TeuKyo Couple : Let This Die (Part 2)

Standar

lethisdie-x2

Jung Soo masih terpaku sepeninggalnya Eun Kyo ke dalam kamar karena Eommanya memanggil gadis itu. Dia merasa bodoh, merasa tak tau harus berbuat apalagi. Padahal biasanya, di Perusahaan, segenting apapun keadaan, dia bisa mengatasinya dengan baik, meski belum tentu benar. Dia menghembuskan nafas, hampir saja dia menghancurkan semuanya. Dan karena Eun Kyo, keadaan ini bisa terkendali. Gadis yang baru saja ditemuinya, setelah 16 tahun tak pernah berjumpa lagi.

Jung Soo berjalan menuju dapur dan membuka lemari pendingin. Piring kotor bekas roti yang disiapkan Eun Kyo masih tergeletak disana. Gelas bekas susunya pun tak beranjak sedikitpun. Kembali kejadian tadi pagi yang baru berlalu beberapa menit, terbayang di benaknya. Bagaimana Yeon Su membuatnya terbuai di pagi hari. Baginya itu hal yang biasa, karena bayangannya selama ini memang Yeon Su yang akan mendampinginya. Tapi kenyataan berkata lain, yang sekarang ada disampingnya adalah Eun Kyo. Gadis kecil yang pernah mengisi dunia anak-anaknya.

Jung Soo berjalan mendekati kamar Eun Kyo sambil membawa segelas air putih di tangannya. Dia membuka pintu kamar itu dan mengintipnya. Dilihatnya Eun Kyo sedang memijit lengan Eommanya. Jung Soo mulai merasa Eun Kyo sudah mulai bisa menguasai Eommanya hanya dalam waktu beberapa hari saja, dan itu sebuah keajaiban. Dia tersenyum melihat apa yang ada di hadapannya. Harusnya Jung Soo merasa terancam dengan sikap Eun Kyo yang bisa saja mempengaruhi Nyonya Park untuk berbuat hal yang jahat. Tapi sekarang, Jung Soo justru merasa senang. Eommanya terlihat seperti menemukan sosok yang ia cari selama ini. Jung Soo menguping semua pembicaraan mereka berdua, antara Eun Kyo dan Nyonya Park.

“Eomoni, kau mau sesuatu? Eoh?”

Eun Kyo masih memijiti lengan Nyonya Park dengan lembut. Mertuanya itu masih menangis, tapi tak sehisteris beberapa menit yang lalu. Masih terdengar isakan kecil dari mulut Nyonya park. Hatinya begitu terpukul, antara rasa bersalah terhadap Eun Kyo, juga murka terhadap anaknya sendiri.

“Eun Kyo~ya, mianhae..”

Nyonya Park menggenggam erat tangan Eun Kyo dan meletakkannya dibibirnya. Perasaannya campur aduk. Merasa terkhianati dan mengkhianati. Dia mengutuk Jung Soo yang telah berbuat hal yang tidak senonoh di rumah barunya setelah menikah.

“Eomoni.. Sudahlah…”

Eun Kyo memeluk Nyonya Park dari tepi tempat tidur. Dibelainya punggung Nyonya Park dengan pelan, sambil sesekali menepuknya untuk memudahkan Nyonya Park untuk bernafas. Mertuanya kembali menangis, hingga tetesan airmatanya mengenai baju Eun Kyo.

“Kau tadi darimana?” tanya Nyonya Park.

Dia kelihatan lebih tenang dari sebelumnya, setelah mendapat pelukan hangat dari Eun Kyo. Eun Kyo melepaskan pelukannya.

“Aku sedang latihan Eomoni.” Jawab Eun Kyo.

“Eoh? Latihan? Latihan apa?” tanya Nyonya Park bingung.

“Ahahaha, aku belum mengatakannya padamu.” Eun Kyo mengusap pipi Nyonya Park dan melapnya dengan selembar tissue. “Jadi begini, Eomoni. Aku mempunyai sanggar teater selama ini, dan beberapa hari lagi, kami akan pentas. Drama musikal.” Jawab Eun Kyo dengan bangga sambil tersenyum. Kali ini Nyonya Park sudah benar-benar tenang. Setidaknya dia sudah tidak menangis lagi, dan perlahan senyuman mengembang di wajahnya meski hanya sebentar. Dia menatap Eun Kyo dengan lekat.

“Kau, kau mengetahui tentang gadis tadi?” tanya Nyonya Park.

Eun Kyo terpaku sejenak. Menimbang jawaban apa yang harus dia katakan. Antara harus jujur dan berbohong. Eun Kyo tersenyum simpul sebelum menjawab pertanayaan mertuanya.

“Aku tau Eomoni. Jung Soo Oppa sudah mengatakannya padaku.” Jawab Eun Kyo santai.

Wajah Nyonya Park berubah menjadi tegang. Dia tidak menyangka Eun Kyo bisa bersikap sesantai ini disaat mengetahui suaminya bersama dengan gadis lain.

“Ka ka kau, sudah tau? Eun Kyo~ya, kenapa kau tidak melarangnya, eoh? Apa yang dia lakukan di rumah ini? Eoh? Aku harus menemui gadis itu dan membuatnya berhenti mengganggu anakku.”

Nyonya Park kembali mulai mengamuk dan ingin berdiri tetapi Eun Kyo menahannya. Dengan susah payah Eun Kyo membuat mertuanya untuk tenang. Tapi Nyonya Park kembali menangis.

“Mianhae. Harusnya aku tidak memaksa kalian untuk menikah. Dan sekarang, sekarang aku mengorbankanmu, Eun Kyo~ya…”

Suara Nyonya Park terdengar pilu dan dia menggenggam erat tangan Eun Kyo lagi. Dia benar-benar merasa bersalah terhadap gadis yang sangat dirindukannya sejak lama. Anak dari sahabatnya ini.

“Kau pasti tidak bahagia..” lanjutnya.

“Ani Eomoni, aku bahagia.” Jawab Eun Kyo sambil tersenyum. “Aku bahagia akhirnya aku mempunyai Eomma lagi.” Sambungnya.

Mereka berdua saling bertatapan dan tersenyum bersama. Hubungan itu terlihat melebihi hubungan ibu dan anak.

“Sekarang apa yang harus kau lakukan? Aku hanya ingin Jung Soo menikah denganmu. Aku hanya percaya padamu, Eun Kyo~ya..” ujar Nyonya Park terbata. Airmatanya kembali mengalir.

“Eomoni…” Eun Kyo menyentuh pipi Nyonya Park dan menyapu airmatanya lagi. “Aku tidak suka kau menangis. Kau terlihat tua saat menagis. Berhentilah menangis.”

“Eun Kyo~ya.. Apap Jung Soo menyakitimu? Eoh? Dia menghindarimu? Atau malah sebaliknya? Dia menyukaimu? Ayo katakan padaku apa yang terjadi tadi malam.” Desak Nyonya Park tidak sabar.

Sebelum menjawab Eun Kyo terlebih dahulu mengambil nafas. Kali ini dia harus berbohong mengenai Yeon Su ynang menginap tadi malam, untuk menenangkan mertuanya yang sedang kalut.

“Kami perlu mengenal terlebih dahulu. Jadi perlu waktu Eomoni…”

Eun Kyo merangkul Nyonya Park dan mencium pipinya sambil tersenyum dan menggoyang tubuhnya juga tubuh Nyonya Park sambil duduk. “Tapi setidaknya kau menyukaiku.” Lanjutnya.

Nyonya Park yang awalnya ingin protes karena dia ingin Eun Kyo maupun Jung Soo hidup seperti layaknya suami istri secepatnya dan bisa memberikannya tangisan bayi.

“Kau ini.” Nyonya Park menyentuh pipi Eun Kyo dengan tangan kanannya.

“Kau tenang saja Eomoni. Aku akan membuat Jung Soo Oppa menyukaiku, eoh? Bagaimana? Kau suka?””

Eun Kyo benar-benar tidak tega mengecewakan wanita setengah baya yang memberikannya pelukan hangat ini. Pelukan seorang Eomma yang selama ini mulai dilupakannya. Mereka terdiam beberapa menit, dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan kelakuan mereka melalui celah pintu dan menguping pembicaraan mereka.

“Ya sudah, kalau begitu.. Eomoni mau tinggal disini? Atau aku antar pulang? Aku harus kembali latihan.” tawar Eun Kyo.

Eun Kyo bangkit dari tempat tidur dan merapikan bajunya. Berjalan menuju cermin dan merapikan bedaknya. Melalui cermin, dia bisa melihat Nyonya Park memandanginya dengan lekat. Eun Kyo berbalik dan tersenyum.

“Wae Eomoni?” tanya Eun Kyo.

“Aku ingin kalian tinggal di rumah kami. Disini terlalu berbahaya..” pinta Nyonya Park. Ketakutan Nyonya Park memang bukan tidak beralasan. Dia takut Yeon Su kembali mengganggu anaknya. jika mereka tingal dirumahnya, maka dia merasa bisa mengontrol mereka berdua. Eun Kyo tersenyum dan berjalan menuju tempat tidur.

“Eomoni.. bukan aku menolak, tapi rumah ini dekat dengan tempat latihanku. Hanya perlu waktu 15 menit saja sudah sampai. Dan aku juga menyukai tempat ini.” Elak Eun Kyo. padahal alasan sebenarnya adalah sebuah kesepakatan bersama Jung Soo. Mendengar jawaban jawaban menantunya, Nyonya Park menjadi dilema.

“Tapi..”

“Eomoni tenang saja. Aku akan baik-baik saja.” Eun Kyo masih mencoba menenangkan Nyonya Park.

“Tapi tidak akan baik-baik lagi jika gadis itu menganggumu. Aku bersumpah akan membunuhnya jika dia menyentuhmu.”

Nyonya Park sangat hapal tabiat Yeon Su. Mereka bahkan hampir saling menjambak saat Nyonya Park mendatangi Yeon Su untuk memperingatinya agar menjauhi Jung Soo. Gadis itu tipe temparamen dan manja serta tidak mau mengalah.

“Tenang saja Eomoni.. aku kan membuat Jung Soo Oppa bertekuk lutut padaku.” Eun Kyo mengedipkan mata kirinya, membuat Nyonya Park tertawa. Melihat Eun kyo percaya diri seperti itu, Nyonya Park jadi sedikit lebih tenang. Tapi dia percaya Jung Soo pasti akan menyukai menantunya.

Wajah Jung Soo masih menyembul dibalik pintu yang hanya terbuka sedikit. Dia bisa mendengar seluruh pembicaraan Eun Kyo dan Eommanya. Dia tidak pernah melihat Eommanya seakrab dan sebebas itu dengan orang lain, bahkan dengan saudara perempuannya sekalipun. Dia buru-buru menjauh saat Eun Kyo terlihat berjalan menuju pintu kamar. Jung Soo berlari kencang dan duduk dengan cepat diatas sofa. Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dan tidak menguping, ataupun mengintip semua kejadian yang terjadi dikamar.

Eun Kyo keluar dari kamar diikuti oleh Nyonya Park. Jung Soo ynag melihat itu segera bangkit dan menghampiri Eommanya. Dia berusaha menyentuh tangan Eommanya dan bermaksud ingin membantunya berjalan, tapi Nyonya Park menolaknya. Dia memilih merapatkan tubuhnya pada Eun Kyo dan berjalan tanpa memperdulikan Jung Soo.

“Eomma..” panggil Jung Soo pelan. Ada rasa bersalah yang terselip di hatinya saat melihat Eommanya sangat acuh terhadapnya.

“Eomma maafkan aku.” Ujar Jung Soo lagi. Dan lagi-lagi Nyonya Park hanya membisu, malah membawa Eun Kyo untuk mempercepat langkahnya.

“Aku pulang bersama Tuan Kang saja. Kau silakan kembali latihan.” Ujar Nyonya Park berpamitan dengan Eun Kyo. Jung Soo yang mengikuti mereka hingga depan rumah seakan kasat mata. Nyonya Park bahkan tidak sudi untuk menoleh pada putranya.

“Aku pulang dulu. Kau baik-baik, eum?” sebelum pergi Nyonya Park memeluk Eun Kyo terlebih dahulu. Eun Kyo melambaikan tangannya begitu mobil yang ditumpangi Nyonya Park melesat pergi.

Setelah memastikan mertuanya sudah benar-benar pergi, Eun Kyo berbalik masuk kedalam rumah. Namun langkahnya terhenti saat mendapati Jung Soo menatapnya sendu. Eun Kyo tidak memperdulikan Jung Soo dan masuk begitu saja ke dalam rumah. Jung Soo mengikutinya.

“Terima kasih sudah membuat Eomma tenang.”

Ucapan terima kasih itu benar-benar dari lubuk hatinya. Mungkin saja, jika tidak ada Eun Kyo, Eommanya sudah berbuat kalap, atau mungkin juga sudah tak bernyawa karena serangan jantung. Jung Soo menyadari apa yang dia dan Yeon Su lakukan memang benar-benar sudah membuat Eommanya sakit hati.

“Tidak masalah. Aku masih banyak pekerjaan. Kau masih cuti kan? Jika masih ingin bersama Yeon Su? Benar namanya itu? Sebaiknya kau hati-hati, jangan sampai tertangkap basah seperti tadi.” Ujar Eun Kyo sambil menyambar tasnya. Dia bergegas pergi dengan langkah cepat.

Eun Kyo sudah benar-benar banyak meninggalkan waktu latihannya hari ini, sementara dia menjadi pemeran utama dari Drama Musikal itu. Namun saat Eun Kyo baru saja sampai di depan pintu, Jung Soo menarik tangannya.

“Biar aku antar.” Ujarnya.  Dia memegangi pergelangan tanga Eun Kyo.

“Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri.” Tolak Eun Kyo.

“Wae? Bukankah kau ingin membuatku menyukaimu? Ini saat yang tepat untuk menarik perhatianku.”

Perkataan Jung Soo membuat Eun Kyo tercengang dan terpaku beberapa detik. Darimana dia tau usahaku untuk membujuk Eomoni agar tenang? Tanya Eun Kyo dalam hati.

Jung Soo menatap Eun Kyo tajam dan lekat. Mereka saling berpandangan dan terpaku bersama. Jung Soo juga tidak menyangka kenapa dia harus mengatakan itu pada Eun Kyo. Matanya terkunci dalam tatapan Eun Kyo, namun detik berikutnya dia segera menyadarkan dirinya. Otaknya mengemukakan bahwa jangan pernah tertarik dengan gadis yang ada dihadapannya ini.

“Wae? Aku tidak salah bicara kan? Cah! Kau ingin membuatku menyukaimu? Eoh?” Wajah Jung Soo semakin mendekat kepada Eun Kyo, membuat Eun Kyo memundurkan langkahnya, namun sayangnya dia tidak bisa melangkah mundur lebih jauh, karena lengannya masih dipegang oleh Jung Soo dengan erat.

“Kau tidak sungguh-sungguh ingin aku menyukaimu kan? Karena jika kau melakukan itu, maka kau akan menghancurkan Eomma.” Ujar Jung Soo sinis. “Karena pernikahan kita tidak akan bertahan lama.” Sambungnya. Eun Kyo menghela nafas keras.

“Bagaimana jika aku serius? Eoh?” suara Eun Kyo lantang dan percaya diri penuh penekanan. Jung Soo yang mendengar jawaban Eun Kyo merasa tertantang.

“Hahahahaha. Kau hanya melakukan hal yang sia-sia.” Jawab Jung Soo, bermaksud menghacurkan kepercayaan diri Eun Kyo. Padahal dalam hatinya, dia menyembunyikan ledakan perasaan aneh dalam dirinya.  Ada getaran halus yang dirasakannya saat Eun Kyo mengatakan itu dengan percaya diri.

“Lepaskan aku, aku masih banyak pekerjaan.” Eun Kyo menghentak lengannya, membuat cengkraman Jung Soo terlepas.

“Bagaimana kau akan melakukannnya? Eoh? Merayuku? Ya… kau benar-benar wanita yang menakutkan!” ujar Jung Soo mencari gara-gara. Dia menahan Eun Kyo untuk pergi.

“Merayumu? Jangan bermimpi! Aku tidak akan melakukan hal menjijikkan seperti itu!” Eun Kyo mulai tersulut emosi, karena sejak tadi Jung Soo terus mengajaknya berdebat, bukannya berterima kasih. Meski awalnya dia mengatakan terima kasih.

“Begitu? Lalu apa yang akan kau lakukan jika tidak merayuku?”

Eun Kyo yang  tadinya ingin segera beranjak pergi, menghentikan langkahnya dan berbalik, menatap Jung Soo dengan tajam. “Aku-akan-melakukannnya-dengan-caraku-sendiri.” Jawab Eun Kyo dengan tegas.

“Whoooaaaa… kau memang menakutkan, Park Eun Kyo. kau bahkan bisa menguasai Eommaku hanya dalam beberapa hari saja. Daebak!” Jung Soo bertepuk tangan. Dia mencari gara-gara hanya untuk membuat Eun Kyo kesal.

