TeuKyo Couple : EGOISTIC (Part 2)

Standar

egoistic

AUTHOR : NOVI

Apakah ini keterlaluan?

Pergi untuk kebaikannya atau sisi egoisku?

Dia tidak pernah melihatku dengan matanya

Selalu aku yang berusaha

Dia tidak pernah mencoba walau sedikit.

Tahukah kau, malaikat ini merindukanmu sayang.

 

At Eun-Kyo’s Office

Eun-Kyo POV

“Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, untuk proyek bulan depan perusahaan kita harus mendapatkannya”. Ucapku dengan nada sengit.

 Aku harus berjuang dalam 5 tahun ini untuk membangun kembali perusahaan yang hampir saja gulung tikar. Perusahaan satu-satunya yang tersisa dari eomma, aku harus memperjuangkannya. Menjadikan perusahaan ini, perusahaan yang tidak kalah dari yang lainnya. Dan selama 5 tahun ini aku berhasil mencapainya. menjadikan perusahaan Hwang Corp salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa terbaik, dan aku patut untuk berbangga diri.

“Ne, Sajangnim”. Ucap sekretaris Han dengan sedikit membungkuk, kekalahan memenangkan sebuah proyek yang tidak seberapa nilainya itu cukup membuatku pusing. Aku tipikal wanita yang perfeksionis dan selektif tidak sembarangan menerima sebuah proyek. Namun baru kali ini perhitunganku meleset, ternyata perusahaanku kalah dalam memenangkan proyek tersebut.

“Keluarlah, minggu depan adakan rapat untuk membahas proyek yang bernilai triliyunan won itu, dan pastikan perusahaan kita yang harus mendapatkannya”.

“Ne, Sajangnim. Permisi”

aku menghela nafas panjang, meredakan seluruh emosi yang telah mencapai ubun-ubun. Perusahaan ini bagaimanapun caranya aku harus mempertahankannya. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Eomma.

Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, meredakan emosi yang sempat membuatku pusing. Setelah sedikit berkurang aku mulai membereskan berkas-berkas yang berserakan di meja, aku ingin pulang- lelah- . saat sedang membereskan berkas-berkas saat itulah dering ponselku berbunyi, aku segera mengambilnya. Hyo-Jin, untuk apa dia meneleponku?

“yeoboseo ?” ucapku.

“eonni-ya, mian mengganggu waktumu. Ryu-Jin ingin berbicara denganmu”. Terdengar suaranya. Hyo-Jin, Lee Hyo-Jin. Seorang gadis yatim piatu, sama sepertiku. Eomma menemukannya dan mengadopsinya sebagai anak saat Hyo-Jin berusia 7 tahun. Dia memiliki masa lalu yang kelam, karena saat dibawa pulang oleh eomma dia tidak bicara selama 1 minggu. Hyo-Jin telah aku anggap sebagai adikku sendiri dan sedikit banyak dia mengerti siapa aku, siapa Ryu-Jin.

“eomma..” lamunanku buyar ketika telingaku mendengar suara anak kecil yang merdu, entah mengapa hanya mendengar suaranya saja dapat mengembalikan energiku yang terkuras habis karena seharian harus berhadapan dengan kertas-kertas. Mendengar suaranya yang lucu membuatku tersenyum, dia adalah malaikatku  aku merindukannya.

“Ne, waeyo ?” jawabku dengan nada sedikit kekanak-kanakan, aku begitu merindukannya. Ah.. aku ingin segera pulang dan bertemu dengannya, malaikatku.

“eomma kapan pulang? tidak merindukanku, eoh?”. Tanyanya bertubi-tubi. Aku hanya tersenyum membayangkan wajah lucunya yang sedang cemberut, pipinya pasti mengembung seperti bakpau ketika merajuk seperti ini.

“sebentar lagi sayang, apa kau merindukanku?”.

“Neeeee…!!” teriaknya. Membuatku tertawa. Haha..aku juga sangat merindukanmu Ryu-Jin~ah.

“Ne, eomma akan pulang. Tunggu eomma. Annyeong.”

“annyeong eomma”.

Aku membereskan sisa-sisa berkas sebelum pulang ke apartemen. Ada malaikat kecil yang menungguku di rumah. Ah.. betapa aku terlalu merindukan anak itu seharian ini.

***

Dia terlalu indah untuk diabaikan

Terlalu indah untuk  dibiarkan menangis

Terlalu rapuh untuk disentuh

Tapi dia, hanya melihatnya saja energiku terisi penuh.

Dia malaikatku, malaikat kecilku.

At Eun-Kyo’s Apartment

“Eommaaa…!!! bogoshipeo”. Ryu-Jin berlari  meyambutku ketika aku baru tiba. Ah.. anak ini, dengan melihatnya saja lelahku hilang begitu saja. Aku memeluknya dengan erat mengatakan secara tersirat aku juga merindukannya dengan sangat.

“eomma sudah makan?”. Ucapnya sembari meletakkan kedua tangannya yang mungil di kedua pipiku. Dengan matanya yang bulat dan mengerjap-ngerjap menatap mataku dengan penuh minat. Dia sangat perhatian dan posesif terhadapku. Aku menyukainya.

Aku tersenyum, menikmati sentuhan tangan mungilnya yang halus. “Ryu-Jin sudah makan?”. Tanyaku balik, mengalihkan topik pembicaraan sebelumnya.

“sudah. Eomma, mengapa mengalihkan pembicaraanku? Oh iya, hari ini aku berhitung dan mendapat pujian dari Kang seonsaengnim dan ….” Ceritanya dengan penuh minat apa yang dilakukannya seharian ini tanpaku. Sambil menggandeng tangannya ke arah sofa, aku mendengarkan ceritanya, sesekali merespon apa yang diceritakannya.

