TeuKyo Couple : Let This Die (Part 8) *PG*

Standar

“Ahjumma, bogoshipeo.”

Suara kecil Dayoung yang lirih tiba-tiba terdengar nyaring di telinga Eun Kyo. Setelah teman-temannya hening tanpa kata ketika gadis kecil itu datang. Dia berlari kecil kearah Eun Kyo dan melepaskan tangannya dari genggaman Jung Soo. Langkahnya pendek namun cepat berakhir setelah sampai di depan Eun Kyo dan langsung mengambil duduk di pangkuan Eun Kyo. Semua mata memandang kearahnya. Terasa aneh bagi mereka tiba-tiba kedatangan seorang gadis kecil yang nampak sangat lucu berlari kearah Eun Kyo. Namun kelihatannya Dayoung sama sekali tidak peduli. Setelah berhasil mengambil posisi yang enak bagi tubuhnya, matanya langsung mencari sosok Jung Soo dan melemparkan senyuman maha dahsyatnya. Polos dan terkesan malu-malu.

Sungmin sedang beristirahat sambil berbaring di atas paha Donghae yang sedang duduk sambil membaca naskah, lalu Ryeowook berbaring di dada Sungmin. Ae Rin hanya ternganga tanpa suara saat langkah kecil Dayoung terdengar ‘Tok tok tok’ diatas lantai. Kyuhyun nampak tidak perduli, dan Hyukjae berlari menghampiri Dayoung yang sudah sukses duduk dipangkuan Eun Kyo. Matanya menyapu bersih semua ruangan dan terdiam setelahnya.

“Aigoo, neomu yeoppuda.. siapa namamu?” tanya Hyukjae mendekat.

Dayoung hanya terdiam, mata bulatnya memandangi wajah Hyukjae sambil menyandarkan tubuhnya di dada Eun Kyo. Gadis kecil itu terlihat enggan menjawab saat melihat seringai Hyukjae yang membuatnya sedikit takut.

“Kau membuatnya takut.” Komentar kecil keluar dari mulut Eun Kyo. “Ayo jawab sayang.” Eun Kyo mengerakkan badannya sebagai tanda perintah untuk Dayoung agar menjawab.

“Yoon Dayoung.” Jawab gadis kecil itu sambil menunduk. Suaranya sangat kecil hingga Hyukjae harus menajamkan pendengarannya dengan mengarahkan telinga kanannya kearah bibir Dayoung, hal itu membuat Dayoung semakin membenamkan tubuhnya di dada Eun Kyo.

“Onnie, darimana kau mendapatkan gadis kecil secantik ini? Eoh? Annyoeng haseyo Dayoungie~ya, Park Ae Rin imnida… Ae Rin Onnie. Ne? Panggil Ae Rin Eomma juga tidak masalah.” Ae Rin ikut bergabung duduk bersimpuh disamping Hyukjae. Ae Rin senang dengan anak kecil, terutama perempuan.

“Ae Rin Eomma? Punya pacar saja tidak, mau jadi Eomma.” Kyuhyun tiba-tiba menarik rambut Ae Rin yang melintas sekilas.

Dayoung memandangi Kyuhyun yang sedang berjalan menuju pintu keluar dengan raut bingung. Lelaki tinggi itu membawa sapu di tangannya.

“Aish! Tidak bisakah sehari saja tidak menggangguku, Cho Kyuhyun?!”

Teriakan Ae Rin sontak membuat Dayoung membeku dan semakin merapatkan tubuhnya kedalam pelukan Eun Kyo. Dia memeluk tangan Eun Kyo yang memegangi tubuhnya.

“Tidak ikut makan seperti mereka?” tanya Eun Kyo pada Ae Rin dan Hyukjae tapi tidak ditanggapi oleh keduanya..

Dia melirik Jung Soo yang sedang menggelar makanannya di depan Sungmin dan Ryeowook yang sedang berbaring. Menyuapi mereka seperti anak kecil. Setelah beberapa hari selalu mengantari mereka makan siang, Jung Soo kini lebih akrab dengan mereka. Bahkan dia menaruh nomor ponsel Donghae di ‘Speed Dial’nya. Di angka nomor dua, yang angka nomor satunya kini telah berganti dengan nama Eun Kyo.

Jika sedang ingin mengetahui keadaan Eun Kyo, Jung Soo biasanya diam-diam menelpon Donghae untuk sekedar memastikan Eun Kyo baik-baik saja, tidak sakit lagi seperti kemarin, karena keadaannya belum sepenuhnya pulih, pola makannya harus selalu dijaga. Itulah alasannya kenapa dia rela meluangkan waktu makan siangnya setiap hari, demi kesehatan Eun Kyo, meski alasan utamanya adalah ingin melihat wanita itu.

“Kau sudah makan Dayoung~a?” tanya Ae Rin. Gadis kecil itu menggeleng.

“Ayo makan Dayongie~ya…” teriakan Jung Soo membuat gadis kecil itu menoleh, mengalihkan tatapan anehnya pada Ae Rin dan Hyukjae yang mencoba menarik perhatiannya dengan tersenyum dan bertingkah imut.

Dayoung bangkit dari pangkuan Eun Kyo, namun matanya masih tidak lepas dari mata Hyukjae yang bersiap berdiri mengikuti langkah Dayoung. Seketika Dayoung langsung berlari, dan matanya masih menatap Hyukjae. Gadis kecil itu tidak memperhatikan jalan hingga dia menabrak Ryeowook yang sedang berbaring.

“Ugh!”

Geramnya tertahan setelah tubuh kecil Dayoung sukses mendarat diperutnya. Dayoung mengambil sikap siaga dengan langsung bersiap bangkit, tapi Ryeowook menahannya.

“Dayoungie~ya..” Panggil Ryeowook.

“Ahjussi..”

Suara Dayong bergetar memanggil Jung Soo. Mengulurkan tangannya meminta Jung Soo menariknya. Jung Soo yang tangan kanannya sedang memegang sumpit mengulurkan tangan kirinya menyambut Dayoung, menariknya pelan, dan Ryeowook terpaksa melepaskan pelukannya dari gadis kecil cantik itu.

“Dia takut.” Ujar Sungmin.

“Sini sayang. Makan ini.”

Jung Soo mengarahkan sumpit ke mulut Dayoung yang disambut Dayoung dengan senang. Tapi matanya masih bingung menatap orang-orang asing yang ada di hadapannya.

“Ini Sungmin Ahjussi.” Jung Soo menunjuk kearah Sungmin yang dibalas Sungmin dengan lambaian tangan.

“Ini Ryeowook Ahjussi.”

“Annyeong..” sapa Ryeowook menyaingi cantiknya Dayoung.

“Yang itu Donghae Ahjussi..” Jung Soo menunjuk telunjuknya kearah Donghae. Donghae menengadahkan kepalanya dari naskah yang ada di tangannya. Lalu tersenyum.

“Itu Hyukjae Ahjussi.” Bisik Jung Soo menunjuk Hyukjae.

“Ae Rin Onnie..” kali ini Ae Rin memberikan senyum termanisnya.

“Yang keluar tadi Kyuhyun Ahjussi, ne?” bisik Jung Soo lagi.

Dayoung memandangi sekali lagi orang yang ada di hadapannya. Momen bingung itu di manfaatkan Jung Soo untuk merecoki mulutnya dengan makanan. Eun Kyo tersenyum melihatnya.

“Enak makanannya?” tanya Jung Soo. Dayoung mengangguk sambil mengunyah.

Beberapa menit berlalu, acara makan merekapun sudah selesai. Eun Kyo bangkit dan mulai memulai latihannya. Kali ini latihan vokal dan mereka semua mengambil suara masing-masing. Donghae mengawasi mereka. Jung Soo masih betah berlama-lama disana, sambilmemangku Dayoung.

Eun Kyo sejak tadi padahal sudah sangat ingiun bertanya, kenapa Dayoung tiba-tiba ada disini, bersama Jung Soo. Otaknya mulai berpikir, apa perkataan Jung Soo beberapa waktu lalu benar, mengambil Dayoung. Tapi cepat-cepat ia  mengalihkan pikiran itu, karena dia tau itu sangat tidak mungkin. Mana mungkin ada orang tua yang mau melepaskan anak secantik itu. Kelakuan aneh Eun Kyo yang menggelengkan kepala mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran mustahil dalam benaknya menarik perhatian Jung Soo, dia mulai tersenyum meihat sisi-sisi manis Eun Kyo yang baru saja dia sadari. Terlihat jelas kalau waniat itu tidak fokus, beberapa nada false, dan itu tak luput juga dari perhatian Donghae sejak tadi.

“Cukup!”

Donghae menghentikan latihan mereka setelah mereka semuanya mengencangkan urat saling bersahutan menghapal beberaap lagu di drama musikal mereka. Mulai merasa latihan selama beberapa menit itu kacau karena Eun Kyo dan Ae Rin tidak fokus. Mata mereka berdua sibuk mencari sosok Dayoung yang mulai bermain berlarian bersama Jung Soo.

“Wae?” tanya Kyuhyun.

Dia sangat bersemangat latihan. Untuk mengalihkan rasa kesalnya setiap kali melihat Jung Soo. entah kenapa masih belum menerima pernikahan kontrak antara Eun Kyo dan Jung Soo yang menurutnya merugikan Eun Kyo. Apalagi jika sudah menyangkut Yeon Su yang membuatnya sedikit emosi jika wanita itu sering memojokkan Eun Kyo. Meski dia tau hubungan Eun Kyo dan Jung Soo sekarang bukan sekedar hubungan diatas kertas lagi. Tak hanya ikatan tinta. Tapi mereka sudah jauh dan Kyuhyun tau akan hal itu.

“Lihat saja.” Donghae mengarahkan dagunya pada Ae Rin dan Eun Kyo yang memandang kearah luar.

Sementara Jung Soo dan Dayoung saling berkejaran, namun akhirnya Jung Soo menyerah dan memilih untuk duduk, dan Dayoung berlari mengelilinginya. Sambil tertawa, gadis cilik itu masih antusias dan kuat berlari. Jung Soo menahannya dan memeluk tubuh kecilnya menariknya dalam pelukannya.

“Cukup. Nanti kau lelah dan malam ini tidak bisa tidur.” Anak itu tertawa nyaring.

“Aku tidur dirumahmu?” tanya Dayoung.

“Tentu saja.” Jawab Jung Soo yakin.

“Kau tidak kembali ke kantor, Oppa?”

Eun Kyo keluar dari ruang latihannya dan menghampiri Jung Soo juga Dayoung. Dayong ingin berlari kembali kearah Eun Kyo namun Jung Soo menahan tubuh gadis kecil itu.

“Kau sudah selesai?”

Kini malah Jung Soo yang mengalihkan pembicaraan. Eun Kyo menarik Dayoung, namun tiba-tiba saja Ae Rin merebutnya dari tangan Eun Kyo.

“Ayo, main sama Onnie saja, ne?”

Dia membawa Dayoung berjalan, setengah menyeret anak kecil itu. Eun Kyo awalnya ingin protes namun Jung Soo menarik tangannya dan memaksanya untuk duduk.

“Minum?”

Diarahkannya minuman itu ke mulut Eun Kyo, dan mau tidak mau Eun Kyo meminumnya. Mengalihkan perhatian matanya dari Dayoung yang semakin detik semakin jauh. Anak itu nampak tenang dalam genggaman tangan Ae Rin yang membawanya berjalan keluar.

Gluk gluk gluk.

Dalam satu kali nafas Eun Kyo berhasil menghabiskan botol kecil berukuran 330 ml. Nafasnya terengah begitu botol itu kosong melompong di tangannya. Begitu sadar Dayoung tidak ada di dalam ruangan itu, dia bersiap untuk menyusul Dayoung tapi Jung Soo lagi-lagi menahannya.

Sungmin terlihat berlalu menuju pintu keluar sambil menempelkan ‘Samsung’nya di telinganya. Dia mempunyai janji dengan Min Yeon malam ini untuk makan malam, karena hari ini Min Yeon sedang off.

Setelah itu giliran Ryeowook yang berjalan sambil melemparkan senyuman pada Jung Soo dan Eun Kyo. mereka benar-benar mengakhirir latihannya hari ini. Dan hari ini Ryeowook akan mencoba eksperimen baru di restorannya.

Donghae masih betah dalam ruang latihan, entah apa yang di kerjakannya. Tapi mukanya nampak tegang. Sesekali dia menghela nafas, dan matanya fokus pada benda di tangannya. Mungkin karena alasan itu dia membubarkan latihan lebih cepat. Bersembunyi pada alasan tidak fokusnya Eun Kyo dan Ae Rin, pada kenyataanya dia juga tidak fokus.

“Oppa, kenapa kau bisa membawa Dayoung kemari?” tanya Eun Kyo. Nafasnya belum teratur pasca menenggak minuman tadi.

“Oppa…” ulang Jung Soo atas panggilan Eun Kyo tadi.

Wajahnya menoleh ke samping, kearah Eun Kyo, lalu tersenyum. Seolah merasa tersanjung saat Eun Kyo memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’. Baginya itu terdengar sangat manis saat panggilan itu keluar dari mulut Eun Kyo.

“Jung Soo~ssi.” Ralat Eun Kyo cepat begitu sadar ia memanggil Jung Soo dengan sebutan ‘Oppa’. Seperti ia kecil dulu.

Jung Soo tertawa kecil saat Eun Kyo meralat perkataannya. Dia sempat merapikan rambutnya sebelum kembali menatap Eun Kyo.

“Wae? Apa aku tidak pantas dipanggil Oppa?”

“Kau belum jawab pertanyaanku.” Eun Kyo membuang mukanya. Menarik ujung bajunya. Saat sedang salah tingkah, Eun Kyo kerap menarik dan memilin ujung bajunya. Hal itu sangat diingat Jung Soo, itu kebiasaannya sejak kecil. Sedang malu, sedang salah tingkah, pasti Eun Kyo memainkan jarinya. Dan kini Jung Soo bisa merasakannya dengan nyata.

“Kau juga belum jawab pertanyaanku.” Balas Jung Soo, mulai menggoda. Membuat Eun Kyo semakin salah tingkah.

“Eoh?” Eun Kyo menoleh kearah Jung Soo. Kini wajah Eun Kyo terlihat jelas merona. Ketika sadar Jung Soo sedang menatapnya, Eun Kyo buru-buru mengalihkan pandangan matanya dengan susah payah.

“Apa aku tidak pantas dipanggil Oppa?”

“Ayo kita pulang saja. Dayoung mana? Eoh?” Eun Kyo bangkit dan memandangi seluruh sudut ruangan berpura-pura mencari Dayoung padahal jelas sekali dia mengetahui Dayoung sedang bersama Ae Rin dan Hyukjae.

***

Dayoung terlihat bingung memandangi kedua orang yang sedang mengajakanya bicara. Hyukjae, Kyuhyun juga Ae Rin tentunya. Anak itu duduk di sebuah bangku besi di taman kecil halaman gedung teater mereka. Di depan parkiran mobil yang berjejer rapi. rumputnya yang tebal membuat Ae Rin, Kyuhyun juga Hyukjae betah berlama-lama duduk disana sambil mengelilingi Dayoung. Gadis kecil nan cantik itu nampak seperti seorang ‘Putri’ yang di kelilingi pengawalnya.

“Nah, ayo sekarang ceritakan pada kami, dimana kau kenal Eun Kyo Ah..jumma?” tanya Hyukjae ragu.

“Pertanyaanmu terlalu sulit untuk anak kecil. Dayoungie~ya.. umurmu berapa tahun?” tanya Ae Rin.

“Memangnya anak sekecil itu tau tentang umur?” kini Kyuhyun yang berbicara.

“Dayoungie~ya… Eum… Yeoppuda.. Appamu dimana?” tanya Kyuhyun.

“Mokpo.” Jawab Dayoung sambil menundukkan kepalanya.

“Whooaaaa.. dia menjawab!” teriak Hyukjae histeris. Dayoung sempat tersenyum malu saat Hyukjae bertepuk tangan. Memujinya. Dan anak kecil seperti Dayoung terkadang peka dengan kata pujian ‘cantik’ dan tepuk tangan.

“Lalu Eommamu?” tanya Kyuhyun lagi, dia menggeser duduknya hingga tepat berada di depan Dayoung, menggeser posisi Ae Rin yang tadinya di tengah.

“Eomma? Mokpo.” Jawabnya lagi.

“Apa dia hanya tau kata Mokpo?” gumam Kyuhyun pelan. “Lalu, lalu. Kau kesini bersama siapa?” lanjut Kyuhyun bertanya.

“Halmeoni.” Jawab Dayoung lagi.

“Sepertinya dia menyukaimu, Kyuhyun~ah.” Ujar Hyukjae menyela.

“Dayoungie~ya.. ayo pulang sayang!”

Teriakan nyaring Eun Kyo yang baru saja menjejakkan kakinya keluar dari gedung bersama Jung Soo sontak membuat mata Dayoung menoleh padanya. Anak itu tertawa lalu tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di hadapannya, dia langsung turun dari bangku dan berlari kearah Eun Kyo.

Wajah Ae Rin berubah cemberut, “Onnie, boleh aku meminjamnya sehari saja?” Ae Rin bangkit dan langsung berbaik mengarah pada Dayoung yang kini sudah ada dalam gendongan Jung Soo. Eun Kyo langsung membalasnya dengan mengacungkan telunjuknya lalu menggoyangkannya tanda ‘tidak mengijinkannya’.

“Kau nanti… ‘punya sendiri’ saja.” Ae Rin masih mencoba membujuk Eun Kyo. menjajari langkah Jung Soo dan mencoba meraih anak itu dalam pelukannya. Tapi sayangnya, Dayoung menolaknya.

“Ya… Dayoungie~ya, lain kali kau tidak akan bisa menolakku.” Ancam Ae Rin. Dia mengikuti Dayoung dan Jung Soo hingga masuk ke dalam mobil.

Dayoung duduk di samping Jung Soo yang menyetir mobil, berada dipangkuan Eun Kyo. menjatuhkan tubuhnya di dada Eun Kyo sambil mata memandangi Ae Rin.

Kyuhyun juga Hyukjae mengikuti mereka dengan berlari sebelum Jung Soo menginjak gas mobilnya, berjalan. Hyukjae dan Ae Rin memasang tampang gemas pada Dayoung yang ditanggapi gadis kecil itu dengan datar. Hanya memandangi mereka satu persatu tanpa ekspresi.

“Kami pulang dulu. Annyeongie giseyo…”

Eun Kyo mengambil tangan Dayoung dan melambaikannya pada mereka. Setelah itu Jung Soo menginjak pedal gasnya dan memencet klakson mobil tanda bahwa mereka benar-benar akan pulang.

Dalam perjalanan mereka terdiam. Tak ada kata, bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Dan Dayoung sibuk memainkan gambar dibaju kaos yang dikenakan Eun Kyo, menyusuri lekuk garis yang ada disana.

“Kenapa Dayoung sampai kesini?” tanya Eun kyo mengulangi pertanyaannya tadi. Yang belum sempat dijawab Jung Soo karena Eun Kyo sudah meminta mereka untuk pulang.

“Halmeoni ada dirumah, dan membawa Dayoung kemari. Dia akan tinggal beberapa disini.”

“Begitu?”
“Eum, dan Halmeoni meminta kita yang menjaganya.”

“Orang tuanya?”

“Jika saja dia tidak ada orang tuanya, mungkin Halmeoni menyuruhnya tinggal bersama kita.”

“Begitu?”

“Kau tidak senang?”

“Ani, aku senang.” Eun Kyo mencium rambut Dayoung. Dan anak itu langsung mendongak menatapnya. Saling melempar senyum.

Bagaimana mungkin aku tidak senang?

“Kau senang?” Dayoung mengangguk. “Dia akan tidur dimana?” kini Eun Kyo bertanya pada Jung Soo. Jung Soo langsung menoleh pada Eun Kyo tanpa menjawab.

Bingung harus menjawab apa. Tidur bersama mereka? Jelas sekali untuk sekarang Jung Soo belum mau berbagi Eun Kyo dengan siapapun. Termasuk dengan Dayoung. Kamar sebelah mereka memang sudah ada kuncinya, In Young mengembalikannya pada Eommnya. Dan semenjak Jung Ahjumma tinggal bersama mereka, kunci itu dipegang olehnya.

“Dengan Jung Ahjumma.” Jawab Jung Soo singkat tanpa menoleh.

“Bagaimana kalau..”

“Shireo.” Jawab Jung Soo terdengar tegas dan tidak rela. Baru kali ini dia tidak ingin Eun Kyo tidur dengan orang lain selain dengannya. Padahal dulu saat dia bulan madu, dia yang menyuruh Ae Rin tidur sehari bersama Eun Kyo.

Setelah sampai di depan halaman rumah mereka, Jung Soo buru-buru turun dari mobil dan berlari mengitari mobilnya, membukakan pintu untuk Eun Kyo dan juga Dayoung. Jung Soo mengayun tangannya mempersilakan mereka untuk turun yang dibalas oleh senyuman manis oleh Dayoung.

“Gomawo Ahjussi.” Ucap Dayoung malu-malu.

Betapa anak itu sangat mencuri perhatian Eun Kyo tatkala mulut tipisnya mengucapkan rasa ‘terima kasih’ itu tanpa disuruh. Melihat Dayoung, Eun Kyo tiba-tiba merasa ingin cepat-cepat mempunyai anak.

“Kau kembali bekerja, Jung Soo~ssi?” tanya Eun Kyo. Ia meraih tangan Dayoung dan membawanya masuk ke dalam rumah. Setelah sampai di dalam rumah, di dekat meja ruang tamu, sebuah koper kecil tergelatak disana. Milik Dayoung.

“Ahjumma, bisa minta tolong masukkan koper itu ke kamar?” teriak Eun Kyo menyuruh Jung Ahjumma.

“Diletakkan dimana Agasshi?” Buru-buru Jung Ahjumma berlari menghampiri mereka dan meninggalkan cucian piringnya.

“Letakkan dikamar kami.”

Eun Kyo membawa Dayoung ke halaman belakang. Bermain bersama.

“Yeobo, malam ini kita makan malam di tempat Eomma, Halmeoni menunggu.”

Jung Soo meletakkan tubuhnya disamping Eun Kyo yang duduk di kursi halaman belakang, di tengah lantai rumput yang sedikit menusuk jika kita berjalan tidak menggunakan alas. Jung Soo memberikan jalan setapak di beberapa jalur taman, yang menghubungkan kolam kecil berisi ikan di sudut sebelah kanan. Berjalan sedikit menyebragi kolam tersebut ada air mancur yang menempel di dinding, air mancur buatan. Beberapa langkah dari sana, masih dengan jalan setapak, ada sebuah bangku besi di bawah pohon apel yang tidak berbuah.

