TeuKyo Couple : Let This Die (Part 9) *PG*

Standar

lethisdie-x2

“Ahjumma, Oppa sudah berangkat kerja?”

Serak dan berat. Suara Eun Kyo tercekat di tenggorokan. Dia menutup pintu kamarnya setelah berdiam diri di dalam kamarnya pasca Jung Soo meninggalkannya sendirian. Mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan yag bisa di jangkau oleh penglihatannya kini. Sepi. Hanya ada Jung Ahjumma yang sedang menyedot debu, berjalan perlahan sambil sesekali menarik mesin vacum cleaner.

Butuh waktu berjam-jam untuknya menenangkan diri. Dan beberapa menit menangis, hingga muntah. Tidak seperti biasanya, saat sakit Jung Soo ada di belakangnya. Lelaki itu pergi dengan membawa emosi besertanya. Ia tidak mengerti, apa yang sebenarnya ia tangisi? Tapi yang pasti segumpal rasa penyesalan telah membuat dadanya terasa sesak.

Eun Kyo berjalan ke ruang tamu. Ia memutuskan untuk tidak ke teater hari ini. Kepalanya masih berputar. Beberapa kali ia muntah, hingga akhirnya ia putuskan untuk beristirahat sebentar, baru memulai aktifitasnya. Berbaring di depan televisi dan menyalakannya

“Kau perlu sesuatu?”

Jung Ahjumma berjalan mendekati Eun Kyo yang berbaring dilantai beralas karpet dengan sebuah bantal sofa. Eun Kyo menengok lalu menggeleng.

“Kau terlihat pucat, aku bikinkan susu?” tanya Jung Ahjumma.

Eun Kyo berpikir sejenak, lalu beberapa detik kemudian ia mengangguk tanda setuju. Jung Ahjumma akhirnya berjalan ke dapaur dan membuatkan Eun Kyo susu putih hangat.

Beberapa menit kemudian, wanita paruh baya yang masih terlihat cekatan dan awet muda itu kembali dengan segelas susu putih di tangannya. Eun Kyo melirik, susu vanilla adalah yang paling tidak disukainya. Tapi melihat wajah Jung Ahjumma yang terlihat sangat perhatian padanya, akhirnya Eun Kyo mengambil gelas itu dari tangan Jung Ahjumma.

Beberapa teguk saja, perutnya sudah merasa mual, “Dayoung mana?” Eun Kyo meletakkan gelas susu itu di atas meja, lalu kembali berbaring. Jung Ahjumma duduk bersimpuh disampingnya. Setelah meninggalkan pekerjaannya tadi yang sudah selesai.

“Kau pasti pusing, sini aku pijit.”

Eun Kyo akhirnya menarik kepalanya dari bantal dan berpindah ke pangkuan Jung Ahjumma. Perlahan wanita memijit kepala Eun Kyo.

“Jung Soo membawanya ke kantor.” Jawab Jung Ahjumma terdengar berat dan berwibawa.

Mereka berdua terdiam. Jung Ahjumma memijit kepala Eun Kyo dan Eun Kyo memejamkan mata menikmati pijitan wanita itu. Sudah lama ia tidak pernah dimanja seperti ini, sejak kematian Appanya. Sesekali Jung Ahjumma meniup rambut Eun Kyo, membuat Eun Kyo tersenyum.

“Ahjumma, apa Jung Soo Oppa marah?” tanya Eun Kyo.

Jung Ahjumma terdiam sejenak, “Bukan marah, tapi mungkin dia sepertinya terlihat kesal.” Jawab Jung Ahjumma.

“Begitu?” tanya Eun Kyo ragu.

Tidak marah? Tidak marah tapi membanting pintu dengan keras. Tidak emosi tapi pergi tanpa berpamitan dengannya. Dan apa membawa Dayoung ke kantornya tanpa memberi tahu itu disebut tidak marah? Sementara Jung Soo tau Eun Kyo sama sekali tidak bisa tanpa anak itu. Apa Jung Soo sedang menjalankan hukuman? Tapi hukuman atas apa? Eun Kyo rasa, kebohongannya terbayar setelah tadi malam.

“Memangnya kenapa? Aku rasa kalian tadi malam baik-baik saja. Meski kau terlihat sedikit kacau.” Ujar Jung Ahjumma. Eun Kyo langsung membuka matanya saat Jung Ahjumma mengungkit tentang tadi malam.

“Tadi malam?” tanya Eun Kyo balik. Kembali rentetan kejadian itu berputar di otaknya, dan tanpa ia sadari, bulu tubuhnya meremang.

“Hem, tadi malam aku dengar kalian sangat intim.” Ujar Jung Ahjumma sambil tersenyum menggoda Eun Kyo.

“Ahjumma, apa yang terjadi tadi malam?” Eun Kyo bangkit dan menatap Jung Ahjumma dengan tatapan sangat serius. Antara tidak percaya dan cemas.

“Yang terjadi tadi malam? Yang terjadi tadi malam hanya kau dan suamimu yang tau, aish! Dasar gadis ini.” Jung Ahjumma memukul pelan dahi Eun Kyo lalu membelai rambutnya. Wajah wanita itu sedikit tersipu. Bahkan wanita itupun terlihat malu, membuat Eun Kyo sedikit frustasi atas kejadian tadi malam. Yang perlahan mulai jelas dan nyata di pikirannya.

Mereka berdua saling bertatapan. Jung Ahjumma merapikan rambut Eun Kyo dan menatapnya dengan kasih sayang, “Jika saja anakku masih hidup, mungkin dia akan sebesar kau, dan aku sudah punya cucu, hahahaha.” Tawa Jung Ahjumma bergetar. Tiba-tiba suasana berubah menjadi melankolis.

“Aish! Ahjumma, bukankah aku juga anakmu? Eoh?” Eun Kyo memeluk wanita itu, “Tapi sebentar, apa yang terjadi tadi malam? Eoh? Apa kau….. mendengar sesuatu?” tanya Eun Kyo sambil melepaskan pelukannya. Ia memicingkan mata menaruh curiga saat Jung Ahjumma malah melemparkan senyuman misterius dan tak kunjung menjawab.

“Ahjumma, apa kau mendengar sesuatu?” tanya Eun Kyo. Bahkan telinganya kini dipenuhi oleh erangan dan teriakan serta desahan dari mulutnya yang menjijikkan. Tiba-tiba dadanya mulai bergemuruh, bukan karena suara seksi itu kembali terngiang. Tapi justru karena takut wanita yang sudah hidup sebatang kara ditinggalkan suami serta anaknya yang kecelakaan 20 tahun silam, mendengarnya juga. Tapi saat melihat senyuman penuh arti itu tak kunjung pudar, Eun Kyo menghela nafas pasrah.

“Apa Dayoung bangun?” tanya Eun Kyo membelot dari pembicaraan. Karena jawaban dari pertanyaannya tadi, ia sudah bisa memastikannya.

“Dayoung tidur dengan pulas.” Jawab Jung Ahjumma.

Eun Kyo kembali berbaring dipangkuan Jung Ahjumma, “Ahjumma, sepertinya aku melakukan kesalahan.” Ujar Eun Kyo sambil mencari posisi yang nyaman untuknya berbaring. Jung Ahjumma mengusap kepala Eun Kyo sambil memijitnya sesekali.

“Mengenai pil itu?” tanya Jung Ahjumma.

Mendengar pertanyaan Jung Ahjumma, Eun Kyo langsung bangkit membuat Jung Ahjumma terkesiap dan terkejut.

“Kau tau?” tanya Eun Kyo tidak percaya. “Maksudku, Ahjumma, tau aku meminumnya? ‘Pil Hormon’ itu?” cecarnya lagi.

Jung Ahjumma mengangguk, “Aku melihatnya dalam tasmu saat membereskan kamar kalian.” Jawabnya kemudian.

“Begitu? Jadi kau tau?” Eun Kyo kembali berbaring. Ia memainkan ujung bajunya.

“Hal yang seperti itu hal yang serius, apa kau pernah berdiskusi tentang ini sebelumnya?” Eun Kyo menggeleng menjawab pertanyaan Jung Ahjumma.

“Itu aku minum sejak pertama kali menikah beberapa bulan yang lalu.” Ujar Eun Kyo mulai menjelaskan. Dia terdiam setelah itu, ragu untuk menceritakan keadaan yang sebenarnya.

“Tanpa berbicara dengannya sama sekali?” tanya Jung Ahjumma.

“Ne.” Jawab Eun Kyo sambil mengangguk.

“Jika alasannya karena pekerjaanmu, mungkin Jung Soo akan mengerti. Aku mengenal anak itu sejak kecil, dan aku rasa dia orang yang pengertian. Tapi, jika kau menyembunyikannya darinya, terang saja dia marah.”

Eun Kyo menghela nafas, “Nanti aku akan bicara. Dayoung, sedang apa anak itu?” Eun Kyo bangkit lalu mengambil gelas susu lalu menenggaknya sampai habis.

“Ah, bagaimana dengan Kibum?” tanya Eun Kyo lagi dengan cepat, begitu ia ingat Kibum tadi malam juga bersamanya.

“Dia sudah sarapan, sudah pergi bekerja juga, bersama Jung Soo.” jawab Jung Ahjumma.

“Jadi hanya aku yang tidak ada aktifitas hari ini?” gumam Eun Kyo.

“Kau terlihat pucat, sebaiknya beristirahat di rumah saja.” ujar Jung Ahjumma.

Eun Kyo bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Ia menarik sebuah cardigan biru malam dari lipatan baju yang sudah di setrika oleh Jung Ahjumma, lalu mengenakannya. Keluar dari kamar dan mengambil tas yang ada dikamar sebelah, tempat ia tidur dan bercinta tadi malam. Saat ia mengambil tasnya, sejenak ia menatap tempat tidur yang kini sudah rapi.

‘Siapa yang merapikannya?’ tanya Eun Kyo dalam hati.

Jung Ahjumma memang sangat gesit. Sementara Eun Kyo ke kamar dan memilih-milih bajunya tadi, Jung Ahjumma dengan cepat membereskan kamar yang terlihat sangat berantakan. Eun Kyo tersenyum kecut lalu menarik tasnya.

“Aku mau pergi sebentar.” Ujar Eun Kyo.

“Kemana? Kalau Jung Soo datang dan menanyakanmu? Apa yang harus aku jawab?”

“Suruh saja dia menelponku.” Jawab Eun Kyo lalu keluar dari rumah.

Sebenarnya dia juga tidak tau harus kemana dan ingin kemana. Tapi dengan berada dirumah hanya membuatnya pusing dengan berbagai pikiran aneh yang mengganggunya. Ia tidak ingin membiarkan keasaan itu membuatnnya semakin kacau.

***

Donghae baru saja membuka matanya ketika alam mimpi begitu saja buyar. Ia terbangun dengan sendirinya dan mengerjapkan matanya. Tidur di sofa membuat badannya terasa sangat pegal seperti habis dipukuli. Tubuhnya diliputi selimut tebal. Ia melongok kearah kamarnya. Tak ada tanda-tanda kehidupan.

“Apa wanita itu belum bangun?” gumam Donghae pelan.

Ia bangkit dari sofa lalu berjalan menuju kamarnya. Ia bisa membuka kamar itu karena tadi malam tidak menguncinya. Wanita itu ditinggalkannya setelah tertidur sehabis menangis merutuki nasibnya dan anggapan kehidupan yang selalu tidak memihaknya.

Donghae berhenti sejenak ketika tiba di depan pintu. Kini ia was-was, apa yang sedang wanita itu lakukan. Ia mendekatkan kupingnya ke daun pintu dan sama sekali tak terdengar apapun.

“Wanita seperti apa dia sudah siang seperti ini tidak bangun?”

Donghae perlahan membuka pintu, lalu mendapati Yeon Su sudah duduk di tepi tempat tidur. Ia mengenakan handuk di kepalanya. Membungkus rambutnya yang basah. Sedangkan tubuhnya dibalut kemeja besar Donghae berwarna biru yang ia ambil tanpa persetujuan Donghae. Begitu banyak kemeja di dalam lemari itu hingga ia akhirnya memutuskan kemeja biru itu untuk ia kenakan setelah mandi.

Perlahan Donghae mendekatinya yang sedang memegang sebuah benda. Donghae semakin was-was ketika ia melihat Yeon Su beberap kali membolak-balik benda yang ada di tangannya lembar demi lembar.

“Kenapa banyak sekali foto Eun Kyo disini?”

Yeon SU mendongak mendapati wajah Donghae yang datar tanpa ekspresi. Beberapa detik kemudian rahang lelaki itu mengeras dan tanpa bisa Yeon Su cegah, benda yang ada ditangannya kini berpindah ke tangan Donghae.

Sebuah album. Berisikan foto-foto Eun Kyo dengan berbagai angle yang diambil tanpa sepengetahuan Eun Kyo. Donghae menggenggam album foto itu dengan erat. Yang sudah beberapa bulan ini tidak pernah ia keluarkan lagi dari dalam lemari. Dan Yeon Su sudah benar-benar lancang telah menjamah tempat pribadinya.

“Kau menyukainya?”

Yeon Su bangkit dan mulai mendekati Donghae, membuat Donghae menatapnya tajam. Sungguh Donghae ingin sekali berteriak dan marah. Tapi tidak bisa, mengingat yang sedang ada di hadapannya ini adalah seorang wanita yang sedang kalut.

“Ah, ani. Kau mencintainya. Cinta terpendam, benar begitu bukan?” tebak Yeon Su mulai mengoceh.

Donghae mengekori tiap gerak-gerik wanita itu melalui sudut matanya.

“Kau pernah mengatakannya padanya?” tanya Yeon Su lagi.

Wanit itu benar-benar sudah terlalu banyak bicara mengenai asumsinya terhadap perasaan Donghae. Membuat Donghae sedikit naik emosi dan menarik lengan wanita itu.

“Aku antar kau pulang.” Ujar Donghae dingin bernada marah.

Yeon Su menolak dan berusaha melepaskan cengkraman Donghae di lengannya yang semakin lama semakin kuat seiring dengan percobaannya melepaskan diri.

“Mana? Aku mau lihat kembali foto-foto itu. Akan aku tunjukkan pada Oppa, bahwa ia salah. Ada yang lebih mencintai wanita menyebalkan itu dan dia harus kembali padaku!”

Yeon Su mencoba mengambil kembali album yang ada di tangan Donghae tapi Donghae menjauhkannya dengan emngangkat tangannya tinggi-tinggi. Postur tubuh mereka memang tidak terlalu berbeda jauh, tapi usaha Yeon Su untuk merebut album itu sia-sia. Donghae tetap mempertahankannya di udara jah dari jangkauan Yeon Su.

Yeon Su tidak menyerah sampai disana, ia melompat dan berusaha menggapai tangan Donghae, tapi nihil, hasilnya sia-sia. Dan percobaannya itu berujung pada sebuah kecelakaan kecil. Saat ia mendarat, tanpa sengaja menyenggol tungkai Donghae, dan entah bagaimana jadinya sekarang mereka berdua terjatuh dengan Yeon Su kini berada diatas tubuh Donghae.

Mata mereka tetat salingbertatapan. Donghae beberapa detik menahan nafasnya saat tubuh Yeon Su sukses mendarat didadanya. Dengan posisi yang lumayan ekstrim. Salah satu tangannya berada tepat di dada kiri Yeon Su.

Perlahan Yeon Su mengerjapkan matanya. Membuat semuanya menjadi nyata dan menyadari mereka berdatelah terjatuh. Dan saat merasakan dadanya bersentuhan dengan tangan Donghae, dadanya seketika bergemuruh.

“Yak!” ia berteriak tepat di depan wajah Donghae, membuat Donghae memejamkan matanya ketika teriakan keras itu keluar dari mulut Yeon Su.

Yeon Su buru-buru bangkit lalu merapikan bajunya dan duduk diatas lantai. Menarik ujung kemeja Donghae yang entah kenapa baru ia sadari itu terlalu pendek. Donghae memandanginya dengan kesal. Ia menggeser tubuhnya lalu duduk dan membuka lemari, mengamankan dokumentasi hatinya.

“Aku antar kau pulang, ganti bajumu. Atau jika kau tidak mau, setidaknya pakai celanamu. Kau terlihat seperti sedang menggodaku dengan pakaian seperti itu.” ujar Donghae sembari bangkit. Tubuhnya sedikit terasa sakit akibat posisi tidurnya yang kurang nyaman, ditambah lagi dengan insiden yang terjadi barusan.

Donghae mengambil selembar handuk lalu melesat ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Yeon Su yang masih terlihat shock. Perlahan kepala Yeon Su memutar memadangi pintu kamar mandi yang baru saja tertutup.

***

Pukul 11.13 KST. Tidak bisa lagi dikatakan pagi, karena matahari sudah benar-benar menampakkan diri. Eun Kyo memandangi jalanan dengan diam. Di jok belakang duduk dengan manis di sebuah taksi yang baru saja ia hentikan dan membawanya ke tempat tujuan yang ia inginkan. Ia baru saja membaca pesan Donghae yang ada di dalam i-phone miliknya. Latihan diliburkan hari ini dengan pertimbangan, beberapa dari mereka pasti lelah pasca pesta tadi malam.

Eun Kyo menghembuskan nafas ketika puncak gedung tempat tujuannya mulai terlihat. Mobil yang ditumpanginya perlahan melambat saat gedung itu semakin dekat. Lalu berhenti tepat di depan pintu gedung.

“Agasshi, kita sudah sampai.”

Eun Kyo terdiam sejenak, beberapa detik. Ia masih bingung kenapa ia harus ke tempat ini, namun yang pasti ia butuh teman untuk bicara. Perkataan supir taksi tadi adalah sebuah tindakan pengusiran halus terhadapnya, dan menuntutnya untuk memberikan jasa berupa uang atas apa yang telah ia lakukan untuk Eun Kyo.

Eun Kyo menarik tasnya lalu mengeluarkan dompet dari dalam tasnya. Mengambil beberapa lembar uang dari sana lalu menyerahkannya pada sang sopir.

“Kembaliannya kau ambil saja, Ahjusshhi. Gomawo sudah mengantarkanku.” Eun Kyo menunduk membuat sopir taksi itu terlihat bingung. Ia belum pernah diperlakukan seperti itu oleh penumpangnya.

Apa yang dilakukan Eun Kyo tadi-membungkuk menyampaikan rasa terimakasih-baru pertama kali ia lakukan. Ia juga heran kenapa ia harus berterima kasih kepada lelaki itu. Bukankah itu memang pekerjaannya? Eun Kyo terdiam sejenak sampai taksi itu benar-benar melaju dan menghilang dari hadapannya.

Di berbalik dan melangkah menuju pintu gedung lalu mendorong tubuhnya dengan susah payah untuk masuk. Ia kembali menunduk ketika berhadapan dengan seorang penjaga gedung lalu tersenyum kaku. Meski kaku, tapi setidaknya ia sudah berusaha untuk ramah.

Belum sampai pada tujuannya, Eun Kyo menghentikan langkahnya begitu melihat seseorang yang akan berjalan menuju padanya. Buru-buru ia membelokkan langkah dan bersembunyi dari orang itu.

Eun Kyo memandangi sepasanga laki-laki dan wanita yang baru saja keluar dari pintu gedung apartemen yang ingin ia sambangi. Lee Donghae dan Kim Yeon Su. keduanya baru saja keluar dari gedung apartemen dan menuju tempat parkiran.

“Lee Donghae…” panggil Eun Kyo pelan.

Itu tadi bukan sebuah panggilan, tapi lebih kepada sebuah rasa terkejut saat melihat Donghae berjalan bersama Yeon Su. wanita itu menarik lengan Donghae ketika Donghae berusaha berjalan lebih cepat. Dan Eun Kyo tau, baju yang dikenakan Yeon Su bukanlah bajunya sendiri, melainkan kemeja Donghae. Bisa dilihat dari ukuran dan bentuk pakaian itu.

Hingga mobil Donghae menghilang dimatanya, Eun Kyo masih tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya. Ia merasa pusing kembali, entah apa sebabnya. Yang pasti Donghae tidak seperti biasanya, tidak seperti temannya yang dulu. Belum pernah ia sekalipun melihat Donghae bersama wanita lain selain dirinya dan Ae Rin tentunya selama beberapa tahun terakhir. Ia kira Donghae selama ini selalu menghabiskan waktunya bersama mereka.

Eun Kyo berjalan pelan menuju pintu keluar. Ada rasa yang hilang dalam dadanya saat melihat kejadian tadi. Ia sempat menoleh ke belakang dan mendapati penjaga apartement sedang mengguk kepadanya. Ia membalasnya dengan mengangguk juga.

Eun Kyo berjalan keluar dari area gedung apartemen menuju jalanan. Terik matahari mulai terasa tapi ia tidak begitu memperdulikannya. Sekarang ia tak tau harus kemana lagi. tadinya ia ingin menenangkan diri dengan beberapa pembiacaraan hangat bersama Donghae seperti biasanya. Tapi kali ini keinginannya harus ia hilangkan. Hari ini tidak seperti biasanya.

Eun Kyo terus berjalan sambil memegangi tas yang ada dibahunya dengan erat. Hingga tanpa ia sadari, ia sudah sampai pada sebuah rumah makan dan ia masuk dengan cepat lalu mengambil duduk di tempat yang kosong.