“jinjja?”

“Neee.. aku kan pintar eomma, karena aku pintar berikan aku hadiah eomma”. Dia meletakkan kedua tangannya di depan dadanya dengan kedipan matanya padaku-merayu.  Aku terseyum sambil mencubit pipinya yang tembem dengan sayang, dia mulai  pandai merayuku. Dan suaranya yang indah itu terdengar membahana mengisi seluruh apartement ini, senang karena berhasil menggodaku, aku heran belajar darimana dia. Dia memelukku dengan kencang, tidak ingin aku pergi rupanya. Terlalu merindukanku sepertinya.

“tapi teman-temanku masih menghinaku eomma”. Aku memeluknya semakin kencang. Melindunginya, mengatakan bahwa dia tidak akan apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja. Suasana apartement dengan cepat berubah menjadi hening. Hanya terdengar hembusan nafasku dan nafasnya saja. Aku masih memeluknya kuat, tidak akan membiarkannya menangis lagi karena merindukan pria itu. Ryu-Jin-ku tidak boleh menangis, tidak boleh menjadi cengeng. Tidak boleh..tidak boleh.

“jangan dengarkan mereka sayang, kau memiliki appa. Kau percaya eomma kan?” ucapku meyakinkannya. Sembari mengelus kepalanya dengan halus menenangkan hatinya yang akhir-akhir ini selalu menanyakan keberadaan ayahnya lebih sering, mulai menyadari dan jengah jika dia sedikit berbeda dengan anak-anak seumurannya yang memiliki keluarga sempurna. Ayah, ibu dan anak.

“tapi..”

“dia sibuk sayang, dia sibuk bekerja” potongku sebelum mendengarkan kalimat yang selalu dilontarkannya, kalimat wajib yang selalu diucapkannya ketika dia mendapatkan ejekan dari teman-temannya disekolah. Aku hanya bisa tersenyum perih ketika mendengar kata-katanya yang menanyakan keberadaan appanya, appa yang tidak tahu kehadirannya sama sekali. Jangankan kehadirannya, aku sangsi bahwa dia akan mencariku selama ini. Laki-laki pengecut dan pembunuh seperti dia, tidak pantas menjadi appa untuk Ryu-Jin. Park Jung-Soo, dia aku membencinya.

Park Ryu-Jin. Buah cintaku dengan Park Jung-Soo, Pengusaha muda terkenal. Aku menikah dengannya 6 tahun lalu. Aku sangat mencintainya. Aku selalu percaya terhadapnya, bukankah begitu seharusnya menjadi isteri yang baik? Selalu percaya dan mendukung apapun yang dilakukan seorang suami.  Tapi sepertinya usahaku tidak membuahkan hasil, semua sia-sia.

Tanpa aku sadari aku menangis lagi, entah untuk kesekian kali. Aku merindukannya. Sangat, sekaligus membencinya.

“oppa.. bogoshipeoyo. Dia selalu menanyakanmu, mencarimu, berharap kau akan muncul sekalipun dimimpinya. Tapi aku begitu membencimu oppa sampai menyembunyikan keberadaanya darimu, tidak mengharapkan kau muncul sekalipun dimimpinya”. Gumamku pelan agar tidak membangunkan Ryu-Jin yang telah tertidur di pelukanku.

Perlahan-lahan aku membawa malaikat kecilku ini kedalam kamarnya yang di dominasi dengan mainan. Meletakkan secara perlahan diatas ranjangnya yang empuk. Aku tidak lantas beranjak dari sisinya, masih betah berlama-lama duduk disini memandangi wajah polosnya yang tertidur lelap.

“aa..ppa.. appa..”

Mwo? Appa, dia memanggil appanya? Jung Soo oppa? Andwae.. andwae dia tidak boleh memimpikannya tidak  boleh.

Tanganku langsung terkepal seketika menahan kemarahan yang sebentar lagi akan meledak. Dan tanpa sadar aku membangunkan Ryu-Jin, menghentikan mimpi itu. melenyapkan mimpi itu dari benaknya. Dia tidak boleh bertemu dengan Ryu-Jin sekalipun dalam mimpi.

“eomma, waeyo? Kenapa membangunkanku?” mata kecil itu mengerjap-ngerjap menyesuaikan dengan cahaya kamar  menghalau sinar lampu dengan tangannya. Masih mengantuk. Bibir itu mengerucut kedepan tanda kesal bahwa tidurnya telah diinterupsi tanpa ijin. Lucu sekali.

“kau bermimpi buruk sayang. Tidurlah lagi, eomma akan menjagamu disini  eoh?.”

Aku memperhatikan perubahan raut wajahnya seketika. Dahinya mengernyit  dengan mata yang berkedip dengan cepat, melihatku. Entah mencari apa seperti mencari sebuah ketulusan dan kebenaran dalam ucapanku barusan. Anak ini terlalu cerdas, terlalu peka hingga dia mengerti apapun dengan cepat. Dan aku terlalu takut untuk itu,untuk alasan itu.

“benarkah?, aku merasa aku bermimpi indah tadi. Aku seperti memeluk appa”

“ani.. kau berteriak ketakutan sayang. Tidurlah eomma akan menjagamu”

Aku membaringkan Ryu-Jin kembali ke ranjang dan ikut berbaring disebelahnya. Memeluknya, membelai dahinya.

Aku merasakan hembusan nafas teratur tanda Ryu-Jin kembali ke alam mimpinya. Berdoa berharap dia tidak bertemu dengan pria itu di alam bawah sadarnya. Egois memang.

