TeuKyo Couple : Let This Die (Part 10) *PG*

Standar

lethisdie-x2

Tap tap tap!

Suara langkah kaki Eun Kyo yang setengah berlari memenuhi ruangan sepi di pagi hari. Ia berlari kecil setelah keluar dari kamarnya tanpa menutup pintu sambil membenarkan letak pakaiannya yang baru saja ia kenakan beberapa detik yang lalu dengan tergesa. Sambil menuruni tangga, ia menoleh ke beberapa sudut ruangan yang bisa di jangkau oleh matanya. Wajahnya melongok ke beberapa ruangan rumah luasnya. Ia terlihat seperti mencari seseorang. Seseorang yang seperti sangat penting hingga ia mengabaikan dua buah kancing baju tidurnya tanpa tertutup.

“Eomoni..”

Teriak Eun Kyo sambil masih mencoba mencari sosoknya. Masih berlari kecil hingga ia lelah dan terdiam di halaman luas depan rumahnya. Ia menghembuskan nafas lega ketika melihat sebuah BMW hitam mengkilat masih terparkir di halaman rumahnya. Ia membungkuk memberikan salam tanpa suara pada seorang lelaki tua yang mengelap mobil itu. Kakinya melangkah kembali masuk ke dalam rumah.

“Kau lihat Eomoni?”

Pertanyaan langsung keluar dari mulutnya ketika melihat Kibum keluar dari kamar tamu yang dihuninya beberapa hari yang lalu. Kibum tidak menjawab, tapi wajahnya mengarah kearah dapur.

Eun Kyo segera berjalan dengan cepat diikuti oleh Kibum di belakangnya. Ia menghirup udara lalu menghembuskannya penuh rasa lapang.

“Eomoni, aku kira kau sudah pulang.”

Eun Kyo mendekat pada mertuanya yang sedikit sibuk di depan kompor gas. Beliau sedang memasak. Tangannya sedikit lambat dan terkadang berhenti sejenak, tidak hapal letak beberapa perabotan hingga harus membuka satu persatu laci perabotan yang ada di atas kepalanya.

“Kau mau ambil apa? Biar aku ambilkan.”

Kibum berjalan mendahului Eun Kyo yang juga mendekat kearah wanita setengah baya itu. Ia ikut membuka-buka laci tersebut.

“Aku ingin sebuah mangkuk, dan dimana wanita tua itu meletakkannya?” gerutu Nyonya Park sedikit gusar.

“Ini.”

Kibum menyerahkan mangkuk yang diinginkan wanita yang kini menjadi bagian dari keluarganya, sejak Eun Kyo menikah dengan Jung Soo. Lalu ia mengisi mangkuk itu dengan masakan yang ada di dalam panci.

“Aku memasak sup kimchi segar untuk kalian. Nasi ada dalam pemanas, lauknya, daging kesukaanmu Eun Kyo~ya.”

Nyonya Park menoleh ke belakang menatap Eun Kyo. Eun Kyo hanya diam. Tiba-tiba saja dia kehilangan kata-kata. Padahal maksudnya mencari mertuanya adalah memberikan penjelasan.

“Eum… kelihatannya sangat lezat.” Kibum menghirup aroma masakan yang masih ada diatas kompor. Perutnya terdengar keroncongan.

“Kalian sudah selesai Eun Kyo~ya?”

Pertanyaan Eomma Jung Soo semakin membuat Eun Kyo membeku tersandar di kursi. Wajah Kibum menoleh ke belakang dan menatap Eun Kyo dengan wajah bingungnya. Nyonya Park menyendok sup itu dan menyuruh Kibum menyicipinya.

“A, aigoo.. kau bahkan belum menyisir rambutmu.”

Nyonya Park berbalik menghadap Eun Kyo, berjalan mendekat dan meletakkan mangkuk sup ditangannya keatas meja. Kalimat yang keluar dari mulut Nyonya Park barusan semakin membuat Eun Kyo gugup dan canggung. Dia merapikan rambutnya dengan menyisir menggunakan tangannya sendiri.

“Kau sudah mandi?” tanyanya lagi.

Eun Kyo refleks menjawab pertanyaan itu dengan sebuah gelengan. Karena dia memang belum mandi. Kibum tersenyum melihat tingkah polos Eun Kyo yang semakin terlihat berantakan. Nyonya Park mendekat dan meraih kancing baju Eun Kyo lalu menutupnya. Bukan sekali dua kali Eun Kyo terlihat aneh seperti itu. Setiap hari sejak ia tinggal di rumah ini, selalu ada hal yang tidak benar yang ia lakukan. Entah itu menyenggol vas bunga, jatuh dari tangga tanpa sebab, lupa membawa kunci kamar, dan banyak lagi kecerobohan yang ia lalukan, seolah tidak fokus.

“Kibum~a, bisa kau tinggalkan kami sebentar? Eoh? Aku mau bicara dengannya. Kopimu ada di ruang depan.” Nyonya Park mendorong pelan tubuh Kibum agar menjauh, dan mau tidak mau Kibum harus meninggalkan mereka. Saat melangkah, Kibum menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang lalu tersenyum. Nyonya Park lalu kembali pada Eun Kyo.

“Katakan padaku, apa ia pernah berlaku kasar padamu?”

Pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar dari mulut mertuanya, membuat Eun Kyo kelabakan menjawab, dan ujunng-ujungnya dia tidak bisa menjawab. Kasar? Apa maksudnya dengan kasar?

“Maksudku saat kalian bercinta.”

Tangan Nyonya Park menyusuri leher Eun Kyo dan semakin turun ke bawah, menyentuh bagian-bagian tertentu yang membuat Eun Kyo menegang. Ia baru sadar maksud dari pertanyaan mertuanya tadi. Dan itu pasti karena mertuanya melihat saat ia mengancing baju Eun Kyo tadi. ‘Oppa, aku akan membuat perhitungan denganmu’. Eun Kyo merutuk dalam hati.

Setelah ia berhasil dipermalukan tadi pagi, dan sekarang ia harus tetap menanggung malu karena apa yang suaminya lakukan meninggalkan bekas. Selalu saja.

“Eomoni, aku. Dia. Aku. Eomoni… kau salah paham.” Eun Kyo mencoba memberikan penjelasan. Aish! Dia benci terjepit dalam keadaan seperti ini. Membuatnya merasa terpojok dan merasa dipermalukan. Seperti salah dalam melakukan adegan diatas panggung. Sangat memalukan, tapi saat di atas panggung ia masih bisa berimprovisasi dengan cepat menutupi kesalahan itu. namun dalam kondisi ini, dia benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan, mati kutu untuk membela diri. Tertangkap basah bercinta bersama suaminya sendiri di depan mata mertua sungguh mencoreng wajahnya.

“Ehem, aku mengerti rasa rindu itu, anak muda memang selalu menggebu, kau tidak perlu malu.” Nyonya Park menyentuh pinggang Eun Kyo dan tersenyum. Ada banyak pengertian dari setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Eomoni, sebenarnya…”

“Aku bahkan sudah tidak sabar untuk menimang cucu.”

“Eomoni…”

“Aku dengar dari Jung Ahjumma. Kalian bertengkar, kau pulang dan Jung Soo ada diluar kota. Aku mendengarnya semalam, saat aku menelpon meminta bicara padamu. Ponselmu tidak aktif, Sayang.”

“Eoh? Itu aku…”

“Kau merajuk.” Potong Nyonya park. “Lelaki memang seharusnya diberi palajaran.” Nyonya Park mengedipkan matanya, membuat Eun Kyo semakin tidak bisa berkutik.

Binar kebahagiaan terpancar jelas dari wajah wanita tua yang masih terlihat cantik itu. Hal itu yang dia inginkan, membuat Eun Kyo dan Jung Soo intim dalam sebuah hubungan pernikahan. Sejak dulu, sejak mereka kecil. Meski tidak berharap menyaksikannya secara langsung anak dan menantunya berhubungan intim diatas ranjang.

“Kau sudah membuatnya menyukaimu Eun Kyo~ya, dan aku senang. Kau tau?” Nyonya Park mendekat pada Eun Kyo. “Dia pernah memintaku membuatmu kembali padanya saat kalian bertengkar dulu.” Bisiknya sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. Sebenarnya Eun Kyo ingin tertawa. Tingkah mertuanya hari ini sungguh aneh, tidak kalah aneh dengan kekakuannya. Tiba-tiab saja wanita itu berubah bersemangat sekali. Berbeda sekali dengan saat-saat ia mengunjunginya di kediamannya, yang seolah menyimpan beban berat. Kini beban itu lenyap menghilang.

“Eomma..”

Semua mata menoleh ke belakang kearah Jung Soo yang menuju dapur menghampiri mereka. Dia sudah mengenakan piyama tidur milik Kibum, tak lagi seperti pagi tadi saat Nyonya Park mendapati mereka tanpa baju diatas tempat tidur.

“Bukannya kau pulang hari ini Park Jung Soo?” Tanya Nyonya Park pada anaknya.

“Aku pulang lebih cepat.” Jawab Jung Soo santai. Duduk di kursi yang disandari Eun Kyo.

“Kau ini.” Gerutu Nyonya Park tidak jelas. Di satu sisi dia kesal, meski Jung Soo sudah menyelesaikan tugasnya dan mendapatkan proyek kerjasama itu, tapi disisi lain juga tidak suka Jung Soo menghamburkan uangnya. Menyewa pesawat pribadi hanya untuk pulang lebih cepat. Tapi saat melihat akhir kisahnya berujung di tempat tidur, Nyonya Park bisa sedikit bernafas lega.

“Sebaiknya kalian mandi dulu.”

Nyonya Park menyusun piring-piring berisi makanan di atas meja.  Menyentuh lengan Eun Kyo untuk menyuruhnya mandi dan memukul paha Jung Soo menyuruh hal yang sama.

“Kalian bau.”

Jung Soo menarik tangan Eun Kyo membawanya kembali ke kamar. Awalnya Eun Kyo ingin menolak, dia masih ingin membicarakan tentang tragedi tadi pagi. Tapi Jung Soo menariknya dengan kuat, setengah menyeret, membuat EUn Kyo tak bisa berkutik.

Setelah selesai mandi dan berpakaian, Jung Soo dan Eun Kyo kembali ke ruang makan. Disana sudah tersedia makanan yang tadi dimasak oleh Nyonya Park sendirian sementara menunggu kegiatan Eun Kyo dan Jung Soo selesai.

“Ayo makan, kau.. tidak ke kantor hari ini, Park Jung Soo?” Tanya Eommanya.

“Ani, tugasku hingga hari ini.”

Jung Soo menarik sebuah kursi dan menarik tangan Eun Kyo untuk duduk di kursi yang dia sediakan, disampingnya. Sementara Nyonya Park dan Kibum mengambil tempat tepat berhadapan dengan mereka. Saat Nyonya Park ingin mempersiapkan makan pagi mereka, Eun Kyo dengan cepat berdiri dan mengulurkan tangan mengambil piring yang ada di hadapan mertuanya lalu mengisinya dengan makanan.

“Jangan terlalu banyak daging, kau tau, aku sudah tua.” Wanita itu tersenyum manis pada Eun Kyo. Selesai dengan piring mertuanya, Eun Kyo mengambil piring yang ada di hadapan Jung Soo lalu mengisinya dengan makanan, seperti yang ia lakukan untuk mertuanya, begitu juga dengan Kibum dan untuk piringnya sendiri. Keadaan sedikit canggung. Eun Kyo sejak tadi belum bicara apa-apa. Terkadang dia menghindari lirikan Nyonya Park yang menatapnya dengan senyuman penuh arti. Saat ia mengalihkan pandangan, dia mengambil arah yang salah dan malah menjatuhkan pilihan yang benar-benar salah. Matanya kini bertemu dengan mata Jung Soo yang kebetulan juga meliriknya. Eun Kyo sedikit menghembuskan nafas untuk emmbuatnya lebih santai. Setelah itu dia memilih untuk menghabiskan makannya dengan cepat. Pikirnya, semakin cepat sarapan pagi ini berakhir, maka mertuanya akan semakin cepat pergi.

“Kau harus makan yang banyak.”

Nyonya Park mengambil makanan dan menruhnya di piring EUn Kyo. Mau tidak mau Eun kyo memakannya karena tidak sempat menolak. Nyonya Park melakukannya dengan cepat.

“Eomma, kau mau membuatnya menjadi gemuk?” ujar Jung Soo.

“Ani, aku hanya tidak ingin dia terlihat kurus.”

Pembicaraan yang sangat tidak penting terlontar begitu saja, dan Eun Kyo sama sekali tidak bisa menanganggapinya. Dia terus memikirkan betapa memalukannay tadi pagi, dan dia rasa dia harus meminta maaf pada mertuanya. Eun Kyo mulai putus asa dengan pikirannya sendiri saat memikirkan kebodohan yang ia lakukan tadi pagi.

***

“Emoni, sepertinya kita perlu bicara.”

Eun Kyo melirik pada Jung Soo dan Kibum. Mengisyaratkan pada mereka untuk menjauh. Dengan perlahan Kibum mulai melangkah mundur lalu berbalik meninggalkan dapur dengan membawa segelas air putih dingin. Jung Soo sebenarnya tidak ingin beranjak tapi Eun Kyo mencubit pinggangnya menyababkan erangan kecil keluar dari mulutnya dan akhirnya diapun meninggalkan dapur.

“Eomini, aku. Aku minta maaf atas kejadian tadi pagi.” Ujar Eun Kyo tidak tahan.

“Sudahlah, tidak perlu dibahas. Aku kira kau tidak ingin membahasnya, tapi jika ingin membahasnya sekarang. Aku ingin tau, kau melakukannya tadi malam?” goda Nyonya Park.

“Ani, Eomoni…”

“Aku mengerti, aku baik-baik saja. yah.. meski merasa terkejut dan aneh melihat anak sendiri melakukannya. Hahahaha.” Nyonya Park benar-benar merasa geli ketika harus mengingat kejadian tadi pagi.

“Baiklah, sudah cukup. Aku harus pulang sayang. Appamu pasti mencariku, karena pagi-pagi aku sudah menghilang. Aku mengkhawatirkanmu. Tapi sepertinya kalian baik-baik saja. Aku merasa lega.”

Nyonya Park berjalan meninggalkan dapur dan melewati Kibum dan Jung Soo yang duduk di ruang tengah sambil menonton acara News pagi. Nyonya Park berlalu sambil menyentuh kepala Kibum dan mengacak rambutnya.

“Kau tidak masuk kerja hari ini?” tanya Nyonya Park sambil berlalu.

“Ani, aku tidak enak badan.” Jawab Kibum dengan malas.

“Jangan bilang kau ketularan mereka malas melakukan apapun.” Kibum tersenyum.

“Aku ingin santai hari ini.” Jawab Kibum.

“Baiklah kalau begitu, aku harus pulang. Jung Soo~ya… kau..” Nyonya Park memicingkan matanya memperingatkan Jung Soo. Yang diberikan tatapan tajam oleh Nyonya Park hanya tertawa.

“Aku pulang. Kau baik-baik saja kan?”

Eun Kyo mengantar mertuanya hingga mobil. Nyonya Park sempat mencium pipi Eun Kyo sebelum masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan halaman luas yang penuh rumput hijau.

Sepeninggal Nyonya Park dari halaman rumahnya, Eun Kyo mengambil langkah besar dan cepat kembali menuju rumahnya. Ia menutup pintu dengan kasar membuat Kibum Jung Soo menoleh bersamaan. Wajah Kibum sempat tegang melihat raut wajah Eun Kyo yang datar dan menatap Jung Soo tajam. Eun Kyo berjalan kearah mereka dan Kibum mengalihkan pandangannya pada Jung Soo yang fokus pada televisi setelah tadi sempat menoleh pada Eun Kyo.

‘Pasangan aneh.’ Gumam Kibum dalam hati. Setelah mengusir dia dari kamar tidurnya, kini mereka dari gelagatnya akan ada perdebatan. Kibum menoleh pada Eun Kyo yang sekarang sudah berada di hadapan Jung Soo yang masih tidak peduli.

“Oppa, kita perlu bicara.”

Eun Kyo mendengus kasar setelah tak mendapat tanggapan dari Jung Soo. Ia semakin kesal saat Jung Soo menggeser tubuhnya yang mengalangi penglihatannya menonton televisi. Eun Kyo mendesis dan mengambil tangan Jung Soo lalu menariknya.

Meski dengan susah payah, tapi akhirnya Eun Kyo berhasil menyeret Jung Soo ke dalm kamar dan menutup pintu. Menutup pintu dengan keras lalu mendorong Jung Soo. meski dorongan kuat itu tidak memberikan efek apapun pada Jung Soo, tapi tetap Eun Kyo berusaha mendorong tubuh yang kelihatannya lebih kuat darinya.

“Kau kenapa?” tanya Jung Soo basa-basi. Jelas-jelas dia tau sebab Eun Kyo seperti kebakaran jenggot hari ini. Tapi dia berpura-pura tidak tau.

“Kenapa? Kenapa? Kau bertanya kenapa?! Pertanyaan bagus Park Jung Soo!” Eun Kyo menendang kecil kaki Jung Soo menyebabkannya mengaduh kesakitan duduk di tepi tempat tidur.

“Yeobo! Yaeobo.. Aku benar-benar tidak tau..”

Jung Soo bangkit dan mendekati Eun Kyo, mencoba meraih tangannya tapi Eun Kyo menolak, “Arassoe, kita bicarakan baik-baik. Kau kenapa?” tanya Jung Soo lagi mempertegas. Dalam hati ia tertawa, ini pasti gara-gara tragedi tadi pagi.

