TeuKyo Couple : EGOISTIC (Part 4) *PG*

Standar

egoistic

AUTHOR : NOVIE (Lavender)

Kau tidak akan pernah mengerti hidup

Hingga kau sendiri yang mempelajarinya

Kau tidak akan pernah mengerti cinta

Hingga kau sendiri yang mengalaminya

 

Eun-Kyo POV

Aku menuju ke kulkas mengambil sebotol air, meminumnya langsung tanpa bersusah payah mencari gelas ataupun semacamnya. Berharap air itu dapat meredamkan segala emosi yang bergejolak dalam diri. Setelah dirasa cukup, aku meletakkan kembali botol itu kedalam kulkas dan menutupnya. Menarik napas dan menghembuskannya secara perlahan. Berpikir tentang semua kejadian hari ini dari pagi hingga malam ini. Menarik sebuah kesimpulan bahwa berhadapan dengan Jung Soo maupun Ryu-Jin sama saja, sama-sama membuat kepalaku berdenyut sakit.

Apa mungkin sifat dominan Jung Soo yang diturunkan kepada Ryu-Jin? Aigoo.. ayah dan anak sama saja!!

Masih teringat jelas perdebatanku dengan malaikat kecilku sendiri, tentang rencana sekolahnya yang mengadakan rekreasi ke taman bunga. Dan dia dengan semangat menyuarakan pikirannya bahwa dia tidak ingin ikut sama sekali. Aku sudah memberikan seribu satu macam alasan untuk jangan khawatir tentang akibat yang akan diterimanya saat acara itu berlangsung, aku akan melindunginya. Dan dengan sifat keras kepala yang entah dari siapa diturunkannya itu, dia tetap pada pendiriannya. Menolak untuk ikut serta. Dengan berat hati aku mengalah. Memberikan izin agar dia tidak ikut.

“apa dia sudah tidur eonni?”

Aku mendongak, melihat siapa yang berbicara  denganku. Ternyata Hyo-Jin. Aku  memperhatikannya, cara dia berpakaian malam ini, dari bawah hingga ke atas. Dia berpakaian sangat rapi dan terlalu minim, dengan make up yang sederhana tidak terlalu mencolok membuatnya terlihat cantik. Walaupun aku tahu Hyo-Jin tanpa make up sekalipun tetap cantik dan manis, dia terlihat cantik dengan caranya sendiri.

Aku mengeryit, tentang cara berpakaiannya itu.  celana pendek jeans, dalaman putih dengan belahan dada yang sedikit terlalu rendah dan blazer hitamnya. Sedikit membuatku khawatir.

Apa dia ingin membuat semua pria yang dia temui kehilangan kontrol hanya dengan melihatnya saja? Pikirku.

Dia melangkah, mengambil jus kesukaannya dari kulkas, menuangkannya di gelas dan duduk dikursi yang didesain seperti di bar yang menjadi tempat favorit kami untuk makan atau hanya sekedar mengobrol. Tempat ini terlalu nyaman, berhadapan langsung dengan pemandangan kota seoul malam hari. Lampu-lampu yang berasal dari gedung pencakar langit kota seoul dan bintang-bintang di langit menambah keanggunan tempat ini.

“sudah, aku berdebat dengannya cukup sengit yang pada akhirnya dia tertidur kelelahan. Aku pikir dia mempunyai bakat menjadi seorang CEO seperti ayahnya. Dan kau, mau kemana dengan pakaian seperti itu hah? Kau ingin membuat laki-laki di dunia ini kehilangan kontrol?”

Aku terus mengamati gerak gerik yang dilakukannya, mengamati Hyo-Jin yang mengambil gelasnya dan meminum jusnya sedikit demi sedikit meresapi rasanya sebelum menelannya, dan kemudian memandangku. Meletakkan kedua tangannya di atas meja. Tersenyum senang atas ucapanku.

Berfikir tentang pertanyaanku? Atau jawaban yang akan dia berikan padaku? Pikirku. Menarik kesimpulan sendiri atas dasar bahasa tubuh yang dilakukannnya.

“aku memang berencana membuat laki-laki itu kehilangan kontrol, hanya satu eonni. Hanya satu”

Aku cukup terkejut atas pernyatannya barusan. Cukup untuk membuat mataku keluar dari tempatnya. Dia..

“kau tidak bermaksud membawanya ke ranjangmu, membuatmu hamil dan meminta pertanggung jawabanya dan kemudian  mencampakkannya. Begitu?”

Dia tertawa dengan pertanyaan yang aku lontarkan kepadanya barusan, mentertawakan kebodohan atas pertanyaanku atau mimik wajahku yang terlihat bodoh? Aishh.. bocah nakal!! Aku hanya khawatir tentang rencana gilanya yang akan menuntut kejahatan seorang taipan terkenal di korea yang telah dibekukan beberapa tahun lalu. Hyo-Jin hanya ingin mengambil hak kedua orang tuanya yang diambil oleh seorang pengusaha yang aku dengar sudah dialihkan kepada putranya. Jung Il Woo. Iya nama putranya adalah Jung Il Woo. Dia berharap putranya itu mau memberikan hak atas kedua orang tua Hyo-Jin yang telah diambil oleh ayahnya yang sudah meninggal. Dan menurut kabar yang aku dengar jikalau ternyata putra konglomerat itu memiliki sifat sama persis dengan ayahnnya, arogan dan keras kepala. Membuat Hyo-Jin sedikit pesimis akan rencananya tersebut.

