FF Contest : Unpredictable

Standar

AUTHOR : CARIN

Author POV’s

Leeteuk, seorang fotografer yang sudah mendunia. Tak jarang ia digosipkan mempunyai hubungan khusus dengan model lain yang sedang bekerjasama dengannya. Tak bisa dipungkiri memang pesonanya begitu kuat. Badan tinggi, tegap, tampan, baik dan berpenghasilan tinggi pun bahkan tak cukup untuk menggambarkan kesempurnaannya. Namun sayangnya sampai sekarang belum ada seorangpun yang dapat memikat seorang Park Jung Soo. Selama ini model yang dikencaninya hanyalah untuk bersenang-senang belaka.

“Untuk musim panas kali ini kita akan mengganti model kita, saya ingin mengganti model kita karena menurut survei masyarakat sudah mulai bosan untuk terus melihat wajah Jiyoung karena sudah kurang lebih 2 musim kita memakainya dan hal ini akan menyebabkan turunnya apembelian produk kita.”

“Namun bukankah akan lebih sulit untuk mencari model baru? Chemistry yang didapat harus dimulai kembali dan hal ini tidak segampang itu bukan?”

“Tenanglah Leeteuk, saya yakin anda dapat menghandle semua model. Dengan begitu rapat hari ini selesai, pemotretan akan dimulai besok dan modelnya akan datang langsung ke lokasi. Menurutmu lokasi mana yang bagus untuk kali ini? Tema kita untuk kali ini adalah summer paradise”

“Busan, saya rasa disana akan lebih menarik apalagi saat sunset ataupun sunrise.”

“Baiklah, manajer Park tolong kabari model baru kita untuk pemotretan besok.”
“Baik.”

“Eum leeteuk~a, mungkin kau akan tertarik pada model yang satu ini karena wajahnya memang cantik alami tanpa sentuhan operasi.”

“Lihat saja nanti.”
Tanpa mengikuti basa-basi atasannya itu Leeteuk pun langsung meninggalkan ruangan meeting. Rasanya sangat malas jika harus mengganti model, baginya mengganti model adalah suatu hal yang mengerikan, apalagi jika modelnya seperti Jiyoung yang manjanya sudah mencapai taraf tinggi.

Park Eunkyo POV’s

“Baik, nanti malam saya dan Eunkyo akan langsung berangkat ke Busan. Mohon informasi selanjutnya dikabarkan segera. Tenang saja, saya yakin Eunkyo mampu melaksanakan tugas ini dengan baik. Ne, anneyong.”

“Lee Coorporation?”

“Iya, lokasi pemotretan akan dilakukan di Busan. Bersiaplah kita akan berangkat malam ini juga. Ini adalah project pertamamu bukan bersama mereka? Jangan mengecewakan mereka, apalagi kali ini yang akan menangani pemotretan adalah Leeteuk sendri, fotografer andalan mereka.”

Apa? Leeteuk katanya? Astaga, mendengar namanya saja aku sudah tidak dapat membayangkan apa jadinya pemotretan besok. Ia terkenal menyebalkan di kalangan model, namun tetap saja mereka tergila-gila dengannya seperti Minyoung, entah apa yang digunakannya untuk membuat mereka tertarik.

*flashback 3 days ago*

Aku sedang menuju tempat pemotretanku yang berada di daerah Daegu, entah kenapa aku merasalapar sekali sejak tadi. Akhirnya aku memutuskan untuk menuju sebuah minimerket di pinggir jalan dan membeli jajangmyun makanan favorit ku. Kulihat jam menunjukkan pukul q0 pagi, sontak akupun berlari karena pemotretan akan dilaksanakan dalam waktu 30 menit lagi dan tiba tiba

BRUKK!

“Aish, agashi mohon hati-hati jika sedang berjalan jangan berlari. Ah kameraku jadi jatoh kan karenamu. Anda harus ganti rugi nona!.” Katanya geram. Sepertinya aku mengenal wajahnya. Ah benar! Dia adalah Leeteuk, fotografer terkenal itu.

“Mianhe aku sedang terburu-buru tadi. Apakah kameramu rusak parah? Aku rasa tidak, aku harus pergi. Sekali lagi mianhe.” Ujarku sambil membungkukan badanku sedalam-dalamnya.

“Gwenchana, namun kau tetap harus mengganti rugi atas kerusakan ini agashi.”

“Aku seorang model jadi aku tau bahwa kamera itu baik-baik saja. Maaf tapi aku harus pergi, aku ada pemotretan sebentar lagi. Aish sisa 15 menit. Aku harus pergi, sekali lagi mianhe.”

“Ya! Agashi kau harus membayar ganti ruginya. Agashi!” teriaknya namun tidak kuperhatikan. Aku harus segera sampai ke lokasi.

Setibanya di lokasi ternyata aku sudah terlambat. Astaga jika saja aku tidak bertemu dengannya mungkin tidak akan terlambat seperti ini. Aku harap tidak akan pernah ada hubungan kerjasama dengan fotografer menyebalkan itu.

“mianhe ada kejadian tadi yang menghambat.” Ujarku sambil melirik ke manajerku. Gawat, sepertinya sebentar lagi aku akan ditelannya hidup-hidup.

*Flashback done*

Leeteuk POV’s

Mengganti model? Entah apa yang dipikirkan oleh Hyukjae. Aku memang hanya memanggilnya secara formal saat meeting atau pada situasi tertentu, diluar itu kami tetaplah teman seperti biasa. Hyukjae, kuakui idenya tidak pernah melenceng jauh dari kata cemerlang. Namun apa ia kira mengganti model adalah hal yang mudak? Dengan Jiyoung saja rasanya aku sudah hampir menyerah pada awalnya. Setiap istirahat pasti ia langsung mengekoriku kemanapun padahal sudah jelas-jelas aku tidak menyukainya. Hari ini aku akan berangkat lebih dulu untuk mengsurvei lokasi bersama team A. Semua perlengkapan sudah kumasukkan kedalam tas.