“mian sayang, eomma berbohong padamu” gumamku dengan suara yang cukup pelan. Hingga nyaris tidak terdengar.

***

AUTHOR’S POV

Flashback

“Eun-Kyo, appa mungkin pulang terlambat hari ini karena ada urusan di busan. Kau tidak apa-apa sendirian di rumah? eoh?” tanya appa Eun-kyo kepada gadis berambut panjang sebelum menghilang dari pintu untuk kuliah.

“tidak apa appa. Aku akan baik-baik saja dirumah”. Jawabnya dengan senyum terindah yang dia miliki.

Park Eun-Kyo mencium kedua pipi appanya sebelum dia menghilang dari pintu rumah sederhana tersebut. Mereka hanya keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota Seoul. Sehari-hari appa Eun-Kyo bekerja serabutan untuk mnghidupi putri satu-satunya. Sedangkan Eun-Kyo bekerja di sebuah kafe untuk membiayai kehidupan dia dan juga appanya. Penghasilan yang di peroleh appanya tidak mencukupi biaya makan sehari-hari. Dan untuk itu Eun-Kyo harus membantunya, mengorbankan masa remajanya untuk bekerja mencari uang. Eun-Kyo tidak pernah mengeluh walaupun dunia menghujamnya sekalipun, walapun dia tidak memiliki teman terdekatpun dia masih bisa tersenyum. Dia masih bisa bahagia karena ada appanya yang setia mendampinginya, menghiburnya di saat sedih dan tempat berkeluh kesah. Eun-Kyo adalah gadis yang sangat menyayangi appanya. Karena hanya dialah satu-satunya orang yang Eun-Kyo punya.

Namun pagi itu adalah pagi terakhir Eun-kyo merasakan pelukan hangat seorang ayah. Ketika dia mendapatkan kabar bahwa ayahnya telah tiada karena sebuah kecelakaan, Eun-Kyo merasa hidupnya tidak ada artinya lagi. Bukan berarti  dia akan bunuh diri dengan sukarela. Dia hanya merasa alasannya untuk hidup sudah tidak ada lagi, dia sebatang kara. 

Menangis. Karena penderitaanya tidak sampai disitu saja. Dia terusir dari rumah kontrakannya karena belum membayar uang bulanan. Menjadikannya gelandangan di jalan. Tidak hanya itu, dia dipecat dari kafe tempatnya bekerja karena salah seorang pegawai yang tidak menyukai Eun-Kyo. Dia hanya bisa sedikit bernafas lega karena beasiswanya tidak dicabut karena telah membolos kurang lebih 1 minggu. Tidak ada kata yang menggambarkan nasibnya saat itu. Malang, kata itu bahkan lebih baik untuk menggambarkan keadaannya saat itu.

Entah mengapa Ny.Park menolongnya, menawarkan tempat tinggal dan sebagainya. Saat itu Eun-Kyo hanya diam menuruti semua perkataan wanita paruh baya tersebut hingga akhirnya Ny.Park menyuruh Eun-Kyo menikahi putra bungsunya. Seorang pria yang tidak pernah Eun-kyo lihat selama tinggal dirumah keluarga itu. Eun-Kyo baru melihat dia – Park Jung Soo – saat hari pernikahan itu tiba. Jatuh cinta pada pandangan pertama, namun saat itu juga Eun-Kyo menyadari bahwa Jung Soo tidak menyukainya. Tidak pernah, hingga setelah menikah pun Jung Soo tidak peduli terhadap Eun-Kyo. Dan entah mengapa tuhan sepertinya lebih senang memainkan kehidupan Eun-Kyo, setelah dia merasa manisnya pernikahan luka itu terbuka dengan sendirinya. Sebab dia ada disana dan sebagainya. Dan luka itu lebih menyakitkan daripada saat dia kehilangan appanya. Membenci dia-Jung Soo- dengan semua cinta tulusnya.  

Flashback End

“sayang.. ayo bangun. Kau harus sekolah Ryu-Jin~ah”

“sebentar eomma.. 5 menit lagi. Aku masih mengantuk”

“tidak ada 5 menit kau harus bangun sekarang. Eomma tidak pernah mengajarkanmu menjadi seorang yang pemalas Ryu-Jin~ah. Ayo bangun..”

Haisshh anak ini pemalas sekali. Menuruni sifat siapa sebenarnya dia? Menjengkelkan!!

“apa kau masih tidak mau bangun juga sayang?”

Tidak ada jawaban darinya. Mau bermain-main denganku sayang, baiklah.

dengan cepat aku meraih tubuhnya yang masih berada dibawah selimut, dan menggelitik perutnya. Ryu-Jinku sangatlah sensitif jika aku menyentuh perutnya.

“haha..haha.. hentikan eomma. Geli..geli.. hahaha..hahaha.. “

“kau mau bangun tidak?”

“ne..ne.. hahaha.. hahha” aku melepaskannya seketika duduk disebelahnya, memandangnya. Nafasnya terengah-engah karena kelelahan tertawa berhasil untuk membuatnya sadar seratus persen. Aku tersenyum dan mengacak-acak rambutnya.

“eomma, kau curang. Tunggu pembalasanku.” Ucapnya dengan cepat menendang selimutnya hingga terjatuh kemudian turun dari tempat tidurnya dan berlari menuju ke kamar mandi.

Tunggu pembalasanku katanya? Haha anak itu lucu sekali.

***

Ryu-Jin POV

“belajar dengan benar sayang dan jangan dengarkan kata mereka ok?”

