TeuKyo Couple : Let This Die (Part 11) *PG*

Standar

lethisdie-x

Tik tak tik tak.

Hanya suara jam dinding yang memenuhi ruangan kamar dimana Eun Kyo terdapat di dalamnya. Kamarnya sendiri. Ia duduk di tepi tempat tidur tanpa bergerak, terpaku. Airmata sudah berhenti mengalir di pipinya sejak setegah jam yang lalu. Waktu menunjukkan pukul 08.13 malam. Itu artinya sudah 1 jam lebih ia menangis. Tanpa suara, hanya isakan pelan yang keluar dari mulutnya. Dan sekarang ia telah lelah menangis, bangkit dari lantai dan duduk di tepi tempat tidur sejak setengah jam yang lalu.

Tatapannya kosong lurus tepat ke depan cermin. Eun Kyo memandangi wajahnya sendiri yang terlihat sembab. Matanya merah dan sedikit bengkak. Ia tersenyum setelah memperhatikan wajahnya sendiri di depan kaca. ‘Bodoh sekali menangis hanya karena masalah ini Park Eun Kyo, bukankah mereka memang sepasang kekasih?’. Hatinya berucap sinis, menertawakan dirinya sendiri. Setelah cukup mengutuk kebodohannya, Eun Kyo akhirnya bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Mandi air hangat dia rasa akan membuat dirinya lebih baik.

Eun Kyo merendam tubuhnya tanpa melepas baju di dalam bak berisi air hangat. Memang sedikit membuatnya lebih baik, tapi tidak mampu membuatnya baik seperti semula. Eun Kyo tidak habis pikir. Dia memang menduga apa yang terjadi pada Yeon Su adalah ulah Jung Soo, tapi setelah ia pikir kembali, kapan Jung Soo melakukannya sementara beberapa waktu terakhir mereka selalu bersama. Eun Kyo mulai berpikir keras, merunut kembali beberapa kejadian yang terjadi beberapa waktu terakhir dimana Jung Soo sebagai peran utama. Tak ada celah, kecuali saat Jung Soo keluar kota, atau saat di dalam kantor.

Mungkin saja. Mungkin saja mereka melakukannya disaat jam kerja. Tapi detik berikutnya Eun Kyo merasa sangsi. Perlakuan Jung Soo akhir-akhir ini tidak menunjukkan dia sedang memikirkan wanita lain selain dia, dia bisa merasakannya. ‘Kau bodoh, tentu saja dia pintar menyembunyikannya’. Kembali Eun Kyo berdebat dengan dirinya sendiri. Ketika satu sisi membela, sisi yang lain menyanggah. Resah mulai kembali mengusiknya. ‘Dia berubah mani karena menutupi hal ini Park Eun Kyo, kau terlalu naif.’

“Yeobo, kau di dalam?”

Sebuah suara mengejutkannya. Dan ia tau suara siapa yang sedang menyapanya. Eun Kyo tidak berniat untuk menjawab. Jika orang itu ingin memastikan, dia bisa membuka pintu dan menemukan jawaban karena Eun Kyo tidak mengunci pintu kamar mandi.

Ceklek.

Suara pintu terbuka. Eun Kyo memejamkan matanya, tidak ingin melihat Jung Soo untuk beberapa saat. Mempersiapkan diri terlebih dahulu, ia perlua waktu. Suara langkah Jung Soo mendekat, Eun Kyo bisa mendengarnya. Tiba-tiba saja dadanya jadi bergemuruh. Menerka apa yang akan dilakukan JungSoo pasca Yeon Su mengacau harinya hari ini.

Helaan nafas berat Jung Soo terdengar di telinga Eun Kyo. Dia semakin was-was memikirkan kemungkinan pernyataan apa yang akan keluar dari mulut Jung Soo. Lelaki itu mengulurkan tangannya menyentuh air yang merendam tubuh Eun Kyo.

“Sepertinya sudah lama berendam, sebaiknya bangkit dan ganti bajumu.” Jung Soo menarik lengan Eun Kyo dan wanita itu sudah tidak punya tenaga untuk menepis. Ia ikut bangkit dan membuka matanya.

“Kau keluar, aku ingin ganti bajuku.” Eun Kyo tidak menatap Jung Soo. Dia mengalihkan pandangannya dari lelaki itu. Menghindari tatapan yang mungkin akan membuatnya terluka. Tatapan rasa bersalah.

Jung Soo tidak bergeming, dia terus memandangi apa yang dilakukan Eun Kyo yang terpaku membelakanginya dengan pakain basah kuyup. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka kecuali suara air yang menetes dari pakaian Eun Kyo yang basah. Jung Soo bersandar di dinding kamar mandi, ia tau Eun Kyo senang menghindarinya sekarang. Dan kembali ia teringat kejadian beberapa waktu lalu di kamar mandi ini.

Merasa Jung Soo tidak menghiraukan permintaannya, Eun Kyo segera melepas bajunya tanpa memperdulikan Jung Soo yang menatapnya sambil tersenyum. Jika saja Eun Kyo melihat senyuman yang mengembang diwajah Jung Soo, mungkin sekarang lelaki itu sudah habis ditangannya. Terkadang Eun Kyo memang terlihat berpura-pura baik-baik saja ditengah semua masalah yang menghimpitnya. Tapi kalin ini Eun Kyo salah besar.

Jung Soo melepaskan dasinya, lalu jasnya dan setelah itu beberapa kancing kemejanya hingga kemeja itu ia lempar ke dalam keranjang yang ada di hadapan Eun Kyo setelah ia menanggalkannya dari tubuhnya. Eun Kyo sempat menghentikan aktifitasnya yang sedang melilit handuk ke tubuhnya. Beberapa detik ia diam lalu setelah itu ia berbalik. Sempat tercekat saat melihat Jung Soo yang berusaha melepaskan celananya.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” tanya Eun Kyo terdengar panik sambil memegangi handuk yang menutupi dadanya.

“Aku ingin mandi.” Jawab Jung Soo santai. Ia menekan tombol shower dan menguyur tubuhnya dengan air hangat. Penjelasan dari dokter kandungan yang memeriksa Yeon Su tadi membuatnya sedikit pusing. Dan wanita itu masih ada di rumahnya saat ini, ia membawanya kembali. Sebenarnya ingin sekali Jung Soo menarik tubuh Eun Kyo dan mandi bersamanya di bawah shower, tapi saat melihat wajah wanita itu yang terlihat tidak baik, ia mengurungkan niat jahilnya dan membiarkan Eun Kyo keluar dari kamar mandi.

Saat Jung Soo keluar dari kamar mandi menggunakan handuk dipinggangnya, ia melirik Eun Kyo yang sudah berbaring diatas tempat tidur. Jung Soo memberikan waktu untuk Eun Kyo tenang sebelum ia menjelaskan apa yang terjadi pada Yeon Su beberapa saat tadi. Ia menarik sebuah piyama lengan panjang berwarna putih dan mengenakannya, lalu setelah itu ia mendekat ke tempat tidur dan mengambil tempat disamping Eun Kyo.

Wanita itu tidak bergeming, ia membelakangi Jung Soo dan tidak mengatakan sepatah katapun, juga tidak bertanya. Jung Soo tersenyum, ia tau wanita yang ada disampingnya ini sedang memikirkan sesuatu dan berusaha untuk menyimpulkannya sendiri. Terasa egois memang, tapi begitulah kenyataannya. Kenyataan istrinya memang selalu berusaha untuk menyimpulkan sesuatu sendiri, tanpa mau berbagi.

Jung Soo berusaha mendekat dan Eun Kyo tidak menghindar, itu pertanda baik meski belum sepenuhnya baik. Dia memiringkan tubuhnya dan menempelkannya di punggung Eun Kyo.

“Yeobo, kau tidak ingin bertanya?” pancing Jung Soo. ia merasa akan sangat tidak adil jika Eun Kyo menyimpulkannya sendiri.

“Ani.” Jawab Eun Kyo datar.

“Jinjja? Tidak ingin mendengar penjelasanku?”

Eun Kyo tidak menjawab. Ia hanya menggidikkan bahunya tanda tidak ingin mendengar apapun atau berbicara apapun. Meski dalam hatinya rasa penasaran begitu menggebu, ia harus menekan semua itu. Karena ia tidak ingin terlihat lebih bodoh lagi.

“Itu bukan anakku.”

Jung Soo tidak ingin sebuah kesalah pahaman lagi. Seperti beberapa waktu lalu yang membuatnya harus menahan rindu akibat kecerobohannya. Mereka harus bicara, saling terbuka agar tidak ada kekacauan lagi yang terjadi nantinya.

Eun Kyo hanya diam. Mata yang tadi terpejam kini terbuka. Ia sesungguhnya menantikan kalimat berikutnya yang keluar dari mulut Jung Soo sebagai penjelasan meski lebih mengarah pada sebuah pembelaan. Pernyataan Jung Soo barusan sempat membuat ledakan bahagia dalam dadanya, tapi ia tidak boleh lengah. Belum tentu itu semua benar, mungkin saja itu hanya sebuah pembelaan tanpa bukti.

“Kau tidak percaya?”

Jung Soo mendekat, mengangkat tangannya dan mengalihkan rambut yang ada di leher Eun Kyo lalu  mengecupnya. Hanya itu satu-satunya cara untuk membuat Eun Kyo bereaksi.

Eun Kyo menoleh setelah Jung Soo mengecup lehernya tiga kali. Tatapan membunuh ia lancarkan dan membuat Jung Soo berhenti melakukannya. Padahal niatnya jika Eun Kyo tidak bergeming, tangannya akan bergerilya membuat Eun Kyo berpaling, tapi daerah leher sudah cukup membuatnya puas. Meski menginginkan yang lain, tapi ia urungkan setelah bertatapan dengan Eun Kyo.

Aish! Disaat seperti ini dia masih berani menyentuhku. Eun Kyo mulai ragu, ia mulai mencari-cari jawaban yang telah ia simpulkan sendiri melalui tatapan Jung Soo. Saat saling bertatapan, ia tidak mampu menemukan pembenaran dari kesimpulannya. Tatapan Jung Soo lembut dan penuh cinta.

“Kalau bukan kau lalu siapa?”

“Entahlah, besok pagi kita bisa menanyakannya.”

“Kita? Kau saja! itu bukan urusanku.” Ujar Eun Kyo ketus sambil mencoba kembali berbalik, tapi Jung Soo menahannya.

“Akan menjadi urusan kita jika di otakmu akulah tersangkanya.” Jung Soo menyentuh dahi Eun Kyo membuatnya mendesis kesal.

“Kau menangis?”

Jung Soo menyusuri area bengkak di bawah mata Eun Kyo. Tangan Eun Kyo menepisnya, lalu mengalihkan wajahnya. Jung Soo tersenyum, ia menarik kembali wajah Eun Kyo dan memaksanya menatap Jung Soo.

“Aku lelah, ingin tidur, minggir.”

“Kau menangis?”

Pertanyaan Jung Soo membuat Eun Kyo kesal sekaligus malu. Ketahuan menangisi kejadian ini membuatnya nampak bodoh dan ia tidak ingin terlihat bodoh lagi dengan mengakuinya. Tapi terlanjur Jung Soo sudah mengetahuinya.

“Ani, aku kemasukan sabun saat membersihkan muka, minggir.”

“Jinjja, sini biar aku lihat.” Jung Soo memperhatikan lekuk wajah Eun Kyo yang terdiam membalas tatapannya. Mata mereka terkunci saling bertatapan satu sama lain. Perlahan Jung Soo mendekatkan wajahnya hingga mendarat di bibir Eun Kyo. Wanita itu tidak menolak, ia membiarkan Jung Soo mengecup bibirnya beberapa kali. Gemuruh dada mereka tiba-tiba mendengung di kedua telinga mereka. Dag dig dug, bersahutan saling menabuh.

“AAAAAAAHHHHHKKKKKKKK.”

Suara teriakan nyaring dari arah luar kamar mereka mencoba menghentikan apa yang Jung Soo lakukan meski tidak sepenuhnya berhanti. Ia membuka matanya, dengan bibir masih berusaha melumat bibir Eun Kyo. Seolah tersadar, Eun Kyo mencoba mendorong Jung Soo. Ciuman mereka memang terlepas, tapi tangan Jung Soo masih ada di dada Eun Kyo.

“Nugunde?” tanya Eu Kyo dengan wajah bingung.

Jung Soo menghela nafas. Dia tau suara siapa itu. “Yeon Su.” jawabnya datar. Eun Kyo yang sedang merangkak diatas tubuh Jung Soo, yang mencoba untuk turun dari tempat tidur terpaku. Jung Soo menariknya dan memeluk tubuh Eun Kyo.

“Biarkan saja, dia hanya mencari perhatian.” Ujar Jung Soo sambil menaruh tubuh Eun Kyo disampingnya, masih dalam pelukannya.

“Yak! Lepaskan! Kenapa kau membawanya kesini?” tanya Eun Kyo sengit.

“Aku takut terjadi apa-apa padanya, Yeon Su gadis yang perpikiran pendek.”

“Maksudmu?”

“Lupakan saja, ayo tidur.”

“Tapi jika terjadi apa-apa dirumah kita, bagaimana? Eoh?”

“Ada Jung Ahjumma yang mengurusnya.” Jawab Jung Soo acuh.

“Dan membiarkan Jung Ahjumma tidak tidur? Eoh? Yash!” Eun Kyo memukul kepala Jung Soo. “Wanita itu sudah bekerja seharian, kau menambahinya dengan masalah Yeon Su. Minggir! Lepaskan aku! Aku ingin melihatnya.” Eun Kyo mencoba melepaskan diri dari pelukan erat Jung Soo.

“Aish! Yak Park Jung Soo!”

Eun Kyo berteriak tepat di depan telinga Jung Soo, membuat lelaki itu tersentak. Keterkejutan Jung Soo dimanfaat Eun Kyo untuk bangkit dan secepatnya turun dari tempat tidur. Setelah menarik sebuah sweater biru yang tergantung di dinding, ia membuka pintu dan keluar dari kamarnya. Jung Soo mau tidak mau mengikutinya.

Eun Kyo berjalan menuju kamar Jung Ahjumma yang dulu ia tempati sebelum ia memutuskan untuk terus tinggal di kamar Jung Soo hingga saat ini. Ia membuka pintunya dan mendapati Yeon Su sedang menangis sambil menjambak rambutnya sendiri. Gadis itu nampak berantakan dengan airmata yang mengalir di pipinya, membuat mascaranya luntur dan terlihat sedikit mengerikan.

“Ahjumma…” panggil Eun Kyo. Bingung harus melakukan apa ketika wanita itu sibuk menenangkan Yeon Su.

“Dia terus menangis sejak tadi.” Ujar Jung Ahjumma sambil membersihkan noda yang mengalir dipipi Yeon Su, ia masih mengenakan mantel seperti pertama tadi ia datang, tapi terlihat berantakan. Gadis itu buru-buru turun dari tempat tidur begitu melihat Jung Soo yang berjalan di belakang Eun Kyo.

“Oppa.. Oppa…” ia memeluk Jung Soo dan terus memanggil Jung Soo meski sekarang mereka berdekatan tanpa jarak. Tapi panggilan Yeon Su terdengar pilu seolah Jung Soo berada di seberang jurang.

Eun Kyo mengekori langkah Yeon Su yang berakhir di pelukan Jung Soo. Meski sedikit tidak rela, tapi ia juga sedikit merasa bersalah.

“Oppa, eottokhae? Eoh?” Yeon Su terus menangis tapi Jung Soo sama sekali tidak menjawabnya. Tak juga berusaha untuk memeluk balik Yeon Su. Gadis itu mendongak tapi yang ia harapkan tidak terjadi. Gadis itu berharap Jung Soo membalas tatapannya, meski dengan tatapan iba sekalipun, ia ingin Jung Soo menatapnya. Tapi yang ia dapati, mata Jung Soo kini saling bertatapan dengan Eun Kyo. Gadis itu menoleh pada Eun Kyo, lalu melepaskan pelukannya.

“Semua ini gara-gara kau!”

Yeon Su berjalan kearah Eun Kyo dan mencoba menyerangnya, tapi tangan Jung Soo menahannya. Hingga belum sampai pada Eun Kyo, langkahnya terhenti. “Jangan menyalahkannya. Aku tidak akan bicara denganmu sebelum kau mengatakan siapa yang melakukannya padamu.” Ujar Jung Soo dingin. Membuat Yeon Su merinding. Belum pernah Jung Soo seperti ini, dia sangat protektif pada Eun Kyo. Hal yang tidak pernah dilakukan Jung Soo padanya.

“Oppa..”

Tubuh Yeon Su lunglai hingga mendarat di lantai. Ia menangis lagi sambil merebahkan tubuhnya diatas karpet. Jung Soo menghela nafas, lalu keluar dari kamar itu. Eun Kyo yang masih berada dalam kamar jadi terpaku, tidak tau apa yang harus ia lakukan. Menenangkan Yeon Su sama saja dengan menabur garam pada lukanya. Meskipun begitu, ia tetap mendekat pada gadis itu. Bukan bermaksud untuk melukainya, tapi untuk menenangkannya, meski ia tidak yakin apakah yang ia lakukan akan membuat Yeon Su tenang atau malah sebaliknya. Jung Ahjumma hanya terpaku setelah beberapa saat kewalahan menghadapi tingkah Yeon Su yang diluar kendali.

“Yeo Su~ya…”panggil Eun Kyo sambil berjongkok menyentuh bahu Yeon Su.

“Semua ini karena kau.” Ujar Yeon Su lirih. Ia menyalahkan Eun Kyo atas apa yang terjadi padanya. Tangisan itu kini berubah menjadi sebuah isakan. “Jika saja kau melepaskannya, tidak akan terjadi hal seperti ini.” Yeon Su mendongak menatap Eun Kyo dengan tatapan yang sulit diartikannya.

“Eottokahae? Eottokhae?! Eoh? Katakan padaku apa yang harus lakukan?  Ah! Aku harus membuangnya! Aku tidak ingin hamil!” Yeon Su bangkit dengan cepat membuat Eun Kyo tersentak. Gadis itu mulai kehilangan kontrol, ia berjalan menuju meja rias milik Jung Ahjumma dan terlihat mencari-cari sesuatu. Jung Ahjumma dan Eun Kyo mengikutinya, mencoba meraih tangan Yeon Su untuk menenangkannya. ‘Aku tidak ingin hamil’. Kalimat itu yang terus keluar dari mulutnya. Seolah kalimat itu bisa menolak takdir yang sudah mengenggamnya.

“Lepaskan aku! Jika bayi ini tidak mati berarti kami harus mati sama-sama.” Ujar Yeon Su mencoba mengambil sebuah gunting tapi sudah lebih dulu diambil Eun Kyo dan dilemparnya jauh-jauh.

“Berikan padaku!” Yeon Su mencoba mengambilnya tapi Eun Kyo menahannya. Awalnya ingin berontak saat Eun Kyo menahan tubuhnya, tapi akhirnya ia tidak bisa melawan. Tenaganya sudah menghilang saat ia mengetahui dirinya hamil tadi pagi. Pemberontakannya melemah, berubah menjadi sebuah pelukan terhadap Eun Kyo.

“Aku tidak ingin hamil. Aku tidak ingin hamil, aku tidak ingin hamil. Eun Kyo~ya, aku tidak ingin hamil…” Ujarnya lirih disela tangisannya. “Ani, aku aku aku ingin mati saja. Lepaskan aku.” Yeon Su kembali memberontak dan mencoba melepaskan Eun Kyo yang balas memeluknya.

“Lepaskan aku!” ujar Yeon Su nyaring memberi perintah.

“Lepaskan dia, Yeobo.” Jung Soo tiba-tiba masuk kembali kedalam kamar. “Jika dia ingin mati, biarkan saja dia mati.” Jung Soo memungut gunting yang ada di dekat kakinya. “Kau ingin mati dengan ini? Silakan.” Jung Soo mengulurkan tangannya menyerahkan gunting itu ada Yeon Soo.

“Oppa!” teriak Eun Kyo protes. Susah payah ia menjauhkannya dari Yeon Su, kini dengan mudahnya Jung Soo menyerahkannya pada Yeon Su kembali.

“Wae? Dengan begini dia tidak akan mengganggu kita lagi.”´ujar Jung Soo dingin. Yeon Su memandangi Jung Soo dengan tatapan tidak percaya.

“Oppa! Nappeun nom!” Yeon Su berjalan kearah Jung Soo tapi lagi-lagi Eun Kyo menahannya.

“Aku sudah mengatakannya padamu. Meskipun kau terluka, tapi tidak seharusnya kau seperti ini.” Ujar Jung Soo.

“Oppa!” protes Eun Kyo.

“Wae? Aku sudah berusaha tegas, dan seharusnya dia menyikapinya dengan dewasa. Kau tidak bisa dikasihani Yeon Su~ya.” Ujar Jung Soo terdengar jahat.

Drrttt.

Ponsel yag ada di tangan Jung Soo bergetar, dan Jung Soo segera mengangkatnya.

“Sekarang juga! Tidak ada tapi-tapian.” Ujar Jung Soo tegas.

“Artismu sedang dalam masalah, kau masih bisa tidur?! EOH?!” teriak Jung Soo nyaring, membuat Yeon Su kembali bergidik. Jung Soo tidak pernah bersikap dingin lalu meledak secara bersamaan seperti ini. Ia kembali menangis. Mencoba menahan tubuhnya agar tetap berdiri dengan bertumpu pada lengan Eun Kyo.

“Sejak dulu aku sudah memberitahumu. Aku tidak bisa Yeon Su~ya. Aku tidak ingin menyakitimu. Dengan masih tetap mengikuti semua yang kau inginkan. Bahkan untuk menyembunyikan pernikahanku dari media agar tidak membuatmu terpojok telah ditinggalkan. Tapi kau sudah keterlaluan dengan masih mengumbar kebohongan. Dan sekarang apa lagi? Ingin menyebut anak yang ada dalam kandunganmu adalah anakku? Meski semua orang tidak mengetahuinya dan akan menyebut itu adalah anakku. Tapi kau dan aku tau, itu sama sekali tidak benar.” Ujar Jung Soo menembak langsung tindakan apa yang nantinya akan dilakukan Yeon Su.

“Aku mengenalmu, sangat mengenalmu Yeon Su~ya. Hal bodoh seperti inipun aku bisa membacanya. Membaca semua rencanamu. Tapi tidak bisa, aku tidak akan tinggal diam.” Ujar Jung Soo tegas.

