ancam Il Woo

Hyo-Jin memutar matanya, mendengus kesal dan beranjak berdiri untuk menghampiri Il Woo. Hyo-Jin sebal karena ada seseorang yang bisa dan berani mengatur hidupnya seperti itu. Apalagi yang mengaturnya adalah musuhnya dimana Hyo-Jin menyerahkan dirinya dengan sukarela kepada Il Woo.

“baik.. baik.. aku makan, mana makanannya”

“aku yang suapi, tanganmu kotor” ucap Il Woo. Hyo-Jin hanya menuruti permintaan Il Woo, walaupun di dalam hatinya dia sangat menyukai di perlakukan seperti anak kecil. Dengan telaten Il Woo menyuapi Hyo-Jin, memberikan minum dan menyapu bibirnya jika ada remah-remah makanan yang tertinggal di sekitar bibirnya.

Setelah makanannya habis, Hyo-Jin merasa mengantuk. Pandanganya perlahan-lahan kabur. Il Woo yang melihat tingkah Hyo-Jin dengan segera menarik Hyo-Jin ke pangkuannya, memeluk  Hyo-Jin dengan erat sambil mengusap punggungnya dengan lembut. Tidak butuh waktu lama untuk Hyo-Jin pergi ke alam mimpi.

“maaf sayang, aku harus memasukan obat tidur dalam minumanmu. Kau butuh istirahat, biar aku yang menjaga keponakan kita. Aku tidak mau kau jatuh sakit karena menjaganya terlalu berlebihan”

***

Eun-Kyo berbaring telanjang dengan salah satu tangan Jung Soo yang melingkari pinggangnya dengan posesif. Mengelus perut Eun-Kyo perlahan. Raut wajah Eun-Kyo cemberut masam, dia sebal karena Jung Soo berhasil mendapatkannya lagi. Apalagi bila dihitung semenjak pertemuan pertama mereka hingga sekarang sudah 2 kali mereka bercinta. Apa sebegitu mudahnya seorang Park Eun-Kyo untuk jatuh dan takluk dibawah pesona Park Jung Soo?

Eun-Kyo menaikkan selimut yang melorot. Dia tidak mau Jung Soo melihat tubuh telanjangnya  dan kemudian mereka akan berlanjut lagi ke ronde berikutnya.

“aku mau menjaga Ryu-Jin di rumah sakit”

Mendengar perkataan Eun-Kyo tersebut, secara spontan Jung Soo menarik Eun-Kyo ke tubuhnya. Membuat sengatan kecil di kulit mereka yang berada di balik selimut itu. Jung Soo senang.. sangat senang ketika mencium aroma tubuh Eun-Kyo yang tercampur dengan aroma tubuhnya. Sekali lagi dia mendapatkan Eun-Kyo. Jung Soo mengangkat kepalanya sedikit untuk melihat Eun-Kyo. Jung Soo menyanggah kepalanya dengan salah satu tangannya yang membentuk sudut 45 derajat.

“besok pagi saja, aku janji padamu aku sendiri yang akan mengantarmu menemui anak kita”

“anakku!!” ralat Eun-Kyo segera. Jung Soo mendengus kesal akan kalimat yang terlontar dari mulut Eun-Kyo.

Jika tidak ada aku yang menyumbangkan benihku di rahimmu, Ryu-Jin juga tidak akan pernah hadir di dunia ini

“Kyo~ya jangan mulai debat lagi denganku, oke!!”

“tapi Ryu-Jin memang anakku, milikku pribadi.”

“baiklah.. baiklah.. sekarang pejamkan matamu dan tidur. Atau kau mau melanjutkan yang tadi?”

“tidak akan!!”

Jung Soo terkekeh geli dengan sikap Eun-Kyo. Dan yang bisa diperbuat Eun-Kyo mengatasi sikap Jung Soo hanyalah diam dan mencoba memejamkan matanya untuk tidur. Hati dan pikirannya tidak tenang sama sekali memikirkan Ryu-Jin. Bagaimana dia disana? Apakah Ryu-Jin sudah sadar dan mencarinya? Pikiran itu terus bergelayut dalam otaknya hingga Eun-Kyo lelah dan tertidur memunggungi Jung Soo yang memeluknya.

***

Matahari pagi bersinar dengan lembut  memasuki kamar pribadi Jung Soo dan Eun-Kyo. Kamar itu bernuansa putih dengan kaca hitam besar yang melingkupinya, pemandangan dari luar yang ditumbuhi bunga-bunga adalah pemandangan pertama yang bisa dilihat ketika berdiri tepat di depan kaca tersebut.

Matahari menyorot tepat di kedua manusia yang tengah tertidur lelap, sangat tidak terganggu dengan sinar matahari yang menyapa mereka. Sang wanita terlebih dahulu menggeliat mencari posisi yang nyaman dalam tidurnya, namun sinar matahari yang menyorot tepat di matanya membuat si wanita mau tidak mau membuka matanya. Mengeryit dan mengangkat salah satu tanganya untuk menghalau sinar matahari tersebut. Tiba-tiba si wanita merasakan kecupan lembut di bahu dan lehernya. Merasakan tubuhnya di tarik hingga menempel dengan si pria, walaupun mereka sudah sangat dekat hingga tidak ada celah lagi bagi si wanita untuk bergerak. Si wanita merasakan hembusan nafas yang hangat di lehernya. Nikmat dan menenangkan.

“kau sudah bangun Jung Soo ssi?” tanyanya

“belum..”

“ya!! Belum apanya, kau sudah bisa membalas pertanyaanku. Itu artinya kau sudah bangun dan sadar sepenuhnya. Ayo cepat bangun” gertak Eun-Kyo.

