TeuKyo Couple : EGOISTIC (Part 6)

Standar

egoistic

AUTHOR : NOVIE (Lavender)

“Menarik.. Baiklah untuk melihat seberapa patuhnya dirimu kepadaku sekarang buka seluruh pakaianmu dan kemarilah” ucap Il Woo sambil mengulurkan salah satu tangannya. Memanggil Hyo-Jin agar datang menghampirinya.

Hyo-Jin menelan ludahnya dengan susah payah. Membelalakkan matanya lurus terarah kepada Il Woo. apa yang harus dia lakukan? Pikir Hyo-Jin dalam hati. Menuruti Il Woo atau menentangnya. Hyo-Jin tidak bisa berfikir dengan benar saat ini. Hyo-Jin masih berdiri terpaku ditengah ruangan yang besar. Dipandanginya sekali lagi tangan Il Woo yang mengulur menyambutnya. Tangan itu terlihat kuat dan kokoh sekaligus menggiurkan seperti iblis.

Apa yang harus dia lakukan? Batin Hyo-Jin. Sedari tadi hatinya berkecamuk memikirkan apa yang akan Il Woo lakukan terhadapnya jika dia datang menyambut tangan itu serta mematuhi perintahnya.

“Hyo-Jin ssi kemarilah..” sekali lagi suara berat dingin Il Woo memanggilnya. Raut wajah Il Woo sulit ditebak namun terlihat dengan jelas ada senyum yang menghiasi bibir manisnya tersebut.

Dengan gemetar Hyo-Jin mengarahkan kedua tangannya naik kearah kancing kemejanya yang setengah basah kuyup akibat hujan, sesekali dia menatap kemejanya dan Il Woo bergantian lalu memutuskan untuk mengembalikan kedua tangannya lagi kesisi tubuhnya. Hyo-Jin menggelengkan kepalanya dan entah mengapa Hyo-Jin mengayunkan kedua kakinya perlahan-lahan berjalan maju mendekati Il Woo.

Hyo-Jin sudah tidak ada keberanian untuk melawan Il Woo lagi saat ini. Lenyap entah kemana. Dia nyaris meyakini bahwa keberaniannya tempo lalu untuk menentang arogansi Il Woo adalah sebuah keajaiban. Dia kehilangan harta, keberanian, dan harga diri untuk menuntut dan melawan Il Woo. Saat ini Hyo-Jin adalah wanita yang lemah dan dia membenci kenyataan itu.

Tangannya sangat dingin ketika Hyo-Jin meraih tangan hangat dan kuat milik Il Woo. Hyo-Jin mengeryit dalam ketika aliran listrik mengaliri seluruh tubuhnya menjadikan gairahnya meningkat tajam. Il Woo menggenggam tangan Hyo-Jin dengan kuat membuat Hyo-Jin menatap lurus mata Il Woo mencari tahu apa yang ingin Il Woo lakukan terhadapnya.

Namun ketika Hyo-Jin menatap mata Il Woo lebih dalam dia tersentak kaget karena entah mengapa kerja jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Seakan jantungnya sendiri bisa membunuh dirinya secara perlahan-lahan karena tidak bisa mengontrol aliran darah yang mengalir di seluruh tubuhnya. Kemudian Hyo-Jin juga merasakan seolah-olah paru-parunya tidak bisa mengontrol keseimbangan antara karbon dioksida dan oksigen karena disekitarnya tidak ada persediaan oksigen yang memadai untuknya.

Apa yang terjadi denganku? Pikir Hyo-Jin.

Hyo-Jin masih menatap mata Il Woo dengan intens ketika tanpa sadar dia sudah berada di hadapan laki-laki itu. Dengan lembut Il Woo membuka kaki Hyo-Jin dengan lebar, menariknya agar duduk dipangkuan Il Woo. Ini pertama kali bagi Il Woo memperlakukan seorang wanita begitu lembut dan intim, Hyo-Jin yang pertama baginya. Dan ini juga pertama kalinya bagi Hyo-Jin diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki yang mana laki-laki tersebut adalah orang yang paling dibencinya sejagat raya.

Dalam lubuk hati Hyo-Jin terdalam dia sangat menyukai pose seperti ini, dipangku layaknya seorang ayah kepada anaknya. Dia merindukan momen momen seperti itu apalagi Hyo-Jin tidak bisa mengingat sama sekali kenangan terindah dengan ayah tercinta.

Hyo-Jin menatap Il Woo dengan tanda tanya besar mendominasi pikirannya. Dia bisa merasakan jari tangan Il Woo menjamah seluruh tubuhnya secara perlahan-lahan seolah-olah dia adalah sebuah benda yang mudah rapuh.

“apa yang kau lakukan? Bukankah kau ingin menyentuhku. Maksudku secara intim, aku pikir kau akan marah karena aku tidak menuruti perintahmu”

“aku memang ingin sekali menyentuhmu, tapi nanti ada waktunya.”

“lalu jika tidak ingin menyentuhku kenapa kau menyuruhku membuka seluruh pakaianku?”

Il Woo tersenyum menanggapi pertanyaan yang di lontarkan Hyo-Jin kepadanya. Il Woo memandang wajah Hyo-Jin yang pucat dan kedinginan namun Il Woo yakin 100% bahwa gadis dalam pelukannya ini terlalu takut terhadapnya sehingga dia tidak memerdulikan keadaanya sendiri.

Perlahan dengan pasti Il Woo membuka kancing kemeja Hyo-Jin satu persatu dan meloloskannya dari tubuh Hyo-Jin. Kemudian melemparkan kemeja tersebut dengan asal dan memeluk tubuh mungil itu dengan seluruh sikap posesifnya. Il Woo tahu gairah sedari tadi berkecamuk dalam dirinya namun Il Woo menahannya. Dia ingin menghilangkan perasaan takut di mata Hyo-Jin akan Il Woo, membuat Hyo-Jin sukarela menyerahkan diri kepadanya tanpa syarat bukan dalam keadaan terdesak seperti ini.

Lagipula itu hanyalah sebuah gairah belaka, bohong jika setiap pria didunia ini tidak menginginkan seks bahkan mereka memikirkannya setiap 30 menit sekali. Il Woo tidak hanya mengingkan tubuh Hyo-Jin saja namun semuanya.  Dia menginginkan Hyo-Jin hingga Hyo-Jin bergantung dengan Il Woo seorang tidak ada lainnya.

“kau, kenapa memelukku?”

“diamlah Hyo-Jin, kau kedinginan. Apa kau tidak sadar bajumu basah dan gigimu beradu hingga mengeluarkan suara? Itulah alasanku memintamu melepas seluruh pakain itu”

Hyo-Jin bisa mencium aroma tubuh Il Woo yang memabukkan, tubuhnya ingin merasakan belaian tangan Il Woo lebih lanjut ditambah tubuh Hyo-Jin yang setengah telanjang membuat Hyo-Jin berkeyakinan bahwa Il Woo dapat mendengar detak jantungnya yang berantakan. Di lubuk hati Hyo-Jin yang terdalam di sangat menyukai belaian tangan Il Woo yang terasa nyaman dibawah kulitnya, sesekali Il Woo mengecup puncak ubun-ubunnya.

Dia tidak seperti seorang Jung Il Woo yang kasar dan arogan. Aku harus mengajaknya berbicara. Agar dia tidak merasakan irama jantungku yang menggila. Pikir Hyo-Jin

“surat perjanjiannya?”

“aku akan mengurusnya, sekarang pejamkan matamu. Kau terlihat lelah sayang”

“tapi…”

“shuutttt…..”

Il Woo mengeratkan pelukannya kepada Hyo-Jin memberikan kehangatan dan perlindungan yang membuat Hyo-Jin nyaman dan hangat ditengah udara Seoul yang dingin.

***

Eun-Kyo sedang mengetik sesuatu di notebooknya ketika seseorang dengan kasar membuka dan membating pintu ruang kerjanya dengan sangat sopan. Eun-Kyo tidak kaget sama sekali ketika tamu tak diundangnya itu memberikan tatapan membunuh kepadanya.

Eun-Kyo duduk bersandar dikursinya. Matanya menatap mata yang dikaguminya selama ini, yang saat ini berubah menjadi tatapan iblis. Eun-Kyo tahu dengan pasti alasan pria ini mencarinya hingga kesini – kantornya.

Kau bisa menghadapinya Park Eun-Kyo. Ucap Eun-Kyo menyemangati dirinya sendiri walaupun Eun-Kyo tahu setengah hati dan dirinya menentang pikiran Eun-Kyo, dia takut ditatap seperti itu.

“apa maksudmu mengirimkan surat permohonan cerai kepadaku Park Eun-Kyo?”

“ahh.. sudah ada ditanganmu rupanya? Kau sudah mendatanganinya? Kau bisa menyerahkannya kepadaku sekarang, itukan tujuanmu menemuiku hari ini?” jawab Eun-Kyo datar.