“Terserah apa katamu!” Eun Kyo melangkah pergi menuju pintu keluar.

“Atau jangan-jangan kau ingin menjebakku, lalu tidur bersamaku. Dan mengatakan kau hamil, maka aku harus bertanggung jawab atas itu. Itu yang akan kau lakukan?” pancing Jung Soo lagi.

Eun Kyo kini benar-benar emosi dibuatnya. Dia berhenti di halaman rumah beberapa detik, menunduk lalu mendengus dengan keras. Dia langsung memutar haluannya, berjalan menuju Jung Soo dengan wajah yang merah karena marah.

“Kau! Aku tidak akan melakukan hal itu! Hal menjijikkan seperti itu hanya mampu dilakukan oleh gadismu! Atau jangan-jangan kau menginginkan hal seperti itu? Eoh?!” Eun Kyo menunjuk dada Jung Soo beberapa kali dengan keras, membuat tubuh Jung Jung Soo sedikit bergerak.

“Dan kau, Park Jung Soo! Jika saja bukan karena orang tua kita, aku tidak akan sudi hidup denganmu seperti ini. Aku tidak ingin membunuh Appaku atau Eommamu, atau keduanya, makanya aku melakukan ini! Jika kau ingin secepatnya terlepas dariku, baiklah. Aku akan mengatakannya setelah aku kembali dari latihan pada kedua orang tua kita.” Eun Kyo berbalik meninggalkan Jung Soo menggunakan taksi.

Jung Soo terpaku. Sebenarnya dia tidak bermaksud membuat suasana menjadi seperti ini. Dia sebenarnya bersyukur Eommanya sudah tenang, dan itu berkat Eun Kyo, Eommanya juga mengerti posisi mereka sekarang, meski tetap melarang hubunganya dengan Yeon Su. Tapi entah kenapa dia menjadi kesal jika melihat sikap acuh Eun Kyo yang tidak memperhatikannya. Meski memang Eun Kyo terlihat menganggapnya sebagai suami, tapi tetap saja, Jung Soo merasa wanita itu asing. Dan dia, merasa selalu ingin mengganggu wanita itu. Seperti yang sering dia lakukan dulu, ketika masih kecil. Menakuti Eun Kyo yang masih anak-anak dengan serangga dan ulat. Tapi setelah dewasa seperti ini, dia tidak mungkin melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu lagi. Satu-satunya cara mencari perhatian Eun Kyo dalah mengajaknya berdebat. Sementara waktu hanya itu yang bisa dia lakukan.

“Membuatku menyukainya dengan caranya sendiri? Haha, dia pasti bercanda.” Jung Soo menertawaka perkataan Eun Kyo beberapa menit lalu.

Jung Soo memilih bersantai di rumah saja selama cutinya ketimbang harus kembali menemui Yeon Su. Baru kali ini dia merasa bahwa bertemu dengan Yeon Su adalah sebuah kesalahan. Dan itulah yang paling dia takutkan dari semua ini. Setelah menikah, meskipun mendapat ijin dari Eun Kyo tapi menemui Yeon Su tetap saja sebuah kesalahan dimata orang lain, meski Yeon Su adalah gadis yang dicintainya.

Dia mengambil beberapa kue basah yang ada di dalam kulkas untuk menemaninya menonton televisi. Dia beruntung Eommanya bersedia tidak mengumumkan pernikahannya ini ke media. Jika tidak, pasti sekarang muncul berita menghebohkan di beberapa acara infotainment. Seorang Direktur Perusahaan agensi ternama menikah, tapi menjelang pernikahannya dia masih terlihat berjalan dengan seorang Model yang selama ini menjadi kekasihnya. Akan ada banyak berseliweran gosip tentangnya dengan berbagai versi jika itu terjadi.

Jung Soo menoleh kearah pintu saat bel di depan rumahnya berbunyi. Dia melirik jam di dinding. Sudah jam setengah 2 siang, dan dia tidak menyadari bahwa dia sudah duduk terlalu lama di depan televisi. Jung Soo berjalan menuju pintu depan rumahnya. Dia langsung membuka pintu tanpa melihat layar intercom terlebih dahulu.

“Aku rasa aku keterlaluan terhadapmu, dan ak!”

Perkataannya terhenti saat melihat siapa yang yang sedang berdiri di hadapannya dengan menarik sebuah koper ditangannya. Mengenakan kacamata hitam dan sebuah syal yang melilit di lehernya. Jung Soo mengira itu adalah Eun Kyo yang pulang untuk makan siang. Tapi saat matanya menangkap yang ada dihadapannya adalah In Young, kakak perempuannya, yang sepertinya baru pulang dari luar negeri, dia tertawa, merasa bodoh.

Mana mungkin Eun Kyo pulang untuk makan siang bersamaku, ujar Jung Soo membatin.

“Kenapa tidak memberiku kabar jauh-jauh hari agar aku bisa mengatur jadwalku? Eoh? Kenapa kau malah tetap bersikeras menikah semalam? Kenapa tidak besok saja? Menungguku pulang? Eoh? Hanya selang dua hari, dan kau tidak bisa menundanya? Seberapa sibuknya kau, Park Jung Soo?”

In Young langsung mengoceh saat Jung Soo membukakan pintu untuknya. Dan dia langsung masuk tanpa permisi menarik kopernya juga. In Young langsung menuju kamar dan memilih kamar Eun Kyo untuknya. Jung Soo terpaku melihatnya. Tidak menyangka sama sekali jika Noonanya akan datang dan merecokinya.

“Mana adik iparku? Gadis kecil itu? Dimana dia? Eoh?”

In Young mencari Eun Kyo ke seluruh ruangan rumah Jung Soo, mulai kamar, dapur hingga halaman belakang. Tapi pencariannya sia-sia dan In Young kembali menghampiri Jung Soo yang duduk santai di depan televisi.

“Dia pergi latihan drama.” Jawab Jung Soo acuh.

Dia dan In Young memang tidak terlalu akrab, karena mereka mempunyai kesibukan masing-masing. In Young terhenti di belakang sofa tempat Jung Soo bersantai sambil menyuap waffle nya.

“Pergi latihan drama? Jadi? Dia sekarang artis? Di bawah manajemenmu?” tanya In Young dan duduk disamping Jung Soo.

“Bukan, dia punya teater, dan yang dia mainkan bukan drama layar kaca. Melainkan drama musikal teater.” Jawab Jung Soo. Matanya tidak lepas dari televisi. Tiba-tiba bel rumahnya kembali berbunyi. Jung Soo dan In Young bersamaan menoleh kearah pintu.

Jung Soo melirik pada In Young, sebagai isyarat agar dia saja yang membukakan pintu. Sebelum bangkit In Young mendesis pada Jung Soo. Dia berjalan menuju pintu depan dan membukakan pintu. Sejenak In Young terpaku, melihat siapa yang ada di hadapannya.

“Annyeong haseyo.” Sapa Eun Kyo sambil membungkuk.

Tidak berbeda dengan In Young, Eun Kyopun tak kalah terkejut. Dia masih bertanya-tanya, wanita mana lagi yang dibawa Jung Soo ke dalam rumah mereka.

“Dia adik iparmu, Noona.” Teriak Jung Soo yang melongokkan kepalanya melihat ke pintu depan.

“Ah, Eun Kyo?” tanya In Young terkejut. Dia langsung menggandeng Eun Kyo dan membawanya masuk. “Aku tidak mengenalimu sama sekali. Sekarang kau.. lebih cantik.” Ujar In Young memuji. Eun Kyo hanya tersenyum mendengar In Young memujinya.

Dia masih ingat dengan wanita yang menggandengnya ini. In Young yang selalu menyelamatkannya dari kejahilan Jung Soo yang menakutinya dengan ulat jika mereka bermain bersama. Eun Kyo menatap In Young tidak percaya.

Apa kau akan menyelematkanku dari keadaan ini seperti kau selalu melindungiku dari kenakalan adik laki-lakimu, Onnie? Tanya Eun Kyo dalam hati.

“Apa yang kau bawa?” tanya In Young menatap bungkusan yang ada di tangan Eun Kyo.

“Ah, ini? Ini makan siang. Kau sudah makan siang, Onnie?” tanya Eun Kyo meneruskan langkahnnya menuju dapur.

Mendengar kata makanan, Jung Soo langsung memegangi perutnya yang berbunyi. Dia berjalan ke dapaur untuk melihat makanan apa yang dibawakan Eun Kyo. Sementara Eun Kyo menyiapkan makanan, Jung Soo berpura-pura mengambil minuman di dalam kulkas, padahal niatnya memang ingin ikut makan bersama. Dia melirik kearah meja makan. Ada sup kimchi ynag menggiurkan lengkap bersama nasi dan daging bakarnya.

“Ayo makan Oppa.” Ajak Eun Kyo.

Jung Soo terpana menatap Eun Kyo. Tiba-tiba gadis itu berubah menjadi manis dengan senyumannya yang terukir saat dia mengajaknya makan.

“Kau pasti sudah lapar, ini hampir lewat dari jam makan siang.” Ujar Eun Kyo lagi.

Tanpa menunggu, Jung Soo langsung mengambil duduk di depan meja makan. Tanpa memperdulikan sikap Eun Kyo, dia langsung melahapnya.

“Kau tidak makan?” tanya Jung Soo.

“Ani, aku sudah makan.” Jawab Eun Kyo sambil meletakkan sepotong daging ke dalam sendok makan Jung Soo. Jung Soo menatap Eun Kyo sebelum menyuap makanan itu. In Young ikut makan bersama.

“Kau membelinya?” tanya In Young.

“Sebagian.” Jawab Eun Kyo.

“Kau memasaknya?”

“Ani, Ryeowook yang memasaknya disela latihan kami.”

“Ryeowook?” tanya In Young heran.

“Dia rekan kerjaku, Onnie.” Jawab Eun Kyo.

“Ah, ne. Kau latihan drama musikal? Aigoo, pasti menyenangkan. Boleh aku melihatnya? Maksudku menonton kalian latihan.” Ujar In Young.

“Kau baru saja datang Noona, bukannya kau lelah?” sela Jung Soo.

“Ani, aku masih punya stock energi untuk itu, hanya melihat saja, tidak akan melelahkan.” Jawab In Young.

“Boleh saja, Onnie.” Jawab Eun Kyo.

“Kapan kalian mulai latihan lagi?” tanya In Young.

“Em.. jam 4 sore, dan itu berarti satu jam lagi. Kau bisa istirahat sebentar Onnie.” Ujar Eun Kyo.

“Yeobo, bisa ambilkan obatku di dalam kamar?” tanya Jung Soo.

Pertanyaan sekaligus permintaan dari Jung Soo membuat Eun Kyo mengerutkan dahinya. Tapi melihat tatapan Jung Soo, dia segera bangkit dan berjalan menuju kamar. Setelah sampai di dalam kamar Jung Soo, Eun Kyo tidak menemukan obat yang dimaksud Jung Soo. Tidak ada obat apapun di dalam kamarnya.

“Dia pasti tidak menemukannya. Kau teruskan makan saja Noona.” Ujar Jung Soo bangkit dan cepat-cepat menyusul Eun Kyo ke dalam kamar. Tapi yang dituju Jung Soo bukan kamarnya, melainkan kamar Eun Kyo. Dia membuka lemari pakaian Eun Kyo dan mengambil semua pakaian Eun Kyo yang bisa diambilnya dengan tangan lalu berlari menuju kamarnya sendiri. Dan benar, dia mendapati Eun Kyo kebingungan di dalam sana.

Eun Kyo terpaku melihat underwaer wanita yang tergeletak di atas tempat tidur. Jung Soo tidak sempat mengomentari hal itu, dan langsung menarik Eun Kyo.

“Pindahkan semua barang-barangmu sekarang juga, sebelum Noona mengetahui kita pisah kamar. Jika dia tau, Eomma pasti akan mengetahuinya dan masalah akan semakin runyam. Aku tidak mau menambah anggota kelompok oposisi lagi dan memojokkanku.” Jung Soo menarik Eun Kyo dengan paksa dan kembali meraup pakaian Eun Kyo sebisanya. Eun Kyo juga tidak kalah sigap, dia mengambil beberapa perabotan di depannya cerminnya yang tidak terlalu banyak. Mereka berdua berhasil memindahkan perabotan Eun Kyo tepat waktu sebelum In Young menghabiskan makanannya. Setelah selesai, mereka kembali ke ruang makan dan In Young juga selesai makan.

“Sebaikanya kau istirahat dulu di dalam kamar Onnie, saat aku akan pergi, aku akan memberitahumu.” Ujar Eun Kyo. In Young menurutinya dan masuk ke dalam kamar Eun Kyo. Jung Soo dan Eun Kyo masih berada di dapur dan terpaku, mereka berdua masih berdebar pasca memindahkan barang-barang Eun Kyo tadi.

“Oppa? Kau memanggilku, Oppa? Manis sekali.” Ujar Jung Soo.

“Lalu kau sendiri? Yeobo? Tidak perlu memaksakan terlihat mesra seperti itu.” Ujar Eun Kyo tak kalah sengit.

“Dan makanan ini? Ryeowook? Lelaki mana lagi itu?”

Jung Soo memang tidak terlalu mengenali teman-teman Eun Kyo. Yang paling dia ingat hanya Kyuhyun, karena dia pernah berkenalan secara khusus denganya, di rumah sakit sebulan yang lalu.

“Dan kau, sebaiknya bereskan kamar terlebih dahulu setelah ‘melakukannya’.” Eun Kyo menatap tajam kearah Jung Soo.

“Wae? Kau cemburu?”

“Untuk apa aku cemburu. Tapi itu tidak sopan!”

“Katakan saja kau cemburu. Baru sehari kau sudah mempermasalahkan hubunganku dengan Yeon Su, apa kau merasa tersaingi?” Ujar Jung Soo memaksa.

“Bukannya malah sebaliknya? Gadis manjamu itu yang merasa tersaingi?” jawab Eun Kyo.

Jung Soo tak lagi bisa berkata apa-apa, karena apa yang dikatakan Eun Kyo benar adanya. Dia tahu betul Yeon Su merasa terancam dengan kehadiran Eun Kyo. dia sangat hapal bagaimana sikap Yeon Su yang terkadang memang berlebihan.

“Harusnya jika dia lebih berarti dariku, maka dia tidak perlu khawatir akan hal itu.”

“Jangan menyalahkannya. Dia tidak seperti apa yang kau pikirkan.” Bela Jung Soo.

“Memangnya aku berpikiran dia seperti apa?” tanya Eun Kyo memalas. Jung Soo tidak bisa menjawab. “Tidak perlu merasa terasa tersaingi hingga menamparku jika dia merasa lebih hebat dariku.”

“Sudahlah jangan mencampuri urusanku.” Jung Soo mengakhiri perdebatan mereka.

“Kau yang memulainya.” Ujar Eun Kyo pelan.

Jung Soo meninggalkan Eun Kyo yang membereskan piring kotor bekas mereka makan dan mencucinya. Setelah selesai, dia bersiap-siap untuk kembali ke sanggar. Namun sebelumnya masih ada waktu dan itu dia manfaatkan untuk membenahi barang-barangnya di kamar Jung Soo. Setelah selesai dia berjalan mengetuk pintu kamarnya sendiri.

“Onnie, kau masih istirahat? Jadi ikut latihan bersamaku?” Tanya Eun Kyo dari luar. Tak berapa lama pintu terbuka dan In Young sudah benar-benar siap. Bajunya tak seheboh tadi. Dia hanya menggunakan baju kaos longgar dan legging yang membalut kakinya. Sekarang terlihat lebih santai dengan rambut dikuncir kuda.

“Sudah siap! Aku menunggumu untuk memanggilku.” Jawab In Young. Wajahnya terlihat sangat ceria dan antusias.

“Kau mau ikut?” tanya Eun Kyo menawari Jung Soo.

“Nanti saja, aku belum mandi.” Tolak Jung Soo.

“Kau bisa mandi dahulu.” Jawab In Young.

“Masih ada waktu beberapa menit jika kau mau ikut.” Ujar Eun Kyo. Jung Soo menimbang tawaran itu. Tidak ada ruginya jika dia ikut. Ketimbang dirumah saja ditemani acara televisi yang membosankan, akhirnya dia memilih ikut bersama mereka. Jung Soo bangkit menuju kamar mandi dan mandi dengan cepat.

Dengan mengenakan kaos putih dan celana kain santai. Melaju bersama Eun Kyo dan In Young menuju tempat latihan Eun Kyo. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat itu. Hanya perlu waktu kurang lebih 15 menit, mereka sudah sampai di halaman gedung.

In Yong dan Eun Kyo serta Jung Soo berjalan  menuju ruangan latihan Eun Kyo yang ada di lantai 3. Mereka bertiga berjalan menuju lift. Saat pintu lift hampir menutup, seseorang menjulurkan tangannya dan masuk ke dalam lift. Seorang lelaki berperawakan kurus berkulit putih itu terlihat memandangi Eun Kyo dengan seksama. Eun Kyo yang merasa diperhatikan seperti itu menjadi risih.