“ish.. kenapa mataharinya cepat sekali muncul. Aku belum puas memelukmu, nanti saja bangunnya iya?” mohon Jung Soo

“tidak bisa, kau sudah semalamam memelukku. Hingga aku tidak bisa bergerak leluasa. Ryu-Jin menungguku di rumah sakit”

“ah.. benar, aku tidak sadar bila saat ini aku telah memiliki seorang putra yang tampan”

“ne.. sekarang lepaskan tanganmu ini dari atas tubuhku” perintah Eun-Kyo.

“iya.. iya cerewet sekali” gumam Jung Soo

“apa kau bilang?” tanya Eun-Kyo dengan raut wajah marah dan mata yang menyelidik Jung Soo.

“tidak ada, cepat sana mandi atau kau mau berlama-lama di sini dan bercumbu denganku lagi”

“mimpi saja kau!!” teriak Eun-Kyo sambil terbirit-birit lari ke kamar mandi dengan keadaan telanjang.

“hah.. selalu saja menolak padahal pada akhirnya kau  selalu menyerah dan menikmatinya. Dasar wanita” gumam Jung Soo, berkata sendiri dengan tangan yang dilipat diatas menyanggah kepalanya.

Dia memutar kembali kejadian manis semalam, efek sentuhannya kepada Eun-Kyo. Reaksi yang dibuatnya, erangan. Semuanya masih melekat di memorinya dan akan selalu tersimpan sebagai salah satu kenangan terindah di otaknya. Ryu-Jin, Eun-Kyo mereka adalah harta yang berharga untuk Jung Soo dan dia berjanji akan menjaga mereka. membuat keluarganya menjadi bahagia. Itulah prioritas utama hidupnya sekarang.

***

Jung Soo dan Eun-Kyo tiba di rumah sakit. Mengeryit heran ketika melihat Hyo-Jin tidur diatas sofa rumah sakit dalam keadaan meringkuk di pelukan seorang pria. Dan jelas-jelas Hyo-Jin sangat menikmatinya. Terbukti dari kelakuan keduanya yang belum terjaga sama sekali dari tidurnya padahal matahari telah terbit sejak tadi.

“ya.. Hyo-Jin~ah aku memintamu menjaga Ryu-Jin, bukan berbuat mesum disini. Bangun kau!!”

Hyo-Jin menggeliat malas. Dia masih sangat ngantuk, entah apa yang dilakukannya semalam hingga membuatnya terlalu lelah. Hyo-Jin merasa sepasang tangan memeluknya erat. Ketika pertama kali Hyo-Jin membuka mata yang pertama dilihatnya adalah sebuah dada seseorang. Dada itu terlalu bidang dan nyaman untuk menjadi tempat bersandarnya. Kemudian perlahan-lahan sesuatu menggelitik hidungnya, wangi yang disukainya. Bau tubuh Il Woo yang bercampur aroma cologne.

“Lee Hyo-Jin..”

Suara itu kembali masuk ke telinganya, suara yang sangat familiar. Hyo-Jin tiba-tiba terduduk dan melihat seseorang yang tidur disebelahnya adalah Il Woo. Jung Il Woo.  Untuk apa pria ini repot-repot menemaninya menjaga Ryu-Jin? Bukankah dia tidak menyukai anak kecil sama sekali? Batin Hyo-Jin. Mata Hyo-Jin kembali terarah ke arah ranjang Ryu-Jin dimana seorang pria berdiri tepat disebelahnya dan terkikik geli melihat pemandangan ini. awas kau oppa!! Geram Hyo-Jin.

Wanita itu masih berdiri di depan Hyo-Jin dengan tangan yang diletakkan di pinggang.

“eonni, kapan datang?” pertanyaan bodoh batin Hyo-Jin

“dari tadi, dan terkejut melihat pemandangan yang aku temukan” jawab Eun-Kyo enteng dan tenang namun ketenangannya itu malah membuat Hyo-Jin merinding takut.

“aku bisa menjelaskannya eonni, bahkan kalau perlu aku bisa menceritakannya” bela Hyo-Jin.

“sudahlah sayang, mereka sudah dewasa”  timpal Jung Soo

Eun-Kyo menoleh kepada Jung Soo sebentar sebelum kembali lagi mengalihkan tatapanya pada Hyo-Jin “diam kau. Ini urusanku dengan adik nakalku ini”

“aku tidak nakal eonni… sepertinya kalian sudah baikan” ujar Hyo-Jin cemberut dan melontarkan pernyataan kepada Eun-Kyo, berharap Eun-Kyo membalas pernyataannya itu. namun sepertinya usaha Hyo-Jin sia-sia saja. Eun-Kyo tidak mempan dengan jurus Hyo-Jin yang satu itu. Sial.

“jangan berusaha mengalihkan pembicaraan. Siapa laki-laki itu? pacarmu?”

“ck.. bukan. Ya!! Jung Il Woo sampai kapan kau mau tidur terus hah. Kau tidak mau membelaku?” geram Hyo-Jin marah. Hyo-Jin merasa sebagai seseorang yang ketahuan berbuat yang tidak bermoral di tempat umum.

Il Woo menggeliat malas, melihat Hyo-Jin yang terduduk cemberut dengan rambut berantakan khas wanita bangun tidur. Inikah pemandangan yang akan dilihatnya setiap pagi? Menyenangkan. Batin Il Woo.

“aku sudah bangun dari tadi. Bahkan sebelum suara cempreng wanita itu menggema di ruangan ini” jawab Il Woo cuek.

“hei.. hei yang kau maksud wanita bersuara cempreng siapa?” bela Jung Soo. Il Woo memutar matanya enggan.

“Hyo-Jin ssi ayo pulang.. kita lanjutkan dirumah saja” ucap Il Woo sambil bangkit dari sofa dan menggenggam tangan Hyo-Jin, menariknya keluar.

