FF Contest : The Lucky Husband *PG*

Standar

Title : The Lucky Husband

Author :TaeNy jjanggg~

Genre : Fantasy, Romance, Tragedy, and NC .

Cast :

Park Jung Soo

Park Eun Kyo

Supporting cast :

Park Rae Na

Kim Tae Jun

Park Jung Soo’s dad (Prof. Park)

Professor Hwan

Yang di miringin itu maksudya di dalam hati.ok? ^^ , oya, sesudah baca please tinggalin Kissmark ya(?) and Like nya juga *maksaaaa* ^^

happy reading all~

 

===The Lucky Husband===

Jung Soo pov.

Aku menatap kosong pemandangan kota dari balkon kamarku. Tanpa terasa air mataku mengalir kembali.Omona~ jangan sampai aku gila hanya karena memikirkan seseorang yang sudah meninggal.

Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. Pasti ituRyu Jin, tebakku. Aku masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkonku. Udara kota cukup dingin malam ini.

Aku menghampiri box bayi.Disana terbaring seorang anak bayi berumur sekitar 1 tahun.Dia anakku.Dia anakku dan almarhum istriku. Istriku meninggalkanku dan anak kami karena kecelakaan saat dia ingin menemuiku di kantor karena hari itu adalah hari pernikahan kami yang ke 4 tahun dan dia ingin memberiku sebuah kejutan.

 Aku tersenyum miris, “Kau berhasil memberikanku kejutan, Yeobo.”Air mataku mengalir lagi.

 Aku mengangkat Ryu Jin.Aku menimangnya. “Haish~ jangan menangis Ryu Jin~aah. Appa mohon.”

Ryu Jin berhenti menangis lalu mengulurkan tangannya menyentuh pipiku tepat dimana tetesan air mataku yang luputku ku hapus. Ahh..aku mengerti sekarang. Aku memeluk Ryu Jin .

 “Appa takkan menangis lagi asal kau juga tidak menangis.Yaksok, jagi?” bisikku penuh sayang.

Next day.

 Ting.. Tong..

Aku berlari menuju pintu depan. Aku membuka pintu.Ternyata appaku lah yang datang.Ia membawa sebuah kardus besar di bak terbuka mobil pick up-nya. Dia masuk ke dalam rumah mencari cucunya sedangkan aku dipinta untuk membawa kardus itu ke dalam rumah –ke laboratorium.

 “Appa~ mana mungkin aku bisa mengangkat itu?” keluhku.

 “Sudah~ yang mengangkat kardus itu di mobil adalah appa.Berarti kau yang masih muda dan mempunyai tenaga lebih pun bisa, Jung Soo~yaa” sahut appa yang sudah di dalam rumah.

 Appaku seorang ilmuwan terkenal.Sejujurnya dia terkenal dengan kegilaannya saat bereksperimen bukan dari karya seperti ilmuwan lainnya.Dia selalu berusaha membuat sesuatu yang bisa dibilang mustahil dan selalu gagal.

 Aku berjalan malas menuju mobilnya dan mengangkat kardus besar itu.biasa dibilang kardus itu sebesar kardus kulkas dua pintu namun kardus ini lebih ramping dan isinya sepertinya lebih ringan dari kulkas. Aku membawa kardus itu ke laboratorium di bawah tanah.Setelah itu aku kembali ke kamar untuk memandikan Ryu Jin.

My room.

“Appa~” panggilku malas saat melihat appaku sedang bermain bersama Ryu Jin.

Dia menoleh, “Ah..kau sudah selesai rupanya. Jangan lupa memandikan cucuku yang tampan ini ya. Sudah jam 9 Jung Soo~aa.”

“Aku tahu itu.Jadi lebih baik appa pergi ke ruanganmu itu dan tinggalkan Ryu Jin bersamaku,” titahku.

Appa bangkit dan menidurkan Ryu Jin di kasurku.Dia berjalan mendekatiku.“Setelah dimandikan, kau dan Ryu Jin ke ruanganku ya.Jangan lupa!”

“Tidak akan,” tekanku sambil berjalan mendekati Ryu Jin.

Terdengar suara desahan kasar, “You must, Jung Soo~aa. Aku ingin memberikanmu sesuatu.”

“Ok. Hanya sebentar saja.Aku takkan membiarkan Ryu Jin lama-lama berada di tempat aneh itu.”

“Itu ruanganku, kamarku, dan tempatku!Jangan bilang itu tempat aneh!”

“Ne, mianhae-____–.”

>>>

“Mwoyeyo, appa?” tanyaku dengan Ryu Jin digendonganku.Dia sibuk memainkan kancing kemejaku.

“Ahh..kemarilah,” pintanya sambil sibuk dengan sesuatu.

Aku mendekat. Mataku terbelalak melihat apa yang ada di box itu. Apa appa sudah gila? Ini tak mungkin!! Ada sebuah robot di dalam box itu dengan dada terbuka –memperlihatkan komponen-komponen mesin.

“Eunnnn…..Eunkyo?” bisikku.

“Ah~ eotteo ?Miripkah dengan istrimu?Appa membuatkan robot untukmu.Kau suka?”

Aku menatap appa marah.“Appa!Apa maksudnya ini semua?”

“Aku hanya membuatkan pengganti Eunkyo, Jung Soo~aa”

“Appa! Aku pasti akan mencari pengganti Eunkyo tapi tidak sekarang! Makam Eunkyo masih basah! Dan tak mungkin ia bisa digantikan oleh seorang robot!” bentakku dengan penuh amarah.

Ryu Jin terdengar seperti ingin menangis setelah aku membentak harabojinya itu.Aku langsung menepuk punggungnya lembut agar tangisnya tidak pecah.Aku melirik appa yang sedang tersenyum tipis.

“Kau pasti harus pergi ke kantor dan kau tidak mungkin membawa Ryu Jin .Maka dari itu appa buatkan robot ini.Appa sengaja memakai wajah Eunkyo untuk robot ini agar kau tak melupakannya, apa salah?” jelasnya.

Aku menghela nafas untuk menenangkan diriku.“Gomaseumnida, appa.Tapi aku lebih memilih memakai jasa baby sitter.”