“Ya Lee Hyukjae, apa kau kira ini pekerjaan yang mudah? Demi apapun model yang selama ini kau sediakan tidak pernah ada yang beres kau tau. Apalagi Jiyoung, aish” gerutu Jungsoo

“Astaga, tenanglah sedikit, aku atasanmu tau segala sesuatu yang terbaik. Buktinya saja saat memakai Jiyoung produk kita melejit bukan? Aku yakin untuk kali ini akan lebih booming lagi. Oh iya namanya Park Eunkyo. Apa kau sudah pernh mendengarnya sebelumnya?”

“Belum, apa semenarik itukan sampai-sampai semua berebut untuk mengkontraknya?”

“Iya, walau tergolong masih baru namun selama ini job yang ia tangani bukanlah job sembarangan, sebelum memutuskan aku sudah mencari segala informasi mengenainya. Dan  ia terkenal sebagai model paling enak dan mudah untuk membangun chemistri. Maka itu aku memutuskan untuk menggunakannya, aku harap hasilnya tidak mengecewakan.”

“Baiklah aku pergi dulu, anneyong.”

“Ne.”

Park Eunkyo, ada apa dengannya sampe Hyukjae memilihnya untuk project ini? Padahal ia tau bahwa ini bukanlah hal yang disepelekan.

Author POV’s

Jam menunjukkan pukul 5 pagi, semua kru sudah berkumpul di lobby hotel untuk melakukan briefing. Saat sudah menentukan konsep Eunkyo pun belum kelihatan, entah kemana diirnya yang jelas semua orang sudah menunggunya selama 1 jam lebih. Melihat hal ini Jungsoo pun sudah hampir meledak namun ia masih ingat bahwa pekerjaan ini sangat penting. Ia pun memutuskan untuk berjalan keliling hotel. Saat melewati taman ia melihat seseorang yang menarik perhatiannya. Eunkyo, ia adalah Park Eunkyo. Namun tiba-tiba gadis itu pergi saat ia menerima telepon. Tak beberapa lama kemudia Jungsoo pun kembali ke lobby karena mendapat kabar dari kru bahwa modelnya telah datang.

Saat tiba di lobby hotel, Jungsoo tercengang. Ternyata gadis tadi adalah Eunkyo. Ia akui memang secara fisik sempurna, Hyukjae memang tidak pernah salah dalam memilih model. Namun hal yang membuat Eunkyo mendapat nilai plus dimatanya adalah reaksi eunkyo yang biaa saja saat melihatnya. Eunkyo adalah satu-satunya wanita yang dapat membuat jantungnya berhenti berdetak sebentar saat menatap matanya. Menurutnya juga, sepasang bola mata itu adalah yang terindah jika dibandingkan dengan yang lain. Mungkin serasi dengan seorang park Jungsoo yang sempurna ini pemikirannya dalam hati. Ia sangat berbeda dengan model yang selama ini ia tangani. Apa mungkin ia tidak mengenalku? Tanya Jungsoo dalam hati.

“Perkenalkan namaku Park Eunkyo, maaf atas keterlambatan hari ini dikarenakan ada hal mendesak yang harus dilakukan terlebih dahulu tadi. Mohon bantuan dan kerjasamanya.”

“Jadi kau adalah Park Eunkyo? Apa kau sadar kami sudah menunggumu selama 1 jam? Untuk kedepannya aku harap kau dapat lebih profesional lagi.” Leeteuk ingat pada gadis ini, tentu saja, yang menabrak sehingga lensa kameranya lecet. ‘Park Eunkyo, habis kau kali ini. Jika diperhatikan tidak buruk juga, membuatku merasa tertarik saja.’ Batin Leeteuk.

“Mianhamida, kesalahan seperti ini tidak akan terulang lagi kami janji.”

“Baiklah, tema kita kali ini summer paradise, lokasinya akan ada di pantai dekat dengan daerah hotel. Kita akan berangkat sekarang, semua perlengkapan sudah dimasukkan ke dalam mobil kan?”

“Sudah. Team B sudah berada di lokasi sejak 1 jam yang lalu.”
“Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang.”

Park Eunkyo POV’s

Sudah kuduga pasti akan seperti ini kejadiannya. Kalau saja tadi pagi kondisiku tidak memburuk lagi. Entah kenapa setiap ada pemotretan di Busan selalu saja kondisiku memburuk. Hari pertama saja sudah seperti ini aku tidak menjamin semua akan berjalan mulus untuk kedepannya. Leeteuk, awalnya memang kelihatan sempurna. Namun tidak sampai 1 menit semua penilaiannya dimataku menjadi makin buruk apalagi jika mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Apakan ia tidak mengerti bahwa kondisiku sedang buruk? Padahal manajerku juga sudah memberitau kepada mereka.

Lokasi pemotretan cukup panas, apalagi dengan tema summer paradise membuatku harus berjemur dibawah terik matahari. Untuknya produk makeup mereka dapat dikatakan cukup bagus sehingga aku tidak usah terus-terusan memoles wajahku.

“Ya hadap kiri, bagus, bagus. Kanan sedikit, tahan. Sekarang hadap kedepan, ya bagus. Kiri, okay cukup. Lokasi selanjutnya sekarang.”

akhirnya pemotretan sesi pertama selesai. Astaga panasnya bagai neraka bocor apalagi saat-saat seperti jam 12 sekarang ini.