Aku hanya mengangguk dan tersenyum kepada wanita hebat yang berada di hadapanku ini. Eomma mencium pipiku sebelum dia pergi dari hadapanku.

Aku melihat sekitarku. Banyak dari mereka –teman-temanku- diantar kesekolah oleh appanya bahkan ada pula yang diantar oleh appa dan eommanya. Salah seorang temanku itu terlihat bahagia, tersenyum dengan lebar hingga matanya nyaris tidak terlihat.

Apakah sebahagia itu pergi kesekolah dengan eomma dan appa?

Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain. Berusaha untuk tidak menangis disini.

“kau laki-laki Ryu-Jin~ah, kaulah nantinya yang menjaga eommamu. Jadi kau harus kuat tidak boleh menangis dan manja.” Hanya itu pesan yang nenek sampaikan kepadaku sebelum meninggal dan sampai sekarang aku masih mengingatnya.

Dengan berat hati kuputar kakiku kearah belakang. Sebuah gedung yang kokoh dengan taman bermain yang luas, tapi itu semua tidaklah penting untukku. Sekolah ini bagaikan neraka untukku. Sekolah ini membuatku berbeda dari anak yang lainnya.

***

Apa yang harus aku ceritakan tentang appa? Aku tidak memiliki gambaran sedikitpun mengenai appa. Eomma bahkan tidak pernah menceritakan apapun tentang appa.

“Park Ryu-Jin..”

Giliranku. Ucapku dalam hati

Aku berjalan sambil menunduk, memikirkan apa yang akan aku ceritakan mengenai appa. Hari ini adalah pelajaran bercerita dan kami ditugaskan menceritakan tentang appa. Aku tidak memiliki gambaran apapun mengenai appa, jadi yang aku lakukan hanya diam berdiri di depan dengan wajah masih menatap lantai, enggan memperhatikan teman-temanku. Aku seperti seseorang yang bersalah. Hanya aku yang tidak memiliki appa, hanya aku tidak mengenal appa.

“ayo sayang, ceritakan tentang appamu.” Ucap songsaenim membuyarkan lamunanku.

Aku masih betah dengan hanya menatap lantai, bingung dengan jawaban yang akan aku berikan.

Appa..appa..tolong aku. Jeritku dalam hati

“Ryu-Jin~ah..”

“aa..aku tidak tahu siapa appaku, jjj..jadi mian songsaenim aku tidak bisa bercerita mengenai appa”

“mwo? Kau dan eommamu dibuang oleh appamu? Haha.. kasihan sekali kau!!” sela salah satu temanku. Han kirei. Dia selalu menghinaku bahwa aku tidak memiliki appa, mengolok-olokku dan sebagainya.

Aku menatapnya yang masih tertawa bersama beberapa teman yang lainnya dengan marah. Mentertawakanku yang tidak memiliki appa dan tanpa sadar tanganku bergerak dan meleparkan penghapus papan tulis kearahnya yang masih betah tertawa walaupun songsaenim telah menegurnya. Seketika mulut besarnya itu diam shock atas kejadian yang tiba-tiba dialaminya dan lebih shock lagi ketika merasakan

hidungnya berdarah.

***

Appa.. apa kabarmu hari ini? Appa, apakah kau tahu putramu sudah sebesar ini?

Appa tahukah kau aku rindu sekali denganmu?

Appa..appa..appa.. aku ingin sekali mengucapkan kata itu dihadapanmu.

Appa.. Aku tidak memiliki memori sedikitpun yang melekat tentangmu untuk teman ketika rindu karena disaat kita berpisah, aku masih terlalu kecil

Appa.. Apakah kau tahu, aku seringkali menitikkan airmata disaat teman-teman datang bersama appa mereka tertawa bahagia, menggelayut manja

Aku seringkali menangis ketika mendengar cerita, cerita apapun yang berhubungan dengan appa. Appa pasti akan selalu melindungiku ketika ada orang yang menyakitiku, menghancurkan perasaanku. Aku seringkali membayangkanmu menginginkanmu duduk disebelahku, memelukmu dan bermain bersamamu ditempat yang indah.

Appa.. kapan kau pulang?

-Park Ryu-Jin-

Aku selesai menulis surat untuk appa ketika eomma datang menjemputku. Berjalan dengan cepat, berdiri diatas lututnya. Mensejajarkan tinggi badanya denganku yang duduk diatas sebuah kursi di taman. Songsaenim memulangkanku lebih awal dan menelepon eomma untuk menjemputku. Setelah bertemu dengan dengan songsaenim sebelumnya.

Dia menatapku dengan sorot mata yang sedih, sedih atas perilakuku di kelas. Mengelus rambutku dengan kasih sayang meraih kepalaku menyandarkan dibahunya. Harum tubuhnya seketika merasuki indera penciumanku.

“ada apa denganmu sayang? Kenapa kau melakukannya? Eomma sudah mengatakan padamu untuk tidak mendengarkan mereka, tapi apa yang kau lakukan sekarang? Eoh”

Aku hanya diam. Saat eomma melepaskan pelukannya padaku mencari mataku  yang aku lakukan hanya tertunduk diam tanpa ada suara, aku malu dengan eomma, aku malu.

“aku hanya ingin pulang eomma.” Jawabku dingin, tidak ingin menceritakan yang sebenarnya menjadi alasanku melempar penghapus itu. Aku hanya ingin pulang.

Aku berjalan mendahului eomma. Tidak ingin menatap matanya yang penuh akan cinta, aku menyayanginya sangat tapi aku hanya ingin bertemu dengan appa hanya sekali. Iya hanya sekali sebelum tuhan mengambil nyawaku. Tapi aku tidak pernah mengatakannya karena aku yakin eomma tidak akan pernah mengijinkan aku bertemu dengan appa.