“Andwaeyo!Bagaimana jika baby sitter itu orang jahat?Nanti cucuku akan diculik lalu dijual, eotteo?” larangnya.Aku menghela nafas kembali lalu menerima pertolongannya itu.

Next day

“Ireona,, Jung Soo~aa! Ireona,” pekik seseorang sambil mengguncang tubuhku pelan.

Aku kenal suara ini! Aku tersenyum.Aku menarik tangan itu sampai pemiliknya terjatuh di atas tubuhku lalu ku peluk dia. Badannya kaku?Aku langsung membuka mataku.

“lepaskan aku!” berontaknya. Namun suaranya terdengar datar.

Aku langsung melepaskan pelukanku dan menjauh.Aku menggelengkan kepala sambil mengetuk kepalaku. Bodohnya aku mengiranya Eunkyo-ku! Aku lupa kalau dia robot yang menyerupaiEunkyo .Tapi aku tak mengira sampai suarapun serupa. Appa keterlaluan!

“Mwoyeyo,?Apa kau sakit?” tanyanya sambil mengulurkan tangan hendak menyentuh keningku.

Aku menepis tangannya kasar, “Jangan menyentuhku!Arasso?”

“Waeyo?” tanyanya dengan wajah datar.Aku baru ingat kalau robot tak memiliki ekspresi ataupun emosi.

“Aku tak ingin di sentuh siapapun.”

“Tapi aku istrimu.”

“Bukan! Ingat itu! Kau bukanlah istriku!”

“Ohh..geureyo,” tanggapnya. Untunglah dia tak punya emosi jadi aku takkan merasa bersalah.“Cepatlah mandi dan sarapan. Aku yakin kau takkan mau terlambat berangkat kerjakan ?.”

“Ne, arasso.Sekarang kau bisa pergi,” kataku malas sambil menggaruk kepalaku dan menguap.

Dia keluar dari kamarku.Aku tersenyum.Setidaknya jalannya tidak seperti Eunkyo.Dia berjalan kaku sedangkan Eunkyo berjalan hampir layaknya lelaki.

Aku segera mandi dan juga memandikan Ryu Jin karena robot itu tidak diperbolehkan memandikan Ryu Jin oleh appa dan aku pun tidak rela anakku dimandikan oleh benda itu.

>>>

Baiklah~ dia cukup hebat di soal memasak tidak seperti Eunkyo.Dia bisa merapikan rumah tidak seperti Eunkyo.Bisa dibilang bahkan dia lebih sempurna dari Eunkyo. Tapi dia adalah sebuah robot! Dan karena kesempurnaannya itu membuatku membencinya.Benci karena dia berhasil membuatku mengakui bahwa dia lebih sempurna daripada Eunkyo.Padahal wanita biasa tidak pernah berhasil.

Benda itu sangat perhatian padaku dan Ryu Jin.Hm~ mungkin itu sudah ditetapkan di sistemnya.Dan mendapatkan banyak pujian dari seluruh temanku yang bertemu dengannya.Aku akui dia karya appa yang berhasil.Tapi dia tak bisa makan atau minum dan dia tak pernah mandi.Berarti karya appa tak ada satupun yang sempurna.

Benda itu bisa melakukan segalanya kecuali memandikan Ryu Jin. Dia tidak diperbolehkan memandikan Ryu Jin .Kenapa?Aku pun tak tahu.Dan sayangnya aku tak pernah membiarkan dia menyentuhku. Tak akan pernah!

Itu sebabnya aku tidak memperbolehkan dia masuk ke kamarku.

Author pov.

Jung Soo membuka pintu dan berjalan sempoyongan.Dia memutuskan untuk duduk sebentar di sofa ruang tamu.Kepalanya terasa seperti dihantam benda keras berkali-kali.Kepalanya sangat berat namun dia harus memandikan Ryu Jin. Ini sudah sangat sore dan Ryu Jin akan sakit jika dimandikan malam hari.

“Minumlah dahulu, Mungkin kau kelelahan.Apa ingin aku siapkan air untukRyu Jin?” ucap seseorang. Ah..bukan seseorang tapi sesuatu!

Jung Soo membuka matanya dan tersenyum tipis, “Gomawo.”Dia meraih mug itu dengan tangan bergetar dan meneguknya.

“Aku sudah pulang jadi kau tak ada urusan lagi dengan Ryu Jin ,” kata Jung Soo setelah meletakkan mug itu di atas meja lagi.

“Ah~ geure.Apa kau sakit? Wajahmu pucat.”Dia menyentuh kening Jung Soo. Untuk pertama kalinya Jung Soo membiarkan robot itu menyentuhnya karena ia merasa sudah tak ada tenaga lagi untuk menolak tangan kaku itu.

“Aku tak bisa merasakan apapun,” serunya terdengar kecewa.

Jung Soo terkekeh lemas, “Tentu saja. Kau kan robot. Tak bisa merasakan panas atau dingin.”

“Maja.Aku hanya sebuah robot.Kalau begitu aku akan mengambil termometer untukmu,” tanggap robot itu dengan suara kecewanya lagi.Jung Soo terkesiap mendengarnya.Ia baru menyadari apa yang terjadi dengan nada suara Eunkyo.

“Tak mungkin!” batin Jung Soo.

A few moment later.

“Buka mulutmu, Jung Soo~aa,” perintah Eunkyo.

Jung Soo menurut dengan matanya sibuk menatap robot itu.Wajahnya itu kembali datar walaupun sekilas Jung Soo merasakan kepedihan di matanya.Eunkyo memasukkan benda pengukur suhu badan itu ke dalam mulut Jung Soo.

“Apa appa tadi datang kemari?” tanya Jung Soo saat termometernya sudah keluar dari mulutnya.

Eunkyo menggeleng pelan sambil menatap angka digital di badan termometer, “38,4 celcius. Kau demam.Lebih baik aku mengantarmu ke kamar lalu membuatkanmu bubur. Soal Ryu Jin, biarkan aku yang memandikannya.”

“Andwae.Biarkan Ryu Jin tak usah mandi.Ini sudah malam dan aku tak ingin dia sakit sepertiku,” tolak Jung Soo lalu berusaha bangkit dengan bantuannya.