“aku tidak akan mendatangani surat sialan ini. Aku akan merobeknya seperti ini!”

Jung Soo menunjukkan amplop yang sedari tadinya di genggamnya dengan erat sehingga amplop itu sudah tidak berbentuk lagi. Menunjukkan di depan mata Eun-Kyo bagaimana dia dengan mudah merobek surat sialan itu hingga tidak berbentuk lagi.

Semalam, Jung Soo pikir, Eun-Kyo telah memaafkan semua kesalahannya selama ini, mengizinkan dirinya untuk menyentuh Eun-Kyo secara dalam, melihat kembali ekspresi Eun-Kyo ketika mencapai titik puncak kenikmatan yang dirindukannya selama ini. Tapi apa yang dilihatnya di meja kerjanya pagi ini lebih menyakitkan daripada tidak menemukan Eun-Kyo disisinya dan berakhir dengan mengejar ke lobby hotel, melihat mobil Eun-Kyo perlahan keluar dari area hotel itu. Ini lebih menyakitkan pikir Jung Soo.

Eun-Kyo hanya melirik amplop yang dikirimkannya tersebut remuk sudah tidak berbentuk lagi di lantai. Mengapa dia selalu membuatku sulit untuk melepaskannya? Bukankah hanya tinggal mendatanganinya saja dan semua urusan selesai. Batin Eun-Kyo.

Eun-Kyo masih menatap mata Jung Soo dengan tatapannya yang dingin. Walaupun Eun-Kyo tahu hatinya terluka, dia ingin menangis menghambur kepelukan hangat lelaki itu dan mengatakan bahwa dia masih mencintainya. Eun-Kyo mengenyahkan pikiran yang membuatnya lemah itu.

Aku tidak boleh lemah didepan laki-laki ini. Batin Eun-Kyo.

“aku akan mengirimimu berkali-kali surat seperti itu hingga kau lelah melihatnya dan pada akhirnya menyerah untuk mendatanganinya”

“tidak ingatkah kau betapa intimnya kita semalam? Kau pasti merasakannya juga kan Kyo~ya” ucap Jung Soo geram dengan sikap Eun-Kyo yang egois dan dingin ini.

“tidak aku tidak merasakannya” elak Eun-Kyo

“bohong!!! Mungkin mulutmu itu bisa mengatakan hal seperti itu, namun aku tahu pasti apa yang dikatakan tubuhmu. Aku merasakannya di dalam dekapanku semalam Kyo~ya. Kau merindukanku, kau membutuhkanku dan kau masih mencintaiku” bentak Jung Soo.

Kilatan kemarahan semakin tergambar jelas dimatanya. Tangannya mengepal kuat di sisi tubuh Jung Soo. Jung Soo sangat gemas dengan tingkah laku Eun-Kyo. Dia ingin sekali menarik Eun-Kyo kedalam pelukannya saat ini dan menciumnya bertubi-tubi. Menunjukkan dengan dengan jelas bukti akan diri Eun-Kyo yang masih sangat mencintai Jung Soo dengan seluruh jiwanya.

Sorot mata Eun-Kyo berubah marah sepersekian detik sebelum berubah menjadi semula. Datar dan dingin. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam dia membenarkan perkataan Jung Soo. Eun-Kyo terlalu lengah semalam sehingga tanpa sadar hanyut dalam pesona dan permainan Jung Soo yang memabukkan.

“tidak, aku tidak mencintaimu. Jangan membuat sebuah kesimpulan yang belum tentu kebenarannya Jung-Soo ssi, bagaimana jika aku hanya berakting saja? Hmm”

“kau seorang pemain yang payah” ucap Jung Soo dengan senyum yang mengejek Eun-Kyo.

Jung Soo memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Matanya sudah tidak menunjukkan kilatan kemarahan seperti tadi nyaris membuat Eun-Kyo ingin tahu apa yang membuat seorang Jung Soo bisa mengendalikan kontrol kemarahannya sedemikian rupa?

“silahkan kau berspekulasi apapun tentangku, yang aku inginkan adalah lepas darimu”

“kau melukai egoku Kyo~ya. Perusahaanmu ..”

“masih ada waktu 4 bulan sebelum kau mengekspansi perusahaanku, memerger dengan perusahaanmu. Masih ada waktu untuk menghasilkan profit 150%”

“aku akan mengahalau semua jalanmu Kyo~ya” ancam Jung Soo dengan suaranya yang tenang.

Eun-Kyo berdiri dari kursinya, melangkah memutar dan  bersandar dimejanya. Dengan anggun menyilangkan kedua tangannya di depan dada seolah Eun-Kyo tidak takut sama sekali dengan semua rencana Jung Soo yang akan memblokir semua jalannya untuk mempertahankan perusahaan Hwang.

Eun-Kyo sudah siap dengan semua akibat yang akan ditanggung dan ancaman yang datang dari seorang Park Jung Soo. Dan Eun-Kyo akan membuktikan kepada Jung Soo bahwa dia bukan lagi wanita seperti dulu lagi, rapuh dan lemah. Saat ini Eun-Kyo kuat sangat kuat hingga Eun-Kyo yakin dapat mengalahkan Jung Soo. “tidak akan bisa, kali ini kau yang akan kalah”

“kau benar-benar bukan Park Eun-Kyo yang aku kenal, kau berubah menjadi wanita yang egois dan ambisius”

“aku mempelajarinya darimu tuan Park. Dan maaf  bukan maksudku untuk mengusirmu dengan cara yang tidak terhormat tetapi aku ada rapat selanjutnya yang harus aku pimpin 5 menit lagi”

“berusahalah dengan keras sayang, pada akhirnya perusahaan ini akan jatuh ketanganku bersama denganmu” ucap Jung Soo penuh ancaman akan janji yang membuat Eun-Kyo sedikit bergidik takut. Eun-Kyo masih menatap pintu dimana menghilangkan sosok Jung Soo dibaliknya.

Aku tidak akan menyerah, aku yang akan menang. Aku akan tetap mempertahankan apa yang menjadi milikku. Janji Eun-Kyo dalam hati.

***

Il Woo masih tetap memeluk tubuh Hyo-Jin yang tertidur dalam pangkuannya. Kepala Hyo-Jin bersandar pada bahunya membuat desah nafas yang teratur dari Hyo-Jin membentur leher Il Woo. Hyo-Jin tidak lagi setengah telanjang seperti tadi, Il Woo menyampirkan jasnya di sekeliling bahu Hyo-Jin untuk menutupi tubuh Hyo-Jin dari pendingin ruangan.

Bodoh jika Il Woo tidak tahu siapa Hyo-Jin sebenarnya. Dan masalah mengenai panti asuhan itu hanyalah kesalahpahaman belaka. Il Woo bermaksud memindahkan panti  asuhan itu ke bangunan yang layak, karena dia merasa sudah tidak ada gunanya lagi tinggal ditempat yang kumuh dengan bangunan yang kapan saja bisa roboh hanya tertiup angin.

Il Woo ingin Hyo-Jin datang sendiri untuk membela panti asuhan tersebut, panti asuhan tempatnya dulu diasuh. Belum sempat Il Woo berpikir apa yang akan diperbuatnya untuk menarik perhatian Hyo-Jin, gadis ini datang sendiri tanpa diduganya.

Il Woo cukup terkejut ketika resepsionis meneleponnya tadi, berpikir apa yang akan diinginkan gadis ini darinya. Il Woo menyingkirkan pikiran yang tidak penting sama sekali, saat ini yang terpenting gadis ini akan menjadi miliknya. Gadis ini dengan sukarela menyerahkan dirinya kepada Il Woo.

Hyo-Jin bergerak-gerak dalam tidurnya, refleks Il Woo mengeratkan pelukannya disekitar tubuh Hyo-Jin. Membuatnya lebih hangat. Namun beberapa saat kemudian Hyo-Jin mengerjap-ngerjapkan matanya tanda dia sudah terbangun dari tidurnya yang nyenyak, Hyo-Jin masih mengumpulkan fokusnya ketika Il Woo menyapanya.

“kau sudah bangun? Bagaimana tidurmu? Sepertinya sangat nyenyak dan menikmati sekali tidur dalam pelukanku”

“maaf aku tertidur” gumam Hyo-Jin dengan suara seraknya, khas seseorang ketika baru bangun dari tidurnya.

“tidak apa-apa. Kau sudah sadar 100%? Aku sudah menyiapkan surat perjanjiannya. Kau hanya tinggal menandatanganinya saja”

Tubuh Hyo-Jin tiba-tiba menegang. Hyo-Jin mendongakkan kepalanya untuk melihat Il Woo.

“kenapa tiba-tiba kau jadi gugup dan tegang seperti ini?” terdengar suara Il Woo seperti ejekan.

“berikan surat itu kepadaku, dan aku akan menandatanganinya” ucap Hyo-Jin dengan nada suara seperti sebelumnya, dingin.

