TeuKyo Couple : EGOISTIC (Part 3) *PG*

Standar

egoistic

AUTHOR : NOVI (Lavender)

Hati adalah

bagian yang paling terkuat dari seorang manusia

Karena selalu ada ketulusan

Namun terkadang

Hati juga bisa menjadi sangat lemah

Begitu mudah patah

Karena dia, cinta.

 

Jung-Soo POV

“tuan 1 jam lagi rapat di perusahaan Kwon akan dimulai”.

Aku hanya menganggukan kepala ketika sekretaris Kim  memperingatkan aku akan agenda hari ini. Aku telah menyiapkannya dengan matang dan seperti biasa aku harus memenangkannya.

Saat perjalanan, di dalam mobil yang dikendarai oleh supirku berhenti. Lampu merah.  Pandanganku tertuju pada sebuah bangunan sekolah yang berada tepat ditepi jalan. Bangunan yang memiliki halaman yang sangat luas. Di halaman tersebut terdapat beraneka macam mainan anak-anak. Ada sebuah pohon yang sangat besar dan tua, dibawahnya ada kursi-kursi yang sangat kuno namun entah mengapa terlihat elegan bila disandingkan dengan pohon tua itu.

Aku iri melihat murid-murid sekolah tersebut bermain dengan riang tanpa ada beban satupun, yang mereka pikirkan hanyalah bermain dan bermain. Dunia anak-anak hanyalah bermain, seperti itu kira-kira yang tertulis dibuku yang pernah aku baca.

Apakah jika pernikahanku dengan Eun-Kyo saat ini baik-baik saja, aku akan memiliki anak-anak yang menarik seperti mereka? Lucu dan menggemaskan. Khayalku.

Mataku terfokus pada satu anak laki-laki yang hanya sendiri. Dia hanya terdiam, tidak melakukan apa-apa dengan mata tertuju kedepan, kearah sekelompok anak-anak yang tengah berlari-larian disekitarnya.

Ada apa dengannya? Kenapa dia tidak bermain dengan yang lainnya?

Aku mengamati gerak-geriknya, entah mengapa hatiku terluka melihatnya sendiri seperti itu, ingin bergerak turun dari mobil berlari kearahnya dan memeluknya. Mengatakan jangan bersedih. Seperti..seperti seorang ayah yang melindungi putranya.

Mengapa aku bisa berfikir seperti itu disaat seperti ini? Aku memegang rambutku dan secara tak sadar mengacak acaknya hingga tidak beraturan. Frustasi? Iya aku frustasi, baru tadi pagi aku bermimpi tentang dia –Eun-Kyo- dan sekarang aku berkhayal tentang mempunyai seorang anak? Pasti aku sudah gila.

Aku mengenyahkan pemikiran itu dari dalam otakku. Seandainya waktu itu aku membuatnya mengandung anakku, apakah dia tidak akan pergi dari sisiku? Oh tuhan enyahkan dia dari pikiranku dan khayalan  tak kasat mata itu sesaat.

***

Perusahaan Kwon merupakan salah satu dari  lima perusahaan yang terkemuka, investor maupun kliennya merupakan pebisnis-pebisnis skala internasional. Perusahaan tersebut sangat jarang mengadakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal.

Setibanya di perusahaan Kwon corp entah mengapa perasaanku gelisah tidak menentu. Seakan-akan aku akan bertemu dengan seseorang yang telah lama tidak aku jumpai. Rapat untuk memenangkan proyek ini sudah biasa untukku. Aku telah mempelajari beberapa pesaingku, kelebihan dan kekurangan mereka. Perusahaan Kwon juga sudah biasa menjadi klien perusahaanku, bukan hanya sekali atau dua kali.  Jadi untuk alasan apa menjadi gelisah seperti ini?

Aku disambut oleh seorang resepsionis yang ramah dengan setelan kemeja abu-abu dan rambut yang disanggul kebelakang memberikan kesan rapih.

“Park Jung Soo. Perusahaan Park”

“Direktur  Park telah ditunggu di lantai 44, silahkan akan kami antar” ucap wanita tersebut dengan aksen yang aku tebak berasal dari Mokpo.

“tidak perlu”

Aku berjalan kesalah satu lift yang dikhususkan bagi jajaran dewan direksi perusahaan ini. Cukup baik namun sedikit pendiskriminasian.

Lift tiba di lantai 44, membuka. Aku disambut dengan seorang wanita dimana cara berpakainya sama dengan wanita pertama tadi. Dengan prosedur yang sama memberitahukan siapa aku, pada akhirnya aku berjalan kearah ruangan yang diantarkan oleh salah satu dari mereka.

Kami tiba disebuah pintu yang cukup besar, berwarna coklat dan terlihat tua.

“ini ruangannya”

“terima kasih nona…Baek Sung Ji” aku mengeja nametag yang berada di dada kanannya. Hanya berbasa basi mengucapkan terimakasih karena dia telah mengantarkanku sampai disini. Walaupun aku tahu itu merupakan prosedur yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan.