Eun Kyo tidak pernah menyadari halaman belakang rumah mereka seteduh ini. Ini adalah pertama kalinya ia menikmati bagian dari rumahnya yang jarang ia jamah. Eun Kyo masih tidak menjawab, ia sibuk menangani Dayoung yang sedang memperhatikan ikan-ikan yang ada di dalam kolam. Eun Kyo tidak menemaninya, ia memilih duduk di bangku untuk menikmati betapa nyamannya ternyata halaman belakangnya.

Aku tidak pernah menyangka disini senyaman ini. Hati kecilnya menggumam. Antara merasa kecolongan dan merasa lega.

“Kau mendengarkanku?”

Jung Soo menyentuh punggung tangan Eun Kyo yang segera dengan refleks ditarik Eun Kyo. Tapi  bukan Jung Soo namanya kalau tidak bisa mengantisipasi hal itu. Sejak hidup bersama Eun Kyo beberapa bulan terakhir mampu membuatnya lebih peka. Biasanya dia hanya peka terhadap pekerjaan, dan mengenai sikapnya terhadap wanita, tak perlu bersusah-susah, karena Yeon Su biasanya yang lebih agresif. Jung Soo menggenggam erat tangan Eun Kyo dan menariknya keatas pahanya.

“Nde. Jam berapa janjimu pada mereka?” tanya Eun Kyo. Ia masih berusaha untuk menarik tangannya saat Dayoung mengarahkan jaring yang ia gunakan untuk menangkap ikan tapi tidak pernah berhasil.

“Jam 7 malam, tapi mungkin jam 6 kita sudah kesana.” Jawab Jung Soo sambil menolehkan wajahnya menatap wajah Eun Kyo yang tersenyum melihat tingkah Dayoung.

“Kalau begitu aku harus siap-siap. Satu jam lagi kita berangkat.”

Eun Kyo bangkit dari duduknya. Baru saja selangkah ia berjalan tapi pergelangan tangannya di tarik kembali oleh Jung Soo, dan selanjutnya pantatnya mendarat di pangkuan Jung Soo.

“EO!” ia memekik saat tangan Jung Soo melingkar di pinggangnya. Eun Kyo membeku seketika, yang ia rasakan sekarang adalah sengatan listrik di sekujur tubuhnya.  Eun Kyo ingin memberontak tapi yang ia lakukan sekarang bukannya malah beranjak, tapi merasa nyaman dengan posisi itu.

Jung Soo mendekatkan hidungnya dan menghembuskan serta menghirup udara ke tengkuk Eun Kyo secara bergantian. Tetapi lebih lama pada pada saat ia menarik aroma tubuh Eun Kyo masuk ke dalam hidungnya. Seketika ia teringat malam itu. Kedua sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman.

“Ahjumma!”

Teriak Dayoung megejutkan mereka yang terbius oleh keadaan. Eun Kyo terbelalak saat melihat tubuh Dayoung sudah basah kuyup dan kini ia sudah tak berada diatas rumput lagi, melainkan sudah masuk ke dalam kolam dangkal setinggi lutut orang dewasa. Jung Soo dan Eun Kyo langsung bangkit dan berjalan terburu-buru menghampiri Dayoung.

“Sayang, kenapa, aish! Kau basah kuyup.” Eun Kyo menarik tubuh Dayoung yang terlihat masih semangat mengejar ikan-ikan yang berenang melintasi kakinya.

“Sini sayang, ayo naik. Kita kerumah Halmeoni sebentar lagi.” Dayoung mencoba menarik Eun Kyo, namun naasnya, dia terpeleset dan sekarang keadaannya pun tidak jauh berbeda dengan Dayoung. Basah.

Jung Soo hanya tertawa kecil melihat Eun Kyo yang kesulitan berdiri karena kini Dayoung memeluk lehernya dengan kuat. Gadis kecil itu tertawa nyaring saat melihat Eun Kyo basah kuyup. Dayoung mengira Eun Kyo sengaja menemaninya berpetualang di dalam kolam.

“Oppa! Jangan hanya melihat saja! Bawa anak itu keluar dari kolam.”

Teriakan Eun Kyo tak juga membuat Jung Soo bergeming. Tetapi saat melihat Eun Kyo menatapnya dengan tatapan tajam, ia menjulurkan tangannya kearah Dayoung, “Ayo sayang, setelah ini kita ke rumah Halmeoni.” Dayoung menyambut tangannya dan keluar dari kolam, begitu juga dengan Eun Kyo.

***

Setelah mandi dan bersiap-siap, Eun Kyo dan juga Dayoung serta Jung Soo langsung pergi tak membuang-buang waktu lagi menuju rumah orang tua mereka.  Sesampainya disana, makan malam memang belum sepenuhnya tersedia. Eun Kyo langsung berjalan ke dapur dan menghampiri Halmeoni yang sedang memasak daging.

“Halmeoni.” Eun Kyo menyapa.

Ia memeluk Halmeoni dari belakang, Halmeoni lalu menolehkan kepalanya dan menyentuh pipi Eun Kyo. memandangi wanita itu. “Bagaimana kabarmu?” tanya wanita tua itu. Eun Kyo menjawabnya dengan senyum. “Apa sudah ada tanda-tanda kau hamil?” lanjutnya bertanya.

Pertanyaan Halmeoni kini tak lagi bisa mempertahanan senyuman yang ada di wajahnya untuk tetap mengembang. Ia merasa permukaan kulitnya wajahnya menjadi kaku seketika, bahkan lebih kaku daripada menggunakan masker.

“Eoh?” matanya membulat dan seperti kehilangan kata-kata. Membuat Mertuanya tersenyum sambil meliriknya. Eun Kyo bisa mengartikan lirikan itu, seolah mengatakan ‘Aku bilang juga apa, kau harus cepat-cepat hamil’.

“Halmeoni…” panggil Eun Kyo manja.

“Wae? Ini sudah beberapa bulan, tidak memakai kontrasepsi kan?”

“YE?!” pertanyaan-pertanyaan dari Halmeoni benar-benar diluar dugaannya. Dan kini membuatnya merutuki dirinya sendiri, kenapa tadi dia tidak berdiskusi dengan Jung Soo terlebih dahulu sebelum kesini mengenai jawaban dari pertanyaan Halmeoni. Dan Jung Soo biasanya ahli dalam mempersiapkan jawaban juga memprediksi pertanyaan. Tapi kini lelaki itu asik bermain bersama Dayoung berbaring diatas sofa. Ia melirik Jung Soo yang tidak menoleh padanya. Dalam hati dia berharap Jung Soo melihatnya dan membantunya menghadapi situasi ini. Eun Kyo adalah orang yang paling tidak bisa menjawab pertanyaan serius dengan spontan, apalagi mengenai rumah tangga ataupun kehamilan yang sangat membuatnya sensitif.

“Ani, Eomma. Bukan begitu. Eun Kyo masih mempunyai beberapa kontrak kerja, dan itu membuatnya sangat sibuk. Jadi mereka harus menunda kehamilannya dahulu, setelah selesai kontrak kerja baru mungkin akan program, bukan begitu sayang?”

Jawaban mertuanya tersebut membuatnya sangat lega, sementara sejak tadi ia memutar otak untuk menjawab pertanyaan itu, yang ia rasa bahkan lebih sulit dari menjawab soal ujian. Bukan apa-apa, jika jawaban senada yang keluar dari mulut mertuanya itu meluncur dari bibirnya, ia takut akan menyinggung perasaan wanita tua yang sudah ingin memiliki cicit tersebut.

“Begitu? Bukan karena kontrasepsi?”

Eun Kyo hanya mampu menggeleng, ia tidak bisa menjawab dengan mulutnya karena lidahnya tiba-tiba merasa kelu. Tanpa terasa sudah beberapa waktu berlalu dan ia hanya mematung tanpa membantu apa-apa.

“Kau masih latihan sayang?”Nyonya Park menyentuh lengannya, membuatnya sedikit terkesiap.

“Ah? Ne, Eomoni, selesai beberapa waktu yang lalu.” Jawab Eun Kyo.

“Berapa kali pertunjukan lagi?”

“Eum… satu kali pertunjukan lagi. Setelah itu kontrakku selesai.” Jawab Eun Kyo.

“Kau tidak berniat untuk menerima kontrak lain kan?”

Eun Kyo terdiam. Dia harus menjawab apa? Jika ia menjawab ‘Iya’. Itu artinya akan memupuskan harapan wanita yang ada di hadapannya ini untuk segera menimang bayi. Tapi jika ia menjawab ‘tidak’, ia akan mengubur mimpi-mimpinya.

“Dan kau tidak berniat untuk cuti sejenak, lalu hamil dan meninggalkanku kan?” pertanyaan itu terdengar lirih dan nada sedih. Nyonya Park mendongakkan kepalanya.

“Eomoni…”

Eun Kyo mendekat dan memeluk wanita yang sudah tua namun masih terlihat kuat dan tegar itu. Ia tidak tau jawaban apa yang diinginkan mertuanya saat ini. Ia rasa mertuanya sama dilemanya seperti yang ia rasakan.

“Kau pernah berjanji padaku untuk membuatnya mencintaimu.” Nyonya Park melepaskan pelukannya. “Dan dia sekarang sudah mulai mencintaimu, apa yang akan kau lakukan?”

Eun Kyo masih diam. Dia menunduk dalam.

“Ayolah Eun Kyo, aku tidak ingin kalian berpisah. Bercerai itu keputusan yang keliru.”

“Eomoni…”

“Berjanjilah padaku. Kau tidak akan menggugat cerai, aku mohon…” Nyonya Park mulai terdengar memelas. “Jangan bercerai dengannya kecuali dia yang menggugatmu, eoh? Eun Kyo~ya, berjanjilah padaku, karena yang kini aku khawatirkan adalah kau.” Nyonya Park menyentuh dagu Eun Kyo dan membuatnya saling menatap. Beberapa detik mereka saling bertatapan. Nyonya Park menarik nafas dalam dan menghembuskannya.

“Aku mengerti.”

Nyonya Park lalu berlalu. Dan semakin membuat Eun Kyo terpojok.

“Eomoni, aku berjanji.” Jawabnya lirih.

Lagi-lagi kebodohan yang ia pilih. Eun Kyo benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan. Membiarkan wanita yang sudah ia anggap seperti orang tuanya bersedih itu sungguh berat ia lakukan, meskipun tanpa sadar itu yang ia lakukan, memberikan harapan yang belum tentu bisa ia wujudkan.

“Jeongmal?!” Nyonya Park langsung berbalik dan kembali memposisikan dirinya di hadapan Eun Kyo. menatapnya. Eun Kyo mengangguk.

“Kalian ini kenapa berdiam diri disini saja? Eoh? Ayo cepat ke ruang makan. Ini sudah jam berapa? Aigoo… aku saja tidak berlebihan seperti itu saat bertemu cucu menantuku. Kau ini.” Gerutunya sambil mengambil beberapa cangkir diatas nampan yang tersusun rapi.

“Aish! Aku selalu membicarakan hal yang tidak penting saat bertemu denganmu. Ayo kita makan, yang lain pasti sudah menunggu.”

Nyonya Park menarik tangan Eun Kyo yang masih terlihat kaku. Entah apa yang membuat Eun Kyo selalu tidak bisa menolak semua permintaan wanita paruh baya itu. Menolaknya seolah sebuah hal yang begitu sulit ia lakukan, bahkan lebih sulit dari beracting di depan semua para penonton disaat dia sedang tidak ingin memerankan sebuah lakon.

Sesampainya di ruang makan, Jung Soo juga Dayoung sudah duduk manis disana. Menghadapi hidangan yang sepertinya sudah tidak sabar untuk mereka lahap. Namun, saat Eun Kyo menarik kursi yang ada disampig Jung Soo, lelaki itu sempat melirik wajah istrinya sejenak. Dia tau, jika wajah Eun Kyo kaku seperti itu, pasti sesuatu terjadi, namun ia tidak ingin menanyakannya disini. Semua pertanyaan itu ia akan pending sampai ke rumah.

Melahap puding sebagai makanan pencuci mulut bagi Dayoung jauh lebih enak dibandingkan santapan utama. Gadis kecil yang tidak terlalu pemilih soal makanan itu terlihat sangat senang saat Eun Kyo menyuap potongan-potongan puding ke dalam mulutnya.

“Enak?”

“Eum!”

Ia menjawab pertanyaan Eun Kyo dengan gumaman disertai anggukan yang sangat kuat. Pipinya menggembung karena penuh dengan makanan. Nyonya Park tersenyum, ia merasakan gejolak ‘Ibu muda’ dalam diri Eun Kyo terlihat.

“Kapan kau akan menyusul?” tanya Halmeoni mendahului.

“Menyususl?” tanya Eun Kyo berpura-pura tidak mengerti. Ia hanya bisa membatin saat obrolan itu tahu-tahu sudah beralaih ke masalah anak. Beberapa pertanyaan di tujukan padanya dan hampir semuanya yang menjawab adalah Jung Soo, dan Eun Kyo menyibukkan dirinya dengan mengurusi Dayoung.

“Kami permisi dulu. Mianhae Halmeoni, kami tidak bisa menginap, pagi-pagi besok aku harus latihan.” Eun Kyo memeluk tubuh renta milik Halmeoni yang berbalut hanbok rapi.

“Gwaenchana Eun Kyo~ya…” balasnya sambil menepuk punggung Eun Kyo saat mereka masih berpelukan.

“Kapan-kapan Halmeoni menginap di rumah kami.” Eun Kyo melepaskan pelukannya.

“Ye, saat kau tidak sibuk.”

“Eomoni, aku pulang.” Eun Kyo beralih pada mertuanya yang sejak tadi memandanginya. Setiap kali ia memandangi Eun Kyo, rasa bersalah terselip di dadanya telah mengikat Eun Kyo dengan berbagai permintaan yang mungkin tidak bisa Eun Kyo penuhi, tapi ia bersikeras.

“Aku harap kau, selalu baik-baik saja.” ujarnya mengusap pipi Eun Kyo.

“Eomma, tidak usah berlebihan seperti itu. Memangnya kami mau kemana? Kami hanya pulang.” Jung Soo langsung menarik Eun Kyo, lembut tapi mampu membuat Eun Kyo kalang kabut mengatur langkahnya.

“Semoga dia baik-baik saja saat kau menyakitinya! Aigoo!” Nyonya Park memukul kepala Jung Soo dengan keras.

“Eomma! Sakit!” Jung Soo melepaskan tangannya dari Eun Kyo dan mengusap kepalanya. Hal itu dimanfaatkan Eun Kyo untuk berpamitan pada mertua laki-lakinya.

“Abeoji, aku pulang.” Eun Kyo membungkukkan badannya. Tapi Sang Jun sudah menarik Eun Kyo dan memeluknya dengan erat.

“Kau sudah aku anggap seperti putriku sejak dulu.” Dia menepuk punggung Eun Kyo. Dan Jung Soo mendesis nyaring.

“Aish! Appa! Dia bagianku!” kembali ia menarik Eun Kyo.

“Kami pulang dulu. Dayoung kami yang bawa kan? Meski aku merasa lebih senang dia menginap disini.” Mendengar Jung Soo berbicara seperti itu, Dayoung menatapnya. Tapi Jung Soo tidak memperdulikannya, dia mengangkat anak itu dan mendudukkannya di jok belakang mobilnya.

Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang. Malam sudah mulai larut, dan Dayoung sudah terlihat beberapa kali menguap. Matanya berair, gadis kecil itu sudah mulai mengantuk, dan sesekali Jung Soo melirik posisi Dayoung yang hampir tertidur melalui kaca spionnya.

“Kenapa pembicaraan itu selalu mengenai anak? Apa hanya itu? tidak ada pembicaraan lain?” Eun Kyo menggerutu,menumpahkan rasa yang menggumpal di dadanya saat makan malam tadi.

“Apa yang Eomma minta lagi darimu?” tanya Jung Soo. Eun Kyo menoleh.

“Opseo.” Jawab Eun Kyo berbohong.

“Begitu? Tapi raut wajahmu mengatakan tidak seperti itu.”

“Sejak kapan kau jadi peramal raut wajah.”

Mereka akhirnya terdiam tidak saling melemparkan pertanyaan beberapa menit. Tapi hal itu tak berlangsung lama. Eun Kyo masih ingin mengeluarkan apa yang ada dalam hatinya.

“Apakah memiliki anak itu sangat penting?” tanya Eun Kyo sambil menoleh. Saat Jung Soo membalas menoleh kearahnya, Eun Kyo membuang pandangannya ke luar jendela.

“Sama pentingnya dengan keinginanmu untuk lepas dariku. Mungkin seperti itu juga kerasnya kemauan mereka.”

“Apa pernah aku mengatakan aku sangat ingin lepas darimu?”

“Jadi kau tidak ingin?”

“Ani.”

“Lalu? Apa karena kau takut hal itu memnghambat kariermu?”

Eun Kyo terdiam. Memiliki anak dan karier adalah dua hal yang sangat bertolak belakang dengannya. Ia ingin melihat sosok lain seperti Dayoung dalam rumahnya, tapi kariernya tidak bisa ia lepas begitu saja.

“Dan kau tidak akan bisa mundur dari perjanjianmu dari Eomma, denganku, aku mungkin bisa menoleransi.” Jung Soo menoleh lagi kearah Eun Kyo, kali ini Eun Kyo membalasnya. “Tapi dengan Eomma, aku rasa sulit.” Sambung Jung Soo. Eun Kyo menghela nafas.

“Kajja, kita sudah sampai.”

Eun Kyo terlalu kalut, bahkan saat mereka sudah sampai di depan rumah dan Jung Soo membukakan pintu untuknya pun ia tidak sadar. Bahkan Dayoung sudah terbaring pulas di atas tempat tidur mereka. Eun Kyo melirik ke jok belakang mencari Dayoung.

“Aku sudah mengangkatnya ke kamar.” Ujar Jung Soo.

Eun Kyo masih tak bergeming, seolah badannya merekat kuat diatas jok empuk mobil milik Jung Soo. pandangannya kosong meskipun tatapan mereka saling beradu.

“Yeobo…” panggil Jung Soo.

“Aku berjanji tidak akan meminta cerai darimu. Aku tau itu adalah sebuah janji yang sangat bodoh.” Eun Kyo memukul pelan kepalanya. Dan Jung Soo menarik tangannya.

“Sudahlah, ayo masuk. Ini sudah malam.”

“Shireo.” Eun Kyo melepaskan tangan Jung Soo dari lengannya. “Oppa, aku, aku tidak mungkin. Sepertinya aku…” Eun Kyo menatap Jung Soo. “Aku terlalu banyak berjanji. Mulutku terlalu banyak memberikan harapan. Padamu, pada Eomoni, pada Yeon Su juga. Eoh? Eottokaji?” Eun Kyo mulai tidak fokus. Dia mulai bingung, tidak ingin beranjak. Merasa benar-benar terjebak kali ini. Dan Jung Soo tidak bisa membujuknya, beberapa kali ia mengajak Eun Kyo untuk masuk tapi Eun Kyo membisu.

“Besok kau harus latihan, aku tidak ingin kau sakit, seperti dulu.” Jung Soo masih berusaha membujuk Eun Kyo.

“Harusnya ini tidak perlu terjadi. Dan perusahaan itu harusnya dibiarkan saja bangkrut jika kenyataannya aku sendirian seperti ini.”

“Kau masih punya Kibum ,aku?”

“Ani.” Eun Kyo menggeleng. “Ini permainan yang sulit, aku tidak yakin bisa menyelesaikannya. Oppa… Eottokaji? Eoh?” kepalanya mulai sakit saat menyadari berapa banyak langkah yang ia putuskan berdasarkan hati dan perasaan tanpa memikirkan logika yang bertentangan. Masalah yang ia rencanakn sendiri.

“Ayo masuk saja. Atau perlu aku gendong seperti Dayoung?” tanpa menunggu jawaban Eun Kyo, Jung Soo langsung mengangkatnya dan Eun Kyo sudah terlalu kalut untuk sekedar menolaknya. Hingga sampai di kamar, ia masih ling lung. Pembicaraan makan malam beberapa waktu tadi masih mengiang di telinganya. Tentang bayangan bahagia saat memiliki anak. Tentang membahagiakan orang lain, tapi saat ia sadar semua itu akan menyakiti orang lain, ia mulai menyapu bersih semua rentetan pengalaman yang ia dengar dari mulut wanita-wanita yang sudah berpengalaman.

Jung Soo meletakkan tubuh Eun Kyo tepat disamping Dayoung yang sedang tertidur masih dengan baju dan sepatunya. Eun Kyo menggeser duduknya mendekat pada Dayoung. Melepaskan sepatu merah yang ada di kaki kecil anak itu. Melepaskan ikat rambutnya dan menatap wajah polosnya.

“Sayang, bangun sebentar, ganti bajumu.” Eun Kyo berbisik di telinga Dayoung, membuat anak itu menggeliat bergeser menjauh. “Ayo, pakai baju ini terlalu gerah.” Eun Kyo kini menarik tangan Dayoung. Anak itu masih enggan untuk bangun, matanya terpejam meski posisinya kini duduk dengan paksa.

“Oppa, bisa tolong ambilkan baju tidurnya di dalam koper?” pinta Eun Kyo. ia menunjuk koper kecil yang ada di dekat meja riasnya.

Dan Dayoung sudah kembali menjatuhkan tubuhnya saat Eun Kyo melepaskan tangannya beberapa detik saja. kelihatan sekali anak itu sangat lelah. Perjalanan dari Mokpo kesini tidak memakan waktu sedikit.

“Yang ini?” Jung Soo mengarahkan piyama lengan pendek berwarna pink.

“Terserah saja. Dan bisa bantu aku membangunkannya?” Eun Kyo membuka beberapa kancing baju piyama yang kini berpindah ke tangannya. Sementara Jung Soo membuat anak itu terjaga.

Dayoung mengusap wajahnya sekali dan menggesekkan hidungnya dengan punggung tangannya beberapa kali. Membuka matanya perlahan lalu menggaruk kepalanya.

“Eomma…” panggilnya.

“Ne, ganti bajumu dulu sayang..” ujar Jung Soo. ia menarik ujung baju Dayoung dan meloloskannya melalui kepala anak itu. Berganti kini Eun Kyo yang memasang piyama yang ada di tangannya ke tubuh Dayoung. Setelah Eun Kyo selesai mengancing bajunya dengan sempurna, anak itu kembali berbaring, setengah sadar.

Jung Soo harus rela berbagi ranjang dengan Dayoung beberapa hari ke depan, sebelum Halmeoni memutuskan untuk menjemputnya dan membawanya pulang. Entah itu seminggu, atau dua minggu, tiga minggu, ia tidak mengatakannya secara jelas. Orang tua Dayoung sedang kembali ke Vietnam dan hanya membawa kakak perempuannya saja, Dayoung diajak Halmeoni untuk menemui Eun Kyo dan menolak ajakan orang tuanya.