“masih kuat untuk pemotretan sesi kedua?” Tanya Jungsoo

“tenanglah, aku tidak akan merengek seperti Jinyoung, sudah biasa jika harus berpanas-panas seperti sekarang.” Jawabku sambil tersenyum. Jungsoo tampak sedikit kaget, apakah ia tidak tau bahwa gossip mengenai hubungan mereka dan kejelekkan Jinyoung sudah meluas? Entahlah, aku tidak ingin mengambil pusing mengenai hal ini.

“Tolong membelakangi kamera, iya bagus, cahaya tolong lebih lagi. Sekarang hadap kedepan. Ganti pose, ganti, ganti.” Tiba-tiba ia berhenti dan berjalan ke arahku.

“Lebih baik posenya seperti ini, jangan terlalu biasa. Produk kali ini harus lebih booming.”

Ya Tuhan, apakah ada fotografer lain yang jauh lebih baik daripada seorang Jungsoo? Daritadi kerjanya hanya mengomel dan omelannya hanya tertuju padaku. Seumur-umur belum ada seorang fotograferpun yang menyuruhku mengganti pose yang……aneh? Astaga, aku mulai memikirkan apa yang selama ini para model banggakan darinya. Baik, ramah? Astaga aku rasa mereka harus mengetes tingkat kesehatan otak mereka jika mereka memang diperlakukan seperti ini juga.

Sesi ketiga, pemotretan memang berjalan dengan mulus dan menyenangkan. Jika saja fotografernya buka Jungsoo aku rasa masih akan lebih menyenangkan.

“Kita terjun langsung ke air kali ini, bagaimana Eunkyo-ssi apa kau tidak keberatan? Harusnya tidak jika kau memang profesional karena model sepertimu tidak akan merusak kamera seseorang kan? Baiklah langsung lakukan pemindahan lokasi.” Ujarnya sampai manajerku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi hingga ia menatapku semenyeramkan ini seakan akan kau-akan-habis-setelah-ini.

Hei tunggu dulu, apa dia bilang? Kamera?

“maaf Leeteuk-ssi, aku rasa kau sedikit keterlaluan. Kamera dan profesionalitas? Yang benar saja, sejak tadi kau memintaku untuk mengganti pose yang ya jujur bagiku itu sedikit ANEH. Kau tau? Semua fotografer yang selama ini bekerja denganku tidak pernah mengeluh Dan atas kamera itu bukankah aku sudah minta maaf?.” Kutekankan kata ‘aneh’ dalam perkataanku. Aish, andai saja project ini tidak sepenting yang manajerku katakan.

“Pertama, aku tidak mengatakan bahwa kau tidak profesional dan yang kedua, masalah pose itu memang hak ku untuk mengganti ataupun mengkritik pose seorang model karena akulah fotografer disini. Jadi mohon turuti saja apa yang akua katakan. Dan kamera, tidak akan kumaafkan Eunkyo-sii” Katanya sambil tersenyum. Senyumnya mirip dengan…ah tidak mungkin, pasti hanya halusinasiku saja. Jungsoo oppa, oppa dimana sekarang.

*flashback 7 tahun yang lalu*

“Eunkyo, eomma tau ini berat untukmu namun kau tetap harus melewati hal ini sayang. Maafkan eomma, namun eomma mohon kamu mau menerima pertunangan ini ya sayang.”

Tidak ada pilihan lain selain menerima perjodohan ini, perusahaan akan hancur jika aku bersikeras menolaknya. “Iya eomma.” Jawabku pasrah sambil memeluk eomma. Appa sekarang sedang ada di ruangan UGD karena serangan jantung mendadak. leeteuk oppa, apa mungkin aku akan bahagia dengannya? Walau sudah mengenalnya lama namun entah mengapa hatiku tetap ragu, apa mungkin karena terputusnya koneksi kami belakangan?

————- 5 bulan kemudian —————-

Pertunanganku dengan teuk oppa akan dilaksanakan hari ini jam 7 nanti, itu artinya 15 menit lagi. Hatiku terasa ringan melihat appa dan eomma yang begitu bahagia. Belakangan, hubunganku dengan oppa membaik, mungkin karena faktor perjodohan ini. Teuk oppa mampu menjagaku dan memberiku semangat. Aku harap kedepannya semuanya akan lebih membaik. Setelah pertunangan ini teuk oppa akan berangkat ke amerika 5 hari lagi. Artinya aku harus menunggunya pulang. Pertukaran cincin baru saja aku lakukan, dan artinya kami pun resmi bertunangan.

Hari ini teuk oppa berangkat ke amerika, dadaku serasa sesak jika mengingatnya. Aku ikut mengantar teuk oppa pergi, oppa yang memintanya sendiri kepadaku.

“jaga dirimu baik-baik kyo-a, tunggu aku 5 tahun lagi arrachi?” katanya sambil tersenyum

“ne oppa, jaga dirimu juga disana, hubungi aku jika bisa okay? Eommonim tidak mungkin melarang kan?”

“iya, anneyong.”
“ne”

Dan benar saja ia tidak pernah menghubungiku semenjak pergi.

*flashback finish*

Semenjak itu aku tidak pernah mendengar kabar dari Jungsoo oppa, senyumnya, aku merindukan senyum dan sosok dirinya. Eommonim bilang bahwa oppa tidak ingin diganggu selama disana. Mungkin aku bodoh menunggunya, namun aku yakin bahwa ia akan kembali kepadaku entah kenapa.

Oppa, bogoshipo……….
entah kemana aku harus mencarinya, namun eommonim bilang bahwa akan mengabariku bila ia kembali dan siap bertemu denganku. Oppa, cepatlah kembali…..