“aniyo!! Yak, eonni semenjak kapan jalan pikiranmu menjadi picik seperti itu? aku hanya mau melihat bagaimana dia menjalankan bisnisnya, kau tahu eonni bar yang aku kunjungi satu bulan yang lalu? Aku ingin tahu perubahan apa yang dia lakukan terhadap bar tersebut dan kemudian baru aku bisa mengambil langkah selanjutnya.”

Lihat, dia bahkan sudah melakukan pengamatan sedetail mungkin. Hyo-Jin sudah melakukan pengumpulan fakta-fakta mengenai kejadian masa lalu yang menyangkut kebakaran perusahaannya itu beberapa tahun yang lalu, sebelum kami memutuskan untuk pindah ke Seoul. Dia melakukan semuanya sendiri, menolak secara halus bantuan dari siapapun. Bahkan dariku sendiri. Dengan alasan tidak mau merepotkanku atau menambah beban masalahku.

Hyo-Jin pernah bercerita padaku tentang masa lalunya yang lebih menyakitkan daripada aku. Usia 7 tahun, dimana dia merasakan semua rasa sakit dunia ini. kelaparan, penghinaan, dan kematian kedua orang tuanya. Sebelum dia diangkat eomma menjadi anak dia tinggal di sebuah panti asuhan yang kecil. Dia tidak berbicara kepada siapapun, bahkan ketika eomma membawanya pulang dia tidak bicara selama seminggu. Aku membayangkan anak perempuan kecil yang kelaparan, sendirian di pinggir jalan dan kotor.  Aku mulai bergidik membayangkannya. Dia dengan masa lalu yang terlalu kejam untuk anak sekecil itu.

“apa yang bisa aku bantu untuk mengambil hak kedua orangtuamu itu?”

Matanya berkedip terkejut atas pertanyaanku yang baru saja terlontar dari bibirku ini. apa dia bermaksud meragukan ketulusanku yang berniat ingin menolongnya? Dia selalu menolongku, menghiburku, menjaga Ryu-Jin dengan baik. Tidak bisakah aku yang membantunya kali ini, semampuku.

“kau ingin membantuku eonni? Benarkah? Bagaimana masalahmu dengan Jung Soo oppa? Bukankah tadi kalian bertemu, sepertinya kalian bersenang-senang”

Aku terkejut dengan serentetan pertanyaan yang keluar dari mulut kecil berbisanya itu. darimana dia tahu tentang hal ini? menatap bola matanya yang masih intens menatapku, mencari kebohongan atau lelucon saja. Namun tidak ada suatu kebohongan atau lelucon. Dia serius walaupun senyum itu terlihat senyum sebuah ejekan, seperti dia telah menemukan suatu kesalahan yang konyol.

“kau.., darimana kau tahu aku bertemu dengannya, ya tuhan Hyo-Jin~ah sudah aku bilang jangan sebut namanya lagi. Aku tidak mau Ryu-Jin mendengar namanya”

Aku gelagapan menjawab pertanyaan itu.

Ya tuhan.. kenapa kau pertemukan aku dengan mahluk seperti ini. omelku

“baiklah.. baiklah aku minta maaf, protektif sekali. Kau ingin tahu aku mengetahui hal tersebut darimana?“ ucapnya, menarik tubuhnya kembali lagi ketempatnya yang sebelumnya hampir menyeberang meja yang memisahkan antara aku dengan dia. Tatapannya sudah tidak mengintimidasi seperti tadi. Membuatku bisa bernafas dengan benar.

“ne cepat jawab” ucapku bersandar pada mesin pendingin di belakang sambil mengalihkan pandanganku darinya, menyilangkan kedua tanganku di depan dada sebal karena dia berhasil menggodaku.

 “kemarilah..” suaranya terlalu bahagia, gembira akan keberhasilannya yang sedikit membuatku sebal. Tangan mungilnya memanggilku agar mendekatinya. Dengan enggan aku berjalan mendekatinya, menundukkan tubuhku hampir menyeberang meja untuk mencapainya. Dengan semangat dia menarik tubuhnya mendekat padaku. Jari tanganya mengaitkan helaian rambutku yang terjuntai ke belakang telingaku. Bibirnya mendekat ke telingaku, membisikkan kata-kata yang seketika membuatku terkejut hingga mulutku terbuka lebar dengan mata nyaris keluar dari tempatnya.

