TeuKyo Couple : Loving U (Part 2) *PG*

Standar

loving u

Author : Ikha068

 

                Jung Soo dan Seera berjalan berdampingan menyusuri tepi pantai dengan kaki telanjang.

“Jung Soo ssi, aku harap kau membicarakannya lagi dengan nenekmu masalah tempat tinggal kita setelah menikah nanti.” Ujar Seera disela langkahnya.

Jung Soo hampir mendengus. Memangnya siapa yang mau menikah denganmu? Bathinnya.

“Baiklah, memangnya kau ingin tinggal dimana?” tanyanya dingin tanpa menoleh sedikitpun.

“Setidaknya walaupun masih di Mokpo, jangan serumah dengan sepupu-sepupumu itu, kita butuh privasi untuk membina rumah tangga, benar kan?”

Seera menoleh, berharap Jung Soo seantusias dirinya menganai perjodohan ini, sayangnya Jung Soo tetap tidak bergeming. Pria itu jauh lebih dingin dibanding saat dirumah tadi.

“Akan kuusahakan bicara dengan halmeoni.” Jawabnya kemudian menghentikan langkahnya. Matanya menatap Eun Kyo dan Donghae tengah berlarian di air laut, tertawa bersama dan sesekali berkejaran dalam air. Tahu-tahu tangan Jung Soo sudah mengepal menahan geram.

“Wae?” tanya Seera, melambaikan tangannya didepan wajah Jung Soo.

“Aku akan mengantarmu kembali kerumah.” Jung Soo menarik tangan Seera kembali menuju ke rumah. Mengindahkan keterkejutan Seera yang masih kebingungan dengan sikap Jung Soo yang sulit ditebak.

 ***

                Tepat saat Seera dan Jung Soo kembali ke rumah, Nyonya dan Tuan Kim sudah bersiap menaiki mobil dan berniat menjemput Seera dipantai. Seera segera menghampiri dan menghempaskan tubuhnya di jok belakang, kesan pertama yang ia dapat yaitu…Jung Soo adalah pria yang tidak menyenangkan sama sekali. Ia kesal dan ingin segera pergi dari sana, berharap Jung Soo mengejarnya ke Seoul dan melamarnya dengan tegas. Ya, tipe-tipe pria seperti itu yang Seera harapkan. Dan ia ingin Jung Soo memperlakukannya lebih baik lagi.

“Kami permisi Nyonya Park.”

Nyonya Park hanya melambai ke arah mobil mereka yang melaju dijalanan.

“Aish, apa yang terjadi dengan Seera Jung Soo~ya?”

“Jung Soo~ya?!”

Nenek itu kelimpungan, baru saja mobil itu melesat meninggalkan halaman, Jung Soo pun ikut menghilang dan bayangannya sudah mengecil berjalan tergesa menuju pantai.

“Jung Soo~ya, aish…anak itu!!!”

“Anyeong halmeoni…”

Hampir saja nenek tua itu menjerit saat Eun Kyo datang dengan keadaan basah kuyup.

“Yak! Kau mengagetkanku saja. Cepat ganti bajumu, lain kali jangan pakai baju terlalu tebal Kyo~ya, kau akan kedinginan…yak!!! jangan lewat depan, Jung~a…berikan Eun Kyo handuk!!!”

Eun Kyo sudah berlari melewati ruangan demi ruangan, meninggalkan ceceran air di lantai. Nenek tua itu berdecak dengan kelakuan cucunya itu. Memang membuat pusing karena terlalu banyak yang tinggal, tapi itu adalah kemauannya. Itu resikonya.

                Jung Soo tidak menemukan Eun Kyo maupun Donghae dipantai, ia yakin betul yang ia lihat adalah Eun Kyo dan Donghae tapi mereka sudah tidak tampak dimanapun. Ia melirik jam tangannya, waktu sudah pukul  7 malam. Eun Kyo tidak mungkin masih dipantai, ia memutuskan untuk kembali kerumah.

                Jung Soo kembali dengan wajah yang ditekuk, ia memilih segera membersihkan seluruh tubuhnya. Setelah mandi dan berganti baju, pria itu membiarkan pintu balkonnya terbuka, ia sedikit kegerahan karena AC dikamarnya rusak dari kemarin. Samar-samar ia mendengar suara gadis yang tertawa-tawa dari arah balkon, penasaran, Jung Soo pun berjalan pelan keluar.

Jung Soo melihat Eun Kyo tengah asyik dengan ponsel ditelinga.

“Aku diajak Oppa-ku besok, kami akan pergi bersama dari rumah. Kau tidak usah menjemputku…kami berangkat sekeluarga. Ahahaha… kau bilang apa? Baiklah…sampai besok!”

                Eun Kyo mematikan ponselnya dan berlalu kembali kekamar tanpa menutup pintunya. Ia sudah mengunci pintu kamar jadi Jung Soo tidak akan masuk sembarangan lagi, tanpa ia ketahui Jung Soo membuka teralis pintu besi yang menghubungkan balkon kamar Jung Soo dan kamarnya. Dengan leluasa pria itu masuk kekamar Eun Kyo.

“Kemana saja kau seharian ini?”

Eun Kyo terkejut, ia yang berniat merebahkan tubuhnya kembali berdiri.

“Yak! Bagaimana kau bisa masuk?” teriak Eun Kyo terkejut.

“Sssttt…!!!” Jung Soo mengacungkan kunci teralis pintu pada Eun Kyo.

“Bagaimana kau…?”