Sekilas aku melihat rona wajahnya berubah menjadi merah saat dia berlalu dari hadapanku, karena malukah atau terpesona karena baru kali ini ada tamu perusahaan yang memperlakukannya seperti itu. karyawan itu juga manusia, sudah sepantasnya harus diperlakukan seperti manusia agar mereka nyaman bekerja dibawah kepemimpinan kita dan perusahaan. Minimal mereka harus memiliki rasa mempunyai perusahaan tersebut. Itu prinsip ayah yang diajarkan padaku.

Aku membuka pintu besar yang aku pikir terlalu berat, ternyata ringan. Sangat ringan hingga aku bisa membukanya hanya dengan jari kelingkingku saja. Aku disambut dengan interior yang mewah dan artistik. Dengan meja meeting ditengah ruangan, seperangkat proyektor yang menyala dan lukisan-lukisan abstrak yang menarik. Tatanan yang sangat baik, belum lagi warna yang digunakan sangat pas dan serasi dengan furniture furniture di ruangan ini.

Aku duduk disalah satu kursi yang bertuliskan nama perusahaanku. Aku melihat kesekeliling meja, mengamati dengan seksama. Janggal, ada yang aneh dengan tatanan meja yang besar ini. Hanya ada dua deskname disini.

Benarkah hanya ada dua nama perusahaan yang akan mengikuti rapat ini? Aneh, setahuku lebih dari lima perusahaan yang tertarik dengan proyek ini. Aku mengeryit heran.

“Jung Soo~ya senang melihatmu.” Aku menoleh seketika mendengar suara yang cukup berat. Direktur Kwon atau aku biasa memanggilnya ahjjusi. Laki-laki dewasa yang seumuran dengan ayahku. Dia masih terlihat kuat walaupun garis-garis di dahinya menunjukkan jikalau usianya tidak semuda semangatnya.

“aku juga senang melihatmu ahjjusi, bagaimana kabarmu?”

“seperti yang kau lihat, sangat baik. Bagaimana kabar ayahmu?”

“appa sangat bahagia tinggal di Jeju.”

“well, kelihatannya baru kau yang datang. Bagaimana kalau kita…

Brakkk

“mmmaaa..fff…. saya terlambat”

Aku seketika terdiam. Duniaku berhenti berputar, mataku mengarah kepada sosok yang baru saja hadir, seorang wanita yang terlihat sangat lelah setelah berlarian. Aku mengamatinya dari bawah, dari sepatu stilleto hitam tinggi yang dipadu padankan dengan rok hitam pendek yang aku duga sekitar 15 centimeter dari atas lutut dan blouse kuning telur hingga ke wajahnya dengan make-up tipis. Dia masih sama, walaupun sepenuhnya dia telah berubah secara penampilan bagiku dia masih sama. Masih istriku Park Eun-Kyo.

***

Ryu-Jin POV

“hei kau, coba lihat hidungku ini”

Aku kembali ke alam sadarku setelah mendengar suaranya, Kirei. Dia berada di hadapanku dengan beberapa temannya yang lain di belakangnya. Menunjuk plaster yang berada dihidungnya. Separah itukah lukanya? Tapi menurutku itu sepadan dengan penghinaannya selama ini.

“kau masih tidak mendengarkanku Ryu-Jin~ah, kau harus bertanggung jawab karena membuat hidungku berdarah. Aku jadi tidak bernafas dengar benar tahu?”

“tidak mau” hei suara siapa itu, tidak biasanya bukan seperti aku yang berbicara barusan. Datang darimana keberanianku barusan untuk melawan seorang Kirei ini.

Aku beranjak dari tempatku duduk, menghindarinya. Aku lelah dan aku ingin sendiri. Ketika kakiku baru berjalan tiga langkah, aku merasakan sebuah tangan mencekalku. Menghalangiku agar jangan pergi.

“apa kau bilang? Kau harus bertanggung jawab Ryu-Jin~ah”

Aku melepaskan tangannya dari lenganku, berbalik dan menatap matanya dengan tatapan jangan. ganggu. aku. Kemudian berlalu meninggalkannya menuju kelas. Sayup-sayup aku mendengar suaranya yang menghinaku dengan sumpah serapahnya dan tidak aku hiraukan sama sekali.

***

“anak-anak hari minggu besok kita akan mengadakan rekreasi ke taman bunga. Kalian harus membawa appa dan eomma kalian, nanti disana kita akan mengadakan lomba kekompakan antara ayah dan anak. Mengerti?”

“mengerti seongsaenim!!”  teriakku beserta yang lainnya

“seongsaenim, bagaimana kalau aku tidak ikut?”

“waeyo Ryu-Jin~ah?” dengan nada iba seongsaenim menghampiriku perlahan-lahan. Aku masih tertunduk, aku tahu aku hanya akan pergi dengan eomma. Appa tidak akan memiliki waktu untukku seperti teman-temanku yang lain, yang akan datang bersama appa dan eommanya. Bagaimana dengan lomba kekompakan ayah dan anak? Masa aku harus berpasangan dengan noona. Hyo-Jin noona adalah noonaku bukan appaku.

“waeyo Ryu-Jin, kenapa kau tidak ingin ikut acara ini?”

Aku masih tertunduk diam, haruskah aku mengatakannya bahwa appa tidak mungkin datang dan aku adalah satu-satunya anak yang tidak akan ikut perlombaan kekompakan itu. satu-satunya anak yang berbeda. Eomma akan menangis bila tahu  hal ini, dan aku tidak akan membiarkan eomma menangis.