“tandanya terlalu jelas, terlalu banyak dan terlalu dominan dibalik lingerie hitammu itu eonni”

“yak.. Lee Hyo-Jin kurang ajar!!” aku berteriak kepadanya, berharap Hyo-Jin yang sudah berlari keluar dengan mulut yang tidak berhenti tertawa mendengarkan teriakku dan seribu satu macam sumpah serapah yang ditujukan untuknya.

Hah kepalaku kembali berdenyut dan tambah sakit. Ishh.. hari ini, tidak bisakah aku bernafas dengan tenang?

***

Hyo-Jin POV

Senang rasanya bisa menggoda Eun-Kyo eonni seperti itu. Menggodanya sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagiku. Bukannya aku menolak bantuan dari Eun-Kyo eonni. Hanya saja dia juga memiliki masalah  yang tidak mudah. Aku tidak ingin membebaninya dengan masalahku juga, walaupun kita keluarga dan sudah seharusnya keluarga itu saling membantu aku tetap tidak ingin merepotkan dan menjadi beban baru untuk Eun-Kyo eonni.

Aku berada di mobil, menghubungi seseorang sekaligus teman lama yang aku sewa untuk mengamati  keluarga Jung. Mencari beberapa fakta sekaligus barang buktinya. Aku bermaksud membuka kembali kasus tentang kebakaran di perusahaan appa dulu. Meyakini bahwa perusahaan Jung terkait dengan masalah kebakaran itu.

“sudah sejauh apa perkembangannya?”

Aku berbicara dengan seorang detektif yang aku sewa, Choi Yunho. Dia  adalah salah seorang temanku di Jeju. Detektif adalah pekerjaannya. Dia terlalu cerewet menurutku untuk ukuran seorang detektif, disamping sifat pervertnya. Aku bertemu kembali dengannya setelah sekian lama tidak bersua, dia baru kembali ke seoul beberapa tahun lalu. Menyelesaikan pendidikan dan pelatihan mengenai detektif di Rusia. Aku menawarkan sebuah pekerjaan kepadanya, dan dia senang hati untuk membantuku tanpa keringanan biaya apapun. Bisnis adalah bisnis, begitu katanya. Tidak berubah, selalu menyukai dan tergila-gila akan uang. Pikirku.

“baiklah.. baiklah temui aku di bar yang alamatnya akan aku kirimkan padamu. Aku akan membayarmu hari ini”

Aku menutup sambungan telepon, mengirimkan alamat bar melalui pesan kepada Choi Yunho. Kemudian menyalakan mesin mobil, melaju dengan kecepatan sedang menembus pekatnya malam menuju daerah gangnam.

Semoga dokumen yang dia bawa menguatkan akan kesalahan keluarga Jung. Doaku dalam hati.

***

Musik berdentum dengan hebat. Malam semakin larut dan pengunjung mulai menggila. Aku turun ke lantai dansa, menari sesuka hati walaupun aku tahu tarianku tidak menarik sama sekali. Acuh karena hanya tempat inilah, dari sinilah aku bisa mengamati suasana bar ini.  mengamati dia yang berada di ruangannya.

Seseorang memelukku dari belakang, mencium pipiku. Aku melihat sebuah tangan dengan gelang di pergelangannya, tersenyum tanpa harus menoleh untuk mengetahui siapa yang dengan seenaknya memelukku.

“aku pikir kau telah berubah. Kau selalu pintar iya mencari kesempatan dalam situasi apapun”

“jangan marah cantik. Ini bar dan kau menari, lalu apa aku bisa menolak kesempatan ini”

Aku masih menari, bebalik, merangkulkan kedua tanganku dilehernya. Terlalu dekat dan terlalu intim. Mungkin bagi sebagian besar pengunjung bar ini yang melihatku dengannya beranggapan bahwa kita adalah sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara dan seks. Kenyataannya hubunganku dengannya hanya sebatas teman kerja, aku menggunakan jasanya dan dia membutuhkan uangku untuk medirikan kantor detektifnya itu.

“bagaimana dengan kerjamu, aku tidak mau usahaku gagal”

“sesuai yang kau pinta. Aku telah mendapatkan dokumen yang kau butuhkan”

“bagus, serahkan padaku”

Tangannya menarikku lebih dekat dengan tubuhnya. Dan tangannya yang satu lagi digunakannya untuk memegang daguku, mendekatkan bibirnya ketelingaku. Mengucapkan satu kalimat yang membuatku tersenyum.

“tidak semudah itu cantik. Kau membawa uangnya kan?”

“kalau itu yang kau takutkan, aku..”

“aku percaya kau membawa uangnya, lalu haruskah transaksi itu dilakukan di sini? Ditengah lantai dansa?”

Dia melepaskanku, melihat suasana sekeliling yang begitu ramai. Aku mengikuti arah pandangnya. Menyutujui pertanyaannya itu. Bagaimana mungkin aku melakukan transaksi di tengah keramaian seperti ini, dalam bar ini yang notabennya adalah milik musuhku sendiri.