*Flashback end*

Leeteuk POV’s

Apakah ia sudah mulai kesal? Jujur saja aku menyukai mimik mukanya ketika ia terlihat kesal. Wajahnya menjadi jauh lebih menarik. Dan ku akui apa yang dikatakan oleh Hyukjae memang benar, tidak sulit untuk membangun chemistri dengannya sebenarnya karena kuakui ia memang profesional dan terlatih. Namun aku hanya basa-basi agar dapat melihat wajah masamnya itu. Aku yakin jika kau melihatnya sendiri kalian akan terpesona dengannya.3 detik, hanya 3 detik.

Aku pun memutukan untuk mengganti posenya, memang posenya tidak membosankan, namun apa salahnya jika aku menggodanya sedikit bukan?

“Lebih baik posenya seperti ini, jangan terlalu biasa. Produk kali ini harus lebih booming.”

Senyum kepuasan terlihat jelas di wajahku dan kekesalannya yang aku yakin sudah mencapai ubun-ubun pun terlihat jelas. Aku lihat dari sudut sana manajernya mulai menenangkannya. Ayolah Park Eunkyo, masa kau tidak sedikitpun tertarik kepadaku? Jelas-jelas model yang lain pasti akan mengejarku jika ada kesempatan namun mengapa tidak dengannya?

“Kita terjun langsung ke air kali ini, bagaimana Eunkyo-ssi apa kau tidak keberatan? Harusnya tidak jika kau memang profesional karena model sepertimu tidak akan merusak kamera seseorang kan? Baiklah langsung lakukan pemindahan lokasi.” Akhirnya  meledak juga seperti perkiraan ku bukan?

“Pertama, aku tidak mengatakan bahwa kau tidak profesional dan yang kedua, masalah pose itu memang hak ku untuk mengganti ataupun mengkritik pose seorang model karena akulah fotografer disini. Jadi mohon turuti saja apa yang aku katakan. Dan masalah kamera, akua tidak akan memaafkanmu Eunkyo-sisi” Tegasku. Aku yakin seteah ini ia akan meledak seperti bom. Mianhe manajer-ssi mungkin, ah ani, kau akan jadi sasaran empuknya.

Tiba-tiba ponselku berdering. Jinyoung, untuk apa dia meleponku kembali? Bukankah aku sudah memutuskan hubungan kami dari kemaren?

“waeyo Jiyoung-ssi? Aku sedang sibuk jadi sebaiknya..” Sial perkataanku terputus

“Oppa, kenapa? Apa karena Eunkyo? Oppa jangan seperti ini kumohon.”
“mianhe sekali lagi, namun kita sudah berakhir Jiyoung~a. Mianhe.”

Kututup teleponnya. Namun mendadak mataku terpanah saat melihat Eunkyo, saat dia tidak menggunakan make-up dapat kurasakan bahwa ia jauh lebih cantik, alami. Astaga apa yang kau pikirkan Leeteuk~a? Ia sudah merusak pacarmu (kamera).

“Baiklah, hari ini sampai disini saja. Besok akan kita lanjutkan.”
Kuputuskan untuk mengakhiri semuanya, kuakui cuaca hari ini kurang bersahabat, panasnya terasa seperti neraka bocor.

Author POV’s

Eunkyo tersenyum lega saat Leeteuk mengatakan bahwa pemotretan diberhentikan terlebih dulu, pas sekali karena baru saja aku menghapus make-upnya dan itu membuat semua orang terpanah karena kecantikan alaminya. Sesaat ia sempat melihat Leeteuk mengankat telepon yang ia yakini dari Jiyoung yang ia campakkan beberapa hari lalu. Eunkyo merasa kasihan dengannya. Sampai sekarang ia selalu mengejar Leeteuk, bahkan sampai mengirimkan pesan agar Eunkyo tidak mengganggu Leeteuk.

Ponselnya bergetar untuk kesekian kali, dari Jinyoung.

“Awas kau jika berani macam-macam dengan Teuk oppa, ia milikku!”

Sudah 5 kali ia mendapatkan sms yang isinya pada intinya sama. Teuk oppa hanya milikku atau Teuk oppa tidak akan tertarik denganmu. Ancaman omong kosong.

Keesokan harinya pemotretan kembali dilaksanakan. Hari ini adalah hari terakhir. Mereka akan menggunakan hari ini dengan sebaik mungkin, mereka harus sampai jam 7 malam nanti yang artinya jam 4 semua sudah harus berangkat kembali ke seoul.

“Semuanya hari ini adalah hari terakhir, lakukan sebaik mungkin, ini demi kesuksesan Lee Coorporation, jangan sampai ada kesalahan sedikitpun. Fighting!” Ujar Leeteuk.

“Fighting!” semuanya berteriak ekcuali Eunkyo. Jungsoo, ia masih memikirkannya. Selama ada di dekat Leeteuk ia seperti melihat 2 orang berbeda dengan sikap yang sama. Tapi ia selalu menepis pikirannya itu.

“Ada apa? Apa ada yang menganggu pikiranmu?”
“gwenchana.” Jawab Eunkyo singkat dan pergi.

Tiba-tiba Leeteuk memegang tangannya

“Jangan sampai ada yang menggangu pikiranmu atau tidak kau akan kehilangan feel untuk pemotretan nanti.” Ujarnya sambil tersenyum Eunkyo hanya tersenyum dan mengangguk.

Tiba-tiba ponsel Eunkyo bergetar kembali, ia melihat dan ternyata ada pesan dari ommonim. Awalnya ia mengira bahwa itu pesan dari Jinyoung.