Tapi apa masalahnya? Jung Soo hanya mencumbunya, berniat untuk melanjutkan, tapi begitu Eommanya datang, Eun Kyo langsung mematahkan keinginannya. Meski mendapat penolakan dari Jung Soo namun akhirnya Jung Soo tak bisa memaksa.

“Aku kenapa? Aku kenapa? Yak!”

Teriakan Eun Kyo yang nyaring membuat Jung Soo tersenyum geli dan menutup telinganya. Jung Soo menggigit bibirnya, menahan tawanya agar tidak keluar.

“Arra, aku tau. Karena tadi pagi kan?”

“Ugh!” Eun Kyo memukul lengan dan dada Jung Soo bertubi-tubi, membuat Jung Soo kewalahan menghindar dan menahannya. “Kau mempermalukanku, habis-habisan!” Eun Kyo mengeluarkan airmata saking kesalnya. “Apa kau tidak tau malu? He?! Kau terlihat senang aku benci!”

“Lalu aku harus bagaimana? Eomma pasti mengerti, kau lihat tatapannya?”

“Tapi tatapannya mengejekku!”

“Itu hanya perasaanmu saja, eoh?”

Jung Soo mendekati Eun Kyo memeluk tubuh Eun Kyo dari belakang. Meski mendapat perlawanan akhirnya Jung Soo bisa memeluk tubuh itu dengan tenang. Beberapa kali Eun Kyo menghembuskan nafasnya mencoba untuk tenang, tapi beberapa kali juga adegan tadi pagi terlintas di pikirannya.

“Bogoshipeo.” Bisik Jung Soo mengalihkan topik pembicaraan dan perasaan Eun Kyo. Eun Kyo tidak merespon sama sekali. Tak ada jawaban apapun meski hanya untuk kata ‘na do’. Padahal perasaannya berkata sama. Tiap malam tidak pernah nyaman tidur sendirian.

“Kau tidak merindukanku?”

Tubuh Eun Kyo di dorong pelan oleh Jung Soo hingga terdesak ke sebuah lemari kecil dengan laci yang bertumpuk tempat dulunya Eun Kyo menaruh pakaian dalamnya, mungkin sekarang pakaian dalam Kibum yang ada di dalam sana. Jung Soo membalik tubuh Eun Kyo, mengangkatnya dan meletakkannya diatas lemari setinggi pinggang Jung Soo tersebut. Dia merapat menempatkan dirinya diantara kedua kaki Eun Kyo.

“Aku merindukan Dayoung.” Jawab Eun Kyo asal, terdengar ketus.

Jelas sekali Eun Kyo berbohong, sejak kepulangan Dayoung, meski dia juga merindukan anak itu, tapi rindu pada Jung Soo lebih mendominasi. Meski dia memungkirinya dengan berkata pada dirinya sendiri ‘perasaan gelisah itu adalah perasaan kesal, bukan rindu yang biasanya dialami oleh sepasang kekasih’ lalu ia menonaktifkan ponselnya.

“Tidak merindukanku sama sekali?”

Eun Kyo menggeleng kuat dan mengalihkan pandangannya dari Jung Soo. Menghindari pesona lelaki itu yang sejak tapi malam membuatnya kehilangan kendali. Saat inipun sentuhan itu masih terasa, tapi Eun Kyo terus menepikan sensasi itu.

“Kau tidak bekerja hari ini? Barangkali Yeon Su merindukanmu?” Pertanyaan Eun Kyo menjurus, sungguh memancing.

“Eum… Ya… meski tugasku sampai hari ini, tapi sebaiknya aku ke kantor saja. Mungkin ada yang merindukanku disana..” Jung Soo berbalik, namun Eun Kyo menahannya dengan menarik lehernya.

“Yak!” teriak Eun Kyo nyaring.

Langkah Jung Soo tertahan oleh tarikan kuat di kerah piyamanya. Nafasnya sempat tercekat namun akhirnya ia bisa mengendalikan tubuhnya kembali.

“Wae? Bukannya kau tidak merindukanku? Sebaiaknya aku mencari orang yang merindukanku saja.” ucapan Jung Soo terdengar ringan tanpa rasa berdosa membuat Eun Kyo kesal. Sebenarnya wanita itu hanya ingin mengalihkan perasaannya, tapi sekarang perasaannya benar-benar teralihkan, oleh sebuah rasa cemburu yang kini entah kenapa seakan mencekiknya. Jauh dari Jung Soo sudah cukup membuatnya resah. Jika harus melihat Jung Soo dan Yeon Su kembali bersama, mungkin sekarang dia belum bisa mempersiapkan diri.

“Aish! Aku mau ke kamar mandi, minggir!”

Eun Kyo berlalu mendahului Jung Soo dan sempat menginjak kaki lelaki itu dengan keras sebagai wujud rasa kesalnya. Jung Soo terduduk memegangi kakinya, namun tangannya dengan gesit menarik tangan Eun Kyo. ia bangkit dan mendorong wanita itu keatas tempat tidur.

“Yak! Apa yang k!”

Jung Soo menghentikan kalimat yang keluar dari mulut Eun Kyo dengan sebuah ciuman. Awalnya Eun Kyo menolak, tapi kecupan kecil terus dilancarkan Jung Soo dan akhirnya Eun Kyo memang harus membalasnya karena hati kecilnya mengatakan ia juga menginginkannya.  Ciuman hangat tercipta diselingi tawa kecil diantara keduanya.

“Oppa, cukup. Aku ke kamar kecil lalu harus berangkat sekarang juga.”

Saat Eun Kyo hendak bangkit, Jung Soo menahan pinggangnya, membuat wanita itu kembali terbaring. “Aku sudah mengirim pesan pada Donghae, kau sakit hari ini.” Ujar Jung Soo, dia memposisikan tubuhnya diatas tubuh Eun Kyo dan mencegah segala perlawanan Eun Kyo dengan memegangi pergelangan tangan Eun Kyo.

“Kau, bag.” Eun Kyo kembali terhenti saat bibir Jung Soo sudah mendarat di lehernya. Lelaki itu tahu betul spot yang membuat istrinya tak mampu berkutik, beberapa kali bercinta membuatnya hapal titik-titik sensitif dari tubuh Eun Kyo, leher adalah yang paling sensitif. Saat bibirnya menjelajahi leher Eun Kyo hingga telinga, ia menghembuskan nafasnya di telinga Eun Kyo dan  membuat Eun Kyo bergidik.

“Oppa, cukup. Hent!”

Lagi-lagi kalimat gantung tanpa akhir yang hanya bisa diucapkan ketika lidah Jung Soo mulai menggelitik telinga Eun Kyo. Wanita itu menggidikkan bahunya, tubuhnya lemas seketika tanpa tenaga untuk melawan lagi. Jung Soo mengodanya tanpa ampun. Tanpa memberi jeda untuknya bersiap. Tapi bagi Jung Soo memberikan Eun Kyo persiapan sama saja melepaskan kesempatan.

“Oppa..”

Tanpa sadar panggilan itu berubah menjadi sebuah desahan. Tak mampu Eun Kyo menghindari letupan perasaan yang membuncah memenuhi tongga tubuhnya. Dadanya seketika bergemuruh, naik turun mengambil nafas, dan kesusahan untuk menghalau rasa nikmat yang perlahan namun pasti kini menjalar ke seluruh organ tubuhnya.

“Sekali lagi.” Jung Soo menghentikan ciumannya lalu menatap Eun Kyo.

“Mwo? Sekali lagi?” tanya Eun Kyo bingung.

Jung Soo tertawa dan tangannya bergerak lincah meraih kancing baju Eun Kyo dan menarik ujung bajunya lalu melepaskannya. Eun Kyo terbelalak, namun tidak bisa menolak. Pikirnya, menolak juga tidak akan berhasil, lebih baik membuat Jung Soo cepat melakukannya dan mengakhirinya, itu adalah satu-satunya cara agar dia bisa mengakhiri penyiksaan ternikmat ini lalu meneruskan aktifitasnya hari ini.

Betapa perasaan itu begitu kuat hingga mengesampingkan akal sehat mereka. Dan Eun Kyo menyadari, rindu dan cinta terlalu berbahaya untuknya, melumpuhkan sistem sarafnya dan meluluh lantakkan pertahannya serta mengikis harga dirinya. Tak berkutik dibawah pengaruh Jung Soo lemas tak berdaya. Dan sepertinya, mulai besok dia harus mulai belajar mengendalikan kedua rasa itu.

***

“Kalian sudah selesai?”

Celetukan Kibum membuat Eun Kyo tersentak dan menoleh kearah Kibum kini berada, ia baru saja menuruni tangga dan berniat ke dapur untuk mencuci baju yang tergeletak di dalam keranjang pakaian kotor selama seminggu tanpa tersentuh.

“Kenapa masih disini?” tanya Eun Kyo.

“Wae? Berharap aku menghilang dari sini?” balas Kibum bertanya.

“Ish, bukan begitu. Kau benar-benar tidak masuk kerja hari ini?”

“Apa aku terlihat berniat bekerja hari ini?”

Eun Kyo memandangi Kibum dari ujung kaki hingga kepala. Celana pendek selutut dan kaos oblong biru yang terlihat sudah pudar dan bagian lehernya sudah membesar memang terlihat bukan pakaian yang pantas untuk dibawa ke tempat formal seperti Perusahaan yang kini ditanganinya.

“Sepertinya tidak.” Jawab Eun Kyo sambil berjalan menuju ruangan mesin cuci. Ia juga meminta Kibum memberikan pakaian kotornya untuk sekalian dicuci. Sembari menunggu, Eun Kyo kembali pada Kibum yang masih betah menonton televisi.

“Noona, apa kau tidak berniat bergabung di perusahaan? Mungkin project berikutnya adalah penjualan kosmetik. Menurutku, kau lebih pantas menanganinya. Kau kan… wanita.” Jelas Kibum. Meskipun setelah dia perhatikan, saudara kandung berbeda eomma-nya itu jarang terlihat memakai kosmetik, hanya pada saat tertentu saja.

“Aku tidak suka.” Jawab Eun Kyo malas. Sebenarnya Kibum sudah tahu jawaban yang akan diberikan Eun Kyo atas tawarannya itu, tapi setidaknya dia sudah menawarinya.

“Kenapa tiba-tiba memintaku bergabung? Kau punya masalah?” tanya Eun Kyo curiga.

“Ani, hanya saja, terkadang aku bosan. Jika bersamamu di kantor mungkin bisa sedikit menemaniku.” Kibum menyandarka tubuhnya di sofa.

“Makanya cari pasangan.” Eun Kyo menarik rambut Kibum.

“Aku belum memikirkannya.” Jawab Kibum santai.

“Yeobo, aku harus ke kantor sekarang juga.”

Jung Soo menuruni tangga sambil membenarkan letak dasi di lehernya. Eun Kyo terdiam, baru saja jung Soo mengatakan bahwa ia punya waktu luang hingga hari ini. Ia bahkan tidak membantah saat Jung Soo mengirim pesan pada Donghae tidak masuk latihan hari ini, demi Jung Soo.

“Aku harus mengadakan rapat di kantor, menindak lanjuti kontrak perjanjian kerjasama dengan salah satu label agensi dari USA.”

Sebelum pergi, ia meraih kepala Eun Kyo dan mengecup bibirnya, di hadapan Kibum, membuat lelaki itu sedikit salah tingkah. “Kau tidak masuk kerja?” tanya Jung Soo pada Kibum.

“Ani, aku ingin dirumah hari ini.” Jawab Kibum.

Eun Kyo bangkit dari duduknya dan mengantarkan Jung Soo hingga ke depan pintu. Ia sempat menoleh pada Kibum. Hari ini anak itu terlihat aneh, tidak biasanya dia seeprti ini. Malas bekerja? Bukankah dia tidak suka bersantai? Kenapa tiba-tiba malas?

“Jam 5 aku jempt, kita makan malam diluar.”

Sekali lagi Jung Soo Jung Soo berhasil mencium Eun Kyo saat dia lengah sedang memikirkan Kibum. Saat Jung Soo ingin menciumnya lagi mengambil kesempatan, Eun Kyo menghindar.

“Bukankah Kibum terlihat aneh?”

“Aneh bagaimana?”

“Kenapa tiba-tiba tidak masuk kerja?”

“Dia hana malas mungkin, jenuh itu biasa.”

Jung Soo mendekatkan wajahnya dan mencium Eun Kyo lagi. “Yak, sudah berangkat kerja!” Lelaki itu tertawa saat Eun Kyo sadar.

Setelah Jung Soo pergi, Eun Kyo menutup pintu dan kembali duduk disampaing Kibum. Menoleh pada wajah lelaki itu, memperhatikannya dengan lekat. Baru kali ini ia memperhatikan wajah Kibum dengan seksama.
“Kau tidak terlihat buruk Kibum~a, kenapa sampai sekarang aku belum pernah melihatmu bnersama gadis? Eoh?”

Eun Kyo memperhatikan wajah Kibum, ditariknya dagu lelaki itu dan gerakkannya ke beberapa sisi untuk melihat wajah Kibum dari segala sudut. “Hidungmu, bibirmu, eum… tidak buruk.” Eun Kyo mendorong dan melepaskan tangannya dari dagu Kibum. Lelaki itu berdecak kesal.

“Kalau aku membawa seorang gadis apa aku harus lapor padamu?” tanya Kibum sedikit kesal.

“AH! Tentu saja!”  teriak Eun Kyo. kibum menoleh. Wajah Eun Kyo terlihat tidak sedang bercanda, terlihat kesal dan cemberut.

“Memangnya berapa kali frekuensi kita bertemu sehari Noona? Lima kali? Tiga kali? Dua kali? Sekali?” tanya Kibum lirih sambil memindah channel televisi. Pembicaraan mereka mulai menyentuh pada perasaan. “Haha,  bertemu seminggu sekalipun kita jarang.” Lanjut Kium sambil menunduk.

Perkataan Kibum membuat Eun Kyo sadar. Benar apa yang dikatakan Kibum, mereka jarang sekali bertemu, seperti dua orang saudara yang sedang bermusuhan. Eun Kyo menoleh pada Kibum yang masih menunduk.. tawaran Kibum untuk mengajak Eun Kyo masuk dalam perusahaan benar-benar dari hati. Kibum hanya ingin menjadi lebih dekat dengan Eun Kyo. yang hanya sibuk mengatur jadwal latihan sana-sini dan pentasnya. Eun Kyo mendekat dan menyandarkan kepalanya di lengan Kibum.

“Mianhae Kibum~a..”

“Kita terlihat seperti dua saudara yang saling bermusuhan. Kau tau? Aku tidak terlalu suka berada di Perusahaan. Jika buka karena kau, aku tidak akan pernah kesini.” Jawab Kibum. Eun Kyo perlahan bangkit.

“Kibum~a…”

“Eum, sedikit sakit saat segelintir orang mencibir aku sebenarnya tidak pantas mengurus Perusahaan, karena aku…”

“Hentikan, jangan diteruskan, aigoo…  kenapa pembicaraan ini jadi seperti ini?” Eun Kyo terlihat salah tingkah. Ada sedikit rasa bersalah saat mendengar pernyataan Kibum tadi.

“Apa kesibukan jadwalmu tidak bisa ditawar Noona? Sejam atau dua jam berbicara denganku? Aku seperti orang asing. Sendirian, disini.” Lanjut Kibum mengeluarkan semua yang mengganjal dihatinya.

“Kibum~a.. aku..”

“Kau pasti tidak bisa. Teman-temanmu dan semua jadwalmu lebih penting.” Sela Kibum. Ia menghembuskan nafas dengan berat. Membuat Eun Kyo semakin merasa bersalah.

“Siapa yang bilang seperti itu? eoh?” Eun Kyo menarik lengan Kibum dan memeluknya, bersandar kembali di tubuh Kibum.

Ting!

Bunyi suara dari dapur membuat mereka menoleh disela keheningan mereka. Eun Kyo malas untuk beranjak. Berada disisi Kibum ternyata menyenangkan, lelaki itu punya tubuh yang kuat untuk sekedar ia sandari menghilangkan penat. Bukan maksudnya mengacuhkan kehadiran Kibum. Tapi ia hanya terbiasa sendiri, hingga lupa sekarang dia masih punya saudara yang menyayanginya, sejak dulu, sejak kecil.

“Pekerjaanmu sudah selesai.” Ujar Kibum. Ia menoleh pada Eun Kyo yang masih terlihat nyaman bersandar di lengannya.

“Nanti saja.” jawab Eun Kyo malas.

“Biar aku bantu menjemur.” Kibum bangkit tapi Eun Kyo masih terlihat malas untuk beranjak. “Ayo jangan malas…” Kibum menarik tangan Eun Kyo membuat wanita itu bangun dengan malas.

Melakukan pekerjaan rumah bersama Kibum sepertinya adalah awal yang bagus untukmemperbaiki hubungan mereka meskipun selama ini mereka baik-baik saja. tak pernah bertengkar ataupun berselisih. Kibum mearik Eun Kyo ke ruangan mencuci dan mengambil keranjang untuk menampung pakaian yang sudah hampir kering. Setelah semuanya sudah siap dijemur. Kibum dan Eun Kyo berjalan menuju tangga atap rumah untuk menjemur.

Ada banyak tawa dan pembicaraan hari ini bersama Kibum. Tentang rasa dan cinta yang berbeda. Yang selama ini tidak pernah terungkap. Betapa mereka telah menyiakan waktu beberapa bulan terakhir untuk saling mengenal lebih jauh. Tapi hari ini, sekat tabir tipis itu sedah perlahan robek dan membuat mereka berada pada satu ruanganyang sama.