Yeon Su terisak. Dia terlalu pusing dengan semua pernyataan Jung Soo. Semua rencana yang ingin ia lakukan semuanya sudah terbaca. “Bahkan orang bodohpun tau kau akan melakukan itu.” ujar JungSoo lagi semakin membuat Yeon Su menangis.

“Aku ingin mati saja..” ujarnya pelan terdengar begitu putus asa.

“Silakan saja.” ujar Jung Soo sambil berjalan meninggalkan kamar.

“Ya sudah.” Eun Kyo menghela nafas. “Malam ini kau tidur disini saja, cuci mukamu dulu. Atau kau ingin mandi air hangat?” tawar Eun Kyo pada Yeon Su. Meskipun ia tidak menyukai gadis ini, tapi melihatnya putus asa seperti ini membuatnya sedikit tersentuh dan merasa bersalah.

Pasti sangat tersiksa harus mengandung anak yang tidak diinginkan. Eun Kyo tidak bisa membayangkannya. Saat ketika harus hamil tanpa suami, itu sangat membuat putus asa. Yeon Su berjalan menuju kamar mandi.

“Ahjumma, berikan pakaian padanya jika dia ingin mengganti bajunya.” Ujar Eun Kyo sambil keluar dari kamar mandi.

“Oppa..”

Eun Kyo berjalan mendekati Jung Soo yag duduk di depan sofa depan televisi. “Bagaimana ini?” tanya Eun Kyo. Jung Soo menghela nafas.

“Apanya yang bagaimana?” tanya Jung Soo.

“Dia harus bagaimana?”

“Jangan bicara apapun sebelum dia mengatakan siapa yang membuatnya seperti ini.” Ujar Jung Soo datar, ia menyalakan televisi.

Beberapa menit kemudian, bel rumah berbunyi. Eun Kyo bangkit dan berjalan kearah pintu lalu membukanya. Saat membuka pintu, Eun Kyo sempat terpaku sejenak mendapati dua orang-lelaki dan perempuan-berdiri di hadapannya yang tidak ia kenal.

“Biarkan mereka masuk Yeobo.” Jung Soo menyahut dari dalam mempersilakan orang yang telah memencet bel mereka untuk masuk, karena Jung Soo sudah menantikannya.

“Ah, ye. Silakan masuk.” Ujar Eun Kyo.

Ia memperhatikan dua orang yang berjalan di depannya. Ia yakin kedua orang itu tidak sempat bersiap saat Jung Soo meneriakinya di telpon tadi. Seorang lelaki masih mengenakan celana tidur dan jaket, sedangkan yang wanita, ia masih memakai piyama, rambutnya pun diikat seadanya. Tanpa bedak apalagi make-up.

“Ada apa dengan Yeon Su? Terjadi sesuatu padanya?” tany lelaki itu pada Jung Soo. Tapi saat mengatakan itu ia memandangi Eun Kyo dari ujung kaki hingga kepala. Bertanya dalam hati, siapa wanita ini, yang dipanggil ‘Bos’nya dengan sebutan ‘Yeobo’. Ia memperhatikan Eun Kyo dengan cermat. Baju yang dikenakannya terlihat seperti penghuni rumah ini, aku baru tau Bos punya rumah disini, ujarnya dalam hati.

“Yeon Su hamil.” Ujar Jung Soo lalu berdiri.

“MWO?” keduanya bersamaan memekik nyaring tidak percaya seraya membulatkan mata mereka. Sedetik kemudian mereka saling berpandangan.

“Aku ingin kalian mencari tau siapa yang membuatnya hamil.” Ujar Jung Soo lagi.

“Tapi, JungSoo~ya..”

“Kim Jae Suk.” Mata Jung Soo mengarah pada seorang lelaki. “Cha Myung Hee.” Kali ini matanya beralih pada sang wanita. “Kalian managernya, kenapa sampai tidak mengetahui hal ini? Eoh?”

“Mwo?” ujar Myung Hee masih tidak percaya.

Jung Soo melempar sebuah foto hasil USG Yeon Su beberapa jam yang lalu. Eun Kyo memungutnya, dan memang benar, Yeon Su hamil. Dia tidak mengada-ada, padahal tadinya Jung Soo berharap Yeon Su hanya berbohong untuk menarik perhatiannya dan mengancamnya saja. Tapi dia salah, Yeon Su benar-benar hamil.

“Sudah 11 minggu.” Lanjut Jung Soo.

Eun Kyo menyerahkan foto itu kepada Myung Hee dan Jae Suk. Myung Hee memijit kepalanya sedangkan Jae Suk menggaruk kepalanya sendiri.

“Bagaimana mungkin? Dia hamil… dengan.. maksudku, dia tidak terlihat sedang dekat dengan siapapun kecuali…” Jae Suk tidak jadi melanjutkan pembicaraannya. Meskipun begitu, baik Jung Soo, Eun Kyo maupun Myung Hee sudah tau lanjutan dari kalimat itu mengarah pada Jung Soo.

“Kami sudah berakhir sejak beberapa bulan yang lalu, setelah aku menikah.” Ujar Jung Soo menjelaskan.

“Menikah?” tanya Myung Hee dan Jae Suk bersamaan, mata mereka kini beralih pada Eun Kyo. “Ba, bagaimana jadinya?” tanya Jae Suk penasaran. Lelaki ini lebih pantas disebut perempuan karena jiwa ingin tahunya melebihi perempuan.

“Aku tau kau kehabisan bahan bergosip!” Jung Soo memukul kepala Jae Suk dengan majalah, membuatnya meringis tanpa suara. Myung Hee menahan tawa dibuatnya. “Bukan saatnya memikirkan itu.”

“Keundae, Jung Soo~ya, kalian masih terlihat mesra saat dikantor. Dia juga selalu menceritakan apa yang kalian lakukan padaku.” Jae Suk melirik Eun Kyo yang saat bertemu mata dengannya segera mengalihkan pandangan.

“Mianhae.” Ujarnya menunduk pada Eun Kyo.

“Kira-kira dia pergi bersama siapa saja akhir-akhir ini? Atau sejak 3 bulan yang lalu?” tanya Jung Soo penuh selidik.

“Dia menceritakannya sering pergi denganmu.” Jawab Myung Hee. Kali ini Jung Soo boleh percaya dengan kebohongan yang telah Yeon Su lakukan. Dia mulai mengerti, gadis itu sudah merencanakan kehamilan itu untuk menjebaknya. Pantas saja gadis itu sering mengajaknya keluar, untung saja dia menolaknya. Karena saat luang, Jung Soo selalu menuju gedung latihan Eun Kyo untuk sekedar menghilangkan lelahnya.

“Begitu? Berarti dia sudah merencanakannya sejak dulu.” Ujar Jung Soo.

“Sejak dulu bagaimana maksudmu?” tanya Jae Suk.

“Dia melakukannya untuk menjebakku.” Ujar Jung Soo.

“Kalian mau minum? Biar aku buatkan minum.” Eun Kyo berjalan ke dapur dan menyiapkan coklat hangat untuk dua orang tamunya. Myung Hee mengikuti Eun Kyo berjalan ke dapur.

“Kita belum berkenalan, Kim Myung Hee imnida.” Ujar Myung Hee mencoba berkenalan dengan Eun Kyo.

“Nde, Park Eun Kyo.” ujar Eun Kyo menolehkan wajahnya memberikan senyuman pada Myung Hee. Ia mengambil beberapa gelas lalu membuat coklat panas.

“Sepertinya aku pernah melihat wajahmu.” Ujar Myung Hee.

“Jinjja! Atau mungkin itu hanya perasaanku saja.” ujar Myung Hee mengerutkan keningnya. Ia nampak berpikir keras untuk mengingat wajah Eun Kyo yang ia yakin pernah melihatnya sebelumnya. “Kau pernah masuk tv? Iklan? Atau drama?” tanya Myung Hee lagi.

“Pertunjukan teater mungkin.” Ujar Eun Kyo sambil membawa nampan yang berisi beberapa gelas coklat hangat diatasnya.

“AH! Itu dia! Aku menonton pertunjukanmu.” Myung Hee seperti telah memenangkan undian rasanya ketika ia berhasil menjawab rasa penasarannya.

Hermia.” Ujar Myung Hee dan Eun Kyo bersamaan, lalu mereka saling melempar tawa.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”

Wajah Jae Suk nampak tegang dan sedikit frustasi. Berbeda dengan wajah Jung Soo yang datar dan terlihat senang melihat Jae Suk terlihat pusing. “Itu tugasmu menyelesaikan masalah ini.” Ujar Jung Soo mengambil coklat hangat yang ada ditangan Eun Kyo lalu meminumnya dengan masih menggengga, tangan Eun Kyo yang masih memegangi gelasnya. Myung Hee tersenyum. Jung Soo terlihat manja. Ia belum pernah melihat ‘Bos’nya seperti ini sebelumnya.

“Aku akan tidur menemaninya malam ini.” Ujar Eun Kyo.

“Andwae. Aku tidak ingin Yeon Su berbuat sesuatu padamu.” Cegah Jung Soo. “Kau, Cha Myung Hee, tidur bersamanya. Dan Kau Kim Jae Suk. Tidur disini dan tidak boleh pulang sebelum aku mengantongi nama yang membuat Yeon Su hamil.” Jung Soo menarik tangan Eun Kyo dan menariknya masuk ke dalam kamar.

“Aish! Sial! Kenapa jadi bermasalah seperti ini? Eoh? Apa kau tau Yeon Su menjalin hubungan dengan siapa akhir-akhir ini?” tanya Jae Suk ketika Jung Soo meninggalkan mereka.

“Kau kan lebih dekat dengannya. Dia tidak mau terlalu dekat denganku karena sering mengacuhkannya, aku hanya mengatur jadwalnya saja.” jawab Myung Hee sambil menyeruput coklat hangat buatan Eun Kyo. “Apa kau lihat? Jung Soo sepertinya sangat protektif pada istrinya.”

“Aish! Gadis ini! Pekerjaan kita terancam, kebebasan kita terbelenggu kalau kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini! Kau malah memikirkan hubungan Jung Soo.” Jae Suk mengarahkan tangannya ke udara bersiap untuk memukul Myung Hee tapi gadis itu mengambil bantal sebagai pertahanannya. Jae Suk urung untuk memukul Myung Hee.

“Sebaiknya kau tidur, dan tanyakan padanya. Aku mau tidur.” Ujar Jae Suk sambil medorong Myung dari sofa. Gadis itu mendesis pelan namun akhirnya ia masuk ke dalma kamar dan bersiap untuk tidur.

“Oppa, apa mereka bisa membuat Yeon Su bicara?” tanya Eun Kyo membalik badannya dan mendongak menatap Jung Soo. Lelaki itu sudah memejamkan matanya, tapi Eun Kyo masih penasaran setelah ia yakin bukan JungSoo yang menghamili Yeon Su.

“Atau kau… tidak ingin mengaku?” tanya Eun Kyo memancing dengan nada menuduh.

“Mwo? Kau ingin aku yang melakukannya?” tanya Jung Soo sambil membuka matanya dan melihat mata Eun Kyo.

Cup!

Satu ciuman cepat terjadi. Eun Kyo mengelap bibirnya, dia tidak berhasrat untuk marah, rasa penasaran kini menggerogotinya. Apa yang akan Jung Soo lakukan jika berita ini bocor ke media, semua pasti akan menuduh Jung Soo sebagai tersangka.

“Bagaimana kalau… dia membeberkannya ke media?” tanya Eun Kyo sedikit cemas. Matanya mengerjap menatap Jung Soo.

“Tidak akan. Dia tidak akan berani.” Ujar Jung Soo.

“Tapi Op!”

“Cukup. Tidak perlu memikirkannya.”

Telunjuk Jung Soo sudah mendarat di bibir Eun Kyo, menghentikan kata yang ingin keluar dari mulutnya. Awalnya Eun Kyo ingin protes, tapi setelah melihat jam dinding yang ada di belakang Jung Soo menunjukka sekarang bukan waktunya untuk diskusi, ia mengurungkan protesnya dengan berbalik dan menarik selimut hingga leher.

“Ya sudah, kita tidur.”

“Eum, jalja.”

Sebuah kecupan mengantar Eun Kyo untuk tidur. Meski hanya kecupan singkat di belakang kepalanya, tapi mampu membuatnya tenang. Meyakini bahwa semuanya akan baik-baik saja seperti yang dikatakan Jung Soo.

***

Suasana dalam ruangan latihan terlihat sama seperti waktu-waktu sebelumnya, kecuali Kyuhyun dan Ae Rin yang masih melancarkan aksi diam mereka. Ae Rin masih kaku dan memilih menghindar untuk mengantisipasi stabilitas jantungnya.

Donghae dan Eun Kyo saling berpandangan saat melihat Kyuhyun memilih mengambil posisi di ujung kanan sedangkan Ae Rin di ujung kiri. Biasanya Kyuhyun tidak bisa lepas dari Ae Rin, bukan apa-apa, hal itu akan mempermudahnya untuk menjahili gadis itu.

“Bukankah itu aneh?” tanya Eun Kyo setengah berbisik pada Donghae.

“Euh? Maksudmu?” tanya Donghae.

“Tuh, lihat saja ‘Tom dan Jerry’ kita.” Eun Kyo menunjuk Ae Rin dan Kyunyun dengan dagunya.

“Itu sudah sejak beberapa hari yang lalu.” Ujar Donghae.

“Bagaimana membuatnya normal kembali.”

“Jangan mencampuri urusan mereka, mungkin sedang ada masalah sedikit.”

“Bukankah harus diselesaikan?”

“Ah, Donghae! Aku mau tanya sesuatu.”

“Eum, wae?” tanya Donghae sambil menepuk tempat disebelahnya menyuruh Eun Kyo duduk disampingnya.

“Eum… tapi janji kau harus jawab dengan jujur!” Eun Kyo menunjuk Donghae dengan telunjuknya, memperingatkannya agar jujur menjawab semua pertanyaannya.

“Arassoe. Memangnya ada apa?” tanya Donghae santai.

Apa ingin bertanya tentang reaksi Siwon mengenai penolakannya? Jika bertanya tentang itu, Donghae sudah punya jawabannya. Ia akan mengatakan Siwon tidak bisa memaksa.

“Kau, sungguh benar-benar tidak ada hubungan apapun dengan Yeon Su?” tanya Eun Kyo.

Menanggapi pertanyaan Eun Kyo, Donghae hanya tersenyum. Ia menoleh pada Eun Kyo yang terlihat sangat serius menunggu jawabannya darinya.

“Lee Donghae! Aku serius! Kau tidak sedang menjalin hubungan apapun dengan Yeon Su kan? Mengingat kau mengundangnya saat ulang tahunmu, setelah itu aku melihat kau membawanya keluar dari apartemenmu.” Ujar Eun Kyo cepat.

“Ani, memangnya kenapa?” Donghae balik bertanya.

“Ani. Hanya bertanya saja, syukurlah kalau begitu. Berarti bukan kau.” Ujar Eun Kyo lirih.

“Wae? Memangnya ada maslah? Dia mengganggumu lagi?”

“Ani. Aku tidak tau mengatakannya padamu benar atau tidak. Sekarang dia hamil.” Ujar Eun Kyo datar.

Donghae terdiam. Hamil? Hamil? Lalu apa hubungannya denganku? Park Eun Kyo, jangan katakan kau mencurigaiku sebagai ‘Ayah’ dari bayi yang dikandung Yeon Su, jika benar dia hamil. Donghae membatin. Dia tidak menyangka Eun Kyo akan berpikiran seperti itu padanya. Tapi mengingat Eun Kyo bersyukur bukan dia yang melakukannya, itu artinya Eun Kyo masih menaruh kepercayaan padanya.

“Hamil? Bagaimana bisa? Atau mungkin dia hanya berbohong saja? untuk menarik perhatian suamimu?” tanya Donghae.

“Ani. Bukan dia. Aku tau.”

“Eum, kau sekarang sudah  belajar mempercayainya?” Donghae tersenyum meledek Eun Kyo.

“Ani, bukan begitu… yak!”

Eun Kyo menyenggol kaki Donghae dengan keras membuat Hyukjae dan kawan-kawan menghentikan aktifitas mereka, menoleh pada Eun Kyo dan Donghare yang sedang duduk berdampingan. Eun Kyo tersenyum saat semuanya memandanginya.

“Kau suruh Kyuhyun ke ruanganku, aku akan bawa dia ke rumah makan di depan. 15 menit lagi aku tunggu kau bersama Ae Rin.”

Donghae bangkit dan berjalan keluar dari ruangan meninggalkan mereka. Eun Kyo tersenyum, dia senang saat-saat mengintrogasi seperti ini, seperti dulu mengintrogasi Ryeowook dan Sungmin tentang dengan siapa mereka berkencan sekarang. Tapi kali ini berbeda, jika dulu itu hanya lelucon mereka untuk mempermalukan keduanya, yang ia hadapi sekarang sepertinya sebuah masalah kecil.

“Kyuhyun~a, ditunggu Donghae di ruangannya.” Ujar Eun Kyo berdiri.

Kyuhyun menoleh padanya, menatap Eun Kyo bingung dengan berbagai pertanyaan yang berkelebat di benaknya. Dilihat dari senyuman Eun Kyo, ia merasa ada hal penting yang akan dibicarakan Donghae, melihat dari cara mereka berdua tadi berbicara.

“Sekarang?”

“Besok. Yak! Kalau tidak sekarang kapan lagi?” tanya Eun Kyo sengit.

“Noona, kau kelihatan jelek saat membentak. Apa tidak dapat jatah tadi malam?” Kyuhyun berjalan acuh melewati Eun Kyo sambil memamerkan senyuman mengejeknya. Ia berjalan santai meninggalkan ruangan.

“Ae Rin~a, aku lapar, bisa temani aku?” tanya Eun Kyo pada Ae Rin.

Mendengar kata lapar, tiba-tiba saja perut Ae Rin keroncongan. Ia melirik jam dinding, sudah saatnya makan siang. Ia tersenyum penuh arti.

“Apa Jung Soo Oppa tidak memberi kita makan gratis lagi?” tanya Ae Rin basa-basi.

“Aish! Kalau ingin gratis biar aku traktir, ayo temani aku.” Eun Kyo menarik tangan Ae Rin yang tidak mengerti apa yang akan terjadi padanya nanti saat makan siang.

Ae Rin mengikuti langkah Eun Kyo yang membawanya ke sebuah rumah makan terdekat. Eun Kyo mendorong pintu dan melambaikan tangannya kearah Donghae dan Kyuhyun yang sedang menunggu mereka.

“Onnie, tiba-tiba saja aku kenyang.”

Ae Rin hendak berbalik tapi Eun Kyo sudah lebih dulu menarik lengannya. Lalu menyeretnya ketika Ae Rin bersiap untuk menolak. “Temani sebentar saja. Gratis, aku akan mentraktirmu.” Ujar Eun Kyo.

“Ani, Onnie. Aku sudah kenyang.” Tolak Ae Rin, tapi mereka berdua sudah ada dihadapan Donghae dan Kyuhyun. Mau tidak mau Ae Rin duduk setelah bahunya di tekan oleh Eun Kyo memaksanya untuk duduk.

“Kau mau pesan apa?” tanya Eun Kyo.

“Aku tidak lapar.” Jawab Ae Rin.

“Fitnah sekali kau tidak lapar. Aku pesankan ayam? Eum? Eotte?”

“Terserah Onnie saja.”

Kyuhyun terdiam, begitu juga Donghae. Mereka berempat terdiam beberapa saat. “Sekarang ceritakan, apa yang terjadi dengan kalian? Aku siap untuk mendengarkannya.” Donghae tiba-tiba bicara dan mengarahkan telinganya kearah Ae Rin seperti beberapa waktu lalu saat mereka membicarakan hal seperti ini.

“Oppa!” Ae Rin mendorong Donghae dan menampakkan wajah cemberutnya.

“Aku tau terjadi sesuatu dengan kalian. Kalian bertengkar lagi? eoh? Aku tidak akan menanyakan secara detail. Tapi aku harap kalian jangan seperti ini. Itu sangat mengganggu.” Ujar Eun Kyo. “Gamsahamnida.” Ia tersenyum pada seorang pelayan yang membawakan pesanannya.

“Sekarang katakan. Park Ae Rin.” Ujar Eun Kyo tegas. Donghae hanya diam, tapi tatapannya mampu membuat Ae Rin terpaku.

“Kenapa kau melihatku seperti itu? Oppa?” Ae Rin protes saat Eun Kyo dan Donghae seperti membuatnya terpojok sebagai tersangka.

“Ceritakan saja.” ujar Donghae.

“Aku baik-baik saja. Kau tanyakan saja padanya. Bagiku tidak ada masalah.” Ujar Ae Rin. Eun Kyo sudah melahap makanannya sejak satu menit yang lalu. Ia sudah sangat lapar, dan sepertinya porsinya tidak cukup, dalam hitungan menit saja ia sudah menghabiskan setengah dari makanan yang ada di piringnya.

“Aku? Kenapa harus aku? Kau yang selalu menghindariku!” kali ini Kyuhyun yang protes dipersalahkan. Mata Eun Kyo dan Donghae beralih menatap Kyuhyun, tapi mulut Eun Kyo masih terus tersumpal makanan.

“Onnie, kau sedang hamil? Selera makanmu mengerikan.” Ujar Ae Rin.

“Diam kau, jangan mengalihkan pembicaraan.” Ujar Eun Kyo.

“Yak! Kenapa memandangiku seperti itu? Ck!” Kyuhyun berdecak kesal.

“Lalu kenapa? Kenapa kalian akhir-akhir ini terlihat aneh? Eoh?” tanya Donghae.

“Aneh? Dia yang aneh, setiap hari selalu menghindariku. Jadi tanyakan padanya.”

Tatapan beralih pada Ae Rin. “Yak! Kenapa menyalahkanku?! Aku hanya muak jadi mainanmu, kau kira aku suka kau menarik ramutku? Eoh? Menginjak kakiku? Mendorongku? Memukul kepalaku? Eoh?” ujar Ae Rin emosi. Padahal ia tau, bukan itu yang membuatnya menghindari Kyuhyun. Dia hanya ingin menjaga perasaannya. Yang akhir-akhir ini mulai terusik semenjak Kyuhyun menciumnya dalam keadaan mabuk.

