TeuKyo Couple : Loving U (Part 3)

Standar

loving u

Author : Ikha068

Last Part

‘Jung Soo~ya…Eun Kyo akan segera berangkat beberapa saat lagi. Ada apa ini? Dia terlihat baik-baik saja, bahkan Eomma pun terlihat ceria dengan alasan Eun Kyo. Gadis itu, penipu ulung…tapi sayangnya aku tidak bisa tertipu, aku tahu…dia ada masalah denganmu. Cepat kembali jika kau masih ingin dia tinggal disini!’

Jung Soo mendecakkan lidahnya, pesan dari ajhuma termuda-nya itu sedikit banyak menohoknya. Belum sempat matanya terpejam, ia sudah kembali mendapat kejutan bagus. Langkahnya bergegas pulang.

“Dia baru saja pergi. Mungkin sudah masuk jalan tol.” Bisik Min~Gi ditelinga Jung Soo sambil berlalu, pria itu masih terengah dan usahanya berlari gagal total saat mobil Jung ajushi sudah menghilang beberapa saat yang lalu.

“Apa dia berniat kembali ke Seoul?”

Min~Gi menoleh dan tersenyum. “Menurutmu? Dia bilang orang tuanya menelpon, ada yang sangat penting…kelihatannya Eun Kyo memang memikirkan perjodohan yang dibicarakan akhir-akhir ini di Seoul. Aku tidak tahu pasti, bahkan Eun Kyo-pun baru tahu dini hari dan langsung berkemas tanpa menjawab iya atau tidak, tapi kupikir dia siap… Ah eomma, Eun Kyo akan dijodohkan dengan siapa?” Min~Gi menepuk bahu Ibu-nya yang sibuk menelpon Park Hana, mengebarinya kalau anaknya sudah dijalan menuju Seoul.

“Lee Hyuk Jae.” Jawab wanita paruh baya itu singkat dan segera mengacungkan tangannya agar anaknya tidak bertanya lagi.

“See? Namanya Lee Hyuk Jae, pengusaha muda katanya…ah kau ini bagaimana, ketinggalan gosip karena terlalu sibuk bekerja. Menyedihkan sekali.”

Min~Gi kembali dengan ponselnya, kembali dengan dunianya sambil bersenandung kecil menaiki tangga, meninggalkan Jung Soo yang masih membatu.

“Pejodohan? Bahkan…Dia tidak berniat kembali pada Kyuhyun, jadi tadi malam dia…dan Kyuhyun? Haaasshhh!!!” Jung Soo kembali marah-marah tidak jelas, ia berjalan buru-buru menuju kamarnya, sesaat ia menoleh sebentar pada kamar sebelahnya. Tulisan yang tergantung disana sudah lenyap, pria itu berpikir, apa gadis itu benar-benar berniat untuk tidak pernah kembali lagi?

Jung Soo menarik nafas berat, sudah terlambat bahkan terlambat saja masih terlalu bijak untuk diampuni, ia bahkan sudah terlalu ketinggalan zaman. Jung Soo sadar, ada sebagian dirinya yang hancur kemudian hilang setelah gadis itu pergi tanpa kata.

“Apa yang terjadi sebenarnya?”

 ***

Seoul, April 2012

                Jam 9 pagi Eun Kyo sudah berada diambang pintu rumahnya dengan koper besar juga tas selempang yang tersampir dibahunya.

Seorang wanita paruh baya lengkap dengan blezer berwarna mocca keluar, wajah itu segar dan segera tersenyum bahagia dan memeluk Eun Kyo. Ada rasa rindu yang membuncah dari kedua wanita itu.

“Gomaweo telah mengijinkanku kembali tinggal disini, Eomma!”

Wanita itu menggeleng dan menghapus air mata bahagia Eun Kyo.

“Bukan begitu, aku hanya tidak mau kau kembali terlantar karena aku terlalu sibuk.” Kali ini Eun Kyo yang menggeleng.

“Eomma, biarkan aku lebih lama  disini. Rumah Halmeoni terlalu…” Eun Kyo memejamkan matanya dan sialnya wajah Jung Soo malah hadir berkelebat sesaat, Eun Kyo cepat-cepat membuka matanya. “…terlalu sesak dengan manusia.” Ia terkekeh dan menyeret kopernya masuk ke kamarnya.

“Hari ini aku tidak jadi ke kantor, sayang. Aku ingin seharian denganmu. Appa akan pulang cepat, kau bereskan barangmu, setelah itu kita bicara. Oke?”

Eun Kyo menoleh pada undakan tangga terakhirnya dan mengacungkan jempolnya.

 ***

“Jadi apa yang membuatmu bersikeras dan memaksaku membuat kebohongan besar untuk keluarga di Mokpo? Bagaimana kalau mereka menagihnya dan menanyakan tertang perjodohan yang kau karang itu Kyo~ya? Aku tidak menyangka kau akan tumbuh seperti ini.”

Eun Kyo meletakkan secangkir cokelat panas yang masih mengepul itu diatas meja, matanya menoleh pada dinding kaca yang berkabut, hujan baru saja dimulai.

“Nanti akan ada saatnya Eomma tahu, hanya…mungkin aku sudah tidak tahan dengan…” Eun Kyo menunduk dan meremas jarinya sendiri.

“…biar kutebak!” sela Park Hana seraya menyeringai. “…apa karena Jung Soo?” selidiknya dan tepat sasaran.