“mwo!! Kau mau bawa kemana adikku hah?” cegah Eun-Kyo. Seenaknya saja membawa Hyo-Jin pulang. Mereka belum menikah atau memiliki status sama sekali. Pikir Eun-Kyo

“ah.. aku belum memperkenalkan diri. Namaku Jung Il Woo. Senang berkenalan denganmu kakak ipar” ucap Il Woo. Setelah mengatakannya Il Woo langsung menyeret kembali Hyo-Jin untuk keluar dari ruangan tersebut tanpa harus repot-repot menunggu reaksi  balasan Eun-Kyo.

Eun-Kyo kaget mendengar pernyataan yang dikeluarkan Il Woo. Shock.. bahkan hingga pintu itu menutup pikirannya masih mencari maksud dari kata-kata Il Woo.

“apa dia bilang, kakak ipar? Aigoo.. aigoo!!”

***

Sepeninggal Hyo-Jin dan Il Woo, Eun-Kyo terdiam. Duduk disofa dengan mata tertuju ke arah Ryu-Jin dengan dagu yang ditompangkan diantara kedua tangannya. Dia – Ryu-Jin masih tertidur memejamkan matanya, enggan bangun. Dokter sudah masuk untuk memeriksanya, namun tidak ada perkembangan apapun. Yang bisa dilakukan Eun-Kyo hanyalah berdoa.. dan berdoa.

Jung Soo keluar membelikan makanan untuk Eun-Kyo. Semenjak pagi tadi Eun-Kyo belum makan apapun, menolak apapun yang disodorkan di depan mulutnya hanya merajuk yang dialakukannya agar diantarkan ke rumah sakit untuk bertemu Ryu-Jin.

“Kyo~ya.. makan dulu. Ini aku belikan makanan untukmu”

“aku tidak lapar..”

Jung Soo mendengus sebal, semenjak kemarin dia berdebat terus dengan Eun-Kyo. Membuatnya muak dan jengah. Kapan mereka akan berdamai?

Jung Soo berinisiatif menyuapi Eun-Kyo, jika Eun-Kyo bersikeras pada pendirianya terpaksa Jung Soo bersikap kasar kepada Eun-Kyo.

“aaa…”

Eun-Kyo menoleh kepada Jung Soo yang memegang sendok yang penuh berisi makanan. Eun-Kyo memajukan bibirnya, cemberut. Namun tetap membuka mulutnya supaya makanan itu masuk kemulutnya. Eun-Kyo tidak bermaksud meminta Jung Soo menyuapinya, perutnya lapar minta diisi dan aroma makanan tersebut menggelitik semua indera perasanya tanpa terkecuali membuat Eun-Kyo menyerah seketika.

Jung Soo tersenyum dalam hati melihat Eun-Kyo mau makan walaupun hanya sedikit. Jung Soo sedang membersihkan sisa-sisa makanan dan bermaksud membuang ke tempat sampah yang terletak diluar ruangan ketika sayup-sayup terdengar suara yang memanggilnya dengan sebutan.. appa.

Jung Soo menoleh ke arah ranjang Ryu-Jin, disana sudah ada Eun-Kyo yang berdiri tepat disampingnya.

“appa… appa… appa”

Sekali lagi Jung Soo mendengarnya, suara yang baru pertama kali didengarnya. Anak itu memanggilnya.. walaupun dengan mata yang masih terpejam anak itu memanggilnya, di alam bawah sadarnya anak itu merindukannya. Sama sepertinya..

“sayang.. ini eomma. Buka matamu nak..” titah Eun-Kyo dengan suara yang serak karena menahan airmatanya yang gagal di tahan di pelupuk mata indahnya.

“appa.. appa”

Sekali lagi suara lirih itu menggema di dalam ruangan. Di sudut Jung Soo masih diam terpaku, terlalu terkejut, dan bahagia bercampur satu di dalam dirinya. Entah keberanian darimana perlahan Jung Soo melangkahkan kedua kakinya ke arah Ryu-Jin. Menggapai tangan mungil yang lemah itu dan menggenggamnya. Jung Soo memajukan tubuhnya hingga menunduk tepat di atas Ryu-Jin, berbisik di telinga Ryu-Jin. Kata-kata yang sudah diinginkan Ryu-Jin selama ini.

“iya sayang.. ini appa” ucap Jung Soo lembut. Setitik air mata jatuh di pelupuk matanya, perasaan itu tiba-tiba menghangat. Jung Soo sedih sekaligus bahagia, bahagia karena Ryu-Jin terlalu merindukannya, sedih karena dia hampir saja membunuh putranya.

Mata mungil itu terbuka secara perlahan. Mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan dengan cahaya lampu yang tepat di atasnya. Di samping kirinya seorang wanita cantik sedang menangis melihatnya dan di samping kanannya seorang pria sedang menggenggam tanganya… hangat dan kuat. Pria itu tersenyum kepadanya dengan sangat lembut.. pria itu tampan namun ia tidak mengenalnya sama sekali. Siapa dia?

“aduh.. sakit” erang Ryu-Jin

“sayang.. sayang kau kenapa? Apa yang sakit sayang, bilang eomma? Oppa!!” ucap Eun-Kyo panik

***

Beberapa jam kemudian Ryu-Jin sudah baik. Saat ini Ryu-Jin sedang bercengkrama dengan Eun-Kyo, bersenda  gurau. Sesekali kekehan renyah keluar dari mulut mungilnya tersebut. Jung Soo duduk di sofa mengamati Ryu-Jin dan Eun-Kyo yang sedang bersenda gurau, keluarga kecilnya telah kembali.

“eomma.. siapa ahjjusi itu?” tanya Ryu-Jin

“menurutmu?”

“jangan main tebak-tebakan denganku eomma, jawab saja pertanyaanku”

“hei.. jagoan apa eommamu tidak pernah menceritakan siapa appamu?” tanya Jung Soo tiba-tiba tertarik dengan topik yang baru mulai dibahas. Eun-Kyo yang duduk di ranjang sebelah Ryu-Jin hanya bisa menelan ludah. Usahanya selama ini akan sia-sia.. semuanya akan terbongkar saat ini. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Eun-Kyo.. berakhir  semuanya sudah berakhir.