“Ne. lagipula Ryu Jin sudah tidur dari tadi,” balas robot itu dengan sedikit terkikik.Lagi-lagi Jung Soo terkesiap mendengarnya.

Jung Soo berjalan ke kamarnya yang ada di lantai atas dengan bantuan benda itu. Jung Soo menyadari kalau robot itu tersenyum selama ia menopang tubuhnya.

>>>

“Kapan terakhir appa melakukan sesuatu pada mesinmu?” tanya Jung Soo saat dia sudah terbaring di kasurnya.

“Saat sebelum aku dioperasikan,” jawab Eunkyo sambil menarik selimut hingga menutupi tubuh Jung Soo .Jung Soo terkejut mendengarnya namun Eunkyo hanya membalasnya dengan senyum tipis yang membuat Jung Soo menjadi bertambah shock.

“Dan sepertinya ini baru kedua kalinya aku masuk ke kamarmu.Kenapa kau tidak marah aku masuk ke kamarmu?”

“Memang aku mempunyai kekuatan untuk marah-marah dan mengusirmu?”

“Ada. Buktinya dari tadi kau berisik sekali! Biasanya kau hanya mengucapkan 1 sampai 4 kalimat saja dalam sehari padaku.Namun hanya hitungan kurang dari 1 jam, kau sudah mengatakan lebih dari 4 kalimat padaku.Kau tahu?Aku senang kau sudah tidak risih dengan keberadaanku.”

“Ahh..mianhae, Kyo~yaa.” Jung Soo langsung membulatkan matanya saat tersadar apa yang ia ucapkan tadi. Dia langsung menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

“Aku keluar dulu, ne ,” pamit Eunkyo sambil membungkukkan badan dan berjalan meninggalkan kamar itu.

Next day.

“Appa, apa kau memberikan emosi pada benda itu?” tanya Jung Soo saat ia menelepon appanya.

“Benda itu?Maksudmu istrimu?”

“Dia bukan istriku.Dia robot.Dan tolong jawab pertanyaanku.”Jung Soo berdecak.

“Ahh.. Jung Soo~aa~ aku bukanlah tuhan jadi mana mungkin aku bisa memberikannya emosi?”

Jung Soo membelalakkan matanya, “Maksudmu?”

“Aish! Kau tahu apa maksudku. Memang ada apa?”

“Ah? Anio~ annyeong, appa.” Jung Soo segera memutuskan hubungan telepon itu sebelum mendengar balasan dari orangtuanya itu.

“Ahh..sebenarnya ada apa ini?” pikir Jung Soo sambil menggelengkan kepalanya.

Ting.. Tong..

“Ah~ ada tamu. Aish! Kepalaku masih pusing,” seru Jung Soo.

Another side.

Eunkyo membuka pintu depan dengan terburu-buru. Seorang wanita berparas cantik menyambutnya dengan senyuman manis di wajahnya. Namun wajah itu terlihat terkejut saat melihat benda bergerak yang membukakan pintu itu.

“Onnie?” bisik Park Rae Na –tamu itu.

“Onnie? Ahh..Rae Na~yaa~” balas Eunkyo dengan wajah datar.

“Eunnn….Eunkyooo onnie? Aish! Tidak mungkin!” gumam Rae Na.

“Ah.. Eunkyo~ya,  siapa yang… ah! Rae Na~yaa, kau datang rupanya.”Jung Soo segera berlari turun dan memeluk gadis yang sudah dianggap yeodongsaengnya sendiri itu.

“Ada apa kau kesini?” tanya Jung Soo dengan senyum sumringah.

Rae Na menatap kosong robot di samping Jung Soo yang berwajah datar, “Onnie?”

“Ah?” Jung Soo melirik benda bergerak disampingnya, “Dia bukan onniemu.”

Eunkyo langsung mengulurkan tangannya, “Aku robot Eunkyo.Hanya sebuah robot bukan manusia.Sebuah robot yang tidak bisa merasakan apapun.”Jung Soo menahan nafasnya saat mendengar itu.

“Ahh.. Rae Na~yaa,  ayo masuk. Kau pasti ingin bertemu dengan keponakanmu, bukan?” kata Jung Soo mengalihkan pembicaraan dan segera menggiring Rae Na ke kamarnya –tempat dimana Ryu Jin sedang bermain.

“Hanya robot…” ulang Jung Soo lirih dalam hati.

>>>

“Rae Na~yaa, aku tinggal sebentar. Ok?” izin Jung Soo.

“Tentu saja, oppa,” balas Rae Na sambil bermain dengan Ryu Jin.

>>>

“Kyo..”Jung soo terdiam tak melanjutkan ucapannya.Entah mengapa hari ini dia selalu memanggil robot itu dengan panggilan “Kyo~yaa”.

Eunkyo mengangkat nampan itu lalu berbalik.Dia menatap Jung soo lurus.“Sejak kapan kau disana, Jung Soo~yaa?”

Jung Soo mendongak, “Baru saja.”

“Aku baru saja selesai membuatkan minuman untuk adikku dan berniat membawakan obat untukmu,” kata Eunkyo.

“Aku minum disini saja,” putus Jung Soo sambil menarik salah satu kursi di dapur dan duduk disana.

Eunkyo meletakkan nampannya di meja dapur dan mengambil gelas berisi air dan beberapa obat dan diberikannya pada Jung Soo.Jung Soo menerimanya dan meminumnya dengan segera.

“Mwoyeyo?” tanya Eunkyo.

Jung Soo menatap Eunkyo, “Huh?”

“Ada apa kau ke sini?” ulang Eunkyo.

“Hanya ingin ke sini.Salah?”

Eunkyo menggeleng dan mengangkat nampannya kembali.Dia berjalan melewati Jung Soo.Jung Soo meraih tangan Eunkyo.

“Eoddiga?” tanya Jung Soo.

“Kamarmu,” jawab Eunkyo.

Jung Soo menghela nafas lalu bangkit.“Ku temani kau.”

“Gomawo.”

In front of Jung Soo’s room.

 Eunkyo berhenti di depan kamar Jung Soo lalu menatap Jung Soo. Jung Soo tersenyum dan memintanya masuk.Eunkyo segera menurut dan masuk ke dalam kamar Jung Soo.