Eun Kyo dengan cepat mendongak dan matanya melebar. “Eomma…kau…”

“Aku selalu tahu, apa saja yang ingin aku tahu, maka…tring! informasi akan datang.” Jelasnya dengan bangga. Wanita itu menyentuhkan tangannya diatas punggung tangan Eun Kyo.

“Ada kalanya…cinta itu harus ada pengorbanan. Aku tanya, apa…kau mencintai Jung Soo?”

Eun Kyo memundurkan tubuhnya merapat pada sandaran kursi, seketika tubuh itu menegang. “Aku…”

“Jawab saja!”

Eun Kyo memejamkan matanya dan menarik nafas sesaat. Masih dengan mata terpejam, gadis itu mulai berujar.

“Awalnya…aku pikir ini hanyalah pengaruh terapi yang terlalu lama di panti, juga pembicaraanku dengan psikolog yang terlalu sering, bahkan aku merasa aku sedang mabuk hingga, setelah sekian lama aku sering menghabiskan waktuku bersama Jung Soo, rasa itu mulai masuk melalui setiap pembuluh nadiku. Tadinya aku berniat untuk memotong nadiku untuk menghentikan peredarannya, tapi aku tidak bisa melakukannya…Aku membiarkan diri seakan keracunan hingga aku seperti selamat dari maut dan akibatnya aku menjadi seorang pecandu. Aku menatapnya terlalu lama, aku bersamanya terlalu lama, hampir setengah dari waktuku, dan aku terlalu sering bicara dengannya walau pada kenyataannya kadang kita hanya berpandangan saja…tapi…”

Eun Kyo membuka matanya. Ia terlihat sedang menahan kembali air matanya. “Tapi, saat kita sama-sama membuat pengakuan, disaat itu pula aku merasakan dosa yang besar. Aku menghianati keluargaku sendiri. Aku mencoba melupakannya hingga…ada satu waktu dimana dia…”

“Dia…???” pancing Park Hana mencoba sabar dan mendengarkan apapun yang diucapkan anaknya itu, matanya menatap khawatir pada Eun Kyo yang terlihat kesulitan bernafas.

“Dia akan menikah dengan gadis pilihan Halmeoni.” Jawab Eun Kyo terdengar gemetar.

“Itulah…kenapa aku memutuskan untuk kembali. Terlalu banyak kesakitan yang aku ciptakan. Boomerang sendiri, dan aku hanya butuh kau… Kumohon jelaskan, bagaimana aku bisa melupakannya padahal…aku dan dia sudah masuk terlalu jauh, aku sudah memulai tanpa ingin mengakhirinya sama sekali.”

“Aku mencintainya, bahkan sangat. Tapi aku tidak bisa memilikinya, menyentuhnya, bahkan…menatapnya.”

“Hingga, aku sadar detik ini. Sejauh ini aku menghindar, aku justru semakin mengingatnya, Eomma. Dia membuatku tetap mencintainya sesakit apapun aku.”

Eun Kyo kali ini sudah tidak bisa membendung lagi air matanya. Ia menangis, maraung, memukul-mukul dadanya yang menyesak.

Park Hana memandangnya iba, ada rasa bersalah, ada khawatir. Tapi apa yang bisa ia lakukan sebagai seorang ibu saat ini hanya tetap berdiri dibelakangnya dan menopangnya agar tetap berdiri kokoh.

“Aku mengerti perasaanmu Kyo~ya. Untuk masalah ini akupun tidak bisa memberi solusi karena itu masalahnya dengan perasaan. Kau yang berhak memilih dan aku hanya bisa memberimu jalan agar kau bisa setidaknya mamalingkan wajah dan sedikit banyak melupakannya.”

Eun Kyo menghapus air matanya dan mendongak. “Akan kulakukan apapun asal aku bisa melupakan namja itu, Eomma!”

 ***

Seoul Caffe, Jully 2012, Seoul.

Seorang pria, usianya mungkin sekitar 27 tahun datang tergopoh menerobos salju setelah ia dengan ragu-ragu keluar dari mobil dengan payung atau tidak dan memutuskan untuk berlari cepat menuju caffe. Tangannya sibuk membersihkan sisa salju yang menempel di coat coklat tua yang ia kenakan. Ia memeriksa nama plang yang terlukis dijendela caffe itu kemudian tersenyum dan bergegas masuk menimbulkan suara lonceng berbunyi dan segera disambut pelayan muda dengan ramah.

Pria itu merogoh saku celana jeans-nya dan mengeluarkan sebuah ponsel, ia memijit beberapa huruf mencari kontak seseorang dan menghubunginya.

“Yeoboseo, Eun Kyo ssi. Aku sudah didalam caffe, kau dimana?” pria itu masih tetap menengok ke kanan dan ke kiri, ada banyak kursi yang terisi dengan pasangan atau keluarga atau bahkan pasangan lansia. Terlalu sulit menemukan gadis yang bahkan hanya ia lihat melalui foto.

“Kau minta antarkan pada pelayan ke ruangan nomor 12 Hyuk Jae ssi, semua kursi sudah penuh jadi aku memilih diruangan. Aku tunggu disini.”

KLIK.

Hyuk Jae memandang aneh pada ponselnya yang diputus sepihak dari sebrang, ia jadi terus menebak-nebak, wanita seperti apa Eun Kyo itu.

“Agashi, bisa antarkan aku ke ruang 12?”

