MLT Lil’ Story : Birthday Holiday *PG*

Standar

mlt

Angin berhembus kencang karena telah memmasuki musim gugur. Cuaca telah berganti, tak lagi sepanas beberapa minggu yang lalu. Dedaunan di muka rumah mulai berguguran dan suhu mulai berubah bersahabat. Terasa lebih romantis.

Di dapur, Eun Kyo terlihat panik menyiapkan sarapan keluarganya. Dia menghapus keringat yang mengucur di dahinya. Belakangan Eun Kyo memang bekerja sendirian, karena Min Young meminta cuti untuk menjenguk saudaranya yang baru saja melahirkan. Dia memasak bubur untuk makan Yong Jin yang sedang sibuk sendiri dengan mainan yang ada di tangannya. Anak itu duduk di depan meja makan di kursi yang yang khusus untuk bayi yang baru bisa duduk sepertinya.

Kedua saudara itu sibuk memandangi Eun Kyo yang terlihat sangat serius memasak. Yong Jin masih asik memainkan mainan yang ada di tangannya, sesekali dia menyuapnya ke dalam mulut. Ryu Jin yang melihat itu segera melepas mainan itu dari mulutnya. Meski memang mainan itu aman untuk mulut bayi, tapi Ryu Jin mana tau dia hanya ingat Eun Kyo tidak suka anaknya mengemut benda asing di dalam mulut.

1

2

“Yong Jin~a. Jangan di makan.”

Ryu Jin mencoba mengambil mainan yang ada di tangan Yong Jin tapi anak itu sangat erat memegangnya. Tapi Ryu Jin tidak kehabisan akal dai berjalan menuju tempat biasa dia bersantai lalu menyalakan televisi.

4

“Kalau begitu selama kita menunggu Eomma, lebih baik kita menonton televisi saja. eotthe?” tanya Ryu Jin meraih reomote dan menyalakan televisi. Berhasil apa yang dilakukan Ryu Jin mampu mengalihkan perhatian Yong Jin. Dia menoleh ke belakang meski harus bersusah payah karena televisi tepat berada di belakangnya.

“Ryu~ya, tolong jaga adikmu dengan baik.” Teriak Eun Kyo dengan sedikit keras.

“Ne, Eomma.” Sahut Ryu Jin.

Eun Kyo kebingungan karena tidak terbiasa memasak bubur, apalagi untuk Ryu Jin. Beberapa kali dia mencicipi bubur hasil masakannya itu, tapi selalu tidak pas di lidahnya. Karena dia tidak menyukai bubur, mungkin karena hal itu memasak bubur akan selalu tidak pas di lidahnya. Tapi demi Yong Jin, dia harus melakukannya. Akhirnya, setelah beberapa kali mengambil sampel dan mencicipinya, dia menyerah dan membiarkan bubur itu apa adanya. Dia sebenranya merasa kurang pas dengan rasanya, namun tidak tau lagi harus menambahkan apa lagi untuk membuatnya menjadi pas. Dia mematikan kompor gasya dan mengambil semangkuk bubur untuk Yong Jin.

“Sepertinya kerja keras sekali.”

Jung Soo ada di belakang Eun Kyo sambil menyimpul dasiny dan mengecup pipi wanita itu saat Eun Kyo berbalik. Eun Kyo diam saja, dia merasa kesal tidak menemukan cita rasa yang pas di lidahnya.

“Ani, tapi aku tidak bisa membuat bubur yang enak untuk Yong Jin.” Ujar Eun Kyo berjalan cepat menuju meja makan. Dilihatnya kedua anaknya sepertinya sudah tidak sabar untuk makan.

“Sini aku cicipi.”

Jung Soo mengambil bubur Yong Jin seujung sendok saja untuk dicicipi. Dia terdiam sebentar untuk merasakan apa kira-kira  yang membuat bubur itu kurang rasa.

“Benar kan? Tapi aku tidak bisa lagi. Sebenarnya apa yang biasa dimasukkan anak itu? ujar Eun Kyo berceloteh sambil memindahkan beberapa makanan yang masih ada di dapur ke atas meja.

“Biarkan saja, ini sudah lumayan. Dia tidak akan protes jika hanya kurang enak.” Ujar Jung Soo. Dia berdiri dihadapan Eun Kyo dan memotong langkahnya, menunjuk lehernya yang dililit dasi, yang sejak tadi belum selesai ia simpul.

“Oppa, tidak bisakah memakainya sendiri? Aku sedang sibuk.” Eun Kyo menggeser langkahnya ke samping menghindari Jung Soo tapi Jung Soo mengikutinya, tetap mematah jalan.

“Simpulan cinta istriku terasa lebih membanggakan dipakai.”

“Eoh? Begitu? Simpulan cinta…” Eun Kyo menarik kasar dasi Jung Soo leher Jung Soo dan menyimpulnya seadanya. “Ini maksudmu?” lanjut Eun Kyo.

Jung Soo menelan ludah, tidak menyangka Eun Kyo akan sekesal itu. Niat hati ingin membuat suasana menjadi cair, tidak tegang seperti wajah Eun Kyo.

“Ya… cinta yang seperti itu. Lebih… menggairahkan.” Ujar Jung Soo. Eun Kyo berjalan menuju meja makan dan mendekatkan Yong Jin yang sibuk menonton televisi sambil memalingkan wajahnya.

“Nontonnya nanti saja sayang, ayo makan dulu.”

Eun Kyo mengangkat Yong Jin dan mulai menyuapinya. Jung Soo duduk disampingnya sambil memperhatikan Yong Jin yang terkadang menjauhkan mulutnya dari sendok karena lebih asik dengan benda di tangannya.

“Ryu Jin~a, berhenti sebentar. Ayo makan.”

Eun Kyo menyuruh Ryu Jin yang sejak tadi tidak menyentuh makanannya, bahkan menolehpun tidak karena matanya fokus pada televisi.

“Eomma tidak suka kalian tidak menghabiskan makan! Aku lelah memasak!” suara Eun Kyo terdengar tegas hingga Ryu Jin buru-buru mengambil sendoknya dan menyuap makanannya. Jung Soo hanya tersenyum memandangi anak-anaknya yang sibuk menelan makanan.

Tak berapa lama, Ryu Jin juga masih belum menghabiskan makannya, telepon rumah mereka berdering. Eun Kyo langsung menatap Jung Soo lurus, begitu juga Jung Soo saat dering telepon masih terdengar. Mata Eun Kyo menatap tajam sebagai pendelegasian pada Jung Soo untuk tugas mengangkat telepon. Jung Soo awalnya berdiam diri, tapi saat menyadari mata Eun Kyo tidak beranjak menatapnya, dia berdiri dengan gontai ke ruang depan untuk meraih telepon.

“Yeoboseyo?”

Suara di seberang menyahut. Jung Soo masih tidak bisa mengenali suara yang sedang mengajaknya berbicara. Seorang lelaki.

“Hyung, 2 hari lagi Ryu Jinmu ulang tahun. Aku ingin sekali bertemu dengannya. Tapi tidak bisa.” Ujar suara itu. Tae Jun.

“Eoh, Tae Jun`a, aku kira siapa. Eoh? Ulang tahun? 2 hari lagi? 2 hari lagi berarti tanggal 7?” jung Soo melirik kalender yang ada di dekat pesawat telepon.

“Benar sekali. Dan hari ini ulang tahun istrimu.” Sahut Tae Jun.

“Eoh? Nde.” Jawab Jung Soo.

“Jangan bilang kau lupa Hyung.”

“Ani, aku tidak lupa.” Jung Soo berbohong. “Mana mungkin aku lupa, saat ulang tahunkupun aku menyiapkan kejutan untuknya. Mana mungkin saat ulang tahunnya aku lupa.”

“Yah mungkin saja.”

“Ah, iya, mengenai ulang tahun Ryu Jin. Apa yang kau inginkan? Kau tidak mungkin meneleponku jika tidak menginginkan sesuatu.” Ujar Jung Soo menebak.

“Tepat sekali Hyung. Aku ingin kalian berangkat ke Paris besok. Bawa Ryu Jin bersama kalian.” Ujar Tae Jun.

“Tanpa persiapan apapun?” tanya Jung Soo.

“Ayolah Hyung. Aku mohon, ambil penerbangan sore jika kalian tidak bisa berangkat pagi. Aku ingin bertemu dengannya.” Suara Tae Jun terdengar memelas. Jung Soo tau jika dia memohon seperti itu, berarti Tae Jun benar-benar menginginkannya. tae Jun buka tipe orang yang ingin mengalah, bahkan terkadang saat dia memohonpun nadanya terdengar angkuh.

“Kau tidak bermaksud mengambilnya lagi kan?” Jung Soo menjadi curiga.

“Ani, aku berjanji. Tapi kalian harus kesini, ara?” Tae Jun setengah memaksa.

“Ne, baiklah, aku tanya Eommanya dulu. Akan kuhubungi jika kami pergi kesana.” Ujar Jung Soo. Dia menutup telepon dan berdiam sebentar.

“Siapa Oppa?” teriak Eun Kyo dari dapur.

Jung Soo berjalan kembali ke dapur dan melajutkan sarapan paginya. Dia memandangi Ryu Jin ynag masih memakan makanannya sambil matanya tidak lepas dari televisi. Eun Kyo menatapnya menunggu jawaban darinya.

“Dari Tae Jun.” Jawab Jung Soo singkat.

Eun Kyo yang tadinya ingin menyuapi Yong Jin menghentikan tangannya. Mengambang di udara. Yong Jin memandangi EUN Kyo dengan tatapan polosnya. Dia menunggu Eommanya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Tae Jun? Untuk apa?” tanya Eun Kyo penasaran. “Bukan untuk mengambil Ryu Jin lagi kan?”

“Ani.” Jung Soo menggeleng. “ Dia meminta kita untuk membawa Ryu Jin ke tempatnya.” Jung Soo memandangi Ryu Jin yang terlihat enggan memnyendok makanannya.

“Ayo dimakan sayang.” Ujar Jung Soo mengarahkan tangan Ryu Jin yang memegang sendok ke mulutnya.

“Lalu kau jawab apa?” tanya Eun Kyo.

“Aku tidak bisa menolaknya. Dua hari lagi Ryu Jin ulang tahun.”

Mendengar perkataan Jung Soo, Eun Kyo langsung membeku. Dia terdiam dan tidak bergerak. Terlalu terkejut. Bukan apa-apa, karena selama ini Eun Kyo tidak pernah mengetahui data apapun tentang Ryu Jin, sejak menemukan anak itu di taman. Dan saat mengetahui anak itu berulang tahun dua hari lagi, dia sontak kaget.

“Begitu ya.” Ujar Eun Kyo.

Dia menyembunyikan rasa gundahnya saat Tae Jun meminta mereka untuk membawa ke Paris, untuk menemui Tae Jun sekalian untuk pesta kecil yang telah disiapkan Tae Jun disana.

“Aku harus berangkat. Nanti sore aku akan pulang lebih awal” ujar Jung Soo mendekati Eun Kyo dan menarik dagunya. Mengecup bibirnya sekilas. Lalu berjalan ke kursi Yong Jin dan mencium anak itu. Setelah itu berjalan ke kursi Ryu Jin disebelah mereka dan mencium bibir anak itu. Ryu Jin terlihat acuh dengan mata menatap lurus ke televisi. Tangan kanannya memegangi sendok sedang tangan kirinya menyapu bibirnya dengan punggung tangan, bekas ciuman Jung Soo.

“Appa berangkat dulu, ne?”

“Ne.” Jawab Ryu Jin masih dengan nada cuek.

“Habiskan makanannya Ryu Jin~a…” ujar Eun Kyo.

“Habiskan makanmu cepat sebelum Eommamu mengambuk.” Bisik Jung Soo di telinga Ryu Jin. Anak itu seolah tersadar dan menyuap nasi sebanyak-banyaknya ke dalam mulutnya dan kembali menonton televisi sambil mengunyah.

“Pelan-pelan Ryu Jin~a. Oppa, kau tidak bisa mengantarmu hingga ke depan, kau bisa leihat sendir.” Ujar Eun Kyo. dia sibuk menyuapi Yong Jin ynag makan dengan lahap. Tanpa henti. Bayi besar itu kini sudah mempunyai dua gigi kelinci diatas gusinya. Jadi senang dengan makanan dan menggigit-gigit sesuatu.