“…Halmeoni meninggalkan ini dimeja riasnya, dan aku menyuruh Jung Ajushi untuk menduplikasikannya. Ini punyamu, siapa tahu kau merindukanku saat aku tidur, jadi kau bisa masuk kekamarku.”

Eun Kyo mengerucutkan bibirnya seraya meraih kunci cadangan yang diberikan Jung Soo.

“Ah, kau belum jawab pertanyaanku!”

“Aku hanya keluar sebentar.”

“Bermain sampai malam dengan Donghae kau bilang keluar sebentar?”

Eun Kyo pura-pura biasa saja. “Dia hanya mengajakku ke pasar wisata dan bermain air saja. Katanya ia terlalu sibuk dan butuh penyegaran.”

“Cih, alasan!!!”

“Memangnya kenapa? bukankah seharian ini kau juga pergi dengan calon istrimu itu?”

Jung Soo tersenyum mengejek, dari nada Eun Kyo ia tahu kalau ia sedang cemburu padanya.

“Tentu saja.”

“Ya sudah, jadi kau juga tidak usah ribut seperti itu, pergi dengan namja adalah hak ku!”

Jung Soo kelimpungan, ia tahu Eun Kyo memang tidak bisa diremehkan kalau masalah perdebatan.

“Baiklah, kita sama-sama cemburu, ya kan?” Jung Soo menarik tubuh Eun Kyo dalam pelukannya.”…kau tahu, aku sangat khawatir padamu?!”

Eun Kyo tersenyum dan membalas pelukan Jung Soo. Tangannya melingkar dipinggang pria itu, wajahnya terbenam di dada Jung Soo.

“Aku hanya tidak tahu harus bagaimana jika kau menikah nanti.” Ucap Eun Kyo mendongak menatap Jung Soo, ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan.

“Aku tidak akan menikahi gadis itu. Aku hanya ingin bersamamu sekalipun kita tidak akan pernah menikah. Lebih baik aku tidak menikah seumur hidup daripada harus berhenti mencintaimu.” Balas Jung Soo, pria itu menakup pipi gadis itu, kebiasaannya, kesukaannya.

Eun Kyo mendengus kasar. “Kau tidak boleh seperti itu Jung Soo~ya!” serunya melepaskan tangan Jung Soo dan berjalan menuju balkon.

“Aku serius!” Jung Soo kembali menarik masuk Eun Kyo ke dalam kamar gadis itu dan kembali memeluknya.

“Tapi…kau harus melanjutkan hidupmu. Aku tidak apa-apa.”

“Kau selalu mengatakan itu!”

“Tapi Jung Soo~ya…kau tidak boleh mengecewakan halmeoni. Kau harus menikah!”

“SHIREO!!!” Jung Soo mengeratkan pelukannya. Membunuh segala kemungkinan bahwa ia akan kehilangan Eun Kyo hanya karena mereka adalah sepupu.

“…”

Eun Kyo tidak menjawab, memilih diam, dan sama sekali tidak membalas pelukan Jung Soo. Didalam sana, dihatinya, ia merasakan sakit yang lebih dalam lagi, lebih sakit dari yang ia rasakan saat Kyuhyun memutuskan hubungannya.

Tiba-tiba Jung Soo melonggarkan pelukannya, dan beralih meraih tengkuk Eun Kyo, mendekatkan wajahnya dan meciumnya. Memberikan kecupan-kecupan dipermukaan bibir gadis itu, meminta agar Eun Kyo membalasnya, hingga beberapa saat berikutnya Eun Kyo membalasnya dan Jung Soo semakin memperdalam ciumannya, menarik tubuh Eun Kyo semakin dekat dengan tubuhnya.

Tanpa sadar, tangan Eun Kyo meraih kepala Jung Soo dan menyelipkan jemarinya diantara rambut Jung Soo, membiarkan sensasi ciumannya terus menjalar dalam setiap aliran darahnya, awalnya terasa hangat tapi lama-kelamaan terasa panas dan menuntut untuk melakukan yang lebih dari sekedar ciuman.

“Saranghae…” ucap Jung Soo disela ciumannya, dan kembali mencium Eun Kyo, kali ini lebih kasar dan menuntut.

Jung Soo merasakan ia tidak boleh melakukan ini, tapi hasrat lain lebih mendominasi hingga diluar nalarnya ia mendorong Eun Kyo ke arah tempat tidur dan menindihnya tanpa melepaskan ciuman mereka, tangan Jung Soo perlahan turun dan membuka satu per satu kancing piyama Eun Kyo. Gadis itu sama sekali tidak memberontak, hanya membiarkan dan mengikuti apapun permainan Jung Soo.

Jung Soo beralih menciumi leher Eun Kyo, tanpa meninggalkan bekas apapun. Jung Soo tidak suka gadis yang terlihat bercak merah dilehernya, ia memilih sesekali menjilat leher gadis itu.

“Jung…Soo~ya, jangan lakukan ini, kumohon!”

Sekuat tenaga Eun Kyo mendorong tubuh Jung Soo hingga pria itu berguling ke sampingnya. Cepat-cepat Eun Kyo mengancingkan kembali semua kancing piyama nya yang terbuka, nafasnya terengah mengikuti alur permainan itu, dan Eun Kyo tersadar disaat-saat mereka hampir melakukannya.

Jung Soo mengusap wajahnya, keringat hampir membuat wajahnya basah. Hanya melakukan skinship seperti itu sensasinya luar biasa, dan jujur saja jika bukan Eun Kyo yang meminta dan jika gadis itu bukan adiknya maka Jung Soo tidak akan mengakhiri permainan itu.