***

Sementara itu pagi di sebuah gedung teater kecil terlihat lengang dan tidak bersemangat. Meski Hyukjae sudah berteriak nyaring untuk menymangati mereka untuk bergerak, tapi tetap saja Ae Rin dan Kyuhyun nampak terlihat tidak bersemangat. Dan hal itu tidak luput dari pemantauan Donghae. Tapi lelaki itu hanya diam, dia pikir, jika terjadi masalah diantara mereka berdua, mereka harus bisa menyelesaikannya sendiri. mereka sudah dewasa dan tidak perlu lagi seperti anak sekolah yang pada saat bertengkar harus dipanggil ke ruangan gurudan disuruh berdamai. Selagi tidak mengganggu kegiatan mereka Donghae lebih memilih diam daripada mencampuri urusan mereka.

Bukan hanya Donghae, yang lain juga merasakan hal yang sama. Kyuhyun dan Ae Rin terlihat tidak saling baik-baik saja beberapa waktu terakhir. Biasanya mereka tidak akan tahan jika tidak meneriaki satu sama lain. Dan Kyuhyun tidak ada waktu tanpa menjahili Ae Rin, entah itu menginjak kaki gadis itu, menarik rambutnay atau mendorongnya dan berpura-pura tidak sengaja. Tapi beberapa waktu belakanagn kebiasaan itu lenyap. Mereka seperti tidak mengenal satu sama lain. Tetapi yang lain tidak mau mengambil resiko dengan mencampuri urusan mereka.

“Kenapa Onnie tidak latihan hari ini Oppa?” tanya Ae Rin keluar dari barisan.

Musik kersa menghentak masih terdengar. Tapi pertanyaan Ae Rin masih mampu terdengar oleh telinga Donghae. Donghae menoleh.

“Onnie kenapa hari ini tidak masuk?” ulangnya lagi bertanya. Dia berjalan kearas Audio besar dan mengecilkan volume suaranya.

“Dia sakit, tadi pagi mengirm pesan padaku.” Ujar Donghae.

“Jinjja? Sakit apa?”

“Entahlah, mungkin sedang tidak enak badan, dan… hati.” Lanjut Donghae.

“Eum… benar juga, Onnie memang terlihat buruk belakangan.” Jawab Ae Rin. Dia masih ingat Eun Kyo tidak menghiraukan pembicaraan panjang lebarnya saat bercerita, dan tanggapan dari cerita luasnya hanya kata ‘Eoh?’. Dia juga maish ingat saat Eun Kyo lahap memakan makanan pedas dari Ryeowook. Membuat mereka yang berada disana sedikit merasa heran. Belum lagi selalu memandangi ponsel yang tidak kunjung ia aktifkan.

“Oppa, bagaimana kalau kita menjenguknya hari ini? Eoh?” ajak Ae Rin.

“Ide bagus.” Jawab Donghae sambilbangkit dari duduknya.

“Oppa, kau kenapa? Kau juga terlihat aneh.” Ae Rin mengikuti Donghae yang keluar dari uangan latihan. Saat melihat Ae Rin dan Donghae meninggalkan ruangan, Hyukjae berjalan kearah ‘sumber musik’ dan kembali menaikkan volumenya.

“Kenapa? Aku baik-baik saja. Kau yang terlihat aneh.” Kilah Donghae.

“Oh? Aku kenapa? Aku baik-baik saja.” ae Rin menyentuh kedua pipinya dan merasa baik-baik saja.

“Aish! Kau ini.” Desis Donghae.

“Ah! Oppa jangan bilang kau menerima tawaran Yeon Su!” teriak Ae Rin terinagt kejadian beberapa hari yang lalu. Tentang perjanjian kerjasama Yeon Su untuk mengacau.

“Oppa, Oppa…” panggil Ae Rin sambil melangkah besar saat Donghae mulai beranjak meninggalkannya. “Oppa, kau tidak serius menyukai Onnie kan? Benar kan? Oppa!”

Donghae nampak tidak menghiraukan ocehan yang keluar dari mulut Ae Rin. Tapi gadis itu tetap mengikuti Donghar kemanapun dia melangkah. Kini Donghae masuk ke dalam lift dan memencet lantai dasar.

“Oppa, jika kau punya masalah, aku siap untuk mendengarkan keluh kesahmu.” Ae Rin mengarahkan telinganya pada Donghae tanda siap mendengarkan apapun. Donghae sempat tertawa tanpa suara. Terkadang orang-orang disekitarnya bersikap sangat polos mengarah kepada ‘bodoh’. Bukan hanya Ae Rin, Eun Kyo pun terkadang melakukan kebodohan yang serupa seperti yang dilakukan Ae Rin. Ryeowook, Sungmin, tak terkecuali Kyuhyun, dan pastinya Hyukjae juga masuk hitungan. Yesung, meski haya beberapa kali merekabertemu, tapi predikat ‘orang aneh’ sudah melekat di otak Donghae. Itu yang membuat Donghae merasa betah. Mereka saling peduli meski terkadang lebih kepada sikap ‘sok tau’.

“Ck! Kau ini apa-apaan. Aku juga siap mendengarkan keluh kesahmu. Kenapakau akhir-akhir ini diam? Terjadi sesuatu denganmu dan Kyuhyun?”

Donghae melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Ae Rin, mengarahkan telingakan kearah Ae Rin. Gadis itu mundur beberapa langkah. Wajahnya langsung kaku. Ia teringat kembali ciuman malam itu. penggalan demi penggalan adegan itu kian hari kian nyata dan membuatnya pipinyamerona.

“Ya, ada apa denganmu? Aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius seeprti itu.” donghae menyentuh kepala Ae Rin dan mengacak rambutnya lalu meletakkan kepala Ae Rin di dadanya, memeluknya. Betapa Donghae bahagia, sangat bahagia berada di tengah teman-temannya. Meski berbagai rintangan menghalangi jalannya, ia merasa kuat karena punya orang-orang yang selalu membuatnya tertawa meski di dalam hati tertekan.

Ting!

Pintu lift terbuka, mereka sudah berada di lantai dasar. “Ayo kita menjenguk Eun Kyo.” dongahe masih memeluk tubuh mungil Ae Rin dan membawanya melangkah meninggalkan gedung tempat mereka latihan.

“Hyung! Kalian mau kemana?”

Seseorang berteriak dari jendela lantai 3. Donghae dan Ae Rin menoleh kearah suara. Mereka berdua sempat mencari arah suara, sampai akhirnya menemukan kepala Kyuhyun menyembul di endela.

“Kami mau menjenguk Eun Kyo.” sahut Donghae berteriak.

“Aku ikut! Tunggu aku!”

Tanpa menunggu persetujuan, Kyuhyun langsung berlari kearah lift dan menekan tombol. Berdiri dengan tidak sabar sampai akhirnya pintu terbuka dan ia sudah berada di lantai dasar. Begitu ppintu terbuka ia langsung mengambillangkah seribu menuju pintu keluar menyusul Ae Rin dan Donghae. Kyuhyun ada dihadapan Donghae dan Ae Rin dengan nafas memburu.

“Sabar, aku tidak akan meninggalkanmu.” Ujar Donghae.

Kyuhyun sempat melemparkan lirikannya pada Ae Rin, tapi gadis itu mengacuhkannya, dia lebih memilih untuk mengalihkan pandangannya ke jemarinya yang kini ada di lengan Donghae. Mata Kyuhyun kini tertuju pada lengan Donghae.

“Kajja, ayo kita berangkat.”

Kyuhyun berjalan diantara Ae Rin dan Donghae lalu merangkul keduanya, berjalan menuju mobil Donghae yang terparkir di sudut halaman gedung. Ae Rin sama sekali tidak mengeluarkan kata begitu mereka meluncur di jalanan menuju rumah Eun Kyo. dia duduk disamping Donghae yang sedang menyetir dan Kyuhyun di jok belakang. Lelaki itu mengeluarkan PSP dan larut dalam permainan dunianya sendiri.

Donghae sesekali melirik AE Rin yang meletakkansiku tangannya di jendela dan dengan tangannya itu ia menopang dagunya. Ia terlihat seperti sedang berpikir keras meski tatapannya kosong.

“Ehem, kau sudah makan Ae Rin~a?” tanya Donghae. Ae Rin tidak menjawab, berada dalam lamunan tak mampu membuat simpul pendengarannya bekerja dengan baik.

“Ae Rin~a..” panggil Donghae sedikit lebih keras namun masih terdengar lembut.

“Ah, Oh, Eoh? Nde? Wae Oppa?”

“Melamun saja seka tadi, kau sudah sarapan?” tanya Donghae lagi.

“Ah, eum, aku sudah sarapan.” Jawab Ae Rin. Dia kembali pada dunianya. Tanpa terasa, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Membelokkan mobilnya lalu berhenti tepat di halaman rumah yang tidak begitu luas tapi terlihat sangat nyaman.

Donghae, Ae Rin juga Kyuhyun turun dari mobil. Mereka saling berpandangan setelah sampai di depan pintu, seolah saling ,menunjuka satu sama lain siapa yang harus memencet bel. Akhirnya Ae Rin mengulurkan tangannya dan memencet bel. Beberapa detik mereka berdiri, akhirnya pintu terbuka.

“Ah, kalian.” Jung Ahjumma memnyambut mereka dengan senyuman khasnya.

“Eun Kyo sedang sakit?” tanya Donghae langsung tanpa basa-basi.

“Nde?” tanya Jung Ahjumma. Dia tidak bertemu dengan Eun Kyo beberapa hari terakhir. Mendengar Eun Kyo sakit  tentu saja membuatnnya bingung sekaligus terkejut.

“Aku mendapat pesan darinya, dia bilang dia sakit. Kami kesini berniat untuk menjenguknya.” Jelas Dongahe. Wajah Jung Ahjumma yang tadinya terlihat bingung kini berganti dengan senyuman.

“Dia menginap di rumahnya seminggu terakhir. Untuk memastikannya, sebaiknya kalian pergi kesana saja.” ujar Jung Ahjumma.

“Oh begitu. Kalau begitu sebaiknya kami kesana saja.”

Donghae berpamitan dan membungkukkan badannya, begitu juga dengan Ae Rin dan Kyuhyun. Mereka memutar balik langkah berjalan menuju pmobil.

“Tunggu, jika benar Eun Kyo sakit, sebaiknya aku ikut.” Jung Ahjumma bergegas melepaskan lap yang ada di tangannya dan berjalan secepatnya menuju Donghae, seolah takut ketinggalan.

“Ne.” Jawab Donghae.

Mereka berempat dalam perjalanan menuju rumah Eun Kyo. butuh waktu beberapa menit lagi mereka baru sampai ke kediaman orang tua Eun Kyo. Jung Ahjumma duduk di samping Donghae, Kyuhyun dan Ae Rin duduk di belakang tanpa kata.

Dalam hati, Kyuhyun ingin sekali membuka pembicaraan, tapi pikirnya daripada Ae Rin nampak kaku seperti beberapa hari terakhir, akhirnya dia memilih untuk diam. Dia sadar Ae Rin menghindarinya. Ae Rin selalu mencari orang ketiga jika mereka berada dalam satu ruangan. Lebih sering mengalihkan pandangannya ketimbang menantang seperti biasa. Gadis itu berubah drastis, lebih sering menghindar, dan hal itu membuat Kyuhyun geli sekaligus was-was. Jika terus-terusan seperti ini, hubungan mereka akan semakin renggang, tidak akan sehangat dulu. Belum lagi Eun Kyo yang juga berubah, semakin ceroboh dan sering melupakan dialognya sendiri yang biasanya dia hapal diluar kepala. Ada apa dengan gadis-gadis ini? Batinnnya.

Meski terkesan jahil dan jahat, tapi sebenarnya Kyuhyun sangat memperhatikan kedua gadis itu. satu adalah objek kejahilannya, satunya lagi sosok yang sangat ia sayangi sejak Ahra bertolak ke Paris beberapa tahun yang lalu untuk Study-nya. Kyuhyun menemukan sosok itu dalam diri Eun Kyo, meski lebih banyak berbedaya dibandingkan kemiripannya. Meski tidak sama persis, tapi tetap Kyuhyun merasa ada hal yang sama.

“Buah! Buah…!! buah segar, silakan buktikan sendiri! kalian boelh mencobanya dengan gratis.”

Sebuah teriakan nyaring membuat Ae Rin menoleh dan membuyarkan lamunannya. Ia melongok ke depan, dan melihat seorang penjual buah sedang mempromosikan dagangannya.

“Oppa, apa sebaiknya kita membeli buah dulu untuk Onnie?” tanya Ae Rin. Donghae menoleh.

“Boleh juga.” Jawab Donghae. Perlahan ia menepikan mobilnya dan berhenti tepat di dekat penjual buah dengan stan mobil pick-up-nya.

“Ahjumma, kau mau coba buahnya? Ini gratis.”

Seorang penjual buah -gadis- menghampiri Jung Ahjumma dengan langkah cepatnya yang gesit. Ae Rin sempat tersentak dan bingung. Gadis itu nampak sangat bersemangat dengan senyuman sumringahnya.

“Kau mau juga?” ia menawari Donghae.

Gadis itu menyerahkan apel dan jeruk untuk dimakan oleh Donghae dan Jung Ahjumma. Sementara Kyuhyun dan Ae Rin mematung di belakang mereka.

“Eum, manis.” Komentar positif terlontar dari mulut Jung Ahjumma.

“Ah, tentu saja, itu aku petik dari kebunku sendiri. aku yang menanamnya sendiri Ahjumma, dengan penuh cinta. Kekekekekekeke.” Gadis itu terkekeh dan tersipu malu sendiri.

Kyuhyun meledak, tawanyapecah begitu melihat tingkah gadis aneh itu dalam mempromosikan dagangannya.

“Penuh cinta? Mana? Aku ingin tau seperti apa yang ditanam dengan cinta.” Ujar Kyuhyun dengan nada sedikit meremehkan, tapi sebenarnya dia tidak benar-benar bermaksud melecehkan.

“AH! Cho Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Kau Cho Kyuhyun? Whoa… Daebak! Aku bertemu denganmu.” Gadis itu mendekat membuat Kyuhyun ambil posisi siaga dan mundur satu langkah.

“Whoa… ahahahahha, mimpi apa aku semalam. Aku penggemarmu.” Gadis itu menyenggol Kyuhyun. “Ah, naneun.. SHIM JANG MI IMNIDA!” gadis itu membungkuk dengan kuat dan penuh semangat. Ae Rin yang ada disamping Kyuhyun sempat menganga. Gadis itu terlihat sangat aneh, dengan kaos oblong kucel, jeans yang sudah robek di beberapa bagian, juga rambutnya yang berantakan meski ia sudah menguncir rambutnya.

“Ah, ne…” jawab Kyuhyun. Dia tidak bisa mengimbangi semangat yang dikobarkan Jang Mi. Tertegun memandangi gadis itu yang mempunyai senyuman manis dan terlihat tulus.

“Ah, nanti aku minta tanda tanganmu. Aku melihatmu di pertunjukan terakhir saat…” gadis itu nampak mengingat-ingat, kapan dia melihat pertunjukan Kyuhyun. “A Mids.. A Mindsum..” beberapa kali ia menyebutkan sebuah judul namun tidak pernah lengkap, ia lupa judul pertunjukan yang Kyuhyun mainkan. Tapi sebenarnya, bukan Kyuhyun tujuan utamanya menonton teater tersebbut melainkan Ryeowok yang juga ambil bagian disana.

“A Midsummer Night’s Dream.” Ujar Ae Rin mengucapkannya dengan lengkap judul yang dimaksud Jang Mi.

“Ah, ne, betul sekali.”

“Aku juga pemain drama itu.” ujar Ae Rin.

“Ah? Jinjja? Tapi aku hanya tau Kyuhyun dan…” Jang Min terlihat malu-malu dan tersipu seelum ia melanjutkan kalimatnya. “Ryeowook Oppa.” Lanjutnya pelan. Penuh makna dan rona merah.

“Mwo?!” Ae Rin terbelalak. Jelas sekali ia melihat binar berbeda saat Jang Mi menyebut ‘Ryeowook’. Oppa? Gadis itu menyebut Ryeowook dengan sebutan Oppa, berarti mereka dekat, batin Ae Rin penuh selidik.

“Eoh? Kau kenal Ryeowook Oppa?” tanya Ae Rin tidak percaya.

“Nde.” Jawab Jang Mi sambil menunduk dan polos.

“Ah, aku hampir lupa, kalian mau membeli apa?” tanya Jang Mi menghmapiri Donghae dan Jung Ahjumma.

“Aku ingin buah untuk orang sakit.” Ujar Donghae.

“Oh, begitu. Kalau begitu aku bungkus sekalian?” tanya Jang Mi.

“Jang Mi~ya. Pesananku sudah kau siapkan?” seorang ibu-ibu menghampiri stan Jang Mi. Ada beberapa lagi dibelakangnya.

“Sayuranku bagaimana?”

Suasan tiba-tiab menjadi ramai. Jang Mi terlihat seibuk melayani pelanggannya. Hari menjelang siang. Kebanyakan pelanggannya adalah pelanggan tetap dari para pembatu rumah tangga. Dia nampak sibuk.

“Jang Mi~ssi. Bisa kau bungkus punya kami? Kami harus cepat.” Pinta Donghae menyela Jang Mi.