From : eommonim

“Eunkyo~a, Jungsoo sudah kembali, maaf baru memberitahumu, ia baru siap bertemu denganmu sekarang. Cepatlah kemari besok.”

 

To : eommoniem

“jinja? Guerae, aku akan kesana setelah pekerjaanku selesai. Mianhe eommoniem belakangan aku tidak sempat mengunjungimu, pekerjaanku sedang padat.”

 

From : eommoniem

“gwenchana kyo~a, aku sangat memahami pekerjaanmu. Karena itu cepatlah kembali arraseo? Kau tidak ingin cepat-cepat melihat jungsoo? Kasian dia sudah menunggumu sayang.”

To : eommoniem

“ne eommoniem akan kuusahakan untuks egera sampai si seoul, sekarang aku sedang di daegu. Anneyong.”

Seulas senyum menghiasi wajahnya, ‘oppa, dol-a wassguna’ ujarnya dalam hati.

Pemotretan berjalan lancar hari ini. Akhirnya sampai pada scene terakhir dimana hanya tinggal mengambil beberapa foto untuk covernya. Tetapi tiba-tiba Eunkyo jatuh dan kakinya terkilir, ia tidak bisa berdiri dengan baik.

“Aww” Tiba-tiba terdengar suara Eunkyo setengah berteriak.

“ada apa?” Tanya Leeteuk dengan panik.

“kakiku, aww” ritihnya saat Leeteuk mencoba membantunya berdiri.

“Kakimu terluka parah, naiklah. Kita langsung kembali ke seoul sekarang juga.” Perintah Leeteuk sambil menggendong Eunkyo. Eunkyo hanya terbelalak kaget akan perlakuan Leeteuk begitupula dengan semuanya. “Ia ikut bersamaku, kalian pulanglah sendiri. Bagaimana manajer-ssi?” tanya Leeteuk pada manajer Eunkyo. Ia hanya tersenyum tipis. Eunkyo menatapnya tajam seakan akan memakannya pada saat itu. Manajernya hanya tertawa pelan.

Di perjalanan, Eunkyo hanya diam karena kakinya yang sakit. Leeteuk yang menyetir hanya diam sembari memerhatikannya sesekali. Jinyoung sempat menelepon namun berkali-kali pula Leeteuk menjawabnya dengan kasar.

“Kau tidak apa-apa?”
“Iya, kau tenang saja.”

“Tapi kakimu terluka parah, sebentar lagi kita akan tiba di seoul. Kita ke apartmentku sebentar untuk mengobati kakimu, otte?”
“eum. Apa kau tidak keterlaluan bersikap seperti itu dengan Jinyoung?”

“Ia pantas mendaapatkannya setelah menerormu Eunkyo-ssi.”
“da..darimana kau tau?”
“manajermu”

Mereka terdiam sesaat. Sesampainya di apartment Leeteuk, ia pun langsung mengobati Eunkyo. Kakinya sudah mendingan daripada sebelumnya.

Eunkyo POV’s

Sungguh, aku sebenarnya tidak mau menerima tawarannya. Namun apa daya kakiku memang harus diobati. Awas saja manajerku itu, ia tau bahwa aku tidak mungkin membantah ajakan Leeteuk karena memang situasi tidak memungkinkan. Tapi entah mengapa aku selalu merasa ingin berada di dekatnya. Ia benar-benar mirip seperti Jungsoo oppa. Bedanya ia sangatlah bawel dan cassanova mungkin? Sedangkan Jungsoo oppa bagai malaikat penyelamatku.

From : eomma

“Kyo~a, siapkan dirimu sayang, besok kau akan bertemu Jungsoo bukan? Aku harap kalian dapat akrab seperti dulu lagi, pernikahan kalian akan secepatnya dilaksanakan. Beok eomma akan menemanimu ^^”

To: eomma

“Ne, tenang saja. Sampai jumpa nanti ^^”

 

Pernikahan? Kenapa sekarang aku mulai meragukan perasaanku? Apakah karena Leeteuk? Tuhan aku harus bagaimana. Pertunangan ini harus tetap berlanjut. Aku menatap pada cincin tunanganku, apakan ia akan bertahan dijariku ?

“Eunkyo~a, kau kenapa?”

Sontak aku kaget, ia memanggilku dengan informal. “tidak ada apa-apa.” Jawabku sekenanya sambil tersenyum.

“Baiklah, sekarang ku antar kau pulang.”

Sesampainya dirumahku, ia pun pergi. Pikiranku kembali kacau, bagaimana ini? Namun kenapa aku bisa merasakan kehadiran Jungsoo oppa saat bersamanya? Bukankah ini aneh?

Sebaiknya aku tidur atau mungkin aku akan meracau lebih banyak lagi.

________________________——————————————————_________________________

Keespkan harinya aku terbangun, tampangku sangat kusut. Antara perasaan senang dan sedih. Aku pun segera bersiap dan menunggu eomma tiba. Hari ini aku sudah mengosongkan jadwal seharian untuk berkunjung ke rumah eommonim.

Ting Tong!

“Eomma, bogoshipo” pelukku

“nado kyo~a, bagaimana sudah siapkah?”

“ne.” ucapku sambil tersenyum. Entahlah, eomma,  kurasa hatiku mulai goyah. Namun bukankah aku mulai terbiasa karena kami selalu bertemu? Entah mengapa tanpa mendengar suaranya aku mulai merasa kosong.

Perjalanan menuju rumah Jungsoo oppa terasa lama, jujur aku sama sekali belum siap. Belum siap untuk menentukan masa depanku sekarang, ada baiknya jika aku masih meneruskan karierku bukan? Walau mungkin saja aku akan bekerjasama lagi dengan Leeteuk. Mungkin jika Lee Coorporation mengontrakku lagi untuk project lainnya.