Luka itu tidak akan pernah sembuh

Sekuat aku berusaha untuk menyembuhkanya

Luka itu tetap membekas dihati

Dan dia harus merasakannya sama seperti ini

Hyo-Jin POV

“noona, apa kau akan pergi? Eoh? Aku sendiri lagi di apartement yang besar ini?” ucap Ryu-Jin tiba-tiba. Mengagetkanku yang sedang berdiri di depan lemari. Aku menoleh ke arah sumber suara menemukannya tengah duduk manis di atas ranjangku, memandangku. Dia hanya mengenakan kaus bergambar pororo dan celana santai membuatnya tampan dan berkilau untuk anak lelaki seumurannya.

Sejak kapan bocah ini masuk kekamarku? Gumamku.

Ryu-Jin, putra Eun-Kyo eonni mengikuti kemanapun aku pergi. Mengekoriku seperti anak ayam. Di apartment ini hanya ada aku, Eun-Kyo eonni dan Ryu-Jin dan terkadang ada bibi Jung yang datang untuk membersihkan rumah dan memasak. Saat ini Eun-Kyo eonni sedang berada di kantor untuk mengambil beberapa berkas yang tidak selesai di periksanya hari ini karena tadi siang Ryu-Jin melukai salah seorang temannya hingga berdarah. Eun-Kyo eonni bermaksud menyelesaikan beberapa pekerjaannya itu di apartment. Saat Eun-Kyo eonni memberitahukan tentang Ryu-Jin, aku shock mendengarnya. Tidak mungkin Ryu-Jin yang lucu ini bisa melukai seseorang jika orang tersebut tidak melukai Ryu-Jin terlebih dahulu. Tidak mungkin seorang anak bertindak anarkis jika bukan untuk melindungi dirinya sendiri.  Setelah mendengar ceritanya secara mendetail aku jadi berfikir apa yang dilakukan Ryu-Jin adalah benar. Dia sudah cukup sabar menghadapi teman-temannya itu dan jika aku menjadi Ryu-Jin aku akan memberikan pelajaran yang lebih daripada yang Ryu-Jin berikan. Namun aku sangat tahu seperti apa Eun-Kyo eonni. Dia tidak menyukai kekerasan dalam bentuk apapun sama sekali. Dan dia tidak pernah mengajarkan atau membenarkan perilaku Ryu-Jin.

“ani, noona tidak akan pergi hari ini. Wae? Sebentar lagi eommamu pulang, dia hanya pergi ke kantor untuk mengambil beberapa pekerjaanya yang terpaksa ditinggalkannya tadi siang”

Aku memperhatikannya, memperhatikan raut wajah Ryu-Jin. Jika dibandingkan aku Ryu-Jin lebih menderita. Dia masih terlalu kecil untuk merasakan dan terlibat langsung dalam keegoisan kedua orangtuanya. Secara tidak langsung mereka –Jung Soo dan Eun-Kyo eonni- menjadikan Ryu-Jin sebagai korbannya. Dan perilakunya siang tadi adalah salah satu dari bentuk pemberontakannya. Aku bisa melihat bahwa dia merindukan keluarga yang utuh, seperti teman-temanya yang lain. Hanya itu yang dia butuhkan, hanya itu yang dia inginkan sebuah keluarga.

“aku merasa kesepian dan sendiri setelah kita pindah ke seoul noona. Kenapa kita harus pindah, kau tahu aku lebih nyaman tinggal di jeju. Disana sangat sepi, nyaman dan yang jelas tidak ada yang mengolok-olokku jika aku tidak mempunyai appa”

Kau benar Ryu-Jin~ah, aku juga lebih nyaman tinggal di jeju daripada di seoul. Seoul mengingatkanku akan masa lalu dan tujuanku hidup.

“noona…noona apa kau melamun lagi? Kau tidak mendengarkan perkataanku? ”

Suara Ryu-Jin menyadarkan aku. Mengembalikan aku ke realitas yang ada. Disini. Aku tersenyum memandangnya. Anak ini sangatlah baik, hanya melihat wajahnya semua perasaan sedihku hilang. Aku mengerti bagaimana Eun-Kyo eonni yang awalnya lelah hanya melihat malaikat ini dia kembali segar seperti semula. Aku pernah bertanya pada Eun-Kyo eonni tentang tujuan hidupnya saat ini, dan dia menyebut Ryu-Jin di dalam daftar pertamanya. Aku mengerti benar perasaan Eun-Kyo eonni terhadap Ryu-Jin, sangat mengerti. Hingga aku entah mengapa membenci suami Eun-Kyo eonni itu.

Aku masih menatapnya. Matanya berkedip dengan cepat meminta jawaban dengan segera. Aku tersenyum dan menunduk, mensejajarkan tinggiku dengannya.

“ jangan sedih Ryu-Jin~ah. Cepat atau lambat kau akan menyukai tinggal di seoul dan nanti kau akan memiliki teman yang sangat banyak sayang”

“apa noona sedang menghiburku? Jangan membuat lelucon yang tidak masuk akal noona, jelas-jelas aku tidak punya teman karena aku berbeda. Aku tidak memiliki appa. Karena itu tadi siang aku melukai Kirei”

Raut wajah Ryu-Jin berubah seketika. Aishh.. Hyo-Jin babo!! Umpatku dalam hati.

***

TBC

NOTE : Kaga ada note lagi Nov… OK ini semakin jelas dan aku semakin penasaran! Kasian anakku, huweeeee. Makanya nak Eomma pengennya kamu home schooling aja… kamu berbeda, arasseo? Eum?

