TeuKyo Couple : Let This Die (Part 4) *PG*

Standar

lethisdie-x2

Jung Soo mengemas barang-barangnya. Mengingat-ingat apa lagi kira-kira yang di perlukannya untuk hidup beberapa hari jauh dari hiruk pikuk kota. Dia mengambil beberapa lembar kaos dan celana santainya, juga beberapa kemeja. Persediaan yang sekiranya cukup untuk satu minggu. Pasta gigi dan segala macam tetek bengeknya dia masukkan ke dalam koper besar. Beberapa jam lagi mereka akan berangkat ke Mokpo, untuk memenuhi permintaan Halmeoni juga Harabeojinya. Tapi yang tidak pernah Jung Soo pikir, kenapa Eun Kyo menerima dengan mudah permintaan itu, sementara sepertinya dia bukan gadis yang mudah untuk diperdaya. Dengan memenuhi permintaan itu, bukankah akan terlihat Eun Kyo terjebak? Karena tidak mungkin permintaan itu tidak benarak pinak, Jung Soo hapal semua tabiat keluarganya.

Jung Soo duduk di tepi tempat tidur. Kopernya berada disampingnya, dia memandangi semua barang yag sudah dimuat dengan rapi oleh Eun Kyo, dia hanya mengemasi barang-barang tambahan yang tidak mungkin disiapkan Eun Kyo dan mengeceknya saja. Dia menghela nafas. Pikirnya berlibur selama seminggu mungkin menyenangkan, jauh dari pekerjaan dan… Yeon Su.

“Kau sudah siap?”

Eun Kyo menyembul dibalik pintu. Dia membawa beberapa minuman kaleng dan jug acemilan di tangannya. Perjalanan selama 5 jam pasti akn terasa membosankan jika tidak membawa makanan ataupun minuman. Eun Kyo berdiri di depan pintu dan Jung Soo memandanginya.

“Sudah siap sepertinya.” Jawab Jung Soo.

Dia memandangi semua barang di dalam koper dengan seksama, memastikan sekali lagi bahwa tidak ada barang yang tertinggal. Tapi sangat kentara bahwa dia terlihat tidak bersemangat. Eun Kyo menghampirinya.

“Kenapa? Kau tidak senang?”

Eun Kyo berjalan mengambil koper yang sudah siap sejak kemarin, dia menarik koper itu keluar. Cepat-cepat Jung Soo menutup kopernya dan menuruunkannya dari tempat tidur lalu menyeretnya dengan cepat berjalan mengikuti Eun Kyo.

“Eun Kyo~ya.” Jung Soo jarang sekali memanggil nama gadis itu sehingga rasanya lidahnya terasa sangat asing mengucapkan nama itu. Eun Kyo berhenti dan menunggu Jung Soo. Jung Soo memandanginya dengan cermat. Wajah gadis itu terlihat datar, tak ada kekhawatiran dalam gurat garisnya, dia terlihat sangat tenang. Terlalu tenang, mengarah ke dingin.

“Wae?” tanya Eun Kyo berbalik.

“Kau, kau. Kenapa menyetujui liburan ini?” tanya Jung Soo penasaran.

“Eum? Wae? Aku suka pantai, dan sudah lama tidak kesana.” Jwab Eun Kyo santai. Dia meneruskan langkahnya menarik koper hingga sampai ke depan mobil. Berdiri di belakang menunggu Jung Soo.

Jung Soo tiba dan langsung membuka bagasi mobil lalu mengangkat koper Eun Kyo terlebih dahulu lalu kopernya. Ditutupnya bagasi mobil hingga berbunyi keras. Eun Kyo berlari kecil menuju pintu mobil sementara Jung Soo berjalan dengan gontai.

Dia tidak menyangkal jika pergi bersama Eun Kyo pasti terasa menyenangkan, dia juga menantikan hal itu. Berlibur bersama, atau bisa dikatakan bulan madu mereka di desa, terasa begitu romantis di pikirannya hingga sampai tadi malam. Membayangkan beberapa hal romantis bersama Eun Kyo, jauh dari media dan hiruk pikuk kesibukan pekerjaan, baginya sangat mengasikkan. Tapi itu hanya bertahan hingga tadi malam. Paginya dia langsung memikirkan semua kemungkinan persekongkolan dibalik rencana ini. Memikirkan hal seperti itu membuatnya sedikit frustasi. Meski ini memang hal yang dia inginkan, tapi jika nantinya ada berbagai macam tuntutan darinya, dia belum siap menghadapinya.

Mereka melaju meninggalkan halaman rumah dengan kecepatan sedang. Jung Soo terdiam tanpa kata, da sesekali melirik Eun Kyo yang juga terdiam tak mengeluarkan kata. Dia merasa benar-benar bingung dengan sikap Eun Kyo beberapa waktu terakhir, gadis itu terlihat sangat tenang setelah kejadian yang menimpanya. Kehilangan orang dan mendapatkan seseorang dalam waktu bersamaan, tapi terlihat begitu santai, bukankah itu kelihatan seperti sebuah kelainan mental? Jung Soo menggeleng menghalau semua pikirannya yang berkecamuk mengenai gadis yang duduk disampingnya dengan headphone di telinganya dan sebuah i-pod di tangannya.

“Eo, kita mampir sebentar ke gedung latihan.”

Pekik Eun Kyo ketika mereka baru saja mendekati gedung itu. Eun Kyo melepaskan headphone-nya dan meletakkannya ke dalam tas tangannya. Dia menoleh pada Jung Soo meminta persetujuannya.

Jung Soo segera membanting stir mobilnya, membelokkan mobil itu ke halaman gedung dan memarkirnya, tanpa berbicara sepatah katapun. Sebenarnya dia enggan untuk singgah ke tempat itu, tapi juga tidak bisa menolak. Dia tidak ingin melihat Eun Kyo terlihat begitu mesra dengan orang-orang di sekitarnya sementara dengannya, dia seperti membentuk benteng. Tiba-tiba saja Jung Soo merindukan masa kecil mereka.

“Eonni…”

Ae Rin berlari menghampiri Eun Kyo dan terengah-engah saat tiba di hadapan Eun Kyo. Dia mengatur nafasnya lalu melanjutkan bicaranya.

“Kapan kau mulai latihan Onnie? Aku merindukanmu..” rengek Ae Rin.

Eun Kyo tertawa dan mengelus rambut Ae Rin. Yang lainnya juga mendekat terkecuali Kyuhyun. Sejak dia melihat bayangan Jung Soo dia berdiam diri di pojokan, Eun Kyo menyadarinya tapi enggan untuk mengganggunya. Dia tidak ingin membuat anak itu kembali emosi. Eun Kyo juga terlihat acuh dengan keberadaan Jung Soo yang berdiri di dekat pintu masuk, menungguinya.

“Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Eun Kyo~ya.” Donghae mendekat.

Dia menyodorkan sebuah map kepada EU Kyo yang diterima Eun Kyo dengan wajah bingung. Donghae menatapnya seolah menyuruh Eun Kyo membukanya.

“Ige mwoya?” tanya Eun Kyo masih denga raut bingungnya. Dia membuka map itu dan membacanya sekilas. “Audisi?” tany Eun Kyo emakin heran. Dia menyerahkan map itu pada Donghae. Yang lainnya  menoleh pada Eun Kyo dan Donghae bersamaan. Bahkan Jug Soo yang sejak tadi menguping pembicaraan Eun Kyo dan Donghae. “Tolong jelaskan dengan bahasamu yang mudah dimengerti.” Ujar Eun Kyo.

“Jadi begini, beberapa sekolah swasta ingin menitipkan anak-anak didiknya yang memang berbakat di teater ini. Terdengar lucu memang mengingat kita hanya teater kecil.” Ujar Donghae. Wajah Eun Kyo masih terlihat bingung. Ae Rin tersenyum, karena ide itu dulu pernah berseliweran di otaknya. Menerima pemain cadangan maksudnya bukan merasa hebat, tapi untuk menggantikan seseorang yang berhalangan seperti ini bagi Ae Rin sangat diperlukan.

“Jadi, menurutmu, bagaimana?” tanya Donghae meminta pendapat Eun Kyo.

“Maksudmu, kit amenerima pemain lain selain kita? Untuk apa? Kita sudah punya peran masing-masing, dan juga…”

“Tapi jika ada yang berhalangan kan bisa digantikan mereka Onnie.” Sela Ae Rin.

“Benar.” Jawab Wookie.

“Aku rasa tidak ada salahnya.” Sambung Sungmin.

“Maksudku bukan begitu. Kita kita kita… pembagian hasil dari teater ini hanya cukup buat kita saja. Dan Hyukjae juga tanpa dibayar. Apa tidak akan memberatkan jika menambah orang lagi?” tanya Eun Kyo pesimis. Kyuhyun hanya menoleh sebentar pada Eun Kyo.

Mereka memang tidak mendapat bagian jasa dari penjualan tiket yang berlebih, tapi hanya mencukupi saja. Cukup untuk memanjakan diri mereka. Disamping memang ini hanya sebagai hobby dari mereka, tapi Eun Kyo memang mempunyai harapan besar pada teater yang dikelolanya selama beberapa tahun terakhir.

Menjadi pemain teater memang bukan tujuan mereka satu-satunya. Ae Rin selain sibuk setiap hari berlatih kemampuan diri, dia mempunyai sebuah toko buku dan tempat bacaan gratis untuk anak-anak jalanan. Kyuhyun, dia anak seorang pengusaha sukses, yang mempunyai sekolah seni di Korea. Ryeowook punya sebuah Restoran yang dikelola oleh  beberapa orang kepercayaannya. Sungmin juga mempunyai sebuah tempat sauna yang ramai setiap harinya. Sedangkan Donghae, tidak terlalu banyak yang diketahui tentang Donghae, selain bakat-bakatnya yang menunjang keberhasilan mereka hingga saat ini.

“Aku belum mengatakannya pada kalian.”

Donghae berjalan ke ruangannya dan mengambil satu lagi map dari dalam lalu menyerahkannya pada Eun Kyo. wajahnya kembali berkerut. Tapi setelah itu wajahnya berubah tegang dan tanpa berkedip. Ada keterkejutan disana.

“Chankam.. Lee Donghae! Kau! Ini! OH! Omo!” Eun Kyo langsung berubah setengah histeris tak percaya bercampur bingung. Donghae hanya tersenyum melihat ekspresi Ein Kyo yang seperti itu, diluar dugaannya.

Semua orang bergerombol mengelilingi Eun Kyo. berebut mengambil lembaran kertas yang membuat Eun Kyo histeris. Reaksi mereka hampir sama dengan apa yang Eun Kyo lakukan tadi. Ruangan menjadi riuh. Bahkan Kyuhyunpun bangkit dan penasaran apa yang sebenarnya mereka ributkan. Eun Kyo berjalan menghampiri Donghae dan tersenyum menutup mulutnya.

“Perjuanganmu tidak sia-sia.” Komentar manis dan datar tapi berarti bagi Eun Kyo keluar dari mulut Donghae. Eun Kyo masih menutup mulutnya menahan airmatanya. “Sekarang boleh aku minta pelukan kebahagiaan?” tanya Donghae sambil merentangkan tangannya. Eun Kyo menyambutnya dengan mendekatkan tubuhnya dan memeluk Donghae dengan erat, sangat erat. Mereka tertawa bersama, Jung Soo terlupakan.

“Ehem, ada apa ini? Sepertinya ada berita baik.”

Seseorang menyela kebahagiaan mereka. Lee Hyukjae. Yang terlambat datang karena harus menyelesaikan beberapa urusannya terlebih dahulu. Dengan beberapa agensi. Saat memasuki ruangan itu matanya langsung tertuju pada Donghae dan Eun Kyo yang berpelukan, bukan, bukan sedang berpelukan tapi Eun Kyo yang mememeluk Donghae erat. Hyukjae melirik pada seseorang yang ada disampingnya. Park Jung Soo.

Jung Soo yang tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi, menatap tajam kearah Donghae. Ada letupan api yang terdengar di telinganya, dari dalam tubuhnya dan membuat telinganya berdengung keras. Tiba-tiba saja dia merasa kan hawa panas menyelimutinya.

Melihat Hyukjae yang berdiri di ambang pintu serta sempat menyapa mereka, Eun Kyopun melepaskan pelukannya dari Donghae. Dia terlihat salah tingkah dan merapikan bajunya.

“Seseorang bisa katakan padaku, apa yang sedang terjadi?” tanya Hyukjae sambil meletakkan tasnya di sebuah kursi. Ae Rin berlari menghampirinya

“Oppa, kau tau? Kami, kamu dapat kontrak dari Korean Musical Broadway!” teriak Ae Rin sambil memegangi tangan Hyukjae. Hyukjae menatap tangannya lalu tersenyum. Segera Ae Rin menarik tangannya dan berjalan perlahan meninggalkan Hyukjae yang terlihat seperti terkejut.

“Jinjja? Whohohoaaaa.. daebak! Aku selalu menantikan kalian diatas panggung itu!”

Hyukjae berjalan menjajari Ae Rin dan merangkulnya lalu membawa Ae Rin ke tengah-tengah menghampiri mereka yang sedang tertawa dan masih bergumam tidak percaya.

“Eum, aku juga menatikan hal itu.” Jawab Ae Rin riang.

Jung Soo masih menatap mereka dengan diam, mencoba menenangkan hatinya ynag merasa sangat tidak dihargai keberadaannya. Dia mengetukkan ujung sepatunya untuk mengusir bosan. Terkadang melirik Eun Kyo, berharap wanita itu melihatnya dan mengerti keadaannya yang sudah mulai gerah  di dalam sana.

“Jadi bagaimana menurutmu Eu Kyo~ya?” tanya Donghae.

“Aku setuju!”

Eun Kyo mengangkat tangannya tinggi-tinggi diikuti oleh yang lain. Donghae dan Hyukjae menyeringai bangga. Mereka berdiri berdampingan.

“Aku menantikan kalian dipanggung itu.” Hyukjae mengepalkan tangannya.

“Maksudku bukan itu. Maksudku regenerasi teater kita ini…” jelas Donghae mengenai pertanyaan yang beberapa detik lalu dia lontarkan dan ditanggapi salah oleh mereka.

“Menurutku tidak masalah. Kita bisa melatih mereka terlebih dahulu, sebagai investasi. Seperti yang dikatakan Donghae tadi, regenerasi. Kita tidak mungkin selamanya disini, meskipun itu yang selalu kita inginkan.” Ujar Sungmin.

“Benar. Selain itu juga bisa dianggap penyegaran.” Jawab Ryeowook.

“Penyegaran apa kau memang butuh lebih banyak relawan untuk mencicipi eksperimenmu? Eoh?” sahut Kyuhyun. Ryeowook tersenyum kearah Kyuhyun.

“Aku juga sependapat.” Jawab Kyuhyun. “Dengan tanda tangan kontrak di teater sebesar itu, otomatis kita juga harus berlatih ketat. Sementara gedung rongsokan kita ini harus tetap jalan.” Ujar Kyuhyun merangkul Eun Kyo. melirik beberapa detik pada Jung Soo dan tersenyum sinis. Kyuhyun puas saat Eun Kyo tidak memperdulikan lelaki itu.

“Arasseo. Semua berarti setuju. Dan audisi itu… bukan audisi, itu terlalu ‘wah’ untuk dikatakan audisi. Mengenai permintaan kerjasama itu, kau saja yang urus Donghae~ah. Aku harus ke Mokpo hari ini.” Ujar Eun Kyo.

Matanya menatap Jung Soo sekilas. Dia bisa merasakan rasa bosan itu dari wajah Jung Soo. Eun Kyo melepaskan rangkulan Kyuhyun dan bersiap untuk meninggalkan mereka.

“Kalian lakukan saja audisi itu. Aku akan kembali dalam seminggu.” Ujar Eun Kyo menjauh.

“Ani, kami menunggumu Onnie..” teriak Ae Rin.

“Jangan. Lakukan saja. Aku percaya pada kalian.” Teriak Eun Kyo.

Saat dia tepat di hadapan Jung Soo, tiba-tiba Eun Kyo berbalik. “Mengenai kontrak itu..”

“Akan aku urus setelah kau kembali. Aku juga sudah bilang pada mereka kau baru saja kehilangan Appa. Jadi mereka bisa menunggu.” Jawab Donghae. “Lagipula, mereka mengincarmu untuk project mereka selanjutnya.” Lanjut Donghae.

“Arasseo, baiklah kalau begitu.” Jawab Eun Kyo sambil menarik Jung Soo keluar. Jung Soo melangkah gontai.

***

Eun Kyo memainkan seat belt-nya. Sejak tadi dia menjadi salah tingkah karena Jung Soo hanya diam saja sepanjang perjalanan. Eun Kyo melirik Jung Soo menatap lurus ke depan. Dia merasa bingung harus memulia pembicaraan darimana. Eun Kyo sadar telah membuat Jung Soo kesal pagi ini. Dia mengatakan mampir sebentar untuk berpamitan malah melakukan rapat dadakan seadanya mengenai kontrak barunya tadi. Eun Kyo menghela nafas, sebagai tanda bahwa dia jug amerasakan bosan ditengah aksi diam ini.

“Kau sudah memberitahu kekasihmu tercinta kau akan menghilang selama seminggu?” tanya Eun Kyo datar, tanpa penekanan.

Jung Soo menoleh pada Eun Kyo. Dia rasa pertanyaan itu tidak perlu dijawabnya dan dia kembali fokus pada aktifitasnya menyetir. Dia diam dan semakin membuat Eun Kyo mati kutu untuk mencairkan suasana.

“Aku tidak mau tiba-tiba dia mendatangiku lagi dan menyeretku lagi lalu berbuat hal yang benar-benar membuatku emosi tak terkendali. Sebaiknya kau hubungi dia.” Ujar Eun Kyo.

“Dan menghancurkan liburan kita? Lagi? Lalu dia akan mendatangi kita dan mengacaukan segalanya disana? Di temapt Halmeoni?” tanya Jung Soo tajam. Dia menghentikan mobilnya di tengah jalan yang memang sepi. Eun Kyo sempat terhuyung ke depan.

“Yak! Kenapa menghentikan mobil tiba-tiba? Ya sudah kalau begitu. Teruskan saja.” Jawab Eun Kyo. “Tapi setidaknya kau memberitahunya seminggu ini tidak bisa di temui.” Lanjut Eun Kyo pelan.

“Itu urusanku, bukan urusanmu.” Jawab Jung Soo dingin.

Eun Kyo menoleh pada Jung Soo yang mulai kembali menginjak gas dan melaju dengan kecepatan pelan. Eun Kyo menghela nafas. Dia merasa tidak salah berkata seperti itu kenapa dia merasa Jung Soo marah padanya.

“Kau marah karena aku mengacuhkanmu tadi?” tembak Eun Kyo langsung. Jung Soo berdehem pelan.

“Ani.” Jawabnya berbohong.

“Mian, aku hanya terlalu senang. Ada tawaran kontrak untuk main di Korean Musical Broadway.” Eun Kyo mencoba menjelaskan pada Jung Soo apa yang telah terjadi beberapa menit yang lalu. “Kau mungkin tidak tertarik untuk mendengarnya. Tapi aku sangat bahagia, aku anggap itu sebagai batu loncatan untuk sampai ke National Theater of Korea.” Lanjut Eun Kyo

“Impianku sejak kuliah, dan sekarang setelah beberapa tahun merintis itu, akhirnya aku mendapatkan jalan itu. Kami membidik Korean Musical Broadway, karena itu salah satu perusahaan swasta teater terbesar di Korea, jika bergabung denga mereka, aku rasa aku berpeluan besar di lirik oleh para petinggi di National Theater of Korea.” Eun Kyo menunduk.