“Gwaenchana, tapi harus ada bayarannya.” Jung Soo kembali berjalan kearah Eun Kgo, meraih dagunya sekali lagi dan mengangkatnya. Jung Soo melumat cepat bibir Eun Kyo selama beberapa detik. Membuat Eun Kyo sempat terlonjak kaget dan tidak bisa menghindar. Dia ingin memberontak tapi kedua tangannya penuh. Tangan kirinya memegang mangkuk berisi bubur Yong Jin, dan yang satunya lagi memegangi sendok.

“Muah!” Jung Soo menyapu bibir Eun Kyo dengan ibu jarinya. Membersihkan air liur yang menempel di bibir itu karenanya. Eun Kyo berubah cemberut, tapi sebaliknya, Jung Soo tersenyum puas. “Cukup sebagai pengganti lambaian tanganmu. Lebih dari cukup.” Jung Soo tertawa dan kembali mengecup bibir Eun Kyo dengan cepat hanya satu detik setelah itu dia berlari ke depan.

“YAK!” teriak Eun Kyo berang.

Ryu Jin memandangi Eun Kyo dengan tatapan iri. Dia menatap tajam Eommanya dengan wajah cemberut. Eun Kyo hanya bisa membalas tatapan Ryu Jin dengan senyuman kaku. Bukan inginnya mempertontonkan adegan dewasa di depan anaknya. tapi Jung Soo memang terkadang sengaja melakukannya untuk membuat Ryu Jin kesal.

“Hati-hati dijalan Oppa.” Teriak Eun Kyo lagi saat mendengar mobil Jung Soo dibunyikan.

Ryu Jin mengambil piring makannya dan duduk dengan manis di sofa depan televisi, meletakkan piring nasinya diatas pangkuannya dan memakannya sendirian. Merajuk. Eun Kyo mengerti sikap Ryu Jin yang seperti itu. Ryu Jin memang terkadang punya rasa cemburu yang berlebihan, entah mewarisi sifat siapa, sepertinya percampuran sifat Jung Soo yang memang pencemburu dan sifat Tae Jun yang tidak mau mengalah.

Eun Kyo tidak memperdulikan Ryu Jin saat ini. Membiarkan anak itu merajuk dan bergelut dengan rasa kesalnya sendiri. Dia meneruskan menyuapi Yong Jin yang terlihat tidak begitu perduli dengan keadaan sekitarnya, matanya terus tertuju pada sendok makan yang mengarah ke mulutnya.

“Sedikit lagi sayang. Setelah ini baru mandi dan kau harus tidur, ne?” ujar Eun Kyo pada Yong Jin yang tidak mengerti apa-apa. Dia menyuapkan makanan terakhir Yong Jin setelah itu mengangkatnya.

“Sekarang kau mandi, setelah ini kau tidur, eo?” Eun Kyo mencium pipi Yong Jin dengan gemas. Mengangkatnya dan membawanya ke kamar. Dia membiarkan Yong Jin sebentar untuk beristirahat. Meninggalkannya sebentar di box bayi bersama boneka jerapahnya serta komplotannya.

Eun Kyo berjalan keluar kamar dan menuju ruang tengah, tempat televisi menyala. Dia duduk perlahan di samping Eun Kyo. makanannya belum habis, masih ada sepertiga di dalam piring yang diletakkan Ryu Jin di pangkuanya. Dia mencoba mengacuhkan Eun Kyo dengan mengarahkan matanya ke televisi, padahal dia tau Eun Kyo duduk disampingnya. Kadar kecemburuan Ryu Jin meningkat akhir-akhir ini.

“Ayo, sini Eomma yang menyuapi.”

Eun Kyo mengambil piring yang ada dipangkuan Ryu Jin. Anak itu tidak menjawab, dia benar-benar mengacuhkan Eun Kyo, dan Eun Kyo anak itu sedang merajuk. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan karena ciuman Jung Soo tadi. Ryu Jin merasa paling dilupakan. Bahkan Yong Jin dapat ciuman setelah Eun Kyo, dan dia yang terakhir.

“A.. ayo menganga.”

Ryu Jin awalnya menolak, tapi saat Eun Ko tetap mengarahkan sendok makanan di depan mulutnya, mau tidak mau dia melahapnya.

“Pintar anak Eomma.” Ujar Eun Kyo memuji. Biasanya anak itu tertawa saat Eun Kyo merayunya dengan pujian.

“Ani, bukan.”

Ryu Jin rupanya masih belum bisa menerima rayuan Eun Kyo. pujiannya tidak mempan. Tapi saat Ryu Jin mengatakan itu, Eun Kyo langsung terdiam. Dia membeku saat Ryu Jin menolak perkataan Eun Kyo. Tangannya membeku, wajahnya langsung tegang hingga membuat Ryu Jin menoleh padanya, penasaran apa yang terjadi pada Eun Kyo. biasanya saat merajuk, wanita itu penuh dengan kata rayuan dan cinta terhadapnya.

“Eomma..”

Melihat Eun Kyo yang menatapany kosong, Ryu Jin langsung sadar ada yang terjadi pada Eun Kyo. Eun Kyo tidak menjawab, dia meletakkan piring makan Ryu Jin di atas meja.

“Eomma..” panggil Ryu Jin lagi.

“Eomma…!” dia memeluk Eun Kyo. Membenamkan wajahnya didada Eun Kyo. dia terkejut menemukan raut wajah Eun Kyo mulai berubah. Sama seperti dulu dia dibawa Tae Jun dengan tangisan. Wajah ling lung seperti itu, Ryu Jin bsa merasakan perubahan aura itu.

“Eomma mianhane.” Ujar Ryu Jin. “Aku mau makan.”

Ryu Jin takut jika Eun Kyo sudah berubah dingin. Seperti bukan Eun Kyo, dia sangat takut. Anak itu mengambil piring makanannya dan menyerahkannya ke tangan Eun Kyo.

“Aaaa…”

Ryu Jin membuka mulutnya lebar-lebar, menunggu Eun Kyo menyuapinya. Tapi Eun Kyo tetap tak bergeming, dia memikirkan perkataan Ryu Jin tadi dan permintaan Tae Jun untuk menyuruh mereka ke Paris. Dia takut Tae Jun kembali meminta Ryu Jin darinya.

“Eomma…”

Ryu Jin menyentuh lengan Eun Kyo sambil menganga. Eun Kyo tersentak, dia tersadar. Segera dia menyendok makanan yang ada di piring yang sudah dingin, lalu menyuapi Ryu Jin. Ryu Jin makan dengan lahap, tapi ada satu hal kebiasaan yang tidak bisa dia hilangkan. Saat televisi menyala, dia sulit untuk mengalihkan perhatiannya.

“Sudah selesai. Eomma mau memandikan adikmu dulu, eo?”

Ryu Jin menjawabnya dengan anggukan, seperti biasa. Mulutnya masih penuh dengan makanan yang dikulumnya. Eun Kyo berjalan menuju dapur dan meletakkan piring kotor Ryu Jin disana. Setelah itu dia berjalan ke kamar dan menghampiri Yong Jin.

“Eoh! Yong Jin~a!”

Eun Kyo berlari dengan cepat ketika melihat Yong Jin berdiri di atas baby boxnya. Bayi itu terlihat kuat dengan pijakan kakinya bertumpu di tepi box.

“Yak! Kau bisa terjatuh!”

Yong Jin terlihat tidak perduli. Dia mengarahkan tangannya ke bawah lantai. Eun Kyo mengangkat anak itu dan meraih mainannya yang terjatuh di lantai.

“Sekarang kau mandi.”

Eun Kyo melepaskan semua pakaian Yong Jin hingga tak bersisa, tubuh gendutnya kini semakin terlihat dengan lipatan-lipatan lemak di segala tempat. Anak itu sangat menggmaskan apalagi saat telanjang seperti itu. Eun Kyo membawanya ke kamar mandi. Dia juga melepaskan pakaiannya dan mandi bersama.

“Ryu Jin~a.. ayo mandi sama-sama.” Teriak Eun Kyo dari dalam kamar mandi. Tapi tak ada sahutan dari Ryu Jin yang memang sedang fokus pada tontonannya.

“Ryu Jin~a!” teriak Eun Kyo sekali lagi. Tangannya sibuk mengguyur tubuh Yong Jin dengan air. Mengusap wajahnya dan kepalanya perlahan. Membesihkan telinga dan hidung Yong Jin hati-hati.

“Ne, Eomma?”

Ryu Jin berlari ke kamar mendengar teriak Eun Kyo yang lebih nyaring dari sebelumnya. Tak mendapatinya di dalam kamar, Ryu Jin melongok ke dalam kamar mandi dan tersnyum saat melihat Eomma dan adiknya sudah ada dalam bak mandi. Tanpa Eun Kyo menyuruhnya untuk melucuti pakaiannya, Ryu Jin sudah melepasnay dengan cepat, melemparnya ke sudut kamar mandi dan bergabung bersama Yong Jin.

“Sayang, bawa keranjang sabunnya.”

Ryu Jin keluar dari bak mandi dan mengambil satu keranjang perabotan Yong Jin. Mulai dari sabun, shampoo hingga baby oilnya. Eun Kyo mulai memencet shampoo dan mengusapnya ke kepala Yong Jin.

“Eomma, apa aku waktu kecil jug adimandikan seperti ini?” Ryu Jin memainkan air ke bahu Yong Jin, membuat Yong Jin tertawa geli.

“Eum.” Jawab Eun Kyo.

“Apa kita juga mandi berdua seperti ini? Berdua saja?”

“Eum.” Sahut Eun Kyo lagi.

“Eomma, tapi aku lebih senang saat kita mandi bertiga seperti ini.”

Ryu Jin dan Yong Jin mulai bermain air saat Eun Kyo membersihkan kepala Yong Jin. Mereka saling berteriak saat mencipratkan air ke muka masing-masing.

“Sayang airnya kotor. Sekarang ambil shampoomu sendiri. Dan lakukan sendiri.”

Ryu Jin keluar lagi dari bak mandi. Yong Jin mencondongkan tubuhnya ingin mengikuti Ryu Jin, tapi Eun Kyo menahannya, dia kembali mengusap sabun ke seluruh tubuh Yong Jin. Anak itu terlihat geli saat Eun Kyo mengusap bagian leher dan ketiaknya. Dia terkikik bercampur tawa. Ryu Jin juga mengganggunya dengan menggelitik telapak kaki Yong Jin yang ada didalam air.

“Berhenti, ayo sekarang bersihkan badanmu Ryu Jin~a, Eomma harus mengangkat Yong Jin, tidak bisa menemanimu mandi lagi. Dia sudah kedinginan.”

Melihat Ryu Jin yang masih asik bermain air, Yong Jin memandanginya dengan tatapan masih ingin bermain bersama di dalam air, Ryu Jin pun menggodanya dengan melambaikan tangan dan mencipratkan air ke arah Yong Jin.

“Ryu Jin~a, cukup. Jangan ganggu adikmu lagi.”

Ryu Jin berhenti menggoda Yong Jin danmengusap tubuhnay dengan sabun lalu bermain gelembung sebentar dan mengguyur tubuhnya dengan air hingga bersih lalu mengambil handuk, mengeringkan tubuhnya.

“Eomma… aku harus memakai baju apa?” Ryu Jin mulai mengacak lemarinya.

“Ssssttt jangan berisik Ryu Jin~a adikmu baru saja mulai tidur.”

Eun Kyo menepuk pantat Yong Jin yang baru saja beberapa detik memejamkan matanya. Matanya kembali terbuka saat mendengar suara Ryu Jin, tapi Eun Kyo menepuknya lagi dan matanya kembali menutup.

“Eomma… baju yang ini, apa yang ini?”

