TeuKyo Couple : Let This Die (Part 3)

Standar

lethisdie-x2

Beberapa waktu berlalu setelah kejadian itu. Kejadian dimana jatuhnya Park Sang Jun hingga membuatnya terbaring di rumah sakit sampai saat ini, tak sadarkan diri. Dan insiden penyerangan yang dilakukan Yeon Su terhadap Jung Su tepat dimalam kejadian Park Sang Jun terkena serangan jantung.

Jung Soo dan Eun Kyo tak banyak bicara setelah itu. Jung Soo menjalani penyesalannya setiap hari. Banyak yang ingin dia jelaskan namun bibirnya tak mampu untuk berucap. Dia membiarkan masalah ini hilang di telan waktu. Baginya biarlah masalah ini hanya dia dan mertuanya yang tau, juga Donghae. bukan ingin menyembunyikannya dari Eun Kyo, namun dia tidak ingin membuat Eun Kyo semakin berpikiran buruk tentangnya. Dia tidak ingin terlihat lebih buruk lagi di hadapan istrinya, meski peristiwa itu diluar kehendaknya.

“Sajangnim ada sebuah amplop untukmu.” Seseorang mengetuk pintu dan menyerahkan sebuah amplop padanya.

Dia membuka amplop itu dan melihat ada sebuah tiket lagi terseliip disana. Tak ada nama pengirim disana, dan dia tau kalau itu pasti bukan dari Eun Kyo. mungkin saja Eommanya yang mengirimnya, seperti waktu-waktu sebelumnya. Dia melirik jam tangannya. Satu jam lagi acara itu di mulai. Jung Soo mengambil jasnya dan merapikan pakaiannya. Bersiap untuk menghadiri acara Eun Kyo kembali. Dia merasa merindukan wanita itu, karena beberapa hari ini dia jarang sekali bertemu Eun Kyo, sekalipun bertemu keduanya saling membisu.

Ucapan permintaan perpisahan yang keluar dari mulut Eun Kyo beberapa hari yang lalu menjadi momok bagi Jung Soo. Dia tidak pernah separanoid ini. Hatinya selalu mengemukakan bahwa jika dia berpisah dengan wanita itu, maka bukan tidak mungkin Eommanya akan terbaring lemah tak sadarkan diri seperti mertuanya. Dia mungkin akan merasa bebas, namun tidak akan sebebas apa yang dia harapkan jika dia harus menerima konsekuensi kehilangan orang yang dicintainya. Perlahan dia menyadari bagaimana dulunya Eun Kyo terjepit keadaan seperti ini. Maju salah, mundurpun tidak mungkin. Dan dia dulunya memandang Eun Kyo sebelah mata, tanpa mau menerima alasan yang dia ucapkan sebelum dia menikah, tak ada pilihan lain. Kini perkataan itu seperti boomerang baginya, diapun mengalami hal yang sama, tak ada pilihan lain.

Jung Soo mengendarai mobilnya munuju gedung teater tempat Eun Kyo pentas hari ini. Dia berjalan dengan santai. Meski tak bisa berbicara seperti dulu lagi, setidaknya dia bisa mendegar suara wanita itu meski bukan padanya. Jung Soo melihat tempat duduk yang tertera di tiket masuk lalu duduk dengan manis disana.

Acara belum dimulai, orangpun masih belum ada yang datang, dia lebih awal datang 30 menit. Sebenarnya dia ingin sekali ke belakang panggung dan menyapa Eun Kyo tapi tidak sanggup. Tidak sanggup melihat wajah datar itu, yang menyimpan segala kesedihannya sendirian. Jung Soo sering mendengar isakan kecil di dalam kamar mandinya setiap pagi, sebelum Eun Kyo berangkat ke rumah sakit dan tempat latihannya.

Juga tak sanggup menerima tatapan menghakimi Donghae yang tanpa sepatah katapun sudah mampu membuatnya merasa seperti seorang pembunuh, meski mungkin Donghae tidak bermaksud seperti itu. Apalagi tatapan Kyuhyun, yang belum lagi mengetahui keadaan yang sebenarnya saja sudah bersikap lebih dingin lagi padanya.

Jung Soo masih sabar menunggu acara mereka hingga beberapa orang berdatangan untuk menonton acara itu. Mulai dari beberapa remaja hingga orang tua, sampai beberapa orang selebritis juga ikut menontonnya. Jung Soo tersenyum saat beberap orang remaja sedang membicarakan Eun Kyo di belakanganya.

“Eum, mungkin jika Eun Kyo Onnie dan yang lainnya membuka sekolah untuk seni teater, aku akan mendaftar paling depan.” Seorang gadis berkacamata berkomentar.

“Eum, Kyuhyun Oppa pasti akan sangat keren jika melatih vokal.” Jawab seorang lagi yang menguncir kuda rambutnya.

“Mereka mungkin tidak seterkenal artis idola sekarang, tapi aku menyukainya.” Jawab yang lain.

“Kau tau? Acara ini dipantau beberapa produser di Korea.” Seseorang lagi mulai bergosip.

“Eo, bahkan Lee Hyukjaepun mengidolakan Eun Kyo Onnie.”

“Whoa.. Jinjja?”

“Eo, aku dengar dia rela melatih koreografi mereka tanpa dibayar!” yang lain menimpali.

“Kalau aku masuk dalam tim itu meski hanya sebagai figuran saja, aku ingin mendekati Ae Rin Noona.” Mendengar nama Ae Rin disebut, Jung Soo langsung menoleh ke belakang. Seorang anak muda dengan kisaran umur 16-18 tahun ikut berkomentar. Jung Soo lagi-lagi tersenyum, dia teringat gadis itu, yang selalu membuat masalah dengan Kyuhyun. Tapi pada akhirnya dia selalu menganggap Kyuhyun dan Ae Rin terlihat mesra dengan caranya sendiri.

“Kenapa mendekati Ae Rin Noona? Padahal Eun Kyo Onnie tidak kalah cantik.” Ujar yang lain.

“Karena mungkin Eun Kyo Onnie tidak akan menyukaiku. Ah, kau tau gosipnya? Ehem.” Lelaki muda itu berdehem untuk memancing penasaran teman-temannya.

‘Tentu saja, dia sudah punya aku.’ Sambung Jung Soo dalam hati.

“Eoh? Gosip? Tentang apa?” tanya yang lain dengan antusias.

“Ehem, gosipnya…” lelaki itu mengulur pembicaraannya dan semakin membuat teman-temannya penasaran. Begitu juga dengan Jung Soo yang menguping pembicaraan mereka. “Gosipnya, Donghae Hyung, penulis naskah sealigus komposer lagu mereka menyukai Eun Kyo Noona!”

“Mwo?” semuanya berkata bersamaan seperti sebuah paduan suara. Saat mereka semua masih terkejut, dan orang-orang sudah memadati kursi penonton,mereka berhenti menggosip. Fokus pada panggung yang tirainya sudah dibuka. Semuanya terdiam, hingga pembaca narasi memulai tugasnya.

“Oppa.” Sapa seseorang pada Jung Soo.

Jung Soo menoleh kearah suara yang menyapanya. Wajahnya langsung tegang saat dia melihat siapa yang baru saja menyapanya. Kim Yeon Su.

“Sudah beberapa hari kau menghindariku.” Bisik Yeon Su di dekat telinga Jung Soo. Tapi Jung Soo tidak menjawabnya. “Dan hanya dengan cara ini aku bisa bertemu denganmu.” Ujar Yeon Su sambil menatap wajah Jung Soo.

Yeon Su sengaja memilih duduk paling depan agar kemungkinan Eun Kyo melihat mereka juga besar dari atas panggung. Jung Soo mendengus kesal, dia mengira tiket yang dikirimkan untuknya adalah dari orang tuanya. Tidak pernah sama sekali dia menduga bahwa Yeon Su lah yang mengirimnya.

“Aku juga penasaran, sehebat apa dia diatas panggung.” Ujar Yeon Su sambil memperhatikan Eun Kyo diatas pentas. “Tidak ada yang menarik darinya, perannya juga biasa-biasa saja.” Lanjut Yeon Su.

“Sssssttttt, bisa kau tenang sedikit?” seseorang yang duduk disamping Yeon Su protes.

“Ini mulutku! Jadi terserah padaku mau berbicara apa!” Yeon Su mulai berbicara nyaring. Tapi sebelum Yeon Su kembali mengucapkan caci makinya yang tidak tau apa-apa tentang kekesalan Yeon Su, Jung Soo segera menutup mulut Yeon Su.

“Jweosonghamnida.” Ujar Jung Soo.

“Dan kau tau? Idola kalian yang bangga-banggakan itu merebut kekasih orang lain!” sambung Yeon Su mengoceh saat Jung Soo menariknya keluar dari gedung.

Jung Soo dengan cepat menarik Yeon Su keluar dan menyeretnya hingga ke mobil. Dia membawa Yeon Su pulang.

“Oppa, kau marah padaku?” tanya Yeon Su pelan. Jung Soo tidak menjawab, dia fokus pada jalanan yang dilaluinya.

“Kenapa selalu saja orang lain meninggalkanku. Appa yang menganggapku anak haram hasil selingkuhan Eomma. Dan Eomma yang selalu menyalahkanku kenapa aku lahir ke dunia ini. Semua orang meninggalkanku. Dan aku rasa sebentar lagi kau yang akan meninggalkanku.” Ujar Yeon Su terdengar sedih.

Jung Soo menoleh pada wanita yang ada di sampingnya. Dia memandanginya dengan rasa iba. Itu juga dulu yang dia rasakan saat dia pertama kali bertemu dengan Jung Soo. Gadis polos yang beberapa tahun lalu dia temui di depan sebuah bar, berdiri memberikan selebaran promosi dari bar tersebut. Yang dengan gigih membagikan lembar demi lembar kertas yang ada di tangannya. Mulai sejak itu dia tertarik dengan Yeon Su. Gadis polos itu yang dia sukai, bukan seorang wanita ambisius yang sekarang dia lihat dan duduk disampingnya saat ini.

“Yeon Su~ya…”

Jung Soo menhentikan mobilnya di depan aliran sungai Han yang tenang, dan sedikit sepi. Lama mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Jung Soo masih tidak habis pikir kenapa Yeon Su berubah seperti ini. Dia terlihat seperti wanita yang haus kekayaan. Yang bisa melakukan apa saja demi uang, termasuk tampil berani di sebuah majalah.

“Bukannya aku ingin meninggalkanmu, hanya saja, aku mohon mengertilah. Aku sudah minta waktu 6 bulan padamu, aku juga sudah membuat beberapa perjanjian dengan Eun Kyo, dan kami sudah membicarakannya matang-matang hingga sampai kami bercerai nanti, memikirkan alasan agar tidak menyakiti kedua orang tua kami. Tapi jika keadaannya seperti ini, posisiku akan semakin sulit. Sudah beberapa kali Eun Kyo membela kita di hadapan Eomma, terlebih lagi aku, dia berusaha agar aku tidak dipojokkan.” Jung Soo menjelaskan yang sebenarnya terjadi.

Yeon Su terdiam, dia hampir saja menangis. Dia hanya teramat takut Jung Soo meninggalkannya. Karena mendapat wanita yang lebih baik. Tapi sekarang Yeon Su semakin berpikiran bahwa dia akan kehilangan lelaki yang dia cintai dan mencintainya selama ini. Dan Eun Kyo memang terlihat lebih baik darinya sekarang ini.

“Dan karena itu kau menyukainya.” Sahut Yeon Su.

Jung Soo langsung terdiam. Dia tidak berani mengatakan tidak atas jawaban Yeon Su. Jung Soo hanya diam. Tanpa dia sadari, pikirannya beberapa hari ini dipenuhi wanita itu. Apakah itu awal dari sebuah rasa suka? Dia sendiri juga tidak mampu menjawabnya. Saat seseorang bergosip tentang Eun Kyo dan Donghae, dia ingin sekali menjawab bahwa Eun Kyo adalah istrinya. Tapi bibirnya kelu. Dia merasa sama sekali tidak berhak mengatakan itu pada orang lain.

‘Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri.’

Kata-kata Eun Kyo waktu itu kini berputar di otak Jung Soo. Mungkinkah ini cara Eun Kyo untuk membuatnya menyukai wanita itu. Entahlah, Jung Soo juga tidak tau pasti jawabannya. Namun yang pasti dia mulai terusik dengan ketidak hadiran wanita itu di kamar tidurnya saat dia menginap menunggui Appanya.

“Benar kan Oppa?” tanya Yeon Su pelan namun mampu membuyarkan lamunan Jung Soo. Jung Soo menghela nafas sebentar.

“Sebaiknya kau kuantar pulang saja, ini sudah malam.” Ujar Jung Soo sambil membunyikan mobilnya dan mengantarkan Yeon Su pulang.

***

Eun Kyo sudah menyelesaikan perannya diatas panggung. Namun dia berat untuk melangkah pulang. Beberapa dari mereka sudah berpamitan pulang. Eun Kyo teringat barisan penonton pertama yang menghadiri acaranya malam ini. Suaminya berserta kekasihnya. Eun Kyo menghembuskan nafas pelan, dia merasa benar-benar seperti pengganggu sekarang. Yang menghancurkan hubungan orang lain demi kelangsungan hidup Appanya. Demi impian Eommanya. Tapi Donghae yang melihat Eun Kyo duduk sendirian di ruangan latihan mereka segera menghampirinya.

“Kau kenapa?” Donghae menyentuh pelan kepala Eun Kyo, Eun Kyopun menoleh pada orang yang menyentuh kepalanya dengan lembut.

“Hae~ah..” panggil Eun Kyo sambil menunduk. Donghae yang melihat Eun Kyo menundukpun akhirnya menghentikan acara membersihkan tempatnya.

“Wae? Ada masalah lagi?” tanya Donghae. Eun Kyo menggeleng. Donghae mengambil kursi dan duduk di hadapan Eun Kyo.

“Ceritakan padaku, apa yang menjadi pikiranmu? Eoh? Aku siap mendengarkannya.” Ujar Donghae.

“Tanpa harus berceritapun aku yakin kau sudah tau.” Jawab Eun Kyo sambil mengalihkan pandangannya dari Donghae yang ada dihadapannya. Donghae menghela nafas.

“Aku melakukan ini demi Appa, aku bersumpah tidak ingin merebut Jung Soo dari siapapun.” Ujar Eun Kyo. Donghae diam mendengarkan dengan cermat.

“Aku, aku, aku merasa jahat, Donghae~ah..” kini Eun Kyo menatap Donghae dengan tatapan sendu. Sekali lagi Donghae menghela nafas.

“Jika aku tau akhirnya Appa akan seperti ini. Aku tidak akan menikah.” Ujar Eun Kyo. setetes airmata tidak mampu dia bendung lagi.

“Sssssttttt, kau tidak boleh berkata seperti itu.” Donghae menyentuh bibir Eun Kyo dengan telunjuknya.

“Ini adalah janji dan jalan yang harus kau tempuh. Dan aku yakin kau bisa mengatasinya.” Donghae menghapus airmata Eun Kyo dan menyerahkan sebuah sapu tangan pada Eun Kyo.

“Tapi Donghae~ya.. aku mengacaukan segalanya. Aku merasa jahat telah merebut Jung Soo dari wanita itu.” Ujar Eun Kyo. “Harusnya Jung Soo menikah dengannya, bukan denganku.” Lanjut Eun Kyo.

“Eum, jadi wanita itu kekasihnya.” Gumam Donghae.

“Wanita? Wanita yang mana yang kau maksud? Kalian pernah bertemu?” tanya Eun Kyo dengan cepat. Donghaepun terkejut dengan pertanyaan Eun Kyo. dia berniat untuk menyembunyikan ini dari siapapun.

“A, ani. Aku hanya melihat infotainment.” Jawab Donghae berbohong.

“Bohong. Kau bukan tipe yang suka melihat acara semacam itu.” Eun Kyo tidak terima dengan alasan Donghae. “Dan kau tidak bisa berbohong padaku, Donghae~ah. Ceritakan saja padaku.” Pinta Eun Kyo. Donghae terdiam sejenak sebelum akhirnya dia menjawab.

“Aku tidak tau harus mengatakan ini atau tidak padamu. Tapi aku mohon kau jangan terbawa emosi. Ne?” pinta Donghae.

“Apa selama ini aku terlihat tidak bisa memainkan peranku dengan benar, Lee Donghae?”

“Aku melihat wanita itu bersama Jung Soo di dalam toilet pria. Dan disana juga ada Appamu.” Jawab Donghae.

“Lalu?” tanya Eun Kyo meminta lanjutan, meski dia sudah bisa menerka kelanjutan dari kisah itu.

“Appamu melihatnya, ani. Beliau yang mendobrak pintu itu dan melihat Yeon Su sedang mencium Jung Soo, dengan menanggalkan bajunya.” Lanjut Donghae. Eun Kyo hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan Donghae.