Jung Soo masih terdiam, dia menoleh pada Eun Kyo. dan bisa merasakan betapa Eun Kyo terlihat sangat lega dengan kerja kerasnya. Tapi sejak tadi dia malah dia hanya mementingkan perasaannya saja. Merasa tersaingi dan terpojok. Padahal Jelas sekali pelukan itu hanya sebagai pelukan kebahagiaan. Antara Donghae dan Eun Kyo tadi.

“Semua dari kalian yang tampil yang akan dapat kontrak?” tanya Jung Soo setelah lama terdiam.

“Eum, tidak semuanya, hanya tokoh utamanya saja. Aku, Ae Rin, Kyuhyun, Sungmin juga Ryeowook saja.” Jawab Eun Kyo. “Tapi mereka mengambil atas nama kerjasama teater, bukans ecara personal, jadi bisa saja mereka menginginkan pemain lain. Donghae mungkin.” Jawab Eun Kyo.

“Donghae…” gumam Jung Soo.

Dia masih ingat kejadia di dalam toilet dulu. Yang menjadi awal petaka hingga mereka kehilangan sosok lelaki yang sangat disayangi Eun Kyo. Jika Eun Kyo menyebutkan nama itu, hatinay terasa teriris. Entah kenapa, bukan karena kecemburuannya, karena dia tau memang tidak ada apa-apa antara Eun Kyo dan Donghae. Tapi mungkin lebih kepada rasa bersalah dan rasa malu.

“Kalau begitu selamat. Selamat atas kesuksesan kalian.”

Kalimat itu akhirnya keluar dari mulut Jung Soo. Dan itu yang dinantika Eun Kyo. Ucapan selamat itu yang diharapkannya.

“Nde! Aku sangat senang sekali! Akhirnya kerja kerasku bersama mereka terbayar! Dan kau tau?! Aku ing!”

“Sebaiknya kau tidur saja. Perjalanan kita masih 4 jam lagi.”

Jung Soo memotong pembicaraan Eun Kyo dan menekan kepala Eun Kyo agar bersandar, lalu dia menutup mata Eun Kyo dengan tangan kanannya.

“Aku belum mengantuk…”

“Tapi setidaknya jangan ganggu aku menyetir Yeobo…” ujar Jung Soo sambil tersenyum menoleh pada Eun Kyo.

“Isshh.. Aku bukan Yeon Su.” Ujar Eun Kyo berpaling, menurunkan sandaran kursinya dan memejamkan matanya.

Beberapa menit berlalu akhirnya Eun Kyo terlelap setelah mendengarkan alunan Jazz yang sangat lembut menyapa terlinganya dan menggoda matanya untuk menutup, tertidur.

Jung Soo menyempatkan menyentuh kepala Eun Kyo untuk memastikan gadis itu benar-benar sudah tertidur. dia tersenyum saat Eun Kyo melenguh kecil sebagai tanda protes dia tidak ingin diganggu. Jung Soo mengelus punggung Eun Kyo dengan lembut, Eun Kyo memang berbaring miring membelakanginya. Ada rasa tenang saat berada disamping wanita ini.

***

Jung Soo terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh saat Eun Kyo sudah terlelap. Dia juga merasa sangat lelah menyetir mobil sejauh ini. Hanya tiggal beberapa menit sajamereka sudah sampai pada tempat tujuan. Sebuah lota di pesisir pantai. Jung Soo melambatkan mobilnya saat dia sudah mendekati rumah Leluhurnya ynag berdiri kokoh disana. Sebuah rumah adat yang besar dengan halaman yang begitu luar serta berdinding pagar tinggi.

“Kita sudah sampai?”

Eun Kyo perlahan membuka matanya, mengalihkannya dari cahaya matahari sore dengan mengangkat tangan. Dia melihat sekeliling. Sudah hampir sampai di rumah yang mereka tuju, Halmeoni dan Harabeoji. Dia menoleh pada Jung Soo.

“Sebentar lagi.” Jawab Jung Soo sambil membelokkan mobilnya ke sebuah rumah besar bergaya kuno dengan gerbang yang terbuka lebar.

“Sampai.” Ujarnya mematikan deru mobilnya.

Eun Kyo meregangkan otot-ototnya yang kaku karena berjam-jam tidur di perjalanan. Jung Soo turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Eun Kyo dan melepaskan tali yang melilit tubuh istrinya. Eun Kyo terpana sejenak, Jung Soo kembali berubah hangat.

Apa karena akan berhadapan dengan kedua orang yang sangat dihormatinya? Eun Kyo membatin.

Dia turun dari mobil setelah merapikan bajunya. Jung Soo mengeluarkan kedua koper mereka. Suasana terlihat lengang hanya ada beberapa pelaynag yang menyapu halaman. Begitu melihat Jung Soo dan Eun Kyo keluar dari mobil membawa koper. Mereka berjalan mendekat.

“Han Ahjussi.” Sapa Jung Soo.

Para lelaki tua itu terlihat memicingkan matanya berusaha untuk mengenali seseorang yang memanggil namanya dengan benar.

“Jung Soo~ya.”

Pekik Han Ahjussi ketika beliau mengenali siapa yang berada di hadapannya. Dia menatap Jung Soo dari ujung kaki hingga kepala. Menepuk bahunya pelan namun tegas, lalu merangkulnya.

“Sudah lama tidak kesini.” Ujarnya merubah rangkulannya menjadi sebuah pelukan dengan tepukan punggung 3 kali. Jung Soo membalas pelukannya. Lelaki tua itu seolah melepaskan rindu yang dalam saat memeluk Jung Soo dengan erat.

“Ini…” Han Ahjussi menujuk Eun Kyo.

“Dia istriku.” Jawab Jung Soo cepat. “Eun Kyo.” lanjutnya.

“A, aigoo… aku sepertinya sudah sangat rabun. Kau sudah tumbuh dewasa Eun Kyo~ya..” ujar Han Ahjussi sambil tertawa melihat Eun Kyo. tidak percaya gadis kecil yang dulu sering diangkatnya di pundak kini sudah dewasa dan menjadi seorang istri.

“Dan sudah menikah, Ahjussi.” Bisik Jung Soo di telinga Hann Ahjussi pelan. Eun Kyo menginjak kaki Jung Soo membuatnya mengaduh nyaring.

“Hahahahaha, kalian ini. Aku sudah menduga kalian akan berjodoh. Ayo masuk.”

Han Ahjussi membawa Eun Kyo dan Jung Soo masuk ke dalam rumah. Dia menyuruh Tae Wa untuk mengangkat koper Jung Soo jug aEun Kyo.

“Kalian pasti lelah, istirahat saja. Nyonya besar sudah menyiapkan kamar untuk kalian. Aigoo.. sangat lega melihat kalian lagi.” Ujar Han Ahjussi tak bisa menghentikan ocehannya saking senangnya.

“Ahjussi, Halmeoni mana? Aku belum menyapanya.” Ujar Jung Soo, setelah mereka diantar Han Ahjussi ke dalam kamar mereka.

“Beliau lagi ada di pantai mengawasi beberapa pekerja pabrik garam dan juga ikan.” Jawab Han Ahjussi. “Kalian istirahat saja, nanti saat mereka datang, aku akan memanggil kalian.” Dia menutup pintu kamar kayu itu. Lalu pergi meninggalak Jung Soo dan Eun Kyo.

Eun Kyo duduk di lantai kayu yang terlihat sangat bersih, memandangi ruangan yang tidak terlalu besar tapi terlihat sangat klasik baginya. Semua terbuat dari kayu, bahkan perabotannya pun di dominasi dengan kayu. Meja dan beberapa hiasan dinding. Pintunya juga, pintu geser. Eun Kyo mencari-cari sesuatu yang sejak tadi tak di temukannya. Tempat tidur.

“Jung Soo~ssi,  apa tempat tidurnya…” Eun Kyo bergeser menuju lemari kayu dan membukanya. Dia mendapatkan benda yang diinginkannya. Sebuah kasur. Eun Kyo menariknya dan lalu menggelarnya.

“Ini, ini kenapa hanya satu?” tany Eun Kyo menengadah menatap Jung Soo.

“Bukannya setiap malam kita juga tidur satu kasur?” tanya Jung Soo balik sambil membuka jendela. Menghirup udara yang segar masuk ke dalam paru-parunya.

“Disini juga?” tanya Eun Kyo lagi.

“Mau tidak mau. Bukankah kau yang menyetujui perjalanan ini? Tidakkah kau mengira ini adalah akal-akalan Eomma untuk membuat kit alebih dekat? Kau tau pasti kita tidak akan bisa menolak permintaan Halmeoni. Jika tiba-tiba dia meminta seorang bayi dari kita? Bagaimana?” Jung Soo berbicara panjang lebar, membuat Eun Kyo mengangguk mendengarnya lalu berubah pucat ketika pertanyaan Jung Soo terakhir tadi keluar. Dia sama sekali tidak berpikir sejauh itu.

“Aku kira kau punya rencana untuk menghadapi itu.”

“A, ani. Aku sama sekali tidak menduganya. Dan tidak memikirkan hal itu, yang ada di otakku hanya bagaimana caranya menjelaskan pada Eomoni tentang perpisahan kita. Menginap disini setidaknya bisa menenagkanku dari hal itu.” Jawab Eun Kyo.

Eun Kyo terdiam, kaku duduk di depan kasur yang tadi di gelarnya. Jung Soo jug atidak beranjak dari jendela memandangi hamparan rumput serta beberapa pohon dan kolam diluar jarak pandangnya.

“Jung Soo~ssi. Apa yang harus kit alakukan?” tanya Eun Kyo bingung.

Jung Soo menoleh dan menatap Eun Kyo. melihat Eun Kyo yang terlihat ling lung dia merasa bersalah telah membuat wanita yang duduk di hadapannya ini takut.

“Itu hanya kemungkinan buruk, berdo’a saja mereka tidak memikirkan hal itu.” Ujar Jung Soo mendekati Eun Kyo. “Mau menemaniku keluar? Berjalan ke pantai mencari Halmeoni?” Jung Soo mengulurkan tangannya pada Eun Kyo. menunggu Eun Kyo menyambutnya. Awalnya Eun Kyo terlihat ragu, namun akhirnya dia balas mengulurkan tangannya dan berdiri, lalu keluar kamar bersama Jung Soo.

“Bisa kau memanggilku Oppa di hadapan Halmeoni seperti dulu?” pinta Jung Soo.

“Ne.” Jawab Eun Kyo sambil mengangguk.

***

Mereka berjalan berdampingan menuju pantai bersama. Menyusuri jalanan sepi berdua. Tak banyak yang berlalu lalang, hanya ada beberapa saja yang menyapa mereka dengan ramah. Sore semakin larut, matahari semakin rendah. Senja menjelang, dan orang-orangpun mulai pulang dari pekerjaannya, di pantai.

“Halmeoni!” teriak Jung Soo.

Dia melambaikan tangan kearah sepasang wanit adan lelaki tua yang terlihat renta namun masih terlihat kuat itu. Eun Kyo terus berjalan cepat menghampiri mereka hingga sampai berhadapan. Jung Soo mengikutinya dengan langkah lebih lebar. Saat sampai dihadapan kedua orang tua itu Eun Kyo dan Jung Soo memeluk mereka bergantian.

“Aiy.. sudah lama sekali kau tidak kesini Jung Soo~ya, apa rumahku terlalu jelek untukmu? Eoh?” Halmeoni menepuk lengan Jung Soo. Jung Soo hanya tersenyum. Sebenranya bukan karena rumah jelek itu, tapi dia hanya tidak punya waktu untuk berkunjung.

“Eun Kyo~ya, aigoo, aigoo… aku sangat merindukanmu? Kau masih ingat, aku sering membawamu ke pantai ini. Dan kau sangat senang?”

Eun Kyo mengangguk tegas menjawab pertanyaan Halmeoni. Dia masih ingat, bagaimana mungkin dia melupakannya? Bahkan foto-foto masa kecilnya pun masih dia simpan dalam satu album, meski sekarang sudah usang. Eommanya yang senang mengumpulkan foto-foto pertumbuhan Eun Kyo sejak kecil.

“Eum, kau masih ingat Halmeoni.”

Eun Kyo berjalan menggandeng Halmeoni menuju tempat pulang. Hari memang sudah senja dan memang sepertinya mereka harus pulang. Jung Soo berjalan menjajari Harabeoji. Lelaki tua itu memang selalu tak banyak bicara, namun jika bersama orang yang dicintainya dan selalu menemaninya, dia terlihat sangat hangat.

“Kapan kalian tiba?”

Harabeoji menanyakan itu sambil mengangkat tas yang berisi rantang makanan ke punggungnya. Jung Soo segera mengambinya dan membawakannya.

“Baru saja. Dan setelah meletakkan koper ke dalam kamar. Kami pergi kesini.” Jawab Jung Soo. Mereka berjalan berempat dengan hati gembira. Kerinduan dua orang tua itu seolah terobati.

“Eun Kyo~ya. Kau seminggu menginap disini kan? Eoh? Aku sudah menyipakan baju untukmu.” Ujar Halmeoni menyentuh tangan Eun Kyo

Setelah lama berjalan dengan berbagai macam obrolan hangat layaknya orang yang sudah lama tidak berjumpa. Tentang sekolah, kehidupan serta mengenang kejadian di masa lampau keluar dengan lancar di keempat mulut yang berjalan santai itu. Mereka begitu menikmati pertemuan ini lagi, meski sebelumnya pernah bertemu. Tapi waktu itu bukan waktu mereka, inilah waktu mereka melepas rindu.

Orang tua terkadang lebih mudah tersentuh dengan hal-hal yang berbau kenangan. Bagi mereka waktu sekejap mata berlalu, tanpa menyadari sudah banyak ynag mereka lalui. Dan baru menyadari bahwa mereka sudah berumur ketika anak-anak kecil yang mereka timang dulunya kini sudah beranjak dewasa. Bahkan sudah menikah.

“Sebaiknya kalian istirahat saja, mandi dan setelah itu kita makan malam.”

Setibanya dirumah Eun Kyo mengambil kamar mandi terlebih dahulu untuk dia datangi. Tidak seperti dirumah mereka yang satu kamar mempunyai kamar mandi, disini jika mereka ingin mandi, mereka harus berjalan ke belakang dahulu. Eun Kyo sangat ingat itu, oleh karena itu dia sangat menghindari mandi saat hampir malam, karena dia seorang gadis yang penakut.

“Masih takut seperti dulu?”

Jung Soo sempat-sempatnya meledek saat Eun Kyo mengambil handuk dan peralatan mandinya di dalam kamar. Eun Kyo tidak menjawab, dia hanya mendesis pelan. Diambilnya sepotong handuk dan selembar piyama dalam kopernya lengkap underwaer yang akan dia pakai nantinya. Jung Soo mendekatinya dan mengambil koper kepunyaan Eun Kyo.

“Kau mau apa?” tanya Eun Kyo menjauhkan kopernya.

“Selagi kau mandi, aku akan menaruh semua perlengkapan kita di lemari.” Jawab Jung Soo.

“Ani, kau masukkan saja punyamu. Punyaku biar aku masukkan sendiri.” Eun Kyo menolak. Dia menarik kemabil kopernya yang semapt diambil oleh Jung Soo.

“Kau jangan macam-macam saat aku mandi, ara?”

Eun Kyo memperingatkan Jung Soo karena akhir-akhir ini Jung Soo mulai mengusik masalah pribadinya. Mulai dari melakukan skinship saat tidur, yang tiba-tiba saja dia terbangun dalam pelukan Jung Soo, hingga mengatur letak pakaian Eun Kyo.

Eun Kyo telah selesai mandi dan mencium harum masakan dari sebuah ruangan. Dia masuk kedalam ruangan itu dan menilik apa yang sedang dimasak Jang Ahjumma, kepala memasak di rumah ini. Makanan yang dihasilkan tangannya selalu lexat dan tidak pernah mengecewakan.

“Eum… lezat sekali.” Ujar Eun Kyo sambil menghirup aromanya.

“Agasshi, kau sudah lapar?” tanyanya.

“Nde, sangat lapar.” Jawab Eun Kyo yang masih tidak bisa menghentikan hidungnya untuk tidak terus menghirup aroma lezat itu.

“Sebentar lagi masak. Kau tunggu saja.” Jang Ahjumma mendorong Eun Kyo keluar dan akhirnya Eun Kyo kembali ke kamarnya.

“Ige mwoya?”pekikan Eun Kyo terdengar begitu nyaring di telinga Jung Soo yang sedang menaruh semua barang dalam koper mereka ke dalam lemari. Eun Kyo segera mendatangi Jung Soo dan mengambil alih yang dilakukan Eun Kyo.

“Aku sudah bilang aku bisa meletakkannya sendiri!” Eun Kyo memasukkan pakaiannya dengan cepat ke dalam lemari.

“Tapi kau terlalu lama mandi, aku bosan.”

“Tapi kenapa kau tidak keluar? Eoh? Kau ini kurang kerjaan!” omel Eun Kyo. jung Soo hanya tertawa. Dia benar-benar bosan tinggal disini. Sepi dan hanya ada peraturan yang meskipun tak sekaku dlu, tapi tetap saja dia merasa aneh disini.

“Aku mandi saja kalau begitu!” Jung Soo bangkit dan mengambil peralatan mandinya. “Ah, iya. Kau harus pakai hanbok itu saat makan malam.” Ujar Jung Soo menunjuk pakaian yang ada di atas meja. Eun Kyo menoleh mengarahkan matanya ke meja.

“Eum.” Jawab Eun Kyo tidak peduli.

***

Jung Soo dan Eun Kyo melalui malam pertama mereka di tempat ynag benar-benar baru. Suasana beda benar-benar terasa kental, tak ada AC yang menyala, ataupun lampu yang terang benderang seperti yang ada dirumah mereka. Eun Kyo berbaring diatas kasur yang di gelas diatas lantai, dia tak bisa tidur.

“Kau sudah tidur?” tanya Eun Kyo melirik Jung Soo.

“Wae?”

“Ani, terlalu sepi.” Jawab Eun Kyo.

“Seperti ini lah di desa.” Jawab Jung Soo. “Kau yang menginginkannya.” lanjutnya lagi.

“Eum.”

Eun Kyo, meskipun dia senang dengan suasana tenang seperti ini, tapi jug amembuatnya merasa sangat asing. Beberapa kali dia merubah posisi dan memandangi semua perabotan yang ada di dalam kamar itu.

“Jung Soo~ssi.”

“Eum.”

“Bisa temani aku?”

Jung Soo terdiam. Mulutnya terlalu kaku untuk menjawab. Tubuhnya sudah terlalu lelah karena perjalanan 5 jam menyetir bukan hal mudah baginya. Tanpa bisa memikirkan hal berbeda dari biasanya, dia secara tidak sadar sudah mulai memejamkan mata.

“Jung Soo~ssi?” panggil Eun Kyo.