“Kim Ryeowook.” Teriak Eun Kyo sedikit nyaring. Membuat Ryeowook yang duduk di balik meja kasir terkijut dan segera mencari sumber suara yang meneriaki namanya.

“Noona…” ujar Ryeowook begitu melihat Eun Kyo tengah duduk di salah satu meja rumah makannya. Ryeowook bangkit dan berlari kecil menghampiri Eun Kyo.

“Aku ingin makan sup kimchi super pedas. Ramyeon super pedas. Juga iga bakar bumbu pedas.” Dengan cepat Eun Kyo menyebutkan pesanannya. Membuat Ryeowook menganga dan tidak jadi mencatat menu pesanan Eun Kyo.

“Noona, kau baik-bak saja?” tanya Ryeowook dengan nada khawatir. Ia menyentuh dahi Eun Kyo untuk memastikan wanita itu baik-baik saja.

“Aku baik-baik saja.” suara Eun Kyo pelan, apa yang terlihat bertolak belakang dengan pernyataannya. Ryeowook masih terlihat bingung.

Heran ketika wanita yang lidahnya sedikit sulit berkompromi dengan rasa pedas ini tiba-tiba meminta makanan yang semuanya terasa pedas. Ryeowook mencatat semua pesanan Eun Kyo ketika mata Eun Kyo menatapnya tajam.

“Sebentar aku siapkan. Kau yakin untuk makan disini? Tidak ingin di dalam?’ tawar Ryeowook saat melihat keadaan Eun Kyo yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja seperti ucapan yang terlontar.

Eun Kyo bangkit dari duduknya berjalan mengikuti Ryeowook masuk ke dalam ruangan. Didalam ruangan di dekat dapur –ruangan bersekat kaca dimana ada terdapat sebuah ruangan berukuran 4×5, yang bisa mengakses semua kegiatan dapur dari sana- Eun Kyo mengambil duduk disebuah meja, menunggu pesanannya datang. ryeowook menemaninya duduk disana sambil emngamati pekerjaan para karyawannya. Dia memutuskan untuk tidak di dapur dan memilih menemani Eun Kyo duduk meski yang ditemani hanya berdiam diri saja sambil menopang dagu.

10 menit berlalu. Eun Kyo tak juga mengeluarkan kata selain beberapa kali hembusan nafas seperti orang yang sedang putus asa. Ryeowook bingung harus berbuat apa, biasanya jika Eun Kyo sedang bad mood seperti ini, bagian yang menanganinya adalah Donghae. Tapi Ryeowook heran, beberapa jam yang lalu Donghae mengiriminya pesan bahwa hari ini bebas. Dan lebih mencengangkan lagi, sejak Eun Kyo menikah, bisa dihitung dengan jari Eun Kyo mendatangi rumah makannya. Selain Jung Soo yang sesekali mampir untuk makan siang dan membawa pulang makanan untuk dibagi-bagikan, sejak itu Eun Kyo jarang ke tempatnya, begitu juga dengan teman-temannya yang biasanya menghabisnya kamis malam bersama disini.

“Noona, gwaenchana?”

Eun Kyo tidak menjawab, ia mengambil sendok dan sepasang sumpit begitu melihat pesanan makanannya berjalan mengarah padanya. Matanya terlihat sudah tidaksabar. Ryeowook menoleh ke belakang dan memang benar. Sang Cho sedang membawakan nampan berisi penuh makanan.

“Silakan.” Ujarnya sambil menata makanan diatas meja.

Tanpa pikir panjang, Eun Kyo langsung mengambil semangkok ramyeon yang tercium bau cabai yang menyengat, Ryeowook bisa menciumnya. Lelaki yang gemar memasak itu menatap Sang Chu dengan tajam, seolah memberikan tatapan penuh menyalahkan karena telah menyiapkan makanan yang berpotensi membuat Eun Kyo masuk rumah sakit.

“Noona,tunggu.”

Tanpa sempat Ryeowook cehag, Eun Kyo sudah memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya. Beberapa detik Eun Kyo terdiam, lalu setelah itu mengunyah makanannya tanpa bicara. Suapan demi suapan masuk dalam mulutnya. Sesekali ia menyeruput sup kimchi dengan sendok. Beberapa kali ia menganga menahan air liur yang hampir menetes karena pedas.

“Jus melon.” Ujar Ryeowook memerintah Sang Cho yang masih betah berdiri di hadapan Eun Kyo disamping Ryeowook sambil memmandangi wanita itu makan.

Para karyawan Ryeowook hapal semua selera para teman-teman Ryeowook yang selalu ribut jika mereka memesan makanan. Yang tidak tahan pedas, yang tidak mau terlalu manis, yang hanya suka minum air putih saja, yang suka meminum wine sebagai penutupnya dan masih banyak lagi beberapa syarat yang harus ia hidangkan. Dan kali ini, Sang Cho tercengang ketika wanita yang selalu cerewet dengan rasa pedas kini memakan dengan lahap menu serba pedas yang ia hidangkan.

Ryeowook menepuk paha Sang Cho membuat lelaki itu terkejut, “Ah, ye. Akan aku buatkan.” Sang Cho segera berjalan menuju dapur.

“Kataka padaku apa yang terjadi padamu?” tanya Ryeowook begitu Eun Kyo menghabiskan ramyeon dan sup kimchi di hadapannya. Sekarang ia sedang menarik piring iga bakar.

“Noona, aku tau kau sedang tidak baik-baik saja.” ujar Ryeowook membujuk Eun Kyo membuka mulutnya.

“Kau sok tau.” Ujar Eun Kyo melirik Ryeowook.

“Bukankah itu yang selama ini Donghae Hyung lakukan padamu. Berpura-pura tau segalanya dan kau mudah sekali tertipu dengan menceritakan segalanya padanya.” Ujar Ryeowook.

Begitu mendengar nama Donghae disebut, Eun Kyo urung untuk memasukkan salah satu rusuk kesukaannya ke dalam mulut. Ia mendorong piring itu dan melipat tangannya diatas meja lalu menghela nafas berat.

“Kau tau hubungan Donghae dengan Yeon Su?” tanya Eun Kyo tiba-tiba setelah satu menit berlalu dengan diam.

“Yeon Su?” tanya Reyowook ragu. Yeon Su kekasih suami Eun Kyo? sekarang Ryeowook mulai semakin bingung. Kenapa Donghae dikait-kaitkan dengan Yeon Su.

“Ne.” Jawab Eun Kyo sambil mengalihkan matanya memandangi pada Ryeowook.

“Bukankah dia….” Ryeowook ragu untuk meneruskan kalimatnya dan benar-benar tidakmeneruskan kalimatnya setelah Sang Cho kembali dengan jus melon segar. Eun Kyo segera menyeruput minuman dingin itu.

“Iya, dia kekasih Jung Soo. tapi tadi pagi, ah bukan, menjelang siang, aku melihatnya keluar dari apartemen Donghae.” Ujar Eun Kyo. ia mengaduk minumannya. Menyusuri bibir gelas itu dengan telujuknya, lalu mengangkat wajahnya menatap Ryeowook meminta lelaki itu untuk menanggapi ceritanya.

“Nde? Maksudmu? Yeon Su bersama Donghae? Tadi malam? Tadi malam memang wanita itu yang paling terakhir pulang. Tapi aku tidak tau kalau ia menginap.” Ryeowook menutup mulutnya dengan tangan ketika kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.

“Maksudku…”

Sudah terlambat ia menarik kata-katanya. Eun Kyo sudah menatapnya tajam, dan raut mukanya berubah. Ryeowook terdiam.

“Begitu?”

Eun Kyo bangkit dan meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja. Saat Eun Kyo melangkah, Ryeowook berusaha mencegah Eun Kyo tapi mereka terhenti ketika pintu dapur akses keluar rumah makan dibuka dengan kasar.

Eun Kyo tertegun sejenak begitu melihat seorang gadis berpakaian kucel dengan kaos oblong dan jeans lusuh masuk dengan mengangkat sebuah karung. Gadis bertubuh hampir sama tingginya itu menoleh padanya beberapa detik dan menyunggingkan senyum sumringah padanya. Berambut pendek sebahu dengan ikatan yang benar-benar berantakan, lebih berantakan dari Eun Kyo biasanya.

“UGH!”

Dia meletakkkan sayuran itu di dapur lalu dan menyapa beberapa karyawan Ryeowook termasuk Sang Cho dengan unik. Meninju lengan orang yang disapanya.

“Kau mengangkatnya sendirian?” tanya Ryeowook setengah tidak percaya.

PAK! PAK!

Gadis itu tersenyum bangga sambil menepuk dadanya sendiri, lalu berkacak pinggang. “Kalau bukan aku siapa lagi, Oppa?” ujarnya dengan nada ceria. Eun Kyo yang sempat ternganga kini tersenyum geli.

“Ah, ada tamu rupanya. Apa dia pacarmu, Oppa?” tanya Gadis itu sambil menyenggol lengan Ryeowook. Lalu melirik Eun Kyo sambil tersenyum menggoda.

Eun Kyo semakin bingung melihat tingkah aneh gadis itu.

“AH! ANNYEONG HASEYO! SHIM JANG MI IMNIDA!” ucap gadis itu lantang dengan suara tegas sambil membungkuk pada Eun Kyo. Membuat Eun Kyo mundur dua langkah melihat gadis itu membungkukkan badan dengan semangat.

“Ah, ye. Park Eun Kyo imnida, bangapseumnida.” Ujar Eun Kyo pelan dan terbata. Beberapa orang di dalam dapur terliat cekikikan menyaksikan tingkah aneh Jang Mi yang sudah biasa mereka lihat.

“Ah, ye. Oppa! Masih ada dua karung sayuran lagi, aku mau mengambilnya dulu.” Ujar gadis yang baru saja menyebutkan namanya itu.

“Sang Cho~ya bantu dia menurunkannya.” Ujar Ryeowook menyuruh Sang Cho. Sang Cho segera keluar bersama Jang Mi.

Beberapa menit berlalu, Eun Kyo sudah lupa ia ingin pergi dari tempat ini saking terpananya pada Jang Mi. Gadis itu sangat unik. Jang Mi dan Sang Cho kemabli dengan dua karung sayuran. Eun Kyo mengikuti gerak mereka yang gesit. Memperhatikan kembali sosok Jang Mi. Selain pakaiannya yang terlihat lusuh, gadis itu juga menggunakan boot di kakinya.

“Oppa, kau belum menjawab pertanyaanku, apa dia pacarmu?” tanya Jang Mi. Ryeowook tersentak.

“Ah, ani, dia temanku, sudah bersuami.” Jawab Ryeowook dengan tegas. Noona, maaf.” Ujar Ryeowook memalingkan wajahnya kearah Eun Kyo. eun Kyo membalasnya dengan senyuman.

“Ah? Noona? Jwesonghamnida, Onnie!” Jang Mi membungkukkan badannya meminta maaf.

“Ahahahahahha.” Tawa Sang Mi membuat bulu kuduk Eun Kyo berdiri. Ia teringat Yesung. Dan tawa membahana Sang Mi benar-benar membuatnya tercengang.

“Aku, aku kira dia pacarmu.” Ujar Jang Mi terlihat salah tingkah. “Syukurlah kalau begitu.” Ucapannay secepat kilat hingga terdengar seperti sebuah gumaman tak bisa di mengerti. Kembali cekikikan dari dapur terdengar. Ryeowook menoleh ke dapur.

“Assa! Arasseo! Semua pesananmu sudah aku antarkan, aku juga sudah menerima uangku di rekeningku. Aku pulang dulu, kebun tercintaku menungguku.”

Jang Mi menyeka keringatnya dengan sebuah sapu tangan yang ada di dalam tas yang tersangkut di pingggangnya. “Ah, hampir lupa, aku punya dua  tiket pertunjukan Live Boxing.” Jang Mi menyerahkan selembar tiket pada Ryeowook ynag mau tidak mau diterima olehnya. “Aku harap kau mau menemaniku, Oppa. Minggu malam, aku jemput. Aku tau pertunjukanmu kosong saat itu.” ujar Jang Mi sambil berlalu  keluar melalui pintu yang ia gunakan untuk masuk tadi. Menyisakan rasa terkejut yang membuat Ryeowook tak mampu berkata apa-apa.

“Diam artinya iya!” teriak Jang Mi dari luar.

Eun Kyo mendekati Ryeowook dan menyentuh lengannya. Membuat Ryeowook menoleh. Melihat wajah Ryeowook yang terlihat sangat syok atas apa yang baru saja terjadi, Eun Kyo tak mampu lagi menahan tawanya.

“Ahahahahahahahahaha. Kim Ryeowook, ash, hahahahahahaha. Mwo? Apa yang dia katakan?” Eun Kyo masih tertawa sambil memegangi pertunya.

Live Boxing?” Eun Kyo menutup mulutnya menahan tawa. “Aigoo.. ahahahahahaha.” Kini Eun Kyo terduduk di lantai sambil masih tertawa.

“Kau, kau kau..”

Bahu Eun Kyo bergetar tertawa tanpa suara, “Kau baru saja dapat ajakan kencan.” Ujar Eun Kyo membuat Ryewook semakin menganga.

“Mwo? Noona!” teriak Ryeowook protes.

“Hem, dia lumayan, tidak buruk. Yah… meski dia sedikit…. berantakan.” Ujar Eun Kyo sambil tertawa. “Tapi dia berkarakter sepertimu.” Eun Kyo masih tertawa dan memegangi perutnya. Benar-benar membuatnya geli.

“Noona, siapa bilang aku menyukainya.”

“Diam berarti iya. Buahahahahahaha. Aku suka gayanya.” Ujar Eun Kyo menarik tangan Ryeowook untuk membantunya berdiri.

“Noona!” Ryeowook terlihat cemberut saat Eun Kyo tak hentinya membuatnya malu.

“Darimana kau dapatkan gadis selucu dia?” tanya Eun Kyo

“Gadis? Aku bahkan sangsi kalau dia adalah gadis.” Ujar Ryeowook. “Kau lihat saja, dia bahkan mampu mengangkat karung-karung ini sendirian.” Ryeowook menunjuk karung yang tergeletak disamping ruangan persediaan makanan.

“Ye, dan seleranya? Apa? Boxing? Whoa.. dia memang benar-benar daebak!” Eun Kyo kembali tertawa. Tapi hal itu membuat Ryeowook senang dia lebih memilih Eun Kyo menertawainya seperti ini ketimbang seperti tadi. Seperti orang paling tersiksa di dunia.

“Dia adalah pengusaha sayuran. Kebun peninggalan keluarganya sangat luas, dan dia pintar berkebun, aku menjalin kerjasama dengannya saat bertemu dengannya di pasar tradisional. Dagangannya sangat laris. Dan aku menawarinay kerjasama.” Ujar Ryeowook menjelaskan pertemuannya dengan Jang Mi.

“Dan kau? Percaya sayurannya berkualitas?”

“Aku sudah mengecek kebunnya. Dia merawatnya dengan baik. Dia mempekerjakan beberapa orang di kampungnya untuk membantunya mengurus kebun seluas itu.” ujar Ryewook lagi.

“Whoa kau kini bahkan membelanya.” Ujar Eun Kyo mengerlingkan matanya.

“Noona.” Rajuk Ryeowook.

“Baiklah, kalau begitu aku harus pulang. Bersamamu membuatku sedikit lebih tenang. Aku melihat pertunjukan hercules gratis.” Ujar Eun Kyo melirik karung sayuran.

“Aish! Kau ini, yakin baik-baik saja?” tanya Ryeowook.

“Ne, aku baik-baik saja, jangan khawatir.”

Eun Kyo keluar dari rumah makan Ryeowook dan berjalan ke halte. Menunggu bus.

***

Sementara di tempat lain. Ae Rin masih betah dengan pelukan selimutnya juga buaian tempat tidurnya. Ia masih terlelap meski matahari sudah mulai tinggi. Pesta tadi malam benar-benar membuatnya sangat lelah, meski tidak banyak yang mereka lakukan di pesta, hanya makan dan minum saja, tetap saja membuat Ae Rin merasa lelah. Mabuk hingga larut membuat akal sehatnya sedikit tidak berfungsi.

Dok! Dok! Dok!

“Yak! Gadis pemalas! Ayo bangun!”

Suara gedoran pintu tak juga membuat Ae Rin bangun meski teliganya mendengar teriakan itu. ia tau itu pasti Eommanya. Ae Rin menggeliat di bawah selimut. Matanya masih berat untuk membuka. Tubuhnya juga serasa dipukul.

“Eungh..”

Ae Rin melenguh kecil. Mencoba berkompromi dengan jiwanya agar segera terkumpul dan ia bisa bangun secepatnya. Sebenarnya bukan masalah baru Ae Rin susah sekali dibangunkan. Gadis itu jika sudah diatas ranjang, mereka sulit dipisahkan. Dan apa yang dilakukan Eommanya itu adalah rutinitas setiap pagi.

“Kau tidak latihan?” tanya Eommanya sedikit keras. Wanita paruh baya itu sebenarnya bukan Eomma Ae Rin yang sebenarnya. Wanit aitu menganggap Ae Rin seperti anaknya sendiri.

Mendengar kata latihan, Ae Rin bangkit seketika. Ia ingat hari ini harus latihan. Dengan berat hati ia beranjak dari tempat tidur tanpa merapikannya, menendang selimut tanpa memperdulikan kemana ia mendarat, ke lantai pastinya. Ia langsung melesat ke dalam kamar mandi.

Selesai mandi dan berpakaian seadanya, Ae Rin langsung berlari keluar rumah, tapi tidak berhasil karena Eommanya mengunci pintu keluar. Beberapa kali Ae Rin mencoba untuk membuka pintu namun tidak berhasil.

“Aku mau bicara.” Ujar Eommanya datar. Ae Rin menoleh ke belakang, mendapati Eommanya sudah duduk dengan dua piring makanan diatas meja.

“Silakan makan dulu.”

“Tap!”

“Kau tau aku tidak suka dibantah.” Ujar Eommanya tajam.

Dengan langkah gontai dan wajah yang cemberut Ae Rin perlahan berjalan menuju Eommanya kini duduk. Dan berdiri di hadapannya.

“Duduk.”

“Wae gurae, Eomma?” nada suara Ae Rin terdengar kesal dan Eommanya sama sekali tidak peduli. Wajahnya sangat serius memandangi Ae Rin yang masih cemberut.

“Apa dia pacarmu?” saat menanyakan kalimat itu, Kim Ahjumma terdengar riang, wajahnya berubah seketika. Lalu Ae Rin memalingkan wajahnya dengan kesal. Selalu, selalu jika ada seorang lelaki yang mengantarkan Ae Rin ke rumah Eommanya pasti menanyakan status orang itu.

“Nugunde?” tanya Ae Rin.

“Cho… Cho.. Ku.. Cho..” wajah Kim Ahjuma terlihat serius mengingat nama seseorang yang mengantarkan Ae Rin dalam keadaan mabuk, dan melihat adegan hot live di depan matanya.

“Cho.. Guyun?” tanya Kim Ahjumma tidak yakin.

“Cho Kyuhyun.” Ralat Ae Rin.

Ae Rin merutuk dalam hati. Mengingat kejadian malam tadi. Meski ia sedang mabuk, tapi ciuman itu ia masih mengingatnya meski hanya berupa penggalan adegan. Ia mendesis, mengutuk Kyuhyun yang telah mengambil ciuman pertamanya. Ciuman pertama? Ae Rin meralat kembali tentang merebut ciuman pertama. Dahinya mengkerut saat mengingat-ingat kembali kejadian tadi malam. Ia memijit kepalanya begitu ia ingat dialah yang pertama mencium Kyuhyun, bukan Kyuhyun yang menciumnya.

“Aish! Jinjja!” desis Ae Rin.

“Wae? Wae? Wae?” tubuh Kim ahjumma kini setengahnya ada diatas meja. Menyingkirkan beberapa piring makanan yang menghalanginya mendekat pada Ae Rin. Wanita tua itu terlihat seperti anak kecil yang sangat penasaran. Ae Rin bergeser beberapa inchi dibuatnya. Terkadang dia merasa lucu akan sikap wanita tua yang merawatnya ini. Bisa menjadi teman, bisa menjadi orang tua. Tapi kadang-kadang lebih banyak seperti anak kecil.

“Aniya, Eomma. Aku harus berangkat! Sudah sangat terlambat!” teriak Ae Rin membela diri, menyembunyikan wajahnya yang mulai panas saat bayangan tadi malam kembali menggerayangi otaknya.

“Ya.. kau ini! Berbagi sedikit saja tidak mau. Dia lumayan tampan.” Komentar Kim Ahjumma. “Tapi.. apa kau pernah melakukan yang lebih jauh dari berciuamn tadi malam? Eoh? Eoh?” nada Kim Ahjumma bukan seperti orang marah, tapi lebih kepada nada suara yang penasaran.

“Eomma!” teriak Ae Rin.