Jung Soo berbaring di sisi kiri Dayoung dan Eun Kyo di sisi kanan. Eun Kyo masih belum terlelap meski waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Jung Soo sudah terlelap setelah tidak kuat menemani Eun Kyo dan tanpa sada ia memejam kan matanya.

“Ahjumma… aku haus.. mau susu…” Dayoung bangun dan langsung bangkit. Sontak membuat Eun Kyo terkejut luar biasa saat melihat anak itu bangun dengan cepat.

“Ye?” tanya Eun Kyo.

“Mau susu…” pintanya lagi sambil mengucek matanya. Mulutnya maju beberapa centi dan sangat menggemaskan.

“Oppa… bangun…”

Eun Kyo menyenggol kaki Jung Soo untuk menyuruhnya bangun. Padahal ia baru tidur satu jam yang lalu, masih belum cukup pulas, tapi matanya begitu berat untuk membuka.

“Hem…” Jung Soo menjawab dengan gumaman tanpa bergeming dari tempatnya.

“Dayoung haus, bisa buatkan susu untuknya.”

“Ani. Aku tidak bisa.”

“Oppa!” teriak Eun Kyo. Dan hal itu membuat Dayoung benar-benar kehilangan rasa kantuknya. Jantungnya langsung berpacu saat mendengar Eun Kyo berteriak. Jung Soo bangkit seketika.

“Aku sudah bilang tidak bisa, lagipula siapa yang ingin Dayoung disini? Kau kan?” Jung Soo bersiap-siap untuk menjatuhkan tubuhnya kebali keatas kasur, tapi Eun Kyo menghela nafas kasar. Dan Jung Soo tidak bisa mengacuhkannya. Ia paham Eun Kyo sedang tidak ingin diganggu, tapi bukankah dia baru tidur beberapa menit yang lalu setelah mendengarkan keluhan demi keluhan yang keluar dari mulut Eun Kyo yang hanya bolak-bali seputar keputusan apa yang akan ia ambil selanjutnya.

“Bersama saja.” jung Soo menguap dan menutup mulutnya dengan punggung tangan kanannya, sedang tangan kirinya menjulur kearah Eun Kyo mengajaknya untuk bangkit. Mau tidak mau Eun Kyo bangkit.

“Tunggu sebentar disini sayang.” Eun Kyo mengecup dari Dayoung dan merebahkannya kembali. Dayoung mengangguk lemah. Anak itu sepertinya paham situasi.

Eun Kyo berjalan keluar menuju dapur, dan sepanjang langkah yang ia ayunkan, Jung Soo dengan mata terpejam bergelayut di punggung, memeluknya dan meletakkan kepalanya di bahu Eun Kyo hingga sampai ke dapur. Eun Kyo mengambil botol susu Dayoung dan memasukkan beberapa sendok susu formula bubuk yang sudah disiapkan oleh Jung Ahjumma.

Jung Soo masih memejamkan mata dan mendekap punggung Eun Kyo. Perlahan bibirnya mendekati leher Eun Kyo dan mengecupnya. Satu kali, Eun Kyo masih bisa membiarkannya. Dia menggenggam tangannya, namun urung untuk memukul Jung Soo meski ingin sekali ia lakukan. Dua kali kecupan basah itu di lakukan Jung Soo, Eun Kyo sempat mendesis sambil mengocok botol susu Dayoung. Tak hanya sampai disitu, tangan Jung Soo yang awalnya hanya melingkar di pinggul Eun Kyo kini mulai bermain, ia mencari ujung baju Eun Kyo dan menyusupkan tangannya, menyentuh perut wanita itu dengan lembut. Bibirnya tersenyum puas. Eun Kyo menunduk memperhatikan bagaimana tangan itu terus bergeser keatas. Ia tidak bisa menghindar, apalagi mencegah, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, dan ia bisa merasakan punggungnya bertabuh kencang karena gemuruh dada Jung Soo.
“Cukup, anak itu sudah menunggu.” Eun Kyo melepaskan tangan JunG Soo setelah ia bisa mengontrol dirinya.

Sepertinya minta ditemani olehnya adalah sebuah kesalahan besar.

Kira-kira seperti itu rutukan hatinya terus menyalahkan. Eun Kyo tau, Jung Soo tidak akan berhenti sampai disana, dan sekarang, dia bukan hanya membangunkan Jung Soo, tapi juga ‘membangkitkan’nya. Eun Kyo masuk kembali ke dalam kamar diikuti oleh Jung Soo.

“Ini, minum sampai habis, eum?”

Sebuah kecupan kembali mendarat di dahi Dayoung. Anak kecil itu menyambut botol susu yang diberikan Eun Kyo, langsung menyuapnya ke dalam mulutnya.

“Masih panas sayang.” Ia lalu berbaring disamping Dayoung dan menghadap kearahnya. Menyentuh kepala anak itu dan menyisir rambutnya dengan jemarinya. Dayoung nampak kuat menghisap botol susu tersebut hingga tak memakan waktu lama, ia sudah menghabiskan minuman itu.

“Anak pintar.” Eun Kyo mengacak rambut Dayoung, “Sekarang tidur.”

Jung Soo berjalan kesisi tempat tidur dimana Eun Kyo berbaring diatasnya. Ia merebahkan diri disana, memaksa Eun Kyo untuk berbagi tempat.

“Dayoungie~ya, geser sendkit sayang, Ahjussi tidak bisa tidur…” rengek Jung Soo sambil menatap Jung Soo. Dayoung membalas menatapnya dan bergeser sedikit demi sedikit dengan tatapan bingung.
“Oppa, kau gila, dia bisa jatuh bila tidur dipinggir sana.”

“Ani, jika kita meletakkan ini disampingnya.” Segera Jung Soo meletakkan guling yang biasa dipeluk Eun Kyo disisi  kiri Dayoung. “Aman.”

Eun Kyo baru saja ingin bangkit beralih, tapi tangan Jung Soo melarangnya dengan pelukan. Membuat Eun Kyo terhenyak dan tidak bisa apa-apa.

“Kau harus tidur, besok kau harus latihan lagi kan? Dan melatih anak baru?” Jung Soo meraih kepala Eun Kyo dan mencium dahinya, tapi masih menempel hingga dia memejamkan matanya.

Eun Kyo terlihat bingung, ia membiarkan Jung Soo memeluk dan tetap menempelkan bibirnya di dahinya. Ia tidak habis pikir, akhir-akhir ini Jung Soo berubah drastis, mengantarkan makan siang hampir setiap hari, menjemput dan mengantarkannya, juga sesekali ia bercengkrama dengan teman-temannya, dan itu sangat aneh baginya, mengingat Jung Soo awalnya sangat menjaga jarak dengan mereka. Satu-satunya orang yang tidak bisa ia dekati secara akrab hanya Kyuhyun, meski sesekali mereka terlibat percakapan, tapi tak akan bertahan lebih dari 5 menit. Perlahan Eun Kyo mulai memejamkan matanya, begitu juga dengan Dayoung yang di belakanginnya.

Keadaan berbalik, Jung Soo yang tidak bisa memejamkan matanya, tangannya menjulur melalui sela kepala dan bahu Eun Kyo , menopang lehernya. Ia membelai lembut kepala anak itu sampai terlelap. bisa dirasakannya hembusan nafas Eun Kyo yang mulai teratur di sekitar leher dan dadanya. Membuatnya ingin sekali menyentuh wanita itu sekali lagi, namun ia menahannya. Tidak mungkin ia memintanya disaat seperti ini, saat wanita itu sedang kalut. Perlahan ia memejankan mata dan mulai mengundang rasa kantuk.

***

“Ayo sayang, kita sudah terlambat.” Teriak Eun Kyo diambang pintu. Ia mengenakan sepatunya ketsnya dengantergesa.

Pagi ini Eun Kyo berniat membawa Dayoung ke tempat latihannya. Karena tidak mungkin Jung Soo yang membawanya ditengah-tengah rapat. Dayoung berlari kecil menghampiri Eun Kyo. membawa tas kecil dipunggungnya.

“Sudah membawa bekal dari Jung Halmeoni?”

“Eo!”

Dayoung mengangguk kuat. Mengenakan baju kaos berwarna biru dan legging berwarna pink dengan tas punggung bergambar Pororo. Didalamnya ada beberapa kotak bekal berisi roti bakar dan burger, serta beberapa biskuit, juga tak lupa sebotol susu formula siap minum.

“OK! Kajja, kita berangkat. Sekarang panggill Ahjussi.”

“Ahjussi, ayo kita berangkat.” Teriak Dayoung malu-malu, ia tersenyum pada Eun Kyo.

“Arasseo, Ahjussi siap mengantarkanmu.”

Jung Soo berjalan menuju mobilnya, memanaskannya sebentar lalu mereka melaju menuju gedung latihan Eun Kyo. Sesampainay disana, Eun Kyo dan Dayoung berpamitan masuk, namun sebelumnya Jung Soo menagih ciuman kepada dua orang gadis itu. Dayoung mengecup pipi kanan, lalu Eun Kyo di pipi kirinya. Eun Kyo bingung mengapa ia mau melakukan itu, belum sempat ia memikirkan hal yang baru saja ia lakukan, tangan Jung Soo menarik wajahnya dan mendaratkan ciuman dibibirnya. Beberapa detik menempel tanpa balasan, Jung Soo mulai sedikit memberanikan diri untuk menggerakkan bibirnya menyapu bibir Eun Kyo.

“Oppa…”

Suara seseorang mengejutkan mereka. Eun Kyo rerfleks melepaskan ciumannya dan mendorong Jung Soo, lalu menyapu bibirnya sendiri dengan jarinya.

“Aku masuk dulu.” Eun Kyo melirik satu detik kearah suara itu lalu menarik tangan Dayoung dan membawanya masuk ke dalam gedung tanpa menyapa.

“Jadi sekarang kau berubah profesi menjadi supirnya sekarang?”

Nada sinis keluar dari mulut gadis yang kini berjalan mendekat kearah mobil Jung Soo. Ingin sekali Jung Soo menginjak gas dalam-dalam dan memutar balik mobilnya.

“Oppa…” suara itu merengek seperti biasa.

Jung Soo mengatup kuat rahangnya menahan gejolak yang tiba-tiba bergemuruh didadanya. Ia tidak menoleh sedikitpun kearah suara itu.

“Untuk apa kau kesini?” tanya Jung Soo dingin.

“Aku hanya ingin memastikan kemana kau selama ini, saat pagi dan jam makan siang. Dan firasatku benar, kau dipengaruhinya.”

“Yeon Su~ya, cukup. Kita sudah berakhir, meskipun aku tidak ingin berakhir, kita  harus tetap berakhir. Aku tau kalian bukan pilihan, tapi aku sudah memutuskan. Aku memutuskan untuk tidak kehilangan kedua orang tuaku.” Jawab Jung Soo pajang lebar.

“Oppa, Oppa. Kita hanya belum berusaha keras untuk meyakinkan orang tuamu. Eoh? Ayolah, kau pasti masih mencintaiku, eoh?” Yeon Su kembali bertingkah, ia mulai bertindak labil lagi.

“Justru karena aku menyayangimu, Yeon Su~ya, cukup, berhentilah bersikap seperti ini. Kau hanya menyakiti dirimu sendiri, dan kau malah merendahkan dirimu sendiri.” ujar Jung Soo lembut. Dia tidak tega melihat Yeon Su bagai kehilangan pegangan seperti ini. Meski sekarang sudah menetapkan hati, tetap dia tidak ingin membiarkan Yeon Su dibayang-bayangi oleh kenangan mereka.

“Oppa, aku tidak bisa…” ujar Yeon Su sambil berjongkok dan memukul-mukul dadanya. Rasa sakit mulai menjalar di dada Yeon Su. Dia terlalu bergantung pada Jung Soo hingga tidak bisa berpikir realistis. Buru-buru Jung Soo keluar dari mobil dan memapah Yeon Su.

“Ayo, aku antar kau pulang.”

“Shireo!” Yeon Su memberontak.

“Kau ada pemotretan? Atau jadwal lain? Eoh? Biar aku antarkan, sebelum aku rapat jam 10 nanti.”

“Shireo! Aku tidak ingin apapun, aku tidak punya jadwal hari ini, semua aku batalkan! Semua aku batalkan demi kau! Demi kau! Dan aku menemukanmu disini bersama! Hiks!” Yeon Su mulai menangis.

“Ayo kita pulang.” Jung Soo menarik paksa Yeon yang sedikit memberontak.

“Shireo! Aku hanya ingin bersamamu, Oppa. Eoh? Kalau semuanya orang tuamu tidak menyetujuinya, setidaknya publik merestui hubungan kita.”

Jung Soo tidak peduli dengan racauan Yeon Su yang sudah benar-benar tidak terkendali. Dia mulai berpikir yang tidak-tidak dan mulai bertingkah rewel seperti anak kecil. Jung Soo berhasil memaksanya masuk. Untungnya keadaan masih sepi, dan tidak banyak orang yang berlalu-lalang, lalu melajukan mobilnya menuju apartemen Yeon Su.

Tanpa Jun Soo sadar, sepasang mata memperhatikannya dibalik pintu kaca hingga mobilnya benar-benar menghilang di dijalanan, berbaur dengan pengendara lain. Orang itu menghembuskan nafasnya. Antara rasa lega dan sesak bercampur bersamaan.

“Ayo sayang, kita masuk.”

Eun Kyo menarik tangan Dayoung yang juga memperhatikan adegan yang baru saja terjadi di hadapannya, beberapa meter dari tempat dia berdiri sekarang. Tapi bedanya, dia tidak mengerti apa-apa, yang ia lihat hanya seorang wanita sedang cerewet seperti yang ia lakukan jika permintaannya tidak dipenuhi.

“Kiri”

“Kanan”

“Kiri”

“Kanan”

Eun Kyo memberikan aa-aba untuk langkah mereka agar langkah yang mereka ayunkan terjadi bersamaan, hingga mereka tiba di lift.

“Onnie, tunggu.”

Ae Rin menjulurkan tangannya tepat saat pintu lift ingin menutup. Hingga pintu itu tertahan, dan ia masuk kedalamnya setelahnya.

“Tumben kau sepagi ini.” Sapa Eun Kyo.

“Selamat pagi Dayoungie~ya, aigoo… Yeoppuda..” Ae Rin tidak menjawab sapaan Eun Kyo. dia lebih memilih untuk menyapa Dayoung. Gadis kecil yang mencuri perhatiannya sejak semalam.

“Selamat pagi.” Jawab Dayoung malu-malu. Ia merapatkan tubuhnya ke kaki Eun Kyo.

Selama di dalam lift Ae Rin mencoba menarik perhatian Dayoung tapi anak itu hanya merespon dengan anggukan dan senyuman khasnya. Sangat manis dan semakin membuat Ae Rin semakin ingin membawa lari anak itu.

Ting!

bunyi tersebut terdengar nyaring, pertanda bahwa mereka sudah sampai pada tujuan dan bersamaan dengan itu, pintu lift terbuka perlahan. Tangan kecil Dayoung terangkat mencari jemari Eun Kyo, namun matanya tak lepas dari Ae Rin yang masih mengajaknya bicara, senyumannya masih mengembang saat Ae Rin masih mencoba mengajaknya bercanda. Saat pintu lift terbuka, Hyukjae nampak berdiri di depan pintu lift, ingin masuk tapi mengurungkannya.

“Omo! Dayoungie~ya… Selamat pagi…”

Tangan Hyukjae meraih tangan kanan Dayoung, dan anak itu tidak menolak, “Bagaimana Ae Rin~a? Apa kami pantas menjadi orang tuanya?” Hyukjae mengedipkan mata kanannya pada Ae Rin. Ae Rin membalasnya dengan cibiran.

“Tidak pantas sama sekali!” ujar Ae Rin sambil berlalu, tapi beberapa langkah ia berjalan, ia kembali dan menarik tangan Dayoung.

“Kalian silakan bercinta, Dayoung bersamaku.”

Ae Rin mengangkat tubuh kecil Dayoung dan membawanya berlari meninggalkan Hyukjae dan Eun Kyo. Kikikan kecil terdengar dari mulut Dayoung saat Ae Rin membawanya lari. Eun Kyo hanya menggelengkan kepalanya.

“Eoh, tadi… wanita itu kemari.” Ujar Hyukjae. Eun Kyo menoleh, wanita siapa yang dimaksud Hyukjae, Eun Kyo tidak mengerti.

“Wanita?”

“Wanita, maksudku, Yeon Su.” ujar Hyukjae pelan saat mengatakan ‘Yeon Su’. takut Eun Kyo tersinggung dan marah.

“Ah… aku bertemu dengannya di depan gedung.” Jawab Eun Kyo santai sabil berjalan.

“Jinjja? Kau bertemu dengannya?” pekik Hyukjae terkejut. Dia mengikuti langkah Eun Kyo, tak jadi turun ke bawah mengambil tas pakaian gantinya yang lupa ia bawa di mobil.

“Eum.” Jawab Eun Kyo singkat.

“Kau tidak khawatir? Atau cemas? Atau takut?” tanya Hyukjae lagi.

Eun Kyo berhenti tepat di depan pintu, berbalik dengan cepat hingga membuat Hyukjae tersentak dan menghentikan langkahnya, jarak mereka hanya beberapa centi saja saling berhadapan. Eun Kyo mendongakkan kepalanya lalu berkata, “Untuk apa aku takut? Memangnya dia siapa?” tanya Eun Kyo balik sambil menatap mata Hyukjae. Lelaki itu tidak bergeming.

“Aku kira, dia, dia…” rasa gugupnya kini berubah menjadi seringaian. “Jadi kau tidak masalah? Saat mantan kekasih suamimu datang menemuinya?” tanya Hyukjae sambil mendekatkan wajahnya.

“Ani, tidak masalah.” Jawab Eun Kyo membalas.

“Ehem.” Hyukjae berdehem, menetralkan suaranya ynag sempat tercekat karena terkejut mendengar jawaban Eun Kyo. “Kalau begitu, jika ada masalah..” Hyukjae semakin mendekat hingga mulutnya tepat di telinga Eun Kyo, “Datang padaku.” Ujarnya, setelah itu dia tertawa dan kembali masuk ke dalam ruang latihan, lupa untuk turun ke parkiran mengambil barangnya.

Beberapa detik Eun Kyo masih terpaku, memikirkan perkataan Hyukjae barusan, bukan tentang ajakannya, tapi saat Hyukjae mengatakan tidak masalah jika mantan kekasih suami datang menemuinya, dari adegan yang ia lihat di halaman tadi, bukan sebuah pertemuan yang wajar. Yeon Su sedikit terlihat kacau, dan Jung Soo mencoba menenangkannya. Ada sedikit rasa cemburu menyentil hatinya. Meski posisinya sekarang adalah istri sah dari Park Jung Soo, tapi tetap saja, dialah yang telah membuat Yeon Su seperti itu, kehilangan kendali. Dan Eun Kyo sama sekali tidak bisa menyalahkan wanita itu, kecuali saat dikerjai Jung Soo beberapa saat lalu.

“Aku lupa, harus kebawah.” Hyukjae kembali keluar dan menggaruk kepalanya, malu. “Kau membuatku sedikit… mabuk.” Goda Hyukjae. Eun Kyo hanya menjulurkan lidahnya dan masuk ke dalam ruangan.

Saat Eun Kyo baru menjejakkan kaki di dalam ruangan, Donghae langsung menarik tangannya, “Temani aku meeting dengan pihak KMB.” Ujar Donghae sambil menyeret Eun Kyo.

“Eoh? Meeting?” tanya Eun Kyo.

“Ne, meeting.” Ujar Donghaemenegaskan.

“Tapi, bajuku?”

Donghae melirik Eun Kyo yang mengenakan celana berbahan jeans yang tipis, berwarna biru gelap, dipadu kaos putih di dalamnya dan blazer biru lembut  membalut badannya. Rambutnya terikat setengah rapi seperti biasa.

“Kau hanya perlu membuang ini.” Donghae menarik ikat rambut di kepala Eun Kyo dan membuangnya sembarangan, lalu menarik Eun Kyo keluar ruangan.

“Tapi Dayoung?” tanya Eun Kyo lagi. Donghae menoleh ke belakang.

“Ada Ae Rin, tenang saja.” jawab Donghae ketika melihat Dayoung ditemani Ae Rin dan Kyuhyun, dan Sungmin serta Ryeowook menemaninya bermain.

“Yang mengawasi mereka latihan?” tanya Eun Kyo lagi.

“15 menit lagi Yesung Hyung datang. “jawab Donghae sambil terus menarik Eun Kyo keluar. Mau tidak mau Eun Kyo menuruti dan mengikuti langkah Donghae meski sedikit tidak yakin, karena harus meninggalkan Dayoung sendirian.

***

Dayoung nampak senang saat Ae Rin membawanya ke sebuah taman bermain di dekat taman bacaan gratisnya. Dia bisa menjaga perpustakaan gratisnya, serta mengawasi Dayoung yang bermain perosotan yang penuh dengan bola putih dan biru di bawahnya. Sesekali anak itu melambai pada Ae Rin yang duduk di depan rumah pintarnya tersebut.

“Jangan jauh-jauh Dayoungie~ya..” teriak Ae Rin.

“Ne, Onnie.” Jawab Dayoung.

Tempatnya bermain hanya beberapa meter dari tempat Ae Rin mengawasinya. Selama Dayoung asik bermain, Ae Rin memesan makanan delivery untuk mengganjal perutnya dan Dayoung nanti siang. Tapi baru saja ia mengangkat gagang telponnya, sebuah suara mengejutkannya.

“Aku bawa makanan untukmu dan Dayoung.”

Ae Rin tak jadi memencet nomor jasa pengantar sebuah restoran. Tanpa menolehpun ia tahu itu milik siapa suara itu. Ia menghela nafas sebelum berbalik.

“Makanan anak-anak beda dengan kita.”

“Aku tau, punya Dayoung tidak pedas.” Jawab Kyuhyun. Ia meletakkan bungkusan yang ada di tangannya ke ata smeja.

“Baiklah kalau kau sudah tau.” Ujar Ae Rin sambil melirik apa yang dibawa Kyuhyun.

Ada nasi, Sop Kimchi dan ayam bumbu pedas. Ae Rin sangat menyukai makanan pedas. Dan Kyuhyun membedakan makanan Dayoung, dengan porsi anak-anak dan pastinya rasanya tidak akan sedahsyat punya Ae Rin. Kyuhyun meminta Ryeowook yang menyiapkannya.

“Bekal makannya saja belum dimakan oleh Dayoung.” Ae Rin membuka tas kecil yang sejak tadi dibawa Dayoung. Hanya burger saja yang anak itu makan. Yang lainnya tak tersentuh. Ae Rin berjalan keluar, lalu berteriak memanggil Dayoung, “Dayoungie~ya, ayo makan sayang.”

Dayoung menoleh dan menghentikan aktifitasnya yang sedang menaburi bole-bola kecil itu pada seorang anak kecil.

