Freelance : Sureprise (Yong Jin’s Birthday)

Standar

surepraise1

Author : KIM YOORI

 

Park Jung Soo POV

“Oppa oppa.Tolong.”

Haahh suara siapa itu? Merdu dan lembut sekali bagaikan suara Baek Ji Young noona yang menyanyikan lagu lullaby untukku. Membuatku semakin terbuai dan semakin malas untuk bangun.

“Oppaaaaa.Ireonaaaa.”

Hem. Suara selembut ini membangunkanku.Haah tapi aku tidak ingin bangun.Aku semakin mengeratkan pelukanku pada guling yang aku peluk.

“Yaaakk Oppa bangun cepaaaatttt. Bantu akuuuu !!!”

Tiba-tiba kurasakan sebuah tangan mengguncang-guncang lenganku keras.Membuatku yang tadinya masih terbuai dengan alam mimpi pun mulai tersadar.

“Yak Oppa cepat banguuuuuunn.”

Dan aku melihat seorang malaikat sedang menggendong seorang bayi sedang menatapku gusar.Dan aku hanya tersenyum melihatnya. Hah mimpiku benar-benar luar biasa, sampai aku sudah tersadarpun malaikat itu masih di hadapanku dan menatapku.

“Oppa !Kenapa malah hanya tersenyum. Palli ireonaaaaa !”

Ucap malaikatku gusar sembari mulai memukuliku dengan guling yang diambilnya dari pelukanku.Dan saat itulah aku tersadar penuh.Itu bukan malaikat, itu istriku Park Eun Kyo.

“Palli Oppa bangun.Tidak taukah aku sudah kerepotan dari tadi dan kau malah enak-enakan tidur di sini.Cepat banguuuun. Kalau tidak aku akan membunuhmu. Palliiiiiiiii !”

Ucapnya masih memukuliku dengan guling yang dipegangnya di tangan kanan, sementara tangan kirinya menggendong seorang bayi yang ternyata juga adalah anakku, Park Yong Jin.

“Ah ne ne ne Kyo-ya.Ampuuuun. Appo.” Jawabku sambil berusaha menghindar dari pukulannya.

“Cepat banguuuun.Kutunggu di luar. Aku repot mengurus kedua hasil karyamu ini. Han ahjumma hari ini ijin pulang kampung, anaknya sakit.Dan kau, jangan berani-berani melarikan diri.Hari ini kewajibanmu adalah mengurus kedua hasil karyamu ini.Aku sudah menelpon Appa memintakanmu ijin untuk tidak masuk kantor hari ini. Mengertiiiii !”

Ucapnya panjang lebar sembari berjalan keluar kamar, dengan diikuti sosok makhluk kecil lain yang tidak aku lihat tadi, yang memandangku sinis sembari mendengus pelan kemudian segera mengikuti istriku itu.

Haah sepertinya hari ini aku akan menjadi pria rumah tangga yang sibuk yang harus mengurus dua hasil karyaku. ‘Hasil karyaku’ mwoya? Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan istriku saat ini. Aku benar-benar tidak bisa mengerti wanita.Aaarrrgggh.Aku hanya bisa mengacak-ngacak rambutku gemas.Ternyata menikah tidak seindah yang aku bayangkan.Menyebalkan.

Akhirnya dengan malas aku beranjak dari kasurku yang sangat nyaman itu dan menuju ke kamar mandi.Mencuci muka dan menggosok gigiku. Setelah itu keluar dari kamarku untuk memenuhi perintah sang nyonya besar di rumah ini.

“Haah Han ahjumaaaaa. Kenapa ijin di saat seperti ini.” Racauku.

Akupun keluar kamar dengan santainya.Dan hanya bisa melongo memandang keadaan rumah yang sudah kacau balau.Dengan satu hasil karyaku sedang berlari-lari memutari ruang keluarga yang sudah berantakan itu dengan membawa pesawat terbang di tangannya.Dan satu lagi hasil karyaku sedang mengoceh tak karuan dengan ingus yang bertebaran d wajahnya.

Pantas saja nyonya besar yang biasanya sangat sabar bagaikan malaikat berubah menjadi algojo sadis yang siap membunuh siapapun yang mengusiknya.Ternyata kekacauan yang terjadi di rumah memang sudah sangat parah.

“Yaaakk Oppa. Kenapa kau hanya diam di situuuuu.Cepat urus salah satu hasil karyamu itu.Aku sedang sibuk membuatkan sarapan untuk kalian semua.Ryu Jin harus segera berangkat sekolah.Palli !” teriak istriku mengagetkanku.

Dan aku langsung bergegas menuju Park Yong Jin yang sedang mengoceh entah pada siapa dan entah tentang apa. Karna kuanggap Park Ryu Jin sang kakak lebih bisa menjaga dirinya, apalagi sudah ada mainan di tangannya, dia tidak akan rewel, yakinku. Akupun mulai mencari tissue basah untuk mengelap ingusnya yang bertebaran di wajahnya.Saat sedang mengelap wajah Yong Jin dengan penuh konsentrasi tiba-tiba terdengar suara tangisan dari Ryu Jin yang tadi sedang asyik bermain dengan pesawatnya.

“Yaaakk Oppa siapa yang menangis?Cepat didiamkan. Aku pusing mendengarnya.” Dan itulah perintah sang nyonya besar. Aaarrrgghh.

Akupun menghampiri Ryu Jin.Dan merengkuhnya dalam gendonganku. Kuhapus air matanya yang masih terus berlinang karna tangisnya yang tak kunjung reda.

“Waeyo Ryu Jin-ah?Jagoan appa yang paling tampan.Kenapa menangis sayang?” tanyaku pada anakku.

“Appo Appa.” Jawabnya masih sambil terisak.

“Eoddi Appo eoh?” tanyaku sambil menurunkannya dan mengecek seluruh badannya.

“Lututku Appa. Tadi tersandung di sana.” Tunjuknya pada tempat dia terjatuh tadi.

“Sudah sudah.Jagoan Appa tidak boleh menangis.Mana ada jagoan menangis eum.Sini Appa tiup sakitnya, pasti langsung sembuh. Appa kan dewa kesembuhan. Hahahaa.” Hiburku sembari meniup-niup lututnya yang katanya sakit.

“Masih sakit eoh?” tanyaku.

“Aniya.Sudah tidak sakit lagi. Jagoan kan tidak merasakan sakit ya Appa.” Jawabnya sembari tersenyum polos.

“Bagus. Sudah sekarang main lagi sana. Dan hati-hati jangan sampai terjatuh lagi. Arra.” Ucapku.