“Benar kan? Aku yang jahat memisahkan mereka.” Komentar Eun Kyo. jauh dari dugaannya sebelum dia menceritakan kejadian itu. Dia mengira Eun Kyo akan marah dan mengamuk.

“Tidak ada yang bisa disalahkan, Eun Kyo~ya. Baik dan jahat hanya perbedaan sudut pandang orang yang melihatnya.” Jawab Donghae menenangkan Eun Kyo

Mereka berdua masih melanjutkan pembicaraan saling berbagi beban pikiran di dalam sana tanpa menyadari dua pasang kuping telah mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Salah satunya langsung geram dan marah.

***

Kyuhyun mencoba mencari Jung Soo dengan menelponnya beberapa kali namun tidak diangkat. Dan semakin kesal. Mengemudikan mobilnya dengan cepat hingga dia menyadari mobil yang menyalipnya adalah mobil orang yang dicarinya. Dia mengikuti mobil itu hingga berhenti di sebuah apartemen. Kyuhyun menunggunya dengan perasaan marah, dan emosi yang kian memuncak.

“Kyu~ya, sebaiknya kita pulang saja.” Pinta Ae Rin yang duduk disamping Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab, rahangnya mengatup keras.

“Kau, kau mau apa sebenarnya?” tanya Ae Rin sedikit cemas melihat Kyuhyun memandangi orang yang berjalan dihadapannya masuk kembali ke dalam mobil setelah mengatarkan wanita. Dia tau orang itu hanya mengantarnya saja, tanpa mampir.

Saat orang itu menjalankan mobilnya Kyuhyunpun mengikutinya. Dia mengikutinya dengan kecepetan konstan agar orang yang dia ikuti tidak merasa terancam.

“Kyuhyun~ah, kau mau apa? Eoh?” tanya Ae Rin semakin khawatir.

“Membunuhnya.” Jawab Kyuhyun dingin.

“Kau gila!” teriak Ae Rin. “Ayo kita pulang sekarang.” Pinta Ae Rin.

Kyuhyun sama sekali tidak menggubris Ae Rin. Dia membelokkan mobilnya ke halaman rumah dan memarkirnya sembarang. Saat orang itu baru saja melangkahkan kakinya ke rumah. Kyuhyun mengejarnya dengan cepat dan mendorongnya serta memukul rahangnya. Membuat orang itu terjatuh sekaligus terjatuh. Jung Soo berbalik dan mendapati Kyuhyun yang menatapnya dengan emosi.

“Aku sudah bilang padamu, jika kau menyakitinya. Aku akan membunuhmu.”

Kyuhyun benar-benar emosi namun ditahannya. Dia ingin sekali menendangnya berkali-kali namun ditahan oleh Ae Rin. Jung Soo berusaha bangkit tapi Kyuhyun menendangnya lagi dan dia kembali tersungkur.

“Kyuhyun sudah hentikan.” Ae Rin mencoba melerai dengan menangkap tubuh Kyuhyun.

Ae Rin tau dia tidak akan bisa menahan Kyuhyun, tapi dia berusaha sekuat tenaga memeganginya. Tubuh kecilnya tidak sebanding dengan tubuh Kyuhyun yang memang sekarang sudah lebih berisi, lagipula, siapa yang bisa menahan orang sedang emosi.

“Kyuhyun~a. Aku bisa menjelaskannya.” Jung Soo mengarahkan telapak tangan kanannya, mengisyaratkan agar Kyuhyun berhenti memukulnya. Sementara tangan kirinya memegangi perutnya. Belum lagi mulutnya yang terasa asin karena sudut bibirnya pecah.

“Aku sudah tau semuanya! Dan karena kau Sang Jun Appa sekarang ada di rumah sakit!” Kyuhyun menendang Jung Soo entah sudah yang keberapa kalinya.

Ae Rin berdiri dipojok dengan takut. Diapun menerima imbas kemarahan Kyuhyun. Tubuh mungil itu terhempas di sofa saat Kyuhyun menolak untuk ditahan. Dia memandangi Jung Soo Oppa dengan meringis, bisa merasakan betapa sakitnya pukulan itu.

“Omo, oettokhae? Eottokhae?” Ae Rin gelisah sambil meremas bajunya sendiri. “Onnie, aku harus memanggil Onnie sekarang.” Ae Rin menyambar tasnya yang terjatuh saat dia menarik Kyuhyun tadi lalu mencari ponselnya. Dia memanggil nomor ponsel Eun Kyo.

“Onnie, palliwa..” Ae Rin berdiri mondar-mandir menunggu jawaban dari Eun Kyo. beberapa detik kemudian, akhirnya Eun Kyo mengangkatnya.

“Onnie, cepat pulang sekarang, Kyuhyun membabi-buta memukuli Jung Soo Oppa.” Tanpa basa-basi dia langsung mengoceh, masih memperhatikan apa yang dilakukan Kyuhyun. Jung Soo kini bisa berdiri dan menahan pukulan Kyuhyun. Kyuhyun semakin ggusar dan berusaha memukulnya lagi, tapi Jung Soo berhasil berkelit.

“Kami ada dirumahmu.” Jawab Ae Rin sambil menutup ponselnya. Dia berlari kearah Kyuhyun dan mencoba memisahkannya lagi.

“Kyuhyun~a, tenanglah. Kau semakin membuat keadaan menjadi kacau!” teriak Ae Rin. Kyuhyun tidak memperdulikannya, dia berusaha melepaskan pegangan Ae Rin dan bersiap memukul kembali.

***

“Aku harus pulang sekarang! Kyuhyun mengamuk dirumah.”

Eun Kyo menghapus airmatanya dan keluar dari tempat latihan dengan tergesa-gesa. Donghae mengikutinya berlari ke arah jalanan untuk menghentikan taksi. Tapi donghae menariknya dan memasukkan Eun Kyo ke dalam mobilnya.

“Biar aku antarkan.”ujar Donghae dengan cepat mengemudikan mobilnya meninggalkan area gedung.

Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Eun Kyo. hanya beberapa menit saja. Tanpa menunggu Donghae membukakan pintu, Eun Kyo langsung membuka dan turun dari mobil setibanya mereka di halaman rumah. Dan memang benar, ada keributan di dalam rumah. Teriakan Ae Rin juga suara gaduh lainnya. Eun Kyo berlari memasuki rumah.

“Apa-apaan ini?” teriak Eun Kyo yang melihat Ae Rin dengan susah payah memisahkan Kyuhyun dan Jung Soo. Kyuhyun terlihat marah, sedangkan Jung Soo terlihat menyedihkan.

“Kyuhyun~a,, hentikan. Kau hampir membunuhnya.” Ujar Eun Kyo menarik Jung Soo. Membawanya ke belakang tubuhnya.

“Noona, jangan halangi aku.” Kyuhyun berusaha memenyingkirkan Eun Kyo namun Donghae menahannya.

“Sebaiknya kita pulang Kyuhyun~a, aku pikir kau sudah cukup puas menghajarnya.” Ujar Donghae menarik Kyuhyun diikuti Ae Rin.

Eun Kyo hanya menatap kepergian mereka dengan bingung dan menghela nafas lega. Donghae meliriknya sebentar untuk berpamitan. Eun Kyo mengerti maksud Donghae dan hanya mengangguk.

“Onnie, aku pulang dulu.” Ujar Ae Rin berpamitan.

“Noona, aku pulang. Dan aku masih punya perhitungan dengan suamimu!” teriak Kyuhyun. Donghae semakin menariknya sebelum Kyuhyun kembali kehilangan kontrol.

Eun Kyo mengantar mereka hingga depan rumah dan menutup pintu untuk Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun sejenak dan akhirnya berbalik.

“Noona, mianhae.” Kyuhyun tau kalau Eun Kyo tidak suka melihatnya lepas kendali seperti waktu itu. Saat Kyuhyun melihat Eun Kyo diganggu beberapa preman saat mereka pulang dari latihan beberapa tahun lalu. Eun Kyo berbalik dan tersenyum.

Banyak kejadian yang membuat Eun Kyo pusing beberapa waktu terakhir, tapi hari ini benar-benar membuatnya pusing. Belum lagi hari ini dia tidak menjenguk Appanya, tidak sempat. Apalagi diakhiri dengan perkelahian seperti ini. Dengan langkah gontai Eun Kyo memasuki rumah, dan mendapati Jung Soo masih tersungkur di lantai. Eun Kyo memandanginya sejenak, lalu berjalan menghampirinya.

“Gwaenchana? Mianhae.”

Eun Kyo berusaha untuk mengangkat Jung Soo. Dia memapah dan meletakkan tangan Jung Soo di bahunya. Membawanya ke kamar mereka, kamar Eun Kyo kuncinya masih di pengang In Young. Dia merebahkan Jung Soo diatas tempat tidur lalu berjalan mengambil kotak P3K di ruangan depan, dan membawa sebaskom air dengan handuk kecil.

“Kau bisa duduk? Atau tidak kuat?” tanya Eun Kyo.

Jung Soo berusaha bangkit meski terasa sakit. Eun Kyo membantunya. Mereka sama-sama terdiam. Jung Soo bingung harus menjelaskan apa tentang kejadian yang baru saja berlalu. Sedangkan Eun Kyo masih terkejut melihat Jung Soo dan Kyuhyun baku hantam, meski Kyuhyun yang mendominasi, Jung Soo hanya menangkisnya.

Eun Kyo mencelupkan handuk kecil ke dalam baskom berisi air hangat dan menyapukannya ke wajah  Jung Soo yang terlihat memar dan membersihkan noda darah yang ada di sudut bibir Jung Soo. Jung Soo meringis mencengkram lengan Eun Kyo.

“Sakit?” tanya Eun Kyo. Jung Soo mengangguk. Dai memandangi wajah Eun Kyo yang hanya beberapa centi saja dari wajahnya. Wanita itu terlihat mengerutkan dahinya saat membersihkan luka Jung Soo, seolah merasakan sakit itu.

“Maaf membuatmu seperti ini.” Eun Kyo membereskan peralatannya. Dan menjauh beberapa langkah. Tapi tangan Jung Soo menariknya.

Jung  Soo memandangi Eun Kyo dengan intens. Dia tidak mengerti apa yang telah terjadi pada wanita yang ada dihadapannya dan berstatus sebagai istrinya meski banyak orang yang tidak mengetahuinya. Dia tidak habis pikir kenapa Eun Kyo yang tiba-tiba merasa bersalah atas semua ini. Terbuat dari apa hatinya, tidak mungkin seperti malaikat.

“Aku akan menjelaskan pada semuanya. Dan kita akan bebas dari semua ini. Akan aku jelaskan pada Eomoni, bahwa kita memang  tidak akan cocok, dan akan melukai lebih banyak pihak lagi jika ini diteruskan.” Ujar Eun Kyo tanpa berusaha melepaskan tangan Jung Soo dari lengannya.

“Andwae.” Jawab Jung Soo cepat. Eun Kyo menatapnya bingung.

“Aku juga akan berusaha membantumu membicarakan masalahmu bersama Yeon Su, sebagai permintaan maafku telah merebutmu darinya.” Ujar Eun Kyo lirih.

“Tapi aku tidak yakin Eomma akan setuju. Sebaiknya kita lalui tahap penyembuhan Abeoji dulu. Baru kita memikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya.” Jawab Jung Soo menyembunyikan rasa tidak relanya.

Dia tidak mengerti dengan hatinya. Mungkin sekarang dia sudah bermain dengan dua hati yang sungguh berbeda. Yang satu membuatnya merasa dibutuhkan, dan dia sangat menyayangi gadis itu, tau seberapa besar perjuangannya hingga saat ini. Berbagi kisah bersama. Dan yang satu adalah wanita yang membuatnya merasa membutuhkan. Dia menatap Eun Kyo dengan lekat. Memang tidak secantik kekasihnya, tapi wajah itu, berhasil membuatnya merasa kagum. Mungkin belum masuk pada tahap menyukai apalagi mencintai. Tapi berada didekatnya ternyata mampu membuatnya melakukan berbagai cara agar terus dapat kontak dengan wanita ini. Jung Soo tidak berani menyimpulkan apa yang dia rasakan. Tapi sepertinya dia memang terjebak dengan cara Eun Kyo membuat dirinya menyukainya.

“Terserah padamu. Sekarang sebaiknya kau istirahat saja.” Eun Kyo melepaskan tangannya dari pegangan Jung Soo dan meletakkan peralatannya di dapur. Jung Soo sudah berbaring.

“Kau tidak mandi?” tanya Eun Kyo.

“Dengan keadaan seperti ini?” tanya Jung Soo balik.

“Kau bisa merendam tubuhmu dengan air hangat. Akan kusiapkan.” Eun Kyo melesat ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air untuk Jung Soo.

“Bisa kau lepaskan bajuku?” tanya Jung Soo sudah berdiri. Eun Kyo mendekat padanya dan melepaskan jas serta kancing kemeja yang dikenakan Jung Soo satu persatu.

“Sudah.” Ujar Eun Kyo.

“Celananya sekalian.” Jawab Jung Soo acuh.

“Yak!” teriak Eun Kyo. “Itu kau lakukan di kamar mandi saja sendiri!” lanjutnya.

“Sabuknya saja.” Pinta Jung Soo.

“Aish! Kau ini!” tapi Eun Kyo juga tidak menolak membantu Eun Kyo melepaskan sabuk yang ada di pinggangnya tanpa canggung.

Yang dilakukan Jung Soo adalah mencari celah sikap salah tingkah Eun Kyo tapi tidak menemukannya. Eun Kyo melewati semua tes dengan baik. Jung Soo hanya ingin memastikan apakah Eun Kyo memang benar-benar serius dengan ucapannya tempo lalu. Benarkah Eun Kyo akan membuatnya tertarik. Jika itu benar, berarti ada sedikit rasa yang berbeda dalam hati Eun Kyo mengatakan itu pada Eommanya. Tapi hingga saat ini dia tidak menemukan sikap itu. Dia lupa, Eun Kyo aktris yang handal di atas panggung.

“Sudah, kau bisa mandi.” Ujar Eun Kyo sambil berpaling. Dia berusaha menyembunyikan semburat merah itu dari Jung Soo, tapi Jung Soo tidak sempat melihatnya.

“Sekalian dimandikan juga boleh.” Ujar Jung Soo membuat Eun Kyo membelalakkan matanya. Jung Soo tersenyum sambil melangkah ke kamar mandi. Sebelum menutup pintu dia mengucapkan sesuatu pada Eun Kyo.

“Gomawo.” Ujarnya.

***

Mereka berbaring di atas ranjang, masih belum memejamkan mata mereka. Eun Kyo tidak bisa memejamkan matanya karena dia merasa cemas. Sedangkan Jung Soo masih menahan sakit yang ada disekujur tubuhnya.

“Mengenai kejadian yang membuat Abeoji seperti ini, itu karena aku.” Ujar Jung Soo membuka pembicaraan.

“Eum.” Jawab Eun Kyo singkat.

“Tapi aku bersumpah tidak melakukan apapun padanya seperti yang terlihat.” Ujar Jung Soo lagi.

“Eum, Donghae juga sudah cerita padaku.” Jawab Eun Kyo.

“Dia pasti menyalahkanku. Aku memang bersalah dan mungkin jahat padamu.” Ujar Jung Soo. “Aku dan Yeon Su membuatmu tersakiti.”

“Donghae bilang, jahat dan baik hanya perbedaan sudut pandang. Pada dasarnya manusia itu terlahir baik. Tapi ada beberapa faktor yang mendorongnya untuk berbuat jahat.” Jawab Eun Kyo.

Jung Soo tertegun mendengar jawaban Eun Kyo. dia masih tidak percaya Eun Kyo bisa mengatakan seperti itu.

“Aku juga jahat telah merebutmu dari Yeon Su. Tapi sebentar lagi akan aku kembalikan, supaya rasa bersalah ini tidak menghantuiku.” Ujar Eun Kyo.

“Tapi…”

“Sudahlah, sebaiknya kita tidur.” Eun Kyo membelakangi Jung Soo dan menarik selimutnya.

Jung  Soo memandangi Eun Kyo. tiba-tiba saja perasaan tidak rela berpisah dari Eun Kyo menyelimuti dirinya. Ada sebuah rasa takut yang menghinggapinya tatkala Eun Kyo mengatakan akan mengembalikan dirinya pada Yeon Su. Sekarang Jung Soo menjadi bimbang, dan akhirnya terlelap bersama Eun Kyo.

***

Suara telpon rumah berdering dengan keras diatas meja. Eun Kyo mendengarnya namun enggan untuk membuka mata. Begitu juga dengan Jung Soo, dia hanya menggeliat, dan saat merasakan sekujur tubuhnya terasa sakit, dia mengurungkan niatnya untuk menjangkau gagang telpon.

“Eungh..”

Eun Kyo melenguh saat tangan Jung Soo ada di pinggangnya, memeluknya. Dia membuka matanya dan menguceknya lalu memperhatikan Jung Soo yang masih terlelap. Dia menggeser tubuhnya untuk mengambil gagang telpon dan menyahut  penelpon yang menghubungi mereka di malam buta. Eun Kyo sempat melirik jam yang ada di samping telpon. Jam menunjukkan pukul 02.13 pagi.