“ani.. eomma selalu mengatakan padaku kalau appa sibuk bekerja. Ahjjusi siapa sebenarnya?” jawab Ryu-Jin lemah.

“perkenalkan aku appamu”

“mwo? Jangan bercanda denganku ahjjusi”

“tidak, aku tidak sedang bercanda denganmu. Namaku Park Jung Soo. Nama appamu Park Jung Soo bukan, itu aku”

Ryu-Jin mengerjapkan matanya beberapa kali, menilai lelaki yang berdiri di depanya. Matanya kemudian beralih menatap Eun-Kyo meminta kepastian, namun sepertinya wanita itu enggan mengatakan apapun.. diam seribu bahasa.

“eomma.. apakah nama appaku itu Park Jung Soo?”

“ya!! Kyo~ya kau tega sekali padanya, namaku saja dia tidak tahu” ucap Jung Soo sedikit marah. Bagaimana tidak, Eun-Kyo berusaha tidak mengenalkan siapa ayahnya kepada Ryu-Jin. Jangankan ayahnya, nama ayahnya pun tidak diketahui oleh Ryu-Jin. Eun-Kyo tega sekali pada Jung Soo.

“eomma.. jawab pertanyaanku jangan diam saja. Apa benar ahjjusi ini appa Ryu-Jin?”

Sekali lagi Eun-Kyo menelan ludah. Semua mata tertuju padanya, menunggu Eun-Kyo membuka suaranya. Mereka berdua menunggu sepatah kata yang sangat berarti.. apakah itu sebuah kebohongan atau sebuah kejujuran.

“ne Ryu-Jin~ah.. dia appamu. Ne Ryu-Jin~ah nama appamu Park Jung Soo”

Secercah kebahagiaan melingkupi kedua bola mata mungil itu. Senang.. Rindu.. Bahagia.. Terkejut bercampur dalam satu hingga tanpa sadar Ryu-Jin menangis. Ryu-Jin merentangkan kedua tangan mungilnya yang masih sangat lemah. Jung Soo yang mengetahui pesan tersirat itu mendekat dan merengkuh tubuh mungil itu. Mendekatkannya, memeluknya dengan erat.

“appa.. Ryu-Jin rindu appa”

“appa juga rindu Ryu-Jin”

Jung Soo melepaskan pelukan erat Ryu-Jin dan menghapus airmata yang masih menggenang di kedua mata Ryu-Jin. Tersenyum kearah Ryu-Jin. Di sampingnya Eun-Kyo hanya terdiam seribu bahasa melihat pertemuan itu, bingung dengan perasaanya bahagia atau tidak sama sekali.

“appa kenapa baru mengunjungi Ryu-Jin sekarang? Waktu Ryu-Jin ulang tahun kenapa appa tidak datang? Appa juga tidak mengirimi Ryu-Jin hadiah. Kata eomma appa sangat sibuk, benarkah?” tanya Ryu-Jin bersemangat.

“mian.. appa baru bisa mengunjungimu sekarang. Appa sangat sibuk sekali. Untuk masalah hadiah appa akan memberikanmu hadiah yang banyak. Kau mau apa?”

Ryu-Jin memutar kedua bola matanya. Berpikir apa yang diinginkannya. Sesuatu yang sangat berharga dan dimiliki Kirei. Ryu-Jin sudah lama menginginkan apa yang dimiliki Kirei, namun bingung harus meminta kepada siapa.

“ehmmmm.. adik. Aku mau adik. Berikan aku adik appa” jawab Ryu-Jin dengan senyum lebar menghiasi bibirnya.

“ya!! Jangan meminta yang aneh-aneh kepada appamu Ryu-Jin~ah” apa-apaan maksud Ryu-Jin meminta adik kepada oppa? Batin Eun-Kyo. Wajah Eun-Kyo sudah tidak karuan merah menahan marah dan malu. Eun-Kyo tidak habis pikir bagaimana Ryu-Jin meminta hadiah yang bukan-bukan kepada Jung Soo.

“apa itu sulit appa?” ucap Ryu-Jin cemberut, dengan bibir maju kedepan.

“ani. Tidak sulit sama sekali. Tapi eomma harus membantu appa untuk memberikanmu adik” jawab Jung Soo dengan senyum dikulum. Tentu saja itu tidak sulit malah menyenangkan untuknya. Di pikiran Jung Soo saat ini adalah melaksanakan proyek tersebut dengan Eun-Kyo. Pasti mengasyikan. Terbentang di depan mata Jung Soo setiap malam pasti sangat indah, lebih indah dari malam-malam sebelumnya.

“shireo!!” jawab Eun-Kyo cepat.

“kalau eomma tidak mau, biar Ryu-Jin saja yang membantu appa. Bagaimana?” tanya Ryu-Jin dengan mata mengerjap meminta persetujuan.

“inikan hadiah untuk Ryu-Jin, kalau Ryu-Jin ikut membantu namanya bukan hadiah lagi. Biar eomma dan appa saja  yang menyiapkannya” Jawab Jung Soo dengan lembut.

“baiklah.. apa besok aku bisa mendapatkan adikku?” tanya Ryu-Jin.

Anak ini sangat cerdas. Batin Jung Soo

“tidak semudah itu sayang. Butuh waktu yang sangat lama”

“wah.. lama sekali. Apakah adikku akan tampan seperti aku?”

“tentu saja. Akan tampan seperti appa dan kau”

“kalau begitu berapa lama appa, berapa lama aku harus menunggunya?”

“errr.. 9 bulan” jawab Jung Soo sedikit mengeryit tidak pasti. Tentu saja dia tidak bisa menjanjikan kapan Eun-Kyo hamil, jika tuhan belum mengizinkan Eun-Kyo hamil. Apa yang akan diperbuat Jung Soo untuk menghadapi anak laki-lakinya yang kritis ini.