Untuk tulisannya ga ada kritik. Aku tau kamu sengaja bikin penasaran. Terus lagi ga ada kaya kemaren alurnya loncat-loncat. Disini sudah cukup jelas. Kecuali ada yang mau kritik? Biar diperbaiki, buat saya, juga buat yang lain… silakan komen kalo masih mau dilanjut…

118 responses »

  1. first kah? *liat jam* ke ke ke

    2 kata.. kurrang panjaaang #maruk! hi hi hi
    aaah jjang! part 1 masih agak bingung, tapi sekarang sudah jelas. ternyata ada ryu jin! ugh, ryu jin lebih dewasa di sini ke ke ke
    aaaah aku slalu suka ff bergenre marriage life hi hi hi

    next part yo~

  2. Wahh ini part 2 ?? Part 1 nya dmn?? Apa aku ktinggalan?? Muehhhhh-_-‘ aku tinggalin jejak aj dulu ya eon, entar baru aku bca dr part 1 dulu, biar nyambung critanya🙂

  3. pas baca Ryujin POV, saya pengen nangis masa.
    penasaran ama lanjutan nya.
    smoga Ryujin ketemu appa nya.
    Trus bersatu lagi ama eunkyo.

  4. Masih pagi dag ngeksis di sini.

    Waaaah, kok dag tbc z, pendek amat.
    Yang masih membuat aku kembali bingung adalah, eunkyo bilang dia hanya punya ayah, itu pun sudah meninggal. Nah tadi dia bilang juga dia membangun perusahaan dari ibunya. Ini dia yang aku bingungkan ini ibunya eunkyo atau ibu mertuanya dia?

    Jungsoo ga tau ya kalau dia punya anak?

  5. Alurnya udh mulai dapet.
    Eum, pas awal2 pov Eunkyo itu masih kurang dpet feel emosinya. Di tmbh dikit deskripsi narasinya mungkn lebih oke t..Trus pov Ryu-Jin mungkn bs di bkin sdikit lebih ‘anak-anak’ narasinya. Diksi untk pov Ryu-Jin di bkin lbh sderhana gt.
    Selebihnya oke bnget! Mulai jelas jalan critanya.
    Okesip! Sotoy saya kumat dan tersalurkan.

    Kalo gni Ryu-Jin bneran home schooling ini. Sy gk mau ponakan saya di bully physically or mentally.

    • makasi atas kritik dan saranya.
      deskripsi narasi? maksudnya gimana iya? bisa tolong dijelaskan.
      kalo ru-jin nanti aku buat lebih sederhana.

      hehe mian membaut keponakanmu merasakan sakit seperti itu😦

  6. Iya ini kependekan hahahha di sini ga ada part jung soo nya kasia oppa kita ini di part 2 ga kebagian peran😀 ryu jin baru umur 5 tahun tp ko ngomongnya udh dewasa gitu ya ??? Waahahhaha makin penasaran sama part selanjutnya. ,o iya kalau boleh nanya ini alurnya maju ya oenn ? Kira aku alurnya bakal mundur dan di akhir baru maju tp kayanya alurnya maju hehe oke segitu aja komennya *mian kepanjangan komennya

    • ryu-jin kan pintar, cerdas.
      iya alurnya maju tapi ada beberapa yang flasback, tapi nanti aku kasih tahu kalo flasback ga kaya di part 1.

      ga apa-apa yang panjang juga kali🙂

  7. Aissh keren, makin bikin penasaran aja. Ahjussi cepet temuin Eunkyo eonnie ama Ryu jin#digatak massa

    kalo ga hak asuh ryu jin buat aku ama kyuhyun aja#ngaco

    jujur aku nangis waktu partnya ryu jin, ngerasain bgt ga punya appa itu sakit,bla bla bla

    ga ada kata, secara ide cerita, diksi, pembawaan dan alurnya udah keren bgt,
    aku makin jatuh cinta ama TeuKyo couple.
    Yg di poster ff, gambar Eunkyo itu bener2 Eunkyo eonnie atau siapa,?

    • ga tau kalo masalah poster, vika eonni yang buatin.
      haha bagus deh kalo aku bisa buat kamu penasaran.

      makasi iya udah mau baca lanjutannya🙂

  8. kasian ryujin,,, jadi inget kuch kuch hota hai pas baca ryujij harus ceritaiin appa, dy g bs.. sedih baca ya,, teukyo pisah ya napa cih??? peretemuin dong ryu jin sama appa ya,,

  9. nih full eunkyo yah???? Wah sempet bingung sama part 1,,,sampe’ bingung juga mau komen..akhirnyaaaaa..nemu jalan ceritanya di part ini,,jd ceritnya eunkyo waktu pergi dari jungsoo ini hamil..trus jungsoonya ga’ tau??? *poorjungsoo*…tp hiks…hiks..ksian ryujinya..eunkyo..kenapa kau tega tidak memberitahu siapa appa anakmu….wae..wae…??

  10. kasian Ryujin… T.T
    Sini sama noona.. Biar noona aja yg nemenin kamu, noona mau kok temenan sama kamu walaupun kamu berbeda…. *abaikan*

    Keren FFnya…
    di tunggu part selanjutnya…😀

  11. aigoo ryu jin sini nuna temenin ;A; kasian banget sih kamu sayaaaang
    eotteokhae, sedih bnget pas pov ryujin ;A;

    dipart 2 ini pendek yah kkk~ trus gada pov jungsoo oppanya, something missing gitu deh jadinya
    but overall aku suka jalan ceritanyaa

  12. hweeeee kasian ryujin,,
    Andai anak ku sm kyu oppa juga bisa kaya’ gitu #plakk
    Keren,, apalagi pas bagian surat ryujin buat appa’a.. Hampir bikin aku nangis tuh anak,, cepatlah dipertemukan kembali keluarga itu supaya utuh,, sumpah gk tega sm ryujin,, sabar ya nak..