“Yeoboseyo?” sapa Eun Kyo dengan suara yang terdengar masih mengantuk dan serak. Suara yang menjawabnya adalah suara Eommanya yang ada diseberang sana.

“Ne, Eomoni. Kami akan segera kesana.”

Rasa kantuk Eun Kyo langsung hilang saat ibu mertuanya menelpon dari rumah sakit, yang mengatakan bahwa Appanya kini sudah siuman. Dia langsung menendang selimut yang menutupi tubuhnya dan menyentuh tubuh Jung Soo perlahan untuk membangunkannya.

“Jung Soo~ssi, ireona…” ujar Eun Kyo membangunkannya.

Jung Soo bukannya bangun malah semakin merapatkan tubuhnya pada Eun Kyo. dia merasa hangat saat memeluk Eun Kyo.

“Kita harus ke rumah sakit sekarang, Appa sudah siuman.”

Mendengar kata ‘Appa’ yang diucapkan Eun Kyo, sontak Jung Soo langsung membuka matanya dan menatap Eun Kyo dengan tidak percaya. Ada rasa lega yang tiba-tiba menyeruak dalam dadanya, sedikit rasa bahagia, namun juga ada sebongkah rasa takut yang menggumpal. Jung Soo langsung menyibak selimutnya dan berusaha berdiri.

“Kau bisa berdiri? Atau kau istirahat saja disini, biar aku minta di jemput Tuan Kim saja.” Ujar Eun Kyo mencegah Jung Soo bangun.

“Ani, ani. Aku masih kuat. Aku ingin bertemu Abeoji. Ada yang harus aku jelaskan padanya.” Ujar jung Soo menahan rasa sakit yang menderanya dan dia berhasil bangkit.

“Tapi aku akan tetap memanggil Tuan Kim karena kau tidak mungkin menyetir dalam keadaan seperti ini.” Ujar Eun Kyo. dia menghubungi Tuan kim dan memintanya untuk menjemputnya segera.

Setelah mempersiapkan diri dengan setelan baju hangat, Eun Kyo membantu Jung Soo untuk mengenakan bajunya. Memakaikannya baju hangat sementara menunggu Tuan Kim. Beberapa menit mereka gelisah, akhirnya Tuan Kim datang menjemput mereka.

***

Eun Kyo setengah berlari saat tiba di rumah sakit menuju ruangan tempat Appanya dirawat. Jung Soo mengikutinya dengan langkah yang sedikit tertahan karena sakit. Eun Kyo sesekali menungguinya untuk berjalan bersama. Saat mereka sampai di ruangan itu, sudah ada kedua mertuanya dan In Young yang masih tinggal di Korea.

“Eun Kyo~ya. Jung Soo.”

Nyonya Park langsung memeluk Eun Kyo. Dia lagi-lagi menangis, dan membuat Eun Kyo sedikit cemas.

“Eomoni, bagaimana keadaan Appa?” tanya Eun Kyo.

“Dia, dia sudah siuman. Dan sejak tadi dia mencari Jung Soo.” Ujar Nyonya Park.

Jung Soo yang mendengar hal itu, langsung melepaskan baju Appanya dan memakai tutup kepala. Tanpa berkata apapun dia langsung masuk ke ruangan mertuanya dirawat. Dia melihat lelaki yang mendapatinya di toilet dulu, yang menyebabkannya seperti ini masih terkulai lemas diatas tempat tidur.

“Abeoji, ini aku.”

Jung Soo duduk di kursi tepi tempat tidur Park Sang Jun. Dia ingin menagis melihat beberapa kabel yang terpasang di tubuh mertuanya ini. Orang yang tidak tau apa-apa kini menjadi korban.

“Jung Soo~ya…” panggil Park Sang Jun.

“Ye, Abeeoji.” Sahut Jung Soo. “Aku disini.”

“Jung Soo~ya..” Sang Jun mencoba meraih tangan Jung Soo yang disambutnya dengan genggaman.

“Abeoji, jangan banyak bicara dulu. Kau sebaiknya istirahat saja.”

Sang Jun memandangi Jung Soo dengan lekat. Jung Soo melakukan hal yang sama. Dia merasa sangat bersalah telah membuat keadaan seperti ini.

“Abeoji, mianhada. Apa yang kau lihat sebenarnya tidak seperti itu. Aku, aku memang mempunyai hubungan dengan wanita itu. Tapi kejadian di toilet itu, aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Aku sama sekali tidak menduganya.” Jelas Jung Soo. Sang Jun menatapnya sambil tersenyum.

“Ani, semua ini salahku. Harusnya dulu aku tidak menerima permintaan orang tuamu untuk meminang Eun Kyo.” jawab Sang Jun.

“Ani, kau tidak salah. Harusnya aku yang mengakhiri hubungan itu, menyadari itu tidak akan berhasil karena Eomma hanya menginginkan Eun Kyo. sejak kecil.” Jelas Jung Soo. Sang Jun terkekeh pelan. Mereka terdiam beberapa menit.

“Itu memang benar. Tapi harusnya aku juga memikirkan perasaanmu. Dan juga perasaan Eun Kyo. Dia sangat tersakiti. Aku tau dia pandai menyimpan sakit hatinya, seperti kehilangan ibunya dulu.” Sang Jun mulai bercerita tentang putrinya. “Aku sangat menyayanginya, tapi apa yang kau lakukan telah membuatku kecewa, Jung Soo~ya..”

“Abeoji, mianhada..” ujar Jung Soo. Dia tidak sempat lagi menahan airmatanya yang kini sudah merebak.

“Aku tidak tau, harus berbuat apa padamu. Aku ingin marah, tapi semua ini bukan sepenuhnya salahmu. Tapi berbuat seperti itu di tempat umum… Uhuk!”

“Abeoji, biar kau istrirahat saja.” Jung Soo mencegah sang Jun untuk berbicara lebih lanjut.

“Ani, aku tidak punya waktu lagi. Kau harus mendengarkanku.” Sang Jun menggenggam tangan Jung Soo dengan erat, seolah merasakan sakit yang teramah luar biasa. Dia mengambil nafas dulu sebelum kembali berbicara.

“Park Jung Soo. Kau telah menikahi putriku. Dia putriku satu-satunya dan aku ingin kau menjaganya sampai kau tidak bisa lagi menjaganya.” Pesan itu meluncur dengan deras dari mulut Sang Jun. “Tapi keinginan itu seperinya harus aku bawa mati. Kau boleh menentukan pilihanmu dan meninggalkan Eun Kyo. aku tau dia wanita yang kuat.” Lanjut Sang Jun.

“Ani, Abeoji. Aku akan meninggalkan wanita itu.” Ucap Jung Soo cepat.

“Tapi tidak akan ada artinya hidup kalian jika tanpa cinta Jung Soo~ya…” sela Sang Jun.

“Aku, aku akan membuatnya mencintaiku. Aku berjanji padamu. Tapi aku mohon padamu, bertahanlah…” pinta Jung Soo sambil menangis. “Untuk memastikan kami akan bahagia.” Lanjutnya.

“Ani. Aku tidak bisa bertahan. Jung Soo~ya. Mulai sekarang aku menitipkan Eun Kyo padamu.” Ujar Sang Jun menggenggam erat tangan Jung Soo.

“Dan satu lagi. Eun Kyo bukan anakku satu-satunya. Dia mempunyai adik namun tidak satu Ibu.” Ujar Sang Jun, Eun Kyo memandanginya dengan tidak percaya. “Bisa kau panggilkan Eun Kyo?” tanya Sang Jun. Jung Soo mengangguk dan memanggil Eun Kyo masuk.

Eun Kyo duduk di kursi menggantikan Jung Soo, Jung Soo berdiri di belakangnya. Sang Jun memandangi putrinya dengan sayu. Eun Kyo yang sudah merasa akan terjadi sesuatu menahan tangisnya.

“Eun Kyo~ya, aku tidak akan meninggalkanmu…” ujar Sang Jun seolah mengerti apa yang dikatakan Eun Kyo dalam diam. Eun Kyo tidak bisa lagi menahan airmatanya.

“Appa… andwae… aku tidak mau sendirian…” ujar Eun Kyo terbata.

“Ssssstttt, kau tidak akan sendirian, ada suamimu.” Sang Jun menatap Jung Soo. Jung Soo hanya bisa memandanginya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Appa…” panggil Eun Kyo. “Aku, aku akan berhenti menangis. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku.” Dengan cepat Eun Kyo menghentikan tangisnya dan menghapus airmatanya.

“Eun Kyo~ya. Sebelum terlambat. Aku ingin memberitahumu sesuatu.” Ujar Sang Jun. Eun Kyo menunggui Appanya bercerita.

“Kau bukan anakku satu-satunya. Kau punya adik laki-laki.” Sang Jung mengawali ceritanya dengan menangis. “Maafkan aku menyembunyikan ini selama lebih dari 20 tahun.” Lanjutnya. Eun Kyo terdiam, tapi berusaha untuk tidak emosi.

“Dia, dia bukan anak Eommamu.” Lanjut Sang Jun lagi. Wajah Eun Kyo berubah tegang. Dia masih belum mengerti mengapa Appanya tiba-tiba mengatakan lelucon ini.

“Eommamu dulu sulit mendapatkanmu, hingga 3 tahun berlalu, kami tidak juga mempunyai anak. Sampai akhirnya keluarga Appa meminta untuk menikah lagi. Eommamu mencarikannya untukku. Saat aku menikah dengan wanita itu, tak berapa lama Eommamu mengandungmu. Aku terlalu sibuk dengan Eommamu sehingga lupa dengan istriku yang satu lagi. Saat aku ingin menceraikannya dan dia bersedia, ternyata dia hamil Eun Kyo~ya. Adikmu.” Sang Jun menceritakan itu dengan berlinang airmata.

“Dia seorang lelaki. Dan aku membiayainya sekolah di luar negeri. Aku ingin mengenalkannya padamu, tapi Eommanya tidak mengijinkannya. Takut menyakitimu.”

“Sekarang dimana mereka?” tanya Eun Kyo.

“Ibumu sudah meninggal, tepat 2 bulan setalah Eommamu meningga;.” Jawab Sang Jun.

Jung Soo bisa merasakan tubuh Eun Kyo yang menegang saat dia memegangi pundak Eun Kyo untuk memberinya kekuatan.

“Dan adikku?” tanya Eun Kyo.

“Dia mungkin akan datang sebentar lagi, atau paling tidak besok.” Jawab Sang Jun.

“Baiklah, kalau begitu. Kau istirahat saja Appa, besok dia akan datang.” Eun Kyo menyentuh kepala Appanya dan mengusapnya dengan lembut

“Aku mencintaimu Park Eun Kyo. Kau orang yang paling aku sayangi di dunia ini.” Ujar Sang Jun.

“Ne, arasseo. Appa. Kau istirahat saja.” Ujar Eun Kyo.

“Kibum, namanya Kim Kibum. Perlakukan dia dengan baik.” Jawab Sang Jun.

“Ne, aku akan memperlakukannya dengan baik. Dia satu-satunya yang tersisa.” Jawab Eun Kyo dengan tulus.

“Sekarang aku bisa tenang. Maafkan aku Eun Kyo~ya.” Ujar Sang Jun.

“Ne, Appa. Sudahlah, kau harus istirahat.”

Sang Jun mengambil nafas dengan berat, bibirnya tersenyum saat dia menutup matanya. Eun Kyo memandanginya dengan tetesan airmata, hingga mata itu tertutup, dia masih tersenyum.

“Appa…” Eun Kyo panik melihat Appanya ynag terkulai lemah tak berdaya.

“Appa! Appa! Jung Soo~ssi. Apa yang terjadi?” Eun Kyo mulai tidak terkendali. Dia mulai panik dan mengguncang tubuh Appanya.

Jung Soo menangkap tubuh Eun Kyo yang terkulai jatuh. “Appa, Appa, andwae! Oppa! Aku tidakmau kehilangannya..” Eun Kyo bangkit dan mengguncang tubuh Appanya lagi.

Semua yang ada diluar mendengar keributan itu segera masuk dan In Young memanggil Dokter dan beberap perawat. Mereka segera membawa beberapa alat ke dalam ruangan Sang Jun.

“Aku harap kalian menepi sebentar.” Ujar beberapa orang yang masuk

Jung Soo memapah Eun Kyo yang masih lemas. Wanita itu tak lagi menangis, tapi memandangi wajah Appanya tanpa berkedip. Dia memperhatikan bagaimana alat pacu jantung yang di tempel di dada Appanya ituterlihat sangat menyiksa. Beberapa menit dia menyaksikan itu, tapi jantung Appanya tak kunjung berdetak kembali.

“Hentikan! Tolong hentikan.” Eun Kyo tiba-tiba menyela pekerjaan Dokter dan beberapa perawat. Tapi mereka terus berusaha agar pasien mereka selamat.

“Andwae! Hentikan! Aku sudah merelekannya. Jangan teruskan penyiksaan itu. Appa… aku lebih senang dia meninggalkanku dengan senyuman seperti tadi.” Ujar Eun Kyo menangis. Beberapa dari orang itu menghentikan pekerjaan mereka.

“Maafkan kami. Kami hanya ingin melakukan yang terbaik.” Ujar salah satu Dokter yang menangani Sang Jun.

“Ne, aku tau. Kalian sudah melakukan yang terbaik.” Ujar Eun Kyo. dia menghapus airmatanya segera dan mendekat pada jenazah Appanya.

“Appa, pergilah dengan tenang. Aku mencintaimu. Mengenai Kibum, aku tau kenapa kau memberitahunya padaku. Kau tenang saja. Perusahaan itu akan tetap di tangan kami.” Ujarnya berbisik di telinga Appanya. Semuanya menangis, terkecuali Eun Kyo, yang melepaskan Appanya.

***

Keadaan rumah menjadi sepi, hanya ada sesenggukan tangis yang terdengar. Beberapa tamu menyampaikan bela sungkawanya atas kematian Sang Jun. Banyak para tetangga yang hadir, juga beberapa kerabat jauh, hingga relasinya berkumpul menyampaikan rasa sedih yang mendalam.

Eun Kyo tertegun saat seorang lelaki berdiri di hadapannya dengan berpakaian rapi dan membawa sebuah koper.

“Kim Kibum.” Ujar Eun Kyo.

Lelaki yang disebut Eun Kyo tadi menunduk dan memberi penghormatan terakhir pada mendiang Appanya. Eun Kyo masih tertegun melihat Kibum yang sudah  tumbuh dewasa. Usia mereka tidak terlalu jauh terpaut. Kibum terlihat dingin, dia duduk disamping Eun Kyo untuk melayani tamu.

“Noona maafkan aku.” Ujarnya berbicara sepatah kata. Eun Kyo hanya tersenyum.

“Kau, kau boleh marah padaku.” Lanjutnya lagi.

Eun Kyo tidak bisa berkata apa-apa. Dia terlalu syok, dan sedikit kagum atas  pertemuan pertamanya dengan seorang adik laki-lakinya yang baru dia ketahuinya kemarin.

“Aku, aku..” ujar Kibum terbata.

“Setidaknya aku tidak sendirian jika kau ada.” Uajr Eun Kyo memotong pembicaraan Kibum. Kibum tercengang menatap kearah Eun Kyo.

“Kau berniat untuk tinggal disini kan?” tanya Eun Kyo lagi.

Kibum memandanginya dengan tidak percaya apa yang telah diucapkan Eun Kyo tadi. Dia mengira akan mendapat cacian serta makian. Tapi keadaan jauh berbeda dari apa yang dia bayangkan. Dia tidak menyangka Eun Kyo sehengat ini menyambutnya, meski dalam keadaan berkabung.

“Noona…” panggil Kibum lemah.

“Kau mengira aku terlalu baik? Ani Kibum~a, aku tidak sebaik yang kau bayangkan. Aku tidak akan segan mencoretmu dari daftar warisan jika kau tidak mengelolanya dengan baik.” Ujar Eun Kyo.

Kibum semakin memandanginya dengan tidak percaya. Ini sama sekali jauh dari ketakutannya selama ini. Selama ini dia mengira kalau keluarga Appanya akan membencinya karena dia adalah orang yang tidak diharapkan kehadirannya di dunia ini. Tapi telepon dari orang kepercayaan Eomma dan Appanya memintanya untuk kembali ke Korea, dia sangat terkejut. Ingin menolak awalnya, namun mendengar Appanya sedang sakit, akhirnya dia memutuskan untuk kembali.

“Kau sudah makan?” tanya Eun Kyo. Kibum mengangguk.

Mereka lebih banyak diam karena memang Kibum adalah anak yang tidak terlalu banyak bicara. Dia hanya berbicara jika menurutnya itu perlu saja. Apalagi dengan Eun Kyo, dia belum terlalu mengenal wanita yang memang dia tau sejak kecil itu adalah saudaranya. Dia hanya mengenal Eun Kyo dari lembaran foto yang dikirimkan Appanya. Awalnya dari kecil dia menaruh cemburu terhadap Eun Kyo, bahkan ibunyapun terkadang selalu menekankan untuknya  agar mengerti keadaan.