“aku…aku…”

“Ryu-Jin tidak memiliki ayah songsaenim, dia malu karena nanti dia tidak akan ikut lomba kekompakan ayah dan anak. Bagaimana mau ikut lomba jika ayah saja dia tidak punya haha”

Aku mendengar suara tawa seisi kelas, mentertawakanku. Han Kirei… kau mau mencari masalah denganku? Aku melihatnya yang tertawa sangat puas kepadaku tanpa rasa bersalah sedikitpun.  Seketika aku mengambil tas dan beranjak ke pintu.

“Ryu-Jin~ah kau mau kemana?” suara songsaenim menegurku dari belakang, sedkit kaget akan tindakanku barusan.

“pulang!!”

“yak..Ryu-Jin~ah jam pelajaran belum selesai” teriak songsaenim karena aku berjalan dengan langkah cepat-cepat dengan menahan kemarahan. Aku terlalu merindukan appa dan sekarang aku membencinya.

Di halaman aku berpapasan dengan Hyo-Jin noona yang datang menjemputku. Dia berlari kearahku dan memelukku. Entah mengapa hanya melihatku yang sangat kacau noona bisa tahu kalau aku butuh sandaran.

“ada apa sayang, kenapa keluar padahal jam pelajaran belum selesai?”

“pulang, aku ingin pulang noona. Hanya ingin pulang..”

“tapi Ryu-Jin~ah sekolah belum…”

“PULANGGG NOONA, bisakah kita pulang sekarang? Aku mohon!!” aku berteriak, untuk pertama kalinya aku berteriak kepada Hyo-Jin noona. Aku marah.. aku rindu appa.. dan aku ingin menangis mengeluarkan semua rasa yang aneh dan sakit ini kepada appa. Tidakkah mereka tahu aku hanya ingin appa.. hanya ingin dia disini memelukku. Sulitkah itu?

Aku berlalu dari hadapan noona, dengan airmata yang entah mengapa keluar dari tempatnya.

Jangan menangis…jangan menangis.. aku kuat.. Park Ryu-Jin kuat. Tidak boleh menangis. Hanya itu yang terus aku ucapkan di dalam hati sambil terus berjalan menunduk, menyembunyikan tangisku dari siapapun. Melangkah menuju mobil Hyo-Jin noona yang terparkir di depan sekolah.

***

Eun-Kyo POV

Sial… Sial.. Sial..

Aku merutuk sendiri dengan hasil keputusan rapat tadi, ada dua pilihan. Aku dan dia –Jung Soo- mundur atau bekerja secara bersama-sama. Dan sekarang dengan santainya direktur Kwon itu memberikan waktu untuk kami berdiskusi  untuk menentukan pilihan yang akan kami ambil dengan batas waktu dan penggunaan ruangan yang tidak terbatas, baik sekali dia. Tapi untuk apa harus berdiskusi dengan pria yang duduk diseberangku dengan angkuhnya dan menatapku dengan mata tajamnya, tidak akan ada diskusi apapun dengannya tentang proyek ini dan aku tidak mau bekerja sama dengan dia.

“kau sepertinya terlihat baik-baik saja Park Eun-Kyo”

Suara yang terkesan angkuh dan dingin itu kembali terdengar, mata itu melihatku. Manik mataku dari seberang meja. Aku cukup terkejut tadi ketika baru masuk ruangan ini, melihat ternyata dialah sainganku dalam memenangkan proyek ini. Aku tahu dia seorang CEO yang begitu mahir dan kompeten di bidangnya. Ada sedikit perasaan rendah diri bahwa Jung Soo lah yang akan memenangkan persaingan ini. Menilik dari sifatnya yang egois dan keterampilannya, maka bisa dipastikan dia yang akan memenangkan persaingan ini. Namun bukan Park Eun-Kyo jika kalah dengan mudahnya.

“aku tidak ingin bekerja sama denganmu untuk membuat pameran ini, hanya ada dua pilihan kau atau aku” ucapku langsung pada topik permasalahan, aku tidak akan membiarkannya mencampuri urusan pribadiku dengan pertanyaan konyol macam itu. tidak akan aku biarkan dia mencari semua hal tentangku terutama Ryu-Jin. Aku telah menyembunyikan semua dokumen yang berkaitan dengan Ryu-Jin dan aku. Jadi sekalipun Jung Soo membayar seorang detektif handal untuk mencari tahu  tentangku, dia tidak akan pernah menemukan apapun tentang Ryu-Jin. Ryu-Jin milikku, dan selamanya akan menjadi milikku karena dia anakku.

Dia berdiri dengan santainya, tangannya dimasukkan kedalam kantung yang berada disisi celana kain hitamnya. Dia menggunakan setelan jas hitam dengan kemeja abu-abu dan dasi biru gelap menambah kemaskulinan seorang Park Jung Soo. Dengan pakaian apapun dia terlihat jantan.

Aku berusaha tetap menjaga raut wajahku yang angkuh di hadapannya. Walaupun kenyataanya aku tetap terpesona dengannya. Aku tidak akan jatuh pada kesalahan yang sama, dia membunuh appa dan membuatku menjalani hidup dengan semua kebohongan yang keluarganya ciptakan. Aku membencinya, membenci pria yang saat ini berdiri dihadapanku ini.