“Mianhae.” Sesal Jung Soo, ia memiringkan tubuhnya menghadap Eun Kyo, gadis itu terlihat sedang mengambil nafas sebanyak-banyaknya.

“Aku tidak tahu mengapa aku tidak menolakmu Jung Soo~ya.”

Eun Kyo memejamkan matanya, kemudian ikut berbalik menghadap Jung Soo.

Pria itu tersenyum. “Kenapa kau terlahir sebagai adikku Eun Kyo~ya?”

Eun Kyo menggeleng putus asa, ia tahu Jung Soo juga menyesal mengapa ia dan Eun Kyo bisa bersaudara.

“Kau tidak ada mirip-miripnya denganku.” Lanjut Jung Soo, ia mengecup kilat bibir Eun Kyo yang masih memerah karena ciumannya. Dalam hati, Jung Soo masih menginginkan yang tadi, tapi ia takut tidak bisa mengendalikannya lagi.

“Mungkin karena aku tinggal dan besar di Seoul jadi aku terlihat seperti orang lain.”

“Kau bisa saja…jangan-jangan kau bukan sepupu ku, ahh…sebaiknya kau memang bukan sepupuku.”

“Yak!!! Memangnya aku mau jadi sepupumu?”

“Kau memang….”

“JUNG SOO~ya!!!”

Jung Soo dan Eun Kyo sama-sama terkejut saat mendengar teriakan neneknya dari luar kamar.

“Cepat kembali kekamarmu!!!” Eun Kyo menarik Jung Soo bangun dari tempat tidurnya dan mendorong punggung Jung Soo keluar menuju balkon.

“Aishh…aku bisa jalan sendiri. Ahh yee…Kyo~ya, jangan sekali-sekali kau mengunci pintu kamarmu! Awas ya!!! Yak! Yak! Yak!”

“Nee…cepat pergi!!!”

Eun Kyo terkekeh saat melihat wajah panik Jung Soo, ia mengintip sebentar sebelum menutup pintu balkonnya. Ia berniat menguncinya tapi mengurungkannya dan berjalan santai menuju tempat tidur, melanjutkan rebahannya yang tidak jadi karena kedatangan Jung Soo tadi.

 ***

Eun Kyo berdiri dengan gelisah didepan cermin, gaun dari Ibu Jung Soo sudah melekat ditubuhnya. Gaun velvet berbahan jatuh diatas lutut berwarna peach tanpa lengan, dengan beberapa manik batu bening dibeberapa tempat, dipadukan dengan heels berwarna silver. Rambut gadis itu ditarik membentuk sanggul dengan membiarkan beberapa anak rambut terjuntai.

“Kau yakin akan memakai ini Eun Kyo~ya?” tanyanya lebih kepada diri sendiri. Selama ini gadis itu terlalu sering memakai kaos dan jeans juga coat yang sudah lusuh. Baginya gaun itu terlalu berlebihan hingga ia berfikir untuk segera menggantinya.

                Eun Kyo terperanjat, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Jung Soo berjalan memasuki kamar itu seolah jutaan kali ia selalu melakukannya. Jas hitam yang membalut kemeja berwarna orange itu terlihat kontras, serasi dengan gaun yang Eun Kyo pakai.

“Jung…Soo~ya, kau…hhaaasshhh…tidak bisa mengetuk pintu dulu ha? Bagaimana kalau aku sedang mengganti baju?” Cecar Eun Kyo kemudian  mendecak kesal dan berniat membuka sanggulan rambutnya sebelum Jung Soo tahu-tahu menahan gerakan tangannya.

“Wae?”

“Sudah cantik seperti ini…” ucapnya dan tiba-tiba Jung Soo memeluk Eun Kyo dari belakang, menghadap cermin.

“Yak! Yak!…apa yang kau lakukan, nanti halmeoni lihat kita bisa digantung.” Eun Kyo mencoba melepaskan tangan Jung Soo yang melingkar juga dagunya yang bertengger manja di bahu Eun Kyo.

“Aku sudah mengunci pintu kamarmu, kau tenang saja. Halmeoni masih di salon, dia memintaku menjemputnya setengah jam lagi.” jawabnya santai, masih tetap memeluk gadis itu.

Eun Kyo memeilih diam, hanya menatap wajah Jung Soo dari pantulan cermin meja riasnya. Pria itu memejamkan matanya dan nafasnya mulai teratur.

“Jung Soo~ya…jangan tidur!”

“Aku hanya sedang beristirahat, rasanya…lelah sekali hari ini. Bau mu nyaman sekali, malam ini boleh tidak aku tidur denganmu? Aku janji tidak macam-macam Kyo~ya…”

“YAK!!! SHIREO…Aku tidak bisa memegang ucapanmu!” Eun Kyo kembali meronta, kali ini Jung Soo sengaja melepasnya dan membalik tubuh Eun Kyo.

“Kau belum pakai lipstick Eun Kyo, jadi aku tidak akan mendapat makianmu untuk ini…”

Belum sempat Eun Kyo menolak, Jung Soo sudah terlanjur mendaratkan ciumannya di bibir Eun Kyo dan disekeliling wajahnya. Berkali-kali hingga pria itu hampir merusak semua make-up gadis itu. Eun Kyo menoyor kepala Jung Soo dengan telunjuknya hingga ciumannya serta merta terlepas.

“Jangan coba-coba menambah pekerjaanku dengan merusak make-up ku Jung Soo ssi!”