“Park.. Eun… Kyo~ssi?” tanya lelaki itu ragu. Matanya masih tidak lepas dari wajah Eun Kyo. memandanginya penuh kekaguman, bahkan Jung Soo pun bisa merasakan hal itu.

“Nde?” tanya Eun Kyo.

“Ah, kau terlihat berbeda seperti ini.” Ujar lelaki itu. Eun Kyo memandangi tubuhnya dari bawah hingga atas. Tidak ada yang berbeda darinya, sama setiap hari, baju kaos longgar dan skinny jeans.

“Eoh?” ujar Eun Kyo lagi.

“Ah, hampir lupa. Kenalkan, aku Lee Hyukjae. Aku pelatih kereografer kalian yang baru, khususnya untuk Kyuhyun.” Ujar Hyukjae mengulurkan tangan. Mau tidak mau Eun Kyo menyambut tangannya. Setelah mereka melepaska tangan, pintu lift terbuka dan mereka keluar bersama, lalu masuk bersama ke dalam ruangan latihan.

“Ah, Lee Hyukjae, selamat datang.” Donghae menyambut Hyukjae dengan pelukan. “Aku senang kau bersedia menyempatkan waktu melatih kami ditengah kesibukanmu.” Lanjut Donghae.

“Aku yang harusnya berterima kasih padamu. Sudah lama aku ingin masuk ke dalam tim ini.” Jawab Hyukjae. “ Dia terlihat berbeda jika tidak di atas panggung.” Ujar Hyukjae berbisik sambil melirik Eun Kyo. Eun Kyo tersipu dipuji seperti itu. Sementara Jung Soo memperhatikan wajah Eun Kyo yang terlihat salah tingkah.

“Sebaiknya kau perkenalkan diri terlebih dahulu.” Ujar Donghae. “Perhatian semuanya, aku perkenalkan pelatih koreografer kalian yang baru. Silakan perkenalkan diri.” Donghae menyuruh Hyukjae untuk bicara.

“Annyeonghaseyo. Aku bingung harus mempekenalkan diri darimana. Perkenalkan, namaku Lee Hyukjae, pelatih koreo kalian yang baru. Senang bergabung bersama kalian, dan aku, selalu meminta peran pada Donghae, teman baikku,  agar bisa bergabung disini. Meskipun sekarang bukan peran yang aku dapatkan, tapi setidaknya menjadi pelatih kalian juga membanggakan bagiku.” Ujar Hyukjae memperkenalkan diri.

Mendengar hal itu, Donghae tersenyum. Dia mendekat pada Eun Kyo. dan berbisik di telinganya.

“Dia penggemar beratmu.” Suara itu bukan sebuah bisikan, karena Jung Soo dan In Young yang sejak tadi terdiam disamping Eun Kyo juga bisa mendengarnya. Jung Soo merasa sedikit ada yang bergetar di dalam perasaannya saat mendengar hal itu.

“Kau ini, ada-ada saja. Memangnya aku siapa harus punya penggemar.” Ujar Eun Kyo merendah. Donghae mengacak rambut Eun Kyo dan tersenyum bersama.

“Arasseo, kalau begitu, kalian teruskan latihannya.” Teriak Donghae.

“Dan perlu kalian tahu. Sebenarnya Donghaepun bisa melatih kalian koreografer.” Hyukjae tiba-tiba saja berteriak dari sudut ruangan yang sudah mengambil posisi untuk menari.

“Aku kasihan padamu, Hyukjae~ya. Merengek padaku meminta job disini agar bisa dapat tanda tangan Eun Kyo secara langsung.” Balas Donghae. Eun Kyo memukul Donghar saat Donghae menyelesaikan perkataannya.

“Kau ini, dia koreografer terkenal. Bagaimana kita…”

“Soal honor, aku bisa mengatasinya. Dia bahkan rela tidak dibayar.” Jawab Donghae menjawab pertanyaan yang ada tidak sempat Eun Kyo lanjutkan. Dia berjalan mendekati Hyukjae yang sudah memulai pemanasan. Donghae mengikutinya bergerak. Gerakan mereka berdua terlihat luwes dan sangat cocok. Eun Kyo baru tahu jika Donghae ternyata pintar menari. Begitu juga yang lainnya, Sungmin, Ryeowook, apalagi Kyuhyun.

“Onnie, aku terlambat.”

Suara derap langkah berlari terdengar diiringi sebuah suara. Eun Kyo menoleh ke belakang, Ae Rin. Tidak biasanya dia terlambat. Ae Rin masih terengah mengatur nafasnya.

“Tidak masalah, aku juga baru sampai.” Jawab Eun Kyo.

“Kau latihan bagianmu bersama Kyuhyun.” Ujar Donghae menarik Ae Rin ke dalam sebuah ruangan kecil berdinding kaca bening, tempat biasa mereka berlatih akting.

“Oppa, Oppa. Siapa dia? Eoh? Bukankah itu koreografer artis terkenal? Benar kan? Oppa! Aku latihan akting nanti saja. Sebaiknya aku latihan gerak dulu.” Tolak Ae Rin menuju barisan latihan menari.

“Yak! Yak! Yak! Ini waktunya kau latihan bersamaku!” Kyuhyun tiba-tiba menyeret Ae Rin ynag baru saja ingin memulai gerakannya disamping Eun Kyo. Ae Rin menatap Eun Kyo untuk menyelamatkannya kali ini dari Kyuhyun. Dia menahan langkahnya dengan memberatkan tubuhnya. Tapi Kyuhyun semakin menariknya.

“Tidak bisa, aku tidak mungkin latihan sendirian.” Ujar Kyuhyun yang tidak bisa ikut latihan koreo bersama.

“Donghae Oppa! Bisakah bagianku dengan Kyuhyun dihapus saja? Eoh? Ak!” Kyuhyun segera membungkam mulut Ae Rin dengan tangannya dan berhasil membawanya ke ruang latihan peran.

“Onnie, kau duduk dimana saja yang membuatmu nyaman.” Teriak Eun Kyo yang keluar dari barisan dan menghampiri In Young, juga Jung Soo.

Sejak tadi Jung Soo terus memandangi apa yang dilakukan Eun Kyo. Mulai dia bergerak hingga mengatur gerak dari teman-temannya. Hatinya mulai terpesona, tapi dia enyahkan perasaan itu segera. Dia tidak mungkin mengkhianati Yeon Su.

“Kau sudah selesai? Kau teruskan saja. Jangan pedulikan kami.” Ujar In Young merasa tidak enak karena sudah membuat Eun Kyo jadi mengkhawatirkannya.

“Ani, aku harus memeriksa kedua makhluk yang ada di dalam ruangan itu.” Eun Kyo mengarahkan matanya ke sudut ruangan berkaca, Ae Rin dan Kyuhyun yang berada di dalam sana. Mereka terlihat saling berdebat, tidak diketahui apakah itu bagian dari peran mereka atau mereka benar-benar bertengkar seperti biasa.

Eun Kyo berjalan menuju ruangan kedap suara itu dan membuka pintunya. Kedua orang yang ada di dalam menoleh padanya bersamaan.

“Latihan yang serius. Waktu kita tinggal sedikit. Kalian harus menghapalkan semua naskah itu.” Ujar Eun Kyo memperingati mereka. “Terlebih lagi kau, Kyuhyun~a.” Ujar Eun Kyo menunjuk Kyuhyun.

Sejak Eun Kyo masuk ke dalam ruangan itu, keadaan menjadi serius dalam latihan, Donghae tersenyum memperhatikannya dari luar. Dia duduk disamping Jung Soo yang terlihat masih memandangi gerak-gerik Eun Kyo.

“Dia terlihat cantik dalam keadaan apapun.” Komentar Donghae.

Saat Donghae selesai berkomentar seperti itu, Jung Soo langsung menoleh pada Donghae, sedangkan Donghae hanya terkekeh pelan saat Jung Soo menatapnya heran. Donghae seolah menelanjangi Jung Soo yang sedang terpesona.

“Apa maksudmu?” tanya Jung Soo dengan nada yang sedikit sinis.

“Ani, aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya mengatakan yang sebenarnya saja.” Ujar Donghae bangkit dan menjauh. Jung Soo sekarang benar-benar terpaku. Matanya selalu ingin menuju pada tingkah yang dilakukan Eun Kyo saat latihan. Meski dia tidak bisa mendengar suaranya, tapi dari mimik wajahnya, Jung Soo bisa merasakan betapa Eun Kyo menikmati peran itu dan terlihat sangat serius.

Sementara itu di barisan latihan koreografi. In Young mendekati beberapa dari mereka yang latihan koreografi. Mengucapakan salam dan memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo. Aku Park In Young, kakak ipar Eun Kyo. Bagapseumnida.” Ujar In Young menyapa ramah. Mereka yang ada disana tetap bergerak namun masih bisa menjawab perkenalan In Young dengan mengangguk.

“Ya! Kita istirahat 15 menit.” Ucap Hyukjae yang memimpin latihan mengakhiri gerakan. Lelaki itu mengelap keringat ynag mengucur deras di seluruh tubuhnya dengan handuk kecil.

“Annyeong Noona.” Sapa mereka bersamaan.

“Aku, aku Sungmin. Lee Sungmin.” Sungmin memperkenalkan diri.

“Aku Hyeo Bin.” Jawab seorang gadis.

“Aku Ryeowook. Kim Ryeowook. Bagapseumnida.” Ujar Ryeowook.

“Aku Jeong Do.” Jawab yang lain. Satu persatu mereka memperkenalkan diri, tapi In Young malah tertarik pada Ryeowook.

“Ryeowook~ssi. Kau yang tadi membuat makan siang?” tanya In Young.

“Ye, hehe. Noona.” Jawab Ryeowook sambil tersenyum malu.

“Makananmu sangat enak. Eun Kyo membawanya pulang.”

“Ah, Keurae. Gamsahamnida…” balas Ryeowook. Mereka semua terlibat percakapan hangat bersama In Young. Dan Eun Kyo sudah memberitahu mereka semua yang ada disini mengenai pernikahannya yang diam-diam. Dan mereka bisa mengerti hal itu.

Saat Hyukjae berjalan menuju ruangan dimana Eun Kyo berada. Jung Soo segera mengambil langkah seribu untuk mendahului Hyukjae menuju tempat itu. Hyukjae terhenti sejenak melihat Jung Soo yang berjalan dengan cepat. Namun setelah itu dia melanjutkan langkahnya kembali. Membuka pintu dan bergabung bersama Eun Kyo, Kyuhyun dan Ae Rin yang sedang latihan dengan serius. Hyukjae memilih berdiri di sudut ruangan saja agar tidak mengganggu latihan mereka, begitu juga dengan Jung Soo.

Mereka semua berlatih akting tanpa merasa terganggu dengan kehadiran Hyukjae dan Jung Soo. Hyukjae memandangi Eun Kyo dengan tatapan kagumnya sejak tadi. Dia benar-benar menyukai Eun Kyo diatas panggung, dan dia tidak pernah melewatkan drama musikal yang dibintangi Eun Kyo satu kalipun. Hyukjae keluar sebentar untuk mengambil sebuah tas dan membawanya ke dalam ruangan itu.

Sementara Jung Soo tidak pernah melepaskan matanya dari lelaki yang berdiri terpaku tak jauh dari tempatnya berpijak, Lee Hyukjae, dengan sedikit tidak suka. Dia tidak suka melihat kekaguman Hyukjae pada Eun Kyo. Padahal dia kerap menjumpai tatapan seperti itu saat dia berjalan dengan Yeon Su, kekasihnya. Tapi kali ini, entah kenapa Jung Soo tidak suka. Waktu terus berjalan, detik menuju menit, menit menuju jam, hingga mereka benar-benar lelah.

“Hufh, latihan kita akhiri sampai disini. Kau Kyuhyun~a, harus benar-benar hapal naskah barumu. Dan kau juga Ae Rin~a, wajahmu sedikit tidak fokus.” Koreksi Eun Kyo tentang latihan mereka kali ini.

“Dia yang membuatku tidak fokus, Onnie!” tunjuk Ae Rin pada Kyuhyun. Padahal sungguh bukan itu alasanya. Dia tidak karuan karena dancer idolanya sedang latihan bersama mereka.

“Aku tidak mau mendengar alasan apapun.” Jawab Eun Kyo tegas. “Aku mau mandi dulu, setelah itu pulang.” Lanjut Eun Kyo.

“Kau tidak ikut makan malam seperti biasa Onnie?” tanya Ae Rin.

Eun Kyo tidak menjawab, dia melirik Jung Soo yang sudah memandanginya dengan tajan sambil melipat kedua tangannya di dada.

“Dia sudah punya suami.” Jawab Jung Soo tegas.

“Ah, benar juga!” jawab Ae Rin sambil menepuk jidatnya sendiri.

Hyukjae yang mendengar hal itu tersentak beberapa detik. Jung Soo melirik lelaki itu sebentar dan tersenyum dalam hati. Tapi setelah itu Hyukjae bisa kembali mengatur keterkejutannya.

“Ini tasmu.” Dia menyerahkan tas yang sejak tadi ada disamping kakinya pada Eun Kyo.

“Ah, ye, Gamsahamnida.” Jawab Eun Kyo. Tidak berlama-lama. Dia langsung melesat ke dalam kamar mandi.

“Hyukjae~ssi.. kapan-kapan ajari aku koreografi secara private, ne?” ujar Ae Rin dengan polos. Dia tidak bisa menahan perasaan bahagianya ketika berhadapan dengan idolanya seperti ini.

“Jangan mau, Hyukjae~ssi. Kau bisa dijebaknya dengan rayuan maut!” jawab Kyuhyun acuh. Ae Rin mendesis kesal pada Kyuhyun.

“Ah, ye. Boleh saja.” Jawab Hyukjae sambil tertawa. Dia mengacak rambut Ae Rin dan mengajaknya keluar. Di ruangan itu hanya tinggal Kyuhyun dan Jung Soo.

“Hyung, aku akan memanggilmu Hyung, karena aku memanggil Eun Kyo dengan sebutan Noona. Bagaimana hari pertamamu dengannya?” tanya Kyuhyun serius.

“Eoh?” tanya Jung Soo tidak fokus.

“Kau dan Noona, apa dia bahagia?” tanya Kyuhyun lagi. Jung Soo tidak bisa menjawab.

“Apa kau mencintainya? Eoh?” Kyuhyun terus bertanya karena Jung Soo tidak menjawab pertanyaannya.

“Kau harus mencintainya, Hyung. Harus.” Lanjut Kyuhyun. “Karena jika tidak, kau akan mati ditanganku.” Perkataan terakhir Kyuhyun membuat Jung Soo tercengang. Bukankah itu sebuah ancaman?

“Kau menyukainya?” tanya Jung Soo.

“Bukan hanya sekedar menyukainya. Aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri. Jadi jika kau menyakitinya, maka kau akan dapat hukuman dariku!” Kyuhyun beranjak dan menuju pintu keluar. Tapi saat dia memegangi gagang pintu, dia menoleh kembali kearah Jung Soo.

“Kau tidak akan pernah bertemu wanita sepertinya, aku bersumpah.” Kyuhyun akhirnya benar-benar pergi dari ruangan itu dan meninggalkan Jung Soo yang terpaku mencerna perkataan Kyuhyun yang begitu mendalam baginya.

Jung Soo mulai bertanya-tanya, kenapa semua orang sangat menghormati dan menyayangi Eun Kyo seperti itu. Jujur saja, baru kali ini dia melihat tim yang seperti ini. Yang terlihat ceria dengan kekeluargaan yang kental serta penuh candaan dan semangat. Terlihat saling menghormati juga menyayangi secara bersamaan, namun juga serius dan terarah. Tidak seperti hubungan rekan kerja yang ada di perusahaannya yang penuh dengan persaingan dan kekakuan.

“Aku sudah selesai. Kita bisa pulang, ini sudah menjelang malam.”

Eun Kyo masuk ke dalam ruang latihan akting dan mengajak Jung Soo pulang. Dia membenahi semua peralatannya kedalam tas. Eun Kyo sudah mengganti bajunya dan memasukkan baju kotornya dalam kantong plastik lalu meletakkannya di dalam tas.

“Kita bisa ke rumah Eomma dan menceritakan perpisahan kita.” Ujar Eun Kyo disela kegiatannya merapikan barang-barangnya di dalam tas.

“Tidak perlu. Kita tunggu sampai enam bulan saja. Jika kita tidak saling mencintai maka baru kita akan memutuskan hal itu.” Jawab Jung Soo mendekati Eun Kyo. Dia meraih tas Eun Kyo dan menarik tangan Eun Kyo keluar dari ruangan itu.

Semua mata memandangi mereka namun Jung Soo tidak peduli. Dia sudah benar-benar kesal karena sejak tadi tidak ada yang memperhatikannya. Semuanya sibuk dengan diri mereka masing-masing. Sekalinya dia diajak bicara malah dapat ancaman dari Kyuhyun, hal itu membuatnya semakin kesal.