Rumah ini terasa berbeda, mungkin karena sudah 3 bulan belakangan aku tidak kesini untuk berkunjung. Selama itu pula aku merasakan bahwa oppa akan kembali. Awalnya aku senang, namun sekarang aku bimbang, sama seperti dulu. Eommonim menyambutku dengan ramah, aku merindukannya, sangat. Bagiku,a ia adalah eomma kedua karena memang aku sangat menyayanginya.

“mianhe eommonim aku baru sempat kesini.”
“Gwenchana kyo~a, Jungsoo ada di kamarnyaaa. Kau langsung naik saja.” Katanya ringan.

Akupun langsung naik ke atas. Sampai di kamar oppa, kamar ini, saat aku membukanya aku tersentak. Bukankah itu Leeteuk ? Untuk apa ia kesini?

Leeteuk POV’s

Eomma menyuruhku untuk kembali kerumah, katanya aku akan bertemu dengan Eunkyo yang pastinya bukan model itu. Aku merindukannya, saat aku pergi aku selalu memikirkannya, berharap ia akans etia dan ternyata memang ia masih menungguku, eomma mengatakan ia sering bermain kesini. Namun betapa kagetnya saat aku mengetahui bahwa ia ada Eunkyo, model itu.

Jujur aku mulai terbiasa dengan sikapnya yang berbeda, aku kira mereka hanya kebetulan memiliki nama yang sama karena eunkyo sangat berbeda. Dulunya ia manis namun sekarang menjadi cantik.

Krekk

Pintu kamarku terbuka, aku rasa itu dia. Bagaimana reaksinya nanti? Aku tidak dapat membayangkannya, mungkin kaget? Atau bagaimana? Benar kata Hyukjae, ia memang dapat membuatku terpesona.

Ia masuk kedalam kamarku, lalu tersenyum kepadaku. Aku merasakan ada aura yang tidak enak. Dan benar saja tiba-tiba ia memukulku sangat kencang.

“Kyo~a, YA! Sakit Park Eunkyo kumohon hentikan!” teriakku

Namun tida berefek, ia tetap memukulku. “Mengapa kau ada disini? Bukankah ini kamar Jungsoo oppa? Aigo, jangan bilang jika kau mau merampok ya? Astaga, kau kan kaya teuk~a, jangan karena lensamu lecet kau menjadi mengambil milik orang lain.”
Entah ia polos atau bagaimana, apa ia berfikir aku benar-benar seorang pencuri? Astaga, bagaimana caranya aku masuk dan eomma tidak berteriak jika aku memang seorang pencuri? Benar-benar mencari perkara ternyata hm?

Aku pun mengacak rambutnya dengan kencang sampai ia teriak.

“Ya Leeteuk-ssi rambutku.”

 “Apa kau melupakan wajahku hm? Aku ini jungsoo, Park Jungsoo, tunanganmu, sekaligus fotografer terkenal. Apakah aku jauh lebih tampan dari sebelumnya? ” Kataku bangga.

Mukanya terlihat kaget, matanya membesar. Aigoo, ia lucu sekali saat sedang seperti itu.

“Ti…ti….tidak mungkin kau…adalah”

“Iya, ini aku.” Jawabku pasti. Matanya mulai berair, entah kenapa ia menangis. Aku memeluknya dan membenamkan kepalanya ke dadaku. “Aku kembali kyo~a, aku menepati janjiku.”

Park Eunkyo POV’s

Aku tidak menyangka, benar ia adalah Jungsoo oppa.  Tanpa terasa mataku mulai memanas, antara senang dan kaget. Jujur ini kejadian diluar dugaanku. Apa ia sengaja mempermainkanku selama project dari Lee Coorporation? Ia memelukku erat.

“Iya ini aku. Aku kembali kyo~a, aku menepati janjiku.”

Kemudian akupun tersenyum mendengar perkataannya itu.

“apa dari kemarin kau sengaja mengerjaiku? Kau tega sekali oppa, pantas saja kau tau Jinyoung menerorku. Untungnya aku tidak merasa takut. Bahkan aku sampai mengira aku mengkhianatimu karena menyukai seorang Leeteuk yang adalah cassanova yang…”

“Apa kau bilang? Cassanova? Yang cassanova itu Hyukjae asal kau tau.” Serunya marah.

Aku kembali memeluknya, menghirup aroma tubuhnya yang menjadi aroma faforitku.Hahaah, lucu sekali sepertinya. Bagaimana bisa seorang Jungsoo dan Leeteuk itu sama? Hari pun mulai gelap, kami makan malam bersama. Eomma dan eommonim terlihat bahagia sekali, bahkan aboeji juga turut hadir dan juga In Yeong onnie. Sudah lama aku tidak merasakan seperti ini. Eomma kemudian kembali kerumahnya dan Jungsoo oppa mengantarku ke apartmentku.

“gomawo.”  Sambil tersenyum simpul.

Ia hanya membalas dengan anggukan dan senyum. Masih sama seperti dulu, senyum yang aku rindukan. Akupun masuk dan tiba-tiba pintu apartmentku tidak terkunci. Sepertinya ada yang mendobraknya. Aku masuk kedalam dengan hati-hati, ada sosok seorang wanita disana. Jinyoung? Apa yang sedang ia lakukan disini?

“apa yang kau lakukan disini? Jinyeong-ssi?”

Jinyeong  POV’s

Jinyeong mendobrak pintu apartment Eunkyo dengan bantuan pengawalnya. Ia sudah menyiapkan semuanya semenjak tadi. Eunkyo, ia ingin agar gadis itu mati di tangannya. Baginya Leeteuk adalah segalanya, apalagi saat mengetahui bahwa Leeteuk dijodohkan dengan Eunkyo sudah sejak lama. Ia mulai merasa kalah saat itu juga.