“Rae Na~yaa.ini, minumanmu.” Eunkyo meletakkan sebuah mug di meja yang paling dekat dengan Rae Na.

“Gomawo,..hm~” Rae Na terlihat bingung ingin memanggil Eunkyo dengan sebutan apa.

Jung Soo menghampirinya.“Onnie,” bisik Jung Soo.

“Ah! Gomawo, onnie,” seru Rae Na senang.

“Aku pergi dulu,” pamit Eunkyo namun tangannya ditangkap oleh Jung soo –lagi.

“Kau tetap disini. Ah..Rae Na~ kau tolong keluar ya?Aku lelah dan pusing.Aku ingin tidur sekarang,” kata Jung Soo.

Rae Na mengangguk semangat dan menggendong Ryu Jin, “Kita main di luar yuk, Ryu Jin~aah~”,  Ryu Jin tetap asik memainkan mainannya dan tak membalas ajakan Rae Na.

Rae Na mengecup pipi Ryu Jin dan membawa Ryu Jin keluar dari kamar.Namun dia kembali ke dalam kamar, “Aku melupakan minumanku.”

“Mau aku bantu membawa minumanmu keluar?” tawar Eunkyo.Rae Na tersenyum hendak menerimanya.

“Sudah ku bilang kau tetap disini!Biarkan Rae Na yang membawanya sendiri,” larang Jung Soo.Rae Na langsung tersenyum kecut.

“Kalau Rae Na tak sengaja menjatuhkan gelasnya, eotteo? Dia kan juga sekalian menggendong Ryu Jin,.”

“Paling pecah,” jawab Jung Soo santai.

Rae na mendesis, “Geure. Kau oppa yang jahat! Kau tahu? Huh!” keluh Rae Na sambil meraih gelasnya dan keluar dari kamar jung Soo.

Jung Soo menutup pintu kamarnya dan menghampiri Eunkyo.Dia menarik tangan Eunkyo dan berbaring di kasur.Eunkyo berdiri menatap datar Jung soo.Jung Soo tersenyum dan menarik tangan Eunkyo sebagai isyarat agar dia tidur disampingnya.

“Shireoyo,” tolak Eunkyo sambil menggeleng.

“Ppali!” tekan Jung Soo sambil melototi Eunkyo.Eunkyo segera menurut.

Setelah Eunkyoberbaring di sampingnya, Jung Soo melingkarkan tangannya di pinggang kecil Eunkyo dari belakang karena Eunkyo memunggunginya.Jung Soo mengubur wajahnya di antara rambut kaku Eunkyo.

“Jangan seperti ini. Jebal, Jung Soo~yaa~” bisik Eunkyo

“Aku sedang sakit.Jadi biarkan aku seperti ini ya~” rengek Jung Soo manja.Eunkyo tersenyum tipis mendengarnya.

Rae Na yang sedang mengintip apa yang terjadi di dalam, tersenyum tipis –senyum kelegaan.

“Kau lihat tidak, Ryu Jin~aah? Appamu manja sekali~”,  bisik Rae Na sambil terkekeh pelan. Ryu Jin menepuk tangannya sebagai aksi setujunya.

===The Lucky Husband===

Jung Soo pov.

Aku terbangun. Ah~ kepalaku kembali ringan. Tapi..ah! Mengapa aku memeluk benda ini?Aku ingat sekarang. Pasti karena sakit, otakku menjadi error hingga sampai membiarkan benda ini masuk ke kamarku bahkan tidur sampingku dan lebih buruknya lagi aku memeluknya!

Aku langsung menarik tanganku dan menjauh darinya.Aku terduduk di pinggir kasurku.Aku mengacak rambutku kesal.Aku kesal pada diriku sendiri yang dengan mudahnya membiarkan dia masuk ke dalam kamarku bahkan aku sendiri yang memintanya.Aku juga benci jantungku yang sedang berdetak kencang sekarang ini.aish! Ige mwoyeyo?

“Jung Soo~yaa, kau sudah sembuh?” tanyanya sambil menyentuh pipiku.Aku langsung menepisnya dengan kasar.

“Ku kira kau tidak membenciku lagi, ~” lirihnya.Sebuah benda yang tidak diberi emosi, bisa berkata selirih itu? Aigoo! God must be crazy!

“Aniya~ aku tidak membencimu,” bantahku cepat. “Aish! Aku mandi dahulu.”

“Tapi ini masih terlalu pagi. Sekarang baru jam 04.24 KST” bingung Eunkyo.

“Ahh..neo majayo,” gumamku sambil melirik jam dinding di kamarnya.

“Ah! Bagaimana dengan Rae Na dan Ryu Jin?” gumam Eunkyo khawatir.

Omona~ robot macam apa dirinya itu?? Kenapa dia mempunyai emosi?

“Aku akan memeriksa mereka,” kata Eunkyo seraya bangkit.Dengan refleks, tangan ku meraihnya. Aih~ bodoh..bodoh.. bodoh…

“Wae?” tanyanya.Sepertinya dia ‘kaget’.

Aku melepaskan tangannya dan menggeleng, “Ani.”

“Aku keluar dulu,” pamitnya.

“Itu lebih baik.”

Author pov.

Eunkyo berjalan dan membuka pintu kamar untuk tamu.Ternyata tebakannya benar.Dia masuk dan mengecup kening Ryu Jin.Ia terdiam sambil mengelus rambut anak bayi itu beberapa saat lalu baru lah ia membawa Ryu Jin ke kamarnya dan Jung Soo.

Saatia mengetuk pintu kamar Jung Soo, tak ada yang merespon. Ia segera membuka pintu dan berjalan menuju box tidur ryu Jin. Ia meletakkan Ryu Jin yang masih terlelap. Dia berbalik badan dan melihat Jung Soo yang hanya berbalut handuk.Rambutnya basah.Sepertinya dia baru saja selesai mandi.

“Ah..pantas saja aku mengetuk pintu namun tak ada yang merespon,” kata Eunkyo datar lalu berjalan keluar kamar. Sedangkan Jung Soo hanya terdiam menatap Eunkyo dengan wajah yang sedikit memerah entah karena apa.