Gadis itu tidak bisa tidur. Terang saja, tadi siang dia sudah seharian terlelap selagi Jung Soo menyetir. Tertidur dengan lelap hingga malam ini menyebabkan matanya tak mengantuk sama sekali.

“Eum?” Jung Soo bergumam lagi.

Eun Kyo duduk sambil memeluk kedua lututnya. Menggigit-gigit bajunya untukmengusir semua rasa asing yang tiba-tiba menyerangnya. Sebenarnya bukan merasa asing, dia hanya tak bisa tidur lantaran sudah tidur siang.

Jung Soo bisa melihat siluet bayangan meskipun matanya terpejam. Dia tau Eun Kyo sekarang tak lagi berbaring. Diputarnya tubuhnya berbaring menghadap Eun Kyo. dia membuka metanya perlahan dan melihat Eun Kyo sedang duduk sambil menggigit lututnya dan tangannya memelintir ujung selimut. Baru dia sdar penuh jika Eun Kyo tidak main-main dengan perkataannya. Menyadari Eun Kyo memang tidak bisa tidur. Jung Soo bangkit dan duduk di hadapan Eun Kyo.

“Kenapa baleum tidur? Ini sudah…” Dia mengambil jam tangan yang diletakkan diatas meja tak jauh dari mereka berbaring. “Jam 12, Yeobo.” Ujar Jung Soo dengan suara yang benar-benar mengantuk.

“Tapi aku…”

“Kau sudah tidur siang, makanya tidak mengantuk. Tidak ada aktifitas lain setelah itu selain makan siang dan bermalas-malasan setelahnya.” Jung Soo kembai berbaring.

Eun Kyo memandangi Jung Soo yang mudah sekali terlelap. dia menghela nafas. Lalu berbaring disamping Jung Soo.

“Sini aku buat terlelap. besok kau harus menemani Halmeoni untuk mengolah kimchi kan? Harus persiap tenagamu untuk itu.”

Tiba-tiba Jung Soo membalik tubuh Eun Kyo yang tadinya memunggunginya dan memeunya. Diletakkannya wajah Eun Kyo di dadanya hingga dia bisa merasa hembusan nafas gadis itu. Menepuk punggungnya dan mengecup dahinya, beberapa kali. Dia terdiam.

“Tapi tunggu!”Eun Kyo mantap wajah Jung Soo yang dibalas Jung Soo dengan acuh, tangannya masih menepuk punggung gadis itu. “Apa maksudmu seperti inilah desa? Dan aku yang menginginkannya? jadi semua ini salahku? Kita terdampar disini salahku?!” tanya Eun Kyo bernada sengit. Jung Soo masih sama, tenang dan tidak perduli, meneruskan tepukannya di punggung berirama seolah menyanyikan nina bobo di dalam hati.

“Aku tidak menyalahkanmu.” Jawab Jung Soo.

“Tapi tadi kau bilang?” protes Eun Kyo.

“Tapi memang seperti inilah di desa Nyonya park ynag berbakat.” Jawab Jung Soo lagi.

“Apa maksudmu berkata seperti itu?”

“Eum? Apa lagi? Desa? Yang memang seperti ini desa.” Jung Soo membuka matanya dan menatap Eun Kyo yang terlihat kesal.

“Bukan yang itu!” rajuk Eun Kyo sambil cemberut.

“Lalu apa lagi yang kau permasalahkan? Kita berdebat seperti ini terdengar sampai keluar.”

“Tentang… Nyonya Park yang berbakat.” Jawab Eun Kyo pelan, sangat pelan. Dia merasa tersinggung dengan ucapan Jung Soo barusan. Seolah menyentil pekerjaannya dan bagian kecil hatinya.

“Aku berkata jujur. Kau memang berbakat.”

“Kau kesal padaku karena tadi aku mengacuhkanmu di tempat latihan?” tanya Eun Kyo. jung Soo ingin mengelak tapi sayangnya apa yang dikatakan Eun Kyo itu benar. Dia merasa mulai terusik posisinya saat Eun Kyo berhadapan dengan kelima temannya itu. Seolah dunia tak ada yang lain, hanya mereka.

“Ani, aku lelah Yeobo.” Jawab Jung Soo.

“Aku bukan Yeon Su, jadi jangan memanggilku Yeobo.”

“Aku tidak pernah memanggil Yeobo pada Yoen Su.”

Perkataan Jung Soo membuat Eun Kyo terdiam. Dia merasa mulai bangga dengan sebutan Yeobo yang keluar dari mulut Jung Soo. Merasa itu benar-benar dari hati, namun dia tepis karena meskipun itu semua dari hati, tetap tak ada gunanya karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengembalikan Jung Soo pada Yeon Su. Untuk membuat hidupnya tenang.

“Sekarang tidur.”

Eun Kyo yang terkejut dengan perlakuan Jung Soo yang tiba-tiba tak mampu lagi mengelak. Hanboknya yang berlapis membuat ruang geraknya menjadi lebih sulit.

“Atau kau mau bercinta dulu sebelum kita tidur? Aku siap.” Ujar Jung Soo menggoda Eun Kyo.

“Yak!” teriak Eun Kyo. jung Soo segera menutup mulut Eun Kyo dengantangannya hingga omelan Eun Kyo teredam.

“Ya sudah kalau begitu tenang, jka tidak ingin bercinta, kita tidur saja. Dan siapkan dirimu untukmelayaniku nantinya, istriku yang baik.”

Eun Kyo ingin sekali lepas dari pelukan itu, namun saat Jung Soo menepuk pelan punggungnya, entah kenapa dia mulai merasa tenang. Mulai merasa ada yang menemaninya meski tak bicara sedikitpun.

Eun Kyo bahkan kini merasa candaan Jung Soo mulai dianggapnya serius meski lelaki itu mengatakannya dengantersenyum jahil. Ada bagian hatinya yang mengatakan bahwa Jung Soo tak sepenuhnya bercanda. Dan Eun Kyo tak tau harus bagaimana menyikapi candaan yang menjurus seperti itu dari suaminya. Di satu sisi dia tidak ingin itu terjadi, tapi sis yang lain, seolah menantikan itu dan menginginkannya. eun Kyo menggelengkan kepalanya lalu memejamkan matanya. Mencoba meresapi tepukan tangan Jung Soo di punggungnya sebagai ganti lagu selamat tidur.

Beberapa menit berlalu. Kini bergantian. Jung Soo yang tidak bisa tidur. Sejak dia memeluk Eun Kyo sebelum gadis itu terlelap, dia berusaha untuk tidur, memejamkan matanya tapi rasa kantuknya telah lenyap. Memeluk Eun Kyo benar-benar telah menghilangkan rasa kantuknya, bergantik dengan perasaan aneh yang tiba-tiab saja dia rasakan.

Dia menjauhkan wajah Eun Kyo dari dadanya setelah memastikan Eun Kyo benar-benar terlelap. Perlahan dia mensejajarkan wajahnya dengan gadis itu dan memandanginya. Jung Soo mulai tidak bisa mengerti dengan perasaannya sendiri. Debaran yang tidak bisa di tolerir membuatnya terkadang kalang kabut sendiri mengaturnya. Belum lagi mulai merasa tersisih jika Eun Kyo sudah bersama teman-temannya. Padahal jika dipikir-pikir, tak ada hak Jung Soo mulai ingin membatasi pergaulan Eun Kyo.

Jung Soo tak pernah membatasi ruang gerak Yeon Su sekalipun mereka memiliki hubungan dan jalinan perasaan. Tapi bersama Eun Kyo, meski hubungan pernikahan itu terjalin diatas perjanjian tanpa hitam diatas putih yang tak bisa dipertanggungjawabkan, memabuatnya tidak bisa bertanggung jawab atas perasaannya ynag mulai terusik oleh rasa simpati.

Jung Soo menyusuri lekuk wajah Eun Kyo dengan jari kelingkingnya membuatnya sedikit menggeliat dan melenguh kecil. Jung Soo terkesiap, demi mendengar suara kecil itu saja sudah mampu mengubah ritme jantungnya. Dia mengerti yang dia rasakan sekarang bukan hanya sekedar simpati dan rasa kagum, tapi lebih kepada sebuah rasa yang harus dia hindari sebelum memutuskan untuk meninggalkan Yeon Su. Perlahan Jung Soo merapatkan tubuhnya dan kembali memeluk Eun Kyo, didekatkannya bibirnya menunju bibir Eun Kyo yang sejak tadi menggodanya. Dia mencium Eun Kyo dengan sebuah kecupan hangat beberapa detik.

“Aku benar-benar terjebak.” Ujar Jung Soo lalu mencoba memejamkan matanya. Dia mulai terlelap setelah mencium bibir Eun Kyo, dua kali.

***

Pagi mulai menyapa. Matahari jug asudah terjaga dan tersenyum lewat sinarnya yang hangat. Tapi sepasang suami istri yan menyangkal hubungan mereka masih terlelap. tak peduli dengan suara gaduh yang terdengar samar dari luar ynag memulai aktifitas pagi. Mereka masih nyaman dengan posis saling memeluk.

Orang-orang diluar sudah memulai pekerjaan sebelum matahari menjelang. Memasak, membersihkan halaman dan banyak lagi pekerjaan yang biasa rutin mereka lakukan. Halmeoni juga Harabeoji sudah memulai rutinitas pagi mereka dengan berjalan kaki mengelilingi desa selama beberapa menit dan sekarang sudah tiba kembali di rumah.

“Yeobo. Apa kita harus membangunkan mereka?” tanya lelaki tua yang sudah tak kelihatan lagi rambut hitamnya, berubah memutih.

“Ani, jangan. Mereka pasti sangat lelah.” Jawab istrinya sambil terkekeh. “Kita juga dulunya seperti itu, enggan untuk keluar kamar. Iya kan?” Park Halmeoni mencubit lengan suaminya.

Pasangan yang sudah lebih dari 40 tahun bersama itu masih terlihat mesra jika sedang bersama. Tak ada hari tanpa mereka lalui berdua. Bertengkar dan berdebat mewarnai hari mereka, tapi jika salah satunya tidak ada pasti merasa rindu.

“Selamat pagi, Halmeoni. Harabeoji.”

Eun Kyo keluar dari kamar masih dengan baju yang dia kenakan tadi malam, dengan wajah masih terlihat mengantuk karena tidur larut dan baju yang sudah tidak rapi karena dibawa tidur.

“Kau pasti tidak terbiasa dengan pakaian seperti itu.”

Halmeoni memandangi Eun Kyo dari atas hingga bawah. Tersenyum melihat cucu menantunya sedikit kikuk dengan baju yang dia berikan.

“Kau bisa memakai bajumu sendiri.” Ujarnya lagi.

“A, ani. Halmeoni, beberapa hari jug ananti terbiasa.” Jawab Eun Kyo terbata.

Dia memang kesulitan dengan baju tradisional ynag dia kenakan. Tapi di sisi lain, dia juga merasa unki. Merasa berbeda dan lebih menarik menggunakan baju itu.

“Kalau begitu ayo mandi. Mana Jung Soo?” tanya Halmeoni.

“Tukang tidur itu, tak ada sejarah dia tidur sebentar.” Jawab Harabeoji sambil masuk ke dalam.

“Bangunkan dia dulu, lalu kau mandi. Semuanya lagi mempersiapkan sayuran di dapur, stelah itu temani aku membuat kimchi. Ne?” ujar Halmeoni mendorong Eun Kyo kembali ke kamarnya.

Eun Kyo berjalan mendekati Jung Soo yang benar masih terlelap. Tanpa Eun Kyo ketahui, baru 2 jam yang lalu dia terlelap. eun Kyo menarik selimut yang menutupi tubuh Jung Soo. Entah kenapa, meski disini tak menggunakan AC, tapi bagi Jung Soo dan Eun Kyo lebih dingin dari ruangan ber-AC.

“Jung Soo~ssi. Ireona, Halmeoni menyuruhku membangunkanmu. Mereka bahkan sudah bangun sejak tadi.” Jung Soo menahan selimut yang tadi ditarik Eun Kyo.

“Oppa.” Jawab Jung Soo.

“Tidak ada waktu. Semuanya sudah memulai aktifitas, ayo kau bangun!” Eun Kyo memukul pelan lengan Jung Soo, menyuruhnya untuk bangun segera.

Jung Soo masih tidak beranjak sedikitpun. Dia malah menahan Eun Kyo untuk tetap duduk dengan meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya.

“Kau boleh bangun sesukamu saat dirumah, tapi aku mohon tidak disini. Hanya seminggu, arasseo?” ujar Eun Kyo geram.

“Kau boleh memanggilku Jung Soo~ssi saat dirumah, tapi tidak disini, panggil aku Oppa, hanya seminggu, arasseo?” Jung Soo melingkarkan tangannya di pinggang Eun Kyo.

“Lepaskan aku! Aku bukan Yeon Su yang harus memanggilmu Oppa dengan manja.” Tolak Eun Kyo sambil mencoba melepaskan pelukan Eun Kyo yang semkin dia coba lepaskan, semakin erat pelukan itu.

“Jadi kau cemburu pada Yeon Su?” tanya Jung Soo.

Sejak kemarin dia merasa tenang tanpa gangguan gadis itu. Tapi pagi ini Eun Kyo mengungkitnya kembali. Dia merasa terusik, dan sampai detik ini Jung Soo belum menghubungi Yeon Su. Tak ada penjelasan tentang menghilangnya dia selama seminggu. Di kantorpun dia bilang hanya akan pergi selama seminggu tanpa memberitahukan tempat tujuan. Dia pikir, dengan memberitahukan semua perjalanannay hanya akan membuat suasana tidak nyaman.

“Untuk apa aku cemburu? Sudahla. Kalau kau tidak mau bangun. Aku mau mandi, dan kau ilakan tidur kembali sesukamu.” Eun Kyo mengalihkan kepala Jung Soo ke bantal, lalu mencoba berdiri.

“Tunggu.” Jung Soo menarik lengan Eun Kyo, membuatnya tak jadi berdiri. “Tidak bisakah kau memanggilku, Oppa, seperti dulu, Eun Kyo~ya?” tatapan Eun Kyo pada Jung Soo terlihat heran. Dahinya berkerut dan Eun Kyo benar-benar bingung.

“Kau kenapa? Sedang sakit?” dia menyentuh dahi Jung Soo. “Apa disini benar-benar ada hantunya? Kau, kau kerasukan?” Eun Kyo menggeser duduknya sedikit demi sedikit.

Melihat Eun Kyo ynag memasang sikap siaga padanya, menggelitik keinginannya untukmenggoda gadis itu. Seperti dulu dia menakuti Eun Kyo, si gadis kecil, dengan serangga ataupun ulat. Jung Soo mendekatinya.

“Kalau aku kerasukan. Aku bersedia kerasukan selamanya.” Saat Eun Kyo terdesak di depan lemari dan tak bisa menghindar. Jung Soo mencuri ciuman ketiga Eun Kyo dengan cepat.

“Yak!” teriak Eun Kyo. Dia memegangi mulutnya sementar Jung Soo sudah bangkit dan keluar dari kamar, menuju kamar mandi. Eun Kyo sempat terdiam beberapa saat setelah itu dia bangkit dan keluar dari kamar.

Saat berjalan menuju kamar mandi, Eun Kyo berpapasan dengan seorang anak kecil yang mungil jug acatik. Dengan rambut di kepang dan menggunakan baju yang yang dikenakannya kini. Eun Kyo menghentikan langkahnya saat gadis kecil itu berlalu dari hadapannya. Dia berbalik memperhatikan langkah kecil nan riang gadis itu.

“Chogiyo..” panggil Eun Kyo.

Gadis kecil itu berhenti, dia berbalik dan menatap Eun Kyo polos. Mengerjapkan matanya, seolah bertanya apakah orang yang dimaksud Eun Kyo adalah dirinya? Dia melebarkan mulutnya membentuk sebuah senyuman. Senyuman manis yang membuat Eun Kyo tertarik.

Mata anak itu besar, dengan pipi tembem khas anak-anak yang menggemaskan, susunan gigi susu yang rapi dan terlihat sangat bersih. Kuku-kuku yang mungil serta pakaian yang serba mini dari atas hingga bawah. Eun Kyo benar-benar tertarik dengan melihat anak itu, meski hanya sekali.

“Siapa namamu?” tanya Eun Kyo sambil mendekat. Dia berjongkok di hadapan anak itu, menatapnya tanpa berkedip, kagum.

“Eoh? Naneun.. Dayaong Imnida.. Yoona Dayoung, Ahjumma.” Jawabnya  pelan. Ragu untuk memanggil Eun Kyo dengan sebutan Ahjumma.

“Eum, yeoppuda…” Eun Kyo menyentuh pipi anak itu dan masih dengan tatapan kagumnya. Dayoung tersipu malu dan menunduk, tak seriang tadi.

“Aku, aku, Eun Kyo. paggil aku Eun Kyo ahjumma, ne?” tanya Eun Kyo. Dia seolah terbius oleh kecantikan anak kecil yang ada dihadapannya itu.

“Aku sudah selesai mandi.”

Jung Soo tiba-tiba melintas di depan mereka. Dia berjalan menuju kamar dan merasa bingung Eun Kyo masih betah berjongkok memandangi anak itu.

“Kau tidak mandi?” tany Jung Soolagi.

Eun Kyo baru tersadar. Dia berdiri dan pamit pada anak itu ke kamar mandi. Meski terasa enggan tapi pekerjaan barunya membantu Halmeoni sudah menunggunya.

Eun Kyo berlari kecil ke kamar setelah selesai mandi. Dia mandi dengan cepat, tidak seperti biasanya bisa menghabis waktu paling cepat 30 menit di kamar mandi. Kali ini dia hanya memakai waktu 15 menit untuk membersihkan dirinya dari rasa kantuk dan bau malam yang masih tersisa.

“Jung Soo~ssi, mana gadis kecil itu?” tanya Eun kyo begitu membuka pintu kamarnya. Dia bergegas mengganti pakaiannya di hadapan Jung Soo, tak lagi menyadari lelaki itu memandangin ya dengan intens saat dia menanggalkan bajunya dan menggantinya dengan hanbok baru. Rasa penasaran terhadap gadis kecil itu sangat mengusiknya hingga mengesampingkan rasa malunya. Saat dia berbalik baru dia sadar lelaki yang kini berstatus suaminya itu memandanginya tanpa berkedip. Mungkin lebihnya tepatnya dikatakan terpesona. Eun Kyo cepat-cepat menyimpul tali hanboknya.

“Anak itu, dimana?” tanya Eun Kyo lagi, membuat Jung Soo sedikit tersentak, bangun dari keterpanaannya. Sering kali Jung Soo dibuat terkejut dengan hanya melihat beberapa detik saja sisi lain Eun Kyo, dan itu membuatnya terkadang tak mampu berbicara.

“Eum? Nde? Anak itu? Anak yang mana? Yang tadi bicara denganmu?” tanya Jung Soo gugup, terbata.

“Eum. Dia sangat lucu, aku mnenyukainya.” Eun Kyo membuka pintu dan meninggalkan Jung Soo yang terdiam di dalam kamar.

Eun Kyo mencari Dayoung di segala penjuru ruangan tapi tak menemukannya. Hanya satu ruangan yang belum dia masuki, ruang membuat Kimchi yang memang mempunyai ruang khusus. Terdengar suara ibu-ibu yang gaduh dari ruangan itu, Eun Kyo perlahan mendekatinya dan masuk dengan pelan.