Eun Kyo segera mengambil tissue dan membersihakn wajahnya, menambahkan bedak dan sedikit lipstick dengan warna pink. “…Kau masih ada perhitungan denganku atas ini!” ancam Eun Kyo seraya berlalu keluar kamar, meninggalkan Jung Soo yang salah tingkah, menggaruk tengkuknya gugup.

“Salahmu terlalu cantik malam ini.”

 ***

Eun Kyo terlihat kaku dan malu-malu saat memasuki aula hotel yang didekorasi sedemikian rupa menjadi ruangan bertema klasik dengan lagu mengalun merdu. Lengannya tanpa sadar terus bergelayut dilengan Jung Soo, ini untuk pertama kalinya ia datang ke tampat ramai setelah setahun berada dalam kesunyian.

“Aku mau pulang saja Jung Soo~ya.”

Pria itu menoleh dan hampir terbahak. “Lucu sekali.”

“Oya, ini semua karyawan dan klienmu?”

Jung Soo melengkungkan senyum bangga dan merangkul bahu Eun Kyo. “Tentu saja, aku ini tamu kehormatan.”

“Cih! Sombong sekali kau.” Eun Kyo mencubit perut Jung Soo dan segera meninggalkannya menyusul para sepupunya yang berjalan lebih dulu. Belum sempat Eun Kyo merangkul Min~Gi, ia menoleh dan mendapati seseorang yang sangat ia hindari selama ini, bahkan seumur hidupnya kalau bisa.

Tubuhnya nyaris melorot ke lantai jika saja ia tidak berpegangan erat pada Min~Gi.

Cho Kyuhyun. seorang pria yang telah membuatnya hampir kehilangan nyawanya beberapa kali, pria yang membuatnya mencintainya terlalu jauh hingga ia jatuh dan terpuruk terlalu dalam kemudian saat berpisah semuanya menjadi mimpi buruk yang berubah nyata.

“Wae Eun Kyo~ya?”

Mendnegar nama Eun Kyo, pria yang sedang asyik berbincang itupun menoleh cepat, impulsnya masih sama dengan setahun yang lalu. Bukan karena apapun, bukan karena terlalu bersalah, tapi pria itu masih terlalu cinta bahkan untuk sekedar menutup telinga atas nama mantan kekasihnya itu.

Mata mereka bertemu, tatapan terkejut itu terpaut dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Buru-buru Eun Kyo melepaskan tangannya dari Min~Gi dan berlalu keluar aula dengan tergesa. Keringat dingin tiba-tiba menjalar diseluruh tubuhnya. Kyuhyun tahu, gadis itu tidak seharusnya seperti itu. Walaupun semuanya sudah berakhir, ada baiknya mereka tetap biasa saja. Mungkin disini Kyuhyun lebih terlihat kepada terlalu merindukan gadis itu. Pria itu menyusul Eun Kyo keluar aula.

“Eun Kyo~ya!” Kyuhyun berusaha untuk mengikutinya hingga gadis itu menghentikan langkahnya, disebuah lorong menuju toilet.

Eun Kyo belum berbalik, ia mengepalkan tangannya erat, terlalu sakit jika harus melihat wajah itu lagi. Tapi ia berfikir, jika ia terus menghindar maka selamanya ia tidak akan bisa melawan rasa itu, rasa sakit saat melihat pria itu. Perlahan Eun Kyo berbalik dan memasang wajah datarnya.

Kyuhyun sedikit terhenyak, gadis itu bahkan puluhan kali lebih cantik dari sebelumnya apa lagi untuk jarak sedekat itu, entah apa yang membuatnya seperti itu?

“Wae?” tanyanya dingin.

“Kenapa kau pergi…ng…begitu saja?” Tanpa basa-basi Kyuhyun langsung melontarkan yang ingin ia ucapkan.

Eun Kyo mendelik kemudian menarik nafas. Hatinya rindu, terlalu rindu tapi rintu itu seakan terhalang sekat luka yang terlalu parah hingga Eun Kyo tidak tahu meletakkan kerinduannya pada bagian hati sebelah mana.

“Kau tidak lihat, ini jalan menuju toilet. Tentu saja aku mau ke toilet.”

Kyuhyun mendecakkan lidahnya, ia tahu mana mungkin ada orang yang tiba-tiba ingin ke toilet setelah melihat wajahnya, kecuali orang itu ada masalah dengannya baru bisa dipermasalahkan. Lalu apa salahnya jika tidak usah menghindar, itu yang Kyuhyun mau.

“Lima tahun itu bukan waktu yang singkat, aku tahu semua tentangmu dari mulai yang sekecil debu sampai sebesar gunung. Jadi jangan coba untuk mengelak. Kau tahu…” Kyuhyun maju satu langkah, mendekat.

“…aku…senang bisa melihatmu.”

Eun Kyo kali ini terlihat kesal, entah kenapa kalimat itu terdengar begitu memuakan.

“Kau senang? Memangnya manusia sepertimu masih punya hati, masih bisa merasakan senang dan sedih? Atau…kau hanya bisa merasakan dua rasa itu saja dalam hidupmu? Apa kau tidak pernah merasakan rasa sakit? Kau senang bisa melihatku, dan kuakui akupun begitu tapi sayangnya…rasa sakitnya malah mendominasi hingga aku tidak sanggup melihat wajahmu terlalu lama, karena terlalu sakit.”

Eun Kyo menjawab berang, ia susah payah menahan air matanya keluar dengan terus menerus menelan ludahnya.