>>>

Jung Soo~aa,  kau ingat kan kalau hari ini waktunya perawatan mesin Eunkyo? Jadi appa membawa Eunkyo untuk perawatan mesin.Jadi jangan khawatir, bingung, sedih, atau apapun jika kau tidak bertemu dengan istrimu saat pulang nanti.

Ru Jin sedang bersama Rae Na. Katanya mertuamu itu merindukan cucuku.

Saat kau menjemput cucuku itu, jangan lupa ingatkan mereka bahwa Ryu jin itu hanya cucuku! Ara?

 

~Appa~

Jung Soo menghela nafas. Entah mengapa setelah ia membaca pesan dari appanya itu yang dititipkan lewat sekertarisnya, Jung Soo merasa sangat kecewa.

>>>

“Jung Soo~aa~” panggil appanya gelisah tanpa mengucapkan salam dahulu.

“Salam dulu, appa.Wae?Sepertinya kau gelisah sekali,” tanggap Jung Soo sambil merapikan beberapa barangnya karena sebentar lagi waktu kerja selesai.

“Eunkyo eoddiya?”

Kertas yang digenggam Jung Soo terlepas dan berserakan di meja kerjanya.

“Bukannya dengan appa? Appa! Jangan becanda!” balas Jung Soo.

“A-ani.Tadi saat appa ke rumahmu, rumahmu sepi sekali.  Saat aku melihat GPSku, sinyalnya tak ada, Jung Soo~aa, lalu cucuku bagaimana?”

“Appa..jebal! Jangan main-main~” mohon Jung Soo sambil menjatuhkan diri di kursinya.Tubuhnya terasa tak ada tenaga.

“Jamkanmanyo, appa.aku telepon Rae Na dulu.” Jung Soo meraih telepon kantor tanpa memutuskan hubungan teleponnya dengan appanya.

“Yoboseyo.Rae Na~aah, Ryu Jin bersamamu?” kata Jung Soo langsung saat mendengar bunyi klik.

“Ye, dia disini.Waeyo?Mengapa kau masih bertanya seperti itu?Bukankah kau yang memintaku membawa Ryu Jin ke rumah?Kebetulan appa dan umma merindukan cucunya ini.”

“Na?Woenjae?”

“Tadi siang.Kau menyuruh anak buahmu, bukan?Aku disuruh membawa Ryu Jin karena Eunkyo onnie ada jadwal perawatan mesin dengan professor Park,” jawab Rae Na heran.

Rae Na mendesah bingung, “Ah..jangan-jangan….”

“Eunkyo diculik oleh seseorang, !!”

Jung Soo’s house.

Jung Soo meremas tangannya.Dia menatap appanya sedih.Rae Na menghampiri mereka dan memindahkan 3 buah mug dari nampan ke atas meja ruang tamu lalu duduk di samping Rae Na.

“Rae Na, dimana cucuku itu?” tanya professor  Park.

“Ada di rumahku.Aku tinggalkan dia pada appa dan umma, ahjussi,” jawab Rae Na.

“Kenapa kau tak membawanya?Aku merindukan cucuku itu.Kau tahu?” omel professor Park.

“Appa!Kalau Ryu Jin ada disini, adanya kita tidak akan berkonsentrasi.”Jung Soo mendesis kesal.

“Aigoo.Kau sensitif sekali, Aku hanya becanda.Lalu kenapa Rae Na kau ajak kemari?”

Jung Soo menatap Rae Na, “Kau masih ingat wajah orang yang mengaku sebagai anak buahku?”

“Hm~” Rae Na tampak sedang berpikir, “Tampan, rambut blonde, tinggi rata-rata lah atau bisa ku bilang tingginya sedikit kurang dari rata-rata para namja.”

“Aku sepertinya kenal dengannya,” gumamJungSoo. “Aish! Mollayo~”

“Oh iya!Orangnya itu pandai merayu dan memperlakukan seorang wanita.Dia bahkan sempat mengajakku berkenalan,” seru Rae Na.

“Jinjjayo? Nugu?” tanya Rae Na dan appanya serentak.

“Namanya itu…”

>>>

“Annyeong~” sapa seorang namja.

Eunkyo membuka matanya dan melirik namja itu, “Nuguseyo?”

“Ahh..kau robot yang pintar! Kau bisa berbicara tanpa arahan dari pemilikmu rupanya,” seru namja itu seraya mencubit pipi Eunkyo.

“Wah. Professor Park hebat sekali! Kau terbuat dari apa, huh? Kenapa pipimu tidak seperti mannequin biasanya?Pipimu bisa dicubit~” seru namja itu sambil terkekeh.

“Menjauhlah dariku!” tekan Eunkyo.

“Ish~ kau boneka yang galak.Padahal kau mannequin yang cantik tapi kenapa galak sekali?”

“Sudah ku bilang menjauhlah, baboya~”

“Ya tuhan!Kau itu robot tapi mempunyai emosi.Pantas saja profesor Hwan sangat iri pada profesor Park.Kau juga bisa mengumpat seseorang lagi,” kagum namja itu.

Eunkyo bangkit dan berusaha untuk kabur namun namja itu menghadangnya dan menahannya agar Eunkyo tetap di dalam sebuah box itu hingga profesor Hwan datang.

Terdengar suara pintu terbuka lalu tertutup.

“Kau berhasil membawanya, Tae Jun~aah. Chukkaeyo,” ucap seseorang sambil bertepuk tangan.

Kim Tae Jun, –lelaki yang menculik Eunkyo menoleh, “Ah..kau sudah datang rupanya, professor,  kau yakin ingin mengobrak-abrik tubuhnya? Aku tak tega, prof.”

Prof Hwan mendesah dan menatap tajam Tae Jun, “Kau itu~ cepatlah kerjakan tugasmu!”

Tae jun menghela nafas pasrah sedangkan Eunkyo terus-menerus memberontak sampai akhirnya Eunkyo menangis. Tae Jun yang melihat, terbelalak tak percaya.

“Prof!Dia menangis!” seru Tae Jun tak percaya.

“Tak mungkin!” sahut profesor yang masih sibuk dengan peralatannya.

Tae Jun mendesah pelan.“Lihatlah sendiri,” kata Tae Jun lemas.