“Onnie, kita pulang.” Ajak Eun Kyo.

“Kalian tidak ikut makan malam bersama kami?” tanya Ryeowook.

“Mungkin lain kali saja.” Jawab Jung Soo tanpa menoleh.

“Tapi aku ingin makan bersama mereka.” Ujar In Young.

“Kalau begitu Noona saja yang ikut. Kami akan pulang.”

Jung Soo tidak bisa memendam emosinya kali ini. Ancaman Kyuhyun benar-benar telah menyentil perasaannya. Dia tersinggung, Kyuhyun memandangnya seakan dia akan menyakiti perasaan Eun Kyo. Padahal bagi Jung Soo, menurutnya Eun Kyo tidak akan merasa seperti itu. Dia merasa Eun Kyo adalah wanita yang pintar me-manage perasaannya. Mereka meninggalkan ruangan itu berdua.

“Kau ini apa-apaan!”

Eun  Kyo melepaskan tangan Jung Soo yang sejak tadi menariknya tanpa melepasnya. Sesampainya mereka di depan mobil, Eun Kyo segera masuk ke dalam tanpa menunggu Jung Soo membukakan pintu.

“Aku bukan supir, duduk di depan!” perintah Jung Soo.

Eun Kyo yang sudah terlanjur kesal, berpura-pura tidak mendengarkannya. Dia tetap diam duduk dengan manis di jok belakang.

“Aku bilang duduk di depan!”

Suara Jung Soo terdengar nyaring dan tegas. Eun Kyo tidak bisa lagi mengabaikannya, dia membuka pintu mobil dan duduk disamping Jung Soo.

“Kau ini kenapa? Tiba-tiba saja marah-marah!” balas Eun Kyo.

Jung Soo tidak peduli dan menginjak gas dalam, hingga membuat Eun Kyo terkejut saat dia mengemudikan mobilnya dengan kencang. Hanya butuh waktu 10 menit, mereka berdua sudah sampai di depan rumah. Jung Soo keluar dari mobil dan buru-buru membukakan pintu untuk Eun Kyo.

Eun Kyo memandangi Jung Soo dengan tajam, namun dia berusaha untuk mengontrol emosinya. Tidak ingin terlihat bodoh meskipun dia sekarang ingin protes. Eun Kyo turun dari mobil dengan tenang sambil menenteng tasnya yang berisi baju kotor bekas dia latihan tadi.

“Kita akan tidur satu kamar malam ini. Noona pasti akan menginap disini.” Ujar Jung Soo. Eun Kyo hanya diam.

Melihat sikap Eun Kyo yang terlihat santai, seolah tidak takut untuk tidur dalam satu kamar malam ini, membuatnya semakiin kesal. Jung Soo masuk ke dalam kamar dan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi. Dia merendam tubuhnya dengan air hangat, untuk melemaskan ototnya. Aneh, padahal hari ini dia cuti dan tidak masuk kerja, tapi dia merasa lebih lelah daripada bekerja sampai malam.

“Apa yang telah aku lakukan? Kenapa aku merasa kesal? Park Jung Soo! Jangan katakan kau terusik dengan ucapan Kyuhyun!” gumam Jung Soo pada dirinya sendiri. Dia keluar dari bak mandi dan bercermin.

“Park Jung Soo, dan jangan katakan kau sedang terpesona padanya! Kau sudah mempunyai kekasih, ingat itu. Ini akan berlalu dalam enam bulan, setelah itu kau bebas.” Dia berbicara dengan dirinya sendiri di depan cermin.

Semakin dia berbicara sendiri, semakin Jung Soo kepikiran. Ucapan Kyuhyun, ucapan Donghae, perhatian Ryeowook serta tatapan Hyukjae kini mengusiknya. Dia merasa mereka telah, mereka telah melewati batas kepemilikannya. Dan itu membuatnya tidak senang.

“Kau tidak mungkin cemburu.”

Jung Soo berjalan menuju shower dan mengguyur tubuhnya dengan air. Setelah di rasa bersih, dia segera mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya lalu melilitkannya di pinggangnya. Dia membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.

Eun Kyo yang sedang membereskan kamar Jung Soo terkejut saat dia melihat Jung Soo keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk. Dia refleks memalingkan wajahnya.

Jung Soo tersenyum saat melihat Eun Kyo yang segera berbalik begitu melihatnya dan mematung di posisinya. Jung Soo berjalan mendekati Eun Kyo, berdiri tepat di belakang Eun Kyo. Dia menempelkan tubunya di punggung Eun Kyo.

“Yak! Apa-apaan kau! Cepat pakai bajumu!” ujar Eun Kyo terdengar gugup.

“Wae? Kita kan suami istri. Bukankah ini yang kau inginkan? Membuatku tertarik padamu? Aku menunggu kau melakukan hal itu. Aku menunggu kau menggodaku.” Bisik Jung Soo di telinga Eun Kyo.

Mendengar bisikan Jung Soo, bulu kuduk leher Eun Kyo langsung berdiri. Dia melangkah menjauh, tapi Jung Soo sudah menahan pinggangnya dengan tangannya.

“Makanan sudah siap, sebaiknya kau makan.” Ujar Eun Kyo mengalihkan pembicaraan.

“Eum, sebentar lagi. Aku berpakaian dulu.” Ujar Jung Soo, dia mengurungkan niatnya untuk menggoda Eun Kyo kali ini. Karena melihat Eun Kyo yang kini telah menguasai dirinya sendiri.

“Aku akan menunggumu di meja makan.” Eun Kyo berbalik dan menatap Jung Soo sambil menyentuh handuk yang ada di perut Jung Soo. Saat dia melangkah meninggalkan Jung Soo, bersamaan dengan itu dia menariknya hingga handuk itu terjatuh kelantai.

“Yak! Apa-apaan kau!” teriak Jung Soo nyaring. Dia buru-buru memungut handuk itu dan melilitkannay kembali.

“Jangan pernah mencoba mempermainkanku lagi.” Ujar Eun Kyo sembari keluar dari kamar. Jung Soo tercengang dengan sikap Eun Kyo.

Jung Soo sudah mengenakan baju tidurnya dan menyusul Eun Kyo di ruang makan. Dia melihat nasi goreng kimchi sudah terhidang diatas meja.

“Hanya ini yang bisa aku sediakan. Aku tidak terlalu pintar memasak.”

Eun Kyo menyiapkan sepiring nasi untuk Jung Soo dan mereka makan dalam diam. Hingga Jung Soo menghabiskan makanannya, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Setelah selesai makan, Eun Kyo membersihkan bekas makan mereka sementara Jung Soo kembali ke dalam kamar, dia ingin segera merebahkan tubuhnya dan mengistirahatkan otaknya yang sekarang mulai terkontaminsi dengan sosok Eun Kyo.

Eun Kyo masuk kedalam kamar dan mengambil bantal yang ada disamping kepala Jung Soo. Jung Soo yang awalnya membelakangi pintu masuk, jadi berbalik.

“Kau mau tidur dimana?” tanya Jung Soo.

“Di sofa.” Jawab Eun Kyo singkat.

“Tidur disini saja.” Ujar Jung Soo.

“Aku tidak mau mengambil resiko.”

“Aku tidak akan melakukan apa-apa.” Ujar Jung Soo. Eun Kyo menghela nafas.

“Aku lebih senang mengantisipasi.” Tolak Eun Kyo.

“Wae? Kau sudah menyepakatinya. Jika ternyata aku ingin kau melayaniku sebagai suami diatas ranjang, kau akan bersedia. Sekarang tidur disini!” ujar Jung Soo memerintah Eun Kyo. Eun Kyo tidak berkutik beberapa saat, namun setelah itu dia berjalan menuju tempat tidur dan berbaring disamping Jung Soo.

“Kau tenang saja. Aku tidak tertarik padamu, jadi tidak akan melakukan apapun.” Ujar Jung Soo. Tapi dalam hatinya seakan ada yang protes saat dia mengatakan hal itu.

“Hal itu terjadi tidak hanya terjadi atas dasar suka, tapi atas dasar nafsu.” Jawab Eun Kyo, dia menarik selimutnya dan memejamkan matanya.

Mendengar Eun Kyo tidak lagi berbicara, Jung Soo berbalik dan memandangi Eun Kyo. Gadis itu sudah memejamkan matanya, tertidur. Jung Soo tersenyum, baru kali ini dia menghadapi wanita yang  seperti Eun Kyo. Dia mulai merasa apa yang Eun Kyo katakan tadi pagi padanya memang tidak sepenuhnya salah. Dia akan membuat Jung Soo dengan caranya sendiri. Jung Soo kembali tersenyum. Tanpa dia sadari, ada suara irama yang berbeda dalam jantungnya tatkala melihat Eun Kyo tertidur disampingnya.

Suara dari luar kamar membuatnya menoleh, In Young sudah pulang, dan Jung Soo tidak berniat untuk menyapanya. Dia merasa sangat betah saat Eun Kyo untuk pertama kalinya tidur bersamanya. Berbeda dengan Yeon Su, saat bersama gadis itu dia tidak setenang seperti bersama Eun Kyo. Dan saat bersama Yeon Su, dia merasa tidak pernah sekesal ini, saat orang lain memandangi Eun Kyo dengan perhatian. Dia sering melihat Yeon Su dipandangi oleh banyak lelaki, tapi saat melihat Hyukjae begitu mengagumi Eun Kyo, dia merasa tidak rela. Dia mulai merasa Eun Kyo adalah miliknya.

“Park Jung Soo, sepertinya kau sudah gila.” Dia mengalihkan matanya dari wajah Eun Kyo yang tertidur dengan pulas, dan mulai memejamkan matanya.

***

Beberapa hari berlalu, cuti Jung Soo juga sudah berakhir. Dia kembali bekerja di Perusahaannya seperti biasa. Berjalan menuju ruangannya dan memperhatikan beberapa karyawannya terlihat sibuk, dia menghela nafas sebentar. Karyawannya memang sibuk mengurusi beberapa jadwal artis yang bernaung di bawah manajemennya, termasuk Yeon Su.

Baru saja Jung Soo memasuki ruangannya, kini Yeon Su sudah menghampirinya di ruangan. Gadis itu cemberut dan mulai bertingkah manja lagi.

“Oppa, kenapa tidak menjawab telponku? Pesanku pun tidak di balas!” keluh Yeon Su. “Apa wanita itu telah merubahmu? Dasar wanita penggoda.” Maki Yeon Su pada Eun Kyo.

Jung Soo menatap Yeon Soo dengan sedikit malas. Untuk pertama kalinya Jung Soo merasa keberatan seseorang merendahkan Eun Kyo, padahal dulunya, saat berbagai gosip miring melanda Yeon Su, dia sama sekali tidak peduli. Hal pertama seperti itu semakin sering dia rasakan saat bersama Eun Kyo.

“Aku tidak mungkin menjawabnya, karena Noona sedang ada di rumah.” Jawab Jung Soo.

“Noona? In Young Onnie?” tanya Yeon Su antusias.

“Ne, benar sekali.” Jawab Jung Soo sambi; duduk di kursinya.

“Dia pasti tidak menyukai Eun Kyo kan? Wanita seperti In Young Onnie tidak mungkin menyukai wanita penggoda yang centil seperti Eun Kyo.” lanjut Yeon Su tanpa jeda.

“Kau bukannya ada pemotretan hari ini? Kenapa tidak berangkat, nati kau terlambat.” Ujar Jung Soo.

“Aku mau kau temani…” rengek Yeon Su.

“Yeon Su~ya, aku baru saja menginjakkan kakiku di kantor ini, aku tidak mungkin keluar begitu saja.” Tolak Jung Soo.

Yeon Soo mendekatinya dan duduk di pangkuan Jung Soo. Jung Soo jadi merasa risih, padahal dulunya seperti ini biasa saja baginya.

“Tapi Oppa…” goda Yeon Su.

“Tidak ada tapi, bangkit dan kembali bekerja.” Ujar Jung Soo tegas. Yeon Su jadi cemberut, tapi cemberutnya kali ini tidakmembuat goyah Jung Soo untuk memenuhi permintaannya. Yeon Su bangkit dari pangkuan Jung Soo dan beranjak pergi.

Jung Soo mendengus pelan. Dia berjalan menuju jendela dan mengintip beberapa karyawannya yang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Lama dia berdiri memperhatikan pekerjaan para karyawannya. Dia teringat bagaimana Eun Kyo kemarin memimpin timnya bersama Donghae, kerjasama yang pas. Tidak kaku seperti yang ada di perusahaannya dan beraroma persaingan antar tim.Tiba-tiba saja pintu ruangan Jung Soo di ketuk oleh seseorang.

“Masuk.” Jung Soo kembali duduk dan menunggu siapa yang kira-kira akan masuk. “Ada apa?” tanya Jung Soo pada karyawannya.

“Sajangnim, Nona Yeon Su kembali merajuk di lokasi pemotretan. Dia bilang dia tidak suka dengan konsep yang telah ada.”

Seseorang kembali melapor tentang kelakukan Yeon Su yang bertingkah lagi kali ini. Yeon Su memang kerap kali membuat kelakukan seperti ini. Dia merasa memiliki Jung Soo dan terkadang suka bertingkah seenaknya.

Jung Soo menghela nafas berat menerima keluhan dari karyawannya. Dia bangkit dari duduk dan meraih kunci mobilnya. “Dimana lokasinya?” Tanya Jung Soo.

“Dia daerah Gangnam, Sajangnim.”

Jung Soo membawa mobilnya dengan kecepatan maksimal. Ingin segera sampai dan menyelesaikan keributan yang dibuat Yeon Su. Sesampainya disana, benar, Yeon Su terlihat sedang memarahi beberapa make-up artist nya.

“Aku sudah bilang jangan pakai produk itu! Aku alergi!” teriaknya pada salah seorang gadis.

“Tapi ini sponsor kita, Yeon Su~ssi.” Bela gadis itu.

“Aku tidak mau tau! Ganti produknya!”

Jung Soo memandanginya dari kejauhan. Kali ini Yeon Su memang sedikit keterlaluan. Dia sendiri yang ingin membintangi produk itu, tapi sekarang dia yang menolaknya setelah tanda tangan kontrak. Mungkin sah-sah saja jika dia tidak ingin memakai produk yang dia iklankan. Tapi tidak disaat  genting seperti ini. Mereka sudah mempersiapkan pemotretan dan akan sangat keterlaluan jika pemotretan batal hanya karena Yeon Su tidak mau memakai make-up yang biasanya juga dia pakai. Jung Soo kembali menghela nafas.

“Ada apa ini?” tanya Jung Soo. Melihat Jung Soo tiba-tiba ada disana, Yeon Su kemudian menghampirinya. Bergelayut manja di lengan Jung Soo

“Oppa…” ujar Yeon Su manja. Para perkerja yang ada disana jadi berbisik-bisik saat Jung Soo dihampiri oleh Yeon Su.

“Kenapa lagi?” tanya Jung Soo lagi.

“Mereka memakai produk yang aku tidak suka. Apa mereka tidak tau aku alergi terhadap produk itu? Eoh? Mau merusak mukaku?” adu Yeon Su masih dengan nada manjanya.

“Ani Sajangnim, biasanya juga dia memakai produk itu, dan tidak apa-apa. Kami sudah mempersiapkan semua ini dengan susah payah. Tapi jika batal hanya karena Nona Yeon Su, KEMBALI merajuk, maka akan sanga sekali. Kita membuang uang dan tenaga.” Bela seorang gadis yang baru saja dimarahi Yeon Su. Dia menekankan kara ‘kembali’ karena hal itu sudah sering kali dia lakukan.

“Diam kau! Berani sekali kau mengatakan seperti itu! Kau tidak tau siapa aku?! Eoh?!” bentak Yeon Su, dia melayangkan tangannya hendak menampar gadis itu, tapi ditahan oleh Jung Soo.

“Sudah, jangan bertengkar. Jika kau tidak mau melakukan pemotretan ini, kita ganti saja modelnya.” Ujar Jung Soo terlihat tegas.

Semua yang ada disana tercengang dan terpaku. Baru kali ini Jung Soo mengatakan seperti itu. Dan biasanya dia akan membela gadis manja itu dengan menuruti semua keinginan konyolnya yang mengada-ada. Setelah beberapa detik terkejut, mereka akhirnya saling berpandangan.

“Tunggu apa lagi? Jangan membuang waktu!” ujar Jung Soo.

“Oppa…” kembali Yeon Su merengek manja, mengikuti langkah Jung Soo.

“Ada apa lagi Yeon Su~ya?” Jung Soo berbalik malas. “Kau malas untuk mengerjakan pekerjaan ini kan? Ya sudah, tidak usah saja.”

“Ani, bukan begitu..” jawab Yeon Su lemah.

“Kalau begitu kenapa lagi?”