“lama sekali.. tapi appa janji akan memberikan aku adik yang lucu”

“janji”

“ya.. jangan menjanjikan sesuatu yang belum pasti kepada Ryu-Jin” cecar Eun-Kyo

“sayang.. kita akan berusaha mengabulkan permintaan Ryu-Jin” ucap Jung Soo sambil mengerling nakal ke arah Eun-Kyo.

***

Beberapa minggu ini  mereka seperti keluarga yang bahagia. Ayah, ibu dan anak. Tampak damai tanpa masalah apapun. Jung Soo dan Eun-Kyo menjaga Ryu-Jin setiap hari. Memenuhi kebutuhan Ryu-Jin. Walaupun Ryu-Jin harus menjalani terapi untuk membantu pemulihannya, mereka melaluinya bersama-sama. Membuat Ryu-Jin tidak merasakan apa-apa saat terapi. Yang Ryu-Jin rasakan adalah bahagia, ayah dan ibunya selalu disampingnya setiap saat. Selalu ada saat Ryu-Jin membutukannya.

Sekarang Ryu-Jin sudah sehat benar, walaupun harus menjalani beberapa terapi terakhir, Ryu-Jin diperbolehkan pulang ke rumah. Sudah 2 minggu Jung Soo pergi karena urusan pekerjaan di luar negeri. Dia terlalu meninggalkan pekerjaannya demi memperhatikan Ryu-Jin. Dengan berat hati Jung Soo pergi dengan tangisan dari Ryu-Jin. Anak itu sudah dekat dengan Jung Soo.. terlalu dekat. Hingga dia tidak ingin Jung Soo beranjak sedkit pun dari sisinya. Takut Jung Soo tidak akan pernah menemuinya lagi.

Ryu-Jin baru saja terlelap tidur, Hyo-Jin dan Eun-Kyo memutuskan untuk meminum kopi di kafetaria dengan sedkit perbincangan.

“eonni apa kau yakin dengan rencanamu?” tanya Hyo-Jin hati-hati. Besok Ryu-Jin sudah diperbolehkan untuk pulang, dan Eun-Kyo bermaksud membawa anak itu keluar dari ruang pesakitan segera. Administrasi barusaja diselesaikannya dan rencana itu sudah disusun matang-matang olehnya. Eun-Kyo meminta bantuan Hyo-Jin untuk merealisasikannya. Berharap Hyo-Jin akan membantunya.

“tentu saja. Aku titipkan perusahaan kepadamu dan jangan pernah katakan apapun kepadanya Hyo-Jin~ah”

***

Jung Soo melangkah dengan pasti dan wajah yang tersenyum bahagia. Di tangannya ada beberapa bingkisan yang dibelikannya untuk Ryu-Jin saat dia berada di luar negeri. Beberapa mainan dengan keluaran terbaru.

Senyum sumringah tidak lepas dari wajahnya membayangkan reaksi Ryu-Jin menerima hadiah yang melimpah ruah darinya. Masih teringat jelas saat Jung Soo berpamitan dengan Ryu-Jin, wajah sedih dan airmatanya. Jung Soo tidak tega meninggalkannya. Namun mau bagaimana lagi itu pekerjaannya.  Kalau sampai perusahaannya merugi dan bangkrut, mau makan apa anak dan istrinya nanti.

Jung Soo tiba di depan pintu ruang rawat Ryu-Jin. Kembali tersenyum, anak itu pasti terkejut. Kemarin saat di telepon Jung Soo sempat berbohong mengatakan kepulangannya masih sangat lama dan belum pasti. Sedikit terkekeh geli ketika mendengar anak itu merajuk kepadanya agar segera pulang, dengan hadiah yang dimintannya tempo lalu… adik.

Jung Soo harus segera menjalankan program itu dengan Eun-Kyo. Kalau perlu mereka akan pergi berbulan madu. Iya..  jika Ryu-Jin sudah sembuh, Jung Soo akan mengajak Eun-Kyo berbulan madu, menghadiahkan adik yang tampan untuk Ryu-Jin.

“Ryu-Jin, appa…” perkataan Jung Soo terhenti ketika melihat hanya seorang seorang suster yang sedang merapikan ranjang.  Melepas sprei putih tersebut dan bantalnya. Jung Soo terdiam, mengingat pembicaraan dengan Eun-Kyo kemarin apakah Ryu-Jin hari ini sudah diijinkan pulang atau belum? Namun seingatnya tidak. Eun-Kyo hanya mengatakan terapi Ryu-Jin sudah membuahkan hasil. Walaupun perlahan-lahan  Ryu-Jin sudah bisa berjalan.

“maaf anda mencari siapa?” tanya suster tersebut, mengembalikan pikiran Jung Soo ke masa ini.

“pasien kamar ini kemana suster?”

“pasien ini sudah pulang dari pagi tadi, maaf ruangan ini akan dibersihkan”

Jung Soo mengambil ponselnya. Menelepon Eun-Kyo. Bertanya dimana mereka sekarang. Namun tidak ada jawaban bahkan operator mengatakan bahwa nomor Eun-Kyo diluar jangkauan.

Kesal Jung Soo menelepon rumahnya, mempertanyakan keberadaan Eun-Kyo dan Ryu-Jin. Namun hasil yang didapat nihil. Kesal atas jawaban yang didapat, Jung Soo mengambil inisiatif untuk keperusahaan Hwang. Tempat dimana Jung Soo mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika tidak ada Eun-Kyo, setidaknya dia mendapatkan kabar keberadaan Eun-Kyo dari karyawannya. Tidak mungkin Eun-Kyo mangkir dari pekerjaannya tanpa ada keterangan apapun.