Dia berjalan ke arahku, menunduk mensejajarkan wajahnya denganku hingga aku bisa melihatnya dengan jelas. Wajah ini, wajah yang aku rindukan. Aku berusaha menenangkan degup jantungku yang entah sejak kapan berdetak dengan kencang. Menghirup nafas dan menghembuskannya perlahan-lahan.

Sial aroma tubuhnya yang bercampur dengan parfumnya mengacaukanku!!

Dia masih betah berdiri di hadapanku dengan wajah semakin dekat, jari telunjuknya membelai wajahku secara perlahan. Dari dahi, mata, hidung dan terakhir bibir. Membisikkan sesuatu disana secara perlahan yang membuatku semakin tidak bisa mengendalikan diriku.

“kau tahu, kita tetap akan bekerja sama sayang. Aku tidak perduli dengan keinginanmu. Ehmm.. Eun-Kyo~ssi, kau tahu sayang, kau cantik sekali hari ini dan begitu….. menggairahkan.”

Dengan cepat dia menangkup daguku dan memberikan sebuah kecupan di bibirku. Aku bisa merasakan dia tersenyum sebelum kecupan itu berubah menjadi panas. Membawaku berdiri, bersandar dengannya dan meja. Meletakkan tanganku di sekitar lehernya agar ciuman ini semakin dalam dan intim. Tangannya sudah merajalela, menyentuh apapun yang bisa diraihnya.

Petualangannya terus berlanjut ke rahang atas, telingaku dan leherku tempat favoritnya dari dahulu, memberikan kecupan-kecupan manis di nadiku membuatku bergetar dengan hebatnya hanya dengan merasakan bibir manisnya yang meraba tiap jengkal kulit sensitifku. Logikaku sudah hilang kemana, yang ada hanya menginginkan sentuhannya di setiap jengkal tubuhku.

Leher adalah salah satu tempat yang paling sensitif dari seluruh tubuhku dan entah bagaimana itu juga menjadi tempat favorit Jung Soo. Dia sepertinya tahu bahwa leher adalah titik kelemahanku dan saat ini dia menyerang titik kelemahanku itu. Membuatku mati-matian harus menggigit bibir agar tidak mengeluarkan desahan yang akan membuatnya semakin bangga karena telah menaklukanku dihari pertama kita bertemu setelah perpisahan yang panjang.

Jung Soo berhasil melepas seluruh kancing blouse-ku mengekspos payudaraku yang masih berbalut bra hitam yang aku kenakan, memberikan beberapa tanda kissmark yang berwarna biru keunguan yang aku taksir tidak akan hilang untuk tiga hari kedepan di belahan dadaku dan bahuku dengan jumlah yang cukup banyak.

Aku dikejutkan dengan bunyi ponsel yang bergetar. Dengan segera aku menjauhkan diri darinya, melepaskan tautan bibirnya dari bibirku dan melepaskan tangannya yang berada di payudaraku. Menggodanya.

Aku mengembalikan pikiran jernihku sebelum mengangkat telepon itu, cukup sulit karena bersamaan nafsuku telah sampai di ubun ubun. Aku menarik nafas dan mengehembuskannya menjauhkan diri dari Jung Soo yang masih betah dengan posisinya dan menatapku seperti singa kelaparan.

“yeobose..”

“eonni, Ryu-Jin eonni…” suara Hyo-Jin terdengar panik di seberang. Ada apa dengan Ryu-Jin? Sesuatu buruk terjadi dengannya?

“ada apa lagi dengannya?” aku mendengar penjelasan Hyo-Jin tentang Ryu-Jin yang berteriak kepadanya ‘ingin pulang’ saat Hyo-Jin menjemputnya dan menemukannya di halaman padahal jam pelajaran belum selesai. Dan Hyo-Jin untuk pertama kalinya mengatakan bahwa Ryu-Jinku menangis, Ryu-Jin menangis untuk pertama  kali setelah kematian eomma. Oh sayang sampai seperti itukah rasa rindumu terhadap pria yang saat ini berada dihadapanku?

Aku masih mendengarkan Hyo-Jin sedangkan salah satu tanganku yang bebas berusaha merapikan kancing blouse ku yang terlepas karena perbuatan Jung Soo tadi. Aku merasakan tangan Jung Soo memelukku dari belakang menyandarkan aku pada dada bidangnya, merapat tanpa celah dengan tubuhnya yang kekar.

Menggenggam tanganku mencegah tanganku untuk merapikan, membenarkan kancing blouseku. Tangannya mengelus perut telanjangku bibirnya kembali berkutat mencium bahuku dan leherku. Naik ke telingaku berbicara dengan suara beratnya yang sangat seksi, membuat nafsuku yang tadinya surut kembali bergairah.

“dari siapa hemm?”

“eonni? Kau dengan siapa? Seorang pria eoh?bukannya kau ada rapat hari ini ”

Aku segera tersadar dari kenikmatan yang Jung Soo berikan padaku, sedikit banyak mendengar  perkataan Hyo-Jin barusan mengenai Ryu-Jin walaupun sebagian besar aku menangkap ketidak jelasan dari perkataanya. Aku akan melanjutkannya di apartment sebelum Jung Soo tahu semuanya tentang putranya yang aku sembunyikan keberadaanya.