Lalu dimana kita akan bertransaksi? Sebelum aku menemukan tempat yang tepat untuk melakukan transaksi, tangannya menarikku, menyetakku dari lamunanku. Dengan kasar.

“ayo kita pesan private room, dan lakukan transaksi disana”

Mwo!! Private room?

Aku terkejut dengan pernyataannya barusan bukankah private room biasanya digunakan untuk seks?

“kita tidak akan melakukan seks bodoh. Walaupun aku ingin sekali melihat tubuh telanjangmu itu.”

“yak..!!!”

***

Jung Il Woo POV

Malam ini sungguh ramai, apalagi dengan interior bar yang aku rubah dan penambahan interior di beberapa tempat. Terlihat lebih cozy dan nyaman. Aku berada di tempat yang memiliki akses pemadangan ke seluruh area bar ini.  ruanganku. Entah mengapa aku selalu datang ke bar ini setiap malam. Menunggu dia yang satu bulan lalu datang kemari, dan setelahnya tidak sama sekali. Menepiskan pikiranku tentang sisi negatif yang menilai dirinya dengan terang-terangan seorang pelacur.

Dari fakta mengenai hal itulah selama ini, bila berada di kampus aku lebih intens lagi mengamatinya. Terkadang ada keinginanku untuk mengikuti aktivitasnya seharian penuh. Dimana dia tinggal? Dengan siapa saja dia bergaul dan sebagainya. Yang aku langsung tepis, memangnya siapa dia sampai aku harus mengikutinya?

Aku masih melihat kebawah. Dari sini mereka yang diluar sana tidak akan bisa melihatku karena kaca ini gelap. Hanya aku yang bisa melihat mereka dan memperhatikan. Meneguk wine dalam gelas yang berada dalam genggamanku, mengedarkan pandangan ke setiap pengunjung bar ini.

Sepertinya dia tidak akan datang lagi. Jika dia tidak datang lagi, dia adalah gadis baik-baik dan aku tidak akan memintanya untuk melayaniku. Dan jika dia datang malam ini, aku akan memintanya untuk melayaniku. Dengan bayaran yang tinggi, dia pasti mau melakukannya. Uang bukanlah suatu masalah untukku. Aku tidak masalah bila harus sedikit berkoban hanya untuk mendapatkan sebuah kepuasan yang tidak ternilai harganya, menikmati setiap jengkal tubuhnya yang membuatku selalu berdenyut sakit. Selama aku puas, apapun akan aku berikan untuknya.

Aku mengedarkan mataku sekali lagi dan tiba-tiba pandanganku terkunci pada sesosok gadis yang berada di tengah-tengah kerumunan pengunjung yang menari diiringi musik. Aku mengamatinya, pakaiannya terlalu minim. Dengan hotpants jeans pendek, kaus dalaman warna putih yang memperlihatkan belahan dadanya yang terlalu rendah dan blazer hitam. Kaki jenjangnya di balut high heels menambah kesan sensual padanya.

Sial, dia bermaksud membuatku kehilangan kontrol? Dan mencumbunya di tengah lantai dansa untuk kemudian menjadi tontonan khalayak umum? Membuatku menjadi monster yang menakutkan dan maniac seks.

Aku terus memandanginya dari sini. Panas dalam tubuhku perlahan lahan naik, mencapai ubun-ubunku. Aku memejamkan mata,  menarik napas dan menghembuskannya perlahan-lahan. Merasakan degupan jantungku yang berpacu cepat membayangkan dia berada dibawah kontrolku, dibawah tubuhku dan dalam pelukanku.

Aku menarik napas sekali lagi, mengumpulkan keberanian untuk mengajukan sebuah proposal kerjasama untuknya. Aku akan memberikan apapun yang diinginkannya. Uang bulanan, mobil keluaran terbaru, baju dari desainer terkenal, perawatan tubuh di salon ternama. Apapun. Asalkan dia mau melayaniku di atas ranjang, hingga aku bosan. Sebuah kesepakatan yang manis untuk pelacur cilik seperti dia.

Ketika aku membuka mata, mencari dia seketika mataku memanas. Tubuhku menegang kaku. Tanganku tanpa sengaja membanting gelas yang aku pegang hingga pecah berkeping-keping. Melihatnya dengan seorang pria dan terlihat sangat intim membuatku marah seketika.

Brengsek. Aku kalah cepat dengannya.          

Aku melihat pria itu memeluknya dengan erat, merapatkan tubuhnya dengan gadis itu dan mencium rahangnya. Tiba-tiba menarik gadis itu kesebuah tempat yang  aku perkirakan private room. Mereka bermaksud melakukan seks di bar ini? tidak adakah tempat yang bagus untuk barang semenarik itu?

Aku menghubungi seseorang untuk memastikan hal tersebut. 114. Mereka menyewa kamar di 114.

Hyo-Jin~ssi, seharusnya kau menerimaku kan jika lelaki payah seperti dia saja kau mau melayaninya.

***

“bagaimana permainan pria tadi? Apa cukup membuatmu puas? Sepertinya tidak, terlihat dari ruangan ini yang masih terlihat bersih dan rapih.”