 ***

Hyuk jae masuk ke ruangan 12 di caffe itu, ia merasakan penghangat ruangan menyambutnya pertama kali disusul seorang gadis yang berdiri memunggunginya diambang jendela yang menampakkan langsung sungai Han dari jarak yang tidak terlalu jauh. Gadis itu menoleh saat mendengar suara pintu yang kembali ditutup. Gadis itu memakai kemeja panjang berwarna putih kotak-kotak dengan aksen salur warna biru dan celana jeans, dan sepertinya ia sudah meletakkan mantelnya diatas kursi.

“Kau sudah datang?” sapanya dan tersenyum tipis.

Hyuk Jae hanya mengangguk, ia masih merasa tersihir dengan pesona yang diberikan pada pertama kali padanya dari gadis itu.

“Duduklah.” Ucap gadis itu seraya duduk dikarpet dan menghadap meja pendek. Hyuk Jae ikut duduk dihadapannya.

“Aku sudah menanyakannya ditelpon beberapa kali Eun Kyo ssi dan aku takut kau berubah pikiran, aku tidak tahu ekpresi wajahmu saat mengatakan iya atas perjodohan kita makanya aku…mengajakmu bertemu, mungkin sekalian mendekatkan diri, kita hanya saling mengenal lewat telpon saja jadi kurasa…”

Hyuk Jae tersenyum setelah memotong kalimatnya sendiri.

“Hyuk Jae ssi, aku tahu maksudmu, kau ragu pada keputusanku kan?”

“Ah aniya…aku hanya ingin mendengar langsung dan memastikan bahwa kau benar-benar berniat menikah tanpa…alasan apapun selain memang sudah siap untuk menjalani apapun denganku.”

Eun Kyo menarik nafas, tiga bulan masih tidak cukup bahkan untuk berhenti menangisi Jung Soo, tapi…Eun Kyo memilih untuk menikah, menikah adalah salah satu cara pelarian yang terbaik, yang memberikan sekat tipis namun kuat, antara dia dengan Jung Soo.

“Aku siap Hyuk Jae ssi.” Jawab Eun Kyo tersenyum tulus. Dia meyakinkan dirinya untuk mulai sekarang hanya menatap pria itu saja dan melupakan Jung Soo.

Mereka menoleh bersamaan saat pintu diketuk dan seorang pelayan masuk dengan membawa hidangan dan minuman yang mereka pesan.

“Jadi…aku hanya tinggal menentukan tanggal pertunangan atau?”

“…Kita langsung menikah saja dan aku ingin ikut denganmu ke Beijing.” Sela Eun Kyo membuat lagi-lagi Hyuk Jae berjenggit.

“Eo…Eoh keurae, bukan masalah, nanti aku akan bicara dengan orang tuaku. Tapi, kau sungguhan tidak berada dalam masalah asmara kan? Aku bersedia mendengarnya, ya…mungkin kau sedang patah hati atau…”

Eun Kyo tersenyum, dalam hati ia mengiyakan. Namun sandiwara ini harus berakhir kenyataan, ia harus mencintai Hyuk Jae dan melupakan Jung Soo, secepat yang ia bisa.

“Ahni. Aku hanya iri dengan teman-temanku. Tahun depan reuni sekolah menengah dan aku selalu berharap bisa pergi dengan suami.”

Hyuk Jae terbahak mendengar pengakuan konyol Eun Kyo. “Ada-ada saja. Kalau begitu, kita makan dulu.”

Eun Kyo mengangguk dan segera menyuapkan potongan-potongan pancake ke mulutnya.

‘Kuharap kau adalah jodohku…’

 ***

Mokpo, August 2012

Rumah besar milik keluarga Park yang kini hanya dihuni 9 orang bersaudara itu terdengar ricuh. Orang-orang sudah sibuk bahkan jika melihat jam, ini masih pukul 6 pagi waktu setempat. Semuanya sibuk mempersiapkan diri dan kado pernikahan untuk salah satu anggota keluarganya yang akan menikah. Park Eun Kyo. Satu bulan setelah perbincangan serius antara keluarga Park Hana dan keluarga Lee di Seoul mereka langsung mengabari keluarga besar mereka di Mokpo bahwa anak tunggalnya Eun Kyo akan menikah.

                Tak terkecuali Jung Soo yang masih mematung diatas balkon kamarnya. Ia hanya mengenakan kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam. Rambutnya masih sedikit basah. Pria itu menoleh sayu pada balkon kamar sebelahnya, bayangan Eun Kyo kembali berkelebat bagaikan angin, gadis yang selama ini menghantuinya tanpa ampun itu tanpa belas kasihan dan tanpa penjelasan menyatakan akan menikah hari ini dengan pria yang dipilih Ibunya, bahkan Jung Soo tahu, gadis itu hanya sekedar mencari cara agar terbebas dari percintaannya dengan Jung Soo yang tak kunjung ada akhirnya.

“Jung Soo~ya, halmeoni menelpon dari salon…igeo!”

Park Eun Soo, pamannya menyerahkan gagang telpon tanpa kabel pada Jung Soo, pria itu menoleh dan setengah sadar menerima benda itu.

“Yee halmeoni?”

“Jung Soo~ya…blezerku tertinggal, ambilkan sekarang sekalian menjemputku di salon, aku hampir selesai. Blezernya di dalam lemari putih, kau ambil saja yang kemarin aku ambil dibutik Eomma-mu, kau ingatkan? Jangan menyuruh pembantu, orang rumah sedang sibuk, dan hanya kau yang kurang kerjaan. Cepat ambil dan jemput aku!”