“aku akan segera pulang”

Aku memutuskan sambungan dengan Hyo-Jin. Ryu-Jin, ada apa lagi dengannya. Aku sangat khawatir dengan psikisnya. Dia lebih cepat emosi dan terlalu pendiam akhir-akhir ini. bentuk pemberontakannya kah terhadapaku? Ryu-Jin terlalu merindukan pria ini, pria yang dengan tidak tahu sopannya mencumbuiku di ruangan yang jelas-jelas bukan miliknya.

“ada apa sayang?”

Dia masih betah berkutat di leherku dengan tangan mengelus perutku dan satunya lagi di payudaraku, meremasnya dengan perlahan dan lembut menggoda semua titik sensitifku. Pikiranku kacau antara Ryu-Jin dan cumbuan Jung Soo. Aku harus pulang menemui Ryu-Jin, dia membutuhkanku  saat ini. Dia bukan lagi anak TK yang menuruti apapun yang aku katakan.  Aku harus lebih mendengarkan keluh kesahnya dan menjaganya dari lingkungan yang siap kapanpun menyakitinya.

“menjauhlah dariku Jung Soo~ssi. Hari ini kau mengambil terlalu banyak dariku.”

Aku berusaha melepaskan diri darinya dan mengeyahkan tanganya dari tubuhku. Tapi ini semua sia-sia, tenaganya terlalu besar untukku yang bertubuh mungil ini. Dia semakin mengeratkan pelukannya di tubuhku, mencegahku untuk pergi.

“dari siapa telepon tadi? Kau menjadi marah setelah mengangkat telepon tadi”

“bukan urusanmu. Lepaskan aku sekarang”

Dengan tidak rela akhirnya dia melepaskanku dari cengkeramannya. Dengan segera aku merapikan kancing blouseku dibawah tatapan tajamnya yang tidak rela menutup payudara dan semua bagian tubuhku yang privat.

“urusanku karena kau masih isteriku,  milikku”

Aku merapikan diri, memakai lip balm dibibir dan merapikan rambutku yang terlihat berantakan akibat cumbuan hebatnya. Hanya untuk menormalkan diri setelah aktivitas yang tidak sepantasnya di ruangan ini. dia masih terlihat rapih hanya aku yang berantakan disini dengan bekas merah hasil perbuatan pria brengsek ini di sekujur dada dan bahuku.

Aku menanggapi semua perkataanya setelah aku merasa keadaanku sedikit manusiawi walaupun aku tahu, aku tidak akan sama persis dengan aku yang baru datang tadi. Aku seperti seorang wanita yang bermain seks habis-habisan di tempat orang lain.

“bukan. Aku bukan milikmu Jung Soo~ssi.”

“benarkah, apa kau tidak mencintaiku lagi?”

“persetan denga cinta. Aku tidak mencintaimu lagi. Aku mencintai diriku sendiri. Dan akan melindungi diriku sendiri dari semua rasa sakit yang ada di dunia ini”

“lalu bagaimana dengan tanda itu Eun-Kyo~ssi. Akuilah kau juga menikmati cumbuanku barusan kan? Itu terbukti dari kau yang sama sekali tidak berusaha mencegahku, membuatku berhenti. Kau masih mencintaiku sayang”

Seperti biasa dia memojokkanku, menyerangku saat keadaannya memungkinkan.

“berhenti memanggilku sayang!!!” aku menggeram kepadanya, mataku menatapnya tajam. Saat ini aku tidak dapat berpikir logis, yang ada dalam pikiranku hanyalah Ryu-Jin, bagaimana keadaan Ryu-Jin saat ini. Hanya itu dalam benakku.

“ini terakhir kalinya kau memperlakukanku seperti ini Jung Soo~ssi. Terakhir kalinya aku katakan padamu aku. Tidak. akan. Kerja sama. Denganmu.”

Aku melangkah pergi dari hadapannya. Aku mendengar kata-katanya saat tanganku tepat memegang handel pintu.

“aku pastikan kita akan bekerja sama atau perusahaanmu akan pailit segera Eun-Kyo. Kau tidak tahu bahwa direktur yang terdahulu sebelum kau yang menjabat membuat sebuah perjanjian denganku.”

“hidup perusahaanmu ada ditanganku sayang.”

Aku mencengkeram tanganku, membuka pintu dan membantingnya dengan keras hingga karyawan perusahaan ini mengalihkan pandangannya ke arahku, mengehentikan semua aktivitas yang mereka kerjakan hanya untuk menatapku yang keluar dengan keadaan yang sedikit tidak manusiawi.  Persetan jika pintu itu rusak karena ulahku atau aku dicap wanita yang tidak tahu sopan santun sebagai tamu.