“Ne.” Jawabnya sambil keluar dari arena.

Dayoung berlari kecil menuju Ae Rin dan Kyuhyun. Sepertinya anak itu sudah lelah bermain, hingga sekarang saat disuruh makan ia menurut saja. Dayoung langsung mengambil duduk di depan Kyuhyun yang sedang menyiapkan makanannya.

“Cha… Kau suka?” Kyuhyun menyuap sesendok makanan ke mulut Dayoung. Mulut gadis kecil itu penuh dengan makanan, dan ia mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Ia menyapu mulutnya yang terdapat sisa makanan.

“Eum, aku siapkan minum.”

Ae Rin membawa sebotol minuman berukuran satu liter dari dalam lemari es dan tiga buah gelas lalu ia menuangkannya di tiap-tiap gelas.

“Kau sudah memberitahu Noona kau membawa Dayoung?”

“Ani, aku rasa dia pasti sibuk.” Jawab Ae Rin.

Selain subuk, ia juga sebenarnya enggan untuk mengembalikan Dayoung pada Eun Kyo. Ini adalah sebuah kesempatan, saat Eun Kyo ada meeting. Jika ia memberitahunya, ia yakin, Dayoung tidak akan diijinkan berlama-lama bersamanya.

Dua jam setelah mereka latihan, Yesung membubarkan mereka dengan alasan mereka sudah cukup pandai dan tidak perlu latihan lagi. Maka dari itu, untuk menghabiskan waktu, Ae Rin membawa Dayoung bermain di taman bacaannya.

Kyuhyun menyuapi Dayoung sesendok demi sesendok, anak itu terlihat lahap dalam tiap suapan, mulutnya menggembung menampung makanan. Ae Rin memperhatikannya dengan menopang dagunya dengan kedua tangannya.

“Aku kira kau tidak suka anak kecil” ujar Ae Rin sambil memandangi Dayoung yang menyandarkan tubuhnya di kursi sambil mengunyah makanannya di dalam mulut.

“Tidak juga.” Jawab Kyuhyun dingin.

“Apa kau rasa Onnie sudah pantas punya anak? Eoh? Bagaimana menurutmu? Tentang di pulau Jeju itu? Aish! Oppa, kurang semangat!” gerutu Ae Rin sambil menarik kotak makanannya. Membukanya lalu melahapnya.

“Belum pantas.” Jawab Kyuhyun, “Dan kenapa kau mengungkit lagi masalah itu? Bukannya kau kemarin cemas setengah mati mendengarnya?” ledek Kyuhyun. Mengingat wajah Ae Rin yang tegang dan terlihat cemas waktu.

“Yak!” teriak Ae Rin. “Akhu hanha cemhas…” Ae Rin tidak melanjutkan perkataannya dan memilih mengunyah makanannya hingga habis. “Aku hanya, aku sebenarnya penasaran apa yang mereka lakukan.” Jawab Ae Rin sambil tersenyum. Dia mengurut dada setelah berhasil meloloskan makanan ke dalam kerongkongannya.

“Aish! Kau ini, sejak kapan jadi mesum seperti itu.” Kyuhyun memberikan suapan terakhirnya pada Dayoung dan tersenyum padanya. “Anak pintar..” ujar Kyuhyun sambi memandangi Dayoung. Menatap anak itu dengan tatapa yang berbeda. Dayoung juga memberikan senyuman termanisnya pada Kyuhyun. “Nanti saat kau pulang, bilang pada Eun Kyo Ahjumma, aku yang menyuapimu sampai habis.” Lanjutnya sambil mencubit pipi Dayoung.

Ae Rin yang melihat hal itu, membiarkan makanan dalam mulutnya, masuk ke dalam kerongkaongan tanpa di kunyah. Baru kali ini ia melihat Kyuhyun bertingkah manis seperti ini. Menatap anak itu  dengan perasaan, dan mencubitnya sambil tersenyum, bukan hanya itu, Kyuhyun juga bicara manis. Ini sungguh sesuatu yang langka yang belum pernah Ae Rin temui sebelumnya, sepanjang perjalanan hubungan pertemanannya dengan Kyuhyun.

“Kenapa memandangku seperti itu?”

Tanpa Ae Rin sadari, Kyuhyun sudah mengalihkan matanya dari Dayoung. Anak itupun sudah beranjak dari duduknya dan kini ada didepan deretan buku dongeng yang tersusun rapi di rak buku milik Ae Rin. Kyuhyun menyuruhnya untuk mengambil sebuah buku dongeng, dan setelah itu dia harus tidur siang.

“Eoh? Uhuk! Uhuk, uhuk.”

Ae Rin yang terkejut tiba-tiba bertemu mata denga Kyuhyun terbatuk dan tersedak. Ia mengurut dadanya sambil mencoba menelan makanannya. Kyuhyun segera mengambilkan minum dan menyerahkannya pada Ae Rin.

“Aigoo, aish! Dimana kau membeli makanan ini? Eoh? Pedas sekali tidak seperti biasanya, uhuk, uhuk.” Ujar Ae Rin mencoba menenangkan dirinya dengan  menyalahkan makanan.

“Eoh? Seperti biasa, di tempat Ryeowook.” Jawab Kyuhyun bingung. “Dia bahkan bilang, itu masih kurang pedas dari porsi pedasmu biasa.” Ujarnya lagi.

“Eoh? Begitu?” tanya Ae Rin mengaduk makanannya. “Tapi kenapa makanannya terasa sangat…” Ia memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sambil mengalihkan wajahnya ke samping, merutuki dirinya sendiri yang terlihat bodoh. “Pedas.” Lanjutnya.

“Ah, mengenai Onnie, Dayoung lebih pantas jadi anakku kan?” Ae Rin mengalihkan pembicaraan. “Onnie dan Oppa terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, mana mungkin bisa memiliki anak.” Lanjut Ae Rin.

“Aku tidak ingin membicarakan itu.” Kyuhyun bangkit dan menuju pintu keluar.

“Mau kemana kau?” tanya Ae Rin. Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“Bukannya kau biasanya tidak senang aku disini? Eoh?” balas Kyuhyun bertanya.

“Eoh! Itu, maksudku, bukannya kau ingin membacakan Dayoung dongeng?” tanya Ae Rin lagi. Dia semakin salah tingkah.

“Aku akan membacakannya di taman. Dayoungie~ya, ayo ikuti aku. Sudah selesai memilih?” tanya Kyuhyun pada Dayoung. Dayoung menoleh dan menarik sebuah buku dari raknya, lalu berlari  kearah Kyuhyun.

“Setelah ini aku antar kau pulang ketempat Ahjumma, ne?” Kyuhyun menarik tangan Dayoung.

“Ani, ani, ani.” Ae Rin berteriak sambil berlari. Makanannya ia tinggalkan begitu saja saat mendengar Dayoung akan diantar pulang.

“Biarkan dia tidur disini saja, aku punya kamar.” Ujar Ae Rin.

“Kau mau dibilang menculiknya?”

“Bukannya Onnie tau Dayoung bersamaku?” tanya Ae Rin berkilah. Kyuhyun berhenti dan menoleh pada Ae Rin.

“Terserahmu saja.” jawab Kyuhyun tidak peduli.

Hari ini Kyuhyun bisa terkendali. Tak ada kejahilan pada Ae Rin selama ia datang kesini, tak ada umpatan ynag bisa membuat Ae Rin emosi. Dia benar-benar tenang.

Ae Rin mengikuti mereka dengan menjajari langkah Dayoung.

“Kau tidak menghabiskan makananmu?” tanya Kyuhyun.

“Terlalu pedas.” Jawab Ae Rin beralasan. Dia kenyang seketika saat melihat Kyuhyun menatap Dayoung seperti tadi. Merasa menemukan sisi lain dari Kyuhyun, dan ia tidak ingin melewatkan itu. itu kejadian langka. Dan rasa penasaran sudah memenuhi lambungnya hingga rasa lapar itu menguap begitu saja. Ia terus berjalan mengikuti Kyuhyun yang akhirnya duduk di bangku taman, diikuti Dayoung. Ae Rin semakin penasaran, bagaimana Kyuhyun jika sedang membacakan dongeng untuk anak-anak. Tanpa sadar kini Ae Rin tersenyum.

“Kenapa tersenyum? Kau ini aneh sekali.” Kyuhyun mulai meledek Ae Rin lagi. “Tersenyum sendiri seperti orang gila.” Ujar Kyuhyun dingin dan menusuk.

“Yak! Aku bukan gila!” teriak Ae Rin.

“Itu, berteriak keras seperti orang gila.” Ujar Kyuhyun lagi. ingin sekali Ae Rin menginjak kaki lelaki itu, namun ia tahan, karena ada Dayoung.

“Cha, Dayoung~ah, jangan dekat-dekat dengannya, dia suka mengamuk.” Bisik Kyuhyun di telinga Dayoung. Tapi Ae Rin bisa mendengarnya dengan jelas.

“Yak!” protes Ae Rin.

“Ayo kita pindah saja, disini berisik.” Kyuhyun mengajak Dayoung untuk pindah duduk, dan Dayoung mengikutinya dengan patuh.

“Baru sebentar dia bertingkah aneh, sekarang kembali lagi, dasar menyebalkan!” omel Ae Rin sambil berbalik meninggalkan mereka. Tapi saat sampai di depan pintu ia langsung memutar arah, berbalik kembali menyusul Dayoung dan Kyuhyun.

“Aku tidak akan membiarkan anak polos dipengaruhi oleh lekaki menyebalkan seperti itu!” lanjut Ae Rin sepanjang jalan menyusul Dayoung. “Enak saja, aku yang membawanya kenapa harus dia yang bersamanya.” Ae Rin menggerutu. “Aku tidak terima!” lanjutnya menggebu-gebu.

***

Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Eun Kyo tiba di halaman rumahnya diantar oleh Donghae, pulang dari meeting mereka. Penampilannya tidak serapi pagi tadi. Sekarang blazernya sudah tidak berada di tubuhnya lagi. Ia menjulurkan tangannya ke jok belakang meraih tasnya, namun tidak berhasil. Donghe yang turun terlebih dahulu membuka pintu belakang mobilnya dan mengambilkan tas Eun Kyo. Eun Kyo bernafas lega. Ia tidak terlalu konsen saat rapat tadi, entah kenapa ia merasa bosan, padahal itu membicarakan tentang kontrak mereka selanjutnya.

“Ayo, ini sudah malam.” Ujar Daonghae saat membukakan pintu untuk Eun Kyo. ia turun dari mobil Daonghae sambil memijit kepalanya.

“Apa Dayoung sudah pulang?”

“Kelihatannya belum, suamimu juga belum pulang kan?”

Bersamaan dengan pertanyaan Donghae, sebuah lampu menyorot mereka. Eun Kyo menutup wajahnya untuk menghalau silau yang ditimbulkan cahaya itu. Deru mobil terdengar, samar ia melihat sebuah mobil berhenti di halaman mereka. Setelah lampu sorot mobil itu padam, barulah Eun Kyo bisa memastikan, bahwa itu memang benar Jung Soo.

“Dayoung~ah, kau sudah makan?” tanya Eun Kyo saat Jung Soo keluar dari mobilnya menenteng tas.

“Eoh? Dayoung?” tanya Jung Soo terkejut.

Ia juga tak kalah sibuk hari ini, setelah mengantar Yeon Su pulang dan membujuknya. Ia langsung menghadiri rapat tentang beberapa permasalahn kontrak artis yang dibawah manajemennya. Jung Soo juga harus menuju ke sebuah hotel begitu rapat itu selesai, menghadiri pertemuan dan ia menjadi pembicara disana.

“Dia denganmu kan Oppa? Kau menjemputnya di tempat latihan seperti biasa kau menjemputku? Eoh?”

“Ani.” Jawab Jung Soo polos. “Aku padat jadwal hari ini, meeting dan jadi pembicara di sebuah pertemuan.” Lanjut Jung Soo.

Eun Kyo berubah pucat seketika. Jika tidak bersama Jung Soo, lalu anak itu bersama siapa? Eun Kyo mulai panik. “Kita harus mencari Dayoung.” Ujar Eun Kyo menepuk lengan Jung Soo

“Wae? Ada apa ini?” Jung Soo terlihat bingung. Dan Eun Kyo tidak menjawab, dia berlari keluar halaman, dan tidak menyadari bahwa Dayoung bukan hilang dirumah.

“Aku sudah bilang padamu Donghae~ya! Au berat meninggalkan anak itu, tapi kau terus memaksaku!” ujar Eun Kyo putus asa setelah berlari tak tentu arah di sekitar rumah mereka. Donghae dan Jung Soo saling berpandangan. Mereka memijit kepala mereka masing-masing saat melihat Eun Kyo panik.

Sudah satu jam mereka mencari, kembali ke tempat latihan dan semuanya sudah pulang saat meeka sampai disana. Tanpa mereka tau, ruangan itu kosong sejak siang tadi. Eun Kyo membisu, tak bicara sepatah katapun saat Jung Soo memutar balik mobilnya menuju rumah, begitu juga dengan Donghae yang mengikuti mereka.

“Mungkin Halmeoni menjemputnya.” Ujar Jung Soo mencoba menenangkan. “Perlu kubuktikan? Aku akan menelpon Eomma.” Ujar Jung Soo lagi.

“Ani, jika Dayoung tidak disana? Bagaimana? Nanti mereka panik.” Cegah Eun Kyo. Jung Soo tak jadi menelpon Eommanya.

“Lalu? Menunggunya di rumah saja? menunggu orang yang membawanya mengembalikannya?” tany Jung Soo.

“Molla, molla, molla! Semua ini salahku.” Ujar Eun Kyo menyalahkan dirinya sendiri. ia tidak menyadari dan benar-benar lupa kalau tadi pagi ia menitipkan Dayoung pada Ae Rin. Karena terlalu kalut dan bingung, juga bercampur lelah.

“Bagaimana kalau kau hubungi teman-temanmu? Kyuhyun? Ryeowook? Atau Sungmin? Ae Rin?” Jung Soo masih membiarkan Eun Kyo duduk di mobil, dan Donghae berdiri di depan  jendela Eun Kyo. Mereka sudah kembali ke rumah.

“AE RIN!” pekik Eun Kyo. ia buru-buru merogoh  tasnya dan mengambil ponselnya dan menghubungi Ae Rin.

Nada sambung terus mengalun. Tapi tak kunjung diangkat pemiliknya. Eun Kyo semakin kesal. Ia yain Dayoung bersama Ae Rin saat ini, dan ini sudah pukul sembilan malam, dia harus mengembalikan anak itu padanya.

“Aish tidak diangakat.” Eun Kyo mencoba menghubungi Ae Rin sekali lagi, tapi samar ia mendengar nada dering yang semakin lama semakin terdengar jelas. Eun Kyo melongokkan kepalanya di jendela, dan ia menemukan Ae Rin, Dayoung dan Kyuhyun sudah ada di halaman rumahnya, berdiri di belakang mobilnya.

“Yak! Kenapa tidak diangkat?!” teriak Eun Kyo marah. Ae Rin langsung menutup telinganya. “Kau!” teriak Eun Kyo sambil mendekat pada gadis itu namun ditahan oleh Jung Soo.

“Ayo sayang, masuk. Ini sudah malam.” Ae Rin menepuk punggung Dayoung dan anak itu mulai melangkah, namun mukanya masih bingung melihat wajah tegang Eun Kyo.

“Ahjumma, aku dapat ini.” Ujar Dayoung terbata, mengacungkan sebuah buku dongeng pemberian Ae Rin. Ia tau Eun Kyo sedang marah, meski bukan marah padanya, tapi tetap saja, anak-anak takut melihat seseorang marah. Dan yang dilakukan Dayoung adalah berusaha untuk mengalihkan perhatian Eun Kyo. Eun Kyo berjongkok.

“Ne, ayo masuk, ini sudah malam. Kau sudah mandi?” tanya Eun Kyo. Ia membawa Dayoung masuk sementara yang lain tetap bertahan.

“Eum, aku sudah mandi.”

“Anak pintar.”

“Hihihihihihihi.”

Percakapan Eun Kyo dan Dayoung samar terdengar hingga mereka berdua menghilang di balik pintu. Ini memang sudah lumayan larut dan Dayoung sudah waktunya tidur.

“Kau tidak memberitahunya?” tanya Kyuhyun dingin pada Ae Rin.

“A, aku.. aku..”

“Gwaenchana. Yang penting anak itu baik-bai saja.” Jung Soo menengahi sebelum Kyuhyun dan Ae Rin mulai berdebat lagi seperti biasa. Kyuhyun menatap Ae Rin tajam, sementara Ae Rin cemberut tidak ingin disalahkan.

“Kau juga, saat aku mengajak membawanya pulang, kau bilang, sebentar lagi, sebentar lagi. Jadi bukan sepenuhnya salahku!” Ae Rin mulai tidak terima dengan tatapan Kyuhyun yang seolah menyalahkannya. “Aku lupa, karena terlalu asik.” Bela Ae Rin.

“Tapi aku sudah menyuruhmu menghubunginya!” Kyuhyun mulai tidak bisa santai, karena ia tau seperti apa jika Eun Kyo sedang panik.

“Lalu kenapa bukan kau saja yang mengubunginya! Eoh?! Bukankah kau juga sama posisinya sepertiku? Kenapa menyalahkanku!” balas Ae Rin.

Gadis itu mundur beberapa langkah lalu berjalan cepat meninggalkan halaman rumah Eun Kyo. Jung Soo dan Donghae tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka berdua menatap Kyuhyun penuh arti.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Kyuhyun.

“Aku rasa ada yang harus kau lakukan.” Jawab Donghae. “Arasseo, Dayoung sudah kembali. Aku harus pulang, aku sangat lelah.” Ujar Donghae. “Dan kau, Kyuhyun~a, ada tugas yang mesti kau selesaikan malam ini.” Ujar Donghae lalu masuk ke dalam mobil.

Kyuhyun terdiam, tak beranjak sedikitpun. Dia dan Jung Soo saling bertatapan, lalu akhirnya Jung Soo melemparkan senyumnya.

“Shit!” ujar Kyuhyun sambil berlari keluar halaman. Namun belum sempai ia melewati pagar, Ae Rin kembali dan berjalan tak kalah cepat dari langkah Kyuhyun yang ingin menyusulnya. Membuat Kyuhyun terhenti dan terpaku saat Ae Rin berlalu di hadapannya.

Ae Rin terus berjalan melewati Kyuhyun dan Jung Soo, lalu masuk kedalam rumah. Saat ia masuk ke dalam umah, saat itu Eun Kyo tepat  sedang keluar dan menutup pintu kamarnya.

“Onnie, maafkanku.” Ujar Ae Rin. Eun Kyo hanya diam saja. “Maafkan aku tidak memberitahumu.”

“Aku hampir saja melaporkanmu.” Ujar Eun Kyo. berjalan menuju dapur dan menyeduh coklat hangat.

Kyuhyun dan Jung Soo masuk ke dalam rumah dan memperhatikan apa yang dilakukan Ae Rin dan Eun Kyo yang sedang menyesap minuman hangat mereka di dapur.

“Aku mau mandi. Kau tunggu saja disini.” Ujar Jung Soo meninggalkan Kyuhyun yang duduk di ruang tamu.

“Bermain dengan anak itu. Bahkan semalam kau membawanya pulang sebelum kami sempat berbicara banyak.” Ujar Ae Rin. Rasa bersalah itu memang ada, tapi baginya setimpal dengan waktunya bersama gadis cantik menggemaskan itu.

“Memangnya dia bicara banyak?”

“Tentu saja. Dia bahkan bicara lebih menyukaiku daripada dirimu.”

“Yang benar saja. Itu pasti bohong.” Ujar Eun Kyo.

“Ani, aku tidak berbohong. Dia bilang kau terlihat menakutkan saat marah.”

Eun Kyo terdiam. Dia mulai berpikir, kapan ia pernah memarahi anak itu. Terdiam lama, dan mendapatkan jawaban setelah kejadian susu formula kembali berkelebat di dalam benaknya. Eun Kyo tersenyum.

“Kalau itu salahkan Jung Soo saja.” ujar Eun Kyo. “Kau tidak pulang? Ini sudah malam. Dan sepertinya ada yang sudah tidak sabar ingin pulang.” Eun Kyo melirik Kyuhyun yang terlihat bosan di ruang tamu.
“Dayoung mana?”

“Dia sudah tidur!” jawab Eun Kyo ketus. “Dan kau juga harus pulang.” Eun Kyo mendorong Ae Rin menuju Kyuhyun lalu mendorongnya. “Bawa dia pulang dengan selamat.” Ujar Eun Kyo. Saat Eun Kyo mendoronganya, Ae Rin terhuyung dan jatuh tepat diatas Kyuhyun.

“Onnie, memangnya aku barang!” ia bangkit dan merapikan bajunya, sementara Kyuhyun meringis. Dadanya sempat tersikut Ae Rin.

“Keluar dari rumahku sekarang juga.” Eun Kyo menarik lengan baju Kyuhyun dan menyuruhnya bangkit, begitu juga Ae Rin, tak luput dari pengusiran Eun Kyo. Ia menyeret kedua orang itu hingga ke pintu dan menyuruh mereka pulang. Kyuhyun terlihat tidak terima, tapi saat Eun Kyo menutup pintu itu dengan keras, mereka berdua tau memang inilah saat yang tepat untuk pulang, setelah seharian lelah menemani Dayoung bermain. Membacakan dongeng, menyuapinya makan, hingga menemaninya berlarian di taman.

Eun Kyo membuka pintu kamarnya bertepatan dengan keluarnya Jung Soo dari kamar mandi. Dia hanya terdiam di ambang pintu memandangi Jung Soo yang hanya mengenakan handuk melilit di pinggangnya. Dia ragu untuk melangkah, bingung harus melakukan apa saat menghadapi keadaan kaku seperti ini. Mata mereka sempat saling menatap beberapa detik, namun setelah itu Eun Kyo mengalihkan pandangannya kearah Dayoung dan Jung Soo berjalan menuju lemari.

Tak ada kata. Jung Soo sudah terlalu lelah untuk memulai pembicaraan. Sejak tadi siang ia sudah banyak bicara dihadapan para peserta pelatihan. Lagipula hampir selalu dia yang mencairkan suasana jika Eun Kyo tiba-tiba berubah tegang. Untuk kali ini ia akan membiarkannya. Ia mengambil piyama putih lalu memakainya dan mengggantung handuknya. Berbalik dan menemukan Eun Kyo masih duduk di tepi tempat tidur.

“Tidak mandi?” Jung Soo mendekat dan merapikan rambut Eun Kyo yang sudah tidak beraturan. Karena ia sempat mengacak kecil rambutnya saat merasa kehilangan Dayoung tadi.