“Bohong! Kau bohong! Jika kau menghindariku karena ciuman malam itu, aku minta maaf. Aku sudah ingin meminta maaf sejak beberapa hari yang lalu tapi kau selalu menghindariku. Aku, kau, aku tid. Kau yang memulaanya, dan aku, aku…”

Mata Ae Rin membelalak ketika mendengar pengakuan Kyuhyun yang tanpa sensor kecuali detailnya mereka melakukannya. Tak kalah dengan Ae Rin, Eun Kyo juga membiarkan makanan yang ada dalam mulutnya keluar tanpa bisa dicegah saat ia menganga. Beruntung ia tidak tersedak dan menyemburkan makanannya ke wajah Kyuhyun yang duduk berhadapan dengannya.

“Yak, Donghae, sepertinya kita salah tempat. Ayo kita berpindah.”

Eun Kyo mengangkat piring makanannya yang nyaris sudah habis. Juga secangkir jus melon yang hanya tinggal setengahnya. Memamerkan senyuman kakunya dan Eun Kyo berjalan perlahan ke meja sebelah.

“Eun Kyo~ssi, aku ingin bicara.”

Sebuah suara kembali mengejutkan Eun Kyo, ia menoleh dan mendapati Yeon Su kini ada di belakangnya.
“Onnie, jangan tinggalkan aku.” Pinta Ae Rin. Berduaan dengan Kyuhyun meski ada orang lain disampingnya membuatnya terasa kikuk. Kyuhyun hanya diam, bersandar di kursinya.

“Kau? Kau baik-baik saja?”

Hanya itu yang bisa Eun Kyo ucapkan pada Eun Kyo ketika terkejut melihat sosok yang menyapannya. Yeon Su terlihat lebih baik dari beberapa hari yang lalu. Tidak lagi sekacau dulu. Yeon Su menggiring langkah Eun Kyo dan mengajaknya untuk bicara.

“Kau mau makan lagi?” tanya Yeon Su datar.

“Eum, boleh, aku mau jajangmyeon.” Pinta Eun Kyo. “Kau juga pasti lapar, sebaiknya kau juga makan.” Ujar Eun Kyo sambil memesan menu yang baru di meja yang baru, berpisah dari Kyuhyun, Ae Rin dan Donghae. Mata ketiganya sesekali mengamati Eun Kyo penuh waspada. Seolah Yeon Su adalah teroris yang siap membunuh Eun Kyo kapan saja dengan sadis.

“Aku tidak lapar.” Ujar Yeon Su lirih.

“Aigoo, jangan begitu, biar aku pesankan kau jajangmyeon juga. Dua jajangmyeon Ahjussi.” Pesan Eun Kyo saat seorang pelayan berdiri menunggu pesanannya.

“Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan? Eoh?” tanya Eun Kyo. dalam hati ia merasa was-was, takut Yeon Su untuk memintanya meninggalkan Jung Soo dengan baik-baik.

“Eun Kyo~ya, aku ingin kau meninggalkan Jung Soo. ia pasti mau membantuku untuk menikahiku jika kau melepaskannya.” Ujar Yeon Su.

Benar yang tadi Eun Kyo cemaskan. Dia terpaku sejenak, begitu juga dengan Yeon Su yang menunjukkan wajah memohonnya. Tidak seperti dulu yang angkuh dan penuh percaya diri. Sekarang Yeon Su tau dia kalah, tapi ia bermaksud untuk menang.

“Siapa yag melakukannya. Jika kau memberitahuku siapa yang melakukannya. Aku mungkin akan memikirkannya.” Ujar Eun Kyo mencoba membela diri.

“Aku tidak bisa. Aku mohon Eun Kyo~ya, aku tau kau mengerti apa yang sedang aku alami. Dan hanya, hanya Jung Soo Oppa yang bisa membantuku. Aku mohon..” bulir airmata kelua dari sudut mata Yeon Su. Membuat Eun Kyo sedikit terenyuh dengan keadaan Yeon Su sekarang. Dia terlihat menyedihkan. Tapi untuk melepaskan Jung Soo, saat ini, itu belum terpikirkan dalam benaknya. Ia terlanjur memutuskan.

Eun Kyo menghela nafas. “Jika kau tidak bisa mengatakannya, maka jawabanku adalah tidak. Tapi jika kau memberitahukan sekalipun, aku hanya bilang akan memikirkannya. Yeon Su~ya, aku mengerti. Tapi anak dalam kandunganmu butuh Appanya sendiri. Sekalipun nantinya Jung Soo menikahimu, tapi dia tetap harus tau siapa Appanya yang sebenarnya.”

“Tapi aku tidak bisa…” ujar Yeon Su lirih, sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tidak merembes keluar.

“Dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan padamu, eoh?” Eun Kyo memberikan penjelasan, dan meraih tangan Yeon Su, menyentuh punggung tangannya. “Arra, aku tau aku terlalu bersikap sok dewasa, tapi ucapanku, sebaiknya kau pikirkan.” Ujar Eun Kyo.

“Kalau begitu aku akan menggugurkannya saja.” ujar Yeon Su lirih, berniat untuk bangkit.

“Kau jangan bercanda.” Eun Kyo menahan tangan Yeon Su. “Kim Yeon Su, aku memang tidak menyukaimu yang setiap saat memojokkanku dengan segala cara. Tapi jika kau membunuh anak itu, aku akan lebih sangat membencimu, itu sangat tidak adil baginya!”

“Dan kau senang aku seperti ini kan? Eoh?” ujar Yeon Su dengan nada meninggi.

“Yeon Su~ya, maksudku bukan seperti itu.” Eun Kyo berusaha untuk menjelaskan sebenarnya dia tidak seperti yang dipikiran Yeon Su. ‘Bodoh kau Park Eun Kyo, memangnya kau malaikat? Eoh? Dia menganggapmu iblis, jangan memintanya untuk menganggapmu seperti malaikat, itu akan membuatnya semakin membencimu’. Eun Kyo tersenyum, merutuki kebodohannya sendiri. Yeon Su meninggalkannya dengan tatapan penuh amarah darinya, tapi dia juga melihat kecemasan disana. Yeon Su terpojok dan sudah tidak tau harus berbuat apa, Eun Kyo tau itu.

“Berbuat baik ternyata tidak semudah yang dibayangkan.” Eun Kyo kembali ke bangku tempat Donghar dan Ae Rin juga Kyuhyun sejak tadi memulai makan mereka.

“Apa yang dia katakan?” tanya Donghae. Eun Kyo membawa 2 mangkuk jajangmyeon yang ia pesan bersama Yeon Su tadi.

“Onnie, kau sudah gila?” tanya Ae Rin melihat Eun Kyo menyuap jajangmyeon ke dalam mulutnya.

“Ani, sepertinya kalian yang mulai gila, kau sedang pacaran dengan Kyuhyun tanpa sepengetahuan kami?”

Pertanyaan Eun Kyo membuat Ae Rin tersedak, “Uhuk! Uhuk! Onnie! Uhuk!” Donghae memberikan air minum untuk Ae Rin dan gadis itu segera menenggaknya.

“Katakan padaku, apa kalian sedang pacaran?” tanya Eun Kyo lagi.

“Aku sudah selesai, sebaiknya aku kembali ke tempat latihan. Kau yang bayar kan? Jadi aku bisa pergi sekarang juga.” Ae Rin bangkit.

“Aku juga sudah selesai.” Kini giliran Kyuhyun yang bangkit.

“Yak! Kalian! Aku belum selesai makan!” teriak Eun Kyo.

Keduanya nampak acuh tak menghiraukan teriakan nyaring Eun Kyo. Ae Rin terus berjalan cepat karena menyadari Kyuhyun sekarang berjalan di belakangnya. Sekuat teanga ia mempercepat langkahnya agar Kyuhyun tidak bisa menyusulnya.

“Ae Rin, tunggu. Kita perlu bicara.”

Ae Rin nampak tidak peduli dan menolak untuk mendengarkan panggilan Kyuhyun. Ia kini berlari kecil untuk memperlebar jaraknya dengan Kyuhyun kini, ia hampir sampai dan ia sudah tidak sabar tiba di gedung dan bertemu dengan teman-temannya agar tidak ada kesempatan bagi Kyuhyun bicara dengannya.

Ae Rin tidak mengerti, atas alasan apa ia menghindari Kyuhyun. Karena ciuman itu? Oh, itu terlihat sangat konyol dan kekanak-kanakan. Tapi, meskipun begitu, ia tetap tidak bisa bersikap seperti biasa, seperti sebelum ciuman itu terjadi.

“Yak! Park Ae Rin.”

Saat Ae Rin hendak melanjutkan langkahnya, Kyuhyun menarik sikunya dan membuat langkahnya terhenti. Gadis itu mengutuk dalam hati. Menyalahkan dirinya sendiri yang punya langkah kecil dan pendek dari lelaki itu.

“Cukup. Aku mohon jangan menghindar.” Kyuhyun menarik Ae Rin menuju sebuah ruangan tidak terpakai di lantai dasar. Boleh dikatakan gudang, karena tempat itu biasanya para cleaning service menyimpan peralatannya.

“Aku ingin mengatakan sesuatu. Dan kau dengarkan baik-baik. Berhentilah bersikap bodoh, itu akan semakin membuat mereka penasaran! Arasseo?” nada suara Kyuhyun terdengartegas.

“Baiklah, aku rasa aku menyukaimu Park Ae Rin. Tapi meskipun begitu, aku mohon tetaplah bersikap seperti biasa, dan jangan mengacau.”

Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun meninggalkan Ae Rin sendirin. Yang kebingungan dengan ucapan yang baru saja ia dengar dari mulut Kyuhyun. Ae Rin menggaruk kepalanya. Tidak jauh berbeda dengan Ae Rin, Kyuhyun juga merasakan kebingungan yang sama. Ia bersandar di dinding dan mengacak rambutnya yang tidak pernah terlihat rapi. ia bingung kenapa harus mengatakan hal itu pada Ae Rin. Meskipun jujur, gadis itu pasti akan semakin menghindarinya. Kyuhyun memukul kepalanya sendiri.

***

Eun Kyo bangun dari tidurnya. Minggu pagi yang cerah. Ia melirik seseorang yang masih terpejam disampingnya. Ia mendengus, mencoba mengambil nafas untuk mengisi paru-parunya dengan udara pagi. Eun Kyo menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, berniat untuk beranjak dari tempat tidur.

“Jangan. Aku masih ingin kau disini sebentar lagi.” ujar Jung Soo mencegah Eun Kyo untuk beranjak. Eun Kho mendengus.

“Aku ingin mandi.” Dia berusaha untuk melepaskan tangan Jung So yang kuat memeluknya. Seolah Eun Kyo bisa melepaskan dekapannya, JungS oo mempereratnya.

“Kau ingin membuatku tidak bisa bernafas?” tanya Eun Kyo sengit.

“Jangan beranjak.”

“Kau kira aku bisa beranjak? Bergerakpun tidak bisa.”

Jung Soo mengunci semua pergerakan yang mungkin dilakukan Eun Kyo dengan kaki dan tangannya. Eun Kyo mencoba bergerak namun tetap tidak bisa.

“Tidak bisakah sehari saja tidak memelukku? Eoh? Sepertinya awal hubungan kita lebih baik, kau membuatku tidak nyaman.” Ujar Eun Kyo.

Jung Soo nampak enggan untuk sekedar melonggarkan sedikit saja pelukannya. “Tidak bisa.” Ujarnya.

Jung Soo merasa bebas sekarang tanpa bayang-bayang siapapun untuk melanjutkan hubungan pernikahannya bersama Eun Kyo. Yeon Su sekarang sama sekali bukan halangan baginya. Meski sedikit merasa bersalah, tapi itu bukan masalah. Kecerobohan Yeon Su sendiri yang membuat dia seperti itu. Sejak awal Jung Soo menjaga gadis itu dengan baik. Jika terjadi hal seperti ini, dia menghancurkan dirinya sendiri.

“Kenapa tersenyum?” tanya Eun Kyo saat mendapati wajah Jung Soo dengan senyuman.

“Ani, aku hanya ingin tersenyum apa itu salah?”

“Ani, tidak masalah. Ah, Oppa, sejak kemarin aku ingin menanyakan sesuatu.”

“Menanyakan apa?”

“Apa kau sudah tau siapa yang menghamili Yeon Su?” tanya Eun Kyo.

Jung Soo membuka matanya dan menemukan wajah Eun Kyo penuh harap. Mengerjapkan mata menunggu jawaban Jung Soo. “Kau ingin tau?” tanya Jung Soo sambil menarik bibirnya menunjukkan senyum misterius. Eun Kyo mengangguk kuat.

“Sebesar apa rasa ingin tahumu?” tanya jung Soo jahil.

Selalu saja, di dekat wanita ini Jung Soo ingin mencumbunya habis-habisan. Tidak ada hasrat yang lebih besar melebihi hasratnya pada Eun Kyo. Yang kadang memporak-porandakan pertahanan kesabarannya untuk tidak menyentuh wanita ini. Dan saat tak ada jarak diantara mereka, Jung Soo harus menahan keinginannya.

“Aku ingin tau, karena beberapa hari yang lalu dia memintaku untuk melepaskanmu.” Ujar Eun Kyo.

“Jinjja? Lalu apa jawabanmu?”

“Aku memintanya memberitahukan siapa yang telah menghamilinya.”

“Begitu? Dia memberitahukannya?” Eun Kyo menggeleng. “Dia memang memakai aksi bungkam. Aku juga heran, kedua managernya kewalahan menghadapi tingkah anehnya setiap hari.”

“Kasian dia. Mungkin jika aku berada di posisinya juga akan seperti itu.”

“Bagaimana kalau kau saja yang hamil? Eoh?”

Tangan Jung Soo perlahan menyusup ke dalam baju Eun Kyo. Ia menyusuri perut Eun Kyo dengan pelan terus naik keatas. Eun Kyo mengarahkan matanya kearah tangan Jung Soo yang slow but sure membalai permukaan kulitnya dibalik baju.

“Ck!” Eun Kyo berdecak kesal, ia mendongak dan hendak mengeluarkan umpatannya namun tertahan. Semua kata makian dalam benaknya tak mampu keluar karena mulutnya sudah disumpal Jung Soo dengan sebuah ciuman pagi yang sedikit panas dan menuntut. Eun Kyo memukul pelan dada Jung Soo, tapi hal itu tidak membuatnya berhenti, malah semakin mendesak Eun Kyo dengan merangkak diatas tubuhnya. Eun Kyo terpojok, tak ada yang bisa ia lakukan selain pasrah dan membiarkan Jung Soo hingga puas.

Jung Soo melepaskan ciumannya setelah permukaan bibir Eun Kyo puas ia cumbu. Tak ada bagian tubuh Eun Kyo yang luput dari jamahannya. Ia menurunkan wajahnya menuju leher, mendaratkan sebuah kecupan disana.

“Ohohohohohoho, sudah cukup Tuan Besar. Aku mau mandi, dan hari ini aku mau menelpon Dayoung, aku merindukannya, ayo minggir.” Eun Kyo mencoba mengalihkan tubuh Jung Soo yang kini menindihnya.

“Sekali lagi, setelah itu baru mandi.”

“Tidak ada sekali lagi, ayo bangun.”

“Ani, sekali lagi saja.” Jung Soo melancarkan aksinya dengan meninggalkan ciuman di bahu Eun Kyo. wanita itu menggeliat.

“Yak! Park Jung Soo!” teriaknya nyaring.

“Aku akan memberitahukan siapa yang menghamili Yeon Su setelah ini.”

“Aku tidak ingin mengetahuinya lagi!” teriak Eun Kyo tak kalah nyaring dari yang tadi. Jung Soo mengangkat wajahnya dan menghentikan ciumannya.

“Aku heran. Akhir-akhir ini kadar otakmu semakin kotor.” Eun Kyo memukul dahi Jung Soo. Didorongnya tubuh Jung Soo hingga terjungkal.

“Aku mau mandi.” Ujar Eun Kyo sambil berjalan ke kamar mandi.

Hari minggu ini mereka jalani tidak seperti biasanya. Biasanya mereka menghabiskan akhir pekan di kediaman orang tua Jung Soo, tapi kali ini tidak. Jung Soo lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersantai dengan Eun Kyo, hanya berdua saja, bahkan Jung Ahjumma yang lalu-lalang membersihkan rumahpun seolah kasat mata baginya. Ada banyak pelukan dan candaan di hari libur. Seolah melupakan beberapa hari ini yang penuh tekanan.

“Kalian tidak ke rumah orang tua kalian?” tanya Jung Ahjumma melihat Eun Kyo dan Jung Soo terlihat tidak bersiap-siap seperti biasanya.

“Ani, pekan ini tidak.” Jawab Jung Soo. Ia selalu mengikuti kemanapun langkah Eun Kyo. Ke dapaur, ke halaman, bahkan membuang sampah. Membuat Eun Kyo risih. Jung Ahjumma hanya tersenyum melihat tingkah anak asuhnay yang tidak bisa dikatakan anak-anak lagi, mereka sudah dewasa, tapi tingkahnya sekarang melebihi anak-anak.

Sayup kadang terdengar protes Eun Kyo saat Jung Soo mulai mertindak macam-macam padanya. Kadang terdengar cekikikan khas Jung Soo saat menertawakan Eun Kyo. Jung Ahjumma hanya tersenyum.

“Dasar anak muda.” Ujarnya.

Eun Kyo berjalan ke kamar mandi dan Jung Soo berhenti mengikutinya. Ia mengisi bak mandi dengan air dan duduk di tepinya. Memainkan air yang keluar dari kran dan melamun. Banyak yang terjadi dengannya beberapa hari ini. Sedikit membuat pusing tapi ada satu hal yang ia sendiri tidak bisa meyakininya. Sebuah kepercayaan. Hem, sebuah kepercayaan mulai merambat dihatinya. Kepercayaan bahwa Jung Soo memang mencintainya seoalh tidak ada yang lain lagi dalam hidupnya. Itu sedikit membuat Eun Kyo sedikit linglung sekaligu sbahagia, meski ia terus meyakinkan pada dirinya sendiri, ia tidak boleh terlena.

“Eun Kyo~ya, kau sudah selesai? Ada pakaian kotor lagi selain dalam keranjang?” suara Jung Ahjumma terdengar dari luar, Eun Kyo menoleh lalu menjawab.

“Ani, Ahjumma. Hanya itu.” jawab Eun Kyo.

Tak ada lagi suara setelah jawaban itu. Tanpa terasa air sudah penuh dan Eun Kyo mematikan kerannya lalu melepas bajunya satu persatu. Ia masuk ke dalm bak mandi dan merendam tubuhnya, tapi sebelumnya ia membalut tubuhnya dengan selembar kain, lalu memasang headset di telinganya dan mendengarkan beberapa lagu.

Tanpa Eun Kyo sadari, Jung Soo yang sementara Eun Kyo sejak tadi berada di dalam kamar mandi, ia mencuci bersih mobilnya untuk mengisi waktu luang. Setelah selesai dan mendapati Eun Kyo tidak ada di mana-mana, ia berjalan perlahan ke kamar mandi. Salah satu tempat favorit Eun Kyo untuk melamun adalah kamar mandi. Dan benar saja, begitu Jung Soo membukan pintu dengan perlahan, ia mendapati sosok yang ia cari sedang berendam. Salah satu kebiasaan Eun Kyo adalah lupa mengunci pintu, pintu apapun keculai pintu depan rumah.

Perlahan Jung Soo menjejakkan kakinya ke dalam bak ynag lumayan berukuran besar tersebut. Ikut masuk ke dalamnya tanpa ingin mengusk kenyamanan Eun Kyo. ia menahan nafas setelah kedua kakinya berhasil masuk tanpa harus membuat Eun Kyo membuka matanya. Setelah itu ia mulai duduk disamping Eun Kyo dan meletakkan kepalanya di tepi bak, berbaring seperti yang di lakukan Eun Kyo.

“UH!”
Eun Kyo yang merasa air yang merendam tubuhnya meninggu karena volumenya bertambah akhirnya membuka matanya. Dan harus berusaha meredan keterkejutannya dengan menutup mulutnya sendiri, mencegah teriakan nyaring keluar dari mulutnya.

“Eum, ternyata hari libur seperti ini memang enak memanjakan diri. Bagaimana kalau kita ke salon?” ajak Jung Soo.

“Tidak perlu, aku lebih suka disini.” Tolak Eun Kyo.

Jawaban yang seperti itu, Jung Soo sudah menduganya. Eun Kyo memang lebih suka menghabiskan waktu di rumah ketimbang harus berkeliaran diluar. Mungkin bagi sebagian orang, belanja atau menghabiskan waktu diluar menyenangkan, tapi baginya rumah tempat bersantai paling nyaman. Meski sesekali dia ia juga menghabiskanwaktu luang dengan berjalan, tapi itu terjadi pada saat dia gelisah dan rumah tak mampu mengusir gelisahya.

“Bagaimana kalau menonton saja hari ini? Malam ini? Eoh? Kita tidak pernah nonton film sebelumnya.” Tawar Jung Soo lagi.

Eun Kyo nampak terlihat berpikir dengan menggeser sedikit posisinya memberikan tempat yang lebih leluasa untuk Jung Soo. “Eum, boleh juga…” jawab Eun Kyo sedikit ragu. “Ah, Oppa. Kau tau acara live boxing amatir?”

“Kenapa bertanya tentang itu? setauku kau tidak suka boxing, dari kecil.” Jawab Jung Soo.

“Ani, tidak apa-apa, aku hanya penasaran dengan seseorang.” Jawab Eun Kyo. bayangan Jang Mi tiba-tia melesat dipikirannya. Gadis itu, gadis yang penuh semangat itu, sedang apa dia sekarang saat hari libur? Apakah berkebun seperti yangs elalu ia banggakan? Atau berjualan? Atau merayu Ryeowook lagi di restorannya?

“Ah, Oppa, bagaimana kalau kita ke tempat Ryeowook saja? aku lapar.” Ujar Eun Kyo berbohong. Ia sebenarnya ingin menanyakan Jang Mi, karena beberapa hari yang lalu gadis itu telah menjadi buah bibir antara dia dan Ae Rin. Gadis aneh yang mengidolakan Kyuhyun tetapi menyukai Ryeowook.

“Boleh.. Sekarang?”

“Nde, sekarang.”

Eun Kyo bangkit tapi Jung Soo menariknya kembali, saat Eun Kyo berdiri ingin melewatinya. Wanita itu sukses mendarat diatas tubuh Jung Soo. Dan dalam hitungan detik, Eun Kyo sudah berada dalam pelukan Jung Soo.

“Sebentar lagi saja.”

***

Hari Minggu bagi Ae Rin adalah waktu yag tepat untuk ia luangkan di tempat favoritnya-toko buku dan bacaan gratis-untuk sekedar mebaca beberapa buku yang belum sempat ia selesaikan. Sambil mencari-cari dimana ia meletakkan buku yang ingin dibacanya, sekalian merapikan beberapa yang berantakan dan membersihkannya dari debu.