Park Jung Soo kau pria yang benar-benar… arrgghh!! Aku berteriak pada diri sendiri. Marah akan perkataannya barusan bahwasannya aku tidak bisa lagi lari darinya.

kau isteriku,milikku…

aku masih mengingat dengan jelas perkatan Jung Soo yang menyatakan aku miliknya dan kenyataan itu tidak akan pernah berubah sedikitpun. Aku bejalan keluar dari perusahaan ini dengan pikiran tentang Ryu-Jin. Prioritasku saat ini adalah Ryu-Jin. Jika nanti aku terpaksa harus melepaskan perusahaan itu, aku akan melepaskannya. Walaupun berat dan itu merupakan peninggalan  terakhir eomma, lambang cinta untuk laki-laki yang telah pergi  meninggalkannya ke alam yang lebih baik dari dunia ini. Aku akan melepaskannya.

Aku harus membicarakan ini segera dengan Hyo-Jin, karena sebagian saham perusahaan itu hak Hyo-Jin. Perusahaan itu milik eomma yang diwariskannya untuk aku dan Hyo-Jin.

***

TBC

Note : kaga ada note lagi sayang…. tai aku suka skinship disini. Ga terlalu berlebihan tapi eeeeerrrrrrrrr, yah biasa klo udah lama kaga dilayanin ya bang ya, kerjaan tiap hari neggalau mulu, ketemu saya seneng bang??

Tapi sedikit iya mengoreksi, POV ryu jin sedikit terlalu dewasa… meski ga mengurangi penilaian saya kamu sudah bikin yang semaksimal mungkin, aku tetep sukaaaaaaaaa banget, terima kasih udah mau bikinin saya FF sayang, meski saya selalu disiksa diawal.. tapi aku tau pasti berakhir manis, kalo kaga berarti dendam ama aku… hehehehehehe. Tiap hari pasti ada yang nanyain ini, aku sedikit sibuk beberapa hari terakhir, mana sering mati lampu juga jadi maaf menunggu lama…

97 responses »

  1. hwaaaaa kerennn eon aku suka,, aku suka..
    Leeteuk oppa kalau saya pikir makin sini makin mesum aja bang.. Terlalu deket sm hyuk nih kaya’a.. #plaakkabaikan
    itu ryujin jangan d bikin menderita lg dong,, kasian tu anak,, menderita banget kaya’a.. eunkyo juga,, kasih tau aja siapa appa’a ryujin.. Kasian kan dia galau terus di ejek tmn”a.. ryujin-ah kasih liat appa mu sm tmn” km.. Mereka pasti iri km punya appa yg tampan pake banget #ditabok kyu.. untuk keseluruhan kerennnn eon.. I like it ^^

  2. Kya kya kyaaaaa…akhirnya teukyo ketemuuuu…emaaaakkk…seneng bener masa sayah…
    Dan dan daaaann…langsung skinship gtuuuuu…oppaaaaa…sayah suka masa kau yg mesum gtu…aaahh…dah lama g dpt jatah begitu ketemu lgsg minta jatahnya y oppa…biarpun tempetnya g banget…
    Y oloh oppa segitunya masa…mana ninggalin bekas bekas berarti pula…so sweet banget masa…
    Pokoknya sayah suka part ini…teukyo banget soalnya…kyaaaa…*jejeritan d kamar*

    Eum tp y tentang ryujin msh kek kmrn yah…terlalu dewasa…g sesuai ma umurnya dy…kl bisa part selanjutnya karakter ryujin dibuat senatural mungkin yah sesuai umurnya…soalnya agak puyeng sayah bayangin anak seumur dy dgn pikiran sedewasa itu…

    Cha segitu ajah cuap2 sayah…sekian dan terima kasih dah dibolehin baca…
    Pokoknya ditunggu kelanjutannya yah…:D

  3. Astaga oppa lama tak bertemu dengan istrimu kenapa kau jadi mesum begitu? Asal nyosor aja. Mentang-mentang istri sendiri dan lagi itu di kantor orang lain.

    Hmmmm, apalagi ya?? Oh, itu ryujin kok pemikirannya ‘terlalu dewas’ ya!!! Kalau di bagian ryujin pov diganti sama author pov kayaknya lebih bagus deg *sekedar saran*. Ceritanya makin seru, emosinya eunkyo pas mikirin anakna juga dapat, walau terganggu sama jungsoo yang napsu abis.

  4. wooaa.aku sukaaa sekali
    Suka sm sikap jungsoo k eun kyo
    Hahaha
    Brsa gmn gt
    Eun kyo siap2 drecokin hdpnya sm jungsoo

    stuju sm fika eon,dsni ryu jin pikirannya trlalu cpt dewasa utk anak seumurannya
    Tp mngkin brangkali krna tekanan bathin jg x ya
    Hehehe

  5. aigooo…. Jung soo, ingat tempat kalo mau berbuat yang ehemmm ^_~ tapi aku sukaaa. Kekeke
    Bener kata vika eonni, pov ryu jin kayak’y agak dewasa. tapi gak apa2, ryu jin tetep yang terbaik🙂
    Ryu jin cepat ketemu sama appa yah… Biar gak sedih lagi.
    Dan eun kyo semoga cepat kembali bersama jung soo, kasian ryu jin.
    Di tunggu part selanjut’y🙂
    Fighting🙂

  6. hwaaa….bagus….banget,,,,
    Ryu Jinnya dewasa ya……
    Tapi koq perasaan part ini sedikittt???????/ hwaaaa penasarann…

    Gimana Ryu Jin????
    Eonniieee… kmu menikmatinya juga ya? wkwkwkwk…
    dan kayaknya Jung Soo op kayak pemain film,,,,kereennnnn…