Il Woo menyerahkan map biru kepada Hyo-Jin, dengan segera Hyo-Jin menandatanganinya tanpa harus repot-repot membacanya. Hyo-Jin berpikir jika dia repot-repot untuk membacanya dia akan kehilangan seluruh keberaniannya untuk membebaskan panti asuhan itu. Lagipula Il Woo akan melepaskannya ketika dia bosan, informasi yang Hyo-Jin peroleh Il Woo adalah seorang yang mudah bosan. Hyo-Jin akan membuatnya bosan secepatnya dan Hyo-Jin akan menyingkirkan Il Woo segera.

Hyo-Jin menyerahkan kembali map itu kepada Il Woo, membuat Il Woo mengeryit curiga.” Kau tidak membacanya terlebih dahulu?”

“tidak perlu”

“kau setuju dengan semua yang tertulis di atas kertas ini?”

“setuju atau tidak kau akan tetap memaksaku untuk menandataganinya. Lalu untuk apa aku menjatuhkan complaint. Ngomong-ngomong, kenapa jadi kau yang tidak percaya diri?”

Hyo-Jin berdiri dari pangkuan Il Woo yang nyaman itu. Membuat Il Woo menikmati payudara bulat padat bergelayut menggodanya di balik bra merah berenda milik Hyo-Jin. Hyo-Jin sadar Il Woo memperhatikan tubuhnya yang setengah terekspos bebas. Rona merah muncul dipipi Hyo-Jin, Hyo-Jin berdehem dengan keras untuk menarik perhatian Il Woo dari tubuhnya. Dan berhasil, Il Woo mengalihkan tatapannya dari payudara indah Hyo-Jin.

“apa tugas pertamaku?” ucap Hyo-Jin masih malu dengan sikap Il Woo. Hyo-Jin enggan menatap langsung ke arah Il Woo, sebagai efeknya dia lebih suka menatap apapun keseluruh penjuru ruangan ini.

Il Woo tersenyum dalam hati ketika melihat sikap Hyo-Jin yang malu-malu dengan pipi merona merah atas sikap Il Woo yang terang-terangan menatap payudara Hyo-Jin tanpa tahu sopan santun.

Lucu sekali dia, aku jadi ingin mencium pipi merahnya itu. gumam Il Woo

“tugas pertamamu, berpakaianlah dan bereskan barang-barangmu dari apartemen itu. Mulai hari ini kau tinggal bersamaku, di apartemenku”

“kau, seenaknya saja mengatur dimana aku harus tidur”

“kau sudah menandatangani surat perjanjian itu Hyo-Jin ssi, kau harus mematuhi semua perintahku. Sekarang pulanglah, kau akan diantarkan salah satu sopirku. Dan sayang jangan hujan-hujanan aku tidak mau kau sakit. Mengerti “

Il Woo memerintahkan Hyo-Jin dengan lantang seolah Hyo-Jin adalah miliknya. Hyo-Jin memutar matanya, bergegas menyingkirkan jas dari bahunya, memakai kemejanya yang sudah kering dan keluar dengan sumpah serapah dari mulutnya.

Il Woo memandangi kepergian Hyo-Jin dengan senyuman lebar dibibir. Setelah Hyo-Jin menghilang dibalik pintu itu Il Woo membuka dokumen yang ditandatangani Hyo-Jin tadi.

“gadis bodoh, seharusnya dia membacanya terlebih dahulu. Bahwa marganya berubah mulai detik ini bukan lagi Lee Hyo-Jin tetapi Jung Hyo-Jin. Aku jadi ingin tahu reaksinya mengenai hal ini” ucap Il Woo sambil tersenyum geli

***

Hujan masih turun dengan sangat derasnya ketika bel tanda pulang sekolah berbunyi. Bagi anak-anak yang di jemput oleh orang tua atau walinya mereka langsung berlari ke arah mobil yang sudah terparkir di depan gedung sekolah, namun berbeda dengan anak-anak yang pulang dengan berjalan kaki dan tidak membawa payung atau hujan, mereka harus bersabar menunggu hujan reda.

Ryu-Jin menengadahkan tangannya ke atas dengan muka masam, disebelahnya berdiri Kirei yang sedari tadi berceloteh tentang hujan yang tidak berhenti dan rencana mereka yang akan terancam gagal sama sekali bercampur dengan angin yang sangat kencang.

Ryu-Jin mendongak ke atas langit yang begitu gelap. Dia sudah terlanjur bilang kepada Eun-Kyo dan Hyo-Jin untuk tidak menjemputnya hari ini karena ada acara laki-laki yang tidak boleh diketahui oleh para wanita bahkan eomma dan noonanya.

Apa tuhan sedang menghukum anak pembohong sepertiku? Batin Ryu-Jin.

Benar Ryu-Jin harus berbohong kepada Eun-Kyo, Ryu-Jin tahu Eun-Kyo tidak akan pernah mengijinkannya makan ice cream sama sekali karena beberapa bulan lalu giginya sakit akibat terlalu banyak makanan manis terutama ice cream. Maka dari itu Ryu-Jin sangat ingin makan ice cream walaupun hanya sedikit, dan entah mengapa Ryu-Jin merasa dia harus berbohong kepada Eun-Kyo.

Seandainya aku tidak berbohong, aku sudah dijemput noona dan sekarang aku mungkin sedang memainkan PSP baruku. Gumam Ryu-Jin dalam hati menyesal

“Ryu-Jin apa yang harus kita lakukan? Hujannya tidak mau berhenti”

“tidak tahu..” ucap Ryu-Jin dengan wajah yang ditekuk dan enggan. Alam sedang tidak bersahabat hari ini dan alam sedang memarahi anak pembohong seperti Ryu-Jin. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya sebuah ide. Dengan segera Ryu-Jin melepaskan tasnya dan melihat apakah barang yang selalu di sediakan Eun-Kyo terbawa atau tidak.

“apa kau selalu membawa jas hujan Kirei?”

“ne.. wae?”

Ryu-Jin hanya tersenyum sumringah ketika mendengar jawaban Kirei atas pertanyaan yang terlontar darinya . Tidak ada yang bisa menghalangiku untuk makan ice cream hari ini. Ucap Ryu-Jin sambil tersenyum senang dalam hati.

***

2 orang anak laki-laki berjalan bersisian di pinggir jalan menggunakan jas hujan yang melingkupi seluruh tubuhnya. Tidak diperdulikannya bahwa sepatu yang mereka pakai sudah basah kuyup kemasukan air hujan dan gigi beradu menimbulkan suara yang menandakan bahwa mereka sudah sangat kedinginan dengan jarak yang baru ditempuh kurang dari 1000 meter.

2 anak itu berjalan ke arah pertigaan jalan tidak jauh dari sekolah mereka. Menuju ke sebuah kafe yang berada di seberang jalan. Kafe yang menjual beraneka macam ice cream, sangat tidak cocok dimakan pada saat musim hujan seperti saat ini.

“wah kau cerdas sekali Ryu-Jin~ah” ucap Kirei yang terseyum bahagia layaknya anak-anak yang dijanjikan oleh orang tuanya sesuatu dan sebentar lagi apa yang diinginkannya itu akan di dapatkannya. Salah satu sisi egois dari anak-anak.

“tentu saja. Hei..  kau bawa uang yang banyak tidak ”

“tenang saja, hari ini kita bisa makan ice cream sepuasnya” jawab Kirei bangga dengan kedua tanganya sebagai bahan peragaan untuk menyatakan ‘sepuasnya’.

“darimana kau mendapatkan uang sebanyak itu? harga ice cream itu sangat.. sangat mahal sekali”

“menghancurkan garfield”

“maksudmu celenganmu begitu?”

“ne.. aku kan ingin pintar sepertimu Ryu-Jin. Hei itu toko ice creamnya disana ayo…!!” ucap Kirei dengan sumringah. Tiba-tiba dengan refleks Kirei berlari di tengah hujan yang deras menyebabkan air yang menggenangi jalan mencipratkan apapun yang didekatnya.

Ryu-Jin yang melihat Kirei berlari tanpa aba-aba lagi mengikuti Kirei berlari “yak tunggu aku Kirei”

Tiba-tiba Kirei berhenti tepat ditengah jalan, membalik tubuhnya untuk melihat Ryu-Jin yang masih berlari tertinggal tidak jauh dibelakangnya, melambaikan sebelah tangannya ke arah Ryu-Jin

“cepat Ryu-Jin kau lama sekali” teriak Kirei

“Kirei… aaaawwwwaaaaaassssssssssss!!!!!”

BRAKKK

***

Jung Soo terduduk diam di depan ruang ICU. Dia tidak bisa berpikir jernih hari ini. rasa sakit di hatinya yang ditorehkan Eun-Kyo tentang surat perceraian dan rasa bersalah atas kecelakaan barusan menggerogoti hatinya perlahan-lahan. Kejadian itu terulang kembali. Menabrak seseorang ketika hujan, kejadian itu sama persis. Bila waktu itu yang ditabrak adalah ayah Eun-Kyo kali ini yang ditabrak adalah seorang anak kecil.