Bahkan saat dirumah sakitpun, Eun-Kyo tetap berkomunikasi dengan sekretarisnya. Memberikan perintah apa yang harus dikerjakannya dan mengirimkan laporan segera ke email Eun-Kyo. Jadi tidak ada alasan untuk wanita itu menelantarkan pekerjaanya.

Jung Soo telah sampai diperusahaan Hwang. Dengan segera berjalan ke lift, naik menuju dimana ruangan Eun-Kyo berada. Bahkan ketika berada di lantai dimana ruangan Eun-Kyo berada, Jung Soo langsung membuka pintu ruangan. Tidak menggubris perkataan sekretaris Eun-Kyo.

Terkejut ketika yang dijumpainya tidak sesuai harapannya. Yang duduk disana bukanlah Eun-Kyo sesuai waktu itu. Bukan Eun-Kyo yang menyambutnya dengan tatapan dingin dan tenang dan bukan Eun-Kyo yang memimpin perusahaan ini.

“ah..oppa, ada apa kemari?” tanya Hyo-Jin tenang tanpa masalah apapun.

“dimana eonnimu Hyo-Jin ssi”

TBC

Note : Akhirnya anak saya ketemu ama bapaknya… *senang sekaligus cengo* Tapi emak dimana-mana Eun Kyo pasrah mulu yak? *ketawa Spongebob*. Alu biingung harus komen apa, apa aku melarikan diri lagi? Wadaw, Eun Kyo memang yah, ngeyel banget… ok lah kalo begitu, ni cepet-cepet publish takut mati lampu lagi…

102 responses »

  1. Hadeh di Emak bener2 minta tendang..
    #digeplak Fika Eon..
    Kerjaannya kabur mulu kaya anak kecil..
    OMG tega bener menghapus senyum Ryu Jin..
    Ayo Jung Soo brusaha lebih keras lg..
    Kembalikan kepercayaan Eun Kyo..
    Hwaiting..
    Kkkkk..
    Next partnya slalu ditunggu..
    Hohohoho..

    • Lari-larian kayak film india iya.. hihi
      Ayoo dukung teukppa buat mengembalikan kepercayaan eunkyo.
      Butuh seribu koin peduli teukppa ga?

  2. hiyyaaaa…. didepan aku sampe ketawa2 gak jelas.. tapi dibelakang deg2an! haduhh jahat deh karakter kyo eon disini.. kasian ryu-jin baru juga ketemu sama appanya.. huftt.. ditunggu next part mudah2an semuanya jelas dan berhujung happily ever after.. amien..🙂

  3. haaaaa… T.T
    Udah bagus2 mereka bertiga ketemu…
    Knp EunKyo eonni pake kabur bawa RyuJin sih?? *maaf ya Fika eonni wkwk ._.v*
    Haaaa….
    Mereka cepet2 jadi keluarga yg harmonis kek…
    EunKyo eonni sama Jungsoo oppa ayolah berdamai.. Demi RyuJin….

    Nice FF ‘-‘)b

  4. Eonni..
    Tega sekali dirimu..
    Pergi..
    Tapi sadarlah eonni, kemanapun dirimu jung so akan menemukanmu..haha
    il woo dan hyo jin..
    Suka caranya il woo,, buat meleleh..

  5. Udah lamaaa nunggu FF inni publish ^^
    Akhirnya…..Ryu Jin ketemu appanya….seneng bangets….terharu,,,, tapi koq Cuma sebentar T___T???
    Adduhh Onnie kemana sech bikin penasaran???
    Wow,,,, koq bisa yaaa Hyo Jin langsung dekettt gtu ama Jung II Woo….tapi aku suka kisah mereka…
    Ohh ya Onnie Novie ( Lavender ) aku minta soft copy novelnya donk….
    zakila_potter@rocketmail.com….
    FF ini untuk part selanjutnya moga lebbih panjang yaaa….. kalo serru gak diragukan dech,,,, onnie,,,,aku sukaa tulisanmu….

  6. Kyaaaaaa Eunkyo jahaaaattt masa Ryujin baru ketemu Appanya udh hrs dipisahin lg sih😥

    Jungsoo oppa yg sabar yaa dirimu ngadepin Eunkyo eonnie ^^..ceritanya makin kesini makin gregetan deh kkkkk

  7. Maaf iya all aku telat ngirim ke vika eonni, yang berakibat telat publish hampir 1 bulan. Keasikan liburan tahun baru ditambah ngurus PPL/magang…
    Tapi aku bakalan tetap berusaha nyelesain ff nya..

    Semoga masih ada yang suka sama ff ini
    Gomawo ^^

  8. Itu eon kyo kemana??
    aku kira eon kyo uda mulai bisa nerima jung so -___-
    seneng bgt padahal pas mereka bertiga ngumpul :’
    awaited next part ^^

  9. haaah , padahal udah seneng” mereka udah bisa balik lgi , tp kok eunkyo mlah peri sihh ??

    ahh , kok aku ngerasa disini ryujinnya gak imut ya ?? kyak bukan anak tk . ahh tp itu pndapatku , overall DAEBAAAKKK !!!!

  10. Akhirnya nongol juga si ajjushi mesum..haha

    cengar cengir baca awalnya,lah makin kebawah malah jadi deg2an..jan,eun kyo mau ngapain lagi tu????

  11. Yeeeee……………. akhirnya publish🙂
    seneng akhirnya Ryujin ketemu ma appa nya…….
    tp knp Eun Kyo nich…… pergi kmn lagi nich…………… Waahhhhh tambah seru
    ditunggu part berikutnya…….:)

  12. Ikut senang bareng onnie karena anaknya udag ketemu sama bapaknya, tapi langsung jleeeb pas eunkyo ngilang lagi. Buehehehehe, emang eunkyo, apapu yang terjadi ga bisa nolak ‘gairahnya’ jungsoo ya #plakplak *ditabokin fika onnie*

    ryu jin minta hadiah yang menyenangkan buat bapaknya, apalagi emaknya seneng kuadrat sama permintaan anaknya #hahahhahaha *ketawa mesum bareng hyukjae*

    wisssssh, il woo ma hyo jin asoooy geboy, tidur sambil pelukan di sofa rumah sakit, tapi momentnya mereka sedikit ya.