“Kalau begitu temani aku makan. Aku lapar.” Ujar Eun Kyo sambil menarik Kibum.

Eun Kyo menyerahkan tamu-tamunya pada mertuanya dan juga suaminya. Sementara teman-temannya sibuk melayani tamu di depan. Kibum mengikuti Eun Kyo yang membawanya ke tempat makan di belakang rumahnya. Eun Kyo mengambil makanan dan melahapnya dengan cepat, hingga membuat Kibum tercengang melihatnya. Eun Kyo menyuap tanpa jeda seluruh makanan yang ada dipiringnya.

“Noona, pelan-pelan.” Kibum mencegah Eun Kyo yang hendak memasukkan makanan lagi ke mulutnya, dia mengambil sendok makanan Eun Kyo. Dan Eun Kyo mulai menagis sambil mengunyah makanannya.

“Aku, aku sebenarnya belum sanggup melepaskannya, Kibum~a..” ujar Eun Kyo menerima suapan dari Kibum dan menghapus airmatanya yang tidak bisa dihentikannya.

“Aku mengerti keadaannya Noona. Tapi mau tidak mau kita harus menerimanya.” Ujar Kibum. Dia menyuapi Eun Kyo.

“Tapi, tapi…”

“Mana kakak iparku, dari tadi kau belum mengenalkannya padaku.” Tanya Kibum mengalihkan pembicaraan. Eun Kyo terhenti sejenak. Benar, dia belum memperkenalkan Jung Soo pada Kibum.

“Begini, sebelum aku mengenalkannya padamu. Aku mau bercerita padamu. Tapi ini rahasia kita berdua, ne?” Eun Kyo mendekatkan wajahnya pada Kibum.

Kibum yang melihat hal itu tersenyum. Dia benar-benar tidak menyangka Eun Kyo akan bersikap seterbuka ini padanya. Eun Kyo melengokkkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, memastikan bahwa tidak ada yang mendengar pembicaraannya.

“Sebenarnya perkawinanku tidak sungguh-sungguh.” Bisik Eun Kyo.

“Mwoya?” tanya Kibum.

“Begini ceritanya. Perusahaan Appa awalnya hampir bangkrut, dan Appa bersikeras mempertahankannya. Lalu kedua orang tua Jung Soo bersedia membantunya. Tapi syaratnya aku harus menikahi putranya.” Ujar Eun Kyo lanjut bercerita sambil berbisik.

“Lalu?”

“Kakak iparmu sudah mempunyai kekasih, namun Eomma bersikeras untuk menikahkanku dengan putranya. Dan akhirnya kami membuat kesepakatan.” Lanjut Eun Kyo lagi.

“Kesepakatan? Maksudmu kalian hanya akan menikah dalam tenggang waktu tertentu?”

Eun Kyo mengangguk.

“Lalu kalian akan mengatakan berpisah karena tidak cocok?”

Eun Kyo kembali mengangguk.

“Lalu sementara kesepakatan itu berjalan, kalian tidak boleh mencampuri urusan kalian masing-masinng, termasuk masalah asmara?” tanya Kibum.

Eun Kyo lagi-lagi mengangguk kibum tertawa, dilihatnya pertama kali Eun Kyo adalah sosok yang sangat dewasa dimatanya, bisa menerima semua keadaan dengan lapang dada bahkan menerimanya dengan tangan terbuka. Tapi di tempat lain, saudaranya ini berubah 180 derajat. Jauh dari bayangan dewasa, dan dia terlihat seperti anak kecil, polos.

“Darimana kau mengetahui semua itu?” tanya Eun Kyo.

“Noona, kau ini! Itu seperti skenario drama Korea!” Kibum memukul pelang kepala Eun Kyo, lalu mengusapnya.

“Aku kan memang pemain drama, tapi bukan drama layar kaca. Aku pemain teater.” Ujar Eun Kyo.

“Lalu karena kau pemain teater dan tidak terlalu mengerti tentang perusahaan, makanya Appa memanggilku kemari untuk menjalankan perusahaannya? Begitu?” tanya Kibum.

“Mungkin seperti itu.” Jawab Eun Kyo pelan. Dia menganga meminta Kibum menyuapinya. “Sepertinya kau tau segalanya.” Ujar Eun Kyo menggumam.

“Aku bahkan tau semua ceritamu sejak kecil.” Jawab Kibum setengah bangga.

“Jinjja?” mata Eun Kyo berbinar-binar.

“Dulunya kau sangat takut di foto. Hingga Appa sering memotomu diam-diam. Dan aku punya beberapa foto itu.”

“Darimana kau tau?”

“Kau juga sangat takut belalang dan ulat. Juga kecoak, laba-laba, dan semua jenis binatang yang hampir mirip seperti itu.”

“Kenapa bisa sedetail itu?”

“Di kakimu ada bekas luka karena kau jatuh dan lututmu robek.”

Eun Kyo menunjukkan wajah bingungnya sambil memegangi lututnya. Mereka berdua tersenyum, dan Eun Kyo melihat senyum Kibum sekilas mirip dengan Appanya. Eun Kyo terdiam.

“Wae, Noona?” tanya Kibum heran.

“Senyummu seperti Appa.” Jawab Eun Kyo.

“Ehem, kalian disini rupanya.” Seseorang datang menghampiri mereka. Jung Soo.

“Jung Soo~ssi…” panggil Eun Kyo.

“Aku sepertinya lebih senang kau memanggilku ‘Oppa’ seperti tadi malam.” Jawab Jung Soo. Eun Kyo melirik pada Kibum. Dia heran kenapa Jung Soo tiba-tiba mulai berubah.

“Annyeong haseyo, Hyung.” Sapa Kibum sambil berdiri dan membungkuk.

“Annyeong.” Jawab Jung Soo.

“Aku, aku Kim Kibum. Hyung. Aku…”

Kibum tidak tau harus menjelaskan posisinya darimana, bahwa dia adalah adik iparnya. Saudara Eun Kyo tetapi berbeda Eomma.

“Aku sudah tau. Selamat datang.” Jung Soo tiba-tiba berdiri di dekat Kibum dan memeluknya, menepuk punggungnya, “Aku senang kau kembali.” Ujarnya melepaskan pelukannya.

“Maaf waktu kita bertemu tidak tepat.” Ujar Kibum.

“Gwaenchana.” Jung Soo merangkul Kibum dan menepuk pundaknya.

Eun Kyo berjalan mendekati Kibum dan mengambil sendok makanannya, lalu melanjutkan makannya. Kibum dan Jung Soo keluar meninggalkan Eun Kyo sendirian. Eun Kyo masih meneruskan makannya yang tak kunjung habis, meski dia sudah menyuapkannya tanpa henti. Donghae dan temannya yang lain kemudian menghampirinya di dapur.

“Onnie….” panggil Ae Rin. Eun kyo tersentak dan menghentikan makannya.

“Disini kau rupanya.” Ujar Donghae.

“Kau makan apa Noona?” Ryeowook mendekati Eun Kyo dan mencicipinya.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Sungmin. Eun Kyo hanya diam saja.

“Aku, aku tidak pintar menenangkan orang lain, tapi aku rasa kau bisa menguasai dirimu sendiri, Onnie.” Ae Rin mendekat dan memeluk Eun Kyo.

“Aish, kalian ini apa-apaan. Aku baik-baik saja, kalian tenang saja.” Eun Kyo berusaha tersenyum, membuat yang lainnya tenang.

***

Seminggu berlalu, tapi Eun Kyo masih berkabung. Dia hanya mendekam di rumahnya sendiri saat Jung Soo berangkat bekerja. Dia sudah meminta Ae Rin untuk menggantikan perannya dan peran Ae Rin akan digantikan Hyeo Bin. Mereka semua tidak keberatan Eun Kyo meminta ijin untuk tidak latihan ataupun pentas minggu ini.

Dia berjalan menyusuri rumahnya. Begitu banyak kenangan meski dia jarang pulang ke rumah ini. Tapi saat orang-orang di tinggalkannya pergi satu persatu, mendadak semua kenangan itu bermunculan dan menghadirkan rasa rindu yang terkadang membuat airmatanya menetes.

“Kau kenapa Noona?”

Kibum keluar dari kamarnya, kamar yang dulunya di tempati Eun Kyo. Dia terkejut melihat Eun Kyo yang pagi-pagi sudah ada disini. Eun Kyo hanya diam, diam-diam dia menyeka airmatanya saat berdiri di depan foto Eommanya.

“Ani, dulunya aku selalu bingung saat Appa betah berlama-lama berdiri disini. Tapi saat ini, aku bisa mengerti perasaannya.” Ujar Eun Kyo.

Kibum berjalan mendekati Eun Kyo dan berdiri disampingnya. Dia juga ikut memandangi foto Appanya dan Eommanya Eun Kyo.

“Kau mungkin mempunyai banyak kenangan bersama Appa, tapi aku…”

Eun Kyo langsung menoleh pada Kibum. Tiba-tiba dia merasa bersalah telah  membuat Kibum merasa terabaikan saat dia teringat kenangannya bersama Appanya.

“Mianhae, Kibum~a.” Eun Kyo menggandeng tangan Kibum.

“Akan kumaafkan setelah kau berhenti meratapi foto itu setiap hari.” Jawab Kibum. Dia menolehkan wajahnya pada Eun Kyo dan tersenyum.

“Eum, arasseo. Hari terakhir aku menangis.” Jawab Eun Kyo yakin.

“Noona, hari ini pengacara akan datang, dia ingin membacakan wasiat untuk kita.”

“Jinjja?”

“Eum, Tuan Han yang mengatakannya padaku.” Jawab Kibum.

“Baiklah, sebaiknya kau mandi sana. Bau.” Eun Kyo mendorong Kibum. Kibum segera berjalan ke kamar mandi dan Eun Kyo masuk kedalam kamar Kibum.

Tidak ada yang berubah dari kamar itu. Jam dinding masih pada tempatnya. Foto-foto juga masih terpajang manis di sebuah lemari. Semua piagam yang Eun Kyo dapatkan juga masih tertata rapi. kibum tidak memindahkannya semilipun, kecuali lemari yang kini sudah mulai penuh dengan bajunya. Seprai dan sarung bantal masih sama seperti saat ditinggalkannya dulu.

“Maaf Noona, aku mengambil kamarmu.”

Kibum sudah keluar dari kamar mandi dengan baju kaos dan celana kainnya. Eun Kyo menoleh.

“Ani, gwaenchana. Aku lebih senang kamar ini ada penghuninya dibandingkan kosong melompong seperti kamar hantu. Kau boleh menambahkan perabotanmu. Tapi aku ingin tetap foto-foto itu ada disana.” Eun Kyo menunjuk sebuah lemari yang penuh dengan fotonya.

“Tenang saja, Noona. Apa Pengacara sudah datang?”

“Sepertinya belum.” Jawab Eun Kyo.

“Noona, ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Kibum duduk diatas kasur sementara Eun Kyo masih tersenyum memandangi fotonya sendiri. Mulai dari kecil hingga menginjak remaja. Fotonya di area bermain yang tidak dia sadari hingga foto dia menangis karena dia sadar telah dibidik kamera.

“Apa?” tanya Eun Kyo acuh.

“Apa kau mencintai Jung Soo?” tanya Kibum.

Eun Kyo yang sibuk memandangi kenangan masa kecilnya kini terdiam. Senyum yang sejak tadi mengembang dari wajahnya langsung hilang seketika.

“Kenapa bertanya seperti itu?” tanya Eun Kyo.

“Ani, aku hanya ingin tau saja.” Jawab Kibum.

“Kenapa kau ingin tau?” Eun Kyo berbalik menatap Kibum.

“Em…. hanya ingin tau saja.” Jawab Kibum bingung. Dia juga tidak mengerti mengapa dia bertanya seperi itu pada Eun Kyo.

“Entahlah.” Jawab Eun Kyo kembali membelakangi Kibum.

“Mana mungkin jawabannya seperti itu.”

“Mungkin aku tidak menyukainya awalnya.”

“Awalnya, lalu sekarang?” tanya Kibum memancing.

“Kenapa membicarakan itu? Kita ganti topik saja.” Ujar Eun Kyo mengelak.

Kibum tertawa. Dia hanya ingin memastikan apakah Eun Kyo bisa mencintai lelaki itu, sementara Jung Soo mengatakan padanya akan membuat Eun Kyo mencintainya. Dia hanya penasaran kelak akhirnya seperti apa, karena dia benci menerka yang tidak pasti.

“Kau sendiri bagaimana? Sudah punya kekasih?” tanya Eun Kyo.

“Belum.”

“Kenapa belum?”

“Mungkin karena aku belum menemukan yang cocok.”

“Gadis di luar negeri sana banyak. Kau terlalu pemilih.” Ujar Eun Kyo.

“Aku ingin yang seperti Eomma.” Jawab Kibum lirih.

“Tuan Muda, Nona Muda. Pengacara Kim sudah tiba.” Ujar seseorang dari luar kamar.

Eun Kyo dan Kibum sudah duduk menghadapi seorang Pengacara yang akan membacakan surat wasiat dari orang tua mereka. Eun Kyo terlihat tenang, karena dia sudah bisa menerka siapa yang akan menjalankan perusahaan Appanya.

“Saudara sekalian, aku tidak akan berbasa-basi lagi dan akan langsung membacakannya. Tuan Park berwasiat padaku bahwa saham perusahaan akan dikelola oleh kedua anaknya, yaitu Park Eun Kyo dan Kim Kibum dibagi sama rata. Kibum akan mendapat warisan rumah beserta tanah yang ada di California, sedangkan Eun Kyo menerima bagian yang ada di Korea. Semua hitungan itu sudah dipikirkan masak-masak. Mereka mendapat bagian sama rata.  Dan semua pembagian itu akan batal saat Eun Kyo dan Jung Soo berpisah. Jika mereka berdua memutuskan untuk berpisah, maka bagian Kibum setengahnya akan menjadi bagian Eun Kyo.”

Saat mendengarkan pembacaan wasiat itu, Eun Kyo menganga mendengar kalimat terakhir pernyataan Appanya. Saat dia berpisah dengan Jung Soo, dia akan mendapatkan bagian lebih banyak dari Kibum?

Apa-apaan ini? Tanya Eun Kyo dalam hati.

“Maaf, kapan Appa membuat wasiat ini?” tanya Eun Kyo penasaran. Sedangkan Kibum hanya tersenyum duduk disampingnya.

“Sesaat setelah Appa kalian siuman. Saat kalian belum tiba, aku dan juga kedua mertuamu menyaksikan dia berwasiat.” Ujar Pengacara itu menjelaskan. “Kalian sudah mendengarnya kan? Kibum mulai bekerja besok pagi. Kau menjadi pemegang saham pasif, Park Eun Kyo. Appamu tau, kau tidak akan melepaskan teatermu. Oleh sebab itu, Tuan Park meminta Kibum untuk kesini.” Lanjutnya. “sudah tidak ada yang kusampaikan lagi. Kalian sudah mendengarkannya, dan tugasku sudah selesai untuk membacakannya. Aku yang akan memantau kalian. Jadi tugasku hari ini sudah selesai, kalian terima atau tidak. Itulah permintaan terakhir orang tua kalian.” Pengacara Kim segera berpamitan pulang.

Eun Kyo masih mematung di tempat duduknya. Dia terdiam mendengar surat wasiat Appanya. Bukan karena tidak rela dia harus berbagi warisan dengan Kibum. Bukan juga karena dia pemegang saham pasif seperti yang dikatakan surat itu. Bukan karena Kibum yang harus menjalankan Perusahaan kedua orang tuanya. Tapi karena jika dia dan Jung Soo berpisah, maka harta pembagian untuk Kibum, setengahnya akan menjadi miliknya. Itu artinya dia mengambil bagian Kibum, dan maksud yang penting dari kalimat itu adalah, artinya dia harus hidup selamanya bersama Jung Soo.

“Kibum~a. Aku tidak akan mengambil bagianmu. Percayalah.” Eun Kyo menyentuh tangan Kibum. Kibum hanya tersenyum.

“Aku percaya. Dan aku juga percaya kau akan hidup bersama Jung Soo selamanya dan tidak harus mengambil bagianku.” Jawab Kibum.

“Ani, ani. Meskipun nantinya aku berpisah. Aku tetap tidak akan mengambil bagianmu.” Ujar Eun Kyo mengikuti Kibum masuk ke dalam kamar.

“Noona, kau, kau yang seperti malaikat ini, aku sangat takut.” Ujar Kibum.

“M mwo? Apa maksudmu?” tanya Eun Kyo terbata.

“Apa kau tidak sakit hati sama sekali? Eih? Tidak kecewa aku tiba-tiba hadir disini? Dan mengambil sebagian yang harus kau terima? Apa kau tidak merasa sakit hati sedikitpun?” tanya Kibum dingin.