“Aku hanya ingin kau ada disini, bersamaku, seperti biasa, eoh? Hanya itu.” Jung Soo bernafas berat saat Yeon Su memeluknya dengan manja.

“Baiklah, akan aku tunggu disini. Lakukan dengan cepat.” Ujar Jung Soo.

“Arasseo.” Jawab Yeon Su ceria.

Jung Soo memperhatikan semua pekerjaan yang dilakukan karyawannya. Mereka terlihat gesit dan solid juga sangat serius. Beberapa kali Yeon Su melambaikan tangannya pada Jung Soo, tapi Jung Soo hanya membalasnya dengan senyuman tidak seperti biasanya.

Beberapa jam berlalu, akhirnya acara pemotretan berakhir. Jung Soo bangkit dari kursi yang didudukinya untuk menunggu tadi. Yeon Su berjalan menghampirinya.

“Oppa, bagaimana kalau kita jalan-jalan? Aku lelah Oppa..” pinta Yeon Su seperti kebiasaannya.

“Ani, aku tidak bisa. Aku masih banyak pekerjaan. Banyak berkas yang harus aku tanda tangani.” Tolak Jung Soo.

“Oppa…” rengek Yeon Su lagi.

“Yeon Su~ya, kau sudah membuang waktuku beberapa jam. Jika aku tidak menemanimu disini, maka pekerjaanku pasti sudah selesai.” Jung Soo memberikan alasan. Dia berjalan menuju mobilnya.

“Oppa, kau berubah! Apa karena wanita murahan itu?! Dia mempengaruhimu? Dia pasti menjelek-jelekkan aku, supaya aku terlihat buruk dimatamu, iya kan? Benar kan? Eoh?!” Yeon Su mengoceh mengikuti Jung Soo yang hendak  masuk ke dalam mobilnya.

“Yeon Su~ya… Aku benar-benar sibuk, Jagi~ya..” Jung Soo setengah merayu agar Yeon Su mengerti keadaaanya.

“Dia pasti ingin merebutmu dariku! Meguasai kedua orang tuamu sekaligus menguasai hartamu!” Yeon Su masih mengoceh menjelek-jelekkan Eun Kyo.

“Cukup Yeon Su~ya. Sudahlah, aku harus pergi.” Jung Soo membunyikan mobilnya dan menginjak gas, meninggalkan Yeon Su yang cemberut.

“Oppa! Oppa..! Oppa!” teriak Yeon Su. Tapi Jung Soo tidak memperdulikannya. Dia terus melaju kembali ke gedung kantornya.

Jung masuk ke gedung, beberapa orang menyapanya dan dibalasnya dengan senyuman. Suasana terlihat lengang, sepi. Ini sudah jam istirahat dan sebagian besar karyawannya makan siang di kantin. Jung Soo malas untuk makan siang. Dia merasa hari ini terlalu lelah, dan rasa lapar belum menggelitik perutnya. Dia masuk ke dalam ruangan dengan niat ingi merebahkan tubuhnya barang sebentar diatas sofa panjang di dalam ruangannya. Tapi saat dia ingin merebahkan tubuhnya, matanya tertuju pada sebuah kotak diatas meja kerjanya. Dia berjalan menuju meja kerjanya dan memeriksa kotak itu. Dibawah kotak itu ada sebuah surat, dia mengambilnya lalu membukanya.

Kau pasti terkejut menerima ini

Semoga kau mau menerima

Aku dan In Young Onnie tadi memasak bersama

Dan aku mengirimkan hasil masakan kami untuk kau cicipi

Aku harap kau menyukainya

Karena In Young Onnie sangat antusias belajar pada Ryeowook.

Kita tidak sering lagi makan bersama karena aku sibuk, mianhae.

Mungkin aku akan sibuk untuk 2 bulan ke depan karena jadwal pentasku

Ah! Aku menyuruh Tuan Kim untuk mengantarnya

Jadi kau tidak perlu khawatir karyawanmu akan curiga

Selamat makan

                                                                                                                         From : Eun Kyo

Jung Soo melipat kembali surat itu dan tersenyum. Dipandanginya surat itu beberapa detik. Eun Kyo melipatnya menjadi bentuk segitiga yang simpel. Tiba-tiba saja Jung Soo merasa lipatan itu sangat manis, sekali lagi dia tersenyum. Dia buka kotak makanan itu, ada nasi, daging bakar yang terlihat sedikit gosong dan sayur kimchi namun terlihat berbeda, Eun Kyo menambahkan saus kecap untuk daging itu. Jung Soo mencicipinya. Makanan itu memang tidak menarik, tapi saat dia mencicipinya, rasanya berbeda. Tidak terlalu buruk. Beberapa menit berlalu tanpa dia sadari makanan yang ada dikotak itu telah habis. Perutnya terasa sangat kenyang.

“Oppa!”

Jung Soo terkejut dan menoleh. Yeon Su menorobos masuk ke dalam ruangannya. Dari raut wajahnya sepertinya dia akan mengamuk lagi.

“Aku lapar Oppa, ayo kita makan.” Ajak Yeon Su sambil mendekat. “Eo? Kau sudah makan? Kenapa tid…” Yeon Su tidak melanjutkan perkataannya dan mengambil surat yang baru saja dibaca Jung Soo beberapa menit yang lalu.

“Siapa yang mengirim ini untukmu.” Tanya Yeon Su penasaran.

“Kembalikan padaku Yeon Su~ya.” Ujar Jung Soo dingin. Semakin dilarang Yeon Su semakin penasaran. Dia segera membuka surat itu dan membacanya dengan cepat.

“OH! Dari wanita muarahan itu. Dan…” Yeon Su memperhatikan kotak makanan yang sudah ludes tak bersisa di hadapan Jung Soo. “Kau memakannya sampai habis.” Lanjut Yeon Su tidak percaya.

“Aku akan membunuh wanita penggoda itu!” Yeon Su terlihat geram dan keluar dari ruangan Jung Soo. Segera Jung Soo menahannya.

“Jangan bertindak bodoh! Kim Yeon Soo!” ujar Jung Soo sambil mencengkram tangan Yeon Soo sebelum dia keluar dari ruangan. “Kau hanya akan memperparah keadaan. Ini hanya akan bertahan sampai enam bulan!” ujar Jung Soo.

“Tapi kau memakan habis semua makanannya!” Yeon Soo memukul dada Jung Soo. “Dan menolak makan bersamaku! Kau jahat!” teriaknya lagi sambil menangis. Jung Soo mencoba menenangkan Yeon Su yang sudah bertindak diluar kendali, dia memeluknya dan menenangkannya. Setelah dirayu dengan berbagai bujukan, akhirnya Yeon Su mulai tenang dan pulang. Jung Soo juga bisa melanjutkan pekerjaannya.

Sementara itu di tempat lain, Eun Kyo terlihat sibuk dengan persiapan panggungnya untuk besok malam. Mereka sudah mendesain poster untuk drama musikal mereka dan memasanganya. Terlihat semua sibuk dengan bagian pekerjaannya masing-masing. Ryeowook dan Sungmin berusaha memasang beberapa poster berukuran kecil di beberapa sudut ruangan sementara yang lainnya memasang banner besar di depan gedung teater tempat mereka akan tampil.

“Ah, melelahkan sekali, sebaiknya kalian pulang dan istirahat.” Ujar Donghae yang sejak tadi sibuk mengatur tata letak ruangan. “Kalian harus menyimpan energimu untuk besok malam, terlebih lagi kau, Kyuhyun~a.” Donghae menunjuk Kyuhyun yang terlihat sedang menjahili Ae Rin yang mengatur kursi untuk penonton. Saat Ae Rin merapikannya, tapi Kyuhyun menyenggolnya dengan kakinya.

“Yak! Kau ini! Aku sudah merapikannya!” teriak Ae Rin.

“Wae? Aku tidak sengaja! Kenapa semarah itu?!” balas Kyuhyun berbohong.

“Eun Kyo~ya, sebaiknya kau pisahkan anjing dan kucing itu, kalian pulang saja, biar aku yang mengurus tempat ini.” Ujar Donghae.

Eun Kyo baru saja ingin memisahkan Kyuhyun dan Ae Rin, tapi di pintu masuk, dia melihat seseorang datang. Eun Kyo terpaku sejenak namun akhirnya kembali berjalan menghampiri Kyuhyun.
“Kyuhyun~a, berhenti mengganggunya!” Eun Kyo menarik Kyuhyun yang membalas gertakan Ae Rin dengan tawa kemenangan oleh Kyuhyun. Ae Rin ingin membalas Kyuhyun dengan menendang kakinya, tapi tendangannya tertahan.

“Eit, gadis manis sepertimu tidak pantas berbuat anarkis seperti itu.” Jung Soo menangkap Ae Rin. Ae Rin terkejut, tidak menyangka akan ada yang menahannya.

“Dia yang memulainya Oppa…” adu Ae Rin.

“Gadis manis?! Yahahahaha, dia jauh dari kata manis, lihat saj!” Kyuhyun mulai membuat keributan lagi namun Eun Kyo membekap mulut Kyuhyun, mencegahnya untuk mengoceh dan membuat Ae Rin kesal lagi.

“Sudah cukup jangan bertengkar. Kalian sudah makan malam?” tanya Jung Soo. Ae Rin menggeleng polos.

“Kalau begitu bagaimana kalau kita makan malam bersama saja? Siapa yang mau ikut?” tawar Jung Soo kepada beberapa orang yang ada disana.

“Sebaiknya kau membawa para pemain saja, Jung Soo~ssi. Mereka sudah terlihat lelah, harusnya mereka menyimpan energi untuk besok.” Teriak Donghae sambil terus mengatur panggung.
“Ah ye.” Jawab Jung Soo. Eun Kyo terpaku melihat Jung Soo yang tiba-tiba berubah menjadi hangat dan penuh senyuman.

“Oppa, bagaimana kalau kita makan malam dirumahmu saja, eoh? Kami berlum pernah ke rumah baru kalain…” pinta Ae Rin.

“Em… baiklah.” Jung Soo menerima permintaan Ae Rin. Ae Rin melonjak senang. Eun Kyo hanya bisa mengikuti mereka. “Kita beli makanannya dulu, baru makan dirumah.” Jung Soo dan Ae Rin keluar dari area gedung diikuti Eun Kyo dan Kyuhyun, juga Sungmin serta Ryeowook. Mereka pergi menuju rumah Eun Kyo dan Jung Soo.

Sesampainya dirumah, tanpa menunggu lama. Mereka makan dengan lahap dan tidak membutuhkan waktu yang lama makanan itu sudah dibabat habis.

“Kalian makan seperti kuli.” Ujar Jung Soo.

“Aku sangat lapar, Hyung.” Ujar Kyuhyun. Sungmin tercengang.

“Yak! Kau memanggilnya Hyung sementara dengan kami? Ya… kau ini tidak sopan sekali Kyuhyun~a..” protes Sungmin. Kyuhyun memang jarang memanggil embel-embel Hyung di belakangnya untuk memanggil seseorang yang lebih tua darinya. Tapi pada Jung Soo dan memberlakukan penghormatan itu.

“Sebaikanya kita pulang saja. Noona pasti sudah lelah.” ujarRyeowook bangkit. Mereka semuanya akhirnya pulang meninggalkan Jung Soo dan Eun Kyo.

“Onnie, hwaiting! Aku ingin cepat punya keponakan!” ujar Ae Rin sebelum meninggalkan rumah Eun Kyo. Eun Kyo hanya membalasnya dengan senyuman dan akhirnya mereka benar-benar pergi.

“Terima kasih sudah menyambut baik teman-temanku.” Ujar Eun Kyo.

“Gwaenchana, teman-temanmu juga teman-temanku. Tapi, sekarang dimana Noona?” tanya Jung Soo. Dia tidak melihat batang hidung wanita itu yang sudah beberapa hari menginap dirumah mereka.

“Dia bilang akan menginap dirumah Eomoni. Jadi malam ini kau bisa bebas dikamarmu.” Ujar Eun Kyo menjawab. Dia berjalan kearah kamarnya yang beberapa hari ini di tempati oleh In Young. Tapi saat dia ingin membuka pintunya, dia tidak bisa. Pintunya terkunci.

“Onnie.. apa-apaan ini. Dia pulang tapi kenapa harus mengunci pintunya juga?” Eun Kyo menjadi lemas. Berdiri di depan pintu kamarnya. Dia menoleh pada Jung Soo yang memperhatikannya dengan tersenyum.

“Itu pasti Eomma yang meminta.” Ujar Jung Soo. “Tidak ada pilihan lain selain tidur bersama.” Jung Soo mengulum senyumnya dan membuat Eun Kyo mendesis. Jung Soo tertawa menang.

***

Keesokan harinya. Jung Soo bekerja seperti biasa. Dia memeriksa beberapa berkas yang belum sempat dia periksa karena cuti kemarin. Tapi lagi-lagi ketukan pintu menghentikannya. Baru dua hari kembali masuk bekerja, tapi sudah banyak tamu yang dia terima.

“Masuk.”

Dia malas untuk menoleh dan memeriksa siapa yang masuk menghadapnya. Dia pikir paling-paling kekasihnya lagi yang selalu merecokinya dengan berbagai keluhan. Dia terkejut saat seseorang melempar beberapa foto diatas meja kerjanya. Jung Soo menoleh pada orang yang baru saja melempar foto-foto itu. Sebelum menoleh, dia terlebih dahulu memperhatikan foto yang berserakan di meja kerjanya. Fotonya bersama Yeon Su kemarin dengan beberapa pose, diambil secara diam-diam. Dan tepat saat Yeon Su sedang memeluknya dan bertingkah manja.

“Apa kau tidak malu? Bagaimana kalau Eun Kyo mengetahuinya? Eoh?!” Jung Soo terdiam. Eommanya terlihat sangat marah dan kecewa.

“Eomma..” panggil Jung Soo tidak bisa menjelaskan apa-apa.

“Aku tidak mau tau, satu jam lagi kau bersiap menjemput kami!”

Nyonya Park melempar sesuatu lagi ke meja Jung Soo, lalu pergi begitu saja. Jung Soo tidak sempat mencegah, dan bingung. Meskipun dia mencegahnya juga tidak akan ada gunanya. Dia memandangi kertas yang tadi di lempar Eommanya keatas meja. Sebuah tiket, tiket masuk untuk drama musikal Eun Kyo. Dia mengerti sekarang. Jung Soo bangkit dan bersiap-siap untuk menjemput keluarganya.

“Oppa, kau mau kemana?” tanya Yeon Su. “Ini apa?” Yeon Su memungut tiket itu. “Eoh? Tiket drama musikal? Sejak kapan kau suka ke tempat itu?” tany Yeon Su.

“Itu tiket drama musikal Eun Kyo.” jawab Jung Soo sambil bersiap-siap. “Berikan  padaku.” Pinta Jung Soo.

“Andwae! Kau tidak boleh ke tempat itu. Kau harus menemaniku jalan-jalan.” Yeon Su menyembunyikan tiket itu dibalik tubuhnya.

“Yeon Su~ya, aku hampir terlambat, Eomma sudah menungguku.” Ujar Jung Soo dengan nada lemah, memohon.

“Shireo! Aku tidak mau kau menghadiri acaranya. Ini tidak adil! Sementara kau selalu menolak menemaniku pemotretan! Apa ynag telah dia lakukan padamu? Eoh?!”

“Yeon Su~ya, tolong jangan mempersulitku.” Jung Soo memelas.

“Shiroe!” teriak Yeon Su.

“KIM YEON SU! KEMBALIKAN PADAKU!” teriak Jung Soo nyaring. Yeon Su yang mendengar hal itu langsung terkejut. Dia tau Jung Soo benar-benar marah, dan baru kali ini. Dengan enggan dia mengembalikan tiket itu dan diambil dengan kasar oleh Jung Soo.

“AISH! DASAR WANITA MURAHAN!” teriak Yeon Su kesal sambil menangis. Jung Soo tidak mmeperdulikannya dan terus berjalan.

Jung Soo dan kedua orang tuanya duduk dibarisan paling depan, bersama In Young dan orang tua Eun Kyo. Mereka memperhatikan Eun Kyo dengan seksama. Senyum selalu mengembang di wajah Nyonya Park. Dia sangat bangga dengan menantunya. Jung Soo melirik wajah Eommanya, tidak pernah dia melihat Eommanya seperti ini sebelumnya. Dia bernafas lega. Hingga dua jam berlalu tanpa terasa dan Eun Kyo sudah menyelesaikan perannya.

“Eun Kyo terlihat berbeda diatas panggung daripada latihan.” Komentar In Young. Mereka keluar bersama bergandengan tangan setelah puas melihat aksi Eun Kyo diatas panggung.

“Dia keras kepala.” Jawab Park Sang Jun mengomentari putrinya.

“Tapi dia luar biasa.” Tambah Park Jae Sung.

