FF Contest : Delays In Love

Standar

Title : *Delays In Love*

Genre : Romance, Tragedy, Sad

Author : TaeNy jjanggg^^

Cast :

1) Park Eun Kyo

2) Park Jung Soo

3) Kim Tora

Other Cast :

1) Ibu Park Jung Soo

2) Dokter Lee Donghae

3) Perawat Lee Jina

 

Soundtrack :

Park Yong Ha – We Saram

Super Junior – In My Dream

2am – Can’t Let You Go Even If I Die

 

Jangan lupa comment + Likenya ya Readers^^

Happy Reading :* 

 

###

Kebahagiaan seorang gadis bernama Park Eun Kyo, memang sangat melimpah..

Selama 2 tahun ini, hubungannya dan Tora berjalan cukup baik.. Dan hari ini adalah hari ulang tahun yang ke dua semenjak mereka berpacaran..

@Restoran…

“Ku rasa baru kemarin kita bersama.. Ternyata sudah berjalan selama dua tahun.. Tora.. Apa kau juga merasakan hal yang sama?”, tanya Eun Kyo.

Tora diam saja sambil meminum jusnya.

“Hei !, kenapa diam saja? Apa makanannya asam?”, tanya Eunkyo, menyadarkan Tora dari lamunannya.

“Eo? Kau bilang apa tadi?”, tanya Tora.

“Apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau begitu aneh?”, tanya Eunkyo, tanpa menjawab pertanyaan Tora sebelumnya.

“Oh mianhae… Mungkin karena aku sedang banyak pekerjaan..Akhir-akhir ini, aku memang sangat lelah”, jawab Tora.

Baru akan membalas jawaban Tora, tiba-tiba ponsel Tora berbunyi..

Eunkyo pun mengurungkan niatnya.

“Yoboseyo?”, sapa Tora pada si penelpon.

“Sekarang?”, tanya Tora lagi sambil memincingkan matanya ke arah Eunkyo.

Eunkyo balas memandang.

“ohNe.. Sampai jumpa”, Tora menutup telponnya.

Tora memandang lesu ke arah Eunkyo.

“Wae?”, tanya Eunkyo.

“Aku harus pergi..Temanku membutuhkan bantuanku”, jawab Tora hambar.

“Hmm.. Ya sudah.. Pergilah..”, ucap Eunkyo singkat.

“Kau.. Benar, tidak apa-apa?”, tanya Tora memastikan.

“Hmm.. Pergilah..”, jawab Eunkyo kecewa.

“Baiklah, aku akan menghubungi Jung Soo. Dia akan menemanimu..”, ucap Tora.

“Jung Soo? Di hari kami, kenapa aku harus bersama Jung Soo?”, batin Eunkyo.

“Bagaimana?”, tanya Tora.

“Terserah kau saja..”, jawab Eunkyo sambil menyeruput jusnya.

“Aku pergi..”, pamit Tora sambil berjalan meninggalkan Eunkyo.

“Huuh !, menyebalkan !, apa yang bisa aku lakukan dengan semua makanan ini?”, gerutu Eunkyo.

“Teman? Meninggalkan hari terpenting, demi seorang teman?, sungguh bukan Tora yang ku kenal..”, gerutunya tak henti.

Selama lebih dari satu jam, Eunkyo hanya mengaduk-aduk jusnya yang tinggal setengah isi itu menggunakan sedotan.. Rasanya sungguh membosankan..

“Kau..Sudah lama menunggu?Ini makanan untukku ya? Wah.. Kelihatannya enak sekali..”, tanya Jung Soo tersenyum sambil duduk di hadapan Eunkyo.

“Ya… Begitulah.. Kalau mau, kau bisa memakannya..”, jawab Eunkyo juga tersenyum.

“Benar, aku boleh memakannya?”, tanya Jung Soo.

Eunkyo mengangguk..

“Oo ya..Bagaimana hubunganmu dengan Tora?”, tanya Jung Soo sambil melahap makanannya.

“Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?”, tanya Eunkyo curiga.

“A- Anii… Aku tidak tiba-tiba bertanya..Aku memang selalu menanyakannya saat aku diminta menemanimu”, jawab Jung Soo gugup.

“Huft.. Seperti yang kau lihat.. Tidak berhenti, tidak juga berjalan.. Semuanya seperti roda, hanya berputar-putar di tempat yang sama.. Seperti itulah sekarang hubungan kami.. Beberapa bulan terakhir, sikapnya juga berubah.. Ini sangat mengejutkanku.. Bertemu denganku, hanya beberapa saat.. Setelah itu, ribuan alasan, keluar dari bibirnya..”,

Jung Soo berhenti melahap makanannya, dan meminum minuman yang sama seperti yang di minum Tora sebelum pergi..

“Jangan terlalu memikirkannya.. Dia pasti punya alasan, kenapa dia bersikap seperti itu.. Aku akan selalu.. Berdiri di pihakmu.. Karena itu, jangan sedih sendirian.. Ingat aku, ketika kau merasakan kesedihan.. Hubungi aku, ketika kau ingin menceritakan apa yang ingin kau ceritakan.. Maka, aku pasti akan datang untukmu.. Karena…”, ucapan Jung Soo terhenti.

“Apa? Karena apa?”, tanya Eunkyo penasaran.

“Karena… Aku… Aku adalah temanmu.. Bukankah waktu itu, kau pernah bilang kalau aku adalah satu-satunya teman dekatmu?, itulah alasanku ingin membagi kesedihanmu bersamaku..”, jawab Jung Soo terbata-bata.

“Benar.. Kau memang teman dekatku sekaligus kakak sepupu Tora.. Aku beruntung, mempunyai teman sebaik dirimu.. Gomawo^^!”, ucap Eunkyo sambil meninju bahu Jung Soo.

Jung Soo tertawa hambar..

“Benarkah? Hehe.. Itu sudah seharusnya..aku bersikap seperti yang namanya… Teman”, ujar Jung Soo.

Tiba-tiba perut Jung Soo terasa sakit.. Jung Soo mencengkram perutnya kuat-kuat..

“Jung Soo~aa?  Gwenchana? Wajahmu pucat.. Apa kau sakit?”, tanya Eunkyo khawatir.

“Ah.. Tidak.. Aku tidak apa-apa.. Perutku tiba-tiba terasa sakit.. Ini mungkin karena pola makanku yang berantakan.. Jangan cemas.. Aku baik-baik saja..”, jawab Jung Soo tersenyum.