Ryu Jin mengarahkan dua buah baju di tangannya, berbisik pelan agar tidak menggangu Yong Jin yang kembali tertidur. Eun Kyo mengarahkan telunjuk ke bibirnya, lalu menunjuk baju yang ada di tangan kanan Ryu Jin. Ryu Jin mengangguk tanda setuju. Saat Yong Jin mulai tertidur pulas, Eun Kyo baru beranjak dari tempat tidur setelah menaruh dua buah guling dan bantal di kedua sisi Yong Jin. Dia keluar menyusul Ryu Jin.

***

Pukul 5 sore. Matahari tak lagi terik seperti siang tadi. Peralihan musim mulai terasa, angin masih berhembus kencang. Kediaman Eun Kyo yang biasanya ramai, tapi sore ini terlihat lengang. Yong Jin sudah bangun dari tidurnya, bermain bersama Ryu Jin. Menghamburkan beberapa koleksi mereka selagi Eun Kyo menyiapkan makan malam.

“Ryu Jin~a, jaga adikmu, ne?” teriak Eun Kyo dari dapur, meski dia masih bisa melihat apa yang dilakukan Ryu Jin dan Yong Jin, tetap saja dia merasa cemas saat keduanya diam.

Ryu Jin terlihat sibukmenggerakkan pororonya yang sudah tidak terlalu kuat lagi berjalan. Yong Jin duduk disampingnya memperhatikan dengan cermat apa yang dilakukan saudaranya.

6

“Ini caranya seperti ini.” Ryu Jin memencet tombol yang ada di kaki mainan itu lalu meletakkannya di lantai.” Cha… benar kan? Bisa jalan?”

Ryu Jin terlihat bangga saat bisa memamerkan pekerjaan terhadap pororo yang mulai dilupakannya. Yong Jin tertawa saat melihat benda itu berjalan kearahnya.

“Kyaaaaaaa awas Yong Jin~a…” ujar Ryu Jin menakut-nakuti Yong Jin. Yong Jin menggeser duduknya menghimpit Ryu Jin.

“Kkkkkkk…” dia terkikik saat pororo menyentuh kakinya. Dan akibatnya, Ryu Jin hampir terjatuh saat tubuh besar Yong Jin menimpanya untuk menghindar dari pororo tersebut.

“Ryu Jin~a, ada apa dengan adikmu?” teriak Eun Kyo terdengar cemas ketika mendengar suara Yong Jin.

“Ani, Eomma, kami baik-baik saja.” teriak Ryu Jin.

Eun Kyo meraih ponselnya yang dia letakkan diatas meja makan saat ponsel itu bergetar. Ck! Saat sibuk seperti ini siapa yang mengirimiku pesan! Gerutu Eun Kyo dalam hati. Dia membuka pesan itu, dari suaminya.

Yeobo, aku pulang cepat hari ini

Dan satu hal lagi, dua hari lagi uri Ryu Jin ulang tahun

Aku tidak sempat memberitahukannya pagi tadi

Aku tau dari Tae Jun

Begitulah isi pesannya. Eun Kyo terdiam sejenak memandangi pesan itu. Sekarang baru dia mengerti, kenapa Tae Jun ingin mereka ke Paris. Dia pasti juga ingin ounya kenangan indah bersama Ryu Jin. Eun Kyo menghela nafas. Meletakkan ponsel itu kembali ke meja dan meneruskan aksi memasaknya.

“Eum… harum sekali, Onnie. Meski memang bercampur bau gosong.”

Rae Na tiba-tiba sudah ada di belakangnya. Megomentari masakannya. Rae Na berdiri di belakang Eun Kyo sambil berkacak pinggang, seperti seoang koki yang sedang mengawasi pekerjaan bawahannya.

“Sejak kapan kau datang?”

Pertanyaan Eun Kyo seperti angin lalu bagi Rae Na. Dia menyendok sedikit masakan Eun Kyo dan mencicipinya.

“Kurang garam Onnie.” Ujar Rae Na.

“Aigoo, seperti kau bisa memasak saja.” protes Eun Kyo.

“Kau coba sendiri kalau tidak percaya!” Rae Na menyendok sedikit lagi lalu meniupnya, dan mengarahkannya ke mulut Eun Kyo.

“Eum, benar juga.”

Eun Kyo mengambil tempay garam dan membubuhinya ke dalam masakannya. Mencicipinya lagi dan meletakkan garamnay kembali ke tempatnya setelah dia merasa rasanya sudah pas.

“Rae Na~ya, Lusa Ryu Jin ulang tahun.” Ujar Eun Kyo melepas seragam memasaknya.

“Eoh? Darimana kau tau?” tanya Rae Na.

“Baru saja Tae Jun Oppa memberitahu Oppamu, dia meminta kami untuk membawa Ryu Jin ke Paris, besok.” Eun Kyo mulai sibuk meletakkan masakannya ke atas meja.

“Eoh? Jinjja? Aku ikut!” pekik Rae Na antusias.

“Jangan terlalu senang dulu! Kau pikirkan kado untuknya, aku titip jika kau membelinya.” Ujar Eun Kyo.

“Ehem, tenang saja, aku baru saja dapat bonus dari Abeonim.”

“Eoh? Mertuamu? Tumben.” Ujar Eun Kyo.

“Onnie, boleh aku tanya sesuatu?” Rae Na setengah berbisik.

“Wae?” tanya Eun Kyo masih sibuk bolak-balik menata makanannya di meja. Rae Na membantunya sambil mengikutinya.

“Onnie, saat melakukan itu…” perkataan Rae Na terputus. Ada keraguan dari nada bicara.

“Melakukan apa?” tanya Eun Kyo.

“ONNIE! Aku tau kau mengerti maksudku, jadi jangan menggodaku!” teriak Rae Na.

“Arasseo, arasseo, teruskan.” Ujar Eun Kyo.

“Apa setelahnya masih akan sakit?” tanya Rae Na pelan. Eun Kyo berhenti, pembicaaan mulai terdengar serius.

“Rae Na, jangan katakan..”

“Aku sudah melakukannya!”

“Lalu? Apalagi?”

“Aku bertanya apa setelah itu, maksudku, maksudku yang kedua kali dan seterusnya… apa masi? Eoh?” tanyanya.

Sebelum menjawab, Eun Kyo tersenyum terlebih dahulu. Dia melanjutkan pekerjaannya.

“Onnie, jangan menertawakanku.”

“Ani, aku tidak menertawakanmu. Aku hanya tertawa melihat, tuh, sedang berlatih menjadi seorang Appa.” Eun Kyo menunjuk Minho yang mengurus Ryu Jin juga Yong Jin di ruang depan.

“Onnie, aku mulai gila karena Abeonim memintaku cucu!” ujar Rae Na geram.

“Lalu apa tanggapan Minho?”

“Dia hanya bilang, ‘Ne Appa, aku pasti akan memenuhinya’. Apa maksudnya memenuhinya? Eoh?! Enak saja!” Eun Kyo memukul kepala Rae Na dengan selembar serbet.

“Yak! Kau ini.”

“Ah, aku juga ingin menanyakan seuatu. Apa dia, maksudku Oppa, juga merasa…. sakit? Eoh?” tanya Rae Na lagi.

“Rae Na~ya, kau ini apa-apaan, menanyakan hal aneh seperti itu padaku. Tanyakan saja pada Oppamu.” Jawab Eun Kyo.

“Ya… Onnie~ya, kau kan lebih berpengalaman.” Ujar Rae Na memegangi lengan Eun Kyo.

“Sudah, hentikan pembicaraan kita ini. Terlalu aneh.” Ujar Eun Kyo, “Sebaiknya kau bantu aku, sebentar lagi Jung Soo Oppa pulang.”

“Aish! Kau ini, berbagi pengalaman saja tidak mau!” Ujar Rae Na dengan muka masam.

“Eum, masih sakit, tapi ada tapinya. Jika kau menikmatinya, mungkin tidak akan sakit.” Jawab Eun Kyo. mensengar jawaban Eun Kyo, dia tersenyum.

“Sudah cukup pertanyaanmu kali ini.”

Eun Kyo menutup mulut Rae Na saat dia baru saja ingin kembali mengatakan sesuatu. Eun Kyo menutup makanannya.

Eun Kyo berjalan ke depan menghampiri Ryu Jin dan Yong Jin, diikuti Rae Na lalu duduk diatas sofa, memperhatikan Ryu Jin dan Yong Jin yang bermain mobil-mobilan. Anak itu terlihat senang saat ada yang menemaninya bermain, Minho. Jika datang ke rumah Minho memang kerap kali memanjakan mereka.

10

“Ah, Yong Jin~a, kau sudah lama menaikinya, sekarang giliranku…”

Ryu Jin meminta mobilnya yang dinaiki Yong Jin sejak tadi, tapi Yong Jin menolaknya. Dia terlalu asik duduk diatas mobil berukuran kecil itu dan sama sekali tidak mau dipindah. Ryu Jin mulai kesal, tapi tidak berani untuk bertindak keras karena saat Ryu Jin ingin mengambilnya, EUN Kyo menatap Ryu Jin dengan tajam.

“Appa… belikan aku lagi yang baru, yang lebih bagus dari itu…”

Ryu Jin berlari ke pangkuan Minho. Suaranya serak karena merengek bercampur ingin menangis. Yong Jin terlihat acuh, tidak peduli dengan Hyungnya yang kesal padanya. Bayi besar itu terlihat menikmati posisinya diatas mobil.

“Ne, ne. Nanti Appa belikan.” Ujar Minho mencoba menenangkan.

“Tapi aku mau sekarang! Aku mau sekarang!” Ryu Jin mulai manja dan bersikeras. Dia berteriak dengan nyaring.

“APPA!” teriaknya lagi. Minho tidak bisa menolak, dia mengangkat Ryu Jin dan membawanya keluar.

“Ikuti Rae Na~ya, Ryu Jin bisa kalap jika dibawa ke toko mainan.” Ujar Eun Kyo.

“Eum.” Ujar Rae Na malas, tapi mau tidak mau dia harus mengikuti Ryu Jin dan Minho karena tatapan Eun Kyo menyuruhnya untuk beranjak sekarang juga.

“Mau kemana? Aku baru saja pulang. Ryu Jin? Merengek apa lagi?”

Jung Soo pulang dan terlihat bingung saat melihat Ryu Jin merengek di depan rumah kepada Minho. Dia duduk disamping Eun Kyo dan menciumnya lagi. Rae Na mendesis, dan Jnug Soo menjulurkan lidahnya. Rae Na menyusul Minho dan Ryu Jin.

“Berebut mobil dengan jagoan baru dirumah ini.” Jawab Eun Kyo.

Jung Soo tertawa mendengar jawaban Eun Kyo. memandangi Yong Jin ynag terlihat sombong duduk diatas mobil mini yang beberapa waktu lalu dia belikan untuk Ryu Jin.

“Eum, uri Yong Jin~a, kau jahat sekali pada Hyungmu.”

Jung Soo mengangkat Yong Jin dan kembali duduk disamping Eun Kyo. yong menolak dipangku Jung Soo dan mencoba beralih ke pangkuan Eun Kyo. Dia duduk dengan manis lalu menggapai dada Eun Kyo. mencoba membuka baju Eun Kyo.

“Ada yang haus.” Ujar Jung Soo. Anak itu mencoba membuka kancing baju Eun Kyo tapi tidak bisa.

“Minggir Oppa. Aku mau berbaring.” Pinta Eun Kyo.

“Sambil duduk saja.” ujar Jung Soo.

“Tidak bisa.”

“Bisa.” Jawab Jung Soo lagi.

“Aish!” desis Eun Kyo. Dia membuka kancing bajunya lalu menyusui Yong Jin yang duduk di pangkuannya. Seperti biasa, anak itu menyusu dengan lahap. Suara isapanya terdengar nyaring dan sangat bernafsu unuk menghisap ASI. Jung Soo menggodanya dengan menggelitik kaki Yong Jin. Anak itu melepaskan isapannya saat Jung Soo menggelitiknya dan tertawa. Memandangi Jung Soo beberapa detik lalu kembali menyusu.

Terkadang dia hanya mengulumnya dan membiarkannya begitu saja puncak dada Eun Kyo di mulutnya. Saat Eun Kyo ingin melepaskannya, anak itu tidak mau melepaskan. Dia menunggu gelitikan Jung Soo di kakinya sambil tertawa saat tangan Jung Soo mendekati telapak kakinya, seolah sudah merasakan geli.

