TeuKyo Couple : Let This Die (Part 6)

Standar

lethisdie-x2

‘Aku melarangmu bersentuhan dengan lelaki manapun.’

Tiba-tiba saja kalimat itu terdengar menggelikan bagi Eun Kyo. Dia hanya bisa pasrah duduk di sebelah Jung Soo yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang membuat dada Eun Kyo kembang kempis menahan rasa gugup. Tak ingin melirik sedikitpun pada wajah lelaki yang duduk disampingnya. Dia pikir Jung Soo juga saat ini tidak inginada yangg mengganggu kegiatan balapan dadakannya di jalanan kota Seoul yang sekarang mulai ramai oleh orang yang pulang dari kantornya.

‘Melarangku bersentuhan dengan lelaki lain? Menggelikan sekali. Dia bahkan berciuman dengan Yeon Su di dalam rumah yang masih ada aku di dalamnya’. Eun Kyo membatin kesal. Dia hanya memandangi trotoar yang memagari seluruh jalanan di kota ini. Tak ada yang menarik, kecuali pejalan kaki yang berjalan diatasnya, tapi baginya jauh lebih mengasikkan memandangi itu daripada melirik suaminya sendiri. Eun Kyo memilih diam daripada harus berdebat kembali.

 

Jung Soo berkonsentrasi dengan jalanan yang mulai padat. Menghindari mobil-mobil yang bersamaan memakai jalanan umum yang kini ia telusuri. Terus menginjak gas dan menyalip beberapa mobil di depannya. Tak butuh waktu lama, mereka berdua sudah sampai di pekarangan rumah yang terlihat asri itu. Jung So membuka kunci dan Eun Kyo segera keluar begitu berbunyi nada ‘klik’. Sebelum turun, Jung Soo menghela nafas terlebih dahulu. Mencoba berkompromi dengan pergolakan emosi yang kini mengerubungi akal sehatnya. Mencoba memojokkan logika bahwa itu hanya sebuah rasa cemburu yang mencoba mengambil alih kesadarannya.

Jung Soo masih ingat nada bicara Yeon Su saat wanita itu mengatakan bahwa istri yang mulai dicintainya itu akan beradegan ciuman dengan lawan mainnya di drama musikal terbaru mereka. Dia tau wanita itu hanya ingin membuatnya cemburu dan mencoba membandingkan dirinya dengan Eun Kyo. Tapi Jung Soo tidak terima jika berita itu keluar dari mulut orang lain.

Jung Soo berjalan cepat menuju rumahnya ketika dia baru saja keluar dari mobil. Dia tau Eun Kyo juga mulai emosi dengan perlakuannya hari ini. Membuka pintu dan mengelilingi rumah untuk mencari sosok Eun Kyo. Mulai dari ruang tamu yang tak berpenghuni. Ruang tengah yang terlihat mati, hingga dapur yang seakan tak tersentuh oleh bayangan Eun Kyo sekalipun, dia bisa merasakannya. Pilihan satu-satunya adalah kamar. Eun Kyo pasti langsung ke kamar.

Jung Soo membuka perlahan pintu kamarnya dan bisa dilihatnya Eun Kyo baru saja selesai membelitkan handuk ke tubuhnya lalu menarik baju mandi tebal yang tergantung di dinding. Setelah Eun Kyo masuk ke dalam kamar mandi, barulah Jung Soo masuk dan duduk di tepi tempat tidur. Dia melonggarkan dasinya untuk memberikan akses udara pada lehernya yang serasa tercekik saat dia menelah ludahnya sendiri.

Dia menyadari dia salah. Saat menyeret Eun Kyo keluar dari tempat latihan tadi terlihat sangat kasar untuk seorang wanita. Dan Eun Kyo sama sekali tidak suka ia melakukan itu di hadapan teman-temannya. Beberapa waktu berlalu, Eun Kyo akhirnya keluar dari kamar mandi.

“Mianhae, aku hanya tidak suka berita itu keluar dari mulut orang lain.” Ujar Jung Soo mendongakkan kepalanya menatap Eun Kyo. mencoba memulia pembicaraan.

Wanita itu terlihat sangat acuh sekali. Berjalan menuju lemari dan mencari baju yang kira-kira nyaman untuk dibawanya tidur malam ini, dia memilih piyama tangan panjang dengan celana yang panjang hingga ke kaki.

“Yeon Su juga ikut andil dalam penggarapan drama yang akan kau mainkan itu, dan dia mengatakan padaku, kau akan mengambil adegan itu.” Ujar Jung Soo saat Eun Kyo tidak merespon pembicaraannnya. Yang dia lakukan adalah menjelaskan kenapa ia marah agar Eun Kyo bisa memaklumi perlakuannya tadi.

“Dan kau tidak bilang bahwa Yeon Su ikut dalam pertunjukan itu.” Ujar Jung Soo lagi. Mendengar Jung Soo telah panjang lebar berbicara dengan kalimat terakhir yang seolah menyalahkannya, Eun Kyo langsung menoleh pada Jung Soo.

“Memangnya apa yang harus aku katakan padamu? Eoh? Aku sudah bilang perjanjian kita hanya tidak mencampuri urusan asmara, bukan pekerjaan. Jadi sebaiknya hentikan saja pembicaraan ini.” Ujar Eun Kyo.

“Tapi aku tidak mengijinkannya! Aku tidak suka kau disentuh orang lain, bahkan dengan Donghae sekalipun! Dan aku juga tidak suka mendengar itu dari mulut Yeon Su.” Ujar Jung Soo dengan nada yang sedikit keras.

“OH! Bukankah dia kekasihmu? Jadi wajar kau mendengarnya dari wanita itu.”

“Batalkan kontrak itu.” Ujar Jung Soo tajam.

“Michienom!” umpat Eun Kyo.

“Aku tidak perduli!” ujar Jung Soo membalas tidak kalah sengit.

“Terus saja percaya pada ucapan wanita itu!” ujar Eun Kyo emosi.

Dia geram saat Jung Soo malah lebih condong mempercayai dan termakan hasutan Yeon Su dibandingkan memahami pekerjaannya. Bukan hanya Jung Soo, dirinya sendiripun juga terkejut dengan skenario yang dia terima saat sudah menandatangani kontrak itu. Memang salahnya hanya percaya pada Donghae dan selalu memotong pembicaraan Donghae waktu itu. Dan Eun Kyo bukan satu-satunya orang yang terkejut dengan isi script darama itu. Ae Rin juga tidak kalah terkejut, tapi saat membaca sampai akhir dan dia kebagian scene mencium bibir Joong Ki, gadis itu sempat tersenyum meski akhirnya kembali protes pada Donghae.

Jung Soo tak bisa menjawab. Dia tau salah telah menyebutkan nama Yeon Su pada perdebatannya kali ini. Seolah percaya pada wanita itu, padahal pada kenyataannya dia hanya cemburu, bukan seperti pikiran Eun Kyo yang senang mempercayai ucapan Yeon Su.

“Aku hanya tidak bisa melihat kau disentuh orang lain Eun Kyo~ya.” Nada bicara Jung Soo mulai melemah. Dia mencoba mengembalikan keadaan agar lebih dingin dan bisa saling mengerti.

“Kalau begitu tidak usah melihat saja.” ujar Eun Kyo. Rupanya dia masih emosi. Bagaimana tidak emosi, dia diseret saat sedang latihan seperti seorang tersangka dengan tatapan tajam penuh kemarahan dari Jung Soo.

“Bagaimana mungkin tidak bisa.”

“Ah, bagaimana mungkin tidak bisa jika Yeon Su juga ada disana.”

“Aku mohon batalkan kontrak itu. Itu tidak akan baik.”

“Apa maksudmu dengan membatalkan kontrak?!”

“Aku tidak ingin kau kembali dipermalukan Yeon Su disana.” Ujar Jung Soo.

Eun Kyo menarik nafas. Tidak terima dia dipandang lemah seperti itu oleh Jung Soo, dan semakin membuatnya ingin menentang keinginan Jung Soo.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri. Dan selama ini juga seperti itu.”

“Kau tidak mengenal Yeon Su.”

“Aku tidak peduli.”

“Aku akan hubungi Produsermu, dan akan bilang kalau kau akan membatalkan kontrak itu.” ujar Jung Soo mengancam.

“Kau tidak akan.” Jawab Eun Kyo.

“Aku akan melakukannya. Dan pasti mereka akan mempertimbangkan permintaanku. Karena aku pemilik sebuah agensi yang juga bekerjasama dengan mereka.” Ujar Jung Soo.

“Hanya Donghae yang bisa melakukan itu.”

Eun Kyo mendekat pada Jung Soo yang sudah berdiri di dekat tempat tidur, yang bersiap melepaskan bajunya. Memandangnya lurus dengan tajam.

“Menggelikan sekali kau Park Jung Soo. Kau bahkan memperbolehkan artismu untuk telanjang di depan kamera. Kenapa mempermasalahkan ciumanku yang hanya beberapa detik saja? eoh?” Eun Kyo membanting sisir yang ada di tangannya ke dada Jung Soo dengan jarak dekat. Menyebabkan sisir itu terpental kembali setelah mengenai dada Jung Soo dan melayang melalui bahu Eun Kyo sampai akhirnya jatuh ke lantai.

“Tidak denganmu, karena kau bukan artisku. Kau istriku.” Jawab Jung Soo dingin.

Aura perang langsung menyelimuti ruangan itu. Tatapan mereka tajam saling beradu. Seolah ingin mengoyak satu sama lain.

“Ini sudah melenceng dari perjanjian.” Ujar Eun Kyo, mengalihkan pandangannya dan mendengus. Kesal, namun berusaha lebih tenang. Mengatur emosinya.

“Kita memang sudah melenceng dari perjanjian sejak malam itu. sejak aku menyentuhmu. Sejak aku sudah mulai melupakan Yeon Su. Sejak kau mulai mengganggu. Sejak kau mulai terus bertengger di pikiranku, Park Eun Kyo.” ujar Jung Soo cepat tanpa jeda, tanpa bernafas.

“Siapa bilang? Hubungan intim ada dalam perjanjian kita. Aku tidak berhak menolak saat kau ingin meniduriku. Jadi aku tetap berada pada lingkaran perjanjian itu. Dan kau tidak berhak mencampuri urusanku.”

Eun Kyo berbalik dan berniat untuk meninggalkan Jung Soo. Mencoba mengakhiri perdebatan ini. Tapi saat dia beberapa langkah menjauh dari Jung Soo, lelaki itu menahannya. Mencengkram kuat lengan Eun Kyo dan menariknya. Mensejajarkan tatapan mereka.

“Akan batal saat salah satu dari kita jatuh cinta, dan berhasil membuat saling mencintai.”

Eun Kyo menahan nafas saat kalimat itu keluar dari mulut Jung Soo. Dia mengalihkan wajahnya dari tatapan Jung Soo dan kembali menghela nafasnya kasar.

“Dan kau kira saat meniduriku, kau bisa berbuat apa saja setelah itu karena sudah merasa memilikiku? Begitu?” Eun Kyo maju selangkah lebih dekat pada Jung Soo tanpa melepaskan tatapannya.

“Tuan Park Jung Soo. Aku tidak selemah itu. Akupun bisa mencari kekasih sekarang juga. Dan kau sama sekali tidak bisa melarangku.” Ujar Eun Kyo sambil menyeringai.

“Kau jangan gila!” teriak Jung Soo. Tepat di depan wajah Eun Kyo.

“Wae? Jadi hanya kau saja yang boleh berhubungan dengan wanita lain? Begitu maksudmu?!” Eun Kyo semakin emosi.

“Jika kau ingin aku memutuskan Yeon Su sekarang juga, baiklah, akan aku lakukan.” Jung Soo mengambil ponsel dari saku celananya dan menyentuh angka ‘1’ beberapa detik hingga tersambung pada nomor Yeon Su.

Suara manja terdengar dari arah seberang yang menerima panggilan Jung Soo. Terdengar ceria, karena beberapa hari terakhir Jung Soo jarang menghubunginya. Hingga wanita itu menyangka saat dia mempengaruhi Jung Soo bahwa Eun Kyo tidak sebaik yang dia kira, Jung Soo termakan ucapannya. Padahal wanita itu salah besar. Dengan begitu Jung Soo semakin bisa menelaah apa yang ada dihatinya.

“Yeon Su~ya, sebaiknya kau jangan menemuiku lagi. Hubungan kita berakhir sampai disini.” Ujar Jung Soo tidak memberikan Yeon Su kesempatan untuk bertanya apalagi meminta penjelasan dari Jung Soo dengan menutup sambungan itu.

“Kau kejam sekali memperlakukan seorang wanita Jung Soo~ssi. Jadi harusnya aku tidak perlu terkejut seperti tadi, saat kau menyeretku seperti seorang tersangka.” Ujar Eun Kyo.

“Jadi kau marah karena itu?” tanya Jung Soo.

“Lalu karena apalagi? Eoh? Di depan teman-temanku kau menyeretku dengan kasar. Seolah aku telah melakukan kesalahan besar terhadapmu. Sementara aku selalu membelamu di hadapan mereka meskipun aku tidak menginginkannya, eoh?! Apa kau tidak merasa?! Eoh?! Dan semua itu dikarenakan hal sepel yang belum tentu aku lakukan. Mengenai ciuman itu, Donghae sedang mendiskusikannya dengan tim penulis naskahnya. Meski tidak mungkin menghapusnya karena itu adalah daya tarik dari drama itu, tapi setidaknya Donghae bilang, dari 10 kali pertunjukan, dia bisa meminimalisir ciuman itu dengan hanya menambahkannya di beberapa pertunjukan saja.” ujar Eun Kyo. “Terutama saat Eomoni menontonnya, mumgkin saat premiere.” Ujar Eun Kyo.

Mendengar penjelasan itu, Jung Soo tiba-tiba langsung menyesal telah menuding Eun Kyo ceroboh menerima peran yang terasa konyol seperti itu. Berciuman? Sejak merasakan bibir Eun Kyo beberapa hari yang lalu, Jung Soo tidak ingin orang lain merasakan sensasi seperti apa yang dia rasakan saat itu. Dia pernah melihat Yeon Su tampil berani, dan melakukan scene ciuman saat ia menerima job sebagai model MV dengan rating dewasa. Tapi rasanya tidak seemosi ini. Saat dia mendengar Eun Kyo akan meneroma adegan itu. Bahkan saat mendengarnya saja Jung Soo seperti kebakaran jenggot, apalagi harus melihatnya.

Melihat Jung Soo yang tidak menjawab lagi, Eun Kyo berjalan menuju tempat tidur dan mengambil bantal serta guling. Jung Soo mengekorinya dengan matanya, tanpa bisa mencegah apapun. Ia tau Eun Kyo akan tidur diluar lagi, malam ini.

Merebahkan tubuh diatas sofa, meregangkan otot yang serasa kaku, Eun Kyo mengambil remote dan menyalakan televisi. Berharap acara malam bisa menghilangkan emosinya. Dia tidak habis pikir Jung Soo bisa termakan ucapan wanita itu.

Hey, apakah dia serius dengan ucapannya? Memutuskan Yeon Su?

Batin Eun Kyo kembali bergejolak. Itu artinya dia akan menjadi tersangka utama hancurnya hubungan mereka berdua. Dia tidak bisa menghadapi media jika nantinya Yeon Su akan bicara yang macam-macam tentang kandasnya hubungan mereka. Itu artinya akan menghambat kariernya saat ini, dan juga drama musikalnya.

“Aish!”

Eun Kyo membalik tubuhnya. Mencoba mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Tanpa dia sadari Jung Soo telah berdiri di depan pintu kamar mereka, menunggunya terlelap dan setelah itu mengangkat tubuhnya ke dalam kamar. Jung Soo tidak mungkin membiarkan istrinya tidur diluar kamar apalagi dengan sebuah kesalah pahaman.

Tak butuh waktu lama menunggu Eun Kyo tertidur. Tubuh yang penat sehabis latihan, dan batin yang lelah karena emosi mengantarkannya lebih cepat ke alam mimpi.

Jung Soo berjalan perlahan kearah Eun Kyo dan mengangkat tubuhnya ke dalam kamar, lalu juga merebahkan tubuhya sendiri disamping Eun Kyo.

“Mianhae. Tapi saat aku bilang ini sudah melenceng, aku berkata benar. Aku mencintaimu.” Bisik Jung Soo di telinga Eun Kyo. Mencium bibir wanita itu sebelum memejamkan matanya.

***

Eun Kyo terbangun dari tidurnya dan mendapati tubuhnya sudah ditutupi dengan selimut dan berbaring diatas ranjang, bersama Jung Soo. Ia tidak berniat membangunkan Jung Soo dan perlahan dia merayap diatas tubuh Jung Soo, sangat pelan hingga dia turun dari tempat tidur berusaha agar membuat Jung Soo tidak terbangun. Eun Kyo masih emosi tatkala melihat wajah Jung Soo yang tertidur tanpa dosa.

Mengambil koper besar diatas lemari lalu meraup semua baju yang ada di dalam lemari. Meletakkan semuanya didalam koper tak beraturan lalu menutupnya kembali. Eun Kyo menarik koper itu dan keluar dari kamar, juga rumahnya. Tanpa mandi, tanpa berganti baju. Dia mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menghubungi Kibum, memintanya untuk menjemputnya di halte sekarang juga, sebelum Jung Soo menemukannya di halte yang benar-benar terlihat seperti melarikan diri dari rumah. Eun Kyo tidak memperdulikan tatapan orang yang memandangnya dengan aneh. Yang dia inginkan adalah secepatnya sampai ke rumahnya yang dulu. Mandi lalu kembali latihan, di tempat yang berbeda dari biasanya.

Tidak berapa lama menunggu. Jemputannya akhirnya tiba, Eun Kyo dengan cepat membuka pintu mobil Kibum dan melempar tasnya ke dalam mobil. Awalnya Kibum terlihat bingung, tapi saat dia melirik benda yang ada disamping Eun Kyo, dan melihat keadaan Eun Kyo, Kibum hanya tersenyum. Dia keluar dari mobil dan meletakkan koper itu di dalam bagasi. Kibum tau tujuan Eun Kyo tanpa harus bertanya.

Eun Kyo duduk disamping Kibum yang menyetir mobilnya dengan diam. Tak bersuara. Dia memilih mengambil i-pod dan memasang headphone ditelinganya. Benda itu selalu tersedia di dalam tasnya kemanapun dia pergi, berjaga-jaga saat bosan tiba-tiba menghampiri. Eun Kyo sesekali melirik Kibum yang masih menyetir dengan serius, tanpa berkata tentunya.

“Kau tidak bertanya kenapa aku pagi-pagi memintamu menjemputku?”

Eun Kyo melepaskan sumpalan di telinganya. Merasa jengah saat Kibum terlihat cuek padanya. Padahal sudah pasti bisa dilihat dengan mata telanjang telah terjadi sesuatu padanya.

“Aku akan bertanya saat kita sampai dirumah.” Ujar Kibum menjawab. Membelokkan mobilnya menuju komplek perumahan elit di daerah Samsungdong.

Saat sampai di depan rumah, Kibum membukakan pintu untuk Eun Kyo, dan segera wanita itu melesat pergi ke dalam rumah menuju kamarnya. Dia terkejut saat kamarnya berubah total. Isi kamarnya yang memang bukan sepenuhnya berisi tentang wanita, sekarang disulap menjadi hal-hal yang berbau lelaki, kecuali lemari foto yang masih tidak berubah. Dia lupa sekarang Kibum yang menempati kamar itu.

Saat dia berbalik, Kibum sudah ada di depan pintu membawa secangkir teh di tangannya. Dia berjalan mendekati Eun Kyo dan mendorong saudaranya satu-satunya itu hingga ke tepi tempat tifur, lalu menekan bahunya menyuruhnya untuk duduk.

“Sekarang ceritakan.” Ujar Kibum.

Mengarahkan sisi gelas itu ke mulut Eun Kyo, agar dia bisa meminumnya. Eun Kyo meniup terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menghirupnya. Dia menghela nafas memandangi Kibum yang berjongkok di hadapannya.

Melihat Eun Kyo yang terus memandanginya berjongkok tanpa memulai cerita, akhirnya Kibum menarik kursi di depan meja dan duduk di hadapan Eun Kyo.

“Sekarang ceritakan.” Ulang Kibum sambil menyentuh kepala Eun Kyo. Wanita yang hanya terpaut tak lebih dari satu tahun dengannya itu terkadang bertingkah manja dengan orang-orang tertentu. Terutama pada Appanya. Dan Kibum mengetahui banyak tentang hal itu.

“Dia memintaku untukmembatalkan kontrak itu.” ujar Eun Kyo dengan nada kesal. “Dia juga bilang akan meninggalkan Yeon Su.” Lanjutnya. Kibum menunjukkan wajah seserius mungkin meski dia sangat ingin tersenyum melihat wanita yang ada dihadapannya itu. Bagaimana tidak? Tiba-tiba saja, pagi-pagi dia menerima pesan ancaman yang memintanya menjemput di sebuah halte. Lalu setelah itu, menemukan wanita yang menyuruhnya menjemputnya itu masih mengenakan piyama, dengan sebuah koper besar disampingnya. Berdiri dengan cemberut.

“Dan melarangku disentuh siapapun selain dia, AH! Itu konyol sekali! Dan perjanjian itu dia sendiri yang membuatnya, lalu seenaknya saja ingin membatalkannya! Dia pikir dia siapa?! Eoh?! Jangan hanya karena Appa memintanya untuk menjagaku, dia bisa berbuat seenaknya seperti itu! Korean Musical Broadway itu impianku sejak kuliah! Kau tau? Enak saja melarangku! Dan jangan dia kira karena sudah menyentuhku aku akan terikat dengannya. Jangan harap!”