“Arasseo, arasseo. Aku mengerti. Kau tidak akan melakukannya setelah menikah. Bagus, bagus.” Ujar Kim Ahjumma sambil  mengangguk-angguk. “Keundae Ae Rin~a, bisakah kau mengenalkannya padaku? Eoh? Eoh? Aku juga ingin memberitahukan pada semua tetangga bahwa sekarang sudah punya pacar yang tampan! Bukan tidak laku seperti yang mereka bilang! Aish! Anakku secantik ini mana mungkin tidak laku!” ujar Kim Ahjumma semakin membuat Ae Rin kesal.

“Sudah cukup! Aku bilang jangan pernah dengarkan kata tetangga! Arro? Aku akan menikah jika sudah waktunya menikah Eomma!”

Tetapi jika boleh jujur, sebenarnya Ae Rin juga ingin punya seseorang yang memperhatikannya seperti Jung Soo memperlakukan Eun Kyo. dan berharap bukan Kyuhyun orangnya.

“Tapi kapan kau akan menikah? Eoh?”

Ae Rin menatap tajam pada Eommanya. Hal ini sudah sering kali merek abicarakan, tapi tetap saja Kim ahjumma sangat tidak puas dengan sikap Ae Rin. Ia menganggap Ae Rin terlalu santai dalam mencari seorang lelaki, yang ia yakin tidak akan sulit bagi Ae Rin untuk mendapatkan lelaki yang baik danmengakhiri masa lajangnya.

“Eomma, cukup. Aku harus berangkat!” Ae Rin mengecup pipi Kim Ahjumma.

“Tapi kau belum makan sayang.”

“Aku sudah kenyang.” Jawab Ae Rin.

Begitu sampai di depan gedung. Ae Rin berlari sekencang-kencangnya. Tidakmemperdulikan kepalanya yang masih sakit. Di dalam lift pun terasa sangat lama, belum pernah ia seterlambat ini sebelumnya. Begitu lift terbuka, ia langsung berlari menuju ruang latihan.

BRAK!

Pintu itu di dorongnya dengan kuat hingga memberikan bunyi dentuman yang keras. Dan dia memegangi dadanya sulit untuk bernafas karena berlari begitu kencang.

“Hah.. hah.. hah! Oppa! Maaf aku terlambat!”

Ae Rin berjongkok dan tangan kirinya berpegang pada lutut untuk mempertahankan tubuhnya yang mungkin sebentar lagi akan ambruk. Tak ada jawaban, keadaan hening dan membuatnya untuk mengangkat kepalanya.

“Kau!”

Ae Rin berteriak begitu ia melihat Cho Kyuhyun berdiri tepat beberapa meter di hadapannya dengan wajah yang bingung. Tak ada orang lain selain mereka berdua di dalam ruangan ini, dan hal itu membuat mereka seketika menjadi canggung.

“Hari ini diliburkan. Kau tidak baca pesan? Aish! Kebiasaan!” ujar Kyuhyun dengan nada mengejek lalu memalingkan wajahnya menghindari Ae Rin. Dia masih ingat kejadi tadi malam, tentang ciuman itu. dan sekarang di dalam ruangan yang sama, hanya mereka berdua, membuatnya kelimpungan menahan detak jantungnya yang bergemuruh seperti lomba pacuan kuda.

Tak jauh berbeda dengan Ae Rin setelah mengecek ponsel yang ada di dalam tasnya, dia mendesis beberapa detik. Konyol sekali dia tidak memeriksa ponselnya terlebih dahulu, padahal biasanya dia selalu meneceknya setiap pagi.

“Libur? Libur? Hahahahaha.” Ae Rin tertawa garing. “Aish! Kalau begitu aku pulang saja.” ujar Ae Rin langsung mengambillangkah berbalik. Tapi langkahnya terhenti saat lengannya ditahan seseorang, Cho Kyuhyun.

“Sebentar, aku mau bicara.” Ujar Kyuhyun.

“Aku tidak punya waktu.” Ae Rin mencoba melepaskan cengkraman Kyuhyun pada lengannya tanpa menatap wajah lelaki itu. ia terlalu malu untuk berhadapan apalagi sedekat ini dengan Kyuhyun. Makian dan penyiksaan –menginjak kaki Kyuhyun dalma upaya melarikan diri- yang kerap ia tujukan pada Kyuhyunpun tidak sanggup ia lakukan kali ini.

“Sebentar saja.” ujar Kyuhyun.

“Aku tidak punya waktu, lepaskan.” Suara Ae Rin terdengar pelan. Sama sekali tidak ketus seperti biasanya. Dia mencoba menghindari kontak mata dengan Kyuhyun dan Kyuhyun menyadari hal itu.

“Apa perlu aku cium dulu agar kau diam?” ancam Kyuhyun.

Ae Rin seketika menghentikan percobaan melepaskan dirinya. Ia langsung menoleh pada Kyuhyun dan mereka saling bertatapan. Namun beberapa detik kemudian Ae Rin membuang muka.

“Ya sudah! Katakan saja!” ujar Ae Rin akhirnya dengan suara keras. Kyuhyun melepaskan tangannya.

“Tadi malam. Tad!”

“Aku tidak ingin membicarakan tentang itu. Sudahlah lupakan saja. Anggap saja kau sedang beruntung!” Ae Rin mundur beberapa langkah, dan ketika Kyuhyun mendekatinya, Ae Rin buru-buru lari dan meninggalkan Kyuhyun.

***

Eun Kyo kembali ke rumah setelah tidak tau lagi tempat apa yang harus ia kunjungi. Gagal ke apartemen Donghae, lalu ke rumah makan Ryeowook sekalian makan siang serta duduk di taman seharian. Tak ada yang dia lakukan selain memandangi anak-anak bermain. Dan dia memang tidak berniat untuk melakukan apapun.

Malamnya pun ia habiskan di wahana permainan. Bermain hingga puas, tentu saja ynag tidak memecu adrenalin. Sudah cukup bagi Eun Kyo olah raga memacu adrenalin di rumah, jadi di tempat itu dia hanya mengambil permainan yang ringan dan santai seperti kereta gantung. Bolak-balik ia menaiki permainan itu tanpa mau beranjak.

“Ahjumma…”

Dayoung berlari sambil menyapa Eun Kyo yang baru saja masuk rumah. Anak itu langsung menghambur ke pelukan Eun Kyo.

“Aigoo.. Hap! Kemana saja kau seharian ini? Eoh? Meninggalkanku?” tanya Eun Kyo.

“Hihihihihi, aku ikut Ahjussi bekerja.”

“Jinjja?” Dayoung mengangguk kuat. Lalu Eun Kyo mencium pipinya.

“Senang?” lag-lagi anak itu menjawab dengan anggukan. “Lalu sekarang dimana Ahjussimu?” tanya Eun Kyo lagi.

“Dia? Eum…” Dayoung tidak mampu menjawab, karena ia tidak mengerti mengapa hari Jung Soo pergi setelah mengantarkannya ke rumah. Jung Soo membawa sebuah koper. Anak itu menoleh pada Jung Ahjumma untuk meminta bantuan.

“Dia ada pertemuan di luar kota selama seminggu. Dia tidak pamit padamu?” tanya Jung Ahjumma.

“Eoh?! Begitu?”

Nada suara Eun Kyo benar-benar terkejut dan mera satidak percaya. Ke luar kota? Seminggu? Jung Soo tidak mengatakan apapun padanya.

“Dia tidak menemuimu?” tanya Jung Ahjumma meyakinkan.

“Eum, mungkin dia mengirim pesan padaku, aku belum membuka ponselku.” Ujar Eun Kyo. ia menurunkan Dayoung dari gendongannya dan menyerahkannya pada Jung Ahjumma.

“Jinjja? Tadi dia bilang ingin kau yang mengantarnya ke bandara.” Ujar Jung Ahjumma. Eun Kyo semakin bingung.

“Aku mau mandi, kau sudah mandi gadis manis?” disentuhnya kepala Dayoung dan mengacak rambut lurus anak itu.

“Sudah.” Jawab Dayoung.

“Aku mau mandi, Ahjumma, setelah ini kita tidur Dayoungie~ya.” Eun Kyo menatap jam dinding. “Sudah larut.” Ujarnya lagi sambil berjalan ke dalam kamar.

Selesai mandi dan berpakaian rapi, Eun Kyo duduk di tepi tempati tidur, merunut lagi apa saj ayang ia lakukan hari ini. Di apartemen Donghae baginya sangat menyebalkan, tapi ketika makan siang bersama Ryeowook membuatnya tertawa, dan sekarangpun dia tidak bisa menahan tawanya mengingat waniat yang mengajak Ryeowook menonton live boxing amatir. Tapi saat di taman dia merasa kesepian, bahkan saat bermain hingga malam. Eun Kyo menghela nafas, tidak menyadari sekarang Dayoung sudah ada di hadapannya.

“Ahjumma, bisa bacakan aku cerita?” Dayoung memegang sebuah buku di tangannya. Menatap Eun Kyo dengan wajah polosnya.

“Boleh sayang, kajja.”

Eun Kyo mengajak Dayoung naik ke tempat tidur, dan Dayoung menurutinya. Waktu tidurnya hampir sampai, dan mata Dayoung sudah terlihat mengantuk dan memerah. Bahkan saat ia baru saja berbaring beberapa detiknya mulutnya sudah menguap.

Anak itu merapatkan tubuhnya pada Eun Kyo yang dibalas Eun Kyo dengan pelukan. Ia membuka sebuah buku dongeng yang entah darimana Dayoung dapatkan.

“Pada jaman dahulu kala, hidup seorang pemotong kayu yang miskin. Ia bekerja setiap hari untuk menghidupi dirinya. Pada saat itu…”

Eun Kyo terus membacakan dogeng yang diberikan Dayoung padanya lembar demi lembar, hingga tak terasa orang yang ingin mendengarnya sudah terlelap. tak memakan waktu lama membuat Dayoung tertidur, asalkan sudah kenyang dan lelah dia pasti sudah tertidur.

Anak kecil saat tertidur memang sangat menawan, itulah yang dirasakan Eun Kyo ketika melihat Dayoung tidur disampingnya dengan tenang. Sebuah kecupan mendarat di dahi Dayoung. Eun Kyo meniup wajah Dayoung sesekali. Dia tidak bisa tertidur, ada yang mengganjal di dadanya.

“Jalja~yo Dayoingie~ya.” Bisik Eun Kyo ynag tidak di dengar oleh Dayoung.

Tiba-tiba saja Eun Kyo teringat dengan ponselnya. Setelah menarik tangannya yang dijadiakn Dayoung tumpuan kepalanya, Eun Kyo mengambil tasnya ynag ada di sudut tempat tidu. Merogoh isinya dan menemukan ponselnya.

Matanya tertuju pada layar ponsel di tangannya. Tak ada pesan untuknya. Dan untuk memastikannya. Dia membuka inbox di ponselnya dan sama sekali tidak ada pesan untuknya hari ini kecuali dari Donghae yang mengabarinya tidak latihan hari ini. Eun Kyo kemudian membuka account Kakao-nya, ia berpikir mungkin saja ia melewatkan pemberitahuan. Tapi lagi-lagi ia harus menelan kecewa.

Hembusan nafas pasrah keluar dari hidung Eun Kyo, bukannya semakin tenang, dadany malah semakin mengganjal meski beberapa kali ia menghembuskan nafas, serasa ada yang tertinggal dan itu menyumbat jalannya pernapasannya.

Tak ada pesan.

Tanpa berpamitan.

Bukankah ini sangat janggal? Orang biasanya mengantar jemputnya pagi dan sore, mengantarinya makan siang dan yang lainnya. Tapi sekarang ia menghilang tanpa pemberitahuan dan tanpa nada dering, bahkan nada getar sekalipun. Silent.

Mata Eun Kyo masih memandangi ponselnya. Ia sekarang berharap Jung Soo menghubunginya dan memberi kabar padanya. Setidaknya dia meminta maaf telah meninggalkannya tanpa pamit. Tapi 15 menit waktu berlalu, ponselnya tak juga bergetar. Eun Kyo menghela nafas berat, meletakkan ponsel itu di sudut meja jauh darinya tidur. Menjauhkan radiasi yang bisa membuat kepalanya pusing tanpa sebab.

Ia mencoba untuk tidur dan memejamkan matanya, besok haru sbangun pagi dan ada rapat bersama pihak Teater. Ada beberapa kontrak yang ingin mereka benahi. Dan beberapa menit berlalu, ia tak juga terlelap sebagaimana Dayoung ynag sudah entah kemana bermimpi. Ponselnya bergetar dan Eun Kyo langsung bangkit lalu mengangkatnya.

“Yeoboseyo?” ujarnya semangat. Suara di seberang sana sempat terdiam. Mungkin terkejut saat sudah larut malam Eun Kyo masih bersemangat.

“Kau belum tidur?”

Begitu mendengar suara lawan bicaranya, Eun Kyo merasa sedikit kecewa. Bukan Park Jung Soo seperti yang ia harapkan.

“Ne?’ jawab Eun Kyo.

“Aku hanya ingin mengingatkanmu, besok jangan terlambat.” Ujar Donghae.

“Ne, gomawo.” Jawab Eun Kyo datar.

“Hem, baiklah kalau begitu.”

“Ne.” Ujar Eun Kyo.

“Eun Kyo~ya.” Donghae buru-buru menyela saat diam membuat mereka menjadi seperti orang asing.

“Ne?”

“Tadi… kau… ke apartemenku?” tanya Donghae.

“Eum, tadinya. Tapi sepertinya kau tidak ingin diganggu.” Jawab Donghae.

“Kau baik-baik saja?”

Bukan Donghae namanya jika tidak membaca gelagat aneh Eun Kyo. tapi biasanya wanita itu menelponnya terlebih dahulu, tidak seperti pagi tadi.

Bukan tanpa alasan Eun Kyo tidak menghubungi Donghae terlebih dahulu. Ia merasa bahwa sekarang sudah mengetahui letak keberadaan Donghae ynag selama ini sangat misterius. Jadi Eun Kyo rasa ia tidak perlu menanyakan keberadaan Donghae lagi jika harus mencarinya, karena Donghae yang dikenalnya bukan tipe lelaki yang senang kelayapan.

“Ne, aku baik-baik saja.” jawab Eun Kyo.

“Yakin?’

“Darimana kau tau aku ke tempatmu tadi?”

Security memberitahuku. Kemarin saat kau datang dengan Ae Rin kau bertanya padanya juga kan?” tanya Donghae.

“Ne.” Jawab Eun Kyo lirih.

“Baiklah kalau begitu, jika kau baik-baik saja. sebaiknya kau tidur.” Ujar Donghae.

Tapi sebelum Donghae menutup telponnya, Eun Kyo kini yang menyela. “Tunggu, Donghae!”

Mendengar pekikan Eun Kyo yang tertahan, Donghae urung untuk mematikan ponselnya. Menunggu Eun Kyo untuk berbicara. Tapi beberapa detik berlalu, tak juga Eun Kyo membuka pembicaraan lagi.

“Wae gurae?” tanya Donghae.

“Aku, aku tidak baik-baik saja.” suara Eun Kyo bergetar. Dan Donghae tau, Eun Kyo tidak main-main, dia sedang menangis, dia tau itu.

“Mana suamimu? Kau tidak bersamanya?”

“…”

Eun Kyo tidak menjawab dengan suara, tapi dengan sebuah gelengan kepala yang tidak akan pernah Donghae lihat. Saat dia menarik nafas sesenggukan karea menahan suara tangisnya. Donghae menjadi panik.

“Apa aku harus kesana?” tawar Donghae.

“Ani.” Jawab Eun Kyo.

Lama tanpa suara, tanpa penjelasan mengapa Eun Kyo seperti ini. Semua itu membuat Donghae sedikit merasa was-was. Hanya suara isakan yang tertahan yang di dengar telinganya.

“Donghae, tutup saja telponnya.” Ujar Eun Kyo setelah 10 menit menangis di telpon.

“Kau yakin?”

“Ne, aku yakin. Dayoung sedang tidur. Nanti aku membangunkannya.”

“Arasseo, kita bertemu besok.”

“Bisa kau jemput aku?” tanya Eun Kyo.

“Ne,akan aku jemput kau besok pagi-pagi.” Ujar Donghae membuat Eun Kyo sedikit tenang.

Eun Kyo masih menangis. Dan dia sama sekali tidak tau alasan apa yang membuatnya menangis. Ditinggalkan Jung Soo? itu terlalu konyol! Merasa tidak dianggap? Sangat bodoh jika alasan itu yang membuatnya menangis. Ataukah karena merasa dia telah ditinggalkan dua orang sekaligus? Melihat Donghae bersama Yeon Su tadi pagi merasa Eun Kyo sedikit shock. Eun Kyo merasa Yeon Su telah mengambil ruang yang selama ini hanya untuknya. Meski dia tidak yakin Yeon Su telah mengisi tempat itu, Donghae masih perhatian seperti dulu. Tapi memikirkan Donghae mempunyai wanita lain yang harus ia perhatikan, itu membuat Eun Kyo cemas. Ditambah lagi Jung Soo yang pergi tanpa pesan. Semakin membuatnya merasa sendirian.

Waktu berlalu dan Eun Kyo tertidur tanpa sadar. Tahu-tahu, saat ia membuka mata, matahari sudah menampakkan diri mendahuluinya. Ia menguap dan mengucek matanya. Mendapati Dayoung masih tertidur disampaingnya. Eun Kyo mendekatkan wajahnya pada Dayoung danmenciumnya. Awalnya hanya kecupa biasa, tapi lama-lama ia erus menciumi pipi gadis kecil itu hingga terbangun.

“Ahjumma…” rengek Dayoung sambil menyapukan telapak tangannya ke pipi bekas ciuman Dayoung. Anak kecil itu tertawa ketika Eun Kyo tidak berhenti menciuminya.

“Ahjumma.. geli..” ujar Dayoung sambil menghindar, tapi apa boleh buat, tenaganya tidak bisa dibandingkan dengan Eun Kyo. Dia hanya seorang gadis kecil.

“Dayoungie~ya, ayo bersiap. Hari ini kau pulang.”

Suara Jung Ahjumma tiba-tiba menghentikan aktifitas mereka. Eun Kyo membeku seketika begitu mendengar Dayoung akan pulang. Dayoung juga demikian.

“Eoh?” jawab Dayoung bingung.

“Liburanmu sudah berakhir sayang. Eommamu sudah kembali.” Ujar Jung Ahjumma.

“Eoh? Eomma?”

Mendengar kata ‘Eomma’ Dayoung langsung bangkit dan berlari meninggalkan tempat tidur. Terlihat sekali antusiasme anak itu begitu mendengar Eommanya sudah kembali. Jauh dalam hati kecil anak itu dia juga merindukan saudara dan keluarganya. Meski bersama keluarga Jung Soo dia sangat senang, bagaimanapun tetap keluarganya yang paling mendominasi di hatinya. Hingga tanpa dimandikan, anak itu bisa mandi sendiri.

Jung Ahjumma menoleh pada wajah Eun Kyo yang terlihat berubah, “Kau juga, bukannya latihan hari ini?” tanya Jung Ahjumma.

Tak bisa dipungkiri, Eun Kyo semakin tidak semangat melakukan apapun, satu persatu menghilang dari perasaannya. Meskipun begitu, ia tetap beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Sebentar lagi Donghae pasti menjemputnya. Sebelum berbalik mengikuti Dayoung, Jung Ahjumma sempat menunjuk matanya pada Eun Kyo.

Saat berada dalam kamar mandi Eun Kyo mematut dirinya di depan cermin. Matanya bengkak akibat menangis semalam. Ia menghembuskan nafas berat.

***

Eun Kyo duduk dengan manis tanpa kata disamping Donghae yan menjemputnya beberapa menit yang lalu. Ia masih diam ketika Donghae menolehkan wajahnya. Suasana menjadi sangat kaku sehabis mengantar Dayoung ke kediaman Halmeoni. Berpamitan setelah mengenalkan Donghae sebagai temannya.

“Ehem.” Donghae berdehem untuk membuka pembicaraan. “Kau kenapa?” tanya Donghae sambil menyalakan lampu sign untuk berbelok. Memutar setir mobilnya lalu mobil berjalan lurus. Donghae sengaja mengambil jalan yang lebih panjang agar tidak terlalu cepat sampai agar ereka punya waktu untuk bicara. Donghae tau Eun Kyo tidak akan cerita jika sudah sampai ke gedung teater.

“Ceritakan padaku.” Donghae menepikan mobilnya di depan gang kecil. Lalu menoleh pada Eun Kyo.

Eun Kyo menghela nafas, “Aniya.” Jawab Eun Kyo lirih. “Ayo kita latihan.”

Eun Kyo menunduk. Tak bicara setelah itu. donghae mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya dan menyerahkannya pada Eun Kyo. Permen mint. Eun Kyo mengambilnya danmemasukkannya ke dalam mulut setelah membuang pembungkusnya.

“Dia.. dia pergi tanpa pamit.” Ujar Eun Kyo.

Donghae melirik ketika Eun Kyo membuka ceritanya. Belum terlalu jelas apa yang ingin Eun Kyo sampaikan. Tapi Donghae tau, ‘dia’ yang Eun Kyo maksud adalah Park Jung Soo.

“Dia bahkan tidak mengirimiku pesan hingga sekarang.” Lanjut Eun Kyo.