“Apa perlu ku antar kau ke rumah sakit terdekat?”, tanya Eunkyo cemas.

“Aku sudah tidak apa-apa.. Ayo ku antar kau pulang..”, ajak Jung Soo.

“Em”, Eunkyo mengangguk.

#####

Sesampainya di rumah Eunkyo …

“Gomawo^^. Jaga kesehatanmu.. Sesuaikan pola makanmu.. Jangan sampai kau sakit.. Aku masuk..  Annyeonggg…!”, kata Eunkyo, melangkah masuk sambil melambaikan tangan.

“Baiklah..Akan ku ingat itu..”, ucap Jung Soo tersenyum.

::::::

Di rumah.,

“Jung So~aa? Kau sudah pulang? Dimana Tora? Apa kalian pulang terpisah?”, tanya ibu Jung Soo.

“Heem… Tadi dia bilang, ada seorang teman yang butuh bantuannya.. Apa Tora belum pulang?”, tanya Jung Soo.

“Belum..”, jawab ibu Jung Soo.

“Selarut ini, dia belum juga pulang? Kemana dia?”, batin Jung Soo.

Jung Soo dan Tora tinggal dalam satu kamar.. Oleh karena itu, Jung Soo menunggu, sampai Tora pulang..

“Pukul 00.02 WKS (waktu korea selatan), apa dia bercanda? Ada apa dengannya? Benar, apa yang dikatakan Eunkyo.. Tora..sudah berubah..”, ucap Jung So.

Beberapa lama kemudian, Tora pulang…

“Dari mana saja?”, tanya Jung Soo menghadang langkah Tora, setelah ia memasuki kamar.

“Bukan urusanmu.. Jangan ikut campur..Minggir !”, jawab Tora dingin.

“Benar juga.. Untuk apa aku mencampuri urusanmu?, itu bukan urusanku..”, ucap Jung Soo juga dingin.

“Aku tidak suka nada bicaramu.. Kenapa kau?”, tanya Tora.

“Kau bisa membaca waktu, tidak?”, tanya Jung Soo lagi.

“Pukul 00.45, lalu?”,

“Ibu cemas memikirkanmu.. Sepertinya, kau itu bukan type orang yang akan senang di cemaskan?, siapa temanmu itu?, aku ingin tau siapa orang yang bisa mengubahmu..”, tanya Jung Soo dengan wajah mengeram.

“Bibi~ya? Maafkan aku..”, ucap Tora tanpa ekspresi bersalah.

“Temanku itu, kau tidak perlu tau.. Yang jelas, dia adalah anak baik yang sedang membutuhkanku.. Jangan berpikir yang tidak-tidak, cepat minggir !”, perintah Tora.

Jung Soo pun minggir..

Perut Jung Soo kembali terasa sakit.. Ia pun mencengkramnya lagi..

*inst.suju-in my dream (pada detik lagu 00:01-01:43)*

“Arggh !”, Jung Soo memekik tertahan.

“Semakin hari perutku semakin sakit! Kenapa?!”, ucap Jung Soo terbata-bata.

Tora tidak mengetahuinya, karena Tora ada di kamar mandi..Sementara Jung Soo ada di tempat tidurnya.

Tora keluar dari kamar mandi..

“Cepat sekali dia tidur?”, ucap Tora karena tidak mengetahui kalau sebenarnya, Jung Soo pingsan.

####

Pagi hari, Tora berangkat kerja pagi-pagi sekali.. Jung Soo diam-diam mengikutinya, karena sebenarnya, ia sangat penasaran dengan teman Tora..

“Inikan bukan tempat kerjanya? Ini sebuah apartement..”, gumam Jung Soo dalam penyamaran.

Jung So menunggu Tora di luar apartement..

Tak berapa lama kemudian, Tora keluar bersama seorang gadis.. Kelihatan mesra..

“Apa ini? Jadi ini yang dia maksud dengan teman?”, gerutu Jung Soo.

Selanjutnya, Jung Soo terus mengikuti Tora, hingga akhirnya, waktu berganti sore hari..Tora kembali mengantar wanita itu ke apartementnya.

Jung Soo mengakhiri penyamarannya dan langsung pulang.

###

“Dari mana?”, tanya Jung Soo tanpa memandang Tora, ketika Tora pulang ke rumah.

“Tentu saja kerja, apa lagi?”, jawab Tora singkat.

Jung Soo tersenyum..”Jadi pekerjaanmu sekarang, menjemput seorang wanita yang tinggal di apartement lalu mengajaknya keluar, makan?Baik ! Pertahankanlah terus, pekerjaanmu yang sekarang..”, ucap Jung Soo berjalan pergi.

Tora menahannya..

“Siapa yang mengatakannya?”, tanya Tora.

“Mataku.. Aku melihatnya sendiri..”, jawab Jung Soo.

“Dia temanku.”, jelas Tora.

“Aku tau.. Dialah teman yang kau perhatikan selama 24 jam, melebihi kekasihmu sendiri..”, ucap Jung Soo.

“Jung So~aa.. Aku..”,

“Tora !, berpikirlah selagi kau adalah seorang pria !, wanita yang kau kencani sekarang, kau belum kenal !, wanita yang bersamamu hampir dua tahun, kau harus pikirkan.. Kau lebih mengenalnya.. Bagaimana perasaanmu ketika kau harus berbohong padanya?, bagaimana raut wajahnya ketika kau membohonginya? Apa kau Tora yang ku kenal?”, tanya Jung Soo.

“Aku tidak mencintainya lagi.. Karena itu, aku berusaha menjauhinya.. Aku tidak tega mengatakan perpisahan.. Dia gadis baik..”, jelas Tora.

“Sepertinya baru semalam, kau bilang temanmu orang baik.. Sekarang, kau bilang Eunkyo gadis baik..Bagaimana tastemu sebagai seorang pria? Kau selesaikan sendiri masalahmu.. Akan ku lihat, sampai kapan kau akan menjadi seorang pecundang yang selalu bersembunyi..”, ucap Jung Soo berjalan pergi.Tora bingung.. Ia mendengus sambil mengacak-acak rambutnya sendiri..

####

Keesokan harinya, Jung Soo sudah ada di depan rumah Eunkyo.

“Jung Soo?”, sapa Eunkyo ketika ia keluar dari rumah dan melihat Jung Soo ada di depan rumahnya.