“Oppa, jangan mengganggunya.” Protes Eun Kyo.

Yong Jin kembali menghisap air susunya dan menatap wajah Eun Kyo sambil memainkan tangan kecilnya di dada Eun Kyo. membuat Eun Kyo geli, tapi lagi-lagi Yong Jin tidak suka diganggu kesenangannya. Yong Jin melirik Jung Soo sesekali, dan Jung Soo menggodanya dengan pura-pura ingin menggigit tangannya. Alhasil, anak itu berteriak nyaring.

“OPPA!” teriak Eun Kyo yang kesal Jung Soo mengganggu Yong Jin. Sudah beberapa menit dan Yong Jin tidak juga mau melepaskan mulutnya, hanya mengulum saja. Dan pada akhirnya Yong Jin mengikuti Jung Soo yang berpura-pura mencoba menggigit tangan Yong Jin, tapi bukan tangan yang digigit, melain dada Eun Kyo.

“AW! OPPA! Dia menggigitku!” Yong Jin seolah gemas dan tidak ingin melepaskan gigitanya hingga Jung Soo harus  turun tangan dengan mengganti jarinya untuk digigit oleh Yong Jin. Anak itu sudah mempunyai gigi, hingga akan terasa sakit jika digigit olehnya. Jung Soo merasa bersalah saat Eun Kyo menatapnya. Dia segera menutup dadanya dan menyerahkan Yong Jin pada Jung Soo.

“Masih sakit?” tany Jung Soo.

“Tentu saja.” jawab Eun Kyo ketus.

“Yong Jin~a, kenapa jadi menggigit Eommamu? Eoh? Itu bagianku jika masalah gigit menggigit!” Ujar Jung Soo bercanda.

“OPPA!”

***

Minho dan Rae Na serta Ryu Jin ada di sebuah toko mainan besar di sebuat pusat perbelanjaan. Sejak tadi Ryu Jin berlari kesana kemari memandangi mainan yang ada disana. Dia merasa bimbang meilih mainan apa yang kira-kira disukainya. Saat mengambil satu mainan, beberapa detik kemudian dia melepasnya, beralih pada mainan ynag satu.

“Ryu Jin~a. Ayo ambil satu mana yang kau suka.” Ujar Minho. Rae Na mengikutinya di belakang.

“Aku mau yang ini.” Ryu Jin mengambil salah satu robot besar.

“Tapi yang itu juga suka.” Menunjuk salah satu robot lagi.

“Appa, Yong Jin pasti menyukai ini.” Dia mengambil boneka jerapah.

Rae Na yang mengamati tingkah Ryu Jin hanya bisa menggelengkan kepalanya. Minho bahkan tidak bisa bicara apa-apa lagi.

“Kau kerampokan hari ini Minho~ya, pasti.” Ujar Rae Na.

“Sekali-sekali tidak apa-apa, Jagiya.” Minho menenangkan diri.

“Eum, sekali meminta, dia pasti akan menagih lagi.” Ujar Rae Na. “Dan coba lihat keranjangnya, dia menaruh semua mainannya.” Rae Na menunjuk pada Ryu Jin.

“Biarkan dia bertindak sesukanya.”

“Kau terlalu memanjakannya, jika kita punya anak aku tidak mau kau memanjakannya seperti itu.” Ujar Rae Na.

“Mau punya anak sekarang? Boleh!” tantang Minho.

“Aku bilang nanti.” Rae Na menginjak kaki Minho. Dia berjalan menuju Ryu Jin.

“Sayang, kau tidak mungkin memainkannya bersamaan, jadi satu saja. pilih mana yang paling kau suka.” Rae Na menaruh lagi mainan yang dipilih Ryu Jin. Ryu Jin terlihat ragu memilih.

“Untukmu satu, satunya lagi untuk Yong Jin.”

“Aku boleh dua Noona?” mata Ryu Jin terlihat memelas. Seperti anak yang tidak berdosa, dia memandangi Rae Na dengan memelas. Rae Na mau tidak mau mengangguk.

“Arasseo. Cha! Aku pilih yang ini, juga yang ini!” Ryu Jin menjatuhkan pilihan.

“Lalu untuk Yong Jin. Pilih yang cepat, hari sudah hampir malam. Saar kita pulang pasti sudah sangat gelap.” Ujar Rae Na.

“Yang ini.” Ryu Jin memilih satu mainan untuk Yong Jin. Mereka berdua berjalan ke kasir lalu membayarnya. Minho yang memandanginya hanya tersenyum.

Mereka bertga keluar dari toko mainan bersama. Ryu Jin terlihat senang menenteng mainannya di tangan. Meski dia terlihat kesusahan membawanya, tapi dia menolah untuk dibantu.

“Noona, aku lapar…” rengek Ryu Jin lagi.

Rae Na akhirnya singgah ke sebuah rumah makan cepat saji dan membawa Ryu Jin makan lalu setelah itu pulang.

***

Yong Jin sudah tertidur di dalam kamarnya. Tapi Ryu Jin masih asik menonton televisi di ruang tengah. Di temani Eun Kyo dan Jung Soo, berbari di tengah kedua oarang tuanya. Dia memegang remote tv dan mengganti channel setiap dua menit sekali.

Eun Kyo berbaring miring menghadap Ryu Jin. Wajah anak itu terlihat fokus namun juga gelisah melihat ke layar televisi. Bosan memindah channel, dia menyerahkan remote itu pada Eun Kyo.

“Eomma, aku tidak mau melihat ini.” Ujarnya protes saat melihat tayangan televisi. Eun Kyo memencet channel mengikuti keinginan Ryu Jin. Beberapa menit kemudian Ryu Jin kembali merengek minta dipindah channel.

“Eomma, aku tidak mau menonton ini.” Eun Kyo kembali mengikuti keinginan Ryu Jin dan memindah channel. Jung Soo hanya tersenyum melihat tingkah manja Ryu Jin malam ini.

Seperti beberapa menit yang lalu, tak lama kemudian Ryu Jin kembali merengek. Dan Eun Kyo menikuti kembali keinginan Ryu Jin.

Setelah itu tak lama kemudian, rengekan Ryu Jin kembali keluar. Eun Kyo sudah keburu kesal. Karena sejak tadi dia bolak-balik memindah channel.

“Ryu Jin~a, sebenar kau ingin menonton apa? Eoh? Eomma bingung…” protes Eun Kyo. terkesan kehabisan kesabaran tapi tidak bernada marah.

“Aku tidak mau menonton ini, menonton ini, menonton ini, aku tidak mau.” Ryu Jin mulai rewel. Sejak sore tadi emmeng anak itu sedang uring-uringan.

“Lau kau mau apa? Eoh? Kalau kau tidak bilang Eomma tidak akan tau… Eoh?” ujar Eun Kyo hilang kesabaran saat Ryu Jin merebut remotenya dari datangan Eun Kyo dan memindah-mindah channel saluran. Ryu Jin menatap Eun Kyo sayu.

“Eomma… aku mengantuk.”

Sejak tadi dia mencari posis enaknya, tapi tidak menemukannya, dan merecoki Eun Kyo dengan keinginannya yang sebenarnya maksudnya bukan itu. Ryu Jin hanya kelelahan dan bingung ingin tidur.

“Ya sudah kalau bgitu tidur, sini Eomma peluk.” Ryu Jin merapat kepadsa Eun Kyo dan memeluknya. Tak butuh waktu lama, akhirnya Ryu Jin terlelap. jung Soo membiarkan anak itu hingga benar-benar pulas baru mengangkatnya ke kamar.

Yong Jin dan Ryu Jin sudah berkelana dialam mimpinya, meninggalkan Eun Kyo dan Jung Soo yang masih terjaga namun berbaring diatas tempat tidur. Jung Soo mendekat kearah Eun Kyo. memeluknya dan mengecup pipi Eun Kyo.

“Saengil chukkae, Yeobo.” Bisik Jung Soo mesra di telinga Eun Kyo. Membuat bulu halus Eun Kyo di sekitar tengkuknya meremang. Jung Soo mendekatkan bibirnya meraih leher Eun Kyo.

“Yeobo, boleh aku minta sesuatu malam ini?”

“Tidak boleh.” Jawab Eun Kyo cepat.

“Wae? Saat ulang tahunku, aku memberikan semuanya untukmu.” Ujar Jung Soo.

“Itu kan maumu sendiri. Bukan keinginanku.” Ujar Eun Kyo.

Tapi bukan Jung Soo namanya jika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia memposisikan tubuhnya diatas tubuh Eun Kuo. Menarik tengkuk Eun Kyo danmencium bibirnya, tanpa menahan tubuhnya hingga jatuh menindih Eun Kyo, membuat Eun Kyo terhenyak sulit bernafas. Sentuhan itu sudah sejak lama Jung Soo inginkan, tapi karena Eun Kyo terkadang pintar mengelak, hingga dia harus lebih bersabar menghadapinya. Jung Soo memperdalam ciumanya dengan menyelipkan lidahnya ke mulut Eun Kyo. wanita itu semakin terdesak, dia hanya bisa mencuri nafas saat Jung Soo mengecap bibirnya.

“Ehek, hek, ehek.” Suara rengekan Yong Jin terdengar.

Eun Kyo langsung mendorong Jung Soo. Melepaskan ciumanya dan menoleh Yong Jin. Anak itu sudah duduk di boxnya dan menangis, tidak terlalu keras, hanya merengek memegangi jeruji pembatas.

“Oppa, minggir.” Jung Soo masih menindih Eun Kyo, enggan untuk beranjak. Tapi Eun Kyo memaksanya. Dengan  diiriingi decakan kesal, akhirnya Jung Soo melepaskan Eun Kyo.

“Ck, dulunya Ryu Jin. Sekarang jin kecil itu lagi.” Jung Soo terlihat sangat kesal.

Eun Kyo segera menggendong Yong Jin dan menenangkannya. Menimang anak itu agar berhenti menangis dan menangis dan kembali tidur.

Setelah Yong Jin tertidur, dan Eun Kyo sudah menaruhnya kembali ketempatnya. Jung Soo berdiri di belakang Eun Kyo. Memasangkan sebuah kalung di leher Eun Kyo dan mengaitnya. Eun Kyo terdiam memandangi lehernya sendiri. Sebuah kalung dengan bandul berliat melingkar manis dilehernya.

“Ini adalah area favoritku, dan akan terlihat lebih seksi saat kau mengenakan ini.” Ujar Eun Kyo mengecup tengkuk Eun Kyo.

Eun Kyo berbalik dan menatap mata Jung Soo. Dia tidak percaya Jung Soo memberikan kejutan ini saat-saat terakhir penghujung hari ulang tahunnya. Pikirnya suaminya sudah lupa. Dia juga tidak terlalu mengharapkannya, karena mengurus kedua anaknya hari ini bagi Eun Kyo sangat melelahkan. Eun Kyo memeluk Jung Soo dan berjinkit untuk mencium Jung Soo. Melumatnya sebentar dan saat ingin melepaskannya Jung Soo malah semakin memperdalam ciuman mereka dengan memegangi rahan Eun Kyo dengan kedua tangannya.

 Eun Kyo sudah membangunkan serigala lapar yang awalnya mulai tenang.

***

Bandara Internatioan Incheon terlihat ramai. Beberapa penumpang pesawat terlihat mengantri dengantertib di belakang troli mereka masing-masing. Jung Soo memperhatikan orang-orang yang ada disekitarnya. Bandara sangat ramai, banyak berdatangan turis asing saat musim gugur saat ini, tapi dia malah memilih bepergian ke Paris.

“Ada berapa Orang?” tanya seorang gadis di belakang konter.

Jung Soo mengeluarkan tiket dan beberapa passportnya. Menyerahkannya kepada gadis itu yang tersenyum ramah. Jung Soo menyerahkan 6 passport di tanganya.

“Ada 6. Istri dan anak-anakku. Juga saudaraku.” Ujar Jung Soo. Gadis itu melongok kearah Eun Kyo dan rombongannya.

“ramai sekali. Ingin berlibur?’ ujar gadis itu berbasa-basi.

“Begitulah kira-kira.” Jawab Jung Soo.