“Ne Appa.” Dan Ryu Jin pun langsung berlari kembali mengambil pesawatnya dan mulai lagi berlari-lari seperti tadi.

Dan akupun menghampiri Yong Jin yang masih juga mengoceh tak karuan dengan ingus yang kembali bertebaran di wajahnya.Haah harus mulai dari awal lagi menghapus ingusnya yang bertebaran.

Kuambil kembali tissue basah dan mulai lagi menghapus ingus Yong Jin hingga bersih.

“Nak nak siapa yang mengajarimu untuk jorok seperti ini eoh?Kalau ada ingus segera ambil tissue basah dan lap sendiri ingusmu seperti ini eoh.Nah seperti yang Appa ajarkan sekarang.Mengerti?” ucapku kepada anakku yang berumur hampir 1 tahun ah atau sudah lebih dari satu yah. Hah molla, aku lupa.

“Bbbrrrfffttt…mamama…brrruuuurrr…ooo…gagaga…”  dan itulah jawaban yang kudapat dari Park Yong Jin yang hanya menggoyang-goyangkan tangannya.

Haaah.Aku yang gila, mengajak ngobrol anak satu tahun.Dan akupun hanya mengamati Yong Jin yang masih saja mengoceh dan tertawa sendiri.Sibuk dengan dunia bayinya.

Ting tong ting tong

“Oppaaaa palli buka pintunyaaaa ! Aku masih repot di dapur.” Teriak Kyo padaku dari dapur.

Haahh.Nyonya besar mulai memerintah.Ish. Akhirnya aku menggendong Yong Jin dan segera menuju ke pintu rumah karna sang tamu yang sepertinya tidak sabaran ituterus saja memencet bel rumahku tanpa henti.

“Annyeong.” Sapaku ketika melihat seorang gadis di depan pintu rumahku.

“Ah annyeonghaseyo Oppa.Oppa, mana Kyo eonni eoh? Aku ada perlu dengannya. Penting.” Ucap sang tamu yang langsung menerobos masuk tanpa mau tau repotnya aku dengan satu anak di gendonganku dan satu anak di belakangku berdiri memegangi ujung kaosku.

“Eun Kyo eonni eoddi-ya?” teriak tamuku yang ternyata adalah Park Yoon Bi adik iparku.

“Yaaakk Park Yoon Bi, bisakah kau kecilkan suaramu itu eoh? Kau benar-benar menggangguku.” Ucapku padanya.

“Yoon Bi-ya aku di dapur. Kemarilah.” Teriak istriku lebih heboh dari teriakan Yoon Bi tadi.

“Haaah brati Eun Kyo eonni pasti lebih mengganggu dari pada aku kan Oppa?” cibirnya padaku sembari menjulurkan lidahnya padaku.

Dan akupun hanya mendengus melihatnya yang melenggang santai ke dapur.Lebih baik kulanjutkan saja bermain dengan kedua hasil karyaku. Dan kembali seperti awal tadi, Yong Jin duduk sambil mengoceh tak jelas dengan menggoyang-goyangkan tangannya, Ryu Jin berlarian lagi dengan pesawatnya, dan aku di depan Yong Jin mengamatinya sambil sesekali mengajaknya mengobrol. Dan sepertinya aku sudah positif gila sekarang.

“Oppaaaaa sarapan sudah siap.Cepat bawa Ryu Jin dan Yong Jin kemari untuk segera sarapan. Dan aku mau mandi dulu, karna hari ini aku yang akan mengantarkan Ryu Jin ke sekolah.” Teriaknya dari dapur dan kudengar setelah itu dia berlari menuju ke kamar.Sepertinya bergegas mandi.

Haahh hari ini hari yang sangat sial bagiku.Dan akupun menggendong Yong Jin dan memanggil Ryu Jin untuk segera sarapan.

“Ryu Jin-ah ayo sarapan. Sebentar lagi kau harus berangkat sekolah.” Panggilku pada Ryu Jin.

Dan kulihat dia langsung berlari menuju ruang makan.Akupun menyusulnya dengan masih menggendong Yong Jin. Kulihat Yoon Bi di sana sedang mempersiapkan meja makan. Sepertinya dia sengaja membantu eonninya supaya sang eonni segera bersiap.

Setelah menaruh Yong Jin di kursi makannya.Akupun duduk di sampingnya.

“Yah Yoon Bi-ya. Ada apa kau kemari eoh? Tumben sekali sudah di sini pagi-pagi begini. Sendirian pula, padahal kan biasanya kau tidak terpisahkan dengan suamimu itu.” Ucapku mencibir padanya.

“Ah aku ada urusan dengan Eun Kyo eonni Oppa.Urusan penting antar wanita.Jadi Oppa tidak boleh tau. Hahahaa.”Jawabnya yang membuatku mendengus.

“Urusan antar wanita apa? Dasar wanita-wanita pembuat pusing para suami.” Cibirku.

“Yak Oppa, aku adukan pada eonni nanti.” Ancamnya.

“Yak andwae.Kau tau kan bagaimana istriku kalau marah, bisa-bisa aku tidak mendapatkan jatah harianku nanti malam.” Bisikku pada Yoon Bi.

“Mwoya?Ish dasar Oppa berotak mesum.Itu kau urus anakmu saja. Makanannya berantakan sekali.” Tunjuk Yoon Bi pada Yong Jin yang berada di sampingku.

Dan oow hasil karyaku yang kedua sedang membuat hasil karyanya sendiri.Buburnya sudah tercecer ke mana-mana karna sendok yang seharusnya digunakan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut malah digunakannya sebagai kuas untuk menggambari meja makannya yang menyatu dengan kursi makannya.Bajunya yang awalnya bersih dan hanya terdapat noda ingus itupun menjadi tak berbentuk lagi karna ceceran bubur yang sudah mencapai bajunya. Ah, mati aku jika Eun Kyo melihat ini.

“Yong Jin-ah, kau sedang membuat apa eoh?Pintar sekali kau nak, tapi lebih pintar lagi kalau kau tidak membuat kekacauan seperti ini.Haduh. Appa bisa dibunuh oleh eommamu jika seperti ini caranya.” Ucapku sambil segera mengambil kain untuk membersihkan hasil karya Yong Jin.

“Brrrrrr….mamama….” itulah jawaban yang kudapatkan.

Sedang membersihkan hasil karya Yong Jin, tiba-tiba kudengar teriakan dari dalam kamar.