Donghae bersandar dan mulai mengunyah permen yang ada di dalam mulutnya. Menunggu kelanjutan cerita Eun Kyo. Meski merasa tidak ingin mendengarkan, tapi Donghae terlanjur mengatakan dia akan ada untuk Eun Kyo kapanpun Eun Kyo memerlukannya. Bahkan saat mulai menceritakan perasaannya.

“Donghae…” Eun Kyo menunduk.

“Ne?” tanya Donghae. Eun Kyo menengadahkan wajahnya dan menatap Donghae.

“Kita sebaiknya ke tempat latihan sekarang.” Ujar Eun Kyo. Dia bingung harus menceritakan apa pada Donghae, sementara ia sendiri tidak yakin pada perasaannya sendiri.

Donghae mulai menginjak gasnya kembali dan mulai berjalan, “Tunggu!” Eun Kyo mencegah Donghae untuk mengendarai mobilnya. Donghae menoleh dan tak jadi menginjak gas.

“Donghae aku tidak ingin latihan, aku turun disini saja.” ujar Eun Kyo membuka pintu. Namun sebelum sempat Eun Kyo membuka, Donghae telah menguncinya. Eun Kyo menoleh.

“Kalau begitu aku yang akan mengantarmu, kemanapun kau mau.”

Eun Kyo terlihat bingung. Tangannya masih berpegang pada pintu dan masih terdiam. Ia masih tiadk tau apa yang harus ia lakukan saat seperti ini. Jung Soo bahkan belum mengiriminya pesan, dimana dia sekarang. Rapat? Seminggu? Ini bahkan belum 24 jam dia tidak mengabari, Eun Kyo sudah merasa ada yang berbeda.

“Kau ini, belum 24 jam dia meninggalkanmu.” Donghae mengelus rambut Eun Kyo namun Eun Kyo menghindar. “Aigoo, kau bahkan tidak ingin disentuh olehku.”

“Aku turun disini saja, buka pintunya.”

“…”

“Lee Donghae, buka pintunya.” Ujar Eun Kyo menoleh dan menatap Donghae dengan tajam.

Tanpa menjawab Donghae segera mengemudikan mobilnya menuju tempat mereka dengan cepat dan tanpa kata, hingga mereka sampai di tempat tujuanpun, Donghae masih terdiam.

Mau tidak mau Eun Kyo harus turun mengikuti Donghae yang sudah keluar dari mobil. Eun Kyo mendengus, ketimbang harus merajuk dan berdiam sendiri di dalam mobil, ia memilih mengikuti Donghae. Di tariknya tasnya di jok belakang dan berlari kecil menjajari langkah Donghae. Dan begitu mereka sampai di depan pintu lift. Langkah Donghae dan Eun Kyo terhenti ketika melihat seseorang berdiri di sana. Seperti sedang menunggu seseorang. Eun Kyo melirik Donghae, lalu kembali melangkah masuk ke dalam lift.

“Donghae, boleh aku bicara denganmu?” tanya Kim Yeon Su.

“Eoh?” Donghae terlihat salah tingkah ketika harus meladeni Yeon Su di hadapan Eun Kyo.

Eun Kyo hanya diam. Dia berusaha untuk tidak memperdulikan Yeon Su yang mengajak Donghae berbicara. Setelah pintu lift terbuka, ia dengan cepat mengambil langkah dan meninggalkan Donghae bersama Yeon Su yang menurutnya membutuhkan privasi.

Donghae nampak bingung memandangi punggung Eun Kyo menghilang dari jarak pandangnya. Dia sama sekali tidak bisa mengacuhkan Yeon Su disaat Eun Kyo dengan langkah seribu meninggalkannya. Dia tau sebenarnya Eun Kyo sekarang membutuhkannya, tapi gadis parasit ini sulit untuk dilepaskan.

“Lepaskan, aku bisa jalan sendiri.” ujar Donghae dingin. Yeon Su segera melepaskan tangannya dari lengan Donghae.

“Arasseo, kita bisa bicara di kantormu?” Yeon Su mendahului langkah Donghae. Berjalan mundur dan menarik tangan Donghae kembali.

Sesampainya di dalam ruangan kerja Donghae, Yeon Su dengan langkah percaya diri mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada dalam ruangan itu.

“Apa yang ingin kau bicarakan. Aku tidak suka basa-basi.” Suara Donghae terdengar datar dan malas. Karena di otaknya sekarang rasa penasarannya terhadapa apa yang terjadi pada Eun Kyo lebih mendominasi.

“Aku ingin memberiak penawaran kerjasama denganmu.” Ujar Yeon Su. dia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Donghae. Dengan sikap seduktifnya, dia menarik kancing jas Dongae dan merapikannya.

“Aku ingin…” mata Yeon Su intens menatap Donghae penuh dengan tanda tanya. “Aku tau kau menyayanginya. Tidak ingin dia tersakiti. Aku juga tau kau ingin bersamanya. Jadi..” Yeon Su berjalan ke belakang Donghae dan berjinjit lalu berbisik di telinga Donghae, “Kau ambil Eun Kyo aku ambil Jung Soo.” Yeon Su mengakhiri kalimatnya dengan seringaiannya.

“Apa maksudmu?” tanya Donghae berpura-pura tidak mengerti. Pengertiannya terhadap orang lain tidak berlaku. Hanya berlaku pada kata-kata tersirat Eun Kyo.

“Aku tau kau tidak bodoh. Aku mengajakmu berkoalisi untuk memisahkan mereka.” Ujar Yeon Su gamblang.

Donghae terdiam, tak bis amengeluarkan kata apapun. Sekalipun seandainya dia sangat menginginkan Eun Kyo, tapi bukan cara kotor seperti ini jalannya. Dan yang benar-benar Donghae inginkan adalah kebahagiaan Eun Kyo, bukan kepemilikan. Apalagi sekarang dia sudah mulai merasa Eun Kyo mencintai Jung Soo, akan sangat merasa jahat jika dia melakukan cara curang seperti ini.

“Aku tidak sejahat itu, Yeon Su~ya.” Ujar Donghae. Dia hendak beranjak dari ruangannya, agar pembicaraan tidak penting ini tidak berlanjut lebih jauh.

“Ayolah Lee Donghae.” Rengek Yeon Su. donghae berhenti melangkah.

“Ini sangat menguntungkan.” Lanjut Yeon Su. membuat Donghae sangat geram.

“Kim Yeon Su. sangat tepat jika Jung Soo memilih Eun Kyo ketimbang dirimu. Itu sama sekali bukan pilihan yang salah.”

Donghae membuka pintu keluar dan terkejut saat ia membuka pintu, seseorang terjatuh kearahnya. Donghae dengan sigap menangkapnya.

“Apa yang kau lakukan Ae Rin~a?” ujar Donghae begitu Ae Rin kembali bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya.

“AH, aku? Aku? Aku… mau ke toilet.” Ujar Ae Rin.

“Itu hanya alasannya. Dia menguping pembicaraan kita. Dasar gadis tidak punya etika.” Yeon Su tiba-tiba memberikan penilaian terhadap Ae Rin dengan nada sinis.

“Tapi setidaknya aku tidak manja dan murahan sepertimu!” balas Ae Rin.

“Yak! Beraninya kau, ooh! Aigoo! Gadis macam apa yang ada di sekelilingmu Lee Donghae?!” ujar Yeon Su dengan nada tinggi.

“Yang pasti bukan sepertimu!”

Yeon Su maju beberapa langkah namun Donghae menjauhkan Ae Rin ke belakangnya dan menyuruh Ae Rin pergi dengan isyarat tatapannya. Ae Rin mendengus kesal sebelum pergi meninggalkan Yeon Su dan Donghae.

Dia melangkah dengan cepat dan menghentakkan kakinya di setiap jejak langkahnya.menyebabkan suara gaduh. Membuka pintu ruangan latihannya dengan keras, membuat seluruh mata mengarah kepadanya. Ketiak matanya bertemu dengan Kyuhyun,dia segera membuang muka.

“Kau kenapa?” tanya Eun Kyo.

“Ani, aku tidak apa-apa.” Jawab Ae Rin berbohong. Dia menyembunyikan pembicaraan Donghae dan Yeon Su yang sempat dia dengar ketika ingin memanggil Donghae tadi. Eun Kyo yang melihat wajah Ae Rin yang terlihat tegang dan emosi, mengerutkan dahinya. Tapi dia menepikan semua rasa penasarannya itu. pikirannya sekarang hanya ada Jung Soo yang sampai sekarang tanpa kabar.

“Kau sudah makan?” tanya Eun Kyo lagi.

“Sudah .”

“Aku malas latihan.”

Eun Kyo bangkit dari duduknya, membuat Hyuk, Sungmin dan Ryeowook bingung. Sejak tadi Eun Kyo hanya diam, sejak kedatangannya tidak mengeluarkan sepatah katapun. Pertanyaan yang ia lontarkan pada Ae Rin adalah kalimat pertamanya. Merak tau Eun Kyo sedang tidak baik-baik saja hari ini, terlebih lagi Ryeowook yang sudah sejak semalam mendapati Eun Kyo bersikap aneh.

Dia berjalan melangkah menuju pintu keluar. Eun Kyo berpapasan begitu hendak keluar dari ruangan. Tak ada sapaan, Eun Kyo terus berjalan tanpa memperdulikan Donghae yang bahkan berbalik melihat Eun Kyo seperti orang linglung.

“Kenapa dia?” tanya Donghae pada Sungmin.

“Molla, sejak tadi hanya diam, lalu dia bilang malas latihan.” Jawab Sungmin.

“Eum, Hyung, dia juga semalam datang ke tempatku dan bertingkah aneh. Semua makanan yang ia pesan menu pedas semuanya.” Ujar Ryeowook menambahkan.

“Annyeong haseyo…”

Suara koor sepuluh orang remaja membuat perbincangan mereka berhenti. Yah, hari ini jadwal latihan anak-anak ini disini. Dan biasanya Eun Kyo paling antusias jika berhadapan dengan anak-anak ini. Tapi saat berpapasan dengan mereka, Eun Kyo bahkan tidakmenoleh.

“Kalian disini urus mereka, aku harus menyusul Eun Kyo.”

Donghae mengambil langkah cepat berharap Eun Kyo masih bisa dikejarnya. Gadis itu jika dalam keadaan kacau bisa lebih cepat dari cheetah. Hingga dalam hitungan detik saja sudah bisa kehilangan jejaknya. Dan benar saja, begitu Donghae keluar dari gedung bayangan tubuh Eun Kyopun tidak terdeteksi. Donghae tidak puts asa. Dia terus berlai hingga ke jalanan, berharap bisa menemukan Eun Kyo. Dan nampaknya Donghae beruntung hari ini. Ia melihat Eun Kyo baru saja masuk dalam sebuah taksi di ujung jalan. Donghae buru-buru menuju mobilnya dan mengikuti kemana arah taksi itu membawa Eun Kyo.

***

Jung Soo keluar dari ruangan rapatnya. Menghela nafas lega karena akhirnya berakhir sudah rangkaian rapat hari ini yang begitu menyita waktunya. Dia berjalan keluar dan menuju lobby hotel tempatnya menginap. Mencari udara segar meski senja sudah menyapa. Dia merasa tercekik ketika rangkaian negosiasi alot yang terjadi hari ini. Tentang perjanjian kerjasama dengan salah satu label agensi di Eropa. Rapat dilanjutkan hingga besok.

Dia merasa berbeda hari ini. Kejadian itu masih terekam jelas dalam benaknya. Membuat terkadang dadanya bergemuruh, kelakuan Eun Kyo yang berubah dalam sekejap sungguh membuat dia merasa shock namun sekaligus senang. Namun ketika menemukan ‘pil’ itu dari dalam tas ketika membuka pesan dari Donghae di ponsel Eun Kyo, dia merasa sangat… marah mungkin? Bagaimana mungkin Eun Kyo memutuskan hal ini sendirian sementara hubungan mereka selama ini jelas sekali tidak pernah keluar dari perjanjian. Dalam artian, apapun yang mereka lakukan biasanya akan mereka diskusiakan terlebih dahulu kecuali urusan asmara.

Jung Soo berjalan menyusuri halaman hotel yang ditumbuhi beberapa pohon rindang. Tiba-tiba segumpal sesal mulai menggerogotinya. Menyesal sekarang dia telah meninggalkan Eun Kyo tanpa pesan padahal sejak kakinya melangkah meninggalkan wanita itu, untaian rindu semakin panjang terjalin sepanjang ia terus menjauh dari Eun Kyo.

Bukan maksudnya seperti ini, hanya saja waktu itu ia begitu emosi. Bukan karena Eun Kyo artinya masih tidak ingin memiliki anak dengannya, tapi entahlah. Baginya bukankah suami istri harus saling terbuka, dan dia saat ini merasa kecolongan. Sebenarnya ia senang, semakin mereka menunda untuk memiliki anak, kemungkinan mereka berpisah akan semakin kecil, karena Eommanya hanya akan mengijinkan mereka berpisah setelah Eun Kyo memiliki anak.

“Sajangnim.”

Seseorang memamanggil namanya, membuatnya menoleh pada orang itu. jung Soo berbalik dan mendekat kearah otang itu.

“Wae?”

“Ada telpon dari keluarga anda.” Ujarnya sambil mengarahkan ponsel pada Jung Soo. jung Soo merogoh saku celananya, dan tidak mendapati poselnya di dalam sana. Dia baru ingat meninggalkan poselnya di ruangan rapat tadi.

“Yeoboseyo?” sapa Jung Soo.

“Jung Soo~ya, kau tidak memberitahunya kau akan pergi seminggu? Eoh? Kau ini! Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian? Dia belum pulang hingga saat ini.” Suara Jung Ahjumma terdengar cemas. Jung Soo melirik jam tangan yang ada di pergelangannya.

Sudah sejam yang lalu harusnya dia pulang.

“Kau tidak menghungi ponselnya Ahjumma?” tanya Jung Soo. ia menjauh dari seorang pelayan yang mengantarkan poselnya itu ketangannya.

“Aku sudah coba, tapi begitu panggilanku masuk, dia tidak mengangkatnya. Dan aku coba telpon lagi, sudah tidak aktif.” Jawab Jung Ahjumma.

Aish! Wanita ini!.

Jung Soo mengumpat dalam hati. Sekarang rasa penyesalannya semakin bertambah, namun dia tetap berusaha untuk tenang. Meski di dalamnya ia sangat mencemaskan Eun Kyo.

“Aku akan coba hubungi teman-temannya.” Jung Soo akhirnya menutup pembicaraan dengan Jung Ahjumma, lalu dengan buru-buru ia membuka kontak dalam ponselnya. Orang yang pertama kali ia hubungi adalah Ae Rin. Mengingat wanita biasanya lebih nyaman dengan wanita.

“Ae Rin~a, apa Eun Kyo bersamamu?”

Tanpa basa-basi Jung Soo langsung menodong Ae Rin dengan pertanyaan penuh harap jawaban ‘iya’. Tanpa kata sapaan dan mengucapkan salam pembuka.

“Jung Soo Oppa? Eoh? Eonnie maksudmu? Ani, dia tidak bersamamu sekarang.”

Jawaban Ae Rin membuat Jung Soo sedikit kecewa. Jika bukan bersama Ae Rin, berarti ia harus menerima bahwa sekarang Eun Kyo sedang bersama salah satu teman laki-lakinya.

“Begitu? Ponselnya tidak bisa dihubungi.”

“Ne, Onnie tidak latihan hari ini. Saat kami mau memulainya, dia bilang malas lalu pergibegitu saja.” jawab Ae Rin menjelaskan.

“Kau tau dimana dia sekarang?” tanya Jung Soo.

“Eum… aku juga tidak tau, tapi aku rasa Donghae Oppa tau. Karena saat Onnie keluar, Donghae Oppa menyusulnnya.”

Jawaban Ae Rin begitu membuat Jung Soo terkejut. Karena sejak tadi, dia selalu mencoba mengenyahkan pikiran bahwa sekarang Eun Kyo sedang ebrsama Donghae. Tapi kenyataan sama seklai tidak bisa dihindari.

“Begitu, kalau begitu aku akan menelpon Donghae saja.”

“AH, Oppa! Tunggu, memangnya ada apa dengan Onnie? Sepertinya hari ini dia terlihat kacau.” Ujar Ae Rin.

“Ani, tidak apa-apa. Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja. aku sedang diluar kota Ae Rin~a.”

“Oh, begitu. Pantas saja.”

“Pantas saja? wae?”

“Pantas saja Onnie uring-uringan hari ini.” Ujar Ae Rin.

“Kau ini. Arasseo, aku akan menghubungi Donghae. Annyeong.”

Jung Soo menutup panggilannya pada Ae Rin. Dia lalu terpaku, bingung antara harus menghubungi Donghae atau tidak. Dia tidak ingin menerima kenyataan tiba-tiba Eun Kyo benar-benar bersama Donghae sekarang. Tapi tanganya bereaksi lain. Begitu melihat nama Donghae di layar telponnya, jemarinya segera menyentuh ‘Call’.

Ponsel itu masih berada ditangannya begitu nada dering terdcengar samar dari speaker ponselnya. Ia masih memandangi layar dan masih tidak percaya harus memastikan Eun Kyo-istrinya sendiri- dengan orang lain sekarang.

“Yeoboseyo?”

Donghae menjawab telpon dari Jung Soo. namun Jung Soo masih melamun, tidak menyadari Donghae sudah menerima panggilannya.

“Yeoboseyo?”

Kali ini suara Donghae terdengar lebih keras hingga membuat Jung Soo tersentak dan dengan cepat meletakkan ponselnya di telinga.

“Donghae~ya, apa Eun Kyo.. bersamamu?” tanya Jung Soo ragu-ragu.

Donghae terdiam, “Ani, dia tidak bersamaku.” Jawab Donghae setelah beberapa detik.

Diamnya Donghae selama sekian detik membuat Jung Soo tidak percaya pada jawaban Donghae. “Kau jangan bohong.” Tuding Jung Soo. “Dia bersamamu kan?” pertanyaan bernada sekptis keluar dari mulut Jung Soo dengan tajam.

“Aku kehilangan jejaknya. Dia menghilang di lampu merah.” Ujar Donghae jujur. Dilihat dari keadaan Donghae, diapun mencemaskan gadis itu, meski tidak sebanding dengan kecemasan Jung Soo, tapi tetap saja dia cemas.

Jung Soo menghela nafas, “Apa dia baik-baik saja?” tanya Jung Soo.

“Kau dimana?” balas Donghae tanpa menjawab pertanyaan Jung Soo.

“Aku di luar kota.”

“Kau sudah menghubunginya? Sebelum ponselnya di nonaktifkan?” tanya Donghae. Sekarang baru Jung Soo yakin Donghae tidak bersama Eun Kyo saat ini, dia bahkan juga tau ponsel Eun Kyo tidak aktif, berarti memang benar Donghae tidak bersamanya.

“Belum.” Jawab Jung Soo lirih.

“Eun Kyo terlihat sedang… aku bingung harus mencarinya kemana lagi. semua rumah anak-anak sudah aku datangi tapi dia tidak ada disana.” Ujar Donghae.

“Begitu. Baiklah kalau begitu.”

Jung Soo menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku. Lalu berjalan memasuki hotel dan menuju kamarnya. Sekarang yang ia butuhkan adalah istirahat dan berpikir jernih. Cemas saja tidak akan cukup mengembalikan dan mengetahui keberadan Eun Kyo saat ini. Sesampainya di dalam kamar, ia mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.

15 menit berlalu dan Jung Soo sudah menyelesaikan mandinya. Ia mengeringkan rambutnya yang basah dengan selembar handuk yang disediakan pihak hotel. Setelah kering, Jung So meletakkan handuk itu pada tempatnya lalu berjalan ke tempat tidur. Ia tidak yakin akan tidur nyenyak malam ini, bahkan lebih gelisah dari tadi malam. Dipandanginya ponselnya ynag tergeletak begitu saja diatas kasur. Matanya terus terpaku pada ponsel. Perlahan diambilnya dan dia mencoba menghubungi Eun Kyo.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.

Suara operator menggantikan bunyi ‘tut tut tut’ yang biasanya terdengar jika dia mnelpon wanita yang kini dikhawatirkannya itu. jung Soo merutuki dirinya sendiri, tidak menyangka emosi sesaatnya akan membuat keadaan seperti ini. Dia tidak bermaksud untuk marah, tapi hanya saja, entahlah, dia hanya shock. Dan Eun Kyo ternyata lebih shock dari itu.

Kim Kibum.

Tiba-tiba nama itu melintas di benak Jung Soo. ia kemudian mencari nama itu di dalam kontaknya, dan begitu dia menemukannya, Jung Soo langsung menghubungi Kibum. Ini sudah malam, dan Jung Soo yakin Kibuum sekarang ada di rumah.

“Yeoboseyo, Kibum~a..” sapa Jung Soo pada Kibum saat Kibum mengangkat telponya.

“Dia ada disini.” Jawab Kibum. Seolah tau apa yang ingin Jung Soo katakan. “Dan dia.. terlihat sedikit kacau. Aku tau kalian bertengkar lagi. dia tidak akan kembali kesini jika tidak punya masalah denganmu.” Ujar Kibum.

“Dia ada dimana?”

“Dia ada dikamarnya yang artinya itu kamarku.” Jawab Kibum.