Sudah jam 9 pagi, biasanya anak-anak sudah berkumpul disini sejak jam 8 pagi. Setiap akhir pekan ada pelajaran gratis untuk mereka, Ae Rin meminta temannya untuk mengajar bahasa inggris untuk beberapa anak jalanan dan beberapa pengetahuan umum lainnya. Sudah dua kali ia memeriksa ke depan pintu, dan memang tidak ada tanda-tanda anak-anak akan datang.

“Aish! Mereka mulai malas.” Gerutu Ae Rin sambil menyapu beberapa meja yang sudah ia siapkan. “Pengajarnya juga mulai malas, aish! Mana Yoon Bi Onnie? Sudah jam begini belum juga menampakkan batang hidungnya.” Lanjutnya menggerutu.

“Ehem.”

Seseorang berdehem dari luar, membuat Ae Rin melongokkan kepalanya. Ia terpaku sejenak saat melihat siluet seseorang dari depan. Kyuhyun. Ae Rin membatin. Ia tidak terlalu memeprdulikannya. Baginya, menghadapi Kyuhyun disaat sekarang sungguh membuatnya serba salah. Setelah beberapa hari yang lalu ia menyatakan perasaannya, sampai hari ini Ae Rin masih tidak bisa bersikap biasa-biasa saja.

“Sendirian saja?”

Suara itu semakin mendekat. Ae Rin mencari sumber suara ke beberapa sudut. Tapi kehilangan keseimbangan begitu orang yang dicarinya ada di belakangnya. Ia hampir terjatuh jika saja Donghae tidka memeganginya.

“Oppa! Kau mengejutkanku!”

“Wae? Mengira aku orang lain? Tidak menyahut sama sekali, tidak sopan.” Donghae menarik poni rambut Ae Rin. Ae Rin hanya bisa mengelus kepalanya yang tidak sakit.

“Ani.” Jawab Ae Rin singkat dengan berpura-pura acuh. dia menyembunyikan keterkejutannya yang hampir saja membuatnya ambruk ke lantai.

“Berharap Kyuhyun yang datang?” tanya Donghae.

Sebenarnya Ae Rin bukan berharap Kyuhyun yang datang, tapi mengira bahwa Kyuhyun yang datang. apapun alasannya, tetap Kyuhyun yang ada dalam pikirannya beberapa detik yang lalu. Tak tau sekarang dia harus apa, kecewa ataukah merasa lega.

“ANI!” jawab Ae Rin dengan wajah cemberut.

“Ae Rin~a, aku ingin bertanya, benar kau…” Ae Rin mendelik Donghae yang tersenyump adanya, ia merasa Donghae akan memberikan pertanyaan yang mempersulitnya, “Berciuman dengan Kyuhyun? Benar? Benar dia melakukannya?” tanya Donghae.

“Aku tidak ingin menjawabnya.” Ujar Ae Rin masih dengan wajah bertekuk.

“Ya… berarti aku harus patah hati.” Donghae menggoda Ae Rin.

“Oppa! Jangan bercanda. Kau sudah patah hati karena ditinggalkan Eun Kyo Onnie menikah, benar kan?” Ae Rin mengedipkan matanya.

“Semua orang mengira kau menyukainya. Tapi aku tau, kau pasti menemukan yang terbaik untukmu. Suatu saat. Aku mungkin?” Ae Rin mulai balas menggoda Donghae.

“Bukannya kau sudah punya Kyu?”

“Tapi denganmu juga tidak apa-apa Oppa. Aku tidak suka Kyuhyun! Kecuali suaranya yang memang bagus.” Jawab Ae Rin mengelak.

“Sudahlah jangan bicarakan ini.” Donghae menarik sebuah buku dan membuka-bukanya.

“Kau? Tidak biasanya kesini Oppa? Kenapa tiba-tiba saja kau kesini?” tanya Ae Rin.

Donghae memang tidak pernah bisa dideteksi keberadaannya saat hari libur. Jadi sebuah tanda tanya besar di benak Ae Rin ketiak Donghae tiba-tiba saja menyambanginya. Ae Rin menunggu jawaban Donghae, lebih tepatnya alasan Donghae.

“Ani, aku hanya bosan di apartemen, kau tidak suka aku disini?” tanya Donghae berjalan mengikuti Ae Rin yang membersihakn debu yang ada di permukaan buku.

“Ani, bukan begitu, aku hanya heran saja aku kira kau kencan setiap minggu.” Ujar Ae Rin.

“Kencan? Dengan siapa?” tanya Ae Rin.

“Mollaneunde, hanya kau yang tau.”

“Yeon Su…” Donghae teringat Yeon Su. beberapa hari ini wanita itu menghubunginya, hanya menelpon tanpa suara. Sayup Donghae mendengar Yeon Su menangsi di setiap ia menghubunginya lewat telpon. Donghae tidak berani bertanya, meski ia tau sekarang Yeon Su dalam masalah besar. Tapi wanita itu belum bercerita apapun padanya.

“Ah, jangan katakan kau sedang berkencan dengannya Oppa.” Ujar Ae Rin dengan tatapan tajamnya.

“Ani, aku tidak sedang berkencan dengannya.” Donghae mengacak rambut Ae Rin.

“Ehem, uhuk! Arg!”

Kyuhyun tiba-tiba sudah ada di pintu dan berdehem kuat saat melihat Donghae dan Ae Rin sedikit terlihat mesra. Donghae tertawa menyembunyikan wajahnya, ia bisa melihat mata Kyuhyun yang menyiratkan rasa tidak relanya.

“Donghae~ya, sedang apa kau disini?” tanya Kyuhyun dengan nada skeptis.

“Ani, hanya jalan-jalan saja.” jawab Donghae. “Apa ada larangan untuk itu?” taanya Donghae. Kyuhyun tidak menjawab, dia merutuki keberadaan Donghae disini. Tadinya ia mengira saat seperti ini, Ae Rin hanya ditemani beberapa anak dan akan memudahkannya untuk berbicara kembali dengan Ae Rin, secara private.

“Kau sendiri sedang apa disini? Kencan? Kalian punya janji? Ah, kalau begitu aku pergi saja.”

Donghae baru saja ingin melangkah tapi tangan Ae Rin menahannnya. Donghae berbalik, dan mengerutkan dahinya. Ae Rin menatapnya dengan penuh harap agar Donghae tidak membiarkannyaberduaan saja dengan Kyuhyun disini. Tapi Donghae tidak ingin mengerti. A melepaskan jemari Ae Rin satu persatu.

“Aku ada janji dengan seseorang Ae Rin~a.” Uajar Donghae berbohong.

“Ae Rin~a, maaf, aku terlambat! Aku ada konsultasi hari ini. Apa anak-anak sudah datang?”

Seorang adis nampak kesusahan mengambil nafas setelah berhenti berlari. Park Yoon Bi. Orang yang sejak tadi Ae Rin tunggu. Gadis itu memegangi dadanya, ia masih belum melepas jas kerjanya. Yoon Bi menjadi sukarelawan membantu Ae Rin dengan mengajar bahasa inggris di akhir pekan. Pertemuan Ae Rin dan Yoon Bi terjadi secara kebetulan saat mereka berburu novel di sebuah toko buku besar yang mengadakan sale.

“Apa anak-anak sudah datang?”

Sejak tadi gadis itu tidak menyadari tidak ada orang lain disini selain dia sendiri, Ae Rin dan Kyuhyun yang masih terpaku tanpa suara dan Donghae yang bersiap untuk keluar dan nampak tidak terlalupeduli dengan kehadiran Yoon Bi.

“Eoh? Tidak ada anak-anak?” tanya Yoon Bi dengan wajah polosnya karena terkejut. “Ah, annyeong haseyo.” Ia melihat Kyuhyun yang memandanginya dengan tatapan aneh.

“Tidak ada anak-anak Onnie, mereka sampai sekarang tidak ada satupun yang datang…” jelas Ae Rin. Yoon Bi melihat ke sekelilingnya memang tidak ada anak satupun.

“Kira-kira kemana mereka?” tanya Yoon Bi.

“Molla. Paling-paling disuruh orang tua mereka mencari duit lagi.” ujar Ae Rin terdengar pasrah. Seperti yang dikatakan Eun Kyo, berbuat baik sepertinya memang tidak semudah apa yang kita pikirkan.

“Begitu? Ah, aku juga harus kembali bekerja beberapa jam lagi.” ujar Yoon Bi sambil duduk di sebuah kursi. Kyuhyun mendatanginya dengan segelas susu di tangannya yang baru saja diambilnya dari dalam lemari es.

“Sepertinya kau lelah, minum dulu.” Kyuhyun menyuguhi Yoon Bi sebotol susu dingin.

“Ah, gomawoyo…”

“Cho Kyuhyun, panggil aku Kyuhyun saja.” ujar Kyuhyun melanjutkan kalimat Yoon Bi.

“Ah, ne. Kyuhyun~ssi.”

Ae Rin masuk ke dalam sambil menyempatkan menginjak kaki Kyuhyun membuat lelaki itu menahan teriakannya. Karena tidak sopan berteriak di depan orang yang baru saja dikenalnya.

“Ae Rin~a, aku harus kembali. Jae Hyun Sunbae hari tidak masuk, aku menggantikan jam kerjanya.” Ujar Yoon Bi berteriak. Tanpa menunggu persetujuan dari Ae Rin, gadis itu melengos pergi.

“Onnie.. jangan per…”

Sudah terlambat, sudah terlambat bagi Ae Rin untuk mencegah Yoon Bi pergi dan menemaninya disini selagi mash ada makhluk yang tidak ingin dilihatnya beberapa hari terakhir. Yoon Bi sudah mengambil langkah seribu menuju halte. Ia lebih senang menggunakan angkutan umum yang mempunyai jalur seperti bus. Karena bus tidak akan membuatnya tersesat, sekalipun ia tersesat ia akan bisa menyebutkan di halte mana dia menunggu bala bantuan untuk menjemputnya.

“Aku ingin bicara.” Ujar Kyuhyun.

“Annyeong haseyo.”

Kyuhyun yang bersiap untuk bicara pada Ae Rin kini harus kembali memotong pembicaraannya karena da seseorang yang datang. kyuhyun mengalihkan pandangannya begitu ia tau siapa yang kini ada diambang pintu. Kim Kibum dengan senyuman khasnya berdiri menyapa Ae Rin dengan tangannya.

“Annyeong, Kibum Oppa.” Ujar Ae Rin kaku sambil melirik Kyuhyun.

Kibum merasa kurang tepat berada disini saat melihat Kyuhyun menatapnya dengan tajam, namun ia berusaha untuk tenang. Masih ingat saat beberapa hari yang lalu sikap Kyuhyun sedikit antipati padanya. Terlebih lagi saat sesekali ia terlihat akrab dengan Eun Kyo dan mengajaknya Eun Kyo makan diluar saat makan siang di tempat latihan.

“Aku hanya ingin pinjam buku bisnis manajemen, tunjukkan aku tempatnya, biar aku cari sendiri, kalian boleh melanjutkan pembicaraan kalian.” Ujar Kibu merasa tidak enak.

“Sebelah sini Oppa, biar aku tunjukkan.” Ae Rin menggiring Kibum ke salah satu rak buku dan Kibum nampak dengan cermat memerphatikan buku yang tersusun rapi, saat melihat judul buku yang menurutnya menarik, dia mengambilnya lalu berpamitan pada Ae Rin.

“Boleh aku pinjam kan?” tanya Kibum. Ae Rin mengangguk. “Arasseo, aku akan kembalikan beberapa hari lagi. atau aku titipkan pada Noona saat selesai membacanya, eum?”

“Ah, santai saja Oppa.” Ujar Ae Rin

Ae Rin sebenarnya ingin mencegah Kibum seperti ia mencegah Donghae pergi tadi, tapi rasanay ia masih terlalu kaku sat berhadapan dengan Kibum.

“Kalian boleh lanjut.”

Senyuman Kibum terlihat sangat menawan dimata Ae Rin. Kyuhyun mengusap wajah Ae Rin yang masih betah memandangi kepergian Kibum.

“Ae Rin~a, aku menyukaimu, kita pacaran saja.” ujar Kyuhyun tanpa basa-basi.

Sejenak Ae Rin berhenti bernafas, telinganya mendengung keras. Matanyaseolah berkunang-kunang. Tubuhnya bereaksi berlebihan atas pernyataan Kyuhyun tadi. Ia bersusah payah agar tidak kelihatan cemas dan gugup di hadapan Kyuhyun.

“Ne?” tanya Ae Rin. Seberapapun kuatnya ia menyembunyikan keterkejutannya, tetap saja ia terlihat bodoh, tapi Kyuhyun tidak peduli. Ia terlihat serius saat ini. Meski keseriusannya disertai pemaksaan.

“Kau tidak boleh dekat-dekat lelaki itu lagi. dekat Hyukjae, dekat Donghae, ah, Donghae pengecualian. Kau boleh sedikit dekat dengannya, tapi jangan terlalu dekat.” Ujar Kyuhyun panjang lebar sambil memakan potongan semangka yang ia ambil dari dalam kulkas.

“Wae? Wae? Wae? Kenapa aku tidak boleh dekat dengan mereka?!”

Ae Rin nampak gusar mendekat pada Kyuhyun yang sekarang terlihat lebih santai dan menguasai situasi, ia tersenyum dengan senyum khasnya yang angkuh.

“Sederhana saja, karena aku tidak suka.” Ujar Kyuhyun.

“Yak! Kenapa aku harus peduli denganmu, terserah kau suka atau tidak kau tid!”

Ocehan Ae Rin terhenti karena kini Kyuhyun meletakkan telunjuknya di mulut gadis itu. mata Ae Rin membulat karena terkejut.

“Kau mau aku menciummu lagi untuk membuatmu berhenti mendebatku? Eoh?”

Ae Rin menggeleng kuat.

“Bagus. Mulai sekarang kita pacaran.” Ujarnya sambil tersenyum sendiri. senyuman bahagia bercampur angkuh dan banyak lagi yang tersirat dari senyuman itu. ingin sekali Ae Rin memukul kepala lelaki itu, tapi jika ancamannya adalah ciuman, ia harus berhati-hati.

***

“Kau sudah siap Oppa?”

Eun Kyo tersenyum sumringah saat ia bersiap-siap untuk pergi. Ia mengenakan rok selutut berbahan chiffon yang jatuh dan nampak manis di tubuhnya dipadu dengan kaos longgar lengan pendek. Sepatu flat berwarna senada dengan bajunya, diap untuk keluar malam ini. Eun Kyo mencari sosok Jung Soo hingga ke dapur, tapi tak ditemukannya.

“Ahjumma, kau lihat Jung Soo Oppa?” tanyanya pada Jung Ahjumma.

“Ani, bukannya dia bersamamu?”

Semua ruangan sudah di cari, di dalam mobilpun juga tidak ada. Eun Kyo mengira Jung Soo sudah siap di dalam mobil, tapi tidak ada, mobilnya mansih kosong. Eun Kyo kembali berjalan masuk ke dalam rumahnya. Eun Kyo mendengus, yang mengajaknya keluar adalah Jung Soo, tapi orang itu tekesan tidak siap begitu ia akan berangkat. Eun Kyo menarik rambutnya kesal. Pergi di minggu malam sebenarnay ia tidak terlalu suka, karena besoknya dia harus latihan lagi, tapi kali ini iya mengiyakan, karena selama ia menikah, jarang sekali bepergian dengan Jung Soo.

“Oppa…”

Eun Kyo masuk ke dalam kamar, dan benar dugaannya, Jung Soo masih di dalam kamar saat ia tadi makan cemilan sebelum berang di dapur, mengambil sebuah waffle di dalam kulkas dan melahapnya.

“Kau sudah siap?” tanya Jung Soo. tanpa rasa bersalah karena sekarang dia jauh dari kata siap. Mmasih menggunakan baju kaos oblong rumah dan celana pendek selutut.

Melihat hal itu Eun Kyo semakin kesal. “Kau tidak dengar aku mencarimu sejak tadi?” eun Kyo melepas ikatan rambutnay dan duduk dengan kasar di atas tempat tidur. Jung Soo tau, dia mendengar sejak tadi, tapi malas untuk menjawab. Jung Soo ingin menonton film, bukannya menonton gulat amatir seperti yang Eun Kyo inginkan.

Jung Soo menghela nafas, “Hem, aku dengar.” Jawabnya sambil mendekat kearah Eun Kyo, tapi Eun Kyo bergeser, menolak untuk di dekati. Lalu ia melangkah ke depan cermin dan mengambil kursinya, lalu duduk.

“Lalu kenapa tidak dijawab?” raut wajahnya berubah cemberut. “Kalau tidak ingin pergi bilang saja, tidak perlu memberiku harapan seperti ini.”

Eun Kyo bangkit dan berjalan ke lemari, membukanya lalu menarik selembar baju. Ia melepas baju yang ia kenakan dengan kasar dan melemparnya ke lantai. Jung Soo melihatnya, melihat kekesalan Eun Kyo hingga wanita itu berganti pakaian dengan pakaian tidurnya. Lalu ia mendekat ke depan cermin dan mengambil pemnersih muka lalu mengusapkannay dengan kapas.

“Ya, ya, ya… kenapa jadi di hapus?” tanya Jung Soo sambil mencegah tangan Eun Kyo, tapi terlambat. Awalnya ia hanya ingin mebuat Eun Kyo merengek manja sedikit saja untuk mengajaknya, tapi yang ada sekarang, wanita itu berubah merajuk.

“Tidak jadi pergi saja, aku lelah, besok harus bangun pagi.” Elak Eun Kyo menghindari tangan Jung Soo.

“Ani, ani. Pakai kembali baju, kita berangkat.”

Jung Soo memungut baju Eun Kyo di lantai dan menyerahkannya. Baru saja ia menikmati beberapa menit melihat Eun Kyo tampil cantik sekarang sudah kelihatan kusut lagi. Eun Kyo diam dan menolak, dia terus membersihkan mukanya.

“Ayo, pakai, kita berangkat sekarang juga.” Jung Soo menyentuh lengan Eun Kyo dan menyerahkan bajunya, tapi Eun Kyo tidak bergeming.

“Ayo lepskna bajumu.” Jung Soo meraih ujung baju Eun Kyo dan menariknya keatas. Meski mendapat perlawanan, akhirnya Jung Soo berhasil melakukannya. Lalu memakaikan Eun Kyo baju yang tadi di lemparnya. Wanit aitu hanya pasrah dan menghembuskan nafas kasar. Ia menatap tajam pada apa yang dilakukan Jung Soo. mengganti bajunya, menyapukan bedak ke wajahnya, dan saat ingin memoles lipstik, Eun Kyo menolak.

“Biar aku,saja.”eun Kyo ingin mengambil lipstik dari tangan Jung Soo tapi Jung Soo menjauhkannya.

“Aku saja.” matanya fokus pada bbir Eun Kyo dan dalam hitungan detik, bibirnya kini sudah menyapu bersih bibir Eun Kyo dengan cepat. Membuat Eun Kyo terkesiap dan tangannnya menjatuhkan beberapa alat make-up yang jarang dipakainya ke lantai.

“Eumph.”

Tangannya medorong tubuh Jung Soo yang semakin mendesaknya hingga kini ke cermin. Jung Soo tidak berniat untukmelepaskan ciumannya hingga beberapa detik lagi. ia masih betah menyentuh beberapa bagian permukaan bibir Eun Kyo dengan bibirnya sambil sesekali melumatnya. Tak sampai hanya disitu, ia kini tak mampu mencegah tangannya untuk bergerilya. Menyentuh perut Eun Kyo setelah menyelipkannya ke dalam baju lalu naik keatas. Tak mampu menghentikan bibir Jung Soo yang kini sudah mengakses lebih dalam dam memainkan lidahnya, Eun Kyo masih bisa mengehntikan tangan Jung Soo yang ingin menyentuh dadanya. Ia ibgin berkata ‘hentikan’, tapi tidak mampu.

Tak bisa dipungkiri, lelaki memang lebih mudah tersulut nafsu. Tanpa alasan jelas ia bisa dengan mudah dikuasai hasrat. Dalam kasus Jung Soo, dia tidak pernah bergairah hingga seperti ini dengan wanita lain, bahkan melihatnya setengah telanjang sekalipun, tapi Eun Kyo, entah karena rasa kepemilikan yang tinggi atau Eun Kyo yang memang menggoda, ia selalu saja tidak bisa mengendalikan gairah yang terkadang menggebu tanpa harus dipancing. Bahkan saat wanita ini berpakaian rapi. Fantasi liarnya menginginkan Eun Kyo terlihat berantakan saat wanita itu terlihat rapi. Hal itu manusiawi, tapi baginya sulit untuk tidak melakukan apa-apa, berciuman paling minimal, untuk menyalurkan keinginannya.

Tapi bagi Eun Kyo, itu sangat tidak masuk akal, akhir-akhir ini, setiap berdekatan dengan suaminya, ia harus labih waspada meski pada akhirnya dia tidak bisa menolak. Bukan karena ia tidak mampu menolak, tapi terkadang apa yang dilakukan Jung Soo adalah keinginan tersembunyi dalam otaknya. Betapa akhir-akhir ini sentuhan Jung Soo membuatnya mencandu. Belaiannya, ciumannya bakan saat bercita seperti  ‘drugs’ yang membuatnya melayang dan menenangkannya sesaat. Dan setelahnya ia akan merutuki kelakuannya sendiri.

Jung Soo melepaskan ciumannya, lalu menatap Eun Kyo lembut. “Kajja, kita berangkat.” Ibu jari tangannya di gerakkannya untuk menyapu beberapa bagian bibir Eun Kyo yang memerah karena ciumannya.

“Ka, kau, tidak ganti baju?”

Eun Kyo terkejut, posisinya sekarang sudah ada di atas meja riasnya sendri, dengan tangan kanan Jung Soo masih ada di balik roknya, membelai pahanya. Ia terkejut dan menjauhkan tangan Jung Soo.

Jung Soo melepaskan bajunya dan menggantinya dengan baju kaos santai yang lebih pantas untuk dikenakan keluar tumah, juga mengganti celana pendeknya dengan celana kain semi formal. Eun Kyo mmeperhatikannya, “Wae?” tanya Jung Soo saat melihat Eun Kyo terus menatapnya. Wanita itu terlihat salah tingkah dan mengalihkan pandangannya dengan mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Ani, ani. Ayo berangkat.” Ujar Eun Kyo turun dari meja. Ia baru saja berfantasi liar. Jung Soo menarikanya dan menghempasnya ke tempat tidur lalu melanjutkan apa yang ia mulai diatas meja rias yang ia duduki tadi.