“Kumohon jangan bahas masa lalu. Eun Kyo~ya…berpisah denganmu bukan aku yang mau. Kalau kau mau, aku rela orang tuaku membenciku karena membatalkan pernikahanku dengan Min Rin, tapi…kau tahu kan, ini semua pilihan. Aku bisa apa?”

Eun Kyo berdesis pelan. “Kau memilih menghancurkan aku kan? Kau sudah melakukannya dengan baik jadi apa yang harus kita bahas lagi. Bahkan kurasa pembicaraan kita sekarangpun terdengar tidak penting.”

“Eun Kyo~ya…harus kukatakan berapa kali. Kita memang berpisah tapi bukan berarti aku bisa berhenti mencintaimu!”

“Kau hanya akan membuang waktumu saja. Tidak ada yang kau lakukan kan setelah ini? Kau pikir aku kenyang dengan ucapan cintamu? Kau pikir membatalkan pertunangan adalah pembuktian cinta. Suka atau tidak suka, orang tuamu setuju atau tidak seharusnya jika kau mencintaiku kau tidak boleh memilih berpisah!”

Kyuhyun terdiam. Tidak menyangka, gadis yang ia anggap lemah yang dulunya ia yakini tidak akan berani membantah apapun kini seakan berubah menjadi seseorang yang lain. Apa yang membuatmu seperti ini Eun Kyo~ya?

Kyuhyun sudah tidak peduli lagi, ia terlalu terpojok dan hanya bisa mengutuk diri karena berperan sebagai boneka dikeluarganya. Menikah dengan Min Rin atau Kyuhyun harus keluar dari daftar nama keluarga Cho. Itu pilihannya, dan bodohnya ia malah memilih didetik-detik pertunangannya dengan Eun Kyo, disaat ia sedang terlalu cinta dan terlalu berat untuk melepas, ia memilih melepas sekaligus, tanpa aba-aba, tanpa basa-basi, tanpa clue, tanpa toleransi, bahkan tanpa penjelasan yang logis. Dia pergi setelah mengatakan perpisahan dimalam pertunangannya. Hatinya sakit, perih karena seumur hidupnya ia hanya mencintai satu orang gadis saja dan itu Eun Kyo, gadis yang tidak pernah diinginkan kehadirannya oleh orang tuanya. Alasannya, karena keluarga Park adalah musuh bebuyutan keluarganya dari mulai perusahaan mereka berdiri. Tapi, disinilah cinta diuji…dan Kyuhyun membuat kesalahan dengan memilih melepas cinta, lebih memilih bertahan hidup dan memilih tidak mempertahankan cintanya.

Kyuhyun tahu-tahu memeluk Eun Kyo, mengunci tubuh gadis itu dalam dada dan kedua lengannya dan untuk pertama kalinya, dia menangis dalam pelukan paksa seorang gadis yang telah dia cintai, masih ia cintai dan selamnya akan ia cintai dan sekaligus gadis yang ia sakiti.

Eun Kyo terdiam, jantungnya berdetak seiring isakan demi isakan kecil yang terlantun tidak teratur dari mulut Kyuhyun. Luka yang kering, kembali basah, kembali disilet, kembali tersiram alkohol. Terasa perih, terasa lebih dalam lagi. ia memejamkan mata menahan sakitnya, ada rasa rindu yang amat sangat, ada cinta yang tiba-tiba menuntut kembali tapi ada juga rasa yang lebih mendominasi semua perasaan yang terpeta dihatinya. Mungkin benci, mungkin dendam.

“Kumohon bertahanlah! Akupun bertahan untukmu!” ucap Kyuhyun disela diamnya, sementara air matanya tiba-tiba mengering.

“Eomma terlihat sedikit menyesal karena membuatku seperti mayat hidup. Aku sudah berusaha dengan semua yang kubisa, hingga akhirnya aku memilih pasrah. Dan kau…kau harus tetap bertahan dan melanjutkan hidupmu! Kumohon!”

“Aku masih sangat mencintaimu, apapun yang terjadi!”

 ***

                Jung Soo meraih satu gelas lemon tea dan menyesapnya sedikit, matanya sibuk berkeliling mencari satu sosok gadis. Tapi, berulang kali tatapannya mengintari aula justru yang ia lihat hanyalah puluhan wanita yang tidak cukup ia kenal.

Jung Soo berjalan menuju ke arah sepupunya berkumpul.

“Min-Gi~ya, apa kau melihat Eun Kyo?” tanyanya pelan, ia takut nenenknya mencurigainya.

“Tadi dia bersama kami, tapi kulihat dia ke toilet, ah entahlah…mungkin dia juga sedang mencarimu.” Sepupunya itu sibuk bermain dengan ponselnya hingga ia menanggapi pertanyaan Jung Soo asal-asalan.

Jung Soo meletakkan gelasnya dan bergegas menuju keluar aula, ia berbelok ke sebuah lorong dan…

“Aku masih sangat mencintaimu, apapun yang terjadi!”

Matanya terbelalak. Pikirannya sudah terlanjur acak-acakan seperti benang kusut. Ia berjalan cepat, menarik Eun Kyo dari Kyuhyun dengan sekali gerakan.

“Ada apa ini?” tanyanya sedikit bingung, sebenarnya ia tidak peduli apapun yang terjadi.

Kyuhyun berdeham sejenak dan kembali memasang tampang arogannya. “Jung Soo ssi, tidak baik mengganggu orang yang sedang bermesraan!” ucapnya agak pelan.