Jung Soo masih menunduk mencubit cuping hidungya, berharap pusing yang menusuk kepalanya sedikit menghilang. Kemeja putihnya tidak lagi putih bersih seperti semula ada banyak noda darah anak itu di sepanjang lengan kemejanya.

Jung Soo tidak ingin jadi pengecut seperti dulu lagi, melimpahkan semuanya kepada sekretaris dan pengacaranya. Kali ini dialah yang akan menghadapi amukan dari orang tua anak kecil itu.

Oh tuhan selamatkanlah dia. Dia masih memiliki mimpi dan berhak hidup untuk jangka yang panjang. Doa Jung Soo dalam hati.

Suara langkah sepatu wanita tergesa-gesa masuk ketelinga Jung Soo. Dari langkahnya Jung Soo yakin dia adalah salah satu anggota keluarga anak itu, atau mungkin ibu anak itu. Jung Soo memejamkan mata menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menormalkan kerja jantungnya yang sedari tadi berdegup cepat.

Sudah saatnya bertaggung jawab Park Jung Soo. Ucap Jung Soo dalam hati.

***

Eun-Kyo segera pergi ke Seoul hospital ketika dia mendapatkan kabar yang membuat seolah-olah dunianya berhenti seketika. Pasokan oksigen diparu-parunya habis entah kemana membuatnya sesak nafas, panik, shock dan lain sebagainya bercampur jadi satu di dalam hatinya.

Eun-Kyo berlari dengan segera ke mobil, tidak memperdulikan rapat yang sedang berlangsung dipimpinnya. Baginya keselamatan dan eksistensi dirinya di dunia ini lebih penting saat ini, dia tidak akan bisa hidup jika malaikatnya pergi meninggalkan Eun-Kyo secepat ini.

Ani.. ani.. Ryu-Jin jangan tinggalkan eomma, eomma mohon. Doa Eun-Kyo dalam hati dengan air mata yang terurai di kedua pipinya.

Eun-Kyo sampai di rumah sakit dengan selamat, entah berapa kali pelanggaran lampu lalu lintas yang dibuatnya. Eun-Kyo hanya ingin tahu keadaan Ryu-Jin saat ini masih bernafas atau tidak. Dia hanya perlu mengetahui itu dengan mata kepalanya sendiri bukan orang lain.

Eun-Kyo berhenti di depan sebuah ruangan yang tertutup ada lampu besar berwarna merah yang menyala, tanda operasi sedang berlangsung. Kakinya lemas seketika tidak bisa menompang tubuhnya lagi, Eun-Kyo mengutuk si pengendara mobil dan membuat pengendara mobil itu tidak akan bisa lagi menghirup kebebasan dunia jika Eun-Kyo tidak bisa lagi melihat dan menyentuh malaikatnya.

Ketika Eun-Kyo sedang melamun memikirkan hukuman yang setimpal karena telah membuat malaikatnya terbaring lemah terdengar suara yang sangat familiar. Eun-Kyo merasakan sapuan tangan yang lembut menyentuh bahunya, tiba-tiba Eun-Kyo berbalik dan terkejut melihat sosok yang belum lebih 24 jam menemui Eun-Kyo dan lebih terkejut lagi dengan keadaan kemeja yang dipakai orang itu, darah dimana-mana. Membuat pikiran Eun-Kyo tertuju pada satu kesimpulan. Tangannya terkepal kuat memikirkan kemungkinan tersebut.

“apa kau yang menabrak Ryu-Jin, Park Jung Soo?”

“kau kenal dengan anak itu, dengar aku sedang menunggu keluarganya untuk bertanggung jawab. Apa kau tahu dimana…”

Pertanyaan Jung Soo terpotong ketika seorang dokter keluar dari ruangan tersebut dan berdiri dibelakang Eun-Kyo. Refleks Eun-Kyo dan Jung Soo menghentikan perdebatan singkat diantara mereka.

“bagaimana keadaan anak itu?” tanya Jung Soo

Eun-Kyo menatap Jung Soo dengan kemarahan yang sudah mencapai ubun-ubun. Dia ingin menyingkirkan Jung Soo dari hadapan Ryu-Jin, kebenciannya bertambah apalagi saat Eun-Kyo tahu bahwa laki-laki brengsek inilah yang menyebabkan Ryu-Jin – putra kandungnya sendiri terbaring di kasur pesakitan.

“buruk, dia harus segera mendapatkan transfusi darah. Stok darah dirumah sakit ini sudah habis jadi saya minta..”

“apa golongan darahnya?” ucap Eun-Kyo tiba-tiba memotong perkataan dokter tersebut. Dokter itu terlalu bertele-tele memutar inti pembicaraan, membuat Eun-Kyo jengah.

“golongan darahnya A” ucap dokter tersebut.

Tidak mungkin aku mendonorkan darah untuk Ryu-Jin, golongan darahku B. Gumam Eun-Kyo

“aku A” ucap Jung Soo tiba-tiba, menyadarkan Eun-Kyo dari pikirannya sekaligus kilatan api kemarahan terlihat jelas dimatanya ketika mengetahui maksud dari perkataan yang Jung Soo lontarkan barusan.

“tidak, aku tidak ingin kau mendonorkan darahmu untuk Ryu-Jin. Aku akan mencarikan pendonor untuk Ryu-Jin”

“nyonya, tapi kami sudah tidak ada waktu. Ryu-Jin membutuhkan darah itu secepatnya kalau tidak dia bisa”

“aku akan mencarinya!! Tapi tidak dengan darah pria ini” geram Eun-Kyo jengah. Eun-Kyo hanya tidak mau Jung Soo mendonorkan darahnya walaupun kenyataanya darah Jung Soo telah mengalir di tubuh Ryu-Jin.

“kenapa Kyo~ya, ada hubungan apa kau dengan anak itu?” tanya Jung Soo menyelidik.

“tidak ada” elak Eun-Kyo

“kalau begitu biarkan aku mendonorkan darahku untuknya”

“TIDAK!!” teriak Eun-Kyo marah sambil menatap Jung Soo dengan semua perasaan khawatir dan ketakutannya.

Mengapa semua orang tidak mengerti keinginanku? Geram Eun-Kyo

Jung Soo menatap Eun-Kyo lama mencari sesuatu atas sikap Eun-Kyo yang terlalu protektif dan posesif kepada Ryu-Jin. Mata Eun-Kyo merah menyala seperti… seperti seorang ibu yang melindungi anaknya dari bahaya apapun disekitarnya yang kapanpun bisa saja melukai anaknya. Jung Soo yakin akan instingnya menilai sikap Eun-Kyo terhadap Ryu-Jin, Eun-Kyo memiliki hubungan yang akrab dengan Ryu-Jin bahkan sangat akrab dan Jung Soo sangat tahu hubungan apa yang terjalin di antara mereka bertiga.

“kau.., dokter aku yang akan mendonorkan darahku untuknya” ucap Jung Soo tenang namun kemarahan yang sedari tadi ditekan hingga kedasar hatinya meluap begitu saja ketika mengetahui kenyataan tersirat dimata Eun-Kyo.

“andwae.. andwae.. andwae” ucap Eun-Kyo lirih dengan kepala tertuduk sambil memegang salah satu lengan Jung Soo tanpa sadar, tangan Eun-Kyo begitu dingin dan gemetar hebat diatas kulit Jung Soo.

Jung Soo menyentakkan tangannya, melepaskan tangan Eun-Kyo darinya. “kau ingin anakmu mati kehabisan darah Park Eun-Kyo? Jika tidak biarkan aku menolongnya dan kau.. ada yang harus aku tanyakan padamu nanti. Jadi jangan pergi kemana-mana” titah Jung Soo dengan suara yang tenang namun dingin.

Dia marah.. Jung Soo oppa marah. Batin Eun-Kyo dalam hati.

***

3 jam yang lalu operasi yang telah dijalankan Ryu-Jin berakhir. Saat ini dia telah dipindahkan ke ruang intensif dengan berbagai alat yang menempel di seluruh tubuhnya, sebagai pertanda bahwa nyawa anak itu masih bersemayam di dalam tubuh ringkihnya.

Eun-Kyo duduk di sofa panjang di ruangan itu, melamun dengan pandangan lurus tertuju pada ranjang dimana Ryu-Jin terbaring lemah. Matanya merah akibat menangis, dia sudah tidak memiliki tenaga apapun bahkan untuk berbicara pun Eun-Kyo tidak bisa. Jung Soo duduk diseberangnya dengan raut muka yang tidak kalah jauh berbeda dengan Eun-Kyo – lelah.

“maaf orang tua Ryu-Jin dipanggil dokter di ruangan”

Seorang suster masuk ke kamar rawat Ryu-Jin untuk mengatakan perihal panggilan dari dokter yang menangani Ryu-Jin. Serentak Jung Soo dan Eun-Kyo berdiri menanggapi pernyataan suster tersebut, mengeryit dan sekilas saling bertatapan lalu menolehkan kembali pandangannya.