Professor Hwan mendesis kesal dan merapikan alatnya kembali lalu berjalan menghampiri Tae Jun. Tiba-tiba …

BRAKKKKKKKKKKKK!

Jung Soo dan beberapa polisi dibelakangnya mendobrak pintu laboratorium Professor Hwan.Mereka masuk ke dalam ruangan itu dan menangkap Tae Jun dan Profesor Hwan.

Jung Soo menghampiri Tae Jun dan hendak memukulnya namun ia tahan. Jung Soo menundukkan kepala dan berusaha mengatur nafasnya.Ia terus berusaha mengatur emosinya agar tak meledak.

“Mianhae, Jung Soo~yaa.Aku terpaksa.Aku terlalu banyak hutang budi pada Profesor Hwan,” lirih Tae Jun.

“Tapi kenapa harus selalu Eunkyo?” tanya Jung Soo berbisik.

“Apa maksudmu?”

“Aku tahu apa yang terjadi dibalik kecelakaan Eunkyo.”

“Aku bersumpah bukan aku yang melakukannya tapi Profesor Hwan.”

“Kenapa tidak kau cegah?”

“Sudah! Tapi semua terlambat! Kau tahu itu?kau tak tahu! Kau sibuk dengan bisnismu hingga tak pernah memikirkan Eunkyo !!” pekik Tae Jun kesal.

Jung soo mendongak –terbelalak mendengar, “Kau tak tahu apa yang aku pikirkan, hyung.”

“Dan kau juga tak tahu apa yang Eunkyo pikirkan. Sedangkan aku, aku tahu itu! Tapi Eunkyo tetap saja memilihmu walaupun kau tak pernah mengerti dirinya,” suara Tae Jun kembali lirih.

Para polisi menggiring 2 tersangka itu keluar ruangan.Didalam box, Eunkyo masih terus menangis ketakutan.Jung Soo menghampiri Eunkyo dan memeluk kepala Eunkyo.

“Uljima, Kyo~yaa.Jebal… jangan menangis lagi,” bisik Jung Soo sambil sesekali mencium rambut Eunkyo.

“Si-siapa dia? Kenapa dia kenal denganku?” tanya Eunkyo di sela-sela isakkannya.

“Ah~appa tak tahu hubungan Eunkyo dengan Tae Jun dan appa pun tak mengenal Tae Jun. Pantas saja jika Eunkyo (robot) tidak mengenal siapa Tae jun,” batin Jung Soo. Jamkamman! Robot?

Jung Soo mendorong kepala Eunkyo menjauh dengan lembut.Dia menangis?, bingung Jung Soo.

“Ppali, Kita keluar dari sini.Kau perlu bertemu dengan appa!” titah Jung Soo sambil membantu Eunkyo keluar dari box itu.

Park family’s house.

Jung Soo berlari membawa Eunkyo menuju ruangan khusus appanya bekerja.

“Appa!!” teriak Jung Soo saat sampai di laboratorium.

“Ahh.. Jung Soo~yaa, kyo~yaa,  mwoyeyo?” tanggap profesor Park dengan menyambut mereka dengan senyuman.

“Eunnn… Eunkyo menangis.Dia ketakutan. La-lalu…” Jung Soo terdiam. Semua kata-kata yang ada dibenaknya terlalu sulit untuk ia ucapkan.

Awalnya professor mengernyit tak mengerti namun beberapa saat kemudian professor Park tersenyum mengerti dan menghampiri Eunkyo, “kyo~yaa, chukkae.”Profesor Park memeluk Eunkyo.

“Mwo?” bingung Jung Soo.

“Kau percaya keajaiban,?Tubuhnya tidak kaku lagi dan …” profesor Park menekan urat nadi di tangan Eunkyo, “Dia berdetak. Dia hidup! Dia..dia menjadi seorang manusia, ~”

Eunkyo memiringkan kepalanya bingung lalu menatap Jung Soo dengan tatapan heran, “Ada apa ini?ahh.. kalian tahu? Untuk pertama kalinya aku merasakan apa yang dinamakan takut dan menangis. Dan itu luar biasa!” serunya senang.

Jung Soo tersenyum dan menarik Eunkyo ke dalam pelukannya.“Kau telah menjadi Nyonya Park yang sesungguhnya!” bisik Jung Soo.

“Eo?”Eunkyo mengernyit tak mengerti.

A few month later.

Eunkyo keluar dari kamar mandi dan menyisir rambutnya.Dia menatap Jung Soo yang masih asik memakai tuxedo pernikahan mereka dan sibuk dengan laptopnya di kasur.

“Ya~ kau tak mandi atau sekedar ganti baju?” tanya Eunkyo.

Jung Soo menatap Eunkyo dan menggeleng, “Bagaimana rasanya setelah mandi?”

“Aku sudah mulai terbiasa untuk mandi dan rasanya segar,” jawab Eunkyo sambil melempar tubuhnya ke kasur. Jung Soo tersenyum dan kembali asik dengan game di laptopnya itu

“Opppaaa…~ kau masih belum mau cerita tentang Tae Jun?” tanya Eunkyo sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jung Soo.

Jung Soo mendesah dan menutup laptopnya, “Untuk apa kau tahu tentangnya?”

“Dia masa laluku.Maja?”

Jung Soo mencubit hidung Eunkyo, “Ye, maja.”

“Ceritakan.”

“Tae Jun itu sahabatmu dan aku.Dia mencintaimu namun aku lah yang mendapatkanmu.Araa?”

“Bagaimana dengan Profesor Hwan?”

“Dia hanya ingin menghancurkan appaku dan aku.Dia tahu bahwa dibalik semua kegilaan appa, appa sedang merencanakan sesuatu yaitu kau.”

“Apa hubungan Tae Jun dengan Profesor Hwan?” tanya Eunkyo lagi.

Jung Soo mendecak, “Kau terlalu banyak bertanya, Kyo~ya~”

“Sudah.Jawab saja.”

“Profesor Hwan adalah orangtua angkat Tae Jun hyung.Puas?Sekarang adalah urusan kita!”

Eunkyo terkesiap lalu menarik kepalanya.“Aku harus melihat Ryu Jin,” seru Eunkyo sambil bangkit.