Jung Soo menautkan alisnya dan menoleh ke arah Eun Kyo, matanya sembab.

“Jadi sekarang bermesraan itu harus mengeluarkan air mata?”

Kyuhyun membuang wajah dan mendecak secara bersamaan. “Kau tidak ada urusan dengan kami!”

“Kami? Kami siapa..Eun Kyo itu…dia…” dada Jung Soo kembali menyesak, ‘kekasih’ atau ‘adik’?

“…tidak ada yang boleh menyentuh adikku. Kau sudah mencampakkannya, dan  kini kau kembali membuatnya menangis. Kuharap kau turunkan sedikit egomu. Bagaimanapun kita adalah rekan kerja. Aku tidak mau urusan bisnis kita rusak hanya kerana aku membencimu.”

Kyuhyun kali ini terlihat memasang wajah yang lelah. “Aku tidak akan mencampuri urusan itu, dan kuharap kau juga tidak mencampuri urusan hubunganku dengan Eun Kyo. Kami…sudah berbaikan!”

Kyuhyun berlalu santai dan berhenti tepat disamping Eun Kyo. “Kumohon pikirkan permbicaraan kita!”

 ***

BRRAAAKKKK!!!

Jung Soo menutup pintu kamar Eun Kyo cukup kuat, ia segera menguncinya. Eun Kyo tersentak dan hampir menjatuhkan sisir yang sedang ia pakai.

“YAK! Kau tidak bisa pelan-pelan ha?” Eun Kyo mengurut dadanya yang serasa mencelos.

Jung Soo tidak menjawab, wajahnya kaku. Urat-urat wajahnya terlihat membiru.

“APA KAU SUDAH BUTA? UNTUK APA BERBAIKAN DENGAN DIA?” teriak Jung Soo sudah tidak terbendung.

“Apa…maksud…”

“…Dengar Eun Kyo, aku tidak suka kau kembali berbaikan dengan namja itu. Aku tidak suka kau dekat dengan siapapun, dengan mantan kekasihmu, dengan temanmu Donghae, atau dengan siapa saja…siapa saja namja yang membuatmu tertawa atau menangis, aku tidak suka!”

“Siapa yang berbaikan?”

“Jangan mengelak! Aku tahu, kalian menangis karena sama-sama meluapkan kerinduan kalian. Aku tidak tuli, dia bilang dia masih mencintaimu. Dan apa yang kalian bicarakan sampai kau diam membeku seperti patung saat dia memelukmu? Seharusnya kau mendorongnya dan kembali ke aula…apa yang kau pikirkan? Dia sudah menyakitimu!!!”

“Jung Soo~ya, dengarkan aku dulu…aku dan…”

“…Aku tidak mau dengar penjelasanmu, mulai sekarang kau tidak boleh berhubungan dengan siapapun! Dia itu penipu. Mana ada orang yang mau tunangan masih menyatakan perasaan? Kau tuli atau buta? Atau tidak punya otak?”

Eun Kyo menarik nafas panjang. Kenapa dengan pria ini? Sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang ingin dia jelaskan, faktanya…semua yang Jung Soo bicarakan itu salah dan mulutnya terlalu lancar memaki Eun Kyo. Gadis itu pun masih punya perasaan, terlalu cemburu juga kadang membuatnya kesal.

“Yang pasti aku masih punya hati untuk tidak merah-marah tanpa alasan seperti kau!” jawab Eun Kyo pada akhirnya, tatapannya terlihat begitu terluka. Ia berjalan agak cepat dan menubruk bahu Jung Soo sebelum akhirnya ia membuka kunci kamarnya dan berlari sekuat tenaga menuju pantai. Dipantai, hanya dipantai ia bisa melakukan apapun.

Hari sudah terlalu malam untuk pergi keluar sendiri, apalagi seorang gadis, tapi dilema yang ia pikul terlalu berat hingga yang ia butuhkan adalah sendiri.

Kenapa…cinta yang aku dapatkan selalu diimbuhi dengan berjuta sakit yang besarnya hampir sama?

 ***

Eun Kyo terdiam di atas ayunan tambang yang ia pasang terikat dengan dua pohon kelapa. Matanya menerawang menuju ke hamparan air laut yang terlihat lengang. Bulan yang bersinar terang memberikan cahaya remang yang dramatis disana.

Pelan-pelan tapi pasti, air mata Eun Kyo meluruh dipipinya. Ada yang sesak didada sebelah kiri, ia meremas pakaiannya sendiri. Apa yang salah? Siapa yang salah? Dan seharusnya bagaimana agar semuanya kembali benar? Jika awalnya adalah karena jatuh cinta, lebih baik aku menghentikannya dan tetap bertahan hidup.

Jung Soo berlarian kesana-kemari, sepanjang pesisir pantai ia lalui untuk mencari Eun Kyo dan memutuskan untuk menuju suatu tempat yang bisa dibilang ‘markas’ gadis itu selama ini. Sedikit ragu awalnya, dan Jung Soo merasa ia terlalu naif untuk sekedar menemukan gadis itu dan meminta maaf, tapi rasa khawatirnya luar biasa hingga kakinya melangkah kembali mendekat ayunan itu.

Eun Kyo tahu, Jung Soo pasti akan kesana dan beberapa detik yang lalu gadis itu sudah menyadari kehadiran Jung Soo ada dibelakangnya.

“Aku sudang tidak mau diganggu.” Ucapnya agak pelan tanpa menoleh sedikitpun.

“Ini sudah malam Kyo~ya…” Jung Soo berusaha selembut mungkin. Perlahan ia mendekat.