“Ah, ye. Ahjumma, sebentar aku menyiapkan buah untuk orang sakit dulu. Siapa yang sakit?” tanya Jang Mi. “Eun…Kyo Onnie?” tanya Jang Mi ragu. Dia ingat bertemu dengan Eun Kyo beberapa hari yang lalu dan gadis itu terlihat tidak sehat, mengingat yang ada dihadapannya sekarang adalah teman-teman Ryeowook, dia pikir mereka kenal dengan Eun Kyo, dan menebak dengan asal.

“Ah, kau kenal Onnie juga?” tanya Ae Rin nyaring.

“Ani, kami bertemu beberapa hari yang lalu.”

‘Wah, ternyata kau bukan hanya bakat menjadi seorang pebisnis, tapi juga peramal.” Celetuk Kyuhyun.

“Ai, aigoo… bukan begitu! Aku hanya menebak saja.” ujar Jang Mi.

“Baiklah, semoga Eun Kyo Onnie suka dengan buahnya. Dan cepat sembuh, sampaikan salamku padanya. Semuanya aku berika gratis.” Jang Mi menyerahkan bungkusan buah dalam keranjang itu pada Donghae dengan Cuma-Cuma.

***

Hari menjelang siang, Eun Kyo dan Kibum masih sibuk dengan kegiatan bersih-bersih mereka. Mulai dari mencuci baju hingga mengepel lantai dan menyedot debu serta membersihkan kamar. Eun Kyo merasa pinggangnya sudah hampir patah, jadi ia memutuskan untuk beristirahat sebentar duduk diatas tempat tidur.

“Ah, hari ini melelahkan.” Ujarnya sambil memandangi foto-foto yang ada di dalam lemari foto miliknya.

Setengah dari isi lemari itu hari berganti dengan foto Kibum mulai dari kecil hingga dewasa. Eun Kyo tersenyum, melihat beberapa foto Kibum seolah bisa merasakan Kibum kecil. Selain itu,ia juga meletakkan sebuah foto pernikahannya dengan Jung Soo di tempat paling atas. Kibum duduk disamping Eun Kyo setelah meletakkan sapu yang tadi da di tangannya.

“Sebelahnya nanti akan ada foto pernikahanmu.” Perkataan Eun Kyo membuat Kibum menoleh.

“Apa mau aku carikan pacar?” tanya Eun Kyo. Kibum tertawa tanpa suara. Eun Kyo menyenggol lengan Kibum memmbuat lelaki itu sedikit oleng namun masih bisa mengendalikan posisi duduknya.

“Apa aku terlihat menyedihkan seperti itu?”

“Tapi akau belum pernah mengenalkan seorang gadsi padaku.” Ujar Eun Kyo.

“Belum saatnya.” Jawab Kibum sambil bangkit dari duduknya.

“Ah, berarti sudah ada? Eoh? Benarkah? Kibum~a…!” panggil Eun Kyo saat Kibum berjalan menuju pintu keluar dan akhirnya keluar dari kamar mereka.

“Kau sudah punya kekasih tapi belum mengenalkannya padaku? Eoh?” Eun Kyo menjajajri langkah Kibum dengan menarik lengannya. Mereka berdua menuruni tangga. “Kibum~.. AH, bagaimana kalau kita makan mala bersama saja malam ini. Eotte? Ide bagus!” ujar Eun Kyo semangat. Kibum tersenyum, Eun Kyo lebih pantas disebut adiknya daripada Kakak perempuannya. Setiap kali moment mereka terjalin, Eun Kyo terlihat lebih manja, bahkan bersama Appanya saja dia tidak semanja ini. Kibum hanya terrtawamenanggapi permintaan Eun Kyo.

“Noona, jika kau semanja ini pada Jung Soo Hyung. Dia pasti akan senang.” Celetuk Kibum sambil menghentikan langkahnya lalu memperhatikan tangan Eun Kyo yang bertengger di lengannya.

“Aish! Aku tidak ingin membicarakan dia. Eoh? Bagaimana? Kau telpon, beritahu dia, kami mengundangmu.” Ujar Eun Kyo. “Ah chamkamman. Bagaimana kau tau aku tidak semanja ini apda Jung Soo Oppa?” tanya Eun Kyo ceriga. “Kau memata-mataiku?” ia memicingkan matanya. Kibum kembali tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi dan terlihat besar.

“Aku punya telepati.” Jawabnya sambil menyentuh kepala Eun Kyo dan mengacak rambutnya. Para pelayan rumah yang sejak tadi memperhatikan tingkah mereka hanya bisa tersenyum bahagia. Semenjak Eun Kyo pindah dari rumah dan Kibum menggantikannya, jarang sekali ada pembicaraan hangat seperti ini. Mereka merindukan suasana hangat seperti saat semua anggota keluarga lengkap.

 “Kim Kibum, jangan bercanda!” Eun Kyo mencubit perut Kibum.

“Aku tidak bercanda, dulu waktu kecil, Appa selalu menceritakan perkembanganmu padaku. Aku mempunyai seoarang saudara perempuan dengan segudang prestasi. Membuatku sedikit iri namun juga bangga. Mungkin, jiksa saja aku perempaun, pasti akan iri setengah mati.” Ujar Kibum. Eun Kyo terdiam. Dia menyadari Kibum sudah banyak menelan pil pahit dengan terlahir dari rahim istri kedua. Ia mengeratkan pelukannya di lengan Kibum. “Dan kau percaya? Appa masih sering menceritakan perkembanganmu hingga saat ini, detik ini.” Kibum berhenti menuruni tangga. Langkah meraka pelan sekali, hingga setiap menuruni anak tangag ada beberapa percakapan yang terlontar. Mata Eun Kyo membulat saat Kibum terlihat serius.

Ting Tong!

Suara bel dari depan rumah membuat mereka semua menoleh kearah pintu, tak terkecuali Kibum dan Eun Kyo yang baru menapaki anak tangga terakhirnya. Seorang pelayan berlari kecil kearah depand an membukakan pintu. Eun Kyo nampak tidak antusias, ia pikir paling-paling Jug Soo yang datang. ia lebih tertarik mengorek hubungan asmara Kibum yang terasa misterius baginya.

“Onnie…”

Suara itu membuat Eun Kyo terdiam tanpa menoleh. Dia sangat hapal suara itu, suara Ae Rin. Perlahan ia menoleh. “Onnie, kau sakit? Eoh? Kenapa tidak mengabariku?” tanya Ae Rin mendekat.

Eun Kyo terlihat bingung saat mendapati Ae Rin, Kyuhyun, Donghaedan Jung Ahjumma ada di hadapannya. Dia merasa heran kenapa mereka tiba-tiba kesini,tapi setelah melihat bungkusan yang ada di tangan Jung Ahjumma baru ia sadar, Jung Soo tadi pagi mengabari mereka bahwa dia sakit. Dan mereka pasti mampir kerumahnya dulu, higga Jung Ahjumma sekarang juga ada disini.

“Ah, kalian. Ani, aku hanya pusing sedikit.” jawab Eun Kyo sambil memijit kepalanya.

“Ah, Onnie, jangan katakan kau hamil.”

“Kau ini, dipikiranmu hanya itu saja.” protes Eun Kyo.

“Sebentar lagi, mungkin.” Timpal Kibum.

Kyuhyun menatap tajam kearah Kibum yang mengeluarkan opini seperti itu, selain itu juga karena Ae Rin tersenyum hangat padanya.

“Kau ini, ayo duduk. Ahjumma… Bogoshipeo..” Eun Kyo menghambur kearah Jung Ahjumma dan memeluknya. Dia sempat menyentuh lengan Donghae sebagai tindakan sapaan darinya.

Mereka duduk di ruang tamu, sementara Jung Ahjumma berjalan ke dapur. Pembicaraan berlanjut hingga ke acara makan siang. Hari ini seperti bebas tugas bagi Kyuhyun dan Ae Rin. Mereka memanfaatkan moen itu untuk melepaskan lelah sejenak, meski latihan di teater juga sebagai terapi jenuh untuk mereka. Dan Jang Mi menjadi topik hangat mereka siang ini. Mulai dari perkenalan mereka hingga tingkah ajaibnya yang senang menonton pertunjukan Live Boxing amatir. Kibumyang belum mengenalnya hanya bisa tersenyum saat cerita ringan sedikit lucu itu itu mengocok perutnya.

“Agasshi, ada telpon untukmu.” Seorang pelayan baru dan muda menghampiri Eun Kyo sambil membawa gagang telpon kabel di tangannya. Eun Kyo mengambilnya.

“Dari siapa?” pertanyaan tanpa suara-hanya gerak mulut saja-keluar dari mulut Eun Kyo.

“Tuan Muda.” Jawabnya pelan dan sopan.

“Yeobosyeo…” eun Kyo bangkit dan menjauh dari ruang makan.

Ia  sudah menyelesaikan makanya jadi lebih leluasa untuk berbicara di telpon, meski harus meninggalkan teman-temannya sejenak.

“Yeobo aku merindukanmu.” Rayuan yang membuat Eun Kyo mual keluar dari mulut Jung Soo.

“Jika hanya untuk merayuku, kau menyia-nyiakan waktumu.” Ujar Eun Kyo ketus. Ia duduk di dekat pesawat telpon, di sofa yag biasanya digunakan Appanya untuk bersantai.

“Aigoo.. kau sensitif sekali. Sedang menstruasi?” tanya Jung Soo basa-basi.

“Oppa!” Eun Kyo meredam teriakannya dengan geraman menyebut Jung Soo.

“Ahahahahahaha, arasseo, arasseo. Aku hanya ingin memberitahumu, seseorang akan menjemputmu beberapa menit lagi. mengantarmu padaku. Kita ke butik siang ini.” Ujar Jung Soo sebelum emosi dan kekesala Eun Ko meledak. Wanitanya itu mudah sekali terpancing dengan rayuan gombal. Bukan terpancing dalam artian ia tergoda dan luluh, tapi ia akan berubah menjadi emosi. Terkecuali saat bercinta, Eun Kyo alergi dirayu, itu akan membuatnya sangat gusar. Jadi jangan sekali-sekali merayunya diluar hubungan intim.

“Untuk apa?” tanya Eun Kyo malas.

“Kita makan malam hari ini. Aku ingin kau tampil berbeda hari ini.” Ujar Jung Soo dengan lembut dan penuh perasaan. Eun Kyo terdiam sejenak.

“Harus sekarang? Ada Donghae dan Kyuhyun disini jug.”

“Harus sekarang.” Potong Jung Soo sambil menutup telpon.

Eun Kyo menjauhkan gagang telpon dari telinganya, lau mendekatkannya kembali. “Yeoboseyo?” tak ada jawaban, hanya ada bunyi ‘Tut’ panjang. Setelah itu ia meletakkan gagang telpon ketempatnya.

“Aish! Ada apa dengannya?! Seenaknya saja.” Eun Kyo menggerutu dan bangkit dari duduknya. Mau tidak mau dia menuruti keinginan Jung So dan ia harus bersiap sekarang.

“Dari siapa?” tanya Kibum saat Eun Kyo melintas begitu saja.

“Dari Jung Soo Oppa.”jawab Eun Kyo sambil menghembus nafas pasrah. “Dai memintaku ke butik sekarang juga, nanti ada yang akan menjemputku.” Ujarnya.

“Kau mau kemana Onnie?” tanya Ae Rin.

“Makan malam melepas rindu.” Jawab Kibum.

“Nde?” tanya Ae Rin tidak percaya. Bukan tidak percaya Eun Kyo akan makan malam bersama Jung Soo, yang notabene ada suaminya sendiri, tapi pada perkataan Kibum. Lelaki yang terlihat dingin itu, dia tidak bisa percaya kalau kalimat jahil bisa keluar dari mulutnya.

“Jung Soo Hyung baru kembali tadi malam.” Jelas Kibum.

“Pantas saja dia beralasan sakit sekarang.” Kini Kyuhyun yang bicara. Ada naca kecewa sarat dengan kekesalan dari kalimatnya. Donghae melirik dan menyenggol kakinya dari balik meja.

“Sebaiknya kita  kembali latihan saja daripada mengganggu.” Kyuhyun bangkit.

Donghae tidak bisa mengendalika Kyuhyun jika sudah bertindak seperti ini. Keras kepalanya tidak bisa ditolerir jika sudah ‘kecemburuan’ menguasainya. Jelas sekali, dari perubahan wajahnya dan tatapan matanya.

“baiklah, sepertinya memang harus seperti itu.” donghae ikut bangkit. “terimakasih atas makan siangnya, Kibum~ssi.” Donghae menyentuh lengan Kibum yang juga bangkit begitu Donghae bangkit.

“Tapi Opp..” Ae Rin tidak jadi melanjutkan kalimat protesnya saat Donghae menatapnya penuh arti. Akan ada banyak ketidak beresan jika mereka terus berada disini.

“Kalian mau kemana?” Eun Kyo keluar dari kamar dan mendapati teman-temannya sudah ingin pulang.

“Kami harus kembali.” Ujar Donghae.

“Begitu? Maaf hari ini aku tidak bisa…”

“Gwaenchana.” Potong Donghae.

“Donghae~ya, palli.” Ujar Kyuhyun yang melangkah tanpa menoleh. Eun Kyo sempat melihat Kyuhyun yang menghilang di balik pintu keluar, ia kembali menatap Donghae dan mengernyitkan dahinya. Donghae hanya tersenyu menanggapinya.

“Ae Rin~a.. kapan-kapan aku akan ke tempatmu lagi.” Kibum melontarkan pembicaraan pada Ae Rin dan mampu membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“Nde?” ujar Ae Rin bingung.

“Buku.” Jawab Kibum.

“Ah ne. Boleh, aku… tunggu… Oppa.” Ujar Ae Rin.

Kyuhyun mendengus kesal sebelum akhirnya membanting pintu dengan sedikit keras. “LEE DONGHAE! PALLI!” teriak Kyuhyun.

“Kajja, Ae Rin. Kita pulang.” Donghae menarik Ae Rin yang masih terlihat ingin bercakap dengan Kibum. “Ahjumma, terima kasih makan siangnya, sangat enak.” Donghae mengacungkan tangannya sebelum ia melajukan mobilnya meninggalkan rumah Eun Kyo.

***

Eun Kyo sudah sampai di tempat tujuan. Tempat yang dimaksud Jung Soo. dia sempat menanyakan pada supir yang membawanya ke sebuah Butik terkenal di Pusat perbelanjaa elit di Seoul untuk memastikan apa benar tempat ini yang dimaksud Jung Soo. Sudah 15 menit Eun Kyo menunggu di depan toko tapi lelaki itu tidak kunjung datang. Eun Kyo mengetok kakinya ke lantai dengan kesal. Hal yang sering ia lakukan jika jenuh menunggu. Kakinya tidak bisa berhenti bergerak seperti terkena sindrom parkinson jika sedang gelisah menunggu.

“Sudah lama menunggu?”

Sebuah suara yang ia sangat hapal jenis suara itu terdengar di telinganya. Ia tidak ingin menoleh karena hatinya terlanjur kesal dan kakinya sudah terlalu pegal berdiri. Eun Kyo mendorong pintu kaca dan masuk begitu saja. sebenarnya ia ingin masuk sejak tad, tapi jika harus masuk sendirian ke tempat berkelas seperti itu rasanya ia kurang percaya diri. Ia akan terlihat seperti orang bodoh yang tersesat. Memilih sesuatu baginya tidak terlalu menyenangkan, dia lebih suka ditawari 2 atau 3 buah baju lalu memilihnya, seperti itu lebih simple ketimbang harus mencari baju mana yang ia sukai di deretan puluhan baju.

“Maaf terlambat sedikit.” Jung Soo mendekat ke punggugn Eun Kyo yang terlihat malas membuka-buka baju yang tergantung di butik itu.

“Aku tidak suka memilih di tumpukan baju yang terlihat sama dan membingungkan. Sebaiknya kau saja yang pilih.” Ujar Eun Kyo berbalik tiba-tiba. Membuat Jung Soo menghentikan langkahnya dan mereka berdiri sangat dekat, tidak lebih dari 5 cm dan hampir bersentuhan.

Eun Kyo mendengus, setelah beberapa detik yang lalu ia tersentak mendapati JungS oo begitu dekat dengannya. Tapi rasa lelah membuatnya sedikit masa bodoh dengan apa yang terjadi sekarang. Bibirnya mengerucut cemberut. Jung Soo menyadari perubahan Eun Kyo yang terlihat tidak antusias seperti bayangannya.

Beberapa menit yang lalu, di kantornya, Jung Soo membayangkan betapa menyenangkan memilih baju yang akan Eun Kyo kenakan saat mereka makan malam nanti. Seperti yang dulu ia lakukan bersama Yeon Su, yang akan selalu bersemangat memilih baju hingga sampai puluhan potong ia coba. Ia juga ingin menjalanni moment itu bersama Eun Kyo. membayangkan senyuman Eun Kyo saat melihat gaun-gaun indah yang toko itu tawarkan. Tapi Eun Kyo bukan Yeon Su, yang terkenal memang senang sekali shopping dan menghamburkan uang.

“Bagaimana kalau ini?” Jung Soo emngambil sepotongbaju secara acak dan menyerahkannya pada Eun Kyo tanpa melihat baju apa yang telah ia ambil. Dan seperti dugaan Jung Soo, wanita itu pasrah mengambil gaun yang ada di tangannya lalu berjalan ke kamar ganti tanpa melihat benda seperti apa yang ada di tangannya.

Jung Soo menghela nafas, ia tau sudah membuat Eun Kyo kesal tanpa sebab. Tapi kalau masalah menunggu, itu Jung Soo sudah tau sejak kecil. Eun Kyo benci menunggu, pernah mereka tidak jadi bermain hanya karena Eun Kyo kesal menunggui Jung Soo mandi. Eun Kyo mecil merajuk dan kembali kerumahnya.