Aku memasuki kamar 114, kamar yang dipesannya untuk menyalurkan hasrat dua manusia itu. Pria itu sudah pergi sekitar sepuluh menit yang lalu, meninggalkan gadis ini yang sedang merapikan diri dari aktivitas panasnya. Aku memperhatikannya, tubuh langsing sensual dan semapainya itu.

Sial tubuhku mulai panas lagi. Dan dia mengacuhkanku. Gadis itu mengacuhkanku, sombong sekali dia.

“aku tidak menyangka, gadis pintar, angkuh sepertimu ternyata seorang gadis rendahan. Berapa jumlah uang yang pria tadi berikan untukmu agar kau mau menemaninya di ranjang?”

Akhirnya, aku berhasil membuatnya mengalihkan tatapannya padaku. Sekali lagi menatap mata itu, mata yang membuatku bergairah hanya dengan melihatnya saja. Dia masih melihatku dengan enggan, sifatnya yang sombong dan angkuh membuatku ingin memukul pantatnya  dengan keras.

Damn!! Aku harus menahannya walaupun otakku berkata lain, menyeretnya ke ranjang yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempat kami berdiri. Menelanjanginya dan memasuki dirinya dengan kasar.

“bukan urusanmu, dan menyingkirlah dari hadapanku” ucapnya dengan nada sinis menyiratkan kesombongan dan harga jual yang tinggi, menurutku.

“tentu saja menjadi urusanku, ini barku dan aku harus tahu semua kegiatan yang terjadi disini”

Dia mendengus kesal akan sikap angkuhku. Meletakkan kedua tangannya di depan dada, Mengalihkan pandangannya untuk sesaat sebelum kembali lagi menatapku dengan enggan.

Kau yang mengajak bermain-main denganku manis. Dan aku menyukainya. Kau terlihat semakin seksi.

“apakah kau baru saja menginterogasiku, mencari tahu aku tidur dengan siapa dan apa saja yang kami lakukan di ranjang?”

“bisa dikatakan begitu. Lalu  berapa bayaranmu per malam?”

Dia memutar bola matanya. Yang aku akui menjadi tingkah laku favoritku. Dia terlihat nakal jika sudah melakukan itu, membuat gairahku menjadi semakin panas hingga terbakar.

“walaupun kau sebut jumlahnya, aku tidak sudi melayanimu. Jadi maaf”

“benarkah? Bahkan kalau aku tawarkan uang bulanan, mobil, baju-baju dari desainer ternama dan perawatan tubuh di salon yang kau inginkan tetap menolaknya?”

Aku menawarkan sebuah kerjasama untuknya, berdoa dalam hati agar dia menerimannya dan aku terbebas dari penyiksaan keparat ini. Kepalaku sudah berdenyut-denyut sakit menahan gelora yang sedari tadi meletup-letup tak terhingga.

Dia mendekat padaku secara perlahan-lahan. Menatap tepat dikedua mataku dengan intens. Berkedip dengan cantiknya. Meraih leherku dengan kedua tangan mungilnya,mendekatkanku padanya. Bisa aku rasakan tekanan payudaranya pada dadaku yang bidang.  Harum tubuhnya memabukkanku. Melumpuhkan saraf indera penciumanku, berada didekatnya dalam radius yang sangat dekat membuatku lumpuh seketika.

Apakah dia akan menerimaku? Seharusnya seperti itu.

Egoku sedikit melompat tertawa bahagia memikirkan fakta itu. Memikirkan keinginanku yang sebentar lagi akan tercapai. Penderitaanku akan sirna. Dan semuanya akan berakhir hanya sampai disini saja.

“aku menolaknya, aku tidak tertarik semua hal yang berkaitan denganmu tuan muda Jung Il Woo.”

Mwo? Apa yang dia katakan barusan? Menolakku. Aku, seorang Jung Il Woo di tolak seorang gadis yang pekerjaannya hanya seorang pelacur. Pelacur murahan. Berani-beraninya dia. Apa dia tidak tahu aku siapa?

Dia melepaskanku dari pelukannya. Aku bisa melihat senyum sinisnya yang mengejekku, merendahkan aku. Dengan tangan dilipat di depan dada dia memandangku dengan tatapan seakan-akan aku hanyalah pria rendahan, pria yang hanya menginginkan seks semata.

Kau menolakku? Berarti kau merendahkanku manis. Ucapku dalam hati

Gadis ini terlalu sombong. Aku masih berdiri terpaku di ruangan ini. Tersadar setelah mendengar derap langkahnya, gesekan antara high heelsnya dan lantai. Tersenyum sinis dan sebelum dia mencapai pintu itu. Aku mengatakan sesuatu yang aku yakini membuatnya shock seketika.

Dia belum mengenalku, dia tidak tahu siapa aku. Jika aku menginginkan sesuatu maka aku harus mendapatkannya. Mungkin untuk saat ini aku belum mendapatkannya namun suatu saat aku akan  mendapatkannya. Secepatnya.