“Kajja.”

Jung Soo menarik tangan EUN Kyodan membawanya ke luar kamar. Mereka masuk kedalam mobil lalu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.

Tak ada percakapan dalam mobil, mereka larut dalam lamunannya masing-masing hingga samapi ke tempat tujuan. Eun Kyo turun dari mobil, begitu juga dengan Jung Soo. mereka berjalan kearah antrian tiket. Jung Soo sebenarnya tidak suka, tapi karena Eun Kyo sempat merajuk tadi, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengabulkan keinginan Eun Kyo. belakangan, wanita itu sedikit berubah. Emosi sering tidak terkontrol, sering merajuk dan minta dipeluk saat ingin tidur.

Berbeda sekali, bukan seperti Eun Kyo yang biasanya ia kenal, yang akan dengan percaya diri menolak apapun bentuk perhatian kecil dari Jung Soo. Meski Jung Soo tau Eun Kyo juga senang saat ia memperhatikannya, tapi berpura-pura untuk tidak terlalu peduli. Kali ini sedikit berbeda, Eun Kyo lebih ekspresif. Dan dengan percaya diri pula Jung Soo beralasan dalam hatina, mungkin Eun Kyo takut kehilangan dirinya, karena sekarang kehamilan Yeon Su mengancamnya. Jung Soo tertawa dalam hati.

“Onnie…!”

Suara panggilan itu, meski Eun Kyo tidak terlalu yakin, tapi ia berharap suara lantang itu benar-benar dari Jang Mi. Eun Ko menoleh, dan perkiraannya tidak meleset, ia tersenyum menyambut lambaian tangan Jang Mi.

“Onnie, kau mau apa kesini?” tanya Jang Mi.

“Ah, ne? Aku, aku ingin nonton… juga.” Eun Kyo menyenggol tangan Jung Soo memintanya untuk emmbantunya menjawab.

“Dia sedang hamil, jadi minta macama-macam.” Bela Jung Soo yang langsung dihadiahi Eun Kyo dengan cubitan.

“Ah, jinjja? Noona? Kau hamil?” tanya Ryeowook dengan nada tinggi, menyebabkan beberapa pasang mata kini mengarah pada mereka.

“Ani, Ryeowook~ah, kau percaya? Dia penipu ulung.” Eun Kyo menginjak kaki Jung Soo.

“Tapi kalian terlihat mesra, aku senang>’ ujar Ryeowook.

“Kalian juga terlihat serasi.” Ujar Eun Kyo sambil tersenyum tulus.

Jang Mi terlihat terpsipu, ia tersenyum lebar sambil memainkan rambutnya yang ia kuncir du di bawah. Terlihat aneh memang, Jang Mi terlihat santai dan casual dengan jeans dan kaos yangs eperti biasa ia kenakan, tapi sekarang tidak terlalu kucel, sepertinya itu kaos baru. Jang Mi menunduk.

“Onnie, kau bisa saja.” Jang Mi menarik tangan Eun Kyo dan mengoyang-goyangnya. Sementara Jung Soo dengan tatapan heran, mencoba mencari pembenaran kata ‘serasi; yang dilontarkan Eun Kyo tadi.

Jang Mi terlihat casual dan apa adanya mengenakan jeans dan kaos serta sepatu kets, tapi Ryeowook? Meski tidak terlalu rapi, dia mengenakan coat semi formal dan tidak mengancingnya, jeans rapi dan sepatu yang bersih. Cocok dan serasi? Mereka malah terlihat sangat aneh. Pikir Jung Soo. tapi ia berusaha untuk tidak melecehkan ataupun meremehkan mereka.

“Hyung, kau jarag ke tempat latihan akhir-akhir ini.”

Ujar Ryeowook saat Jung Soo sudah selesai mengantri. Eun Kyo dan Jang Mi terlihat berbincang di sudut ruangan. Acara elum di mulai dan mereka haru menunggu beberapa menit lagi.

“Ne,a ku sibuk akhir-akhir ini.” Jawab Jung Soo sekenanya.

“Kau suka gulat?” tanya Ryeowook.

“Ani, tapi Eun Kyo yang ingin menonton. Aku mengajaknya menonton film romantis, tapi dia ingin kesini.” Jawab Jung Soo. merekaberjalan mendekati Eun Kyo dan Jang Mi.

“Bukan karena hamil kan?” tanya Ryeowook penasaran.

“Bukan, kau ini, aku hanya bercanda.”

“Kapan Noona hamil?” tanya Ryeowook.

“Kenapa kau bertanya padaku? Tanya pada Noonamu, kapa dia siap dan berhenti minum pil pencegah kehamilan.” Ujar Jung Soo.

“Oh, begitu. Ck! Aku kan sudah tidak sabar ingin melihat bayi.” Ujar Ryeowook dengan manis. Jung Soo kembali heran, kenapa Ryeowook yang terlihat sangat manis ini bisa berkencan dengan gadis model Jang Mi yang urakan. Suara tawa nyaringnya bisa ia dengar dari jarak beberapa meter.

“Oppa!”

Sebuah suara membuat Ryeowook dan Jung Soo menoleh, meski bukan mereka yang dipanggil tapi keduanya sudah terlanjur menoleh. Ryeowook terbelalak, ia melihat Ae Rin dan Kyuhyun berjalan beriringan. Ae Rin melambaikan tangannya dengan semangat dan berlari kecil menghampiri mereka, di belakangnya, Kyuhyun menekuk wajahnya dan menatap kosong kearah Jung Soo dan Ryeowook.

“Opppa, kau kesini juga?” tanya Ae Rin.

“Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau kesini?”

Kyuhyun masih tidak bersuara, ia sebenarnya mengajak Ae Rin untuk naonton film, tapi gadis itu hanya mau untuk diajak nonton pertandingan gulat amatir. Dan itu sangat membuat Kyuhyun, tapi ketimbang harus mendapat penolakan oleh Ae Rin, bagi Kyuhyun lebih baik menuruti keinginannya meski disertai rasa kesal.

“Ani, aku hanya ingin saja, ah, Onnie.” Serunya pada Eun Kyo.

Eun Kyo menoleh dan terbelalak ketika melihat Ae Rin melambaikan tangan padanya. Gadis itu tersenyum sumringah dan berlari kecil kearah Eun Kyo dan Jang Mi yang sedang bercakap-cakap. Mereka terbagi menjadi dua kelompok akhirnya. Para laki-laki yang heran tiba-tiba gadisnya berubah selera, dan mereka mau tidak mau harus menuruti keinginannya. Dan para perempuan, Eun Kyo dan Ae Rin punya alasan sendiri kenapa mereka tiba-tiba ingin menonton sesuatu yang tidak pernah mereka tonton sebelumnya, dan jawabannya adalah karena gadis aneh yang menarik perhatian mereka beberapa hari belakangan, Shim Jang Mi. Kalau Jang Mi sendiri tentu saja dia karena hobby.

“kenapa tiba-tiba membawa Noona kesini Hyung?” tanya Kyuhyun.

“Dia yang mau, sempat memrajuk karena aku lambat.” Jawab Kyuhyun. Dia membeli beberapa botol minuman untuk mereka di dalam.

“Kau pernah menonton sebelumnya?” tanya Jung Soo balik.

“Ani, Ryeowook mungkin sering.” Jawab Kyuhyun sambil menoleh pada Ryeowook.

“Ani, tidak sering, hanya beberapa kali saja.” jawab Ryeowook malu-malu.

“Beberapa kali?! Kau sering kencan disini?” pekik Kyuhyun bernada meremehkan. Jung Soo menyenggol tangannya.

“A, ani… ck! Bukan begitu.” Ryeowook salah tingkah menjawab.

Kencan? Baginya itu bukan kencan, dia hanya tidak enak menolak Jang Mi yang memblikannay tiket setiap kali mereka menonton. Dia pikir, Jang Mi hanya tidak punya teman untuk menonton. Tapi hari ini, atas dasar rasa tidak nyaman, Ryeowook yang membeli tiket.

“Ah, sudahlah. Ayo kita masuk. Acara sudah hampir mulai.”

Jung Soo merangkul pundak Kyuhyun dan Ryeowook membawanya masuk. Ae Rin, Eun Kyo dan juga Jang Mi sudah masuk terlebih dahulu. Pekikan dan suara gemuruh orang saling berbicara memenuhi ruangan. Beberapa memegang sapnduk dan handban di tangan mereka, bertulis beberapa kata penyemangat dan sebagainya. Jung Soo tertawa, seperti menonton konser saja, pikirnya dalam hati.

Mata Jung Soo terus menagwasi Eun Kyo yang berdiri tidak jauh dari mereka kini berpijak. Ia menyenggol lengan Kyuhyun dan Ryeowook mengajak mereka untuk mendekati gadis masing-masing, karena ada beberapa pemuda yang terlihat melirik mereka. Ia berdiri disamping Eun Kyo dan menyerahkan botol minuman padanya. Orange jus. Eun Kyo mengambilnya dan menyunggingkan senyumanya menggantikan kata ‘terima kasih’.

“Kau senang?” Jung Soo berbicara di dekat telinga Jung Soo sambil melirik kearah lelaki yang sempat maju beberapa langkah untuk mendekatinya. Eun Kyo emngangguk kuat. Jung Soo merangkul pundak Eun Kyo.

Sebenranya bukan acaranya yang membuat Eun Kyo senang tapi sejak tadi ia memperhatikan Jang Mi yang penuh semangat dan mengambil salah satu banner dari tanga prang lain. Eun Kyo tersenyum.

“Supe~yo Giant!”

Teriak Jang Mi nyaring dengan gayanya yang khas sambil mengangkat banner di tangannya dan mengepalakn tangannya begitu seorang pegulat keluar dan memasuki arena. I atersenyum terlihat sangat senang, terlebih lagi saat seseorang yang memasuki ring tersebut menolh kearahnya. Menoleh mungkin karena gadis itu yang terlihat paling menonjol dan paling bersemangat tidak tau malu.

Ting!

Poertandingan dimulai. Jung Soo menjauhkan Eun Kyo dari beberapa orang yang berdesakan ke depan memberikan idola mereka semangat. Hal serupa juga dilakukan oleh Kyuhyun. Ia berdiri di belakang tubuh mungil Ae Rin sebagai tameng, jika terjadi apa-apa, dengan mudah ia melindunginya. Sedang Jang Mi, gadis itu nampak tidak pebduli dengan beberapa orang mendesaknya. Sesekali ia balas menyikut jika ada seseorang yang menyenggolnya, sekalipun itu laki-laki. Eun Kyo dan Ae Rin, mata mereka tidak fokus melihat pada pertandingan di arena, mereka malah sibuk tersenyum menertawakan Jang Mi yan terus berteriak.

“AAAAAAAA!!! Argh! Hampir saja.”

Jang Mi memukul keras lengan Ryeowook dan lelaki itu mengelus bekas pukulan Jang Mi yang geram karena jagoannya hampir saja terjatuh.

“Ya! Yak! Pukul terus! Banting! Banting!”

Jang Mi diluar kendali, ia sekarang berlarian di sekitar arena dan memperagakan bagaimana membanting dan memukul serta melumpuhkan lawan. Ryeowook sudah tidak bisa mengontrol lagi. setiap kali mereka nonton, gadis itu selalu lepas kendali seperti ini.

Ae Rin sampai terpingkal-pingkal menertawakan Jang Mi yang terlihat sangat agresif. Baru Kyuhyun menyadari, kenapa Ae Rin mengajaknya kesini. Dia ingin melihat Jang Mi, bukan karena menyukai acaranya, tapi karena Jang Mi. Eun Kyo pernah bercerita padanya, Ryeowook menonotn tinju amatir dan gulat amatir untuk berkencan. Kyuhyun melirik Jung Soo, mereka saling bertatapan penuh arti. Menceritakan dalam diam apa yanga da di pikiran mereka. Kurang lebih hampir sama apap yang ada di dalam pikiran mereka. Dan sepertinya, hal ini jauh lebih mengasikkan dari sekedar menonton film. Karena Ae Rin dan juga Eun Kyo terlihat sangat senang, meski yang lain terutama Ryeowook dan Jang Mi tidakmengerti apa sebab mereka terpingkal.

“Oppa! Ayo beri semangat! Pukul-pukul!”

Jang Mi mengepalkan tangannya dan tanpa sadar ia memukul lengan Ryeowook. Setelah itu ia kembali berlari mengikuti kemana pegulat yang disebut sebagai Super Giant olehnya.

“Ya! Kunci tangannya! Kakinya juga!”

Seolah mendapatkan instruksi dari Jang Mi, Super Giant melakukana pa yang diteriakkan Jang Mi. Beberapa waktu berlalu dan Wasit menghitung mundur untuk sebuah kemenangan. Jang Mi ikut menghitung dengan suara nyaring.

“10,9, 8, 7,6,5..”

“4..”

“3..”

“2..”

“Assa! Kita menang!”

Ujar Jang Mi tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya. Eun Kyo meremas lengan Jung Soo sambil tertawa. Mau tidak mau Jung Soo juga hanya memperhatikan Jang Mi karena memang menarik perhatian, setidaknya bagi mereka-Eun Kyo, Kyuhyun, Jung Soo dan Ae Rin-.

Beberapa orang juga memandang aneh pada mereka, disaat sedang genting, mereka malah semakin terbahak. Bukan apa-apa, tingkah Jang Mi lah yang membuat Eun Kyo dan juga Ae Rin tertawa. Ae Rin sampai memegangi perutnya saking terpingkalnya.

Beberapa jam mereka nikmati dengan alasan masing-masing, akhirnya acara selesai, dan pegulat favorit akhirnya menang skor tipis dengan lawannya. Jang Mi sempat memperagakan kemenangannya dengan melompat sampai terduduk ke lantai seolah dialah yang menang setelah hampir habis suaranya berteriak.

“Whooaaa. Seru sekali! Oppa! Kau melihatnya?” Jang Mi memperagakan apa yang tadi dilakukan Super Giant sambil menyenggol lengan Ryeowook, kkas Jang Mi lalu tersenyum manis.

“Onnie, kau melihatnya? Bagaimana ia membanting? Whoa! Itu sangat keren!” jarnya lagi saat Eun Kyo berjalan ditengah orang yang ingin keluar.

Begitu keadaan sedikit lengang, mereka menghentikan langkah dan mengobrol sejenak menanggapi kebahagiaan Jang Mi. Ryeowook sempat menutup mulutnya untuk mencegah gadis itu terus berceloteh semangat.

“Ceritanya dilanjutkan lain kali, ini sudah malam, aku antar kau pulang.” Ujar Ryeowook.

“Sepertinya terbalik.” Celertuk Kyuhyun. Ae Rin menginjka kaki Kyuhyun.

“Ah, menyenangkan sekali hari ini. Semoga nantinya akan lebioh sering bertemu, Onnie.” Ujar Ae Rin.

“Ah, tentu saja, aku hampir setiap event menonton. Kau bisa ikut jika kau suka.” Ujar Jang Mi.

“Ah, boleh, hubungi aku Onnie~ya, jika kau tidak sibuk aku akan menemanimu.” Ujar Ae Rin.

“Nde… Ladies, sekarang waktunya pulang. Ini sudah malam.” Jung Soo memotong. Ia melihat Eun Kyo ingin terlibta dalam pembicaraan itu, makanya ialangsung menyela. Kyuhyun melirik jam tangannya, dan memang benar. Besok masih banyak yang harus mereka lakukan.

“Onnie, kapan-kapan aku kan menyambangimu, di tempat latihan, akan ku bawakan kau makanan.” Ujar Jang Mi sambil melambaikan tangannya saat Jung Soo menarik Eun Kyo, setengah menyeretnya. Kyuhyun bahkan lebih parah, dia menyeret paksa Ae Rin yang sedikit tidak terima karena Kyuhyun memaksanya untuk pulang.

Akhirnya mereka berpisah di tempat itu menuju tempat parkir masing-masing dan pulang.

***

Donghae keluar dari gedung dan menuju mobilnya, siap untuk pulang. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menu apartemennya. Hari ini terasa begitu lelah untuknya. Beberapa jam sebelumnya ia menerima ajakan Siwon untuk makan siang sebagai permintaan maaf atas kejadian beberapa waktu lalu yang melibatkan Eun Kyo secara tidak langsung. Pikir Donghae tidak ada salahnya menerima ajakan Siwon.

Mereka berdua adalah teman sejak kecil, kedua keluarga mereka sangat akrab sejak dulu. Tapi beberapa kejadian membuat hubungan itu sedikit bersitegang, tapi masih salingberkomunikasi. Eomma Donghar sangat menyayangi Siwon seperti anaknya sendiri sepeninggal Donghae. Siwon bercerta kalau Eommanya sekarang sedang dalam keadaan tidak terlalu sehat. Wanita itu merindukan Donghae dan tidak tau bagaimana caranya meminta maaf pada Donghae. Dan sekarang, hal itu mengusik Donghae. Siwon juga menyebutkan beberapa jadwal check up Eommanya. Agar sesekali jika Donghae berkenan, dia bisa menemaninya, meski tidak harus menjemput di rumah.

Tanpa terasa ia sudah memasuki halama parkir di depan apartemennya. Ia menghentikan mobilnya dan segera masuk dengan cepat. Beberapa pikiran tentang Eommanya berkelebat di benaknya. Ia berlari kecil menuju lift setelah menyapa penjaga Apartemen dengan senyuman. Di tekannya tombol lantai apartemennya dan menunggu pintu lift terbuka agar mengantarnay ke apartemennya. ia merasa sangat butuh istirahat hari ini.

Setelah pnitu terbuka dan berjalan beberapa langgkah, ia sampai pada pintu apartemennya. tapi ada yang membuatnya sedikit terkejut. Seorang gadis duduk berjongkok di dinding samping pintu apartemennya. Dia mengenali gadis itu.

“Kim Yeon Su…” panggil Donghae.

Yeon Su menengadah, dia terlihat sedikit berantakan. Wajah sembab seperti habis menangis, duduk berjongkok memegangi lututnya. Ia segera bangkit begitu melihat Donghae. Berdiri sambil menunduk.

“Do, Donghae~ya..” ujarnya lirih.

“Kenapa berdiri disini? Sudah lama menunggu?” tanya Donghae.

Gadis itu tidak menjawab, dan Donghae sudah tau jawabannya. Paling tidak gadis itu menunggunya setengah  jam, atau mungkin bahkan lebih lama lagi.

“Masuk.” Ujarnya begitu ia membuka pintu dengan menekan kode kombinasi.

“Ak, aku…”

“Silakan duduk, kau pasti lelah.”

Donghae mempersilaka Yeon Su untuk duduk dan mengambil minuman kaleng dan Yeon Su menyambutnya. Beberap menit mereka terdiam. Tak ada pembicaraan hingga akhirnya Donghae memulainya.

“Kau ada masalah?” tanya Donghae. Yeon Su tidak menjawab, ia terus memandangi kaleng minumannya tan ia sadari airmatanya kini kembali mengalir. Donghae bingung haru sberbuat apa, kenapa wanita sering sekali menangis di depannya?

“Ak, Aku, aku hamil Donghae~ya.” Ujar Yeon Su lirih. Donghae hanya diam,ia sudah mengetahuinya sejak beberapa waktu lalu. Jadi tidak ada alasan untuknya berpura-pura terkejut, karena tidak ada yang membuatnya terkejut, yeon Su bukan siapa-siapa, jadi untuk apa ia terkejut? Kecuali sedikit rasa iba saat melihat gadis itu terlihat kacau.

“kau, kau pasti sudah mengetauinya, Eun Kyo pasti sudah bercerita banyak tentag itu.” lanjut Yeon Su sinis lalu tertawa getir.

“Ne, aku sudah mengetahuinya. Yang belum aku ketahui, siapa ayah dari anak itu.” jawab Donghae datar. “Meski aku tidak ada hubungannya, tapi…”

“Kau ingin membuat Eun Kyo tenang, benar kan?”

“Bukan begitu..”

“Kenapa selalu dia yang jadi peran utama? Semuanya memikirkan dia.” Yeon Su bangkit dan berniat untuk pulang tapi Donghae menariknya.

“Kau sudah periksakan kandunganmu?” tanya Donghae.

“Bukan urusanmu.” Jawab Yeon Su ketus.

“Kapan-kapan jika kau mau, aku bisa menemanimu. Hari kamis mungkin?” tawar Donghar.

“Kamis? Itu artinya hari ini!” jawab Yeon Su.

“Memang. Ayo periksakan kandunganmu.” Donghae menarik tangan Donghae dan membawanya keluar.

Mereka berdua dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk check up Yeon Su. meski tidak ada niat, tapi saat Donghae memaksanya, Yeon Su tidak bisa apa-apa. “Aneh, kenapa Eun Kyo tidak menyukaimu? Padahal aku yakin, kau lebih perhatian dibandingkan Jung Soo Oppa.” Gumam Yeon Su duduk disamping Donghae. “Kenapa dia harus merebut yang harusnya milik orang lain?” lanjutnya bergumam kesal.

“Jangan menyalahkannya. Aku tau, Jung Soo Hyung sekarang mencintainya. Kau jug abisa melihatnya aku rasa. Tidak perlu mengingkarinya.” Tembak Donghae.

Yeon Su menhela nafas, “Harus kuakui memang iya.” Jawab Yeon Su terdengar tidak rela.

“Jadi biarkan saja mereka. Kau jug aharu smengurus dirimu sendiri.” ujar Donghae sambil menoleh.

“Jangan bebuat baik padaku terlalu banyak Donghae~ya, kau bisa membuatku jatuh cinta.” Ujar Yeon Su datar. Tapi ia tidak berbohong. Perhatian yang dulunya membuat Yeon Su jatuh cinta pada Jung Soo. Sama seperti yang dilakukan Donghae saat sekarang. Waktu itu mungkin bagi Jung Soo dia hanya iba, tapi lama kelamaan membuatnya menyayangi Yeon Su, dan merasa Yeon Su membutuhkannya, dan akhirnya membuat mereka menjalin sebuah hubungan. Tapi berbeda bagi Yeon Su. jung Soo adalah segalanya baginya. Jalan hidupnya dan pemberi jalan kesuksesannay hingga sekarang.

“Aku memang menyukai banyak wanita cantik, tapi membuatku jatuh cinta, itu sulit aku rasa.” Canda Songhae. Yeon Su tersenyum.