Tuuut…tuut…tuut…

Jung Soo memijat pelipisnya merasa pusing, kadang-kadang neneknya itu lebih bawel daripada ibu-ibu paruh baya yang belum rentan dimakan usia.

Jung Soo akhirnya beranjak memasuki kamar dan meraih jas nya kemudian keluar dan naik ke lantai tiga, satu lantai yang hanya dihuni oleh nenek tua itu. Kamar yang luas juga ruang kerja dan perpustakaan milik kakeknya dulu saat masih hidup.

Jung Soo menekan kode kamar nenek-nya dan bergerak masuk setelah menyalakan lampu, ia fokus pada lemari putih yang dikatakan neneknya.

“Disini ya?” Jung Soo membuka kunci lemari putih itu dan mencari blezer baru yang ia lihat kemarin saat neneknya kembali dari butik.

Jung Soo menarik pakaian itu dan tanpa ia ketahui beberapa tumpuk map dan ceceran kertas ikut menghambur menimpanya karena terlalu penuh sesak dibagian sekat kecil diatas tempat pakaian digantung.

“Aigoo…bagaimana mungkin ini bisa jatuh?” gerutunya kemudian meletakkan baju yang masih dibungkus plastik itu di tempat tidur dan berjongkok membereskan beberapa arsip yang sudah dipastikan penting.

“Saham, Seoul Market, ng…diary? Aish, halmeoni sejak kapan menulis diary dan ini…”

Dibagian luar map itu kosong, tidak ada nama yang mewakili penjelasan atas apa yang ada didalamnya, map itu merupakan berkas terakhir yang akan Jung Soo letakkan kembali ke atas lemari.

Dengan penasaran ia membukanya.

“Surat Wasiat?” ia terbelalak, ragu apakah harus membukanya atau tidak tapi ia penasaran apa yang telah ditulis nenek tua itu didalam sana.

Perlahan ia membuka halaman pertama. Hanya berisi pernyataan pewarisan harta dan ia mencari namanya diantara nama-nama keluarga Park yang lain dan…

“Lee Eun Kyo?” Jung Soo mengeryit ada nama Lee Eun Kyo pada urutan terakhir dan melihat tanggal surat itu. 05 September 1986.

Jung Soo membalik kertas dan menemukan sebuah surat lain, semacam akta kelahiran yang dibuat satu hari sebelum surat wasiat itu dibuat.

“Park Tae Kwang dan Park Hana telah resmi mengadopsi Lee Eun Kyo sebagai anak angkat. Lee Eun Kyo yang merupakan anak pertama dari Lee YooJi dan Lee Hwang Ahn. Dengan adanya pernyataan ini…Lee Eun Kyo resmi menjadi bagian dari keluarga Park dan berhak mendapat warisan sebesar bagian yang sama dengan anak kandung.”

Jung Soo menarik nafas berat kemudian tidak melanjutkan membaca, ia membalik dan membaca surat berikutnya. Surat wasiat terbaru yang ditulis tahun ini, nama Lee Eun Kyo berganti menjadi Park Eun Kyo disusul dua keponakan kecil yang baru lahir 3 tahun lalu.

Jung Soo terduduk dilantai, merasa lemas, merasa berdebar sekaligus lega dan entah perasaan apa lagi. ia menoleh jam dinding, waktu masih pukul enam pagi lebih tiga puluh menit dan perniakahan mereka sekitar pukul 10 pagi. Matanya mengabur, entah apa yang ia pikirkan, mungkin hanya gadis itu. Ia merutuk, kenapa tidak mengetahui hal sepenting ini dari awal, dan kenapa neneknya merahasiakannya padahal surat itu sudah ada sejak usianya masih 3 tahun. Apa alasannya hingga ia dan Eun Kyo seakan-akan menjalani cinta terlarang layaknya kakak-beradik sepupu, padahal…ia selalu berharap Eun Kyo bukan adiknya, setelah ia membuktikan itu rasanya sudah terlambat gadis itu akan menikah dengan pria lain dalam hitungan jam.

Walau lemas, Jung Soo bangkit dan menyambar belezer neneknya juga berkas berharga yang kini ia genggam erat. Ia bergegas keluar, menaiki mobil dan membawanya secepat mungkin.

 ***

“Halmeoni, igeo…mwoya?” seru Jung Soo begitu ia sampai di butik.

Nyonya Park baru keluar dari ruang ganti pakaian sangat terkejut, ia menurut dadanya.

“Yak! Apa ini Jung Soo~ya?” ia meraih kacamata plusnya dan mulai membuka map tanpa nama itu. Dan tiba-tiba matanya terbelalak.

“Lancang sekali kau!” Nyonya Park berang dan menatap Jung Soo tajam, pria itu hanya diam dengan ekspresi putus asanya.

“Aku tidak sengaja menjatuhkan itu dan membacanya sekaligus membuktikan padaku adanya kebenaran yang seharusnya halmeoni katakan padaku sejak awal!”

Nyonya Park terlihat gelagapan dan duduk di sofa dengan sedikit lemas.

“Kau tidak perlu tahu, aku hanya takut Eun Kyo dianak tirikan oleh kalian karena ia bukan darah kita. Aku terlalu menyayanginya hingga akupun ingin kalian menganggapnya sedarah dengan kita tapi…apa ada yang salah?”