“Dia mengangkut barangnya lagi?” tanya Jung Soo.

“Ani, dia hanya membawa tas yang biasanya dia bawa.”

“Begitu? Beberapa hari lagi akuakan menjemputnya. Aku sedang diluar kota, kembali paling cepat 4 hari lagi. pastikan dia baik-baik saja, eoh?” pertanyaan Jung Soo bernada mengancam.

“Arasseo, Hyung.”

“Dan pastikan benda-benda serupa tidak berdekatan. Seperti garam dan gula, jika sedang seperti itu, biasanya dia suka salah ambil. Benda tajam atau apapun.”

“Memangnya dia gila?”

“Ani, bukan begitu.”

“Arasseo, aku bisa menjaganya. Kau tutup saja.”

Belum sempat Jung Soo menjawab, Kibum sudah menutup telponnya membuat Jung Soo sedikit kesal. “Aish! Anak ini.”

Jung Soo membaringkan tubuhnya diatas kasur.mencoba beristirahat setelah seharian bekerja. Beberapa menit berlalu ia masih belum bis amemjamkan matanya. Mencari posis ynag nyaman dengan balik ke sisi kanan dan kiri beberapa kali. Meskipun sekarang sudah mengetahui keberadaan Eun Kyo dimana, tapi ia masih merasa ada yang kurang, ada yang salah, dan ada yang keliru. Setelah beberapa menit berpikir baru dia sadar. Dia belum mendengar suara wanita itu 2 hari ini.

Sunyi.

Itu yang dia rasakan. Gemuruh rindu tiab-tiba saja mulai menyelimutinya. Dan itu semakin membuatnya resah. Park Eun Kyo. Nama itu berdengung di telinganya. Kesalahpahaman yang ia tinggalkan membuahkan resah yang semakin membuatnya rapuh dan ringkih.

***

“Kau sudah bangun?”

Sapaan Eun Kyo pada Kibum yang baru saja bangun tidur terdengar semangat pagi ini. Kibum menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika menemukan Eun Kyo sedang berkreasi di dapur. Ia memandangi Eun Kyo yang terlihat sibuk dengan masakannya.

‘Jauhkan garam dan gula atau apapun yang serupa.’

Tiba-tiba Kibum mengingat perkataan kaka iparnya, “Noona, kau memasak apa?” tanya Kibum mendekati Eun Kyo.

Eun Kyo terlihat sedang mengaduk nasi beraroma harum rempah di dalam wajan.  Memang terlihat sedap, tapi semua barang yang ada disampingnya menjadi berantakan.

“Aku memasak nasi goreng. Di dalam lemari es aku lihat kimchi. Dan eum.. aku rasa kimchi dengan nasi goreng, sangat enak!”

“Tapi kau bisa membedakan antara gula dan garam kan?” Kibum menjadi was-was.

“Tentu saja.” jawab Eun Kyo enteng. “Coba cicipi.” Eun Kyo mengambil seujung sendok nasi yang sedang diolahnya. Meniupnya lalu kemudian memaksa Kibum memakannya.

Kibum mulai mengunyah tapi sebelumnya ia menganga karena kepanasan. Ia teus mengunyah sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“”Eum, lumayan. Jung Soo Hyung pasti menyukainya juga.” Ujar Kibum memberikan komentar.

“Dia tidak akan pernah mencobanya lagi.” jawab Eun Kyo ketus.

“Nde? Wae?” tanya Kibum terlihat tenang. Padahal ia tertawa dalam hati.

Beberapa hari saja bersama Eun Kyo sudah bisa membaca apa yang ia rasakan kecuali saat dia sedang merajuk, hanya saat merajuk Eun Kyo sulit ditebak. Tapi saat normal dan tidak kacau lagi seperti ini, dia sangat mudah dibaca.

Jika dia mengatakan tidak, itu artinya dia masih ingin. Semua yangia katakan terkadang bisa bertolak belakang dengan apa yang ia rasakan, Kibum bisa membacanya, dan itu tak bisa dijabarkan dengan kata-kata.

“Ani.” Jawabnya acuh.

Eun Kyo menyiapkan sarapan utuk mereka berdua diatas meja makan, lalu membereskan semua peralatan kotor.

“Noona, jam berapa kau bangun?” Kibum melirik jam dinding, masih jam 6 pagi dan Eun Kyo? sejak kapan dia bangun. Melihat dari barang-barang ynag berserakan, Kibum yakin bukan dari 1 jam yang lalu.

Majalah ergeletak begitu saja diatas lantai. Cangkir kotor ada dua di atas meja makan. Satu bekas susu, satunay lagi terlihat bekas air putih. Kibum menoleh pada Eun Kyo.

“Noona?”

Kibum menegaskan pertanyaannya agar segera dijawab oleh Eun Kyo. Tapi Eun Kyo tidak menjawab, dia hanya menyibukkan diri dengan mencuci peralatan kotornya.

“Noona!”

Akhirnya Kibum sedikit berteriak dan membuat Eun Kyo menghentikan aktifitasnya. Keceriaan Eun Kyo terlihat janggal pagi ini. Mengingat tadi malam dia terlihat sangat kacau, dan tidak mungkin berubah sekejap seperti ini. Memasak adalah hal yang paling malas ia lakukan, biasanya pagi juga dia hanya akan menyediakan roti bakar dengan variasi rasa dan segelas susu. Tapi hari ini bukan hanya nasi goreng kimchi saja. di dalam penutup makanan di atas meja sudah tersedia sup daging dan ikan bakar. Cumi bumbu spagheti. Bahkan udang teriyaki.

“Kau, kau menghabiskan seisi lemari es Noona..” gumam Kibum ketika membuak penutup makanan.

Eun Kyo terdiam, tangannya memegang erat pinggiran meja pantry tempatnya memasak tadi.

Eun Kyo tidak bisa memungkiri. Kini ia takut kehilangan Jung Soo. sejak malam itu dan pertengkaran itu, ia merasa takut. Bukan semacam pertengkaran yang seperti biasa mereka lakukan, berdebat dan berusaha menjadi yang paling unggl dengan argumen mereka masing-masing. Tidak seperti itu. jung Soo hanya membanting pintu dan meninggalkannya selagi dia menenangkan diri.

“Memangnya ada pesta hari ini?” tanya Kibum lagi bingung. Ia mengambil sesendok cumi bumbu spagheti. Meski ia tidak pernah mencobanya di restoran manapun, tapi rasanya cukup lumayan.

Saat ia ingin mencubit bagian badan ikan bakar yang menggugah selera, Kibum terhenyak saat Eun Kyo memeluknya. Ia terkejut.

“Huwaaaaaaaa”

Eun Kyo malah menangis keras seperti anak kecil. Membuat Kibum semakin bingung dan Eun Kyo benar-benar menangis, seolah menahan tangisan itu sudah bertahun-tahun lamanya.

“Kau kenapa?” tanya Kibum.

Eun Kyo tidak menjawab, dia hanya melupkan kekesalan hatinya dengan tangisan. Sekarang bukan rasa bersalah lagi yang menggerogotinya. Tapi rasa kesal terhadap Jung Soo yang tak kunjung berusaha menghubunginya. Apalagi mencarinya, hingga hari berlalu, ia masih tidak berusaha mencari dirinya.

“Ahahahaha, konyol sekali aku menangis seperti ini. Aish! Sudahlah, ayo kita makan.”

Dengan kasar Eun Kyo menghapus airmatanya sendiri menggunakan punggung tangannya. Ia menarik Kibum untuk duduk bersamanya di kursi meja makan.

“Sejak kapan kau bangun?”

“…”

“Jam 4?”

“…”

Eun Kyo  tidak menjawab, ia bahkan semangat menyiapkan makanan untuk Kibum diatas piring. Laluu menyerahkannya pada Kibum. Kibum tidak mengambilnya dan menatap Eun Kyo tajam.

“jam setengah 3 pagi.” Jawab Eun Kyo dengan wajah cemberut.

“A, aigoo..  wanita memang aneh.” Desis Kibum. Ia mengambil piring nasi yang disiapkan Eun Kyo begitu Eun Kyo menjawab pertanyaanya.

“Enak?” tanya Eun Kyo antusias. Kibum mengangguk. Akhirnya mereka larut dalam nikmatnya sarapan pagi dengan menu makan siang.

Kibum bangkit setelah menghabiskan makanannya, “Jangan menangis lagi, Hyung akan menjemputmu 5 hari lagi.” sebelum Kibum meninggalkan dapur dan ruang makan, ia mengatakan apa yang dikatakan Jung Soo di telpon tadi malam. Eun Kyo terdiam.

“Apa dia menelponmu?” tanya Eun Kyo.

“Dia menyuruhku untuk mengawasimu! Agar tidak kabur lagi!” Kibum akhirnya meninggalkan Eun Kyo yang terdiam di ruang makan.

***

Pertunjukan teater ‘A Midsummer Night’s Dream’ di Korean Musical Broadway baru saja berakhir. Di belakang panggung semua pemain dan para kru terdengar riuh dengan berbagai rasa senang yang terluapkan. Eun Kyo berdir bersama beberapa kru yang selama ini membantunya.

“Gamsahamnida sudah membantuku, Onnie. Tipsmu untuk tampil cantik akan aku coba sekali-sekali.”

Eun Kyo nampak berbicara dengan salah seorang waniat yang terlihat berbeda beberap tahun darinya, yang selama beberapa waktu terakhir mengurusi penampilannya sebelum menaiki panggung. Ia seorang make-up artist.

“Aigoo… aku senang sekali mengenalmu.”

“Ehem, Park Eun Kyo~ssi. Aku menunggu jawaban bersediamu ketika aku mengajkmu makan malam lain kali.”

Seseorang ikut dalam pembicaraan Eun Kyo dan Chae Yeon-make-up artist Eun Kyo-membuat mereka berdua menoleh.

“Se, Seung Hoon~ssi.” Ujar Eun Kyo lirih.

“Panggil aku Oppa saja. Kau lebih mudah dariku.” Seung Hoon menarik rambut Eun Kyo.

“Ne, lebih muda darimu 10 tahun. Harusnya aku memanggilmu ahjussi.” Jawa Eun Kyo bercanda.

“Tidak usah sebut umur kalau begitu.” Ujar Seung Hoon.

“Eun Kyo~ya, aku harus pergi, tidak ikut kalian minum-minum.” Ujar Min Gi sambil merapikan jas panjang tebalnya.

“Eoh? Wae abeoji?”

“Ani, istriku sudah menunggu di rumah.” Min Gi meraih kepala Eun Kyo dan mengusapnya.

“Abeoji, sekali-sekali berkunjung ke rumahku…” ujar Eun Kyo sebelum Min Gi pergi dan berpisah dari kerumunan ynag masih terdengar riuh.

“Pasti.” Jawab Min Gi yakin. “Aku sudah tau kemana mencarimu.” Lanjutnya sambil tersenyum.

“Arasseo, ayo kiat berangkat.”

Kyuhyun menarik tangan Eun Kyo dengan paksa tanpa memperdulikan Chae Yeon yang masih berbicara dengan Eun Kyo. Sikap Kyuhyun di maklumi bebagai pihak. Tapi biasanya anak itu lebih senang mengganggu Ae Rin, ketimbang memproteksi Eun Kyo.

“Sebentar tasku.” Eun Kyo mencoba melepaskan tangan Kyuhyun yang masih menariknya tanpa berniat mengendurkan pegangan itu apalagi melepaskannya. Akhirnya Eun Kyo yang mearik Kyuhyun untuk meraih tasnya.

“Ae Rin mana?” tanya Eun Kyo.

“Eoh?”

Saat mendengar nama Ae Rin disebut, Kyuhyun seperti kehilangan akal. Bak I-Pad yang sedang terserang virus berbahaya, koneksi seperti siput.

“Ae Rin, aku tidak melihatnay sejak turun dari panggung.”

Eun Kyo mengedarkan matanya ke seluruh sudut ruangan diikuti oleh Kyuhyun. Dan mereka tidak menemukan Ae Rin dimanapun, keduanya saling berpandangan.

“CHO KYUHYUN!”

Sebuah teriakan membuat Kyuhyun menoleh. Matanya terbelalak menangkap sosok gadis yang berdiri disamping Hyukjae dengan senyum sumringahnya, memamerkan deretan gigi depannya yang rapi. Seorang gadis berperawakan sedang mengenakan terusan besar bermotif bunga dengan belt besar di bawah dadanya.

“Aku sengaja pulang untuk pertunjukanmu.” Orang itu mendekat kearah Kyuhyun, sementara Kyuhyun mematung.

“Noona..” sapa Kyuhyun.

Gadis yang dipanggil dengan sebutan ‘Noona’ oleh Kyuhyun nampak meraih lengan Kyuhyun dan membawanya berjalan, meninggalkan Eun Kyo.

“Ah, Noona, sebentar, aku kenalkan kau pada teman-temanku.” Kyuhyun menarik gadis itu mendekati Eun Kyo.

“Ini, in Par Eun Kyo, temanku. Noona, ini saudara perempuanku, Cho Ahra.” Ujar Kyuhyun, dia menarik tangan Ahra agar berjabat tangan dengan Eun Kyo. Eun Kyo menyambutnya dengan senyuman.

“Kami mau makan di restoran, biar kuajak kau. Tapi aku harus ijin dulu dengan Doghae.”

Kyuhyun mengenalkan Ahra pada teman-temannya satu persatu kecuali Hyukjae. Membuat Hyukjae berdiam diri di pojokan karena Kyuhyun tidak memanggilnya. Dan sangat jarang sekali Hyukjae jadi terlihat pendiam serta manis seperti itu.

“Aku tidak perlu mengenalkannya padamu, Lee Hyukjae, aku tau kau pasti sudah berkenalan tadi sebelum kau mengantarnya padaku.” Teriak Kyuhyun.

Sementara itu di tempat lain. Di sebuah toilet wanita. Yeon Su terlihat masuk diam-diam mengikuti Ae Rin yang baru saja memasuki toilet khusus wanita. Yeon Su memastikan setiap toilet tidak ada orang dengan membuka pintunya satu persatu. Dia lalu mengunci pintu masuk dan menunggui Ae Rin yang sedang buang air kecil. Bunyi gemericik air tanda Ae Rin sudah selesai terdengar. Yeon Su tersenyum tipis.

“Ehem, gadis kecil.”

Yeon Su menyapa Ae Rin yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ia mundur dua langkah ketika melihat Yeon berdiri disamping pintu seperti hantu.

“Kau mengejutkanku.” Ujar Ae Rin. Lalu ia berjalan santai menuju wastafel. Mencuci angannya dengan sabun.

“Yak! Anak kecil! Sebaiknya kau tidak mencampuri urusanku dengan Donghae jika tidak masih menyayangi nyawamu.”

Ae Rin berusaa untuk mengacuhkan perkataan Yeon Su yang bernada mengancam, dia tetap berusaha tenang dengan mencuci tangannya, membersihannya dari sabun lalu bergeser mengeringkan tangannya.

“Aku tau kau masih sayang nyawamu atau harga dirimu. Tapi jika kau mencoba menghalangiku, kau bisa lihat apa yang akan aku lakukan.” Yeon Su masih percaya diri dengan kalimat ancamannya. Dan Ae Rin masih diam.

“Yak!” Yeon Su mulai naik pitam dan mencengkram lengan Ae Rin dengan tangan kanannya lalu menarik rambut Ae Rin. Yeon Su memang mempunyai postur tubuh yang lebih tinggi dari AE Rin, sehingga mempermudahnya memngintimidasi sikap Ae Rin.

“Dengarkan aku, aku tau kau tidak tuli!” suara Yeon Su sarat emosi. “Aku harap kau tidak mencampuri urusanku!” bisik Yeon Su di telingan Ae Rin.

Dok! Dok! Dok!

Suara pintu membuat mata Ae Rin dan Yeon Su mengarah ke arah pintu bersamaan. Yeon Su berdecak kesal, disaat seperti ini dia butuh privasi untuk melancarkan aksinya. Dan dia sudah berusaha melakukan itu dengan mengunci ppintu agar tidak ada yang mengganggunya.

“Ae Rin~a.. kau di dalam?”

Suara Donghae. Itu suara Donghae. Yeon Su segera menatap Ae Rin tajam, merasa gadis itu mendapatkan pertolongan. Ia melepaskan Ae Rin lalu kemudian dia mengacak rambutnya dan pakaiannya yang rapi, lalu berlari kearah pintu.

“Donghae~ya! Untung kau datang tepat waktu! Lihat apa yang dia lakukan padaku!” Yeon Su berteriak manja.

Tak ingin ditemukan sebagai tersangka kejahatan di dalam toilet seperti waktu itu, kin Yeon Su berpura-pura menjadi korban. Ae Rin yang melihat hal itu sempat ternganga dan menatap Donghae dengan tatapan kosong, lalu mengerjapkan matanya polos.

“Dia tiba-tiba menyerangku tanpa alasan. Hiks!” Yeon Su masih berusaha membuat Donghae percaya dengan kebohongannya. Ia bersembunyi di balik tubuh Donghae.

“Ae Rin~a..” panggil Donghae.

“Dan kau percaya Oppa?”

Ae Rin berjalan menuju Donghae, dan Yeon Su masih berpura-pura ketakutan disamping Donghae. Dia berhenti saat berhadapan dengan Donghae.

“Kalian memang partner yang serasi.” Ujar Ae Rin sinis. Mengepalkan tangannya dan ingin sekali rasanya ia menonjok muka Yeon Su. setelah itu itu pergi meninggalkan Donghae yang masih bingung. Donghae tau Ae Rin tidak mungkin melakukan hal itu.

“Donghae~ya..” panggil Yeon Su saat Donghae tak bergeming.

“Menjauh dariku, sandiwaramu benar-benar payah.” Ujar Donghae datar seraya melangkah meninggalkan Yeon Su.

Gadis itu menghentakkan kakinya kesal, karena gagal membuat Ae Rin menjadi tersangka.

***

Jung Soo keluar dari mobilnya yang terparkir di halaman luas rumah milik Park Eun Kyo. Ia berlari kecil memecah keheningan malam. Ia tidak peduli jika kedatangannya jam 11.13 malam membuat seisi rumah terganggu. Yang ada di pikirannya hari ini hanya ingin melihat Eun Kyo. Dia bahkan rela bayar mahal untuk menyewa sebuah pesawat pribadi karena tak ada lagi penerbangan ke Seuol pada malam ini. Harga mahal untuk bertemu orang yang membuat hidupnya gelisah akhir-akhir ini. Jadwal kepulangannya besok pagi jam 10.15 pagi, tapi ia bersikeras untuk pulang malam ini dan mengakhiri semua kesalahpahaman ini. Karena sudah sejak kemarin ponsel Eun Kyo sama sekali tidak aktif, padahal biasanya, gadis itu tidak bisa jauh dari ponselnya.

Ia membuka pintu rumah yang tidak terkunci, karena sebelum boarding pass ia menghubungi Kibum akan pulang malam ini, dan pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas. Inilah mungkin alasannya kenapa pintu rumah mereka tidak terkunci. Karena kedatangannya.

Tanpa banyak aksi, Jung Soo langsung menuju kamar Eun Kyo sekaligus kamar Kibum. Ia meraih kenop pintu dan menariknya ke bawah. Kebiasaan Eun Kyo adalah lupa mengunci pintu kamarnya, alasannya jika sedang di ceramahi karena lupa mengunci adalah jika terjadi sesuatu tidak perlu mengunci pintu. Padahal kuncinya tidak perlu di lepas. Tapi kali ini kebiasaan Eun Kyo tersebut menguntungkan Jung Soo. ssat ia membuka pintu pun keadaan kamar terang benderang, hingga ia bisa dengan jelas melihat Eun Kyo tidur pulas diatas tempat tidur sambil memeluk gulingnya.

Ada rasa yang tiba-tiba meluap dan bermuara ke permukaan, seolah menemukan oase di tengah padang pasir, Jung Soo bisa kembali melanjutkan hidupnya. Ia berjalan perlahan menuju Eun Kyo berbaring, duduk di tepi tempat tidur tanpa melepaskan kontak mataya dari Eun Kyo. Gaun tidur lengan pendek membalut tubuhnya hingga lutut. Meski sangat biasa, tapi bagi Jung Soo itu sudah terlihat sangat luar biasa. Dia terus memandangi wajah Eun Kyo yang pulas dibuai mimpi.

“Eung..”

Suara lenguhan Eun Kyo keluar dari mulutnya saat ia memindah posisinya membelakangi Jung Soo. dia berbaring miring masih dengan mendekap guling. Memberikan ruang kecil untuk Jung Soo dan lelaki itu merebahkan tubuhnya disamping Eun Kyo. Jung Soo masih ingat kehangat yang terjadi seminggu yang lalu bersama Eun Kyo. betapa sentuhan itu membuatnya menjadi gila dan tak terkendali.

Tapi sekarang? Karena rasa keterkejutannya, dia menghancurkan moment itu. harusnya sekarang mereka sudah menjadi lebih mesra. Tidak dingin tanpa komunikasi seperti ini. Jung Soo benar-benar menyesali sikapnya telah membuat Eun Kyo marah. Tapi dari cerita Kibum yang ia dengar, sebenarnya Eun Kyo tidak benar-benar marah. Dia hanya ingin seperti wanita umumnya, dimengerti meskipun dalam keadaan salah sekalipun. Egoisme wanita. Tapi Jung Soo yang berpikir logis belum bisa menerima keputusan sepihak Eun Kyo, meskipun dengan keputusan Eun Kyo tersebut menguntungkannya.