“Ini boarding pass kalian. Ruang tunggunya ada di atas. Selamat menikmati perjalanan Anda, Tuan.” Ujarnya sambil menyerahkan beberapa tempat passport pada Jung Soo serta lembar boarding passnya.

“Ne, Gamsahamnida.” Ujar Jung Soo.

Dia berjalan menghampiri Eun Kyo yang menggendong Yong Jin. Ryu Jin duduk diatas kursi sambil menyuap makanannya. Minho dan Rae Na duduk berdampingan, dan Jung Soo tau, Rae Na sangat tidak suka menunggu dan tempat ramai seperti ini. Dia menyandarkan kepalanya dibahu Minho, terlihat lesu.

18

19

20

“Sudah Oppa?” tanyaEun Kyo.

“Eum, ayo kita keatas.” Ajak Jung Soo. Ryu Jin terlihat bosan karena terlalu lama menunggu antrian Jung Soo yang panang. Belum lagi pesawat nereka delay setengah jam. Bagi orang dewasa seperti Jung Soo dan Eun Kyo, mungkin tidak masalah. Tapi untuk Ryu Jin apalagi Yong Jin, itu membuatnya gusar. Entah sudah berapa cemilan yang habis ditelan Ryu Jin disela penantiannya.

“Kau mau berjalan-jalan sebentar Ryu Jin~a? Kita ke toko mainan sebentar?” tanya Jung Soo.

“Tidak usah Oppa.” Ujar Eun Kyo. Dia berjalan cepat menggendong Yong Jin yang terlihat senang memeperhatikan orang berlalu-lalang. Ryu Jin jug aterlihat tidak semangat meski toko mainan adalah tempat favoritnya. Rae Na dan Minho hanya diam saja.

“Kau baik-baik saja?” tanya Minho sambilemnggandeng Rae Na. Rae Na mengeleng. “Atau kau ingin makan atau minum sesuatu dulu?” tanya Minho menawari. Rae Na kembali menggeleng. Mereka berjalan mengikuti Eun Kyo.

“Minho~ya, aku mabuk udara. Tapi aku ingin ikut…” ujar Rae Na. Dia sudah tau konsekuensinya ikut dalam perjalanan ini. Membuatnya pusing bahkan muntah, tapi bayangan tempat-tempat yang indah mengalahkan ketakutannya.

“Gwaenchana.” Minho menenangkan Rae Na.

***

Tae Jun sudah setengah jam yang lalu menunggu Jung Soo dan rombongannya di ruang tunggu kedatangan luar negeri. Sudah terlambat setengah jam dari jadwal kedatangan, tapi Jung Soo dan juga anaknya tak juga kunjung menampakkan diri. Tae Jun menyeruput cappucino dinginnya sambil sesekali melihat ke pintu keluar para penumpang.

15 menit berlalu, Jung Soo akhirnya tiba, dan Tae Jun merasa lega saat melihat Jung Soo dan Minho menarik troli mereka. Eun Kyo menggendong Yong Jin yang tertidur lalu Ryu Jin yang duduk diatas troli yang di dorong Jung Soo, sedang Rae Na tidak melepaskan tangannay dari lengan Minho. Tae Jun berjalan cepat menghampiri mereka. Mengabil alih troli yang didorong Minho.

“Istrimu terlihat tidak baik.” Ujar Tae Jin pada Minho.

“Dia mabuk udara, dan bersikeras untuk ikut.” Jawab Minho.

“Kalian istirahat setelah ini.” Ujar Tae Jun.

“Ne.”

“Ryu Jin~a, kau senang dengan perjalananmua?” tany Tae Jun pada Ryu Jin yang masih tertawa senang diatas troli.

“Ryu Jin~, Tae Jun Appa mengajakmu bicara, ayo jawab.” Ujar Eun Kyo.

“Ne.” Jawab Ryu Jin.

Pembicaraan hangat tercipta saat Tae Jun membawa mereka ke dalam mobil dan mengangkut mereka ke kediamannya.

***

“Saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida…”

Suara nyanyian ulang tahun terdengar riuh saat Ryu Jin masih terlelap. telinganya menangkap kegaduhan itu dan langsung terbangun saat mendengar ada yang ulang tahun. Seperti dulu saat Rae Na ulang tahun, dialah yang menguasai acaranya.

Tret tret!

Suara terompet nyaring menggema ke seluruh ruangan. Tae Jun menyiapkan tart besar dan sudah menyala lilin diatasnya. Ryu Jin terduduk di tempat tidurnya dan langsung tersenyum.

“Siapa yang ulang tahun?” tanya Ryu Jin bingung.

Tae Jun duduk di tepi tempat tidur, dan Eun Kyo masih terbaring disamping Ryu Jin. Mengucek matanya dan ikut terkejut atas kejutan yang dibuat Tae Jun dan Jung Soo. Mereka berdua memakai topi kerucut dan meniup terompet. Minho menyusul di belakangnya.

“Ini ulang tahunmu.” Ujar Jung Soo.

Ryu Jin membesarkan matanya tidak percaya. Mulutnya menganga dan segera menoleh kepada Eun Kyo untuk memastikan apa yang dikatakan Jung Soo barusan. Eun Kyo mengangguk.

“Yeay!” Ryu Jin segera melonjak dan melompat karena senang. Lompatan Ryu Jin membuat Eun Kyo pusing. Jung Soo juga Tae Jun mencoba menghentikannya karena melihat Eun Kyo memegang kepalanya.

“Sayang, cukup, nanti adikmu terbangun. Oppa, menyiapkan ini harusnya di tempat lain saja.” ujar Eun Kyo menangkap Ryu Jin.

“Tiup lilinnya dulu. Setelah ini mandi lalu ki ta jalan-jalan.” Ujar Tae Jun. Ryu Jin meniup lilinnya dan berlari ke kamar mandi tanpa harus disuruh. Bersemangat.

“Memangnya mau kemana hari ini?” tanya Eun Kyo. dia bernajak dari tempat tidur. Meraih ikat rambutnya lalu menggulung rambutnay dan mengikatnya.

“Kita ke pemandian air panas. Lalu makan-makan dan siangnya ke menara, atau kalian punya tempat sendiri yang ingin dikunjungi?” tawar Tae Jun.

“Kita makan di Effiel saja.” ujar Eun Kyo menuju kamar mandi, menengok Ryu Jin yang bersemangat mandi sendiri.

Beberapa menit kemudian Ryu Jin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.

“Potong kuenya sayanng, setelah itu siap-siap. Kita berangkat.” Ujar Jung Soo. Ryu Jin berjalan menghampiri Jung Soo dan memotong kuenya.

“Kue pertama untuk siapa?” tanya Jung Soo. Tanpa dijawab Ryu Jin pun, dia sudah tau jawabannya. Pasti Eun Kyo. dia berjalan menghampiri Eun Kyo yang tadi memandikannya dan sekarang mebersiap memandikan Yong Jin. Ryu Jin menyuapi Eun Kyo yang menggendong Yong Jin, tapi Yong Jin ikut menganga. Minta disuapi.

“Eomma, boleh Yong Jin juga?”

“Oh, ani. Yong Jin belum boleh.” Larang Eun Kyo.

“Tapi sedikit saja.” Ryu Jin mengambil sedikit kuenya dan juga topingnya, menyapukannya ke pinggiran bibir Yong Jin. Yong Jin segera menjilatnya. Anak itu memamkan apapun yag disodorkan ke mulutnya.

“Sudah, cukup. Adikmu harus mandi, kau cari bajumu bersama Appa.” Ujar Eun Kyo.

Ryu jin berlari kepangkuan Jung Soo dan mengambilsepotong kue lagi untuknya lalu menyuapi Jung Soo. Anak itu melirik kado yang ada di tangan Minho, juga di tangan Tae Jun.

“Untukku?” tanya Ryu Jin penuh percaya diri. Minho mengangguk dan menyerahkan kado itu kepada Ryu Jin.

“Eiy, kemarin hari kau baru dibelikan mainan oleh Minho Appa, sekarang kau membelikannay lagi Minho~ya, itu berlebihan.” Ujar Jung Soo.

“Gwaenchana Hyung.” Ujar Minho. Rae Na setelah itu masuk ke dalam kamar dan bergabung bersama mereka. Ryu Jin masih bergelayut manja di pangkuan Jung Soo dan berlum mengenakan bajunya.

“Kau sudah baikan?” tanya Jung Soo pada Rae Na, semua amta mengarah padanya.

“Eum, aku sudah tidak apa-apa.” Jawab RaeNa. “Kemana jadwal kita hari ini?” tanya Rae Na antusias.

“Kalau kau masih sakit besok saja.” ujar Minho.

“Shireo! Siapa bilang aku sakit? Aku sehat-sehat saja.” Rae Na protes dan menatap tajam pada Minho.

Sementara yang lain berdebat, Ryu Jin segera membuka kado dari Minho dan Tae Jun. Dia membuka kado dari Minho terlebih dahulu. Wajahnya bingung saat menemukan beda persegi panjang tipis, sebuah tablet.

“Kau selalu minta aku untuk mengeluarkan tabletku jika aku datang. jadi aku membelikannya untukmu Ryu Jin~a.”

Wajah Ryu Jin berubah ceria dan memeluk tablet itu. Seolah tau benda itu berharga meski tak tau harganya. Sekarang giliran kado dari Tae Jun, dia membukanya dengan tidak sabar. Saat menemukan sebuah robot baru dari kotak itu, Ryu Jin segera berteriak.

“Yeay! Ultaman baru!” teriaknya senang. Dia berlari membawa robotnya itu, melupakan telah mendapat sebuat tablet.

“Rae Na~ya, tolong ambilkan kadoku untuk Ryu Jin. Di dalam koper.”

Rae Na membuka koper milik Jung Soo, dan menemukan sebuah kado kecil di dalamnya. Ryu Jin mengahampiri Rae Na.

“Untukku?” tanyanya lagi. Rae Na mengangguk.

“Ini dari Appamu.” Ujar Rae Na.

Ryu Jin segera mengambil kado yang terbungkur berbentuk gulali itu dan segera membukanya dengan tidak sabar, langsung menyobek kertas pembungkusnya dan menemukan sebuah gulungan disana. Ryu Jin terlihat bingung, dia tidak bisa mengenali kado apa yang terlah diterimanya.

“Buka ikatannya.” Ujar Jung Soo. Ryu Jin menarik tali yang mengikat gulungan itu, setelah terlepas barulah dia tau mendapatkan apa. Beberapa buah buku dongeng binatang dan kehidupan luar angkasa bergambar.

“Itu buku dongeng untukmu.” Jung Soo memperjelas hadiah apa yang dia berikan. Ryu Jin langsung kembali melepaskan robot yang ada di tangan kirinya.

“Appa, nanti ceritakan padaku.” Ujar Ryu Jin membuka-buka buku itu lembar demi lembar.

“Sepertinay kami melewatkan acara membuka kadonya.”

Eun Kyo keluar dari kamar mandi dan menggendong Yong Jin. Dia sudah mengenakan bajunya, meski baju piyama tadi malam, tapi mendengar beberapa suara gaduh dari luar kamar mandi, dia yakin merekamasih berada dalam kamarnya.

“Sebentar lagi kami siap. Ayo Ryu Jin sayang, kau pakai bajumu. Rae Na, tolong Ryu Jin mengenakakn bajunya.”

“Arasseo, acara kita pagi ini sudah selesai. Sekarang saatnya kita jalan-jalan, aku tunggu kalian 15 menit lagi.” Ujar Tae Jun keluar dari kamar, sebelumnya dia melirik Eun Kyo yang sedang mengurus Yong Jin.

Seberapapun hatinya masih menginginkan wanita itu, dai tetap tidak bisa mengambil perhatia Eun Kyo. Wanita itu benar-benar sudah jauh bersebelahan dengannya. Meski tak bisa memiliki waniat itu, setidaknay Tae Jun masih bisa mencuri pandang saat Eun Kyo dengan senyum khasnya memakaikan baju pada Yong Jin. Tae Jun menyadari, Eun Kyo telah banyak berubah. Dan seperti perkiraannya, Eun Kyo memang terlihat lebih cantik sekarang, setelah mempunyai anak lagi. Sisi lain darinya terlihat manis dimata Tae Jun. Jung Soo tidak menyadari tatapan Tae Jun yang kemudian berlalu dari kamar mereka.