Jung Soo mendengus. “Tentu saja, kami berdua saling mencintai dan akhirnya saling meninggalkan karena alasan itu. Dan sekarang setelah dia akan menikah dan aku akan bertunangan…haaassshhh!”

Jung Soo mengacak rambutnya dan menghempaskan diri di sofa butik.

“Jung Soo~ya…”

“Aku tidak tahu harus mengatakan apa, mianhae…aku akan membawa ini dan pergi ke Seoul sekarang juga!”

Jung Soo meraih berkas yang kini berada di atas meja dan segera bergegas keluar butik, tanpa peduli apa tujuannya datang kesana sebenarnya.

Dilajukannya mercy hitam miliknya itu melaju memecah salju, menerobos angin pagi yang seakan menghadangnya. Ia sudah tidak tahan ingin segera menghentikan pernikahan itu. 3 jam perjalanan rasanya terlalu lama, ia akan tiba setengah jam sebelum janji suci itu terucap, jika ia terlambat maka ia akan kehilangan Eun Kyo mungkin untuk selamanya.

Jung Soo menginjak pedal gas kuat-kuat, jalanan Seoul macet total karena ada kecelakaan lalu lintas. Pria itu dengan resah mlirik jam tangannya, hanya bersisa 10 menit lagi menuju katedral Myengdong dan ia tidak mungkin datang tepat waktu kecuali menggunakan pintu kemana saja.

Setelah jalanan kembali lancar ia kembali kebut-kebutan dijalanan hingga ada suatu waktu ketika ia tidak memperhatikan rambu lalu lintas dan…sebuah truk melintas dihadapannya hingga ia terlalu terkejut untuk mengendalikan mobilnya dan membanting stir ke arah kanan, alih-alih ia terhindar justru ia menabrak pohon besar.

BBRRAAKK…

Seketika itu juga Jung Soo merasakan tubuhnya terhantam kedepan dan mobil bagian depannya hancur tak berbentuk. Ia membuka seat beltnya dan turun kemudian terkapar dipinggir jalan, disusul polisi dan ambulan datang dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

 ***

Myeongdeong, Seoul. August 2012.

                Eun Kyo dan Hyuk Jae baru saja menyelesaikan ucapan janjinya, namun hati gadis itu masih resah, ada yang mengganjal pikirannya terlebih semenjak masuk ke dalam katedral ia sama sekali tidak menemukan batang hidung Jung Soo. Pernikahan ditunda satu jam karena menunggu keluarga dari Mokpo. Eun Kyo berharap Jung Soo akan datang kemudian menculiknya, tapi Eun Kyo sadar, Park Jung Soo bukanlah seorang pangeran berkuda putih yang merebut kekasihnya kembali dari perjodohan bahkan Eun Kyo tidak tahu posisinya di hati Jung Soo kali ini ia sebagai apa. Ada rasa bersalah saat pria yang kini telah menjadi suaminya itu menciumnya beberapa saat didepan umum, air matanya sontak meleleh dan membasahi sebagian wajahnya.

“Wae?” Hyuk Jae berbisik, wajahnya masih tidak jauh dari wajah Eun Kyo, ada yang ganjil dari gadis yang baru saja resmi ia nikahi itu.

“Aku hanya…terharu.” elaknya lalu cepat-cepat menghapus air matanya. Ia kembali menatap pintu gereja yang tertutup rapat.

‘Kemana kau Park Jung Soo?’

Eun Kyo dan Hyuk Jae bersiap menuruni tangga dan duduk di kursi tamu untuk menyaksikan rekaman riwayat hidup mereka berdua sebelum seorang penjaga tiba-tiba masuk dengan wajah panik. Ia berbisik pada beberapa kerumunan keluarga yang kebanyakan datang dari Mokpo. Air muka mereka tiba-tiba tegang, panik bahkan ada yang menangis. Eun Kyo samar mendengar nama Jung Soo disebut sebagai objek.

“Rumah sakitnya tidak jauh dari sini Nyonya.”

Eun Kyo samar mendengar, ia bangkit dari kursi dan berniat menuju sekerumunan keluarga yang kini kalang kabut itu, tapi Hyuk Jae mencekal lengannya kemudian menggeleng tegas, memaksa Eun Kyo kembali duduk sebagaimana mestinya.

Gadis itu dengan ragu kembali duduk. Ada yang ganjil, ia tahu sesuatu telah terjadi walaupun ia tidak tahu persis apa itu. Hanya sesuatu yang buruk telah terjadi.

Eun Kyo menggeleng kuat-kuat mengindahkan siluet apapun yang hinggap dikepalanya. Ia harus fokus dan konsisten. Apapun tentang Jung Soo mulai sekarang ia harus mencoba melupakannya.

At Hospital

                Semua keluarga terlihat panik terlebih setelah satu jam berlalu pemeriksaan tak ada satupun yang keluar dari ruangan gawat darurat itu. Dalam hati mereka berdoa, menangis dan memohon agar Jung Soo baik-baik saja didalam sana.

Seorang dokter tua dengan jas putih keluar dari ruangan seraya membuka kacamatanya. Sontak semuanya menghambur, meminta penjelasan atas rasa khawatir mereka yang tiada henti.

“Tuan Park Jung Soo sudah kami tangani, ada satu tulang rusuk yang patah, jika biusnya habis dia akan segera sadar, maaf kami terpaksa membiusnya saat mengentikan pendarahan dibeberapa bagian tubuhnya dia tidak henti memanggil nama Eun Kyo, apa ada diantara kalian yang bernama Eun Kyo ssi?”