@ruang tamu.

“Apa yang membawamu datang kemari..?”, tanya Eunkyo.

“Seharusnya aku tidak datang.. Tapi kakiku tidak mau menurutiku..”, jawab Jung Soo ragu.

“Ada apa? Kau.. Membuatku penasaran.. Berita apa yang kau bawa?”, tanya Eunkyo.

“Aku tidak yakin mau mengatakannya.. Ini benar atau tidak, aku juga tidak tau.. Aku takut akan terjadi kesalahpahaman..”, jawab Jung Soo ragu.

Eunkyo semakin memandang Jung Soo, penasaran..

Jung Soo pun akhirnya mengatakan apa yang dilihatnya..

“Satu hari yang lalu, aku melihatnya bersama seorang wanita yang tinggal di sebuah apartemen.. Ku rasa, itu alasan dia berubah sikap padamu selama ini.. Maaf.. Aku tidak bermaksud mengadu.. Tapi aku.. Tidak ingin kau sakit lebih lama lagi..”, jelas Jung Soo.

Eunkyo tertegun.. Sekejap, hatinya tersentak.. Tapi ia kembali tersenyum..Tersenyum seolah hanya keterpaksaan.

“Kau juga mengetahuinya..”, ucap Eunkyo datar .

“Apa?!”, tanya Jung Soo tersentak kaget.

“Jangan bilang, kau juga tau ini..?”, tanya Jung Soo pelan.

Eunkyo tersenyum simpul..

“Mustahil..! Kalau kau sudah tau, kenapa masih bertahan? Sejak kapan kau mengetahuinya?”, tanya Jung Soo.

“Itu karena aku mencintainya.. Aku tidak akan mengakhirinya lebih dulu.. Kecuali dia yang mencoba mengakhirinya.. Hari itu, aku melihatnya bercanda ria bersama seorang wanita.. Mungkin wanita yang sama seperti yang kau lihat.. Awalnya, aku rasa.. Mereka hanya berteman baik, karena itu alasan yang dia berikan padaku.. Tapi..kata-kata ‘sayang’ pernah terucap dari bibirnya, dia kira aku tidak dengar.. Tapi aku mendengarnya jelas !, biarkan berjalan sesuai rencananya.. Aku tidak apa-apa.”, jawab Eunkyo.

Hati Jung Soo seperti tercabik-cabik mendengarnya..

“Apa yang ada di pikiranmu? Cinta bukan seperti itu.. Kau akan di tusuk secara terang-terangan.. Itu mungkin lebih sakit, karena kau tau jelas !”, ucap Jung Soo.

“Aku tidak tau apa yang sedang aku pertahankan.. Semua terlihat seperti samar-samar.. Kadang terlihat aku sangat mencintainya.. Tapi kadang, aku juga merasa dikhianati.. Jadi apa yang aku inginkan dari dirinya? Jelas-jelas, dia menusukku dari depan, seperti yang kau bilang.. Tapi aku tetap saja mempertahankannya..”, ucap Eunkyo dengan suara tertahan.

“Kau… Jangan bimbang.. Cobalah berpikir jernih.. Aku akan meninggalkanmu sendiri untuk saat ini.. Berpikirlah.. Bertanya pada dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kau inginkan..Maka kau akan menemukan jawabannya”, ucap Jung Soo meninggalkan Eunkyo.

Eunkyo memandang kepergian Jung Soo dengan tatapan redup..

‘AKHIRNYA, SATU ORANG YANG MENGETAHUINYA..APA YANG AKU INGINKAN? CINTAKU PADANYA SUDAH SEMAKIN MENDALAM.. APA YANG SEBENARNYA AKU INGINKAN?’.

Eunkyo tetap merenung..

 Sementara Tora,

“Baiklah !, tiba saatnya ku putuskan.. Aku harus menghampirinya.. Mengatakan semua yang ku sembunyikan..”, kata Tora.

Dia langsung pergi kerumah Eunkyo.

“Eunkyo.. Keluarlah.. Aku ingin bicara.. Sekarang, aku ada di depan rumahmu..~”

 

Itulah sms yang dikirim Tora kepada Eunkyo.

Secepat kilat, Eunkyo segera keluar, membuka pintu gerbang dan tersenyum senang di hadapan Tora.

“Apa? Ada apa? Kau mengejutkan aku.. Begitu pesanmu ku terima, aku langsung saja cepat-cepat kemari.. Aku tidak mau kau menunggu terlalu lama.. Jadi, kau ingin bicara apa?”, tanya Eunkyo polos.

‘TUHAN, MELIHAT WAJAH POLOSNYA, AKU SUNGGUH TIDAK TEGA MENGATAKANNYA.. BAGAIMANA KALAU DIA SAMPAI GANTUNG DIRI? INI BISA SANGAT MEREPOTKAN.’, batin Tora.

Kini, Tora memandang Eunkyo dengan iba.. Eunkyo mengerutkan keningnya..

“Jeongmal mianhae..”, ucap Tora lirih tanpa menatap mata Eunkyo.

“Wae?”, tanya Eunkyo.

Jantung Eunkyo berdetak kencang..

‘Apakah akan berakhir sampai disini? Jika benar, aku akan melepasnya.. Walau aku sangat mencintainya, tapi aku tidak bisa membencinya..’, batin Eunkyo.

“Aku.. Selama ini.. Bersama dengan wanita lain.. Di belakangmu.. Jeongmal mianhae.. Aku tau, ini tidak lucu.. Aku bermaksud untuk.. Mengakhirinya.. Mianhaeyo, aku bad boy..”, ucap Tora memandang ke arah lain.

* park yong ha-we saram (pada detik lagu ke 00:01-01:43)*

Eunkyo mengambil nafas panjang, lalu melepaskannya.. Mencoba tenang, walau hatinya seperti tertusuk belati untuk kesekian kalinya.. Sesaat kemudian, ia tersenyum simpul..

Tora mengeryitkan keningnya, sepertinya reaksi yang diberikan Eunkyo, tidak sesuai dengan yang di perkirakan..

“Sejak kapan?”, tanya Eunkyo tenang.

“Apa?!” Tora tampak kaget melihat ekspresi datar Eunkyo .

“Aku tau sejak 3 bulan yang lalu..Dan sekarang, aku ingin tau kenyataan sebenarnya”, ucap Eunkyo.