“Apa pedulimu?”

“Kumohon…aku…minta maaf dan jangan marah lagi. kita pulang sekarang, kajja!” Jung Soo menarik tangan Eun Kyo dan ditepisnya dengan kasar.

“Apa kau tuli? Kubilang aku sedang tidak mau diganggu!”

“Yak! Kau ini kenapa? aku sudah minta maaf?!”

“Maaf?” dengus Eun Kyo terdengar getir.

“Nee…harus dengan apa aku minta maaf?  Ya, aku tahu aku keterlaluan, tapi kau tahu kan aku melakukannya karena…”

“…karena apa? Karena kau tidak ingin aku bahagia?”

“Siapa bilang? Jadi sekarang kau tidak bahagia?”

Eun Kyo turun dari ayunan, dia menyilangkan tangannya didepan dada. “Memang kau pikir bahagia jika mnecintai orang yang tidak bisa dimiliki? Memang aku bahagia berharap tanpa kepastian padamu? Memang aku bahagia kau selalu memarahiku, terlalu khawatir padaku? KATAKAN! AKU BAHAGIA ATAU TIDAK???”

Jung Soo terdiam, ia sadar seberapa berat beban gadis itu, seberapa jauh ia bertahan, seberapa sabar sesungguhnya dia.

Jung Soo berniat meraih tangan Eun Kyo namun lagi-lagi dia menepisnya.

“Wae? Apa aku terlalu berlebihan hingga kau semarah ini?”

Air mata Eun Kyo kembali meluruh, mulutnya masih diam dan tangannya sibuk menghapus air matanya sendiri. Tanpa kata, tanpa senyuman Eun Kyo beranjak dari sana, masih dengan air mata yang membanjiri pipinya begitu deras.

“Eun Kyo~ya!”

 ***

                Jung Soo mengerang tertahan, melampiaskan geramnya, sendirian, masih ditepi pantai dengan pikiran yang tidak jauh lebih baik. Kesal, entah pada siapa tapi yang jelas ia masih gamang dalam menebak apapun yang terjadi, tentang perasaannya, tentang masalah yang dihadapinya, dan tentang salah paham yang terjadi. Lagi-lagi ia mengutuk diri. Ia tahu, semua masalah asalnya dari cinta, tapi siapa yang mau menyalahkan perasaan itu. Terlalu mustahil.

“ARGH!!!” Teriak Jung Soo seraya mengacak rambutnya frustasi.

Matahari sudah hampir terbit dan namja itu masih tetap berada pada satu spot terakhirnya bersama Eun Kyo. Disisa malamnya, sepulang dari pesta dan setelah pertengkarannya dengan Eun Kyo, pria itu masih enggan untuk beranjak bahkan ia tidak peduli seberapa banyak teriakan dan langkah frustasi yang ia lakukan hingga akhirnya fajar keluar dari persembunyiannya menyambut hari, menyingsing malam dan menggantinya dengan cahaya.

                Jung Soo merasakan ponselnya bergetar, entah sudah keberapa kalinya yang jelas kali ini terasa seperti hanya sebuah pesan.

‘Jung Soo~ya…Eun Kyo akan segera berangkat beberapa saat lagi. Ada apa ini? Dia terlihat baik-baik saja, bahkan Eomma pun terlihat ceria dengan alasan Eun Kyo. Gadis itu, penipu ulung…tapi sayangnya aku tidak bisa tertipu, aku tahu…dia ada masalah denganmu. Cepat kembali jika kau masih ingin dia tinggal disini!’

Jung Soo mendecakkan lidahnya, pesan dari ajhuma termuda-nya itu sedikit banyak menohoknya. Belum sempat matanya terpejam, ia sudah kembali mendapat kejutan bagus. Langkahnya bergegas pulang.

 ***

TBC

Note : aduh aku suka bangeeeeeeeetttt. Akhir-akhir ini kebanjiran FF yang membuat aku deg-degan gila bacanya jungkir balik. Kamu tau banget apa yang aku suka, skinship itu, bahahahahahahahahaha. Terima kasih udah bikinin aku FF yang sedahsuat ini. Konflik yang sangat pelik tapi bagi aku itu menantang banget. Akan selalu menantikan bagaimana Jung Soo mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan perasaan yang menginginkan akhir bahagian dalam pernikahan. Aku ngawur! Pokoknya aku sukaaaaaaaaa

26 responses »

  1. wah udh ada yg curiga dgn mereka.. smoga harapab jungsoo klo eunkyo bkn sepupu y terwujud, biar g ada penghalang lg buat hubungan mereka… eonni ky y hrs PG17 bkn PG aja..

  2. Hahaha aq ketawa-tawa gaje baca’a..
    Itu manis bgt,, tp apa itu..??? Yak cho kyuhyun ngapain km muncul lg..?? Aq kan sudah menyuruhmu untuk diam dirumah dan jangan mengganggu hubungan orang lain lagi #plakk
    Keeerrrreeeennnn eon,, tp kyu jangan dibuat jahat banget yahh,, kasian suami aku.. Yah selingkuhan sama suami aku rebutin eunkyo dong #ditabokeunkyo..
    Daebaaaakkkkkk poko’a ^^

  3. Salam kenal dulu ama authornya😀
    sukaaaaaaaaaaa deh, kisah cinta antara sepupu
    whuohohohoho skinshipnya CETAAARR bgt lol
    ayok park jungsoo pertahankan cintamu, gpp jg kan nikah ama sepupu, asal gk nikah ama sodara kandung buahahaha
    aku tggu part selanjutnya ^^

  4. Huaahhh, rumit ya.
    Baru sembuh dari patah hati karena ditinggal calon tunangan, eh jatuh cinta malah sama sepupu dan parahnya sepupuhnya dijodohin sama orang lain. Belum kelar masalah mantan udag datang lagi. Ck, cintanya eunkyo terlalu rumit. Eh, tapi semoga aja doanya jungsoo terkabul kalau mereka memang bukan sepupuh. Itu calonnya jungsoo kegeeran banget ya, belum apa-apa udag banyak maunya. Skinshipnya, bikin suasana tambah geraahhh, untung eunkyo langsung tersadar kalau ga bisa tambah hot.
    Ditunggu ya next part-nya.