Kibum tidak bisa lagi menahan senyumnya, dia kini bahkan tersenyum di depan Eun Kyo. Melihat Eun Kyo mencerocos tanpa henti membuatnya geli. Jelas sekali wanita itu kesal setengah mati.

“Kenapa kau tertawa? Memangnya ini lucu? Eoh?” Eun Kyo mulai kesal dengan sikap Kibum yang acuh padanya, bahkan terkesan meremehkannya.

“Kalian sama-sama lelaki, tentu saja kau lebih memahaminya.” Eun Kyo bangkit dari duduknya.

“Tunggu dulu. Ani, aku bukan menertawakanmu. Tenanglah, ayo duduk lagi. Bercerita lagi.” Ujar Kibum menarik Eun Kyo, membuatnya kembali terduduk.

“Tidak ada yang ingin aku bicarakan lagi. Kau sama saja!” Eun Kyo memukul kepala Kibum. Lelaki itu tersenyum.

Eun Kyo berjalan menuju kopernya dan membukanya. Mengambil selembar baju dan handuk, dari gelagatnya Kibum tau Eun Kyo pasti ingin mandi.

“Aku ada latihan jam 10 di gedung biru.” Ujar Eun Kyo menjelaskan pertanyaan dari tatapan Kibum.

“Noona, kau tau? Dari semua drama yang aku tonton dengan tema pernikahan kontrak. Hampir semuanya berakhir dengan saling mencintai.” Ujar Kibum sebelum Eun Kyo masuk ke dalam kamar mandi.

“Aku rasa kau mengerti maksudku.” Lanjutnya saat Eun Kyo menatapnya sambil menggaruk keningnya.

***

“Eungh!”

Jung Soo melenguh mencoba bangkit dari kematian kecilnya. Dia meraba tempat di sebelahnya. Mencari sosok yang biasanya setiap pagi ada disampingya. Tapi saat tangannya menggapai tempat yang kosong, dia memaksa untuk membuka matanya. Dan saat memang didapatinya tempat itu kosong, Jung Soo menghela nafas. Dia yakin Eun Kyo masih marah padanya. Jung Soo sebenarnya tidak bermaksud membuat keadaan seperti ini. Dia mengakui saat itu lepas kontrol. Saat Yeon Su mengejek Eun Kyo ternyata tidak sepolos yang ia kira. Dia sangat tersinggung saat itu. Dan bukankah itu artinya Jung Soo memihak Eun Kyo?

Jung Soo bangun dengan enggan, berjalan ke dapur. Tapi saat dia merasa keadaan senyap seperti tak berpenghuni, dia merasakan kejanggalan. Jung Soo berjalan kearah meja makan dan mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih. Meminumnya setengahnya lalu meletakkan kembali gelas itu diatas meja. Jung Soo berjalan menuju tempat-tempat yang kira-kira dia bisa menemukan Eun Kyo, tapi tidak ditemukannya.

‘Mungkinkah dia sudah berangkat latihan?’ tanya Jung Soo dalam hati.

Jung Soo berjalan ke dalam kamar untuk memastikan apakah Eun Kyo benar-benar sudah berangkat latihan. Membiarkannya tertidur dan tidak membangunkannya karena masih marah? Jung Soo tak menemukan tas yang biasa Eun Kyo bawa saat latihan.

“Berarti dia sudah berangkat,” gumam Jung Soo.

Dia membuka lemari, menyiapkan baju untuk berangkat bekerja karena hari ini Eun kyo tidak menyiapkannya. Tapi betapa terkejutnya Jung Soo saat melihat isi lemari hilang setengahnya. Baju-baju tak berada pada tempatnya lagi, raib.

“Aish! Wanita itu!”

Jung Soo mulai panik, dia berlari keluar rumah dengan menarik cardigan dan memakainya sambil berlari. Berhenti di depan rumah. Tertawa dan berjongkok. Sekarang dia baru merasa, betapa bodohnya dia menolak Eommanya untuk memberi mereka pembantu. Mungkin jika mereka mempunyai pembantu saat ini, pembantunya tau kemana Eun Kyo pergi. Dan mulai merasa betapa sombongnya dirinya saat ini, teman Eun Kyo tak satupun yang dia simpan nomor ponselnya. Jung Soo merutuki dirinya sendiri. Dia tidak tau pasti kapan Eun Kyo pergi meninggalkan rumah.

1 menit yang lalu? 5 menit yang lalu? 15 menit yang lalu? Setengah jam yang lalu? Atau sejam yang lalu? Atau mungkin juga beberap jam yang lalu? Dia tidak tau pasti. Hingga kini dia hnya mematung di depan rumah dengan perasaan campur aduk.

Saat dia bersandar di pintu rumah. Dia mendengar bunyi  telpon berdering nyaring. Jung Soo segera masuk ke dalam rumah dan mengangkat telpon itu.

“Hyung, jangan panik. Noona ada di rumah, sedang mandi. Dan aku hanya ingin memberitahu itu. sebelum dia menemukanku memberitahumu keberadaannya, sebaiknya aku menutup telponnya.”

Telpon itu terputus begitu saja. Belum sempat Jung Soo menanyakan sesuatu, orang itu sudah memutuskan pembicaraan. Jung Soo kembali terpaku. Bingung memikirkan kira-kira siapa yang berbicara dengannya tadi di telpon. Tapi dalam pikirannya, dia mulai memikirkan itu adalah Kibum, karena Kyuhyun tidak mungkin berbicara manis seperti itu padanya.

Setidaknya Jung Soo tau Eun Kyo baik-baik saja, itu sedikit membuatnya lega. Dia meletakkan kembali gagang telpon dan melanjutkan acara mandinya yang tertunda karena Eun Kyo lenyap pagi ini.

***

“Apa aku terlambat?”

Eun Kyo memasuki ruang latihan yang besar dengan interior yang benar-benar membuatnya takjub, selain ada bebeapa kaca, ruangan itu juga dilengkapi dengan ruang latihan suara dan intonasi. Menggunakan alat yang canggih dan jauh dari apa yang ia miliki di gedung rongsok tercintanya.

“Ani, yang lain juga belum tiba.” Ujar Joong Ki menyahut. Disampingnya duduk beberapa peran pembantu yang belum sempat di kenalnya. Setelah 5 menit berlalu, yang lainnya mulai berdatangan. Ae Rin, Kyuhyun, Sungmin, juga Ryeowook. Donghae masuk paling terakhir.

“Kalian sudah datang?” tanya Eun Kyo.

Mereka memulai latihan dengan serius. Mulai melatih vocal dan intonasi terlebih dahulu dengan pelatih handal. Untuk pemanasan, bagi mereka itu mudah, karena mereka bukan pemain baru dalam hal ini.

Donghae memperhatikan mereka dengan tersenyum, merasa bangga saat teman-temannya benar-benar bisa menyerap masukan dari para pelatih dengan baik. Dia berjalan ke luar ruangan dan menuju sebuah ruangan berbeda dan mengetuknya.

“Masuk.”

Suara dari dalam membuatnya beranni untuk membuka pintu dan masuk setelah mendapati ijin. Orang yang duduk di belakang meja itu melirik Donghae sekilis yang berjalan ke arahnya.

“Kau rupanya.”

“Siwon~a, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Tentang drama ini.” Ujar Donghae menarik kursi yang ada dihadapan Siwon.

“Nde?” ujar Siwon.

“Aku ingin bagian ‘kisseu’ nya jangan setiap pertunjukan.” Ujar Donghae terus terang.

Mendengar penuturan Donghae, Siwon yang sedang memeriksa beberapa proposal yang ada di hadapannya tersenyum. Dia tidak terlalu memperhatikan Donghae ynag berbicara dengan serius.

“Jadi dia yang membuatmu seperti ini?” tanya Siwon memotong pembicaraan Donghae.

“Eoh? Apa maksudmu?” tanya Donghae.

“Aku yakin kau mengerti maksudmu. Kenapa tidak kau saja yang mengambil peran itu.” ujar Siwon.

“Kau gila. Aku hanya tidak ada yang mengamuk jika dia melakukan adegan itu.”

“Siapa memangnya? Kau?”

Siwon menghentikan pekerjaannya sejenak, menatap Donghae dan melepas kacamatanya. Dia kembali tersenyum.

“Ani. Bukan aku.” Ujar Donghae. “Pokoknya aku tidak mau adegan itu jika mau hanya pertunjukan setelah premiernya saja.” ujar Donghae.

“Kenapa harus seperti itu? Aku Produsernya disini, kenapa harus mengikuti keinginanmu? Eoh?” ujar Siwon.

“Kau!”

“Hahahahaha, arasseo, aku penuhi keinginanmu kali ini.” Ujar Siwon.

“Hanya di pertunjukan terakhir mereka berciuman.” Ujar Donghe sembari pergi melangkah keluar.

“YAK!” teriak Siwon protes.

Donghae tidak memperdulikannya. Dia pergi meninggalkan Siwon tanpa berkata-kata lagi. Menuju ruang latihan teman-temannya. Donghae duduk di kursi tak jauh dari kelompok-kelompok kecil yang dibentuk untuk berdiskusi. Donghae hanya memperhatikan mereka.

Kelompok pertama terdiri dari Kyuhyun, Joong Ki, Ae Rin dan Eun Kyo, Sungmin, Ryeowook, Lee Kyung Ho dan Lee Min Jung. Donghae tercengang saat melihat , dia tidak pernah tau kalau Yeon Su juga berpartisipasi dalam pertunjukan ini. Donghae berjalan mendekati Yeon Su, yang ditanggapi dengan acuh oleh wanita itu. Dia mendapat peran kecil.

Eun Kyo mendapat peran sebagai Hermia, seorang wanita bangsawan yang mempunyai kekasihbernama Lysander yang diperankan oleh Song Jung Ki. Ae Rin berperan sebagai sahabat Hermia yaitu Helena yang jatuh cinta kepada Demetrius yang diperankan oleh Kyuhyun, lelaki pilihan Egeus, orang tua Hermia, diperankan Jo Min Gi.

Drama ini berkisah tentang sepasang kekasih yang melarikan diri, untuk menghindari perjodohan dan kematian. Tetapi dibumbui dengan kisah lucu nan emosional. Ketika kedua kekasih itu kini berganti pasangan dibawah permainan sepasang peri. Cerita romantis nan menggelitik juga penuh gelora yang ditulis oleh pujangga dunia sekaliber Shakespeare, dihaapkan bisa meraup keuntungan yang besar, meski muungkin drama tersebut tidak terlalu familiar terdengar di telinga, mengingat karya fenomenal penyair dunia itu tak sesukses Rome and Juliet.

“Sedang apa kau kemari?” tanya Donghae berbisik saat Yeon Su beristirahat disela latihan mereka. Yeon Su masih acuh menanggapinya.

“Kau tidak bisa lihat aku sedang apa?” tanya Yeon Su masih dengansikap acuhnya. Percakapan itu hnya terdengar oleh mereka berdua.

“Kau.”

Donghae menatap Yeon Su geram. Tingkah gadis itu memang membuat orang merasa kesal. Tapi Donghae tidak bisa berkata apa-apa, apalagi berbuat sesuatu. Dia yakin, ada rencana dibalik semua ini. Donghae sempat melirik Eun Kyo sebentar, tapi wanita itu terlihat serius saat berdiskusi dengan Joong Ki.

“Siwon~a. Aku mau tanya sesuatu. Untuk peran pembantu, maksudku minor cast siapa yang memilihnya, kalian sendiri yang menunjuk atau ada audisi sebelum ini?” tanya Donghae begitu Siwon masuk ke dalam ruangan.

“Eum? Mereka audisi.” Jawab Siwon sambil meminum minuman kalengnya.

“Begitu? Wanita yang ada di sebelah sana, juga?” tanya Donghae penasaran, dia menunjuka Yeon Su yang sedang latihan bersama beberapa pemeran pembantu yang lain, mendapat pengarahan dari pelatih mereka. Sementara Eun Kyo dan yang lainnya terlihat bekerja keras karena mempunyai banyak peran disana.

“Itu? model yang sedang naik daun itu? Ya… kebiasaanmu tidak pernah berubah selalu melirik barang baru.” Siwon menyikut Donghae. “Dia sudah punya kekasih. Dan dia meminta peran padaku, memohon dan aku tidak bisa menolaknya, dia akan membantu proses promosi nantinya.” Ujar Siwon menjelaskan.

“Begitu?” tanya Donghae tak melepaskan matanya dari Yeon Su. Dia masih ingat betapa angkuhnya wanita itu saat dia kehilangan Jung Soo.

“Dia kekasih CEO terkenal dari perusahaan pencari bakat.” Ujar Siwon.

“Aku sudah tau.” Jawab Donghae. Dia meninggalkan Siwon berjalan mendekati teman-temannya yang sedang berlatih.

“Ehem. Mengenai adegan saat di hutan itu, aku belum pernah membaca naskah aslinya. Tapi bisakah itu diganti? Maksudku adegan dalam tanda kutip itu.” Eun Kyo mengangkat tangannya mengutip perkataannya. “Dihilangkan?” tanya Eun Eun Kyo.

Jo Min Gi tertawa mendengar permintaan Eun Kyo, yang lain hanya bisa menahan senyumnya, apalagi Joong Ki. Sungmin mencoba mengerti dan Ae Rin mengangguk mendukung permintaan Eun Kyo.

“Bagaimana Miss. Kim?” tanya Eun Kyo pada pelatih acting mereka.

“Sebenarnya itu hanya pelengkap saja. tapi akan terasa hambar jika bumbu itu dihilangkan.” Jawab Miss. Kim. Wanita yang berumur 35 tahun, tapi belum menikah. Dia pernah tinggal di Eropa sebelum akhirnya bergabung dengan perusahaan yang bergerak di bidang seni ini.

“Kalau hanya pada moment tertentu saja? ?Bagaimana? Sebagai kejutan. Jadi saat orang-orang bercerita, ‘Whoa ternyata ada adegan kisseunya’ yang memang terkadang lebih terasa ‘wah’, akan merasa seperti mendapat jackpot, itu salah satu penarik minat juga kan? Meskipun akhirnya nantinya mereka kecewa juga ternyata saat mereka menonton tidak ada adegan itu.” Ujar Ae Rin. Gadis itu sebenarnya tidak terlalu masalah dengan peran itu dan adegan itu, tapi dia melihat Eun Kyo terlihat terbebani.

“Usulmu, bagus juga.” Ujar Miss Kim. Ae Rin sempat melirik Eun Kyo yang bernafas lega. “Tapi itu terserah sutradara kalian saja, dan Produser tentunya.” Ujar Miss Kim. “Aku hanya mengarahkan kalian saja.”

“Tidak masalah, aku sudah membicarakan itu pada Siwon.” Ujar Donghae mulai ikut campur. Yang lain menatap padanya.

Saat mendengar penuturan Donghae tadi Joong Ki menunduk, terlihat sedih. “Padahal aku sudah berharap lebih pada adegan itu.” ujar Joong Ki melirik Ae Rin.

“OPPA!” teriak Ae Rin bersemu. Sejak pertemuan itu, Ae Rin kerap kali jadi sasaran sikap usil Joong Ki yang sering menggodanya.

“Eum! Sepertinya akan seru saat aku berciuman denganmu Noona diatas panggung.” Ujar Kyuhyun tersenyum pada Joong Ki.

“Kalian ini.” Ujar Jo Min Gi saat melihat Joong Ki dan Kyuhyun menggoda pada pemeran wanita.

“Kalian termasuk beruntung, dan aku? Kebagian peran bertopeng keledai, ketampananku ini harus disimpan saat mantra itu sudah habis. Padahal, Titania memang mencintaiku yang seperti ini, ketimbang jadi keledai.” Kyung Ho ikut bercanda, dia melitik pada Min Jung.

“Ah, jadi semua sudah punya pasangan masing-masing?” ujar Min Gi lagi bercanda melihat kearah Ae Rin-Joong Ki, Eun Kyo-Kyuhyun, juga Kyung Ho-Min Jung, yang saling menggoda.

“Ahjussi, katakan pada kami bagaimana kisah cintamu dulu.” Tanya Ae Rin pada Min Gi ynag duduk di kursi sambil bersandar santai.

“Aku? Itu rahasia.” Ujar Min Gi.

“Aish! Ahjussi, berbagi pengalaman saja pelit sekali.” Ujar Ae Rin mencibir.

“Sudah cukup istirahatnya, ayo kita kembali ke latihan awal kita. Baiklah, adegan itu akan dipertimbangkan kembali.” Ujar Miss Kim ynag tiba-tiba datang. mereka kembali latihan dengan serius, menyimpan candaan mereka esok hari lagi.

“Waktu latihan kalian hanya 2 minggu, setelah itu acara premier. Siapkan daftar ‘orang penting’ masing-masing yang akan kalian ajak.” Ujar Miss Kim.

***

Eun Kyo masih tetap tinggal di rumahnya yang dulu hingga dua minggu berlalu. Tiba acara premier pertunjukan drama musikal Eun Kyo. Memberikan tiket itu pada Kibum, karena Jung Soo pasti sudah dapat jatah Yeon Su. Eun Kyo berniat menjauhi Jung Soo beberapa hari ini. Dia mengacuhkan dan tidak membalas pesan yang entah berapa kali Jung Soo kirim. Telpon Jung Soo tidak pernah Eun Kyo angkat.

“Kau sudah siap?” tanya Kibum.

Dia akan datang lebih awal bersama Eun Kyo tadinya. Eun Kyo akan datang ke tempatitu sejam sebelum pertunjukan dimulai untuk persiapan. Kibum bersedia mengantarnya.

“Tidak perlu Kibum~a. Aku dijemput Donghae.” Ujar Eun Kyo menolak.

“Begitu?”

“Eum, kau tidak apa-apa kan datang sendiri?” Eun Kyo menyiapkan barang-barang yang harus dia bawa dan diperlukan disana.

“Gwaenchana.” Ujar Kibum.

“Keundae Noona, bagaimana hubunganmu dengan Jung Soo Hyung?” tanya Kibum.

Eun Kyo berhenti sejenak dari kegiatannya di depan cermin, menatap Kibum yang sedang menatapnya melalui cermin. Eun Kyo kembali menyapukan bedak ke wajahnya.

“Sebaiknya jangan tanyakan itu, aku sedang tidak ingin membicarakan itu.” ujar Eun Kyo.

“Tapi dia selalu menanyakanmu.”

“Lalu kau jawab apa?”

“Aku bilang kau baik-baik saja. dan aku juga melarangnya kesini, takut membuatmu marah.” Ujar Kibum.

“Bagus, karena mungkin sekarang jika dia datang kemari, aku akan membunuhnya.”

“Noona..” panggil Kibum miris. Dia tidak suka Eun Kyo terlihat anarkis seperti itu, meski hanya dalam ucapan saja, tetap saja dia tidak suka.

“Dia pasti juga mendapatkan informasi yang lebih akurat dari kekasihnya, Kibum~a.” Ujar Eun Kyo berbalik menatap Kibum.

“Tapi hubungan mereka sudah berakhir” ujar Kibum, membela Jung Soo.

“Dan kau percaya? Sementara aku tau Yeon Su masih sering pergi bersamanya.”

“Tapi kau pernah melihatnya sendri?” tanya Kibum. “Eoh?” tanya Kibum menegaskan. Eun Kyo tidak menjawab, dia hanya diam. Karena selama ini, selama dua minggu ini, Yeon Su selalu membicarakan Jung Soo padanya, yang mulai kembaliperhatian setelah ditinggalkan Eun Kyo.

“Noona, kau tidak pernah melihatnya, hanya mendengar cerita saja dari Yeon Su.”

“Tapi dia bahkan tau kami sedang pisah rumah! Darimana dia tau kalau tidak dari Jung Soo? Eoh?” Eun Kyo tidak terima atas tudingan Kibum yang seolah dia hanya mengikuti emosinya saja.

“Kau cemburu.” Ujar Kibum.

“Ani!” bantah Eun Kyo.

“Dia kan cinta sejatimu.” Ujar Kibum mulai menggoda Eun Kyo.

“Mwo?!””

“Aku punya bukti!”

Kibum mengangkat sebuah benda yang sejak tadi ada dibalik tangannya. Eun Kyo terbelalak saat Kibum meperlihatkan benda itu. dia bangkit dan mencoba mengambil barang itu namun Kibum tidak mengijinkannya.

“Kibum~a, serahkan padaku.” Ujar Eun Kyo menadahlan tangannya di depan Kibum.

“Shireo.” Tolak Kibum. “Akan menyenagkan sekali jika Jung Soo Hyung tau.”

“Kau tidak akan memberikannya.”

“Jika kau terus merecokiku dirumah ini, terpaksa aku berikan.” Ujar Kibum.

“KIM KIBUM!” teriak Eun Kyo.

Bersamaan dengan itu, Donghae datang menjemput Eun Kyo, dan Eun Kyo belum sepenuhnya siap. Donghae yang masuk begitu saja ke dalam kamar terlihat kaget saat Eun Kyo berteriak pada Kibum.

“Hyung.” Sapa Kibum.

“Donghae~ya, aku belum siap-siap.” Ujar Eun Kyo sambil menatap Kibum.

“Palli, mereka semua sudah ada disana.” Ujar Donghae.

Akhirnya Eun Kyo memakai baju seadanya dan berdandan seadanya pula. Pergi dengan hati kesal karena Kibum sempat membuatnya meradang.

***

Beberapa hari berlalu, dan mereka semua berlatih dengan keras. Tak ada waktu untuk bersantai sampai semua benar-benar menjiwai perannya. Hari Selasa telah tiba, pertunjukan itu akan dimainkan setiap hari Selasa pukul 19.0 KST. Namun sebelum waktu itu tiba, Siwon mempersiapkan acara launching untuk drama musikal itu. mengundang beberapa awak media, serta mengadakan pers conference.