“Jadi kau.. Sudah selama itu.. Kau tau semuanya?”,

“Tidak.. Belum semuanya..”, jawab Eunkyo.

Dengan merasa bersalah, Tora mengatakan semuanya.. Tentang pertemuan, berapa lama ia menjalin hubungan dengan wanita itu.. Dan blablabla.. Semuanya terkuak hari itu juga..

“Jadi begitu?Sudah selama itu? Ternyata sudah 6 bulan.. Huh..Apa yang bisa aku lakukan sekarang kecuali melepaskanmu? Pulanglah..”, ucap Eunkyo mengakhiri pembicaraan.

Tora masih terpaku beberapa saat, lalu melangkah gontai menuju mobilnya..

“Tidak disangka.. Ini pasti sangat berat.. Bertahan selama 3 bulan, itu bukan hal yang mudah.. Tapi dia bisa.. Jadi sekarang, siapa yang menjadi pecundang?, tentu saja aku.. Benar kata Jung Soo .. Aku harus berterimakasih padanya.. Berkat dirinya, aku mampu memutuskannya.. Tapi aku kasihan padanya.. Baiklah Tora !, jangan lagi kecewakan hati wanita.. Karena itu dapat membuatmu tidak nyaman..”, kata Tora di dalam mobil.

Tora pun menghidupkan mesin mobilnya, lalu menjalankannya.. Pulang kerumah..

####

Jung Soo ada di rumah sakit..Dia berjalan melewati ruang-ruang rawat. Dia berniat memeriksakan perutnya yang sakitnya sudah hampir 3 bulan ini.. Dan itu sempat disepelekannya sejak awal.. Tapi saat ini, ia merasakan sakit yang semakin parah..Bahkan pergi ke rumah sakit tidak pernah terpikir olehnya sebelumnya. #babo!

Jung Soo berhenti tepat di depan ruang yang bertuliskan “SPESIALIS ORGAN DALAM” (menggunakan huruf hang-eul).. Perlahan, Jung Soo memasuki ruangan itu.. Kesan pertama, ruangan itu berbau obat-obatan.. #yaiyalah, namanya jg RS😀.

“Anyeonghaseyo”, sapa Jung Soo sambil menundukkan kepalanya beberapa detik kepada dokter yang ada di ruang itu.

Dokter itu tersenyum, dan ikut menundukkan kepalanya beberapa detik..

Jung Soo maju mendekati dokter itu, dan kini, ia dan dokter itu duduk berhadapan..

“Dokter  Lee Donghae ..”, sapa Jung Soo sambil melihat papan nama dokter itu.

“Namaku Jung Soo.”, lanjut Jung Soo.

“Benar sekali, Senang berkenalan denganmu Jung Soo~shii.. Apa ada masalah dengan organmu, sehingga kau datang kemari?”, tanya dokter itu.

“Ya.. Aku sering merasakan sakit di perutku.. Ini terasa seperti tertancap ratusan bambu runcing secara bersamaan..”, terang Jung Soo.

“Sejak kapan kau mulai merasakan sakit itu?”, tanya dokter.

“Hmm..Kira-kira 3 bulan lalu”, jawab Jung Soo.

“Ini memerlukan pemeriksaan.. Berbaringlah di tempat itu.”, perintah dokter.

Lalu Jung Soo berbaring di tempat yang dimaksud..

“Perawat Jina. Tolong ambilkan alat pengukur tekanan darah..”, perintah dokter.

“Baiklah Dok .”, jawab perawat itu.

Dokter menatap perawat itu dengan tajam..

“Baiklah Dokter Lee Donghae”, ralat perawat itu tersenyum jahil.

“Itu pacarmu?”, tanya Jung Soo.

“Dia istriku..”, jawab dokter.

“Wow.. Hebat! Bekerja bersama dalam satu ruangan, sepertinya menyenangkan!”, ucap Jung Soo.

“Tentu saja.. Sudah jangan banyak bicara, apa kau mau di suntik olehnya?, aku pernah menjadi kelinci percobaannya.. Dan rasanya sangat sakit..Benar saja, tanganku sampai memar semua”, bisik dokter.

“Hiih, mengerikan sekali”, ucap Jung Soo.

Dokter mulai mengukur tekanan darah Jung Soo..Lalu kemudian, memeriksa denyut jantung Jung Soo.

Dokter kembali ke tempat duduknya, di ikuti Jung Soo dari belakang, dan kemudian duduk di tempatnya semula..

Dokter Lee menghela nafas panjang..

“Park Jung Soo..Kenapa harus menunggu 3 bulan untuk pergi ke rumah sakit? Saat ini, di dalam perutmu terdapat penyakit kanker hati berbahaya, yang akan terus berkembang setiap harinya.. Kanker ini bisa menyebar 10x lebih cepat di bandingkan kecepatan ribuan lebah.. Secara perlahan, organ yang lain juga akan rusak.. Gejala yang akan kau rasakan adalah rasa sakit menyeruak dari dalam perutmu, dan sekitarnya.. Ini sudah stadium akhir.. Kesempatan hidupmu hanya 0,19% saja.. Cara memperlambat penyebaran, hanya dengan obat-obatan dan juga terapi..”, kata dokter genius itu langsung tau penyakit Jung Soo hanya dengan sekali memeriksa.

*2am-can’t let you go even if i die (pada detik lagu ke 00:01-01:10)*

“Apa?Sudah berapa lama?Kenapa aku sampai tidak tau? (tersenyum sedih) Begitu bodohnya aku sampai hal separah ini pun tidak aku sadari.. Jadi, apa aku harus kalah lagi? Sudah terlambat.. Semua sudah berakhir.. Inilah akhir dari hidup Park Jung Soo..”, ucap Jung Soo lemas.

“Sebagai seorang dokter, aku hanya bisa berusaha memberikan pertolongan kepada orang-orang sakit yang datang meminta bantuanku.. Untuk hati nurani di luar profesiku.. Aku hanya bisa memberikan dorongan semangat untuk sembuh.. Jadi kau, harus berusaha untuk sembuh.. Aku ingin kau menang.. Bersemangatlah!”, ucap dokter yang tetap tidak dapat membuat Jung Soo tersenyum.

“Baiklah.. Terimakasih untuk semangat yang kau berikan itu.. Permisi.”, pamit Jung Soo, yang mulai berdiri dan melangkah gontai keluar ruangan.