“Annyeong haseyo..” sapa Eun Kyo.

Semua mata yang yang ada disana tertuju padanya. Membuat Eun Kyo sidikit kikuk dan mengangguk kaku. Dia berjalan menuju Halmeoni, tapi matanya tertuju pada seorang gadis kecil yang duduk disamping orang tua itu sedang menyobek daun sawi putih dengan tangan kecilnya.

“Annyeong.” Sapa para ibu-ibu itu. Mereka saling berbisik membicarakan Eun Kyo dan Eun Kyo hanya bisa tersenyum saat banyak menanyakan siapa dirinya sambil berbisik.

“Perkenalkan, ini cucu menantuku. Dia mengunjungiku selama seminggu disini.” Halmeoni memperkenalkan Eun Kyo.

“Ne, annyeong haseyo.” Sapa Eun Kyo lagi. Semua tersenyum padanya. Dia membalasnya.

Eun Kyo duduk disamping Dayoung yang asik dengan pekerjaannya. Eun Kyo terlihat bingung. Dia tidak tau apa yang harus di lakukannya. Duduk dengan mengangkat kesuda lututnya.

“Kau dan Dayoung tolong siapkan sayurannya saja.” Ujar Halmeoni memberikan instruksi apa yang harus Eun Kyo lakukan. Eun Kyo mulai mengambil beberapa sayuran dan meletakkan di sebuah baskom.

“Annyeong, Dayoungie. Kita bertemu lagi.” Sapa Eun Kyo pada Dayoung. Gadis kecil itu hanya tersenyum.

“Ne, Ahjumma.” Sahutnya.

Setelah itu hening. Mereka serius dengan pekerjaan masing-masing, meski mulut mereka tak pernah diam. Candaan bahkan ledekan keluar dari mulut mereka, khas ibu-bu saat berkumpul.

“Dayoungie~ya. Kau tinggal dimana?” tanya Eun Kyo setengah berbisik pada Dayoung.

“Eum? Aku tinggal di dekat sini.” Sahut Dayoung pelan. Dia tersenyum. Senyum yang mampu membuat Eun Kyo tak bisa bergerak. Ingin sekali dia memeluk anak itu, entah kenapa. Merasa sangat menyukai itu, lebih tepatnya jatuh cinta.

“Eo, Jung Soo~ya. Bisa kau ambil kan kayu bakar? Di dekat sini. Temani Dong Guk mengangkutnya.” Ujar Halmeoni nyaring saat Jung Soo baru saja ingin memasuki ruangan itu, membantu mereka. Jung Soo menatap Eun Kyo terlebih dahulu yang terlihat cuek sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.

***

Suasana sunyi terjadi di sebuah tempat latihan yang biasanya terlihat padat dengan jadwal latihan dan berbagai aktifitas lain. Donghae meliburkan mereka satu hari untuk bernafas. Mereka membuar rencana masing-masing. Ryeowook yang terlihat asik dengan kekasihnya menangani rumah makannya selama seharian penuh. Sungmin bersantau di tempat saunannya. Dan Kyuhyun hanya bermain game di rmahnya tanpa beranjak. Mereka memiliki jadwal masing-masing di hari liburnya.

Ae Rin mendatangi taman bacaannya di dekat taman. Dia terlihat asik memandangi anak-anak yang mampir ke tempatnya untuk membaca. Ae rin senang mengoleksi buku dan setelah koleksinya cukup lengkap, dia membuat tempat baca gratis ini bagi anak-anak yang senang membaca. Saat Ae Rin merapikan buku-buku yang ada di raknya, menyusun buku itu menurut abjad karena ada yang meletakkannya bukan pada tempatnya, seseorang masuk dan melihat-lihat buku koleksinya. Ae Rin menoleh pada orang itu. Mata mereka saling beradu saat sama-sama menoleh.

“Oppa…” sapa Ae Rin.

Kim Kibum.

Lelaki itu tertarik saat melihat tanda ‘gratis’ tergantung di pintu masuk. Kibum menilai sebuah taman bacaan itu menarik, dengan banyak rak yang tersedia, dipenuhi denganjejeran buku.

“Koleksimu sepertinya lengkap.” Ujar Kibum. Mearuh tangannya di sakunya dan berjalan mengelilingi ruangan. “Kau senang mengoleksi buku?” tanya Kibum.

“Ne.” Jawab Ae Rin sambil berjalan di belakang Kibum, mengikutinya. Kibum mengambil sebuah buku tebal dan membukanya. Tersenyum lagi membaca buku yang baru saja di ambilnya.

“Suka membaca juga?” tanya Kibum.

“Ne.” Jawab Ae Rin.

Kibum berbalik dan menatap Ae Rin, membuat Ae Rin membuang pandangannya dari punggung Kibum. Mereka hanya saling diam, terpaku.

“Kalian tidak latihan?” tanya Kibum lagi.

“Eum, Donghae Oppa meliburkan kami sehari.” Jawab Ae Rin.

“Dimana aku bisa mendapatkan tiket kalian?” tany Kibum lagi.

“Nde?” tanya Ae Rin terkejut. “Nde, ah, eum, kalau itu kau minta saja pada Donghae Oppa.” Jawab Ae Rin. “Jika ingin menonton.” Lanjutnya pelan.

“Sepertinya menarik. Aku akan menonton kalian Sabtu malam.” Kibum menutup bukunya dengan sikit keras hingga memuat bunyi ‘buk’ yang nyaring.

“Boleh aku bawa pulang ini?” tanya Kibum.

“Nde?” tanya Ae Rin ling lung. Menghadapi lelaki seperti Kibum membuatnya mati kutu. Pesona orang itu telah membuatnya tak mampu berkata, seperti orang bisu yang bodoh. “Eum, itu. Karena kau adik Eun Kyo Onnie. Maka aku membolehkannya. Jika tidak dikembalikan akan aku adukan pada Onnie.” Ancamnya. Kibum tersenyum, Ae rin membalasnya. Tapi setelah lelaki itu berlalu dari hadapannya dan menghilang, Ae Rin tak juga beranjak dari tempatnya masih dengan senyumannya.

“Apa kau sudah gila?”

Sebuah suara mengejutkannya. Ae rin menoleh pada orang itu dan segera mendesis. Musuh bebuyutannya telah berdiri di hadapannya dengan memeganga sebuah tablet di tangannya. Lelaki itu memandang kearah jalanan tujuan Ae Rin melayangkan senyumannya. Ae Rin masuk ke dalam tanpa mepersilakan Kyuhyun masuk, yanng masih kebingungan apa yang membuat Ae Rin tersenyum, hingga dia tidak menyadari Ae Rin menutup pintunya.

“Yak! Aku belum masuk kenapa pinttunya sudah ditutup?!” teriak Kyuhyun dari luar. Ae Rin hanya menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun masuk ke dalam dan duduk di kursi sambil memainkan jarinya di layar sentuh.

“Ambilkan aku minum.” Ujarnya mengangkat kakinya keatas meja. Dia menoleh pada Ae Rin. “Ya, aku haus, ambilkan aku minum.” Pintanya lagi.

“Aku bukan pembantumu!” Ae Rin memukulkan handuk kecil  yang bisa digunakannya untuk melap meja ke kepala Kyuhyun.

“Yak, kau mengambilkan minuman pada mereka, dan membaginya satu persatu kenapa padaku tidak?” prote sKyuhyun.

“Karena kau sudah besar!” pukul Ae Rin lagi. Meski dia kesal, tapi gadis itu tetap berjalan ke lemari pendingin dan mengambilkan sebotol susu lalu menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Turunkan kakimu! Disini banyak anak kecil, itu tidak sopan.” Ae Rin menendang kaki Kyuhyun yang ada diatas meja dengan kakinya.

“Yak! Ini masih sakit! Seenaknya saja kau menendang!” teriak Kyuhyun. Semua anak yang ada disana memandang kearah Kyuhyun, sementara Ae Rin menampakkan wajah tidak pedulinya seperti biasa.

“Siapa lelaki tadi?” tany Kyuhyun tiba-tiba, tanpa menoleh pada Ae Rin. Ae Rin tidak menjawab, dia mengacuhkan Kyuhyun.

“Yak! Apa kau tuli?”

“Kibum Oppa.” Jawab Ae Rin ketus.

“Kibum? Adik Eun Kyo Noona?” tanya Kyuhyun.

“Ne.” Jawab Ae Rin masih dengan ketus.

“Untuk apa dia kemari? Buang-buang waktu saja.” Gumam Kyuhyun sambil menyeruput susunya degan sedotan.

“Lalu untuk apa kau kemari?! Buang-buang waktu saja!” balas Ae Rin. Kyuhyun ingin membalas namun dia kehabisan kata-kata. Senjata makan tuan.

“Kira-kira kapan Noona kembali?” dia kembali berkata setelah beberapa menit terdiam.

“Onnie? Dua hari lagi.” Jawab Ae Rin.

“Aish! Lama sekali.” Desis Kyuhyun.

“Mereka kan bulan madu, kenapa kau yang pusing?!” balas Ae Rin. Kyuhyun menatap tajam pada Ae Rin. Ae Rin menjulurkan lidahnya. Begitulah kehangatan mereka kembali tercipta. Bekuan es itu mulai mencair, dan Kyuhyun mulai bisa berinteraksi lagi setelah insiden beberapa waktu lalu.

***

Sungmin terlihat menikmati ramyeon yang ada dihadapannya bersama seorang gadis duduk disampingnya. Menggunakan seragam sauna tapi bertukar warna. Itulah yang mereka lakukan setiap waktu luang, Sungmin dan Min Yeon. Sungmin memakai baju pink kebanggaannya sedangkan Min Yoen lebih memilih mengenakan baju berwarna biru.

“Bagaimana teatermu?” tanya Min Yeon. Gadis yang berprofesi sebagi perawat di sebuah Rumah Sakit swasta di Seoul itu memang jarang menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Mereka terlihat sibuk masing-masing. Sungmin bahkan terlihat seperti seorang bujangan tanpa kekasih saking jarangnya mereka bertemu. Tapi mereka selalu menjaga komunikasi.

“Lumayan. Sekarang Donghae jug asedang negosiasi dengan pihak Korean Musical Broadway tentang kontrak kami yang baru.” Jawab Sungmin melirik Min Yeon sambil tersenyumbangga. Senyuman manis khas Sungmin.

“Jinjja? Whoah! Kau belum menceritakanya padaku?!” protes Min Yeon.

“Kau terlalu sibuk dengan pasienmu. Aku sempat mengirimimu pesan, tapi tidak dibalas. Yah… mungkin kau sedang sibuk.” Jawab Sungmin bernada mengerti dengan keadaan Min Yeon.

“Jinjja? Kapan?” tanya Min Yeon.

“Tiga hari yang lalu.” Jawab Sungmin sambil menyuap mie nya.

“Mwo? Tiga hari yang lalu? Tiga hari yang lalu…” Min Yeon terlihat berpikir, mengi-ingat sedang apa dia tiga hari yang lalu. “Eom, tiga hari yang lalu ada kecelakaan. Mungkin kau mengirimiku saat itu.” Jawab Min Yeon.

“Mungkin saja.” Jawab Sungmin santai.

Saat mereka sedang asik memakan makanan mereka, terlihat dua orang gadis remaja melihat kearah mereka, berbisik-bisik sambil melihat kearah Sungmin. Kedua gadis itu memastikan apakah yang dilihatnya benar-benar Sungmin, atau bukan. Mereka mendekatinya.

“Sungmin Oppa…” panggil salah satu gadis berambut sebahu lurus.

Sungmin menoleh dan melihat mereka dengan bingung. Begitu juga Min Yeon. Dia menoleh pada Sungmin.

“Kau, kau Sungmin Oppa?” tanyanya lagi.

“Nde.” Jawab Sungmin.

“Woa, ternyata benar! Sungmin Oppa, annyeong haseyo..” kedua remaja itu membungkuk pada Sungmin. Salah satunya buru-buru mengambil catatan dan sebuah pena.

“Oppa, boleh minta tanda tangannya?” seorang gadis menyodorkan sebuah buku pada Sungmin lengkap dengan penanya. Gadis yang satu mengikuti. Sungmin mengambil kedua buku itu.

“Siapa namamu?” tanya Sungmin saat menerima buku dari gadis berambut lurus sebahu.

“Han Soo Rim.” Jawabnya, wajahnya menggambarkan rasa bahagaia yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

“Kau masih sekolah?” tanya Sungmin berbasa-basi.

“Eum, Hannyoung High Scholl.” Jawabnya.

“Eum.” Sungmin mengembalikan buku tersebut dan mengambil buku satunya, hadis berambut panjang bergelombang.

“Namamu siapa?” tanya Sungmin.

“Park Je In.” Jawab gadis itu.

“Kalian satu sekolah?”

“Ne, Oppa.” Jawab mereka bersamaan sambil saling menatap setelahnya lalu tersenyum.

“Hannyoung High School… Hannyoung Hihg School… kami mungkin akan mengadakan kerjasama dengan sekolah kalian.” Ujar Sungmin sambil menyerahkan buku itu pada Je In.

“Kami sudah tau, dan akan berpartisipasi.” Jawab mereka.

“Jinjja? Kalau begitu hwaiting!” Sungmin mengepalkan tangannya.

“Nde, Gamsahamnida Oppa…” kedua remaja itu berpamitan namun sebelum mereka benar-benar meninggalkan tempat sauna itu. Je In berbalik.

“Oppa, siapa yang akan menilai kemampuan kami nantinya disekolah?” tanyanya.

“Eum… aku, Kyuhyun, Donghae, Ae Rin juga Donghae, Ryeowook juga. Mungkin Eun Kyo saat dia sudah kembali.” Jawab Sungmin.

“Ne. Oppa, tolong sampaikan salamku pada Kyuhyun Oppa.” Ujar Je In lalu mereka benar-benar pergi.

“Ehem. Uri namja… sepertinya sekarang sudah berada diatas langit sebagai aktor yang mulai naik daun.” Min Yeon melirik Sungmin. Sungmin hanya tertawa mendengar ledekan Min Yeon.

“Sepertinya aku harus siap dengan hal itu.” Sambungnya.

“Apa kau benar-benar menganggap serius anak-anak itu? Mereka hanya suka.” Jawab Sungmin.

“Ani, meskipun aku enggan mengakuinya. Tapi terkadang kau membuatku kelimpungan.” Jawab Min Yeon. “Tapi gwaenchana, aku bisa mengerti.” Dia memukul pelan lengan Sungmin.

“Hey kau pakai pewarna kuku?” Sungmin tiba-tiba meraih jari-jari Min Yeon. Tak sempat lagi gadis itu menyembunyikannya saat Sungmin sudah menggenggam erat jemarinya.

“Aku, aku hanya iseng saja.” Jawab Min Yeon ketus menyembunyikan malunya.

Min Yeon memang bukan seperti gadis kebanyakan yang senang berdandan. Baginya berdandan berlebihan membuatnya kikuk dan tidak gesit dalam melakukan pekerjaannya. Meski kebanyakan teman-temannya suka berdandan tapi berbeda dengannya, dia tampil apa adanya.

“Kalau begitu jika ada waktu luang kita manicure-padicure bersama saja.” Ujar Sungmin. Min Yeon terkekeh pelan. Begitulah sepasang kekasih yang terlihat seperti kawan lama itu menghabiskan waktu luang mereka. Dengan banyak pengertian membuat hubungan mereka semakin erat.

***

Yeon Su nampak murka beberapa hari ini. Karena selama beberapa hari Jung Soo menghilang. Tak ada satupun berita yang merujuk pada keberadaannya. Dia seolah hilang ditlan bumi. Tak ada yang tau pasti kemana Jung Soo pergi, selain dirinya dan keluarganya, juga Eun Kyo tentunya. Dia berjalan di sepenjang jalan selesai pengambilan gambar dengan wajah terlihat marah. Jung Soo tidak mengaktifkan hapenya dan dia sama sekali tidak tahu lagi kemana harus menghubungi Jung Soo dan harus bertanya pada siapa lagi.

“Aish! Pasti wanit apenggoda itu lagi penyebabnya! Yak! OPPA! AKU SUDAH BILANG KAU HANYA BOLEH MENCINTAIKU!” teriak  Yeon Su seperti orang gila.

Keadaan taman memang sepi sehingga tak banyak yang menatap heran Yeon Su yang terlihat seperti orang gila. Dia menghentakkan kakinya dan mengacak rambutnya dengan gusar. Berjalan sambil mengomel. Tapi saat dia melintas di sebuah taman, tanpa sengaja dia merasa mengenali seseorang saat lewat di hadapannya. Yeon Su melangkah mundur dan berhenti tepat di hadapan orang itu.

“Kau, kau, kau lelai waktu itu kan?” dia menunjuk seseorang yang sedang dudk di bangku taman.

“Ne?” jawab orang itu bingung.

“Di toilet waktu itu.” Jawab Yeon Su.

Semua kejadian yang disebutkan Yeon Su barusan berputar kembali di otaknya. Lelaki itu adalah Lee Donghae, yang menyaksikan kejadian nista yang secara tidak langsung membunuh Park Jae Sung, orang tua Eun Kyo.

“Eum.” Sahut Donghae pelan. Yeon Su langsung mengambil duduk disampingnya. Merasa seakan menemukan titik terang keberadaan Jung Soo.

“Kau, temannya Eun Kyo, bukan? Benar kan?” tanya Yeon Su mendesak. Donghae menoleh.

“Memangnya kenapa?”

“Ani, kenapa kau ada disini?”

“Apa urusanmu.” Jawab Donghae datar, tapi tak terkesan dingin.

“Arasseo, aku mau langsung bertanya saja. Kau, aku tau kau pasti tau kemana Eun Kyo membawa Jung Soo. Benar kan? Sekarang cepat katakan padaku, kemana dia membawanya?!” Yeon Su setengah memaksa dan Donghae hanya terdiam selama 5 menit Yeon Su menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya namun tak kunjung mengalir.

“Ah, aku mengerti. Kau mau  ini kan? Aku tau, uang yang kalian dapatkan tidak seberapa.” Yeon Su terlihat mencari-cari sesuatu dari tasnya dan setelah menemukannya dia mengambilnya dan menandatangainya. Sebuah cek.

“Katakan berapa yang kau minta?” tanyanya.

“…..”

Donghae tetap diam, mencoba tidak menggubris apa yang dilakukan Yeon Su.

“5 juta? 10juta?” dia menuliskan angka fenomenal itu diatas selembar kertas. Dia buru-buru menyerahkan itu pada Donghae.

“Sekarang katakan padaku, dimana dia membawa Jung Soo Oppa?” tanya Yeon Su lagi.

Sekarang baru Donghae mengerti apa yang dulu pernah dia bicarakan dengan Eun Kyo. Donghae mengerti yang dirasakan Eun Kyo bukan semata-mata karena merasa bersalah dan jahat. Dia mengerti Eun Kyo jug apasti tertekan oleh wanita ini, meski dia tau Eun Kyo belum menyukai Jung Soo. Tapi kelakuan wanita yang ada disampingnya, membuat Eun Kyo ingin melepaskan lelaki itu dan berusaha mengorbankan perasaan orang yang disayanginya. Padahal dia tau pasti Eun Kyo tidak mungkin melukai orang lain. Bukan karena terlalu baik, hanya saja, dengan mengembalikan Jung Soo pada Yeon Su, itu akan membuat jiwanya tenang, tanpa harus dikejar-kejar amukan orang lain. Bukan sama sekali karena berhati malaikat, tapi lebih kepada menyayangi dirinya sendiri.