Beberapa menit kemudian mereka sudah bersiap dan masuk ke dalam mobil Tae Jun, Minho dan Rae Na, juga Eun Kyo bersama Jung Soo, tidak ketinggalan tokoh utama yang sedang berulang Tahun, Ryu Jin, juga Yong Jin yang tidak mau kalah.

“Kita kemana?” tanya Eun Kyo.

“Ke pemandian, kau suka?”

“Tapi Ryu Jin baru saja mandi, kita mencari makan saja dulu.” Pinta Eun Kyo.

Tae Jun mengemudikan mobilnya melewati jalan yang mulai sedikit padat dengan orang yang beraktifitas, baik yang berkendara maupun berjalan kaki. Jalanan sepanjan jalan itu terlihat sangat bersih.

“Kita naik perahu?” tanya Tae Jun menawari.

“Boleh.” Jawab Eun Kyo.

Te Jun menawari mereka menyusuri sungai Seine memakai sebuah perahu besar yang mereka sewa. Ryu Jin terlihat sangat antusias. Yong Jin apalagi. Sejak tadi dia sibuk memandangi sekitarnya sampai kepalanya berputar-putar.

“Jangan katakan kau juga mabuk air Rae Na~ya.” Celetuk Minho saat Rae Na terlihat ragu melangkah keatas perahu. Tangannya erat memegangi Minho.

“Aku tidak bisa berenang Minho~ya.” Bisik Rae Na.

Paris memang mempesona dengan arsitektur bergaya Eropa yang khas. Gedung-gedung peninggalan terlihat sangat rapi dan terurus.  Kedua sisi sungai terdapat beberapa bangunan tua yang terawat, juga melewati berapa buah jembatan. Semua memang terlihat sangat sempurna. Tidak salah jika mengatakan Paris adalah kota paling romantis. Tae Jun membawa mereka ke sebuah kedai makanan di dalam sampan untuk makan pagi.

Bonjour” seorang pelayan menyambut mereka.

 Tae Jun membalasnya dengan berbahasa Perancis juga dengan fasih. Sementara yang lainnya hanya diam tidakmengerti. Pelayan berbaju rapi itu mengantarkan mereka ke sebuah meja keluarga yang cukup untuk mereka. Memesan beberapa makanan untuk mereka sarapan.

Selesai mengisis perut, mereka melanjutkan perjalanan ke Eiffel Tower. Tampat yang romantis untuk beberapa pasangan yang memadu cinta.

“Tempat ini akan ramai saat malam.” Ujar Tae Jun.

Tapi Eun Kyo tidak maumembawa kedua anaknya pada malam hari. Udara Paris memang terasa terik, tapi tidak seterik hari-hari sebelumnya. Musim bergeser, angin sejuk mulai berhembus dan meski dedaunan belum berguguran, tapi setidaknay hawa sejuk mulai terasa, menandai akan datangnya musim gugur. Musim gugur biasanya datang di penghujung bulan September.

Ryu Jin berlari saat sudah sampai di menara setinggi kurang lebih 325 meter itu. Banguan fenomennal iu terlihat kokoh berdiri Ryu Jin dan Yong Jin sempat berfoto di bawah menara itu.

15

16

Mereka berjalan-jalan disekitar menara dan Jung Soo serta Eun Kyo hanya menungguinya saja. minho mengajak Rae Na untuk melihat-lihat. Lalu pulang setelah menjelang sore. Rae Na maminta Minho untuk membawnya saat malam hari saja, karena saat siang hari tidak terlalu menarik.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju sebuah pusat Spa di kota Paris dan jug ada pemandian air hangat. Eun Kyo ingin mengajak Yong Jin berendam disana, sementara Minho dan Rae Na memanjakan diri dengan Spa, untuk menyegarkan diri.

Yong Jin sudah siap dengan baju berenangnya. Eun Kyo juga sudah mengenakan bikini, bersiap untuk turun ke dalam kolam. Awalnya Jung Soo melarangnya, tidak suka melihat Eun Kyo memakai bikini, tapi mau bagaimana lagi, dai awal sudah memeprsiapkan baju berenang dan memang berb=niat untuk bercebur ke kolam.

Tae Jun memandangi wajah Jung Soo dengan geli. Yang setengah tidak rela Eun Kyo bergabung dengan beberapa orang di dalam kolam. Awalnya Eun Kyo membawa Yong Jin ke tengah. Membuat kaki Yong Jin yang memakai pelampung bergerak bebar di air. Anak itu terlihat sangat senang saat Eun Kyo mengajaknya bermain di air. Tapi setelah itu dia membawanya ke tepi.

12

13

Lain dengan Yong Jin, lain pula dengan Ryu Jin. Anak itu memilih kolam renang anak-anak dan bermain air disana di temani Jung Soo. Anak itu berteriak nyaring dan bermain dengan aktif bersama Appanya. Tae Jun ikut bersama mereka. Dan Jung Soo bisa mengawasi Eun Kyo meskipun tidak bisa setiap saat.

“Dia akan baik-baik saja, kau jangan khawatir.” Ujar Tae Jun menenangkan Jung Soo.

“Ani, aku tidak khawatir.” Ujar Jung Soo.

“Kau tidak usah bohong Hyung.” Tae Jun menyenggol Jung Soo yang duduk di tepi kolam renang dangkal, tak lebih dari selutut orang dewasa.

“Hyung, aku masih iri denganmu.” Ujar Tae Jun. “Masih penasaran, bagaimana bisa kau mendapatkannya, sementara aku dulu bersusah payah mengejarnya.” Lanjutnya.

“Itu rahasia. Nanti kau juga melakukannya terhadap istriku. Aku tau kau masih menginginkannya.” ujar Jung Soo bercnda. Namun sayangnya apa yang dikatakan Jung Soo tidak sepenuhnya salah.

“Kau ini. Kau tidak mungkin pakai dukun kan?” tanya Tae Jun curiga.

“Meski pakai dukun sekalipun, dia tetap tidak akan bisa lari dariku. Kami sudah memiliki Yong Jin.” Ujar Jung Soo tak mau kalah.

“Hyung!” teriak Tae Jun kesal.

“Ahahahahahahaha, ani. Aku bercanda.” Ujar Jung Soo tertawa. “Entahlah, aku juga tidak tau, mungkin karena kami berjaodoh.” Ujar Jung Soo melanjutkan, sesekali Jung Soo mengamati Ryu Jin yang saik dengan pelampungnya.

“Siapa yang lebih dulu tertarik?” Tae Jun mengorek informasi seputar kisah cinta Jung Soo.

“Dia yang lebih dulu tertarik padaku. Lalu mengejarku dan setelah itu kami menikah.”

“BOHONG!” ujar Tae Jun tidak terima denan penjelasan Jung Soo.

“Ahahahahahaha. Kenapa menanyakan itu? Eoh? Kau tidak perlu tau, biar itu menjadi kisah kami. Sekarang nikmati saja kemesraan kami.” Ujar Jung Soo.

“Aish! Kau percaya diri sekali. Membuatku ingin muntah saja.”

“Lalu kenapa bertanya jika ingin muntah. Kau sudah tau jawabannya sendiri.” Uajr Jung Soo.

Dia berjalan menghampiri Ryu Jin dan mengangkat anak itu. Membawanya ke kolam pemandian air hangat bergabung bersama Yong Jin dan juga Eun Kyo.

“Yong Jin~a, kau senang?” tanya Ryu Jin. Anak itu seolah mengerti pertanyaan Ryu Jin, dia tertawa dan terkikik saat Ryu Jin memandanginya. Mereka tertawa dan berteriak lepas. Minho dan rea Na akhirnya bergabung jug Tae Jun. Bermain dia pemandian air hangat sambil sesekali saling menggoda. Hanya Tae Jun yang merasa sendirian.

Saat sore hari, akhirnya mereka pulang untuk beristirahat. Tapi sebelumnya singgah beristirahat di sebuah taman terkenal di Paris, Luxembourg. Taman yang terkenal dengan kisah cinta Victor Hugo sang politikus dengan istrinya yang setia, dan beberapa penulis ternama. Taman yang berjarak 1 kilometer dari sungai Seine itu terlihat sangat indah di depan istana Luxembourg. Taman itu akan tutup pada pukul 17.00 ditandai oleh suara terompet penajaga taman yang berpakain seperti polisi.

“Kita beristirahat disini sebentar. Besok baru nyusuri sung Seine, ne?” ujar Tae Jun. Yang lainnya hanya mengangguk.

“Kau sedang berlibur?’ seseorang menyapa mereka, lebih tepatnay menyapa Tae Jun. Tae Jun berbalik dan mendapati kawan lamanya di belakangnya, menggandeng seorang wanita. Orang Korea.

“Ah, Siwon~a.” Sapa Tae Jun.

“Hyung, tidak mengira bertemu disini.” Ujar Siwon. Disebelahnya berdiri seorang wanita cantik. Dia berjalan mendekati Yong Jin. Tertarik dengan anak itu.

“Aigoo lucunya.” Wanita itu mencubit dan membelai pipi Yong Jin dengan gemas. Anak itu terlihat acuh. wajahnya kelelahan setelah berjalan seharian, hingga tidak terlalu memperdulikan orang yang mengajaknya bicar, tidak seperti biasanya, dia antusias jika ada ynag mengajaknya berkenalan.

“Perkenalkan, itu tunaganku. Shin Hee Rin.” Ujar Siwon.

Wanita yang disebut Hee Rin menoleh. Tapi tangannya masih berada di pipi Yong Jin. Sesekali mencubitany dengan gemas.

17

“Ah, ye.” Ujar Hee Rin menganggukkan kepala.

“Aku bersama keluargaku. Ini sepupuku dan istrinya juga saudara dan adik-adiknya.” Ujar Tae Jun memperkenalkan.

“Sepertinya liburan yang seru.” Ujar Siwon.

“Ne.” Jawab Tae Jun.

Hee Rin masih terlihat mengganggu Yong Jin yang terlihat tidak mood untuk bercanda. Eun Kyo menyadarinya tapi tidak enak untuk mencegah Hee Rin yang terlihat sangat gemas dengan anak itu.

“Dia terlihat seperti bantal.” Ujar Hee Rin gemas. Mencubit pipi Yong Jin.

Tapi di luar dugaan, Yong Jin meraih tangan Hee Rin dan menggigitnya. Meski giginya hanya baru dua bilah, tapi tetap saja saat Yong Jin menggigit terasa sakit. Eun Kyo yang melihat hal itu langsung melepaskan gigitan Yong Jin.

“Yak Yong Jin~a, jangan bersikap tidak sopan seperti itu.” Eun Kyo mengangkat Yong Jin. Semua mata tertuju pada Hee Rin dan Yong Jin.

“Gwaencahan, aku yang usil mengganggunya.” Ujar Hee Rin yang masih mencoba menggigit pipi gembul Yong Jin.

“Dia kelelahan, makanya bersikap seperti itu.”

“Jinjja? Hey, buntelan. Kaman saja kau hari ini? Eoh?” satu ciuman mendarat di pipi Yong Jin.

“Yeobo ayo kita pulang.” Siwon mengajak Hee Rin pamit. “Kami pulang dulu.” Ujar Siwo menepuk bahu Te Jun.

“Ne, besok berkunjunglah ke rumah.” Ujar Tae Jun.

“Pasti.” Ujar Hee Rin dengan tegas. Seoalh besok dia benar-benar akan ke rumah Tae Jun. “Annyeong buntelan.” Hee Rin melambai pada Yong Jin tapi anak itu sudah tidak berdaya lagi untuk membalas. Memeluk leher Eun Kyo dan menutup matanya.

“Appa, gendong.” Ryu Jin juga mulai kelehan dan bertindak manja minta di gendong. Jung Soo mengangkatnya dan mereka kembali ke mobil. Di dalam perjalanan, Yong Jin tertidur pulas. Begitu juga dengan Ryu Jin. Petualangan yang benar-benar seru hari ini.