Jung Soo meninggalkan ruang itu..

“Lee Donghae.. Kau keren sekali berkata begitu.. Aku terpesona melihatnya..”, kata perawat itu mendekati dokter sambil tersenyum genit.

“Perawat Lee Jina.. Bersikaplah profesional dalam bekerja.. Aku berkata begitu bukan untuk membuatmu terpesona.. Tapi semata-mata karena ingin menghibur hati pasien.. Dia sedang berjuang untuk tetap hidup.. Aku harap, dia bisa sembuh.. Walau itu membutuhkan keajaiban.”,

“Baiklah.. Kasian sekali dia..”, ucap perawat itu.

###

Jung Soo menghubungi Eunkyo.

“Yoboseyo ! Disini Eunkyo.”, ucapnya dari dalam telepon.

“Ini aku..”, kata Jung soo.

“Aku tau..Kata-katamu waktu itu, terimakasih, ya? Sekarang aku dan Tora sudah tidak ada hubungan spesial lagi.. Dia datang dan mengatakan semua padaku..Terimakasih, karena kau, aku mampu mengambil keputusan yang tepat”, kata Eunkyo.

“Apa?”, tanya Jung soo.

“Ya.. Aku baik-baik saja.. Tidak ada yang perlu di cemaskan”,

“Secepat itu?”, tanya Jung Soo.

“Hemm”, jawab Eunkyo.

Jung Soo mengakhiri teleponnya.

###

Malam ini, Jung Soo sengaja tidak pulang.. Dia menghabiskan waktu di klub malam.. Yang ada di pikirannya adalah,,,,

“Bisakah, kau menyukaiku?Menjadi kekasihku? Lupakan Tora.. Karena aku sangat menyukaimu.. Sejak 4 tahun lalu..Jauh sebelum kau dan Tora berpacaran”, ungkap Jung Soo.

“Apa?”, seketika, Eunkyo menoleh kaget kearah Jung Soo.

“Aku.. Aku tidak bisa! Bukankah kita teman dekat? Kau tiba-tiba mengungkapkannya.. Ini membuatku terkejut.. Maafkan aku.. Aku tidak bisa..”, ucap Eunkyo lirih.

*park yong ha – we saram (pada detik 02:22-03:06)*

“Tidak apa-apa.. Aku mengerti.. Mungkin memang aku tidak boleh berkata begitu.. Aku tidak ingin setelah hari ini, kita akan canggung.. Bersikaplah.. Seperti biasa”,

setelah beberapa lama.. Mereka pun pulang..

###

Jung Soo sampai di rumah dan ia melihat Tora bersandar di bawah pohon yang ada di depan rumahnya.. Jung Soo juga melihat sebuah novel tepat berada di atas wajah Tora..

Jung Soo mendekati Tora dan mengambil novel itu lalu membaca covernya..CINTA BUKAN APAPUN KECUALI SEPERTI SUNGAI..

Tora terbangun dari tidurnya..

“Hyung! Sini! Kembalikan novel itu.. Aku baru membelinya dan harganya 53.000 won..Itu novel populer milik Han Nim seri ke 2”, ucap Tora.

“Ini aku kembalikan.. Lagi pula aku takut kau akan menangis kalau aku tidak mengembalikannya.. Kau kan fans berat novel karya Han Nim..”, ucap Jung Soo.

“Tentu saja! Tadi, kau pergi kemana?”, tanya Tora.

“Pergi bertemu Eunkyo”, jawab Jung Soo.

“Dia baik-baik saja kan? Sepertinya dia terlihat tegar”, tanya Tora.

“Ya..Dia baik”, jawab Jung Soo.

Tiba-tiba, perut Jung Soo kembali terasa sakit.. Tapi Jung Soo berusaha keras bertahan dan tidak mencengkram perutnya di depan Tora..

“Syukurlah”, ucap Tora tanpa memandang Jung Soo yang kini telah berwajah pucat.

Keringat dingin mulai keluar dari tubuh Jung So .. Kini Tangan kanannya mulai meremas dedaunan kering di sekitarnya, tanpa sepengetahuan Tora..

“Tapi hyung.. (memandang Jung Soo) hyung! Gwenchana?Wajahmu pucat sekali?Apa kau ingin buang angin? Tidak apa-apa.. Buang saja di sini,”, tanya Tora bertubi-tubi. *haha gaje*

Jung Soo berlari sambil berteriak antara kesakitan dan menjawab pertanyaan Tora,

“Aku.. Aku..Tidak apa-apa!!”

*suju-in my dream (pada detik lagu ke 00:01-02:41)*

“Hyung!”, panggil Tora mengejarnya.

Tapi Jung Soo terus saja berlari kerumah menuju kamarnya dan mengunci pintu dari dalam..

Jung Soo langsung terjatuh dan mencengkram perutnya..

“Hyung!Kau kenapa? Buka pintunya!”, suara Tora dari luar, tidak di hiraukan oleh Jung Soo.

“Eunkyo… Aku takut.. Tidak bisa melihatmu lagi.. Aku tidak tau..sampai kapan penyakit ini, akan terus menyakitiku.. Mungkin hanya dalam mimpiku.. Aku.. Ingin kau mencintaiku..Sama besarnya dengan kau mencintai Tora”, ucap Jung Soo terbata-bata.

*suju-in my dream (pada detik lagu ke 02:42-04:36)*

Tora menunggu di luar pintu kamar, sambil bersandar pada dinding..

“Sudah hampir 1 jam, kenapa dia tidak juga keluar?”, batin Tora mulai curiga.

Tora memilih mendobrak pintu, dan hasilnya, Tora melihat pemandangan yang mengejutkan.. Jung Soo tergeletak pingsan di lantai..

Tora segera mendekati tubuh Jung Soo.

“Jung Soo hyung !!, kau kenapa? Cepat bangun!”, teriak Tora sambil mengguncang-guncangkan tubuh Jung Soo.Tapi tidak ada reaksi dari Jung Soo.

Akhirnya, Tora membawa Jung Soo ke rumah sakit.

@rumah sakit.

“Dokter! Tolong saudara sepupuku ini! Dia pingsan! Aku takut terjadi sesuatu!”, seru Tora.

“Dia, Park Jung Soo?”, batin dokter itu yang ternyata adalah Dokter Lee Donghae yang tempo hari memeriksa keadaan Jung Soo.