“Yak! Ini masih belum cukup? Arasseo, akan aku tambahkan selembar lagi. Tunggu senetar.” Donghae menangkap tangan Yeon Su begitu wanita itu ingin mengubek tasnya kembali.

“Tidak perlu. Karena tidak ada informasi yang aku berikan padamu.” Jawab Jung Soo.

“Kau tidak perlu malu.” Yeon Su tetap bersikukuh.

“Ya, aku tidak tau namamu. Tapi aku sarankan, sebaiknya kau bersikap tenang. Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan kalian dan tidak bermaksud ikut campur.”

“Jika tidak ingin ikut campur, jangan bersekongkol dengan wanita jalang itu menyembunyikan kekasih orang lain.” Potong Yeon Su. Donghae langsung meletakkan jari telunjuk dan tengahnya ke bibir Yeon Su.

“Cukup. Kau terlihat sangat cantik, jadi jangan membuat dirimu terlihat jelek seperti ini. Jika dia memang takdirmu, tenanglah. Dengan bersikap seperti ini akan membuat Jung Soo menjauh darimu.” Yeon Su tertegun dengan ucapan Donghae.

“Aku tau, aku tau kau menyukai Eun Kyo kan? Benar kan? Eoh? Kalau begitu bagaimana kalau kitabekerja sama saja memisahkan mereka.” Ajak Yeon Su semakin di luar jalur pikiran Donghae.

“Cukup. Aku memang mencintainya. Mencintai yang lain juga sama sepertinya. Jadi aku harap kau jangan berbicara yang buruk tentangnya di hadapanku.” Ujar Donghae masih dengan tatapan teduhnya. Berharap wanita itu mulai tenang.

“Untuk pecundang sepertimu, memang pantas sendirian seperti ini.” Perkataan Yeon Su terdengar sangat sinis. Dia bangkit dan sangat kesal karena tidak mendapatkan informasi dari Donghae.

“Hey. Aku sarankan padamu untuk menata hatimu kembali. Siapkan diri untuk kemungkinan terburuk.” Ujar Donghae meledek sambil tersenyum. Yeon Su menghentakkan kakinya sebelum melangkah kembali meninggalkan Donghae.

“Ada sebab, ada akibat.” Donghae bergumam lalu bangkit dan kembali ke apartemennya tak jauh dari sana. Sudah cup rasanya dia mengundang inspirasi di taman.

***

“Bangun! Kta mencari gurita hari ini di pantai.”

Eun Kyo menepuk pantat Jung Soo yang masih terlelap. semakin hari semakin malas saja untuk bangun pagi, karena setiap harinya Jung Soo bekerja berat membantu para lelaki mengerjakan pekerjaannya. Jung Soo menggeliat menolak untuk bangun.

“Yak, aku juga tidak ingin kesana. Tapi mau bagaimana lagi? Halmeoni menyuruh kita mencari gurita…” Eun Kyo sempat bergidik. Dia geli dengan makhluk bertentakel itu. Ditariknya selimut Jung Soo dan mau tidak mau Jung Soo akhirnya bangun.

“Aku akan mandi, kau tunggu disini.” Ujar Jung Soo.

Eun Kyo menungguinya di depan pagar rumah. Jung Soo masih bersiap di dalam rumah, mengambil dua buah ember untuk menampung gurita yang nantinya mereka tangkap. Halmeoni juga Harabeoji sudah terlebih dahulu berangkat ke pantai.

Eun Kyo terlihat cemberut karena menunggu Jung Soo terlalu lama. Tapi wajah cemberutnya pudar seketika saat melihat seseorang yang berlari ke arahnya. Gadis kecil berperawakan sedang dan masih dengan pakaian hanboknya yang serba mini membalut tubuhnya.

“Anyyeong Dayoungie~ya… kau mau kemana?” sapa Eun Kyo. belum lagi Dayoung sampai di dekatnya dia sudah tidak sabar untuk menyapa.

“Annyeong Ahjumma.” Sapa Dayoung melambaikan tangannya. “Aku disuruh Halmeoni menjemputmu.” Teriaknya sambil terengah ketika sampai di hadapan Eun Kyo. eun Kyo terlihat bersemangat melihat anak itu.

“Jinjja? Eo, anak baik.” Eun Kyomengacak rambut Dayoung yang hari ini tergerai dengan sebuah bandana di kepalanya.

“Oppa! Cepat sedikit!” teriak Eun Kyo tidak sabar.

“Ne!” sahut Jung Soo.

Eun Kyo berjalan bergandengan dengan Dayoung, mengayunkan tanganmereka dan melangkah bersamaan. Jung Soo yag ada di belakang mereka hanya tersenyum, tak pernah dia melihat Eun Kyo seceria ini. Dia kembali melihat bayangan masa kecilnya dulu.

“Tunggu aku, jangan berlari.” Ujar Jung Soo saat Eun Kyo berlari begitu melihat pantai.

“Oppa, mencari gurita dimana?” tanya Eun Kyo berbalik.

“Di tempat itu.” Tunjuk Jung Soo. Sebuah tempat berlumpur yang membuat Eun Kyo bergidik. Jung Soo merangkul Eun Kyo untuk menemaninya mengambil gurita. Gadis itu tidak bisa mengelak.

“Eoh, aku bermain di pantai bersama Dayoung saja…” pinta EUN Kyo mencoba melepaskan rangkulan Jung Soo di pundaknya. Tangan kanannya masih memegangi Dayoung yang terlihat bingung dengan tingkah dua orang dewasa di hadapannya.

“Kalian sudah pantas memiliki anak.” Ujar Halmeoni mendekat. “Aku ingin kalian cepat emmpunyai bayi setelah pulang dari sini.” Lanjutnya.

Perkataan Halmeoni tadi membuat Eun Kyo dan Jung Soo terhenti bersamaan. Tubuh mereka kaku, terlebih lagi Eun Kyo. dia menoleh pelan kearah wajah Jung Soo.

“Oppa…” panggilnya sedikit takut.

“Jangan terlalu dihiraukan.” Bisik Jung Soo.

“Aku bisa mendengarnya Jung Soo~ya. Dan permintaanku sama sekali bkan sebuah lelucon. Kau harus camkan baik-baik. Kau kira aku tidakmendengar cerita kalian dari orang tua kalian? Eoh? Kau salah! Dan sepertinya ada sedikit kemajuan.” Ujar Halmeoni menerangkan.

Jung Soo melepaskan tangannya seketika. Meletakkan tangannya di kedua saku celananya. Terlihat kikuk, namun dalam hatinya da ledakan perasaan yang tak mampu dia telaah. Sebuah keinginan yang tiba-tiba terbersit dalam hatinya. Menyentuh Eun Kyo. dan dia sama sekali tidak mengerti darimana keinginan itu. Dan atas dasar apa keinaginan itu berani menyentil perasaannya. Cinta? Dia rasa cinta terlalu jauh dari pikirannya meski tak dipungkiri dia memang tertarik saat ini dengan kepribadian Eun Kyo yang baru saja beberap waktu lalu mulai dia ketahui dan pahami.

Bukan karena kebaikan hatinya yang tidak mask akal, tapi dia melihat ada ketakutan yang dia sembunyikan dibalik kebaikan itu. Enta apa, itu dia masih belum mengerti. Apalagi semenjak kematian dan tragedi kunci kamar yang dibawa In Youn kemarin, semakin mendekatkan mereka. Tapi untuk menyimpulkan itu cinta, dia rasa masih terlalu jauh dan dia tidak berani. Tapi jelas, dia tidak ingin menyebut keinginan itu adalah nafsu semata.

Sementara Eun Kyo, dia mulai tidak karuan memikirkan kehidupannya yang akan datang. kemungkian siapa lagi yang akan terluka saat nantinay dia melepaskan Jung Soo. Dia rasa korbannya akan semakin bertambah jika seperti ini adanya. Ada sebuah pengharapan yang dia baca dari tatapan Halmeoni beberapa hari ini. Dari cara wanita tua itu memperkenalkannya pada orang-orang sekampung, juga bagaimana dia memberi petuah bagaimana memuaskan suami.ucapan Halmeoni sepertinya tidak main-main karena sudah terbukti dengandirinya sendiri. Dapat bertahan sampai usia senja. Dan mulai tumbuh rasa ingin hidup selamanya bersama Jung Soo dari cerita dan petuah yang terlontar dari mulut Halmeoni. Haruskah Eun Kyo mengubur keinginan itu dalam-dalam?

Disamping itu, saat dia melalui harinay beberapa hari terakhir dengan gadis kecil yang bernama Dayoung itu. Dia mulai merasa betapa bahagia jika dia mempunyai anak secantik itu. Anak kecil yag baru saja pindah 3 bulan yang lalu karena ibunya yang merupakan imigran dari Vietnam, sudah mendapatkan kewarganegaraannya sebagai warga Korea dan akan menetap di Korea selamanya.

“Tidak akan ada alasan untuk kalian menolak. Sekarang mulai pencariannya.” Ujar Halmeoni, mendoro Jung Soo juga Eun Kyo sebuah tanah berlumpur.

Jung Soo berjalan di tengah lumpur dan sesekali tangannya mencari-cari di kubangan lumpur itu. Sebelumnya dia telah mengenakan sarung tangan dan juga boot selutut. Eun Kyo hanya teridam, dia merasa jijik saat kakinya menyentuh lumpur.

“Apa yang kau lakukan, ayo cari.” Jung Soo mengarahkan tangan Eun Kyo ke lupur tapi dia hanya diam.

“Jung Soo~ssi, aku jijik.” Bisik Eun Kyo.

“Gwaenchana, ini menyenangkan.” Dia mengarahkan seeokr gurita yang meggeliat di tangannya. Eun Kyo menghendar.

“Yak! Aku tidak suka!” teriak Eun Kyo sambil menghindar.

Satu, dua, dan beberapa lagi sudah masuk ke dalam ember. Tapi Eun Kyo hanya mematung di tempatnya. Jung Soo membiarkannya karena dia mengerti rasa jijik gadis itu sejak kecil.

“Oh! Oh! Oh! Oppa! Apa yang ada dikakiku?!” eun Kyo berlari menghampiri Jung Soo saat merasa ada yang berjalan di kakinya. Tangannya mencengkram kuat tangan Jung Soo. Jung Soo terlihat bingung.

“Wae?” tanya Jung Soo.

“Ani, oh! Sepertinya ada yang berjalan di kakiku!” kata Eun Kyo panikmerapatkan tubuhnya. Jung Soo tersenyum, pikiran jahilnya mulai menghinggapi.

“Eoh? Gurita mungkin, atau bisa juga ular tanah.” Jawab Jung Soo santai sambil melepaskan tangan Eun Kyo.

“Oppa! Jangan tinggalkan aku!” Eun Kyo mengikuti Jung Soo.

“Ya… kalau diikuti seperti ini, bagaimana aku bsia mencari?” Jung Soo berbalik, tanpa menyadari Eun Kyo mengikutinya dengan melihat ke belakang dan tidak memperhatikan langkahnya. Dia menabrak Jung Soo dan Jung Soo jatuh terduduk di lumpur dengan Eun Kyo diatas badannya.

“OH! Omo! Mianhae, omo! Kau penuh lumpur.” Eun Kyo mengulurkan tangannya pada Jung Soo berniat membantunya bangkit, tapi saat Jung Soo menariknya, Eun Kyo malah terhuyung dan hampir terjatuh. Wajah mereka salning bertatapan, mata bertemu mata, sangat dekat dan terdiam beberapa detik di posisi itu. Jung Soo perlahan mendekatkan wajahnya. Sangat perlahan hingga Eun Kyo tidak menyadari bibir mereka kini telah bertemu. Lalu Jung Soo menggerakkan bibirnya memberikan lumatan lembut. Eun Kyo tersadar lalu mendorong pelan tubuh Jung Soo, melepaskan ciuman mereka.

“Aku mau pulang saja.” Ujar Eun Kyo sambil berjalan meninggalkan Jung Soo. Jung Soo tersenyum. Ini keempat kalinya bibirnya merasakan ciuamn itu.

***

Malam terakhir Jung Soo dan Eun Kyo di desa, Halmeoni mengadakan pesta yang mengundang beberapa orang desa untukmakan malam di kediaman mereka. Banyak makanan dan minuman ynag tersedia. Ada juga gurita yang mereka tangkap tadi siang. Berbagai minuman hingga soju juga tersedia. Mereka terlihat senang menikmati pesta itu.

“Aku mau ke kamar dulu.” Ujar Eun Kyo berpamitan pada Jung Soo.

Sesampainya di kamar, Eun Kyo berniat mengambil kamera dan menngabadikan moment yang terjadi malam ini. Tapi saat membuka lemari, matanya tertuju pada benda persegi panjang yang terletak begitu saja disana. Sebuah ponsel. Eun Kyo mengambilnya memeriksanya. Itu bukan ponselnya tapi dia sangat penasaran. Tapi ponsel itu tidak aktif. Dia menghela nafas. Pantas saja dia tidak pernah lagi menerima teror, ternyata Jung Soo mematikan ponselnya.

Eun Kyo menekan tombol dsamping ponsel dan menyalakannya. Beberapa detik dia menunggu, akhirnya ponsel itu aktif. Bukan maksudnya untuk menyelidiki, tapi memang tidak dipungkiri dia sangat penasaran. Saat ponsel itu menyala, tak berapa lama, banyak sekali pesan masuk ke dalam inbox dia terkejut. Ponsel itu tak henti bergetar saking banyaknya pesan yang masuk. Eun Kyo memberanikan diri untuk membuka salah satu pesan itu. Tapi wajahnya tercengang. Dari sekian banyak pesan, hampir semuanya tertera dari sebuah nama, Yeon Su. Dia membuka pesan yang terakhir kali masuk. Dia membacanya dengan seksama. Semua kaliamt yang ada dipesan itu bernada makian padanya dan permohonan pada  Jung Soo untuk pulang dan menghubunginya.

Saat dia ingin meletakkan ponsel itu, tiba-tiba saja ponsel itu berbunyi dan Eun Kyo urung untuk meletakkanya. Dipandanginya sebuah naman yang tertera di layar itu. Nama yang membuatnya sedikit meradang namun juga merasa bersalah. Yeon Su. Eun Kyo mengangkat panggilan itu.

“Oppa! Kau dimana? Aku mencarimu kemana-mana, sudah 6 hari kau menghilang, aku merindukanmu. Jangan katakan kau sedang bersama wanita sialan itu. Oppa… ayolah pulang…”

Belum sempat Eun Kyo memberi salam wanita itu sudah berceloteh di telpon menyanyikan lagu manjanya. Eun Kyo terpaku.

“Yeoboseyo?” sahut Eun Kyo. mereka terdiam bebeapa saat.

“YAK! KAU! MANA JUNG SOO OPPA?!” teriak Yeon Su memuat Eun Kyo menjauhkan ponsel itu dari telinganya, karena teriakannya benar-benar mengerikan. Yeon Su memaki-maki Eun Kyo melalui telpon tapi tak di dengarkannya karena dia menjauhkan ponsel itu dari telingana. Tapi dia masih bisa mendengar cacian itu. Eun Kyo terbawa emosi saat Yeon Su tak berhenti mncelanya.

“Yeon Su~ssi, awalnya setelah kembali dari sini. Aku berniat menceraikan Jung Soo. Tapi karena kau membuatku sakit hati, aku mengurungkan niatku sudah cukup kau membuat Appaku terkena serangan jantung, aku menganggapnya itu hanya sebuah kecelakaan. Tapi melihatmu seperti ini. Aku tidak akan lagi melaksanakan niatku. Kita lihat saja, siapa yang akan dipilih Jung Soo. Kau atau aku.” Ujar Eun Kyo dingin menjawab semua hinaan Jung Soo.

“Yak! Beraninya kau mengancamku?! Eoh?!”

“Aku tidak mengancam, aku hanya memperingati saja. Aku sudah memiliki beberapa nilai plus dimata keluarganya. Dan kau mendapatkan nilai minus. Jik aku mau, aku bisa saja membuat kau lebih buruk lagi. Jadi jangan pernah menghinaku lagi, jika kau tidak ingin menerima hinaan yang lebih menyakitkan.” Jawab Eun Kyo tenang. Tanpa dia sadari Jung Soo sudah berdiri di depan pintu dan memperhatikan Eun Kyo sejak tadi. Ditengah omelah dan sumpah serapah Yeon Su, Eun Kyo memutuskan panggilan itu dan mematikan ponselnya saking kesalnya. Dia terdiam, dadanya naik turun meredam amarah yang tiba-tiba saja hadir tanpa bisa dia tahan. Karena kali ini Yeon Su benar-benar keterlaluan menghinanya, dan dia sudah tidak tahan lagi. Eun Kyo berbalik dan mendapati Jung Soo tengah memandanginya. Dai tersentak.

“Kau mematikan ponselmu.” Ujar Eun Kyo setelah mengusai dirinya. Jung Soo terdiam, bersandar di ambang pintu.

“Kenapa harus mematikan ponsel, Eoh? Aku sudah bilang katakan pada wanita itu bahwa kau tidak bisa diganggu! Atau alasan apapun yang bisa menenangkannya.” Eun Kyo mendekat dan berdiri di hadapan Jung Soo. “Tapi kau! Kau malah mematikan ponsel! Membuatnya berpikir macam-macam dan sesuka hati menacaciku! Park Jung Soo! Aku bukan malaikat yang bisa mengerti semua kejahatan orang lain terhadapku! Aku manusia! Ak!” cerososan Eun Kyo terhenti saat telunjuk Jung Soo menempel di bibirnya. Eun Kyo mengalihkan tangan Jung Soo.

“Ish! Tak ada gunanya berbicara denganmu.” Dia berjalan meninggalkan Jung Soo yang masih berdiri sambil melipat tangannya di dadanya.

Jung Soo mengikuti Eun Kyo berjalan sambil membawa kamera. Dan tepat seperti dugaannya, Eun Kyo celingak-celinguk, pasti mencari Dayoung. Saat menemukan anak itu duduk diatas kursi dibawah pohon, Eun Kyo mendekatinya. Jung Soo masih mengikuti Eun Kyo dan bergabung bersama Eun Kyo dan Dayoung.

“Sedang apa disini?” tanya Jung Soo.

“Melihat bintang.” Telunjuk Dayoung menunjuk kearah langit. Diatas memang terlihat cerah malam ini, banyak bintang bertaburan.

“Kenapa belum tidur?” Jung Soo mengacak rambut Dayoung. Kaki anak itu yang menggantung diatas kursi mengayun riang.

“Biarkan saja dia disini. Besok pagi kita sudah harus kembali ke Seoul. Tidak akan melihat anak ini lagi.” Eun Kyo merangkul bahu kecil Dayoung, anak itu tersenyum.

“Tidak bergabung dengan yang lain?” tanya Eun Kyo.

“Ani, aku bergabung bersama kalian saja.” Ujar Jung Soo menggeser duduknya semakin mendekati Dayoung. Anak itu menoleh, wajahnya seperti tidak rela terhimpit antara Eun Kyo dan Jung Soo.