“Sebentar lagi.” jawab Eun Kyo bangkit. Tapi Jung Soo tidak ingin beranjak dari tempatnya, hingga kini tubuhnya dan Eun Kyo saling berhadapan, dan sangat dekat. “Minggir, aku mau mandi.” Eun Kyo mendorong tubuh Jung Soo. tapi Jung Soo menolak. “Wae?” tanya Eun Kyo dengan nanda menantang. Ia menghela nafas setelahnya.

Ketika Eun Kyo sudah menghela nafas berat seperti tadi, Jung Soo tau wanita itu tidak ingin dibantah. Dia mundur beberapa langkah dan membiarkan Eun Kyo masuk ke dalam kamar mandi.

Bunyi gemericik air berpadu dengan suara gayung yang bertemu dengan air terdengar dari dalam kamar mandi. Beberapa menit suara itu terdengar, akhirnya berhenti. Dan Eun Kyo keluar dari kamar mandi sudah mengenakan piyamanya, lengkap. Handuk di bahunya dan tangannya sibuk mengeringkan rambutnya. Ia berjalan kearah cermin dan duduk, lalu menyisir rambutnya, dan sebentar mengeringkannya dengan hair dryer. Jung Soo memandanginya dengan intens, dia sudah mengambil posisinya di tempat tidur.

“Mereka sudah pulang?” tanya Jung Soo berbasa-basi.

“Eum, aku mengusir mereka.” Jawab Eun Kyo. Ia berbalik dan menyingkap selimut, lalu meletakkan tubuhnya di dalamnya.

Malam ini mereka tidur dengan tenang. Membawa lelah di tubuh mereka masing-masing. Berharap bangun keesokan harinya dengan segar. Eun Kyo mengecup dahi Dayoung terlebih dahulu sebelum memejamkan matanya. Ucapan ‘Jalja’ pun terdengar manis keluar dari mulutnya. Menyebabkan Jung Soo sempat ternganga, lalu tersenyum dan memejamkan mata setelah menjawab ucapan selamat tidur Eun Kyo.

***

“Onnie, hari ini ulang tahun Donghae Oppa.” Bisik Ae Rin.

Eun Kyo berbalik saat mendengar perkataan Ae Rin. Ia sempat linglung karena ia lupa hari ini adalah hari ulang tahun lelaki lajang yang sering menghabiskan waktu bersamanya beberapa tahun terakhir, sebelum ia memutuskan menikah tentunya.

“Jinjja? Aku lupa!” pekik Eun Kyo hati-hati. Takut Donghae mendengarnya. Dan benar saja, Donghae sempat melirik Ae Rin dan Eun Kyo dengan wajah bingung.

“Onnie..”

Ae Rin menarik lengan Eun Kyo menjauh dari orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. hari menjelang malam, dan mereka bersiap-siap untuk pulang. Meski tidak ada kegiatan, mereka tetap berkumpul disana, untuk sekedar berbagi cerita, bertukar masalah disela-sela latihan mereka.

“Wae…” tanya Eun Kyo melepaskan tangan Ae Rin setelah merasa jauh dari mereka.

“Onnie, bagaimana kalau kita mengerjainya tengah malam nanti? Eoh?” ajak Ae Rin.

“Tengah malam? Aku tidak bisa tengah malam Ae Rin~a…’

“Ah, aku lupa!” Ae Rin menepuk jidatnya. “Kau sudah punya suami.” Sambungnya. “Ah, bagaimana kalau jam 8 malam saja? kita pesan makanan ke apartemennya, lalu memberitahu yang lainnya dan kita pesta di apartemennya. Bukannya dia tidak pernah membawa kita ke apartemennya selama beberapa tahun ini? Hanya mengatakan alamatnya saja, tanpa pernah memberikan kesempatan pada kita untuk berkunjung, menyebalkan sekali! Aku penasaran dengan isi apartemennya Onnie, eotte?”

Tawaran Ae Rin membuat Eun Kyo tertarik. Mereka memang belum pernah ke apartemen sebelumnya. Saat mereka ini mampir, Donghae selalu beralasan tidak ada di tempat, atau sedang sibuk, atau sengaja berdiam diri di ruang latihan hingga larut malam. Hal itu, membuat Eun Kyo bertanya-tanya, seperti apa Donghae jika tidak sedang di tempat latihan bersama mereka. Bukan hanya Eun Kyo, Ae Rin bahkan yang lainnya punya rasa penasaran yang lebih besar dibandingkan Eun Kyo. Karena terkadang Eun Kyo terlihat cuek dari mereka.

“Boleh juga, tapi kita ke toko pakaian sebentar.” Ujar Eun Kyo, ia menarik Ae Rin.

“Onnie, tasku masih didalam. Aku ambil sebentar.” Ujar Ae Rin berlari kembali ke dalam.

Satu jam berlalu mereka berputar keluar masuk toko. Mencari yang mereka inginkan, tapi tidak tau apa yang diinginkan. Eun Kyo memang payah dalam memilih kado untuk ulang tahun. Ae Rin juga ikut pusing dibuatnya. Ini adalah toko kesepeluh yang mereka tinggalkan dan kembali berjalan, menuju toko yang lainnya di daerah Myeongdeong.

“Onnie, sebenarnya kau ingin membeli apa?” tanya Ae Rin putus asa. Kakinya sudah terlalu lelah untuk melangkah. Dia sudah membeli sebuah kacamata hitam sebagai kado ulang tahun.

“Molla, aku juga tidak tau.” Jawab Eun Kyo sambil berjalan.

“Kita bahkan belum memesan makanan.” Ujar Ae Rin lemas.

“Ok, sebentar lagi. Kau telpon makanan delivery dan beritahu yang lain.” Ujar Eun Kyo. ia kembali masuk ke dalam sebuah toko baju dan sepatu dan beberapa perlengkapan untuk lelaki.

“Aku bingung harus membeli apa.” Ujar Eun Kyo sambil memilah baju-baju yang tergantung disana. Saat melihat sebuah topi Eun Kyo langsung terhenti. Ia langsung memutuskan untuk membeli topi itu dan membungkusnya tanpa pikir panjang lagi. Ketimbang harus diliputi ragu lagi, ia langsung bergegas menghentikan taksi setelah keluar dari toko. Dan Ae Rin sempat mendengus kesal.

Setelah sampai di tempat tujuan, sebuah gedung apartemen mewah bertingkat. Yang disinyalir adalah tempat tinggal Donghae selama ini, meski mereka ragu, karena tidak  pernah memastikan sebelumnya. Eun Kyo berjalan menuju meja tempat satpam berjaga.

“Annyeong haseyo. Boleh kami bertanya?” tanya Eun Kyo.

“Ah, ne.” Jawab lelaki tegap, yang tingginya mengalahkan Donghae, orang yang mereka cari itu.

“Apa benar disini tinggal seorang yang bernama Lee Donghae?” tanya Eun Kyo lagi setelah Satpam penjaga itu terlihat ramah, meski berwajah tegas.

“Lee Donghae…” orang itu nampak mengingat-ingat. “Ah, Lee Donghae. Ada di lantai 12 apartemen no. 13.” Jawab lelaki itu. setelah mendapatkan jawabna akhirnya mereka berpamitan dan menuju lift lalu menekan angka 12.

Selama dalam perjalanan menuju lantai 12, Eun Kyo dan Ae Rin tidak bicara sepatah katapun. Dada mereka bergemuruh menahan degupan jantung. Mengenai tempat tinggal Donghae, sudah bisa dipastikan. Tapi mengenai ada atau tidaknya Donghae ditempat itu yang membuat mereka cemas. Jika Donghae tidaka ada, siapa yang akan membayar tagihan makanan yang mereka pesan untuk porsi 15 orang? Untuk uang, mungkin tidak masalah. Tapi untuk makanannya? Siapa yang akan menghabiskannya?

Ting!

Suara lift terdengar nyaring dan pintu terbuka. Eun Kyo dan Ae Rin keluar dari lift lalu celingak-celinguk memutuskan kearah mana mereka mulai melangkah.

“Onnie, 9.” Eun Kyo menunjuk sebuah angka yang tergantung di salah satu pintu apartemen. “10..” lanjut Ae Rin sambil berjalan.

Beberapa langkah mereka akhirnya sampai di depan apartemen nomor 13. Eun Kyo dan Ae Rin menarik nafas dalam sebelum memencet bel.

“Onnie, kira-kira dia ada di rumah?”

“Molla, kita coba saja.”

Akhirnya Eun Kyo memberanikan diri untuk mengarahkan telunjuk kanannya pada sebuah tombol dan memencetnya.

TEEEETTT

Eun Kyo lalu menekannya dua kali hingga tiga kali, dengan cepat. Lalu menunggu balasannya setelah memencet tiga kali. Mereka berdua saling berpandangan. Saat Eun Kyo ingin menekan tombol itu kembali. Suara pintu dibuka mengejutkan mereka. Eun Kyo dan Ae Rin terpana sesaat. Melihat memang Donghae yang membukakan pintu.

Donghae tidak kalah terkejut. Bola matanya membesar saat melihat dua orang wanita yang dilihatnya setiap hari itu kini ada dihadapannya. Di depan apartemennya. Ia terpaku dan tidak mempersilakan mereka masuk karena tidak menyangka kedua wanita itu akan menyambanginya di rumah. Dan ini bukan waktu yang wajar untuk bertamu. Apalagi untuk seorang gadis seperti Ae Rin, terlebih lagi wanita bersuami seperti Eun Kyo. waktu menunjukkan pukul 21.18 KST.

“Annyeong.. Donghae~ya.” Sapa Eun Kyo sambil melambaikan tangan kanannya, Ae Rin mengikutinya. Mereka terlihat kaku.

Donghae tidak menjawab. Dia memperhatikan Eun Kyo dan Ae Rin dari ujung kaki hingga kepala. Pakaian yang mereka kenakan tidak berubah, sama seperti saat mereka berpamitan pulang tadi.

“Kalian tidak pulang?” tanya Donghae heran saat matanya kini sampai ke wajah Eun Kyo. ia berganti menatap Ae Rin yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, sekarang Ae Rin melepaskan kemejanya, jadi ia hanya mengenakan kaos polos biru.

“Kau tidak mempersilakan kami masuk? Donghae~ya?’ balas Eun Kyo bertanya.

“Ah, ne. Silakan masuk.” Donghae beranjak dari tempatnya berdiri. Ae Rin dan Eun Kyo buru-buru masuk sebelum Donghae berubah pikiran dan menyuruh mereka pulang.

“Ada apa malam-malam kesini?” tanya Donghae menggiring mereka ke ruang tamunya lalu mempersilakan mereka duduk.

“Ani, hanya ingin bertamu saja.” jawab Ae Rin.

Donghae berjalan ke dapur, lalu kembali dengan beberapa minuman kaleng dan meletakkannya diatas meja. Baru saja Donghae ingin meletakkan pantatnya keatas sofa, bel apartemennya kembali berbunyi. Dia sempat melirik Eun Kyo dan Ae Rin sebelum menuju pintu depan, yang dibalas dengan senyuman oleh mereka.

“Chaaaaa kami datang…” ujar Hyukjae ribut.

Hyukjae datang bersama Kyuhyun, Sungmin, juga Ryeowook. Akhirnya lengkap formasi mereka. Tanpa dipersilakan, mereka langsung menghambur bergabung bersama Ae rin dan Eun Kyo di ruang tamu. Donghae terdiam sejenak, ia mencium aroma tidak beres dengan datangnya seluruh teman-temannya ke tempat tinggalnya. Lalu saat hendak berbalik, bel kembali berbunyi.

“Aish! Siapa lgi.” Gerutu Dongahe sambil membuka pintu. Saat pintu terbuka, dihadapannya berdiri seorang lelaki mengenakan seragam sebuah restoran terkenal dan membungkukkan badan.

“Lee Donghae~ssi?” tanya lelaki itu.

“Ah, ye. Benar.” Jawab Donghae bingung.

“Ah, kalau begitu mau diletakkan dimana pesanan Anda ini?” lelaki itu terlihat kesusahan membawakan beberapa kotak makanan yang lumayan banyak.

“Ah, ye. Pesanan?” tanya Donghae, ia sempat melirik teman-temannya yang berpura-pura tidak tau. Jika sikap mereka seperti itu, ia tau itu ulah teman-temannya. “Di dalam.” Jawab Donghae. Lelaki itu meletakkan kota-kotak itu diatas meja. Lalu berjalan kearah Donghae yangmasih berdiri di depan pintu.

“Dan ini tagihannya.” Ujarnya sambil menyerahkan sebuah kertas. Donghae tercengang melihat total pembayaran yang tertulis disana. Donghae mengeluarkan dompet dari saku celananya dan menarik beberapa uang dari dalam sana. Ia berjalan ke dalam apartemen setelah lelaki pengantar makanan itu pergi.

“Jangan sentuh makanan itu sebelum kalian mengatakan siapa yang memesan makanan itu?!”

Suara Donghae terdengar datar, namun ada nada dingin dan emosi disana. Semuanya terdiam, dan Ae Rin yang sudah besiap ingin melahap menghentikan tangannya. Semua saling berpandangan.

“Katakan atau makanan itu aku buang.” Dongahe berjalan mendekati mereka da bersiap mengambil makanan yang baru saja ia bayar.

“Yak! Jangan!” cegah Ae Rin saat Donghae menyentuh makanan itu. ia sudah terlalu lapar dan letih menemani Eun Kyo berjalan sepanjang pertokoan di Myeongdeong yang ternyata barang yang ia beli hanya sebuah topi.

“Katakan!” teriak Donghae, kali ini sedikit keras dan ia memandangi teman-temannya satu persatu.

Mereka terlihat tegang dan tahu bahwa sekarang Donghae sedang marah. Lalu akhirnya Eun Kyo dan Ae Rin mengangkat tangannya dan mengacungkan jari tengah dan telunjuknya membentuk angka ‘V’.

“Saengil cukkhae Lee Donghae.” Jar Eun Kyo pelan, penuh rasa bersalah.

“Aku sangat lapar dan memesan makanan, lalu kita berpesta.” Ujar Ae Rin menimpali.

“Aku membawakan kado untukmu.” Eun Kyo menyodorkan sebuah bungkusan pada Donghae.

“Aku juga.” Ujar Ae Rin.

Donghae berkacak pinggang dan tidak tahu harus berkata apa. Ia beberapa kali membuang mukanya dan menghela nafas menahan amarahnya. Ia tidak suka orang lain mengganggunya saat berada di tempat tinggalnya.

“Hufh! Kali ini aku maafkan. Tapi lain kali tidak akan. Bukan masalah duitnya, aku bisa mentraktir kalian tiap hari. Tapi bukannya ini waktu istirahat? Eoh?” ujar Donghae panjang lebar.

“Kau sudah punya kekasih?” tanya Ae Rin penasaran. Gadis ini selalu penasaran tentang kekasih teman-temannya, dan tidak jarang dijadikan pendengar saat Sungmin sedang dalam masalah.

“Kau menunggu seseorang?” tanya Eun Kyo.

Belum sempat Donghae menjawab, bel untuk keempat kalinya berbunyi. Semua langsung menutup mulutnya. Menerka-nerka siapa yang akan datang. mungkinkah kekasih Donghae?

“Kekasihnya?” tanya Hyukjae.

“Aku tidak pernah melihatnya bersama seorang gadis.” Jawab Sungmin.

“Aku juga.” Jawab Ryeowook.

“Hey Min Yeon mana?” tanya Eun Kyo.

“Dia sering dinas malam akhir-akhir ini.” Jawab Sungmin.

Percakapan itu mereka lontarkan untuk mengusir rasa penasaran tentang orang yang memencet bel barusan. Kyuhyun terdiam saat Donghae membuka pintu. Untuk kedua kalinya ia harus merogoh dompetnya. Dan membawa membawa beberapa botol wine.

“Kalau ini bisa dipastikan siapa yang memesannya.” Ujar Donghae sambil menatap Kyuhyun. Orang yang dimaksud hanya diam dan tersenyum tanpa rasa bersalah.

“Aku tidak terlalu suka alkohol. Jadi kau boleh membawanya pulang jika tidak bisa menghabiskan ini Kyuhyun~a..” ujar Donghae.

Satu jam pesta mereka berlalu. Kyuhyun nampak asik menikmati tetesan demi tetesan anggur merah pesanannya. Makanan mereka hampir habis, dan Donghae menyetel beberapa lagu ciptaannya sendiri di audio miliknya. Bel kembali berbunyi. Donghae dengan cepat menuju pintu, dan menyisakan kebingungan di benak mereka lagi. mereka tidak merasa memesan apapun lagi, atau menunggu siapapun. Lalu siapakah yang datang? Semua mata tertuju kearah pintu. Eun Kyo yang sedikit mabuk karena mencicipi minuman kegemaran Kyuhyun, ikut melongok.

“Masuk Hyung.” Ujar Donghae.

Tiba-tiba saja seseorang bergabung bersama mereka, bukan hanya satu tapi tiga sekaligus. Park Jung Soo dan Yeon Su yang menempel di lengan Jung Soo, juga Kibum. Eun Kyo sempat meliriknya, lalu menenggak secangkir wine lagi.

“Aku yang menyuruhnya kemari.” Ujar Donghae. “Bergabung.” Lanjutnya. “Lagipula siapa yang akan mengantar Eun Kyo jika sedang mabuk?” ujar Donghae yang melirik Eun Kyo sudah menenggak gelas ketiganya.

“Fuh, fuh fuh.” Ae Rin mengipasi lidahnya saat memasukkan makanan kedalam mulutnya. “Air, aku mau air.” Ujar Ae Rin. Kyuhyun memberikannya segelas air, dan Ae Rin langsung meminumnya tanpa berpikir lagi, apa yang sudah diberikan Kyuhyun. Saat minuman itu habis, Ae Rin langsung terdiam. Dia langsung cegukan dan menjulurkan lidahnya.

“Yak! Apa yang kau berikan?” tanya Ae Rin. Ia merasa pusing. Dan Kyuhyun tersenyum jahil dihadapannya. Ae Rin melanjutkan makannya dan merasa kepalanya kian lama kian sakit.

“Kau gila! Anak ini tidak bisa minum alkohol!” omel Ryeowook yang mengganti gelas Ae Rin dengan gelas anggurnya, hingga Ae Rin kembali menenggak minuman memabukkan itu.

Tak berapa lama, kedua wanita yang ada dalam pesta itu mulai meracau. Eun Kyo sudah mabuk dan bersandar di punggung Hyukjae sambil tersenyum dan memejamkan matanya. Disebelahnya, Ae Rin tersandar disofa tak berdaya. Dan Kyuhyun merasa sangat puas sudah membuat Ae Rin mabuk.

“Hanya begitu sudah mabuk.” Ujar Kyuhyun mengejek. Dan Ae Rin sama sekali tidak tau kalimat itu adalah sebuah ejekan, dan dia malah tertawa kearah Kyuhyun.

“Dia tidak pernah minum anggur sebelumnya!” ujar Donghae marah.

“Hanya dua gelas saja!” Kyuhyun tidak terima disalahkan.

“Onnie~ya.. kau tau? Hek!” Ae Rin menunjuk Eun Kyo. Eun Kyo bangkit dari punggung Hyukjae dan menunggu kelanjutan dari kalimat Ae Rin. Sementara Jung Soo memandanginya dengan seksama. Yeon Su nampak begitu senang saat melihat Eun Kyo tak berdaya. Dan pikirnya, Eun Kyo tidak sesuci perkiraannya.

“Suaramu waktu itu.. Hek! Kau.. bagaimana kau melakukannya?! Eoh? Hek! Kau tau?! Teriakanmu terdengar sampai kamarku. Hek! Hahahahahaha.” Ae Rin tertawa nyaring. Tak pernah ia tertawa seperti itu sebelumnya, hingga membuat orang yang mengenalnya tercengang.

“Suara teriakan apa?” tanya Yeon Su penasaran.

“Suara… suara…” Ae Rin mencoba mencari arah suara yang bertanya padanya. Yang lainnya ingin menghentikan ucapan Ae Rin tapi tidak bisa. “Tentu saja suara teriakan nikmat Eun Kyo Onnie dan Jung Soo Oppa bercinta. Hehehehehehe.” Racau Ae Rin.

Yeon Su langsung meradang. Ia memandangi Jung Soo. Dan Jung Soo sangat acuh padanya. Dia berpikir otak bagaimana cara menghentikan kalimat selanjutnya dari mulut Ae Rin. Karena yang tau tragedi di pulau Jeju hanya Kyuhyun da Ae Rin. Yeon Su langsung menyambar botol anggur dan menenggaknya.

“Onnie~ya..”

“Eum..” jawab Eun Kyo.

“Biarkan Dayoung bersamaku. Hek!” Ujar Ae Rin.

“Ah, tidak bisa!” jawab Eun Kyo lantang sambil mengayunkan tangannya hingga hampir terjatuh. Hyukjae menahannya dengan gesit, mendahului Jung Soo.

“Kau kan bisa membuatnya sendiri. hek! Jadi biarkan dia bersamaku.”

“Ani, tidak bisa… hek! Kalau kau mau kau kawin saja, lalu punya anak.” Jawab Eun Kyo sambil tertawa. Menertawakan Ae Rin yang hingga saat ini belum pernah pacaran.

“Menikah? Menikah? Menikah? Hahahahahahha.” Tubuh Ae Rin kini menimpa lengan Kyuhyun. “Menikah dan mempunyai suami… aku mau. Hek! Aku ingin suami yang pengertian dan taat beribadah, hek!” Ae Rin mengacau. Dan yang lainnya hanya membiarkan sekaligus menjawab rasa penasaran mereka, bagaimana Ae Rin sesungguhnya.

“Aku ingin yang bisa mengerti aku.. dan… selalu memberi morning kiss setiap hari.”

Setelah Ae Rin selesai mengatakan hal itu, memang membuat rasa penasaran mereka sirna, namun ada hal yang membuat jantung mereka semua seakan berhenti. Saat bibir Ae Rin mendarat tepat di bibir Eun Kyo. Beberapa detik mereka, Ae Rin dan Eun Kyo, tidak menyadari apa yang telah mereka lakukan. Ae Rin menarik wajahnya dan mengelap bibirnya.

“Seperti itu.” ujarnya lagi.

“Hyung, aku rasa kau perlu bawa istrimu pulang sekarang juga.” Ujar Donghae setelah melihat ciuman Eun Kyo dan Ae Rin. Jung Soo masih terdiam, dia merasa bingung ketika melihat Eun Kyo berciuman dengan orang lain. Dulu saat melihat Kyuhyun menciumnya, memang merasa terkejut. Tapi kali ini, dia terkejut dan merasa linglung.

“Hyung.” Ujar Donghae lagi menyadarkan lamunan Jung Soo.

“Kibum~a. Kau membawa mobil?” tanya Donghae.

“Ani. Aku pakai taksi.” Ujar Kibum.

“Kalau begitu kau yang menyetir. Sekarang antarkan Noona-mu pulang.” Donghae menarik Kibum membuatnya beranjak. Dia juga menarik Eun Kyo dan menyerahkannya pada Jung Soo. tanpa ba bi bu lagi Jung Soo memapah Eun Kyo keluar dari apartemen Donghae.