“apa  yang kau lakukan disini? Jinyeong-ssi?”

Jinyeong tersenyum, ternyata mangsanya sudah pulang. Senyumnya yang sinis membuat Eunkyo bergidik ngeri. Tanpa basa-basi Jinyeong langsung menyuruh pegawainya mengikat Eunkyo di kursi. Ia mengeluarkan tongkat baseball dan ia pukulkan ke samping kiri Eunkyo.

“AA! Apa yang kau lakukan ?”

“tenanglah, kita akan bermain-main sebentar. Bukankah sudah kuingatkan untuk menjauhinya? Leeteuk oppa, ah ani, maksudny Jungsoo oppa hanya milikku kyo~a. Aku tidak akan melepaskannya begitu saja dan melakukan hal ini jika saja kau menuruti semua perkataanku.”

“Tapi ia dan aku sudah bertunangan dan berhubungan sejak lama.”

“Namun mengapa kalian tak kunjung bertemu?  Bukankah itu berarti ia sudah melupakanmu? Jangan menyangkal kenyataan.”

“Itu karena kesibukan kami, kau tidak berhak menjadikan hal itu sebagai alasan. Tunanganku berhasil membuatmu tergila-gila rupanya?”  Eunkyo menjawab dengan nada sinisnya.

Amarahku mulai naik, aku pun memukul kakinya dengan kencang dan membekap mulutnya. Ia berteriak sekencang mungkin. Namun percuma. Bukankah sudah kuingatkan kepadanya?

“aku tidak menyangka kau mengira terorku tidak berarti apa-apa. Kau bahkan tidak merasa risih sekali, namun sayangnya aku serius Eunkyo-ssi.”

Tiba-tiba pintu kembali terbuka, mataku terbelalak ketika melihat sosok itu. Namun kemudian pesuruhku langsung menghajarnya. Bukankah lebih baik jika keduanya dihabiskan bersama?

“oppa kau datang? Apa kabar? Kau kaget bukan? Aku tidak pernah bermain-main dan kau tau itu. Bahkan kau sama sekali tidak melindunginya. Aku rasa sebaiknya kau kembali denganku lalu aku akan melepaskannya dan kita hidup berbahagia. Otte?” Tawarku.

“Tidak akan, kumohon mengertilah, kami memang ditakdirkan bersama, kau tidak bisa melawan takdir Jinyoung~a. Sudah cukup selama ini kamu merepotkanku.”

“Hajar dia.”

Namun entah apa yang terjadi kulihat di pintu sana ada Hyukjae, apa yang ia lakukan disini? Baru aku ingin membuka mulutku kulihat ada 3 orang lainnya yang langsung menghajar pesuruhku .

“Ikut aku, sudah kukatakan bahwa kau tidak daat mendapatkan Leeteuk nona Lee. Mulai besok kau akan kembali kusekap di kamar.”Ujarnya tajam.

“Andwaeee, aku tidak akan mau kembali ke rumah oppa. Cukup aku menderita karena mereka membanggakanmu lebih dariku.”

“jadi, kalian……” Leeteuk kehabisan kata-katanya. Ia tidak menyangka, pastas saja jika Hyukjae selalu mendukungnya untuk mencampakkan adiknya karena tidak ingin adiknya dipermainkan olehku.

“Kau sudah tau bukan mengapa aku selalu melindunginya? Ia adikku teuk~a, maaf sudah merepotkanmu dan mengganggu kalian. Jika menikah hubungi aku arraseo?”

Apa-apaan ini? Mengapa oppa malah ingin mereka bersatu. Lalu mulut dan hidungku dibekap, aku pun tiba-tiba pusing, semua menjadi gelap….

Leeteuk POV’s

Aku mendapat kabar dari Hyukjae bahwa Jinyeong akan melukai Eunkyo. Aku langsung melakukan U-turn dan kembali ke apartment Eunkyo, Hyukjae akan menyusul nantinya. Aku terbelalak kaget melihat situasinya. Tiba-tiba ada 3 orang berbadan kekar yang menghajarku.

“oppa kau datang? Apa kabar? Kau kaget bukan? Aku tidak pernah bermain-main dan kau tau itu. Bahkan kau sama sekali tidak melindunginya. Aku rasa sebaiknya kau kembali denganku lalu aku akan melepaskannya dan kita hidup berbahagia. Otte?”  aku rasa ia sudah gila.

“Tidak akan, kumohon mengertilah, kami memang ditakdirkan bersama, kau tidak bisa melawan takdir Jinyoung~a. Sudah cukup selama ini kamu merepotkanku. Jangan menjadi gila seperti ini”

Tiba-tiba aku dihajar lagi saat Jinyoung menyuruh mereka. Hyukjae datang tepat waktu, ia membantuku dan kemudian membawa Jinyoung pergi dengan obat biusnya. Jinyoung terkena depresi semenjak ayahnya meninggal dan perusahaan diteruskan oleh Hyukjae. Aku sebenarnya nyaris tidak percaya, banyak kejadian mengejutkan hari ini. Tiba-tiba Eunkyo pingsan. Setelah mereka pergi aku membawa Eunkyo ke kamarnya. Setelah beberapa lama akhirnya ia sadar.

“kyo~a..” Ujarku lirih

Author POV’s

3 hari kemudian Eunkyo baru sadar dan kaget saat melihat Leeteuk disampingnya.

“Kyo~a…” Ujarnya lirih

“Oppa, kenapa kau disini?”

“menjagamu.”