“Oppa suruh Ryu Jin kemari. Aku harus menyiapkannya untuk berangkat sekolah.” Dan akupun hanya bisa menghela nafas mendengar perintah sang Nyonya Besar.

“Ryu Jin-ah segera ke kamar eomma.Kau harus segera bersiap-siap berangkat sekolah. Tapi habiskan dulu sarapanmu.” Ucapku pada Ryu Jin.

“Ryu Jin sedang sarapan Kyo-ya. Sebentar lagi selesai.” Teriakku pada Eun Kyo.

Dan beberapa saat kemudian Ryu Jin berlari ke kamar eommanya setelah menghabiskan sarapannya.

“Oppa, maaf,  sepertinya hari ini aku harus membuatmu agak kerepotan. Hehee.”Tiba-tiba Yoon Bi berkata sembari tertawa mengejekku.

“Eoh memangnya kenapa aku harus kerepotan?” tanyaku penasaran.

“Hahahaa.” Dan diapun hanya tertawa sembari mengendikkan bahunya.

“Hah terserah kau saja.” Ucapku cuek dan kembali mengurusi Yong Jin yang akhirnya kuputuskan untuk menyuapinya daripada nantinya dia membuat hasil karyanya lagi yang lebih mencengangkan.

“Oppa, aku mengantar Ryu Jin ke sekolah dulu yah.” Tiba-tiba kudengar suara lembut kesayanganku di belakangku.

Setelah kutengok, kulihat istriku sudah cantik dan Ryu Jin sudah rapi dengan seragam sekolahnya.

“Eum Ne.” jawabku masih belum mengalihkan tatapanku dari istriku yang cantik itu.

“Dan aku titip Yong Jin ya Oppa. Aku ada urusan penting dengan Yoon Bi, dan sepertinya aku akan pulang agak telat. Arra.” Ucapnya lembut dan menggantikanku menyuapi Yong Jin.Saat tadi aku sibuk terpana menatapnya, ternyata Eun Kyo mengambil sendok makan Yong Jin dari tanganku dan gantian menyuapinya.

“Hah kau tega meninggalkanku berdua dengannya?” tunjukku pada Yong Jin.

“Oppa aku percaya padamu.Oke. Jangan lupa mandikan Yong Jin, buatkan dia susu kalau rewel, atau gantikan popoknya. Nanti jam 11 tidurkan dia, itu waktunya dia tidur. Dan jangan biarkan jagoanku yang kedua itu menangis. Arra.” Ucapnya.

“Ah Kyo-ya. Jangan tinggalkan kami.” Rajukku padanya.

“Oppa, jangan kekanakan ah. Aku harus mengurus sesuatu yang sangat penting demi masa depan kita. Jadi untuk hari iniiiiiiiiii saja, kumohon bantulah aku mengurus Yong Jin. Setelah ini, apapun yang kau minta pasti akan kukabulkan. Oke.” Mohonnya padaku.

Baiklah, jika dia sudah memasang wajah memohonnya lelaki manapun tidak akan kuat dengan kekeraskepalaannya itu. Apalagi janjinya di akhir kalimat tadi. Dia akan menuruti apapun yang aku minta. Bukankah itu akan sangat menyenangkan. Assa.

“Baiklah, aku terpaksa mengabulkannya.” Ucapku dengan wajah pura-pura memelas.

“Tapi Kyo-ya. Aku kan tidak bisa memandikan Yong Jin, dan aku tidak pernah memandikannya. Eottohke?” ucapku lagi.

“Yak Oppa, kalian kan sama-sama lelaki.Kalian pasti bisa melakukannya.Aku yakin. Aku percaya padamu.” Ucapnya sembari mencium bibirku dan segera mengambil tasnya untuk bersiap-siap pergi.

“Yoon Bi-ya kajja, Ryu Jin sudah hampir terlambat.” Ucapnya pada sang adik.

“Oppa aku pinjam eonni dulu yah. Besok aku akan mentraktirmu. Aku janji. Hahahaa.” Ucap Yoon Bi tertawa mengejekku.

“Ish istriku sangat berharga, jadi mentraktir satu kali belum lunas jika kau meminjamnya. Butuh 10 kali traktiran baru kuanggap lunas.” Jawabku sembari mengambil Yong Jin dan segera menggendongnya. Aku ingin melihat kepergian istriku, dan kalau bisa akan memasang wajah sememelas mungkin supaya istriku itu tidak tega meninggalkan kami dan membatalkan rencananya. Hahaaa.Ide bagus.

“Oppa aku titip Yong Jin yah.” Ucap Eun Kyo saat sampai di depan pintu rumah. Dan akupun mulai memasang wajah memelasku yang lebih memelas dari wajah memelasku saat di ruang makan tadi.

“Ish Oppa tidak usah berakting seperti itu. Aku tidak akan membatalkan rencanaku.” Kata istriku seakan tau apa yang ada di otakku saat ini.

“Ah aku kan hanya sedang berusaha sebaik-baiknya. Siapa tau dewi keberuntungan sedang berpihak padaku.” Ucapku.

“Ya sudah, aku pergi dulu ya Oppa. Titip Yong Jin. Aku mencintai kalian.” Ucapnya terburu-buru.

Namun sebelum dia memasuki mobil Yoon Bi akupun memanggilnya.

“Yeobo-ya. Ppoppo.” Ucapku sambil mengerucutkan bibirku, bermaksud meminta cium darinya.

“Ish.” Dengusnya, tapi tetap menghampiriku dan Yong Jin dan mengecup bibir kami cepat.

“Annyeong Oppa. Titip jagoan kita ini. Oh yah, dan kalau sempat tolong bereskan rumah kita skalian ya Oppa. Hehehee.” pamitnya sembari tekekeh dan bergegas memasuki mobil Yoon Bi.

“Ne. Serahkan saja semuanya padaku.Bersenang-senanglah hari ini.Hati-hati. Arra.” Akupun melambai pada mereka.

“Appa aku berangkat sekolah dulu supaya pintar dan bisa membantu Appa mencari uang. Annyeong.”Ryu Jin pun melambaikan tangannya kepadaku.

“Oppa, aku pinjam eonni dulu yah.Annyeong.”Yoon Bi pun melambaikan tangannya padaku, sebelum akhirnya dia menjalankan mobilnya menjauhi pekarangan rumah mungil ini.

Hah sepi sudah rumah ini. Hanya ada suara Yong Jin yang masih saja mengoceh tak tentu arah. Sekarang apa yang harus kulakukan? Sembari mengedarkan pandanganku ke sekitar rumah dan melihat keadaan rumah yang sangat sangat jauh dari kata rapi.