“Aku mau ke toilet sebentar.” Jung Soo berpamitan pada kedua orang tua mereka untuk ke toliet. Dia mencari-cari toilet, tapi tidak juga menemukannya. Akhirnya sebuah tangan menariknya dan menyeretnya, dia sangat terkejut. Orang itu membawanya ke sebuah ruangan yang ternyata adalah toilet. Jung Soo di dorong ke dalam kamar kecil.

“Oppa! Aku tidak suka kau berubah! Kau menyukainya? Eoh? Apa aku sudah tidak menarik lagi?” Jung So yang masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya masih sedikit bingung. Tapi saat orang itu berbicara, dia tau siapa orang yang ada di hadapannya. Yeon Su.

Yeon Su berusaha melepaskan semua bajunya dan melepaskan baju Jung Soo juga. Jung Soo terperanjat saat Yeon Su menciumnya dengan cepat dan emosi. Tanpa mereka berdua sadari, orang yang ada diluar terlihat penasaran, karena di dalam toilet pria terdengar suara seorang wanita. Salah satu dari mereka mencoba mendobrak pintu itu, karena tidak suka ada perbuatan asusila di tempat umum. Jung Soo terkejut saat pintu terbuka. Yeon Su tampak tidak perduli dan masih mencoba melepaskan pakaian Jung Soo.

“Abeoji..” panggil Jung Soo saat melihat siapa yang telah membuka pintu toilet. Park Sang Jun yang melihat hal itu sangat terkejut. Dia memegangi dadanya yang tiba-tiba serasa ditusuk. Park Sang Jun tidak sanggup menahan sakit itu dan jatuh tak sadarkan diri diatas lantai. Jung Soo segera mendorong Yeon Su dan merapikan bajunya.

“Abeoji, Abeoji!” Jung Soo mengangkat mertuanya yang sudah tidak berdaya. Di tempat itu juga ada Donghae. Melihat itu, Donghae segera membantu Jung Soo untuk membawa Tuan Park.

“Eomma! Panggil ambulance.” Teriak Jung Soo.

Eun Kyo yang baru saja ingin menghampiri keluarganya langsung terkejut melihat Appanya yang dipapah Jung Soo dan Donghae. Dia berlari dengan cepat menghampiri mereka.

“APPA!” teriaknya nyaring.

Eun Kyo berlari mengikuti Appanya yang ditandu menuju ambulance. Ayah dan ibu mertuanya masuk ke dalam ambulance untuk menemani besan mereka. Sementara Eun Kyo, ditarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobilnya bersama Sungmin, Ryeowook dan Ae Rin. Wajah Eun Kyo pucat melihat orang yang disayanginya tak berdaya seperti itu. Tiba-tiba saja dia teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat dia kehilangan Eommanya. Eun Kyo tidak menangis kali ini, hanya saja dia tidak mengatakan apapun hingga sampai di rumah sakit.

Eun Kyo dan yang lain berjalan menuju ruangan gawat darurat. Disana sudah ada kedua mertuanya dan juga kakak iparnya yang terlihat tegang. Suaminya bahkan terlihat lebih tegang dari siapapun yang berdiri disamping Donghae. Donghae terlihat menepuk bahun Jung Soo untuk menenangkannya. Eun Kyo berjalan dengan gontai. Ae Rin memegangi tangannya untuk membantunya berjalan.

“Bagaimana keadaan Appa? Apa dia baik-baik saja? Eomoni, sebenarnya Appa kenapa?” tanya Eun Kyo bingung. Nyonya Park menangis melihat Eun Kyo yang pucat pasi karena cemas. Tetapi dia tidak mengeluarkan airmata, berusaha untuk tegar.

Beberapa menit berlalu mereka menunggu di depan ruangan gawat darurat. Akhirnya seseorang berpakaian hijau menghampiri mereka.

“Kalian keluarganya?” tanyanya.

“Aku anaknya!” seru Eun Kyo sambil mendekati orang itu.

“Masa kritisnya sudah berlalu, Pasien terkena serangan jantung ringan, karena syok. Tapi jangan kawatir. Pasien sudah bisa ditemui, tapi masih belum sadarkan diri. Jika ingin menjenguknya, sebaiknya bergantian.” Ujar orang tersebut sambil berlalu.

Eun Kyo masuk ke dalam bersama Jung Soo, awalnya Nyonya Park melarang Jung Soo untuk masuk, tapi Jung Soo bersikeras untuk masuk dan mereka tidak bisa menahannya. Eun Kyo duduk di kursi tepi tempat tidur, dan Jung Soo berdiri di belakangnya. Lama mereka terdiam

“Appa, aku tau kau akan baik-baik saja. Hanya kau yang aku miliki…” Eun Kyo menggenggam tangan Appanya. “Jadi aku mohon jangan tinggalkan aku.” Lanjutnya.

Jung Soo yang ada di belakangnya berdiri terpaku dengan sebuah rasa bersalah yang menggumpal di dadanya. Dia meremas pundak Eun Kyo. Eun Kyo menoleh padanya dan tersenyum.

“Sebaiknya kita keluar, mungkin yang lain juga ingin mengetahui keadaan Appa.” Ujarnya.

Sebenarnya bukan karena ingin memberikan kesempatan untuk yang lain, dia bahkan tidak ingin meninggalkan Appanya sedetikpun sekarang ini. Tapi karena airmata yang sebentar lagi akan mengalir, maka dia memutuskan untuk keluar. Eun Kyo menutup mulutnya untuk menahan airmatanya. Dia membuka pintu dan keluar dari ruangan. Nyonya Park dan suaminya masuk ke dalam ruangan itu.

Eun Kyo berjalan keluar ruangan dengan langkah gontai, airmatanya sudah mulai menyeruak keluar. Dia berjalan hingga sampai dihadapan Kyuhyun dan merapat ke tubuhnya. Eun Kyo menyembunyikan wajahnya yang sudah menangis di dada Kyuhyun. Kyuhyun memeluknya dan mengusap punggung Eun Kyo. Perlahan isakan kecil mulai terdengar dari mulut Eun Kyo. Kyuhyun membiarkannya beberapa menit. Terkadang suara isakan itu timbul tenggelam, seolah dia ingin menghentikan tangis itu segera, tapi tidak mampu.

Beberapa menit berlalu, tidak ada seorangpun yang berani bicara. Sunyi senyap dengan pikiran masing-masing, yang ada hanya isakan lirih Eun Kyo yang samar. Kyuhyun terus mengusap punggung Eun Kyo, hingga dia benar-benar berhenti menangis.

“Sebaiknya kau istirahat, Noona.” Ujar Kyuhyun.

“Ani, aku mau menunggui Appa disini.” Tolak Eun Kyo sambil mengusap air matanya. Dia juga mengusap kaos Kyuhyun di bagian dadanya yang basah karena airmatanya.

“Tidak bisa. Appa sedang beristirahat dengan tenang.”

“Ani, aku mau disini saja.” Eun Kyo masih menolak. Kyuhyun memegangi tangan Eun Kyo.

“Hyung, bawa dia pulang.” Kyuhyun menyerahkan Eun Kyo pada Jung Soo. Jung Soo menuntun dan membawa Eun Kyo untuk pulang tanpa memperdulika Eun Kyo mau atau tidak.

Mereka terdiam selama perjalanan. Tidak ada yang bicara. Eun Kyo tidak habis pikir kenapa Appanya bisa seperti itu. Tapi saat dia berlari mengejar Appanya yang sedang dibawa ke ambulance tadi, dia melihat Yeon Su juga ada disana. Pikirannya berkecamuk, mungkinkah ini karena gadis itu?

“Apa yang terjadi pada Appa?” tanya Eun Kyo saat mereka tiba saja di halaman rumah. Jung Soo tidak bisa menjawab. Dia membukakan pintu untuk Eun Kyo dan menuntunnya masuk ke dalam rumah.

“Aku tadi melihat Yeon Su, apa karena itu?” tanya Eun Kyo curiga. Jung Soo menghentikan langkahnya di ruang tamu.

“Mianhae.” Ujar Jung Soo menunduk.

Mendengar perkataan Jung Soo, Eun Kyo sudah mulai mengerti bagaimana semua ini berawal. Dia berjalan menuju kamar dan masuk ke dalam kamar mandi. Dia mencoba untuk tenang dan mengenyahkan pikiran buruk dengan mengguyur tubuhnya dengan air.

“Eun Kyo~ya, kau sudah selesai?” tanya Jung Soo khawatir. Eun Kyo sebenarnya sudah selesai sejak beberapa menit lalu, dia juga sudah rapi memakai piyama tidurnya. Jung Soo mengetuk pintu sekali lagi, dan Eun Kyo keluar setelahnya.

“Gwaenchana?” tanya Jung Soo. Eun Kyo mengangguk.

“Aku lelah, mau tidur.” Ujar Eun Kyo menuju tempat tidur. Jung Soo juga sudah mandi di kamar mandi luar dan dia juga siap untuk tidur.

Eun Kyo berbaring memunggungi Jung Soo dan sebaliknya, Jung Soo berbaring menatap kearah Eun Kyo. tubuh Eun Kyo bergetar, dan Jung Soo tau istrinya sekarang sedang menangis, bukan sedang tidur. Jung Soo merapatkan tubuhnya dan memberanikan diri untuk memeluk wanita itu. Eun Kyo tidak menolak, dia membiarkan Jung Soo memeluknya. Sama seperti waktu dia kehilangan Eommanya, Appanya lah yang menenangkannya dan memeluknya seperti ini.

“Mianhae.” Ujar Jung Soo berbisik di telinga Eun Kyo. Eun Kyo berbalik dan membenamkan wajahnya yang sedang menangis dalam pelukan Jung So.

“Aku takut.” Ujar Eun Kyo lemah. Beberapa menit dia menangis hingga akhirnya berhenti. Dia melepaskan pelukannya dari Jung Soo. Langsung duduk.

“Tenang Eun Kyo~ya. Appa tidak akan apa-apa. Dia akan baik-baik saja. Kau tau pasti itu.” Ujar Eun Kyo meyakinkan dirinya sendiri. Hal itu sering dia lakukan saat dia sedang kalut. Dia meyakin kan diri sendiri bahwa keadaan akan baik-baik saja jika terjadi sesuatu padanya.

Jung Soo yang melihat hal itu semakin merasa bersalah. Eun Kyo yang tidak lagi mengeluarkan airmata, semakin membuatnya merasa terpojok, karena semua ini terjadi atas kesalahannya. Jung Soo ikut bangkit dan memeluknya lagi, tapi Eun kyo menolak.

“Aku harus tidur, besok masih harus pentas. Kami akan tampil 2 hari dalam seminggu. Dan aku harus benar-benar menjaga kesehatanku. Aku harus tidur!” ujar Eun Kyo sembari membaringkan tubuhnya. Dia menutup matanya, mencoba untuk tidur dan akhirnya terlelap.

Jung Soo yang berbaring disampingnya memandangi Eun Kyo yang sudah tertidur. Dia merapikan rambut Eun Kyo yang menutupi wajahnya. Jung Soo benar-benar merasa bersalah pada wanita yang ada disampingnya, kejadian beberapa waktu yang lalu tidak pernah direncanakannya, membayangkannya pun dia tidak pernah.

“Oppa!” tiba-tiba seseorang membuka pintu kamarnya dan langsung masuk ke dalam kamar dan menarik Eun Kyo yang sedang tertidur dengan paksa. Orang itu adalah Yeon Su, dia tahu kombinasi kode pengaman rumah ini karena Jung Soo yang memberitahunya.

Eun Kyo yang diperlakukan seperti itu langsung terperanjat kaget. Dia tidak menyangka ada yang membangunkannya dengan cara seperti itu.

“Yak! Kau wanita murahan! Sekarang sudah berani merayu Jung Soo Oppa di tempat tidur! Sebaiknya kau pergi dari sini, seperti Appamu yang sebentar lagi akan mati!” teriak Yeon Su nyaring membuat keributan.

Jung Soo segera melompat dari tempat tidur dan mengejar Yeon Su yang sedang menyeret Eun Kyo. Yeon Su mengomel tidak jelas sambil menyeret Eun Kyo yang terlihat masih mengantuk.

“Yeon Su! Hentikan!” teriak Jung Soo.

“Oppa! Kau hanya kasihan saja kan dengannya? Eoh? Kenapa tidak berikan saja dia uang dan usir dia dari sini?”  Yeon Su memaki Eun Kyo. Eun Kyo berusaha untuk melepaskan diri dari Yeon Su.

“Cukup! Kau yang harus kkeluar dari sini! Dia istriku!” teriak Jung Soo. Yeon Su langsung terkejut mendengar ucapan Jung Soo. Dia melepaskan Eun Kyo seketika dan mendekati Jung Soo.

“Oppa.. kenapa kau membelanya? Eoh? Kau harusnya membelaku!” ujar Yeon Su seperti biasa bertingkah manja. Eun Kyo yang melihat Yeon Su seperti itu merapikan pakaiannya dan kembali ke dalam kamar.

“Sebaiknya kau pulang, ini sudah malam.” Ujar Jung Soo melemah.

“Shireo! Aku mau tidur disini! Dia saja yang keluar.” Ujar Yeon Su menolak.

“Kau pergi atau aku akan memanggil security dan melaporkanmu menggangu ketenangan kami?” tawar Jung Soo setengah mengancam.

“Oppa.. dia yang mengganggu ketenangan kita!” Yeon Su membalasnya dengan berteriak sambil menunjuk kearah kamar.

“Dengarkan Yeon Su~ya, dengan bersikap seperti ini, kau semakin membuatku lelah!”

“Tapi dia yang mengganggu kita! Dia saja yang keluar!” Yeon Su bersikeras.

“Dia istriku.” Ujar Jung Soo dingin.

“Ada apa denganmu Oppa? Kau berubah, apa ynag telah dia lakukan denganmu? Eoh?” Yeon Su memegangi wajah Jung Soo namun ditepisnya.

“Sudahlah, sebaiknya kau pulang.” Jung Soo membukakan pintu untuk Yeon Su. Mau tidak mau Yeon Su keluar dari rumah itu.

“Oppa, kau hanya mencintaiku…” ujar Yeon Su sebelum meninggalkan rumah Jung Soo. Jung Soo kembali ke kamar dan mendapati Eun Kyo duduk di tepi tempat tidur.

“Sepertinya apa yang aku lakukan salah. Pernikahan kita memakan banyak korban. Nanti aku akan membicarakannya pada orang tuamu, aku berjanji tidak akan menyudutkanmu.” Ujar Eun Kyo sambilmenatap Jung Soo.

Jung Soo terkejut mendengar apa yang di ucapkan Eun Kyo baru saja. Dia terpaku berdiri. Langkahnya terhenti. Bingung dan merasa terkejut, sedikit rasa tidak rela menyelinap dalam hatinya.

“Tapi jika kita berpisah, maka korban baru akan jatuh, Eun Kyo~ya.” Jawab Jung Soo. Mengingat Eommanya yang tidak ingin siapapun selain Eun Kyo.

“Lalu kau mau apa? Terus seperti ini? Dan aku terus direndahkan kekasihmu seperti ini? Eoh? Aku masih punya harga diri, Park Jung Soo~ssi. Dan aku juga ingin hidup dengan orang yang mencintaiku.” Eun Kyo mengambil bantal dan keluar dari kamar, tidur di sofa depan televisi sambil menyalakan televisi dengan keras.

Jung Soo masih tertegun, tak bisa bergerak. Baginya semua jalan sudah buntu sekarang, dia tidak tau apa yang harus dilakukan.

Eun Kyo juga begitu. Dia terlanjur memberikan harapan pada mertuanya. Dan sandiwara ini ternyata lebih sulit dari apa yang diabayangkannya. Dia mengira akan semudah memainkan lakonnya diatas pentas seperti biasa. Dia hanya berperan, dan setelah drama itu usai, maka dia akan hidup dengan bebas. Tapi perkiraannya meleset.

Pelatuk telah aku tarik lagi

Dan dor!

Tembakan kedua telah berbunyi

Dan aku kembali baik-baik saja

Tapi aku tertegun

Apakah peluru itu meleset?

Dan mengenai orang yang aku cintai?

Permainanku memakan korban.

TBC

Note : selesai… hehehehehehehehehe. Ngebut lagi. Nulis sambil bertukar pikiran bersama saudari Meta. Gomawoyo sudah menemaniku. Bagaimana dengan part ini? Bingung aku, datar lagi kan? Tidak akan ada banyak konflik yang akan menguras airmata lagi… hohohohohohohohoho. Siapa yang suka Hyukjae akhirnya ikut dalam ff ini angkat tanganya… mungkin setiap member akan kebagian peran, jadi tunggu saja part depan siapa yang akan jadi cameo lagi..

Seni drama dan teater, aku selalu pengen bergabung dengan tim itu sejak dulu. Tapi apa daya, sekolah yang padat, mulai praktikum hingga ujian harian yang selalu ada setiap hari mengurungkan niatku. Pulang sekolah juga menjelang malam, tidak ada ekstra kurikuler, hanya ada belajar dan belajar.