Eun-Kyo ingin sekali mengiterupsi perilaku Jung Soo yang seakan-akan perduli dengan keadaan Ryu-Jin setelah 5 tahun tidak pernah mencari keberadaan mereka. Namun karena energinya telah terkuras habis oleh emosional, Eun-Kyo tidak berkata apa-apa. Membiarkan Jung Soo berjalan mendahuluinya menuju ruang dokter.

Kabar itu sangat menyakitkan hati Eun-Kyo. Malaikat yang sangat dijaga dengan seluruh hatinya mengalami kesakitan yang amat sangat oleh ayahnya sendiri. Ayah yang sangat dirindukannya selama ini, apa yang akan dikatakan Eun-Kyo pada Ryu-Jin nanti jika Ryu-Jin tahu orang yang menabraknya adalah ayahnya sendiri.

Eomma, appa orangnya seperti apa?

Masih teringat dengan jelas pertanyaan yang terlontar di bibir mungil Ryu-Jin untuk pertama kalinya menanyakan keberadaan ayahnya. Kalau dulu Eun-Kyo akan menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan baik, tampan dan sangat menyayangi Ryu-Jin lalu untuk saat ini apa yang akan Eun-Kyo katakan?

Eun-Kyo tiba-tiba berbalik dan merentangkan kedua tangannya di depan pintu ruang dimana Ryu-Jin dirawat, melarang Jung Soo yang berjalan dibelakangnya untuk masuk. Sudah cukup Jung Soo menghancurkan hatinya, mencabut nyawa ayahnya dan membuat putranya sekarat dengan cacat yang tidak akan bisa terhapus dari ingatan Ryu-Jin. Batin Eun-Kyo

“kenapa kau menghalangiku Kyo~ya”

“pergilah, Ryu-Jin tidak membutuhkanmu lagi”

“apa maksudmu?”

“jangan ganggu hidupku dan Ryu-Jin lagi”

“kau… Hyo-Jin ssi “ teriak Jung Soo, tidak memperdulikan pengunjung maupun pasien rumah sakit yang sangat membutuhkan kenyamanan.

Pintu dibelakang Eun-Kyo terbuka, menampakkan gadis muda yang memandang bingung di antara Jung Soo dan Eun-Kyo. Pandangan Hyo-Jin sangat tidak bersahabat sama sekali dengan Jung  Soo, apalagi setelah Hyo-Jin tahu bahwa Jung Soo lah yang menyebabkan tergoleknya Ryu-Jin di rumah sakit ini.

“kau jaga Ryu-Jin, sementara aku ada urusan dengan eonnimu” kata Jung Soo tanpa harus melihat Hyo-Jin sama sekali, gadis itu tidak menyukainya jadi untuk apa Jung Soo beramah tamah dengan Hyo-Jin.

Dengan kasar Jung Soo menarik lengan Eun-Kyo secara paksa. Tidak ada pemberontakan yang dilakukan Eun-Kyo, dia terlalu lelah dan lapar untuk menentang Jung Soo yang sedari tadi menahan gejolak amarah hingga membuat kepala Jung Soo berdenyut sakit.

***

Jung Soo membawa Eun-Kyo kembali pulang ke rumah mereka. Rumah yang telah lama Jung Soo tinggalkan setelah kepergian Eun-Kyo. Rumah itu masih sama, semuanya tidak ada yang berubah sama sekali hanya pengurus rumah yang selalu membersihkan rumah tersebut dari debu yang menempel di seluruh penjuru sudut rumah tersebut.

Jung Soo menarik Eun-Kyo masuk ke kamar mereka, melempar Eun-Kyo ke ranjang dengan kasar dan menindihnya.

“apa maksudmu menyembunyikan Ryu-Jin dariku?” cecar Jung Soo langsung kepada Eun-Kyo dengan mata terbelalak lebar.

 Eun-Kyo, walaupun dengan wajah yang terlihat lelah tetap saja menguarkan aura permusuhan kepada Jung Soo. Dengan nada galak dia berusaha menyahut perkataan Jung Soo, berusaha menantang sisi ego Jung Soo. “aku tidak bermaksud menyembunyikan Ryu-Jin darimu, kau yang tidak pernah mencarinya. Segera tanda tangani surat perceraian kita”

“tidak akan, apalagi setelah aku tahu aku memiliki seorang anak”

“kau tidak akan bisa mengambil Ryu-Jin dariku. Dia milikku” teriak Eun-Kyo dengan marah, menekankan perkataan di akhir kalimat sebagai kepunyaan yang tidak bisa di miliki oleh siapapun juga.

“milikku juga Kyo~ya, aku ikut berpartisipasi dalam pembentukannya” ucap Jung Soo. Wajah Eun-Kyo berubah menjadi malu-malu mendengar pernyataan Jung Soo namun sisi egoisme Eun-Kyo tidak ingin mengalah dalam situasi seperti ini walaupun kenyataanya dia sangat lelah sekali menjalani hari ini.

“aku yang melahirkan dan merawatnya tanpa campur tangan kau” gumam Eun-Kyo menjawab pernyataan Jung Soo

“aku yang membuahi sel telurmu Park Eun-Kyo akuilah itu. Tanpa aku kau tidak akan bisa hamil sama sekali kecuali kau mengijinkan laki-laki lain untuk menghamilimu”

“jangan menghinaku, aku tidak pernah di sentuh dengan pria lain selain kau. Puas!!”

Mata Jung Soo berubah menjadi kilatan geli atas sikap yang ditunjukkan wanita yang dibawahnya ini. Meyakinkan dalam hati bahwa semuanya akan kembali seperti semula. Eun-Kyo tidak akan kemana-mana lagi, apalagi setelah Jung Soo tahu bahwa ada Ryu-Jin di tengah mereka. Berharap anak itu dapat sedikit membantu mengatasi masalah Eun-Kyo dan dirinya. Jung Soo akan mendekatkan diri kepada Ryu-Jin, mengakrabkan diri hingga mereka menjadi dekat dan tidak terpisahkan. Sehingga Eun-Kyo tidak akan pernah bisa memisahkan mereka, kalau perlu Jung Soo akan menghamili Eun-Kyo secepatnya. Melahirkan banyak anak untuk Jung Soo, dengan begitu Eun-Kyo tidak akan pernah bisa pergi darinya kapanpun.

“bagus, jadi Ryu-Jin memang anakku. Sekarang ayo mandi, aku yang akan memandikanmu setelah itu makan dan terakhir bercinta” goda Jung Soo sambil turun dari ranjang. Membebaskan Eun-Kyo dari pelukannya. Setelah Eun-Kyo bangkit dari ranjang, tiba-tiba Jung Soo mencengkeram salah satu tanganya. Menarik Eun-Kyo ke arah kamar mandi. Eun-Kyo tidak bisa mengelak karena dia sudah tidak memiliki energi lagi, tubuhnya letih perutnya lapar, pikirannya masih tertuju pada Ryu-Jin dan dengan seenaknya Jung Soo mengatakan ingin bercinta dengan Eun-Kyo.

“yak Jung Soo ssi apa maksudmu hah?” geram Eun-Kyo marah

Jung Soo menoleh sebentar kepada Eun-Kyo, mengisi bath up dengan air hangat. Menghampiri sekaligus menanggapi pertanyaan Eun-Kyo dengan tersenyum “panggil aku oppa sayang”

TBC

Note : Ok, ini sudah selesai. Aku mempostingnya lebih cepat, agar sedikit insiden semalam bisa clear dengan sempurna. Dan Novie sudah meminta maaf, aku tidak bisa membandingkan dengan versi aslinya, karena aku ga baca novelnya. Jadi aku putuskan untuk memposting ini sebagai bahan perbandingan. Novie bilang memang terinspirasi, jadi silakan baca dan bandingkan seberapa besar inspirasi itu berpengaruh disini. Aku memang sedikit kaget dan kecewa tanpa mengurangi rasa suka pada tulisan ini, aku hanya takut kejadian beberapa waktu lalu terulang kembali, nista banget kalo itu terulang untuk kedua kalinya, kaya aku jadi bodoh banget gitu, Patrick, saya memang Patrick. Jadi, bagi yang udah baca novelnya, silakan bandingkan, ini juga atas permintaan Novie… aku, terus terang sedikit bangga dengan apa yang ia lakukan, dia bisa mengakui dan meminta maaf, bahwa memang dia terinspirasi dan mengambil beberapa bagian dari novel itu, it’s okay menurut aku, ya sudah lah yang penting setelahnya bagaimana membuat semuanya terlepas dari itu dengan alur sendiri dan imajinasi sendiri, itu yang aku tekankan. Tidak dipungkiri, aku juag sering terinspirasi, tapi aku udah punya karakter teukyo sendiri dan romantisme sendiri untuk couple itu. aku juga sering minta ide ke beberapa orang, juga minta pendapat, jadi semuanya itu penuh pembelajaran dan proses. Aku juga senang beberapa tanggapan yang ‘mengingatkan’ bukan membash, karena Novie sendiri takut kan di bash dia bilang sendiri. tapi aku rasa, aku dan beberapa reader disini sudah saling mengerti, meski aku ini orangnya panikan neh, aduh gimana neh aduh gimana neh, tapi aku juga salut sama reader dan teman-teman disini, semua berpikir dengan dingin, ada beberapa yang sms, bilang, aku cuma kasian sama Onnie, tar terulang lagi kaya kemaren, dia sms begitu dan itu menurutku sebuah tindakan yang cukup bijaksana, ketimbang harus bilang blak-blakan, bashing sana-sini memperkeruh masalah tanpa ada ujung permasalahnya dan penyelesaiannya, jadi aku bisa konfirmasi dulu, mereka nunggu konfirmasi, dan sebagian mengambil tindakan untuk mengkritik dan mengingatkan, jad aku puas, kita disini bekerja sama dengan baik menyelesaikan masalah seperti ini. Oke, well, aku mencintai kalian lah pokoknya.