Ia yang selama ini merasa sendirian kini mempunyai teman. Donghae orang pertama yang membuatnya tersenyum. Dan kata-kata Eun Kyo saat makan siang waktu itu terus mengiang di telinganya. Tanpa terasa mereak sudah sampai di depan rumah sakit.

Yeon Su dan Donghae berjalan ke meja pendaftaran dan mendaftarkan dirinya. Setelah mendapat nomor antrian, Donghae menyuruh Yeon Su untuk duduk dan menunggu, sementara ia berdidi karena tidak kebagian bangku.

“Pasangan baru?” tanya seseorang disampingnya. Yeon Su mengubah dirinya senatural mungkin agar tidak ada yang mengenalinya sebagai publik figur.

“Ani, dia adikku.” Jawab Donghae. Yeon Su tersenyum pada seorang ibu yang sedang menggendong bayinya.

“Anakmu?” tanya Yeon Su. wanita itu mengangguk.

Yeon Su hanya tersenyum dan terdiam. Ia membayangkan dirinya seperti wanita itu, menggendong seorang bayi, sungguh diluar dugaaanya. Apalagi harus tanpa suami nantinya. Yeon Su menarik nafas.

“Aku ke toilet sebentar, kau tunggu disini. Telpon aku jika kau membutuhkanku.” Ujar Donghae, Yeon Su mengangguk.

Donghae berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Banyak ruangan yang dilewati, tapi tak satupun ruangan yang ia cari ditemukannya. Ia terus berjalan secepat mungkin, berharap menemukannya lebih cepat. Wajahnya melongok kiri dan kanan mencari sebuah ruangan. Saat berjalan di koridor, ia melihat seseorang keluar dari ruangan, membuat Donghae refleks berbalik. Ia mengenali orang tersebut. Setelah memastikan orang tersebut tidak mengenalinya, ia berjalan mengikutinya. Perlahan Donghae mendekat dan mengikuti dua orang yang sedang berjalan berdampingan sambil bercengkrama. Sesekali terdengar kedua orang itu tertawa.

Ia terus mengikutinya hingga mereka berdua masuk ke dalam sebuah kantin rumah sakit. Kedua orang itu terlihat masih asik bercengkrama.

“Eomma..”

Panggil Donghae lirih. Ingin rasanya ia menghampiri Eommanya tapi rasa kecewa masih menggumpal di dadanya. Masih terlalu banyak sakit hati, meski rasanya itu hanya sebuah rasa egois yang menguasai ketika masih muda, namun membekas sekali bagi Donghae.

“Songsaenim, Ada pasien gawat darurat.”

Seseorang menghampirir seorang gadis yang ada disamping Eommanya. Gadis itu langsung bangkit dan menampakkan wajah tegangnya, namun setelah itu berbicara dengan tenang.

“Eomoni, sebentar, aku ada pekerjaan.” Ia berpamitan pada Eomma Donghae, dan dijawab dengan sebuah anggukan.

Lalu gadis itu berjalan dengan cepat mengiringi langkah seorang perawat yang berlari di depannya. Donghae melangkah mengikutinya, ia tiba-tiba saja penasaran dengan gadis itu. ia terus mengikutinya sampai mereka tiba di sebuah ruangan. Donghae berdiri diambang pintu melihat gadis itu menangani pasiennya.

“Ada apa ini?” tanya gadis itu bertanya pada seorang perawat yang ada disana.

“Mana Dokter Han? Bukankah dia yang menangani pasien penyakit dalam?” tanya Gadis itu.

“Beliau sedang makan siang, dan tidak ada di tempat.” Jawab seirang perawat. “Saat saya kesini, pasien ini sudah tak sadarkan diri dan sebelumnya kejang-kejang.” Ujarnya mencoba menjelaskan. Gadis yang terlihat seperti seorang dokter yang baru saja berbicara dengan ibunya itu memeriksa nadi pasien yang dianganinya.

“Coba lihat medical recordnya.” Ujarnya meminta perawat itu. “Ahjumma, apa dia baik-baik saja sebelumnya? Diinjeksi seperti biasa?” tanya Dokter muda itu. Seorang wanita tua yang terlihat pucat dan khawatir mengangguk dengan kuat.

“Sudah menebus obat hari ini?” tanyanya lagi.

“Sudah.” Jawab wanita itu sambil menyerahkan bungkusan obta yang baru saja dibelinya. Memang baru hari ini, tanggal etiket obat tertera hari ini.

“Sudah diminum obatnya?”

“Sudah.” Jawab wanita itu lagi.

Saat melihat bungkusan obat yang ada di tangannya. Ia melihat ada yang janggal, “Berapa kali kau sudah meminumkannya?”

“Satu kali.” Jawab wanita itu. dokter itu menatap pada seorang perawat yang terlihat menunduk.

“kau yang meminumkannya Ahjumma?” tanyanya lagi. Donghae masih memperhatikan di ambang pintu.

“Berapa biji?” tanyanya bernada tinggi dan menuntut untuk segera dijawab.

“3.” Jawab wanita itu.

Gadis yang berpakaian putih itu segera menarik pasien yang terbaring lemah. Membuka mulutnya dengan paksa. Gadis berumur belasan tahun itu nampak masih sadar namun sangat tidak berdaya. Ia mengeluh lemah dan kepalanya berputar, lalu perutnya tiba-tiba sakit berkali-kali lipat. Dokter muda itu memasukkan jarinya ke dalam mulut sang gadis dan mencoba membuatnya muntah.

“Muntahkan semuanya.” Dokter itu menepuk pungung pasiennya dibantu oleh beberapa perawat. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya gadis itu muntah di kemeja sang Dokter itu. Donghae sempat menutup mulutnya karena terkejut. Setelah seisi perutnya muntah, Dokter itu mengambil beberapa lembar tissue dan melap mulut gadis itu. ia kembali berbaring.

“Berikan dia antidotum.” Ujar Dokter itu pada seorang perawat. “Anak anda sudah baik-baik saja. Ahjumma, lain kali, jika tidak mengerti, minta perawat untuk meminumkan obat atau apapun, arasseo? Sekarang dia baik-baik saja.”

Dokter muda yang sejak tadi diperhatikan Donghae berdiri, membersihkan bekas muntahan dengan tissue lalu keluar dari kamar inap. Donghae masih mengikutinya, dan gadis itu tiba-tiba berbalik.

“Kau keluarganya? Sepertinya ak upernah melihatmu.” Ujarnya di hadapan Donghae. Donghae sempat bingung siapa yang diajak orang yang ada dihadapannya itu bicara, setelah melihat tatapannya barulah ia tau, ialah yang diajak orang itu berbicara.

“Eoh? Naega? Ah, ne. Tadi pagi.” Jawab Donghae. Gadsi itu menggaruk kepalanya, tapi ia langsung berlari begitu melihat seseorang berjalan di belakang Donghae.

“Yak! Han Sunbaenim!” teruak gadis itu membuat Donghae terkejut. “Kemana saja kau? Pasienmu hampir sekarat!” teriaknya lagi. “Jika ingin ijin, setidaknya beritahukan pada yang lain!” teriaknya marah. Orang yang diteriakinya terlihat bingung.

“Lalu sudah kau atasi?” ujar lawan bicaranya terlihat tenang.

“Aish! Kau ini, membuatku kalang kabut.” Wajahnya nampak kecewa.

Donghae masih terheran-heran melihat tingkah gadis di hadapannya. Belum sempat ia selesai berbicara dengannya, tapi gadis itu sudah mengacuhkannya begitu seseorang berlalu di hadapannya. Dan seseorang itu memang membuatnya kesal, tapi tidak sopan berteriak di depan orang yang baru dikenalnya dan diajaknya bicara.

“Ah, mianhae. Sampai mana pembicaraan kita tadi? Eoh? Apa kita tadi sedang berbicara?” tanyanya dengan wajah polos. Donghae tersenyum.

“Lee Donghae imnida.” Jawab Donghae.

“Ah, ne. Choneun Park Yoon Bi imnida.” Jawabnya sambil menundukkan kepala. “Lee Donghae. Lee Donghae… aku, sepertinya mengenal nama itu. tapi sepertinay tidak mungkin, lupakan saja.” yoon Bi menepuk pundak Donghae. “Senang berkenalan denganmu, Tuan Lee Donghae, dia adikmu? Jaga dia dengan baik.” Yoon Bi tersenyum tulus. Ia kemudian berjalan meninggalkan Donghae. Tapi baru beberapa langkah berjalan, ia kembali berbalik.

“Eoh? Kita pernah bertemu sebelumnya? Toko buku? Toko buku yang mana?” tanya Yoon Bi.

“Lupakan saja, bagapseumnida..” ujar Lee Donghae sambil berbalik. Dia langsung teringat Yeon Su.

***

Tepat pukul 3 sore ketika Eun Kyo menapakkan kakinya keluar gedung seusai latihan bersama teman-temannya. Meski tidak terlalu melelahkan, tapi tetap saja ia merasa letih, akhir-akhir ini Eun Kyo sedikit kurang sehat. Ia mengambil ponsel dan menekan nomor ponsel suaminya. Karena Donghae sudah lebih dulu pulang dan teman-temannya tidak ada yang searah dengannya pulang. Eu Kyo menghela nafasnya, merasakan denyutan di kepalanya. Ia berjalan sambil menaruh ponselnya di telinga menunggu jawaban dari Jung Soo.

Dua kali dia menekan tanda ‘redial’ tapi Jung Soo masih tidak mengangkat telpon darinya. Pikirannya mulai merembet kemana-mana. Mulai dari pikiran buruknya tentang Yeon Su sampai kejadian yang membuatnya bergidik, membayangkan Jung Soo kecelakaan. Setelah tidak mendapat jawaban dari Jung Soo, ia berjalan ke halte terdekat. Belum sampai ke halte, dia dikejutkan oleh sebuah van hitam berhenti tepat di depannya membuatnya berhenti melangkah.

Dua orang berpakaian hitam keluar dari van itu dan memegang lengannya kiri dan kana membuatnya terkesiap.

“Yak! Siapa kalian?” Eun Kyo merinding. Kejadian buruk mengenai Jung Soo kini berbalik padanya. Seseorang lai turun dan membekap mulutnya hingga dia tidak sadarkan diri.

Eun Kyo mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi padanya. Memperhatikan sekelilingnya yang di dominasi dengan warna putih. Terlihat seperti di rumah sakit. Apa aku berada di rumah sakit? Ada seseorang yang menolongku, setelah aku tadi… Eun Kto terus berpikir, terus mengingat tentang kejadian beberapa waktu lalu saat beberapa orang memaksanya untuk masuk ke dalam sebuah van. Lalu setelah berada dalam van, ia merasa mengantuk dan tiba-tiba saja terbangun di tempat ini.

Apa ada seseorang yang menyelamatkannya? Kejadian yang di lewatkannya saat ia tak sadarkan diri? Mungkinkah Jung Soo saat itu datang ketiak menyadari ia sudah menelpon beberapa kali. Mungkinkah seperti itu? Eun Kyo terus mencari jawaban. Ia menutup matanya. Berpikir keras. Hingga sebuah suara pintu dibuka membuatnya kembali membuka matanya.

“Oppa..” ujar Eun Kyo.

Benar apa yang dipikirkannya tadi. Jung Soo menyelamatkannya dari para penculik itu. eun Kyo hampir saja bangkit dan berdiri memeluk Eun Kyo jika tidak merasakan denyutan kepalanya membuatnya pusing. Mungkin pengaruh anastesi masih tersisa.

“Oppa, kau tidak apa-apa? Eoh? Baik-baik saja? mereka tidak melukaimu?” tanya Eun Kyo khawatir saat Jung Soo duduk di tepi tempat tidur. Dan ia kembali berbaring.

“Aku baik-baik saja. tadinya aku masih ingin membuatmu takut dengan menyuruh mereka berbuat lebih kasar lagi. tapi aku tidak tega, wajahmu terlihat lelah.” Jung Soo menyentuh dahi Eun Kyo.

“Eo? Apa maksudmu?” tanya Eun Kyo bingung.

“Ani, lupakan saja. sebaiknya kau istirahat. Aku akan keluar.” Ujarnya.

Jung Soo bangkit dan melangkah keluar tapi Eun Kyo mencegahnya. “Oppa, sebenarnya apa yang terjadi? Kau? Penculik itu?”

“Wae?” tanya Jung Soo.

“Ani.” Jawab Eun Kyo dengan wajah bingung. Ia masih ingat betul seseorang memaksanya masuk ke dalam sebuah van, lalu membuatnya tidak sadar, tapi kenapa tiba-tiba ia bisa di tempat ini? Dan bersama Jung Soo? kemana perginya para penculik itu? lalu apa hubungannya dengan JungSoo? Selagi Eun Kyo berpikir, Jung Soo sudah menutup pintu kamarnya.

Beberapa menit Eun Kyo masih saja terbaring. Setiap kali ia mencoba untuk bangkit, kepalanya kembali berdenyut. Ia ingin berdiri dan memberitahukan itu pada Jung Soo, tapi tak berdaya. Lalu ia memilih untuk memejamkan matanya saja, beristirahat lagi sejenak, siapa tahu pusingnya akan berkurang dan dia bisa bangkit.

Jung Soo mengenakan afron berwarna biru laut. Ia menyiapkan makanan untuk Eun Kyo yang sedang beristirahat di dalam kamar. Tadinya ia masih ingin mengerjai Eun Kyo. acara penculikan itu ia lakukan untuk emnghindari media yang mulai mengorek tentang rumur Yeon Su berada di poli kandungan beberapa hari yang lalu. Ia tidak ingin membuat Eun Kyo cemas, jadi sebelum wanita itu mendengarnya, ia menculiknya dan membawanya ke sebuah villa yang sudah lama tidak ia tempati. Tentu daja sebelumnya ia memberitahukannya terlebih dahulu pada Donghae. Jung Soo mungkin saja memintanya dengan bicara baik-baik, tapi bukan Eun Kyo namanya jika tidak cerewet menanyakan alasan. Apalagi ini adalah keinginan Jung Soo sendiri, bukan keinginan orang tua mereka. Ia jug abisa saja meminta Eommanya untuk membantunya, tapi baginay lebih baik menculik wanita itu ketimbang harus berkompromi dengannya.

“Oppa.. kau sedang apa?”

Eun Kyo sudah berdiri di belakang Jung Soo saat Jung Soo memasak lasagna kering dalam sebuah panci berukuran besar. Ia memandangi beberapa bahan yang ada di hadapan Jung Soo. keju, bawang dan berbagai macam bumbu lainnya serta yang membuatnya tersenyum adalah daging cincang yang ada di dalam sebuah mangkuk kaca.

Lasagna?”

Ia mengambil bungkus lasagna kering siap saj yang di rebus oleh Jung Soo. eun Kyo terus tersenyum, tiba-tiab perutnya menjadi lapar. Sementara menunggu lasagna itu direbus, Jung Soo mengambil bawang dan mencincangnya halus.

“Sini biar aku bantu.” Eun Kyo mengambil pisau yang ada di tangan Jung Soo.

“Pakai ini dulu.” Jung Soo mengambil afron merah muda dan menyerahkannya pada Eun Kyo. tidak butuh waktu lama Eun Kyo memakianya dengan dibantu Jung Soo.  setelah itu ia mulai mencincang, menumis dan membuat air liurnya hampir menetes saat bau harum mulai menusuk hidungnya.

Makan malam mereka buat sendiri. Lasagna dengan taburan keju. Jung Soo melihatnya di internet beberapa jam yang lalu dan menyuruh penjaga villa untuk mencarikannya bahan.

“Oppa, kenapa membawaku ke tempat ini?’ tanya Eun Kyo disela kesibukan tangannya menumis. Tangannya bergerak lincah. Meski jarang memasak, tapi untuk urusan menumin baginya tidak masalah, lagipula ada panduan di hadapannya.

“Ani, aku hanya ingin kita liburan saja.” jawab Jung Soo. ia mengambil lasagna yang sudah selesai di rebus dan meletakkannya di cetakan, menunggu Eun Kyo selesai menumis saus dagingnya. Ia membuat saus keju di kompor yang lain.

Setelah selesai, ia meletakkan setengah bagian saus daging diatas cetakan yang suda dilapisi lasagnya, lalu memasukkan setegah bagian saus keju. Mereka ulangi hingga dua lapis. Lalau menaburi keju parut diatasnya. Setelah itu cetakan siap dimasukkan ke dalam oven panas.

“Liburan? Liburan  dengan menculikku?” tanya Eun Kyo dengan nada curiga.

Jung Soo tersenyum dan menarik pinggang Eun Kyo membawanya menjauh dari oven. Mereka berjalan ke balkon belakang rumah dan bersantai disana. Jung Soo mengangkat tubuh  Eun Kyo dan menudukkannya diatas meja, dan dia berdiri di hadapannya.

“Lupakan penculikan itu.” ujar Jung Soo. Jarinya menyusuri bibir Eun Kyo, dan refleks menjauhkannya saat Eun Kyo mencoba menggigitnya.

“Lalu kenapa membawaku kesini?” tanya Eun Kyo. mata Jung Soo masih terus memandangi bibir Eun Kyo. membuat wanit itu jengah dan mengalihkan wajahnya.

“Kau tidak suka?”

“Bukan begitu.. hanya saja… kenapa tidak mengajakku dengan berbicara terlebih dahulu? Kau bisa menelponku, atau mengirimiku pesan, email, atau… chat. Aku menelponmu beberapa kali kau tidak mengangkat.” Ujar Eun Kyo cemberut.

“Kau takut?”

“Ani, aku hanya cemas kau…’

“Yeon Su.”

Jawaban Jung Soo tidak sepenuhnya salah. Membuat Eun Kyo salah tingkah dan mencoba untuk turun dari meja. Tapi tidak berhasil karena Jung Soo tidak mengijinkanya dan mendesak Eun Kyo semakin tersudut.

“Oppa, kau lihat orang yang ada di depan sana?” tanya Eun Kyo. “Dibelakangmu.” Eun Kyo berusaha untuk tidak terlihat sedang memperhatikan orang yang ia maksud. “Dia mencurigakan.” Jung Soo emnoleh. Orang itu terlihat biasa-biasa saja saat Jung Soo menoleh, ia bahkan menunduk penuh hormat.

“Wae? Ada dengannya? Mungkin dia villa tetangga.”

“Ani, dia mencurigakan.” Ujar Eun Kyo, ia mencuri pandang pada orang itu.

Jung Soo bersyukur. Meski kini di Seoul masalah Yeon Su sedang merebak, Eun Kyo berhasil ia ungsikan. Jika tidak, wanita ini pasti sudah berpikiran macam-macam.

“Itu hanya perasaanmu saja.” jung Soo mendekatkan wajahnya bermaksud untuk mencium Eun Kyo. Wanita itu sangat memikat hingga mampu membuat Jung Soo terus berusaha untuk menekan gelora yang kadang-kadang berkobar tanpa sebab. Eun Kyo mengalihkan wajahnya hingga ciuman Jung Soo kini mendarat di sudut kanan bibir Eun Kyo. Ia menghembuskan nafas frustasi, melihat Eun Kyo masih antusias memandangi gerak-gerik orang yang tadi dicurigainya.

“Oppa! Bagaimana kalau dia salah satu wartawan dan sedang memata-matai kita? Eoh? Omo! Ini tidak bisa dibiarkan. Kit aharus pulang sekarang juga.” Eun Kyo mendorong Jung Soo dan membuatnya mundur beberapa langkah. Jung Soo hampir kehilangan keseimbangannya.

“Ani, ani. Aku meminta kau tidak bisa diganggu dalam 3 hari ini.” Ujar Jung Soo. Mata Eun Kyo membulat, antara terkejut dengan perkataan Jung Soo dan juga karena sebuah ciuman tiba-tiba yang dilakukan Jung Soo. membuatnya terdesak ke dinding.

Ada rasa yang menjalar dan membuatku terikat kuat

Meski aku terus memungkirinya setiap hari

Bahkan saat aku sudah benar-benar terjatuh aku masih mengelaknya.

Nyanyian itu bergema dalam relung jiwa

Mengutarakan cinta tak berbatas

Yang menuntut sebuah kepemilikan

Meski jalannya aku harus membiarkan ego menguasaiku.

TBC

Note : akhirnya selesai. Aduuuuhhhh aku udah ga punya kata-kata lagi untuk bercuap-cuap. Ini aku selesakan di sela-sela waktu pemadaman listrik yang bisa sehari 3 kali kaya orang minum obat coba… meta… semoga dirimu suka… febby semoga suka juga. Terima kasih untuk beberapa ide yang kalian sumbangkan. Berdiskusi kadang-kadang membuat ideku lancar, tapi nulisnya yang rada susah… bayangannya udah kaya drama tapi mendeskripsikannya yang rada susah… buat Michelle, anggap aja itu kamu yang sedang terbaring sakit. Parah, minum obat langsung 3 biji, liat-liat kandunganya dulukalo minum obat neng… jangan main minum aja…

Ada yang penasaran sama kisah cinta Kibum? Kibum disini Kibum suju, bukan Shinee, kalo Shinee aku pasti menggilnya Key, meski sesekali aku bilangnya Kim Kibum, tapi panggilanku selalu Key… pasti ada yang penasaran dengan kisah cinta Kibum kan? Bahahahahahaha *lirik meta sama febby. Tungu tanggal mainnnya. Kekekekekekekeke.

Bagaimana? Agak datar dan ngalor-ngidul part ini. Aku bingung, bagi aku membayangkannya mudah, tapi nulisnya susah. Semoga emosi yang datar ini menarik di bayangan kalian. Pada intinya si semua balik pada imajinasi kalian semuanya ynag baca… beberapa kali aku bilang ga ngefeel tapi pas di imajinasi kalian. Tapi ada juga yang aku bilang ngefeel banget neh! Tapi kaliannya ada yang biasa aja… hahahahahahahahahahaha. Cuman, di akunya aja kalo ga ngefeel tu kurang puas gimana gitu… ok sip! Silakan komen bagi yang udah baca.. maaf yah, skinshipnya aneh dan menjijikkan kali yah? Agak jijay gimana gituh. Part depan skinshipnya aku perbaiki, biar ga berlebihan lebay aneh begini…

Ada juga yang minta pengen banget gitu Eun Kyo hamil *lirik mita* sabar Buk… Tuhan belum ngasih Buk… hihihihihihihihihi, udah ah, cukup. Satu aja yang pengen aku bilang, komen yah…

Dan buat Meta, metaaaaaaaaa mate meeeeeeeetttttt aku butuh stimulan… bahahahahahahahaha. Aku males ngedit seperti biasa, jadi jangan komen masalah typo, kadang aku kesel sama komen tentang typo. Aku sudah menyebutnya di note setiap kali, apa itu kasat mata?? Hehehehehehehehehe, mungkin iya, karena aku makhluk kasat mata.