Perlahan Jung Soo merapatkan tubuhnya memeluk pinggang Eun Kyo dan mmerapikan rambut wanita itu, hingga bagian leher putihnya bisa diraih oleh bibirnya. Jung Soo mengecup bagian itu dengan lembut. Eun Kyo mengeliat saat Jung Soo mengecup lehernya tiga kali.

Wanita itu berbalik dan semakin merapatkan tubuhnya, agar lebih dalam dipelukan Jung Soo. jung Soo tercekat, dia tidak menyangka Eun Kyo akan berubah posisi seperti ini. Tapi setelahnya dia tersenyum, lalu memeluk kembali tubuh Eun Kyo. Beberapa menit berlalu, meskipun tidak mendapatkan spot favoritnya lagi. Jung Soo sudah puas dengan hanya memeluk Eun Kyo malam ini. Waktu terus berlalu. Eun Kyo masih saja terpejam, tertidur.

Tapi 5 menit kemudian, Eun Kyo mendengus. Ia merasa mencium aroma maskulin masuk ke dalam indra penciumanya. Semakin ia menghirupnya, aroma itu semakin kuat. Dia terdiam namun belum membuka matanya meski sudah terbangun. Sebuah tangan melingkat erat di pinggangnya. Eun Kyo menarik kakinya, dan dia bisa merasakan ada kaki lain selain kakinya di tempat tidur yang ia tempati. Tidak mungkin Kibum tiba-tiba masuk dan tidur disampingnya kan? Tapi bau itu, Eun Kyo mengenalinya. Ia membuka mata setelahmengumpulkan kesadarannya. Langsung mendongakkan kepalanya dan wajahnya kini tepat berhadapan dengan wajah seorang lelaki yang juga sedang memandanginya dengan tersenyum. Beberapa saat Eun Kyo terdiam menatap lelaki itu, lalu mendorongnay dengan kuat. Hampir saja Jung Soo terjatuh dari tempat tidur kalau saja pelukannya pada Eun Kyo mengendur.

“Yak! Untuk apa kau kemari!”

Eun Kyo masih berusaha untuk melepaskan pelukan Jung Soo yang semakin lama semakin kencang membuatnya kesulitan mengambil nafas.

“Uhuk! Uhuk! Uhuk! Kau mau membunuhku?!” ujarnya geram.

“Diam dan dengarkan kau baru aku akan melepaskanmu.” Ancam Jung Soo, tapi Eun Kyo mengindahkannya.

“Maafkan aku meninggalkanmu. Dan aku sama sekali tidak marah padamu, jadi tidak ada alasan kau merajuk padaku. Saat aku ingin menghubungimu, ponselmu sudah tidak aktif dan aku tau kau marah padaku. Aku minta maaf, lalu mengenai pil itu, aku bukan tidak suka kau meminumnya, itu justru menguntungkanku. Aku bisa memintamu melayaniku diatas ranjang setiap saat tanpa takut kau hamil. Tapi emnyembunyikannya dariku, itu yang aku tidak suka, Park Eun Kyo. Nae Yeobo~ya.”

Jung Soo berbicara panjang lebar, tanpa bisa diinterupsi sedikitpun. Kalimat itu sama sekali tidak membekas di pendengaran Eun Kyo. dia menolak untuk mendengarkannya.

“Dan dengarkan aku lagi, mempunyai anak ataupun tidak, perjanjiannya sekarang tetap jika aku yang tidak menceraikanmu, kau tidak akan bisa lepas dariku. Benar begitu kan? Itu perjanjianmu dengan Eomma, jadi jangan menyalahkanku.” Lanjut Jung Soo.

“Ani, ani, ani, ani.” Eun Kyo menggeleng-gelengkan kepala sambil menutup telinganya. Jung Soo tersenyum melihat tingkah Eun Kyo yang seperti anak kecil seperti anak ang ditemui ibunya saat merajuk. Bertingkah.

“Aku tidak mau mendengar penjelasanmu! Dan sebaiknya kau perg!”

Jung Soo membungkam mulut Eun Kyo yang semakin lama semakin nyaring. “Giemphh meeumph!” ia masih berusaha untuk bicara tapi tangan Jung Soo menahannya.

Tak bisa membuat Eun Kyo tenang, akhirnya Jung Soo mengambil tangan kiri Eun Kyo danmeletakkannya diatas kepalanya, lalu tangan kanannya diletakkannya di belakang tubuh Eun Kyo sendiri, kini Eun Kyo sama sekali tidak bisa berkutik saat Jung Soo menindihnya kali ini.

“Yak! Apa yan!”

Sekali lagi mulut Eun Kyo dibungkam, kali bukan dengan tangan melainkan dengan bibir. Dengan lahap Jung Soo melumat bibir Eun Kyo yang masih ingin mengeluarkan suara. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut, tak ada lagi perlawanan dari Eun Kyo namun tak juga mendapat penerimaan. Tapi Jung Soo tidak peduli, ia terus menciumi bibir Eun Kyo dan berhenti disaat dia kehabisan nafas. Ia melepaskan ciumannya. Pikir Jung Soo, suka ataupun tidak, luapan hasratnya harus bermuara malam ini.

Jung Soo terdiam dan tersenyum seduktif memandangi bibir Eun Kyo yang basah akibat perlakuannya. Eun Kyo terdiam, kini ia benar-benar tak berkutik. Sebenarnya ia juga menikmati sentuhan Jung Soo, itu yang ia rasakan, namun sekuat tenaga ia menghalaunya. Ia masih kesal ditinggalkan tanpa pesan.

Saat Jung Soo kembali mendekatkan wajahnya -berniat mencium Eun Kyo lagi- Eun Kyo menggigit bibir bawahnya. Itu artinya dia tidak ingin disentuh. Jung Soo kembali tersenyum, hasratnya sudah kepalang tangung untuk dilenyapkan, hingga detik demi detik semakin menggebu. Selagi Eun Kyo sibuk menyembunyikan bibirnya dari ciuman Jung Soo dengan mengarahkan wajahnya ke sisi samping menghindari Jung Soo, lelaki itu tidak kehabisan akal. Seperti pepatah, banyak jalan menuju Roma, ia pun mencoba jalan lain. Leher Eun Kyo terekspos sempurna di hadapan Jung Soo. dan Jung Soo memutuskan untuk mengawalinya dari daerah leher.

Usahanya membuahkan hasil. Dada Eun Kyo bisa dia rasakan bergemuruh. Detakan jantung wanita itu semakin menggila, suhu tubuh mereka menjadi panas. Jung Soo terus bereksperimen di daerah favoritnya dengan kecupan dan gigitan halus.

“Cukup! Cukup! Park Jung Soo!”

Suara Eun Kyo terdengar putus asa. Jelas sekali bahwa dia juag menikmati sentuhan itu. namun Jung Soo tidak ingin mengambil resiko dengan melepaskan cengkramannya dari tangan Eun Kyo.

“Cukup.. hentikan, Oppa..” suara Eun Kyo benar-benar sekarat dilanda getaran hasrat. Di satu sisi dia ingin menginginkan ini, tapi disisi lain dia juga tidak ingin terlihat lemah.

“Haruskan aku menghiba? Atau memaksamu?”

Jung Soo menghentikan kegiatannya membuat Eun Kyo tak berdaya. Dia menatap bola mata Eun Kyo dengan seksama. “Perjanjian kita, kau bersedia dan tidak keberatan jika aku memintamu melayaniku diatas ranjang.” Lanjut Jung Soo tegas.

Awalnya dia ingin melepaskan diri dari Jung Soo, tapi mendengar kalimat perjanjian mereka dulu membuatnya sedikit gusar.

“Tapi setidaknya kau memintaku dengan baik, Park Jung Soo~ssi! Aku bukan toilet tempat pembuanganmu!” teriak Eun Kyo tertahan. Sebenarnya ia ingin berteriak lebih keras, mengeluarkan semua kekesalannya. Tapi ia sadar ini sudah malam dan akan mengganggu penghuni lain, hanya demi sebuah pelayanan konyol yang diminta Jung Soo.

“Aku ingin kau..”

Belum sempat Eun Kyo menyelesaikan kalimatnya, wajah Jung Soo tiba-tiba mendekat membuat Eun Kyo memalingkan wajahnya dengan refleks menolak untuk perlakuan lebih lanjut. Jung Soo tersenyum, dan semakin medekat.

“Aku menginginkanmu hari ini, Park Eun Kyo. Malam in. Sekarang. Saat ini.” Bisik Jung Soo dengan mesra di telinga Eun Kyo.

Mata Eun Kyo yang tadinya terpejam, tapi kini langsung terbuka dan menatap Jung Soo. Meski kalimat yang baru saja keluar dari mulut Jung Soo terdengar sangat egois. Tapi bagi Eun Kyo, tidak sama sekali. Ia menikmati otoritas Jung Soo atas dirinya.

“Saranghae.”

Mata Eun Kyo terus menatap Jung Soo, mencari kebenaran disana. Meski telah lama mencari, tak jua ia temukan adanya pelecehan dari tatapan Jung Soo. tatapan lebut itu lembut penuh makna. Seolah telah lama mendamba. Eun Kyo juga tidak menangkap getar kebohongan dari suara Jung Soo. seolah Jung Soo telah mempersiapakn kalimat itu dengan persiapan yang matang. Tubuh Eun Kyo akhirnya berhenti menegang dan mulai menerima Jung Soo. Jung Soo pun melepaskan tangannya dan membiarkan Eun Kyo leluasa bergerak. Mereka memulainya dengan ciuman hangat yang lembut.

Dia tidak bisa berkutik. Meski sebenarnya dia bisa melawan Jung Soo, tak ada alasan kuat untuknya untuk terus berpegang pada perjanjian itu, karena waktu demi waktu ia terus merevisi perjanjian mereka. Entah kenapa, untuk point perjanjian itu, Eun Kyo meras amasih berlaku. Ada sebagian dalam jiwanya yang menginginkan perjanjian itu meskipun sebenarnya itu merugikannya. Mungkin karena sebuah kebutuhan. Dan entahlah. Mungkin juga karena ia takut kehilangan sentuhan itu.

***

Pagi menjelang. Sepasang suami istri tertidur pulas dibalik selimut. Jung Soo merentangkan tangannya membiarkan Eun Kyo meletakkan kepalanya disana, sementara tangan halusnya ada di dada lelaki itu. jung Soo membuka mata terlebih dahulu.

“Yeobo, bangun, ini sudah pagi.” Bisikan mesra terdengar di telinga Eun Kyo wanita itu tersenyum.

“Oppa, maafkan ak!”

Jung Soo meletakkan telunjuknya di bibir Eun Kyo memaksa wanita itu menghentikan kalimatnya. Eun Kyo tersenyum.

“Mengenai pil itu..”

“Aku tidak ingin membicarakannya.” Cegah Jung Soo.

“Yang aku inginkan sekarang adalah.. ugh!” Jung Soo merubah posisinya dan menarik tangannya, membuat kepala Eun Kyo terhempas ringan diatas bantal. “Melanjutkannya pagi ini.” Bisik Jung Soo. Eun Kyo tertawa ringan saat Jung Soo kembali menyerang daerah lehernya. Tangan Eun Kyo kini meremas rambut Jung Soo, membuat lelaki itu semakin semangat.

“Eun Kyo~ya, aku dengar kalian berteng!”

Nyonya Park terhenti saat membuka pintu kamar Eun Kyo. mendapati anak dan menantunya sedang bertengkar tapi dengan cara mereka sendiri. Eun Kyo menoleh dan menarik selimut yang hanya sampai pinggang menutupi mereka.  Ia mencoba medorong tubuh Jung Soo dari tubuhnya tapi lelaki itu tidak peduli. Nyonya Park kembali menutup pintu dengan wajah merah padam.

Apa yang terjadi pada diri ini

Aku tau hanyalah sebuah permainan.

Sungguh aku tidak ingin terbelenggu selamanya dengan ini.

Perasaanku membuncah.

Rindu melolong nyaring.

Membuatku seperti seorang pesakitan yang tak punya penawar.

Tatkala hasrat mulai tercapai.

Perasaan yang nyaris membunuhku tersebut

Pelan-pelan menipis.

Menyisakan sebuah rasa lapang

Yang mampu membuatku kembali bernafas.

TBC

Note : oke sip! Sudah selesai yah! Ga aku edit, jadi basi banget kalo komen buat ngoreksi typo. Susah payah aku mengumpulkan mood, dan maaf jika hasilnya seperti ini. Bahkan untuk bikin note aja aku rasanya tidak punya energi… aku bingung mesti ngapain yah? Semua ide tu mengawang-awang diotakku, bisa tergambar jelas, tapi entah kenapa ga bisa di ungkapin… dan mian part Teuknya ga terlalu banyak. Biasanya meski ga ngefeel sekalipun, aku tetap bisa menulis Teukyo, entah kenapa kali ini… ok stop! Bukan karena Oppa wamil, aku sebenarnya sudah memikirkan hal ini, oke, aku lanjut nulis Teuk meskipun dia udah wamil. Ini permintaan dari beberapa orang terdekat saya… tapi jika mood terus-terusan seperti ini, tulisanku terancam. Atas saran seseorang, untuk membuka author freelance untuk blog ini. Aku masih memikirkannya. Banyak terjadi akhir-akhir ini, dan sempet membuatku pengen bekuin blog, tapi jika itu aku lakukan, kasian yag baca juga… jadi untuk author freelance yang menulis teukyo, aku akan memikirkannya. Oke, cukup basa-basi saya, sekarang giliran kalian untuk komen. Jangan menyinggung tentang oppa wamil atau apapun mengenai skandal, karena itu akan lebih memberatkanku untuk menutup blog. Sip! Aku percaya pada kalian tidak menenggelamkan moodku lebih dalam.

110 responses »

  1. oh,, eonni,, aku kangen buanget ma eeteuk, dan seneng bgt akhirnya lanjutannya LTD rilis,,
    pertama rada sebel gara2 dr part awal kok teukyo nya ga ada adegannya,, tp setelah nyampe mau akhir, jadi romantis… sukaaa eon,, ><
    Teuk romantis bgt sama eunkyo ampe d rela in balik pake pesawat pribadi ya, cuman buat yadongan lebih cepat,, #plaak
    selalu suka skinship nih couple berdua,, romantis abis,,
    trus knp adegan Kyu-Aerin nya dikit bgt eon,, pdahal penasaran tuh, abs adegan ciuman, jd gemes sama kyu nya,, ayo tembak aerin dong kyu,,😄
    aq ga suka klo donghae akhirnya ntar sama Yeonsu ya eon,, ga ridho.. walau donghae nya kesian cinta sepihak sm g dapet pasangan di sini, tetep ga ikhlas klo dia ntar ama yeonsu,, xp
    err,, ga mau komen yg laen ah, tkt salah komen dan ga mau ngerusak moodnya eoni,, :p
    tetep semangat eon, jgn tutup blognya ya,, aq mendukungmu,, hwaiting!! ^^

  2. Oenni akhirnya setelah lama penantian muncul juga lanjutannya , aku buka blog oenni tiap hari buat ngechek udh ada lanjutannya apa belom🙂 waaaaah jung soo sama enkyo udh mulai membuka hati makin penasaran sama hubungan mereka ,pas di part teukyo aku cengengesan sendiri bacanya😀 oke oenni aku ini penggemar berat tulisan2 mu jd aku pasti dukung apapun keputusan mu oenni sayang *kecupkecup

  3. EONNIIIIIIII!!!!!!KYAAAAAAAAA!!!!!SAYA PENGEN NIKAH!!!AYO TANGGUNG JAWAAAAAAAAAAAAAAAAB!!!!!*uhuk2keselek.
    Ya Allah itu TeuKyo manis banget cobaaaaaaaa, berantem, saling merindukan di luar kota, dan berakhir dengan EHEEEEEEEEEEEM*sengajacapslock. aduh emak, sweet banget sumpah. ehem2 itu baru suami istri normal. ah seneng sama kehidupan NC disini, biasanya oppa sering kagak dapet jatah, tapi disini dapet mulu, bwahahahahahaha*modus biar ditraktir teuki, huahahahahaha.
    ane sukaaaaa. aduh ih eonni tau aja kalo saya ngga bisa pisah dari ranjang. eiyyyy jangan salahkan saya, itu ranjangnya yang posesif. ciyuz deh. dan oh iya, itu penggambaran yang Kim ahjumma bukan ortu ae rin kurang gitu jelas menurutku. dan apa????CO GUYUN?????bwahahahahaha sumpah ane ngakak. oh my guyuuuun, huahahahaha.dan typooooo, ah okay typo is seni okay, jiwa seni eonni emang tinggi!/plak plak plak.
    Donghae kyaaaaaaaa, sya udah duga nih eonni bakal bikin donghae merana lagi dengan mencintai seorang diri *pelukdonghae puk puk puk. dan yeonsu wow! okaylah disini dy bener-bener nyebelin. idih modelnya ngunci di kamar mandi mulu, tapi its okay. saya masih nunggu sisi malaikatnya. terus apalagi ya….aaaah AHRA!!!!!yess!!*cium eonni nggak papa sekaliber, ihiieeeew, mungkin lebih seru kalo ketemu ae rin. huahahahaha.
    dan jeng jeng jeng, tibalah saat yang saya tunggu tunggu. SHIM JANGMIIIIIIIIIIII,, KYAAAAAAAAA…..tapi tapi tapi typo ya? yang bener jangmi apa sangmi? okaylah, idiiiih keceh banget ini cewek, huahahahaha cara ngajak kencannya boleh ditiru. hahahahha
    betewe kasian banget nih Mbum, ckckckck apa? ngga bisa membedakan gula dengan garam?buahahahahha its okay, lebih baik ketimbang nggak bisa membedakan coklat dengan tai kucing *eeh. kasian2, kamarnya dibuat ‘beribadah’ sama teukyo/plak plak. makanya buruan kawin–sama saya–bang, biar bisa ‘ibadah’ sendiri *eeh. okaylah, sudah cukup komen saya? udah panjang kan ya, yang pasti, eonni!!!!KAU!!!!MEMBANGKITKAN KEMBALI JIWA INGIN NIKAHKUUUUUUUUUU!!!!!!*capslock jebol.

  4. bwahahaaa…eonni-ya entu akhirnya so sweet banget sich….ketauan ma mertua lg main yg iya iya….unyuuuuu….
    dan huwaaaa….sayah tambah gemes ajah masa ma yeon su….emang dr awal sayah dah sentigirl ma dy dan skrg tmbh sentigirl lg masa….dan sayah g rela dy deket2 donghae…andwaeeee….donghae punya dedek febby….
    dan kenapa eun kyo minum pil itu sich….???biar g cepet2 pisah ma teukppa ya….so sweet banet sich….
    aku suka….pertengkaran mreka selalu berakhir di ranjang masa….bikin mupeng ih…..eonni-ya….ayo lanjut lg….semangat…hehee….

    • Uwooo Uyeee. . . *peluk Mit eon!!
      Mit eon selalu memahami perasaan sayah! Kagak rela emg Donghae di cuil2 ama Yeon Su. *ngorek2 lumpur
      Sayah ikutan sentigirl, sentiboy, sentiwoman, plus sentimen sm Yeon Su ni eon. Hayok kita botakin dia!

      Eon. .eon. . .kyknya bkal ada missing NC ni. *lirik Fika eon

  5. akhir’a setelah penantian panjang nunggu nie ff keluar..
    horee.. bisa msk top 3 yg komen.. jarang2 lho..hehehehe..
    aku dukung trus hubungan jungsoo oppa n eunkyo..
    yg lucu d ff ne,, bikin aku ngakak sendiri tu pas teukyo lagi ehm..ehm.. pasti da ja yg tahu gak kyuhyun cs, ahjumma n terakhir park ahjumma.. kekekekekekke…
    ok.. aku dukung onni trus.. tetep semangat ya onn.. kmi reader onni yg sabar kok..

  6. ketinggalan ketinggalan….sayah kelupaan ma jangmi….y oloh….sayah seneng banget masa sama cewk macem dy…..dan cucok banget eon….cucok bwt wookie yg kalem dan keibuan itu….*plak
    pokoknya aku suka ni epep meskipun eon bilang katanya mau berasa sinetron yg g kelar2…..tp aku suka…..g terlalu bertele-tele yg suka bolak balik cerita….dan inti dari semuanya adlh sayah suka….wkwkwk….

  7. Eonnie~ya!!
    Ini galau-nya unyu dan kocak bnget dah. Saya kagak jd galau masa.
    Donghae tu kayak malaikat masa. Perpek amat karakternya.
    Dan Fika eon, jgn biarkan trlalu byk skinshp antara Donghae sm Yeon Su. Idih. kagak dmen bnget saya ama dia. Kayak Jae Hee di Nice Guy pan. .
    SAYA NGEPEN SM JANGMIIII !! Keren bnget kayak saya dia. *bakbukplak
    Ehem, bau-baunya ada Missing scene nc lg ni. -_-‘

  8. ye ye ye (^O^)/
    akhirnya yg ditggu-tggu datang juga.
    makin sini makin so sweet aja ni teukyo di LTD wkwkw
    onnie LANJUTKAN🙂

    onnie di tggu LTD 10nya😉

  9. *senyum dikulum*
    akhirnya setelah ada 9 part dari cerita ini ditambah 1 part special, aku baru menemukan ‘romantisme’ antara jungsoo oppa dan eunkyo.