“Lee Hyo-Jin~ssi, aku pastikan suatu saat nanti kau akan datang kepadaku. Merangkak memohon agar aku menerimamu. Dan aku pastikan itu terjadi secepatnya. Ingat itu”

Aku berbalik memandangnya yang entah sejak kapan berbalik memandangku, dengan tatapan ketidak percayaannya itu. Seolah-olah aku tidak akan berani mengatakan ucapan yang seperti itu.

Aku masih mengamatinya, melihat ekspresi terkejutnya yang perlahan-lahan menghilang dan digantikan dengan ekspresi wajah yang seperti biasanya. Angkuh.

“aku tidak takut dengan gertakanmu”

Aku tersenyum, mendekat kearahnya dengan perlahan. Menilai apakah dia akan mundur ketakutan atau berdiam diri di tempat. Aku cukup terkejut dengan keberaniannya itu. dia tetap berdiam di tempat dengan ekspresi angkuhnya walaupun aku tahu sorot mata itu menyiratkan ketakutan. Dia takut namun bertahan dengan egonya untuk menghadapiku.

Aku tepat berdiri di hadapannya. Meraih pinggang kecilnya untuk mendekat, merapat ketubuhku. Harum parfum itu kembali menghantam indera penciumanku. Tanganku yang bebas aku gunakan untuk meraba wajah cantiknya dengan punggung jari manisku. Kulitnya terasa halus seperti bayi.

Aku menyingkirkan anak-anak rambut yang menutupi wajahnya, mengaitkan ke belakang telinga. Membuatku tidak bisa melihat dengan jelas wajah cantiknya. Aku menangkup pipinya dengan tanganku, membisikkan sesuatu di bibirnya sebelum mengecupnya untuk pertama kali dan melepaskan secepat yang aku bisa.

“aku tidak menggertakmu. Bersenang-senanglah manis selagi ada waktu yang kau punya”

 TBC

Note : kaga ada notenya lagi. aku juga bingung mesti bilang apa. Aku suka nov… suka banget! Agak gimana gitu ma candaan Hyo Jin. Hihihihihihihi. Ceritanya penuh intrik dan lika-liku, tapi itu justru yang bikin aku tertarik dan greget. Pasti banyak yang nungguin, karena setiap hari tu pasti ada yang sms, “Onnie, egoistic kapan publish Onn?” aku jawab sebentar dulu. Aku harus melirik dompet dan mengecek isi pulsa dulu baru berani publish FF.. hahahahahahahaha. Ok, bagi yang udah nunggu, selamat membaca, jangan lupa komen yah…

107 responses »

  1. Woyooooo…dah publish lg…
    Bwahahaaa…sayah suka cara hyojin godain eunkyo masa…unyuuuhh…y iyalah jelas bgt hyojin tau…jejaknya ajah k mana2…entu ryujin liat jejak2 bapaknya kagak ye…???heheheee…
    Huwaaa…ni part hyojin ma ilwoo yah…so hot masa…aku selalu suka kata2 novie dalam deskripsiin hal2 yg hot2 gtu…pas…wkwkwk…
    Partnya kurang panjaaaaaaang…mau yg lebih panjaaaaaang…*plak* *reader bnyk mau*
    Ditunggu kelanjutannya…

  2. Yakkk,,,, aku suka banget ama gaya bahasanya, alurnya, intricnya, senangnya,,,
    Kok FF ini dikit banget per part nya  bikin setengah mati penasaran.
    Di part ini aku nungguin ocehan Ryu Jin Gakkk ada , Aksi Jung Soo Oppa gak ada …
    Tapi terganti ma Hyo Jin … tapi tetep masih kurang panjang  ceritanya T___T
    Penasaran ama lanjutannya,,,,
    Ditunggu ya 

  3. Daebak bgt deh ceritanya..
    Bikin gemes aja,
    tapi terlalu singkat ya? Pengen yg agak panjangan, aku ketawa waktu Hyo Jin godain EunKyo eonnie, ketauan nih ceritanya abis ngapain ama Jung soo oppa,hehe

    jung soo oppa ga muncul. Tapi kehadiran Il Woo keren bgt, karakternya gimana gitu. . .
    Ditunggu part selanjutnya^^

  4. Part ini jadi bagian Ilwoo sama Hyojin…
    Crita disini agak2 mirip sama sleep with the devil (santhy agatha), tp gak tau deh lanjutannya….
    Sepertinya di ff ini akan bnyk adegan yg vulgar…tp gak pa2 sih, q suka kok. Hahaha….