Saudari meta, apakah alurnya masih kecepetan? Semoga engga yah… hahahahahahaahaaha, untuk part depan semoga semakin seru… semoga, semoga saja aku tidak kehilangan semangat menulis… sepertinya aku mulai menulis yang lebay lagi deh met…

Ya udah, ini mungkin ff terakhir sebelum aku hiatus lebaran… selamat menikmati, rindukan aku yah… Minal aidin wal faidzin… mohon maaf lahir batin…

134 responses »

  1. Arrrrrhhhhhhggggg……… Q benci padamu park jung soo. Knp kau bener2 menyeblkan sih kali ini.???? Tdk bskah kau brsikap tgs sedikit pada yeon yeon itu??? Eo?? Tdk bskah kau sllu brsikap tgs sprti saat kau mengatakan klo Eun Kyo Oenni istrimu??? Tdk bskah kau membuka hatimu??? Apa kau tdk mrs sprti org bodoh eo??? Ku benr2 penghianat, tdk bukan krn kau selingkuh. Bukan itu alsanku menyebutmu pengkhianat, tp krn kau mengingkari perasaanmu, tu sm saja kau menghianati dirimu sendiri. Ckckck…… Dan apa kau tau,,, selingkuhanmu itu spertinya benr2 mau dimutilasi?? Eo?? Apa di bilang?? Wanita murahan??? Cih~ dia fikir dia lbih brharga apa???? Lebih murahan mana istri yg brusaha menyenangkan suaminya, ato wanita yg berusaha merbut suami org??? Eo?? Mencoba mnjatuhkan suami org di dlm toilet umum??? Apa itu tindakan wanita yg punya etika??? Arrrrhhhhhhggggggghh….. pokoknya q fruztasi ma part ini. Tp q senang dgn kedatangan in yong Oenni. Q cuman brdoa, smg semuanya akan baik2 sja. Huft~ semoga kau mnjd dewi fortunya yg diutus oleh Tuhan un/ membuat mrk brdua smakin dekat Oenni.

    • Huft~sabar, sabar, sabar Hyo Ki-ah. Kau jgn marah2 ne??? Ckckckc,,, knp kau jd tempramental sih. Ehem… Jung soo oppa, jgn tlalu membuat Eun kyo Oenni menderita ne?, Eun Kyo Oenni,,, Fithing….. Cinta dimulai dr kebersamaan. Jd, lambat laun waktu jualah yg akn memprsatukan kalan. Ttp sabar eo??? Park jung soo pasti akn jatuh cinta berkali2 padamu eo??? Kyupa….. Hwaaaaaa……. Kau bjak sana sekali, penegrtian, dan… Dan apa lagi ya??? Milla,, pokoknya q makin cinta padamu. SarangHae… Ah ani, sarangKyu….jeongmal jeongmal sarangKyu.

      Always wait the next part Oen…. Selamat pulang kampung dan minal aidzin jg,,, mohon maaf lahir dan batin^^

      • iya ah, puasa… ngomel mulu dari tadi…
        ya oloh… pede amat dia akan jatuh cinta padaku berkali2… hihihihihihi.
        kyu? dede aku tercinta itu,,,

        do’akan selamat sampai tujuan…

    • nah loh, nah loh… malah ada yang ngamuk…
      engga juga ah, wajar aja gitu… kan emang kaga suka sukaan…
      waduh waduh ada yang ngomel… astaga…kaga ah, bukan tidak menyadari… cm dia g mau gegabah menyimpulkan semuanya….

      dan apalagi ini antis yeon su… tiap bikin karakter wanit satu aja, jadi malah pada hatersnya dia… ada alasan tersendiri kenapa oppa suka dong… iya kan??
      siapa? in young onnie… ya alllah… hahahahahahaha, dia wanita biasa…

  2. makin seru abis ni ff…
    sumpah guemes aq ama yeon su knp g dtampar aja tu mulut atau tendang aja klaut biar mampus sekalian…

    ayo eunkyo buat jungsoo bertekuk lutut jgn menyerah maju terus pantang mundur…
    fighting…

    dtunggu next part setelah lebaran fika…
    “minal aidin wal faidzin”

  3. sumpahh….!!!
    Suka banget sama karakter eun-kyo..#histeris
    Hmmmm kayanya ada yg mulai suka sma eun-kyo..
    Iisssh sumpah emosi banget
    sma tingkahnya Yeon Su…
    rasainnnnn tuh mulai di cuekin sma jung soo oppa
    udh gtu diteriakin lagi wkwkwkwwkkw#ketawa setan
    Semoga lanjutnya kaga lama-lama..
    Penasaran sama kelanjutannya..
    Apalagi sama reaksi appanya eun-kyo waktu udh sadarr

  4. Kasian banget ama eunkyo T.T
    yeonsu juga punya mulut liar banget, manjanya kelewatan, egoisnyaaa masyaallah -_____-

    Tapi tapi tapi leeteuk udh mulai ada rasa kan? Iya kan? Ayo deh buruan di proklamirkan (?) kalo udah *ehem* cinta sama eunkyo :p
    Kasian atuh eunkyonya sakit hati mulu dihina murahan gitu >.<

  5. Nyesek bcanya.Rumit bnget. Yeonsu bner” yh.Bkin nafsu pengen jambak.Hahaha bles dong eunkyo onnie.Jngn lemah gtu.Geregetan sendiri jadinya.
    Udh bner kya gt aj onn.Enak aja onnie diperlakuin kya gtu.Minta pisah aja onn.Biar tau rasa s oppa!

    • mian yah kalo terlalu rumit… msalah inti sebenernya cuma satu… cuma rantingnya aja banyak…
      siapa yang lemah? masih keliatan lemah yah? saya emang lemah lembut… kaga bisa keluar dari sifat itu *plak*
      pisah? ditengah orang yang pengen cepet nyatu ini pangen pisah, asiiiiiiikkkkk

  6. another sad ff,huaaaa aku benci bgt sm yeon su minta dijambak bgt haha
    alurnya agak sedikit ruwet sebenernya eonnie,maaf ya eonnie aku cm mau ngasi saran aja kalo bs jgn bertele-tele berkutat sm yeon su aja,hehe
    aku ga bs bikin ff walaupun ide byk bgt sebenernyajd kalo mau kritik agak ga enak hhe tp yang pasti ff ini harus HAPPY ENDING HAHA ,hwaiting ya eon🙂

    • sad lagi kan? aduh aye ini emang lebay gilaaaaaaa
      g ngerti juga kenpa alur jadi beginian…
      kan yeon su juga aspek penting…
      jadi ga melulu teukyo aja, apa kalian udah bosan?
      nikmatin aja alurnya bagaimana teukyo bercinta….

  7. yaakkk eonni.. aku belom comment di part 1 tapi malah comment disini duluan.🙂
    pas dapet sms eonni langsung baca ni ff.
    sumpah eonni aku suka banget sama ni ff.
    konfliknya dapet banget, walaupun temanya biasa yaitu perjodohan tapi ini seru banget.
    sampe-sampe aku sebel beneran sama si yeon su itu.😦
    ih pengen deh ngajak ribut si yeon su itu. ngga tau diri banget!!
    apalagi pas dia dengan seenaknya ngatain eun kyo.
    ISHHH nyebelin banget!!
    tapi kenapa jungsoo oppa ngga bisa tegas gitu sih sama yeon su!!
    bisa-bisanya sih jungsoo oppa suka sama cewek manja dan ngga tau diri itu. iisshh.
    kan kasihan eun kyo nya.
    jadi emosi deh bacanya!! *sabar-sabar**ditenangin sama kyuhyun*

    ayo eonni lanjutkan ff nya. seru banget!
    aku tunggu part selanjutnya eonni.
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni. *hormat bareng kyuhyun*

  8. yak.. oppa kau plin-plan eoh…
    eon… kenapa malah eun kyo yang nangis2 bukan oppa..pdahal aku pengennya oppa nangis2 kejer.

    kenapa di ff ini aku pengen oppa yang kesiksa yah ? pdhal di amourette aku pengen konfliknya udahan soalnya kasian oppa..

    eonnii.. FF.mu bikin aku galau,,*jambakrambut*

  9. ihhh gretan ama tu nenek lampir yeon su Щ(ºДºщ) yaampun kok tambah rumit >< ini si jungso masa ngak nyadar nyadar kalo dia sebenernya sayang ma eun kyo.

  10. eonnie, makin seru ni konfliknya.. makin suka sama jalan ceritanya..
    itu yeon su ekstrem banget ya bencinya ke kyo eonnie? cck..

    so far so good ^^

  11. wah..aku kira akan bnyk airmata dicerita ini trnyata enggak ya,ny park jd cwek tegas dsini tp agak terkesan dingin dan agak arogan rsnya,tp kerenlah critanya,bwat ny park met lebaran 3 hari lg mhon maaf lahir batin

  12. Asiiiikkkkk dah eonn!! Sya suka bgd sm eomma’a jung soo d’sni, sm In Yeong eonni jg….
    Gyahahahaha itu, itu, itu kejutan’a trnyata bang unyuk, eonn?! Jd jg tuh onyet d’sempilin?!
    Caelah bang jd pnggemar Kyo eonni nih crita’a?!
    *tepok jidat Hyuk*
    Kekekekekeke

    Aigoooo Kyo eonni sgitu mempesona’a kh dirimu smpai smua namja mengagumimu,melindungi smpe membelamu?? termasuk pria bodoh itu itu tuh *nunjuk jung soo oppa*\plaakk/ dia dah mulai tertarik tuh eonn sm eonni!! Cm lom sadar aja dia dr khilaf’a…

    Widihhhh Yeon Su mirip kya jelangkung yee eonn, datang tak d’jemput pulang tak d’antar… Nongol terus d’setiap tempat!! Heran sya mah sm tuh yeoja ngatain Kyo eonni murahan tp dia sndiri kya yeoja obralan *menjijikan*
    Td’a aye pikir Appa’a Kyo eonni meninggal tau eonn, gegara si Yeon Sundel bolong!! bikin tegang bca’a!! Tp baguslah si oppa mulai males ngeliat tuh yeoja…

    Yaudh deh eonn sgitu aja komeng gaje dr sya!!
    D’tunggu klanjutan’a!!
    Pulkam’a jngan lama” ych eonn…!!

    • iya dong! si kunyuk… part depan siapa lagi yah….
      penggemar doang loh! pens!

      aku mempesona dengan caraku sendiri… *plak* sindrom pengen dicintai banyak orang neh…
      klo yang lain, kit audah kaya sodara ceritanya… yah saling menjaga dong…

      jelangkunng? ada2 ah… kesian dia… dia cantik loh….
      katany mau di WA…
      aku mau pulkam seminggu… bakalan g bisa inetan…

  13. Eonni ceritamu kereeeeen..
    Yeon su aq bencii.. Haha
    yeon su benar2 jd tokoh antagonis yg menyebalkan..

    Seharusnya jung so bisa lebih tegas..
    Aq menunggu jung so untuk selalu menjaga dan melindungi enkyo terutama dri yeon su..

    Eonni sembari mudik,, carilah inspirasi yg bnyak untuk meneruskan part ini,, ammourette nya juga..
    Hahaha
    i wish..

    O iy met pulkam ya eonni fika, hati2 di jalan..

  14. Anyeong on
    Sumpah itu yeon su, nyebelin banget
    Centil, manja, Jung Soo oppa~ tinggalkan dia !! keke~
    Kasian papanya Eunkyo sampe jadi korban gitu, cepet sembuh ya om
    Semoga Jungsoo sama Eunkyo cepetan bersatu *halah
    Lanjut eon~
    Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin, selamat lebaran~

  15. aaaaaahh… suka..
    siapa yg suka HYUKJAE disini???
    SAYA ANGKAT TANGAN TINGGI TINGGI..
    baru kmrn minta disempilin hyukjae dan dy nongol… arghhhh… aku suka.suka..
    jgab blang ntar unyuk ama mba ahra..hhuhu
    ak suka..menunggu siapa couple unyuk ama umin. heu

    jungsoo mulai mnykai eunkyo..heheu
    kasian eunkyo nmpk trtkn.huhu
    it aerin ama kyu brntm mulu dah..

  16. Eon ini part buat aku berurai airmata , hiks hiks :”(
    bener, ini alurnya kcepeten bgt eon , next part buat lbih pnjang lg ya eon , + jngan lama2 jg hiatusnya ,😀

  17. *arrghhhh* pengen dech,nyentil si yeon yeon itu ke neraka >,<
    part ini sdkit mnguras emosi onn gara2 si yeon yeon itu dann park jung soo yg sangat menyebaalkann..#huee
    oh,eunkyo onnie.. bersabarlah,aku yakin nt park jungsoo akan berlutut padamu,dia tdk akan bs menghindar dr pesonamu.. percaya d!*sotoy**abaikan*
    dann *ngacungin tangan tinggi2* aku senang ada lee hyukjae di part inii.. masukin aj member2 lainnya lg onn,biar tamba rame *?*
    O,onnie mau hiatus lebaran??! ga ad ff THR kah (?) hoho..
    yesungdah dech, Minal
    aidin wal faidzin onnie~a..mohon maaf lahir
    batin… maafin aku karna ga bisa komen di stiap ff mu…

  18. eonny.. mianhae..
    Ga komen d ff sebelumnya.
    aku bener” ga mood ngetik komen..
    haha..

    aku suka ide critanya eon..
    walopun simple ttg perjodohan, tp karakter eunkyo bikin ff ini makin menarik.. apa lagi eomma teukie yang bener” pgn perjodohan berhasil bikin makin deg”an kalo ada adegan pas jungsoo ama pacarnya.. hihi..
    aku aga keki baca sikap jungsoo yang kurang tegas ama yeon su.. ato mungkin krna jung soo blm sadar am prasaannya ke eunkyo?
    hihi..

    kenapa kenapaaa aerin ama kyuuu nya banyaaakkk ah.. iriii aku eon.. hiks..
    agh.. no komen lagI deh..

    • nde… gwaenchana…

      perjodohan lagi, sebenarnya picisan plus murahan banget… tapi tapi tapi otakku emang ga jauh2 dari hal2 aneh dan kadang2 lebay… berbau berlebihan dan semacamnya… kata meta si aye queen of conflict, hehe.

      seandainya sadar pun udah suka bakal banyak dilema juga, *yg nulis juga dilema*

      kyurin? eum, dia dia dia… yang selalu aku tunggu tunggu…
      jadi nyanyi, ceritanya neh mereka lagi di pentas… kekekekekekeke
      suka bikin yang spontan…

  19. eooonnniiii,,,
    ceritanya ngegregetin…
    penasaran sama Appanya eunkyo, gimana sikapnya sama jungsoo setelah liat inseden itu.
    hmmm,,,, jgn2 nti malah eunkyo d suruh cerai lagi…
    huaaa…. tak sabar saiia menunggu kelanjutannya….

    met mudik ea eonnn…
    jgn lupa oleh2nya, dlm bentuk FF juga kagak apa2…
    hohoho…. #modus

    “minal aidhin walfa idzhin ea eon, mohon maaf lahir dan batin…”

  20. Seperti biasa,awesome eon !!!
    Daebak !!!
    Ini cuma perasaanku aja apa,pesonannya eunkyo besar bgt,2 hari aja udah bisa bikin jungsoo sedikit berpaling dari si model itu
    (¬⌣¬͡).

    Aku suka banget deh sama in young eonni hahaahahahaha
    Pinter bgt itu,kunci kamarnya dibawa hahaahahaha

    Aku juga suka banget klo si meta udh berantem ama kyu

    Eon,itu appa nya eunkyo klo sadar kira2 bakalan benci engga ya sama jungsoo ?? *worried*
    Sumpah,aku kaget bgt ama kelakuan si model itu,toilet umum bo’ ! Aigooo~

    Let’s this die alhamdulilah lancar ya eon,semoga aja abis lebaran nanti makin seru ya ceritanya ;D

    • ehem, iya dong! aku melakukannya ehem dengan caraku sendiri uhuk.
      in young onnie mah jail sumpah… dia juga cablak gilaaaaa
      tapi ehem aku juga suka… dia orang yang hangat deh kayanya…
      suka meta berantem ma kyu? tau noh kucing sama anjing… tapi meta masih polos…

      kira2? menurutmu bakalan benci apa kaga??
      dunia entertain memang keras… *sok teu bgt loe*
      jadinya ya dia sah sah aja *apaan deh*

  21. sumpaaaaah eonni part ini mah nguras esmosis ane, sampai pengen bejek bejek ntu yeon su, kok ada makhluk yang menyebalkannya sampai naujubillah sperti itu. terus ntu jung soo pisan euy ndak ada tegas2nya, putusin kek yeoja seperti itu #klo kata pak felix *udahputusinaja😀
    wis pokoknya bener bener suka saia sama topik masalah yg diangkat untuk couple teukyo kali ini.

    ditunggu kombek nya eonni, dan pastinya dengan kelanjutan FF ini, celebbrity, omerete tentunya😀

    • kenap pade emosi menjelang lebaran si??
      yeon su? lagi? sepertinya aku bakat banget menghancurkan karakter orang yah??
      heran deh, soalnya emang kadang aku suka berlebihan kaya sinetron gitu deh…
      masalah klasik di remake… hehehehehehe
      the celebrity masih ditanyakan sama authornya… klo amourette… nanti yah… aku lagi buntu…

  22. kyaaa~~part kedua udh bikin emosi reader naik turun(?)
    huft~jungsoo oppa nappeun,,dih~Eunkyo oenni cool bener dah,,kekekekekeke

    ini bener2 ngenes liad kisah teukyo ny,,gengsian,,jungsoo oppa mulai keliatan tertarik ma eunkyo oenni,tp gmn dgn eunkyo oenni??
    aiiiih~~kata2 terakhir di part ini aku suka–>>
    Pelatuk telah aku tarik lagi

    Dan dor!