96 responses »

  1. yezzz ninggalin jejak,,,,setelah LUNCh with Egoistic part 4,,,lanjut punya Onnie,,,, baca duluuu yaa,,,,baru comment🙂

  2. puas bgt eonni bc y.. tp yg ngibingungin yeonsu hamil anak siapa??? untung y eunkyo dsni percaya sm jungsoo.. ky hubungan teukyo mkin mesra aja, mkin bnyk skinship y..
    aerin sm kyu jg jadian..kpn giliran donghae?? kim bum jg??

  3. eonnie~ya. . . !!
    Kalo ngalor ngidul begini yg selalu eon keluhkan, aku gk bkal protes. Suka! banget!
    Sumpah ya, selain konflik yg di bkin sdikit berteka-teki, gak ada stu bgian pun yg memunculkan tanda tanya. Eon menceritakan semua dgn rapi dan detail. Gak ada spot yg gantung. Semua scene pnya tjuan. Gak ngambang tanpa arti.
    Aduh, aku bngung mau kmen scenenya. Smua pngen aku kmenin dan ini byk bnget! Aku puasss!
    Oke, dr skinship dan TeuKyo moment dl. Ini manis bnget eon! Kyo jd candu buat Oppa. Bwaanx pngen nyenth aj. Snthanx jg posesif eon. Kyk yg eon blg, Oppa mengikat Kyo erat2 dan sentuhan2 itu salah stu pngikatnya.
    YS, oke, jujur aku mulai kasian sm dia disini. Tp gak bkin aku rela dia sm Donghae lho eon. Dia mungkn gk jahat. Cm ambisius, dan sdikit licik. Makanya kesan si YS ini bitchy bnget.
    Kyu! nembak macam apa itu?! Huwa! Mey sneng ni cr nembk yg gak cheesy bgni. *lirik Mey *senyum nistah
    Jang-Wook! Yaoloh! Jangmi bner2 daebak. Keren to the max. Sy fangirl dia eon!
    dan. . .jeng jeng jeng. . ADA YOON BI !! HUWAAA. Tapi sy dicuekin sm Donghae pas pertama ktemu. . *nangs di pojokan.
    Eon, saya bnget masa t. Suka jerit2, tkang nyasar. -_-‘ nista bnget ya.
    Gomawo eon. . . mdh2an ada part Yoon lg ye. Bwahaha. *kecup Fika eon brtubi-tubi.

  4. Bwahahaaa…aku senyum2 gaje baca part ini masa…
    Y oloh teukyo paporit sayah dah masalah skinship…so sweetnya masya Allah…bikin mufpeng akuuuuuttt…
    Kl mslh teukyo aku no komen…fika eon ahlinya bikin mufpeng akuuuutt…cuman permintaanku tetep sama…
    Hamil hamil hamil hamil hamil…*smbl mukul2 meja
    Sayah pengin kyo hamiiiiiiillll…*plak

    Haaahh…ada Yoon Bi sama Jae Hyun…???*emot siyok*
    Dan Jehyun sunbaenyanya Yoon Bi…kyaaaa…Jaehyun dituakan masa…*lirik Mey*
    Kyaaaa…Yoon Bi ngeksis…uyeeee…*mukul2 meja (lg)*
    Seneng bener pasti si nyingnying peby ngeksis d mari…ada mas ikan pulak…*lirik tajem peby*
    Bwahahaaa…tapi sayah seneng masa…Donghae hrus melupakan kyo eon…kyo eon cm bwt teukppa…uyeee…ayo Yoon Bi kamu pasti bisa menaklukkan nemo mokpo ituh…hwaiting…

    Jang Miiiiiii…sayah suka bagian Jang Mi…kyaaa…Wookie stres akut yah kayaknya kl ntar mreka jadian ngadepin Jang Mi yg tomboy akut gtu…tapi unyuh…aku suka Jang Mi…

    Daaaann…kyaaaaa…Aerin ma Kyu jadian…???senengnyaaaaa…*lirik meta plus tebar bunga*
    Hahahaaa…dan jadiannya di balik ancaman dicium…y ampun unyuh sekali masaaaa…aaaaahhh…
    Sayah kebanyakan teriak d komen part ini…sayah suka suka suka semuanyaaaa…

    Terakhir komenin yeon su deh…kasian ma dy jg…tp sayah tetep sebel jg…msh ajah mau pisahin oppa ma kyo…ooo tidak bisaaa…teukppa cm bwt kyo eonni…yeon su mah piguran ajah yg numpang2 lewat…awas ajah kl yeon su macem2 lg sayah cincang entu orang…ish…

    Pokoknya segera lanjutkan eon…emuah emuah…aku padamu fika eon…hehee…:*

  5. Tambah eon!
    Adegan penculikan jd di masukin ya! Asik! asik!
    Bebas dari YS yah. Selamat menikmati waktu berdua deh ye TeuKyo. Hanimun! NC! Ati2 ada penguntit mcm Kyu, Ae Rin, dan Jang Mi. Ato jngn2 Mbum?! Sy mw ikt dong kalo ngntip *ngayal nistah (lg)

    mau di bkin hamil gk y eon. Mit eon gregetan bnget masa pngen Eun Kyo hamil. Knp gk hamil ndiri aj ya. Minta sm Kang Hodong ahjussi eh, sa Minho denk. wkwk.
    Diah jg ribut noh minta hamil. Kalo Eun Kyo blum hamil jg, dia yg minta hamilin sm Hyukjae. bwahaha.*bakbukplak
    Okeh, siapa lg y yg minta Eun Kyo hamil. Haura jg pan y? eh iya eon. Yeye kok dikit amat. dah lm gk kbagian scene t dia.

  6. Ok, eon part ini sukses membutku penasaran. .
    Pertama, siapa ayah dari anak yeon so?
    Kedua, ada hubungan apa dokter itu sma donghe?
    Trus ksah cinta donghae haha

  7. Dapet sms… Langsung baca……..
    Tambah penasaran yeon su hamil ma siapa….????
    Ditunggu lanjutannya……….
    #ff nya daebak, saeng………..🙂

  8. Ciiiieeeee Teukyo romantis-romantisan aja… ^_^
    Seneng deh kalo cerita jungsu oppa ma eunkyo onnir unyu-unyuan mulu.
    Onnie aku suka, suka banget
    Walopun da beberapa tipo
    Tp cerita kali ini ajib deh romantisan mulu
    Xixixixix😉

  9. Yeon Su bikin aku penasaran..dia hamilnya sama siapa si?
    dan astaga itu Kyuhyun sama Ae rin, akhirnya jadian juga meski acara penembakan.a ga romantis (maksain habis) tapi jadi.a lega juga..akhirnya akhirnya

    Itu heboh banget nonton live boxing…
    ampun deh liat kelakuan Jang mi yang bener2 berbeda…

    Itu apa sih yang aneh sama Eun Kyo? banyak makan dan jadi lebih manja (apa jangan2 dia ikut2an Yeon Su) ikutan hamil??

  10. wah keliatannya kadar mesum jungsoo makin bertambah dech, klu deket2 ama eunkyo pengennya nyosor aja…ckckck…

    kira2 yeonsu hamil anak siapa ya jd ikut bingung mikirin siapa bpknya…lanjut fika klu bisa next part kyo hamil ya kan 3hari honeymoon dvilla aq rasa udah cukup buat jungsoo bs buat baby…ok!

  11. unnieee..
    bener2 bikin naik turun baca ini,,ditambah gegara pantengin TL.an MAMA😦
    pas part terakhir kemaren aku udah mikir part ini Soo oppa sama Kyo unn bakal ribut nyampe gak karuan lhoo #ehehe
    tapi ternyata tidak,,bener2 menyikapi pake pikiran yg dewasa bukan skedar emosi..
    agak kasian juga sama Yeon Su yg hamil di luar nikah trus penasaran siapa yg hamilin dia ya??
    ntu Kibum SJ ya dikira Kibum Shinee,,hehe
    kyaknya ada yg mulai tertarik sama ntu dokter muda yaa??
    cpet2 bikin Kyo unn hamil dong,,ntar kenapa liat porsi makan + emosi dia yg lumayan naik turun nunjukin dia kyak orang hamil yaa?? #ehehe
    mian saia banyak omong*bow*
    NEXT PART !!

  12. so long..but I like it..😀

    teukyo makin ke sini makain so sweet >< seneng bacanya..
    kyuhyun and aerin akhirnya pacaran jga..haha
    nae yeobo ryeowook oppa cute bgt ya..😉

    siapa kah ayah dri bayi yg ada dirahim yeonsu??
    akan kah donghae dgn yoon bin??

    waiting for the next chapter..hope come soon..😀

  13. Hahahahaha, ternyata apa yang aku bayangkan tentang kibum itu benar, dia kibum suju. *cium kibum*

    ya Allah, kenapa jungsoo dan eunkyo makin romantis aja. Tapi, aku agak ngerasa kalau eunkyo hamil *dari tanda-tandanya* walau masih agak ngambang sih.

    Kasian juga lihat yoen so yang hamil, tapi kok dia keukuh ga mau kasih tau siapa yang udag hamilin dia sih? Bukan donghae kan?

    Kenapa donghae marahan sama ommanya? Cie, donghae terpana sama dokter cantik.

    Kyu, cara nembaknya ga elit banget, maksa lagi. Kenapa ga dijitak aja dia sama aerin. Kibuuuuuuuuum, wuahhh ini beneran mau saingan sama kyu? Aku penasaran siapa cewek yang dia suka.

    Hahahahahahaha, jang mi, asik banget sih dia. Hobbynya juga unik sama kayak orangnya. Sampe eunkyo dan aerin jadi ngikut nonton boxing. Tempat kencan yang keren tuh sama ryeowook.

    Hmmmm, apalagi ya!!! Oppa tetap semangat biar eunkyo cepat hamil, kekekekekeke.

  14. hahaha.. kyu ngajak pacaran ae rin kayak orang mau ngajak berantem ja.. hahahahaha…
    aku agak bingung waktu part donghae di rs.. sori lelet dikit nih..
    cukae buat eunkyo yg udah beres masalah hamil’a si yeon su..
    selalu percaya sama cintanya oppa ya,,
    si tunggu LTD selanju’a..
    see u onn.. muach…kekekeke… jangan ilfeel ya…

  15. annyeong maaf lama gk mampir kwp ini.
    ku lg sibuk banget buat bkin tugas laporan.makasih udah ksih info aku lwat sms tntang lanjutan ff’y.maaf juga coment ku langsung d part ini soalnya
    ini ku bca sambil ngerjain tugas sklah.

    ku cuma bisa bilang amazing sm author yg blang buat ff ini disaat sela” listrik mati drumahnya.kasihan…mang author tinggal dmana kok listrik mati kyk minum obat smpe 3x gtu..ckck laporin sma pak jokowi*loh kok jokowi#iya knp jd jokowi hhhehehehehe
    intinya aku suka banget ma ff ini.

    • +plus plus+
      nambah#kyk makan ajj pke nambah#ku coment lwt hp jd gini deh*author:gk nanya..

      ahhhhhAaa….sumpah ku penasaran banget sma bayi yeon su itu anak syp sich??kok author bener” bikin penasaran tingkat akut nich…
      soal’ya semua cast disini gk da kemungkinan buat jd ayah anakya yeonsu.tpi klo boleh tebak apa itu siwon???*asal tebak*dan kmungkinan klo iya knpa harus siwon*asal tebak* sumpah gk sbar bngt buat bca lanjutnya.klo udah lanjut jgn lupa ya bramal sedikit bwt buang pulsa sms k’aku*bri info*

  16. seneeeng… Akhir’y LTD publis jg🙂
    Yeon su, arrrrrgh…. Selalu bikin orang susah. Mungkin orang laen akan simpati dgn keadaan yeon su, tp kenapa aku nggak ya… He, abizz udh kelewat sebel sih sama dia.
    teukyo couple makin mesra aja nih… Cieee ^_~
    Jung soo, ya ampun… Bener2 gak bisa ya sehari aja gak nyentuh eun kyo. Ckck… Tapi AKU SUKA🙂
    Menurutku skinship’y g’ lebay kog eon… Kurang malah. Kekeke #ketahuan otak yadong ~~
    Ae rin~a, aku menyukaimu, kita pacaran saja. Aigoo.. Kyuhyun, aku suka gayamu🙂
    Donghae-yoon bi. Aku harap ada cerita tentang mereka.
    Jang mi… Uyeee🙂 ryeowook bisa stress kali ngadepin jang mi kalo mereka beneran pacaran. Tapi aku harap mereka beneran pacaran sih🙂
    kibum… Masih bikin penasaran siapa sih cewek yang dia suka. Apalagi di part ini dia cuma nongol bentar.
    Dan udah pasti penasaran juga siapa ayah dari bayi yang di kandung yeon su.
    Semoga part selanjut’y rasa penasaranku terjawab.
    Fighting eonni🙂

  17. Aduh siapa sih sebenernya yg ngehamilin yeon su? Awalnya ane kirain donge..gubrak
    trus yoon bi itu apa dia takdir donge?
    Jang mi heboh sendiri pas nonton boxing, kasian ryeowook jadi korban pukulan jang mi…
    Cieeeee aerin ama kyu dah pacaran aja nih… Tp aerin knapa masih jutek aja?
    Teukyo berada di villa? Wah cocok buat pembentukan ryu jin… #hamil kamsudnya, moga next chap ada scene pembuatan ryu jinnya…

  18. Butuh perjuangan buat baca LTD,
    aku udah nunggu sejak beberapa hari ini.
    Aku ga protes typo, skinship, maupun feelnya eon. Buatku ff di blog eon ga ada yg perlu diprotes. Daebak. . .daebak. . .daebak

    aku panas dingin ama kehamilan yeon su, sujud syukur bukan jung soo oppa yg menghamili. Aku jg sempet ngira kalo Donghae oppa, alhamdulilah ga juga.hehe.
    Jangan2 Siwon lagi.#nyerah deh ga mau nebak. Moga bukan ya. .
    Oh ya, eon kapan hamilnya?

    Kyaa~ akhirnya Kyuhyun jadian jg ama Ae rin,#cemburu
    untung cuma ff, tapi aku suka ama couple ini.
    Kibum ama siapa dong?
    Ama aku gimana?
    #udah deh kbanyakan cingcong saya,
    ditunggu LTD 12

  19. Wah, makin penasaran nih dengan kelanjutan ltd, siapa sih ayah bayi yang dikandung yeon su?? penasarannnn,,,,wah, akhirnya kyuhyun sama ae rin jadian jg, hehe seneng bgt pas bacanya, kyu hyun langsung nyrocos aja ngajakin pacaran, hahaha really love his style . . mulai ada bbrp cast tambahan yah di part ini, yeo bin? sepertinya donghae suatu saat bs jd suka nih ama yeo bin, apalagi yeo bin pny hub dg eommanya , ,masih penasaran sama orang-orang yg dicurigai eun kyo, syp tuh? bkn org jahat kan?
    Fika Onni, daebak . .penasaran tingkat dewa nih buat kelanjutan LTD, semangat onn ^^

  20. Akhirnya akhirnya akhirnya kyuhyun aerin jadian eon, chukae (´⌣`ʃƪ)♡
    Eun kyo sama teuki oppa ada terus masalahnya, yeon su tuh gatau diri udah ditolongin malah kaya gitu ke Eun kyo
    Bingung nanti akhirannya Donghae sm Yoon Bi apa sama Yeon su ya ?
    Ayo eon lanjutannya ditunggu
    Semangat eon !!

  21. Ahhh..mau komen apayah..baca dengan mata 5 watt,,,teukyo selalu mesra dan sedikt mesum…hehe..tp kan suami istri gpp lah..lanjutkan yah unnie….jgn lm2

  22. bonus udah dibaca sekarang menu utama(?)

    part yang panjaaaang (y) puas bacanya unn haha😀

    ehm yeon su knp km mempersulit keadaan?-,- hm, apasih susahnya ngaku? ini sebenernya skenarionya yeon su apa beneran hamil sih? agak krg meyakinkan kayaknya kalo yoen su hamil, kalo dilihat dr sifatnya yg licik, bisa aja dia mengarang2 cerita & mslah usg itu *sotoy banget saya yaampun*

    asiik eun kyo unnie udah mulai bisa percaya sama jung soo oppa ;D

    kyuhyun – aerin pacaran? yeayy ٩(*˙▽˙*)۶ akhirnya tom and jerry pacaran juga kkk~

    sumpah aku ngakak berat unn pas baca bagian nonton gulat itu *re: tingkahnya jang mi* bener2 deh itu anak, kocakk abiss😄

    aduuh jung soo oppa makin kesini kadar kemesuman(?) nya makin akut ya? hahaha😄

    overall aku suka semuanya ;D ditunggu next partnya dan smsnya jg unnie ;D
    fighting!! ٩(*˙▽˙*)۶

  23. so hard saat baca ini pas bangun tidur…hehehe…harus baca berulang untuk mengumpulkan nyawa dan memahami semuanya… over all selalu keren eon…hehehe… maaf yak aku jarang bgt comment. dulu-dulu blog ku masih yaa…butuh perjuangan bgt buat make-nya dan thanks bgt buat bantuannya akhirnya aku bisa make lagi. #bow.
    daannn…pertanyaannya, siapakah yang menghamili Yeon Su? apakah Donghae? #plaak. next part ditunggu yaa… hehehe..
    oh ya masalah ngalor ngidul, bukan masalah. FF mu selalu keren eon…i like it…noummu jhoa…jinja DAEBAK!!!

  24. UWAAAAAAAAA aku puaaaaaaaaaaaaaassss banget sama part ini.. lumayan lengkap ada teukyo *pasti* Daaannn terimakasih banyak eon part kyurinnya lumayan banyak.. buahaha pernyataan cinta macam apa itu cho kyuyun… ya Allah.. ini Teuki nafsuan banget yaa sama eunkyo.. aduh2 Appaku mesum…
    btw itu eunkyo makan banyak Hamil??? huahahaha

  25. eonni.. . .huahh baru kelar baca jm stengah tiga pagi!! Ckckck. . .suram banget!!
    Ng0m0ng2 LTD nya sesuai dgn yg aku harapkan.hihihi. . .skarang aku penasaran ama mahluk yg bernama jang mi ,seperti apa bentukny?
    Itu jg s kyu_aerin gaya pacarannya gmana coba??ckckckck. . .si epil nembak cwe gda basabasinya *lirik mey unni
    Eonni, ,LTD next ya gambarin jg d0ng bapa dr calon ankny s yeon su kasi clue2 gtu eonn.okelah segini aja yg penting saya bs ambil hikmahnya,yaitu kebelet pengen nikah huuuuaaaaaahhh………
    *kecup pake lope lope fika eonni

  26. huuuuuua jadi pengen punya suami kaya jungsoo kan jadinya. hahaha

    wahh oenni plis buat yeonsu tobat nasuha. buat dia sayang sama bayi yg dikandungnya entah siapanpun bapaknya. buatin happy ending juga ya oen untuk yeonsu. Ntar kalo dia nakal+berulah lagi biar aku aja yang bakal ngegampar dia.

  27. Teuk oppa tambah so sweet aja, apa lg waktu marah keren bgt >w< *poke oppa*
    aq suka bgt teuk oppa di part ini kkk
    teuk oppa ma kyu udah baikan xD

    yey! Kyu jadian dipart ini \^0^/ tp cara ngungkapin perasaannya g bgt = =" g sopan ala evil kyu ._.

    Aq penasaran ama bpk anak ny yeonsu T.T
    waktu aq udah merasa mau di coupelin ama donge tp yoonbin dtng, jd tambah bingung.
    Konfliknya seru eon. Bikin penasaran reader = =v
    TOP!

  28. onnieeeee…*kecup basah*
    *smpe wkt komen za sy smpt mkir,jgn2 bsok2 sy dah gak bs komen d sini lg…gara2 ambisi eon buat bunuh sy* plakkk
    sy suka bgt masa ma part ini…
    smua terasa bgtu pas!
    sweet nya pke bgt..bgt…
    kyo ma teuk
    kyu ma Ae Rin
    wook ma jangmi
    hae ma yoon bi
    yesung ma Ae Ra *yg ini ngarang bgt*
    tp btw suami sy ada dmna ya eon..kgak nungul2 masa…*brb nyari d bwah tkt kececer*
    hmm,udah ah tkt kbru fika eon sadar sy ada d mari…sy mau menghilang dlu *tring*

  29. enggak ngalor ngidul kok eonn….
    Seruuu…. ^^
    Sekarang hobbynya Jungsoo oppa itu nyiumin bibirnya Eunkyo eonni ya?? Kkkkk….
    Makin hari makin romantis aja couple ini ><

    Di tunggu next part ya eonn ^^b

  30. nah gtu dong jungsoo oppa kudu tegas bgtu eon! Aku stuju bgt tuh sm kelakuan oppa…
    Tapi gak tega jg sih sm yeon su tp ttp aja ya kelakuannya gk berubah malah nyuruh eunkyo eon ninggalin jungsu oppa… Ckckck

    Penasaran sapa yg ngamilin yeon su dah… Gk mungkin donghae dong… *mikir keras*

    Dan kyu n ae rin skrg mereka pacaran nih? Wih manteb dah…
    Masaan aku suka dah klo jang mi ama wookie jadian
    Hehehe

    Eoni ditunggu kelanjutannyaa semangaaaat

  31. eonnie~~…
    hhehee^^, bener yeonsu nya hamil tapi sama siapa?
    makin suka sama ceritanya, apalagi tentang kyu sm aerin.. kkkkk^^
    couple paling kocak disni.. hheheee^^..
    ahhh, jdi ga sabar lg pgen nunggu lanjutannya…
    SEMANGAT eon…!! ^o^

  32. komen…. komen…!!!

    yaoloh eon, saya bneran prustasi sm si Yeon Su masa! -___-” kga hamil aja nyusahin apa lg skarang dia pke hamil segala! suram bgt idup’a!-____-
    tp saya sedikit kasian jg sih sm dia, sebener’a Yeon Su hamil ama sapa sih eon? saya penasaran bgt masa! saya takut’a tar dia minta tanggung jawab sm Onge lg!
    astaaaggaaaa…. jngan ampe deh!

    emak! teukppa makin mesum aja masa, tp saya suka *plak*
    asik bgt ye curi2 ciuman mulu!
    eon ayooo dong Kyo eon d’buat hamil! saya kangen Ryu!

    kyaaaaa…. akhir’a Kyu mengakui perasaan’a sm Ae Rin! saya seneng! *lirik meta* kga jd deh seneng’a -___-”
    *plakplok

    JangMi ntu sesuatu bgt yah, saya suka gaya’a cocoklah sm Wookkie yg unyu!
    daaannn…. yg bikin saya siyok adlh ada YOON BI eonni nungul masa! asik bgt ya feb eon ngeksis d’marih, jd dokter lg! bwahahahaha
    emak! ada Jae Hyun eonni jg masa! *emot siyok*
    saya kpan nungul’a fika eon? *plak* mao’a! -____-
    kisah cinta mbum bikin saya penasaran!
    mbum Oppa ayo dong ajak saya ketemu sm Kyo eon! wkwkwkwkwk
    *sarap*

    waahhhh asik nih teukyo bln madu lg, bikin Ryu secepet’a ya eon!
    ayooolah jngn lama2 proses’a!
    hamil….. hamillllll…..

    okesip komen saya dh kepanjangan!