Lebih baik aku memandikan Yong Jin saja, sekalian memandikan diriku sendiri.Akhirnya akupun menuju ke kamar mandi.Masalah membereskan rumah nanti saja saat Yong Jin sudah tidur.

Author POV

Di rumah, Park Jung Soo dan Yong Jin sedang mandi bersama dengan ramainya. Sementara itu di tempat yang lain yaitu mobil Park Yoon Bi, Park Eun Kyo sedang merasa was-was meninggalkan suaminya hanya berdua dengan anaknya tanpa Han ahjumma di rumah.

Sebenarnya sejak awal itu adalah rencana Park Eun Kyo dan Park Yoon Bi.Hari ini adalah hari ulang tahun Park Yong Jin yang pertama atau tepat satu tahun.

Awalnya Eun Kyo hanya ingin mengadakan pesta kecil-kecilan bersama keluarganya.Namun entah tiba-tiba adiknya Yoon Bi memberikan ide untuk mengerjai Park Jung Soo selama mereka mempersiapkan pesta untuk Yong Jin.

Kenapa mereka berani mengerjai Park Jung Soo?Yah karna Park Jung Soo adalah orang yang selalu melupakan tanggal-tanggal penting orang-orang di sekitarnya. Jadi mereka yakin, Park Jung Soo tidak akan curiga oleh rencana mereka.

Sengaja mereka menitipkan Yong Jin kepadanya.Karna semenjak Yong Jin lahir hingga menginjak umur satu tahun hari ini, Park Jung Soo selalu sibuk dengan dirinya sendiri dan pekerjaannya.Tidak pernah mencoba membantu Eun Kyo mengasuh kedua jagoan mereka.

“Yoon Bi-ya, eonni merasa tidak tega meninggalkan Oppa hanya berdua dengan Yong Jin. Kau taukan meskipun Yong Jin tidak rewel tapi dia susah sekali untuk disuruh tidur. Aku takut Oppa nanti kelelahan mengurus anak yang sangat aktif itu.” Ucap Eun Kyo pada adiknya.

“Tenang saja eonni-ya, Oppa pasti bisa mengurus Yong Jin. Dia kan seorang Appa, jadi dia harus belajar mengurus anak-anaknya. Bukan hanya mengurus berkas-berkas saja di kantornya, atau hanya maunya mengurusmu saja.Ish, eonni terlalu baik pada Oppa.” Jawab Yoon Bi.

“Ah terserah kau saja Yoon Bi-ya.Aku hari ini menurut saja padamu. Tapi kalau terjadi apa-apa pada mereka berdua, aku pasti akan membunuhmu. Arra.” Ucap Eun Kyo sengit.

“Hahaaa. Arra eonni-ya.” Jawab Yoon Bi.

Dan merekapun melanjutkan perjalanan mengantarkan Ryu Jin ke sekolahnya dan setelah itu menuju supermarket untuk mempersiapkan pesta ulang tahun Yong Jin yang akan mereka adakan di kediaman keluarga Park, keluarga Eun Kyo dan Yoon Bi. Karna mereka tidak bisa mengadakan pesta di rumah Park Eun Kyo sendiri karna disebabkan rencana mereka untuk mengerjai Park Jung Soo.

Park Jung Soo POV

 

Aku dan Yong Jin sudah mandi dan sudah sama-sama tampan. Sekarang apa yang harus kulakukan? Kutengok jam dinding dan kulihat jam hampir menunjukkan pukul 11. Dan aku teringat kata-kata Eun Kyo tadi bahwa jam 11 waktunya Yong Jin tidur. Ah lebih baik aku membuatkan dia susu supaya dia cepat tidur. Karna dari sumber yang kubaca, apabila bayi kenyang maka dia akan cepat tertidur. Assa.Ternyata mudah merawat bayi.Hahahaa.

Dan akupun sibuk membuat susu di dapur. Yong Jin kutinggalkan di ruang keluarga bersama mainannya yang sudah berserakan di sana.

Haah bagaimana caranya membuat susu bayi? Eun Kyo belum sempat mengajariku hal ini, dan aku juga lupa untuk menanyakan hal ini tadi.Eottohke?

Aha biasanya kan di luar kaleng susu pasti ada cara penyajiannya. Assa.Aku memang pintar. Jung Soo-ya, tidak sia-sia kau belajar ilmu ekonomi hingga ke Jepang. Kalau sampai membuat susu bayi saja kau tidak bisa percuma saja gelarmu selama ini.

Langsung kuambil kaleng susu Yong Jin dan kubaca cara membuat susu di belakangnya.Pertama-tama siapkan air panas 60 ml. oke. Akupun mengambil botol susu Yong Jin yang ada di lemari dan menuang air panas ke dalamnya hingga air menunjuk pada tulisan 60 ml yang terdapat pada botol.

Lalu masukkan susu formula sebanyak 3 sendok takaran. Oke lagi, akupun memasukkan susu formula tersebut 3 sendok takaran ke dalam botol Yong Jin. Cha, setelah itu diaduk supaya susu dan air bercampur. Dan akupun menggoyang-goyangkan botol susu Yong Jin tersebut. Mecoba mengocok supaya susunya larut bersama air.

Yes. Susu formula ala Park Jung Soo sudah selesai dibuat.Dan akupun langsung menghampiri Yong Jin yang saat ini sedang menggigiti boneka kecil yang dipegangnya. Hah. Sepertinya jagoanku sudah lapar.Bagus, waktunya sangat tepat.

“Yong Jin-ah, minum susu ya nak. Appa sudah membuatkanmu susu terenak yang pernah ada.” Ucapku padanya.

“Kaaaa…mamama…moooo….” Ocehnya sangat sangat tak jelas.

Aku segera membaringkannya, melepas boneka yang sedang digigit dan dipegangnya.Dan segera memasukkan kepala dot tersebut ke mulut Yong Jin.Dan betapa terkejutnya aku ketika tiba-tiba Yong Jin malah menangis keras.

Eomma, apa yang telah kulakukan. Aku kan hanya memberinya susu, kenapa dia malah menangis? Aduh.Apa yang harus kulakukan sekarang?

“Yong Jin-ah, kau kenapa nak?Katakan kepada Appa kau kenapa eoh?Susunya tidak enak?Atau kenapa? Appa bingung nak.” Ucapku yang bingung bagaimana meredakan tangisannya.

“Cup cup cup sayang, jangan menangis.” Akhirnya aku menggendongnya dan membawanya berkeliling rumah.Biasanya Eun Kyo melakukan itu kalau Yong Jin mulai rewel.