115 responses »

  1. akhir y jungsoo tw klo dy sm eunkyo pny anak.. wlo g sengaja nabrak anak sendiri..
    part yg pling ditunggu nich… tp anak y lg drmh skit sempet2 y jungsoo nyajak eunkyo bercinta…

  2. onnie.. peluuukkk….
    notenyaa wow bgt..

    hii Novi onnie..
    salam kenal ya.
    aku adik cantik dr Eunkyo onnie, istri dari Cho Kyuhyun, selingkuhan dgm Donghae dan Eunhyuk..

    aku suka egoistic.. pake bgt..
    apa lg stelah part kmrn /plak
    dan part ini ssuatuu bgt..
    aku suka gmn teukie oppa berinteraksi ama eunkyo..
    aku jg suka pasangan jung il woo ama hyojin.. apa lg mreka berpelukan gt.. aww.. romantis..
    semoga part slnjutnya lbh cepet, lbh kreatif ya.. aku gtw tu novel yang di omg’in, tp aku ttp suport kamu, ffnya bagus.. ^^b

  3. bagus banget part ini ^^
    aku dukung banget si il wo ama hyo jin😄

    itu moga si ryu jin cepet sembuh. eun kyo cepet luluh kasain teuk oppa :’
    di tunggu part selanjutnya ^^

  4. Yeaayyy akhirnya Jung soo udah tau klo Ryujin hasil buah cinta mereka berdua kkkk..endingnya lucu disaat mereka berdua dlm keadaan tdk stabil alias sm2 marah knp jung soo msh sempet2nya berfikiran mesum hahhahahhaha…

    Aaaa Hyo jin jgn2 udh mulai suka lg sm I’ll woo kkkkkk bagus lah klo mereka jadian cocok koq hehe

    Ditunggu part selanjutnya..Eonnie fika LTD kapan lanjutannya hehehhe

  5. salam Kenal Novie ^^
    aku suka bgt ko’ cerita ini, apalahi di part ini akhirnya jung soo tahu klo dia puny anak, terharu bgt . . .
    semoga yong jin cpt hadir di cerita ini, xixixi jadi eunkyo ga pgn kabur2 lagi😀
    ditunggu next partnya yaa ^^

    • Konfliknya udah aku ceritain di part 1, belum jelas iya? Jadi intinya eunkyo itu marah sama jungsoo karena nabrak ayahnya dan ga tanggung jawab. Orang tua jungsoo tuh punya hutang budi sama ayah eunkyo, nah pas udah nikah eunkyo marah karena yg nabrak ayahnya ternyata jungsoo dan dia pikir kebaikan keluarga jungsoo cuma bals budi aja. Gitu deh

  6. Aku aga ga ngerti sama notes nya fika oenni , aku suka banget sama part ini soalnya lebih panjang dr part part sebelumnya , soalnya kalau kependekan ngga enak bacanya .. Trs pas part nya ill woo suka bangeeeeeeeeeeeeet aku juga suka sama karakter2 orang di sini keren suka suka suka aku bakan nunggu setiap part nya🙂

  7. Aku pecinta novel dlam genre apapun..
    Dan aku gak pernah sih baca novel yg hampir sma dg FF in..
    Atw wawasan novel sya emank masih cetek yak..
    Kkkkkk..
    Tp wajar sih klw terinpspirasi..
    Jngnkn penulis FF, penulis besar aja masih banyak tuh yg terinspirasi dri tulisan lain..
    Dan ngambil adegan dri novel lain..
    Itu wajarlah..
    Tp jngn berlebihan juga..
    Klw hampir smua part diplagiat wah itu mah sudah kelewatan namanya..
    Sejauh ini aku bener2 menikmati FF ini..
    BTW, novel yg katanya sama itu judulnya apa eon???
    Q mw nyari..
    Kkkkkk..
    Ok sya ttep setia nunggu part2 selnjutnya..

  8. yeay,, akhir’a jungsoo tau kalau ryu-jin itu anak’a walaupun cara dia tau tragis bgt.. tp aq tetep suka,, semoga aja nantinya mereka bisa jd keluarga yg bahagia,, n chukkae ryu-jin,, cepet sembuh supaya km bisa pamerin appa km ke semua orang..^^

  9. aku suka part ini, akhir’y jung soo tau ryu jin anak’y. Meski menyebabkan ryu jin di bawa ke RS, tp dengan jalan itu akhir’y mereka ketemu🙂
    Selalu, selalu, dan selalu suka scene teukyo couple🙂 tegang, tp tetep romantis.
    Dan apa itu? Anak’y masih di RS, sempet-sempet’y jung soo ngajak eun kyo bercinta… Hehe
    Awal’y rada bosen scene hyo jin-il woo, tp di part ini aku suka mereka. Apalagi adegan pelukan, euwww… Romantis🙂
    Aku g’ ngerti novel yg di bicarain eonni, jd g bisa membandingkan. Tp yang penting aku suka sama cerita ‘egoistic’.
    Bikin penasaran.
    Semoga part 7 cepet publish🙂
    Fighting🙂

  10. Well aku mau tebar jejak dulu.
    Sebenernya g tau klo ada insiden spt ne lg karena memang aku blm bca novelnya, tapi kalu memang terinspirasi mnrtku tdk apa2 dc yg penting g asal comot kan?? Jadi yahh d lanjut aja berkaryanya novi oenni! Aku mendukungmu! Fighting!
    Apa yang harus aku katakan unt part ini??hahh sering g ketebak deh cerita…aku kira kemarin bakal ada NC tp ternyata???? Tidak maslah..bnr2 sangat menarik.ahh masih penasaran sm hyojin-ilwoo.
    Ryu jin g knp2 kan??g cacat kan??aku bc ada tulisan ‘cacat’ langsung bwt aku shock!!serius jangan sakiti dia! Dan jung so aku suka gayamu!! Ahh saran aja,,aku g tll suka sm karakter eunkyo oenni..bukan krn apa2 sc tp karena aku liat eunkyo oenni terlalu dingin,.kadang mank eunkyo oenni dingin tp g sedingin itu dc..hahahahaaaa *plak* abaikan saran saya!😀
    oke keep writing! Aku tunggu lanjutannya!! :*

  11. Klo buat q sih sebenarnya ini gak masalah. Toh detail cerita beda sama arsas/swtd. Kemarin juga authornya udah bilang klo nanti bakal ada adegan yg mirip sama arsas karena emang terinspirasi dari situ…
    Surprise bgt dan gak nyangka klo Il Woo bakal jadi.in Hyojin istrinya…
    Mang orang korea klo urusan nikah bisa sesimple itu y? Di drama2 cuma dateng ke kantor catatan sipil trus tnda tngn surat2 dan udah resmi jadi suami istri.
    Jungsoo keterlaluan bgt, anaknya lagi sekarat malah ngajakin bercinta…
    Ckckckck….
    Buat authornya te2p semangat nulis y! Gak usah terlalu dipikirin lah…

    • Aku inget film hyunbin yang ost.that man itu loh, lupa aku judulnya apa.
      Di episode terakhir mereka cuma dateng ke kantor catatan sipil, tanda tangan, selesai. Gampang bgt..

  12. Oh nama asli authornya novie, panggil novie aja kali ya biar berasa akrab. Cieeeeeee

    iya aku sempet baca ada adegan yang sama dengan sebuah novel yang juga di post di salah satu blog. Terinspirasi boleh, tapi novie udag buat versinya sendiri dan keluar dari karakter novel itu, bagus deg.

    Ahhhhhhk, sebenarnya aku suka sama ff ini, banget malah. Kalau ada yang mirip-mirip sama cerita lain banyak juga kok yang kayak gitu.