  33. Huaaaaaaaaa ada cast baru lg makin banyak cast nya makin sdikit bagian teukyo nya hahahaha tapi ga papa yoon bi nya ma donghae aja eon ga rela kalo yeon su ma hae terlalu baek hae nya😀 yeonsu nya ma siwon aja ya ya ya ya
    Penasaran sama yang bkin yeonsu hamil ? Eonnnn sayaaaannnngggg kasih bocoran ya😛

    Huuuuffffttt kyurin nya jadian tapi ga da romanti”nya …. Dtnggu kisah cinta kimbum nya eoonnn❤

  34. yaampuuun tiap eunkyo diperhatiin ama jungsoo dengan segitunya itu bener-bener bikin pengen punya suami begitu (?) entah kenapa pokoknya sifat jungsoo disini bener-bener bikin melting pisan ._.

    terus terus sebenrnya siapa yang ngehamilin yeonsu??? lagian dia juga jadi cewek ceroboh banget dengan masalah ‘begituan’ buat njebak jungsoo… dikira jungsoo bodoh apa:/

    ayoooo cepetan punya dedekkk dongggg😀

  35. penasaran siapa yg ninggalin baby di perut yeon su yak, klo donghae kok masih membingungkan bagaimana bisa donghae tapi feling saia nyngkutnya di donghae deh, aaaaaaaaahhhh penasaran penasaraaaaaan, oklah eonni saia tunggu njenengan mengungkapkannya siapa bapak dari bayi yeon su😀

    dan hiyaaaaa Ae rin, udah ae rin jangan mau klo dijadikan yeojachingu sajo sama bang kyu, minta langsung nikah saja
    bener2 paling suka pas bagian ae rin sama kiyu yg lagi jaim jaiman muahahaahahaa

    ditunggu part selanjutnya eonni, hwaiting semangatttt ^____^

  36. Yeaaah hahha romantisnyaaa.. Saya sukaa saya suka. Eunkyo nya udah mulai jinak *tabokin* dan mereka ada2 aja masa tripledate nonton gulat -___- pas disitu aku seneng bgt ama kyuhyun aerin, haha jadi keinget minho raena. Jadian karena pemaksaan. hyaa donghae ama yeon su aja deh kek nya cocok soalnya saya uda mulai curiga ama dia. Dan kibum nya nanti ama dokter aja. #okesip reader ga tau diri

    ooh kibum sj? Haha jadi selama ini khayalan saya benar pemirsah.. Eum skinship teukyo yaa? Bagus unn, ga menjijikan sam sekali. Eh iya satu lg, kebiasaan buruk jungsoo! Tiap ada masalah selalu ngindar -,- tp ga apa2 kalo pulang2 bisa buat eunkyo hamil. Wkwkwkwk
    unnie bye bye~

  37. Akhirnya keluar juga ni part…

    Eonni,skinshipnya kurang banyak..hehehe

    ckck kasian bgt si tu donghae g jelas bgt love storynya eonn..haha..sabar y bang..

    Eonni,q penasaran ma love storynya kyuhyun aerin eonn,,banyakin partnya y…hahaha..

  38. hhuuwaa bru dapet baca..!!
    onnie aku bingungggg!!!! ; (
    bingung nyari jeeleeknya dimana bwahahaha😀
    smuanya mantep!!
    siapa si yg menghamili yonsu msiterius bgt..
    donghae enggak,,jungso jelas bukan,,kyuhyun apalagi,,ryewook mana mungkin,,sungmin mustahil..abang siwo?? bwahaha..tak tunggu aja deh..
    chukae onnie brhasil membuatku bnyak berpikir..
    liburannya jgn cma 3ari onnie 1 minggu aj haha…
    baguuss…siapin penjaga biar tidak ada penguntit lgi..hihihi..^^
    crita cinta kibum q siap menanti..

  39. Eonnie,,, selalu suka skinship yg da dsne, dbnykn ja eon… Bkn gregetan deh. Kpn ne eon hamil, kyny dah da tnd2 ne… Semangat eon, dtngg lnjtny…

  40. LTD publish…
    onn, jungsoo mesum banget y?
    mungkin gag bisa tahan ngelihat eunkyo kkkk
    kyuhyun tetap y, maksa bgt ngajak pacaran.
    jangmi, gulat amatir? ya anpun kasian wook donk. biasa di dapur masak disuruh nonton gulat trs pake acara di pukul2 lagi, tenaganya aja gede. untung wook gag terpelanting… kkkk
    ntar kibum ma siapa?

  41. oeniiii ini gak bosanin kok malah seru…apalg waktuada jang mi lucu….

    oeni donghae jg ama yeon su kasian donge kali jd ama yeonsu

    paling suka aerin ama kyu.
    kyu maksa bgt jd pacar ae rin kyu ama aerin aja jgn ama kibum kan aerin uda ada rasa ama kyu…

    oeni jgn buat eunkyo menderita berlebihan jgn buat dia nyerahin jung soo oppa ama yeon su. eunkyo oenni jgn kasian ama yeon su lg…

    maaf y oenni komennya aneh…🙂

  42. Ahhh eonni kpn Eun Kyo hamilny eoh??!!
    Spa c yg bkin Yeonsu hamil?? Bkn Kibum kan? Ak curiga am dia,
    scene Jangmi d area boxing sukses bkin ak ngakak eonn, selipin dstiap part ya eonn, hehe

  43. Emaak,ada nama saia nangkring masa!*emot syok
    dan saia jd sunbaex Yoon Bi masa!
    saia tua!*okesip
    YunBi unn ayo taklukan Hae!
    jngan ampe dy m si Yeon Su!*pout
    Jangmi lucu bgt masa!
    gemes liat dy m Wook!wkwkwk
    Dan Ae Rin ahirx jadian jg m Kyu!
    yeah wlpn harus dg anceman!ancemanx cium lg!
    nistah bner tu epil!wkwkwk
    dan terahir bwt pasangan qt,TeuKyo..aq pdmulah!
    Teukpa co cweet bgt masa!
    wlpn rd mesum ye,g bs liat bibir Kyo dkit,nyosor mulu masa!*emot keringet
    dan apa itu,nyulik2 gt,bkin deg2n td awalx!
    ternyata eh ternyata ad udang dbalik rempeyek!wkwkwkwk
    yasud,dtnggu kelanjutanx y unn!
    dtnggu jg buah hasil dr bulan madu cap culik tu unn!
    ayo kpn hamilx?
    dh pngen ktmu Ryu masa!hehehe

  44. Idiiiihhhh manis bgt km mas.. Apalagi leeteuk sm kyu.. d rebutin mereka bardua pasti rame #ngareptingkatdewa.. gk tau lg mau bilang apa.. Eonni,, sumpah demi apa itu leeteuk bikin gereget #dipelototinkyu
    daeebbbbakkkkkk lah bwat eonnii.. Aku suka aku suka.. ^^

  45. Stlh baca aku ngos2oan *emang abis lari?* ini panjaaaaaannggg bgt!
    Eh itu teuki kadar kemesumanx parah bgt yak kalo tiep deket eun kyo. buahahaha, eun kyo bnr2 bikin teuki terangsang tingkat akut lol, aku suka adegan skinship teukyo, yah walopun agak jijay (?) *PLAK!* hahaha pkokx sukaaaaaaaaaa deh

    eh itu si kyu maksa bgt yak nyuruh pacaran, hahaha gayax nembak gk romantis, eh tp tp cwe mn coba yg nolak pesonax kyu, aku jg mau sekalipun dipaksa, gyahahaha *seretKyu*

    itu mslh dongek ama ommax apa sih? kykx nti dongek suka deh ama yoon bi? *sotoy*

    kalo soal yeon su, I DON’T CARE, mati aja dah sekalian, hahahaha! Aku suka tuh ama sikap teuki yg nyuruh yeon su bunuh diri, hahahaha kasian bgt deh km yeon su ckck…mkx jd org tuh jgn jahat,
    eh btw2 emang yg ngehamilin si yeon su siapa?

    oya bwt ryeowook ama jang mi mrk unik deh, ikutan ngakak wkt part mrk ntn boxing😄

    hmmmm segitu dlu deh, coment aku jgaan jrng dibls, mgkin kyo eon sibuk kali yah, kalo coment lwat sms cpt diblsx kekeke

    keep writing eon🙂
    masa aku kangen teukyo nc wkwkwkwk *yadong melanda*

  46. Huwaa.. Puas dg semua scene dsni dr yg romantis bkin ngiri dan kagum.
    Btw eon, yeonsu hamil gara2 siwon y??*asbak gara2 nyelip nama siwon hahaha….

    Udah ngarepx c hamil tp ternyata belum y??gpp lah jungsoo oppa kan jd makin semangat nyentuh eunkyo eon kekekek…

  47. huuwaaa fika eonni !! setelah saya dr td mengotak ngatik internet dan foto” eun kyo, akhirnya aku tau siapa dia =)) dia nama aslinya jauh dr kata park eun kyo kan eonn ?? yakan yakan ? dia emang cantik deh.. gak salah pilih orang, aku setuju eun kyo sama jung soo🙂 umurnya juga gak beda jauh (y)

    oh ya,. bentar lagi eun kyo kan ultah🙂 tolong bikin ff spesial birthday ya eonn.. ;;)

  48. mianhae jeongmal mianhae buat fika eonni ~
    dan yg lainnya tolong anggaplah komenku yg diatas tidak pernah ada ne😀 itu lagi gila”nya aku garagara eunkyo sama jungsoo gak cepet” hamil #apaan gak nyambung -__-

  49. Cerita teukyo yg satu ini, kayaknya udah bener2 masuk dihati..hemmm
    siapa ya kira2 yg mnghamili yeon su??
    Part 12nya ditunggu ya eonni

  50. eonnieee aku kangen teukyo pnya baby
    Baby young jin atau ryu jin
    Trserah yg pnting baby
    Gelagat2nya eun kyo kaya lg ngidam.manja dan perajuk
    Wkkww
    Tp mngkin gk sih?kan sblmnya dia mnum pil
    mikir kira2 siapa ayah bayi yeon su
    Awal ngirain jgn2 donghae *slap

  51. huaaaaaaaaaaaa#teriakkkk
    si kyuuuuu jadian sm ae-rin tapi glagat’a maksa banget ya *gubrag
    triple date’a sungguh menakjubkan … itu gimana ntar klo uda jadian antara jang-mi sm wookie ?
    wkwkwk

    eonni knpa ya setiap jung soo oppa deket” sm kyo eonni bwa’n a tuh pngn nikam aja (?)*Plakkk
    wuuuuiiiiiihh yoon-bi eonni kau harus taklukan hati bang ikan ne ..
    masih pertanyaan nih eonn siapa ayah dari bayi yeon-su ?
    sama apa hubungan’a eomma hae sm yoon-bi ?
    pko’a eunkyo eonni kudu punya aegy yaaaa

  52. sebenernya sapa yg ngamilin Yeon su? gue sempet mengarah ke hae – -” hae bukan sih? tau ah -__- penasaran bgt eonnnnnnnn >////<
    kapan nih eun kyo hamil?
    ditunggu part selanjutnyaaaa ^^~

  53. Nah lho? yeon su hamil anak siapa tuch?? jgn sampe anak dong hae dech eon, tpi kasian jga ama yeon su ngeliat dia frustasi bgt. .
    dan buat jung soo. .ya ampun. . tindakannya keren bgt . . dia udh bisa tegas skrg. . dan yg pasti makin lengkeeett za ama eun kyo. . aigoo. . manisnya ^^
    kyu – ae rin akhirnya jadian. .!!!! yeeii. . tpi koq kyu nembaknya ga ada romantis2 nya ama sekali. . ckckck. .
    dan. . jang mi. . . kereen . . itu cwek kelebihan dosis tenaga ya. . kuat amat. . ga habis pikir dia bsa suka ma wookie. . bner2 pasangan ajaib. .-,-
    ayo. . ayo eon . . kpn nich eun kyo nya hamil. . ??

  54. Eciee.. Teukyo yg lg mesra mesraan di part ini ~^O^~ oppa bawaannya yadong mulu kalo ama kyo *wkwk*
    Huee.. kenapa bukan Kyo aja yang hamil,uhm *?* aish.itu si yeon su ngrepotin amat pake hamil segala -,- tapi tapi, penasaran sumpah sapa yg nghamilin dia #mupeng
    Dan.. nembak macam apa itu si Kyuu ( ^)o(^ ) langsung to the point gitu haha.. tp emank cocok sih ama karakter kyu yg kayak gitu!
    Trus.. itu nt si yoon bi yg jadi pasangan donghae kah *?* yap, ama yoon bi aja si onge drpd ama si yeon su!ga rela kalo sm si yeon su -,-
    Huahaha.. itu lucu amat scene yg nonton acara gulat xD malah para cwe yg ngotot ngajakin k sono,n rame bener kalo ada si Jangmi…xD
    Ck. Itu jungso oppa bener bener deh yah, pake acara culik menculik Kyo sgala..yak sy jg ikutan panik bacanya -,-
    ok. Sy bener bener suka!! Enggak, ini nggak datar dan ngalor-
    ngidul kok!! Bagus onnie! stdknya sy dpet feelnya kok xD

  55. ya ya ya onnie
    akhirnya publish juga
    onnie onnie keren keren (n)
    skinshipnya tdk ada yg aneh ataupun lebay tp itu bsa dikatakan so sweet🙂
    ya onnie.di tgg part selanjutnya😀

  56. Kynya d part ini bnyak yg bahagia y.. Akhirny jdian jg kyu sm ae rin, walaupun kyu nya maksa.. Tinggal wookie ma jang mi neeh, kynya jd seru tu couple.. Waaahh, eun kyo knapa tuh? Koq bnyak berubah y,, apa eun kyo juga hamil?? Penasaran jg nii sma yg bikin yeon su hamil.. Next partnya d tunggu fika..^^

  57. WOooooow….it’s so daebakkkkkkkkk….aaaaaahhhhhh…aku suka banget sama hubungan jungsoo ma eunkyo yg makin mesra and intim..,dan aku jadi penasaran siapa kira-kira yg hamilin youn su ya…??molla ah yg pentingmah jungsoo ma eunkyo eonnie udh makin mesra,,aku acungin 1000 jempol buat fika eonnie,ternyata eh ternyata di tengah ke galaulanmu kau bisa menciptakan karya sedaebak ini,,dan aku juga mau minta maap karena gga sempat baca,and ru sekarang ini sempatnya setelah sekian lama,hehehehe…pokonya daebak buat FF ini..and buat eonni fika yg cantik kau luar biasa..muach…muach…muach…I love you full..^^

  58. Eonni akhir2 ini aku sibuk ga baca FF apa pun
    Jadi ga samperin blog ini x_x
    Bahkan tadinya aku mau baca semua FF di sini tp ga sempet2 (˘_˘”)
    Aku baru baca part ini doang, tapi kayanya cerita ini konfliknya bagus haha
    Yeonsu aku bingung dia hamil anak siapa

    Harusnya eunkyo aja yang hamil pasti seru haha
    Di tunggu lanjutan nya eon🙂

  59. wow,
    daebak😀
    tiap kali mw komen pasti bingung –a

    mian, untk part 10 tdk aku komen, soalnya hape lgi error, laptop lagi msuk RS.
    mian, ya eon🙂
    *curhat*

    bnyk kisah cinta yg baru. aku suka, menanti kelanjutan cinta kyu-rin couple ^^

    penasaran akan siapa yg menghamili yeon su ?
    *kepo*
    eon, mw kasih saran nih, boleh ya?
    kisah cinta donghae tolong di buat ya?
    pengen lihat haeppa punya couple di LTD😀

    komenku bnyk amat yah -_-
    pokoknya buat eonnie,
    keep write ^^

  60. Mian oenni aku ga tau harus komen apa😦 aku juga ngerasa ga dapet feel nya mian mian mian *deep bow padahal aku udh baca lebih dari 3kali mungkin karena perannya tambah banyak aku kan aga lemot jadi bacanya aga bingung atau mungkin suasana hati aku yg aga sedang tidak stabil hahahaa😀 .. Tapi aku tetep menunggu lanjutannya oenn teukyo favorite aku semangat ya oenni !!!! Fighting!

  61. Mian oenni aku ga tau harus komen apa😦 aku juga ngerasa ga dapet feel nya mian mian mian *deep bow padahal aku udh baca lebih dari 3kali mungkin karena perannya tambah banyak aku kan aga lemot jadi bacanya aga bingung maaf ya oenn aku cuma pengen jujur aja hehe atau mungkin suasana hati aku yg aga sedang tidak stabil pas bacanya kayanya itu oenn hahahaa😀 .. Tapi aku tetep menunggu lanjutannya oenn teukyo favorite aku semangat ya oenni !!!! Fighting!

  62. akhirnya aq bs bca lg dr lappy😀
    eonni ini keren, aq suka bgt dgn sikap jungso dsni, TEGAS…
    kasian jg sih yeonsunya tp itu kan krn ego dia sndiri jg, tp klo itu bkn anaknya dongek aq ga rela si ikan aq jd sama yeonsu -_-‘
    kyknya part slnjutnya bkal nc ni apa lg mreka ber22an di villa gtu😀 *kumat yadong*
    bingung aq mau komen apa eon, ya uda deh sampai dsini aja, tetap SMANGAAAAATTT EONNI, HWAITING :-*

  63. yeon su hamil ma siapa sih??? q kira donghae padahal pas tau yeon su hamil ngak tau knp langsung mikir donghae yg hamilin….. udah yon su berubah jadi baik n dia jadian ma donghae ja kan kasian donghae cinta y bertepuk sebelah tangan n terpendam gt biarin dia dapetin cwe yeon su gt pada dasar y yeon su baik cuma krn terobsesi ma jungsoo ja kali ya jadi jahat gt…..
    ya medua udh nyium berita tentang yeon su hamil jgn2 nanti media mojokkin jungsoo n eun kyo pas tau jungsoo udah nikah n nuduh ngehianati yeon su n eun kyo ngelepas jungsoo deh….
    asik semua y dah ada pasangan y tinggal donghae aja nih…
    ini bener2 ya jungsoo otak y mesum bener apa kata eun kyo jadoli mesum otak y….
    Lanjut…

  64. yeonsu bikin gregetan kamu dhamilin sama siapa c???????????
    maen tebak”an aja

    baik banget c hae oppa nganterin yeon su k rumah sakit segala,, nanti kan bisa dcurigai jadi tersangka yang hamilin yeonsu…
    itu hae oppa ada feel something ya sama yoon bi ya???

    akhirnya kyu sama ae rin jadian juga……………….
    yeeeyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy sukasukasuka

    jang mi sama wookie oppa couple yg lucu,,,, hihihi

    teuk oppa aneh aneh ajah nih ekstrim banget mau liburan aja pake adegan penculikan segala bikin degdegan ajeee

    ok aku tungggu sanggat part selanjutnya penasaran sama yang hamilin yeonsu….

    eonniiiiii Hwaiting!!!!

  65. onnie aku mrasa bener” bersalah ga ngomen ini..
    gara” aku sakit hati ama kyu n aerin..
    huh…
    aku suka critanya.. tp knp ada boxing juga onnie? wow..
    ga ama kyu aku mau ama donghae deh onnie.. donghae jgn ama yeosu ya.. sapa nama tu cwel setan, lupa aku.. hihihi..

    onnie aku mau ltd lagi.. meta aku mau mate. nova onnie aku mau ffmu… ^^

    ihh onnie jgn publish kegilaan saya ama obat itu.. hahahaha.. khilaf onnie
    ..

    baca ff onnie mmg mengobati kerinduanku ama oppa.. tp jg bikin a sakit hati.. ㅠ.ㅠ
    pgn aku cekik tu kyu ama aerin.. huff.

  66. akhhhh aku selalu menikamti semua tulisan unnie karena unnie selalu detail `dalam penggambaran keadaan jadi bisa sekalian berimajinasi tapi lanjutannya kapan huhuhu
    gomawo unnie

  67. fiuhhh.. akhrnya selese juga bacanya ngebutt lagi😀
    eoooniii kapan di lanjutin lagi?? ><penasarn
    itu siapa yang ngehamilin yeon su? o.0
    iaa kapan teukyo hamilnya?? knapa juga mesti minum pil pncegah kehamilan? seruuu seruuu… dn juga kibum belum d ceritain kisah asmara nya.. kalo gak ada, buat aku aja deh😀

  68. Aish,pas adegan jang mi di arena live boxing yg bkin eunkyo ma ae rin ketawa.aq mpe ikut ketawa.lucu aja ngebayangin tingkah anarkis’ny jang mi.hehehe

  69. Buakakakak…. Si evil bikin ngakak, cius eon…
    Masa iya nembak ceweknya kyk gitu… -__-
    ㅋㅋㅋ
    Aigooo,.siapa yg ngehamilin yeon su???
    Miapa, saiia suka banget sm Jung soo oppa wktu dy mengendalikan situasi (?) d rmhnya gara2 kehamilan yeon suu…
    D situ dy keliatan tegas, geentle n aaaaa… Pkkx sukaaaa….. *___*

  70. penasran sbner’a ap yg membuat donghae oppa pergi dri rumah ??
    n ap hub antara siwon oppa dgn omma donghae..
    n siapa yg hamilin yoen su,..

    terlalu banyak teka teki oenn…
    tapii itu yg bkin tambah menarik

  71. seneng liat jung soo & kyo tambah sweet ja…
    yeee kyu & ae rin pacaram uga. #wlaupun kyu maksa
    minta PW part 12 donx.
    buat eonni semoga makin bagus2 bikin cerita’y.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s