  7. Eh ciyee Jung Soo oppa kalo ketemu Eun Kyo eonnie napjong bgt,
    ga nahan deh skinshipnya TeuKyo ga berlebihan n bahasanya ga vulgar. Aku suka aku suka. . .
    Ryu jin kasian bgt, hak asuhnya kasih aku ama Kyu aja eon,#plak

  8. Abanggggggg itu kamu baru ketemu ama eunkyo. Baru abang baru !! Astaga udah langsung nyerang aja… Yak Jungsoo pervert !! *slapped* Yassalam masih anak tk udah main bully2an. Hyaa aku jadi nambah kesian banget ama ryu jin.. Tapi semuanya bagus unnie. Saya suka. Next part aku tunggu~~

  9. wew.. aku bingung sebenernya disini statusnya jungsoo sama eunkyo itu apa sih? masih berkomitmen atau apa?? kan kasian ryujin jadinya.. ayo dong kalian cepet balikan lagi.. sabar ne ryujin-ie

  10. Ryu jin cepet ketemu appanya dong ……….. Waduh sedih banget liat ryu jin😦 oenn itu skinshipnya bikin gerah hahahaha padahal udh sekian lama ga ketemu tp ko pas pertama ketemu jung soo langsung begitu ga canggung ?? Gila park jung soo bikin panas suasana😀 di tunggu part selanjutnya

    • hah panas? padahal kan musim hujan hehe..
      tanya eun-kyo eonni, kapan mau ketemuin anaknya yang lucu itu sama appanya.
      ne ditunggu iya part selanjutnya🙂

  11. wah udah mulai ada skinship nya suka..suka..*dsr otak yadong…

    jungsoo makin mesum aja masak bru ktmu lgsg main grepe2 body eunkyo…ckckck…

    lanjuttt…

  12. HuwAaa…makin seru,skinshipx uga terkesan romantis men. Q. Jelas z eunkyo terpesona ma jungsoo yg tampan hohohoho…*geje

    Btw jungsoo oppa klo deket eunkyo eonni bawaanx mesum y?g kenal tempat yg penting ada eunkyo kekekek😀

  13. makin bikin penasaran sumpah!!
    akhirnya jung soo ketemu jg sama eunkyo unnie ;D

    pas partnya ryu jin sampe bikin berkaca2.. huweee kasian..
    yaampun jung soo kalo ketemu eunkyo unnie bawaannya mesum ya? kkk~ tp skinship nya oke kok ;D

    di tunggu next partnya ^^

  14. TBC kurang panjang*plakkk

    aigooo mentang” lama gak ktmuu ,, si oppa klo uda liat eunkyo bwa’an a… kkk~

    aissshh jangann buat ryu-jin nagisss .. Q kasiann
    itu juga guru’a knpa harus ada acara gitu sihh ?? kan kasiaaann

  15. akhirnya teukyo couple jumpa uda nunggu moment ini tp pertama kali jumpa jung soo oppa dah nyerang eun kyo oenni

    cuma 1 cepat publish lg ya…🙂 *readergaktaudiri

  16. skinshipnya OWOOOWW~
    cetar membahana badai halilintar. HAHAHA
    #ditendang

    teukyo sudah mulai panas ni. cuman kurang panjang ni bneran. nextnya agak panjang ya.. hahaha :3

  17. huaaaaa… speechless sama eunkyo yang benar2 mudah tergoda oleh perlakuan Jungsoo.. haha kalo gak ada telepon tadi pasti udah ada kejadian yang iya iya…
    eum aku setuju sama vikoss eonni pov ryujinnya terlalu dewasa buat dia.. tapi overall baguuss….
    can’t wait next part😀

    • haha… mian kurang panjang walaupun menurutku itu udah panjang.
      ne ditunggu iya next chapter
      kapan iya ryujin ketemu appanya? tanya eunkyo eonni aja. :p

  18. Kaya berasa pendek banget bacanya ♉​(‾⌣‾)♉
    Biasanya baca ff fika eon kan panjang2 keke~
    Ngebayangin teuki disini kayanya cakeeeepp banget yah ._.
    Kaya chapter lalu komennya, masih Ryu jin kasian banget (˘̩̩̩.˘̩ƪ)
    Cepet pertemukan dia dg appanya eon (˘̩̩̩.˘̩ƪ) *nangis kejerr

  19. ga tau kenapa yah tapi aku paling suka kalo teukyo couple dah skinskip,,, hihihihi
    bener” gambarin perasaan masing” kaya’a lebih jujur g ada gengsi,,

    tapi teuk oppa liat” napa dkantor orang masih sempet”a,,,
    aduhhhh yadong’a dah akut nih,,,,hahaha

  20. jungsoo yadong banget sih baru ketemu udah main cumbu2 ja,,,, du ngak tau klo ygvnelpon tu hyo jin yg ngomongin tentang anak y….
    kenapa jungsoo pas ketemu kyk gt sikap y padahal sebelum y dia nyari mpe jalang kabut gt n sekarang pas udah ketemu dua y begitu cara ngejerat eun kyo biar sama dia lagi….
    kasian ma Ryu jin y ngak tega n ryu jin dewasa bgt sih….