    Part ini sesuatu banget ya, il woo yang peluk hyo jin, ya ampun romantis banget. Oh, jadi ilwoo dag tahu siapa hyo jin sebenarnya. Kirain tadi waktu nyuruh hyojin buka baju dia mau ngapain gitu, ehh ternyata otakku yang terlalu yadong. *tertulat otak mesum suami ane* #lirik hyukjae

    horeeeeeee, jungsoo dag tahu kalau dia punya anak ryu jin. Jadi bentar lagi dia punya sekutu buat bawa eunkyo balikan lagi. Cuma agak miris cara mereka bertemu harus dengan cara mengenaskan.

    Berasa banget emosinya eunkyo waktu tahu ryujin kecelakaan. Suka di bagian terakhir, jungsoo rada maksa tapi jadi berasa romantiiiiiiiis.

    Part selanjutnya ditunggu ya.

  13. Yeyeye tambah seru ne,,, moga ryujin cpata sembuh yach,,, biar bisa ketemu appa ‘genit’ hhhee,,,
    kalo menurutku aku oen ne ff gk sepenuhnya sama kok ma t novel, jd gk mslh menurutku krna novi mgkn suka ma bag2 t’tntu d novel t dan kebetulan cocok kalo d masukin k ne ff yach sah2 saja,,, beda kasus ma yg sblmnya oen *menurutku seh🙂 tetep d tunggu ya lanjutannya

  14. aku gak tau kabar sebelumnya ya.. tapi menurut aku tetep bagus sih ada perasaan menggelitik aja pas baca ff ini. lagi serius2nya murka nanti tiba2 sosok mesumnya jungsoo berkuasa, itu sesuatu banget yah.. haha.. intinya itu campur aduk bisa mainin perasaan kadang gregetan kadang gelitik sendiri kadang sedih.. bagus cinta sama ini sayah masa.. haha..

  15. Kyaaa…tebakanku bner si ilwo nikahin hyojin, aku suka pas ilwo meluk hyojin ngerasa gmn gto….
    Jungsoo oppa, q gakbiz pkir dpikiranx hny brcinta n berambisi ngedapetin eunkyo tapi q suka ^^

    Masalah novel tu, q g ao py akh…aku tetep suka versi teukyo. Semangat, Novi!!

  16. Yaaaa……. Ryujin ga pa2 khan? Ga cacat khan?
    Akhirnya jung soo tathu kl ryujin anaknya………..
    Sesuai judul ‘egoistic’……. Masa anaknya lagi sakit masih sempetnya mikirin bercinta………..😀
    Ditunggu part selanjutnya ya………..

  17. aku ga tau ada something problem apa ttg novie sang author ff ini,,,
    tapi aku tetap hormatin n hargain apa yg udah di buat terlepas dr dia terinspirasi dr novel apapun itu judul’a,,,
    yah wajar aja kalo aku bilang ada kemiripan atau kesamaan dalam penulisan ff atau jalan ceritanya,,
    tapi seengganya dia udah berusaha kan mau coba keluar dari cara penulisan c penulis novel itu,,,
    meskipun mungkin yang udah paham akan dunia novel dan tulis menulis kecewa atau bagaimana setelah tau hal itu tapi jangan sampai ng bash atau apaupun itu sama novi,, kan namanya juga manusia ga ada yg sempurna n ga ada yg g pernah ga ngelakuin kesalahan…
    banyak ko’ diluaran saa yang ngelakuin hal itu juga,, jadi buat novi keep writing n fighting!!!
    aku tunggu kelanjutan EGOISTICnya ya,,,

    buat eun kyo eonni tetep posting ff’a ya eon,,,

    buat komen part ini,,
    hyo jin polos banget maen tanda tandatangan aja ga dibaca dulu,,, lucu deh nanti pas tau ternyata yang ditandatanganin itu ternyata akta nikah,,, bakalan jadi masalah besar nih kaya’a,,,

    itu teuk oppa sempet”a anak masih belom sadar di rumah sakit masih kepikiran yadongan aja….ckckckck jangan lupakan anak kalian eonni oppa,,

  18. fika eonnie, kalo udh mengakui mnrtku gpp kok eon
    Namanya jg belajar
    Siapa aja bisa jdi inspirator
    Lagian dpart ini gk ada miripnya lg kok
    kmrn itu cma bbrpa adgan kecil doang yg klo aku baca sndiri,itu adegan emng aku suka bgt.wajar novi terinspirasi.n u’re not a patrick eon.u’re the one of the greatest author I’ve ever know

    Saatnya komen part ini *ceileh
    Ilwoo maksudnya bukan nikah ctatan sipil kan?masa ia bs brubah namnya?hyo jin jg dodol sih HAHAHAH.gk sabar gmn hbngn mrka slnjutnya.sebaiknya sih nikah dlu *ngarep
    Eh jungsoo akhirnya ktmu ryu jin
    Cepat atau lambat emng psti ktmu
    Tp otak mesumnya gk bsa ilang
    Anak sakit masih aja mesum
    Hhiihh
    Novi keep fighting yaa!

  19. aku gak tau tntang novel itu eonn
    tp gk apa” toh novi eonni uda jujur kekeke

    tapi aissshhh soo sweet bangetttt hahay
    itu hyo-jin knp gk di baca dlu tuhh perjanjian
    tapi mnurut Q gak ada rugi’a marga mu di ganti kekekke
    makin kesini il wo kaga kliatan jahat ,,
    hanya berusaha memiliki apa yg dia ingin*Plakkk
    kasian uri yong-jin ketabrak,, Q harap dngn kejadian ini makin mempererat tali kekeluargaan antara jungsoo sm yong-jin .
    cepet sembuh yaaaa

    tunggu klnjutan’a

  20. Ehem ah mianhae aku ga sempet komen di part sebelumnya… Hehe aku baru buka blog ini eh udah ada egoistic 2part lg. eh iya aku ga tau novel nya apaan. It’s oke ada beberpa part yg mirip, tapi ga semuanya mirip kan? Jadi ya gpp, mungkin bagian itu emang bener2 bagus. Hihi tetep semangat unnie novie….
    Dan ga tau kenapa aku ngerasa aku lebih suka ama part ini di banding kemaren. Kalo yg kemaren itu masih ada yg ngeganjel di IQ nya ryujin..
    #Okesip
    Hahaha hyak park jung soo otaknya kurang setengah. Anaknya lg sekarat ini masih sempet2nya aja mesum.. Dan kenapa selalu ryujin yg tersakiti kek nya tu anak disini bener2 jadi korban yee.. Aku suka bgt ama ilwoo hyojin ah sweet bgt mereka. Sumpahh… Eh mereka nikah yaa? Hmm next part beneran aku tunggu unnie..

    Ps: aku juga mencintai vika unnie hahahahaha

  21. oenni aku blum baca novel apa tp kalo cuma terinpirasi itu wajar sabar aja ngadapinya

    wah gak sabar nunggu lanjutannya apa lg hyojin ama il woo dan untuk jung soo oppa sm eunkyo oenni semoga bisa baikan lg apalg jung soo oppa uda tau tentang ryu jin

  22. aku suka part ini ;; kayaknya bakal jatuh cinta nih ma Il woo&Hyo Jin couple, aigo jadi yg ditandatangani sama yo jin itu surat nikah ya? Huahahah ngakak bneran. Dan dan aigo jung soo oppa semakin kesini semakin mesum ckckck ryu jin lagi trbaring di rs eh ngajak gituan ckckck pokoknya seru seru pake banget part ini aku suka Egoistic :3 dan untuk vika eonni aku juga cinta sama eonni ><

  23. annyeong Fika oen n Novi oen…

    smkn kesini, smakin greget…
    Ina rasa karakter/part IlWoo n Hyo t’inspirasi dari SWD… tp Novi oen pnya krkter sendiri…

    Kya…. Mdh2n Ryu Jin bisa m’atukan papa mamanya…

    Onnie~ya, bhentilah mjd egois :p

  24. aigoo..jungsoo oppa bener” deh anak abis dtabrak sndiri masih belum sadar pula n’ drmah sakit.n’ dy dgn gampang ngajak eunkyo eonnie bercinta.ckckck..ahh..intinya ku suka banget ma nie ff wlau ckup gk sk krakter jungsoo oppa.tp tetep daebak buat author novie yg bikin.n kurang tau da mslah pa sm nie ff.tp bc coment eunkyo eonnie kyk da yg gk beres.ttep smangat bwt author,positif thinking ajj biar bikin ffnya mkin bagus dan mkin banyak reader yg suka.annyeong~

  25. eummm…ad problem ya sblumnya..
    gwaenchana..hwaiting..!!! ;D
    lkukan yg lbh baik lg..
    q suka part ini seruu..ar
    q tunggu part slanjunya..^^

  26. mantap part ini diluar dari perkiraan q cerita y,,,, daebak….
    q sampe bingung mau ngomong apa krn bayangan q tentang lanjutan cerita dari part sebelum y ini beda sama bayangan q….

    jungsoo y dah tau deh Ryu jin anak y n sikap y jungsoo itu toh yg sulit ditebak,,,, author daebak jungsoo padahal dalam situasi yg serius yg tapi tetep ja otak y YADONG banget tu pikiran buat nyentu un kyo ngak pernah lepas sedetik pun,,, bahkan pada saat mereka lg debatin masalah Ryu jin n jungsoo yg mau balik lg sama eun kyo….
    il wo y tukus ya ngak jahat2 bgt ternyata n il wo bener2 suka ma hyojin n tu jgn2 surat nikah lagi tu yg ditanda tanganin ma hyojin….
    Lanjut jgn lama2 makin seru n q suka sama reaksi n tindakan y jungsoo ke eun kyo tuh di luar perkiraan mulu

  27. Ya meskipun aku ga tau skandal apa yg trjadi dg egoistic. Aku salut ama author, kan ceritanya jg ga jiplak, cuma terinspirasi dan aku rasa itu sangat wajar. Lagipula ceritanya jg punya karakter sendiri.