“Apa ada kedai es krim di dekat sini?” tanya Jung Soo pada salah satu pegawai butik.

“Beberapa blok dari sini Tuan.” Jawab pelayan itu dengan sopan.

“Apa bisa pesan antar?” tanya Jung Soo.

“Bisa, kami sering memesannya saat waktu istirahat.”

“Bisa kau pesankan untukku?” tanya Jung Soo. pelayan itu mengangguk tegas lalu berjalan ke meja kasir dan mengambil telpon.

“Pesan es krim rasa apa Tuan?” tanya pelayan itu.

“Menu favorit?”

“Fruit Sundae.” Jawab pelayan itu.

“Pesa itu saja.” ujar Jung Soo memutuskan. Ia berjalan ke beberapa manekin yang memakai beberapa gaun. Memilih kira-kira gaun seperti apa yang yang pantas untuk Eun Kyo.

“Aku mau yang ini.” Jung Soo menunjuk sebuah mini dress short slevees dengan V neck yang rendah, muka belakang. Berbahan katun berwarna hitam. Jung Soo bisa membayangkan bagaimana Eun Kyo memakainya. Kerah V yang memamerkan sebagian dadanya akan terlihat sangat menggoda, ditambah lagi bagian belakang punggungnya akan sedikit terekspos. Kaki jenjangnya pun akan terlihat lebih jelas.

“Apa ini pantas? Ini terlihat seperti ingin pergi ke night club.”

Eun Kyo berdiri di depan pintu kamar ganti. Jung Soo memandanginya dengan seksama, memang terlihat seksi, tapi spandex yang melekat di seluruh bagian tubuhnya membuat Eun Kyo sedikit lebih berbeda.

“Coba yang ini.”

Jung Soo mendekat dan menyerahkan salah satu gaun dress yang ada di tangannya. Eun Kyo mengambilnya dengan malas, lalu kembali menghilang dibalik pintu kamar ganti. Ia melepas baju yang tadi ai kenakan, berganti dengan dress yang lebih manusiawi menurutnya, meskipun setelah ia mematut dirinya di cermin sedkit merasa berbeda. Tubuhnya memang terlihat lebih pantas mengenakan dress yang baru saja di serahkan Jung Soo untuknya. Ia menghela nafas sebelum memberanikan diri keluar dari kamar ganti. Kaki sedikit lebih leluasa ketimbang spande yang membalut ketat tubuhnya, tapi ia merasa itu terlalu pendek eun Kyo membuka pintu dengan perlahan, menyembulkan wajahnya terlebih dahulu dan setelah itu perlahan membuka pintu.

Melihat Eun Kyo keluar dari ruang ganti, Jung Soo sempat tercekat beberapa detik. Kesulitan mengambil nafas. Jantungnya tiba-tiba berpacu lebih cepat, antara terkejut dan tidak percaya. Sudah beberapa kaliia melihat Eun Kyo dalan keadaan ‘telanjang’, tapi kali ini berbeda, tubuhnya terlihat lebih menggairahkan dari ‘telanjang’ sekalipun.

“Ehem, aku suka. Tapi coba yang ini sekali lagi.” Jung Soo berdehem untuk menetralkan suara dan kerongkongannya yang sempat mengering lalu menyerahkan sepotong dress pada Eun Kyo. Pilihan random, Jung Soo asal saja menarik dress yang tergantung di dekatnya berdiri, untuk menutupi kecanggungannya. Eun Kyo ingin protes, baginya sangat membosankan mencoba berbagai pakaian. Kenapa tidak pilih satu saja yang Jung Soo suka lalu membelinya. Itu akan menghemat waktu dan pikiran. Semakin banyak pilihan akan semakin sulit untuk memutuskan.

Beberapa menit kemudian Eun Kyo kembali keluar, tidak butuh waktu lama seperti tadi. Ia berdiri dengan malas tanpa berbicara ataupun memberitahukan pada Jung Soo ia sudah selesai mencobanya dan meminta pendapat pada suaminya. Mata Jung Soo tidak pernah lepas dari pintu dimana ruangan Eun Kyo berada di dalamnya, sedetikpun, agar ia tidak melewatkan saat-saat Eun Kyo keluar dan mengenakan gaunnya.

Gaun berwarna coklat tanah berbahan chiffon dibagian bawah dada hingga sejengkal dari lutut Eun Kyo  dipadu dengan balutan brocade yang menutupi dada hingga leher terlihat anggun di tubuh Eun Kyo. ternyata Eun Kyo memang berbeda dari Yeon Su. bersama Eun Kyo, Jung Soo bisa merasakan sensasi harap cemas saat melihat Eun Kyo keluar. Tidak seperti Yeon Su yang memilih sendiri dan mencoba sendiri lalu memutuskan sendiri, Jung Soo hanya tinggal menyerahkan credit cardnya saja.

“Yang mana? Aku sudah tidak bisa mencobanya lagi.” ujar Eun Kyo.

“Pilihan kedua.” Ujar Jung Soo sambil berbalik dari Eun Kyo. Jika terus-terusan memandangi Eun Kyo-meskipun dia masih betah untuk menatapnya-, kemungkinan besar Jung Soo akan berjalan secepatnya dan mendorong Eun Kyo masuk kembalike dalam ruang ganti dan melepaskan hasratnya disana.

“Ini pesanannya Tuan.” Ujar pelayan mengantarkan pesanan es krim untuk Jung Soo. jung Soo mengambilnya dan melirik Eun Kyo yang baru saja mengganti bajunya.

“Eoh?” Eun Kyo terlihat bingung memandangi es krim yang ada di tangan Jung Soo.

“Ini dressnya Tuan.” Pelayan itu membungkus dress yang dibeli Jung Soo untuk Eun Kyo. jung Soo mengambilnya, sekalian mengambil credit cardnya.

“Untukku?”

Tanpa menunggu persetujuan dari Jung Soo, Eun Kyo langsung menyambar es krim yang hampir meleleh di tangan Jung Soo. Ia menyuap sendok demi sendok es krim itu dengan cepat. Seo;ah ada orang yang ingin merebut es krimnya dan menghabiskannya.

“Suka?”

Sebuah anggukan sebgaia jawaban tanpa suara. Eun Kyo sudah tidak bisa menjawab lagi demi menghindari kecolongan sensasi nikmat di lidahnya. Satu suapan rasa strawberry, suapan kedua rasa pisang lalu berubah melon. Dia sungguh menikmatinya. Melihat hal itu, Jung Soo tersenyum senang. Menghadapi Eun Kyo memang berbeda. Terkadang masalah sepele bisa ditanggapi wanita itu berlebihan, tapi saat penuh emosi dan tasa jenuh bisa diatasi dengan hal yang simpel. Itu yang membuat Jung Soo merasakan sensasi berbeda. Rada yang tidak biasa.

“Kita ke toko sepatu.” Ucap Jung Soo sebelum menginjak pedal gas. Memberitahukan tempat yang akan mereka kunjungi setelahnya.

“Aku tidak suka heels. Aku lebih suka flat shoes saja.” ujar Eun Kyo sebelum Jung Soo memilih sepatu-sepatu aneh untuknya.

“hem.” Jawab Jung Soo sambil menepikan mobilnya. Eun Kyo semapt tidak ingin beranjak dan masih ingin menikmati es krimnya yang tinggal beberapa suapan lagi. ingin sekali da mengatakan’kau saja yang pilih’ seperti tadi, tapi untuk masalah kaki, dia merasa tidak percaya dengan Jung Soo. setelah menyuap dengan cepat dan menghabiskan es krimnya, ia keluar dari mobil tidak lupa menarik beberapa lembar tissue  yang ada di dashboard mobil Jung Soo.

Sebuah toko terkenal para artis memburu berbagai model sepatu. Eun Kyo mencelos saat memasuki ruangan dari sebuah butik sepatu terkenal di Seoul. Ia memandangi beberapa sepatu dan sendal yang terpajang. Terlihat sangat mewah dengan dengan beberapa bebatuan menghiasi benda ynag diperuntukkan untuk kaki tersebut.

“Aku suka yang ini.” Eun Kyo mengambil sebuah sepatu flat hitam semi formal dengan beberapa tali berwarna puti dibagian ayasnya ynag akan melilit kaki Eun Kyo. Tanpa pikir panjang ia melepas sepatunya dan mencobanya. Jung Soo memperhatikannya dengan lekat, bagaimana Eun Kyo mengenakannya. Jari tangannya lincah bergerak hingga sepatu itu kini terpasng manis di kakinya. Menurut Jung Soo tidak terlalu buruk. Sekali lagi Jung Soo membandingkan Yeon Su yang pasti akan memilih sepatu yang sedang booming saat ini lalu membelinya dengan berbagai warna.

“Tidak ingin mencoba yang lain?” tanya Jung Soo.

Eun Kyo menggeleng pelan, dalam hatinya ia juga ingin mencoba yang lain, karena yang lain terlihat lucu dimatanya. Tapi baginya biasanya pilihan pertama adalah yang terbaik, “Semakin banyak mencoba akan semakin membuatku pusing. Yang ini saja.” ujar Eun Kyo memutuskan.

Bagi Eun Kyo itu hidup itu memutuskan, jadi semakin banyak pilihan baginya akan semakin pusing. Ia akan semakin bimbang. Jung Soo adalah termasuk keputusan dalam hidupnya, bukan sebuah pilihan, karena hanya ada Jung Soo sebagai kandidat, tak ada pilihan hanya ada ‘ambil atau tidak’. Baginya seperti itu lebih mudah, ketimbang harus dihadapkan dengan beberapa pilihan. Akan ada banyak pertimbangan, lebih menonjol dan lebih terkebelakang. Ia benci membandingkan, meski terkadang perbandingan itu penting.

***

Setelah keluar dari salon dan merapikan riasan di wajahnya, Eun Kyo tidak menyadari sejak tadi Jug Soo terus memandanginya. Eun Kyo tidak tau sejak kapan Jung Soo sudah ada di belakangnya, karena tadi Jung Soo sempat meninggalkannya di salon karena keperluan mendadak. Tapi setelah ia selesai menjalani seluruh perawatan yang Eun Kyo sendiri tidak hapal apa sebutannya, Jung Soo sudah tersenyum di belakangnya, terpantul di kaca.

“Sejak kapan sudah ada disini?” tanya Eun Kyo menolehkan kepalanya.

“Sejak tadi.” Jawab Jung Soo dengan senyum simpulnya.

“Sudah selesai.” Eun Kyo bangkit. Ia meregangkan ototnya terlebih dahulu. Lalu berjalan mendekati kursi tempat Jung Soo duduk.

“Yeoppuda..” komentar jujur keluardari mulut Jung Soo tapi balasannnya adalah sebuah tendangan kecil di kakinya.

“Sudah siap?” tanya Jung Soo.

“Memangnya mau kemana? Sepertinya harus dipersiapkan dengan baik.” Ujar Eun Kyo keluar.

“Rahasia.” Ujar Jung Soo.

Ia berjalan menjajari langkah Eun Kyo dan meraih tangannya. Lalu berjalan bergandenganmenuju mobil. Tidak perlu waktu lama untuk sampai di tempat tujuan. Eun Kyo sempat ragu untuk turun dari mobil. Sebuah restoran bergaya Eropa dengan interior yang membuat Eun Kyo bergidik. Perlahan Eun Kyo memasuki ruangan dengan arsitektur kental bergaya Eropa masa lampau. Demi Tuhan Eun Kyo baru sekali ini menjejakkan kaki disini, dan dia bahkan tidak mengetahui ada restoran semegah ini.

“Silakan.” Seorang pelayan menyambut mereka. Eun Kyo dan Jung Soo mengikuti langkah pelayan itu yang mengantarnya ke sebuah meja yag sudah di pesan Jung Soo.

“Silakan pesan.” Seorang pelayan lagi meghampiri mereka dan menyerahkan menu pada mereka.

Eun Kyo mengernyit melihat list menu yang ada disana. Dia tidakbisa mengeja makanan tersebut dengan benar, yang hanya bisa dia baca hanya steak. Jadi ia memutuskan memesan makanan itu. tidak terlalu ambil pusing dengan menu.

Suasana terasa romantis dengan lantunan lagu yang memanjakan telinga. Lantunan piano dan suara berat penyanyi jazz terdengar di telinga Eun Kyo.

“Kau suka?” tanya Jung Soo.

Eun Kyo mengangguk. Dia terlihat kikuk dan tidak biasa. Sampai makanan yag ia pesan datang, ia tak juga mengeluarkan kata.

“Gwaenchana?” tanya Jung Soo khawatir melihat Eun Kyo nampak kaku. Rambutnya dipilin membentuk gulungan tunggan di kepala belakangnya dengan membiarkan beberapa helai rambutnay yang sedkit lebih pendek tergerai.

Eun Kyo memakan makanannya dengan pelan tapi lahap. Oerutnya sudah lapar, berjalan seharian membuat cacing dalam perutnya demonstrasi.

Selesai makan, Eun Kyo mendongakkan kepalanya menatap Jung Soo yang sudah lebih dulu menatapnya. “Wae?” tanya Eun Kyo bingung. Tatapan jung Soo beda dari biasanya. “Kenapa tiba-tiba berubah aneh seperti ini pulang dari luar kota?” Eun Kyo merasa heran.

“Ani, aku hanya terlalu banyak mencemaskan dan merindukanmu saat diluar kota.”

“Bagus sekali, kau sekarang pandai merayuku. Apa rayuan seperti itu yang membuat Yeon Su bertekuk lutut?” Eun Kyo menyapu kedua sudut bibirnya dengan serbet yang terlah di sediakan.

“Ani.” Jawab Jung Soo. karena tanpa rayuanpun Yeon Su jelas sudah bertekuk lutut padanya. Beruntung Jung Soo tidak mengambilkesempatan atas itu, jadi yang mereka lakukan saat pacaran hanya sebatas berciuman. Itu saja, tidak lebih.

“Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang.” Ujar Eun Kyo ingin bangkit. Tapi sentuhan tangan Jung Soo mengurungkan niat Eun Kyo.

“Sebentar, ada yang ingin aku berikan padamu.” Ujar Jung Soo. perlahan tangan kiri Jung Soo menusup ke dalam jasnya dan mengambil sebuah kotak kecil. Eun Kyo bisa menebak paling di dalamnya sebuah cincin. Perlakuan seperti ini sudah sering ia lihat di drama-drama yang ia lakonkan diatas panggung.

“Apa aku harus berakting terkejut setelah membuka kotak ini?” Eun Kyo mengambil kotak tersebut dari tangan Jung Soo. lalu membukanya.

Bukan sebuah kepura-puraan. Ketika ia menghadapi kenyataan saat suaminya sendiri memberikan perhiasan padanya, ia terkejut. Eun Kyo juga tidak menyangka tiba-tiba perasaan senang itu menjalar ke seluruh tubuhnya, bibirnya membentuk sebuah senyuman. Sebuah kalung dengan bandul berlian kecil.

“Aku membelinya saat keluar tadi. Aku rasa lehermu terlalu polos.” Ujar Jung Soo sambil melihat kearah dada Eun Kyo. “Sini aku pakaikan. Setelah ini aku berjanji kita akan pulang. Kau terlihat sudah sangat lelah.” Ujar Jung Soo sambil berjalan kearah Eun Kyo, mengambil kalung itu lalu memasangnya di leher Eun Kyo.

“Terlihat lebih manis. Kajja.” Jung Soo menarik tangan Eun Kyo meninggalkan restoran itu.

Dalam perjalanan pulang, mereka terjebak dalam hujan deras disertai sebuah kecelakaan mobil beruntun yang menyebabkan jalanan menjadi macet. Sudah 2 jam mereka diam tanpa beranjak. Proses evakuasi berjalan lambat karena hujan yang mengguyur sangat deras.

“Sudah malam, aku tidak yakin kita sampai ke rumah.” Ujar Jung Soo.

“Lalu?” tanya Eun Kyo sambilmenguap.

“Kau mengantuk?” Jung Soo mengulurkan tangannya menyentuh pipi Eun Kyo dan membelainya lembut. Eun Kyo hampir saja menutup matanya jika tidak dikejutkan oleh suara klakson mobil dari belakang.

“Oppa, ayo jalan.” Ujar Eun Kyo. melihat di depannya sudah bisa berjalan meski dengan kecepatan yang tidak bisa dibandingkan dengan sepeda sekalipun. Tapi setidaknya mereka tidak diam di tempat.

Beberapa menit mereka merayap seperti ulat dengan kecepatan yang sangat minim. Akhirnya Jung Soo memutuskan untuk membelok mobilnya di halaman sebuah hotel. Eun Kyo sudah setengah tidak sadar dan tersandar di bahu Jung Soo. Tertidur meski tidak begitu pulas, Jung Soo meletakkan jasnya di paha Eun Kyo untuk menghalaunya dari rasa dingin.

“Yeobo, ireona.” Jung Soo menepuk pelang pipi Eun Kyo.

“Kita sudah sampai? Woah! Akhirnya.” Eun Kyo menggeliat meregangkan ototnya dan mengumpulkan kesadarannya. Tapi ia langsung membelalak saat melihat sebuah nama hotel di depan matanya.

“Oppa! Kau, kau tidak salah tempat kan?” ujar Eun Kyo.

“Ani, kau sudah terlalu lelah. Istirahat disini saja.”

“Ani! Michessoe?! Kau mau media mengetahui kita sedang check-in di Hotel? Eoh?”