“Dan kau Cho Kyuhyun! Kau ynag membuatnya mabuk, kau yang harus mengantarnya dan menjelaskannya pada orang tuanya!” uja Donghae.

“Kenapa harus aku? Kau kan yang punya pesta!” protes Kyuhyun.

“Aku tidak mau tau, dan kau harus mengantarnya pulang sekarang juga. Ini sudah larut!” Donghae menarik Kyuhyun. Mau tidak mau Kyuhyun membawa Ae Rin pulang.

Tinggal Sungmin, Ryeowook, Hyukjae juga Yeon Su yang belum pulang. Donghae memandangi mereka satu persatu dengan tajam.

“OK, yeorobeun. Pesta sudah selesai dan silakan kalian pulang.” Ujar Donghae.

Mereka bangkit satu persatu dan berpamitan. Sungmin, Ryeowook juga Hyukjae kini telah pulang. Tinggal Yeon Su yang masih tidak beranjak satu inchipun dari duduknya. Ia memandangi makanan yang sudah tak berbentuk lagi di hadapannya.

“Kenapa harus seperti ini?”

Airmatanya perlahan menyeruak keluar. Yeon Su menangis, hingga terisak dan tidak bisa menyembunyikan suara tangisnya.

“Aku antar kau pulang.” Donghae menarik lengan Yeon Su.

“Shireo! Kenapa aku yang harus ditinggalakn! Bahkan di pesta tidak berguna seperti ini!” teriak Yeon Su, ia mulai mengamuk, namun Donghae membiarkannya.

“Kau sudah mabuk.” Ujar Donghae sambil mencoba menarik Yeon Su bangkit.

“Ani, ani, ani. Aku tidak mabuk.” Jawab Yeon Su sambil menengadah. Kini airmatanya menganak sungai. “Apa salahku?” tanyanya pada Donghae. Seolah Donghae yang telah menudingnya melakukan kesalahan. “Apa salahku? “ ulangnya lagi. Donghae tidak suka melihat orang menangis. Terlebih lagi seorang wanita, meski wanita yang tidak disukainya sekalipun.

“Ayo aku antar pulang. Pesta sudah berakhir.” Donghae menarik paksa Yeon Su.

“Lepaskan aku! Lepaskan aku!”

“Kau mabuk!” teriak Donghae.

“Ani, aku tidak mabuk!” Yeon Su memukul-mukul Donghae. “Apa salahku! Katakan apa salahku…” suara Yeon Su terdengar sangat ptutus asa. “Dia meninggalkanku, dan pulang bersama wanita itu. kau  kau dengar tadi?” Yeon Su menarik wajah Dongahe agar menatapnya, meski sejak tadi Donghae hanya memperhatikannya. “Kau dengar Ae Rin mengatakan mereka susah bercinta?! Eoh? Wae? Wae?!” kembali dada Donghae dihujani Yeon Su dengan pukulan ringan. “Dia bahkan selalu menolakku saat aku mengajaknya bercinta!!” teriak Yeon Su nyaring. “Dia menolakku dan melakukannya dengan wanita itu!” lanjut Yeon Su. ia suda menggeloyor ke lantai. Menangis.

Donghae merasa iba. Ia menarik Yeon Su dan mengangkatnya ke kamarnya. Lalu membawanya ke kamar mandi. Memberikan handuk dan baju ganti pada Yeon Su.

***

Kibum mengendarai mobil milik Jung Soo dan di belakangnya Eun Kyo terlihat sedang mabuk berat. Sesekali wanita itu meracau dan tertawa nyaring. Jung Soo yang berada disampingnya tak bisa berbuat apa-apa. Meski sering mendapati Yeon Su yang sedang mabuk, tapi pada saat menghadapi istrinya sendiri, ia seperti mati kutu. Sesekali Jung Soo mencegah Eun Kyo yang ingin cepat keluar dari mobil.

“Apa kita sudah sampai? Eoh? Aku ingin tidur.” Racau Eun Kyo dengan mencoba membuka pintu. “Dayoungie~ya… aku pulang… hek!” ujarnya lagi. jung Soo menariknya lalu mendekap tubuh Eun Kyo yang melunglai.

“Kita belum sampai, sebentar lagi.” bisik Jung Soo.

Eun Kyo menolehkan kepalanya menatap Jung Soo, memejamkan matanya lalu memicingkannya, mencoba memfokuskan penglihatannya. Tapi  sekuat apapun ia mencoba, tetap saja Jung Soo seperti bayangan yang mengabur dimatanya. Ia menggelengkan kepalanya.

“Oppa, Oppa… Jung Soo Oppa…” ia menunjuka dada Eun Kyo. “Wanita itu… Wanita itu… Hek! Ah, ahahahaha.” Eun Kyo tertawa kecil dan hampir terjatuh saat ia membungkukkan badannya. “Kim Yeon Su, dia menyebalkan sekali!” teriak Eun Kyo sambil mencoba melepaskan pelukan Jung Soo.

“Aish! Kenapa kau jadi mabuk seperti ini? Eoh? Kalau aku tidak datang, bagaimana denganmu? Eoh? Mabuk bersama dengan pria!” gerutu Jung Soo.

“Itu sebabnya Donghae menghubungimu, Hyung. Tapi saat kita datang, Noona masih biak-baik saja.” ujar Kibum ikut bicara.

“Appa… Appa… Appa… Bogoshippeo.” ujar Eun Kyolirih terdengar pilu. Ia bersandar di bahu Jung Soo dan terlihat sudah tenang.

Jung Soo merangkulnya dan menepuk bahunya mencoba menenangkan Eun Kyo. ia tau saat sedang mabuk, seseorang memang terlihat kacau dan meracau. Tapi biasanya itu adalah perkataan terjujur yang keluar dari dalam hatinya.

“Donghae, Lee Donghae…” panggil Eun Kyo.

Jung Soo yang mendengarnya tak bisa berkata apa-apa. Kibum bahkan sempat mendongak ke belakang, memastikan itu benar suara Eun Kyo. Dan tidak ada wanita lain di dalam mobil mereka, hanya Eun Kyo.

“Lee Donghae… Jangan pernah menonggalkanku.” Ujarnya lagi sambil memeluk Jung Soo. “Aku, meski aku tidak mencintaimu, tetaplah disampingku.” Eun Kyo semakin erat memeluk Jung Soo dan Jung Soo semakin membeku. Ia pikir Eun Kyo salah mengiranya, ia bukan Donghae.

“Eiy.. Pabo~ya! Harusnya aku menyukai Donghae saja, dan hidupku tidak akan serumit ini jika itu terjadi.” Eun Kyo memukul kepalanya sendiri dan dicegah oleh Jung Soo.

“Jung Soo.. Park Jung Soo…” Eun Kyo memijit kepalanya. “Kenapa selalu dia yang ada di dalam kepalaku? Eoh? Sepertinya aku harus mengeluarkan isi kepalaku dan membasuhnya.”  Ia kembali memukul kepalanya dengan kedua tangannya . Menggoyangnya seolah ingin mengeluarkan seluruh isi kepalanya.

Jung Soo menarik kedua tangan Eun Kyo dan kembali mencoba memeluk Eun Kyo. dia sudah kewalahan membungkam mulut Eun Kyo yang terus berceloteh, biarlah ia melakukannya. Jika sudah lelah, pasti akan berhenti. Kibum tersenyum sambil menyetir mobil.

Eun Kyo kembali tenang, ia melepaskan tangan Jung Soo dan menyelipkannya dipinggang lelaki itu lalu mendekapnya. Membenamkan wajahnya di dada milik Jung Soo. Beberapa detik ia tenang, namun setelahnya ia mendongak, kembali menatap Jung Soo, dan kali ini tatapannya sedikit lebih fokus, ia bisa melihat wajah Jung Soo dengan jelas. Perlahan Eun Kyo mendekatkan wajahnya, ia semakin merapat.

Jung Soo yang awalnya ragu setelah melihat sebuah sinyal dari tatapan Eun Kyo juga mencoba mendekatkan wajahnya pada Eun Kyo perlahan, sangat pelan. Hingga akhirnya bibir mereka saling bertemu dalam sebuah kecupan. Beberapa detik hanya dia dalam posisi bibir menempel, akhirnya Eun Kyo melepaskannya dan merapikan rambutnya. Tapi sesaat kemudian, Jung Soo menarik dagunya dan kembali mengarahkan wajahnya hingga bibirnya kembali mendarat di bibri Eun Kyo. satu kali kecupan mereka lakukan.

Dua kali

Tiga kali

Hingga kecupan itu semakin intens dan terdengar jelas. Tangan Eun Kyo beralih ke leher Jung Soo dan meremas rambutnya. Posisi mereka kini saling berhadapan. Jung Soo mendesak Eun Kyo ke pintu mobil. Tangannya kini tak tinggal diam. Tangan kirinya memegangi tengkuk Eun Kyo agar ciuman mereka tidak terlepas. Bibir bawah dan atas Eun Kyo dilumatnya bergantian. Nafas mulai memburu, dan tangan kanannya kini mulai berani menggerayangi dada Eun Kyo. Suasana di dalam mobil berubah menjadi panas.

Kibum hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kegiatan saudaranya sendiri dan saudara iparnya bercumbu di dalam mobil. Ia menghentikan mobil ketika sampai di halaman rumah Jung Soo. ia berbalik ke belakang dan mendapati posisi Jung Soo kini sudah menindih Eun Kyo.

“Hyung, sudah sampai.” Ujar Kibum.

Eun Kyo yang mendengar suara Kibum langsung mendorong Jung Soo dan membuka matanya yang semula terpejam. Menggigit bibirnya dan menyembunyikan wajahnya dengan berpaling kearah jok. Ia tidak habis pikir mengapa posisi mereka tiba-tiba menjadi mengenaskan seperti ini. Ia merutuki dirinya sendiri yang tidak sadar telah melakukan sesuatu hal yang bodoh. Mereka hampir saja bercinta di dalam mobil karena saat Kibum menghentikan aktifitasnya tadi ia sudah berhasil melepaskan belt yang melilit di pinggang Jung Soo. Meski ia masih setengah mabuk, tapi ia bisa memfokuskan pikirannya saat Kibum mengejutkannya tadi. Setelah itu kepalanya kembali berputar.

“Lanjutkan dikamar saja. “ ujar Kibum. “Atau ingin melakukannya disini? Silakan, aku masuk kalau begitu.” Kibum menutup pintu mobil dan Eun Kyo serta Jung Soo bergegas membenahi pakaian mereka. Tangan Jung Soo awalnya berada di underwaer Eun Kyo yang siap ia tarik. Tapi kini ia harus melepaskannya. Dan keluar dari mobil.

“Aku tidur disini, boleh?” pinta Kibum.

Jung Ahjumma keluar dari kamar milik Eun kyo dan Jung Soo. Melihat Eun Kyo berjalan sempoyongan sambil memegang kepala, ia membantu Jung Soo memapahnya.

“Dayoung sudah tidur, sejak tadi terus mencari Eun Kyo hingga akhirnya tertidur.”

“Bawa dia ke kamar sebelah saja Ahjumma. Biar kau yang tidur dengan Dayoung.” Ujar Kibum.

Perkataan Kibum dibenarkan oleh Jung Soo. kakinya berbelok membawa Eun Kyo ke kamar yang dulu ditempatinya. Jung Soo keluar setelah meletakkan tubuh Eun Kyo diatas tempat tidur.

Jung Ahjumma membersihkan tubuh Eun Kyo dan mengganti pakaiannya. Menyeka tubuhnya yang berbau alkohol. Karena ia tidak bisa memandikan Eun Kyo, jadi ia memilih untukmengelap tubuh Eun Kyo dengan air dingin lalu air hangat. Dan beberapa kali di bagian wajah hingga benar-benar bersih.

“Kau tidur dimana?” tanya JunGS oo.

“Aku bisa tidur di sofa ,algipula beberapa jam lagi Ahjussi akan emnjemputku kemari.” Kibum menaruh bantal di ujung sofa lalu merebahkan tubuhnya.

“Kalian perlu sesuatu?” tanya Jung Ahjumma yang keluar dari kamar Eun Kyo dan menawari mereka sesuatu untuk sekesar menemani percakapan mereka.

“Ani, tidak perlu Ahjumma, kami sudah kenyang, pulang dari pesta. Lagipula, Hyung akan ke kamarnya sebentar lagi. apa Noona sudah tidur?” tanya Kibum.

“Ia sudah tidur, aku sudah mengganti bajunya.” Jawab Jung Ahjumma.

“Hyung, kalu begitu tunggu apalagi? Aku mau tidur.” Kibum membelakangi Jung Soo. mau tidak mau Jung Soo bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Tapi sebelum masuk, dia dihentikan oleh perkataan Kibum.

“Dia mencintaimu, sejak dulu.” Ujar Kibum yang membuatnya membeku beberapa detik lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar.

***

Kyuhyun memarkir mobilnya di depan sebuah gang. Ia turun dari mobil dan membuka pintu untuk Ae Rin. Gadis itu meracau sepanjang jalan. Ada secuil rasa penyesalan dalam dada Kyuhyun saat melihat Ae Rin tidak berdaya seperti itu. Bahkan mengangkat kepalanya saja tidak bisa. Ia meletakkan kepalanya di paha Kyuhyun sepanjang jalan dan meracau tentang hal-hal ynag tidak masuk akal. Mengumpat dan tertawa tidak karuan, untung saja badannya tidak bergerak, hanya mulutnya saja yang tidak mau diam, jika tidak Kyuhyun bisa kewalahan menangani Ae Rin sambil menyetir mobil.

“Ayo, aku antar kau pulang.” Kyuhyun menarik kaki Ae Rin lalu menarik tangannya. Gadis itu susah sekali diajak berdiri. Ia masih meracau.

“Dayoungie~ya… ayo sini, kita main lagi, eoh?” Ae Rin melambaikan tangannya, seolah Dayoung ada di hadapannya. “Bermain bersamaku lebih menyenangkan daripada kau harus merecoki Ahjummamu… Eoh?” ujarnya lagi lalu setelah itu tersenyum.

Kyuhyun memapah tubuhnya dan mulai melangkah membawa Ae Rin. Ia membekap mulut Ae Rin yang berceloteh nyaring  agar tidak membangunkan tetangga yang sudah terlelap tidur. Tapi Ae Rin melepaskan tangan Kyuhyun, lalu kembali meracau.

“Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri.” Ae Rin mencoba melepaskan tangan Kyuhyun yang merangkulnya dan Kyuhyun membiarkannya. Tanpa ia duga, gadis itu bukannya berjalan menuju rumahnya tapi malah berjalan menuju keluar gangnya.

“Kau terlalu mabuk.” Kyuhyun menangkap Ae Rin yang hampir saja ingin berlari. “Aigoo. Ayo pulang!” bentaknya membuat Ae Rin berhenti melangkah.

“Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun…” Ae Rin menunjuk-nunjuk dada Kyuhyun dengan jari telunjuknya. “Kau memang hebat, tapi kau sangat menyebalkan!” Diinjaknya kaki Kyuhyun dengan keras hingga membuat Kyuhyun mengaduh.

“AW! Yaish! Gadis ini!”

“Ani, ani. Aku tidak mabuk. Hahahahaha. Aku bisa berjalan lurus, aku bisa berjalan lurus!” ia mencoba menolak tangan  Kyuhyun yang ingin menarik pinggangnya dari belakang.

“Arasseo, arasseo. Berjalan lurus. Tapi arahnya kesini.” Kyuhyun memutar tubuh Ae Rin 1800. Berbalik menuju jalan kearah rumahnya.

“Arasseo. Hihihihihi.” Ae Rin cekikikan dan memulai langkahnya dan ia hampir terjatuh. “Coba lihat aku, coba lihat aku, yak! Cho Kyuhyun.” Teriak Ae Rin.

“Ne, aku disini, melihatmu.”

“Coba perhatikan baik-baik…” Ae Rin menolehkan kepalanya memastikan Kyuhyun melihatnya berjalan lurus untuk membuktikan bahwa dia tidak sedang mabuk.

“Kiri.. Kanan..”

Ia melangkahkan kakinya dengan perlahan, membuat langkah tegak lurus. Kyuhyun memperhatikannya, bukan memprhatikan langkah seperti yang Ae Rin inginkan, tetapi ia bersiaga membuat gadis itu tetap berdiri dan tidak terjatuh.

“Kiri…”

“Kanan..”

Ae Rin terus mengabsen kakinya yang melangkah, kiri dan kanan bergantian. Kyuhyun tersenyum melihatnya. Tapi matanya juga tidak lepas dari keseimbangan tubuh Ae Rin. Saat tubuh gadis itu mulai oleng, ia berlari kecil ingin menangkapnya tapi dicegah oleh Ae Rin.

“Ani, ani. Tidak perlu, aku bisa sendiri. he..” Ae Rin menyengir.

“Kiri, kanan, kiri, kanan.”

Tanpa terasa mereka berdua sudah hampir sampai ke depan pagar rumah Ae Rin. Kyuhyun berjalan mendahului Ae Rin dan membukakan pagar untuk gadis itu.

“Sudah sampai.” Ujar Kyuhyun. Ia berniat untuk mengantar Ae Rin hingga ke depan pintu rumah namun Ae Rin mencegahnya.

“Ani, disini saja.” jawab Ae Rin sambil melambaikan tangannya. Ia tersenyum. Senyuman polos yang belum pernah Kyuhyun lihat sebelumnya.

Sejenak lelaki itu terdiam. Memandangi garis senyuman tulus dari Ae Rin. Yang meski mata gadis itu tidak menatapnya, tapi saat melihat lengkungan itu, ia seolah berbicara.

“Arasseo. Apa aku tidak perlu menjelaskan sesuatu pada orang tuamu?” tanya Kyuhyun. “Kau baik-baik saja pulang dalam keadaan seperti ini?”

“Ani. Aku baik-baik saja.” jawab Ae Rin. “Aku tidak mabuk. No No No No. Sama sekali tidak.” Ae Rin menggoyangkan telunjuknya kearah Kyuhyun dan kembali tersenyum.

“Baiklah kalau begitu sampai disini saja. Aku pulang.” Ujar Kyuhyun. Tapi kakinya tidak beranjak sedikitpin dari tempat itu.

“Ne, Annyeong..” Ae Rin melambaikan tangannya. Beberapa kali sambil tersenyum lalu menggeleng.

“Ne, Annyeong.” Balas Kyuhyun. Melihat Ae Rin tak juga beranjak, jiwa usilnya kembali bangkit. Ia masih berdiam diri.

“Wae? Kenapa tidak pulang?” tanya Ae Rin sambil memicingkan matanya, ia maju tiga langkah dan berhadapan dengan Kyuhyun.

“Ciuman selamat tinggal?” Kyuhyun menagih ciuman selamat tinggal pada Ae Rin, membuat gadis itu mengerutkan dahinya.

“Ciuman selamat tinggal? Eoh? Apa kita pernah melakukannya sebelumnya?” tanya Ae Rin  ragu. Seingatnya ia tidak pernah melakukan itu. pada siapaun.

“Eum.” Kyuhyun mengarahkan telunjuknya pada bibirnya dan tersenyum.

Beberapa detik kemudian tanpa Kyuhyun duga, Ae Rin berjingkit dan menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun. Sesaat Kyuhyun tertegun, ia tidak mengira candaanya ditanggapi serius oleh Ae Rin dan ia benar-benar melakukannya. Dadanya seketika merasa kosong dan aliran darahnya seolah berhenti beberapa detik. Lalu setelah itu mengalir tak terkendali memenuhi rongga dadanya tanpa ampun, membuat ia kelimpungan memperhankan posisi berdirinya. Kyuhyun menjadi linglung dengan posisi membiarkan lengannya dijadikan tumpuan oleh Ae Rin untuk berjingkit meraih bibirnya.

Saat Ae Rin ingin mengembalikan posisidan meloggarkan pegangannya pada lengan Kyuhyun, lelaki itu masih terpaku. Ia merasa kosong dan terisi berkali-kali. Rasa yang belum pernah ia rasakan sebelum, bergetar hebat, bahkan saat ia mencium Eun Kyo dihadapan ratusan orang. Sensasinya tidak seperti tempelan bibir Ae Rin. Ae Rin sudah berbalik dan menepuk dada Kyuhyun dua kali untuk menyuruhnya pergi, tapi Kyuhyun tidak bergeming. Matanya masih melotot terkejut. Mungin karena Ae Rin yang memulainya, bukan dirinya seperti yang ia lakukan pada Eun Kyo, itu makanya ia merasa berbeda.

“Aku harus membuktikannya.”

Saat Ae Rin berjalan beberapa langkah meninggalkannya, ia menarik kembali lengan Ae Rin dan membalik tubuhnya itu, lalu menunduk dan menarik dagu Ae Rin bersamaan. Kembali meraih bibir itu lagi. Kali ini tidak seperti yang Ae Rin lakukan. Begitu bibir itu saling menempel, Kyuhyun dengan cepat menggerakkan bibrnya di bibir Ae Rin. Membuat gadis itu terbelalak dan tidak bisa mengantisipasi.

Bau alkohol dan rasa pahit bercampur di mulut Ae Rin yang sebelumnya ditenggak olehnya. Kyuhyun tidak peduli, yang ia pedulikan adalah apa kira-kira yang membuat ciuman tadi terasa berbeda. Kyuhyun mendorong tubuh Ae Rin hingga menempel dipagar dan mendesak tubuh kecil itu. Kecupan itu kini berubah menjadi lumatan yang disertai dengan deru nafas dari Kyuhyun. Ia tidak bisa menghentikannya sebelum menemukan jawaban itu. Kyuhyun terus melumat bibir Ae Rin dengan intens dan sekuat tenaga menahan tangannya sendiri agar tidak menggerayangi tubuh kecil yang tidak mengerti apa-apa itu dibawah pengaruh alkohol.

Meski Ae Rin tidak melakukan perlawanan, tapi desakan Kyuhyun pada tubuhnya membuat dadanya sesak dan paru-parunya meronta meminta suplay oksigen yang sejak tadi tidak dibiarkan Kyuhyun untuk masuk. Ae Rin memukul pelan dada Kyuhyun dan ia benar-benar tidak berdaya. Entah karena kurang oksigen atau terpengaruh sensasi nikmat yang ditimbulkan oleh ciuman  itu, Ae Rin merasa tubuhnya mulai lemas dan hampir terjatuh, jika tidak dengan sigap Kyuhyun menangkap lengannya. Ia sudah terkapar di jalanan. Dan sangat memalukan ambruk karena sebuah ciuman, Ae Rin mengerahlan kekuatan yang masih tersisa untuk mempertahankan posisinya.