Semua pemain sudah bersiap. Eun Kyo mengenakan dres selutut berwarna biru lembut dipadukan dengan sepatu yang berwarna senada hadiah dan Min Yeon dan Sungmin. Dia mengikat rambutnya lalu menggulungnya keatas, sangat simpel dan terkesan seperti malas berdandan adalah ciri khas Eun Kyo, semua teman-temannya sudah hapal tentang hal itu, bahkan Eun Kyo terkesan tidak berdandan.

Ae Rin tidak jauh berbeda, dia bahkan terkesan seperti anak remaja, mengenakan dres sejengkal diatas lutut berwarna putih, melebar dibawah berlengan pendek. Rambut lurusnya dibiarkan tergerai begitu saja dengan sebuah pita kecil  disisi kanan kepalanya.

Beberapa pria disampingnya melirik pada kedua gadis itu yang terlihat sangat cuek dengan penampilan mereka. Mereka yang diperhatikan hanya diam.

Mereka duduk berjejer di depan sebuah meja yang sudah dipenuh dengan berbagai alat perekam berbagai merek dan model. Dari sisi kiri, berisan mereka dimulai dengan Yeon Su, Sungmin, Ryeowook, Lee Min Jung, Lee Kyung Ho, Cho Kyuhyun, Park Ae Rin, Song Jung Ki, Park Eun Kyo, Jo Min Gi, Song Hye Kyo dan Song Seung Hoo.

Acara mereka dimulai dengan sesi wawancara selama 30 menit. Sebelumnya para panitia memberikan sambutan dahulu yang dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan di sesi wawancara. Sebelum wawan cara meeka terlebih dahulu memperkenalkan peran mereka masing masing. Dimulai dari Song Seung Hoon.

“Annyeong haseyo. Aku Song Seung Hoon, berperan sebagai Theseus, raja dari Athena.” Seung Hoon menyerahka mic kepada Hye Kyo.

“Aku Song Hye Kyo, berperan sebagai Hippolyta, calon Rtau Athena.” Ujar Hye Kyo singkat. Mic berjalan pada Jo Min Gi.

“Annyeong, Jo Min Gi imnida, berperan sebagai Egeus, orang tua dari Hermia.” Min Gi sempat melirik sebentar kepada Eun Kyo yang dibalasnya dengan senyum tipis.

“Annyeong haseyo. Park Eun Kyo imnida, aku berperan sebagai Hermia, anak dari Egeus.” Ujar Eun Kyo singkat.

“Hanya itu? kau pemeran utamanya, kenapa hanya bilang kau berperan sebagai anakku?”

Sontak semuanya tertawa mendengar celetukan Min Gi. Aktor yang sudah berumur itu terkadang memang terlihat tegas, tapi jika sudah dekat dengan orang lain, dia bahkan yang paling sering bercanda, dan Eun Kyo salah satu korbannya jika salah dalam latihan.

“Nde? Abeojji, tidak akan seru jika aku ceritakan semuanya sekarang. Aku hanya ingin memancing pertanyaan.” Jawab Eun Kyo takmau kalah.

“Dia hanya tidak ingin disalah.” Min Gi pun terus mendebat Eun Kyo.

“Abeoji.” Pekik Eun Kyo pada Min Gi.

Semua terlihat tegang tatkala mendengar Eun Kyo dan Min Gi seperti berdebat, lagipula wajah Min Gi yang pernah memerankan tokoh antagonis masih memberkas di pikiran beberapa orang. Semuanya terdiam sampai Min Gi tertawa dengan nyaring.

“Kenapa jadi tegang seperti ini? Aku hanya menggoda Eun Kyo saja.” ujar Min Gi disela tawanya. “Jangan heran, ini sudah biasa.” Sambungnya. Seua tertawa setelah mendengar penjelasan Min Gi, yang mengira mereka sedang berdebat.

“Lanjutkan saja.” ujar Min Gi.

“”Annyeong haseyo. Song Joong Ki, aku berperan sebagai Lysander, kakasih Hermia yang rela melakukan apa saja untuknya.” Joong Ki merangkul Eun Kyo dengan mesra, membuat Eun Kyo sempat tersipu. Mic pun beralih pada Ae Rin.

“Annyeong haseyo, Park Ae Rin imnida. Dari dream maker teather. Aku berpersan sebagai helena, sahabat Hermia, yang jatuh cinta kepada Demetrius.” Ae Rin menginjak kaki Kyuhyun yang mencoba menjahilinya dengan menaik-narik ujung baju Ae Rin. “Meski memang sebenarnya aku tidak suka pada Kyuhyun, tapi beradegan dengannya dan mendapat peran jatuh cinta padanya bagiku sangat sulit, tapi aku akan tetap berusaha. Dan aku..”

“Sudah cukup, kau terlalu panjang perkenalannya Ae Rin~a..” Kyuhyun tiba-tiba merebut mic yang ada di tangan Ae Rin, menyebabkan semua yang berbaris di depan menahan tawa mereka. Karena hal seperti itu kerap kali terjadi saat latihan. Dan mereka semua memakluminya.

“Naneun Cho Kyuhyun imnida. Sebagai Demetrius, lelaki yang dijodohkan dengan Hermia, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi Demetrius tak menyerah begitu saja…”

“Kyuh Ho Oppa. Silakan lanjutkan.” Ae Rin mmebalas perlakuan Kyuhyun dengan mengambil mic yanga da ditangan Kyuhyun dan menyerahkannya pada Lee Kyung Ho.

“Jwesonghamnida. Harap maklum dengan beberapa pasangan disini. Jangan terlalu diambil hati, mereka hanya bercanda saja.”

“SIAPA BILANG BERCANDA!” protes Kyuhyun dan Ae Rin bersamaan. Ini pertama kalina mereka pers conference, dan meski tidak menghancurkan acaranya, tapi cukup membuat media tercengang dengan tingkah beberapa pemain. Bertingkah seperti apa adanya, meskipun di depan media sekalipun.

“Hahahahaha, itu adalah bentuk kemesraan mereka.” Ujar Kyung Ho lagi. “Dan itu hanya bercanda.”

“Oppa, sebaiknya perkenalkan peranmu disini.” Ujar Ae Rin. “Jangan buang-buang waktu.” Ujarnya lagi. ae Rin meremas tangannya yang mlai berkeringat.

“Ah, ye. Aku hampir lupa. Gara-gara kalian!” jawab Kyung Ho. Yang lain riuh tertawa. “Annyeong haseyo. Aku Lee Kyung Ho berperan sebagai Nick Bottom, seorang aktor sandiwara amatir yang akan berpran dalam sebuah drama utuk merayakan pernikahan Theseus dan Hippolyta.” kyungHo menundukkan kepalanya mengakhiri perkenalannya.

“Annyeong haseyo. Lee Min Jung imnnida, aku berperan sebagai Titania, sang ratu peri.” Min Jung menyerahkan mic pada Ryeowook.

“Annyeong haseyo.” Ryeowook menyapa yang lainnya dengan senyuman khas darinya. Senyum malu-malu yang menggemaskan. “Kim Ryeowook imnida. Aku berperan sebagai Puck, peri jahil. Gamsahamnida.” Ujar Ryeowook menyerahkan mic pada Sungmin setelahnya.

Annyeong haseyo, Lee Sungmin imnida. Aku berperan sebagai Oberon sang raja peri.” Ujar Sungmin singkat. Dia menyerahkan mic tersebut pada Yeon Su, orang terakhir yang akan meperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo.” Yeon Su melambaikan tangannya. Diasatu-satunya pean pemanbantu yang ikut dalam konferensi pers in, karena sekarang Model cantik itu sedang naik daun.

“Aku yakin kalian semua tidak ada yang tidak mengenalku.” Ujarnya bangga. “Aku ikut serta dalam pertunjukan ini berperan sebagai peri.” Ujarnya lagi. semua mata tertuju padanya. Penampilannya yang memang galamour dengan gaun yang sedikit seksi, khas Yeon Su, embuat semua mata dan lensa kamera tertuju kearahnya.

“Sekarang kalian boleh menanyakan sesuatu.” Ujar Yeon Su memulai sesi wawancara.

Beberapa wartawan mengajukan pertanyaannya bergantian dan hanya akan ada 10 pertanyaan saja. ke semua pemain tentunya.

“Bagaimana kalian mengatasi kesulitan saat memainkan karektermasing-masing.” Pertanyaan pertama meluncur dari salah satu wartawan yang duduk di barisan kedua yang mengangkat tangannya sejak tadi. Yeon Su yang sedang memegang mic langsunng menjawab.

“Kami berusaha untuk dekat dan memahami satu sama lain. Jika ada kesulitan, kami mendiskusikannya bersama-sama.” Ujarnya dengan percaya diri. Salah satu wartawan yang melemparkan pertanyaan itu mengerutkan dahinya.

“Bagaimana dengan para pemain dari Dream Maker Teather?” tanya salah seorang lagi. “Kaulian mungkin berpengalaman, tapi tentunya akan ada perbedaan saat berkolaborasi dengan aktor yang sibuk seperti yang ada disamping kalian.” Yeon Su dengan enggan menyerahkan micnya.

Sungmin, Ryeowook, Kyuhyun serta Ae Rin dan Eun Kyo saling berpandangan. Saling lempar mata tentang siapa yang akan menjawab, namun akhirnya Kyuhyun mengambil micnya.

“Eum, suatu kehormatan kami bsia ada disini. Memang ada beberapa kesulitan, karena berakting di depan kamera berbeda halnya dengan bermain diatas panggung pertunjukan. Seperti yang Yeon Su~ssi katakan, kami sering berdiskusi dan berbagi pndapat, mendekatkan diri agar semua berjalan denganlancar. Mengenai kesulitan, kami rasa tidak ada kesulitan berarti, mereka aktor dan aktris yang profesional, tau artinya menghargai, dan suatu kehormatan bagi kami bergabung dengan mereka.” Jawab Kyuhyun panjang lebar. “Ada yang ingin menambahkan?” Kyuhyun menawarkan mic pada yang lain, Ae Rin mengambilnya.

“Eum, kedekatan yang kami jalin sejak pertemuan pertama, membuat kami semakin saling memahami.” Jawab Ae Rin menambahkan. Min Gi mengambil micnya kemudian.

“Mereka sudah aki anggap seperti anakku sendiri. suatu kebanggan bisa bermain dengan mereka. Dan pengalaman yang sangat menarik.” Jo Min Gi melengkapi.

“Bagaimana dengan anda Yeon Su~ssi? Anda mulai merambah dunia akting, bagaimana perasaan Anda?”

Yeon Su segera mengambil mic dari Sungmin dan menjawab pertanyaannya. Penuh percaya diri dan melemparkans enyumna terlebih dahulu.

“Menurut saya akting adalah hal yang sangat menantang, sangat berbeda dari profesi yang saya geluti saat ini. Dan berharap nantinya tawaran seperti ini akan banyak mampir padaku.” Jawab Yeon Su percaya diri.

“Dan bagaimana hubungan Anda dengan kekasih Anda? Apakah dia dibalik semua ini?”

Mendengar pertanyaan itu Eun Kyo seolah tertusuk. Dia tidakmenyangka akan ada pertanyaan seperti itu disaat konferensi pers tentang peluncuran drama musikal mereka. Yeon Su tersenyum sinis dan melirik kearah Eun Kyo sejenak.

“Mengenai itu, dia selalu ada dibelakangku untuk mendukung.” Ujar Yeon Su dengan senyum yang penuh kebanggan, saat ada yang menanyakan hubungannya dengan Jung Soo. Meskipun pada kenyataannya hubungannya sekarang sedang di ujung tanduk.

“Apa kesan kalian tentang peran yang kalian mainkan itu?”

“Aku bis amengambil kesimpulan dalan permainan ini. Bahwa tak seharusnya kita selalu meratapi nasib buruk kita. Karena bukan tidak mungkin itu adalah jalan pembuka untuk sebuah keberuntungan.” Ujar Ae Rin.

“Whoaaa, kau bijaksana sekali Ae Rin~ssi.” Ujar Kyuhyun menggoda. Ae Rin melirik Kyuhyun dengan tajam.

“Bagiku peran ini sangat menyenagkan.” Jawab Eun Kyo seadanya. Dia tidak terlalu banyak bicara saat ini. Perasaannya sedang tidak terlalu baik.

“Eun Kyo~ya, sejak tadi kau selalu menjawab pertanyaan dengan singkat.” Ujar Joong Ki melirik dan mulai menggoda Eun Kyo. wajah Eun Kyo cemberut seketika.

“Kau terlihat cantik saat cemberut Noona.” Ujar Ryeowook angkat bicara.

“Wahahaahahahaha, akhirnya kau bicara juga.” Ujar Kyuhyun pada Ryeowook.

“Bagaimana dengan Anda Song Seung Hoon~ssi?”

“Aku? Eum, darama teater musikal adalah hal baru untukku, dan aku hanya peran pembantu disini. Tapi sangat senang bisa mengenal mereka. Mereka orang yang hangat, kalian bisa lihat sendiri. akan selalu ada candaan setiap hari. Jadi meskipun aku lelah saat latihan, tapi melihat mereka sehangat itu, rasa lelahku hilang seketika.” Jawab Seung Hoon.

“Aku tau setelah itu kalian akan mennanyakanya padaku.” Ujar Hye Kyo.

“Seperti yang Seung Hoon Oppa katakan, saat lelah tapi dengan kebersamaan hangat itu, membuat energi positifku meningkat.” Jawab Hye Kyo.

“Hye Kyo Onnie adalah aktris idolaku.” Ujar Eun Kyo melirik Hye Kyo.

“Dan kau akan ada di daftar Aktris teater favoritku, Eun Kyo~ya.” Balas Hye Kyo memuji.

“Ya.. ya… kenapa jadi saling memuji seperti itu?” celetuk Joong Ki. “Tapi memang benar, kami bahkan punya Tom and Jerry versi Korea.” Orang merasa dimaksud Joong Ki langsung menatap Joong Ki tajam. Ae Rin dan Kyuhyun. “Bhakan belum aku sebutkanpun, mereka sudah merasa.” Lanjut Joong Ki.

“Sepertinya kedekatan kalian sudah terjalin erat. Bagaimana menurutmu, Lee Min Jung~ssi?”

“Aku adalah ornga yang paling sering mangkir dari latihan, tapi mereka selalu mensuport aku dengan menyemangatiku setiap aku mengalami kesulitan. Terutama Ae Rin~ssi. Dia selalu ceria setiap hari. Aku menyukainya.” Ujar Min Jung.

“Sungmin~ssi,apa pendapatmu tentang drama musikal ini?” tanya seorang wartawan. Pertanyaan yang sulit dibandingkan dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Kali ini lebih serius. Sungmin sempat terdiam sejenak sebelum mulai menjawab.

“Drama ini, penuh kelucuan dan intrik cinta yang menarik. Sebuah drama musikla imajinasi yang bisa kita mabil hikmahnya. Meski tidak setenar Romeo dan Juliet, tapi menurut kami, drama ini punya daya tarik tersendiri selain karena karya seorang penyai kelas dunia. Kami juga punya tim penulis naskah yang handal serta berkompeten. Aransemen musik yang tidak main-main. Sehingga akan sangat rugi jika kalian melewatkan drama ini. Setiap hari selasa, pukul 19.00 KST. Jangan lupa, hanya 10 kali pertunjukan saja.” ujar Sungmin menjawab. mendengar pertanyaan Sungmin, semuanya bertepuk tangan. Sejak tadi diam saja, tapi saat menjawab pertanyaan Sungmin sangat serius.

“Baiklah, pertanyaan terakhir. Tentang kedekatan kalain, apakah ada yang cinta lokasi?” pertanayan itu sontak membuat semua yang duduk disana tersenyum penuh arti. Semuanya melirik pada Kyuhyun dan Ae Rin

“Yak kenapa melihat kearahku?!” protes Kyuhyun.

“Jika diperbolehkan, aku ingin menyampaikan ras akagumkupada seseorang.” Ujar Joong Ki.

“Silakan, silakan.” Semua menjawab riuh, menantikan perkataan Joong Ki selanjutnya.

“Aku, aku sngat mengagumimu, Park Ae Rin~ssi. Dia gadis yang lucu dan penuh semangat.” Joong Ki merangkul Ae Rin dan bersamaan dengan itu, Kyuhyun meliriknya. “Hahaha, benarkan? Ada yang marah? Hahahaha, ani, kami hana bercanda, tidak ada yyang menjalin hubungan kecuali wanita yanga da diujung sana.” Joong Ki melirik Yeon Su dan dia melemparkan senyum manisnya. “Kami seperti saudara, tapi mengenai rasa kagumku, aku berkata jujur Ae Rin~ssi.” Ujar Joong Ki.

“Oppa…” Ae Rin bersemu merah.

“Cukup Joong Ki~ya, jangan menggodanya.” Ujar Kyung Ho. Dia belum kebagian part untuk bicara. “aku juga ingin menyampaika rasa sukaku. Eun Kyo~ssi, jika berkenan, maukah kau berkencan denganku?” tanya Kyung Ho.

“Nde?” tanya Eun Kyo membelalakkan matanya tidak pecaya.

“Sudah cukup,kalian kebiasaan. Aku tidak akan menikahkan anakku dengan pemain teater amatir sepertimu. Kyung Ho~ya..” ujar Min Gi merangkul Eun Kyo. semuanya tertawa. Mengakhiri sesi tanya jawab dan pers conference mereka.

Tidak ada yang tahu bahwa Eun Kyo menikah selain teman-temannya dan Yeon Su. hingga banyak perkataan yang bernada menggoda terhadap Eun Kyo. jika saja Jung Soo ada disini,mungkin telinganay akan merah mendengarkan semua godaan yang ditujukan untuk Eun Kyo.

“Baiklah, yeorobeun. Seperti yang dikatakan Sungmin tadi. Jangan lewatkan penampilan kami diatas panggung dengan akting yang nyata di depan mata. Musical Teather A Midsummer Night;s Dream, setiap hari Selasa, pukul 19.00 KST. Aku jamin kalian akan menyesal jika tidak menontonnya, gamsahamnida” Ujar Jo min Gi sebagai yang paling senior mengucapkan salam perpisahan. Semua berdiri dan mulai meninggalkan tempat pertemuan.

***

“Kau sednag menuggu seseorang?” Seung Hoon menghhentikan mobilnya di depan sebuah halte, yang mana di halte tersebut duduk seorang wanita yang terlihat sedang menunggu.

“Ani, aku sedang menunggu bus.” Jawab wanita itu.

“Kau mau kemana?” tanya Seung Hoon lagi.

“Mau pulang Oppa.” Jawabnya.

“Aku antar?” tawar Seung Hoon.

“Ani, tidak perlu Oppa, sebentar lagi busny apasti akan datang.”

Seung Hoon tidak menyerah begitu saja. Dia keluar dari mobil dan menghampiri wanita itu. duduk disamping wanita itu, yang katanya sedang menuggu bus.

“Eun Kyo~ya, di malam seperti ini, akan sangat berbahaya untuk wanita sepertimu. Kau sudah makan?” tanya Seung Hoon. Eun Kyo meliriknya, memandangi wajah tampan seorang Song Seung Hoo, aktor idolanya sejak jaman remaja dulu. Dia tidak menyangka akan beradu akting dengan salah satu aktor idolanya seperti Song Seung Hoon. Rasa kagum itu membuncah dalam dadanya.

“Eun Kyo~ssi? Kau mendengarku?” tanya Seung Hoon sambil melambaikan tangannya di depan wajah Eun Kyo yang terlihat melamun.

“Ah, ye? Ah, belum.” Jawab Eun Kyo jujur.

“Kalau begitu kita makan di warung sekitar sini. Bagaimana? He? Ttokbokki? Kau suka?” tawar Seung Hoon sambil memegang tangan Eun Kyo membawanya ke mobilnya. Eun Kyo memandangi pegangan tangan Seun Hoon di tangannya. Meski terpaut sepuluh tahun dari lelai yang kini duduk disampingnya sambil mengemudikan mobil, Eun Kyo merasa lelaki itu tidak pernah berubah selain semakin menawan.

“Aku tidak suka makanan pedas Oppa.” Ujar Eun Kyo.

“Kita cari yang tidak terlalu pedas. Eoh?”” ujar Seung Hoon mengalihkan wajahnya menatap Eun Kyo. eun Kyo menjadi salah tingkah dibuatnya. Tatapan mata Ahjussi itu membuatnya kelimpungan. “Kit amakan disini saja. langgananku.” Ujar Seung Hoon. Dia menepikan mobilnya di sebuha warung tenda pinggir jalan. Keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Eun Kyo.

Menarik sebuah kursi untuk Eun Kyo, lalu untuk dirinya sendiri. Eun Kyo hanya diam. Dia mulai dilema, mulai berpikir bagaimana jika suaminya mengetahui ini, dia makan bersama lelaki lain, dan selama hidupnya, baru kali ini dia makan bersama orang yang baru dikenalnya, karena selama ini, hanya Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun ataupaun Donghae yang selalu menemaninya selama beberapa tahun terakhir. Dia merasa ini seperti sebuah kencan, dan dia belum pernah mengalaminya.

“Kau kenapa, ada yang kaupikirkan?”

“Ah, eoh, ani.” Jawab Eun Kyo gugup, takut kepergok telah mencuri pandang pada wajah lelaki dihadapannya.

“Kau sudah memberitahu keluargamu?” tanya Seung Hoon.

“Baru saja akan memberitahu adikku.” Jawab Eun Kyo.

“Adik?” perempuan?”

“Ani, namja.” Jawab Eun Kyo.

“Begitu?”

“Eum.” Jawab Eun Kyo, mereka terasa canggung.

“Eiy, kenapa jadi canggung seperti ini? Biasanya kau banyak bicara dan tertawa, jangan tengang Eun Kyo~ya.” Ujar Seung Hoon mencoba tidak seformal tadi dan mencairkan suasana.

“Pesan seperti biasa, Ahjussi.”