  5. rumit. Kasian eun kyo, ketemu sama kyuhyun yang membuka luka lama kembali. Dan gak bisa terlalu berharap hubungan’y dengan jung soo juga. Tapi aku berharap apa yang jung soo katakan benar, kalo mereka mungkin saja bukan saudara sepupu kandung.
    Penasaran lanjutan’y, gak sabar nunggu part 3.
    Fighting🙂

  6. Nah loh, jung soo oppa emang napjong bgt kalo ngeliat eun kyo eonnie. Skinshipnya seru bgt, hampir aja. . .oppa2 ga nahan bgt yak kalo deket2 eonnie*geleng2 kepala

    Suamiku tersayang benar2 nista disini#colek Kyuhyun. Biarin Eonnie ama Jung Soo oppa deh, kamu ama aku aja chagi#ngarep

    Konfliknya makin rumit, udah ga sabar aja nunggu lanjutan ceritanya.
    N seperti biasa karya author keren, bikin aku gemes>_<

  7. salam kenal juga pemirsah… thanks bgt ya comment nyaaa…#kecup satu-satu… hehehe…
    eonni gomaweo udah publish yg ini. hahaha…
    dan dan dan yaaaa… ng…yg bilang calon Jung Soo keGRan sumpah aku ngakak banget mbak bro karena calon Jung Soo adalah namkor saya… hahaha.. #ngakak guling-guling… but gomaweo yaa semuanyaaa… #bow

  8. DAEBAK…
    seru abis ni ff deg2an trs pas baca serasa nonton beneran…

    klu dpikir2 kt jungsoo dia ama eunkyo wajahnya g mirip, jgn2 mereka bukan sepupu kandung…moga aja bukan sepupu biar mereka bs menikah..

    dtunggu next part jgn lama2 ya…

  9. kereeen
    sampai saia bingung mau komen apa
    alurnya lumayan rumit secara jatuh cinta pada sepupunya sendiri. terus disini eunkyo selalu tersakiti mulu, poor eunkyo #hugeunkyo😀
    baiklah daripada komennya nggelambyar saia tunggu sajo kelanjutannya dan kejutan2 dari FF ini ^^

  10. huaaaaaaa
    kisah cinta hankyo sma jungsoo oppa selalu rumitt
    dan menyiksa hampir di semua ff eonni..
    bikin yang bca” penasaran sm klnjutan’a….
    oppa pertahankan cintamu sama eunkyo..

    semangatttt

  11. Waaahhhh tambah seru aja………🙂
    Mudah2an jung soo ma eun kyo bukan sepupu…. Penasaran lanjutannya….. Ditunggu part berikutnya……….🙂

  12. keren.. aku blom sempet baca part 1’a..
    tapi udah bisa ngebanyanginlah.. kisah cinta yg rumit antara sepupu.,,
    lanjut donk.. bikin penasaran ma sikap apa yg bakal di ambil jungsoo..

  13. kasian deh ma nasib y eun kyo,,,, udah cinta y ngak bakal kesampaian krn cinta ma sepupu y ditamah ketemu cinta masa lalu y yg nyakitin dia CHO KYUHYUN n mana ngajak balikkan lagi…..
    jungsoo jug nak bisa ngontrol emosi y pake marah n teriak gt ke un kyo y….
    eun kyo y mau pergi kemana???

  14. Oppa tahan emosimu , jangan terlalu emosi kayak td , .
    Gara gag bisa nahan emosimu , eun kyo mau pergi kan skrang .
    Terus , gimana kalau eun kyo pergi ?

  15. aduuu authoor sesak napas sya… cinta memang hrus berliku gtu ya?? waaa cho evil menangis demi seorang wanita, eunkyo eonni kajimayo!! jungso oppa, katakan sja bhwa kau mencintai eunkyo biarkan dunia tahu bhwa dia adlah wanitamu berhenti menyiksa hatimu spt itu, eeo??

  16. akhrnya ada skinshp yg sweet. . .
    hm.. jung so trnyata ckup agresif jg..
    ingat oppa,st udah punya clon sndri..

    kasian bnget si eunkyo. .
    selalu jd yg trskt. .
    pa lg it kyu, jangan merusk suasana. sana sana bkn ksh cnta sndri. jangn ganggu teukyo. . ckp halm0nie dan sera sja.. it jg sdah bnyak. .

    part2 menggalau lagi. . .
    hm GALAU

    author. . . DAEBAK

  17. Aigoo, konfliknya benar-benar, jung soo di jodohin, eun kyo yg deket walau cuman teman sama donghae tapi mampu membuat jung soo cemburu, kyuhyun yang ternyata masih mencintai eun-kyo, dan sekarang eunkyo mau pergi? Aaa next next~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s