Dan perlahan-lahan Yong Jin pun berhenti menangis.Akupun menurunkannya dan membiarkannya bermain lagi. Aku takut mau meminumkannya susu lagi. Takut dia akan menangis lagi.

Eootohke? Tapi kalau dia tidak minum susu kasian dia. Ah lebih baik aku telpon Eun Kyo saja.

Akupun menghubungi Eun Kyo.

“Yeoboseyo Oppa. Waeyo?”

“Eum Eun Kyo-ya.Begini.Eum.Aduh. Eum.” Tiba-tiba aku ragu untuk mengaku, pasti Kyo akan marah besar padaku.

“Waeyo Oppa? Katakan saja ada apa sebenarnya? Yong Jin rewel kah?”

“Aniyo.Yong Jin tidak rewel.Hanya saja dia aneh.”

“Yong Jin aneh?Kenapa?”

“Tadi kan aku membuatkannya susu, tapi begitu aku meminumkan susu tersebut padanya dia menangis keras. Aku bingung Kyo-ya.”

“Yak Oppa, apa yang kau lakukan pada Yong Jin ku eoh? Memang kenapa dia bisa menangis seperti itu?Sekarang mana Yong Jin?Kenapa tidak ada suara tangisannya yang terdengar dari sini?” terdengar nada kepanikan dari Eun Kyo.

“Ah Yong Jin sudah tidak menangis lagi.Dia bahkan sedang tertawa-tawa sendiri saat ini dengan mainannya. Tapi aku jadi takut memberinya susu lagi Kyo-ya.”

“Oppa membuat susu dengan air apa?”

“Air putih biasa.”

“Maksudku air panas atau hangat atau dingin?”

“Di luar kaleng disuruh membuatnya dengan air panas. Jadi aku membuatnya dengan air panas di termos.”

“Yak Oppa neo micheosseo. Kau mau membunuh Yong Jin ku eoh?Jelas saja dia menangis kalau kau memberinya minum air panas.”

“OMO Eun Kyo-ya, aku tidak berfikir sampai situ.”

“Aish Oppa.Kalau begini bagaimana aku bisa pergi dengan tenang meninggalkan kalian berdua di rumah.”

“Ah Kyo-ya, tak apa-apa, tak usah fikirkan kami lagi.Bersenang-senanglah. Aku akan lebih berhati-hati lagi sekarang. Aku janji tidak akan melukai Yong Jin lagi. Maafkan aku.”

“Hah baiklah.Tapi kalau Yong Jin menangis lagi, segera hubungi aku.Arra.”

Dan telponpun terputus. Eun Kyo memutuskan telponnya bahkan sebelum aku mengucapkan salam. Hah sepertinya dia marah besar. Gawat.

Dan setelah itu aku menatap Yong Jin yang sekarang sedang tertelungkup di atas karpet dan tangannya menarik-narik bonekanya yang sudah digigitinya tadi.

“Maafkan Appa Yong Jin-ah.” Ucapku.

Dan hanya dibalas tawa kecil oleh Yong Jin.

Dan kuputuskan meninabobokan Yong Jin setelah susunya sudah agak dingin nanti.

Park Eun Kyo POV

Ah aku bisa gila jika seperti ini. Benar apa yang aku fikirkan tadi, Oppa pasti akan membuat masalah. Dan taruhannya adalah anakku.

“Yoon Bi-yaaaaaa.” Teriakku memanggil adikku yang sedang sibuk di dapur mempersiapkan untuk pesta nanti.

“Yak sepertinya aku benar-benar akan membunuhmu sekarang.” Ucapku sengit.

“Ige mwoya eonni?Memang apa salahku sehingga kau ingin membunuhku eonni-ya?” jawabnya kaget.

“Kau tau? Gara-gara ide gilamu meninggalkan Yong Jin dengan Oppa, Yong Jin hampir saja kehilangan lidahnya.” Teriakku marah padanya.

“Eooni-ya, sabar sebentar.Jelaskan yang benar.Aku tidak mengerti?” tanyanya bingung.

“Oppamu yang bodoh itu, dia membuatkan Yong Jin susu formula dengan air panas.Dan dengan seenaknya langsung meminumkannya pada anakku itu. Haah ingin rasanya kubunuh dia.” Teriakku frustasi.

“Mwoya? Bwahahaaaa.” Dan Yoon Bipun hanya tertawa mendengar penjelasanku tadi.

“Eonni-ya, suamimu benar-benar.” Tambahnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ah sudahlah, jangan tertawa kau. Aku sedang ingin membunuh orang saat ini.” Ucapku dan menatapnya tajam.

“Ah ne ne ne eonni-ya tenang.Sudah lebih baik kita cepat-cepat menyelesaikan persiapan pesta dan segera menghubungi Oppa.Saat ini Donghae Oppa sedang menjemput Ryu Jin. Dan aku juga sudah menelpon Yoo Ri eonni dan Hyun Eun supaya membawa Yoogeun dan Lauren supaya bisa menemani Ryu Jin nanti.” Ucapnya sembari menahan tawa.

“Arra.”jawabku lelah.

Yah lebih baik aku cepat-cepat menyelesaikan persiapan pesta ini.Lebih cepat selesai lebih baik.Sehingga aku tidak perlu lagi mencemaskan kedua jagoanku di rumah.

Park Jung Soo POV

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Eun Kyo belum pulang, dan Yong Jin belum mau tidur sedari tadi. Padahal sudah 2 botol susu aku minumkan padanya. Tapi dia tidak tidur juga. Malah masih asyik berceloteh yang aku tak tau apa artinya.

Aku sudah sangat lelah sedari tadi berusaha membuatnya tidur.Akupun hanya menatap Yong Jin yang sibuk dengan dunia bayinya.Hingga tanpa sadar mataku mulai terasa memberat dan memberat hingga tiba-tiba bunyi ponselku mengagetkanku.

‘Naui Yeobo calling’

Hah Eun Kyo menelponku. Ada apa lagi? Kenapa dia tidak pulang saja dan segera menggantikanku mengurus Yong Jin di sini.

“Yeoboseyo.” Jawabku lemah.

“Oppa, kau tidur eoh?Aku membangunkanmu eoh?” tanyanya.

“Belum sempat tertidur karna bunyi ponsel baru saja.Waeyo Kyo-ya?Kapan kau pulang?Aku lelah mengurus jagoanmu ini.”

“Ah Oppa, bisakah kau menjemputku dan Ryu Jin di rumah eomma.Yoon Bi tiba-tiba ada urusan dan dia tidak bisa mengantarkanku.Eottohke?”