“Nde, algaseumnida.” Jawab Ahjussi pemilik warung.

“Ehem, apa kau merasa ini seperti kencan?” tanya Seung Hoon sangat jujur. Dia tertawa saat melihat wajah Eun Kyo yang sangat etagng kini semakin kaku.

“Jangan tegang, kencan ini hanya sebentar saja. Dan sepertinya aku sudah merubah haluanku. Kau sudah punya pacar? Donghae?” tanya Seung Hoon.

“Nde?”

“Aku sudah tau. Kau tidak pacaran dengannya. Jika setahun yang lalu aku mengatakan wanita idelaku adalah Kim Tae Hee, sepertinyasekaranga ku mengubahnya. Sepertinya kau lah tipe idealku.” Ujar Seung Hoon.

“Oppa, kau janganbercanda.”

Tak berapa lama makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Eun Kyo tidak sekaku tadi, saat dia dipaksa Seung Hoon untuk menemaninya makan. Sudah terjadi cendaan-candaan hangat yuang menciptakan gelak tawa tertahan dari Eun Kyo, yang menutup mulutnya agar tidak terbahak. Hingga mereka menyelesaikan makan mereka, Eun Kyo masih tersenyum. Seung Hoon seperti sosok yang sangat berbeda saat di hadapannya seperti ini. Sosok yang sedikit dingin dan serius telah lenyap berganti dengan kehangatan.

Selesai makan, Seung Hoon mengantarkan Eun Kyo pulang ke rumah. Tentu saja bukan ke rumah berdua dengan Jung Soo, tapi rumahnya di Samsungdong. Tempat Kibum kini menetap. Setalh sampaidi halaman rumah Seung Hoon turun dari mobil dan berlari kecil emngitari mobilnya, membukakan pintu untuk Eun Kyo. eun Kyo kelaur dari mobil dan Seung Hoon tersenyum padanya. Senyuman itu sangat menawan bagi Eun Kyo. Dia benar-benar tidak menyangka akan sedekat ini dengan idolanya.

“Sekarang masuklah. Besok kita sudah harus, harus..” Seung Hoon mengangkat tangannya tidak jelas. Dia terlihat salah tingkah. “Ada dipanggung, kau harus istirahat.” Tiba-tiab saja tangannya melayang keatas kepala Eun Kyo dan mengusapnya. Eun Kyo tidak menyangka sama sekali dan dia kembali terpaku. Saking kakunya, dia tidak menyadari Kibum dan Jung Soo sudah berdiri diambang pintu memperhatikan mereka. Seung Hoon membungkuk kearahmereka, membuat Eun Kyo berbalik dan mematung saat mendapati Jung Soo sudah berdiri disamping Kibum.

“Aku pulang dulu. Annyeong.” Sekali Seung Hoon membbungkuk. Kearah Eun Kyodan juga sekali kearah Jung Soo dan Kibum.

Seung Hoon akhirnya pamit danmasuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan Eun Kyo. eun Kyo masih berdiri memandangi kepergian Seung Hoon, setelah benar-benar menghilang baru dia melangkah ke dalam rumah.

“Kau sudah makan Noona?” tanya Kibum. Dia mencium bau mesiu yang siap di ledakkan hingga setelah mendapat jawaban sebuah anggukan dari Eun Kyo, tanpa membuang waktu dia segera masukke dalam kamarnay sendir, dengan dalih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.

Eun Kyo berjalan menuju kamar Appanya. Sementara ini, dia tidur dikamar orang tuanya sembari mengingat kenangan bersama Appa dan Eommanya, Eun Kyo tak jarang menangis saat akan tertidur. di belakangnya, Jung Soo mengikuti langkahnya, dan masuk ke dalam kamar.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jung Soo.

“Aku ingin berganti pakaian, kau tidak lihat?” tanya Eun Kyo acuh. dia membuak pakaiannya tanpa ragu dan melilitkan handuk ke tubuhnya.

“Eun Kyo~ya, aku rasa kau tidak bodoh untuk menelaa pertanyaanku.” Ujar Jung Soo sengit.

“Jika ingin mengajakku bertengkar lagi, sebaiknya kau pulang saja, aku lelah.” Ujar Eun Kyo ingin melangkah ek kamar mandi.

“Eun Kyo~ya, Yeobo, mari kita berdamai.” Tawar Jung Soo. Namun, ucapan itu membuat Eun Kyo tertawa.

“Kau baik-baik saja, Oppa?” ejek Eun Kyo sambil menaikakn alis kanannya. “Harusnya aku yang bertanya, untuk apa kau kemari?”

“Aku ingin minta maaf, dan kembalilah ke rumah. Kemarin Eomma datang ke rumah, dan tau akau tidak ada di rumah. Aku berbohong padanya, kau sedang rindu rumahmu.” Jung Soo memberikan penjelasan. Eun Kyo terdiam saat mendegar semua penuturan Jung Soo. Dia teringat dengan sosok wanita paruh baya itu, bagaimana keadaannya jika dia tau sekarang anak dan menantunay sedang pisah rumah seperti ini?

“Aku mohon, demi Eomma. Baiklah, aku tidak akan mencampuri urusan pekerjaanmu lagi. tapi aku mohon pulanglah.” Nada bicara Jung Soo terdengar jelas sedang memohon. Eun Kyo ingin sekalipulang dan mengakhiri semua ini. Agar tidak terjadi apa-apa terhadap mertuanya. Karena tidak bisa dipungkiri, dia juga takut jika nantinya mertuanya tersenut mengetahui tentang pisah rumah mereka, dan sudah berjalan selama setengah bulan.

“Aku akan memikirkannya, setelah premier besok.” Ujar Eun Kyo, melesat kedalam kamar mandi

“Aku akan tidur disini malam ini. Aku takut Eomma kembali mengecek kita.” Ujar Jung Soo berteriak dari dalam kamar.

Jung Soo beruntung, perasan Eun Kyo sekarang dalam keadaan baik setelah mendapat terapi tawa dari semua godaan Seung Hoon yang akan sangat jarang sekali terjadi. Meski memang Jung Soo merasa cemburu saat Seung Hoon tiba-tiba menyentuh kepala istrinya, tapi setidaknya Eun Kyo sekarang lebih terkendali dari beberapa hari yang lalu, JungSoo patut bersyukur.

***

Jung Soo duduk di dala ruangannya sambil memandangi lembar tiket yang tergeletak di atas meja kerjanya. Jung Soo merasa bimbang, antara harus berangkat atau mengabaikan saja acara itu. dia merasa Eun Kyo juga tidak ingin dia melihatnya, karena sampai menit ini, Eun Kyo tak memberikan tiket padanya, tidak seperti dulu. Appa dan Eommanya tidak bisa melihat pertunjukan itu karena sekarang sedang tak ada di Korea.

Bukan apa-apa. Jung Soo hanya tidak ingin melihat Eun Kyo berciuman dengan lelaki lain di depan matanya sendiri. Nyata, dan siaran langsung. Yeon Su tidak lagi mengganggunya beberapa hari ini karena wanita itu mungkin sibuk dengan jadwalnya sendiri. Meskipun dia merecoki Jung Soo, tak akan digubris oleh Jung Soo karena dia sudah memutuskan gadis itu dan memilih Eun Kyo. Meski sekarang, mendapatkan hati wanita itu baginya sangat sulit.

Jung Soo akhirnya memutuskan. Dia mengambil mantel dan kunci lalu melesat pergi bersama mobilnya menuju gedung biru, Korean Musical Teather. Mengesampingkan rasa cemburunya demi membuktikan ucapan Yeon Su, yang mengatakan Eun Kyo tak sepolos perkirannya. Dan ingin memastikan ucapan Donghae yang mengatakan bahwa acara premier tidak akan ada skinship berarti selain berpelukan.

Para penonton sudah mulai berdatangan. Jung Soo mendapat tempat yang lumayan strategis. Ada dibarisan bangku orang-orang yang penting. Saat memasuki ruangan pertunjukan, dia sempat berpapasan dengan beberapa anak remaja yang juga dulunya menonton saat Eun Kyo bermain dipanggungnya sendiri. Jung Soo tersenyum, Eun Kyo dan teman-temannya memang bukan selebritis. Tapi ada orang-orang tertentu yang menganggap mereka istimewa, seperti kumpulan remaja-remaja itu yang ternyata juga mengikuti sepak terjang istrinya di dunia seni.

Jung Soo ingin sekali duduk di dekat para remaja itu, karena mendengar mereka bergosip baginya sangat lucu. Sangat lucu ketika mendengarkan istri sendiri yang baginya bukan siapa-siapa, hanya pelakon seni panggung dibicarakan oleh sekumpulan remaja yang biasanya anak seumuran mereka membicarakan gosip selebriti yang sekarang sedang hangat. Bukan malah menggosip tentang Hyukjae yang mereka katakan sedang mengejar Eun Kyo, atau apalah lagi yang mereka bicarakan.

Jung Soo duduk dengan tenang, sesekali di amemandangi remaja yang pernah dilihatnya dulu. Mereka juga duduk dengan tenang dalam dua barisan. Dari sekian banyak penonton, mereka terlihat mencolok karena mengguankan pakaian santai, yang lainnya memang menggunakan setelan jas rapi, karena acar premier memang diperuntukkan bagi orang-orang terpilih, sebagian besar. Jung Soo tersenyum,memikirkan darimana anak-anakitu dapat tiket di hari pertama pertunjukan dimulai. Meski memang bukan hanya mereka remaja ynag menonton, ada beberapa lagi yang lainnya, tapi hanya gerombolan mereka yang membuat Jung Soo tertarik.

“Hyung.” Sapa Kibum.

Kibum ternyata duduk bersebelahan dengan Jung Soo. Membuat Jung Soo terkejut dengan kehadirannya. Kibum tersenyum, dia merasa lucu dan canggung berhadapan dengan kakak iparnya sendiri, disaat mereka berdua, Jung Soo dan Eun Kyo, sedang terlibat masalah, dan Kibum mengetahui masalah itu.

“Bagaimana kabarnya?” tanya Jung Soo.

Kibum langsung mengerti siapa yang ditanyakan Jung Soo. “Dia baik-baik saja, tapi masih kesal denganmu.” Jawab Kibum.

“Aku tau, dia tidak pernah membalas pesanku,d an tidak pernah mengangkat telepon sekalipun.” Jawab Jung Soo.

“Sabar Hyung.” Kibum menepuk pundak Jung Soo sambil tersenyum. Jung Soo membalasnya dengan mencoba tersenyum. “Wanita memang seperti itu.” lanjut Kibum.

“Aku yang salah, terlalu mencampuri urusannya.”

“Tapi memang seharusnya seperti itu, meski mungkin memang caramu sedikit keterlaluan.”

“Aku hanya sedang emosi waktu itu. menyeretnya di depan teman-temannya, itu yang membuatnya marah.”

“Bukan, bukan itu. dia hanya tidak suka kau mempercayai orang lain ketimbang mempercayainya.” Potong Kibum.

Belum selesai mereka berdiskusi, acara sudah hampir di mulai. Tirai mera sudah dibuka. Narasipun mulai terdengar. Jung Soo dan Kibum menghentikan pembicaraan mereka. Menatap kearah panggung, menunggu Eun Kyo keluar.

***

Sementara itu di belakang panggung, di waktu yang bersamaan, suasana sibuk mulai terlihat, beberapa pemain sedang mempersiapkan diri. Dan ynag lainnya sibuk mempersiapkan beberapa peralatan. Eun Kyo dan Ae Rin sedang bersiap dengan kostumnya. Tapi saat Eun Kuo sudah selesai mempersiapkan diri dan waktu acara dimulai tinggal beberapa menit lagi, dia merasa sngat gugup, dan kebiasaannya sebelum acara dimulai dia kek kamar kecil terlebih dahulu.

“Onnie, kau mau kemana?” tanya Ae Rin pada Eun Kyo. make-up artis terlihat memoles make-up dimukanya. “Onnie, jangan terlalu tebal.”

Pertanyaan tak digubris oleh Eun Kyo. dia sudah tidak tahan lagi untuk buang air kecil, kebiasaannya jika sedang gugup. Eun Kyo berlari menuju kamar kecl tanpa meyadari ada yang membuntutinya. Saat di dalam kamar kecil dia lagsung melepas pakaiaannya, tapi saat duduk di toilet, dia terkejut, ada orang yang mengunci pintu toiletnya dari dalam. Selesai buang air kecil, Eun Kyo mencoba memastikan dugaannya, dan ternyata benar. Ada yang menguncinya dari luar.

“Ada orang diluar? Tolong bukakan pintunya.” Eun Kyo mencoba berteriak, tapi sia-sia. Tak ada seorangpun yang mendengarnya karena pintu utama toilet tersebut juga dikunci.

“Tolong! Bukakan pintunya!”

Tiba-tiba Eun Kyo menjadi panik. Dia tidak suka berada diruangan kecil pengap seperti itu. eun Kyo terus mencoba membuka tapi sama sekali tidak bisa.

“Aish! Kenapa aku tidak bisa membuka pintu? Eoh? Siapa yang mengunciku?! TOLONG!”

Eun Kyo menggedor pintu dengan keras berharap ada yang mendengar keagaduhan yang ia buat. Tapi orang-orang diluar tak ada ynag menuju toilet, apalagi toilet wanita. Semuanya sibuk masing-masing dengan urusan mereka masing-masing. Tak ada yang menyadari hilangnya Eun Kyo hingga waktu pertunjukan dimulai.

“Eun Kyo mana?” tanya Donghae yang mengabsen teman-temannya. Semua saling pandang, Ae Rin dan Kyuhyun, Sungmin, Ryeowook serta Min Gi saling berpandangan seraya mengerutkan dahinya lalu menggeleng. Donghe mencium bau masalah dengan menghilangnya Eun Kyo. wanita itu tidak pernah mangkir dari apapun, bahkan terkadang dia yang memberikan semangat pada teman-temannya.

Donghae tidak habis pikir kenapa disaat genting seperti ini kenapa Eun Kyo malah menghilang. Setakut-takutnya Eun Kyo, dia tidak pernah menghilang tanpa kabar.

“Ah, Oppa. Tadi dia pamit padaku. Tapi saat kutanya kemana, dia tidak menjawab.” jawab Ae Rin. Pertunjukan jadi terhambat. Semua panik mencari kira-kira dimana Eun Kyo berada.

Donghae terdiam sejenak mendengar penuturan Ae Rin. Sebelum akhirnya dia berlari keluar ruangan. Sebelum keluar dari backstage, dia berpapasan dengan Hyukjae dan Siwon.

“Siwon~a, dimana letak kamar kecil?” tanya Donghae berhenti di hadapan Siwon.

“Lurus, lalu belok kanan, diujung ruangan.” Ujar Siwon menjawab. mereka berdua heran kenapa Donghae seperti kebakaran jenggot mencari toilet.

“Eun Kyo Onie menghilang.” Ujar Ae Rin ketika Hyukjae menghampiri mereka.

Donghae terus berlari menuju toilet. Setelah menemukan tanda yang ia maksud akhirnya rnpa ragu dia membuka pintu itu. Dikunci. Dugaannya semakin kuat, Donghae mencoba mendobrak pintu itu dengan kuat hingga menciptakan suara gaduh. Dia tidak perduli lagi. dia yakin Eun Kyo ada didalam. Karena Donghae hapal sekali kebiasaan Eun Kyo sebelumnaik keatas panggung.

“Eun Kyo~ya, kau di dalam?” teriak Donghae.

Suara gaduh itu mengundang beberapa orang untuk menghampirinya termasuk Siwon dan Hyukjae. Ae Rin juag ikut berlari kearah toilet bersama yang lain.

“Donghae..” ujar Eun Kyo lirih dari dalam.

“Donghae.. Donghae! Aku didalam, keluarkan aku daris ini!” teriak Eun Kyo.

Waniat itu tidak suka berada dalam ruangan pengap. Itu akan membuatnya gugup dan bukan tidak mungkin akan semaput. Donghae menjadi panik.

“Punya kunci cadangan?” tanya Donghae pada Siwon.

“Cari kunci cadangan!” teriak Siwon pada pekerjanya.

Tidak ada waktu lagi, Donghae kembali mendobrak pintu. Kali ini dibantu oleh Hyukjae dan Siwon. Tak berapa lama akhirnya pintu terbuka. Dengan [paksa. Donghae segera masuk dan mengetuk setiap pintu yang ada didalam.

“Donghae, aku disini.” Uajr Eun Kyo terdengar lemah.

“Bertahanlah. Sebentar lagi.”

“Dan pertunjukanya.”

“Jangan pikirkan pertunjukan, meski terlambat, kau akan tetap bermain.” Ujar Donghae. Mereka menunggu kunci cadangan, yang akhirnay diserrahkan oleh seseorang pada Donghae. Donghae segera membuka pintu.

Saat pintu terbuka, mereka sema menyaksikan Eun Kyo mematung dengan wajah pucat pasi. Udara yang pengap dan rasa takut yang berlebih membuatnya menjadi panik. Ae Rin segera menarik EUN Kyokeluar dan menyuruh orang-orang untuk minggir, memberi akses udara untuk Eun Kyo.

“Onnie, kau kenapa. Kenapa bisa seperti ini?”  tanya Ae Rin khawatir.

“Aku buang air kecil seperti biasa. Tapi tiba-tiba pintu nya terkunci dan semua tidak ada ynag mendengarku berteriak.” Jawab Eun Kyo hampir menangis.

“Ssssstttt. Janganmenagis. Kalau kau menagis nanti make-upmu luntur dan mereka harus memulainya dari awal lagi.” min Gi mendekat dan memeluk Eun Kyo. tiab-tiba saja Eun Kyo merasa tenang setelah mendapat pelukan dari Min Gi. Lelaki tua itu membelaipunggungya, sama seperti yang biasa dilakukan Appanya untuk menenangkannya.

“Kau masih kuat untuk pentas?” tanya Min Gi. Eun Kyo emngangguk dalam pelukannya. Semua orang yang tadinay tegang akhirnya bisa bernafas lega. Eun Kyo pemeran utama, apa jadinay jika Eun Kyo tadinay tidak ditemukan.

“Beri dia waktu 15 menit lagi.” ujar Min Gi.

Hari pertama pertunjukan terjadi hal yang diluar dugaan, tapi bisa diatasi mereka dengan baik. Siwon bernafas lega. Dia akhrnya meberi semangat pada semua pemain untuk tetap berusaha sebaik mungkin. Dia menatap EU Kyo, mengkhawatirkan keadaan wanita itu. dia rasa Eun Kyo pasti masih merasa takut.

Babak pertama diawali dengan adegan Hermia (Eun Kyo) yang berdebat dengan Egeus (Min Gi). Tentang pernikahan. Egeus membawa perkara itu kepada raja Athena. Berdiskusi tentang masalah Hermia yang menolak perjodohan. Padahal hukun Athena kuno. Gadis yang tidak mematuhi keinginan Appanya, maka hukumannya adalah mati. Egeus sangat menyayangi putrinya, dan menyuruh Hermia untuk hidup bertapa saja.

“Anakku, jika kau tidak mau menuruti keinginan Appamu, sebaiknya kau hidup membiara. Karena sesungguhnya, aku sangat takut kehilangan dirimu, anakku.” Ujar Egeus pada Hermia.

Hermia tentunya menolak kedua solusi yang diajukan Appanya tersebut, karena dia sudah memilik tambatan hati. Meski bukan seorang bangsawan sepertinya, tapi dia sangat mencintai lelaki itu.

“Kau sudah punya kekasih, Hermia?” tanya Raja Theseus (Seung Hoon)

“Ye, Yang Mulia.” Jawab Hermia bersimpuh dihadapan Theseus.

“Siapa lelaki itu?” tanya Theseus. Egeus yang mendengar penuturan dari Hermia tersebut menjadi berang. Dia tidak mau anaknya nantinya akan dapat pengampunan dari sang Raja. Karena baginay jika Hermia tidak menikah dengan Demetrius (Kyuhyun) itu akan mencoreng nama baiknya.

“Lancang sekali kau menolak keinginanku hanya karena seorang lelaki tak bermartabat seperti  dia!” teriak Egeus penuh kemarahan.

“Dengarkan dia dulu.” Theseus menengahi.

“Namanya Lysander.” Ujar Hermia berterus terang. Egeus memandangi anaknya dengan emosi yang sudah sampai di ubun-ubun. Tidak pernah membayangkan putri semata wayangnya tersebut akan menikah dengan seorang dari kasta rendah seperti itu.

“Biarkan dia berpikir, dan beri dia waktu.” Akhirnya Theseus mengeluarkan titahnya.

Semua penonton terbius. Suasana tegang tercipta. Banyak tatapan kagum mengarah pada beberapa orang yang sednag berlakon diatas panggung. Tak terkecuali Jung Soo. Kerinduannya akan wanita itu seolah terobati. Kembali menatap wanita itu membuatnya terasa tenang, meskipun sampai tadi malam, tak ada percakapan berarti anatara mereka berdua selain permohonan Jung Soo agar Eun Kyo kembali kerumah.

Sementara itu di belakang panggung, bersiap denga giliran mereka masing, masing. Layar kembali menutup, dan babak pertama telah usai. Mereka mempersiapkan babak kedua, dan Eun Kyo selalu ada diatas panggung.

“Tidak ada Eomonim. Berarti hari ini aku akan mengambil adegan ciumanya.” Ujar Kyuhyun tak memperdulikan tatapan membunuh Ae Rin.

“Aku setuju.” Jawab Jong Ki cepat.

Kerana yang kebagian adegan ciuman adalah Joong Ki dan Kyuhyun. Mereka tertawa senang saat PD mereka mengangguk menyetujui permintaan mereka.

“Tidak ada waktu, ayo siap-siap.” Narasi kembali terdengar mengawali babak baru dalam drama ini.