8 (2)

9

Missing Scene

“Jagi? Bagaimana? Suka?” minho berbaring disamping Rae Na, mereka sedang menikmati layanan Spa, pijat dan aroma terapi. Cocok untuk Rae Na yang tadi malam pusing karena masih jet lag. Rae Na hanya diam menikmati pijatan pada tubuhnya.

“Kau masih sakit?”

“Apa yang dikatakan Appa?”

“Pasti minta cucu, benar kan? Aku sih tidak keberatan jika kau bersedia.”

Minho tidak khawatir para pelayan itu mendengarnya berbicara, karena mereka tidak mengerti bahasa Minho.

“Jagi?” panggil Minho lagi. Rae Na sudah tertidur ketika seseorang gadis memijatnya.

***

Ryu Jin terlihat bosan menunggui Eun Kyo yang sedang memasak. Perutnya suda sangat lapar, tapi Eun Kyo tak kunjung selesai menyiapkan makanan untuk sarapan mereka. Eun Kyo sibuk meneriakinya untuk menyuruhnya menjaga Yong Jin.

‘Apa in? Eoh? Sepertinya enak?! Eum, ah? Tapi kenapa keras’.

‘Hyung, ini apa? Apa aku boleh memakannya? Eoh’

‘Hyung, tapi kenapa rasanya tidak ada? Eoh? Hyung.. aku lapar..’

“Yong Jin~a. Jangan di makan.”

‘Eomma…’

2

“Kalau begitu selama kita menunggu Eomma, lebih baik kita menonton televisi saja. eotthe?”

Ryu Jin menyalakan televisi dan setelah lama menunggu. Yong Jin melongokkan kepalanya saat mendengar bunyi televisi menyala.

‘Hyung, ada acara masak-memasak saa? Atau siaran Home Shopping? Eoh?’

5

***

7

“Ini caranya seperti ini.”

‘Eoh? Aku juga bisa melakukannya sendiri Hyung, sini berikan padaku.’

” Cha… benar kan? Bisa jalan?”

‘Hyung, biarkan aku sendiri yang memainkannya.’

“Kyaaaaaaa awas Yong Jin~a…”

“Kkkkkkk…” ‘Hyung, apa yang kau lakukan! Yak! Kenapa dia mengejarku, yak! Hyung!’

“Ryu Jin~a, ada apa dengan adikmu?”  teriak Eun Kyo dari dapur.

“Ani, Eomma, kami baik-baik saja.” ryu Jin menjawab.

***

11

“Ah, Yong Jin~a, kau sudah lama menaikinya, sekarang giliranku…”

‘Ani, Hyung, shireo… aku masih asik bermaiin… kau sudah lama menikmatinya sebelum ada aku.’

“Appa… belikan aku lagi yang baru, yang lebih bagus dari itu…”

‘Silakan saja. minta belikan lagi pada Appa, aku yang ambil ini. Ah… charanta…’

***

“Dia terlihat seperti bantal.”

‘Apa? Bantal? Enak saja. aku bahkan lebih tampan dari tunanganmu yang sok itu’

‘Aigoo, aigoo. Kenapa wanita ini gatal sekali. Kenapa selalu mengelus pipiku. Eomma… aku tidak suka.’

‘Omo! Omo! Apa dia masih tidak mengerti aku tidak suka?’

‘Ah, aku punya akal! Akan aku buat dia mengerti.’

“Yak Yong Jin~a, jangan bersikap tidak sopan seperti itu.”

‘Bukan aku yang memulai Eomma, dia yang genit!’

“Gwaencahan, aku yang usil mengganggunya.”

‘Dia mengaku sendiri, bagus lah.’

“Dia kelelahan, makanya bersikap seperti itu.”

‘Jangan membuatku menjadi yang bersalah Eomma, itu bukan salahku!’

“Jinjja? Hey, buntelan. Kaman saja kau hari ini? Eoh?”

‘Yak! Kenapa dia menciumku!’.

16

FIN

 

Note : ah, akhirnya selesai juga… terimakasih sudah hadir disini para undangan sekalian. Untuk merayakan ulang tahun anak saya yang ke 4. Hem, sudah makin besar sekarang anak Eomma… aku akan masukin dia home schooling aja, biar aku bisa sekalia ngawasin…

Ga nyangka bisa membuat percakapan kita Rae Na~ya, jadi inspirasi jadinya, habis aku ga tau lagi mesti cerita apaan. Ya udah bikin itu aja.. lagian aku juga itu hobbynya bikin scene yang tidak penting banget sebenarnya. dan satu lagi, itu tangan Hee Rin bekas jemuran gitu deh ma Siwon, makanya item begitu.

Ryu Jin~a, saengil chukkae… Eomma menguras keringat mengerjakan ini dalam sehari… hiks! Kau harus membayarnya dengan banyak cinta pada Eomma… ryu Jin~a, cepatlah tumbuh dan berkembang juga harus semakin pintar. Jangan selalu ngambek, kamu kaya Eomma deh suka ngambekan… jangan ah Nak, kaga baik anak laki-laki suka ngambek… saengil chukkae uri Ryu Jin~a, saranghae, neomu neomu saranghae… *ga tau lagi mau ngomong apa* pokonya aku cinta banget sama dua bersaudara itu, seolah bener-bener jadi maminya.

Ku ga edit lagi, maaf yah, kalo ada salah penulisan ku sudah tau, sudah biasa jadi jangan komen typonya. Aku terlalu lelah hingga tulangku serasa patah. Dari pulang kerja jam dua sampe jam 5 ngetik, trus keluar sebentar belanja makan, trus nulis lagi sampe jam 12 lewat. Tidur ga nyenyak mikirin ff, subuh bangun lagi jam setengah 4 ngetik lagi, dan baru siang selesai… ku males ngedit…

87 responses »

  1. Aaa~ unnie gomawo udah di kasih tau kalo MLT udah publish ^^
    *senengjugakarena wpudahsembuh

    gomawo juga setiap publish ff selalu di kasih tau :-*

    Ryu jin makin unyuuu !
    Saengil chukkae !
    Ff unnie selalu daebakk !

    Keep fighting !

    • iya sama2 saynag…
      iya aku selalu kasih tau yah? ehem, meski kadangharus ngorbanin pulsa 10 rb *sombong*

      iya dong, anak siapa dulu coba??
      terima kasih…. udah disukai aja udah terima kasih… g usah pake daebak..

  2. saengil chukka hamnida….saengil chukka hamnida…. saengil chukka uri Ryu jin, chukkaeyo…..saengil chukkae
    MLT SS keluar lagi akhirnya, kangen sama MLT.

    tenang eonni saia selama menjadi reader gak pernah terganggu dengan ada nya typo, TYPO NO PROBLEMO😀

    ditunggu LTD nya juga eonni ^^
    hwaiting hwaiting !!

  3. Huaaa saengil chukkhae ryu jin ~ah,,
    enak banget ulang tahunnya k.paris *iri*
    haha minho ngebet punya anak,, ampe sayang bgt sama ryu jin,,
    hahaha apa ryu jin bayak amat ada 3,, brati eommanya poliandri dong *digampar*

    pokoknya aku ucapin selama ulang tahun buat ryujin,, tambah pinter,, yei dikit lagi masuk sekola.. Jangan dimasukin home schooling ajumma nanti ryu jin g punya temen dong,, jadi anak yg pinter, terus tambah ganteng yak,,

    salam cium buat ryujin

  4. Saengil chukkae ryu~a ..
    Mga tmbah imot n ngegemasin,, jgn bndel n ddengrin ap kt appa n omma u nee…/!!?!

    Fika eon bgs bgt mlt ny..
    Heheheh
    joa…

  5. Kyaaaaaa saya nongoll d urutan hampir pertama kayaknya … Eonni yaaaa … Kamu membuat saya irii keluarga bahagiaa… Iriiiiiii … typo??? Gg masalah ttp kerenn . Yon jin aigooo anak kalian gendut sekalii .. Eonni kasik makan apa bisa sampe kayak gtu??? Hehe pipinya tembem kayaknya besaran badan yon jin dari pada ryu jin…. Ryu jin aaa saranghaeyooo mau gg jadi pacar nuna??? Ntar nuna bakal beliin mainan segudang * lirik eonni* eonni yaa blhh gg ryu jin nya aq jdiin pacarr?? Bolehh yaaa??? * kedip kedip*kwkwk . Ntu si Ryujin knpa imut + ganteng kyk gt ?? gmna caranya bikin yg kayak gtu bgi tips dong eonni biyar bisa pnya anak kayak gtu ntarr! Hahahahah lupakan* urii ryu jin saengil chukaeyo smga tambah ganteng dan imutt *peluk ryu jin* salam sayang dari nunaa…hahahahaaha… Kmbali k ff yg pling bikin ngakak waktu rae na nanyain itu ke eunkyoo eonii astaga kaga ada pembicaraan yg laenn??? Saya masih d bawah umurr hahahhaha
    eooni harus tanggung jawab coz otak ku jd mesum … * di injek*
    Udahh dehh ahh komennya terlalu panjang peluk cium bwt uri ryujin… eonni smg ttp smngt ngejagain yonjin dan appanya… Ryu jinnya kasih k aq aja biar aq yg ng jagain … *plak * hahaha
    daebakkkk

    • hampir yang pertama… chukkae…
      keluarga berencana, hahahahahahah
      yongjin daya tarik… ryu itu bumbunya…
      kasih asi ekslusif dong tentunya… tapi tu anak lama2 tar jadi obesitas deh…

      kaga bisa! kaga bisaaaaaaaaa
      anak saya masih dibawah umur banget! dia udah aku jodohin ma dayoung….!!!
      terma masih ucapannya sayang….
      engga bisaaaaaa ku bisa jagain dua2nya… bbisa jagain oppa juga….!!

      • huwaaa setelah lmaa nunggu balesan komen eonni akhirnya demi kambing beranak kucing * emang ada ?* lupakannnn
        saya sangattt senanggggg …. eonni udah sembuhhh ????? seneng bgt bisa nyapa nyapa reader lagii sepi bgtt kalok kaga ada eonni lhoo hahahahha
        cipika cipiki duluu deh :* muah :*muahh … kekekekekeke * halah saya lebaiii maafkan * ….
        saya mau capcus duluuu ke alam mimpi pengen ketemu kyuuu hhahhaha by by …… titip salam buat uri ryujin tersayang!! ok

  6. Saengil chukkae ryu~a ..
    Mga tmbah imot n ngegemasin,, jgn bndel n ddengrin ap kt appa n omma u nee…/!!?!

    Fika eon bgs bgt mlt ny..
    Heheheh
    joa…😀

  7. eonnie jgn dikejar bgt buat bkin ff eon
    Jgn merasa gk enak sm readernya
    psti mreka bakal nunggu kok walaupun lama

    Ryu jin ulng tahuun
    Saengil chukkae
    Smga ntar pnya adik lg *ryujinpun jealous
    Wkwkwkw

    Aku kngen sma psangan minho raena
    Kpn mreka bkal pnya anaaaaak
    Hehehe

  8. Saengil chukae Ryu Jin sayaaaang :*
    Sekarang Ryu jin udah gede jadi jangan nyusahin Eomma?! arraseo?!
    *Ryu Jin: Ne, ahjumma* *me : mwo? ahjumma? Yak! Ryu Jin-a~!* *kkk~ abaikan*

    Kangen MLT :3 ya ampun Eonni ini seruuuuu story-nya~ waluapun agak kurang panjang *kkk~ tapi suka bangeeetttt :3
    Yong Jin udah gede ya, badannya itu loh Eon, yaampun pengen peluk Yong Jin {} kayaknya empuk gitu hoho

    Sekali lagi SAENGIL CHUKAE RYU JIN-A~!! Mian noona ga bisa ngasih kado hiks.. hiks.. *berasa jadi noona gagal*

  9. Saengil chukka hamnida Uri Ryu Jin…!!
    *kecup Ryu*

    aaiihhh eonni…asik bgd yaa ngrayain ultah’a d’paris!! Mauuu ikuttt jg donggg!!