“Jika media ingin, mereka sudah membuntuti kita sejak belanja tadi. Kajja, jangan terlalu banyak pertimbangan. Kau perlu istirahat.” Jung Soo menarik tangan kanan Eun Kyo mengajaknya keluar. Mau tidak mau Eun Kyo harus keluar dan berjalan mengikuti Jung Soo.

“Oppa…” Eun Kyo menarik tangan Jung Soo, ragu untuk melanjutkan langkah.

“Tenang saja. disini aman.” Ujar Jung Soo menenangkan Eun Kyo.

Akhirnya mereka sampai pada kamar yang Jung Soo pesan. Suit room dengan berbagai fasilitas super lengkap. Telivisi berukuran besar, tempat tidur berukuran besar, rauangan luas, tempat yang nyaman untuk beristirahat. Eun Kyo kembali menghentikan langkah begitu tau kamar seperti apa yang Jung Soo pesan.

“Kau sudah merencanakan ini?” tanya Eun Kyo curiga. Apa yang dialaminya hari ini terkesan seperti date dan second honeymoon baginya.

“Ani.” Jawab Jung Soo singkat sambil menarik tangan Eun Kyo.

“Tapi…”

“Tidak ada tapi-tapian, lepaskan bajumu. Atau kau mau mandi air hangat dulu, setelah itu tidur.” Jung Soo mendorong Eun Kyo ke kamar mandi. “Wae? Mau aku yang memandikan?” tanya Jung Soo saat Eun Kyo masih mematung. Eun Kyo berdecak kesal. Tapi apa yang dikataka Jung Soo benar juga, mandi akan membuatnya lebih segar, dan membuat tidurnya nyenyak.

Selesai mandi dan memakai baju yang disediakan hotel, Eun Kyo berbaring di sofa menunggu Jung Soo selesai mandi. Ia meraih majalah yang ada diatas meja. Membuka tanpa membacanya. Tapi lembaran majalah itu terhenti saat melihat ada foto Jung Soo dan Yeon Su disana. Profil dan hubungan mereka yang sempat dimuat di media. Eun Kyo mebali majalah itu dan memeriksa sampulnya. Pantas saja, ini majalah lama, batinnya.

Tapi saat melihat foto tersebut, hatinya berdesir pelan, mengobarkan api cemburu dengan perlahan yang membuatnya sedikit kesusahan untuk menarik nafas.

“Kenapa belum tidur?” Jung Soo sudah selesai mandi. Ia hanya mengenakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya dan sebuah handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Ia berjalan perlahan menuju lemari dan menarik piyama dari dalam lemari.

“Ada fotomu… Oppa. Eum, bersama Yeon Su.” ujar Eun Kyo terbata berjalan menuju tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya disana.

“Wae? Itu majalah lama.” Sahut Jung Soo sambil melirik majalah yang tadi sempat dibuka Eun Kyo.

“Eum.” Jawab Eun Kyo.

Beberapa detik kemudian Jung Soo membaringkan tubuhnya disamping Eun Kyo danmerapat padanya. “Wae? Kau cembburu?” tanya Jung Soo berbisik tepat di telinga Eun Kyo, wanita itu menggidikkan bahunya, lalu memunggungi Jung Soo.

“Ani.” Jawab Eun Kyo berbohong. Kian hari perasaannya kian tumbuh tanpa dipupuk. Padahal sudah sekian kaliia menyangkal perasaan itu. Tapi penyangkalan itu semakin membuat perasaanya menjadi nyata.

Saat Eun Kyo hendak memejamkan matanya, dia merasa ada sesuatu yang meraba lehernya. Eun Kyo tidak jadi memejamkan matanya, menajamkan indera perasanya. Jung Soo menciumi lehernya, lagi. beberapa detika ia membiarkan hal itu terjadi, tapi saat siuman itu tak hanya sekedar kecupan Eun Kyo menjadi berang.

“Oppa! Aku lelah!” ujar Eun Kyo protes.

“Eum, tidur saja. aku hanya ingin mencicipi dessertku sebelum tidur.” Ujar Jung Soo santai.

Setelah beberap kali mengelak, akhirnya Eun Kyo pasrah dan membiarkan Jung Soo merabanya. Hnaya beberapa menit, setelah itu Jung Soo menaruh kepalanya di lengan sebagai tumpuan. Mengecup pipinya lalu mendekapnya.

“Jalja~yo… saranghae.” Ujar Jung Soo berbisik.

Yeon Su kini benar-benar sudah tidak ada tempat dihatinya. Keluar begitu saja tanpa paksaan. Dan kini hanya ada satu penghuni dihatinya tanpa keraguan. Tertidur dengan sebuah keyakinan, ia akan menghabiskan hidupnya bersama orang yang sekarang muai tertidur dalam dekapannya.

***

Eun Kyo berjalan mengikuti langkah Siwon yang ada dihadapannya. Menaiki beberapa anak tangga dan mengantarkannya pada sebuah ruangan yang terlihat sangat nyaman, ruangan kerja Siwon.

“Ada apa memanggilku kemari?” tanya Eun Kyo penasaran.

“Silakan duduk. Aku hanya ingin menawarkan kontrak kerjasama untukmu.” Ujar Siwon.

“Eoh? Bukankah itu bagian Donghae, aku tidak pernahmelakukan perjanjian kerjasama dengan siapapun tanpa Donghae.” Ujar Eun Kyo.

“Ani, ini hanya project kecil.” Bela Siwon bersikeras.

“Project?” ulang Eun Kyo heran.

“Aku menawarimu jadi icon product kami.”

“Product?” tanya Eun Kyo lagi.

“Sebuah product kecantikan. Aku rasa kau pantas menjadi iconnya.” Ujar Siwon.

“Apa kau sudah memberitahu Donghae?”

Selalu saja Donghae. Apa wanita ini bergantung hidup pada Donghae? Batin Siwon merasa kesal. Tapi ia tidak kehabisan akal untuk membujuk Eun Kyo

“Kau bawa saja dulu kontraknya, pelajari, aku akan menghubungimu lagi dalam 3 hari.” Ujar Siwon.

“Begitu?” tanya Eun Kyo polos. Ia kemudian keluar dari ruangan Siwon dengan membawa berkas kotrak. Siwon tersenyum sepeninggalnya Eun Kyo dai ruangannya.

Dia memikirkan kemungkinan-kemungkinan jika nantinya Eun Kyo bersedia untuk bekerja sama dengannya. Akan ada lebih banyak waktu ia habiskan bersama Eun Kyo dan banyak hal yang ia lakukan bersama atas nama pekerjaan.

Beberapa jam Siwon hanya melamun, hingga lamunannya buyar oleh sebuah dering dari ponselnya. Ia melihat ke layar beberapa detik sebelum memutuskan untuk menerima panggilan itu. Lee Donghae, batinnya. Ia sudah tau Donghae pasti akan menghubunginya.

“Yeoboseyo?” sapa Siwon.

“Suruh Sekretarismu untuk mengijinkaku bertemu denganmu, aku tau kau di dalam Choi Siwon.” Ujar Donghae terdengar dingin. Siwon tertawa. Menekan sebuah tombol pada pesawat telponnya.

“Biarkan dia masuk.” Ujarnya.

Dalam hitungan detik kini Donghae suadh berada di hadapannya. “Apa maksudmu menawari Eun Kyo pekerjaan di depan layar?” tanya Dongahe sengit.

Siwon tersenyum penuh arti sebelum menjawab, “Kau tenang dulu Lee Donghae. Duduk dulu.” Ujar Siwon tenang.

“Aku harap jangan mengusik kami lagi. kontrak kita sudah berakhir.” Ujar Donghae lagi, masih bernada sengit seperti tadi.

“Aku hanya memberikan Eun Kyo kesempatan untuk berkarir. Dari iklan merambah dunia acting lalu layar lebar.” Ujar Siwon.

“Berapa Eomma membayarmu untuk ini? Eoh?”

Mendengar pertanyaan Donghae, Siwon terkekeh. Sudah pasti Donghae akan berpikiran seperti itu. meskipun tidak sepenuhnya salah. Siwon memang mempunyai beberapa kesepakatan dengan Eomma Donghae, untuk membuat Donghae kemabli ke rumah itu saja. Dan ketika kerjasama itu terjalin melalui teater, Siwon mulai bisa membaca titik-titik kelemahan Donghae.

“Jika hanya ingin memastikanku tidak bisa bertahan, kau salah besar Choi Siwon. Aku kira kau temanku sejak dulu, tapi sekarang.”

“Sekarang apa?” potong Siwon.

“Kau bahkan tidak mengerti keinginanku.”

“Aku mengerti, aku mengerti Lee Donghae. Tapi pengertian itu terkadang harus terkikis oleh airmata seorang wanita yang ingin anaknya kembali.” Nada suara Siwon terdengar tegas.

“Tapi jangan menggunakan Eun Kyo sebagai kambing hitam! Jangan menjerumuskannya dalam dunia yang tidak bisa ia kuasai!”

“Sepertinya kau sangat mengerti wanita itu. Jadi wanita itu yang membuatmu meninggalkan rumah?” tanya Siwon. Mereka berdebat satu sama lain.

“Jangan membawa-bawa Eun Kyo. Dia sama sekali tidak tau apa-apa.”

“Begitu?” tanya Siwon tidak yakin. Jelas sekali Siwon menangkap ada  yang berbeda dari sikap Donghae.

“Kau boleh mengambil artis manapun sebagai iconmu tapi jangan teman-temanku. Jangan Eun Kyo apalagi Ae Rin.” Ujar Donghae.

“Wae? Aku bahkan ingin mereka debut dalam sebuah drama.”

“Andwae. Aku tidak mengijinkannya.” Ujar Donghae tegas.

“Wae?”

“Kau ingin tau?”

Donghae meraih ponselnya dan mencari sebuah nama di kontaknya. Eun Kyo.

“Yeoboseyo?” begitu telpon tersambung ia segera menyapa. Dia menyentuh tanda ‘loudspeaker’ agar Siwon juga mendengar percakapan dia dan Eun Kyo.

“Donghae~ya. Aku baru saja ingin menelponmu. Aku tunggu beberapa lama di teater tapi kau tidak muncul juga. Menyebalkan. Aku dapat tawaran iklan Donghae~ya. Tapi aku tidak mengerti kontrak yang ada, biasanya kau yang sering mempelajari kontrak.” Eun Kyo mencerocos berbicara tanpa memberikan kesempatan untuk Donghae bicara. Donghae melirik Siwon. Tak ada yang bisa Eun Kyo sembunyikan dari Donghae, itu yang Donghae sampaikan melalui tatapannya. Meski Siwon menerobos masuk melalui celah paling kecil dan kasat mata sekalipun, Donghae pasti akan tau.

“Siwon bilang dia sudah memberitahumu, dan kau mengijinkannya. Tapi aku…”

“Tapi apa?” tanya Donghae.

“Aku tidak terlalu berminta Donghae~ya. Tapi tidak enak langsung menolak Siwon. Bisa membantuku menolaknya?” tanya Eun Kyo.

“Eum, Siwon pasti mengerti.”

“Kau yang sampaikan padanya? Assa.. aku tidak perlu khawatir kalau begitu.”

“Eum.” Jawab Donghae mengakhiri pembicaraannya dengan Eun Kyo. “Kau sudah dengar sendiri.” Donghae ingin segera pergi namun Siwon menahannya.

“Kau tau alasan kenapa dia menolak tawaranku?” tanya Siwon penasaran.

“Meskipun aku tau aku tidak akan memberitahukannya padamu.” Donghae sudah terlanjur emosi.

“Apa kau mencintainya? Kau terlalu overprotected terhadapnya. Harusnya kau memberikannya pandangan untuk mengembangkan diri jika kau mencintainya.” Ujar Siwon lagi.

“Dengarkan aku, Choi Siwon. Hubungan kami lebih dari sekedar cinta,  jadi jangan mengajariku tentang cinta.” Donghae akhirnya membuka pintu dan meninggalkan ruangan itu tanpa menutup pintu.

***

“Kenapa duduk disini? Jung Soo Hyung belum menjemputnmu?”

Donghae menyapa Eun Kyo yang duduk di sebuah bangku di bawah pohon depan gedung. Dia juga mengambil duduk disamping Eun Kyo.

“Donghae~ya.. boleh aku tanya sesuatu?” tanya Eun Kyo.

“Tanyakan saja.” ujar.

Ia membuka kaleng cola yang dibawanya di tangannya. Setelah terbuka, ia buru-buru menenggaka minuman itu.

“Kau tidak punya hubungan apapun dengan Yeon Su kan?”

Pertanyaan Eun Kyo sontak membuat Donghae tersedak. Ia tidakpernah menyangka pertanyaan itu akan keluar menghampirinya, terlebih lagi kali ini keluar dari mulut Eun Kyo.

“Aku melihatmu beberapa kali dengannya. Tidak ada hubungan apa-apa kan?” tegas Eun Kyo sekali lagi. donghae tak mampu menjawab. Meski benar-benar tidak mempunyai hubungan apapun dengan Yeon Su, tapi rasa terkejut mampu membuatnya terpaku tanpa kata.

“Donghae~ya, jangan Yeon Su. aku mohon jangan Yeon Su.” Eun Kyo menyandarkan kepalanya di bahu Donghae.

“Kau boleh berkencan dengan siapapun asal jangan dengan gadis itu, berjanjilah.” Ujar Eun Kyo lagi.

Donghae tertegun, begitu juga dengan seseorang yang baru saja keluar dari mobil dan memarkir mobilnya tidak jauh dari Eun Kyo dan Donghae duduk terlihat mesra.

“Oppa…”

Panggil Eun Kyo pelan terdengar lemas. Ia bangkit dan berjalan menuju kearah Jung Soo. jung Soo menyambutnya dengan membelai kepala Eun Kyo yang terlihat lesu hari ini.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jung Soo. ia melirik Donghae yang masih duduk di bangku.

“Ne, aku baik-baik saja. Ayo pulang.”

Hubungan Jung Soo dan Eun Kyo semakin membaik setelah kepulangan Jung Soo dari luar kota. Mereka lebih terlihat seperti sepsaassng suami istri yang normal. Eun Kyo duduk dengan tenang disamping Jung Soo yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Hingga mereka berdua kini sampai di depan rumah mereka. Rumah yang baru dua hari yang lalu mereka tempati kembali.

“OPPA!”
seseorang menyerukan panggilan pada Jung Soo. eun Kyo menatap lurus kearah orang yang memanggil suaminya. Ya, suaminya, siapa lagi yang dipanggil Yeon Su dengan sebutan ‘Oppa’ jika bukan Jung Soo. tidak mungkin panggilan itu ditujukan padanya. Eun Kyo dan Jung Soo keluar dari mobil.

“Oppa, Oppa, aku hamil.”

Yeon datang dengan wajah pucat dan sepertinya habis menangis, wajahnya sembab. Keadaan Yeon Su kini juga dialami Eun Kyo saat mendengar pernyataan Yeon Su. Wajahnya pucat, tubuhnya kaku tak mampu lagi bergerak saat Yeon Su berjalan kearah Jung Soo dan memeluknya.

“Oppa… eottokhae?” tanya Yeon Su sambil menangis.

“Yeon Su~ya, sebaiknya kita bicara di dalam saja.”

Jung Soo menarik tangan Eun Kyo sementara lengan satunya lagi miliknya di pegang oleh Yeon Su. gadis itu masih menangis.

 Eun Kyo memilih untuk masuk ke dalam kamar daripada harus mendengarkan pernyataan dan pembicaraan Yeon Su yang perlahan membuat hatinya terasa nyeri. Sungguh nyeri. Beberapa menit kemudian Jung Soo menyusulnya ke dalam kamar. Eun Kyo menyibukkan diri dengan pakaian kotornya.

“Yeobo, aku harus menemani Yeon Su ke dokter.” Ujar Jung Soo.

“Silakan.” Jawab Eun Kyo dingin.

“Kau mau ikut? Sebaiknya kita pergi bertiga saja.” Jung Soo menarik tangan Eun Kyo. Tapi Eun Kyo menepisnya.

“Wae?” tanya Jung Soo.

“Aku tidak ingin mengganggu kalian.”

Eun Kyo menghindar ketika Jung Soo berjalan mendekatinya. “Apa maksudmu dengan ‘kalian’? Yeobo, kau…”

“Kalau bukan kau siapa lagi?” Eun Kyo mendahhului menjawab pertanyaan Jung Soo yang menggantung.

“Kau menuduhku?”

“Ani, aku hanya bicara kenyataan.” Ujar Eun Kyo.

Jung Soo menghela nafas. “Terserah kalau kau tidak mau ikut. Asal kau tau, aku tidak pernah menyentuh siapaun selain dirimu.” Jung Soo menutup pintu kamar mereka. Meninggalkan Eun Kyo yang perlahan tapi pasti menyisakan rasa sakit dalam diri Eun Kyo.

Ingin rasanya Eun Kyo menepis perasaan sakit itu. tapi ia tidak mampu. Kakinya tiba-tiba lemas dan dia tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Ia terduduk diatas lantai sambil menangis. Baru saja ia melarang Donghae berdekatan dengan Yeon Su, sekarang ia malah membiarkan Jung Soo bersamanya.

Pendar cinta menyala indah

Di tengah remang malam mencoba meraba sebuah rasa

Aku terdiam dalam dekapan hangat sang kekasih

Perasaan itu semakin nyata meski ragu sempat menyentil hati

Aku tak tau apakah ini hanya sesaat

Ataukah selamanya.

Tapi jika aku berharap selamanya

Bukankah itu bukan sebuah dosa?