  13. akhirnya aq tau jalan ceritanya…SERU…
    ya ampun kasian bnget ryujin gara2 keegosian ortu dia merasa tertekan apalagi teman sekolah sering mengolok-olok ryujin, jgn sedih trs pasti nanti ktmu ama appa semangat ya!
    next part jgn lama2 ya…

  14. baca ff ini ditemani sama ‘Blue Tomorrow’ jadi bener2 ngena dan bisa ngrasain galaunya Ryu Jin yg gak tau ayahnya siapa..
    disini kesannya Jungsoo jahat pake banget yaa#ehehe
    next part~~

    • galauuuuuu bgt tuh kesannya, apalagi pas hujan-hujan omo rasanya wah bgt deh.
      yang jahat adalah orangtuanya yang jadi korban anaknya, seperti itulah gambaran keluarga sekarang di indonesia. mementingkan diri mereka sendiri tanpa peduli perasaan anaknya #eaa curcol

      ditunggu iya🙂

  15. mian eon br bs komen karena email aq yg lg eror kmren ni aj msi eror bs dpakai tp gak bisa d bka…..
    buat tlisan ny sih da bagus gak banyak typo ny trus buat alur ny sih jngan terlalu monolog aj tkut ny nanti ceritany jd ngalor ngidul…
    uda sih segtu aj dan mian lo comen ny gk sesuai yg dharap kn…!

  16. Hiks…Hiks
    Y ampun kemaren q da nebak kalo eun kyu punya anak yang gag diketahui oleh jungso..
    Kayaknya makin seru dewh, apalagi dah da Ryu Jin POVnya
    Ha ha Seru Unn
    Lanjut Ya????

  17. kurang panjang… Hehe
    Masih rada bingung, Q kira eun kyo g punya anak dari jung soo.. dan ryu jin, kasiah sekali dia. Semoga cepet ketemu sama appa ya ryu jin🙂
    Next part!
    Fighting🙂

  18. kurang puas baca’a perasaan baru baca udah TBC aja….
    nah yang part ini baru jelas cerita’a udah ga ngeraba” lagi,,,

    kasiaan baca pov’a ryu jin,,, tapi kaya’a terlalu dewasa kurang klik buat pov’a anak”
    gara” keegoisan orang tua anak jadi korban’a
    sebener’a kalo eun kyo eonni ma jung soo oppa mau tebuka sama perasaan masing” yah mungkin bisa bersatu,,,,#sotoy mood on

    dah deh kaya’a segitu aja

    next part ditunggu ya…

  19. wwaaa uda tbc…😦
    Cepett…
    Part 3’na hrs lebih panjang ya!!”maksa”😀
    Part 2 khusus nyeritain eunkyo..
    Suka..sukaa..makin bagus ajah..
    Penasaran am khdupanna jungso oppa..
    haruss lanjut klo gak’mw demo..huahahaha..

  20. Kyaaaa…ada ryu jin…sayah seneng masa…selalu seneng epep teukyo d sini kl dah nongolin ryujin ma yongjin…hehee…
    Entu ryujin d sini pikirannya dewasa bgt yah…dan terlalu dewasa bwt anak seumuran dy menurutku…kl bisa lebih disederhanain pikiran dy itu…menurutku bwt anak seumuran dy mikir kek gtu kurang cocok…leih ditonjolin jg sifat anak2nya dy,jd g terlalu berat…heheee…*sayah sotoy yah
    Yang sayah bingung jg entu bukannya kyo dah g ada emak yah…tp ko entu perusahaan dr emak dy…n’ si ryujin jg sebut nenek d POV dy…bukannya sebelum nikah kyo cm punya bapak…hehee…*mohon penjelasannya
    Keknya entu aja deh y komen sayah…selebihnya bagus…keren ceritanya…complicated dan menguras emosi masa…
    Ayo dilanjuuuuutttt…uyeeee…
    *tumben sayah komennya serius gini*

  21. Akhir’a saya kga meraba2 lg jln cerita’a, dah agak teranganlah! *plak
    Eun Kyo eon dah ketauan k’bradaan’a!
    *ngomong apa saya coba?* -__-”

    Maap nih ya sebelum’a, tp pas saya bc bagian Ryu, ko kaya bukan anak seumuran’a ya? Terlalu dewasa gitu -_- saya jd banyangin Ryu umur 12 thn loh! *doeng*
    Saya lebih suka Ryu yg polos dan suka ngambek sm Eun Kyo eon, dialog sm kata2 Ryu bisa d’polosin dikit pan author yg cakep? *plakplok* saya reader yg bawel ya? Banyak mao’a. . . -_-

    Ntu il woo’a pasti nongol lg pan ya? Saya suka malaikat tampan yg satu ntu soal’a! Hehehehehe

    Aduh Mian nih ya kalo komen saya gaje? -_-“

  22. dan sedikit terbuka sang kegelapan dengan adanya eunkyo🙂
    Ryujin muncul, imut imut yaaa adek😀.
    dan ada Jung Il Woo ganteng, makin ganteng kamu mas. hahaha, hubungannya ama Hyojin??
    sedikit komentar nih kalo boleh, karakter Ryujin disini pinter banget yaa, gak kayak anak umur 5 tahun. cuma bahasanya terlalu pintar buat anak seumur itu menurut aku, keliatan jelas pas disuratnya, kalo bahasa yang dipake lebih kekanak kanakan pasti makin lucu. hehehe

    tapi diluar itu, bagus bangetaku makin penasaran deh ama kelanjutannya.