    Aaaahhh sya slalu suka sm momen2 kbrsmaan mreka onn, apa lg pas lg mandi br3 noh klo jung soo oppa kga pergi krja aye yakin pasti bakal ikutan nimbrung jg tuh oppa….kekekeke
    caelah Tae Jun oppa masih cinta nih sm Kyo eonni?! Udeh Sm aku aja nyookk oppa!!
    *kedip2 cacingan*

    Rae Na sm Minho kpan nih pnya baby’a?! Udh d’tagih tuh sm babeh’a minho!! Hehehehe
    waelah HeeWon kopel ngeksis jg d’marih, lg kga ad job yee bang, mpo?!

    Skali lg aye mao ngucapin Saengil Chukka Hamnida wat Eun Kyo a.k.a Fika eonni Jg wat Ryu Jin tentu’a….^ ^
    SarangHAE ekh SarangHYUK aja deh!!
    *apa deh*

  10. kyaaaa saeingil chukae Ryu Jin-ah…
    mksh ats undangannya oenni *gandengtangankyu*
    Geli baca ini part pas jungsoo ahjussi bilang “Yong Jin~a, kenapa jadi menggigit Eommamu? Eoh? Itu bagianku jika masalah gigit menggigit!”
    kyaaaa dasar ahjussi mesum!
    hahahaaaaa
    spt byasa q suka sm raena-minho..kpn2 bwt crta yg khusus bwt minna couple yahh oenn..
    oenni d tunggu let this die oenni!!dah g sabar!

  11. Saengil chukka hamnida Ryu Jin-a…!!! #kisseu2 Ryu Jin
    sudah besar kau nak… Wish u all the best baby…

    itu Yong Jin… AIGOOOO…..
    boleh minta pipinya g ??? gigit dikiiitttt adjha…
    nggemes gillaaa….

    jangan terlalu d paksain eonn, ampe pagi2 buta gitu.
    walaupun hasilnya memuaskan. tapi ingat kesehatan juga eonnn….

  12. Saengil chukae uri ryujin,,,,,,,
    Ahjumma cium yaaaaa,,,,
    Oppaaa anakmu smkin lucuuuuuu*cium jga appa nya*
    Sya bahagia dgn kehadiran mlt…
    Slmat ulang tahun uri leo…jgn nakal lgi ya sayang..kan udh gede..
    Smoga drimu bhagia trus sayang..
    Apa kau inget cheondung appa saat ultahmu..
    Saranghae leo yaaaa..*nangis*

  13. waaah..slse dlm sehari..perjuangan beraat buat ff ya eonni..
    Prjuangan brat pst asilna bgus..ya tak??ya tak??ya tak??
    Saengil chukka hamnida ryu jin..
    Ultah qt berdekatann..
    Klo q besookk..#kagak ada yg nnya.. :p
    *ngasik tw.. :I
    #gaakk penting…
    *😦
    Ryu jin~a Jgn cemburu am jung soo appa lgi yaa..
    Cemburu aj ma yong jin..hihi
    Iihh ituu..yong jin imuutt bgt…gemeess liatna..gendutt bgt..pngen tak ‘ciipokk thuu pipi bakpaoo’na..
    Baguus kok ad scene gt eonni..
    llucuu..jdi tw isi daleman(?)ralat..”hati” yong jin knp dy ngigit tangan hee rin..😀
    ”Miane komen pnjang lebar ga nyambung..wkwk..
    ”Hwaiting onnie”

  14. * potong tumpeng*

    *bakar petasan *

    Saengil cukke hamnida eun kyo dan ryu jin,,, kompak gtu ulang tahunny ???

    APA ?? PARIS ???? Ryu jin berulang tahun di paris,,, Aissss membuat iri nuna saja !! ryu jin knapa g minta kado adik lg saja ?? yg yeoja hehehe *ditendang eun kyo*

    hihihi pas di MISSING SCENE lucu bnget dibalik pikiran yong jin trnyata ank itu jiwa evilny dah kelihatan hohoho

    jangan menodong kado dr nuna, nuna kasih kado sebuh doa yaa “semoga ryu jin tumbuh jd anak yg sehat dan rajin”

  15. yaaaap,,, HAPPY BIRTHDAY RYU JIN-Aaaa.
    Noona,, mau kecup kecup. hahaha
    Semoga ryujin makin gede makin ganteng, makin pinter, makin sayang yongjin dan eomma appa🙂
    kangen minho raena baca ini. bikin scene mereka berdua eonnn,, yg romance tapinya. Hihihihi. cukup cuap cuapnya.
    sekali lagi. Saengil chukae ryujin😀

  16. Bgus eon,,, seperti biasa romantisme teukyo selalu bikin meleleh. Ryu jin~ah happy birthday, mga cpt gde, tmbh pinter,ckep ma tmbh syng ma yong jin ya?

  17. SAENGIL CHUKKAHAMNIDA URI RYU JIN !!
    SAENGIL CHUKKAE~ *cium” uri Ryu Jin*🙂

    Ryu Jin~a, kau senang eoh dapet tablet ? Rae Na noona aja ga dikase tablet sama Minho appa.. tp noona bahagia memiliki Minho appa, sgt bahagia.. Ryu~ya, sering” aja ultah’a ne? biar kita bs sering jalan”..Ahahahaa

    Ahahahaa.. tidak menyangka pertanyaan n percakapan kita kemarin jd masuk kesini.. jd malyu deh.. habis’a Rae Na tidak berpengalaman pemirsa.. xp

    For Minho Nae Nampyeon 4ever.. J’et aime, m’aimez vos ausi.. Chu~

  18. Saengil chukkaeeeeeee Ryu Jin~a,,,,,,yang nurut sama eun kyo eomma dan Jung Soo Appa ya nak…….Saengil Chukkae juga buat Eonni Eun kyo,,,,,,hehehehehehe

  19. SAENGILL CHUKAE HAMNIDA RYU JIN~ah…..waaah..seneng ya ultah dirayain diParis*aku kapan ya?* Q bner” gemes de liat ryu jin ma yong jin mreka bedua lucu bgt,palagi si yong jin bner” kayak bantal*ditabok eunkyo eonni,hehehe.Tp eonni q kayaknya kurang dpt feel nya,jd gag gitu ngrti mksud nya,hehe,maaf ya eonn..tp smangat nulis ja bwt eonni,ditunggu part berikutnya

  20. gwenchana onnie,qt msh bs ngerti koq kalo cm gt typox.!
    onnie pst cpek lah bwt ngedit lg!
    ato onnie ngerekrut editor aj,jd kn enak ad yg ngeditin,!hehehe
    Btw,Saengil Chukkae bwt uri Ryujin-nie!
    mdh2n bs jd anak yg bs ngebanggain ortu,trus sehat n tmbh lucu ya!
    gemes bgt q lhat pict2x mrk b’2!
    jd pngen cpt2 puxa ank jg!hehe
    yasud,q dh ngantug bgt ne onn.,td siang g tdr soalx!
    skali lg,saengil chukkae Ryujin-a.!
    love you!
    Mmuach mmuach.!

  21. ryu jin…. noona mau bilang apa lagi ya? noona mau minta tabletnya aja lah.. kok diangurin bgti aja.. hahaha *mulai gak waras* ryu jin oleh buat noona mana?.. jgn lupa noona masih menunggumu sayang. kita kawin lari ya :p

  22. eonnii mian bru smpet bca n koment di snii..
    tdi siang dpt sms undngn dri eonni mka’y skrg aq smpet2n bwt bca n koment.. gomawo eonn tiap publish psti ngsh tau,wlwpun aq ttp ga bsa bca ff’y n bru smpet bca ff ini ja tpi nnti aq psti ngubek2 ff eon dh…
    Oy, saengil chukae Ryu Jin…..🙂

  23. aaaaaaa ryujin~a happy birthday to you!! Muach muach muach!
    Enaknyo yg keparis manteb sgt dah…

    Dan yong jin nuna mw gigit kamu dah! Aigoo
    Lucu bgt dan ngakak dipanggil haerin buntelan
    Hahaha

    Dan appanya anak2 emang mesum dah… Hahaha
    Msh aja sempet2nya.. Ckck

    Dan raena eaaaa nanya2 soal bgtuan ya pengen lg ya jgn takut kt yg berpengalaman aja (tunjuk eunkyo eon aka vika eon) yg penting nikmatin
    Haha

    Oke ryujin panjang umur ya syg sehat slalu dan bahagia selalu jd anak yg pinter n ngebanggain keluarga
    Muaaaaach

  24. Ya ampun -_- mesum nya jungsoo gak ilang2 . Enaknya jadi ryujin , baru 4thn udah dapat tablet , nag gw ? Ulang thun ke 21 cuma dikasuh ucapan selamat aja . Hahahaha
    Taejun masih cinta ? Tetep keukeh aja yah ? Tapi mudah2an rasa sukanya gak jadi obsesi buat dapatin eunkyo balik .
    Last , HBD untuk ryujin , semoga jadi anak yg berbakti .

  25. Ryu Jin-ah saengil chukhae.. muach *cium ryu jin*
    asihh sudah nambah besar keponakan ku yang satu ini.🙂
    mau hadiah apa dari noona?? tinggal sebut aja nanti noona beliin. *buka dompet**cuma ada 5000 doang* #plakk
    eun kyo eonni saengil chukhae juga.🙂
    semoga eonni bahagia selalu dan makin mesra sama jungsoo oppa. iya kan eonni? *lirik eonni*
    dan untuk yong jin kenapa engkau makin lucu sih dek.
    udah kaya bakpao gitu pipinya, minta digigit deh. hehehe
    MLT Lil’ Story nya seru eonni, semoga MLT side story nya ada lagi.🙂
    pokoknya daebak lah buat eonni. *angkat jempol*
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni *hormat bareng kyuhyun*

  26. Huwe pengen komen dari kemaren tapi kaga sempet…
    AIGOO AIGOO seneng bgt deh ngeliat kegiatan teukyo family di pagi hari. Oh ya lupa , Saengil chukkae ryu jin~a #teriak pake toak masji#. Enak bgt tuh yah ngerayain ultah di paris, aku juga mau #plakk#.. Yong jin~a kenapa kau makin menggemaskan huh? Noona menyukaimu… Saranghae #cipok yong jin#

  27. ryujin~ah,,, saengil chukhae, semoga panjang umur, sehat selalu, jangan nakal n bandel, nurut ma eomma na appa, jangan suka gangguin buntelan juga,

    eonniiiiiiiiiiii, aq blm baca ne ff, cma mw numpang komen sajo, hehehehe
    itu si buntelan, y ampyun, minta dculik bgt yak, eonni, boleh aq pinjam buntelan buat semalam,,??kkkkkkk
    g’ tw mw komen apa lg alnya aq blm baca,hihihihihi, skli lg saengil chukhae ryujin, *cium*
    kadonya dah aq titip kan eonni kmrn, robot yg guede,,,hahahahaha

  28. saengil chukka
    hamnida uri ryujin xD
    kya,kau smakin menggemaskann..appamu jg!!*dijitakOnnie*
    hhoho, walopun onnie buat nie ff ngebut *?* banget,tapi feelnya tetep dapet!! #daebakk
    aku paling suka pake bgt sama MLT..
    kalo baca ff ini aku jd pengen punya anak juga *nah lho?*

  29. Yaoloh…itu imut banget.
    telat berhari-hari ni..tapi tetep mau bilang Saengil chukkae. happy birthday…
    Tetaplah seimut itu Ryu jinnie..
    Ini lebih fokus sama keimutan Ryu-Jin dari pada isi ff eonnie. *di tabok*

  30. Aaah unnie ini keren bgt unnie. Hahaha mianhae unn aku komen di part satu ama yang ini aku bacanya kebut unn selama duahari unn. Mianhae unn. Tapi aku bener ngerasa bgt dari pertama mereka ketemu sampe sekarang punya 2 anak. Emang jodoh ga kemana.. Aah jempolbuat unnie. Eh unnie kenal saya ga? Waktu itu sms minta pw.

    ISTRI HEECHUL~~

  31. poor Yong Jin masak dibilang buntelan
    kkekkeke
    eh ada bang Siwon,
    kayaknya member suju dan SHINee jadi cameo ya, B2ST juga,
    saengil chukkaehamnida,
    maaf ya telat,
    soalnya baru nebu blog ini,
    hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s