 

TBC

Note : OK sip! Aku bingung moment TBC nya. Aku tau TBC nay ga kaya TBC-TBC sebelumnya *aku ngomong apa, ngawur* sebelumnya maaf untuk para reader yang kemone di beberapa part dan FF terdaulu yang tidak aku balas. Maaf yah… aku sudah mulai jenuh di depan laptop soalnya. Dan ini aku selesaikan demi kalian. Tidak akan berpanjang kata karena tidak banyak yang harus aku sampaikan, cape dari tadi duduk ngetik sambil berimajinasi. Maaf sekarang-sekarang aku jarang upadte dan ngirimin kalian sms info… aku kehabisan pulsa akhir-akhir ini… jadi yang bukan indosat dan xl terpaksa aku randomngasih infonya… soalnya ga ada gratis buat yang lain.  Aku Cuma punya 2 kartu itu untuk kalian… hanya itu. Aku harap kalian puas dengan yang aku tulis meski aku tidak berharap kalian memujinya. Karena memang lagi dalam keadaanjenuh ngetiknya… maaf yah… tapi aku usahakan untuk terus menulis… demi Teukyo. *tsaaaahhhh ngawur ngalor –ngidul. Ok lah, bagi yang sudah baca, silakan komen saja. gamsahamnida… ga aku edit jadi klao typo kaga usah disebut lagi.

81 responses »

  1. Hahahaa…awal baca masa sayah dah ngakak gaje keinget akhir part kemaren teukyo ketauan ma ny. Park…dan ngakak gaje jg karna ternyata ny. Park ma kibum unyu d marih…suka suka suka…
    Ny. Park pasti seneng banget liat teukyo mesra…tp jg geli liat mreka bercumbu gtu…y oloh…kadang2 bayangin diri sendiri ajah geli apalagi liat orang laen…ditambah orang laennya anaknya sendiri…sumpah kagak kebayang deh…hehee…

    Dan jeng jeng…selalu suka adegan teukyo berantem karna setelah itu pasti berbau2 ranjang…unyuuuu…*emot lope2*

    Eh donghae sm siwon ada konflik yah ternyata…kukira mreka sahabat baik…
    Dan ada apa dengan eomma Donghae ma siwon…???jdi penasaran masa….

    Jangmiiiiiiii…kenapa dy unyu sekaliiiii…pyeman unyuh bener deh dy…entu meskipun penampilan kucel tp jangmi cantik kan yah eon…sayah bayanginnya dy kek eun hye d coffe prince masa…

    Whats…???Yeon Su hamil…???sama siapa…???aku percaya sama Oppa…Oppa g mungkin mau gtuan ma dy…tapi dy hamil sm siapa coba…oh emaaaakk…kenapa bikin kyo tmbh galau…*emot keringet*
    Ish…tetep deh ni Yeon Su bikin sayah sentigirl sama dy…pengen rasanya jambak rambutnya keras2…

    Eon,Yeon Su hamil trus kapan giliran Eun Kyo…???pokoknya requestku sampe kapanpun pengen eun kyo hamil…okey eon…
    Ditunggu kelanjutannya…*berharap eun kyo hamil*

  2. hmmmm onniee
    aku suka bgt sm awal ceritanya so sweet.
    knp pas akhir crta slalu ada yeon su yg menganggu -.-
    hahahaha tpi kalo tdk ada yeon su ga ada konflik ia?
    tpi aku suka deng sm konfliknya kekeke
    onnie onnie aku tggu loh part selanjutnya😉

    Onnie onnie kpn amourete berlanjut?
    onnie onnie kpn mywife berlanjut?

    mian onnie byk nanya hehehe😀

  3. kok yeon su gak tobat kasian eun kyo oenni baru baikan sama jung soo oppa dah dtg pengganggu lg
    msh bingung hub donghae ama siwon… apa siwon suka ama eunkyo???
    oenni aerin ama kyu hub berjalan lambat ya, mlah kibum sptrnya ada rasa ama aerin lg???
    maaf ya oenni kalo banyak nanya…🙂

  4. waduh malu pisan yah jadi eun kyo# he he, apalagi nyonya Park nanya.a yang aneh2# Teuki ajussi kangen bener sama Eun Kyo sampe yang tertunda tadi pagi langsung dilanjutkan pas nyonya Park pulang…

    dan itu apa maksudnya Siwon nawarin itu?apa dia juga suka sama Eun Kyo? dan kok bawa2 eomma Hae juga? wah ada sesuatu ini, masih belum jelas

    Dan ditutup dengan Yeon Su yang kembali membuat ulah, tapi menurut aku dia itu cuma pura2 hamil doang#udah kehabisan cara buat misahin Teuki ajussi sama Eun Kyo

  5. hem, anak siapakah itu???
    pasti nanti muncul gosip2 y onni? *reader sok tau*
    suka karakter kibum yg jahil, bukan si dingin…
    suami q *baca donghae* ternyata dugaanku mengarah benar, dia orang berada…
    dan aerin ma kyu? kyu cemburu lucu bgt deh
    dan jang mi, muncul lg di part ini…

  6. Aduh mewek lagi.. Aih yeonsu cari gara2 lagi, bnarkah dia hamil? Lalu knapa joonsun mau sj nemenin yeonsu ke dokter, sdgkn eunkyo jd berfikir yg macam2

  7. eonniiee
    Akhirnya ada lanjutannya
    Kasian eun kyo jd keki sma mertuanya
    Hhaa
    Itu yeon su knp pake muncul lg
    Kirain udh kelelep dsungai
    Hahaha
    Ngarepnya eun kyo yg hamil,tp kayanya gk dlm wktu dkay ya eon?

    Semangat eonnieeee
    Teruslah kau berkibar *kirainbendera

  8. Aish…yeon su nyebelin bgt c, ngerusak momen2 bhagia teukyo mulu u.u

    huwaa..part ni puaasss dg momen teukyox, senyum2 pas byangin eunkyo sm kibum🙂

  9. Kalau jadi eunkyo ga tau dag kayak apa ni muka, merah kayak kepiting rebus. Gila aja ketahuan mertua pas lagi ‘eheem’, belom lagi bekas yang ditinggalkan, hueee, malu abis. Mertuanya juga jahil banget ya. Ngegodain mantu yang malu setengah mampus.

    Kibum, kau kenapa? Galau akut gitu? Kayak bakalan saingan ama kyu ne! Kyu ngamuk gegara cembokur, huahahahaha, saingan kyu berat.

    Ada jangmi, si ‘gadis aneh’, kenapa ga ada momennya dia sama ryeowook? Pasti seru.

    Ongek, ck ada apa sebenarnya denganmu oppa? Banyak rahasia ongek yang belum kebongkar ya? Jadi penasran sama ongek di sini. Hubungan ongek ama eunkyo lebih dari sekedar cinta? Terus apa dong? Siwon, apa yang sedang kau lakukan?

    Jungsoo, aish, co cuit. Makan malam romantis, wuih semakin nyata aja cintanya sama eunkyo. Tapi, kagak nahan belakangan otaknya oppa jadi rada pervert.

    Ice cream *lap ences tengah malam*, pengeeeen. Ternyata oppa udag ingat sama kenangan mereka saat kecil.

    Waduuuh, ne yoensu kenapa lagi? Ck, terlalu banyak siasat busuknya. Onnie, jangan buat konflik yang rumit ya. Masa baru romantis-romantisan dag ribut lagi. Ntar jadinya sinetron indonesia.

    Next part selalu ditunggu, onnie.

  10. nyahahaha..
    LTD 10 dibuka sama part yg bikin mesem2 + bayangin yg nggak2 #eh
    tpi emang dasar teukyo ittu the best couple yg sama2 saling melengkapi,,walopun kadang ada sebagian yg pasif
    menurutku kibum terlalu misterius deh,,Hae Hae Hae kapan kau berpaling padaku?? #ngarep
    dari awal gak suka sama yeon su,,jadi bingung sebenernya dulu soo oppa kenapa kau bisa cinta padanya??
    Akhir kata titikduabintang buat fika unn^^

  11. haha keren eonnie,, malu dong ketahuan sm mertua haha.. Mau’a yeonsu itu apa sihh..?? Gk bisa liat teukyo bahagia bentar aja gitu.. Tp ko’ aq kasian banget sm donghae oppa,, Donghae oppa biar sm aq aja deh #plakk,ditabokkyu
    Keren banget eonnie.. saya suka,saya suka..^^

  12. lagi yeon su lagi yeon su.. eonnie aku boleh culik yeon su kan biar dia tdak mengganggu kalian lg *ambil tambak

    sempet ketawa2 di awal part hahaha.. terhibur dng “makan malam melepas rindu” hahaha kimbun lucuuuu

    donghae siwon apa yang telah terjadi dng kalian wahai cwo2 ganteng *plak.

  13. akhir’y….. He
    Yeon su… bener2 deh, sangat menyebalkan!
    Baru aja jung soo-eun kyo baikan. Eh… Malah datang si pengganggu ==”
    ”Aku hanya ingin mencicipi dessertku sebelum tidur” Kata2’y itu loh, menggoda ^_~ aku suka!
    Penasaran, siapa sih wanita yang bakal kibum kenalkan pada eun kyo. Ae rinkah? #lirik kyuhyun🙂
    donghae… Masih misterius, penasaran jg sama hubungan’y dengan siwon dan kepergian’y dr rumah.
    Kayak’y dari td kebanyakan penasaran deh… Hehe
    Di tunggu part selanjut’y eon🙂
    Fighting🙂

  14. “Dan kau percaya? Appa masih sering
    menceritakan perkembanganmu
    hingga saat ini, detik ini.” eoonnniiinyaaa! maksud pernyataan itu apa? becandaan ny kibum doang ato begmana? ato ada clue terselubung disitu? ato akunya yg salah tanggep bacany.? hahaha
    ngebayangin kibum waktu curhat yg dia blg kesepian sedih, kacian huhuhu

    teuk sudah mulai menjadin Romanteuk disini kakaka tapi endingnya apakali itu si yeonsu ngaku hamil? ckckck kasian Kyo nya atuh ih :O

  15. Eonni… Tdk bskah masalah cepat berakhir??? Tdk bskah semua jd org baik???? Aq…. Aq hanya tdk tega melihat eun kyo tersiksa. Kebahagiaany selalu sj terasa singkat. Apa cinta memang harus sprti itu???? Aq sedih… #PLAK!!! Lebai… Abaikan#

    tp Eonnn,, aq bener2 kesal. Baru sj hidup mrk damai. Ehhh…. Ujung2 da yg bilan “Oppa… Aku hamil”…. Ckckc…… Di senth ja blum prnh… Masa’ bs hamil… Dsr gadis aneh.

  16. sempet lupa klo jung soo adalah pengusaha dibidang intertainmrnt, tak kira tadi pas ada dialog antara eunkyo dan jung soo, eunkyonya takut ada paparasi sempet ngira jung soo ntu artis😀 #lupaakutmulaimrnyetrang
    nyinya park ternyata usil juga pakai nanya yg iya iya pada eunkyo😀
    hiyaaaaaa ntu kenapa mak lampir yeonsu muncul lagi, tak kira yeonsu sudah end riwayatnya disini. dan daan ntu kenapa juga bisa hamil
    bakal ada perang dingin lagi nih antara teukyo

  17. Aww…aww…awww…unnie…so sweeeet..akhirnya teukyo couple..senyum2 sendiri…bacanya…ada apa dengan kibum dan aerin??? Ahh senengnya liat kyuhyun cemburu…unnie banyakin adegan eunkyo dan leeteuk yah un..

  18. eonni. . . .eeeerrrrrr……jadi tambah rumit,tp seneng jg sih pasti ada part 11 dan selanjutnya hahaha. . .eonni. . . .jgn bosen untk nulis,aku selalu menunggu tulisan mu.okeh.
    *cium dulu
    Muaaahh. . . .
    Di tunggu sms nya lg eon!

  19. Si yeon su apaan, hamil terus ke teuki ngaku2 anak dia, sebel banget unn
    Kasian eun kyo-teuki udah baikan grgr yeon su kan jd berantem lagi loh
    Kyu – aerin masih diem2an terus, nanti keburu aerin diambil kibum loh
    Kyuhyun oppa ayo kejar aerin, ngaku kalo kamu sayang dia *alah apa ini
    Semangat ya un, alhamdulilah ff nya dilanjutin keke~

  20. aigo TBC
    Q geli pas di part awal *liat eomoni
    gak kebayang malu’a hankyo , tp si oppa biasa aja ya hahhaa

    Q suka karakter haeppa di part ini dan ternyata haeppa punya masalah di masa lalu ..
    huh
    aerin sm kyu masih ada acara diem” n .. tp liat kyu cemburu gemes*Evil laugh
    dan ada skandal baru ?? antara kyuhyun-aerin-kibum

    yakkkk #cekek yoeon-su
    apa” n couple mreka kan baru damai ,, yeon-su bkin skandal lagi
    aisshhh
    tp Q percaya padamu jungsoo oppa
    T.T

  21. wah eonni awalnya udah seneng-seneng kalo eun kyo dan jungsoo baikan terus ketauan gitu sama ibunya jungsoo. membacanya saja sudah membuat aku senyum-senyum sendiri.🙂
    tapi kenapa engkau menjatuhkan semuanya begitu saja eonni dengan kehadiran yeon su itu??
    agrhh stress sendiri nih eonni! *garuk-garuk tembok*
    itu si yeon su kenapa bisa hamil gitu??
    dari ceritanya kayanya jungsoo ngga pernah nyentuh yeon su gitu deh! terus kenapa dia bisa hamil??
    terus nanti yeon su minta pertanggung jawaban jungsoo gitu deh.
    terus publik mengetahui hal itu dan terjadi berita heboh besar-besaran.
    dan akhirnya eun kyo sakit hati lagi. dan semuanya jadi sebel sama jungsoo.
    Aggghhh eonni aku mau semuanya bahagia! dan singkirkan yeon su dari kehidupan jungsoo itu eonni. aku sedih melihat eun kyo selalu sakit hati. *peluk eun kyo eonni*

    semakin seru nih eonni. tapi jangan sering-sering membuat eun kyo sakit hati ya eonni.
    aku maunya eun kyo dan jungsoo hidup bahagia selamanya sampai maut memisahkan mereka berdua. agghhh bahagianya.🙂
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni cantik. *hormat bareng kyuhyun*

  22. aigoo… yeon su itu lama-lama ngeselin banget sih. suebel tenan aku liatnya >.<
    kyuhun lucu kalo lagi cemburu sama kibum. kibum dan kyuhun serasi banget sama ae rin :3
    Jadi bingung pilih yg mana

  23. Duh g kbyng malux ktauan mertua pas lg begituan,q ngerti dah gmn prasaanx Kyo!hehehe

    Mbum kasian bgt ce,dy kesepian!
    sini dah q temenin oppa!*nyengir
    tp tu np Mbum blng ampe skrg Appanya ngasi tau dy ttg Kyo?
    Horor bgt unn!wkwkwkwk

    Kyu m Aerin blm normal2 jg ne!
    ayolah,q kngen m ptengkaran klyn ne!
    oya,crt Wuki m cwek tomboy jg dperbanyak dunk unn!
    suka masa ma tu cwe!*lupa namax
    hehehe

    Hae m Won ad pa ce unn?q pkr mrk shbt dkt,tp koq ky ad sesuatu gt yah?
    ad pa dg Hae dan Ummax?

    dan apa itu?
    np tb2 Yeon Su hamil?sapa jg yg mw nyentuh2 dy?*ish benci
    Trus np oppa mw2 aj bantu dy?
    jngan ampe ntar crtx ky The Celebrity,pers nuduh oppa yg ngamilin tu cwek steres!*emot setan

    Yasud,dtnggu klanjutanx y unn!
    Hwaiting!

  24. Kesempatan dalam kesempitan, aku bacanya di kampus.
    Tinggalin jejak dulu deh, belum selesai baca. Tapi sejak awal udah bikin gemes ceritanya

  25. Laaaah,udah seneng si eun kyo ma jung soo baikan,eh apaaan tu si yeon su gangguin mulu..hamil pula??

    Anaknya siapa tu eonn??

    Eonni,partnya kyu ma aerin dibanyakin dunk??hehe penasaran ma mreka bedua…

    Kibum suka y ma ae rin??ckck kyu cemburu ni…

  26. Eonnni..
    Imajinasimu luar biasa…
    Sellu berhasil buat penasaran di akhir cerita..
    Hemmmm
    yeon su nyari gara2 banget, menyebalkan..
    Part 11 secepatnya ya eonni..

  27. Seneng banget baca waktu jung soo sama eun kyo makan malam berdua. Suka sama sweet moment mereka. Tapi kenapa yeonsu ngaku-ngaku kalo dia hamil? Nyebelin banget! Kasihan eun kyo kan. Padahal jung soo sama eun kyo udah mulai akur.

  28. .dari awal udah baik tu teukyo couple..ehh,,di akhir si yeon su muncul lagi -,- ke laut aja dehh sana..sumpah ganggu bgt >< hahaha😀

    kyuhyun sama ae rin gmna tu nasibnya??kira2 mereka brsatu ga ya??trus ryeowook??donghae??and kibum gmna ya??

    keep writing🙂 always waiting the next part..🙂

  29. penasaran sm kibum deh. Tu anak satu kenapa kelakuannya agak aneh coba?

    Dah si yeon su hamil? Sama sapa coba?
    Jangan sampe deh anaknya jungsoo.