Mereka berpandangan dan saling mengeryit heran. “Ada, dia salah satu dari cucuku tapi dia tidak ada disini.”

Nyonya Park menyela mengingat semua sepupunya itu terlihat kebingungan.

“Baiklah tapi kalau bisa segera hubungi dia karena begitu Jung Soo sadar ia harus melihat apa yang ia gumamkan karena akan berpengaruh juga pada efek traumanya nanti. Kalau begitu aku permisi dan Jung Soo akan dipindahkan ke ruang rawat sebelum menjalani operasi malam ini.”

Dokter tua itu berlalu meninggalkan keluarga Park yang masih bergumul disana. Semuanya bernafas lega mengingat Jung Soo tidak mengalami koma, berbeda dengan Jae In, ia cepat-cepat menelpon Hana dan mengabari keadaan Jung Soo.

“Eonni, Jung Soo sepertinya sangat membutuhkan Eun Kyo, dia bisa mati!”

“MWOYA?”

“Nee Eonni jebbal antarkan Eun Kyo kemari!”

“Aku tidak janji, suaminya menjaganya terus.”

“Eonni~ya…”

“Molla…Eun Kyo terlilat kelelahan. Dia baru sampai dan tertidur.”

Jae In terdiam. Sia-sia saja jika ia menghubungi pihak keluarga yang sedang repot seperti itu, dengan kesal ia memutus sambungan telpon dengan kakaknya secara sepihak.

“Menyebalkan.” Sungutnya.

 ***

Seoul, Eun Kyo’s Home. June 2012

                Eun Kyo mematut diri dicermin, menatap kosong bayangannya sendiri yang kini tengah berganti pakaian dengan pajama biru. Ia sengaja tidak memakai gaun macam-macam seperti lengire atau sejenisnya. Ia takut menghadapi malam ini, malam pertamanya.

Terdengar ketukan tiga kali dari arah luar kamar mandi disusul suara Hyuk Jae yang memanggilnya pelan.

“Kau sudah selesai?”

                Eun Kyo melihat jam dinding, sudah jam 9 malam dan ia baru sadar ia masuk jam 7 malam lebih. Eun Kyo menghidupkan keran dan membasuh wajahnya menghilangkan sembab dimatanya yang lelah menangis dan membawa handuk kecil keluar sambil mengeringkan wajahnya.

“Aku kesulitan membuka gaunnya jadi…agak lama.” Eun Kyo langsung menyahut begitu pintu kamar mandi yang ada didalam kamar itu ia buka dan berjalan melewati Hyuk Jae yang memang berdiri disana.

Pria itu mengangkat bahu dan kembali merebah di atas tempat tidur, berbeda dengan Eun Kyo ia memilih duduk di sofa yang menempel pada tepi ranjang dan menghidupkan televisi.

“Belum mau tidur?” tanya pria itu lagi, kembali bangkit dan terduduk di tempat tidur.

Eun Kyo hanya menggeleng menjawab pertanyaan suaminya itu. Kemudian Hyuk Jae turun dan ikut duduk disebelah Eun Kyo, ingin tahu apa yang istrinya tonton hingga ia tidak mau tidur cepat.

“Kau biasa menonton ini sebelum tidur?” tanyanya, ada suasana canggung disana.

Lagi-lagi Eun Kyo hanya menggerakkan kepalanya, kali ini mengangguk.

Hyuk Jae ikut menonton, sebuah drama yang bahkan terasa membosankan dan anehnya Eun Kyo sama sekali tidak bergeming dengan kebosanan yang Hyuk Jae rasakan itu.

“Sebaiknya kita tidur, jam 8 pagi kita harus sudah berangkat.”

Hyuk Jae merebut remote dan mematikan televisi disusul tatapan tak terima dari Eun Kyo.

“Wae? Aku bisa bangun pagi.” Rengut Eun Kyo sedikit kesal. Kemudian membaringkan tubuhnya di sofa.

“Yak! Igeo…kau. tidur ditempat tidur Eun Kyo~ya!” Hyuk Jae yang geram segera mengangkat tubuh Eun Kyo dan memindahkannya ke kasur.

“KAU! HYUK~a…!!!”

Hyuk Jae ikut berbaring disampingnya dan menarik selimut untuk mereka berdua.

“Begini harusnya dari tadi. Tenang saja aku belum mau melakukan apapun padamu! Kajja, kita tidur!”

Hyuk Jae tahu-tahu menarik Eun Kyo dalam pelukannya dan mulai memejamkan mata, mengindahkan gerutuan Eun Kyo yang masih belum terima diperlakukan seperti itu.

“Haaaassshhhh!!!”

“Tidurlah dan jangan coba-coba kabur!”

“Memangnya siapa yang mau kabur?”

“Kau…memangnya siapa lagi?”

“…”

Eun Kyo masih diam, ia memukul pelan dada Hyuk Jae yang kini berada begitu dekat dengan wajahnya.

“Siapa tahu kau yang mau kabur.”

Hyuk Jae membisu. Terbersit pertanyaan dibenaknya.

“Eun Kyo~ya, kau benar-benar tidak punya kekasih saat menerima perjodohan ini?”

Eun Kyo cepat-cepat menggeleng.