“Apa maksudmu Kibum~a?” tanya Eun Kyo lirih.

Eun kyo tidak mengerti apa yang dimaksud Kibum dengan sakit hati. Sakit hati? Kecewa? Tidak mungkin dia tidak merasakan itu. Dia bahkan ingin membunuh Appanya saat itu juga. Tapi kenyataan adalah kenyataan. Berbeda halnya dengan skenario yang biasa di buat Donghae, yang bisa dia hapus jika dia tidak menyukainya. Dia mengerti betul kenyataan tak bisa seperti itu. Dia hanya berusaha menerima. Malaikat? Malaikat tidak berperasaan sepertinya. Dia ingin sekali menjadi malaikat, yang hanya patuh dengan perintah, tanpa harus ada menangis dan sedih. Dia ingin seperti itu. Tapi dia sadar dia adalah manusia. Yang tidak bisa mengelak dari takdir.

“Sepertinya kau tidak mau diganggu. Sebaiknya aku pulang.” Ujar Eun Kyo berpamitan.

“Noona, mianhae. Ini rumahmu.” Ujar Kibum mencegah Eun Kyo dengan menarik tangannya. “Aku hanya emosi.  Aku hanya emosi.” Ujar Kibum.

Mereka berdua terdiam. Menyelami pikiran mereka masing-masing. Bukan maksud Kibum menyakiti Eun Kyo dengan bersikap seperti itu. Dia hanya penasaran bagaimana emosi Eun Kyo dengan semua kejadian ini.

“Appa, Appa hanya tidak ingin kau berpisah dengan Jung Soo.” Ujar Kibum. “Dia menelponku sebelum kau dan Jung Soo datang. Memintaku untuk menjagamu. Meski dia tau Jung Soo seperti apa, tapi itu adalah permintaan Eommamu. Dulu.” Ujar Kibum menjelaskan tanpa melepaskan tangannya.

“Kenapa semua orang jadi mengatur hidupku?” Eun Kyo menatap Kibum dan mencoba melepaskan tangannya tapi Kibum bersikeras memeganginya.

“Karena semua orang menyayangimu, Noona. Aku juga menyayangimu. Sejak dulu, meski kau tak mengenalku.” Ujar Kibum.

“Tapi, tapi itu sangat menyebalkan. Dan lebih menyebalkan lagi aku menerima semua itu. Seandainya aku menolak sejak awal, tidak akan begini jadinya.” Ujar Eun Kyo. “Seperti cerita dongeng yang akan bahagia pada akhirnya, aku tidak pernah meyakini itu.”

“Tapi kau tetap harus menerimanya.”

“Tapi aku merebutnya dari wanita lain Kibum~a, seandainya saja dia tidak punya kekasih.” Ujar Eun Kyo.

“Dan kau akan menerimanya jika dia tidak mempunyai wanita lain?” tanya Kibum. Eun Kyo mengangguk.

“Bagaimana jika dia meninggalkan wanita itu untukmu?”

“Bagaimana jika nanti dia maninggalkanku untuk wanita lain?” tanya Eun Kyo balik.

“Tapi jika di mencintaimu, dia tidak akan meninggalkanmu.”

“Bukankah sekarang dia juga mencintai wanita itu?”

Kibum tak mampu lagi menjawab. Dia mengerti posisi Eun Kyo memang terjepit sekarang. Tapi dia juga berharap Eun Kyo bahagia bersama Jung Soo seperti yang diinginkan Appanya.

“Sudahlah. Aku mau ke tempat latihan saja melihat mereka latihan.” Ujar Eun Kyo.

“Tunggu Noona, aku ikut. Siapa tahu nanti kau bisa memberiku peran. Aku juga suka seni peran.” Ujar Kibum.

***

Eun Kyo membawa Kibum ke tempat mereka biasa latihan. Hanya untuk melihat saja, menjadi penonton, bukan untuk ikut latihan, karena Eun Kyo sudah memberikan perannya pada Ae Rin. Saat Eun Kyo datang, semua aktifitas terhenti.

“Onnie…. bogoshippeo.” Ae Rin langsung menghambur kearah Eun Kyo.

“Noona…” ujar Ryeowook. “Tidak ada yang menghabiskan makananku jika tidak ada kau.” Keluh Ryeowook.

“Kau baik-baik saja?” tanya Donghae.

Eun Kyo kewalahan menjawab semua pertanyaan teman-temannya. Karena sudah seminggu mereka tidak bertemu. Setelah jenazah Appanya di kebumikan, dia tidak pernah menjenguk mereka. Eun Kyo bingung harus menjawab pertanyaan siapa terlebih dahulu. Dia memeluk satu persatu, hanya satu orang yang belum dia peluk, Kyuhyun. Anak itu tampak tidak perduli dengan kedatangan Eun Kyo yang menjenguk mereka. Dia hanya dia dan fokus membaca script yang diberikan Donghae padanya, yang sebenarnya sudah dia hapal. Eun Kyo yang menyadari hal itu, saat teman-temannya kembali latihan, dia berjalan mendekati Kyuhyun.

“Kau serius sekali. Sampai-sampai tidak menyadari kedatanganku.” Eun Kyo duduk disampingnya. Kyuhyun masih tidak perduli.

“Kau marah aku mengganti Ae Rin?” tanya Eun Kyo dengan jujur.

“Ani.” Jawab Kyuhyun.

“Kalau begitu? Aku hanya ingin menenangkan diri Kyuhyun~a..” ujar Eun Kyo.

“Aku mengerti keadaanmu yang seperti itu.” Jawab Kyuhyun.

“Lalu kenapa bersikap dingin seperti ini?” tanya Eun Kyo lagi. Kyuhyun tidak menjawab. Mereka berdua terdiam.

“Noona, setelah kejadian ini, kau masih ingin hidup bersama lelaki itu?” tiba-tiba Kyuhyun bertanya. Dia menatap Eun Kyo dengan seksama.

“Lelaki yang mana maksudmu?” tanya Eun Kyo berpura-pura tidak mengerti.

“Kau mencintainya? Eoh? Hingga sampai Appamu meninggal kau masih betah hidup bersamanya?” tanya Kyuhyun sengit. Dia masih belum bisa memaafkan Jung Soo yang telah membuat keadaan menjadi sulit seperti ini.

“Kyuhyun~a..”

“Aku sudah memperingatinya, jangan membuatmu terluka, tapi dia ternyata meremehkanku.” ujar Kyuhyun dingin. Kyuhyun terlihat serius. Eun Kyo menahan nafas lalu menghembuskannya.

“Ada banyak hal yang tidak kau mengerti Kyuhyun~a.” Jawab Eun Kyo.

“Hem, termasuk tidak mengenalmu lagi sekarang. Kau berubah, kau bahkan membela lelaki itu.” Ujar Kyuhyun dengan nada kecewa.

“Bukan begitu maksudku.”

“Lalu apa yang membuatmu bertahan dengannya? Bukankah karena Appa kau bertahan? Sekarang Appa sudah tidak ada. Untuk apa kau menyakiti dirimu sendiri Noona? Atau karena kini kau sudah mencintainya?” tanya Kyuhyun curiga. Eun Kyo tersenyum memanggapi pertanyaan Kyuhyun.

“Bukan, bukan karena itu. Kami berdua, maksudku aku dan Jung Soo juga bingung harus berbuat apa. Jika kami berpisah, kami tidak yakin keadaan Eomoni tidak akan memburuk.” Jawab Eun Kyo.

“Sekarang kau pun menyebutnya kami.” Kyuhyun bangkit dan meninggalkan Eun Kyo yang terpaku sendiri.

Eun Kyo juga sangat bingung. Apa yang harus dia lakukan untuk meneruskan hidupnya. Tetap bertahan seperti keinginan Appanya, atau mundur dan menyerah saja. Dia sangat bingung, semua itu membuatnya tidak terlalu nyenyak tidur. Kunci kamarnya masih ditangan In Young hingga In Young kembali ke luar negeri, dan dia harus menerima tidur bersama Jung Soo setiap malam.

“Sudah sore Noona. Ayo kita pulang.” Ajak Kibum.

Sejak tadi Kibum sibuk memperhatikan mereka latihan. Dia sangat tertarik, tapi ada yang berbeda dari biasanya hari ini, yang Kibum belum ketahui. Tak ada pertengkaran Ae Rin dan Kyuhyun lagi sejak peristiwa Kyuhyun memukuli Jng Soo tempo lalu. Tapi Kibum tidak mengetahui hal itu, dan tidak menyadari ada yang kurang seperti yang lainnya.

Eun Kyo bangkit dan berpamitan dengan yang lain untuk pulang. Dia kembali ke rumahnya dan lupa belum memasak apapun untuk makan malam.

***

Jung Soo sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya sepeninggal mertuanya beberapa waktu lalu. Dia selalu teringat Eun Kyo. Yang tidur disampingnya, tanpa menangis, padahal dia tau, gadis itu habis menangis di kamar mandi. Tapi dia menyembunyikan air matanya setiap bertatapan dengannya.

Jung Soo mencoba memfokuskan ditinya pada pekerjaan yang tidak kunjung selesai sejak tadi siang. Dia lebih senang melamun ketimbang memeriksa beberapa laporan yang harus dia tanda tangani. Sore telah berlalu, pekerjaannnya hampir selesai, namun dia sudah terlalu lelah untuk menyelesaikannya hari ini.

“Oppa…”

Sebuah suar a memanggilnya. Suara yang sungguh tidak ingin dia dengar beberapa waktu ini. Yang selalu dia hindari meski orang yang mengeluarkan suara itu selalu memintanya untuk bertemu. Kim Yeon Su.

“Kau sibuk?” tanya Yeon Su.

“Kau bisa lihat sendiri.” Jawab Jung Soo.

Dia memutuskan untuk  menyelesaikan pekerjaannya malam ini juga, agar waktunya tidak bisa diambil oleh gadis itu.

“Kau menghindariku.” Jawab Yeon Su lemah.

Jung Soo menoleh pada Yeon Su. Tidak tidak tau apa yang harus dia lakukan terhadap gadis yang ada di hadapannya itu. Yang secara tidak langsung telah membunuh mertuanya tersebut.

“Bukan begitu Yeon Su~ya..” jawab Jung Soo.

“Tapi beberapa hari ini kau tidak jarang menerima telponku.” Jawab Yeon Su terdengar sedih.

“Kau tau sendiri, mertuaku baru saja meninggal, dan aku tidak sempat menyelesaikan pekerjaanku tepat waktu. Tak ada waktu untuk menemanimu.”

“Kau dulu berjanji, meski kau menikah dengannya, tidak akan berubah sedikitpun. Tapi sekarang, mana janjimu. Sepertinya kau telah melupakan janjimu, dan kau mulai menyukainya.” Ujar Yeon Su lirh.

Bahkan orang lain pun tau. Sikap Jung Soo terhadap Eun Kyo akhir-akhir ini, orang lainpun bisa membacanya. Tapi Jung Soo sendiri belum berani menjatuhkan pilihan atas hatinya. Dia tidak ingin menyakiti siapapun jika dia memilih salah satu gadis yang akan mendampinginya kelak.

“Aku, aku…” ujar Jung Soo terbata.

“Tapi aku tidak akan menyerah begitu saj Oppa. Kau mempunyai lebih banyak kenangan denganku dibandingkan wanita itu.” Yeon Su bangkit dan meninggalkan Jung Soo yang terdiam. Bimbang.

Jung Soo melepaskan tangannya dari tumpukan kertas yang sejak tadi dipegangnya bergantian. Dia merasa lelah, sangat lelah. Bersandar di kursi sambil memandangi file itu. Baginya dulunya bekerja adalah hal  yang menyenangkan, tapi belakangan, Jung Soo merasa itu adalah sebuah beban.

“Sebaiknya aku pulangs saja.” Ujar Jung Soo pada dirinya sendiri.

Dia bangkit dari kursi, meraih jasnya dan mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan kantornya. Keinginan untuk pulang tidak bisa dicegahnya lagi.

Di tengah perjalanan pulang, dia terhambat sebuah keributan kecil di pinggir jalan. Dia menepikan mobilnya saat mengenali salah satu mobil yang ada di pinggir jalan. Dia keluar dari mobil dan menghampiri kerumunan orang yang ada disana. Dia melihat Yeon Su sedang bertengkar dengan seorang ibu-ibu yang memarahi Yeon Su dengan nyaring.

“Ada apa ini?” tanya Jung Soo.

“Wanita gila ini hampir menabrakku!” teriak wanita paruh baya itu.

JungSoo menoleh pada seseorang yang ditunjuk wanita itu, Kim Yeon Su. Jung Soo melihat wajah Yeon Su yang memerah dan tersenyum tidak karuan duduk ditas jalan.

“Kau mengenalnya? Aigoo.. sial sekali yang menjadi ibu dari anak ini.” Omel wanita itu. “tidak punya sopan-santun sama sekali.” Lanjutnya lagi.

“Nde! Eommaku sial telah melahirkan aku! Dan aku merasa menyesal telah menjadi anaknya! kau tau?! Dia adalah orang paling aku benci di dunia ini! Eoh?!” teriak Yeon Su. Dia meracau sesuka hatinya setelah menenggak beberap botol soju di warung pinggir jalan tak jauh dari mereka bertengkar. Jung Soo menarik tubuh Yeon Su yang sempoyongan karena mabuk. Dia menutup mulut Yeon Su untuk menghentikannya mengacau lebih banyak.

“Sudah lah. Maafkan dia, Ahjumma. Aku mengenalnya. Aku yang akan membawanya pulang. Kau terluka? Perlu aku bawa ke rumah sakit?” tanya Jung Soo ramah.

“A, ani. Kau hanya perlu membawa gadis tidak tau aturan ini pergi.” Ujar wanita itu berjalan meninggalkan mereka.

Jung Soo mengangkat Yeon Su masuk ke dalam mobilnya dan mengantar Yeon Su ke apartemennya. Dia memarkir mobilnya lalu mengangkat Yeon Su masuk ke kediamannya. Apartemen yang di belikan Jung Soo beberapa bulan lalu.

Yeon Su merengek minta dibelikan apartemen pada Jng Soo karena sudah tidak nyaman dengan lingkungan apatemennya yang dulu, yang menyebutkan berbagai berita negatif tentangnya. Junga ada beberap orang yang mengenalnya dan keluarganya, yang dulunya sering bertengkar. Jung Soo mengangkat Yeon Su hingga ke kamar dan meletakkan tubuh Yeon Su di atas kasur.

“Oppa, dulu kau sangat pengertian padaku.” Ucap Yeon Su sambil berbaring membelakangi Jung Soo.

Jung Soo yang awalnya ingin pulang menghentikan langkahnya. Perlahan berbalik menghadap Yeon Su. Dia menatap Yeon Su dengan perasaan bersalah. Jung Soo bukan tidak menyadari perubahan yang ada pada dirinya sendiri. Dia hanya tidak ingin mengakui perubahan itu. Perubahan yang terjadi dengan spontan dan sangat cepat baginya.

Perasaannya yang kini mulai tumbuh dan bertunas terhadap Eun Kyo. itu yang ingin dia pungkiri. Karena kenyataan itu akan menimbulkan luka pada gadis yang dulu dicintainya. bukan inginnya berubah seperti ini, tapi dia tidak bisa mengelak perasaan itu. Semakin mengelak, perasaan itu semakin kuat. Berbeda halnya dulu saat dia jatuh cinta terhadap Yeon Su. Gadis itu memang menarik dan senang menarik perhatian. Jung Soo yang merasa tertarik saat itu bak gayung bersambut, Yeon Su menerimanya dengan senang hati. Tak ada rahasia dari mereka berdua. Yeon Su yang meniti kariernya dibantu oleh Jung Soo karena dari keluarga yang sama sekali tidak berkecukupan. Tapi lambat laun, Yeon Su mulai terlena dengan kehidupannya sendiri. Berubah dari gadis yang gigih menjadi gadis yang ambisi. Sejak saat itu Jung Soo mulai merasa perasaannya berubah, meski dia tetap menyayangi Yeon Su. Dan ynag menjadi penghalang hubungan mereka adalah Nyonya Park. Yeon Su dangat membenci wanita itu.

“Sepertinya kau mulai menyukai Eun Kyo. Jujur saja Oppa.” Ujar Yeon Su.

“Mianhae Yeon Su~ya…” ucap Jung Soo lirih, tercekat di tenggorokannya.

Bukan maksudnya menyakiti Yeon Su seperti ini. Tapi sungguh permainan takdir ini bukan dia yang mengendalikan. Dia hanya sebuah pion yang dimainkan menurut peraturan yang harus dia jalani. Awalnya merasa terjebak, namun hari demi hari dia semakin santai dan mulai bisa menerima.