  5. Suka suka suka aku suka banget
    Tapi kenapa itu nyonya TBC selalu muncul
    Onnieeeeee aku Penasaran
    #penasaran tingkat akut T_T
    *gigit-gigit bantal*

  6. seneng banget waktu dapet sms dr unnie eunkyo kalo ltd publish dan bonusnya egoistic,, ff yg aku tunggu2 banget…. ٩(*˙▽˙*)۶

    oke baca bonusnya dulu ;D

    ehm pertama agak mengecewakan karena kuraaaang panjang hehe😄 lagi enak enaknya baca eh tbc,nyesek dong?😄
    tp kekecewaan *ceileh* itu tertutupi karena ceritanya bagus banget… geregetan bacanya, makin penasaran gimana kelanjutan antra hyojin sm jung il woo nya.. teruss disini jungsoo nya gak nongol?kemana dia? ._.

    part selanjutnya jangan lama2 ya kalo bisa *maunya* pokoknya ditunggu.. fighting (9′-‘)9

  7. teukyonya mana??? pertanyaan pertama yg terlintas di otakku abis baca part ni..
    tpi aku suka banget konflik antara il woo n hyo jin.. keren..
    tpi part selanjut’a banyakin teukyo ya.. please..

  8. ahhh…kurang puas bcanya soalnya cma sdikit pov eunkyo or leeteuk oppanya
    tpi ini bagus banget gk tau mau koment kyk apa yg pasti cuma bisa bilang suka..
    maaf ku rasa ffnya kependekan mungkin karna ini ff freelance krna biasanya klo bc ff dwp ini pasti slalu panjang..njang…njang tpi itulah yg slalu dhrapkan setiap reader.but ini keren banget kok…aku suka banget…
    dan maaf juga buat author aku bru koment dbbrpa part karna baru aku bc stlah skian lama menghilang dwp ini..jd skalian dpart ini ya…

  9. wuaaa .. aku suka, aku suka >< ide ceritanya beda dari yang lain, walaupun teukyonya gak ada disini tapi part ini keren bangetttt… semangat thor buat lanjutannya ^^

  10. oke part ini ga ada bagian teukyo nya,, tp ini lebih rapi cara penulisannya, ngga bingungin,, alurnya dapet dan ngga terburu2,, deskripsiny dapet, ceritanya tambah seru,, pokoknya top cer,, lanjutannya semoga cepet dan smoga vikos eonni dompetnya tebel biar cepet publish,, huehehehe…. xp

  11. Makin seru aja nih, hyo jin asik banget yang ngegodain eunkyo. Tapi sumpah ya itu si Il woo kenapa otaknya mesum banget? Pervert akut. Keren. Bahasa yang dipakai sama authornya pas banget, apalagi dialog Il woo sama hyo jin, so hotttttttt.

  12. Kyaaaa daebaaakkkk ceritanya..suka sm hyo jin yg godain eunkyo hahhahhaa..salut sm pendirian hyo jin tetep bertahan dr godaan syaitan yg terkutuk *eeh mksdnya dr godaan jung II woo kkkkkk klo aku bakalan runtuh pendiriannya kkkkkkk

    Ditunggu kelanjutan EGOISTIC part selanjutnya mkn seru euy ^^

  13. serius raaammeeeeee…… emosinya dapet banget egonya juga gak salah judulnya “egoistic” bener2 kepala batu semua isinya. keren2…

  14. Huaaaaaa jungsoo mana jungsoo ?

    gregetan ma woojin couple nya makin hooooootttt mereka penerusnya teukyo couple😛

    jiaaaaaaa eonnn namanya juga anak ma bapa pasti mirip sifatnya like father like son sabar ya eonn ga da bapaknya tapi masih ada anaknya

    For authorr nya lanjutin terus ya aku suka ma ff nya agak perverted. Anyway keep writing and FIGHTING😀

  15. Inti cerita sih yg mirip. Di Sleep with the devil intinya juga tentang balas dendam gitu trus si cow suka sama si cew. Cowoknya juga dingin, kejam, maniac sex dan obsesi bgt buat nidurin si cew.

    • Tadinya mau aku buat gitu. Pas udh berjln ke part 6 aku mikir kok jadi mirip novelnya santy agatha iya. Nanti di part 5 pasti ngerasa beberapa adegan sama kayak di arsas.

  16. Huaah ga ada ryujin yg galau, teukyo juga ga adaaa. Tapi ada jung il woo si malaikat tampan. Kya kya~ aku juga nungguin ff ini…. Saya selalu setuju ama vika unnie. Uda bagus. Ceritanya makin komplek. Tapi tapi tapi kurang panjanggggggg. Bisa dipanjangin lg ga? #abaikan

  17. Yuhuu publish jga,,
    TeuKyo moment ny kgx ad noh,
    krang panjang critanya eonn, keke
    klo bsa c tiap part smua cast muncul trutama TeuKyo, hehe
    #plakkkk maunya

    dtggu next part-nya

  18. Hwaaaaa aku baru baca,, ini aq baca’a nyuri waktu istirahat.. Penasaran sm kelanjutan cerita’a..
    Moment teukyo’a mn..??? Next tambahin ya eonn teukyo moment’a.. Tp Secara keseluhuran bagus eonni, aku suka.. Ok, sekarang mau baca LTD dulu..