  21. Adegan skinshipnya bikin envy..
    Kkkkk..
    Ommo Jung Soo-ssi anda terlalu menggairahkan..
    #plakkkkk..
    Ryu Jin dewasa banget sih..
    Apa ga berlebihan yak..
    Sisi anak2nya sdikit berkurang..
    Tp secara keseluruhan FF in daebak..
    Super daebak..
    Kkkkk..

  22. huwaaa~ Ryu jin-ah, kamu sabar banget T-T
    tapi… omona!! Eun kyo eonni sama Jung soo oppa…O_o kalo kayak gini, cepat bersatulah kalian. kasian Ryu jin😦

  23. huaaaaaaaaaaaaaaaaa deg-degan baca part ini
    bayangan saya tentang Junso waktu di ruang rapat itu NAUGTY MAN *lap keringet*
    eeeeeeeerrrrrr Jungsoo kenapa gak di sikat aja sekalian Eun Kyo
    kan meja rapatnya luas tuh kyahahahahaha *mesum*
    tapi kasian RyuJin sampai pulang cepat gitu.. sabar ya nak *elus-elus kepala RyuJin*

  24. aku simpati sama ryujin, mungkin kalo udah gede dia bakalan kabur kali ya dengan tekanan2 seperti itu,
    dan ituu.. omoo.. si oppa langsung nyamber aja gak tau tempat, secara udah 5tahun gak di sentuh *duh mulai deh.haha*
    lanjut baca k part berikutnya..

  25. omo ryujin kasian :(((
    dan akhirnya takdir tetap mempersatukan mereka… ckckckc jungsoo bener-bener segitu rindunya terhadap eunkyo? sampai disuruh bahas masalah prjanjian aja malah digunain buat kesempatan begituan ._.

  26. wow wow
    Melongo pas bagian skinship-nya *plakk
    Keren sih dan gila abis. Di tempat orang, kantor orang. Gue mikirin, loncat kemane tuh otaknya si leeteuk hyung? *diinjek*

    Ehem Ehem
    terlalu tiba-tiba. bakal jauh lebih bagus kaya diselipin adegan drama gtu. ga lngsng nyerang dan cipok membabibuta gtu. biarpun aku ga suka drama yg cengeng, tapi kesan manis sebuah pertemuan harus ada. lima tahun, ga sebentar loh. itu dia kaya bukan ketemu suami, tapi gadun kelaperan *dibakar*

    OVER ALL DAEBAK!
    MAAF KOMENNYA ^^

  27. Aaaaa..suka part ini..walaupun skinshipnya sederhana tp dpt gitu feelnya *plak
    Kasiaan ryujinnya,,,kasih tau aja kenapa eunkyo *dikasihtautamatnanti*
    Semakin bagus crtnya..

  28. Hohoho sekali bertemu Jung Soo langsung aja main skinship kkk tapi kalimatnya masih dalam batas wajar hihi gak berlebihan.Nah loh kasihan Ryu-Jin nya T T

  29. kyo-ya sepertnya tdk bs melupkan cnta x. .
    buat ryu jin semangat ya,jngan sdh lg boch tmpam..
    thor,jangan bkn ryu jin sdh melulu. kasian ryu jin. .
    jung soo oppa bner2 egois..but i like that😀

  30. yg ini agk pendek yah..tapi ngena bnget..cara mngekspresikan kerinduan jung soo aq suka..
    pov ryu jin aq gk pas yah sama umur’y klo kta aku mh….
    menuju part 4»»»»»

  31. ya ampun jungsoo oppa knp kmu harus lbh dulu melakukan hal itu , seharusnya kmu berbicara dulu sama eun kyo bawa dia pulang kerumamu dulu , baru melakukan hal itu ,
    Aku tau oppa kmu sudah merindukan eun kyo sangat , tp jangan terburu2 gitu

  32. akhirnya mereka bertemu lg tapi knp teuk oppa ‘buas’ bnr bkn aku syok *.* tp intinya ceritanya makin seru !! ^^

  33. Ja, si leader knapa main nyosor aja yah?? ㅋㅋㅋ
    Emang apa sih yg dilakuin Jung soo oppa sm eun Kyo smp dy kabur??
    Kasian banget Uri ryu jin…
    Eun Kyo eonnie, lain kali hati2 loh, untung td Ga ketahuan sm yg punya gedung ㅋㅋㅋ

  34. Baru naruh komen di part 3..

    Menurutku, alur pertemuan teukyo terlalu cepat yyah..
    Pengennya sih scene yg lebih genting..
    Kayak marah.marah hebat gitu..
    Soalnya kalo langsung ngambil adegan yg kiss dll, kaya ngeganjel di hati #ciee
    Terus, POV nya Ryu Jin juga terlalu dewasa untuk seumurannya..
    Karena anak kecil ga mungkin ngungkapin kegalauannya dengan se-detail itu kan..
    But, over all semuanya bagus..
    Aku juga suka ceritanya..🙂

  35. pertanyaan q terjwb d’part ini..
    bhwa sttus mreka msih suami istri bukan cerai..
    stelah 5 thun pisah knpa gx ad yg gugat cerai..

    sbner’a ad ap dgn ryu jin..
    jgn bilang klo ryu jin bunuh diri gara” prustasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s