“Andwae! Oppa! Kau tidak boleh menyukainya. Kau hanya boleh mencintaiku.” Yeon Su segera bangkit dan memeluk Jung Soo dengan erat. Seolah tidak ingin lepas. “Aku tidak bisa hidup tanpamu, Oppa. Tidak ada yang memandangku jika tiba-tiba kau meninggalkanku. Semuanya pasti mencemoohku. Aku tidak bisa seperti itu.” Ujarnya menangis di pelukan Jung Soo.

Hati Jung Soo merasa sakit. Sakit saat dia sadar telah melukai perasaan gadis yang pernah dicintainya. Tapi tak ada pilihan. Dia harus mengorbankan salah satunya. Demi Eommanya. Dan dia harus mengorbankan Yeon Su untuk kelangsungan hidup orang tuanya. Tak ingin kehilangan lebih banyak lagi jika dia memilih Yeon Su. Eomma mungkin baginya hanya wanita cerewet yang hanya bisa mengatur hidupnya, tapi belakangan, dia mulai merasa sosok Eomma begitu berarti untuknya, setelah Eun Kyo hadir.

Ponsel Jung Soo bergetar. Ada sebuah panggilan. Dia memeriksanya. Dari Eun Kyo. dia segera mengangkatnya dan berusaha menjauhkan Yeon Su darinya.

“Yeoboseyo?”

Yeon Su yang curiga mencoba meraih ponsel itu dari telinga Jung Soo, tapi Jung Soo menjauhkannya.

“Eoh? Nde. Sebentar lagi aku pulang.” Jawab Jung Soo. Yeon Su masih tidak menyerah untuk mengambil ponsel itu tapi tidak bisa.

“Dari siapa? Wanita itu?! Yak! Oppa! Kau tidak boleh pulang! Dan kau Eun Kyo~ssi! Dia tidak akan pulang! Dia tidur bersamaku hari ini dan seterusnya! Kau tidak akan bisa merebutnya dariku!” teriak Yeon Su saat dia tidak bisa merebut ponsel itu. Dia berharap Eun Kyo mendengar teriakannya. Dan memang benar, Eun Kyo mendengarnya. Jung Soo segera menutup ponselnya dan menatap tajam pada Yeon Su.

“Wae! Kenapa marah padaku?! Kau mulai membelanya lagi?! Eoh?! Oppa! Kau harusny membelaku! Oppa, nappeun nom!” teriak Yeon Su sambil mengamuk dan menghamburkan perabotan make-upnya yang ada di depan cermin.

Jung Soo menghela nafas. Dia tau dia salah, dan merasa sangat bersalah saat melihat Yeon Su semakin tidak terkendali seperti ini, tapi dia tidak punya pilihan lain. Janjinya dengan mertuanya harus dia kedepankan di atas segalanya. Dia tidak ingin membuat Eun Kyo lebih kesepian lagi.

“Aku harus pulang.” Ujar Jung Soo dingin.

“Oppa! Andwae!” Yeon Su mencegahnya dengan berlari dan memeluk Jung Soo dari belakang. Lama mereka terdiam, dan Yeon Su mengangis sejadinya.

“Yeon Su~ya… dengarkan aku.” Jung Soo mencoba melepaskan pelukan Yeon Su yang masih sesenggukan. “Kau, kau bukan mencintaiku. Kau ketergantungan. Ini bukan cinta Yeon Su~ya. Yang kita jalani bukan cinta.” Ujar Jung Soo menenangkan.

“Ani, ani.” Yeon Su menggeleng. “Beraninya kau berkata seperti itu setelah menemukan wanita lain, Oppa! Aku, aku tidak bisa hidup tanpamu.” Jawab Yeon Su. Jung Soo menghela nafas. Ponselnya kembali bergetar. Kali ini bukan Eun Kyo, tapi Eommanya.

“Yeoboseyo? Eomma?” ujar Jung Soo sengaja agar Yeon tidak merecokinya. Dia menjauh dari Yeon Su dan Yeon Su tidak bisa berbuat apapun, hanya bisa menghapus airmatanya.

“Nde, aku akan membawa Eun Kyo ke rumahmu. Sebentar lagi.” Jung Soo langsung menutup ponselnya.

“Aku harus pulang Yeon Su~ya. Eomma menyuruhku ke rumahnya.”

Yeon Su hanya mematung. Meratapi kepergian Jung Soo yang perlahan tak lagi terlihat dimatanya. Dia menyadari telah kehilangan Jung Soo saat ini. Dan hatinya meradang, menyimpan dendam yang lebih banyak pada orang-orang yang membuatnya menderita. Orang tuanya, dan kini bertambah satu, Park Eun Kyo.

***

Jung Soo membuka kombinasi kode yang telah digantinya dua hari yang lalu. Hanya dia dan Eun Kyo yang tahu, berdua saja. Dia masuk ke ruamhnya dan mencari Eun Kyo. Makan malam sudah siap saat dia memasuki dapur, tapi dia tidak mendapai Eun Kyo di ruangan manapun. Terkecuali kamarnya.

Perut laparnya bisa dia ia tahan, tapi rasa penasaran akan keberadaan Eun Kyo mengusiknya dan tak dapat dia hindari. Dia membuka kamarnya, dan mendapati Eun Kyo duduk di tepi tempat tidur, terdiam, melamun. Rambutnya masih basah dan belum di keringkan, tapi wanita itu sudah mengenakan baju tidurnya.

Sepertinya Eun Kyo baru saja keluar dari kamar mandi sehingga tidak mendengar Jung Soo masuk dan membuka pintu. Eun Kyo mengambil handuk dan mengeringkan rambutnya lalu meletakkan handuk itu diatas tempat tidur setelah rambutnya kering. Dia duduk diatas tempat tidur dan menyapukan lotion ke tangan dan kakinya dengan pelan dan lembut. Setelah selesai, dia bergerak kearah cermin dan menyisir rambutnya. Mulutnya bersenandung lirih.

Jung Soo memperhatikannya dengan seksama. Beberapa waktu lalu dia telah menguping pembicaraan Eun Kyo dan Eommanya. Jung Soo masih terdiam di tempatnya, dia mencoba menghentikan debaran jantungnya yang bertabuh dengan kencang, hingga rasanya telinganyapun bisa mendenar kegaduhan itu. Dia sudah sering melihat beberapa artisnya berpakaian bikini, bahkan melihat Yeon Su dengan setengah telanjang saat di foto. Tapi melihat Eun Kyo semanis itu dengan baju tidurnya yang selutut saja, dia benar-benar tidak bis mengontrol diri. Semakin hari, wanit aitu semakin manis dimatanya..

“Kau dimana saja? Sampai tidak mendengar panggilanku?”

Jung Soo masuk ke dalam kama. Eun Kyo nampak terkejut melihat sosok Jung Soo di dalam cermin, langsung berpaling menghadap Jung Soo. Dia tidak bisa menjawab apa-apa, masih dalam keadaan terkejut dan benar-benar tidak mampu berkata-kata.

“Aku mau mandi dulu, Eomma menyuruh kita ke rumahnya.” Ujar Jung Soo masuk ke dalam kamar mandi. Dia mencoba mengendalikan dirinya di dalam kamar mandi setelah melihat Eun Kyo yang sedikit membuatnya bergairah. Mengguyur tubuhnya dengan air, berharap itu dapat mencuci otaknya yang kotor.

Jung Soo keluar dari kamar mandi dan sudah tak ada lagi Eun Kyo di kamar. Dia mengambil bajunya dan mengenakannya lalu keluar kamar mencari Eun Kyo.

“Makan dulu sebentar, setelah itu kita ke rumah Eomma.” Ujar Eun Kyo meniyapkan makanan. Jung Soo mengambil kursi dan makan bersama Eun Kyo.

“Kau darimana saja? Baru mandi berarti baru kembali.” Ujar Jung Soo bertanya.

“Tadi melnengok mereka yang sedang latihan bersama Kibum.” Jawab Eun Kyo.

“Begitu?”

“Eum.” Jawab Eun Kyo sambil menyuap makanannya. Dia tidak berani menatap Jung Soo. “Kau bersama Yeon Su?” tanya Eun Kyo.

Jung Soo terdiam sejenak. Dia berpikir harus menjawab apa, jujur atau berbohong. Tapi dia pikir Eun Kyo pasti mendengar teriakan Yeon Su tadi, jadi tidak ada gunanya dia berbohong.

“Nde, aku menemukannya mabuk di tengah jalan, lalu mengantarnya pulang.” Jawab Jung Soo.

Eun Kyo terdiam sejenak lalu menghela nafasnya, berat. Jung Soo meliriknya, merasa ada yang harus Eun Kyo bicarakan namun terasa berat. Jung Soo bisa merasakannya.

“Wae?” tanya Jung Soo.

“Ani, aku hanya merasa bersalah pada Yeon Su membuatnya seperti itu. Mungkin malam ini waktu yang tepat kita membicarakannya pada Eomma.”

Jung Soo langsung melepaskan sumpit dari tangannya dengan kasar. Dia merasa emosi saat Eun Kyo mulai kembali mengungkit kesepakatan mereka.

“Aku rasa bukan waktunya.” Jawab Jung Soo menghindar. Dia menatap Eun Kyo dengan tajam, berharap wanita itu mengerti dia belum ingin berpisah. Keinginan yang tidak bisa dia ucapkan secara langsung, hanya bisa bersembunyi di balik keinginan orang tuanya.

“Tidak akan pernah ada waktu yang tepat untuk membicarakan itu. Kita hanya perlu keberanian.” Jawab Eun Kyo juga mengakhiri makannya lalu meletakkan mangkok bekas dia makan ke dalam tempat pencucian piring.

“Kau tega menyakitinya?” tanya Jung Soo juga membawa mangkok kotornya berdiri disamping Eun Kyo. Eun Kyo terdiam, berdiri tanpa melakukan apa-apa, Jung Soo juga sama. Mereka seolah benar-benar menemui jalan buntu yang mereka coba untuk gali.

“Tidak ada pilihan lain. Semakin lama akan semakin susah. Aku juga akan semakin menyakiti Yeon Su jika terus berlama-lama seperti ini.” Eun Kyo menjauh.

“Bagaimana jika aku tidak mau?” tanya Jung Soo cepat sepeninggalnya Eun Kyo. sedikit mengeraskan suaranya agar wanita itu bisa mendengarnya.

“Seperti kesepakatan kita, tetap akan berakhir setelah enam bulan.” Ujar Eun Kyo. berjalan meninggalakn dapur langkah demi langkah.

“Tapi bagaimana jika aku menyukaimu?” tanya Jung Soo lagi. Kali ini setengah berteriak.

“Itu masalahmu.” Jawab Eun Kyo acuh juga berteriak dari ruang tengah menuju ke kamarnya. Dia ingin berganti baju di kamar.

Jung Soo semakin emosi dan berjalan cepat mengikuti Eun Kyo. dan saat tiba tepat di belakang Eun Kyo, dia langsung mendorong Eun Kyo masuk ke dalam kamar dan menghempasnya di atas tempat tidur.

“Kau ini apa-apaan. Eomma pasti sudah menunggu.” Eun Kyo bangkit dan merapikan bajunya.

“Jika kau tetap bersikeras. Baiklah. Aku akan memenuhi semua perjanjian kita.”

Jung Soo menindih Eun Kyo dan mulai membuka baju Eun Kyo dengan kasar. Eun Kyo refleks menahannya.

“Perjanjian kita, jika aku menginginkan hubungan intim, kau harus melayaniku.”

Perkataan Jung Soo seolah benar-benar membuat Eun Kyo merasa dilecehkan. Tapi dia tidak berdaya. Berulang kali dia mencoba melepaskan Jung Soo tapi tidak berhasil. Dia mulai merasa takut. Tidak pernah dia merasa tidak berdaya seperti ini. Lambat laun Jung Soo melepaskan tangannya dari tubuh Eun Kyo dan tanpa di duganya sama sekali, wanita itu berhenti berontak. Jung Soo mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Kyo dan perlahan menuju bibirnya. Bibir mereka saling bertautan, mengecap satu sama lain, dan mulai terhanyut.

Eun Kyo yang awalnya merasa takut, kini tidak mengerti dengan dirinya sendiri yang seolah menginginkan sentuhan itu. Dia mula merasa nyaman dalam kuasa Jung Soo. Dan tanga Jung Soo kini mulai meraba leher Eun Kyo membuatnya sedikit menggeliat geli. Lenguhan kecil keluar dari mulutnya.

“Jung Soo~ssi. Belnya.”

Jung Soo terdiam, posisinya masih berada di atas tubuh Eun Kyo tak bergerak sedikitpun. Dan semua yang ingin dia lakukan ternyata hanya imajinasi liarnya saja, yang tersulut emosi karena Eun Kyo seperti tidak menunjukkan rasa suka sedikitpun terhadapnya.

“Oppa! Kau dengar belnya berbunyi? Apa kau tuli?”

Jung Soo tersentak. Lamunannya buyar. Dai berdiri setengah di dorong Eun Kyo lalu terdiam di tepi tempat tidur. Lamunannya tadi benar-benar nyata dalam otaknya. Ciuman itu, lenguhan Eun Kyo dia merasa benar-benar terjadi. Tapi kenyataanya itu hanya sebuah hayalan.

Eun Kyo nampak bingung melihat tingkah Jung Soo yang mulai aneh akhir-akhir ini. Dia keluar meninggalkan suaminya yang masih terpaku di posisinya. Membukakan pintu untuk orang yang berbaik hati melepaskannya dari Jung Soo malam ini. Dan orang itu ternyata Kibum.

“Kibum~a. Kenapa malam-malam kesini.” Eun Kyo menarik Kibum masuk.

“Noona, aku disuruh mertuamu menjemput. Eomoni bilang, kalian tidak akan cepat jika tidak di jemput.” Ujar Kibum.

“Ah, kami sudah mau berangkat. Masih menunggu Jung Soo Oppa yang bersiap-siap.” Jawab Eun Kyo. “Oppa! Kita sudah dijemput.” Teriak Eun Kyo memanggil Jung Soo.

Jung Soo benar-benar membeku. Dia tidak habis pikir kenapa haru sberpikiran meminta perjanjian tentang hubungan intim itu dalam hayalannya. Teriakan Eun Kyopun tidak di dengarnya. Hingga Eun Kyo menghampirinya, dia masih terpaku.

“Kau baik-baik saja?” tanya Eun Kyo. Jung Soo menoleh.

“Nde, kau. Siapa yang datang?” tanya Jung Soo. Dia terlihat salah tingkah.

“Kibum. Kau keluar dulu, aku harus ganti baju.” Jawab Eun Kyo. Jung Soo tak beranjak sedikitpun. Terus memandangi Eun Kyo yang sibuk memilih bajunya. Dia mengambil baju yang lebih sopan daripada baju yang dia kenakan sekarang lalu bingung memandangi Jung Soo.

“Tunggu apa lagi? Nanti terlambat!”

“Ah, ye.”

Jung Soo berjalan keluar kamar dengan enggan menghampiri Kibum yang ada di ruang tamu. Kibum berdiri ketika Jung Soo muncul dari dalam rumah.

“Hyung.” Sapa Kibum.

“Apa kau tidak merasa dia sangat menakutkan Kibum~a?” tanya Jung Soo setengah linglung. Kibum memandangi Jung Soo dengan wajah heran.

“Ap, apa maksudmu, Hyung?” tanya Kibum tidak mengerti.

“Bukankah dia, dia, dia sulit dimengerti? Eoh?” tanya Jung Soo lagi semakin membuat Kibum mengerutkan dahinya. “Ah, kau pasti tidak mengerti.” Lanjut Jung Soo dengan wajah putus asanya. Kibum tersenyum.

“Dia memang sulit dimengerti, tapi kata Appa, jangan sekalipun kau membuatnya tersinggung. Susah untuk membujuknya.” Jawab Kibum.

“Begitu? Apa aku membuatnya tersinggung hingga dia berubah menakutkan seperti itu?” tanya Jung Soo dengan wajah bodoh.

“Aku sudah selesai, kita bisa berangkat.”

Kibum dan Jung Soo menoleh pada Eun Kyo bersamaan yang sudah ada di hadapan mereka berdua. Berdiri lalu pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan mobil Kibum.

***

Nyonya Park terlihat senang saat melihat Eun Kyo dan Jung Soo datang bersamaan. Meski sangat terlihat bahwa mereka masih canggung, tapi bagi Nyonya Park, ini sudah sebuah kemajuan. Jung Soo tak lagi terlihat bersama Yeon Su, itulah sebabnya senyum itu terlihat sangat sumringah.

“Kau sudah makan Eun Kyo~ya?” tanya Nyonya Park. Eun Kyo mengangguk sambil menggandeng tangan mertuanya.

“Dia bahkan tidak menanyakan pada anaknya sendiri Kibum~a. Betapa malang nasibku.” Gumam Jung Soo yang berjalan bersama Kibum.

“Ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian bertiga.”

Nyonya Park mengajak Eun Kyo, Jung Soo serta Kibum ke dalam ruangan kerja Park Sung Jae, suaminya. Mempersilakan mereka bertiga duduk di atas sofa lembut dengan bulu halus. Eun Kyo bisa merasakan suasana yang nyaman di dalam sini. Dia duduk disamping Jung Soo dan berhadapan dengan Kibum.