“Ahjussi, kau makan bersama Harabeoji saja..” Dayoung mendorong tubuh Jung Soo, tapi Jung Soo tak beranjak sedikitpun.

“Shireo..” jawab Jug Soo setengah merengek.

“A…..!” teriak Dayoung sambilmendorong Jung Soo. Jung Soo melirik Dayoung yang masih berusaha mendorongnya, melihat anak itu cemberut akhirnya dia bangkit dan meninggalkan mereka.

“Arasseo. Tapi hanya sebentar saja, aku meminjamkan istriku.” Jung Soo mencubit pipi chubby Dayoung lalu pergi meninggalkannya. Sebelum pergi dia sempat melihat Dayoung berpelukan dengan Eun Kyo.

***

Pesta telah berakhir. Semua orang sudah pulang ke tempat masing-masing. Yang tersisa hanya para lelaki yang memang begadang untuk menghabiskan malam. Eun Kyo memilih untuk tidur setelah membantu membersihkan sisa makanan dan piring-piring kotor bekas para tamu undangan makan. Dia berbaring di atas kasur yang digelarnya diatas lantai seperti malam-malam sebelumnya. Matanya terpejam, mencoba untuk tidur tapi tidak bisa. Dia membuka makanya, lalu duduk.

“Aish! Kenapa susah sekali untuk tidur? Eoh?” Eun Kyo mengomel pada dirinya sendiri. Dia kembali berbaring dan memiringkan tubuhnya. Pintu berseger, tanda seseorang akan masuk. Eun Kyo tau, itu pasti Jung Soo.

Jung Soo membaringkan tubuhnya diatas kasur, disamping Eun Kyo. Dirapatkannya tubuhnya memeluk seseorang yang berbaring disampingnya.

“Jung Soo~ssi. Ini malam terakhir.” Ujar Eun Kyo.

Jung Soo sempat terkejut, dia mengira Eun Kyo sudah terlelap, oleh sebab itu dia berani memeluknya.

“Eum.” Jawab Jung Soo.

“Dari mana saja kau?” tanya Eun Kyo.

“Aku? Tadi sempat menemani Harabeoji minum.”

“Kau juga ikut minum?” tanya Eun Kyo.

“Sedikit.” Jawab Jung Soo.

Eun Kyo yang mendengar jawaban Jung Soo langsung berbalik, ingin memastikan apakah Jung mabuk atau tidak. Dia benci melihat orang mabuk. Dikuasai alkohol terasa sangat mengerikan baginya.

“Aku tidak mabuk.” Ujarnya sambil mengarahkan mulutnya ke wajah Eun Kyo. Eun Kyo menutup hidungnya.

“Yak! Kau ini, bau alkohol,” protes Eun Kyo.

“Hanya sedikit soju.”

“Tapi tetap saja.” Eun Kyo memukul dada Jung Soo namun ditangkap oleh Jung Soo. Eun Kyo kembali berbalik memunggungi Jung Soo.

“Jung Soo~ssi. Bagaimana menurutmu tentang Dayoung?” tanya Eun Kyo.

“Dayoung? Dayoung… Dayoung cantik.” Jawab Jung Soo.

“Dia sangat menarik.” Tambah Eun Kyo.

“Eum, seperti itu kira-kira.” Tambah Jung. “Wae?” ujarnya sambil merapatkan tubuhnya pada Eun Kyo.

“Ani. Aku sangat menyukainya.” Eun Kyo bangkit duduk disamping Jung Soo. Jung Soo menatap wajah Eun Kyo heran, tidak sepertinya Eun Kyo terlihat gelisah seperti ini. “Oppa, bisa kita membawanya ke Seoul?” tanya Eun Kyo. jung Soo tertawa, baginya pertanyaan sekaligus permintaan Eun Kyo yang baru di dengarnya tadi terdengar sangat konyol. Jung Soo tertawa.

“Ya… kenapa tertawa? Eoh?” Eun Kyomenutup mulut Jung Soo agar dia berhenti tertawa tapi tidak bisa, lelaki itu malah semakin terbahak.

“Kau mau menculik anak orang? Eoh?” tanya Jung Soo.

“Ani… bukan begitu. Yak! Berhenti tertawa.” Eun Kyo merasa jengkel saat Jung Soo menertawakannya. Eun Kyo masih berusaha membungkam mulut Jung Soo agar dia terdiam. Kehabisan akal membuatnya diam, akhirnya Eun Kyo memberanikan diri untuk mencium Jung Soo. Dan cara yang digunakannya sangat ampuh. Dia melepaskan ciumannya.

“Aish!” desis Eun Kyo sambil menyapu bibirnya. Jung Soo terpaku beberapa saat. Butuh waktu untuk menyadari bahwa baru saja Eun Kyo menciumnya. Eun Kyo sudah berbaring kembali membelakangi Jung Soo.

“Yeobo..” panggil Jung Soo.

Eun Kyo tidak menjawab.

“Nyonya Park yang berbakat.” Panggil Jung Soo lagi.

Eun Kyo masih tidak bergeming. Dia menyesali perbuatannya yang mencium Jung Soo tadi, sebenarnya dia merasa bodoh, makanya tidak menjawab. Merutuki dirinya sendiri, karena saat ciuman itu terjadi, dia juga terkejut dengan apa yang terjadi padanya. Perasaannnya berubah gugup, dia menyembunyikannya dengan kermbali berbaring dan memunggungi Jung Soo.

“Ya.. bagaimana kalau kita membuat Dayoung versi kita sendiri?” ujar Jung Soo menggoda. Dia tidak seperti ini bersama wanita sebelumnya. Tak pernah berusaha menggodanya hanya untukmencari celah agar dia bsia meraba perasaan orang itu. Tak seperti Yeon Su yang sudah bisa ditebak dengan mudah.

“Bagaimana?” tanya Jung Soo lagi sambilmembalik tubuh Eun Kyo. wanita itu menutup meulutnya karena sudah tau apa yang akan dilakukan Jug Soo pertama kali adalah menciumnya. Dia sudah bisa membaca hal itu. Jung Soo tersenyum, tapi dia tidak kehabisan akal. Dai emmposisikan tubuhnya diatas Eun Kyo dan menaikkan hanbok yang dikenakan Eun Kyo dengan kakinya, hingga ke lutut.

Eun Kyo ingin bangkit tapi tidak bisa. Ingin berteriak, tapi pasti semua akan menertawakannya. Dia menjadi bimbang. Perlakuan Jug Soo yang lembaut menatap matanya seakan membiusnya. Bukan jenis tatapan lembut seoang lelaki yang biasa bermain peran diatas panggung bersamanya. Eun Kyo sulit untuk memutuskan apa yang yang harus dia lakukan. Menerima keinginan Jung Soo atau menolaknya.

Jung Soo tidak tinggal diam hanya sampia disitu. Tangannay menarik tali simpul yang ada di dada Eun Kyo danmulai membukanya. Lelaki itu juga was-was terhadap apa yang telah dilakukannya. Dia takut Eun Kyo menpolak, tapi dia juga tidak bisa berhenti sekalipun EUN Kyo menolaknya.

Tatapan Jung Soo semakin liar, tapi tidak seliar apa yang terlihat di blue film yang pernah ditontonnya saat remaja dulu. Atatapn itu lebih kepada agar lawan mainya tidak berkutik.

“Tunggu. Tunggu sebentar.”

Perkataan itu keluar dari mulut Eun Kyo dan Jung Soo sudah mengira itu. Dia tidak melepaskan tatapannya untuk meyakinkan Eun Kyo. dia menginginkan wanita itu lebih daripada wanita manapun. Di dekat wanita yang ada dibawah tubuhnya ini, Jung Soo merasa hidupnya terawa lengkap, penuh warna.

Jung Soo menahan tangan Eun Kyo yang sebenrany tidak ingin berontak. Dia hanya waspada kalau-kalau wanit aitu bertindak diluar dugaannya. Tapi sejauh ini, tak ada perlawanan berarti dari Eun Kyo. jung Soo memberanikan diri untuk mendekatkan wajahnya perlahan menuju bibir EUN Kyo. sangat perlahan hingga Eun Kyopun tidak sadar bahwa sekarang bibirnya dilumat lembut oleh Jung Soo. Semua ini sungguh diluar dugaan Jung Soo, dia mengira Eun Kyo akan menolak. Karena dari sikapnya selama ini terlihat sekalai bahwa wanita itu benar-benar menjaga dirinya dengan baik, dalam artian, dia tidak pernah terlihat bersama lelaki manapun selain dengan teman-temannya di tempat latihan.

“Eungh.”

Sebuah lenguhan kecil keluar dari mulut Eun Kyo dan membuat dirinya sendiriterkejut dengan reaksi yang ditimbulkan oleh ciuman Jung Soo yang tidak bisa di tolaknya. Tubuhnya menggeliat, saat tangan Jug Soo perlahan membelainya perlahan. Lambat laun lumatan lembut itu berganti jadi ciuman menuntut dari keduanya. Nafas mereka enderu dengan saling meraba satu sama lain tanap canggung. Terbawa suasana.

Sebenarnya malam ini tidak terasa begitu romantis. Tapi entah apa yang mengubah perasaan mereka menjadi terhanyut seperti ini. Tak ada rayuan atau kata cinta yang mengawali perlakuan mereka. Tak ada nafsu yang terselip diantara percintaan itu. Hanya mengikuti naluri mereka dan akhirnya keduanya sama-sam terbuai.

***

Jung Soo meraba tempat disampingnya. Dia tau sekarang sudah pagi, dan matahari sudah terang benderang, namun dia enggan untuk bangun. Tapi saat menyadari tempat disebelahnya kosong melompong, mau tidak mau dia membuaka mata dan memastikan bahwa memang dia suda sendiri di kamar ini. Jung Soo terdiam, dia menghela nafas. Tadi malam memang malam terakhir mereka, Jug Soo dan Eun Kyo, dia tenpat ini. Tapi tadi malam sekaligus malam pertama bagi mereka.

Jung Soo tersenyum, dia tau tadi malam dia sedikit mabuk dengan menenggak soju, tapi dia tidak minum banyak, masih sadarkan diri. Dan dia sadar betul tadi malam telah terjadi sesuatu dengannya. Tapi saat menemukan orang yang ingin dilihatnya pertama kali sat membuka mata sudah tidak ada lagi, ada kekecewaan yang merangkul hatinya. Jung Soo bangkit dan tersentak saat melihat noda yang ada di atas kasur.

Dia keluar kamar dengan cepat mencari Eun Kyo. dicarinya kemana-mana tapi dia tidak menemukannya. Jung Soo bertanya pada setiap orang yang ditemuinya tapi mereka mengatakan tidak tau.

Tidak mungkin dia pergi begitu saja. Ujar Jung Soo membatin.

Atas dasar apa Eun Kyo pergi begitu saja meninggalkan Jung Soo. Yang terjadi malam bukan pemaksaan, tak ada perlawanan dan terjadi begitu saja. Setelah tidak menemukan Eun Kyo dimanapun, akhirnya Jung Soo memutuskan untuk kembali ke kamar dan mendapati Eun Kyo sudah ada didalam kamar, mengemasi barang-barangnya.

“Kau sudah bangun, sebaiknya kau mandi. Kita pulang sekarang juga.” Ujar Eun Kyo tanpa menoleh padanya. Eun Kyo menarik koper dan berlalu dihadapanya tan pe melirik sedikitpun padanya.

“Kau kenapa?” tanya Jung Soo. Eun Kyo tidak menjawab. Dia heran dengan perubahan sikap Eun Kyo pagi ini.

“Ani, sebaiknay kau siap-siap. Kita berangkat, atau kau tidak perlu mandi?” tany Eun Kyo berpaling.

“Arasseo, aku akan mandi.” Jawab Jung Soo malas untuk berdebat.

Mereak sudah bersiap untuk pulang. Berpamitan kepada kedua orang tua mereka dan masuk ke dalam mobil. Bersiap untuk berangkat.

“Sampaikan salamku pada orang tuamu, Jung Soo~ya.” Pesan Halmeoni.

“Ne.”jawab Jung Soo singkat. Dia masih gelisah dengan perubahan sikap Eun Kyo pagi ini.

“Dan aku menunggu kabar baik dari kalian.” Ujar Harabeoji ikut bicara.

“Ne.” Sahut Jung Soo lagi.

Dalam perjalanan keduanya membisu. Keadaan menjadi kikuk dan canggung. Jung Soo mencari pembicaraan apa kira-kira ynag bisa membuat perhatian Eun Kyo tertuju padanya. Dia sibuk mencari kalimat yang harus dia ucapkan untuk mengusir kekakuan mereka.

“Yeobo,mengenai tadi malam..”

“Tidak perlu dibahas, lupakan saja.” potong Eun Kyo cepat.

“Tapi Yeobo aku.”

“Jangan panggil aku Yeobo, aku bukan Yeon Su.” Potong Eun Kyo lagi.

“Jadi karena Yeon Su kau bersikap seperti ini?” tanya Jung Soo. Eun Kyo hanya terdiam. Dan mereka kembali diam.

“Mengenai tadi malam, lupakan saja. anggap tidak terjadi apa-apa.” Jung Soo mendegar hal itu lagi keluar dari mulut Eun Kyo menjadi gusar dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Eun Kyo takut dengan hal yang berbau kebut-kebutan, tapi dia mencoba untuk tenang. Sepanjang jalan mereka diam saja seperti orang asing. Hingga tanpa terasa mereka seudah sampai di Seoul. Bagai mengejapkan mata, tidak seperti perjalan mereka menuju Mokpo yang terasa sangat lambat. Hari ini mereka pulang dengan cepat.

***

“Antarkan aku ke tempat latihan.” Ujar Eun Kyo setibanya mereka mendekati rumah. Jung Soo diam tidak menjawab, dia menuruti semua keinginan Eun Kyo.

Sebenarnya dia ingin protes dengan sikap EUN Kyo yang tiba-tba berubah drastis, lebih dingin dibandingkan saat kematian Appanya.

Eun Kyo buru-buru turun saat mobil Jung Soo berhenti tepat di gedung bisa Eun Kyo latihan. Wanita itu masihmengenakan hanbok seperti saat di desa. Dia melangkah cepat memasuki gedung itu. Jung Soo yang awalnya ingin membiarkan saja Eun Kyo pergi sendirian, mengurungkan inatnya. Dia mengikuti Eun Kyo. berlari kecil saat pintu lift akan tertutup dia masuk ke dalam lift bersama Eun Kyo.

“Aku tau itu pengalaman pertamamu. Maaf.” Ujar Jung Soo mengeluarkan apa yang sejak tadi ia pendam.

“Pengalaman pertama. Haha, gurae, itu memang pengalamn pertamaku. Kau puas?” dia buru-buru keluar saat pintu lift terbuka. Jung Soo mengikutinya dengan langkah yang tak kalah besar mengimbangi Eun Kyo yang berlari kecil.

“Annyeong yeorobeun.” Sapanya saat membuka pintu ruangan.

“Onnie…” Ae Rin berlari menghampiri  memeluk Eun Kyo lalu tertawa. “Oppa..” sapanya jug apada Jung Soo. Jug Soo membalasnya dengan tersenyum.

“Noona.. aku sudah sangat merindukanmu.” Ryeowook berlari menghampiri Ae Rin dan Eun Kyo.

“Aish, kalian ini, aku baru menghilang beberapa hari saja.”

“Haruskah aku juag sehisteris itu? Noona… bogoshipesosso.” Ujar Sungmin berlari memeluk Eun Kyo dan Ae Rin. Kegembiraan tergambar jelas menyelimuti mereka saat Eun Kyo kembali.

“Noona saat kau tidak ada ak..” Kyuhyun menghentikan perkataan Ae Rin dengan menutup mulut gadis itu.

“Aigoo.. si pengadu mulai berkoar.” Ujar Kyuhyun.

“Kau tidak merindukanku? Donghae? Hyukjae~ya?” goda Eun Kyo saat kedua lelaki itu hanya tersenyum melihat tingkah kawanan mereka.

“Sudah tidak ada celah untuk memelukmu.” Jawab Donghae.

“Jika boleh, aku ingin memelukmu.” Hyukjae berjalan mendekati dan bersiap dengan pelukannya.

“Tidak ada tempat untukmu.” Kyuhyun mendorong Hyukjae yang berusaha memeluk Eun Kyo.

“Peluk aku saja Oppa.” Ujar Ae Rin manja. Hyukjae memeluk gadis itu.

“Ah, akhirnya suasana menjadi hangat kembali.” Ujar Hyukjae. “Kau tau Eun Kyo~ya. Saat kau tidak ada tempat ini sedingin es.” Ujar Hyukjae melirik Kyuhyun.

“Tukang adu kedua telah beraksi.” Gumam Kyuhyun.

“Jinjja?” tanya Eun Kyo.

“Eum, ada seorang lelaki yang kesepian saat kau tidak ada.kerjaannya hanya memojok saja disudut tanpa ikut latihan.” Ujar Hyukjae.

“Hyung!” teriak Kyuhyun.

“Wae?” tanya Hyukjae dengan nada menantang.

“Akan kurobek mulutmu jika berbicara lebih banyak. Hyung.” Ujar Kyuhyun.

“Wae? Kenap baru sekarang memanggilku Hyung?!” protes Hyukjae.

“Sudah cukup. Hentikan. Sekarang katakan padaku, kenapa banyak kursi seperti ini?” Eun Kyo memperhatikan meja dan kursi yang tertata rapi.

“Hari ini sekolah Hannyoung akan hadir kesini. Beberapa dari murid mereka yang direkomendasikan sekolah. Kami akan melihat kemampuannya.” Ujar Donghae.

“Jinjja? Wah, aku hampir saja ketinggalan.” Ujar Eun Kyo.

“Tapi  bukankah kau baru saja datang?” tanya Donghae.

“Ani, gwaenchana.” Eun Kyo menepuk pundak Donghae.

“Kau baik-baik saja, tapi bagaimana dengannya?” Donghae melirik Jung Soo yang berdiri terpaku tak jauh dari pintu.

“Gwaenchana. Oppa, kau boleh pulang, aku akan disini sebentar.” Teriak Eun Kyo.

“Ani, aku bisa menungguimu.” Sahut Jung Soo.

“Oppa.. sejak kapan kau memanggilnya Oppa?” bisik Donghae di dekat telinga Eun Kyo sambil berjalan menuju kursi.

“Kau terlihat canti denga itu.” Hyukjae menunjuk Eun Kyo.

“Gomawo..” Eun Kyo membungkuk kearah Hyukjae.

“Hei, mereka sudah datang.” ujar Ryeowook saat mendengar bunyi derap langkah dari luar ruangan. Saat pintu terbuka, sekitar ada 15 orang remaja memsuki ruangan itu, laki-laki dan perempuan.

“Annyeong haseyo..” sapa Sungmin ramah.

“Annyeong..” balas mereka nyaring seperti paduan suara.

“Ne, kalian dari Hannyoung High School?” tany Donghae.

“Ne.” Jawab salah satu dari mereka.

“Eum, aku tau maksud tujuan kalian kesini. Tapi, kami tidak mungkin menerima kalian sebanyak ini… mianhae.. jadi kami putuskan untuk menyeleksi kalian. Mengerti?”jelas Jung Soo.