    Tembakan kedua telah berbunyi

    Dan aku kembali baik-baik saja

    Tapi aku tertegun

    Apakah peluru itu meleset?

    Dan mengenai orang yang aku cintai?

    Permainanku memakan korban.

    aigoo~~merinding aku baca nya,,
    lanjuut oenn~~hehehehe

    hati2 di jalan y oenni~~semoga sehat dan selamat sampai tujuan,,,
    ^^

    • naik turun? roller coaaster??
      cool? buahahahahaha, kaga ah, biasa aja, kadang kita jangan terlalu terlihat suka juga…
      bagaimana dengan eun kyo? masih belum bisa memastikan.

      merinding? kenapa merinding??
      jangan2 ada orang disebelah kamu tuh…

  23. eonniiii…halllooooowwww, hahahahahaha
    saya mampir lagi, heuh….apa yah? tuh kan lupa kalo ngga lsg komen pas baca-___- tapi sebagian udah saya sampaikan via WA sih, hehehehe.
    oh iya, alurnya…sebenernya ngga kecepetan eon, tapi, saya agak keganggu soalnya kayak ngga ada jeda. sekedar saran, tambah jeda kalo mau pindah adegan yg ekstrim eon. aduh gimana ya, pokoknya gitu dah, kayaknya ff eonni yang lain ada jedanya deh, semacam kalau pergantian POV gitu kan ada jeda eon, dan lee hyukjae??aawww saya seneng eon, cuma agak kaget ” eh kok aye agresif banget disini ye” hehehehehe. enak ya jaid lajang, lirik sana-sini. wakakakaka.
    oh iya, yeon su?! astaga! *hm….kalem…. saya jenis orang yang selalu berpikir ngga selamanya org jahat itu jahat dan sebaliknya, jadi sy nunggu aja deh part dimana yeon su ini dibahas. astaga! jangan-jangan dia punya kelainan? yaudah cerita sya kembalikan ke author.
    hm…ini teukyo fresh banget eon. beda sama seblumnya yang ngegalau mulu #PLAK. disini Eun Kyo lebih keren dan lebih cerdas*dibunuh fikaeon. hehehe
    daaaaaan niat saya buat nunda baca ni ff sampe namat pun akhirnya goyaaaah -______-, nggak tahan godaan banget dah aye.
    yaudah eonni, ditunggu adegan NC dan cameo yang akan saya rayu berikkutnya, PLAK! hahahahahaha
    bay bay muuaaaccch

    • iya bener g ada jeda… yang part 3 mungkin kebanyakan jeda met… aduh, heran deh aye ini…
      hahahahahahahaha
      tapi hasilnya tetep lebay met… niat hati kan bikin yang cool g menjijikkan gimana gitu… eh tetep aja emang dasarnya aku begitu mau gimane lagi… sinetron banget deh ah…

      maunya kamu lirik sana sini… hihihihihihi
      agresif tapi sedikit oon juga….
      harus baca dong, biar bisa kasih masukan…
      adegan NC apaan aaaaahhhhhh
      cameo selanjutnya kalem dan berwibawa, kyaaaaaaaaaaa
      tapi mngejutkan juga kayanya… eh tapi tau juga sih…

  24. Hah,ahrx bs bc jg ne!
    Onnie,q gemes bgt ne m Yeon So si gadis manja nan mexebakan itu!><
    untung Jung So dh mulai tobat(?) n lbh mkrin Kyo skrg!
    plng benci pas dy tb2 narik Kyo yg br aj bs tdr!
    aplg gr2 tu cwe ganjen appax Kyo jd ky gt!
    Argh,pngen q sobek2 aj dah rasax tu bibir yg maen xosor aj k JungSo!
    aduh,jngn2 ntar pas Appax sadar dy malah xuruh TeuKyo cerai lg!
    Andwae..!
    q msh pngen RyuJin lahir di dunia ini!hehehe
    Yasud,dtnggu kelanjtnx y onn!
    hiatusx jngn lm2 yah onnie!
    Oya,Mohon Maaf Lahir dan Batin jg!^^

    • emes? kenapa pada murka semua si ama yeon su??
      kan wajar dia ditinggal kawin gitu ama kekasih hati…
      tobat? emang kemaren dia sesat??
      buahahahahahahahahaha ku jadi ngakak…. apaan tuh bibir nyang main nyosor k jung soo??
      teukyo cerai? kayanya si seru juga tuh….
      biar kerasa ‘Die’ nya….
      pengen ryu jin lahir di dunia ini, bahasa apalagi itu….
      mohon maaf juga yah…

  25. onnie karakter yeon soo menyebalkan..aq ga suka..lempar ke kutub ajjah x yahh..biar ga ganggu onnie..hhe

    onnie mudik??
    wahh brarti ada oleh2 donk..

    sebelum’y minal aidzin wal faidzin jg ya onn..

  26. Hahaha… Rsain t yeon su#ketawaevil..
    Akhrny jungsoo tegas jga,,
    huft,, critanya mkin lma mkin mnrik onn,, jgan lma2 y hiatus ny..
    D tggu ljtnnya onn,,

  27. Ya. . . aq suka bgt sma ff mu yg 1 ini eon. . .
    suka bgt liat c ajjushi menderita. . *evil laugh* klu bsa buat dia makin menderita za eon. *d keroyok angels*
    tpi c ajjushi plin plan amat ya jdi orang. . nyebelin bgt!!!!
    itu jga. . msh ada ya org macem c yeon su. . argggh. . pengen aq bejek2 tuch cwek!!!!
    eunkyo eonni daebak!!!! bsa ngelawan c ajjushi. .
    ayo eon, siksa za c ajjushi biar tau rasa, biar matanya tuch kebuka ngeliat siapa yg bner2 tulus ma dia *esmosi*
    eh, iya eon. . minal aidzin walfaidzin. . maaf klu reader bru ini punya slh krn keseringan nyampah n berkoar gag jelas d sni. . hehe^^
    met lburan. . met mudik. .
    bye. . bye. .

    • aduh oppa, ada yang seneng melihatmu menderita…
      makin menderita? kasian ah…
      bukan plin plan tapi kaga tega….
      masih ada dong! banyak bermacam karakter di dunia ini, jngan heran…
      aku bisa melawan ahjussi? emang aku wonder woman? ngelawan? kaya mau perang aja, dan kesannya aku tertindas banget gitu…
      ku malah seneng banyak yang nyampah disini…
      mohon maaf juga…

  28. Kakak kenapa melow melow melulu -,- geregetan bacanya kapan si jungso cintanya sm eunkyo. Gemes aku…

    Idih si yeon su, tendang aja tuh dari dunia perFFan -,- kyak apaan manja nya.
    Ganti password lah bang jungso, biar itu kunti ga bisa keluar masuk seenaknya.
    Kakak part depan harus udah suka2an(?)

    • aku kan emag lebay, makanya melow dan galau…
      kapan cintanya? tanyain oppa dong… hahahhahahaha
      nah satu lagi ada yang mau nendang dari dunia perFF-an…
      ganti pw? buahahahahahaha
      suka2an? suka2an g yah??

  29. ini part bnr” bkin emosi yah, jengkel sejengkel-jengkelnya ma kuntilanak brnama yeon su itu, y ampyun itu cwe lahir dr mna seh,? ksian amat org tuanya punya anak kyk teon su,ckckckck
    nah, geto dunkz oppa, tegas dikit ma kuntinalanak tuwh, jgn ngalah mulu, dah dewasa hg tp msh ngerengek kyk balita,
    eunkyo jg npa g’ dtendang k bermuda ajah tuwh kunyilanak, beres

    aq bkn ngomen inih, tp ngomel, hihihihi
    mianhae eonni

      • bwahahahahaha, abisan itu cwe mukanya mengundang(?) kekesalan bgt, cntik seh cntik eonni, tp itu attitude.nya nggak bgt, model apaan tuwh yg g’ bsa profesional geto, aigo emosi

  30. \(=w=+)/ *komentarapaini* Daebak eonn, eonn memang penulis dan puitisers(?) yang mahir OwO)/ tapi Eonn.. tanggung jawab ne, sudah bikin aku nangis щ(TДTщ) Next Chapternya manaaa?? *ngamuk* *sekian* *jgeer

  31. Kereeeeen banget ceritanya , jalan ceritanya karakter orang orangnya , waaaaaah pokonya aku suka !!! Aku bakal baca sampe part end🙂 di tunggu lanjutannya yaaa🙂

  32. yeon su g sopan y, artis yg g pny sopan santun.. udh onnie yeun su dibuang k laut ja biar g ganggu teukyo *emosi saya*….
    bkin teukyo ‘kecelakaan’ biar pny anak..

  33. annyeong..
    yah…dipart ini aku gk dapet feel’y tuh.entah lah munkin karna aku baca’y gk menghayati jdi bingung buat coment apa d’part ini.jdi aku absen ajj deh.mudah”n ku minat baca ulang part ini biar dpet feel’y.*aishh rebeh deh*
    yasudahlah ku baca next part ajj.annyeong…~

  34. Emosi tingkat dewa liat tingkahnya si Yeonsu.
    Eonnie~ya, kapan kau akan memusnahkan wanita si*lan itu eon?
    Aku udah gregetan sama dia, pengen aku jenggut ajah.
    Sebenernya yg murahan tuh dia kali, seenaknya mau memperkosa Teuki Oppa, di toilet lagi.
    Aku jadi snewen gini.
    Karakter suamiku *lirik donghae oppa* ko kayanya cool banget yah? Aku suka kau seperti itu, yeobo. *cipok basah donghae, langsung masuk kamar, kunci pintu*
    Aku slalu suka TeuKyo couple, apalagi yg bikin emang Eunkyo eonnie langsung.
    Feel nya beda.
    aku juga suka sama ff author laen, tapi lebih suka kalo eonnie sendiri yg bikin.
    Udah ah, aku mau ke part 3. *lompat sambil meluk donghae*

  35. nahkan! Kemaren emaknya jungsoo skrg appa eun kyo bsok2 siapa?
    Ampun dah ajushi harusnya tegas dong biar gk bnyk korban lg
    Basmi si yeon su tuh…

    Aaaaa seriusan demen karakter kyuuu keren dah dsini tp ampun jailnya ckckck

  36. wah wah wah. makin seru aja nie..

    aisy aku disini sbagai telur kacing calang.. member disini sudah seminggu berlebaran dgn mu ny. park .
    aku merasa bersalah tidak maaf2an dgn mu eon.
    meskipun sudah terlambat tak apa kan .hehe
    minal aidzin walfa idzin to big family park.

  37. huaaaaa,, itu yeon su nyebelin bgt,,, sedih pas bagian ayah eunkyo, huhuhuh
    serius itu sedih,,

    asek asek, sekarang si jung soo udah mulai tertarik sama onnie, sekarang malah galau yak,,, tapi tapi eunkyonya udah capek sama jung soo.. saya suka kalo jung soo ngejar-ngejarr eunkyo, hhohohoh saya suka jung soo tersiksaa batin hihihhi *evil smirk bareng kyu*.
    ajumma~a kau benar mao cerai sama ajussi itu?????

    heheheh telat bgt bacanya ya on??? hahaha abis ini angsung cau ke part berikutnya hihihihi
    huaaa sekarang hyukjae korban onnie hihihih, banyak yak yang jadi korban onnie,,,

    aduh aku bingung mao komen apalagi,, segitu aja ya,,,
    oh iya kirim salam buat ryujin ya onn..

  38. Haloooo aku reader baru disini..
    tertarik bgt sama ff ini🙂 dari awal part 1 ternyata konfliknya lansung berasa.. beda dari yang lain.. aku suka..
    astaga heran deh kenapa Jungsoo betah banget sama tuh cewe manja.. ckckck bau baunya mereka bakal putus nih.. kkkkkk mau baca part selanjutnya dulu ya kak? author? eonni? aduh bingung mau manggil apa *plakk* ._.

  39. huffh *lap keringet*
    si yeon su baru di part 2 aja udah macu emosi bgt ini, si jungsoo lagi bikin geregetan. haha😄
    beneran keren ini jalan ceritanya, kalo ga inget ini udah jam 2.21am dan besok kuliah jam 8 mungkin udah lanjut detik ini juga bacanya. asli ini penasaran pake banget ><

  40. ada hyukjae oppa…..
    oenni yoen su gila bgt kalo aku ada disitu aku jambak rambutnya biar tau rasa ha..ha..ha.. sadis aku ya oen…
    kok jung soo oppa msh betah ama tu si yeon su nyebalin bgt…
    maaf oen komennya begini soalnya geram bgt liat tuh model

  41. yoen su nyebelin… serius deh eon nyebelin bnget! hehe emosi
    aku suka eun kyo, dia sabar banget… gak sabar liat jung soo akan berpaling dari si yoen su ke eun kyo🙂
    lanjut part selanjutnya…

  42. Eonnieeeee..
    #tereak pake toa..
    Daebak..
    Makin nafsu mau bunuh si Yeon Su..
    Aigo adegan kamr mandinya bener2 bikin ilfeel..
    Yg ngeliat appa Eun Kyo lg..
    Apa g langsung kna serangan jantung..
    Jung Soo, segera tentukan pilihan..

  43. tarik nafas, buang nafas!
    baru part 2 tapi emosi aku bener-bener udah dipermainkan. jadi geregetan sendiri bacanya.
    keren eon!! lanjut baca part 3 ^^

  44. bener deh q bener2 sebel bgt ma tingkah y yeosu gara2 dia udah sua korban yg kena pertama eomma y yg ngeliat tingkah agresif y n jungsoo ngak nolak sama sekali n sekarang appa y eun kyo mpe blm sadar,,,, n jungsoo y sikap y bener2 deh bikin sebel kan kasian eun kyo y menderita n selalu baik n nyelametin keadaan mulu…..
    pa eun kyo bener bakal minta pisah pa gagal lg ya niat y???? oebge bgt jungsoo y bertekuk lutut sama eun kyo tp sikap y eun kuo y tetep kyk gini ja ditambah agak dingin gt bia jungsoo y agak menderita dikit…..

  45. Anneyong,aq reader baru.tadinya pengen komen pas di part1 tp ga tau kenapa hp q ngeblank.hehe
    Aigoo,aq suka banget ma ceritanya.seru&berbobot.biasanya yang menarik perhatianku ff dgn main cast si magnae.

  46. aku suka pas si oppa cemburu😀 dan pas scene onni narik handuk jungsoo.hahaha kocak😀
    tapi makin kesini makin galau, kasian jadi korban perasaan mulu teukyo eonni😦
    tapi aku seneng liat kekompakan eonni sama jungsoo pas misahin kyu sama aerin😀..

  47. aku ngebut baca ff ini…bru smpe part 2…isshhh itu yeonsu mak lampir enak aja bilang istri orang murahan..dy itu yg murahan jungsoo oppa udah nikah masih aja pede bakal tetap d pilih..aahh..tapi suka itu pas jungsoo oppa bilang dy istriku..mulai sadar perasaan ini oppaa..okee i will read next chapter😉

  48. makin kesini jung soo keliatan ada rasa sama eun kyo

    Klw kemaren eun kyo ngmong ‘klw yeon su macem2 lg bakal di bales’ kok td wkt eun kyo di tarik2 diem aja sih dianya *mikir keras*

  49. daebak!!
    gatau mau kritik apa.
    kayanya terlalu menghayati ceritanya, jd kaya gada yg perlu di kritik ._.
    feel nya dapet..
    gak lebay. aku sempet baca ff semacam ini. org yg di pihak eun kyo nya kebanyakan dibikin semenderita mungkin. bukannya dapet feel yg menyayat(?) malah bosen.
    tp disini. berimbang.
    menurutku sih begitu:) ntah menurut org lain. hehe

  50. Oh ya ampunnn,,,,thor, blh saiia goreng si nenek sihir yeon su????? Pengen banget eun Kyo nyuekin Jung soo ahjussi -__-
    Dasar nenek sihir!!!!!!! ><

  51. yeon su kekanakan bgd ya,,males rasanya dnger dia ngrengek trus.
    eun kyo penggemarnya banyak juga,, tp jung so sikapnya berubah, jd lebih baik ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s