“Aku rasa Eun Kyo dan Kibum sudah membaca surat wasiat Appa kalian berdua. Eun Kyo~ya, bukan kami menyembunyikan semua ini darimu. Kami sudah tau sejak awal, kau pasti sangat terkejut.” Ujar Nyonya Park sambil memandangi Kibum. Kibum menunduk dan tersenyum.

“Gwaenchana Eomoni. Setidaknya aku tidak kewalahan mengelola semua peninggalan Appa.” Jawab Eun Kyo tulus. “Eum, meski memang belum terbiasa, tapi nanti pasti akan menjadi wajar.” Sambung Eun Kyo tidak ingin membuat Kibum bersedih karena penolakan.

“Berarti sudah tau kalau Kibum yang akan meneruskan perusahaan Appamu?”

“Sudah.” Jawab Eun Kyo yakin.

“Tidak keberatan?”

“Tidak sama sekali. Lagipula aku juga tidak terlalu mengerti dengan seluk beluk perusahaan. Penjualan apapun sama sekali aku tidak memperdulikannya.” Jawab Eun Kyo.

“Berarti tidak ada masalah.” Jawab Nyonya Park santai. “Benar kan yang aku bilang Yeobo? Dia pasti bisa berpikir dengan jernih.”

Sejak tadi hanya Nyonya Park saja yang bicara, suaminya hanya tersenyum mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang meluncur dari mulutnya. Khas kekhawatiran seorang wanita.

“Mulai besok kau harus mulai bekerja dan belajar, Kibum~a. Aku sudah meyakinkan dewan direksi agar bisa membimbingmu dengan baik.”

“Nde, Ahjussi.” Jawab Kibum.

“Kau akan ada dibawah pengawasanku. Karena Perusahaan masih sedikit tidak stabil. Aku harap kau bisa belajar dengan cepat.” Sambung Jae Sung memberikan nasehat.

“Nde, aku mengerti.” Jawab Kibum.

Pembicaraan serius itu di dengar dengan cermat oleh Kibum dan juga Jung Soo. Hanya Eun Kyo yang terlihat tidak antusias dan tidak mau tau. Dia sejak tadi hanya memainkan ujung bajunya. Tidak ada satu kalimat nasehatpun yang mampir di telinganya. Dia menganggapnya itu angin lalu dan bukan urusannya. Urusannya hanyalah jika Kyuhyun tiba-tiba sakit, atau Sungmin terlambat latihan, atau karena Donghae buntu ide. Itu yang menjadi urusannya.

“Ah, satu lagi.”

Tiba-tiba diakhir pembicaraan yang tidak disadari Eun Kyo, Nyonya Park menyela mereka. Dia berdiri di belakang Eun Kyo dan Jung Soo duduk.

“Harabeoji dan Halmeoni meminta Eun Kyo dan Jung Soo untuk menginap disana selama seminggu. Kau masih istirahat dari acaramu kan? Masih ada yang bisa di andalkan kan? Teman-temanmu?” Nyonya Park berbicara pada Eun Kyo dan Jung Soo. Eun Kyo menoleh ke belakang menatap mertuanya dengan wajah bingung.

“Kalian belum pernah mengunjunginya kan? Jung Soo juga, kau sudah lama tidak kesana. Sudah beberap tahun. Terakhir bertemu di hari pernikahan kalian, itupun hanya sebentar.” Ujarnya sambil memandangi Jung Soo.

Wajah Jung Soo tidak kalah bodoh dari Eun Kyo. dia bisa merasakan ada yang tidak beres dengan permintaan kedua tetua itu. Tiba-tiba meminta mereka untuk menginap. Mungkin memang biasa pengantin baru berkunjung, tapi untuk seminggu? Jung Soo merasa itu sangat berlebihan. Eommanya tersenyum memandangi Jung Soo. Jung Soo melirik Eun Kyo, berharap Eun Kyo tidak berpikir polos disaat seperti ini.

“Eum, memang ada yang mengurus. Tapi rumah Harabeoji dimana, Eomoni?” tanya Eun Kyo lirih. Sedikit malu karena tidak mengenal semua anggota keluarga suaminya. Sebenarnya dia bukan tidak mengenal, hanya lupa saja. Bahkan waktu kecil kedua orang tuanya sesekali pernah membawa mereka berlibur kesana.

“DI Mokpo.” Jawab Nyonya Park.

“Pantai.” Jawab Eun Kyo lirih.

Jung Soo berdecak kesal, sepertinya Eun Kyo memang sudah terjebak dengan perangkap yang akan dibuat para tetua.

“Kau tidak suka?” tanya Eun Kyo menoleh pada Jung Soo.

“Ani.” Jawab Jung Soo cepat.

Jika  Eun Kyo bersedia, dia juga tidak masalah. Jung Soo hanya tidak ingin jika nantinya terjadi sesuatu, dialah yang disalahkan. Meski memang dia menginginkan sesuatu itu terjadi. Yang bisa memutar balik hidupnya menjadi lebih baik bersama Eun Kyo nantinya.

Sekarang mungkin saatnya untuk istirahat

Aku tak lagi menarik pelatuk permainan itu

Tapi belakangan membuatku berpikir

Dan mulai merasa takut

Jika aku meneruskan permainan ini

Siapa lagi yang akan menjadi korban?

Meski memang pelurunya sudah benar-benar tidak ada

Aku rasa permainan ini akan kembali meminta tumbal

TBC

Note : cukup aneh dan kembali tidak sesuai jalur. Ciri khasku banget tiba-tiba bingung menetukan laur. Aku adalah termasuk orang yang spontan, jadi ga bisa merencanakan dari awal. Sedikit plin-plan dan juga ya begini dah. Maaf jika mengecewakan… sebenernya pengen ada yang ehem-ehem, tapi karena aku tau pasti dua kurcaci itu membaca ini, dan aku tidak mau menodai mereka, saengdeul aku tercinta… makanya aku edit ulang dan aku hapus adegan itu… nanti aja kalo sudah waktunya, dan itupun nantinya harus aku kasih warning bagian yang dewasanya…

Maaf yah, banyak mungkin yang nanya kapan part 3… kapan balik.. aku jarang balas kan? Bukan karena ga kepengen bales atau sombong atau apa… itu karena berbagai alasan, dan yang paling utama, sinyal bener-bener low saat di kampung… beberapa kali kirim baru bisa masuk… selain itu juga di kampung kan rame tuh amu lebaran, aku keasikan maen sama sodara-sodara aku… masih kecil-kecil sih, tapi membangkitkan jiwa muda tsaaaaaaahhhhh dan yang ketiga… aku sempatterkapar sakit… jadi pas ada yang nelpon, aku ga bisa ngangkat. Ada yang sms, beberapa saja yang aku bales, karena pusing aku, selain itu ya juga karena jaringan… sempet di infus dua hari di rumah… colaps setelah aku sakit juga si awalnya dirumah aku sendiri, di rumah mama itu udah kelewat sakit jadi ampe ambruk. Sepertinya kebanyakan cuap-cuap deh aku, terima kasih udah berkunjung…

116 responses »

  1. eonny.. aku nangis.. hiks..
    appa knp meninggal..
    jungsoo bnr” lelet deh.. ga mau cpt ngutarakan prasaannya..
    hih.. benci aku..

    aku bgg mo komen apa lg..
    agh.. kibum..
    aku awalnya nebak ryeowook.. haha
    tnyata kibum..

    aku mau next part onnie.. sm ff nara jg.. okaii?

    • bikin nangis lagi fika ini… hobby banget si…
      lebay banget deh kayany aku….
      ryeowook? dia terlalu polos… drmn datangnya jadi ryeowook si??
      hahahahahahahahaha

      oppa? lelet?? hehehehehehhehe
      kita berdua hanya bingung dan bimbang… tsaaaaaahhhh

  2. Eonniiiiiiiiiiiiiiii…
    sumpah ini keren bgt, bener2 kyk drama, air mata sempet jatuh jg pas baca bag. appanya eunkyo meninggal…
    eon hati eunkyo itu sebenarnya terbuat dari apa sih koq bisa2nya dia mikir dia yg salah😦
    Eh iya adegan yg iya2ny knp harus hayalan padahal klo nyata keren bgt itu ketangkap basah ama kibum😀
    dan kamu pinter bgt ya eon milih org yg jd adik kamu:-/
    aq bingung mau komen apalagi tp ini ceritanya bner2 Daebak eon, ditunggu kelanjutannya😀

    • drama? drama? yah lebih keren lah daripada di bilang sinetron, kekekekekekekke
      appa… iya sih, kaga rela juga sebenernya appa meninggal….

      iya kan salah… mestinya dia g maju…
      banyak yang tersakiti….

      apaan adegan iya iya?? hahahahahahahaha, ketangkap basah ama kibum? andwae!!

      oh iya dong… kibum kan dede tersayang aku… *dilirik kyu sama wookie, manyun*

      • makanya eon jgn bertele2 ntar bakal jd kyk sinetron😀 lngsung aja teuki ninggalin Yeon Su & lngsung ngungkapin prasaan ke eunkyo beres dah😀
        eh eon td aq sempet kpikiran klo adiknya eunkyo itu Yeon Su loh tp pas appanya bilang namja ga jd deh😀

  3. Sumpah….tanggung jawab dah buat q nangis kejer sambil makan bakso smpe di liatin orang…eun kyo bner2 wanita lembut q jd bner2 ska ma eun kyo.pikiran jung soo rada2 nih sy jd mikir yg iya iya . next di tnggu makin penasara^^.tetep smangat dan jaga kesehatan ya…..

    • hah? tanggung jawab//
      ih enak makan bakso… lagi dimana emang?? aku mau bakso…
      sebel ah disini sendirian lagi… pengen tinggal sama mami aja… hiks!
      hari ini mami aku ulang tahun…

      tapi aku belum ngucapin… bingung mau ngomong apa.

      • Q lg di rumah. yaudah tar q kirim baksonya lwat pesawat internet aja ya(?). mami km ultah????mga mami km panjang umur dan sehat selalu dan q pasti yakin mami km bangga punya anak kya km.^^fighting\|^_^|/

  4. eonni aku sedih pas appa nya eun kyo meninggal. hhuuwwaahh *nangis bareng ryeowook*
    eonni pokoknya harus tanggung jawab gara-gara bikin aku nangis. *tarik-tarik tangan eonni*
    terus itu suamiku kyuhyun kenapa galak banget sih, kasihan jungsoo oppanya kalo dipukulin kaya gitu. *pukul kepala kyuhyun**langsung peluk kyuhyun*

    iihss jungsoo oppa kenapa ngga bisa cepet netapin hati gitu sih?!
    ayo cepetan bilang ke eun kyo kalo oppa suka sama dia!! hwaiting oppa. *semangat 45*
    dan itu si yeon su apa-apaan sih! kalo dia kaya gitu terus kan jungsoo oppa jadi galau.😦

    seru banget eonni. ngga sabar nih buat baca part selanjutnya.🙂
    ditunggu part selanjutnya eonni.
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni. *hormat bareng kyuhyun*

  5. Oenni ada beberapa part yg aku ga ngerti kayanya harus dibaca ulang hahahaa tapi aku tetep suka oenn , aku suka leletnya park jung soo bikin tambah penasaran jd deg deg an bacanya hahahaa
    Aku suka alurnya karna ga ngebut , step by step di jelasin .. Tp aku lbh suka kalau enkyo sama park jung soo nya ada konfliknya bikin terbawa emosi kaya di part 2😀
    Waaah kepanjangan deh komennya , pokonya aku bakalan setia jd pembaca tulisan tulisan oenni🙂 di tunggu lanjutannya ya oenn *muah

  6. Onnie,q bnr2 nangis pas td Appax Kyo meninggal!
    adeganx mirip sm pas Appaq meninggal 1th lalu!
    tp bdax,kalo Kyo xuruh brenti pas dokterx ngsi alat pacu jantung,kalo q malah xuruh mrk jngan brenti,malah ampe masQ trun tngan mompa pake tanganx ndiri!dan lg,Kyo kuat bgt nahan tangis,bda m q yg ampe triak histeris n pir g sadarkan diri!
    bener2 ngrasa flashback,xesek onn!
    aduh mian,q malah curcol!
    q cm mw blng onnie pntr bgt ngemainin prasaan readers dpart ne!
    bis nangis,q ktwa ngakak pas Teuk xium Kyo yg txata dy cm ngayal!
    sumpah,kasian bgt ce Jungsoo!hahaha
    yasud,dh kpnjangan ne komenx!
    dtnggu next partx onn,mdh2n next part tjadi hal yg “iya-iya” drmh halmonie!hahaha

  7. hiks…hiks…hikss…
    Sedih bnget pas bagian appa-nya eunkyo meninggal..
    Aiissshhh jung soo oppa kenapa pake bingung sihh..
    Jelas-jelas kau suka sama eunkyo…

    ehmmm udh penasaran sama part selnjutnya..
    Waktu teukyo dirumah harabeoji & halmeoninya jungsoo oppa

  8. Eonniii…
    Huaaaaaaaaaa
    Let’s this die bikin aku bacanya was-was,ga rela kalo ampe udh nemu tulisan “TBC” nya

    Aku makin cintah bgt lah sama ni ff eon,
    Sedih,appa nya meninggal,tapi seneng juga jadinya jungsoo nya ga bisa kmana2,mau gamau jadi tawanan seumur hidupnya eunkyo hahaahahahaa

    Seneng juga ada pemeran baru,uri key yg sedih bgt kenal appa nya sebentar doang,untung punya nunna yg baik yg syg bgt sama dia.

    Aaahhh aku ga sabar nunggu seminggu di mokponya hahaahahahahaha,I know what u mean eon,aku pasti paling menantikan adegan ini pastinya hahaahahahahaaa

    Lanjutannya ditunggu eon,oiya Eon,omelet kapan nih ?

  9. sedih deh appanya eunkyo meninggal..

    si yeon su dih makin lama makin nyebelin sikap manjanya,teuki kurang tegas kayaknya sama yeonsunya.. harusnya langsung putusin aja,hehe😄

    get well soon unnie~ ditunggu next partnya ^^

  10. hwuaaa…
    ni part kok galau amat ampe ikutan nangis, appa kok meninggal aq kira pas tau siuman appa udah sembuh…

    waktu appa bilang klu kyo punya adik aq pikir yeon su yg jd adiknya ternyata bukan lega pas tau ternyata kibum adiknya eun kyo…

    wah knp adegan yg itu dpotong klu beneran kan g pa2 kasian tu jungsoo udah menghayal yg ga2…

    dtunggu part selanjutnya klu bs yg cepet publishnya…
    fighting…

  11. Wah onnie aku ampe nangis baca’e.
    Onnie ko junsoo’e plin plan banget sih tegesin donk *maksa* aku jd gemes trus tu si youn su sebel bgt mepet trus sama oppa. Kasian kan eunkyo, dia sabar bgt…
    Onnie bikin pelajaran wat youn su ya biar kapok dia aku dah gemes pengen ngejitak hehehe
    n bikin eunkyo ma oppa cepet bersatu *banyak ngatur*
    hehehehe ^.^ dah dulu ya onn

  12. kebiasaan ye aq, td pas bca banyak komen yg berseliweran, pas kelar baca lenyap hilabg tak berbekas *apadeh

    eonni g’ ngabulin prmintaan aq buat nendang yeon su ke bermuda neh, jengkel ma sikap kekanak”an.nya dy, bnr kta oppa, itu bkan cinta tp ketergantungan,
    trus itu eunkyo jg trlalu baik ih, ngelawan napa,
    udah oppa, tinggalin ja itu cwe kurang diajar, kembalikan dy ke asalnya(?),,,

    itu kibum key to kibum suju eonni,? *lpa,hehehe

    emang kyknya da yg kurang yah klo g’ da adegan berantemnya aerin ma kyu, hihihihi

    knpa g’ jd nyantumin ensi eonni,? takut dbca ma 2 bocah,? nugunde,?

  13. hallo ny fika park,wah jl critanya jd berliku liku,tp gak pa2lah yg pnting reader2mu trus stia ngikuti kisah mu ini,smngt ya nerusin lanjutannya,makasii

  14. Yaaa,,, adgan ny yg d kasur gantung(?) onn,,
    rasain teuki t mw d tinggal eunkyo.. Haha*ketawaevil..
    Aq pkir td kyu adikny trnyta kibum., wuish, kyu kren t tonjok2 an ma teuk hihihihi,,
    d tggu next chapt ny onnie..