“Tapi sepertinya aku menyukai mereka semua.” Bisik Eun Kyo pada Jung Soo.

“Tapi tidak mungkin menerima semuanya Eun Kyo~ya.” Jawab Donghae. Eun Ko berjalan mendekati Jung Soo yang terlihat sangat bosan menunggui EUN Kyo.

“Kau boleh pulang, Jung Soo~ssi.” Ujar Eun Kyo saat sampai dihadapan Jung Soo.

“Ani, aku menungguimu saa.” Jawab Jung Soo.

“Boleh menungguku, tapi jangan disini. Kau terlihat seperti seorang bodygiard.” Eun Kyo menarik Jung Soo bergabung dengan mereka.

“Arasseo. Sekarang berbaris disini. Dan mulai berhitung.” Ujar Donghae terlihat memimpin. Sungmin, Ae Rin, Kyuhyun juga Ryeowook duduk ditempat mereka masing-masing.

“Kau boleh duduk disini.” Eun Kyo mendudukkan Jng Soo di kursi miliknya dan dia berdiri disampingnya.

“Kalian sudah berhitung dan akan di audisi menurut nomor yang kalian sebuatkan. Mulai dari nomor 15 maju. Perkenalkan dirimu.” Ujar Donghae.

“Ne, annyeong haseyo. Jung Hyung Woo imnida.” Ujar salah seorang remaja lelaki. Dia mulai memperlihatkan bakat menyanyi hingga menari dan juga aktingnya. Terlihat lumayan, dan Ae Rin tersenyum memandangi remaja itu saat dia menirukan akting Kyuhyun di drama musikal mereka beberapa waktu yang lalu.

“Kau terlihat lebih bagus memerankan itu dibanding Kyuhyun.” Komentar Ae Rin.

“Diam kau!” ujar Kyuhyun protes.

“Selanjutnya, nomor 3.” Donghae sengaja mengacak urutan audisi mereka agar bisa menilai kesiapan mereka.

“Annyeong haseyo. Han Soo Rim imnida.” Ujarnya memperkenalkan diri,

“Ne, kita pernah bertemu. Annyeong..” sapa Sungmin sambil tersenyum.

“Annyeong Oppa.” Balas Soo rim lagi.

“Kau menepati janjimu.” Ujar Sungmin.

“Ah, sebaiknya mulai saja, jangan terlalu banyak basa-basi Sungmin~ssi.” Ujar Kyuhyun.

Soo rim mulai menari. Dia terlihat sangat serius menggerakkan tangannya saat membawakan sebuah tarian tradisonal korea. Eun Kyo mendekatinya dan menari bersama.

“Owh, charanta!” semua bertepuk tangan saat Soo Rim mengakhiri tariannya. Dia terlihat tersipu dan menunduk malu.

“Gamsahamnida..” ujarnya pelan.

“Sungmin~ssi. Ada yang menandingin imutmu ternyata.” Ujar Kyuhyun. Semua tertawa mendengar celetukan Kyuhyun.

“Selanjutnya, nomor 5.” Ujar Donghae.

“Aku juga mengenalmu.” Ujar Sungmin sebelum gadis itu memperkenalkan diri. “Dan Kyuhyun, kau punya satu orang pengganggu lagi jika dia masuk.” Lanjut Sungmin.

“Sepertinya kau kenal semuanya, Hyung.” Ujar Ryeowook. Semua mata tertuju pada Sungmin.

“Yak! Kenapa memandangiku seperti itu? Silakan tunjukkan bakatmu, Je In~ssi.”

“Whooaaa. Kau bahkan sudah tau namanya, sebelum dia mengenalkan diri.” ujar Ryeowook lagi.

“Nde?” tanya Sungmin bodoh. Dia tidak menyadari kalau Park Je In belum meperkenalkan diri.

Gadis kecil berambut bergelombang itu mulai membacakan sebuah puisi legkap dengan mimik dan penhayatannya. Semua memperhatikan Je In dengan seksama. Sampai Je In menyelesaikan puisinnya.

“Punya kemampuan lain?” tanya Eun Kyo.

Ada. Aku bisa menirukan dance A Pink.” Ujar Je In sambilmenutup mulutnya.

“Ah, aku suka A Pink. Silakan mulai.” Ujar Hyukjae.

Je in memulai gerakannya yang memang terlihat luwes. Kali ini buka Eun Kyo yang menari bersama, tetapi Hyukjae yang jug ahapal gerakan itu.

Satu persatu para remaja itu menunjukkan bakatnya. Ada yang membuat Donghae dan kawan-kawan tercengang, bahkan berdecak kagum. Tapi ada juga sebagian yang mengocok perut mereka, karena peserta itu sangat gugup hingga tak bisa menahan kentut.  Mereka selesai menunjukkan bakatnya dan kini Eun Kyo, Donghae, Hyukjae, Ae Rin, Kyuhyun, Sungmin juga Ryeowook sedang rapat di ruangan sebelah.

“Aku suka Han Soo Rim.” Jawab Eun Kyo.

“Aku pegang Park Je In.” Ujar Sungmin. Masing-masing dari mereka memegang jagoan masing-masing dan mengemukakan mengapa memilih orang itu. Terjadi perdebatan serta argumen diantara mereka sebelum meneuntukan pilihan. Donghae mengakiri rapat setela mereka merumuskan para peserta yang layak masuk.

“Aku harus pergi. Kau umumkan saja, Donghae~ya. Jung Soo Oppa sepertinya sudah sangat bosan. Pokoknya. Han Soo Rim. Aku ingin melihatnya besok di tempat ini.” Eun Kyo keluar dari ruangan dan menghampiri Jung Soo.

“Ayo kita pulang.” Ajak Eun Kyo. jung Soo menatapnya terkejut.

“Nde?” ujarnya.

“Kau kelihatan lelah. Ayo kita pulang. Terima kasih sudah mengantarku dan menemaniku.” Ujar Eun Kyo.

Jung Soo bangkit dengan malas. Dia berjalan menjajari Eun Kyo yang mulai melangkah keluar. Saat sampai di mobil, tanpa buang waktu Jung Soo langsung tancap gas.

“Kau marah?” tanya Jung Soo.

“Marah? Marah kenapa?” tanya Eun Kyo.

“Kejadian tadi malam” jawab Jung Soo.

“Aku sudah bilang jangan membahas itu.”

“Tapi aku ingin membahasnya. Park Eun Kyo, aku mencintaimu..” Jung Soo mengatakan itu tepat saat mereka tiba di depan rumah dan menghentikan mobilnya. “Sepertinya.” Lanjut Jung Soo. Dia menatap Eun Kyo dengan tajam. Mencoba terlihat seserius mungkin meski dia tau Eun Kyo tidak mungkin percaya begitu saja.

“Oppa…”

Suara mana melepaskan tatapan mata Eun Kyo dari Jung Soo. Dia menoleh kearah depan dan di depan rumahnya sudah berdiri seorang gadis yang tidak ingin dilihatnya. Gadis itu berjalan mendekati mobil dan berdiri tepat di depan pintu keluar Jung Soo. Jung Soo membuka pintu, dan keluar. Begitu juga Eun Kyo. Jung Soo tidak bisa menghindar, sedang Eun Kyo berjalan memasuki rumah tanpa memperdulikan sepasang kekasih itu.

Dari dalam rumah sama terdengar rengekan manja Yeon Su di telinganya. Dia juag mendengar Yeon Su mengadukan ancaman yang tadi amlam Eun Kyo lontarkan pada Yeon Su di telpon. Beberap menit berlalu, Jung Soo masuk ke dalam rumah.

“Mana gadis manjamu itu? Tidak meminta menginap disini lagi?” tany Eun Kyo sinis.

“Stop membicarakannya. Aku akan mengurusnya. Dan omonganku uang tadi. Aku tidak main-main Park Eun Kyo. aku mencintaimu.” Ujar Jung Soo.

“Sepertinya.” Sambung Eun Kyo sambil mendorong Jung Soo dan berjalan menuju kamar.

Tak ada yang bisa mengelak takdir

Begitupun aku.

Aku ingin sekali menyangkal perasaan yang sepertinya mulai tumbuh.

Yang membuatku seperti orang bodoh.

Andai saja aku bisa menghentikan permainan ini.

Aku ingin melakukannya.

Dan terbebas dari semua kutukan ini.

Sepertinya aku telah tertembak.

Tapi dengan peluru yang lain.

Bukan peluru dari senjataku.

TBC

Note : akhirnya. Hehe, selesai juga. Terima kasih buat Rae Na yang menyumbangkan ide-ide aneh untuk memancing imajiansiku. Ok, aku takan mengakuinya, kamu partner ide yahud *u know what i mean* paling ehem. Juga buat meta yang akhir-akhir ini aku ganggu setiap saat, diskusi kita masih berlanjut dong.kamu pegang kontestan yang mana met? Yang kentut jangan2.. hahahahahahahahaha. Buat putri juga. Hahahahaha, yang tiba-tiba saja entar dapat pesan amukan dariku. Kekekekekekekekeke.

Hufh, ini feelnya kemana-mana deh kayanya… aku memang lagi labil, tapi  juga penuh ide akhir-akhir ini. Bukan penuh ide sih, tapi memancing ide, untukmengalihkan galauku. Cieeee galau. Queen of conflict lagi galau pemirsa…

Ah, iya. Bagi yang menanyakan The Celerbtiry, maaf. FF nya aku hapus yah… aku tidak ingin ada yang meniru… itu saja.

Oke! Selamat berkomentar. Aku memang akhir-akhir ini sedang lagi emasi. Maaf jika smsku kadang sarat amukan dan ceramah tidak jelas. Tidakjelas banget aku sadar. Lebay juga, sadar juga. Kan emang lebay overload aku kadang-kadang… hahahahahahahaha.

Meta… bagaimana hubungan kemesraan itu? Udah puas? Atau kurang mesra?? Tanpa kamu mintapun, aku akan bikin kemesraan itu. aku rasa itu daya tarik ff ini dari awal. selain dari karakter yang berbeda.

Bagi yang menanyakan Kibum. banyak neh nanya itu Kibum siapa? Suju apa Shinee gitu. OK akan aku jawab, dan aku harap kalian bisa membedakan itu nanti-nantinya. Pertama, lihat sifat, Kibum Suju ama Shinee tu beda, dari hal dari pengambilan karakter hingga pekerjaan, sangat beda. Dan poin penting untuk kalian membedakannya adalah, saat aku bicara Shinee itu berarti aku nyebut KEY, dan kalo aku nyebut Kibum, berarti tau dong, siapa yang aku maksud? oke, cukup penjelasannya.

Aku males bangt ngedit. Ini 37 halaman. Jadi kalo aneh, mohon dimengerti yah. Sumpah males banget, semoga kalian mengerti dengan typonya.

Bonusnya pict Uri Dayoungie….

125 responses »

      • eon.. ff nya keren banget, jadi pengen digituin sama teuki oppa ehehe .__. kemaren baru baca yg dari pertama tapi komennya borong disini aja gapapa kan ya eon??
        itu tuh pantesan baca yang part ini kayaknya lama ya eon eh ternyata banyak amat page nya sampe 37 gitu -__- eonni lanjutan ff nya cepetan yaa gasabaran nih kkk~
        oh iya 5 sept bentar lagi loh eon bakalan ada ff baru nih *digampar*

  1. onnie..
    aku suka..
    cuma ncnya kuraaanggg *maruk*
    harusnya onnie belajar ama bu bidan kita gmn biat hot..
    hihihi..
    kenapaa pake sepertinya jungsoo babo..

    ugh..
    kirain ama halmoni dikasi perangsang /plak
    hihi..
    jangan bikin kyo hamil dl onnie
    okai?
    aku mau romantisme mrk b2..
    dengan nc”nya..
    hihi..

    • km mah yodong cel, bukan maruk.
      oh ini udah kursus ama metaaaaaa
      ide bermunculan dari dia dan aku kemas semenarik mungkin…
      apa? dikasih perangsang? lah elah… emang jung soo apaan gtu meti dkasih perangsang dulu…
      kan die normal…
      hamil? enga… nasib teater saya gimana?
      tapi liat aja klo dikasih tuhan mau gimana lagi?

  2. wahhh. eun kyo dan jungsoo sudah melakukannya. cieee *colek jungsoo dan eun kyo*
    mulai suka pas ngebahas kehidupan para pemainnya juga.🙂
    apalagi pas bagian kyuhyun dan ae rin yang sering berantem. emang dah suamiku itu menyebalkan sekali. *lirik kyuhyun*

    wah jungsoo udah mengungkapkan perasaannya sama eun kyo,
    eun kyo ayo terima jungsoo oppa, aku tau dia mengucapkannya dengan tulus kok. iya kan oppa? *lirik jungsoo**jungsoo ngangguk*

    makin seru eonni. udah ngga sabar buat baca part selanjutnya.🙂
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni *hormat bareng kyuhyun*

    • jangan colek2 ah…
      iya biar seru, tapi jangan minta yang lebih yah.
      mereka bukan berantem tapi mesra2an…

      tulus? kok tau? masa sih??
      part selanjutnya tunggu aja, tapi kayanya lama deh…

  3. wah DAEBAK…

    tambah suka ama ni ff keren fika…

    akhirnya malam pertama kesampaian jg tp knp eun kyo jd dingin ama jungsoo…

    aduh knp jg yeonsu muncul pas jungsoo bilang cinta ke eunkyo bikin gemes aja tu yeonsu…

    dtunggu next part secepatnya, jangan galau trs dong fika ayo semangat…
    fighting…

    • iya makasih udah suka sayang…
      jadi dingin? kenapa yah? liat aja entar kenapa jadi dingin…
      yeon su itu penyemarak.. jadi kasian klo dibash mulu…
      ne, hwaiting! smoga galaunya cpt ilang!

  4. wah DAEBAK…

    tambah suka ama ni ff keren fika…

    akhirnya malam pertama kesampaian jg tp knp eun kyo jd dingin ama jungsoo, jgn nyesel dong kyo kan g ada unsur pemaksaan sama2 menyadari dr hati nurani…

    aduh knp jg yeonsu muncul pas jungsoo bilang cinta ke eunkyo bikin tambh gemes aja tu yeonsu…

    dtunggu next part secepatnya, jangan galau trs dong fika ayo semangat…
    fighting…

    • “sepertinya”
      yak!!! ajjushi !!! knp jga akhirnya ragu gtu. . itu sma artiny km plin plan!!! aish. . !!!
      tpi kyknya eunkyo udh mulai punya rasa nich ma jungsoo. . . ^^ eunkyo jga udh mulai brani ma yeon su. .
      ayo eon, buat eunkyo hamil za. . *yadong kumat*
      ih. . yg terakhir pict nya dayoungie lucu bgt ><

      • bukan ragu.. dia takut eun kyo ngamuk…
        perasaan? perasaan apa? sok tau ah, buahahahahahaha
        hamil? kalo dikasih boleh…
        iya doooooonnnngggg dia anak perrempuan pertama yang bikin aku ngiler…!!!!

  5. Horreeee publish
    cuma sedikit ko onn salah2’e.
    Oppa sering2 bersikap mesralah pada eunkyo hehehe
    tendang aja tuh sekalian jauh-jauh si yeon su ganggua ja aku da empet tuh ma dia onn *emosi aku*
    hehehehe
    dah onn ^.^

  6. Annyeong~hee yeon aka utie imnida..quw reader baru….tinggalin tapak kaki dulu ah!masih mau ngubek” rumah fika eonni*dibantai fika eonni*hehe

  7. yess,,, akhir’a onni publish jg nie ff..
    liburan ke rumah halmonie, bikin galau eunkyo antara pisah or tetep ma oppa…
    ayolah onn jgn pisahkan mereka.. ok?
    ngapain lagi si yeon su pake marah2 ma eunkyo..
    gak tau apa oppa cinta’a cuma ma eunkyo..
    hwaitingg onn.. pengen baca sekarang lanjutan’a.. hahaha reader maksa,,

    • Wah…..q dah bca….^^fell nya bner2 dpet^^q sneng akhirnya jungsoo mengeluarkan kta “aq mencintaimu” tp sdikit miris knapa ada kelanjutan kata”sepertinnya”.ohya dayoung imut bgt pantes aja Eunkyo Suka bgt^^.bner2 jd nambah sbel ma Yeon su. ga tau knapa dri pertama q dah ngbayangin kibum yg di maksud ya kibum suju,bukan kibut shinee. tp bner2 keren^^ next di tunggu^^

      • feelnya dapet? sukurlah… soalnya ku blm dapet feel teukyo, feelnya anak2 teater…
        miris tapi sweet juga… terkesan misterius dan lucu…
        kamu betul 100 persen, berarti pinter dong… soalnya jelas aku panggil key kalo yang shinee…

  8. Eonni.. Aigooooo jadi itu kibum? Aahahahaha aku kira itu key,aigo aigoo..

    Oalah,dayoung pantes sering disebut pengen nyulik,ternyata dia bakalan eksis disini nih kayaknya,hahahaaha

    Eonni,itu sebenernya ae rin di pair nya ama kyu ya ? Apa bakalan ada yeye ?😄
    Kyu nya agak sensi gitu ama kibum,

    Aaahh.. Aku selalu suka sama flirt-ing annya oppa ke eunkyo,somehow klo oppa bilang ‘yeobo’ ke eunkyo itu sweet aja gitu..

    Aku juga suka waktu eunkyo bales omongannya si yeon su ditelfon bilang ga bakalan ngelepas jungsoo.

    Biasanya dr setiap ff yg aku baca klo genrenya MarriedLife,aku pasti semangat bgt pengen biar cepet2 hamil trus pny anak biar makin seru ceritanya,tapi ntah knp buat ” let’s this die “. Biarpun cuma ada eunkyo ama jungsoo,it just feels completed ˆ⌣ˆ

    • ndaaaaaa jelas itu bilang kibum… klo shinee kan aku bilang key… *getok nanda*
      engga si nda.. cm cameo aja… hahahahahahaha

      ayo tebak ae rin ma siapa ayooooo hahahahahahaha, bang yeye? silakan tebak, kalo bener akan dpt ciuman dari meta, kekekekekeke
      sweet? mesti dong… hahahahahahaha
      suka? tu udah kelewat enek aku, soalnya yang bikin jg lagi emosi nda… hahahahahaha *u know what i mean*
      aku juga ngerasa gtu nda… just teukyo sudah sweet… ada sisi lain yang muncul kan selain sisi keibuan?? aku ngerasa beda aja…

  9. Yak! Jungsoo-ssi,knp hrus ad embel “sepertinya” d ahir pernyataan cintamu hah?*pelototinTeuk
    itu kesanx g serius n msh ragu tauk!><
    Q sk bgt onn,tmbh bgus aj ne!
    kmrn kn berlinang air mata,tp skrg dh mulai ad romantismex TeuKyo!
    huaa,ahrx mrk ngelakuin ntu jg!
    Ya!tp knp dskip onnie!
    q g mw tau pkokx hrus ad bag ncx!*plak /hahaha#yadongparag
    oya,tumben ne ad anak cwe?*cantikNimutbgt
    biasax onnie sll tertarik m ank cwo!
    tp gp2,ne ad lg yg bkin crt ne bda m ff yg kmrn2!ㅋㅋㅋ
    yasud,dtnggu klanjutanx y onn!
    mdh2n g lm!
    Hwaiting!^^

    • tapi jadi manis juga kan???
      terima kasih udah suak…
      setelah hujan akan ada pelangi… hohohohohoho

      ngelakuin? masa sih??
      dskip karena biar g najong! aneh aja pertama tapi rada2 gimana gitu…
      soalnya ada anak kecil yang baca juga, ahahahaha

      km aja yg g tau aku tertarik ama dayoung setelah anakku itu duet d hello baby… calon mantu ini sebenernya… ini anak perempuan pertama yang mengalihkan mataku dari ryu jin dan yong jin…

  10. Errr pantesan Q bacanya sejam lebih ternyta gampe 37 Halaman, Daebak bnr dh satu part sepanjang itu. tapi gak ngbosenin. cerinta menarik bgt Eonni. Q tunggu next Partnya yh.