 “Arraseo…mulai sekarang kau mulai jatuh cinta padaku saja!” imbuh Hyuk Jae mengakhri pembicaraan karena setelah itu tidak ada lagi suara Eun Kyo menjawabnya, ia memilih menggerutu dalam hati. Lebih kepada semacam penyesalan karena telah menikah dengan Hyuk Jae. Lalu apa bedanya jika tidak menikah? Ia juga tidak akan menikah dengan Jung Soo, justru ia akan merasa lebih sakit lagi karena ia akan melihat pria yang sangat ia cintai menikah lebih dulu dengan gadis itu, Kim Seera. Pada dasarnya ia dan Jung Soo sama-sama sakit, tidak menikah dengan orang lain tetap saja sakit karena pada akhirnya secinta apapun ia kepada Jung Soo tetap harus melepasnya karena tak mungkin memilikinya.

                Eun Kyo menguatkan hatinya, ia telah membuat keputusan dan tidak boleh menyesal. Ia hanya harus menjalani hidupnya dengan baik dan bahagia, untuk sementara itu tugasnya. Dan satu lagi, mencintai Hyuk Jae dan berusaha jadi istri yang baik. Dia tidak mau melupakan Jung Soo cepat-cepat karena jika sudah begitu ia akan sulit mencintai lagi. Entah apa yang membuat dirinya memutuskan seperti itu mungkin karena masih ada nyala harapan untuk bersama pria itu, walau samar.

‘Jung Soo~ya, aku akan pergi lagi…untuk kedua kalinya, membawa luka dan cintamu, meninggalkanmu dan aku tidak akan tahu, kapan aku kembali…Besok? Lusa? Atau tidak akan pernah datang lagi dan membiarkan cinta kita berhenti hanya sebatas cuplikan iklan dalam film hidupku? Atau kau akan datang, membawa kabar baik dan kita kembali bersama hingga aku tahu bahwa pria inilah yang justru hanya sebatas iklan dalam film kita…Kuharap akan selalu ada jalan menuju pilihan kedua Jung Soo~ya…’

 ***

TBC

Note : Ikha… kebiasaan deh kaga ada notenya… maaf sayang, aku lama publish punya kamu, juga maaf buat ynag menunggu. Keren! Ini konfliknya aku suka. Kyaaaaaaaaaaaaaa aku menikah dengan Lee Hyukjae? Sungguh diluar dugaanku sama sekali, dimana biasanya orang apsti akan memilih Donghae sebagai orang ketiga diantara Teukyo, tapi Hyuk jug atidak buruk! Emak! Aku gilaaaaaaaaaa ini keren! Aku suka alur dan settingmu.

30 responses »

  1. part ini ko sedih y.. jungsoo oppa kecelakaan, eunkyo mlh nikah sm eunhyuk.. gmn teukyo bersatu y??? masa ngorbanin eunhyuk oppa.. jgn dong…

  2. Ya ampuuun sedih banget enkyo kasian banget aaaaaaaaa makin penasaran sama lanjutannya waaaaa lee hyukjae ga nyangka bakalan muncul di sini ,tp keren pilih enhyuk sesuai karakter enhyuk suka suka suka di tunggu part selanjutnya🙂 fighting !

  3. Oenni..
    Kenapa jd spt ini?? Ahh pengen nangis..
    ;(
    d part slanjutnya apa jungso sm eunkyo akan bersatu??bukankah eunkyo sdh menikah oeh??
    Kasian mereka dc!tp lbh kasian lg t sm hyukjae..*puk puk*
    hahahaaa sdh2 aku sdh meninggalkan jejakku..oenni aku tunggu LTD+EGOISTICnya! Oke byeee!
    :*

  4. Andweeeeeeee,
    onnie, kenapa kau merebut hyukjaeku??
    Onnie ambil jungsoo oppa saja, jangan ambil ‘ikan teriku’.

    Aku suka part ini, bikin deg-degan, apalagi saat menjelang pernikahan, aku frustasi. #modus

    kasian oppa, ck, kenapa harus mengetahui kebenaraanya disaat genting.

  5. ya ampuuunn,,, setuju sm eonni biasa’a bang ikan yg jadi pihak ke 3 ini mah bang unyuuukkk
    gak fikiran hyukki masuk jadi pihak ke 3
    ckckck si oppa langsung peluk” aje eunkyo eonni hehehe

    ngeri pas jungsoo oppa kclakaan,,
    pnasaran klnjut’n a eonni

  6. Huwaaaa…kok eunkyo nikah ama hyukjae gimana ama jungsoo kasian kan udah kecelakaan dtinggal nikah lagi…sabar ya oppa sini aq peluk..puk..puk..puk…

    Beneran nich kyo ga nyesel ama keputusannya klu dia tau jungsoo kecelakaan jd pergi apa ga ya?next part tlng cpt dpublish ya biar g tmbh pnsran…

  7. Hiks hiks sedih bgt sampe nangis bacanya, oppaku kecelakaan. . .
    Rumit bgt sih,
    udah ada jalan, ada aja kerikil. Mana eun kyo eonnie nikah ama Hyuk jae. Authornya pinter bgt belokin pemikiran reader.

    Entahlah apa lagi, aku tunggu part 4,hwaiting^^!

  8. aiih… kok jd gini ya jalan ceritanya?menyedihkan…cinta emang rumit banget ya??untung ini cm ff,ff ajj aku sedih bgt bcnya plgi nyata…gk kebayang deh klo jungsoo oppa kecelakaan trus ditinggal nikah sm cinta matinya.bisa nangis 7hari 7malam semua angels n’elf didunia.but…ff nya keren ku suka dtunggu next partnya ya!!!!!!