  19. Lebih mirip ARSAS daripada SWTD.
    aku pengen TeuKyo nya Dominan.
    karna ini blog nya tentang TeuKyo.

    Next Part tetep di tunggu

    • Ne lebih mirip arsas. Mungkin di part 5 ada beberapa scence yang sama di arsas. Aku masukin itu soalnya adegannya so sweet bgttttt…. mian kalo ga suka

  20. Byk yg bilang mirip sm novel ero ya. *baca komen.
    Tp menurut smber yg dpt di percaya, (re:Mita eonnie, bini Choi Minho. *plak), gk mirip kok. Wajarlah kalo ada sdikit jalan crita yg sama. Terinspirasi gak masalah.
    Keseluruhan, aku ska cra pnceritaan dan penyampaian idenya. Aku suka pmilihan kata dan pnyusunan kalimatnya. Bgus.
    request! Teukyo bnyakin ya Nov. Aku tnggu next chap!

  21. Pendek banget eonni..
    Bilang sama penulisnya, yang panjang dong eon.. Biar puas bacanya..haha
    ceritanya bagus, semua ditnggu kelanjutannya, ttg enkyo maupun hyojin..

  22. Q suka semua karakterx,ceritax slow tapi wah. Bkin penasarn yg bca trmasuk q he…

    Tp part ni bnyakx part hyoil y?? Q suka karakter hyojin yg baik hati tp nakal*apaseh

  23. dsni jungsoonya gk ada yaa
    Pnsran apa lg kelakuan ajaib jungsoo pd eun kyo
    Apalagi klo dia tw ada ryu jin
    Hyahhaa
    Tp il woo jg sm mengerikanya sma jungsoo
    Wkwkkw
    Dtunggu bgt lnjutanyaaa

  24. hai hai..
    baru bisa baca ff ini sekarang,,pdahal dri dlu pengen banget tapi suasana hati gak mendukung*curcol*#abaikan
    yuhuu,,lagi2 dibuat terpesona sama teukyo couple^^
    bingung mau komen gmana..
    susah ya jadi Ryu Jin,,karakternya pas,,hehe
    next part jangan kelamaan yakk !!

  25. huaaa ini part il woo sm hyo jin ….
    omo serem banget gertakan’a il woo…. dan
    “buah gak akan jatuh jauh dari pohon’a”
    aigo
    saking keras kpala’a si ryu-jin eomma’a aja sampe kalah debat

    gak sabar tunggu’n part selanjut’a ^^

  26. mantap hyo jin q shock nih ma yg dia lakuin buat balas dendam…. haduh kenapa semua y rata2 hal yg dilakuin ngak tu ma eunkyo n jungsoo or huu jin n sasaran y berbau ngejerumus ke yadong nih otak jadi mikir lesitu n adegan y padaenggoda semua….pusing….. q ngebayangin pasri hyo jin menggoda bgt tu hehehehe…..
    daebak…

  27. Lebih dominan partnya Hyo Jin yak..
    Teuki gak ada sama sekali..
    Tapi gak papa deh..
    Jadi ngerti sama masa lalu dan masalah yg dihadapin sma Hyo Jin..
    Ayo berjuang nak..
    Tuhan menyertaimu..
    Kkkkkk..

  28. kyahahahahahaha HyoJin lucu banget yaa..
    part tentang HyoJin sama Il woo juga bagus banget
    sifat angkuh HyoJin buat Il Woo eeeeerrrr penasaran
    sampai rela ngasih apa aja buat HyoJin.. so sweet >______<
    teruskan sikap angkuh mu HyoJin buat Il Woo penasaran

  29. ahh jadi disini part il woo yang semakin di perjelas daripada di par 1 hehehe
    wkwkwk eunkyo kenak juga ama hyojin LOL
    sifat hyojin nggak beda jauh ama eunkyo kalo masalah cowok begini…

  30. Hwahahaha lucu waktu Hyo Jin godain Eun Kyo.Langsung skak mat haha eiy penasaran ama kisah Il Woo ama Hyo Jin,apa yang bakal di lakuin keduanya.Tambah gemes

  31. Hyo jin jadi orang bener2 daebaaak.
    Bisa2nya di menggoda eonninya kayak gitu
    Apalagi waktu dia nantang il woo bener2 kereeeeeeeeen😀

  32. hyo jin keren bngt ambisius dan cerdik .itu semua dia lakukan hanya untuk orang tuanya debak!! . Karakternya bnr2 bad girl *0*

  33. Whoooaa, ad Jung ill woo oppa…. \o/
    Aigooo,.eun Kyo amp Ga nyadar gitu klo tandanya d mana2… ㅋㅋㅋ
    Eh, Jung soo oppa cmn namanya aja yah yg lwt d part ini😀
    Trnyata hyo jin sm eun Kyo eonnie punya masa lalu yg sama2 menyedihkan😦

  34. Sebegitu kangenkah ryu ama jungsoonim..hadee gimana kalo mereka ketemu dan kyo eoni juga ada disana..
    Uwoooo suka gaya(?) hyojin godain eunkyo eon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s