    *nongkrongbarengYepabuatnunggunextpartnya*

  11. Duuuuh kapan si ni cewe pengganggu berakhirnya partnya, bosen ada mulu yg di kerjain di sela kemesraan mas dan mba couple teukyo semoga di part 5 ke samping gada ya mksdnya ke atas hehehe, jangan lama2 ya eon di tunggu KELANJUTANya!!!

  12. Unn aku dpt bgt fellnya d sini . Teukyo mkin lama mkin mesra aja , skinshipnya jg lumayan , cie cie . Wkwk *plakk* .
    Unn part 5 nya jngan lama2 ya , wlwpun aku bnyk tugas tp tetep aja ksi wktu buat bca ni epep , keke^^ . Oya skinshipnya d tambahin jg unn , ksian noh jungso oppa nahan nafas mulu klo dkat unniee , haha😀

  13. nah lo, klo kmrn, pad bca banyak komen bersrliweran dkpla n hilang saat mw komen, skrg lg bca pun aq g’ tw me ngomen apa,hihihihi
    itu aq g’ ngerti yg eonni blg ntar aq dpt pesan amukan *mikir
    aq dah duga klo mslh kentut itu meta punya ide, dsar neh bu bidan,hahahaha

    itu eonni, dah gol(?) yak,? cieeeeeeee, akhirnya, suit suit…*apaan seh
    eonni kebiasaan dueh pengen mungut anak org, bkin anak sndri dunkz *plak,
    aq mw hanboknya dayoung,? *ibu bikinin,hehehe
    ah lpa, itu, aq ska pas partnya umin ma pcrnya, romantis dgn cranya mrk, *toel umin,
    si meta kesempatan dueh meluk uri hyukjae, aq jg mw tauk, *tarik hyukjae

    trakhir, eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiii, tolong pekerjakan kmbali asisten editornya, dah enak part kmrn typo menghilang, part skrg .___. *dgeplak fika eonni,hahahaha

    dah ah, aye mw maen” ksklh dulu, annyeong…..^^

    • aku jug asering begitu… nde… gwaenchana put… terima kasih udah nyempetin komen…
      emang, hobby bgt aku mungut anak orang…
      waduh, bayarannya mahal, jadi terpaksa di pecat dueh… sebagai gantinya tu anak berdua jadi cameo…

      • hah,? jd cameo,?
        ooooooo, dua anak SMA yg ngefans ma sungmin tuwh editornya eonni,? hahahaha, bsa bsa

      • hahahahahahaha, iya…
        je in malah minta peran antagonis genitin kyu… bisa bayangin ga kyu digenitin ama anak SMA coba? ku pengen ngakak..
        klo han soo rim mang agak kalem… dia kaya umin, gemesin gimana gitu… emang suka disuruh nari ma nyanyi juga klo festival sekolah, dia polos abis!!

  14. woaaaah ternyata bener kan plang kampung malah jd pecah telor
    Yeyy chukae!!
    Wkwk
    *beri aku dayoung junior* #plakk

    Ini ya eunkyo eon berubah2 bgt mood nya pdahal mlem nya mesra2an paginya dingin lg
    Pdahal aku udah kegirangan loh pas eoninya blg ke yonsu bwt pertahanin ajushi
    Lanjuuut eoni
    Semangaaaat!

  15. uhuuuuuy akhirnya keluar juga part 4 nya yang sukses buat saia makin penasaran dengan kelanjutannya.
    hiyaaaa ntu kenapa tiba tiba datang si yeon su, aah mengganggu saja kan sudah ada kemajuan ntuk pasangan teukyo.
    hmm..apakah nanti ada generasi ryu jin nya eonni ??

    makin penasaraaaaaan, ditunggu kelanjutannya eonni ^^

  16. Onnie, tambah seru …
    Jung soo oppa udah bilang cinta. Brarti oppa udah yakin tuh ama perasaannya..
    Yoen su childish bgt ya. Tp kalau baca kisah hidupnya dia jdi kasian ama yeon su.
    Ae rin namkornya siapa ya?

  17. eonn napa di skip nc nya ? next part ditnggu nc nya yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    waaaaaa aku gemes ni ma yeon su masa mpe sgtu nya mpe kaya org gila , lagian jung soo nya juga si ga cepet putusi tu cwe’ , tp susah juga sih’ kalo cwe’nya kaya yeon su ….

    Masih penasaran ma latar blakang khdupanya donghae abis ga details si jelasinya eoooonnnnnnn

    entah’ la di part ni ga dapet emosinya eunkyo nya eon mgkin karena mreka brantem ditlpon kali ya tapi tumbentu si yeonsu ga langsung nglabrak eunkyo biasanya langsung labrak hahaha

    • masa iya NC mulu? kaga seru ah! cape bikin nc tau, ku moody soalnya orangnya…
      nah itu tau sendiri kenap g diputusin…

      aku juga kaga tau gimana latar belakang hidup donghae… di abelum cerita ke aku, buahahahahahahaha.
      lah? kan yeon su kaga tau kami dimana…

  18. Eonnnie~ya, aku suka banget ceritanya. Romantis, So Sweet banget.
    Tapi aku kecewa, kenapa NC nya di skip? *yadong akut*
    Untung yg jadi eun kyo bukan aku. kalo aku, udah aku jambak, pukul, tendang, gampar tuh si yeon su. aku pengen dia dimusnahkan *bawa obor*
    ternyata ga terlalu ngaruh sama kejadian yg aku tanya by sms itu eon.
    kalo aku, mood aku langsung turun ke level terendah. tapi untung nya eon ngga.
    kalo dayoung, aku inget MLT yg pas Eun kyo pertama kali liat Ryu jin.
    aku stuju sama teuki oppa, mending bikin dayoung versi TeuKyo. haha..😀
    itu abang ikan ku *tunjuk donghae oppa* kenapa harus suka sama eun kyo? kan aku ada oppa.
    Eonnie~ya, couple nya sungmin oppa, Min yeon, itu orang nya sama ama yg di 2060.
    Udah ah coment nya, aku slalu nunggu ff TeuKyo Couple yg laen dan aku harap ga akan ada kasus (?) kaya kemaren lagi.

    • pada banyak yang kecewa… aku g mau bagi pengalaman pertama yang begitu berkesan, selanjutnya terserah saya…
      ehem, jangan gitu ah, kasian kan…

      jangan tanya itu lagi… tar g mood lagi aku…
      aku selalu terpesona liat anak orang yang cakep. ku pernah cium anak orang yang cakep banget pokonya ampe maminya melongi.. dia sakit berobat ke puskes aku… mampus banget itu anak cakep gila! ku selalu menantikan dia berobat kembali… tp cuma 3 kali doang…. hufh, apes dah kaga ketemu lagi… umurnya seumuran ryu… hampir 4 tahunan…

  19. asekkk…
    hajarr aja tuh si yeon, eonni.. biar kapok.

    aduuhh… aku gak tahu haruss coment apaan,
    yang bisa ku katakan adalah “oppaa akhirnya kau mengaku”

    eonni emank bisa ajah bikin aku senyum-senyu sendiri baca nii part..
    yah, meski agak bingung ama Ae rin, itu sebenernya couplenya siapa sih eon ? apa kyu ? tpi kok ???

  20. Hahaha
    akhirnya..
    Kata cinta park jung so terucap juga utk enkyo walaupun masih harus diikuti dg kata sepertinya..
    Wkwkw..

    Keren eonni..
    Sekarang aq menunggu jung so mencampakkan yeon su.. Haha
    aq suka klo enkyo mau melawan yeon su..
    Tidak terus merasa bersalah..
    Ayo park enkyo tumpas yeon su..
    Hahaha
    sadis

  21. ajummmaaaaaaaaaaaaaa kok nkamu mao nc.an ama ajussi????? terlanjur terpesonakah???
    padahal masih sebel sama ajussi itu…..

    eh bdw dia kan mao wamil ajumma,, ga bikin perayaan apa-apa???
    wa ada 1 anak lagi,,,, yang ini mao diangkat jadi anak ga jumma???

    donghae daripada peluk jumma mending peluk aku aja, hihih

    masi belom tau mau ngomong apa,,,, di tunngu lanjutannya aja jumma😛
    salam aku udah disampein kan eoh eoh????

  22. Annyeong Eonni!
    Sumpah aku kangen banget ma teukyo couple, mian baru berkunjung(?) hari ini😦
    Sebelumnya Minal Aidzin walfaidzin ya Eon😀 *mian telat*

    Dan juga maaf ya Eon, aku komen langsung di part ke-4, pdahal aku udah baca jauh-jauh hari FF ini, cuma aku ga bisa komen, soalnya aku buka lewat Hp😥 , aku coba komen tpi ga masuk2 :&

    Yaampun gereget banget pengen jambak Yeon Su!!!!! Gasuka ma dia >.w<
    Nanti dipart sljntnya tambahan yg bnyak ya Eon adegan romantisnya haha *mupeng
    Fighting Eon! *chu~

    • iya mohon maaf lahir batin yah…
      iya g papa…
      terima kasih udah komen yah…

      jangan dijambak, itu kriminal… kamu tar terjerat pasal perbuatan tidak menyenangkan…
      tambahin romantis? em… gimana yah… liat tar aja…

  23. Annyeong Eonni!
    Sumpah aku kangen banget ma teukyo couple, mian baru berkunjung(?) hari ini😦
    Sebelumnya Minal Aidzin walfaidzin ya Eon😀 *mian telat*
    Dan juga maaf ya Eon, aku komen langsung di part ke-4, pdahal aku udah baca jauh-jauh hari FF ini, cuma aku ga bisa komen, soalnya aku buka lewat Hp😥 , aku coba komen tpi ga masuk2 :&
    Yaampun gereget banget pengen jambak Yeon Su!!!!! Gasuka ma dia >.w<
    Nanti dipart sljntnya tambahan yg bnyak ya Eon adegan romantisnya haha *mupeng*
    Fighting Eon buat part selanjutnya! *chu~

  24. Annyeong Eonni!
    Sumpah aku kangen banget ma teukyo couple, mian baru berkunjung(?) hari ini😦
    Sebelumnya Minal Aidzin walfaidzin ya Eon😀 *mian telat*
    Dan juga maaf ya Eon, aku komen langsung di part ke-4, pdahal aku udah baca jauh-jauh hari FF ini, cuma aku ga bisa komen, soalnya aku buka lewat Hp😥 , aku coba komen tpi ga masuk2 :& Yaampun gereget banget pengen jambak Yeon Su!!!!! Gasuka ma dia >.w<
    Nanti dipart sljntnya tambahan yg bnyak ya Eon adegan romantisnya haha *mupeng*
    Fighting Eon buat part selanjutnya! *chu~

  25. Ah.. Akhirnya bisa komen juga,, kyaaaa eonnie, aku penasaran.. Cpetan bikin next partnya yaaah eonn *kedip2*

    Eh itu, adegan malam pertamanya kurang Hot eonn.. Boleh req yg lebih Hot g? #ditabok
    Hahahahaha

  26. awww,, ternyata udah ‘gituan’ to,, wkwkwwk ><
    tp eon, itunya kurang detail,, hahak #plaak
    syukur ya setelah masalah yg kemaren si eonni masih tetep mau nulis, kirain bakalan hiatus dulu,, tp wktu d sms ini publish jd seneng, hehe..
    itu aerin, kyu, ma kibum jd cinta segitaga gak ya,, awas kyu aerin d rebut noh ma kibum,,
    trus akhirnya si jungsoo abis di kasih jatah langsung bilang saranghae,, wkwkwk
    suka pas adegan si jungsoo cuekin yeonsu,, yess eunkyo nya menang,, ayo eunkyo dikit lagi, trus depak yeonsu.nya ya,, hwaiting!! ;p

    • hiatus? hihihihihihiihi, pngnnya bgitu, tp ide mnggelitik…
      berusaha untuk terus maju juga.. sudahlah, lupakan saja, aku juga salah.
      cinta segitiga? segitiga g yah??
      jangan gtu ah, bukan karena jatah juga kaleeeeeee
      emang aku perang apaan ama yeon su…
      emang aku kuda suka mendepak orang…

  27. annyeong
    wahhh…dah keluar next part’y
    DAEBAK banget lagi …
    part yg paling menarik dr part sebelum’y.gk nyangka jung soo n’ eunkyo eonnie bkal ngelakuin first night’y padahal jung soo ahjussi kan masih ragu ma prasaan’y,bilang CINTA tp dtambah SEPERTI’y
    gimana eunkyo eonnie gk kesel.ahh…pkok’y part ini seru deh.ditunggu next part yg lebih daebak ya eon….annyeong~^

  28. akhirnya jungsoo blg cinta jg ke eun kyo
    tp knp blngnya stlh mreka melakukannya eon
    Huaa kan krng romantis gtu lol
    Eun kyo klo udh suka anak2 psti ntar pngn pnya anak jg
    Gk sabar next part

    Eoniiee aku merindukan amourette
    Hehhee

  29. huaaaaa telat bacaaaaaaa!!!
    Hahahahahaha kasian bnget si yeon su kalang kabut nyariin jung soo…
    Suka…suka sama ancamannya eunkyo buat yeon su…
    cieee yang udh malaam pertama…#kedipkedip mata
    Tapi kok setelah itu eun-kyo nya jadi dingin sihhh….
    Suka banget sama kebersamaan tim theaternya eun kyo…

    Ehmmm pernyataan cintanya jungsoo atas dasar apa tuh..??
    Kok waktu ngomong ada kata ‘sepertinya’???

    Lanjutnya jangan lama-lama ea…

  30. annyeong eonni…lama gak mampir nih!!!yeey kyaknya bentar lagi bakalan ada dedek baru nih wkwkwkwk……..
    yeonsu nya sama yg lain aja deh…kyknya bnyk namja yg nganggur deh..hahaha

  31. Wah bisa yahh ga sadar gt, hihi nyolong poppo’a brp kali tuh ckckck oppa daebak !!!

    Kau jangan salah pilih oppa, sudah jelas yg menurutmu baik knp msih bingung ????

    Aiisshhh kya’a kyu suka aerin yah ??? Tp aerin suka kibummm ckckck

    Lanjutkann eonn ak suka

  32. Whoooaaa fika makin seruu.. Eun kyo berhasil bikin jung soo jth cinta. Akhirnya terjadi jg kejadian itu. Fika,, eun kyo nya d bukakan donk hatinya biar nerima jung so.. Fika Semangat y menulisnya, d tunggu kelanjutannya ^^..

  33. oenniii..
    kenapa g diperjelas c adegannya #plakkk!!!!!
    hahaha…..

    ntu dayoung imut banget oen,, nemu dimana??? wkkkkk….
    makin seru deh,, n makin sebel sama nenek sihir pengganggu hubungan eun kyo dan jungsoo..
    tapi.,tapi,,tapi,,
    sebel juga sama jung soo, dah jelas2 ngambil sesuatu yg b’harga punya eun kyo, eh tapi masih belum yakin ama perasaanya sendiri dan g berani buat mutusi nenek sihir ntu..
    iyh sebel..sebel..sebel…*cubitjungsoooppa*

  34. HUAAAAAAAA so sweet.. Honeymoon.. cie cie.. makin kesini jungsoo makin buka2an(?) klo dia suka sama eunkyo.. aaahh mau lanjutin lagi baca part berikutnya..🙂

  35. aaaahh kenapa part ini so swiitt? eh ngmng2 kenapa yeon su ketemu donghae? ntar kesanany gada apa2 kan antara mereka be2? hehe
    oiya, kalo menurut mata kuliah tek seleksi n penyuntingan yg udah aku ambil *eciyeeh* banyak typo yg musti di sunting lg disini hehe
    lanjut lagi yaaaaaa~~

  36. malam pertama, eh? ^_~
    Eun kyo eonni engkau sudah tidak gadis lagi… Kekeke
    Aku suka part ini, ada sweet moment’y🙂 meski tidak terlepas dari gangguan yeon su.
    Next part🙂

  37. unnniieee baguss buangeet yang ini , bagus semua sih ceritanya, hha🙂 maav baru komen di part yg ini ya unn, soalnya yang sebelumnya bacanya lewat hape😀

  38. Kyaaaaaa eonni aq jg mau ikut audisi -abaikan-

    kyu opa jeles ma kibum nih kkk

    knp malem pertmny di sekip(?) TT___TT rencana nyonya park berhasil! Yey!

    pas yeon su ketemu ma donge aq kira meraka bakal dicopelin ._. *reader tetep sotoy*

  39. ahhhhhh akhir y jungsoo y nyatain cinta y ke eun kyo,,,, penghalang y cuma satu yeonsu kapan sih jungsoo y tegas gt tinggalin yeonsu n fokus buat ngerebut hati y eun kyo,,,,, eun kyo y misterius bgt n perasaan y ngak jelas cinta pa ngak ke jungsoo jd bikin penasaran n yg bikin seneng mereka udah ngelakuin malam pertama mereka asik berharap ada jungsoo kecil,,,, tapi bingung ma sikap y eun kyo yg jd diem ja pas pagi y dia nyesel pa ngerasa bersalah……..
    aetelah teeus terang gmn ya jungsoo sikap y ke eun kyo??

  40. Seleaai juga part 4 nya ngebut bacanya…finally akhirnya jungsoo eunkyo…ngakak aku baca pas oppa blg kita bwt dayoung versi kita..hahaaha..yeeaaa akhirnya oppa menyatakan perasaannya juga…itu yeonsu tolong jgn ganggu2 lgi ya..hihihii..lanjut next part nya😉

  41. dayong nya kenapa gak di bawa ke seoul aja sih????
    rasanya pengen nyekek si yeonsu itu tipe2 yeoja manja yg kecentilan

    jong soo nya masih bimbang aja, uda nikah seharusnya yeon su di putusin aja terus sama eun kyo hahah

  42. Kyaaa,eonni!akhirnya jungsoo&eunkyo ngelakuin hubungn suami istri >.<
    Tapi kq eunkyo malah bersikap dingin.dia nyesel atau da penyebab lain?

  43. aish..
    jungsoo oppa knpa mesti ad kta seperti’a..
    itu terdenger seperti main” oppa..
    nnti d’sangka kau pria brengsek oppa..

    sebel sma karakter oppa d’ff ini..
    karakter’a jdi pengecet.. tpii ttep keren ko oenn

  44. Whoaaa progres yg bagus park jungso,
    Tp eonnie ada beberapa tempat yg tertukar saat dialog, juga kadang penulisan nama yg kurang
    tp ceritantya semakin mnarik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s