Babak kedua dimulai dari adegan Hermia yang sedang bercerita pada Lysander tentang kejadian hari ini.

“Aku tidak bisa berpisah darimu, Lysander. Aku ingin  hidup bersamamu dan terlepas dari semua ada-istiadat yang mengikatku. Aku tidak bisa hidup tanpamu.” Hermia memegang tangan Lysander penuh harap.

“Jangan khawatir Sayangku. Kita akan pergi dari tempat ini, dimana hukum Athena tak berlaku disana. Kita bersiap-siap untuk pergi melalui hutan.” Lysander mengajak Hermia untuk melarikan diri, saat mereka bertemu secara diam-diam di taman rumah Hermia.

 

Setelah itu, Hermia yang merasa sangat gundah berkeluh kesah kepada sahabatnya, Helena. Dia menceritakan semua masalah termasuk rencana pelarian dirinya bersama Lysander untuk menikah di tempat lain.

Helena saat itu juga sangat gundah, cintanya bertepuk sebelah tangan pada Demetrius. Lelaki pilihan Egeus untuk dinikahkan dengan Hermia, yang begitu memuju Hermia. Demi menarik simpati Demetrius dan membuatnya berhenti mengejar Hermia. Helena menceritakan semua yang akan Hermia dan Lysander lakukan. Dia menceritakan semuanya pada Demetrius dan membuat Demetrius geram. Demetrius mengikuti Hermia dan Lysander ke dalam hutan.

“Sungguh beruntung menjadi Hermia, dia mempunyai mata yang diberkati. Matanya begitu cerah dan menarik, hingga dua lelaki sekaligus mencintainya. Aku pasti akan sepertinya juag berpenampilan seperti dia. Ah, bukan, bukan, aku seburuk beruang. Sehingga orang akan lari saat melihatku. Tidak heran Demetrius menyukainya.” Ujar Helena getir. Dai sangat emncintai Demetrius hingga rela melakukan apapun demi Demetrius termasuk mengkhianati Hermia.

Saat malam tiba, Lysander dan Hermia beristirahat di hutan, untuk kemudian melanjutkan perjalanan mereka natinya keluar dari Athena. Dan tanpa mereka ketahui, Demetrius dan Helena mengikuti jejak mereka berdua.

Donghae berjalan mendekati Yeon Su yang belum mendapat giliran untuk keluar. Duduk disamping wanita itu yang acuh terhadap kehadirannya.

“Sebaiknya kau jujru sahja. Kau yang mengunci Eun Kyo didalam kamar mandi kan, Yeon Su~ssi?” tembak Donghae.

Donghae adalagh sosok yang tidak terlalu dengan urusan pribadi teman-temannya. Tapi kalia ini dia samasekali tidak bisa mengindahkan kehidupan pribadi Eun Kyo yang hampir saja mengacaukan segalanya.

“Kau jangan menuduh sembarangan.” Kilah Yeon Su tenang.”

“Mengaku sebelum aku membuktikannya di depan umum.” Ancam Donghae.

Tak ada yang mendengar pembicaar pelan mereka. Semua sibukmempersiapkan diri. Saat Yeon Su lengah, Donghae menarik tas Yeon Su dan dengan cepat menghamburkan semua isi tas itu diatas meja.

“YAK! KAU INI APA-APAAN?!” teriak Yeon Su nyaring. Semua mata tertuju padanya. Donghae mengambil dua buah kunci yang ada diatas meja tersebut.

“Mengaku atau akan kita buktikan.” Suara Donghae dingin dan menakutkan. Yeon Su sempat bergidik saat melihat tatapan tajam membunuh Donghae. Dia awalnya merasa gentar. Donghae tak seperti lelaki yang beberapa waktu ditemuinya di taman saat ini. Yang tenang dan terkesan bsa diintimidasi. Sekarang dia dingin dan penuh tekanan terhadapnya. Yeon Su terdiam tak mampu menjawab.

“Kalau begitu kita buktikan bahwa kaulah yang mengiunci Eun Kyo.” donghae berjalan keluar diikuti oleh beberapa orang.

“BAIKLAH! AKU MENGAKU! AKU YANG MENGUNCINYA!” teriak Yeon Su keras.

Semua mata tertuju padanya. Terlbih lagi Siwon dia sangat tidak menyangka. Yeon Su adalah selebritis terkenal dan mampu melakukan hal rendah seperti itu sungguh diluar dugaannya. Hyukjae hanya tertawa melihat wajah Donhae yang penuh emosi.

“Kau tau apa akibatnya jika tadi EUN Kyo tidak ditemukan?! Yeon Su~ssi?” Donghae menatap tajam Yeon Su seraya mengatakan itu dengan nada yang benar-benar membuat Yeon Su takut.

“Kau model profesional, tapi sekarang aku mengubah pandanganku tentangmu. Kau sungguh tidak profesional. Semua orang mungkin tidak tau masalah prdibadim, dan aku juga tidak berniat membuka masalah pribadimu, kau tenang saja. tapi kuharap, kau lebih profesional.” Ujar Dongahe pada Yeon Su dengan geram.

“Siwon~a. Ini pilihanmu? Menyedihkan sekali.” Ujar Donghae mengejek Siwon. Lalu dia berjalan keluar, berdiri disamping panggung.

Sementara itu di tempat lain di dalam hutan. Sepasang Peri yang meneguasai hutan sedang bertengkar. Oberon (Sungmin), sang Raja Peri, menginginkan seorang anak Indian untuk dijadikan pengikutnya, tetapi Titania (Lee Min Jung) menolaknya, karena ibu dari anak Indian tersebut adalah pengikut Titania. Oberon berang dan memerintahkan Puck (Ryeowook) untukmencari sebuah bunga dimana jatuhnya panah Cupid, yang mana jika serbuk dari bunga tersebut dinuat menjadi ramuan, makan akan menjadi ramuan cinta yang sangat ampuh. Cara kerjanya adalah mengusapkan ramuan itu ke mata seseorang ketika tidur, maka saat orang itu membuka mata, dia kaan jatuh cinta pada orang yang pertama dilihatnya. Puck sang peri cekatan segera mencari bunga tersebut dan membuat ramuan. Bukan Puck namanya jika dia tidak usil. Oberon memerintahkan agar uck memberikan ramuan tesebut pada Titania, agar sang istri perhatianya tak lagi tercurah pada anak Indian yag diinginkannya,

 

Selain itu, Oberon juga melihat Demetrius dan Helena yang sedang mengejar Lysander juga Hermia di dalam hutan. Melihat Helena ynag sedang jatuh cinta pada Demetrius, maka Oberon memerintahkan Puck untuk memberikan ramuan itu pada Demetrius. Tapi ternyata Puck keliru, yang dia bubuhi ramuan adalah Lysander, dan orang yang pertama di lihatnya kala itu adalah Helena, maka Lysander akhirnya jatuh cinta pada Helena.

 

Kelucuan mulai mencuat saat para tukang kayu dan teman-temannya berebut peran untuk mengadakan pentas teater saat penikahan Theseus dan Hippolyta. Semua berebut ingin menjadi peran utama, apalagi Nick Bottom (Lee Kyung Ho). Lelaki yang sedikit angkuh itu ingin menguasai semua peran, hingga membuat Puck geram dan mengubahnya menjadi seekor keledai dengan tubuh manusia. Dan orang yang paling pertama dilihat Titania saat bangun dari tidurnya adalah Nick Bottom sehingga Titania jatuh cinta pada lelaki itu dan memanjakanya dengan semua pelayanan para peri.

 

Saat  itu, Lysander yang sedang dimabuk cinta dengan Helena, membuat mereka bercumbu di hutan di depan mata Hermia. Lysander mencium Helena dengan penuh cinta dan hasrat, terlihat sekali dari perlakuannya terhadap gadis itu. dia mencium lembut bibir Helena, menyadarkan wanita itu pada sebatang pohon dan mengecup bibirnya. Hermia sungguh sangat terpukul hingga lari dari mereka dan bertemu dengan Demetrius. Tapi Demetrius benar-benar sungguh berbeda, tak lagi mengejarnya malah mengejar Helena. Tapi pada saat itu, mantra dari Demetrius sedikit goyah sat berhadapan dengan Hermia. Hermia yang sakit hati karena perlakuan Lysander, akhirnya menerima Demetrius dan Demetrius juga memadu cinta di dalam hutan.

Demetrius mencium Hermia dan berjanji akan mengobati luka hati Hermia karena perlakuan Lysander. Ciuman itu terlihat sangat lembut, hingga membuat Hermia terbuai.

Jung Soo yang melihat hal itu menjadi meradang, dan Yeon Su yang mengintip di belakang panggung tersenyum puas. Dia bersyukur kedua lelaki itu memutuskan untuk mengambil adegan itu disaat genting, dan PD mereka menyetujuinya. Misinya berhasil, dia bisa melihat kemarahan dimata Jung Soo, dan berdo’a semoga Jung Soo kecewa dan meninggalkan wanita itu lalu kembali padanya.

Kyuhyun sengaja mencium Eun Kyo dengan lembut. Memegangi kedua rahang wanita itu, dan mendekatkan bibrinya dibibir Eun Kyo lalu mengecupnya dengan beberapa kali kecupan sebelum akhirnya dia melumatnya. Penonton sedikit riuh, apalagi beberapa remaja yang tadinya diperhatikan Jung Soo. Bisa dipastikan mereka kembali bergosip.

Mata Jung Soo tak berkedip sedikitpun melihat adegan itu, tergambar jelas gurat emosi di wajahnya. Kibum sempat melihat amarah itu sekian detik namun kembali melanjutkan menonton pertunjukan. Yang dia lakukan hanya menepuk pundak kakak iparnya itu untuk menenangkannya.

Menyadari kesalahannya, Puck akhirnya mencari Demetrius dan juga memberikan ramuan itu pada Demetrius, sehingga kedua lelaki itu akhirnya jatuh cinta kepada Helena. Hermia merasa bingung dan tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja kedua lelaki itu malah jatuh cinta pada Helena. Hermia sakit hati.

Begitulah pentas itu berlalu. Semua kelucuan tercipta saat semua tokoh bercampur aduk karena keusilan Puck. Pada akhirnya, Oberon memerintahkan untuk menghapus mantra itu kepada Puck saat fajar, saat dia harus menghadiri pernikahan Theseus dan Hippolyta. Semua terbangun dan seperti bermimpi. Hanya mantra Demetrius yang tidak dihilangkan Puck, sehingga dia tetap mencintai Helena. Theseus memutuskan untuk menikahkan kedua pasangan tersebut setelah Oberon menceritakannya pada Theseus.

“Kau telah mempunyai cinta Ayahnya Hermia.” Ujar Lysander.

“Dan kau mendapatkan cinta Hermia.” Jawab Demetrisu.

Mereka akhirnya menikah bersamaan setelah pernikahan Theseus dan Hippolyta. Para tukang kayu itupun sukses menampilakn pentas teater mereka. Cerita hutan magis dan segala keajaibannya telah berakhir.

***

Suasana gaduh terdengar di belakang panggung begitu tirai merah itu menutup. Eun Kyo masih mematung diatas panggung, tak berniat untuk turun ke bawah.  Sementara yang lain saling memberi selamat, Eun Kyo masih terdiam. Tubuhnya berbalik dan mencari sosok Kyuhyun dengan matanya. Saat melihat lelaki itu Eun Kyo melangkah turun dari panggung menuruni beberapa anak tangga yang tidak terlalu tinggi. Langkah semakin cepat saat Kyuhyun berniat untuk menghindar.

“Yak! Jangan lari!” Eun Kyo menunjuk Kyuhyun dengan marah. Teriakannya sontak mengundang beberapa mata untuk menatapnya. Kyuhyun tak jadi melarikan diri, dan saat Eun Kyo sampai dihadapannya. Wanita itu menghadiahi pukulan yang bertubi-tubi di dada Kyuhyun. Meski Eun Kyo tidak benar-benar memukulnya, hanya tepukan pelan didada Kyuhyun, tapi tetap saja hal itu menjadi pusat perhatian.

“Micchesseo!” EUN Kyo terus emmukuli Kyuhyun dan matany berkaca-kaca.

Eun Kyo benar-benar kesal saat Kyuhyun menciumnya di panggung barusan. Meski hanya bagian dari peran, tapi saat ekor mata Eun Kyo menangkap Jung Soo, entah kenapa dia merasa kesal dengan Kyuhyun. Min Gi dan Seung Hoon mencoba melerai mereka. Seung Hoona mencoba menjauhkan Kyuhyun dari amukan Eun Kyo. sementara itu Min Gi menangkap tubuh Eun Kyo.
“Ya, ya, kalian ini kenapa?” tanya Min Gi. Donghae dan yang lainnya pun terlihat bingung. Kyuhyun adalha salah satu aktor kesayangan Eun Kyo, tapi sekarang mereka malah bertengkar.

“Dia, dia! Yak! Kau!” Eun Kyo berusaha menendang Kyuhyun.

“Sssstttt, geuman, geuman. Tenangkan dirimu…” Min Gi terus berusaha untuk menenangkan Eun Kyo. menjauhkannya dari Kyuhyun. Dan sikap Kyuhyun terlihat sangat santai, membuat Eun Kyo kembali merada dan nyaris berlari memukulnya lagi jika saja Min Gi tidak memeganginya.

“Abeoji, dia menciumku! Katanya hanya menempel saja tapi dia! Aish! Yak! Cho Kyuhyun, kau akan mati ditanganku!” ujar Eun Kyo menangis, airmatanya tak bisa lagi dibendung. Tidak pernah dia seemosi ini.

Mereka semua yang ada disana masih bingung dengan permasalahan Eun Kyo-Kyuhyun. Min Gi berusaha memahami Eun Kyo, tapi Eun Kyo tidak bisa dibujuk, beberapa kali dia berusaha untuk melepaskan diri dan menghakimi Kyuhyun lagi.

“Abeoji, itu sangat memalukan sekali..” ujar EUN Kyo lirih saat Min Gi membawanya ke dalan ruang make-up. Hanya mereka berdua dan Eun Kyo lebih leluasa mengutarakan rasa kesalnya.

“Tapi itu kan hanya peran Eun Kyo~ya, itu sebuah tuntutan dan kau tidak bisa menolak.” Ujar Min Gi.
“Tapi disana tertulis hanya menempel saja, tidak seperti tadi.. itu, tadi, dia, melumat, seperti, mengecup, dan seperti, ah…!” keluh Eun Kyo putus asa.

“Kau akan terbiasa nantinya.”

“Aku bukan orang yang seperti itu, Min Gi Appa.” Ujar Eun Kyo tajam. “Aku punya harga diri, meski memang itu hal biasa bagi kalian, tapi aku, aku tidak bisa. Dan sangat sangat terkejut saat melihat naskah itu.” ujar Eun Kyo. “Tapi terlambat, aku sudah terlanjur menandatanganinya.”

“Minum ini.” Min Gi menyerahkan sebotol minuman pada Eun Kyo. berharap Eun Kyo bisa lebih tenang.

Mereka berdua berdiam sejenak, setelah dilahat Min Gi sedikitlebih tenang. Min Gi tersenyum kecil memandangi Eun Kyo. dia merasa lucu, EU Kyo terlihat sangat polos, dan itu membuatnya tertarik. Bahkan di depan umum dia tidak segan untuk memukul Kyuhyun seperti itu. Tapi anehnya, bagi Min Gi, itu bukan seperti sebuah masalah bagi mereka, bukan sebuah perkara, dia melihatnya itu adalah sebuah bentuk ikatan diantara mereka, dan hal itu sudah dirasakan Min Gi sejak awal bertemu dengan para pemain Dream Maker Teather. Seperti sebuha bentuk kemesraan, mereka tidak segan untuk mengejek dan mengumpat serta memberikan kritikan pedas pada lawan mainnya. Min Gi tertawa lebih nyaring kali ini.

“Wae? Kenapa tertawa?” eun Kyo melirk Min Gi.

“Ani, sudahlah, in sudahmalam. Ayo kita pulang. Anakku.” Min Gi menarik tangan Eun Kyo dan setengah menyeretnya keluar. Saat itu Eun Kyo dan Kyuhyun saling bertatapan. Tajam dan akhirnya Eun Kyo mengalihkan tatapannya.

“Noona, kau marah padaku?” tanya Kyuhyun mendekati Eun Kyo. eun Kyo merapat ke tubuh Min Gi. Seperti anak yang minta perlidungan kepada orang tuanya.

“Noona, bicaralah padaku. Aku berjanji tidak akan mengulanginya.”

Kyuhyun memang berjanji pada dirinya sendiri, itu tadi yang dia lakukan memang sengaja, tapi bukan bermaksud membuat Eun Kyo merasa direndahkan. Kyuhyun bisa merasakan itu, tapi sungguh dia tidak bermaksud seperti itu. Dia hanya ingin melihat reaksi Jung Soo, itu saja.

Disaat bersamaan tiba-tiba Jung Soo dan Kibum masuk ke backstage dan beraksud menemui Eun Kyo. tapi begitu melihat Jung Soo masuk, Yeon Su langsung melangkah kearahnya. Jung Soo tak bisa berbuat apa-apa saat Yeon Su menyambutnya dengan manja.

“Oppa, kau pasti menjemputku. Sebentar lagi aku akan selesai. Siwon~ssi, tidak ada acara lagi kan?” tanya Yeon Su pada Siwon. Esmua orang tau Yeon Su dan Jung Soo mempunyai hubungan, jadi Jung Soo tidak bisa mengelak. Dia bisa saja memakas Eun Kyo untuk pulang bersamanya saat ini. Tapi jika itu dia lakukan, maka akan segera gempar gosip baru, dan bukan tidak mungkin Eun Kyo akan dituding sebagia orang ketiga. Dia pasrah saat Yeon Su menuntun tangannya.

Jung Soo dan Yeon Su masih berdiri di rauangan itu, menunggu yang lain berkemas lalu pulang bersama-sama.

“Boleh akau mengantarmu?” tanya Seung Hoon menghampiri Eun Kyo. yang lain tercengang melihat perlakuan Seung Hoon yang berbeda pada Eun Kyo. memang tak ada yang tau kemarin malam Seung Hoon sudah mengantakan Eun Kyo pulang.

“Euh? Aku dijemput adikku, Oppa.” Jawab Eun Kyo terbata. Padahal dalam hatinya dia ingin Seung Hon yang mengantarnya.

“Begitu?” tanya Seung Hoon sambil memutar kepalanya mengarah pada Kibum. “Sayang sekali kalau begitu.” Seung Hoon membungkuk pada Kibum. Kibum juga melakukan hal yang sama.

Kibum berjalan kearah Ae Rin, dia memegang sesuatu di tangannya. Mendekat dan semakin dekat, membuat Ae Rin bingung dan mulai gugup. Tatapan Kibum seolah membuat Ae Rin terbius. Tatapan lurus dan tajam itu membuatnay terpaku, benar-benar tidak tau harus berbuat apa.

“Aku ingin mengembalikan ini.” Sebuah benda diangkat Kibum dengan tangannya. Buku. Sebuah buku yang beberapa hari lalu dipinjam Kibum.

“Ah, itu. kau sudah selesai Oppa?” tanya Ae Rin.

“Sudah. Gomawo sudah meminjamkannya secara gratis.” Ujar Kibum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan lagi-lagi dengan senyuman yang membuat Ae Rin membeku.

“Nde? Siapa bilang gratis? Sepertinya kau harus menampungku di jok belakang kali ini. Boleh kan Onnie?” tanya Ae Rin berteriak pada Eun Kyo yang masih kesal dengan Kyuhyun, dan Kyuhyun terlihat membujuk Eun Kyo agar berhenti merajuk padanya.

“Ye, terserah kau saja.” jawab Eun Kyo.

“Kalian pergi saja, Noona aku yang akan mengantarnya.”

Jung Soo juga ada disana saat itu. Dan melihat Kyuhyun sedang merayu Eun Kyo. Ingin sekali dia menghantam wajah lelaki itu, tapi dia harus menahan emosinya. Lagipula seorang gadis bergelayut manja di lengannya membuat ruang geraknya serasa dibatasi.

“Ayo Oppa, kit apulang. Tdiak perlu mencampuri urusan orang lain.” Ujar Yeon Su sambil menarik tangan Jug Soo mengajaknya keluar.

Jung Soo mengikuti langkah Yeon Su yang membawanya keluar dari ruangan itu dan menuju parkiran. Jung Soo tidak mungkin menolak Yeon Su saat ini, karena jika itu dilakukannya, dia tau Yeon Su tidak akan tinggal diam. Dia terus berjalan mengikuti Yeon Su hingga masuk ke dalam mobil.

“Antarkan aku, ne?” ujar Yeon Su.

“Aku akan mengantarmu ke halte terdekat.” Jawab Jung Soo dingin.

“Oppa…” rengek Yeon Su.

“Yeon Su~ya, akau sudah bilang, hubungan kit aberakhir sampai disini. Eoh?” ujar Jung Soo. Yeon Su menunjukkan wajah cemberutnya yang manja.

“Tapi apa salhaku? Eoh? Kenapa kau seperti ini? Oppa, apa karena aku sudah tidak cantik lagi? eun Kyo tidak sepolos apa yang kau pikirkan. Aku tau, aku tau kau hanya tergoda padanya, kau tidak benar-benar-benar mencintainya, eoh? Kau hanya mencintaiku, arho?” uajr Yeon Su mulai berkicau manja.