“Baiklah!Segera bawa ke ruangan”.

45 menit berlalu, dokter keluar dari ruang..

“Bisa kita bicara?”, tanya dokter.

@ruang dokter.

“Kanker ini menyebar lebih cepat dari yang ku duga.. Beberapa bagian organ, sudah di rusak kanker ini.. Stadium akhir yang membahayakan..”, jelas dokter.

“Apa?Kanker? Stadium akhir?”, tanya Tora tersentak kaget.

“Kanker hati.. Kau belum mendengarnya dari Park Jung Soo?”, tanya dokter.

Tora menggeleng..

“Dia sengaja menyembunyikannya.. Aku tau, dia bukan jenis orang yang suka di cemaskan.. Kalau begitu, aku akan ikuti jalur permainannya..”, ucap Tora.

Dokter hanya menghela nafas.

##

setelah sadar, Jung Soo di bawa pulang oleh Tora. Sepanjang perjalanan, Tora diam saja..

“Hai, kau kenapa?”, tanya Jung Soo.

“Tidak.. Apa aku terlihat aneh?”,

“Kau memang selalu aneh, kan?”, canda Jung Soo, tapi tidak dapat membuat Tora tertawa.

@rumah.

“Tidurlah.. Ini obat..Minumlah setiap hari”, ujar Tora.

Jung Soo menerimanya..

“Obat apa ini?”, tanya Jung Soo yang takut Tora mengetahui penyakitnya.

“Obat sakit perut”, jawab Tora berbohong.

“Ah..Baiklah, akan aku minum”, ucap Jung soo lega.

Setelah Jung Soo istirahat, Tora menelpon Eunkyo.

“Yoboseyo?Eunkyo?Apakau tau? bahwa sebenarnya, Jung Soo mengidam penyakit.. Kanker hati stadium akhir..?”, tanya Tora pelan dan to the poin.

“Apa? Tidak!”,

“Jangan beritahu dia, karena ini adalah kenyataan yang dia sembunyikan”, ucap Tora langsung mematikan ponselnya.

“Jung Soo.. Kau.. Ternyata.. Kenapa tidak katakan padaku yang sebenarnya?”, batin Eunkyo sedih.

Lalu Eunkyo membayangkan saat hari ulang tahun berpacarannya bersama Tora, saat Jung Soo kesakitan..

Eunkyo semakin sedih dan menenggelamkan wajahnya pada bantal..

3 hari berlalu, ibu Jung Soo tau keadaan Jung Soo yang sebenarnya.

“Jung Soo~aa? Ayo..Kita harus pergi terapi”, ajak ibu.

“Bibi !!!”, panggil Tora.

“Sudah tidak ada waktu lagi! Ayo berangkat!”, seru ibu.

“Ada apa ini? Kenapa harus terapi?”, tanya Jung Soo.

“Kau membutuhkannya..Ibu tidak ingin terjadi sesuatu padamu”, jawab ibu.”Apa? Siapa yang mengatakannya? Apakah aku mengenalnya?”, tanya Jung Soo pada ibunya, tapi pandangan matanya menatap Tora. Tora mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Jung Soo..”, panggil ibu.

“Ibu.. Aku baik-baik saja.. (memandang Tora) tolong jangan mendengar ataupun percaya pada apapun yang keluar dari bibir orang lain, bu.. Percayakan semua padaku!”, ucap Jung Soo.

Tanpa berkata apapun, ibu dan Tora pun meninggalkan Jung Soo, agar Jung soo dapat istirahat..

Baru akan memejamkan mata, ponsel Jung Soo berbunyi.

“Yoboseyo !ini Jung Soo.”, ucap Jung Soo.

“Bisakah kita bertemu di taman waktu itu?”,

“Eunkyo~yaa?, baiklah.. Aku akan segera kesana”, jawab Jung Soo senang

@taman.

“Hei!,disini! Aku disini!”, sapa Eunkyo melambaikan tangannya kepada Jung Soo.

Jung Soo hanya tersenyum dan menghampiri Eunkyo.

“Ada apa?”, tanya Jung Soo sungkan.

“Kau yang berkata jangan sampai terasa canggung.. Tapi kau malah merasa canggung.. Wajahmu lucu sekali..Andai kau bisa melihatnya”, ujar Eunkyo sambil sedikit tertawa mencairkan suasana.

“Oh benarkah?”, Tanya Jung Soo juga ikut tertawa.

“Emm..Tentang pertanyaanmu waktu itu, kenapa tidak kita coba untuk bersama? Setelah aku berpikir..Ternyata, itu ada benarnya juga”, ucap Eunkyo serius.

“Apa yang kau katakan?”,

“Aku serius! Mari kita coba jalani bersama!”, ajak Eunkyo tersenyum.

Jung Soo terkejut..

*lagu pengiring, park yong ha-we saram (tepat pada 02:22-03:05)*

“Aku.. Aku tidak..”,

“Jangan berpura-pura bodoh..Apa perlu, aku berteriak? Setidaknya…”,

Eunkyo belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Jung Soo menyela..

“Kyo~yaa … Gomawo .. Aku mendengarnya.. Jangan di ulangi lagi.. Sudah cukup untukku..Aku senang mendengar ini sebelum aku benar-benar tidak dengar”, ucap Jung Soo melelehkan air mata.

Raut wajah Eunkyo berubah.

“Ah.. Maksudku..Sebelum aku tua, sehingga aku tidak dapat mendengarnya”, ralat Jung Soo.

“Baiklah.. Kencan pertama kali.. Di taman bunga..”,

Hari-hari bahagia pun dimulai sejak saat itu..

Jung Soo benar-benar tertawa senang semenjak dia dan Eunkyo, menjalin kasih..

‘Ini adalah awal di mana aku, mulai membuka hatiku untuk Jung Soo.. Setelah tau kenyataan menyakitkan tentang Kanker Hati yang di deritanya, aku mulai berpikir tentang kesakitan yang dia rasakan.. Tapi ini aku lakukan karena bentuk simpatiku terhadap seorang teman.. Bukan karena aku mencintainya.. Bahkan ini terlihat seperti membohongi pria polos.. Setidaknya, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk saat ini…’, batin Eunkyo

Eunkyo sangat memperhatikan Jung Soo.Jung Soo juga demikian.Mereka tampak serasi.

mereka hampir menjelajahi seluruh kota.. Makan ubi bersama.. Minum soju bersama, tertawa bersama.. Hingga Jung Soo bisa sama sekali melupakan penyakitnya..di hari berikutnya, Eunkyo mengajak Jung Soo pergi ketempat tumbuhnya ilalang..