Bibir mereka masih bertaut, saling mengecap dan melumat mencari sebuah jawaban. Mencari penyebab sensasi nikmat dari sebuah ciuman adalah sebuah kecerobohan, karena semakin dicari, sensasi itu semakin menggila dan tak akan pernah ada jawaban. Semakin diburu ia akan semakin menjerumuskan.

“Ehem, sudah selesai?”

Sebuah suara membuat mata sepasang manusia berlawanan jenis yang tidak mempunyai hubungan itu terbuka bersamaan. Saling mendorong tubuh masing-masing dan melepaskan bibir mereka. Kyuhyun berpaling sejenak untuk menghapus air liur yang ada disekitar bibirnya. Ae Rin menunduk.

“Annyeong, Ahjumma.” Sapa Kyuhyun pada wanita setengah baya yang kini ada dihadapannya. Yang sejak tadi memperhatikan ciuman mereka tanpa mereka berdua sadari. Keadaan menjadi kaku.

“Aku, aku ingin mengantarkan Ae Rin. Kami… kami baru saja pulang.” Ujar Kyuhyun gugup. Ini bahkan lebih mendebarkan dari pertunjukan pertama yang ia mainkan.

“Eum, aku tau. Ini sudah malam.” Ujar wanita itu.

“Eomma…” ujar Ae Rin.

“Siapa namamu anak muda? Apa hubunganmu dengan anakku?” ujar wanita yang disebut ‘Eomma’ oleh Ae Rin.

Kyuhyun menghela nafas sebelum menjawab, “Annyeong, Cho Kyuhyun imnida.” Ia membungkuk hormat.

“Ne? Cho Guyun?” ulang Eomma Ae Rin.

“Ani, Cho Kyu Hyun.” Jawab Kyuhyun dengan lebih jelas.

“Ah, ne. Kau kekasih Ae Rin?” tanyanya lagi.

“Ne?” Balas Kyuhyun dengan bingung.

“Eomma, kau ini apa-apaan. Kyuhyun~a, kau pulang saja.” Ae Rin menarik tubuh Eommanya dan membawanya masuk.

“Yak! Yak! Aku perlu bicara dengannya! Kau ini, aigoo… bagaimana mungkin bisa pulang selarut ini? Eoh? Kau mabuk? Hah? Omo! Kau bau alkohol!” Eomma Ae Rin menutup hidungnya ketika bau alkohol memasuki hidungnya.

“Ah, Ahjumma, maaf, aku mengembalikan putrimu dalam keadaan seperti itu. Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi baru dua gelas ia sudah mabuk seperti itu.” ujar Kyuhyun menjelaskan. “Tapi sungguh, kami, kami, kami tidak melakukan lebih dari yang kami lakukan tadi. Aku bersumpah, itu pertama kalinya.” Ujar Kyuhyun. Ia terkejut dengan ucapaannya sendiri. Seolah menjadi seperti seorang tersangka yang sedang berhadapan dengan Hakim, meski Sang Hakim belum memutuskan tapi ia merasa berhak menjelaskan segalanya dan meyakinkan Sang Hakim bahwa mereka tidak bersalah.

“Kalian berpacaran?”

“Ani, ani, dia hanya temanku.” Potong Ae Rin. “Ayo kita masuk saja.” kembali ia menarik orang tuanya ke dalam.”Kau harus pergi sekarang Cho Kyuhyun!” perintah Ae Rin sambil menyeret Eommanya.

“Teman?” gumam Kyuhyun.

Ia berjalan sambil tersenyum lalu melangkah setelah mengucapkan salam perpisahan. Ia mulai penasaran dengan sensasi itu. Yang mengalahkan besarnya ‘rasa jahil’nya terhadap gadis itu.  Dan ia merasa harus menemukan jawabannya.

***

Eun Kyo mencoba membuka matanya. Ia menarik tubuhnya sendiri mengajaknya untuk duduk tetapi sangat sulit baginya. Tiba-tiba saja ia diserang rasa sakit yang menusuk disekitar kepalanya. Memijitnya lalu setelah berhasil untuk bangkit, baru ia membuka matanya.

Matanya bukan hanya sekedar membuka saja, ia bahkan membelalak saat mendapati JungS oo yang berbaring disamppingnya dengan dada terekspos jelas. Lelaki itu setengah telanjang. Setelah itu ia meraba tubuhnya sendiri, ia telanjang. Dibukanya selimut yang menutupi tubuhnya hingga bagian dada untuk memastikan dugaannya. Dan ia hanya bisa menghela nafas pasrah ketika menemukan tubuhnya tak berbeda jauh dengan lelaki yang masih terlelap disampingnya.

“Selamat pagi.” Suara serak terdengar di telinganya. Suara milik Jung Soo yang merapatkan tubuhnya memeluk pinggang Eun Kyo dan meletakkan kepalanya di perut wanita itu.

Begitu mendengar suara Jung Soo menyapa telinganya, seketika itu juga adegan demi adegan yang terjadi tadi malam terurai di benaknya. Saat ia setengah sadar dan mabuk, menarik Jung Soo ke atas ranjang dan melucuti pakaian lelaki itu. Dengan arti lain ia mengajak lelaki itu bercinta. Duduk diatas tubuh lelaki itu dan menyingkap bajunya sendiri.

Eun Kyo menggelengkan kepalanya begitu bayangan memalukan itu direview kembali oleh otaknya. Tidak berhenti sampai disana. Kini telinganya mengulang kembali desahan serta erangan yang keluar dari mulutnya saat Jung Soo mempermainkan tubuhnya dengan liar diatas tempat tidur. Ia memandangi keadaan disekelilingnya. Bajunya juga baju Jung Soo berserakan dimana-mana. Menggambarkan betapa binalnya ia tadi malam.

Matanya kini tertuju pada underwear yang tergeletak di lantai, underwear miliknya. Kembali ia mengingat tanpa bisa dicegah. Doggy Style dan bermacam gaya mereka lakukan. Eun Kyo mengutuk dirinya sendiri. Ia tidak menduga pengaruh alkohol begitu dahsyat menunggangi akal sehatnya. Tipu daya kenikmatan benar-benar menusuknya tanpa belas kasihan, menariknya hingga mulutnya terus mengerang tadi malam.

“Wae? Kenapa diam?” Jung Soo membuyarkan lamunan Eun Kyo dan itu yang ia butuhkan. Ia perlu sesuatu yag bisa mengenyahkan lamunan memalukan yang sudah ia lakukan.

“Ani, aku mau mandi.” Ujar Eun Kyo. Ia menarik selembar baju yang paling dekat dengan tempatnya berbaring, lalu memakainya. Jung Soo terpaksa beranjak dari posisi ternyamannya.

Jung Soo meraih boxer dan memakainya secepat kilat lalu bergegas berlari menyusul Eun Kyo ynag kini memasuki kamar mandi. Tangannya menahan pintu yang akan ditutup oleh Eun Kyo.

“Tunggu sebentar, ada yang ingin aku tanyakan.”

“Wae?” jawab Eun Kyo.

“Sejak kapan kau meminum ini?”

Jung Soo menngarahkan tangannya ynag membawa sebuah benda. Bola mata Eun Kyo langsung mebesar melihat benda yang ada di tangan Jung Soo.

“Aku… Aku…”Eun Kyo tak mampu menjawab. ia belum mempersiapkan jawaban jika suatu saat Jung Soo mengetahui ini. Melihat Eun Kyo tak kunjung menjawab, akhirnya Jung Soo berbalik meninggalkan Eun Kyo, membiarkannya mandi.

Dan..

BLAM!

Dentuman pintu begitu keras terdengar, membuat Eun Kyo bergidik ngeri. Ia memandangi pintu yang masih terlihat bergetar saat Jung Soo menutupnya dengan keras. Tubuhnya beringsut kelantai.

Aku tidak menyangka permainan yang aku kira sudah berakhir

Kini masih berlanjut dan sejauh ini

Peluruku kini tak lagi cukup

Benteng pertahanan kian hari kian keropos

Lalu saat tak ada lagi perlawanan

Apa permainan akan berhenti begitu saja?

Tanpa ada kalah dan menang

Apa aku harus menyerah?

Dan mengalah?

Agar di dapat seorang pemenang?

 

TBC

 

Note : Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. hufh, listrik mati seharian semalaman, ini juga nyeleseinnya au harus ke banjarbaru dulu mengejar listrik. Akhirnya ketemu dan aku bisa menyelesaikannya. Kyaaaaaa Lee Donghae, ulang tahunmu begitu membuatku tersiksa dengan perjuangan! Tapi aku harap ini adalah awal yang abik untukmu. Aku akan selalu mengawasimu, arra? Eoh? Tidak akan aku biarkan orang lain mengambil pundakmu dariku! Aku menyayangimu sangat. Seperti suamiku menyayangimu. God Bless U Lee Donghae.

Meta… aku ga bisa berkata-kata lagi. aku terlalu cape dan bete, aku bilang aku selalu feel di akhir, tapi in akhirnya amburadul seamburadul aku diporak porandakan oleh listrik. Dan katanya besok baru menyala. Berdo’alah Lee Donghae aku bisa memposting ini tepat waktu… OK sudahlah, aku harus pulang dan melanjutkan perjalanan ke rumah.

Dan aku putuskan untuk mempostingnya malam ini, saat aku masih berada di tempat adeku, takutnya besok lampu masih belum nyala. Dan saat ini memang belum nyala di tempatku…

91 responses »

    • kyaaa…kemana aja fika kok bru muncul*lebay*…

      suka ama ni part banyak skinship bertaburan apalagi pas kyu cium aerin bikin ati panas*suer cemburu aq ama aerin..plakk!

      pasti yg diminum eunkyo itu pil KB ya, knp kyo takut hamil pdhl dia sendiri suka ama anak kecil…
      jgn lama2 next partnya ya fika…

  1. eonni, saya juga tidak bisa berkata-kata lagi. ae rin dan cho guyun, kyaaaaaaaaa eonni, haaah? apa-apaan itu astaga! astaga! emaaaaaak, lhah kok jadi begitu amat ciumannya?-_-‘
    betewe saya seneng kalo pelatihnya model yesung, cuma 2 jam euy, dan itu yeonsu yeonsu ngapain donghae ngundang dia, aigoo, jangan-jangan…….
    eum, saya ngga suka pedes eonni, kecuali pedesnya ayam bumbu matah, hehehehe. dan itu eerrr….knp kau menodai uri kibum yang polos dengan melihat adegan dewasa secara live???-______-,
    dan hahahahaha apa itu doggy style, muahahahahaha akhirnya kau melakukannya, sy tunggu versi Ncnya, hahahahahaha/plak plak plak
    udah ah sy ngga bisa panjang2, emaaaak, sy masih lemes gegara adegan aerin sama kyu, huwaaaaaaa, setelah kau menodaiku dengan bibirmu kenapa sekarang dengan kyuuuuuuuu??sebegitunya pula, mending cuma nempel, emaaaaaak siap2 digorok chele, lemparin fika eon.

  2. kissing scene bertaburan# ha ha
    aku paling suka waktu Kyuhyun cium Ae Rin, rasanya lega banget, moga aja dua orang itu cepat bisa menyadari perasaan masing2…
    dan waw untuk Jung soo dan Eun Kyo, akhirnya terjadi lagi moga aja yang satu ini jadi, astaga mereka bahkan hampir melakukannya di depan mata Kibum..

    dan apakah pil yang ditemukan Jung soo itu adalah pil pencegah kehamilan?

  3. Onnie aku komen disini ya…
    Akhirnya ffnya publish juga..jungsoo oppa udh pntes bgt jdi seorang appa hehe…kira2 obat apa yg di minum eunkyo smpe bsa bkin jung soo oppa marah ya…

  4. Fiuhh. Otak saya malah di penuhi Donghae -_-*
    Saya harus baca dua kali buat dpetin ceritanya. Bukan krn cara pnyampaiannya, tp karena sy emg gk fokus bcny. Saya geblek!

    Rada sebel sm Yeonsu yg dket2 Donghae. Sentimen pribadi ini. Hehe. TeuKyo skinshp di mbil dan di liat Kibum. Omo. . .
    Trus Kyu sm Ae Rin manis yah. suka deh kissnya
    .
    Daaaan. . .ending part ini bkin ‘DEGG!’ jantung saya eon. Lg berdebar gitu si TBC nongol. Aah, cliffhanger.
    Ish.Kmen sy gk pnting bgt ya. .

  5. Panjang bgt….,mkin seru^^ kyanya kyuh suka ya ma aeri???? oh ya itu obt yg di mnum eunkyo obt apaan???pencegah hamil???? kira q enkyo hamil pas lg huek2 ..oh trnyata ngga ya???? next di tnggu^^. ohya stu lg met ulang thun hae~ya mga kmu cpt2 ktmu ma tulang rusukmu supaya ultahnya ga sndirian mulu^^

  6. aigoo . .
    benda apa itu yang ditemuin jungsoo oppa sampai eun kyo kaget . .
    dan apakah mereka melakukan ‘itu’ . . .
    klw bnr jung soo oppa pasti snang bngt, tp gra2 bnda itu jung soo oppa jd mrh . .
    ayo, onnie lanjutkan crt.a , . .
    aku pnasaran bngt . .
    ^^

  7. annyeong fika onn..
    langsung aja dah,,di awal cerita suka sama kedekatan mereka trus di akhir bingung sama perasaan jung soo – eun kyo yang tarik – ulur kayak layang2,,hehe
    oia onn,,ntu botol apa.an sih???
    trus juga kenapa si ikan terkesan penuh misteri ya??
    satu lagi,,my yeobo kyu kenapa kau jadi baik?? 0.o

  8. onnie saya suka sekali part inI..
    apa lagi endingnya.. wow skali eunkyo ya..

    hanya 1 hal yang saya tidak suka.. kyu dan aerin.. ehm ehmm..
    Aerin-ssi bukan saya benci kamu, kamu tau kan sebrapa cintaku padamu, tapi tapi.. kamu dan kyu..
    agh.. membuat hati saya hancur #lebe #curhat

    eunkyo onnie, saya menunggu ff ncnya ya.. dengan doggy style, gangnam style, conventional style, dan style-style lainnya..

    Aerin-ssi.. kamu pilih yesung dan kkoming atau kyu saya? #plak..

  9. Kyaaaaaaaaa, fika onnie
    ini apa coba???
    Pertama aku mau ketawa dulu,
    :D:D:D:D
    itu kibum yang dimaksud ‘key’ atau kibum super junior? Jujur ni onnie, yang ada di otak aku semenjak karakter kibum muncul yang aku bayangin itu kibum suju.

    Waktu pertama baca aku agak kurang dapat feelnya, tapi dag ke tengah ampe akhir baru ‘berasa’. Posisi eunkyo emang bikin bingung ya? 1 sisi dia cinta ma oppa dan ga pengen buat sakit hati mertuanya dengan menerima permintaan mertuanya, tapi dia juga ga enak kalau ingat dia secara tidak langsung merebut oppa dari younsu. Donghae, hmmmm ada apa denganmu?? Ish, kyuhyun ‘kesempatan dalam kesempitan’, mulai ada rasa ni sama aerin.. Hyukjae, kenapa dayoung harus takut padamu, wajahmu kan begitu imut, hahahaha,
    tbc-nya malah buat aku penasaran,
    ikan nemo, saengil chukka

  10. Huwaaa…eun kyo dahsyat maaaakkk…kasian sama yeon su…tp juga sebel dlm waktu bersamaan…apakah mengalah itu berarti kalah…???kan tidak…tp kenapa yeon su g mau ngalah…ish…
    Huwaaa…itu eun kyo minum apa…???penasaran sayah…
    Kyuuuu…penasaran ko nyipok yah…???cute deh…

  11. Wahhh ,,, akhirnya publish jg eon . d tnggu2 banget nih part .
    Seneng deh eun kyo uda mulai ngakui prasaanya ma jung so . Skinshipnya mreka jg bnyak *ckck* aku seneng banget .
    Omooo . . . .
    Itu td apa? Itu bneran yak kyuhyun sama ae rin? Sumpah tkejut bgt . Tp syukurlah pasangannya ae rin *sesuai dugaanku* .
    Skrng tinggal donghae oppa .
    Oppa saengil chukkae ya, keke^^
    oppa sama aku aja , hahaha *d tendang eonni*
    next part bkalan nyusul cpat ya eon , suka sbel bgt kalo uda liat ‘TBC’ and suka ga rela kalo uda liat ‘END’😦 .

  12. kyaaa…. ><
    Akhirnya yg aku tunggu2 muncul juga…😀

    Kyuhyun kyknya jatuh cinta ya sama AeRin wkwkwk #sotoy
    Itu apaan yg di minum sama Eunkyo sampe Jungsoo oppa marah begitu?
    Penasaran aku hhehe…

    Di tunggu LTD part selanjutnya ya eonn😉

    FFnya keren '-')b

  13. Unni ih ko makin kereeen jalan ceritanya >< yeon su kasian yaa, patah hati </3 wkwkw
    Entah mengapa aku seneng liat eun kyo lebih agresif dr pd jungsoo hehe😄

  14. onni.. akhir’a update jg ltd’a..
    semalam aq langsung ol lewat hp sanking penasaran’a.. coz lptop aq disita.. hiks..
    abaikan “gak penting” *plaak*
    yg penting tu disini byk kiss scene.. hohoho~
    ommo.. aerin yg polos dah mulai dewasa.. ciuman ddpan rumah n ketahuan ortu.. hahaha ngakak abis…
    gimn y perasaan aerin abis di cium kyu? bingungkah? or malu + deg deg serr..
    aduh eunkyo sakit apa ya?
    pil itu pasti bhy banget coz bikin jungsoo oppa marah..
    yg pasti lgsung gemeees pas d kt2 tbc..
    lanjut mang.. eh mksd’a onni>>>

  15. Unnie… Q salut banget ma kmu ..
    Ceritanya Daebak banget…, pa lagi nie diposting penuh perjuangan mati lampu mpe ke luar kota
    Unnie, ceritanya makin seru Q gag bisa ngebayangin Kyu Oppa nyuapin makanan ke dayoung
    He he he, kyu Oppa jadi beeda banget disini
    Besok pasti Kyu Oppa ma Aerin kan??
    Tapi Donghae jgn ma Yoen Su Unn, gag rela Q

  16. oh noooooo~
    im crazy bcz this.. hve a skinship in car and there is kibum? r u crazy uni? kkkk~
    aerin kkyuhyunssi wht r u doing wth kyu..muahahah~

  17. huwooooooooh part yang benar-benar menguras mengaduk plus menancing penasran saia, bener2 fellnya ngena banget part ini apa lagi ntu hiyaa kyuyuyuyu skrg sudah berani popo popo aerin yak.
    pas bagian akhir jung soo menemukan apa ntu???? terus doggy style, gaya anjing gitu eonn, dog kan anjing, style kan gaya ??

    Gil Ae Rin benarkah kau bersama si kyuyuyuyu, terus bagaimana dengan Kim Jong Woon mu ??😀

  18. Hmmmm,aku masih penasaran sama asal usulnya dayoung eon,
    Itu juga yg mata mengawasi jungsoo ama yeonsu itu siapa ? Jangan bilang onge ??
    Aaaaahh how ever itu wanita menyebalkan,aku suka ama nih couple onge-yeonsu I mean..

    Hahahahaaa,ini bagian yg si kyu ama aerin ciuman,aku no comment ah,ntar di depak ama chelle lg,wkwwwkw

    Kyaaaaaaaa,pil apa yg eunkyo minum ?? Jangan bilang morning after pil ? Andweee !!!!

    Eonni..
    Aku menunggu NC versionnya yaaa buat ltd part 8 ini,wkwkkwkw side story bisa lah.. Hahahahahaaa xD

  19. pass akhir emang slalu menegangkan..
    eonni suka bgt dehh buat penasaran..
    eonni knp mnum pil segala pantas ga jadi2*?*?😀
    oyaaa..di part sebulm2na apa si yg diambil kibum oppa?(kan eonni ma kibum oppa rebut2an thu)
    ap itu yg buat kibum oppa tw kalo eonni udah suka jungsoo oppa sjak dlu??
    buku diary kaahh??hehe..
    di tunggu part selanjutna eonni..
    always joahae

  20. buat adegan s kyu sm aerin
    woow sangadd
    kekekkeke
    kau tau kyu.. sensasi saat kisseu dngn aerin itu karna kau suka sama aerin
    cuma kalian terlalu gengsi buat ungkap’n nya ..iya kan ??*Toel kyu
    kibum ternodai dengan klakuan noona sm hyung’a..
    hahahhahhaa
    aaaa
    my nampyon *lirik haee
    knpee kau baik banget sm s yeon su hah ???
    *jitak haeppa
    tapi gumawo uda d share juga kasi tau aku ….*tebarr kisss buat eonni

    • lupppppaa
      buat nampyonku.. saengil chukkae
      semoga semua harapan yg blum terlaksana di tahun kemaren dapat tercapai di tahun ini ..
      sekali lagi gumawo buat ff’a yg bgitu daebakk
      tuggu klanjut’n a..

  21. Itu apa eonn ? Obat pencegah kehamilan kah huaaaaa excited
    kayanknya donghae bsa di jdohin ma yeon su eonn hehehe

    Aerin ma kyu malu malu tapi mau😛
    Buat ajusshi nya semangat buat dedenya hahahah😀

  22. part ni menegangkan dan mengejutkan, q syok pas aerinx nyium eunkyo xixixi….

    q kira donghae bkal ma yeonsu bnarkah??
    kyu sm aerin? akh akhirnya ni couple sdkit2 nyadar perasaanx ^^

    eonni bsa2x teukppa ilang kndali dimobil dhdpan kibum pula ckckck..
    tp2 tu eunkyo minum obat pencegah hamil y nyampe teukppa marah gto?? semoga cpet pny anak dweh biar nmbah langgeng ^^

    dayoungx imut bgt q uga suka sm dayoung *gtny

    overall q suka semuax d ff ni meskipun ckup sebel klo teukppa udah plin plan u.u

  23. Keren eonni..
    Eonni emg pling bisa buat cerita yg buat penasaran..hahaha
    cm rada ribet, liat enkyo yg kyaknya susah banget nyatu sm jung so..hemmm
    klo cinta ya cinta eonni,, satukan hati kalian..haha
    apa ini gak penting..
    Tp adegan d mobil, keren..haha
    suka jg part kyu sm aerin.. Haha
    cpet jadian ya kalian berdua..

  24. EONNNIE…!!!
    Astaga, aku ga terima Hae dibilang ga laku, trus aku ama Febbeon dianggep apa?
    kita kan istri2 sah seorang Lee Donghae.
    Akhirnya Kyu nyipok Aerin.
    Meta~ya, kalo kamu ga mau di cipok Kyu, aku aja yg gantiin. *tutup kuping Hae, YongYong ama Jonghunie*
    Meyeon juga akan suka rela gantiin kamu met.
    OMO..!!! Doggy Style, aku ga nyangka eon bakal nulis itu. Imej TeuKyo ga pantes kalo berhubungan ama Doggy Style.
    Astaga, aku suka banget part ini, aku nungguin yg NC version ya eon. Biar bisa lebih mendalami (?).