  30. Wkwk , seneng bgt bisa liat jungsoo ma eunkyo mesraan, wkwk.
    Itu yeon su buat pnasaran aj siapa yg ngamilin, ga sbar next partnya , keke😀

  31. Akhirnya selesai baca juga.udah lama nungguin LTD . .
    Konfliknya jadi lebih rumit. Aku seneng di part ini TeuKyo lebih mendominasi.
    Jungsoo oppa so sweet bgt.,

    Aku juga nunggu part Kyuhyun ama Ae Rin. Untung couple Kyu bukan artis ya, jadi aku suka2 aja. Karakter ae rin juga unik,

    Yeon Su makin bikin empet, pengen aku lempar ke empang aja, tapi kalo ga ada kurang greget nanti. . .mending ama Donghae, tapi kasian hae juga*hadeh. . .kebanyakan cingcong

    keep writing eon^^
    harusnya ini bisa jadi drakor, keren badai. Bahasa, pembawaan cerita, diksi semuanya keren. Typo mah ga masalah. . .

  32. kyaaaaa~,, eonnie bolehkah aku merajam yeonsu??
    sumpah ya, udah enak2 cerita bagian atasnya eeh malah si rubah datang..
    dasar cwe ga bner, tukang ngenganggu suami orang… *kesel sendiri*
    jadi makin penasaran sama ceritanya..
    kyaaa~~~~…^^

  33. tbc nya bikin tambah penasaran…emang bener yeoun su hamil trs klu dia beneran hamil kira2 ama siapa ya?…jgn2 ama donghae*huwaaa g relaaa…
    next part jgn lama2 ya fika…

  34. Kecup basah fika eon…*jgn amuk2 Q lg ya…*
    Q bc part ini dri td pagi smpe mlm bru slsai masa….
    knp sich stiap mrka mulai rukun ada aja gangguan nya…*emot geleng2 kepala*…
    yeonsu hamil??? *emot siyok*
    jgn2 blg itu anak donghae *puk puk febby* wkwkwk
    jd kpn eon kyo hamil..sy kn pngen bru2 pny ponakan…*mulai nistah deh*

  35. Eunkyo pst mlu bgt tuh ma mertua’a hahahaha,tp nyonya park santai ja gtu trus mlh nny jung soo ksr pa g lg,g kbyang mka’a eunkyo ky gmn….
    Y ampun trnyta kibum ngrasa ksepian slma ini
    Kyu ky’a bnran suka ma aera tuh

    C yeonsu pain c nongol dakhir crt ngku2 hml lg

  36. Gyahaha.. itu gmn coba ketauan ‘gitu’ ama mertua xD sumpah itu malu bgt.. ah,jgn sampe aku ngalamin gitu >o<
    Oy, Kibum.. kibum disini belom ada pasangan kan ya *?* yak onnie~a pasangin sm aku *plakk*
    Eu,kibum unyu unyu *?* di epep ini xD
    Tak lupa jg dgn Cho Kyuhyunnnn nae yeobo.. menggemaskan skli kalo cemburu.. ckckck
    Eo, baru aja teukyo seneng-seneng jd pasangan normal dan jung so oppa mendepak yeon yeon itu.. tapi Aish.. knp si yeon itu nongol lagi dgn keadaan.. hamil *?* eo,kenapa bukan eunkyo aja yg hamil -.-
    Ck.bakal ada konflik lg…

    Dan.. onnie~a, gomawo ツ udh mau nulis walopun moodmu lg down..

  37. ae rin ama kyu msih canggung canggungan,
    trus si yeon su bneran hamil? anak siap? ….

    aaaa,., onnie pnsran next part cpet publis ya..!!!

    tetep semnagat on ciptakan karya berkualitas dan menghibur….!!!
    chayoooooo!!!!

  38. Yakk! Apa ini -,- yeon su hamil? Anak siapa? Bukam anak jung soo pasti?! Ato anak donge? Siwon juga bisa *plak* hiks teukyo lg harmonis2nya. Ada aja pengganggunya. Aish jinja! Padahal aku udah seneng unn seneng make bgt liat eunkyo uda baikan ama jungsoo ampe bacanya senyum2 sendiri tapi akhirnya nyesek -,- yeon su artis kan ya? Okesip aku jadi antis pertamanya!! Nah kan saya makin curiga ama 3laki disini. Eunhyuk, siwon, donge. #okesip #abaikan

    eh iya unnie, mianhae sms nya ga di bls. Ga ada pulsa lg. Hehehee

  39. aigoo… So sweet bgt teukyo :’D
    Jungsoo oppa itu pengertian bgt sama bini (?) kkk….
    Tapi itu yeonsunya beneran hamil?? Sama siapa?? Aku yakin bukan sama jungsoo…😀
    Pesan buat eunkyo eonni, sabar ya eonn percaya deh bukan jungsoo oppa pelakunya, dy cuma berani nyentuh (?) eonni doang…. #apaini #abaikan

    Penasaran next chapternya ^^

    Buat fika eonni : semangat eonni!!! ‘-‘)9 kita selalu mendukungmu… Hehe…😀

  40. Eooon!
    Keren ini mah.
    Kbyng gmana salting dan malunya di dpan mertua.
    Ih, Bummie unyuh2 bnget. Sayah mau jd wanita yg di kenalin Mbum ke noona-nya. Eh, kagak deh. Sayah tlalu setia sm Hae. *bakbukplak

    Ish, itu Haura knp bw2 nama sayah di kmennya. *pout

    Yeon Su hamil, hub Siwon sm Donghae, TeuKyo, konfliknya byk eon. dan rapih, kagak tmpang tindih. Alurnya konsisten dan dtail. Penggambarannya rinci. Visual cerita okeh. Perpek dah!
    Bikin telenopela pan eon? Sayah ikutan yak! Rosalindaaaa. . .
    Oh iya eon, Jang Mi keren ah. Sy ngepen sm dia. Karakternya loveable dan unik.
    Ayoh eon, msukin karakter keren lg. Kayak sayah. *gubrak.
    Mwaahh deh buat tlisan eon. Suka!

  41. Haikz…. Hadeuh… Tuh mak lampir minta di bantai kali yah….
    Seneng banget gangguin idup eunkyo eonnii…

    Gak bisa liat orang bahagia…. Eonn butuh bantuan lempar mak lampir tu ke gunung kawi gak?? Sini serahkan padaku… Hahaha

    Ahh…. Eonn kau sedang cari calon adik ipar?? Oke aku siap, dan dengan senang hati menerima adik mu yang kece badai itu… ^^*peluk kibum

    Ahh dan apa itu?? “Penyiksaan ternikmat”
    Omegatttt nemu dari mana itu kata2??? dan lagi aku juga penasaran gimana rasanya…. Pengennnnn *toyor.

    Cium eonni…<3

  42. onnie knpa yeonsu dluan hamil??knpa ga onnie aj dluan!!
    itu seriuskah si yeonsu??mudah2an serius tp bukan anaknya jungsoo oppa..hehe..yar selesai dy buat masalah..
    oyaa..onnie jelasin ya ntr knp donghae konflik ma ibuna..penasaran ma kehidupannya..!!
    aerin sepertina suka tu ma kibum,
    aerin ma kibum dibuat lbih deket aja yar si kyu cemburu hehehe..
    part11 aku menantimu..datanglaahh yeobo..hahaha.

  43. eoni sumpah yah jungsu oppa ngapa jd mesum bgt dah wkwkwk
    Udah kepergok tp msh aja cari2 kesempatan
    Tp seru dah seriusan… Apalg bagian awal2nya… Hahaha

    Dan yah mia tersentuh sm scene nya eunkyo eon n kibum… Kasian… Dan kyu pny saingan nih ye… Huhuhu

    Msh penasaran… Sm smua jalan ceritanya tp yg pling penasaran itu eunkyo eon hamil g ya stelah semaleman + pginya di gempur (?) abis2an wkwkwk *kabur*

  44. Eooonnniiiiiiiii….
    mian baru komen disini, kkkk….
    maklum sibuk ngurusin Kyuhyun. #PLAK

    jiahhahahaaa
    saiia ketawa rempong kagak jelas tao, baca awal2nya. Sumpah ieh, pasti malu gila itu kepergok ama mertua.
    tapi.tapi. tapi…
    huaaaaa……’
    SUKAAAA BANGGED ama karakternya si Ahjussi. eiii… kau genit Ahjussi,
    pokoknya paling suka kalo liat Ahjussi udah goda2in Eunkyo. n ujung2nya pasti si Eunkyo jadi malu-malu meong.
    kkkkkk…..

    aish, itu manusia rusuh nyangkut2 mulu sih *nunjuk Yeonsu
    mau cari cara apalagi dia buat gangguin hubungan TeukKyo ???

    eon, banyakin lagi Teukyo sweet momentnya ya. SUKAAAAA…
    kkkkk…. pokoknya manis bgd gitu kl lagi main goda-godaan.

    yasudlah, saiia dah banyak bgd cuap2nya…

    Semanggad terus eonniii…!!!
    #kibar2 pipi Yongjin 😀

  45. dear….

    ketawa evil dulu ah wkwkwkwkwk…
    malu… sumpah kalo dipergoki dang yadongan kek gitu. sama ibu sendiri ato mertua… eunkyo mukanya kayang kepiting rebus. hahaha…

    hmmm kibum kesepian, sini q temani… kira2 siapa cewek yg disukainya ya?

    kyu dan ae rin jiahhh bertengkar, kalo suka bilang gih…

    donghae yg misterius, moga ada side storynya *ga maksa

    demi apah yeon su hamil, woi anak siapa tuh jgn ngaku2 deh… *siap2 asah golok

    moga next part terjawab…

    love in weleri
    dee pb2y

  46. Ga nyangka udh part 10 aja ini .. Makin sini makin sweet aja TeuKyo Couple :3
    lucu deh bayangin muka Eun Kyo eonni wktu malu, ketahuan sma ibunya Oppa lagi gituan hahaha😄
    aduh romantis banget yang dinnerrrrr, pen bet kyuhyun kaya gitu =_=
    Kibum gelagatnya kaya suka ma AeRin deh.. Dan si Kyu ketahuan pasti dia cemburu dah -__-

    Dan akhirnya si Yeon Su membuat ulah lagi. Ohmy.. Pengen nyekik nih yeoja! >: Kayaknya dia ga ada kapoknya gitu, trus ga nyadar apa Jung Soo oppa itu cintanya ma Eun Kyo! Aigoo~ makin rumit! Ok Eonni anda sukses membuat saya penasaran! -_____-

    Ditunggu part selanjutnyaa, kapanpun itu hehe~ Dan juga ditunggu sms dari Eonni :3

  47. Hahaha makin hari Kyo eonnie makin manja ya??

    Aisshhh itu si Yeon rubah ngapain hamil laporan ke Soo oppa… Emang tu anak bikinan Soo oppa…?? #bejek2 Yeonsu

    Ahh Eonnieeee.. Yeonsunya di bikin bunuh diri aja yah?? Aku sebeeeeeeel banget tiap baca part yg ada dianya… >.<

  48. Whooaaa seneng deh LTD cepet d publish,, coz q slalu nunggu part lanjutannya… Makanya ni ff d bikin sampe selesai y fika.. ^^.. Tambah seneng lg kynya mood fika lebih baik paz bikin part ini #sotoymodeon. G ada bosennya klo baca teukyo,, ada aja trik romantisnya teukppa tuk ngadepin eunkyo yang lg galak.. Ternyata onge ank org ky yg kabur dr rmh tho.. Fikaa,, Yeon su tu beneran hamil?? Hamil ma sapa?? Jahat banget sii dia, rela d hamilin org bilangnya anaknya teukppa.. Tambah sebeeel aja ma si yeon su itu.. Once again q slalu tunggu next partnya fikaaa.. FIGHTING ^^V

  49. Aish makiin romantis, tapi tapi akhirnya kenapa yeon so hamil? Kaya.y iu akal”nya deh. .

    Kyu-ae rin-kibum, wah kaya.y ada cinta segi tiga.. Kk

  50. aaahhh eoniii mian aku ga balas sms nyaaa😦
    kita sama sama lagi kritis pulsaaaa😥
    part ini aku suka teukyo nyaaa romantis tapi diakhiir wahwahwah *mangapp
    bikin penasaran abiiis…
    yeon hamiiill?????
    sama siapa eoniii???
    next part ditunggu eoniiii:D

  51. Ya ampun oenni jung soo romantisnyaaaaaa🙂 aaaaaaaaaa bikin senyum senyum sendiri bacanya .. Aduh yeon su kenapa lagi dirimuuuu ? Kalau bukan jung soo yg hamilin kenapa jung soo yg nemenin ke dokter oenn , oppa kamu udh punya istri hayo jangan terlalu baik sama cewe lain kasin enkyo oppa .. Donghae anak siapa ? Siwon kenapa gitu ??? Waduh makin penasaran oenni boleh ngasih masukan ga ? Atau requets kali ya ini itu kayanya keren kalau bikin side storynya kyuhyun sama ae rin oenn hahahhaha *reader nyusahin iya segitu aja komennya di tunggu part selanjutnya oenn aku selalu cinta sama tulisan tulisan mu

  52. kyuhyun aerin kapan ya baekannya? ‘-‘)
    yeon su hamil????? pasti itu orang ngarang cerita deh-,-
    unnie ditunggu next partnya ;D tetep semangat ya nulisnya!fighting (9’-‘)9

  53. eonnie, bogoshipo🙂
    dari smua part LTD, part in yg paling romantis *eheem*😀

    tiap kali mw komen, psti bingung mw komen apaan, yg psti DAEBAK😀
    mskipun ada typo dikit, tidak mengurangi kesempurnaan FF eonnie *ceilleeeh*😀

    kenapa yeon su keluar lagi ?
    nih orng ngeselin.
    pake acara hamil pula –a
    kasihan eun kyo tau
    *hug eun kyo*puk..puk*🙂
    tnng aja, teukie oppa tak akan berpaling darimu, tp selingkuh sama aku
    #dibakareonnie😀

    ditunggu part berikutnya,
    keep writing, eon ^^
    gomawo ^^

  54. awalnya so sweet bangeeet… sukaa dah pokoknya haha ayoo buruan punya dedekk :p
    astaga yeonsu nggak capek apa ya ngejer joongsu mulu -_____- pasti itu hamilnya boongan deh, nggak mungkin anaknya leeteuk apalagi anaknya donghae -_-

  55. yeon su beneran hamil kah??? anak siapa klo bener hamil kan jungsoo ngak pernah nyentuh dia,,,,, padahal lg asik2 ma kemesraan y eun kyo n jungsoo yg eun kyo y ngak bgt mikirin tentang perjanjian y n nikmatin setatus dia n jungsoo yg suami istri n pikiran merek yg yadong mulu pa lg jungsoo dikit2 mau sentuh… mpe ketawan setiap kali dia berhubungan ma eun kyo pertama ma trio kyuhyun-Ae rin-Yesung n yg kedua bibi yg di rumah y ketiga eomma y jungsoo n yg keempat kibum aduh….. mpe ketawa q baca y situasi y selalu ngak tepat mereka…..
    Donghae ada la lg sih dia beneran deh misterius bgt,,,, ad apa dibalik semua y tentang donghae ini,,,di kan ma iwon baik2 ja n tau2 y jadi agak bersitegang gt n tu sikap y siwon pa maksud y setelah eun kyo terima tawaran dia,,, siwon bis dejwt ma eun kyo…. jadi siwon suka jugama eun kyo????? enak ya jadi eun kyo disukain siapa ja…..

  56. mendadak jadi sedih baca partnya kibum T.T oppa jika kau merasa sendiri, hubungi aku saja *PLAK!*
    yeonsu hamil sama siapa eon? bukan sama jungsoo kan?

  57. Aigooo …. Aigoooo
    eonni aku suka banget part ini banyak teukyo momment’a cocuit banget#hahaha
    tapi itu yang pas akhir”a knapa jadi begitu??
    hamil anak siapaaaaaaaa lagi yeonsu???
    bikin kesel aja
    jadi bikin eun kyo eonni salah paham nih
    mengganggu keharmonisan rumah tangga orang ajahhhh
    ok read next chapter….

  58. Annyeong eonnniieee,,,,, aaaaaaa aku ketinggalan 3 part. Itu pasti akan melelahkan baca’a ….. Tp ini yg aku tunggu” ??.?????????????????..

    Seruuu aku selalu suka, apagi kyo eon yg malu malu kucing gt deh ahahahahhaaaidee.
    Ak mau baca nex part

    Gamsahamnida eon ud buat sesuatu yg aku suka😀

  59. menurut ku sih, TBC nya kurang tepat..
    moment tbc nya lebih tepat di pas
    “oppa, aku hamil”
    jadinya bikin gantung + penasaran pembaca..

  60. Aigooo…. Eon, jeongmal mianhae, klo part2 sblmnya aku manggilnya ‘tho’ ^^v
    Aaaa, aku Ga bs buka part yg diprotect lwt HP, jd msti nunggu k warnet dlu *curcol*, jd mian lg eon klo blm bs comment d part yg diprotect ^^v
    Aihhhh, Jong soo oppa bnrn romantisssss di part ini Dan bnr2 Ga bs menahan diri ㅋㅋㅋ
    Aigooo,.kyu kykx msh blm bs menerima Jong soo oppa deh… -__-a
    Itu siwon sm hae sama2 cinta juga sm eun Kyo?? Ad mslh apa sih sm sihae ???
    Eh, nenek sihir hamil?? Kapan ‘buatnya’??! *plakk!! -__-v
    Hati2 loh oppa….

  61. Nahh nahhh ini knapa lagi?? Baru juga hubungannya “normal” uda muncul masalah lagi,
    Feelnya dpet bgt eonnie, bner” nusuk
    tp yeon su gk hamil ama jungso kann?? Ato cuma pura” aja??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s