“Tidak bisa, Nyonya Park!Kau tak bisa berbohong.Kau tahu sendiri Rae Na memaksa agar Ryu Jin tinggal di rumah orangnya selama beberapa hari ini dan aku mengizinkannya.Kau tak bisa kabur malam ini,” kata Jung Soo hingga Eunkyo kehabisan kata.

“Aku akan ke kamar mandi.”

“Kau baru dari kamar mandi.”

“Aku ingin lagi.”

“Aku tak mengizinkannya!”Jung Soo menarik tangan Eunkyo mendekat ke tubuhnya.

“Ya!Apa yang kau lakukan?” histeris Eunkyo.

“Yang biasa dilakukan sepasang suami-istri,” jawab Jung Soo tenang lalu dengan tangan kirinya, ia meletakkan laptopnya di meja disamping kasurnya –didekat lampu tidur.

Jung Soo menatap lekat Eunkyo, “Pernah merasakannya?”

“Eo?Mworago?”

“Yang seperti ini.”Jung Soo mendekatkan wajahnya ke Eunkyo dan melumat bibir Eunkyo lembut.

Eunkyo langsung memberontak namun Jung soo segera mengunci kepala Eunkyo dengan tangannya.Jung Soo melumat sekaligus sesekali lidahnya ikut menjilat bibir Eunkyo.

“Mffthh..,” protes Eunkyo tertahan.Dia terus mendorong tubuh Jung Soo menjauh namun Jung Soo tidak mengubrisnya.

Jung soo menarik diri dan menatap tajam Eunkyo, “Diam dan nikmati saja.”

Eunkyo menelan ludahnya dan mengangguk.Jung Soo mulai melumat bibir Eunkyo kembali namun kali ini Eunkyo membalasnya.Jung Soo mulai bermain lembut.Lidahnya menyusuri bibir Eunkyo.

Saat Eunkyo kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk mencari udara segar, Jung Soo segera memasukkan lidahnya dan menjelajahi setiap sudut mulut Eunkyo dan bergulat dengan lidah Eunkyo. Ia menarik lidah Eunkyo ke dalam mulutnya dan menggigitnya.

Jung Soo melepaskan bibir Eunkyo mulai turun ke leher mulus Eunkyo.tempat favoritnya.Ia menjilatnya, menghisapnya dan mengigitnya sedangkan tangannya aktif membuka piyama Eunkyo.

“Arghhh!” geramnya sambil menatap piyama Eunkyo kesal.“Susah sekali sih untuk membukanya?” lanjutnya sambil membuka piyama Eunkyo paksa. Eunkyo berteriak kaget

Jung Soo mengusap wajahnya.“Mianhae.Aku terbawa suasana.Padahal aku hanya menggodamu.”

Eunkyo mendesis kesal, “Minggir kau!”

Jung Soo langsung mengeluarkan smirknya, “Sudah terlanjur.”

“Apa maksudmu?” bingung Eunkyo.

Jung Soo kembali melumat bibir Eunkyo dengan tangan meremas dada Eunkyo dan membuat Eunkyo mendesah.

==== STOPPPPPPPPPPPPP ==== *tak tahan saya T_T*

Next day.

Eunkyo membuka matanya dan mengerang kesakitan, “Sial!Dia begitu bersemangat semalam,” gumam Eunkyo kesal.

Eunkyo menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit di daerah sensitivenya dan bangun.Ia memungut bajunya dan Jung Soo yang berserakan dan membuang piyamanya yang dirusak oleh Jung Soo semalam lalu mandi.

>>>

Jung Soo memeluk Eunkyo dari belakang dan menjilat tengkuk Eunkyo yang sibuk memasak sarapan mereka.Tangannya dengan liar memasuk ke dalam baju Eunkyo dan meremas payudara Eunkyo.Eunkyo menggigit bibirnya pasrah untuk menahan diri agar tidak mendesah.

“Ya~ daripada kau menggigit bibirmu, lebih baik kau gigit bibirku saja.Eotteo?” tawar Jung Soo.

Eunkyo langsung menginjak kaki Jung Soo kesal, “Menjauhlah!Kau hanya merusak konsentrasi.”

Jung Soo langsung melirik jam tangannya, “Aku takkan sempat untuk sarapan. Aku sudah hampir terlambat.”

“Akan ku bekali kan,” ujar Eunkyo dingin sambil mematikan kompor dan mengeluarkan tangan Jung Soo dari dalam bajunya.

Jung Soo menarik salah satu kursi dan duduk di sana. Ia menyandarkan dagunya di punggung kursi sambil mengerucutkan bibirnya. Ia melakukan itu terus menerus sambil memperhatikan gerak-gerik Eunkyo.

“Wae?”Eunkyo mengerutkan keningnya seraya menyerahkan bekal pada Jung Soo.

Jung Soo bangkit dan menggeleng lalu meraih bekalnya.Ia menatap wajah Eunkyo yang sedang menatapnya datar lalu mendesah. Ia memindahkan bekalnya dari tangan kanan ke tangan kiri dan menggaruk kepalanya sambil menggumam bingung.

“Wae geure?” kesal Eunkyo.Eunkyo tersenyum mengerti lalu menarik tangan Jung Soo.Bibir Eunkyo menekan bibir Jung Soo.

Jung Soo tersenyum dan menarik kepala Eunkyo saat Eunkyo ingin menarik diri lalu melanjutkannya.Eunkyo kembali menggumam protes sambil berusaha melepaskan diri.Setelah Jung Soo puas dan sempat bermain dengan lidah Eunkyo, dia mengecup kening Eunkyo dan berlari menjauhi Eunkyo.

“Ya, Park Jung Soo!!Jugeullae??!” teriak Eunkyo kesal.

Jung Soo hanya tersenyum tipis yang lalu berganti dengan smirk khasnya.Dia memunculkan kepalanya saja dari balik pintu dapur.

“Eunkyo~ya~” panggil Jung Soo.

“Mwoya?Apa lagi maumu, huhh?” sahut Eunkyo kesal sambil berkacak pinggang.

“Kenapa kau jadi begitu galak?Dulu kau tak segalak ini,” keluh Jung Soo sambil memutar bola matanya.