“Hah Arra. Kau tunggu saja di sana. Mengerti?”

“Ne Oppa.”

Dan akupun segera menggendong Yong Jin dan mengganti bajunya dengan baju yang baru.Karna baju lamanya sudah terkena air liur dan ingusnya.Aku sendiri juga berganti baju supaya terlihat sedikit rapi, karna aku harus ke rumah mertuaku.

Dan setelah siap akupun langsung membawa mobilku menuju ke rumah mertuaku.

Ting Tong Ting Tong

Haah kenapa lama sekali tidak ada yang membukakanku pintu.Dan akupun mulai membunyikan bel pintu rumah mertuaku sekali lagi.

Ting Tong Ting Tong

Dan masih saja tidak ada tanda-tanda akan ada orang membukakanku pintu.Sebenarnya ke mana mereka semua.Bukankah tadi Eun Kyo memintaku menjemputnya di sini.

Karna berkali-kali mengebel, tetapi tak kunjung dibukakan pintu, akupun menelpon Eun Kyo untuk menanyakan keberadaannya.Dan hasilnya nihil.Dia tidak juga mengangkat panggilan dariku.Aish. Sebenarnya ada apa sich.

Akhirnya tanpa menyerah akupun memencet lagi bel rumah itu.

Ting Tong Ting TongTing Tong Ting Tong Ting Tong Ting Tong

Dan tetap tidak ada yang membukakan pintu.Akhirnya kuputuskan untuk mencoba membuka pintu besar keluarga Park, siapa tau tidak dikunci.Dan benar saja, pintu itu terbuka.

Dan betapa terkejutnya aku ketika aku melongokkan kepalaku ke dalam tiba-tiba

“Surpriseeeeeeeeeeeeee.”

Kudengar teriakan banyak orang tertuju padaku dan Yong Jin.Dan tak lama kemudian, Yong Jin pun menangis keras di gendonganku karna sangat terkejut mendengar teriakan orang-orang tersebut.

“OMO Yong Jin-ah.” Dan tak berapa lama Yong Jin sudah berpindah tangan di gendongan istriku tercinta.

“Ige mwoya?” tanyaku bingung.

“Aku kan tidak ulang tahun ataupun naik jabatan.” Tambahku.

“Yak Oppa, aish aku benar-benar ingin membunuhmu tau.” Ucap istriku galak.

Sekarang apalagi salahku? Tadi gara-gara susu Yong Jin. Sekarang apa lagi. Kenapa istriku sangat tega padaku.

“Hari ini kan ulang tahun Yong Jin, Oppa.” Ucap Yoon Bi padaku.

“OMO. Aku lupa.” Ucapku sembari menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“Ck aku sudah yakin itu. Jangan kan ulang tahun anak sendiri, ulang tahun istrinya saja belum tentu dia ingat.” Ucap Eun Kyo menyindirku.

Haah matilah aku hari ini.Akupun hanya tetap menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Dan setelah mengamati ke sekeliling ruangan rupanya sudah banyak orang di sana.

Ada eomma appa, eommonim abeoji, Yoon Bi dan suaminya Lee Donghae, dan ada juga teman-teman istriku itu bersama dengan suami-suami dan anak-anaknya.

“Sudah sudah. Lebih baik sekarang kita mulai saja pesta untuk merayakan ulang tahun Yong Jin.” Ucap abeoji mendamaikan suasana yang panas karna kebodohanku.

Pesta pun dimulai. Hanya acara sederhana yang disiapkan Eun Kyo dan keluarga. Acara tiup lilin dan potong kue diwakilkan olehku dan Eun Kyo dan juga sang jagoan Ryu Jin yang memaksa untuk meniup lilin, dikarenakan yah Yong Jin yang belum bisa meniup lilin dan memotong kue sendiri. Setelah itu, acarapun dilanjutkan dengan makan-makan biasa.

Selama awal acara hingga tiup lilin dan potong kue Eun Kyo benar-benar terlihat menghindariku. Meskipun dia berdiri di sampingku, tetapi senyumnya tak pernah ditujukan kepadaku. Hah, aku salah lagi di matanya. Aku harus mencari kesempatan untuk meminta maaf padanya. Jika tidak, bisa-bisa dia cemberut sampai nanti, dan alhasil nanti malam aku tidak akan mendapat jatah harianku.

Akhirnya akupun hanya mengawasinya yang sedang menggendong Yong Jin dan mengobrol dengan eomma, appa, abeoji dan eommonim.

“Yong Jin-ah cucuku tersayang. Ya ampun, tambah berat saja kau ini.” Ucap eomma sembari meraih Yong Jin dari gendongan Eun Kyo dan menggendongnya.

Hah inilah saatnya, Yong Jin sudah berada di tangan ahlinya dan sekarang waktunya aku untuk melancarkan aksi minta maafku pada Eun Kyo. Yah aku sadar hari ini sudah banyak berbuat kebodohan yang pasti membuatnya meradang. Akhirnya akupun mendekati Eun Kyo yang saat ini sedang mengobrol dengan abeoji.

“Permisi abeoji, bolehkah aku meminjam Eun Kyo sebentar?” ucapku sesopan mungkin pada ayah mertuaku itu.

“Hahahaa. Untuk apa kau meminta ijin padaku eoh? Sekarang kan Eun Kyo itu milikmu, sudah bukan milik Appa dan Eomma lagi. Dasar kau ini.” Jawab Abeoji sembari memukul keningku pelan.

“Ah ne abeoji, kamsahamnida.” Ucapku sembari membungkukkan badanku dan segera menarik Eun Kyo menjauh dari keramaian di ruang tamu.

Setelah sampai di tempat yang lumayan sepi akupun langsung memeluknya.

“Yeobo-ya. Mianhae, jeongmal mianhae. Pasti aku banyak membuatmu kesal hari ini yah. Aku benar-benar menyesal. Aku minta maaf ya sayang. Aku janji mulai sekarang aku akan membantumu merawat jagoan-jagoan kita. Aku akan belajar membuat susu dengan baik dan benar. Dan aku juga akan menghafalkan tanggal ulang tahun kalian dan juga seluruh keluarga besar Park. Aku juga akan membantumu mempersiapkan ulang tahun buah hati kita. Dan akan berusaha melakukan apapun yang kau inginkan sayang. Jadi, maafkan aku yah.” Ucapku meminta maaf padanya.

Namun hanya kebisuan yang kudapat. Dan kurasakan sekarang Eun Kyo bergetar dalam pelukanku. Hah malaikatku pasti sedang menangis saat ini. Apakah hari ini kebodohanku berakibat sangat fatal? Kenapa dia menjadi sesedih ini?