  15. annyeong
    ihh..hizk hikz hikz jdi nangiskan eon
    part ini bener sedih n’ terharu.part ini lebih baik dari part 2 yg bikin binggung aku sedikit.
    tpi aku juga masih bingung sich…itu pas jung so minta ngelakuin ‘itu'(intim sumri) cuma khayalan jung so’ya atau beneran??
    tpi kok seolah benaran
    tpi dya pikir itu khayalan.
    aku gk ngerti tuh pas bagian itu.*biasa nak alim jdi klo bca ‘gituan’ sdikit lola biar ngeti.*
    yasudalah intinya daebak buat part ini🙂
    next part jgn lama” eon ditunggu.annyeong

  16. Aaaaahh…
    Speechless aku eon.
    bingung mau ngomong apa, intinya aku suka.
    berharap part slanjutnya ada NC nya *otak yadong akut*
    pokonya, aku tunggu part 4 nya.
    kalo cepet, sukur. kalo lama, bearti keterlaluan. keterlaluan karna bikin aku galau nungguin nya.
    udah ah, aku ada urusan penting sama si ikan sexy itu. masih kebayang waktu dia pake kemeja putih, pas comeback stage SFS MuBank nyanyi sambil ngedance From U bareng ama si monyet yadong *dibakar jewels*, makin tergila2 pas abis liat foto2 nya di CECI, ato pas dia lagi pamer ABS di W mag.
    ko aku malah komenin uri yeobo si, padahal ini kan ff TeuKyo.
    Udah ah, aku makin ga waras nih.

  17. eonni,, ini aq kaget, tiba2 d masukkin kibum,, perannya apa tuh si kibum kok tiba2 nongol,,
    tuh si teuk.nya kuang teges bikin bete, trus kyu.nya waktu baku hantam ma jungsoo kurang liar,, ga ampe jungsoo.nya masuk rumah sakit tuh.. #plaak
    part ini, bagiku rada2 keluar dr jalur awal, tp dapet lha,, bagus kyk biasanya,, ntar aq pengennya si jungsoo ngemis2 cinta ma eunkyo biar kapok,, wkwkwk
    di mokpo seminggu tuh, mreka d suruh bulan madu ya eon, di jebak biar NC.an ya? wkwkwkw
    jgn mau ya eunkyo,, tunggu jungsoo putusin pacarnya dulu aja, br mau d ajak NC.an,, ok??
    peran cowo ke2.nya tuh donghae ya eon? apa bukan? apa ga ada? ayo bikin jungsoo agar tdk mendapatkan eunkyo dgn mudah eon,, biar jungsoo.nya sadar klo eunkyo tuh berharga *ya ampun bahasaku*
    lanjutannya di tunggu eon,, baguuus.

  18. Eonii miris bgt liat kyuppa marah ma teukppa , aku berlinang air mata nih . Tanggung jwb😀 .
    Bener2 menguras esmosi ni part .
    Kirain td bkalan ada skinsip yg berarti , eh tnyata cuma litle litle doank . Keke ^^ *yadong kumat*.
    Aku tunggu ya next part nya ini , jangan lupa juga the celebrity sama amorroute *susah amat tulisanya* wkwk😀 , Jngan trlalu lama idenya ngadat , ckck *maksa*
    ok deh, sekian dulu . KEEP WRITING UNNIEE😀

  19. Eonniii. . . drimu tega bgt bkin eunkyo menderita bgt>< tpi aq sneng bgt wkt kyu mukul jungsoo abis2an. . kyknya rasa kesel aq sma jungsoo jga ikt tersalurkan. .*Hohoho* *evil smirk*
    eon, itu c yeon su bsa d lenyapin za g? arrgggh. . !!! kesel bgt liat tingkahnya!!!!
    tpi jungsoo kyknya udh mulai sadar klu dia cma kasian ma yeon su. .
    eon. kapan mesra2an nya. .

    next partnya d tgu sangat^^

  20. eoni part ini nyentuh banget waktu appa nya meninggal😦
    aku sampe bercucuran air mata *hehehelebay*
    tapi beneran lho eoniii😉
    next part di tunggu😀

  21. ku kira bakal ada yg “ehem-ehem”nya tadi. hohoho…
    #yadong=mode on. *PLAK !!!
    eiiii… itu kenapa si TBC tiba2 muncul ? selalu saja mengganggu konsentrasi. hehehehe…
    makin berasa emosinya eonnn,,,
    si Eun Kyo sikapnya susah bangged d tebaknya…
    tapi saiia suka….
    suka,suka,suka !!!!

  22. Eonnie,,, slalu ja deh km bkn perasaan q cmpur aduk, mewek2 tapi gmes jg. Soo oppa cptn ttpn htiny dunk, jngn galau mulu. Ehm…ehmny dah bkn deg degan eh trnyta hayalan soo oppa,,,(cpe dh) dtngg adegan slnjtny,,,;-) minal aidzin maaf lhr btn eon,,,

  23. Nangis pas bagian ayahnya meninggal T.T
    Kenapa semua keluarga eunkyo hatinya pd baik sih? Jungsoo udh ngelakuin itu, kepergok lagi, tapi appanya ttep bisa snyum :’)

    Hiyaaaaa kangen kibum >_<
    Suka ama sifat kibum disini hhi
    Lanjuuuut :p

  24. Tegang eonni bacanya..
    Haha
    pas appa nya enkyo bilang klo dia ade adik,, aq cemas, kepikiran sm yeon su, eh t’nyta namja.. Jd lega..

    Kurang suka enkyo merasa b’salah, kan dia jg yg paling t’sakiti.. Enkyo harus tetap tegar n tegas kayak part awal ya eonni..

    Jung so bilang suka/cinta sm enkyo..
    Aq menunggu part itu eon.. Hahaha

  25. Tegang eonni bacanya..
    Haha
    pas appa nya enkyo bilang klo dia ada adik,, aq cemas, kepikiran sm yeon su, eh t’nyta namja.. Jd lega..

    Kurang suka enkyo merasa b’salah, kan dia jg yg paling t’sakiti.. Enkyo harus tetap tegar n tegas kayak part awal ya eonni..

    Jung so bilang suka/cinta sm enkyo..
    Aq menunggu part itu eon.. Hahaha

  26. bacanya sampai tak ulang ulang eonni saking ndak tau kenapa seperti ada yg beda gitu bacanya, fell juga dapet suasana juga mendukung huwaaaaaaa..Woooow banget pokoknya.
    aq juga sempat mengira klo jangan2 adek eunkyo ntu yeon su ternyata Alhamdulillah deeh adeknya namja😀

    minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin eonni n syafakillah semoga lekas sembuh, sehat selalu dan cepat publish part selanjutnya #plakkkkk ^^v

  27. sedihnya ayah eun kyo pas meninggal…
    eh, ntu ada kibum nongol hahaha….
    cuman di part ini aku masih sebel aja ama tuh ajussi tua (baca:jungsooo)
    kenapa g bisa milih dan g bisa b’sikap tegas c..???*cekek jungsoo*

    btw apa tuh rencana nenek + mertuanya eun kyo????

  28. hihihi kali ini ngga bannyak komeng aye eon, seriusan. ini udah bagus.
    cma sempet kaget pas ada my lovely kibum*lirikyesung, ko ini berasa sinetron banget yah? wakakakaka, tapi bagus ko, jadi ada alasan buat eun kyo buat nerusin teater, dan tentu saja ada alasan buat saya ngegodain kibum *ditarikyesung hahahaha.
    dan ah, oppa, kenapa cuma ngehayal coba??harusnya langsung tancap(?) gas aja, kekekekekeke

  29. keren Eonnie, daebak bgt~
    awalnya ngira pas ayahnya eun kyo blg klo eun kyo pny adik, kirain adiknya itu yeon su, tapi pas blg adiknya itu cowok, kirain kyu hyun, hehe ternyata pas baca terus di bwahnya, tebakanku salah .
    semangat terus Eonni buat kelanjutannya, lanjutin ya Eon, gomawo🙂

  30. ajushi buruan tegas napa… Lepasin si yeonsu, udah tw udah mulai suka sm eunkyo eon, eunkyo eoni jg udah mulai suka tuh… Ckck

    Aaaa ternyata kibum! Wow gk nyangka adenya si killer smile wkwkwkwk

    Itu ya si kyu laki bgt klo lg brantem wkwkwk
    Dan si hae itu cool abislah…
    Kyuhae love bgt!
    Haha

    Penasaran bkal ada kejadian apa dirmh kakek neneknya
    Bkal pecah telor kah?
    Hahahaha

  31. kapan bahagianya ? Tapi lebih suka yang sad” feelnya dpet :p

    smpet nebak kalo yeonsu ade’nya eunkyo wkkkkkk trnyata oh trnyta aku salah #shy >,<

    jiahahahahahahaahahahha park jung soo otak mesum nya ga ilang'' dag dig dug kira'n ada nc nya #plaaak otakyadongkumat

    teukyo di sruh honeymoon jahahahahah smoga brhasil otak yadong nya jungso oppa biar ga menghayl trus

    eoooonnnnnnn take care biar ga sakit lagi trus publishnya lancar wkkk

  32. oenni~~part ini bener2 ngebuat aku bercucuran air mata,ketika appa ny Eunkyo meninggal itu,jd teringad juga ketika appa ku meninggal dunia 2 tahun yg lalu😥
    huft~~beneran dah,,ini ff buat emosi naek turun,l
    akuuu sukaaaaaa~~~kirain adik ny eunkyo itu nara,eh trnyata KiBum~dan disini eunkyo bsa nahan kesedihan di depan org2 ketika appny meninggal,hiks..ga kyk aku,,butuh hampir setahun aku bsa ngerelain appa ku pergi *curcol*hehehehe

    typo ny uda ga banyak *tiup terompet*kekekeke
    next part amat sangad dtunggu oennie sayaaaaang *poppo oennie* :*
    hehehehehe

    atu lagi,semoga oennie sehat selalu ^^

  33. senang dh eon jungsoo mulai lupa sama kekasihnya dan lebih ke eun kyo
    Hahhaah
    Ini gk bkal sad ending kan eon?judulnya kaya bakal sedihhhhh

    Eonnie sakit apa?smga lekas sembuh yaaa

  34. ahjussi noe!!
    aahhh oenni knp ahjussi jd jahat gne sc oen??bknnya dy angel without wing yak??
    #plak
    oenni,,boleh g oenn klo q bunuh si yoensu?
    dah muak tuh liat tingkahnya..
    Kyuhyun oppa q pada u!!ayo bunuh nappen ahjussi!
    *heboh sendiri*
    mian oenn sdh mengotori karyamu *capbibiryesung*
    dtunggu part berikutnya oenni..jgn lama2 yaaaa

  35. makin nyesek dah nich part. waduh baru part 3 aja eunkyo udah yatim piatu. heuh kasihan.
    yeon su kapan kau menyingkir di kehidupan tn.park. ?
    sebaiknya jangan.!! sebelum enkyo mengungkapkan cintanya pda jungsu #plakkk.hehe
    next part eon >>>
    eh ngomong2 eoni ngelakuin apa aje di kampung??

  36. yeeiiyy..jung soo oppa mulai tertarik ma eonnie tuhh..*ciyee
    bru bca ini dh dpt sms agy klo part selanjutnya dh publish. .jd aq mw langsung capcus bca yahh..

  37. Annyeong,, mian eon ak telat komen’a hehe baru sempet baca

    Karakter kyo eon aga beda yakss disini,
    Ga ada cerita yg k2 selain teukyo ??? Biasa’a ada hihi ak menunggu

    Asik’a jd kyo eon, temen”a keceh sema euyy hihihi

    Lanjutkann eonn ak menungguu,,, ff’a beda lho dr biasa’a

  38. kasian bgt eun kyo hrus khlgn appa.a, tp gapa ada kibum oppa#siul2
    emg keluarga eun kyo baik smw, appa.a yg liat lgsg jung soo ciuman sm yeon su aja tetep kekeh mertahanin jung soo, dgn mngbh isi wasiat#jd serb slh kalo mw cerai..

  39. eooonnnii tanggung jawaaaab, ga jadi tidur gara2 penasaraaan *gapenting, abaikan*
    aiihh kenapa bapaknya mati eh meninggal? kasian amat eunkyo nya, cupcupcup
    aku suka kalimat ini “Eun Kyo memang sudah terjebak dengan perangkap yang akan dibuat para tetua.” haha iya juga yah, ibarat dia udah di bikinin skenario sama orang tuanya kaciaaan jadi serba salah gitu haha
    oke semakin complicated, semakin banyak tokoh, semakin penasarn jg baca part selanjutnya ><
    tapi sekarang mah beneran, lanjutin bacanya besok lagi hehe tunggu aku di part selanjutnya \^^/ haha *abaikan

  40. eun kyo bener2 sabar, menghadapi dua kenyataan di saat yang sama. sebeeel sama yoen su, gara2 dia appa eun kyo jadi meninggal. jung soo lagi, kog plin plan gitu. jadi kebawa esmosi, hehe
    next part🙂

  41. Annyeon unnie!!
    Mianhae aku bru komen part 3 *tampol* ehem ini keren, jung soo nya ling lung bgt. Tp seneng unn nambah lg yg sayang eunkyo *colek kibum* aku juga saya eunkyo eonnie hahahaha. udahlah jung soo seneng2 aja ama cewenya iyuh~ sebel ga cepet2 milih tuh.. Aku kira eunkyo adeknya eunkyo itu pacar jungsoo. Hemm, untung bukan. Eh iya unn itu kibum suju, apa shinee?

    Okesip. Udah yah aku mau ke part selanjutnya bye bye~

  42. kyu kereeeen~
    pasti kyu bisa menjagaku jika aq dignggu preman *ngayal mode ON*

    aq kira dongsaengnya eunkyo itu adl kyu tp ada kata dia tinggal diluar negri ..CETAR.. gambaran wajah kyu retak dan jd wajah kibum *lebeh*
    Kibum wasseo~ kkk

    eon..mian atas komentar lebay s0nk diatas *bow 90drjat*

  43. Sempet deg2an pas appa Eun Kyo blang klw dy sebenarnya punya adik..
    Berpikir klw adik si Eun Kyo itu Yeon Su..
    Wah, bakal lain tuh ceritanya..
    Untungnya ternyata adiknya Kibum..
    Langsung senyum 3 jari..
    Adegan appa Eun Kyo ngasih pesan terakhir buat Jun Soo bener2 menyentuh..
    Saia sampe nangis dibuatnya..
    Bener2 miris..
    Eun Hyo-a hwaiting..

  44. eomma y jungsoo ngerencanain pa lg ya?????
    jungsoo y udah mulai tertarik n suka ma eun kyo sanpw buat jungsoo bingung gt,,,,, padahal q udah serius bgt fokus bc pas jungsoo yg maranin eun kyo n nerkam eun kyo tp tau y cuma imajinasi y jungsoo ja paahal dah serius bgt baca y pas tau cum khayalan ja q keawa sendiri……
    appa y eun kyo meninggal kasian ma eun kyo dia ngerasa bersalah gt,,, n mana appa y eun kyo ngak marah n ngamuk kyk yg q bayangin pas appa y eun kyo saa malah cuma bilang kecewa tp tetep mercayain ein kyo ke jungsoo…..
    udah was2 setelah meninggal eun kyo y bakal ninggalin jungsoo n pisah tau u ada wasiat y yg bikin mikir dua kali buat pisah ada untung y juga muncul kibum…..
    q bingung mau komen apa ug jelas makin seru….
    n suka bgt ma karakter y eun kyo…..

  45. makin seruuuu😀
    terbukti kan sebelumnya aku bilang kalo donghae itu suka eunkyo?? hihi walaupun,cuma gosip2nya..
    ini bakal skenarioapalagi yang dbuat eomanya? aku makin suka karakter eunkyo😀 sekarang si oppa yang ngejar2 ><

  46. huaaaa..itu kenapa appanya eunkyo meninggal eonni *udah takdir* :((
    widiih oppa khayalannya udah ntah kemana2..kirain beneran itu eon..ternyata khayalan jungsoo oppa belaka..di jadiin beneran boleh tuch eon..hehehe..tapi kibum jadi adeknya gak berhasil aku bayanginnya eon..hihii..lanjut next part😉

  47. kok aku ngerasa eun kyo org yg suka memendam kepedihan ya, mending nangis guling2 aja deh drpd kya gtu kasian, knp sih appa’y itu mesti ninggal

    Hahaha jung soo mengingikan sesuatu itu spya terjadi biar nti eunkyo gak bisa pergi ya hahahha pinter deh si jung soo

  48. Tuh kan,jungsoo udah jatuh dalam pesona eunkyo.hohoho

    Pasti da maksud terselubung dari eomma jungsoo yg nyruh mereka ke mokpo!jangan2 ntar disana dsruh bikin cucu.hahaha

  49. teukppa nya masih susah ngambil keputusan, bikin jengkel >,< padahal semua udah jelas siapa yg ia butuhkan.
    hahaha
    gregetan dih..

  50. Aaaa….eun Kyo kasiannn….😦
    Appa nya meninggal, tp bnr2 salut sm karakter eun Kyo d sini ><
    Aaaa,,,,kibumiie…… Trnyata oh ternyat….
    Untungnya eun Kyo bs nerima itu smw
    Jung soo-ssi, make year decision ASAP!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s