“Meskipun aku tidak benar-benar mencintainya. Tapi aku harus belajar mencintainya Yeon Su~ya. Kau tau Eomma tidak bisa diabaikan begitu saja, eoh?” Jung Soo memberikanpenjelasan bahwa dia telah memilih. “Aku memilihnya, memilih untuk belajar hidup bersamanya. Mungkin bagimu ini akan terasa berat, tapi aku mohon. Lupakan semuanya. Aku tau aku jahat. Tapi, ketahuilah, aku sebenarnya tidak ingin melukaimu, tapi keadaan yang membuat seperti ini. Dan satu hal lagi, dengan berpikir tidak ingin melupakanmu, bukan berarti aku bisa kembali padamu. Yeon Su~ya, aku harus jujur dan tidak ingin lebih dalam melukaimu. Aku benar-benar mulai mencintainya, maafkan aku telah mengkhianatimu. Tapi aku tidak bisa menghindar, dan keadaan menuntutku untuk seperti itu.” ujar Jung Soo menjelaskan panjang lebar. “Aku tidak ingin memberimu harapan.” Jung Soo benar-benar telah membuat keputusan yang sangat jelas.

“Oppa… katakan kau hanya bercanda, eoh? Kau hanya bercanda kan? Bagaimana? Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang haus aku lakukan? Eoh? Oppa.. kau jahat!”

“Akan aku antarkan kau ke apartemenmu. Istirahatlah, kau pasti sangat lelah.”

“Oppa, aku hanya mencintaimu.” ujar Yeon Su lirih. Membuat Jung Soo menjadi merasa bersalah, tapi dia sudah terlanjur menjatuhkan pilihan.

Jung Soo menegmudikan mobilnya memecah jalanan kota Seoul yang sudah mulai sepi. Lampu jalanan menyala menyinari seluruh ruas jalan. Mereka berdua terdiam. Yeon Su sangat terpukul. Dan semua emosinya semakin menggumpal di dadanya, pada wanita itu, Park Eun Kyo.

***

Kibum akhirnya mengantarkan Ae Rin pulang atas ijin Eun Kyo, meski wanita itu terasa enggan untuk menyerahkan Kibum pada oranga lain. Tapi demi membuat Kyuhyunmerasa kehilangan lawan berkelahinya, Eun Kyo mengijinkan Kibum mengantarkan Ae Rin.

“Kau, Kibum~a, sebaikanya antarkan Ae Rin pulang. Aku bisa pulang sendiri.” uajr Eun Kyo.

“Aku akan mengantarmu Noona.” Potong Kyuhyun dengan yakin.

“Siapa yang mau diantar olehmu? Eoh?! Kau masih punya perhitungan denganku! Seung Hoon Oppa, aku akan ikut pulang denganmu.” Tatapan Eun Kyo yang tajam masih belum padam pada Kyuhyun. Dia terlalu kesal dengan ciuman Kyuhyun beberapa waktu tadi.

“Nde! Dengan senang hati!” jawab Seung Hoon cepat.

“Berarti kit apulang bersama, Sungmin~a, Ryeowook? Hyuk?” Donghae memandangi mereka satu persatu.

“Ani, aku ada janji dengan seseorang.” Ujar Ryeowook menolak.

“Sungmin~ssi…” jemputan Sungmin akhirnya datang. Min Yeon. Gadis itu masih mengenakan seragam dinasnya. Dia baru saja pulang dari kerja, dan mampir menjemput Sungmin, karena tempat pertunjukan tak jauh dari tempat bekerja Min Yeon.

“Aku pulang dulu.” Sungmin menepuk punggung Donghae. Donghae membalasnya dengan senyuman. Wajahnya beralih menatap Hyukjae.

“Aau memang ditakdirkan untukku Donghae~a..” ujar Hyuk bercanda. Membuat Donghae mendesis.

“Ya sudah kalau begitu kita pulang!” ujar Donghae ketus.

“Oppa…”

Seorang gadis berteriak. Dia baru saja masuk ke dalam backstage dan langsung menghampiri Kyuhyun. Gadis itu adalh park Je In. Trainee mereka.

“Oppa, penampilanmu sangat hebat! Onnie, aku ingin menggantikan peranmu jika kau lelah, ne? Aku juga ingin dicium Kyuhyun Oppa.” Ujar Je In penuh percaya diri.

Disini para aktor dan aktris kalah pamor. Kyuhyun dan teman-temannya punya penggemar yang berbeda dari selebritis kebanyakan. Meski kalangan terbatas tapi mereka sering kali tak melewatkan pertunjukan seni yang mereka gelar.

“Eoh? Boleh, boleh.” Jawab Eun Kyo.

“Noona!” teriak Kyuhyun pada Eun Kyo, wanita itu membalasnya dengan wajah yang tak kalah menyebalkan dari Kyuhyun biasa menjahili Ae Rin. “Kau masih dibawah umur Ae Rin~a..” Kyuhyun menyentuh kepala Je In dan mengacak rambutnya beberapa detik.

Melihat Kyuhyun memperlakukan Je In dengan manis, Ae Rin sedikit kesal. Kenapa lelaki tidak pernah bersikap manis seperti dia memperlakukan Je In seperti itu. memang Je In anak kecil, tapi bukankah seorang gadis memang seharusnya diperlakukan seperti itu, bukannya selalu jadi sasaran kejahilan.

“Kajja, Oppa. Kita pulang saja.” Ae Rin menarik tangan Kibum, tapi matanya belum lepas dari Kyuhyun. Keluar dari ruangan itu bergegas masuk ke dalam mobil Kibum. Tak jadi menjemput Eun Kyo yang sedang emosi, Kibum membawa pulang Ae Rin dan mengantarkannya.

Ditengah perjalanan, mereka berdua malah terdiam. Ae Rin yang tadinya sempat bersikap agresif dengan meminta Kibum mengantarnya pulang, kini diam membisu. Seperti kehabisan pembicaraan, Ae Rin terdiam dan kaku, tak berani melirik apalagi memandangi Kibum, meskipun dalam hatinya dia ingin sekali melakukan itu. Sepanjang jalan Ae Rin hanya memilin-milin tas yang ada dipangkuannya.

“Ada apa dengan Eun Kyo Noona?” tanya Kibum membuka pembicaraan. Setelah sekian lama mereka terdiam.

“Eoh?” tanya Ae Rin bingung. Dia bahkan tidak mendengar pertanyaan Kibum saking gugupnya. Entah kenapa sejak bertemu kedua kali di taman bacaan miliknya, Ae Rin punya penilaian tersendiri terhadap Kibum. Laki-laki bersahaja yang kelihatannya senang membaca dan mapan, begitulah Kibum dalam pikirannya. Sang jenius yang misterius.

“Noona, sepertinya sedang ada masalah.” Kibum kembali menjelaskan.

“Eoh, ah, itu. dia marah karena adegan ciumanKyuhyun tadi. Rasakan! Biasanya, dalam segala keadaan Kyuhyun selalu mempunyai posisi istimewa dari Onnie, tapi sekarang, di akena batunya.” Ujar Ae Rin menjawab sambil terkikik. Seolah membayangkan Kyuhyun mendapat hukuman yang lebih berat dari sebuah pukulan. Dalam bayangannya Eun Kyo bahkan menyiapkan kuali besar untuk menjadikan Kyuhyun sop. Saat menyadari Kibum memandanginya dengan wajah jahil dan hayalan liar dalm benaknya. Ae Rin segera diam.

“A, O, bagaimana dengan buku yang-kau-baca,.. Oppa?” tanya Ae Rin terbata.

Kibum yang menyadari perubahan Ae Rin langsung tersenyum dan mengalihkan tatapannya dari Ae Rin. Dia merasa gdis ini sangat unik dengan segala bakat yang dia miliki.

“Seru, lain kali, boleh aku pinjam lagi?”

“AH TENTU SAJA! SESUKAMU!” jawab Ae Rin cepat dan nyaring. Membuat Kibum tersentak kaget.

“Ah, ye. Kapan-kapan aku akan kesana lagi. Siapa yang biasanya jaga taman bacaan itu?” tanya Kibum lagi.

“Eum, adik sepupuku. Tapi aku akan disana setiap hari Jum’at pagi hingga sore. Kalu tidak, biasanya paginya saja, atau sore saja.” jawab Ae Rin menjealskan. Dia segera memukul mulutnya sendiri saat Kibum tersenyum mendengar jawaban darinya.

‘Kenapa aku mengatakan jadwalku jaga disana? Memangnya dia akan datang saat kau ada disana? Eoh? Park Ae Rin yang bodoh dan memalukan. Kau seperti memintanya datang saat kau ada disana.’ Ae Rin mengumpat dalam hati.

“Ngomong-ngomong, sejak tadi, aku belum memberitahukan alamatmu.”

“Ah? Eoh, benar juga. Terus saja Oppa, di dekat taman yang kemarin, masuk gang. Tapi turunkan aku di depan saja.” jawab Ae Rin. Mereak hampir sampai, beberapa ratus meter lagi. tapi bagi Ae Rin, itu seperti satu langkah, dia masih ingin bersama lelaki itu sebenarnya.

Mereka berdua kembali terdiam, hingga mobil Kibum tiba disebuah belokan rumah Ae Rin. Ae Rin seegra menyuruh Kibum untuk menghentikan mobilnya.

“Oppa, sampai disini saja.” ujar Ae Rin. Kibum segera menepikan mobilnya. Membukakan pintu untuk Ae Rin dan mengantarnya berjalan kaki hingga sampai ke depan rumah Ae Rin. Awalnya Ae Rin menolak, tapi Kibum bersikeras mengantarkan Ae Rin dengan dalih, dia khawatir Ae Rin berjalan di gang sepi sendirian.

“Aku takut kau diculik alien. Dan aku tidak punya alasan untuk membela diri jika nantinya Eun Kyo Noona mengamuk karena kehilangan partnernya.” Ujar Kibum bercanda. Sejenak Ae Rin terhenti. Lelaki yang terlihat dingin ini ternyata juga bisa bergurau. Detik berikutnya Ae Rin tertawa.

Pembicaraan hangat mulai meluncur dari mulut mereka, mulai dari tentang pekerjaan hingga kegemaran mereka. Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah Ae Rin. Rumah sederhana dengan pondasi kayu, tapi terlihat sangat rapi dan asri, banyak tanaman disina, karena orang tua Ae Rin senang dengan tanaman. Tapi betapa terkejutnya Ae Rin, saat menemukan Kyuhyun duduk di bangku depan rumahnya.

“Akhirnya kau datang juga.” Ujar Kyuhyun terdengar lemah. Sepertinya dia sudah lama menunggu, hingga berbicarapun dia sepertinya enggan. Berdiri dari bangku sambil menyembunyikan tangannya dikeduasaku celananya.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Ae Rin penuh curiga. Ae Rin memang tinggal sendirian dirumah. Beberapa bulan yang lalu orang tuanya pindah, karena Appanya dapat promosi perusahaan, dan konsekuensinya, mereka harus pindah. Tapi Ae Rin sudah nyaman berada dirumah itu dan memutuskan untuk tetap tinggal di Seoul.

“Aku menunggu, apa lagi? eoh? Aku hanya ingin memastikan kau selamat sampai dirumah.” Ujar Kyuhyun sambil berjalan. Ae Rin heran dengan sikap Kyuhyun. Dia berjalan begitu saja, tanpa ada kejahilan ynag biasa dia lakukan begitu bertemu dengannya. Ae Rin memandangi Kyuhyun dengan tatapa heran. Kyuhyun bahkan berjalan begitu saja keluar dari pagar rumahnya. Ae Rin mengikutinya.

“Yak! Apa kau sedang sakit? Eoh?” tanya Ae Rin. Kyuhyun berbalik. Wajahnya terlihat lelah, sangat jelas tergambar.

“Tidak mau minum teh dulu? Eoh?”

“Aku rasa kau tidak mau aku berlama-lama disini.” Jawab Kyuhyun datar.

“Yak! Kyuhyun~a, jangan membutku cemas!” teriak Ae Rin.

“Jangan mencemaskanku, aku pergi dulu.” Kyuhyun melambaikan tangannya saat berjalan membelakangi Ae Rin, santai.

Ae Rin tidak berusaha menahan Kyuhyun, dia berbalik ke rumah. “Aneh, sekali, apa dia kesurupan?” Ae Rin menggumam bingung sambil berkomat-kamit dan sesekali menoleh ke belakang.

“Sebaiknya kau tidur saja. aku pergi dulu.” Ujar Kibum berpamitan.

“Ah, ye, Oppa. Tapi kau tidak mau minum teh dulu?” tawar Ae Rin.

“Tidak perlu. Aku harus memastikan Noona pulang dengan selamat juga.” Ujar Kibum.

“Eoh? Memangnya Onnie tidur dirumahmu?” tanya Ae Rin.

Tidak ada yang tau kalau sekarang Eun Kyo dan Jung Soo sedang pisah rumah. Dan Kibum merasa telah salah bicara. Eum, makanya dia memintaku menjemputnya. Hanya malam ini saja. dia bilang rindu rumah.” Ralat Kibum.

“Oh, begitu.” Jawab Ae Rin sambil mengangguk.

Kibum akhirnya meninggalkan rumah Ae Rin. Tapi gadis itu mematung beberapa saat memandangi kepergian Kibum. Dia tidak menyangka Kibum aka menyetujui permintaan caandaannya tadi. Tapi dia pikir tidak ada ruginya. Sebelum masuk ke dalam rumah, Ae Rin tersenyum terlebih dahulu, menghela nafas lalu berjalan memasuki rumah.

***

Minggu pagi di kediaman orang tua Jung Soo. Hari libur yag cerah, tapi itu bagi sebagina orang. Sebagian keluarga yang membawa keluarganya memanfaatkan hari libur dengan berkumpul bersama. Jung Soo juga berkumpul dengan keluarganya. Berkumpul dengan Appa dan Eommanya, tapi dia masih merasa kurang. Tapi sekarang dia merasa Appa dan Eomma saja masih kurang, ada seseorang yang membuatnya merasakehilangan tanpa sempat memilki.

Dia membuka halaman demi halaman koran mingguan pagi yang tidak benar-benar dia baca. Hanya sebagai pelengkap menyesap kpi yang mulai dingin tersedia diatas meja. Jung Soo masih belum mandi, masih mengenakan baju tidurnya, tapi sudah bertengger di ruang tamu dan meminta Eommanya untuk membuatkannya kopi. Itu diluar kebiasaannya saat weekend tiba. Terus membuka lembar demi lembar, rasanya sudah begitu banyak yang dia buka tapi tak satupun yang menarik  perhatiannya. Hingga Eommanya mendekatinya, duduk disampingnya.

“Kau ada masalah apa Jung Soo~ya?” tanya Nyonya Park pada putranya.

“Eum, ani Eomma.” Jawab Jung Soo. Nyonya Park menghela nafas.

“Aku tau kau sedang ada masalah.” Nyonya Park bangkit dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan Jung Soo. Tapi baru beberapa langkah Nyonya park berlalu Jung Soo segera bangkit dan memeluk Eommanya.

“Eomma, tolong bawa kembali Eun Kyo padaku.” Bisik Jung Soo saat memeluk Eommanya dari belakang. “Dia tidak mau aku bujuk kembali.” Ujar Jung Soo. “Sebelum dia memilih orang lain, aku mohon tolong tarik kembali dia.”

Nyonya Park terdiam. Dia melihat beberapa infotainment beberapa hari yang lalu. Tentang sebuah foto yang awalnya membuatnya terkejut. Eun Kyo sedang berkencan dengan Aktor Song Seun Hoon. Pemberitaan itu mengatakan bahwa kedua orang tersebut sednag terlibat cinta lokasi. Meski bukan berpasangan dalam sebuah project seni yang sedang digarap Korean Musical Teather, tapi kedekatan mereka sempat tertangkap kamera, bercanda dan makan malam bersama di sebuah waung jalanan. Begitulah kira-kira berita itu tersebar di media elektronik dan dunia maya.

Jung Soo juga sudah mendengar berita tentang hal itu, hingga dia memutuskan untuk kembali kerumah dan meminta Eommanya untuk menjemputnya. Karena saat dia meminta Eun Kyo untuk kembali pulang, wanita itu menolak.

“Aku sudah memintanya untuk pulang tapi dia menolak.” Ujar Jung Soo lagi mengeluh. Dia merasa lelah, merasa lelah untuk membujuk Eun Kyo kembali. Wanita itu bahkan tidak takut lagi dengan ancaman akan melukai Eomma jika dia tidak kembali.

“Dia sudah aku anggap sebagai anak sendiri.” ujar Nyonya Park. “Jadi seandainya dia menikah dengan Song Seung Hoon nantinya, tidak akan masalah, aku yang akan mempersiapkan pernikahannya.” Lanjut Nyonya Park.

“Andwae! Eomma! Eomma, katakan kau hanya ercanda. Aku tidak bisa, Eomma, tolong janganberkata seperti itu. Aku, aku mencintai pilihanmu. Dan aku, aku, aku sudah berusaha untuk lepas dari Yeon Su, meski mungkin tidak semudah itu membuatnya menerima keputusanku yang tiba-tiba.”

“Tapi sepertinya kau sudah terlambat Park Jung Soo. Kau memang mengecewakanku, tapi setidkanya melihat Eun Kyo bahagia, aku sudah cukup bahagia.”

“Eomma..” Jung Soo memeluk erat Eommanya.

Dia tidak pernah menyangka Eommanya akan berbicara seperti itu. Sekarang dia baru merasa sudah kehilangan senjata untuk mempertahankan Eun Kyo. karena jika dia mengatakan cinta sebagai alasan, Eun  Kyo tidak mungkin menerimanya begitu saja. jung Soo tia-tiba merasa sangat merindukan wanita itu. Wanita yang awalnya membuatnya kesal, dan sempat mengira wanita itu hanya menginginkan uang, sekarang dia mulai merasa kehilangan sosoknya. Sosoknya yang setiap pagi selalu menyiapkan keperluannya. Rasa rindu itu terakumulasi setelah beberapa hari mereka berpisah yang membuat energi Jung Soo seolah lenyap setengahnya tanpa sebab. Dia baru saja menyadari perasaannya sejak terpisah dari wanita itu, Jung Soo menginginkannya. Meski gosip yang beredar tidak terlalu membuatnya gusar, tapi berangsur, rasa takut mulai menggerogotinya, dan membuatnya menjadi seperti kehilangan pegangan. Dan merasa hampa.

“Jika kau mencintainya. Lakukan dengan caramu sendiri.” nyonya Park melepaskan pelukan putranya.

***

“Aku harus membawanya pulang hari ini.”

Gumaman itu terus terdengar didalam sebuah mobil yang dikemudikan Jung Soo. Tak hentinya dia bergumam untuk meyakin dirinya dan mengumpulkan keberaniannya membawa Eun Kyo kembali pulang kerumah. Yang terjadi diantara mereka hanya sebuah kesalah pahaman dan gengsi yang memeluk ego mereka. Tanpa mereka sadari, keduanya memendam rindu yang sama. Meski Eun Kyo terlihat masih kesal.

Jung Soo memarkir mobilnya di halaman gedung biasanya Eun Kyo latihan bersama teman-temannya. Gedung yang baru ia tau, itu adalah hadian ulang tahun Eun Kyo yang ke 21 saat dia menyelesaikan studynya dari orang tuanya. Jung Soo berjalan cepat ke dalam gedung dan masuk ke dalam lift denga gesit. Keberaniannya sudah berada pada puncaknya, hingga halangan apapun tidak bisa membuatnya gentar kali ini. Padahal beberapa kali dia maju mundur untuk menjemput Eun Kyo saat dirumah orang tuanya.

Tapi saat semalam Kibum menelponnya dan mengatakan bahwa Eun Kyo sering kali salah menyebut namanya dengan ‘Jung Soo’, baru lah Jung Soo bisa yakin bahwa kali ini dia harus bertindak. Tidak ingin tersiksa lebih lama, Jung Soo akhirnya berlari dan membuka pintu ruangan dengan kasar. Membuat semua mata yang ada didalamnya memandang kearahnya bersamaan.

“Mi, mianhae, apa aku menggangggu?” ujarnya sebagai penggati kata sapaan.

“Ani.” Jawab Donghae. Dia kembali memberikan arahan pada beberapa trainee bimbingannya.

Mata Jung Soo refleks langsung menyapu seluruh ruanganmencari sosok Eun Kyo. dia langsung melanjutkan langah ketika menemukan sosok Eun Kyo sedang duduk di lantai sambil bersandar di dinding. Jung Soo berjalan menghampirinya. Dengan langkah lambat dan tenang. Dia tidak mau seceroboh dulu yang membuat Eun Kyo emosi dan berujung dengan pertengkarannya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jung Soo ikut duduk disamping Eun Kyo.

“Ne, aku baik-baik saja.” jawab Eun Kyo.

Eun Kyo mencoba bangkit dari duduknya. Jung Soo membiarkan wanita itu bangkit tanpa mencoba menahannya seperti keinginan yang ada dalam otaknya. Ingin sekali dia memeluk wanita itu dan menciumnya dengan penuh cinta, tapi akal sehal masih kokoh memenjarakan hasratnya yang tiba-tiba mencuat saat melihat Eun Kyo dengan penuh keringat.

“Kau mau kemana?” tanya Jung Soo.

“Aku mau istirahat. Lelah.” Eun Kyo menyapiu ketingatnya dengan selembar towel putih yang ada dibahunya.

“Kau terlihat pucat, kau baik-baik saja?” tanya Jung Soo lagi khawatir.

“Eum? Jeongmal? Ani, aku baik-baik saja.” jawab Eun Kyo berbohong.

Sejak pagi tadi dia merasa sangat pusing. Tubuhnya terasa lemas tapi dia memaksakan diri untuk latihan meski Hyukjae sudah melaranganya. Bukan Eun Kyo namanya jika tidak bisa bersikeras dengan keinginannya. Tak peduli dengan keadaan tubuhnya yang imunitasnya menurun akhir-akhir aini karena padatnya jadwal latihan, tidak menyurutkannya untuk terus berusaha.

“Waktunya makan…”

Ryeowook tiba-tiba datang dengan beberapa kantong makanan di tangannya. Bisa dipastikan dia baru saja memborong makanan di sebuah rumah makan. Tau bisa juga itu adalah dari rumah makannya sendiri sebagai bahan promosi. Ryeowook kerap kali melakukan itu saat ada menu baru di rumah makannya.