  23. Yeyy akhirnya…. Ada lanjutannya jugaaa… Tapi apa ini pendek banget? *slapped* kurang panjang unnie #plak… Hahaha tapi aku udah mulai paham ini isinya.. Ada ryujin pov nya juga ternyata, tapi itu yaa nyesek bgt kasiaann. Ryujin~a sabar yaa nak semua akan indah pada waktunya #tsaaaah
    eh ada lagi disini ga ada jungsoo scene nya -__-
    okesip part selanjutnya aku tunggu….

  24. jujur aku kira bakal ada pertemuan antara jung soo dgn eunkyo tp blom ada makin penasaran sama ff ini
    kasian ryujin yg pengen ketemu ama appanya…

  25. sebenarnya mau baca ini pas sudah END biar kagak penasaraan lagi, sudah cupuk penasaran saia dengan LTD ditambah sama EGOISTIC huwaaaaaaaaa makin plus plus penasaran saia😀
    emang tabiat manusia ntu penasaran mulu jadi seh saia putuskan baca aje dah sekarang😀

    part ini sudah cukup membantu biar saia tidak menebak nebak tapi setelah part ini keluar masih saja saia penasaran lagi #plakkkkpenasaranmulu ^^v
    ok lah eonni lavender saia baca dulu kelanjutannya mumpung sudah ada sampai part 4 ^^

  26. kasian ma Ryu jin dua jadi diejek gt ma temen2 y,,,, jadi eun kyo tadi y di jeju n sekarang dia dah balik ke seoul n ternyata dah punya anak n jadi pengusaha…
    gmn klo jungsoo tau eun kyo kabur n hamil n di dah punya anak,,,, pengen cepet2 mereka ketemu…
    kasian bgt ma Ryu jin bener2 bikin sedih…
    tu Ryu jin y ngak sakit parah kan??? q takut pas baca pengen ketemu appa sebelum tuhan ngambil nyawanya…. ty nakutin kata2 y…

  27. Ryu jin-ah.. kamu sabar banget jagiya.. aku kasihan banget jadinya. Eun kyo eonni dan Jung soo oppa cepatlah berbaikan, jangan Ryu jin adik kecilku ini yg jadi korban T-T

  28. aku kasian sama ryujin T_T benr2 jadi korban keegoisan orang tua nya, tapi aku gak nyalahin eonni eunkyo juga, ya siapa yang gak tahan sama sikapnya si oppa kalo kaya gitu belum lagi kenyataan yang buat dia kehilangan appa nya.. >,<
    dan aku ngerasa sedikit puas aja kalo si oppa ngerasa tersiksa kek gitu *mian oppa*😀

  29. ryujinnie~ *pukpuk*
    kasian banget ryujin disini T.T bener-bener harus membesarkan hatinya setiap disekolah…
    pemikiran dia dewasa banget, apalagi yang pas inget pesan neneknya sebelum meninggal.
    nambah sedih pas ryujin bikin surat buat appanya

  30. ceritanya bagus, tapi sayang banget ryujin ga terlihat seperti anak seumuran dia. biasanya anak2 dibawah usia enam tahun itu ga punya pemikiran dewasa kaya gini. aku jadi berasa kaya dia itu anak seumuran kelas tiga ato empat sd. cuma itu aja sih ^^

    dan kalo boleh saran. sebaiknya, sebuah cerita itu dibuat sesimple mungkin, maksud aku, adegan2 yg ga penting ato kurang penting itu sebaiknya ga perlu dibuat. biar pembaca ga bosen. dan buat sesuatu yg menarik, jadi sekalipun cerita panjang. reader gakan bosen

  31. Ohh,,kasian Ryu-Jin di ejekin karna gak tau appanya,,,bener ini judulnya udah pas sm karakter msg2..penasaran sm crtnya Hyo-Jin..next part lanjut😀

  32. Kasihan Ryu-Jin T.T penasaran ama kelanjutannya.Itu apa yang bakal di lakuin Il Woo?Di sini sudah mulai jelas satu persatu hihi

  33. oppa kamu dimana?

    #nyari oppa jung il woo di kolong tmp tidur

    pltak

    #di jitak oppa

    ngapain kamu nyari2 di kolong tmp tdur? kmu kira aku tikus.
    Aku kan slalu dihatimu. Jdi jgn khawatir. Aku gak akan pergi kemana2

    #dipeluk oppa
    #Aku salting

    ^_^
    maav gak jebo
    hehehe

  34. Waaah ternyata jungsoo oppa udah punya anak .
    Aku pikir belum , tp kasian juga jungsoo oppa belum tau kalau dian punya anak .

    Dipart ini saya sudah mengertinya dengan alurnya🙂

  35. Jah, stlh digantung fika eon d LTD, skrg ane mw jalan2 (?) k yg lain…
    Omooo, d sini ad ryu Jin… Msh pnsrn sm masa lalu tokoh2nya…
    Jd mau baca dlu… ^^

  36. Ryu…betapa imutnya kau*apaadeh
    appa..jungsoo appa kayaknya cocok^^,ryujin hebat berani ngelemparin kirei#anarkis
    hueee

  37. hampir ajj nangis pas bca ttg ryu jin..
    kasian anak itu msih kecil tpi udh jdi korban dri k2 ortu’a..
    udh gtu d’olok” lgi sma tmen’a..
    yg sabar y ryu jin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s