Eunkyo bersembunyi, tetapi dengan mudahnya Jung Soo menemukannya.. Mereka pun saling berpelukan, lalu duduk di antara ilalang-ilalang itu..

“Yang tadi itu seru ya?Kapan kita main lagi?yang seperti ini sungguh menyenangkan! Benar tidak?”, tanya Eunkyo.

“Ya.. Ini sungguh menyenangkan..Kapan main lagi? Kita pasti akan main lagi..Tapi aku tidak tau kapan itu terjadi”, jawab Jung Soo lirih.

###

Tak terasa, 1 bulan telah mereka lalui.. Selama itu, Jung Soo baik-baik saja.. Penyakitnya pun tidak pernah kambuh..

Tapi pada suatu hari, ketika Jung soo berencana akan menemui Eunkyo, di saat ia hendak berjalan menuju mobilnya, kepalanya mendadak terasa pusing, dan dia terjatuh pingsan..

Tora yang tanpa sengaja melihat kejadian itu, panik! Dengan segera, Jung Soo di bawa Tora menuju ke rumah sakit..

@rumah sakit.

“Dokter! Tolong saudara sepupuku ini! Aku melihatnya pingsan secara mendadak.!”, seru Tora.

“Suster.. Bawa pasien ke ruang rawat.. Sekarang!”, perintah dokter.

“Baik!”,

dokter segera menangani Jung Soo.

Sementara Tora menunggu hasil penanganan dokter di luar ruangan..

“Bagaimana?”, tanya Tora ketika dokter keluar ruangan.

“Sudah ku peringatkan sebelumnya.. Untuk memperlambat penyebaran Kanker, harus minum obat rutin dan menjalani terapi.. Apa selama ini tidak pernah kau coba lakukan?”, tanya dokter.

“Sudah pernah ku coba, tapi dia bilang, aku harus percaya padanya..Sebagai saudara yang baik, aku harus menuruti keinginannya”, jawab Tora.

“Karena itu, sekarang kau harus tau hasil pemeriksaannya.. 98% kanker hati yang di deritanya, telah menyebar hingga ke otak dan saraf-saraf yang menghubungkannya.. Orang yang seperti ini adalah orang yang putus asa.. Tapi kau justru menuruti permintaannya.. Baiklah, aku permisi dulu..”, ucap dokter. Beberapa saat kemudian, dokter beranjak pergi meninggalkan Tora.

“Jung Soo~aa..Kenapa jadi lebih parah?Apa yang harus aku katakan pada bibi? Bibi pergi ke paris selama 2 minggu untuk menemui dokter spesialis organ dalam.. Apa aku harus menghubunginya?”, batin Tora khawatir.

Jung Soo di rawat di rumah sakit.

1, 2, 3 hari, hingga 1 minggu berjalan.. Tapi Jung Soo tetap tidak ada perkembangan.. Bahkan tidak ada respon sama sekali.

Eunkyo duduk di sofa ruang tamunya, sedang mencoba menelepon Jung Soo.

“nomor yang tujuan anda, sedang tidak aktif.. Untuk membuat pesan suara, silahkan tekan satu”,

Eunkyo menekan tombol 1 dan mulai berbicara, seolah-olah itu adalah Jung Soo.

“Sudah 43 kali, aku mencoba menghubungimu, tapi yang ku dengar tetap sama.. Kenapa tidak memberi kabar selama 1 minggu ini? Aku sangat mencemaskanmu.. Setelah kau mendengarnya, tolong segera hubungi aku..”, ucap Eunkyo menutup ponselnya.Pada hari ke 8..

Di ruang rawat Jung Soo… Tanpa perawat ataupun dokter..Hanya ada Jung Soo seorang, dengan selang oksigen yang menempel pada kedua lubang hidungnya.

*2am-can’t let you go even if i die (pada detik lagu ke 00:01-01:47)*

Jung Soo mulai sadar, tapi tidak ada orang yang tau..

Dalam kondisi yang seperti itu, Jung Soo berusaha menggerakkan lengan tangannya yang terasa kaku, dan mencoba mengambil sesuatu di laci meja, dekat tempat tidurnya..

Sebuah foto! Tampak seorang wanita manis, sedang menggembungkan kedua pipi cubby nya..Wanita itu adalah Park Eun Kyo.

Jung Soo memandangi foto itu.

“Naesarang.. Terimakasih telah memberiku kehangatan sebagai seorang kekasih.. Aku sangat bahagia.. Waktu itu.. Aku pernah berjanji, kita akan main lagi di tempat itu.. Tapi sepertinya, aku tidak bisa menepati janjiku ini.. Maka jangan membenciku.. Setidaknya, aku telah menghabiskan banyak waktu bersamamu.. Kau jangan pernah melupakannya walau hanya satu detik.. Karena dengan hanya satu detik, bisa membawamu pada detik-detik berikutnya untuk proses melupakanku.. Aku mencintaimu.. Terimakasih atas cintamu.. AKU TIDAK BISA, MEMBIARKANMU PERGI SETELAH AKU MATI, MAKA JAGALAH CINTAMU UNTUKKU”, ucap Jung Soo.

*2am-can’t let you go even if i die (pada detik lagu ke 01:47-2:14)*

Kemudian, seluruh tubuh Jung Soo terasa sakit.. Lebih sakit dari kesakitan tempo hari yang di rasakannya.. Semuanya, mulai tampak gelap..Sehingga foto itu terlihat semakin remang-remang.

*2am-can’t let you go even if i die (pada dtik lagu ke 02:14-03:12)*

tangan Jung Soo, menggenggam erat foto itu sambil terbayang saat-saat bersama Eunkyo. Saat di taman bunga, makan ubi bersama, minum soju bersama, tertawa bersama dan di tempat ilalang liar bersama.. Terbayang saat dia dan Tora berdebat.. Terbayang raut wajah khawatir sang ibu.