    Kebiasaan eunkyo yang tidak mengunci pintu menguntungkan oppa, tapi kalau lagi bermesraan terus ada yang ganggu, hehehe,
    oppa, akhirnya bisa ngungkapkan rasa cintanya,
    ga sia menyewa mahal pesawat pribadi. Oppa kapan2 ajak aku naik pesawat pribadi ya. #plak *kamseupai*

    walaupun part teukyo sedikit tapi gegara ‘romantisme di pagi hari’ seolah menghilangkan kegalauan.

    Cie, cie, aerin dan kyuhyun, komen apa ya, saran aja deg, mending mereka jadian aja, kekekekeke.

    Hei, ikan mokpo, ternyata kau menyukai eunkyo? Cinta terpendam toh. Wah, gawat ni kalau ongek setuju ‘kerjasama’ sama si yeon su.

    Ada cho ahra, what, kyu sepupunya, kirain adeknya, hyuk kau memang selalu bersama ahra. Buatin part buat hyukra juga ya, onnie.

    Bwahahahaha, ga bisa nahan ketawa waktu bagian ryeowook, si eternal maknae, diajak kencan sama ‘gadis ajaib’, dan kencannya nonton boxing, itu apa coba, ryeowook suka masak, ceweknya suka boxing, pasangan yang serasi.

    Hmm, aku harap onnie masih mau melanjutkan tulisan-tulisan onnie. Karena banyak yang menunggu karya onnie. Bukan cuma LTD, karena ada beberapa ff onnie yang masih gantung kan!! Sayang banget kan kalau onnie sampai break, apalagi mau membekukan blog ini padahal udag banyak fans setia onnie, termasuk aku.

  10. kangen baca ff ini, udah lama menantikan kelanjutan.a dan ini bener2 keren banget eonn…
    Semua hampir dapet bagian..
    Ryeowook dapet teman kencan, part Kyuhyun dan Ae rin (ada sesuatu diantara mrk), ceilah ciuman pertama (ngakak terus bygn couple yg satu ini) dan part Donghae sama Yeon Su (agak khawatir juga takut Donghae kemakan bujuk rayu Yeon Su) dan adegan jatuh di apartement itu bener2 sesuatu..

    Dan astaga aku juga shock kalo jadi nyonya park liat live begitu..makin rajin aja om Jung Soo buat baby

  11. Ya ampunnnn kayaknya seru deh klo punya anak cewek kayak dayoung…
    Imut manja gimana gitu…
    APAAA??? Pesawat pribadi??? Sekaya apa Si oppa satu itu???
    Kyu udh ngerasa cinta ya sm aerin??? Hayo buruan ngomong dah…

    Waaaahhh bagian terakhir hayo ke gap sama mertua… Ihhihihihih

  12. Akhirnya LTD update unn ;_____;
    Kangen bgt smaa teukyo huhu

    Unnie~ tapi aku rada ga ngerti pas bagian awal .___. hehehe
    Tapi seperti biasa kok tetep seru
    Penasaran sama part 10 Teukyonya gimana xD

    Ohya itu ntar yeonsu nya gimana sama dongahe~ hihi

    Ditunggu unnie part selanjutnya
    Sorry commentan ku ga berbobot (?)
    Fighting!

  13. Nambah bakso seporsi ya onnie.

    Aku melupakan si mbum, dia belum ada pasangan ya? Nikah yuk, dag kebelet nih. #plak plak

    onnie, kayak bisa tuh buatin special part yang oppa minta ‘jatah’, biar tambah romantis. #plakplak *otakyadongakut*
    maruk nih aku, tapi kalau dibuatin sama onnie, aku membacanya sekaligus komen dengan senang hati. Kekekekekeke

  14. Sempet ikut nyesek pas bagian joongsu ninggalin eunkyo… Rasanya pengen ikut mewek…
    Tp ternyata joongsu gak mempermasalkan pil itu, yg ada dia punya kesempatan lebih lama menikmati percintaan mereka…
    Aih yeonsu menyebalkan banget… Apa nantinya dia bakal ama donghae??
    Scene akhirnya nangung eon… Masa mau ngelanjutinnya malah ny park datang, aduh gk pake ketuk pintu lagi… Ckckck…
    Trus knapa pake acara mual dan doyan makan pedes eunkyonya? Hamilkah???
    Ltd versnya moga ada lagi..
    Ltd 10 please jangan terlalu lama eonnie

  15. yeeeee akhirnnya…penasaran bgt sama part 9 ini.
    pil hormon? Itu apa eonni? – -”

    sepertinya ada couple baru *lirik hae – yeon soo*
    yaampun itu teuk sweet bgt >//////<

    eonni kyu-aerinya banyakin ya, ditunggu LTD part 10 ^^

  16. Eonniee , kyaaaaaa ,,,, setelah penantian yg bgitu begitu lama *perasaanku x ya* akhirnya rilis jg part 9 nya. Huwaaaa seneng tak terkira aku nih , hihi .
    Aku asli ngakak bca lakon’a jang mi, wkwk , ga kbayang ya gmn entar dy ma rewook ‘live boxing’ keke,,,
    aku suka nih ma part ni, eun kyo uda mulai scara trbuka nrima jung soo wlwpun sbelumnya malu2 kucing ga jelas , hehe~
    tp apa apaan ini? Yeon su ma donghae? Benarkah? Kyaaa, aku ga stuju bg ikan ma yeon su, ga iklas -_-‘
    oh , ya , ae rin sama kyuhyun bgus jg thu eon , and pov nya mreka kurang bnyak eon , tp next hrs lbih bnyak povnya teukyo ya eon .
    Ok deh , cuap cuap dr aku . sgitu aja. Makasih ya eon krna msi mau lanjutin ni crita , bgus bgt soalnya critanya . Next part aku tunggu ya eon , jangan selama part ini ya eon , keke , gamsahamnida🙂 mian kalau ada prkataan yg menyinggung, hehe. Fighting :*

  17. eonni akhirnya part 9 datang juga.
    Eon,itu part yg d skip pas jung soo bru dtng trus langsung k kmr eun kyo t0l0ng dijabarkan lebih rinci di part yg terprotec seperti biasa hahahaha. . .ngerti kan eonn?ayolah buahaha. . .

    Eon,part nya ae rin-kyuhyun di perbanyak d0ng eon penasaran.
    Q juga suka tuh eon part ryewook ama jang mi (kalo g salah) di perbnyak jg ya eon, ,
    Okelah sekian dulu,
    Part 10 nya jgn lama2 ya eon.

    Oh,iya amourete gmana eon?

  18. akhir’y LTD publish jg ^^
    Awal’y bingung knp jung soo marah sama eun kyo, tp akhir’y tau.. Krn ‘pil’ toh!
    Jung soo keren… Sewa pesawat tengah malam hanya krn ingin cepet2 ketemu eun kyo🙂
    Aku udh berharap scene kyurin couple agak panjang di part ini… Coz penasaran gmn mereka setelah insiden kissue ^_~
    yeon su, ughhhh…. Bener2 bikin sebel. jgn sampe donghae terima ajakan yeon su yah eon. Gak rela kalo sampe donghae berubah jd jahat hanya krn termakan rayuan yoen su.
    Dan…. Scene terakhir, ehemmm…. Berakhir diatas ranjang, eh? ~_^
    Di tunggu part selanjut’y eon.
    Fighting🙂

  19. eonie akhirnya part 9 di publish jga.. suka sma part ini semua cast kebagian part.. walaupun part yesung ga ada .. jiah ryeowook oppa suka sama cwe tomboy. *hi hi hi .. sempet khawatir pas bca part terakhir kemaren tapi syukur lah kalian akhir’y baikan juga..

  20. LTD update *emot sumringah…*
    teukyo sweet bgt masa…jd pngen nikah jg!*plakk
    tp eon tu adegan hae ma yeon su gak bgt masa..wkt hae ma yeon su jatuh breng..hae megang dada yeon su *emot siyok*
    mau donk d pegang hae jg…wkwk
    pasti nyonya park girang bgt liat teuk ma kyo bgtu…wkwk
    sy masa pngen kyo hamil trz ntr teuk posesif bgt ma kyo!pasti sweet bgt…*emot lope2*
    *ngarep*

  21. yg di tunggu2 muncul juga😀

    Ini bagus kok eonn gk buruk ;D
    Aaa… Aku gk tau mau ngomen apa, terlalu keren ><
    Itu teukie oppa lupa ngunci pintu apa yah sampe ketauan gitu kkk….

    Ahh aku tunggu next partnya eonni ^^

  22. Aigoo, LTD part 9 akhirnya keluar,
    Pas baca bagian awal, ngerasa takut, takut pertengkaran jungsoo ma eunkyo jd makin parah, tapi bagian akhirnya mereka baikan lagi, hehehe
    sebel bgt sama yeon su, klo aku jd aerin, pengen cekek tuh yeon su TT
    Eunkyo klo lg merajuk lucu ya, xixixixi jung soo oppa makin gemes ngliatnya . .
    makin daebak aja Fika Onni, semangat Onni, salam cinta dan sayang dari kita, para reader🙂

  23. Huwaa….aku menantu-nanti ff ni,akhirx muncul uga🙂
    Ff ni sukses ngaduk-ngaduk perasaanq, hmmm…y meskipun bertengkar nyampe diem2n py y berakhir dranjang dg senyum lebar*olahraga mlam c ;-)lol

    Smpet sebel sm yeon su*bner g ni?* dg sifat tuan putri yg g ketulungan py y yg nmax ketergantungan mang susah c y??*sotoy*

    Eunhyuk oppa-ku sayang*ngaku2* jatuh hati y nyampe diem gto pas ada cho ahra kekekek….

    Akh..moga ni komen g panjang y?
    Bag. Endx bkin melongo karena ada c eomma py oppa malah asyik u.u

    Eonni Fighting!!!😀

  24. pas banget pas mampir LTD udah tayang /berasa sinetron kkkk
    eonni kerasa banget mud nya lg ga enak di tulisannya. agak kurang fokus jalan ceritanya ga kaya biasanya, trus part teukyo ny dikit lg ,biasanya kan part mereka lbh di angkat. tp ini buat yg lg ga mud masih bisa menghasilkan tulisan itu good job bgt. angkat semua jempol dh buat eonni~~~ xD
    tulisannya sebenernya bagus ko, bhs,deskripsiannya jg enak. cuma ekspetasi aku buat part ini mungkin ketinggian hehe
    pas baca karakter jangmi, aku jadi inget cwe yg di miss panda itu, tp lupa namanya poko nya yg manggil oppa nya hyung. pas bgt th haha

    mianh yaah eoon kalo komennxa sok tau. biasa di suru meriksa artikel di kelas hehehe~~
    semangat eonn nulis nya, aku tau bgt nulis itu ga gampang. makanya nanti aku kasih kecup basah biar eon semangat *yg ada malah mual nanti eonn ny* kkk

  25. kesel bgt ma yeon su… licik bgt tu cewe #emosi
    suka ma kyuri couple, cinta terpendam sepertinya
    dan kayaknya mw ada eunra couple juga disini…
    tetep y bertengkar dan diselesaikan di atas ranjang #plak

  26. Akhirnya rasa penasaranQ terjawab..
    Ternyata pil hormon toH??
    Unnie… Keren critanya..
    Maaf nech q nyinggung dikit masalah penulisannya banyak yang kurang huruf ma salah letaknya
    Ha ha ha ni dari pengalaman di kritik Seminar Unn..
    Jadi buatperbaikan lagi yakh…
    Ha ha ha ketauan banget lagi galau Proposal

  27. bnyk couple dsini. ak suka. dr teukyo,hae yeonsu,wook sangmi,kyu aerin, bahkan hyuk ahra.. *sigh*
    smpeet berhenti sbntr pas baca dn ad kt hyuk.
    kibum selalu prhtian ama kkny. knfklny g terlalu brt. gereget ama eunkyo.jaim bgt. g ad teuk nyariin. ad teuk malah d usir.kkk tp endingnya bersama jg.hhihihi

    ps. tanggung jwab.. aer mta ak keluar lg pas bca notemu un ToT

    ps lagi. kayanya asik nih bikin LTD side story part teukyo baiikan. hahhahah. dtunggu un *smirk*

  28. Nyonya park hahahahah kenapa kau tau jungsoo ma eunkyo di rumahnya kibum ?

    Oppa semalem baru aja ngmongin eunkyo yg lupa ngunci pintu sendirinya juga sama T_T
    Eooonnnn part nya teukyo nya kurang panjang hohoho

    no coment ma cast yg laenya eonn berasa ga da perkembangan buat hubunganya kyurin nya gtu gtu aja hehe

    Eonn sayang kita ga maksa buat eonn cpet cpet update part selanjutnya ko’ ini aja udah ckup ( saya pribadi ) kalo eonn ga nge bekuin blog ini😀 slow but sure aja eonnn sayyaaanngggg❤

  29. ya ampiun eonni knpa pasangan ini (teu-kyo) makin mesum tp aq syukaaaa😀
    padahal uda jlas bgt jungso cinta mati sama eunkyo lah knpa eunkyo bimbang mulu, dan soal pil itu jujur aq ga ngerti *sok polos* itu maksudnya pencegah kehamilan ya eon?
    tp kan makin bagus klo eunkyonya ga hamil brarti makin sering dong bermesum rianya😀 *ya Allah otakku knp gni ya* dan 1 lagi aq rela deh dongek aq buat yoensu yg penting ga ganggu teukyo lg😀 krn cuma org yg sabar kyk dongek deh yg bs ngadapin yoensu.

  30. hiyaaaaaaa akhirnya LTD update
    sebenarnya malah saia bingung habis baca mau komen apa, secara masih sepekeles sama part ini setelah lama tak baca #plakkgaknyambung😀
    pokoknya intinya part ini bener2 banyak menimbulkan sense yang nano nano pas bacanya dari mulai pil ntu, kemarahan teukyo, kemunculan cast baru yg super duper unik dan seabrek lagi deh wis daebakkklah. ^^

  31. wohooo… aku datang disaat yg tepat pas LTD update..
    yang aku bingung adalah, eunkyo itu udah jelas2 cinta sama teuki tapiiiiiiiii kenapa kayak cemburu juga sama yeonsu yg deket2 donge.. aneh!
    eonniiiii aku mau KyuRin lagi(?)
    awalnya aku bingung eh itu di ending kok ada nyonya park padahal kan di rumah eunkyo.. tapi akhirnya bisa konek juga kalo itu emaknya teuki hehehe

  32. huhu…
    daebakkk akhirnya keluar juga nih ff….
    mereka beranten dengan aksi diem” dan berakhir di EHEMM*kekekke
    yeonsu sama abang ikan?? gppa deh karna si haeppa bisa ngadep’n macem orang kya si yeonsu
    aigo
    kyu-rin sekarang lagi kikuk nihh
    kereennn
    semangat buat eonni ^^

  33. akhirnya stlh menunggu cukup lama muncul jg ni ff…huwaaa kangen berat ama teukyo…

    kyo udah mulai menyadari perasaannya sendiri ke jungsoo dtinggal bbrapa hari aja udah kayak orang linglung…ckckck…

    jungsoo jg semakin menyadari tdk bs bernafas dgn baik bila berjauhan dgn kyo ampe ngrelain uangnya buat nyewa pesawat supaya biar cpt ktmu kyo…so sweet dech oppa…

    semangat trs fika jgn pernah putus asa aq dsini selalu menanti ffmu…fighting!

  34. Yaampun! Ini kenapa jd sweet bgd eon!

    Huwaaaa… Apa2an tuh? Donge pegang apel’a Yeon Su masa! *emot siyok*
    Saya kaga setuju klo Ongek sm Yeon Su, ah eon! Sebel saya tuh cwe!
    Dan seperti biasa’a iblis wanita itu selalu membuat onar!

    Emak! Ongek suka sm Eun Kyo eon masa! Cinta terpendam ya Bang? Kasian! *pukpuk Ongek* sama saya aja klo gitu bang! *jeder*

    Ae Rin sm Kyu knpa jd malu semut begitu coba? Lucu bgd mereka!
    Wadaooo.. Wookie diajak kencan nonton Boxing masa, Bang aye mao ikutan jg dong! *plak* si Jang Mi menarik bgd ya karakter’a! Cocoklah kalo sama Wookie yg lembut!
    Ekh, ko Umin tumben kaga nongol eon?
    Ehmm.. Ada Ahra Eonni nih, rasa2’a bakalan ada pasangan baru *lirik Hyuk*

    Saya kaga bisa berenti ngakak pas bc yg terakhir’a, lagi! Teukyo ketangkep basah! Bwahahahaha kali ini sm Eomma’a! Ckckckck terlalu! -_-
    Aaahhh… Fika Eon, Mbum buat saya aja deh ya? Kasian Dia sendirian mulu! *d’getok fika eon*
    Wkwkwkwk

    Okesip! Segini aja cuap2 kaga penting dr saya! Saya tunggu kelanjutan’a eon! *kecup2*

  35. unnie..
    tetep semangat buat bikin part selanjutnya !!
    part 9 ini kebanyakan buat permainan hati,,ntah kenapa terdapat gambaran yg bner2 bikin aku ngrasain kosongnya hati karena hanya bisa menyukai seseorang secara diam2 walapun dia ada di dekat kita,,mian curcol
    tapi part ini ditutup sama scene yg lumayan sweet,,ehehe
    FIGHTING UNNIE🙂 !!

  36. Wahh makinn sesuatu bgt mereka bedua nihh.. Cengar cengir sndiri bacanya waktu oppa nyewa pesawat buat pulang hanya demi ketemu ma eunkyoo.. Itu cepet plng karena merindukan seorang eunkyo atau pengen cepet”melakukan ehem ehem wakakakka” d tendang”..nyonya park kasian ampe merah padam mukaknya ngeliat aksi jungsoo ama eunkyoo.. Pasti malu bgt yakk.. Kkkk .. Eonni kalok mau melakukan yg itu itu .. Inget d kunci pintunya ya..! Untung itu nyonya park kalok eunhyuk oppa bisa d jadiin film yadong itu mah kkkkkkkk “Di lmpar eunhyuk” jadi nyebayangin..hihihi
    yasudahlah intinya daebak.. Saya cabut dulu lama lama mesum menggila jadinya.. Qiqiqiiqi

  37. hyaaaa…. siyok sayah! :O*lebay* ekhmm… suka sama yang terakhir.. feel romancenya cetar membahana*syahrini mode on* haha… tapi dayoungi nya udah pulang.. sedih… eon adain lagi dong part dayoungnya.. gemes tau gak puas2 kalo ngebayangin dayoung. kkkk….
    next part semangat eon semangaatttt…..

  38. diawal sekit bgt teukyo moment tp diakhir benar2 dah gak tahan oen

    oenni yeonsu ubah jd baikan dikit gpp deh ama donghae spt yg dikataka teuk oppa dia hanya kurang perhatian

    ayo dong oen jd kan kyu ama aeri…
    oen jgn tutup blog nya ff oenni mudah dipahami dan gak bartele tele
    pokok nya ditunggu LTD selanjutnya

    semangat fika oenni :)v

  39. first, thank you eonn udah sms’in klo LTD published..

    senyum2 sndiri pas baca partnya kyuhyun and aerin..hahaha so cute..
    and I believe donghae is a good boy,,so he’ll refused tawaranya yeonsu..
    and for leeteuk and eunkyo I hope hubungan kalian lancar2 aja *lohh??lahh ga ada konfliknya??*

    and the last,,keep writing and I wait the next part ^_~

  40. hohoho,, saya ketawa-tawa geje baca’a eon..???
    Itu ending’a sweeeeeeettt pake banget eon,, gk kebayang kalau leeteuk oppa punya istri beneran..??? Bakalan kaya gitu juga kah perlakuannya sm sang istri..??? Jd pengen cepet” dinikahin kyuhyun oppa #plakk
    Keren eon,, aq suka sm ff’a walaupun teukyo’a dikit,, tp ending’a bikin ngakak.. HWAITING eonnie..^^

  41. Eonni , pertama’ Q mau minta maaf gak bisa bls sms.y Eonni, Q lg gak punya pulsa … hehe😀

    Eonni … Part ini Super Complit .., ada moment semua Couplenya. and Q sh Setuju” ajh lau Donghae sama Yeon Su & Q pkr td gak bkln ada moment Tekyo.y eh … trnyta ada dan mengejutkanku … brsalucu tuh Mamin.y Teuk Oppa .. malu sndri liad anakn.y tawuran di Ranjang !!

  42. Wow…. Ketauan mertua…omegat…^^
    Hdeuh.. Eunkyo eonni emang paling cihuy deh kalo udah masalah ranjang(?)
    Donghae… Aqu mau donghae oppa eonn…
    Ajegile ice prince….