Keduaya tersenyum dan kemudian Jungsoo mendekap Eunkyo dengan erat.

“gomawo.”

“Hiduplah bersamaku, aku janji tidak akan membiarkan siapapun menyentuh bahkan menyakitimu lagi seperti Jinyoung. Beruntung aku diberitahu Hyukjae atau tidak aku pasti akan kehilanganmu Eunkyo~a. “

Eunkyo terdiam sejenak, jantungnya sekarang seperti berpacu, ia merasa belum siap namun ia ingin selalu bersama Jungsoo. Menjadi orang pertama yang terlihat oleh Jungsoo setiap ia membuka matanya, menjadi sandarannya dan tumpuannya, dan sebagiannya. Membayangkan hal itu membuatnya tersenyum. Ia masih ragu, namun setelah membayangkan ia menjadi yakin. Setelah berpisah sekian lama, ia tidak ingin terpisah lagi. Apalagi jika sampai Jinyoung berbuat nekat seperti beberapa hari yang lalu. Namun ia masih belum siap.

“Aku mengerti jika kau masih ragu, tapi setelah belakangan ini kita bertemu apa kau masih ragu? Aku bukannya belum siap untuk melihatmu kembali. Aku hanya takut jika perasaanmu terhadapku berubah walau eomma sudah mengatakan hal sebaliknya. Aku tidak mau melihat kau lebih terluka lagi, kau tau aku sangat merasa bersalah kepadamu. Bahkan aku tidak mengenalimu saat pertama kali kita bertemu.”

“kau tidak mengenaliku? Apa karena Jinyoung hm?” Goda Eunkyo.

“tidak, tidak, ka salah besar, karena perubahan yang drastis. Bayangkan saja wajahku dulu dan sekarang. Seperti itulah juga yang aku lihat. Aku juga tidak berfikir jika kau akan menjadi seorang model yang hebat seperti sekarang.”

“asal kau tau, kau itu kejam oppa. Sudag meninggalkanku dan sekarang melamarku secara dadakan.”

Lalu Leeteuk mengeluarkan sebuah kotak dibukanya kotak itu dan ada sebuah cincin bermata satu yang begitu indah di dalamnya. Eunkyo kaget dengan pa yang ada di hadapannya sekarang. Seorang Leeteuk, Jungsoo opanya melamarnya.

“Bagaimana? Tidak dadakkan bukan? Tadiya aku ingin melamarmu minggu depan, namun setelah kupikir-pikir akan resiko yang terjadi aku mempercepatnya. Bagaimana Park Eunkyo, apa kau bersedia menerimaku? Hidup bersamaku?” Ucapnya sembari tersenyum, senyum kesukaan Eunkyo yang tidak pernah berubah.

“Aku mau.” Ujarnya lirih, nyaris tak terdengar akhirnya setelah berfikir panjang. Ia merasa bahwa ia memang membutuhkan Jungsoo dan begitupula sebaliknya. Leeteuk pun mendekapnya erat, seakan esok mereka akan berpisah. Perasaan keduanya tidak dapat digambarkan.

“Bogoshipo kyo~a”

“nado”

Semua sudah ditentukan oleh takdir

Kita tidak bisa mengingkarinya, sebab takdir tidak dapat diubah

Sesuai dengan keinginan kita

Ia mempunyai jalan sendiri.

Seandainya terpisah oleh jarak pun

Akan tetap bersatu walau membutuhkan waktu yang lama

END

Note:  sebelumnya  makasih buat waktunya fika onnie mau baca ff ini. aku ngerasa layak menang karena ff ini murni dari pikiranku sendiri. Ff ini udah sempet aku rombak sampe 5/6 kali. Ini juga ff pertama aku, jadi harap mohon maklum kalo terlalu flat atau gimana. Aku juga ngorbanin waktu selama sekolah kan, apalagi lagi numpuk-numpuknya tugas. Aku juga udah gunain teori-teori yang baru aja diajarin sama guruku di sekolah tentang teori cerpen, cuma agak ngelantur dikit karena ini sampe 14 halaman.Mungkin disini karakter Park Jungsoo dan Park Eunkyo agak beda, dan juga banyak yang bingung kenapa bentar-bentar Jungsoo terus Leeteuk lagi. Karena disini aku buat Eunkyo tuh kayak masih ngebedain Jungsoo (masa lalunya) atau Leeteuk yag udah jauh beda sama dia yang dulu. Jadi aku harap aku bisa menang buat yang ini kalo bisa dan juga pada suka sama ff ini. Sekali lagi makasih ^^

4 responses »

  1. Eummmm… Mulai dari mana y????,enurut q,, FF km bagus kok. Tunangan sejak kecil eo???? Sangat menarik… Tp alurnya kaya’knya kecepetan chin gu, cinta maksudku. Karakternya mang beda. Dan tu ngebuat FF-nya jg sedikit berbeda. Aigoo…. Km smpe pake teori baru dr guru km. Bener2 murid yg penurut. Q ja klo nulis,,, pasti cuman ngasal doang. Pokoknya intinya bagus Chin gu. Hanya saja klo q boleh nyaranin, km hrus lebih sering nulis lagi n sering2 baca buku *lo… Apa hubungannya???*….. OK!!!! Bye bye… FITHING!!!! Kita sm2 belajar ne^^ FIThING FITHING FITHING….

  2. hahaah itu ide gila aku kalo tunangan sejak kecil. ohh iya ntar aku bakal coba bikin-bikin lagi deh.
    soalnya teorinya sayang kan kalo ga dipake gitu hehe. makasih ya udah sempetin baca dan sarannya ^^ aku panggil onnie aja ya kayaknya aku lebih muda soalnyaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s