    Sip dah akhirnya si oppa tau jg kalo pnya anak ama eonnie, ga sabar nunggu cerita selanjutnya.. Part 5 diprotect ya?
    Ga jadi yadong deh kalo gitu#plak

  28. hm maslaha kesamaan novel itu aku gatau krna aku belum pernah baca novelnya yg jelas selama aku baca ff ini alurnya oke,penggambrnnya jg bagus.. dan ff ini selalu sukses membuat saya penasaran sma kelanjutannya ~_~

    eeeeh il woo tdk spt yg saya kira haha,kirain disini dia jd org jahat eh trnyata baik jg yakk ;D

    dan akhirnya jung soo pun tau siapa ryu jin…..
    kirain yg ditabrak tu kirei nya😮

    ditunggu lnjtannya,keep writing!! ^^

  29. aku agak shock aja baca note nya eonni fika, gak ngerti dan aku gak tau… sifatnya manusia dan aku pengen tau boleh donk minta soft copy novelnyanya? kirim ke niajuwita19@yahoo.com ? semoga aja di kirim.. :p
    terlepas dari itu aku suka sama egoistic ini, memang setiap karakter punya sifat ego yang tinggi, gak mau ngalahh.. well aku makin kasian sama ryujin T_T bener2 jadi korban,,,,. bener2 tertekan untung aja ank kecil jadi dia masih polos sama masalah yang sesungguhnya dia hadapi *duh ini komen aku sok-sokan bahasanya*
    dan si oppa juga ya ampun, dimana2 tetep ya mesum walau keadaannya genting kek gitu, haduh itu anknya di rumah sakit oppa >,<

  30. Anyeong eonni~ ^^
    Bagus kok eon, tadi aku kira yg ketabrak itu si Kirei ternyata Ryu Jin ya ?
    Semoga cepet sembuh Ryu Jinnya, kasian masih kecil tp harus dipasang selang2 gitu kan (˘̩̩̩.˘̩ƪ)
    Karen EunKyo eonni sama JungSoo oppa terus berusaha, semoga Ryu Jin cepet2 dapet adik deh, amin😄

  31. akhirnya jungsoo tau kalo Ryujin anaknya :’)
    Sekarang tinggal Ryujin yg harus tau kalo jungsoo itu ayahnya… Semoga aja Ryujin gk benci sama Jungsoo…
    Semoga aja junsoo sama eunkyo baikan….

    Semoga aja aku bisa tau kisah selanjutnya ^^
    Di tunggu next partnya~

  32. apa komentku sdah msuk? eonnie…ini kren sgt!! aq harp komentky msuk hri ini
    dsri part1-skrng,klo bca ni slalu jantung deg2an trus nih…….keren5x!!!!!!!!…….

  33. Egoistik… Sangat memuaskan eon! Ya jungsoo oppa bener bener ya, masa anak sendiri lg sakit dia malah berbuat yg enggak enggak sih. *timpuk jungsoo oppa* Pukpuk buat ryujin sabar ya sayang semoga cepet sembuh😀
    Novi boleh minta softcopy nya gak? Kirimnya kesini ya aleyna.yilmaz25@gmail.com

  34. Makin seruuuuuuuuuu…..
    Aku harap part depan teukyo bisa bareng lagi, dan ryujin moga cpt sembuh
    oya baca note fika eon, aku gk tau apa mslhx, emang novel apa? nih ff mirip novel? ada yg bs ngasi tau jdl novel itu apa?
    Buat novi ttp semangat yah, keep writing

  35. Review yg sangat telat dr saya. Hehe. (sy jg gk yakin ini bs di sebut review,*fish face*)

    Untuk penulisan, sy acungkan jempol bnget dah. Kamu bgus bnget menyampaikan jalan cerita dalam rentetan narasi dan dialog yang pas. Penggambaran ekspresi jg keliatan. Penulisan kamu bneran berkembng makin bgus dan bs di nikmati.
    Jalan cerita mulai runut krn bolong2 teka-teki udh keisi dgn tepat.
    Oh iya, sy msh belum menemukan bnang merah antara knflik TeuKyo sm knflik Hyo Jin- Il woo.. Ato memang knfliknya berdiri sndiri tnpa terkait? Ato sy yg kelewat y bcnya? Apapun itu, perkembngan crta ini menarik untk disimak.

    Mengenai kemiripan, well, ini memang terinspirasi dan sy acungn jempol lg buat usaha kamu bkin ciri tersendiri. Okesip. drtd sy ngacungn jempol mulu ah. -___-

    Karakterisasi, eum, kmu mengembngkan karakter dgn gaya kmu dan cra kamu. Itu keren bnget karakter2nya. Bang Il woo sy jd mesum2 tp keren bnget dah ah. Next chap!

    Oke, review sy penuh dgn ke-sotoy-an yg luar biasa nista. Sayah permisiii. . *lambai2 sirip ikan*

    • Makasii. Sarannya dan masukannya. Buat hyojin ilwoo mereka masalhmya berdiri sendiri ga gabung sama eunkyo Jungsoo. Begitu kira.kira

  36. Annyeong chingu,, q br baca teukyo series ini. Jd commentnya skalian d sini aja ya.. Pas baca d part awal sii agak bingung ma ceritanya dan g terlalu interest, tp pas udh baca part lanjutannya malah jd pengen tw klanjutannya. Pa lg ada ryu jin jg d sini, jd anak yg pinter lg.. Tp koq ryu jin nya d sini agak dewasa sii, ryu jin nya d bikin jd anak2 yg lucu dan polos aja donk chingu.. Trus suka jg ma il woo+hyo jin d sini,, teukyo d sini karakternya beda. Walaupun eunkyo punya dendam ma teukppa, tp klo udh ktmu pa lg pas ber2 aja te2p lu2h jg.. Teukppa memang paling bsa memanfaatkan keadaan y.. D tunggu next partnya y chingu..

  37. ryujin nggak kenapa-napa kan?? entah ini disebut takdir juga apa enggak, jungsoo yang nabrak anaknya sendiri?
    tapi kalo aku jadi eunkyo juga bakalan ngamuk banget, udah *seolah-olah* bapaknya ryujin ga peduli ama anak istri, disia-siain gitu, tapi begitu ketemu anaknya malah lewat moment tragis gini ._.
    yang sabar yaaa teukyo femeli~~~
    next part ditunggu ^^

  38. Daebak bgt deh bwt writernya….
    oh iya knalin aq reader baru mav tlat, hehehe
    cman mw coment ada bbrapa kata yg g dimengerti, nanti2 di bnerin lg ya
    copast!? masa sih…
    klo dri kalimatnya gak terkesan copast kok…
    HWAITING….

  39. Kyaaa,suka deh ma gaya&sikapny il woo yg cool gimana gitu.kekeke
    Akhirnya jungsoo tau lo ryujin itu anak’ny walaupun eunkyo g suka.

  40. Whoooaaa,,,baca tingkah ill woo oppa k koq jd trbayang2 si evil kyu yah…😀
    Oppa Ada2 aja deh, bru 2 kali ketemu tp udah lngsng merubah marga hyo jin… Ckckckck….
    Aigooo, Jung soo oppa, itu anaknya lg skt loh, knapa yg dipikirannya cmn s**s aja sih?? -__-

  41. hyo jin oenni daebak..
    bisa ngerubah sifat il wo tanpa mlakukan apapu,, tpii dgn sikap hyo jin oenn..

    cepet sembuh y ryujin sayang..

    hahaha oppa tuch kn..
    knpa sich klo ktmu eun kyo jdi mesum bgtu..

  42. Aku belum baca part 5, masih dalam proses pemintaan pw,
    ilwoo, apa kau berniat menikahi hyojin?? Kalau begitu itu pemikiran yg bagus,, kurangi dosa kalian dengan pernikahan,,
    ryujin kecelakaan pun membawa hikmah,, mudah2an sisi egois mreka berkurang sedikit, demi anak mreka nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s