“Yeobo-ya. Aku tau aku sangat sangat bersalah padamu. Maafkan aku ya sayang.” Ucapku tulus sembari melonggarkan pelukanku dan mengangkat dagunya supaya aku bisa melihat wajahnya yang cantik, yang ternoda oleh air mata. Kuhapus air mata yang mengalir di wajahnya.

“Oppa. Mianhae.” Ucapnya sambil terisak.

“Kenapa sayang? Kau tidak salah apa-apa hari ini. Kenapa harus meminta maaf eoh?” tanyaku lembut.

“Hari ini aku sudah membuatmu lelah karna mengurus Yong Jin. Kau pasti sangat lelah kan oppa? Sewaktu aku menelponmu tadi suaramu juga terdengar lemah. Kau pasti sangat mengantuk. Iya kan oppa?” ucapnya menangis semakin keras sembari menatapku.

“Rencanaku mengerjaimu keterlaluan ya Oppa. Oppa mianhae. Aku pasti bukan istri yangbaik untukmu kan Oppa? Huwaaaaa.” Lanjutnya dan menangis semakin keras.

Akupun hanya tertawa mendengar kata-katanya. Dasar istriku yang polos. Kukira dia sangat-sangat marah karena kebodohanku. Ternyata dia sedang menyalahkan dirinya atas kebodohannya mengerjaiku. Malaikat tetaplah malaikat, tidak akan berubah menjadi iblis meskipun dia mencobanya. Dasar istriku yang bodoh.

“Yak Oppa kenapa tertawa eoh? Pasti mentertawakan aku kan.” Rajuknya sembari memukuli dadaku.

“Hahahaa. Ani sayang. Aku mencintaimu.” Ucapku tulus sembari menatap matanya. Berusaha menyampaikan rasa cintaku yang sangat mendalam kepadanya.

Perlahan-lahan akupun menurunkan wajahku mendekati wajahnya. Bermaksud menciumnya, sebagai bukti bahwa aku tulus mencintainya. Namun belum sampai bibirku mendarat mulus di bibirnya yang ranum terdengar suara tangisan seorang anak memanggil eommanya.

“Eommaaaaaa. Huweeeeeee.”

“Ryu Jin-ah” teriakku dan Eun Kyo berbarengan. Dan kamipun berlari menuju ke arah datangnya suara tangisan tersebut.

Di halaman depan rumah keluarga Park terlihat Ryu Jin yang sedang menangis sembari memandangi gadis kecil yang sedang bermain ayunan dan di samping sang gadis terlihat seorang anak laki-laki yang memandang bingung Ryu Jin yang menangis.

Eun Kyo pun segera mendatangi Ryu Jin yang menangis.

“Kenapa sayang? Cup cup cup, jangan menangis. Apa Ryu Jin tadi terjatuh eoh? Mana yang sakit?” ucap Eun Kyo sayang sembari memeriksa kaki Ryu Jin siapa tau dia terluka karna terjatuh.

“Huweeee. Ani eomma. Aku tidak terjatuh.” Jawab Ryu Jin masih dengan tangisannya.

“Trus kenapa sayang?” ucapku sembari berjongkok di samping Ryu Jin.

“Appa, Yoogeun hyung nakal. Dia mau merebut calon pengantinku itu.” adu Ryu Jin padaku sembari menunjuk pada gadis kecil yang sedang bermain ayunan tersebut.

Ige mwoya? Anakku sudah memiliki calon pengantin? Maksudnya aku akan segera mempunyai menantu. Begitu? Hah dunia memang sudah gila. Anak umur 4 tahun sudah memikirkan untuk menikah.

“Yoogeun-ah, apa yang kau lakukan pada Ryu Jin eoh?” Tanya seorang pria muda yang sepertinya adalah Appa dari anak yang bernama Yoogeun tersebut.

“Molla Appa, aku hanya mengajak Lauren bermain ayunan dan tiba-tiba Ryu Jin menangis.” Jelas anak tersebut pada Appanya.

“Ya sudah, sekarang minta maaf pada Ryu Jin, kau harus mengalah pada adikmu. Arra.” Ucap Appa Yoogeun.

“Ne Appa.” Yoogeunpun berjalan meninggalkan ayunan dan mendekati kami atau lebih tepatnya mendekati Ryu Jin.

“Ryu Jin-ah, hyung minta maaf ne?” ucap Yoogeun polos sembari mengulurkan tangannya bermaksud mengajak Ryu Jin berjabat tangan.

“Ne, tapi hyung jangan lagi merebut calon pengantinku. Arra.” ucap Ryu Jin menyambut uluran tangan Yoogeun.

“Ne, Lauren itu adikku. Jadi aku tidak akan merebutnya darimu.” Ucap Yoogeun pasti.

“Yaaak memangnya siapa yang mau diperebutkan oleh kalian berdua eoh?” teriak sang gadis kecil dari atas ayunan.

“Yoogeun Oppa cepat dorong ayunannya.” Teriaknya lagi.

“Yak Hyung, biar aku saja yang mendorongnya.” Jawab Ryu Jin semangat sembari berlari mendekati ayunan.

“Andwae. Aku mau Yoogeun Oppa yang mendorongnya.” Jawab Lauren sembari menjulurkan lidah mengejek Ryu Jin putraku.

Dan patah hatilah jagoanku itu sebelum dia mengenal apa yang namanya cinta. Dan kamipun para orang tua yang melihat kelakuan anak-anak kami hanya tertawa melihat tingkah mereka. Seakan mereka mengerti saja apa itu pengantin dan apa itu menikah.

Dan pestapun dimulai lagi dengan suasana yang lebih ceria. Aku dan Eun Kyo sudah berdamai. Ryu Jin, Yoogeun dan Lauren sibuk dengan dunia anak-anak mereka. Dan yang paling penting keluarga besar Park dan tamu-tamu yang lain semakin larut dalam kebersamaan yang tercipta saat ini.

Dan akupun menarik kembali kata-kataku tadi tentang ‘ternyata menikah tidak seindah yang aku bayangkan’, karna menikah ternyata lebih lebih indah dari hanya sebuah bayangan.