    • Ampe lupa ama Ultah laki sendiri.
      Yeobo~ya, 생일죽하해요 우리사랑 남편, 이동해, wish you stay healthy. ELF,Fishy,your member and your family always love you.
      *deep wet kiss*

  25. Eonniiiiiiiiiiiii mian y aku komen’a dpart ini coz baru baca LTD,,,
    ok flasback dulu y part” sebelumnya
    alurnya menarik tapi aku rada gregetan sama teuk oppa kalo emang udah milih sama enkyo eonni tegas setegas”a sama yeonsu kenapa sih,,, abis luluh aja dah kalo depan yeonsu
    terus enkyo eonni juga dah punya perasaan sama teuk oppa tapi gitu bimbanggggggggggg banget sama perasaannya sendiri gimana kalian mau bersatuuuuu??

    back to this part
    for teukyo couple : eonni kalo kau memang cinta sama teuk oppa yakin dan jangan bingung(masalah anak),, trus itu teuk oppa sama enkyo eonni sempet”a NCan LIVE ga sadar ya ada KIbum oppa???ckckckck,, eonni yg dtemuin sama teuk oppa obat apa???

    for kyurin couple : eommanya ae rin nonton live kyurin ya?? ae rin itu mabuk beneran apa cuma acting biar tau gimana sikap’a kyu k dy y???(scra kan artis theater mau ngetes kyu juga) coz pas ketahuan ciuman sama eommanya langsung sadar gitu aja?? trus kyu mau ngyakinin perasaan’a k ae rin, dah kejawab blom y kira”??

    Hae oppa HBD ya….
    Oppa ga tegaan sama yeonsu lama” jadian y sama yeonsu??? yah ga apa” deh yeonsu ada dtangan yg tepat buat bimbing dy jadi lebih baik hae oppa kan sabarrrr banget n tentu’a penyayang para wanita jadi bener” bisa jagain yeonsu..

    Ok that’s it eonni mian ya puanjang’a komen ku ini dan mian kalo aneh bin gaje komen’a
    i always still your another great ff eonni,,,

    pai pai

  26. Kyuuu,apa yg kau lakukah hah?
    Kau mencium Ae Rin ddpn mataq!*plak
    tp sk de ahrx Kyu brni jg!hahaha
    mdh2n bis ne mrk xadar m prasaan mrk msng2!!!
    Itu Hae np ngundang Yeon Su?
    jngan blng kalo Hae…*lirik Feb unn
    Dan TeuKyo,apa yg kalian lakukan dblkng Kibum?
    kalian menodai kepolosanx dg memberi tontonan live gratis!*plak
    Aduh,tu endingx knp Jungsoo ngamuk gt?
    pa Kyo minum obt pncgah khamilan?
    jd tmbh pnasaran!
    dtnggu klanjutanx y unn!
    n mdh2n g mati2an lg listrikx jd bs publish cpet,sm omeletx jg!hehe
    Hwaiting unn!^^

  27. gomawo eon ats pmberitauannya tp maaf gk bisa balas…
    aq suka yg bagian kyu ma douyong,,ternyata si bang evil bsa jg brsifat jinak d depan anak2….
    trus bwt eun kyo bs jg y liar hahahaaa

  28. Oenni aku bener bener gregetan sama enkyo dan jungso ,kapan saling jujurnya ??? Sedih ngeliat enkyo huwaaaaaaaaaaaaa😦 oenn aku tunggu part selanjutnya yaaa pokonya aku suka sama jalan ceritanya karakter2 nya oenni keren bisa bikin ff kaya gini semangat ya oen ngelanjutinnya !!

  29. fika aku datang….
    komen disini ya, bertaburan adegan skinship.

    apa itu ae rin ma kyu ciuman didpn rumah ketauhan, cuma bilang berteman… mommy jgn percaya…

    eun kyo binal kekeke dimobil ma dikamar hot… kipas kipas
    yeon su ma donghae waelah…

    ff panjang kali lebar pake skinship aja dah mantap….

    sekian….
    weleri malam selasa dipelukan jung soo
    Dee PB2Y

  30. Hwaaahhh… Akhir’a selesai jg bc’a setelah brjuang melawan ngantuk *plak* -_-

    Waaahh… Kya’a yg bagian makan2 d’tmpat latihan ntu kga asing lg deh! Kya d’mna yaa?! Wkwkwkwk…
    Aigoooo… Saya ampe ngakak bayangin Kibum yg polos harus melihat adegan tidak senonoh d’dlm mobil ntu, tp saya jd pengen ikutan liat jg loh eon *plakplok* nista bgd dah saya -_-”
    Ae Rin sm Kyu makin manis aja deh, aahh saya suka adegan ciuman mereka! Bikin iri setengah matik…. Jahahaha

    Kyaaaaa ada unyuk lg d’marih, saya suka! Ada dayoung si unyu jg! Aaahhh suka bgd deh pokok’a!

    Dannn Ada apa dgn Onge dan Yeon Su?! *memicingkan mata* saya curiga sm mereka tuh…wkwkwk

    Ending’a sesuatu bgd ych eon?! Saya ampe geregetan liat TBC mampang d’atas noh! Ckckckck

  31. wah eonni mian aku baru comment.. *sembah sujud ke eonni*
    makin seru eonni.
    tapi kok aku sedikit sebel ya sama jungsoo oppa.😦
    dia ngga bisa tegas ke yeon su, walaupun dia ngediemin yeon su tapi tetep aja si yeon su itu ngedeketin jungsoo oppa terus!!
    kan sebel jadinya!! *sewot sendiri**ditenangin kyu*
    tapi aku penasaran sama donghae dan yeon su itu!
    mereka seperti memiliki hubungan khusus. mencurigakan! *elus-elus dagu*

    dan itu aku suka deh pas adegannya kyu sama ae rin.🙂
    gimana gitu. *senyum-senyum ngga jelas*
    dan ciumannya itu loh..so sweet banget! aahhhhh bikin envy..
    sama-sama gengsi gitu buat ngungkapin perasaannya. ciiee..cieee
    ayo kyu tembak aja si ae rin nya nanti keburu direbut loh!! *dorong-dorong kyu*

    dan itu eun kyo minum apa sih sampe nutup-nutupin ke jungsoo itu??
    penasaran tingkat lanjut nih!
    ayo eonni lanjutkan ke part 9 nya.
    aku selalu mendukungmu dari sini. semangat eonni. *angkat pom-pom*
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni. *hormat bareng kyuhyun*

  32. skinsip + kissing scene bertaburan😀
    saya suka😀
    akhirnya couple satu ini (kyuhyun-ae rin) semakin ada kemajuan, lama.lama bosan lihat mrka br2 bertengkar mulu —
    semakin bnyk “style” yg digunakan sama TeuKyo couple *yadong😀

    dayoungie, ayog tidur dirumah.ku🙂
    neomu kyeopta🙂
    kira.kira umur brp
    dayungie?
    part satu ini bagus eon, tp lbh bgus lgi klo ada NC.nya *plakkk*mulai yadong*
    salut sama perjuangan eonnie demi mengejar listrik,
    jd tinggalin jejak dulu😀

  33. Aigoo..aigoo.. ternodailah sudah pikiran-pikiran polos uri Kibum *lebe*
    ihh.. dikasi adegan yg live xp Teukyo udh g tahan kali ye, ampe hampir nglakuin d depan kibum *?* wkwkwk
    Dan, dan.. aigoo adegan kisseunya setan tertampan sejagat raya *lebe lg* dgn aerin sesuatu bangeett dagh!!! pake ketauan eomma sgala lg.. xp beuuhh!!!
    Ya.. itu si yeon yeon demen amat nggangguin rmh tangga teukyo -,- *sentil yeon*
    dan, knp onge ngundang yeon jg sich *?* ih, jgn jgn ada sesuatu tuch *?*
    Ehm, jadi eunkyo ga mau hamil dulu nie,dan minum pil KB? *sotoy*
    ahh.. ok.hwaiting dech buat teukyo baby project *diinjek* sy doain eunkyo unni cepet hamil dan sy punya keponakan baru *?*
    btw,di daerah unnie sering pemadaman yah??di daerahku jg -,- *curcol*

  34. Waduuuh aerin parah,, masak nyium eunkyo???
    Jungsoo gak pandang tempat dimobil dg adanya kibum pun jadi… Tapi ujungnya berakhir di ranjang.. Hahaha
    lah kyu knapa gak ngaku pacar aerin aja.. #ikut ngiler ngebayangin iler kyu netes setelah ciuman dahsyatnya dengan aerin.. :*
    teukyo bercinta dg doggy style??? Gak kebayang…. Eonnie versi NCnya dong #gubrak, otak yadong kumat..
    Apa eunkyo minum obat yg buat dia gak hamil, meski sudah bercinta??
    Aigoo aku mengerti pasti jung soo oppa marah tuh…

  35. MasyaAllah cakar tembok…..
    Eoonni kau mau bikin semua dongsaeng mu yadong yuah…..
    Hahaha aku sukkaaa…… Teukyo makin panas aja….
    Dan sepertinya ada yg bgejomlo di hari ulang tahunnya….
    Aqu rela eonnn jadi budak seumur hidup nya… Demi seorang lee donghae…. Wkwkwk

  36. MasyaAllah cakar tembok…..
    Eoonni kau mau bikin semua dongsaeng mu yadong yuah…..
    Hahaha aku sukkaaa…… Teukyo makin panas aja….
    Dan sepertinya ada yg ngejomlo di hari ulang tahunnya….
    Aqu rela eonnn jadi budak seumur hidup nya… Demi seorang lee donghae…. Wkwkwk

  37. uh..ini ff kyk’y lebih pantes bwt rting +17deh.biz cr pnulisan ff’y bnr” buat yg r’+17.

    buat teukyo couple ku gk bisa comentdeh,ff ini mang dbwt smpurna oleh fika eon dngan b’castkan mrka.jd gk perlu coment byk buat couple itu.
    klo aerin kyu ni awal yg bner jlas bwt hbngan mrka.pasti stlah ini mkin byk adegan kbrsamaan mrka.dan gk perlu dtanya,udah pasti ending pun kyurin couple bkal jd couple sempurna sperti teukyo couple.
    hae kyk’y klo ku tbak bs jd org yg tpat u/ mnggantikan possi jung soo bwt yeon su.

  38. enakkan jd Dayoung, saking imutnya gampe di syang sama semua and di part ini banyak adegan mesra”Nya jd greget g’mna gi2. hehe, Eonni Q suka juga sama Couple AeRin mah Kyuhyun, lau ada adeganya mereka jd senyum-senyum sendiri. mana adegan yang mau TBC sumpah Hot banget, saking ke asikan Ciuman sampe gak nyadar ada Orank. Kyuhyun malu-maluin, curi-curi kesempatan dalam kesimpitan.

    Tukie Oppa mah Eunkyo Eonni gak liad-liad situasi, msk saking kagak nahan mau nglakuin di depan Kibum, Q yg baca ajah jd Geleng” kepala !!
    yg Adegan pas Yeun Su mah Donghae jd bkn aku pnsran apa nanti Yeon Su bakla lari.y ke Donghae yh Eonn ??

    Eonni, Mian Di Part 7 Q gak bisa Commnet, solanya jaringanya tulalit minta ampun, jd terpaksa buka pakek Hp dh. and Eon … nti Q sms Eonni pakek Nophe baruQ yah, soalnya nmr yang lalu udah gak aktif, handphone.y lenyap entah kemana !!

  39. oeni skin ship bertebaran gak sabar nunggui kyu ama ae rin:-)
    oen cuma mau bilang dari pada yoen su gangguin eunkyu ama eeteuk meningan di jadiin ama donghae, kasian juga liat yeonsu…:-*

  40. kyaaaaa mungkinkah virus2 cinta mulai tersebar kepada aerin kyuhyun? huaaa~~
    part ini skinship mulai bertaburan hahaha
    kayanya kayanya, yg ditemuin itu pil kb yaaah? curiga nih curiga~
    eonni,cepet lanjut lagi yaaaah, beneran nagih ini ceritanya. makin complicated aja ~~😄

  41. HHHUUUUWWWOOOO. . .
    kissing bertebaraaan. . . !!!!
    wah. . c unni daebak lah. . suka bgt adegan kisseunya kyu – aerin. . berasa bgt feelnya. .
    tpi yg pling hot ttp jung soo ama eunkyo yg dlm mobil . . panas. . panas. . mreka gag malu ya d liat ma kibum. .aigo. .
    eh, saengil chukkae uri donghae^^

  42. akhirnya publish yeyy!! setelah sekian lama menanti (?) eonni udah gak tau mau ngomong apaan. tapi kenapa kiss scene nya betebaran dimana mana yak eon -..- apalagi aerin sama kyunya ituloh eonnii.. terus ini lumayan longshoot yah eon ehehe. yasud deh ditunggu ff yang laennya ya eon daebak eonniii

  43. wkwk dayoung jd bnyak fans nya dah…
    Hahaha
    Udah ky anak beneran nya dah… Eunkyo eon syg bgt dah ama dayoung…

    Dan huwaaa ngakak aku dah dipesta ultah hae malah si ae rin nyium eun kyo
    Wkwkwk
    Langsung pd speechless smua dah…
    Tp ya efek mabok manteb dah yah…
    Enak tuh si jungsoo ama kyu yg dpt imbasnya…
    Hahaha

    Lanjutiin eoniii
    Gk sabar ama next story

  44. kyo eon mian baru baca, wahh… itu.. yang didalem mobil bener2 bukan main. gak sadar ada kibum? ketawa geli bacanya ampe gigit bantal. haha…. :-DD

  45. JUMAAAAAAA makin seru ceritanyaaaaaaaaaa ya ampun itu eunkyo kapan hamillllnyaaaaaaaaaaaa, ommo ryu jin kapan nongolnyaaaaaaaa,,, hahahaha

    jadi ceritanya si ajussi udah ga galau lagi???? udah fix pili eunkyo???????

    itu,itu eunkyo minum apa???/ si ajussi kayaknya marah amat.. wkwkwkwkwkw ayo beramtem, aku liatin hahahaha

    si kyu, YA AMPUN ITU MAO BUKTI APA KETAGIHAN???? UNTUNG ADA IBUNYA SI AERIN , KALO ENGGA BISA *PIP* HAHAHAHA,, BERUNTUNGLAH KAU CHO KYUHYUN BAHWA SI AERIN MASIH GA SADAR,, WKWKWKW
    TAPI, TAPI KAYAKNYA KYU CALON PAPA YANG BAIK YA HEHEHE

    kayanya ada firasat si donghae bakalan jadian ama nenek sihir deh,, hueeeee masak ikan ganteng sama nenek sihir, entar digoreng lagi,,,,

    cukup sekian ya jumma komennya,, hehehehe bingung komen apalagi hihihi

  46. eonnie~, mian baru komen setelah baca 1-8.. hhihihhiii *digeplak*
    OMG, ITU KYUHYUN KENAPA?? bener tebakan aku dy suka sm aerin.. hhihhiii *sok tau*
    So Hot bgt dah tu ampe kyu nya napsong begitu.. kkkkk^^

    gemeeeeessssss sama eunkyo, bener2 deh..
    kasihan soo oppa karena hampir ditolak mulu.. *kecuali buat “itu”* hhihhhiihii..^^
    tapi ga apa2 deh, sekali2 di gituin biar tau gimana rasanya di cuekin.. hhahhaaha^^..

    truz itu donghae kenapa ngajak yeonsu?? lagi sakit yaa si abang ikan??
    ato jangan2………
    sumpah deh, pengen banget ngerajam yeonsu, ada gitu yaa cwek sebegitunya?? ckckckck..

    udah ga sabar pengen baca lanjutannya~~~~… ditunggu eon… kkkkkk^^

  47. Eonni….
    Hah kau menyelamatkanku dr derita nestapa uts..
    Udh lama ga main2 kesini eh banyak yg update.
    Kebut baca ya.
    Part ini sih ceritanya bikin tambah ga suka sm ceweknya jungsoo.
    Hah? Itu apa2an coba bagian mabuknya? Bikin mikir yang iya iya.
    Hihihihi

    buruan deh punya anak.
    Aduh itu si ikan sexy karakternya makin keren deh

  48. HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    I REALLY LIKE THIS PART *Ga nyante*
    ㅋㅋㅋ tega banget sih eon ngusir Aerin ama si epil..
    tapi tapi part yang aku suka itu part kisseunya kyurin… ;AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA; akhirnya, dari kemaren2 itu yg aku tunggu xD
    yeaaa walaupun itu berawal dari keisengan kyuyun dan ketululan ae rin *plakk* tapi tetep aja ini keren….. wkwk
    itu donge knapa coba gasuka banget temen2 pada main kerumahnya????

  49. onnie…knapa jd penasaran ya…
    Donghae ntr ma yeon su aja,biar g ganggu onnie ma jungsoo..kekeke..trus kyuhyun sudah suka ma aerin ya??dtunggu next partx…

  50. Oke ini benar-benar daebak..eonn kau memang hebat kapan ya aku bisa membuat FF sedaebak ini. Dan eonn kapan kau akan membuat FF tentang diriku dan heechul oppa..kekekeke..dan who….yakkk…jungsoo oppa eunkyo eonnie kalian mau berbuat mesum di tempat yang ada kibum`a aisshh….kalian itu mau menodai anak polos baik-baik yah….di tunggu FF selanjut`a dan fika eonn aku minta maap karena baru bisa baca and ngasih koment coz kemarin aku sibuk ngerjain tugas…hehehehehe….

  51. eonni sumpah suka bgt sama scene nya aerin nyium kyu… huaa..
    banyakin scene nya kyu-aerin sama donghae-yeonsu eonii…

    pleasee.. lanjutannya eonniiiiiiiiiiiii…………butakhamnida..jeball

  52. Kyaaaa….
    itu si Kyu.. omona, honey,,, ciumanmu HOT sekaliii…
    mauuu….
    hahahahha…..

    aigooo,,, yeoja2 itu kalo mabuk mengerikan sekali…
    jiaah, si kibum dpt tontonan gratis.

    jungsoo oppa hayooo lanjutkan yang dimobil tadi. wkwkwkkwk….

    eh, agaknya donghae bakal ama yeonsu ea ???

    aaaarrrrggghhhhh,,, penasaran ama semua pasangan ini.

  53. Kayaknya udah lama aku ga kesini :3
    kangeennn teukyo ><
    Ah~ dan akhirnyaaaa LTD part 8! yippie! Eonniya~ suka suka sukaaaaaaaaa
    aku suka banget part iniii :3
    lagi galau2nya teukpa wamil, langsung baca ini jadi berkurang deh rasa galaunya (?)
    Mian eonni baru berkunjung sekarang~😦

  54. Ya ampun, udah lama bgt ga pernah internetan, tau2 LTD udh nyampe part 8 TT
    waa, makin seru aja nih ceritanya Fika Onnie,
    btw, itu apaan ya yang ditemuian Jung Soo oppa? Pil KB ya?
    penasaran jg nih, jangan-jangan ada sesuatu antara donghae oppa ama yeon su, u.u
    lanjutin Onnie, semangat yaa ^^

  55. Ahahahahaha eoonniiiiiii kenapa sekereeennn inniii omo omo omo,,, anak itu ? Eonniie kau kemanakan ryujin ?? Haha aku suka bgttttt bgttt yang lebih so sweett dongsss …. Hihi🙂

  56. Hyaa unnie..
    Ini ada apa dgn eunkyo? Aish jinja dia suka aneh2 aja… Tapi jadi naruh curiga ama hyuk donge juga… Cie kyu uda mulai sadar ama perasaan,. Hahaha unn aku ga sabar ama part selanjutnya…

  57. Eommonim cerdik! TOP!
    Aerin mulai ada rasg nih.. salting begitu xD kkk pas adegan kissing OMONA *meleleh* itu dr alam bawah sadar apa emang kehasut oleh kyu~

    oh yg extra oneshot nc kemarin sekipan yg ini xD

    lanjut bc lg ah~>>

  58. suka sama moment di dapur, itu romantis bgt eon kalo menurut aku kkk~
    kalo diliat dari tempat tinggalnya, sepertinya donghae bukan orang biasa ya eon? haha *so tau*
    kyuhyun-aerin so sweet ya lama-lama, berharap mereka cepet sadar sama perasaan masing-masing ><~

  59. itu yg jungsoo temuin obat y obat pencegah kehamilan ya???? berarti eun kyo minum itu biqr dia ngak hamil n kecurigaan eomma y jungsoo bener dong n lg eun kyo y tegang gt pas eomma y jungsoo nyinggung dia minum obat pa ngak……
    cepetan kek eun kyo y hamil biar dia ngak bisa lepas dari jungsoo….
    q lupa mulu deh mau komen tebtang donghae,,,, donghae kok misterius bgt sih karakter y m sebener y dia cinta y ma eun kyo???? donghae bikin q bingging nih…
    kasian juga yeon su mpe nangis gt tau jungsoo udah ngelakuin ma jungsoo n part ini banyak bgt adegan hot y….kyuhyun n Ae rin n jungsoo- eun kyo…..
    mpe dag dig dug baca y jantung q….

  60. Bingung mau koment apa…. Huft…. Ninggalin jejak ja deh klo gitu….,,, keunde…. Aq suka Eun Kyo Eonni yg agresif trhadap suaminya…. Hohohooooo

  61. itu yg ditemukan teukppa minuman apa?
    pencegah kehamilan? emm tapi kayanya gak mungkin-.- kan eunkyo lg pengen cept dung (?) sesuai keinginan park pencegah kehamilapencegah kehamilan? emm tapi kayanya gak mungkin-.- kan eunkyo lg pengen cept dung (?) sesuai keinginan park pencegah kehamilan? emm t

  62. Kyaaaaa……. Bnr2 bikin hot part ini, bkn cmn satu couple, tp 2….!!!!!
    Aigooo, bhkn hmpr niat d dlm Mobil. ㅋㅋㅋ
    Itu, apa itu yg d Dpt Jung soo oppa? O.o

  63. hnmm..
    pasti eun kyo minum alat kontrasepsi y…

    eun kyo minum itu agar dy tdk cepet hamil dgn bgtu peluang dy hidup brsama jungsoo oppa smkin lma.. bner gx oenn tebakan q.. ??

    kpan sich mreka ngaku persaan msing”..

  64. Eohh mnum apa?? Obat pencegah kehamilan kahh??
    Tp knp part 7 nya gk ada eonnie??
    Dan knapa pas ultahnya si abang ikan yeon su jg ikut di undang??

  65. haahh Kyo minum aph y..???
    pling suka saat kyuppa kiss ae rin.uukkhh #so_sweet py kasihan ketahuan aE Rin Eomma. Minta PW part 7 donx eon.
    and salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s