Semu amengerubunginya seperti kawanan tawon yang menyerbu madu. Seketika kantong plastik yang ada ditangan Ryeowook ludes tak bersisa. Bahkan kantong palstiknya pun ada beberapa yang robek.

“Onnie, aku bawakan untukmu. Oppa, tolong suruh dia makan, sejak tadi pagi tidak mau makan. Dia bilang tidka selera makan.” Ujar Ae Rin menyerahkan dua kotak makanan pada Jung Soo.

Jung Soo menerimanya dengan kedua tangannya. “Benar kau tidak makan sejak tadi pagi?” tanya Jung Soo. Eun Kyo tidak menjawab, dia memilih berjalan mendekati sebuah kursi dan duduk disana.

Eun Kyo merasa sangat lelah kali ini. Tidak biasanya dia seperti itu, yang penuh semangat dan tak kenal lelah, kini menjadi lesu. Tak selera makan sama sekali, padahal setiap kali Ryeowook membawa makanan, Eun Kyo termasuk orang yang paling antusias.

“Kau kenapa? Sakit? Sudah sejak kapan sakit? Eoh?”

Jung Soo meletakkan kotak makanan disampingnya dan menyentuh dahi Eun Kyo yang langsung ditepis Eun Kyo.

“Aku baik-baik saja. untuk apa kau kemari?” tanya Eun Kyo mengalihkan pembicaraan.

“Aku merindukanmu.” Jawab Jung Soo jujur. Dan Eun Kyo tertawa saat mendengar jawaban itu. “Aku bersungguh Park Eun Kyo, jadi sebaiknya kau pulang bersamaku malam ini.” Ujarnya lagi. “Tapi sebelumnya kau harus makan.” Jung Soo menyendok makanan dan mengarahkannya ke mulut Eun Kyo.

Eun Kyo menarik tubuhnya saat Jung Soo mengarahkan sendok makanan ke mulutnya. Mata mereka saling bertatapan sepersekian detik dan mulai dijalari sebuah perasaan aneh. Tapi tatapan mereka ynag mulai bertahan lama harus terputus karena sebuah suara gaduh.

BRAK!

Seseorang mebuka pintu dengan kasar. Semau matanya kembali tertuju pada pintu. Seorang lelaki berperawakan sedang tengah berdiri di tengah-tengah pintu. Dengan menyandang tas punggung dibahunya, berdiri dengan tegas dengan kedua tangan memegangi tali ransel.

“Park Eun Kyo! aku kembali.” Teriaknya, menatap Eun Kyo yang masih shock dan bingung. Semua mata beralih pada Eun Kyo. seolah meminta penjelasan siapa pria aneh yang tiba-tiba datang mengganggu ketenangan mereka.

“Sunbaenim…” panggil Eun Kyo lirih sambil berdiri.

“Hahahahaha.” Tawa garing keluar dari mulut pria itu. “Aku kembali seperti janjiku, kita akan membuat teater kita akan bersinar di seluruh negara!” ujarnya penuh semangat. Seperti seorang patriot yang berperang membela negara, dia mengepalkan tangannya dengan wajah yangbenar-benar membuat perut menggelitik. Eun Kyo sempat tersenyum dikulum.

Mereka semua yang ada disanamenjadi tegang. Mengira yang datang adalah orang gila ynag sedang tersesat, tapi mendengar Eun Kyo memanggilnya ‘Sunbaenim’, mereka semua mengenyahkan pikiran-pikiran negatif mereka masing-masing. Tapi ada satu orang yang tidak memandangi itu dengan perasaan aneh, tapi melihatnya dengan sebutan ‘unik’.

“Aku sudah mendengar berita itu, dan saat mendengar berita itu, aku segera kembali ke Korea. Chukkae Eun Kyo~ya. Perjuanganmu tidak sia-sia.” Dia memeluk Eun Kyo dan menepuk punggung Eun Kyo dengan keras hingga membuat Jung Soo terkejut dengan perlakuannya.

“Ehem, perkenalkan, aku adalah Kim Jong Won. Teman seperjuangan Eun Kyo, yang memang tidak begitu pintar hingga akhirnya menamatkan studyku bersamaan dengan Eun Kyo.” dia merangkul Eun Kyo dengan semangat.

“Aku Kim Jong Won, sang aktor yang akan mengguncang Korea dengan bakat akting dan menyanyiku. Niga animyeon andwae, Neo eobsin nan andwae, Na ireok!”

Eun Kyo segera membungkam mulut Jong Won yang ingin meneruskan lagunya. Menatap lelaki itu dan mengisyaratkan untuk tidak melanjutkan aksinya dengan tatapan matanya.

“Ehem, iya. Akuperkenalkan, dia Kim Jong Won, Sunbaeku dulu. Dia menagmbil study di Jepang, dan aku mengatakan jika dia kembali, kembalilah kesini. Aku dan dia yang dulunya menjalankan tempat ini sebelum kalian datang.”

Jong Won yang berdiri disamping Eun Kyo yang mengatakan itu, menepuk dadanya penuh dengan rasa bangga. Wajahnya tegas membanggakan dirinya sendiri.

“Selamat bergabung kemabli Sunbaenim.” Sambut Eun Kyo sambil membungkuk pada Eun Kyo. “Dan aku harap kau bisa membantu membuat gedung ini terkenal seantero Korea seperti janjimu dulu.”

“Ne, aku pasti akan melakukannya!” Jong Won memegang kedua lengan Eun Kyo dan menatapnya tajam. Hal itu membuat Eun Kyo tersenyum geli. “Kau percayakan saja padaku.” Ujarnya lagi. mimik wajahnya yang berlebihan membuat Eun Kyo tersenyum menahan tawa. Jong Won memang terlihat aktif terkadang, tapi juga bisa menjadi pendiam seketika tanpa sebab.

“Silakan kau berkenalan dengan yang lainnya sendir, aku mau makan.” Ujar Eun Kyo kembali duduk disamping Jung Soo.

Jong Won berjalan mendekati mereka yang sedang makan. Tapi tanpa diduga, anak-anak gadis malah mengambil sikap siaga padanya.

“Annyeong.” Sapa Jong Won sambil melambaikan tangannya pada gadis-gadis itu yang ditanggapi mereka dengan sebuah anggukan saja. Satu kali.

Belum berakhir keterkejutan mereka dengan kehadiran pria aneh di tengah-tengah merea., tiba-tiba dikejutkan kembali dengan Eun Kyo yang berlari kearah kamar mandi. Jung Soo berlari mengikutinya. Tak peduli itu adalah toilet wanita, Jung Soo tetap ikut kasuk kedalam.

“Jangan masuk.” Eun Kyo mengarahkan tangannya kearah Jung Soo melarangnya untuk masuk. Eun Kyo muntah di depan closet. Dia terduduk dilantai dengan wajah mengarah kedalam closet dan memuntahkan makanannya yang baru beberap suap ia makan.

“Kau kenapa? Kau sakit? Eoh?” Jung Soo mendekati Eun Kyo dan memijat punggungnya.

“Onnie? Kau kenapa?” tanya Ae Rin cemas yang juga ikut berlari mengikuti Eun Kyo ke dalam toilet.

“Hoek! Uhuk!” Eun Kyo menguras habis isi perutnya demi menghilangkan rasa mual di lambungnya. Sesekali dia bersendawa dan kembali muntah.

“Cukup, bisa ambilkan tissue?”

Mendengar permintaan Eun Kyo, Jung Soo segera bangkit dan mencari-cari tissue toilet. Tapi Kyuhyun sudah lebih dulu menyodorkannya pada Eun Kyo.

“Kalau sakit tidak perlu dipaksakan Noona.” Ujar Kyuhyun merangkul Eun Kyo membawanya keluar.

Jung So yang melihat hal itu hanya bisa menelan ludahnya. Harusnya dia yang berada diposisi Kyuhyun sekarang. Merangkul dan menuntun Eun Kyo dengan lembut, sebagai suaminya. Kyuhyun kerap kali menyerobot posisinya jika mereka berada di tempat yang sama.

“Onnie, apa kau sedang…”

Ae Rin yang berjalan mengikuti Kyuhyun membawa Eun Kyo untuk duduk nampak ragu untuk melanjutkan perkataannya.

“Sedang apa Ae Rin~a?” tanya Jung Soo.

“Sedang hamil Oppa.” Bisik Ae Rin di telinga Jung Soo.

Seketika itu juga Jung Soo membelalakkan matanya, tidak percaya dengan perkataan Ae Rin. Antara rasa terkejut dan rasa tidak mungkin bercampur jadi satu, namun juga terbersit sebuah harapan dalam dadanya, mengaduk pikirannya.

“MWO? HAMIL?” teriak Jung Soo nyaring.

Semua yang awalnya ribut mengkhawatirkan keadaan Eun Kyo termasuk Jong Won yang terlihat sibuk sendiri mencarikan air hangat untuk Eun Kyo, padahal dia tidak tau pasti letak semua perabotan disini.

“Eoh? Hamil?” teriak mereka bersamaan.

Jong Won berhenti mencari air hangat ketika semua memekik seperti sebuah paduan suaranya saat latihan.

“Hah? Kau sudah menikah?” tanya Jong Won. Pertanyaan Jong Won sama sekali tidak digubris oleh mereka. Semuanya sibuk dengan semua kemungkinan yang berkelebat di benak mereka masing-masing.

5 menit hening dan tidak ada yang bicara. Eun Kyo juga duduk tanpa kata. Dia terlalu pusing untuk menyimpulkan keadaan tubuhnya sendiri.

“Onnie, asik! Aku akan berbelanja peralatan bayi bersamamu, eoh?” Ae Rin memecah kesunyian dengan antusiasmenya.

“Ah, kalau begitu aku akan memasakkan menu untuk orang hamil setiap hari. Aku akan searching menu baru sepertinya.” Celetuk Ryeowook.

“Ah, kalau begitu aku akan menemanimu chek up setiap hari, Min Yeon kan bekerja di rumah sakit.” Sungmin ikut memeriahkan celetukan mereka.

“Memangnya dia tidak punya suami.” Ae Rin memukul lengan Sungmin.

“Aku? Aku akan mengajarimu bagaimana cara sex yang aman untuk orang hamil Hyung.” Ujar Hyukjae yang dihadiahi sebuah lemparan towel oleh Eun Kyo.

Diantara riuh kegembiraan sebuah dugaan yang memang sebuah berita baik, ada dua orang yang terdiam ditengah ucapan selamat. Kyuhyun dan Donghae. Kyuhyun melirik wajah Eun Kyo yang menegang. Yang saling bertatapan sarat makna dengan Jung Soo.

Aku terperangkap sebuah keputusanku sendiri.

Tak mampu maju

Dan tak ingin mundur

Aku bingung harus berbuat apa

Aku kira permainan ini telah berakhir

Tapi nyatanya tidak sama sekali

Bahkan kini mulai menyeret perasaanku

TBC

Note : hufh, akhirnya selesai. Semua kembali melenceng dari plot awal. Aish! Aku tau ini banyak typonya, tapi seperti biasa, aku males banget buat ngedit. Lebih panjang beberapa halaman dari part sebelumnya. Aku memang edit di awal cerita, tapi pas udah TBC itu ada, aku males balik lagi ngecek. Hufh, harap maklum. Aku menulisnya ini random, jadi semoga tidak ada scene yang belum selesai yah, semoga.

Untuk pertama kalinya aku ga balas komen. Maaf, aku belum balas komen kalian. Terima kasih yang udah ngucapin selamat, terima kasih juga udah melantunkan do’a untuk kami… Aku dan Ryu Jin. Amin… semoga kami selalu dalam limpahan-Nya. Aku lagi sakit beberapa hari ini, lemes banget, makanya ga sempet balas-balas komen… aku sakit tapi untuk menulis, ga pernah berenti. Meski aku bilang kepengan hiatus untuk beberapa minggu. Tapi LTD selalu menggelitikku… aneh. Selalu aja kepengen lanjutin… dan ditengah rasa sakit dan lemes, aku tetap berimajinasi. Ehem, ini memang karya yang berbeda, aku seperti kehilangan feel Teukyo, padahal rasau terhadapnya bertambah setiap hari… tau ah, gaya menulisku juga sedikit berubah. Penuh emosi tapi kosong makna. Ide konyol dan aneh.

Em… mengenai drama musikalnya, anggap aja itu drama musikal yah. Ada yang pernah baca naskah atau novel yang aku ceritakan diatas? ide itu tiba-tiba saja langsung ada saat aku dengar lagu BEG dengan judul yang sama. Lgunya sangat romantis, eh ternyata judulnya diambil dari salah satu karya fenomenal penyair dunia… Nyari-nyari referensinya tapi cuma dapat dikit, jadinya yah aku improv sendiri, mian yah… bisa dilengkapi jika kalian ada yang tau…

Dan mengenai adegan ciumanku dengan Kyuhyun di drama itu, menurutku pasti akan ada pertanyaan meski hanya dibenak kalian ‘Onnie, apakah ini pembalasan terhadap Oppa yang berciuman di WGM?’.  Atau apalah yang senada dengan yang seperti itu. Jawabannya adalah tidak. Karena sejak memutuskan memilih drama teater itu pas bikin part 5, ciuman itu sudah aku rencanakan. Dan itu artinya sebelum teuk***a berciuman. Mungkin iya aku mau bikin pembalasan, tapi bukan semata-mata karena emosi melihat itu. Dan aku harap jangan ada komentar yang bernada menyinggung tentang ‘hal itu’. kalo ada yang mau membicarakan couple itu, harap jangan disini. Terserah kalian memandangku labil atau apapun, tapi sejauh ini, aku bisa mencoba berusaha mengontrol emosiku. Dan jika kalian ingin membicarakan couple itu silakan di fanpage mereka, jangan disini. Aku tidak ingin menghancurkan moodku dengan membicarakan hal itu, aku mengerti kalian mungkin ada yang shipper sama couple itu, tapi setidaknya hargai perasaan aku. Untuk pertanyaan ‘Onnie, apa kau tidak cemburu liat ciuman itu?’. sepertinya itu jawaban yang tidak perlu aku jawab. Tolong jangan membuatku terlihat lebih bodoh lagi dengan berbagai pertanyaan yang kalian sudah tau jawabannya, dan jika kalian bertanya hanya untuk memastikannya, memastikan apakah aku cemburu atau tidak, itu hal yang lebih konyol dari kecemburuanku. Terlihat labil menurutku lebih baik daripada keinginan untuk menjatuhkan orang. *aku bicara konyol*. Ok, let’s not talk about it.

Arasseo, sudah cukup cuap-cuapnya. Sekarang tinggal menunggu komen, hahahahahahahahahahahahahahahahahaha *gila*

Oppa…. saranghanda…

114 responses »

  1. onnie akhirnya hamil.. yeiiyy..
    knp si jungsoo ga mau ngumumin pernikahannya? hihi..

    oh eon..
    mnrtku part ini aga trlalu bnyak cast deh.. jd aku aga bgg.. hihi..
    ato aku nya yang oon? hihihi..
    itu mnrtku aja o..

    tp aku suka.. gataw knp aku sll dpt feel nya kl baca ff ini..
    hahaha..

    ps: meta awas ampe kamu mrebut kyuhyunku.. tak ku jamin yesungmu aman.. hihi

    • nah met ada yang ngancam noh…
      ambil aja cel… yesung nganggur…

      kan udah kesepakatan awal bgitu.. krna mau masih sama yeon su…

      iya terlalu banyak, perlu labih cermat…
      engga, banyak yg bilang ko…

  2. Huaaaaaa eonni…
    Ini banyak banget petanyaan dan pernyataan dlm benak aku,

    Pertama,itu aku kirain bakalan ciuman ama joongki,abisan kan lawan mainnya joongki,eh taunya malah kyuu,jiaaaah hahahahahaa aku udh envy gitu klo ampe eonni ampe jd ciuman ama joongki,aku kan jg pengen nyobain joongki barang sedikit #plak

    Kedua,ntah kenapa yah eon,walaupun aku gedek sama si yeon su, tapi klo udh scene dia ama onge,aku ko demen bangeet yaaaa heheheh,aku dukung pasangin ini deh,biar yeon su engga ngerecokin oppa lagi hahaahahahahaa

    Ketiga,aku juga seneng yg pas oppa ngadu ke eomma nya bilang suruh bikin eunkyo kembali,tapi eomma malah gamau,hahahaha sumpah jail abis

    Keempat, aku penasaran banget sama kyu-ae rin, itu kyu ampe segitu nya banget ama ae rin, there must be something wrong ! Tapi how about kibum ?? Huaaaaa udah abang ama aku aja deh yuuu,hahahaahahahaa
    *disebor bensin*

    Kelima,aduuhhhh itu bang yeye teteup yaah,gayanya hahahahaha jadi inget yg pas di dreamteam,doi juga kan demen bgt dah pamer ma tuh lagu hahaahahahahaha tau deh yg suaranya cakep (ˇ_ˇ”)

    Terakhir..
    ini aku yg bikin aku deg-deg an .. Itu eonni beneran gejala org hamil apa cuma masuk angin atau gastritis doang,mengingat kmarenan eonni lg gastritis,aku udh seneng-seneng ntar eonni ama oppa mau punya ryu jin eh taunya engga *plak hehehehee
    Tapi aku sih berharapnya emg gejala org hamil,amin amin amin
    *semangat bener*
    Hahahaahahahahahahaa

    Ini koment aku udh kayak meta ya ? Panjang benerr 😄
    *digorok meta*

  3. huuaahh..reles jugaa..^^
    wwaa…amazinkk…zzinnkk..zziinkk(sampoo kalii)
    dri awal bca berharap biar ga cpt habis ini part..
    alna tiap scene tu seru,menyenangkan,mendebarkan,penasaran,yaaa gt deh pkokna onnie..
    ada lucuna jdi ketawa2 sendri..
    si kyu enak bner ya dpt nyium onnie
    sukkaa dehh am part ini..

    onnie gi sakit??bnyak2 istrhat onnie..
    cpet sembuh onnie..^^
    dtunggu part brkutnya..

  4. yang paling dapet feel.a kalo menurut aku itu, waktu Donghae dialog marah-marah ke yeon su, aku jadi ikut emosi..

    Dan apa bener eun kyo hamil? kalo gitu ini kabar bagus buat jungsoo,

    eon, aku bacanya puas banget, panjangg…

    dan adegan ciuman Kyuhyun dan Eun kyo, asyik Jungsoo cemburu..
    jan2 sensitifnya Jungsoo ada hubungannya sama hamilnya eun kyo#ngarang dewek

  5. Sprti biasa komen aq bakal panjang lebarrr hahaha .. Kembali k ff .. Hmm… Apa yaa.. Aku mau komenn apa???? Rasanya gg ada yg perlu d komenin .. Seperti biasa sangatt kerennn. Konflik konflik konflik membuat saya emosii eonni emang pinter ngbuat para reader emosi…. Ampe bnr bnr mmbnci seorang yon su…. Hahhhhh sedih liat teukyo couple ……jungsoo oppa sabarlah menghadapi eunkyo eonni yg lg labill maklum bawaan bayi … Hahahah * d tabok * yeeee eunkyoo hamilll…???? Semogaa ajaaa… Harapannya ntar kalo udah punya anak mereka semakin bahagia dan saling mencintai …… Semoga…. ” yakk cho kyuhyunn apa yg kau lakukan kau mencium istrii orang… Ak cemburu…. ” eonni gmna rasanya d cium kyu?? Enak??? Huwaaa saya gg relaa karena aq gg prnh d ciumm … * kyuuu liat aja ntar kau tak akan selamat dari ku* teriak teriak pake toa gg rela * maafkan emosi menggila… ” … Eonii yaa aq kira eonni emang bnr bnr gg mood m nyapa para reader ternyata lagi sakit …. Semangat ya saya doakan smga cpt smbuhh .. Dan kembali bercuap cuap d blogg .. Bogoshipo… Peluk eonni.
    Smangat yoooo !

  6. muehehehe eonni saya dataaaaang. hahahahaha lucu sumpeh part iniiiih..aih…sayangku kim jongwon akhirnya datang….iya oppaaa niga animyeon andwae dah. kalo udah begini, joongki, hyuk, kyu, mbum lewat daaaah. ah eonni nih bikin galau dah…
    hihihi suka banget kyo-kyu chemistrynya dapet, beda sama kyo-hoon. hihihi, aigoo kyu neeeh modusin kyo eonni ya? seneng amat cium2 -___-. hihihi betewe eonni, terkena modusan eike yak? akhirnyaaaaa diijinin barang nyenggol kibum dikit *eeh. takut di culik alien?,hehe lsg bayangin aliennya itu yesung, aigoo kalo aliennya yesung mah saya rela diculik, diculik dibawa ke KUA kan?/plak.
    nah iya eonni, er te nanda, itu yeon su asoy banget kalo sama onge, kyu kyu daaaaah…terus apalagi yah, aduh ini komen aye lenyap semua setelah baca nama ‘kim jongwoon’ serius!
    itu typonya, iya nggak papa. aduh apalagi yaa….eum…pokoknya saya suka kyo-kyu disini. jungsoo…errrr….gatau kenapa jadi invisible di part ini, hehehehe. exactly saya masih nunggu pengungkapan yeon su dan donghae. aish mereka berdua luamayan menyedot perhatian saya. meskipun yeon su nyebelin, tapi sumpah, kasian banget.
    udah ah eonni, saya lupa lagi nih gegara si “niga animyeon andwae” ntar deh kalo inget lsg komen di WA aja. oke dadah
    niga animyeon andwae, neo opsineun andwae…..*tarikyesung naik elang terbang.