END

 

Note : Kaga tau mesti bilang apa, yang pasti aye ngakak. Sumpah konyol banget. Aye jadi kaya pemarah banget yak? Takut sebenarnya anak-anak saya coba… satu ynag saya yakini hingga saat ini… tidak akan pernah membiarkan Oppa menyentuh anak-anakku… Mita, gomawoyo… aku mencintaimu… ini ga bisa banyak cingcong, lagi musim mati lampu harus cepet-cepet. sebenarnya ulah Uri Yongie itu 4 Desember… tapi aku sakit, ga bisa bikin ff dan tepat dengan kerjaan. jadi sebagai gantinya, beberapa sodara saya menyumbangkan ff buat dede… mengingat si kaka kemaren dapat banyak hadiah… dede g ada… tapi aku udah nyiapin sesuatu buat uri yong jin, tunggu yeorobeun, aku akan kambek sebentar lagi.

 

23 responses »

  1. Ayah rumah tangga yang… yang apa yah?? bingung sayah.. hehe.. oalahh.. ini karya eomma saya toh.. pantes bawa yoogeunie.. hoho.. eomma bikin ngakak deh plotnya.. disini semua karakternya berubah.. haha… aku sukaaa…

  2. saya mao meninggalkan jejak2 cinta dlu! *plak*

    saya udh ngakak dr kmaren2 masa!
    bc lg dan tetep aja ngakak lg!
    miiitttaaaa eon, epep-mu cool! kaya yg eonni bilang kemaren mita eon ntu wanitah anak2 yg cool! *duagh

    bwahahahaha….
    Ryu klo km d’tolak sm lauren pan masih ada Dayong nak! jd tenang aja!

    haduuuhhh…. saya dah keabisan kata2 deh eon yg jelas kita NiNa baboh! *bakbukplak

  3. Haaahhh…ada nama sayah sama yoogeun di situ….*emot siyok*
    Eonni-ya….jangan lagi2 meninggalkan kedua jagoanmu sama oppa…oppa benar2 appa yang meragukan dan sedikit membahayakan…*plak*
    Sumpah ini epep NiNa banget…sayah g tau musti komen apalagi…sayah speechless…*duagh*

    Aku juga mencintaimu eonni-ya…tp lebih cinta lagi ma jin’s brother plus appanya…*ngekngok*
    Kl repot lagi sayah ma minho siap menampung jin’s brother eon…lumayan bwt temen yoogeun anak sayah…*emot senyum*

  4. Sy bc lg dah msh ngakak bc adegan ryu rebutan ma yoogeun…
    tnang ryu-ya nti noona ajarin bgaimana tips menaklukan hati wanitah..*plak*
    tp jgn blg ma omma ryu jin yah…nti bs d bunuh noona!

  5. Bwahaha!
    Sy beta reader buat ff ini.
    Sumpah ngakak byangn Oppa ngurus Yong.
    Yaoloh, kasian pan t pipi buntel. Kalo knapa2 gmana!
    Ish si Yoon Bi sarannya kagak bner ah.

    Endingnya koplak bnget dah.
    Ngakak sayah!
    Bwahaha.
    Lauren, jgn mau sm namja bdua itu ye.

    Mit eon, unyuh ah.
    NiNa tetep!

  6. Saengil chukkae Yong Jin. . .
    Hwahahaha ffnya gelo,
    oppa di bully ama eonnie, eh eon malah merasa bersalah. . .
    Oppa suami yg baik ya, eonnie istri yg super baik. .
    Really in love ama couple ini

  7. udah bc,bc lg n tetep ngakak,aplg endingx!wkwkwkwk
    Td smpt ngakak jg pas d awal Jungso blng “nak nak…”,brasa sinet jawa gt manggilx!buahahaha
    Lauren,sm Ryu aj,Yogun pan pesek!*plak
    Kasian bgt yak Teukpa,tp tu bkin susu pake air panas smw mw bkin Yong Jin rebus kali ye!*emot kringet

  8. Mesem-mesem sendiri pas baca epep ini. Ga papa deg sesekali eunkyo nyiksa oppa buat jaga ‘hasil karyanya’, biar dia tahu repotnya jadi emak-emak, jangan cuma buat aja. Buahahahahahaha.

    Astaga itu ryujin kocak amat, nangis gegara rebutan cewek ama yoogeun.

  9. Hahahhaa asli lucu nih ff anak umur 4thn udh paham sm yg namanya “pengantin ku” kkkkkk..Ryu Jin belajar dlu yg bener yaa sayang klo udah besar bru boleh mikirin ttg masalah “pengantin ku” kkkkk

    Met ultah Yongjin smg makin sehat dan menjadi anak yg berbakti buat ke 2 orang tuanya yaa *cubitpipi Yongjin*

  10. Hahaha saya ngakak bacanya #pukpuk jungsoo appa..
    Yongjin ah saengil chukkae sayang *cipok* cepet gede sayang.. Dan jadilah lelaki tertampan karena eomma dan appmu itu cantik dan ganteng. Jadi kamu harus tampan luar biasa. #tsaah

    eh iya buat vika unnie cepet sembuh yaa unnie sayang *peluk*

  11. wwwaakakakaka..dsruh jaga yong jin..!!prlu itu biar ga bsana cma buat aj.!!
    haadeehh jungso oppa katana kuliah jurusan ekonomi ampe kejepang lg,tp buat susu aj slah.sni aq ajari oppa..
    tp ptunjuknya yg slah sih,dsruh air panas..hihihihihi
    kacian yong jin lidahnya kpnesan!!
    haayyoo pst gara- gara sring liat appa n eommana brmesraan ryu jin jd pngen nikah..
    Saengil chukka hamnida Youngjin..

  12. yong jin,
    saengil chukae🙂
    wah,
    ultah.nya kaya ultah.nya eonnie, toss dulu *highfive*😀

    ngakak nih, thor😄
    gokil, konyol, kasihan teuki oppa.
    hahaaa😀
    mskipun ceritanya simple, tapi seru.
    keep writing
    ^^

  13. sumpah demi apapun ini kocak bikin ngakak.palagi waktu ryujin yg cemburu sm yoogeun.
    uhh…gk bisa bayangin klo ada anak kecil yg bisa cembutu kyk gitu selain hasil karya park jungsoo.ckckck

  14. Saengil chukkae yong jin~a..
    Miane,, noona telat ucapinny..
    Hehehhe..
    Astaga,, kocak bgt nih ff,, aq ampe ngakak ngebayangin soo oppa ama yong jin brdua aj..
    Ck,,, daebak..

  15. Jung soo oppa beneran jagain anaknya dengan baik , meskipun td salah waktu bikin susunya yong jin heheh .

    ryu jin lucu banget , masak kecil2 udah main nikah2an , pakai ada acara ngadu ke eommanya lg kalau calon pengantinnya direbut hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s