“Karena dulu kau galak.Sekarang kau menyebalkan!”

“Aish! Mianhae~ lagipula tadi kan kau duluan yang memulai. Salah kau sendiri! Jadi jangan marah-marah padaku.”

“Aku hanya memperagakan adegan yang suka ku lihat di drama, hm.. lagipula aku ingin merasakan yang semalam,” jawab Eunkyo malu-malu.

“Hah~ arasso.Kenapa kita tidak masuk kamar lagi dan melanjutkan yang semalam?” usul Jung Soo lalu terkekeh.

Mata Eunkyo langsung membulat, “Shireo! Bukan itu yang ku inginkan tapi hanya ciuman! Lagipula aku masih sakit.”

Jung Soo langsung memasang wajah kecewa, “Hah~ ku kira.”

“Sudah~ kau pergi sana. Kau akan terlambat kalau tidak segera pergi,” usir Eunkyo.

“Ahh..ne. kalkke.” Jung Soo tersenyum, “Dan terima kasih untuk sarapan terbaik sepanjang masa tadi.”Jung Soo langsung berlari keluar rumah.

“Yakkkk,,, PARK JUNG SOO,,, !!” teriak Eunkyo gemas dengan wajah memerah kesal sekaligus malu.

===The Lucky Husband===

Author’s: satu kata yaitu NYESEK!

Readers : wae, thor?

Me : nyesek pas buatnya.  Teukie Oppa gue… Ga rela gue~ DX Ncnya. Akh! Segini aja udah ga kuat buatnya yah ^^

Notes : kyaaaa …. Fika eonnie, mian aku ga bias buat yang keren kaya punya eoniee -_-.. NC nya juga ga seru , soalnya belum brpengalaman sihh ,ntar kalo da aku alami baru aku bias buat yang lebih keren lagi *plakkk*  hehehe^^ ,

alasan aku buat menang aku gatau knp ?? yang pasti aku pengen menang and dapat SPY , ckckk *sama aja* ini FF prtama yang baru aku publish, mian ya kalo gaje and banyak typo ,,,, soalnya ni FF dah lama bgt di buku aku ,, hehhe ^^ . semoga bias menghibur hati reader skalian *chu:*

*bow*     

 

 

 

48 responses »

  1. Temanya beda, itu unik.
    Tapi, agak berasa aneh kok eunkyo yang robot bisa jadi manusia, masih ga ngeh otak saya, hehehehehe
    tapi, over all ceritanya bagus.

  2. q suka idenya. Seger aja *berasa es* . Al’a kan jrang ni yg tema bginiian, tp ini kcepeten bgt jd aku kurang puas. Tp overall smua bgus kok 😀

  3. Hwaaaaaaa…… Ceritanya keren. Q suka ma karakter Jung Soo oppa di sini. Eummmm…. Apa ya?????? Terasa bener2 lucky…. Istri meninggal dpt pengganti yg sangat identik. Hanya sediki…… Galak!!! Kekeke…. Dan… Eun Kyo Eonni!!! Kau benar2 ketularan yadong rupanya.

  4. Terinspirasi dari film ?
    Kayaknya ini gabungan dari film RA.1 dan
    Bicentennial Man-nya Robbie Williams. di
    RA 1 suaminya yg mati dan di gnti dgn
    robot,tp gk jd manusia, tetap robot. Kalo
    di Bicentennial Man, Robbie Williamsnya jd
    manusia. eh, kok mlh crita film.
    Kamu kreatif bikin critanya. Jadinya unik.
    Yah, ada nc-nya. Aku gak yadong-an. *di
    getok Fika eonnie* hihihi.
    Yg d smping jdul itu Rating-nya? Yaoloh, ini mah bukan PG. :p

  5. Hehe, mian kalo ngecewain. Jujur aku ga brbakat buat yg NC an . Jd bginilah hasilnya 🙂 .
    Sequel gmn ya? Aku pngen buat sih tp kbentrok mulu ma tugas skolah yg mnumpuk . Mian ya-_-‘

  6. Wahh ,,, aku gtau chingu film apaan itu . Aku jg bru dnger dr chingu thu jdul film. Sbenarnya sbelum buat ni ff, aku nonton film kartun robot robotan gtu . Mungkin kbawa bawa x ya. Jd bgini ni hsilnya. Soal inspirasi crita aku gtau dr mana, soalnya ngalir gtu aja, jd mian kalo ada ksamaan alur atopun critanya. Tp srius, ini buah pmikiranku sndiri kok. Makasih atas commenan nya chingu , 🙂

  7. Huaaaa *nangis d pojokkan* aku mau donk d pegang2 ma teukpaa *plakk, dijitak fika unnie*
    envy-_-‘
    kmaren changkyu skrng teukpaa ,,
    garelaaaaaaaa … *plakkk* #sisa galooo SMTOWN ,

  8. Deg degan aku bacanya. Aku suka yg kaya gini, ga trlalu vulgar dan monoton, bgus ffnya^^
    omo, aku suka bgt Ryu Jin, psti lucu bgt yah . Btw si buntel Yong Jin kmn? Msi smbunyi dy ya. Haha,
    ayodonk buatin Yong Jin, biar nimbul “Jin Bersaudara” haha 🙂

  9. Ini cuma oneshoot min ? Apa gda lanjutan nya lg ? Msi ngegantung nih:(
    buat twoshoot atau threeshoot atau ga chapter crita ini donk , aku suka bgt peran eunkyo d sini, sedikittt …. Errrrggg , wkwk *plakk*
    gaya bahasa authornya jg bgus dan aku sring baca ff yg idenya bgini, tp baru x ini aku dpt crita yg pas ‘n nyambung. Bagus bgt thor, i like 🙂

  10. pertama nya bingung kok eunkyo uda meninggal trs ada robot eunkyo. tu robot kok bisa jd manusia?
    tp aku suka alur crita nya tentang robot manusia 🙂

  11. ngebayangi robot yg d’buat prof park tpii gx pernah bisa,,,

    knapa eun kyo bisa sperti robot bgtu oenn..
    ah knpa gx d’jlasin d’ff’a oenn bkin pnasaran ajj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s