  9. omo.. kyaaaaa knp eunkyo malah nikah sm suami k-2 ku ???? #Plakkk.. Ya ampunnn ini ko sedih banget.. Udh jungsoo kecelakaan,, eunkyo nikah sm hyukie lg.. Tp aq suka sm conflik’a.. Jarang” conflik kaya’ gini muncull.. Next aq tunggu eon ^^

  10. omo.. kyaaaaaa knp eunkyo malah nikah sm suami aq yg k-2..????? #plakk.. aq suka conflik’a.. jarang bgt conflik kaya gini muncul.. tp kasian juga sm jungsoo,, kenapa nasibmu malang sekali oppa?? ok kereeeennnn poko’a,, next aq tunggu eon ^^

  11. Omo,, knp eunkyo malah nikah sm suami k-2 aq..??? #plakk
    aq suka conflik’a,, jarang” conflik kaya’ gini muncul d ff.. Tp jungsoo’a kecelakaan sih,, kasian bgt nasib km oppa.. Poko’a kerrreeennnn deh.. Next aq tunggu eon^^

  12. konflik makin rumit. Di saat harapan mereka terkabul.. bahwa mereka bukan sepupu kandung, tp sudah terlambat. Kasian jung soo, kirain dia bakal berhasil mendapatkan euk yo kembali. tapi malah mendapatkan kecelakaan.
    Hyuk jae jd orang ketiga diantara mereka, aku kira bakalan donghae. Coz diawal donghae udh muncul. Gak sabar nunggu lanjutan’y.
    Fighting🙂

  13. Waaaa,, makin seruuu g sabar ma kelanjutannya.. Pilu bgt sii teukppa,, niatnya mo menggagalkan pernikahan eunkyo-hyukjae eh malah jd celaka… Tp seneng deh, coz teukppa ma eunkyo bukan sodaraan..^^V

  14. Jungsoo kecelakaan, Eunkyo malah nikah, daaaannn omo itu nikah ama unyuk, biasanya dongek mnjd pihak ke 3. HAHAHA!
    aku suka alur ceritanya, dan penggunaan kata2nya jg suka, rapii
    next part ditggu yaow ^^

  15. yahhhhh… eun kyi y ydah nikah ma hyuk jae padahal jungsoo baru aja tau kebenaran y klo eun kyo bukan sepupu y,,,, ahhhhh mana pake kecelakaan padahal q sah seneng pa jungsoo nemuin itu map tau y kecelakaan n eun kyo y udah nikah n bakal tinggal di kuar negri….
    penasaran ma jalan cerita y nih krn eun kyo y ua nikah,,, n ni ff jauh dari yg q bayangin cerita y…
    Lanjut….

  16. penasaran deh makin penasaran gimana kelajutannya dpart depan nanti,,

    coz eun kyo eonni dah nikah kan sama hyuk oppa trus gimana sama teuk oppa???
    aaarrrggghhh ottokhe????

    ga ada yang kasih tau k eun kyo eonni ya kalo teuk oppa kecelakaan???
    eomma’a eun kyo eonni gimana c???

    hahhhhhh
    sudahlah next part bener” aku tunggu ya eonni

  17. kyyaaa..kok jdi nikah ma hyuk jae!!tak menyangkaa..
    oohh tidak hyuk jae malangnya nasibmu,,
    ntr pasti eunkyo direbut jungsoo oppa lg..hehe!!
    seeruu…part selanjutnya ad kejutan aplagi ni..
    ga bisa ketebakk!!^^

  18. Yaa jungsoo oppa terlambat sudah , eunkyo sama eunhyuk udah menikah ,
    Terus jung soo oppa kecelakan
    Terus bagaimana kelanjutan ceritanya eun kyo dan jung soo?

    baca next part aja biar gag penasaran

  19. author knpa begitu??? wae wae wae??? ya eunkyossi knp hrus menikah?? *demo!! jungso oppa knp nabrak pohon segala, aduuuh… pokoknya otak sy penuh kta knp abis bca ini, KENAPA???? ga mau tau itu eunkyo hrs crai dr hyuk, jungso dpt jnda jg gpp de… *hyuk sma aku aja sama hae jga :p mau beralih ke part selanjutnya *kabuur

  20. knp secepat it. . .#maaf q bwel😀
    aku kira eunkyo tdak akan sampai menikah dg eunhyuk. .
    tp trnyata q slah. . .
    kasian eunhyuk, oppa k tmpt q ja y kalo d tnggal ma eun kyo. . nanti q jd in artis d tmpt q,trz q jd managernya trz q dpt uang bnyak#loe? lupakan

    daebk thor. .

    thor aku hrap d next part eunkyo dan eunhyuk tdk jd perg k beijing. .
    tp q jg brharap jung so tdak mendpatkan eunkyo dg mudah:-D

  21. dapet banget feelnya di part ini! Sedih kok jadi seperti ini? Ternyata mereka bukan saudara, ketika jung soo ingin memberitahu eunkyo dia malah kecelakaan. Udah gitu eunkyo resmi menikah dengan hyuk-jae. Aduuhhh rumit sekali! Next next ah

  22. setelah kyu skarng ama hyuk, wah teuki hrs b’saing dgn para dongsaeng’a untung hae cuma nongol bentar, yg plng susah hyuk abis mereka dah merit hehehe sdh ku duga pasti mereka bkan sodara kandung, yes ayo teuki jgn mau kalah ama hyuk kau pasti bisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s