  43. dear fika…

    intinya gini aja kalo dah jd suami istri harus saling terbuka. tsahhh

    seandainya donghae dan yeon su terjadi sesuatu dimalam itu sungguh cetar membahana…

    weleri, malam selasa yang sangat panas
    dee pb2y

  44. Kyaaaa akhirnya setelah berminggu minggu aku nungguin..smsin oenni terus dan taraaaa akhirnya publish jg..
    Semakin part semakin bwt excited unt bcanya..eunkyo romantis wlopun mengharapkan part yg banyak tp g ktmu d bagian ini..
    Yg penting publish t dah cukup.
    Oennnii kyuhyun m aerin gmn??bayangin aerin t diri sendiri..hahaaaa (wajar aku t istrinya kyu)
    #plak
    oenn jgn d tutup blognya!aku orang pertama yang bakalan protes!jangan ya oennn..ya ya ya??
    Oenni aku tunggu LTD slnjutnyaaa
    *ciumoennibarengkyuhyun* *muuuuaahhhh*

  45. EONIEEE,
    Daebak !
    pertama crita rada membosankan, karena Teuki Oppa kaga muncul.muncul, tapi lama kelamaan seru.😀
    tidak pernah ada kata “JELEK” di FF buatan eonnie,
    asli KEREN😀
    Daebak..daebak..😀

    Mskipun lgi moody, FF buatan eonnie tetap membahana (?),
    Ditunggu LTD selanjutnya ^^
    Fighting and Keep Writing
    Jaga kesehatan, eon.
    \^.^/
    *tinggalin jejak*

  46. Kyaaaaaaaaaa!!!
    Akhirnya dipublishhh juga LTD-nya…
    Bagian awal-awal kaga ada adegan teukyo rada-rada gimana gitu…

    Ryewook yg lembut dan polos diajaakin nonton boxing hahaahahahah
    Kayanya ryewook ditaksir yeoja perkasa dehhh…

    waktu bagian akhir…
    Akhirnya muncul juga adegan teukyo..
    adegannya mantapppp lagiii, adegan saling melepas rinduu… Heheheheheh
    Untung aja teukyo udh baikan dipart ini..
    Kalau g pasti penasaran bangettt

  47. Eonni,, ternyata penantiku s’lama nie tdk sia2, qhu seneng & makin pengen dech baca cerita nie truz2an, apa ge lhat leeteuk opPa ama eun kYo jd mesra di akhir ceritanya, eonni cepat ya buat chapter s’lnjutnya ge, yaa…. soalnya qhu dah g’sbar baca lanjtannya

  48. Humm.. part teuknya dikit ._. ah,tp gapapa,syukur2 onnie udah mau nulis epep walopun mood onnie lg down!
    Ehem, jadi eunkyo minum ‘pil hormon’ yah?? Emank pil hormon itu apa? *Pletak*
    aaa, dayoung ga di adopsi teukyo -.- pengen bgt gitu teukyo punya anak cewe *?* *kok jd gw yg ngebet -,-*
    Jeeh.. teuk sok2 marah padahal akhirnya ikutan galau kayak eunkyo xD wkwkwk
    Part ini part tergalau dech onn bagi teukyo *fufufu*
    Oia..eunkyo eon persis aku yeh *jiaa* kalo lagi kesel ato mood down langsung ngacir makan makanan yg pedes-pedes xD *hoho*
    Fika onn,hwaiting yah… gomawo udh bela-belain nulis epep demi asupan readermu ini *?* #bow

  49. Eon,,,,aku senenk banget,,,,paz pulang ngampus tpatnya pukul 23.00 mndapat e-mail berisi part LTD inni,,,,, aku udah menunggu nunggu,,,,, Eon jangan galau truz, tetap semangat okehh??????

    OH tidakk apa itu,,,, Dong Hae dan Yeon Su??????????

    dan sayang banget adegan Kyuhyun ama Ae Rin nya kurang, padahal aku berharap ada adegan lebih,,,, #Pletak,,,, otak yadong aku muncul,.,,hihihihi,,,,

    Pokoknya aku seneng seneng part ini muncul……

    Tetap semangat Eon…

  50. T~>ttiiddaakkk..onnie blognya jgn di tutup,klo ga ad blog in hatiq hampa’ciieh’mungkin bnyak ad blog2 lain tp cuma blog ini yg membuatku berkesan ma critana.

    E~>eemm..untk komen ga tw mw komen apa,crta yg onnie buat entah onnie blang ga ad feel atw kurang mood tp menurutq cerita onnie tetep bgus,menarik,dan pastina sllu tak tunggu.kykna smua komenku pst sllu buat keren,bagus,daebak,tp emang bener kok.kalo ad yg nnya siapa penulis paporitq,q jawab fika onnie😀

    U~>untuk LTD jgn ampe bernasib gantung onnie,sayangkan.uda dri awal ngikuti.tiap part yg bru publish langsung tak baca,dan sllu menunggu untuk part berikutnya.tiap ari q ngecek blog ini,pngen tw ltd ud publish ap belom,wlopun q tau onnie pst bakalan ngasik tw dluan lewat sms klo ad yg publish,tp tetep tak cek,dan hasilna yaa..pst belom ada.maklum rsa penasaran menggerogoti(?) pngen cpt2 tw klanjutanna hihihi..

    K~>komenq in ga ad yg nyambung ya onnie,ga ad komentarin tentang critana,q cuma bisa blang,bagus,keren,aku suka,ga ad yg bisa q protes sungguh perfecto😀

    Y~>yasudahlah sekian komenku onnie,eh bukan komen ungkapan hatiku,ya mngkin sprti itu.
    Mianha klo ad slah ucap#membungkuk NM derajat celcius(?)

    O~>oh ya”saranghaeyo,fighting onnie”kita mngkin belum kenal dket tp aku ingin mengenalmu lbh dekat onnie..😀
    Anyeong..
    gomawoyo krna cerita2 onnie bisa menghiburku!!^0^
    (panjang bgt yahh)

  51. Eonni dilanjutin ya LTDnya, jangan sampe akhirannya gantung eon.
    Pehlisss (ʃƪ˘˘.) (‾ʃƪ‾) (.˘˘ʃƪ)
    Bagus eon
    Harusnya kyu sm aerin nya dibanyakin eon, kan asik kalo mereka jadian entar (´⌣`ʃƪ)♡
    Terakhirnya ke gap sama eomma keke~
    Semangat eonni !!!

  52. Huuuwwwaaa. . . adegan terakhirnya. . . neomu chohae. . .!!!!!! ><
    walaupun scene teukyo nya sdikit tpi kereen!!!!!!
    eh, eonni kyu aerinnya . . udh suruh jadian za mreka. . gmes bgt liat tingkah mreka. . .
    ternyata. .abang ikan bneran nyimpen perasaan ama eunkyo ya. . udh donghae mah ama yeonsu za. . biar yeonsunya insaf (?)
    next chapternya selalu aq tgu eonn. . ^^
    bubaii

  53. Onnie selalu ja teukyo daebak, mau marahan ky apa jg pst ttp kl dah dats ranjang langsuk luluh,,, teukpa strong bgt ya mpe kyo onnie ga berkutik. Ttp semangat y on, q slalu tngg kry2 mu,,,

  54. Okesip… Tu kan bener dugaan donghae yg mencuriga kan.. Hyak donghae jangn mau kamu kerjasama itu penyihir jahat.. Okesip teukyo udah mulai saling ngebutuhin. Dan apa itu ketangkep basa ama ummanya teuki. Hyaa tbc bener2 ga sopan bgt unnie yaks!! Tapi setelah dipikir2 saya menemukan fakta baru unn kalo jung soo itu yadonggggggggggg *slapped*

    next part unni aku tunggu yawwwwwww

  55. Ehem,mian br bs komen unn!
    tau ndri saia lg tengkar m sinyal saia yg nista itu!*emot kringet

    Kyaaa.. dpergokin mertua lg begituan!wkwkwkwk
    g bs ngbayangin gmn merahx muka Kyo!wkwkwkwk
    si oppa g ad cpekx,smld udah pgx mw lg!Ckck

    Eh tu ad cwek bru,bkal ad psngn br nie bwt Wook!
    g bs byangin Wook nntn live boxing!
    dy liat orng nangis aj dh ikt nangis aplg liat orng tonjos2an!wkwkwk

    Kyu-Ae Rin.,malu2 niye!
    bkn mrk bgt!hehe

    Ish,q tmbh bnci aj ne m cwe ganjen tu!
    brani2x ngajak Hae sekongkol gt!
    Hae cm bwt Yoon Bi!(np bw2 si Mermaid saia)*plak
    Okesip!

    Yasud,dtnggu klanjutanx y unn!
    Tetep semangat!
    i know u can do it!
    *Fighting^^

  56. Emak,comment saia g msk masa!

    *brb paste
    Ehem,mian br bs komen unn!
    tau ndri saia lg tengkar m sinyal saia yg nista itu!*emot kringet

    Kyaaa.. dpergokin mertua lg begituan!wkwkwkwk
    g bs ngbayangin gmn merahx muka Kyo!wkwkwkwk
    si oppa g ad cpekx,smld udah pgx mw lg!Ckck

    Eh tu ad cwek bru,bkal ad psngn br nie bwt Wook!
    g bs byangin Wook nntn live boxing!
    dy liat orng nangis aj dh ikt nangis aplg liat orng tonjos2an!wkwkwk

    Kyu-Ae Rin.,malu2 niye!
    bkn mrk bgt!hehe

    Ish,q tmbh bnci aj ne m cwe ganjen tu!
    brani2x ngajak Hae sekongkol gt!
    Hae cm bwt Yoon Bi!(np bw2 si Mermaid saia)*plak
    Okesip!

    Yasud,dtnggu klanjutanx y unn!
    Tetep semangat!
    i know u can do it!
    *Fighting^^

  57. eonni…………….
    sebenernya baca udah dari hari dpublish tapi kesibukan benar” mencekik,,,,#abaikan

    itu yeon su ngeselin banget dah,,, sumpah
    hae oppa jangan termakan rayuan”a yeonsu ya buat ngerusak hubungan’a eun kyo eonni kan cinta ga harus memiliki>>>>benar tidak???<<<<

    itu part'a kyu sama ae rin dikit banget eon makin penasaran gimana caranya biar mereka ngakuin perasaan masing"

    penggambaran jang mi keren eonniii lucu pas baca part itu keren dah hercules versi cewe hahahaha,,,
    saling melengkapi lah sama wookie oppa kan memang begitukan kalo pasangan itu ada untuk saling melengkapi dan mengisi,,, wookie oppa kalem jang mi'a sangar,,,xixixixi

    part'a teukyo couple ada dbagian ending kaya'a masih ada yang kurang dehhh
    hhhhmmmm nc'a kurang pol eonnnn,,,,hahahahaha#yadong mood on
    berantem dan rindu terlampiaskan sudah,,, akhirnya baikan juga oppa sama eonni seneng banget
    isshh itu eomma'a teuk oppa ganggu aja,,,tapi lucu juga ngebayangin muka eomma'a memerah liat live yadong,, n_n

    eonni aku harap jangan dibekuin ya blognya n lanjut terus nulis'a banyak yag nunggu kelanjutan LTD'a eonn terus juga pastinya banyak yang menanti karya" eonni terutama fanfiction "Teukyo couple"..
    yah kan banyak juga yang sayang sama teuk oppa jadi itung" melepas kangen sama teuk oppa selama wamil lewat eonni,,, kan jadi'a sedih banget aku kalo ga bisa baca karya" eonni lagi

    i always waiting your story eonn…
    keep writting
    and
    Fighting!!!!!!!!!!!!

  58. yuhuuu yg trakhir kocak eon… Wkwk
    Bru aja mw serangan fajar eh malah ketauan sm ny. Park
    Hahaha
    Tp kyknya bkal tetep dilanjutin tuh… Hahaha

    Dan yah ae rin sm kyu jaim nya minta ampun, pdahal sm2 suka ciumannya… Aigoo

    Dan yaah ada cast baru muncul… Itu bwt wookie ya? Haha bakal jd pasangan yg unik dah…
    Lanjutkan eon!! Semangat!

  59. LTD kyaaaa *excited*
    HAAHAHAHAHAH eon tbc disaat yg tdk tepat.. Aduh knpa di part ini so sweet banget eon,, tbh
    kocak saat yeonsu ngancam aerin😄 ahahahahah
    asik ryeong oppa bakalan ada pasangan nih kayaknya?😄
    aduh banyak kejutan di part ini, neomu joahe!😀

  60. Daebak! Kata siapa eon ga ada feel. Jujur jantungku loncat2, deg2an gimana gitu waktu Teukie oppa ama Eunkyo eonnie perang dingin(?)#ciyee. . .
    Makin keren aja LTD. Semangat lanjutin LTD ya eon^^!

  61. kaget kirain aku jung soo bener2 marah sama eunkyo nya ternyata engga ;D
    ngakak deh pas ditoilet yeon su gabisa nipu donghae hahaha
    aerin-kyuhyun aku suka banget sama couple ini unn >,< part selanjutnya banyakin moment mereka donggg😄

    keep writing unnie! fighting (9'-')9

  62. akhirnya komen juga..
    kkkk^^.. update juga LTD eon setelah menunggu lama.. hhihhhii^^
    so sweeeet banget sih ni pasangan..
    ampe dibikin begitu..
    ahhh, jadi pengen kayak eunkyo.. kkkkkk…
    bner2 ngerasa ni pasangan beneran real deh.. ahh, jadi pengen…… kyaaa~… kkkk^^

  63. Whoooaaa fika,, d awal cerita awal sempet sebel ma teukppa ninggalin eunkyo gitu aja, tp paz d akhir jd ilang sebelnya. Coz teukppa msh te2p romantis.. Kynya klo wookie pasangan ma jang mi lucu jg deh, trus kyu ma ae rin.. Seru tuh kynya.. ^^.. Makin seneng deh ma teukyo couple d LTD.. Jangan berhenti nulis donk fika,, d tunggu slalu kelanjutan LTD ya…

  64. iyaaa diakui scene teukyonya kurang tapi di akhir part ngobatin “kekurangan” itu kok eon.
    disini terlihat banget kalo teuki udah bertekuk lutut ke eunkyo
    gak sabar mereka jadi, bener bener jangan digantung eon. nanti saya sesak nafas.
    yeonsu perempuan jahat aku ngebayangin dia tuh kayak karakternya itu tuh yang jahat di full house lupa namanya. hehehe
    ditunggu ditunggu selanjutnya eon.

  65. onniiii!!!!
    sorry aku baru bisa komen sekarang..
    cz aku jarang ol di wordpress..
    tp aku msh kadang2 suka baca tulisan onni kok..
    dan…….
    aku makin suka aja….
    apalagi LTDny juga tambah okkk…
    menskipun aku juga gak sabar nunggunya..
    tp for alll.,, aku tambah suka..,,

    semangat yahh onni buat menghasilkan karya yang lebih baik lagii,,,😀

  66. OMG,, kepergok mertua lag mw “itu”,, pasti muka teukyo ky kepiting rebus *merah mateng*
    akhirya jungsoo bilang saranghae tinggal eunkyo yg bilng saranghae..
    bikin Kim Yeon Su tu sadar cih, jungsoo udh g mw sama dy ko ngotot pengen terus,,jgn ampe donghae kebujuk yeon su tu..

  67. Ok, akhirnya ngga tahan sndiri buat koment..
    Sblmnya maaf juga karna cuma koment dipart ini..😀
    Udah baca dr part satu smpe part ini, kecuali yg diprotect..
    Krna aku pecinta ff married life jd aku sukaaaaa ff ini… Hahahah. Jujur rada bingung sih baca awalnya krna semua pov author..awalnya malah sempet brenti baca ini,tp ga tau kenapa g bisa berenti baca.maunya lanjut aja trs tp lama2 dipart 2 udah mulai terbiasa.
    Trs teukyo couple ini juga lucu ya, g suka tp skinshipnya bnyk juga. Sialnya aku suka cerita2 yg bgni.😀 Married life yg bnyk skinship gni emank errr… Wakakak
    동해 aku bertepuk sblh tngan ya, lee hyukjae aku juga, suka sama istri org.. -_- tp sdkt bernapas lega krna babykyu aku dsni nakal sekali, evil-nya berasa bgt tp ttp care. Dy romantis sama caranya sendiri. Dan feel kyu-aerin itu dpt bgt, aplgi dipart ini kyu kebgian ciyum aerin.hoaaaa.. *ciumKYU*
    Koment gaje kah??? Hehehe, maklum deh ya..
    Trs kapannn kyu sama aerin married?????😀

  68. Kirain awalnya eun kyo jeles ma hae krn dy suka ma hae, tp t’nyata hny perasaan sahabat yg takut kehilangan perhatian dr shbtnya *syukurlah
    hhaaa kasihan kyu d cuekin ma aerin,,, akhrinya teukppa ma eun kyo oen baikan jg ne senengnya,,, jd bisa punya dedek secepatnya ne hhheee

  69. hai onnie aku ganti id nih biar lebih gampang hehe,btw maaf udh lama bgt ga komen meskipun onnie ga sadar saking banyaknya readers,aku baru kena musibah😦,btw ff ini jangan lama-lama ya onnie selesainya biar ga berlarut2 dan ga kehilangan inti dari ceritanya,tapi kalo bs juga jangan sad ending deh ya kalo bs happy ending aja,duh itu adegan yg terakhir kalo jd eun kyo aku mah teriak saking malunya hehehe

  70. eon sukaaa banget teukyo disinii walau cuma dikit diceritainnya tapi dapet bgt ceritanyaaaa

    next part eonku sayang aku bakal nungguin ^^
    mian baru nyempet baca padahal uda lumayan lama eon kasih tau lewat sms hehe
    maklum mahasiswi baru kekekeke😉

  71. unnie mian ni aku jessica
    aku sibuk kuliah ma kerja
    jadi ini istirahat baru aku baca
    berhubung aku reader baru jadi cuma baru baca LTD dulu
    main banget ya unnie baru komen
    aku suka karakter eunkyo disini
    jutek ma cuek
    trus skinshipnya itu juga aku suka banget >,<
    kalo bisa diperbanyak
    hehehehe
    kritiknya sih cuma ada beberapa typo unn itu aja

  72. Aerin ma kyu kapaaan jadiaaan eommanya udah merestui tuh xD

    andweee donge jngan smpe terpengaruh ama si rubah betina T.T

    kalo marahan terus endingny kayak gini, neomu joha kkk >////<

  73. kenapa eommonim tau kalo eunkyo dirumahnya kibum?? huahahaha sampe ketauan gitu dan bener-bener g bayangin mukanya eommonim -___-
    kyuhyun sama aerin kapan jadiaan? itu eommanya aerin sepertinya udah bener-bener setuju :p
    dan kapan itu yeonsu sadarnya supaya g ngerecoki hubungan orang lain u.u

  74. kya kya~
    aku suka aku suka
    oke park jungsoo memang romantis, tapi ini ngena banget eon
    rela nyewa pesawat demi ketemu kyo.
    jadi seberapa kaya kah dia?

  75. kya kya~
    aku suka aku suka
    oke park jungsoo memang romantis, tapi ini ngena banget eon
    rela naik pesawat pribadi demi ketemu kyo.
    jadi seberapa kaya kah dia?

  76. nah ini baru jelas perasaan y donghae dia cinta ma eun kyo,,,, donghae bakal kebujuk sama tawaran y yeonsu ngak ya???? berharap sih donghae ngak goyah,,,, tadi ydi part sebelum y q dah kasian ma yeonsu yg nasib y kyk gt n mikir yeon su y bakal berubah n nanti jadi y ma donghae tapi setelah dia ngajak donghae kerja sama n ngelakuin ngancem n fitnah Ae rin jadi sebel lg….
    seneng deh klo eun kyo y ngambek gini dia y jadi manja gitu tingkah y n setelah dibujuk ma jungsoo luluh juga n ujung2 y ranjang hahhhhahaha siapa juga yg bisa nolak jungsoo,,, so sweet pas jungsoo y pulang nemuin eun ky itu ditammbah ketawan nertua y mantap….
    sedih Dayoung y dah balik kekampung y knp ngak jadi anak angkat eun kyo aja,,,, kapan eun kyo y hamil dia udah ngak minum pil lg kan?????

  77. kebiasaan lupa kunci pintu.
    hemmm *geleng2 kepala*
    itu yeonsu makin bertingkah -.-

    unni-a pas eunkyo makan pedas gada epek apa2? kirain dia bakalan sakit. haha
    ahra unni tadi cuman numpang lewat doang? hoho

  78. Kkkk….
    Aigooo, Uri eun Kyo eonnie klo ngambek lumayan parah yah….😀
    Itu mata eomma nya ae rin kykx ad gg slh deh, cowok seganteng kyu cmn sibilang lumayan tampan????!!! Whoooo, selera ahjumma bnrn luar biasa *salah fokus* -__-v
    Aigooo, si nenek sihir kykx Ga ad kapok2nya deh, untung hae Ga selemah itu… Ckckck
    Whoooaa, Cara brbaikan yg super hot oppa, salutttt…. ㅋㅋㅋ

  79. Astaga
    omo..
    Bertengkar hebat lalu di akhiri dg cumbuan yg kepergok ibuknya?? #tutup telinga(?)

    Dan hae jangan terpengaruh wanita itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s