    Part selanjutnya agak panjang dikit ya, novie. Minimal 50 halaman #gubrak

  13. kyaa…. seneng akhirnya mereka bisa ketemu, aku terharu pas pertemuan mereka T.T ryujin bener2 merindukan appanya.. dan itu aaarrhh eonni eunkyo kenapa kabur lagi? gak cape apa kasian kan ryujin >,< semoga eonnni hamil lagi😀

  14. Baru juga ketemu RyuJin udah disuruh ninggalin Jungsoo aja (˘_˘”)
    Mereka kan baru merencanakan mau punya adih haha
    Karakter eunkyo disini bener2 kerasa kepala ( ̄ー ̄)Grrr…!!

    Next part nya jaangan lama2 ya😉

  15. eonni !! ini keren banget
    tp kenapa si eunkyo pergi ?? huhh jadi gak rela..

    aku suka sama kemesraannya jung il woo😀 semangat terus ya..

  16. Hiyaaaaa kependekan oenni😦
    Dr part kemaren aku baru ngerti yang bagian ill wo sama hyo jin hehe
    Dan yang soal novel juga aku baru ngerti saking penasarannya aku baca novel itu dan menurut aku beda ko sama novel itu hehe ayo lanjutkan aku menunggu part2 selanjutnya
    Dengan segala hormat yang bagian nya ryu jin mungkin kata2 nya aga diperhalus atau aga lebih di tekankan kepada kata2 seorang anak kecil nya hehe oke maaf komennya kepanjangan🙂

  17. Eun kyo, kenapa kabur lagi?
    Kasian ryu jin baru ketemu appa’y.
    Jung soo semangat ya, semoga bisa menemukan kembali keluarga kecil’mu🙂
    Pasangan woojin makin mesra aja nih. Hehe
    Tetep yaa… Masalah boleh pelik, tp eun kyo akan selalu berakhir di ranjang jung soo ^_~
    Wkwkwk
    Di tunggu part 8.
    Fighting🙂

  18. kirain unni eunkyo udah nerima jungsoo oppa sepenuhnya,, eh ternyata masih belum ._.
    Hyo jin belum tau kalo il woo suaminya ya kan? aku penasaran sama kelanjutan couple ini ;A;

    kuraaang panjang kak hehe..😄 di tunggu next partnya ^^

  19. Ya allah kenapa kayak gne lagi sih???kapan semuanya kumpul dan berbahagia!! Arrrggghh menyebalkan!!
    Kasian ryu jin!!
    Ahh oenni,,part il wo+ hyo jinnya ditambahin ya..ini tll pendek unt part mrka😀
    post yg slanjutnya jgn lama2 oenni!

  20. .knpa haruz adha acra kbur sih eunkyo unni
    apa ghag kshn ama ryujin,bru ajha ktemu appa.x skrng mlh mau di pshn
    unni jhat,kshn jungsoo oppa

  21. akhirnya, bisa kumpul lagi😀
    Tapi kok sekarang pisah lagi? Eunkyo eonni, pikirkanlah Ryujin, jangan ego eonni. ceritanya daebak, bikin penasaran. lanjuut~!!

  22. Haduuuuh eunkyo kepalanya batu bgt yakk aish jadinya nyebelin #PLAKK ahh semoga hyojin nya jadi penghianat eunkyo trus ngasih tau jungsoo dimana eunkyo. Terus juga semoga eunkyo cepet dapet hidayah. Buat bisanerima jungsoo. Ini sumpah bener2 kesiam ryujinnya. Hiks ahh part selanjutnya aku tunggu ya. Hehehe, aku suka ff ini. dan apa ini saya suka bgt bgt scene hyojim sama il woo mumumu~

  23. Eonni tega sekali dirimu pergi..
    Tapi tenang..
    Kemanapun eonni pergi, jung so akn mnemukanmu..
    Hehe
    il woo dan hyo jin buat aku meleleh..
    Suka dg cara il woo mmperlakukan hyo jin..
    Ditunggu part berikutnya secepatnya eonni..

  24. wah, udah publish ternyata, hehe
    makin seru aja, pas awal baca senyum2 ga jelas, hahaha
    yah ko’ pisah lagi TT bagaimanapun juga jung soo oppa pasti bisa ngasih kado yg diinginkan ryu jin, hehe
    semangat untuk lanjutannya yaa ^^

  25. Eonnie emang suka ribet sendiri ya. Bikin gemes. -___-
    Penceritaannya di part ini aku suka. Ringan dan enak di ikuti. Ngalir gt. Dan Abangku yg keren, si Jung Il Woo. . .kyaaa so swit bnget dah.
    Aku suka skinshipnyaaa. TeuKyo mesum nistah. Sukak. Eum, tp aku rada gak dmen pas Oppa blng “tidak bisa, aku terlalu merindukanmu
    terutama tubuhmu”
    Hiks Oppa kok fokus ke kebutuhan yg itu sih. Terutama tubuh eonnie masaaa. Oppa mesum ah.
    Oh iya, Ryu celetukannya polos. Kyaaa aku suka.
    Eun Kyo eonnie kbur lg? ckck. Pengen jadi ninja kayaknya.

  26. aaa~ senyum bahagiaa
    akhir’a sang anak aka ryu jin bertemu appa’a
    itu jugaa il woo oppa , lama” Q sukaa sm dia*Plakk
    okeee skrang eun kyo eonni kmna lagii ? ngilang muluu
    apa dia mau kabur lagi dari si oppa ??