‘Inikah akhir dari segalanya? Aku bisa melihat malaikat kematian mulai menghampiriku.. Jadi, aku mungkin akan berjalan di antara cahaya putih yang menyilaukan.. Sambil sesekali tersenyum melihat ke belakang.. Sampai jumpa lagi.. Tora, Ibu, dan.. Eunkyo..’ batin Jung Soo

Tubuh Jung Soo tergeletak tak berdaya.. Tangan yang semula menggenggam erat foto, tampak merenggang.. Pertanda Jung Soo telah pergi.. *hiks.., jd nangis nih*

###

Singkat cerita.. Sudah 1 minggu setelah Jung Soo meninggal, ibu Jung Soo menjalani terapi karena kejiwaannya yang terguncang..

Tora memandangi seluruh sudut kamarnya, dengan mata sembab.

“Bagaimana bisa?Semua kenangan ada di dalam kamar ini. Tidak akan semudah itu, bahkan tanpa berpura-pura tidak ingat..”, ucap Tora lirih dalam.

Kemudian, mata Tora tertuju pada sebuah buku kecil di bawah bantal tempat tidur Jung Soo. Dengan ragu, Tora mengambilnya..

“Ini pasti miliknya..”,

di buka perlahan buku itu.. Dan ternyata, ini adalah buku harian Jung Soo. Di bacanya lembaran demi lembaran.. Hingga sampai pada kalimat tengah yang belum lengkap..

PARK EUN KYO ADALAH HATIKU.. TAPI, HARUS AKU INGAT STATUS ANTARA…

“Status antara, aku dan Jung Soo. Yang merupakan saudara sepupu.. Sekarang aku tau semua hal yang belum aku tau.. Bahkan aku tampak seperti seorang penjahat.. Menyakiti wanita yang dia cintai.. Sekarang aku benar-benar menyesal akan sikapku pada Eunkyo. Aku harus melakukan sesuatu! Untuk menebus kesalahanku”, lanjut Tora.

Pada hari itu juga, Tora pergi menemui Eunkyo.

“Tora?”, sapa Eunkyo terkejut, ternyata mantan kekasihnya yang datang.

Tora tersenyum kecut.

“Dimana Jung Soo? Sudah 2 minggu ini, aku tidak pernah bertemu dengannya.. Bahkan ponselnya selalu tidak bisa di hubungi.. Apa ada sesuatu yang tidak aku tau?”, tanya Eunkyo.

Tora mengambil nafas pelan..

“Banyak hal yang tidak kau ketahui.. Maafkan aku, karena belum sempat mengatakannya.. Ini karena aku terlalu terkejut sedih..”, ucap Tora dengan sedikit keraguan.

“Memangnya ada apa? kenapa harus sedih?”, tanya Eunkyo.

“Sebenarnya, 2 minggu yang lalu..Itu adalah hari kematian Hyung. 1 minggu dia sekarat, dan 1 minggu yang lain, dia meninggal..”, jawab Tora menyesal.

*2am-can’t let you go even if i die (pd dtik ke 00:04-03:12)*

Seakan bumi berhenti mendengar kenyataan yang tak ingin di dengarnya .

“Apa? Beraninya kau tidak mengatakannya padaku sejak awal! Putus hubungan denganmu, aku masih bisa tersenyum.. Tapi untuk Jung Soo, aku tidak bisa tersenyum untuk menyembunyikan kesedihanku! Dia adalah kekasih yang baik selama ini.. Bahkan aku tidak tau kalau sebenarnya aku telah menyukainya! Ini terlalu menyedihkan! Aku tidak bisa mengatakan apa yang aku rasakan padanya! Bagaimana ini? Haaargh!!”, teriak Eunkyo menangis sambil menjambak rambutnya sendiri.

“Aku baru tau tentang kau yang menjalin cinta dengan Jung Soo.Ku mohon jangan seperti ini. Jung Soo pasti tidak ingin kau jadi begini.. (menyerahkan buku) buku harian Jung Soo ini. Aku menemukannya di kamar kami.. Kau bisa membaca semua isi hati Jung Soo semenjak kita berpacaran dulu..Kau tau? Fotomu ada di pelukannya ketika ia meninggal.Dan kini, rasa bersalahku semakin berlipat ganda”, ucap Tora mencoba menenangkan hati Eunkyo dan menjelaskan semuanya.

“Mana mungkin aku bisa melupakanmu Jung Soo~aa? Sekarang, aku juga mulai menyukaimu.. Berita ini sungguh mengejutkanku.. Kau berbohong! Kau berjanji kita akan main lagi.. Tapi kau lebih dulu meninggalkanku.. Baik! Aku akan terus menyukaimu.. Jangan harap setelah kau pergi, aku akan melupakanmu! Karena aku akan selalu mengingatmu! Terlebih lagi, karena aku mencintaimu.. WALAU INI MUNGKIN AKAN MENJADI KETERLAMBATAN CINTA..Selamat jalan Jung Soo~aa nae jagiii”, ucap Eunkyo sambil melelehkan air mata.

Jung Soo dari kejauhan memandang Eunkyo dengan senyum bahagia (Dia akan selalu menjadi malaikat yang akan selalu bersemayam dihati Eunkyo).

Jung Soo : keterlambatan cintamu, aku terima.. Sekarang, aku berjalan diantara cahaya putih, dan senyummu selalu menjagaku dari apapun.. Maka tetaplah mengingatku, dan tersenyum untukku.. Karena kau adalah penunjuk arah untuk jalan yang akan ku lalui…

 

~End~

Note : Fiuhhhhhhh,,,, akhirnya selesai juga , mian ya fika eonnie, karakter cast utamanya agak berbeda dari yang aslinya ,,,, ini FF da lama banget aku simpan d leppi aku ,, da jamuran, heheh^^

Mian ya kalo bnyk typo atau sejenisnya, krna cast yg aslinya bukan TeuKyo , jd aku edit lg😀

Alasan aku utk ikut Quiz ini sbenarnya Cuma mau iseng2 aja , skedar pengen tau gmn pendapat reader tentang e pep ku yg bin aneh + gaje ini😀, tp tdk bias d pungkiri jg bahwa aku ingin mendapatkan album Suju SPY itu ,, ckckck,,, Tp aku ga trlalu brharap kok eon , yg penting aku bias ngeramein Quizz ini ,, ok semoga bias mememuaskan para reader skalian :* *bow*

3 responses »

  1. hiks😦 jungso oppa meninggal😦
    kasian si eunkyonya ..
    knpa eunkyo baru sadar klo sebenarnya dia itu cinta sma jungso pas jungsonya udh gag ada -__-”
    miris bgt sih kisahnya yg in eon😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s