  7. .mkin menegangkn ajha critanx

    onnie knpa scent romantis.x teukyo nya ghag adha?
    Ah ghag seru,pdhlkn udah au tnngu”!!
    Tpy ghag papalah tetep bgus ocg crtanx
    benarkh eunkyo onnie hamil?
    Kita berdoa sma” mga ojha beneran
    amin. . .
    Kpn ya eunkyo onnie percya kalau jung so oppa mencintai.x?
    Kpan iia?
    Smoga ajha secepat.x
    oh ya jngn lma” publish.x ya on
    au ghag sbr nunggu kelanjutn.x
    faithing onnie^_^

  8. mwo?
    hamil?
    wah, konflik makin asik nih.😀
    aku penasaran, apa yg di bwa kibum pada saat dia bilang klo ada bukti, bahwa eunkyo cinta ama teuk.
    –?

    eonnie, lgi sakit ya?
    cepet sembuh ya, eon ^^
    ditunggu part 7 nya.
    tinggalin jejak dulu🙂

    • q makin sneng ma eunkyo…..bisa tegar tegas dan cerdas^^. q msh gemes ma jungsoo…kyanya susah ya lepas dri yeon su???ck,yeon so jg ganjen bgt……oh ya si kyuhyun itu sbnernya suka atw cma jail aja ya sma ae rin_???? Kalo di rasain kyanya bumi jg ada apa2 nya ma ae rin….#kyuh nyium eun kyo smpt sock jg, tp q rasa eun kyo bkal bersikap propesional itung2 buat jungsoo cemburu gtu…. #eunkyo hamil?????bnarkah????kta tunggu kelanjutannya…^^.cinghu~ya mga cpt smbuh,jgn terlalu di paksain,jaga kesehatan^^ FIGHTING\|^_^|/

  9. annyeong eon..
    aku balik lagi k’wp ini stelah bbrapa waktu gk mampir ksini
    coz lgi sibuk”nya sma jadwal pkl,jdi jrang buka wp
    ahh…iya coment LTD yg belum sklian disini ajj ya..
    aku cuma mau bilang
    DAEBBBBAAAKKKK buat ff eon ini.gk tau kata apa yg lebih tpat buat mnggambarkan btapa bgus’ya ff eon satu ini#uhheekkkk lebaaay

    ehem…eon aku tunggu next story’y ya…klo aku sempet pasti aku bkal sring mampir
    kesini.annyeong …..~

  10. ASiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkk……… Eun Kyo Eonni hamil. Ya Allah…… Benar2 kabar yg luar biasa. Q mohon itu benar Eo???? Jgn hanya dugaan ato kesalah pahaman semata. ParK Jung Soo-sii…. Jg Eonniku baik2 eo???? Eonni… Q terharu mendengar berita kehamilanmu. Q harap nhy awal dr hidup bahagiamu. Amin….

  11. Onni, wah part ini bener2 mantap eon, emosi dan feelnya dapet bgt, aku suka ngliat jung soo oppa cemburu ma eun kyo eonni, xixi
    adegan ciuman itu? wah, mau donk gantiin eonni ciuman ama kyuhyun oppa *ngarep
    Wah, akhirnya eun kyo eonni hamil jg, semoga bisa mempersatukan mereka kembali ^^
    Semangat ya Eonni, semoga cepet sembuh . .🙂

  12. onnieeeeeee~
    LTD mkin seru.. drama musikalnya mntep..
    puas bgt waktu hae mergokin yeonsu..
    jungsoo ud cmburu akut.ck~
    wktu eunkyo lemes, ud nyangka dy hamil dan benaaaaar.. asik g jadi pisah..hhaha~
    salut bgt smua pda seneng eunkyo hamil. tp knapa unyuk yg musti ngajati gya bcnta wnta hamil?? kesan ydong g bsa ilg dr hyukjae ㅠ.ㅠ
    dan yg ngakak dsini adalah kyu yg di pukilin eunkyo dan kehadiran yesung. sumpah ngakak bgt. ngebayanginya yesung baru turun dr gunung..kkkkk~

    walau feel teukyo lagi menurun.. tp pasti selalu ad perasaan yg bikin gereget ttg teukyo..
    uni fighting.. ak selalu menunggu kryamu.

  13. Aiihhh…makin seru aja nih Onn, apa lagi drama musikalnya noh! sya jd pengen nonton beneran…!!
    pengen liat adegan kiss’a Kyo Onnie sama bang epil,
    Kyu aku jg mau dong d’Kiss sm kamu.LOL hahahahaha

    Haduh beneran deh Onn, sya jd ikutan emosi liat Kyo onnie sm Jung Soo Oppa, gondok2an terus kga kelar2!! -_- ampe pegel jd’a.
    klo Kyu sm Ae Rin malah bikin sya gemes, dan Hey, ada apa dgn KyuHyun?! bersikap manis sm Ae Rin, Kaya’a salah minum obat tuh anak!! hahahaha
    waaahhh… Ae Rin bakalan nambah bingung nih nentuin pilihan, secara muncul si Namja aneh noh *nunjuk bang yeye*
    wahahahaha sya ampe ngakak lebar Onn, gegara banyangin tampang’a bang yeye. pasti bloon’a keliatan bgd tuh pas baru masuk *d’cekek yeye* bercanda bang!! tp sumpah ntu lucu bgd.

    Asiiikkk Kyo Onnie hamil, sbntar lg Uri Ryu Jin bakalan ikutan nongol nih!!
    Ekh, tp beneran hamil kga tuh Onn, tar cm masuk angin doang lg!! -_-

    yaudah deh Onn, aye tunggu kejutan2 d’part berikutnya…
    sapa lg yg akan d’selipin, Kangin? Heechul? Shindong? ato mungkin Lee Soo Man Ahjussi? kekekkeke~

  14. “Aku akan mengajarimu bagaimana sex yang aman untuk orang hamil, hyung.” ya Lee Hyukjae oppa, tak bisakah kau menyimpan rahasia hanya untuk kita berdua.
    Eunkyo hamil? Semoga aja beneran, hehehehehe
    Onnie pasti cemburu berat ya gegara WGM part end kemarin?
    Dan akhirnya Jong Woon oppa eksis juga.
    Satu lagi di part ini pemainnya banyak banget, ampe bingung tadi.
    Sepertinya saya sudah banyak bicara, ditunggu secepatnya part selanjutnya.
    Onnie, hwaiting!!!!

  15. Hahaha,tp onnie skrg q yg bnr2 cemburu onnie ciuman m Kyuppa!hiks..😥
    oya,tu bnrn Kyo hamil?
    tok-cer jg y Jungsooppa,br skali lngsng bkin kembung(?)!hehehe
    q ce td dh curiga,pa ce benda yg dpgang Kibum yg mw dkasi k Jungsoo dlm rangka godain Kyo!
    q pkr tu mang test-pack!hehehe(sok tau bgt aq)
    Eum,kalo mang lg skit jngn dpaksain onn,!istrht yg bxk biar cpt smbuh n bs nulis lg dg mood yg lbh bgus!
    kami(readers) pst bs ngerti n nunggu LTD publish slama papun tu!:)
    Yasud,dtnggu klanjutanx y onn!
    Cepet Sembuh jg!^^

  16. Onnie aku dtang akhirny slsai jg bcanya panjang bner eon tapi puas bcanya..
    aku suka bgd di bgian jung soo ngangkat eunkyo wktu tdur di sofa, kira” klo pny aku pny sui bkalan kygt gk ia
    #hhe malah curcol..
    Aku sk ma jln crtnya cm rda bgg aja krna castny byk bgd jd hrus ngulang” bcanya smpe diblg bolod ma tmen aku.
    sebe bgd ma yeon su busuk bgd ma eunkyo udh ma donghae aja biar gk ngresehin teukyo lgi.
    Kyu knp dy nyium eunkyo smpe sgituny smpt mkir dy sk ma eunkyo eh trnyta cm mau buat jungsoo cmburu aja kshn ae rin dlm hati cmburu itu
    # sok tau

  17. aku ngarep bgt eun kyo bnran hamil
    Hahaa jdi jungsoo bisa pnya alasan buat bawa eun kyo pulang
    Tp takutnya gk hamil,kasian jungsoo udh trlampau ngarep

    Eonnie cepat sembuh yaaa
    Jgn trlalu sibuk dan brusha santai dan rileks
    Okkkk

  18. KYAAAA…..
    ini SERUUUU…!!!!!!!!!!

    akhirnya Eun Kyo Hamil juga…

    Oppa,, perjuangkan cintamu !!!
    aku mendukungmu…
    #dorong2 Jung Soo oppa
    hheheheheh

    soal, Kyuhyun mencium eonni ????
    hikshikshiks…
    agak sedikit tidak rela sih.
    tapi berhubung demi kesuksesan Dramanya aku berusaha rela koq.
    hohohoohho… #lebeh = mode on

  19. HHHUUUWWWAAA. . . Hamil. . hamil. . ayo . . eon, jdiin za eunkyo nya hamil. . . ><

    tpi gag tw knp . . aq jdi suka ma couple ae rin ma kyu. . udh keliatan nich kyu nya cemburu. . hahahaha. . tpi jgn2 jdi cinta segitiga ma kibum lg. .

    udah. . yeon su ama dong hae za eon, kyknya cocok. a donghae nya dewasa, yeonsu nya manja. .

    itu c abang kacamata eksis bgt. . tiba2 nongol n teriak2 n lgsg promosi lgunya. . kekeke. .

    cpet sembuh y eon, ndxt chapternya d tgu^^

  20. BENERAN HAMIL?!
    Huwaaaaaaa chukae! Kan asik da penghubung antara jungsoo ajushi ama eunkyo jumma #plakk

    Ya owoh lg pisah ranjang malah dpt brita baik… Uhuyy

    Dan kyu nakal sumpah! Nyiumnya menghayati bgt… Aigoo
    /lempar meja/

    Lanjutannya buruan eon… Semangat n cepet sembuh

  21. hiyaaaaaaaaaaaa si meta, teutep yak komen paling panjang, ckckckckck
    ada si ecung yak, y ampyun, girang bgt psti si aerin tuwh, gudangnya cwo cakep, aq kpn nongol eonni, hihihihi

    sprti biasa, aq blm baca jd blm bsa komen banyak,
    aq kangen teukyo fam, *cium atu”,hahahahaha

  22. kyaaa…
    akhirnya eunkyo hamil jg, chukae teukyo…

    wah kyu berani amat cium eunkyo ampe dlumat tu bibir bikin jungsoo tmbh panas aja, aq juga*hiks..hiks..*

    dtunggu next part secepatnya klu msh sakit g usah buru2 aq sabar kok menunggu ffmu & smoga cpt sembuh ya…

  23. benerkah eunkyo hamil ???
    semoga saja, ayoo dong eoon bikin eunkyo beneran hamil biar ntu pasangan tak terpisahkan untuk selamanya hiyaaaaa bahasanyee😀
    tapi saia makin greget sajo liat perkembangan hubungan teukyo, tak tau kenapa aaaaaaah

    ditunggu kelanjutannya sajo

    oia syafakillah eoni fika
    semoga cepat sembuh, hwaiting ^^

  24. Kyuhyun oppa gila… Tega banget ama hyung sendiri. Whoa… Eunkyo eon hamil… Jadi pengen cpt teukyo balikan dan eonnie ngidam macem2, biar tau rasa hbsny teukpa bikin galau hati eon terus ce…

  25. kyaaaaaaaaa… Eun Kyo hamil??? HAMIL???? woaaaaa Cukhae… tapi,tapi, yadongannya kan baru sekali.. >.< pdhl aku ngarepnya dpet adegan yadong berkali2 T.T *dirajam*

  26. Aiigooo, teukppa jealous sampe segitunya.. Akhirnya d putusin jg tuh si yeon su,, jahat banget sih dia sampe ngunciin eun kyo d toilet begitu.. Fika, tu drama kynya seru y klo beneran ada.^^. Kyuhyun paling bisa deh memanfaatkan keadaan.. Whooaaa eun kyo hamil??! Itu tandanya ryu jin akan hadir d sini donk.. Cepet sembuh y fika, biar tambah semangat bikin ceritanya.. ^^V

  27. Wuahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,Jealousnya teukpa bikin ngakak, seneng pas ngeliat teukpa ngerengek sama eomma……hihihihiihhi
    Eonni bener ya eun kyo hamil,,,,,,aegi-ya aegi-ya,,,,,,,asikkkkkkkk. mudah2an hamil ya eonni.
    eonni cepet sembuh ya, jangan sakit lagi, jaga kesehatan ya eonni ……gomawo eonni buat FF daebaknya,,,,,,,semangat eonni…….Hwaiting.

  28. uyeeeeeeeeee eonni hamil, cie cie *noel perut eonni, si oppa tokcer jg yah, langsung jd geto,kkkkkk

    aq ngebayangin adegan shinchan pas ngikutin gaya pahlawan bertopeng pas si jongwon msuk ruangan, ckckckck
    org aneh nambah stu itu, trus y ampyun, pke nyanyi sgla lg, ckckckck, aura absurd bkal menyelimuti gedung itu, *djitak yesung,hahahaha

    yeeeeeeee, akhirnya oppa mutusin yeon su, rasain tuwh, gigit besi sna, *emosi

  29. Huaaaaaa Eunkyo hamill… chukaeeee
    kkk tapi kak.. ini typonya banyak.. hehe moga2 part brikutnya ga banyak2 amat yah *plakk*
    Bingung sama Aerin ntar jadinya sama kyu ato kibum?
    next part ditunggu^^

  30. Eonni~ya bagaimana kabarmu? Sudah sembuhkah sakitnya?

    Ah~ akhirnya baca juga LTD Part 6. Part ini menurutku beda dari part yg lain, gatau apaan ya yg beda -_-. Yang jelas setiap baca FF Eonni bawaannya deg degan mulu. Feel nya dpet terus ngena bgt emosi nya hoho. Oh dan juga Eon, oppa itu udah suka, cinta malah sama Eonni, knapa ga trima aja? Trus skrg Eonni hamil? Beneran? Chukae🙂 Jadi kalo Eonni hamil si ‘kuntilanak’ (re: Yeon Su -_-V) itu bisa ngejauh deh dari khidupan kalian dan happy ending! Hoho *ngasal
    Ah! new cast! Yesung oppa! MAkin sru deh ya ceritanya😀
    Oke Eon HWAITING ya ! And keep your healthy Eonni~ya :’D

  31. uwaah,, apakan eunkyo hamil ya?? pasti masalahnya bakalan rumit klo eunkyonya hamil,, musicalnya gmn itu??
    bakalan ada cinta segitiga antara kibum, kyu ma aerin nih,, tp aq tetep shipper aerin ma kyu,, jgn ama kibum,, ama kyu aja ntar jd lebih seru, kesian gt kyu nya,, wkwkwk
    baguus bgt sikapnya ibu mertua,, biar kapok tuh si jungsoo nya, ayo jungsoo, kejar eunkyo sampe titik darah penghabisan,, hahahk *lebai*,,
    lanjutan komenku next chap y eon,, nih bcnya cpet2,, xp

  32. annyeong
    wakwakwak
    komen aku terlambat ya ???tapi liat suami ku*lirik hae
    knppa kau satukan dengan slingkuhan ku eonni*lirik unyuk bisa” mreka ribut
    tapi pas kisseu d teather sumpah aku gak bisa ngomong#apa hubunganya ???

    mwo jngn” benda yg di pgang kibum dulu tespect ya ????
    aku bingung sbnr’a tntang s eunkyo .. sbner’a ini cinta segi brppa ???
    jung soo, donghae, seung hoon , truzz jangan” s jongwoon juga
    bingung ????

    kyaaa kau tidak bagi untuk ku ??? #di sate authorr
    tapi seruu koQ lanjuutkan

  33. aduh saya telat baca….
    hehehe…

    eun kyo hamil g ya???
    duh kalo hamil gimana dung teaternya,, masa tampil sambil bawa perut buncit oen…
    pasti bakalan bikin heboh 1 kompi tuh,,,

    em…btw,,ngomong-ngomong..
    ntu adegan kissue eun kyo ama kyu kenapa bikin iri oen..
    aish,,dasar awas ya kyu…ntar malem g dapet jatah loe ya
    wkkkkk….!!!!!!!!!!!!

    udah ah komentnya,, aku mau baca part 7 yg ada NCnya ..*ngarep*
    wkkk,,wkkk,,,,wkkkk,,,,,

  34. suka banget deh bahasa yang digunain oleh author.. beberapa hari ini aku sering ngikutin FF can’t stop dan let this die,,, tapi karna ada beberapa chapter yang diproteksi jadi gak bisa lanjut baca FFnya, padahal suka deh dengan gaya bahasanya…. ringan tapi nyentuh banget…
    kalau boleh minta PW dong author…

  35. Wah belum baca yg part 1-5. Tapi yg ini keren bgt. Cerita bner2 keren.
    Aku suka banget ama karyanya eon. Penggambaran karakternya bagus,bener2 terasa nyata, coba kalo jadi drama pasti bagus bgt^^

  36. haaafffhh sampai juga di part ke 5~~~
    weh hamil? hamil? hamil? uwooowwx *hebooh hebooooh*
    ga tau mau komentar apa di part ini, bingung, disini terlalu bnyak bahas dramus nya dari pada cinta2an nya *ehehe demen amat cinta2an*
    lanjut lagi ah yah~~

  37. ‘Melarangku bersentuhan dengan lelaki lain? Menggelikan sekali. Dia bahkan berciuman dengan Yeon Su di dalam rumah yang masih ada aku di dalamnya’ —-> LOVE THIS SENTENCES SO MUCH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ga tau kenapa, kerasa feel keselnya Eunkyo di kalimat ini, kerasa feel didua-innya

    “Aku? Aku akan mengajarimu bagaimana cara sex yang aman untuk orang hamil Hyung.” *sigh*, Lee Hyukjae, aku menunggu hari dimana kau tidak mendapat karakter yang absurd.

    Ngomong2 Eunkyo hamilkah? Seenggaknya kalo iya itu bisa jadi alesan Jungsoo utk pertahanin dia ;D Lanjut ke part 7~~~~~~~~~~ ^^

    Cap rendang, Nadine Lee ^^

  38. Bc dr part 1-6 br koment dsn,mianhe onnie cos aq ngbut bc’a hehehe

    Moga eun kyo bnr2 hml biar dy g mnta cere mlu

    Jung soo oppa lnjtkan prjuangan mu tuk mndptkan hati eunkyo onnie

    Yeon su bnr2 ngselin pengen jmbk rambut’a

  39. eun kyo hamil??? mudah2n bener🙂
    Yeon su benran licik, bisa’y maen belakang doank.
    Q kira eonni bakal ciuman sm joongki oppa, eh ternyata sama kyu… He
    Scandal dengan song seung hoon… Wow, hehe
    aku suka hubungan kyu-rin-bum🙂
    Next part

  40. eunkyo HAMIL ? kyaaaaaaa *joget bareng teuk ahjussi* ini kerenn sumpah kereenn unn, eh aku binggung sebenernya si kyuhyun sukanya sama eunkyo atau sama si ae rin sih ? itu yeon su selaluuuu jadi pembuat masalah , kawinin sama bang dobghe aja unn, biar ga gangguin eunkyu teruusss ! itu bang jongwon koplak bener dah , ini kereen ! ayo dilanjut unn

  41. TT___TT udah putus tp teuk oppa g tegas bgt sih! Emosi! *kipas kipas*
    romansanya eunhae bikin ngekek xD
    yeye dateng dg hebog – -” dan pedenya nyanyi gaje. Jd keinget strongheart yg perpisahan teuk oppa ._. -nega kamsimjang andwe. . .- *abaikkan_ _”)

    DAEBAK EON! PART INI PUANJAAANG~ nan johahae^^

  42. kyaaaa, dag dig dug bacanya ><
    tapi suka banget sama part eommanya jungsoo yang setuju kalo eunkyo sama seunghoon haha
    dan finally aku kaget eon itu yesung nongol kkk
    eonni daebak ^^d

  43. bener kah eun kyo y hamil????
    tu seung hoon y beeran suka ma eun kyo pa cuma nganggep eun kyo temen ja??? dipart ini banyak bikin q tanda tanya sama hubungan percintaan couole disini,,, kayak kyuhyun n ae rin penasaran sama perasaan mereka masing2 sebener y saling suka n cinta or cuma ras sayang krn terbiasa n udah lama di theater sama2????
    eun kyi udah dong jgn ngambek mulu ma junsoo kab udah impas buat jungsoo cemburu dgn adegan kiss ma kyuhyun…..
    jungsoo klo udah yakin.milih eun kyo kno masi nutupin ke semua y udah ja bongkar ma media klo sia sh ngak mau ada hubungan ma yeon su n udah nikah ma eun kyo,,,,, klo masalah takut eun kyo dituduh ya hadepin sama2 biar eun kyo y yakin jungsoo y cinta….

  44. Haisshh..itu kenapa malah kyu yg cium eunkyo..minta di hajar itu kyu..tp aku suka endingnya eonni..semoga bener2 hamil ya eunkyo nya gak sakit yg lain..aku kehabisan kata2 utk koment d ff ini eonni..gak tau lagi mau koment apa..hihiihi..

  45. Bwahahahaha….kim jong won..di tengah gersangnya padang pasir kaulah penyegar dahaga ha….mpe skt perut bayangin kim jong won ( ngebayangin yesung yg aneh wkwkwk

  46. Kyaaa,jinja eunkyo hamil.eish,seneng deh klo beneran,biar cepet baikan ma jungsoo.kekeke
    Koq kissing scene’ny ma kyuhyun.kirain ma hae -.-“

  47. Kyaaaaa…. Endingnya bikin saiia senyam senyum gajeeee….. Uaaaaa…..
    Hyaaaa, ad siwon oppa *telat* Dan ddangkoma appa…. ㅋㅋㅋ
    Bakalan makin rame nich….. /

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s