  27. yahhhh jgn2 eun kyo minta bantuan hyojin itu buat dia menghilang sama Ryu jin n pergi lg dari hidup jungsoo….
    yahhhh eun kyo knp berbuat gt sih bgilabg lagi,,,, kasian Ryu jin padahal baru ketemu n sama2 ma appa y,,,, walaupun agak sebel sih sikap y jungsoo ke eun kyo kyk gt jadi y kyk jungsoo beranggapan mudah krn tau kelemahan eun kyo…..
    eunkyo kemana????? jungsoo sih mesum mulu ma eun kyo….

  28. ini jg trmasuk ff yg ditunggu2
    2 couple yg aku sukaa
    Tp ilwoo cuma dikiiitt
    hehe
    Pesona jungsoo emang gk dragukan
    Semarah apapun eun kyo,pasti meleleh
    Dan jungsoo mulai gencatan senjata deketin ryu jin
    Kekeke

  29. Memang pesonanya teukppa slalu bisa bikin eunkyo lu2h y, apapun kondisinya.. Jd seneng deh ma il woo-hyo jin, tp d sini part mereka g banyak.. Kasian teukppa ma ryu jin, br ktmu trus lg bahagia d pisahin.T_T. Chingu,, keegoisannya eunkyo d kurangin donk dikit2, walaupun judulnya egoistic. Hehehe..

  30. Mian baru bisa komen eon,, eunkyo tetep aja keras kepala walaupun selalu pasrah (?) mau d bawa kmn lg itu ryujin?? D umpetin lg kah?? Ni ff bner bikin penasaran,, tp tetep seru..

  31. knpa oh kenapa eunkyo kbur lagi… junsoonya jdi mendrita lagi khan yah. ryu jin jga jgn mau dbwa kmana2 ma ommanya mank g mau punya appa lagi huewww.

    wih ill woo mkin kmari makin romantis walau suka maksa, tpi Q suka sekali lanjutin sgera park couple hrus bersama lagi yah.. yah… yah…

  32. telaaaaaaaat baca T.T
    padahal udah mesra-mesra
    eeeh Eunkyo kabur lagi!!!!!!!!!!
    kasian sie Ryujin baru aja seneng ketemu appanya
    mudahan Eunkyo hamil supaya pulang lagi
    kasian Junsoo bisa depresi ditinggal 2 kali
    seneng banget ma sifat Ilwoo
    so sweeeeeeeeeeet <3333333
    gomawo chinggu😀

    • ga apa-apa telat yang pentinga ga ditinggal kok. ditungguin.
      biasa enak tau kabur-kaburan kayak film india
      eun-kyo hamil? mudah-mudahan iya
      ah baru 2 kali belum 3 kali hehe

  33. bs2 y anak sakit, emak babeh y brcinta,, bs aja park jungsoo cari sikon y..
    euukyo bwa kabur ryu-jin, padahal ryu-jin lg bahagia2 y ketemu sama appa y.. pasti jungsoo langsung bs nemuin lg, lngsung dpt adik baru deh ryu-jin..heee
    hyo-jin ampe skrg blm tw y klo dy udh nikah sama ilwoo,klo tw gmn tuh y??? nikah tanpa sadar…
    ampe skrg aku blm tw y knpa teukyo bs pisah, ampe jungsoo jg g tw klo dy ternyata pny anak???

    • terkadang dengan seks dapat menghilangkan kepenatan masalah dunia haha.. teukyo pisah karena eunkyo pergi setelah tahu bahwa jung soo yang nabrak orangtuanya dan tidak tanggung jawab, nyuruh pengacaranya yang dateng dan tanggung jawab. terus nyokapnya ngasuh eunkyo setelah tahu eunkyo diusir dari rumah nah kemudian dijodohin buat jung soo ga suka sama eunkyo. jung soo merasa dia di anak tirikan sama mamanya.

  34. yaahh..onnie kok kabur lg si..
    Suka bgt main kucing2an..Ud baguss kluarga harmonis..
    Jgn pegi lg onni..mw onnie itu ap sihh??disayang,dperhatiin,djaga kok tak mw,klo q mahh mw bgt hihi..
    ad lucuna,gregetna..paass mantaabb..!!😀

  35. Selalu penasaran ama kisah Il Woo ama Hyo Jin.Tapi tetep gemes ama pasangan TeuKyo.Sama aja keras kepala dan egois kkk tapi anehnya Si Eun Kyo selalu mati gaya jika udah berdebat amaJung Soo.Ksihan Ryu-Jin T,T

  36. akhirnyaaa..ryu jin ketemu appa nya…
    seneng banget,aplgi wktu ryu jin minta hadiah..seorang adik..?? sprtinya itu ide yg tidk buruk,tapi apa yg eun kyo lakuin skrng..masa dya mau kabur lagi..
    gk sabr baca next part nya..segera meluncuuurr…»»»»

  37. Ya ampu eunkyo~ya emang apalagi sih rencamu itu .
    Jungsoo oppa itu sudah bahagia banget udah ketemu anaknya .
    Tp knp skrang kmu pergi lg –”

  38. Astaga, eun Kyo eonnie, knapa ninggalin oppa lg????😦
    Aisshhh…
    Tp yah, itu momment br5 d kmr rawat ryu jin bikin ngakak.
    Tp msh sdh, kan udah mw bahagia, knapa dilepan eon??😦

  39. Ok! Tuh..hadiah minta adik,ryu ada2 aja
    tp disini kyo eoni keterlaluan..masak baru bbrp hari udah minggat(?) lagi..kasian ryujin kan
    jungsoonim semangat !!

  40. knpa lgi sich sma eun kyo oenni..
    ryu jin kn skrg udh sneng ktmu appa’a knpa harus d’pisahin lgi ??

    truss gmna klo eun kyo hamil, ntar jung soo oppa lgi yg d’slahin krna gx merhatiin dy..
    jgn egois donk eun kyo oenni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s