TeuKyo Couple : A Good Bye (ShortShoot)

Standar

Inspired by: A ‘Good’ bye – Super Junior & Sakura Biyori – Hoshimura Mai.

AUTHOR : CHO HYUN AH

 

Mentari pagi menampakkan sinarnya yang lembut, menembus gorden coklat tipis yang menutupi jendela kamar itu. Sinarnya berhasil menembus retina mata Jungsoo, Membuat bayangan di matanya, dan otaknya dengan cepat memproses informasi yang disampaikan oleh saraf bahwa sekarang sudah pagi. Ia mengelus sesuatu yang ada di pelukannya lalu membuka mata. Menyadari bahawa yang dipeluknya adalah guling, ia menghela nafas panjang. Sudah berulang kali setiap hari dalam tujuh tahun terakhir dia selalu begini.

Jungsoo melempar guling malang itu ke sudut ruangan lalau duduk di kasur. Ia menoleh pada kalender di meja kecil sebelah ranjangnya. Tepatnya pada lingkaran merah besar pada salah satu tanggal di bulan Juni. Tanpa sadar dia tersenyum samar. Senyum miris bercampur secuil kebahagiaan. Pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lemari mahoni kemerahan. Ia memilih sebuah setelan jas kelabu yang tergantung di sudut lemari lalu melemparnya asal ke atas sofa.Jas kelabu yang selalu dipakainya tepat di hari yang sama, hanya sekali setahun.  Inilah rutinitasnya setiap tahun di tanggal yang sama sebelum membersihkan diri di kamar mandi.

***

Bus berwarna biru tua itu berhenti di tujuan akhirnya. Jungsoo melangkah turun lalu menghirup udara segar did aerah pinggir mokpo itu. Wajahnya yang mulai disambangi kerut itu terlihat puas sekaligus memancarkan sedikit kelelahan. Bagaimanapun. Umur tidak bisa dibohongi.

Park Jungsoo yang sekarang bukan lagi LeeteukSuper Junior yang dulu. Ia bukan lagi leader dari boyband korea yang paling terkenal dulu. Setelah kontrak dari SM Entertainment yang sempat diperpanjang dua kali itu selesai, ia lebih memilih melanjutkan kehidupan normalnya yang sempat ditinggalkannya dulu. Namun tetap, ia masih berhubungan dengan para dongsaengnya hingga kini. Bahkan anak dari si magnae Kyuhyun akan masuk universitas tahun depan.

Uangnya sudah terlalu banyak. Bahkan masih mencukupi hingga sekarang. Setidaknya masih bisa membuat dirinya melaksanakan rutinitas tahunan pribadinya di Mokpo.

Jungsoo berjalan dengan langkah tegap dan pasti diiringi senyuman di wajahnya. Masih lengkap dengan dimple-nya yang terkenal.

Tanpa sadar, kaki Jungsoo membawa pria tua itu menuju daerah pantai. Ia meneruskan berjalan menyusuri pasir pantai yang putih dan ombak yang mulai berkejaran di kakinya. Birunya air laut, nyaris senada dengan warna langit membuat jarak pandang seolah tak terbatas. Asinnya air laut menyeruak masuk ke organ penciumannya.

Jungsoo tak peduli. Ia terus berjalan menusuri pantai itu, hingga tiba di salah satu sudut pantai yang tidak pernah dikunjungi siapapun sejak tujuh tahun lalu. Ia tahu siapa dan apa yang membuat pantai ini tidak bisa dikunjungi siapapun. Pria itu tertawa pelan dan perlahan berjongkok mengambil pasir dalam genggamannya lalu menoleh sekitar. Masih sama, masih seperti satu tahun lalu ia kesini.

Jungsoo melempar pasirnya ke air laut, lalu mundur. Mengamati pasir-pasir itu tenggelam perlahan seolah mengasyikkan bagi dirinya sendiri. Seperti refleksi dirinya sendiri saat tenggelam di memorinya dulu.

“Hai, Eun-Kyo~ya

Jungsoo memejamkan matanya, membayangkan kira-kira balasan dengan nada apa yang akan diterimanya dari Eun-Kyo kali ini. Ia meneruskan.

“Sudah lama sekali tidak bertemu denganmu. Sudah tujuh tahun saja ya, hahaha. Eh, tidak. Baru satu tahun lalu, kan, aku kesini?” ia merasakan semilir angin pantai, perpaduan antara dingin dan sejuk.

“Kau tahu tidak, dokter memperkirakan bulan depan kita akan punya cucu. TIdak, bukan dari istri Young-Jin, tapi dari keluarga Ryu-Jin. Rasanya seperti baru kemarin mereka menikah dan skarang langsung akan menimang anak. Padahal kan mereka menikah dua tahun lalu ya….”

“Walaupun sepertinya tidak ada gunanya bercerita padamu. Kau kan bisa melihat dari atas ‘sana’ kan? Jangan salahkan aku, aku hanya mau berbicara secara pribadi padamu.”

Kemudia Jungsoo tersnyum lembut.

“Bagaimana disana, hm? Apa kau baik-baik saja? Kau harus, arra?”

Sekarang Jungsoo duduk diatas pasir lalu menatap langit yang mulai bergradasi dengan warna oranye lembut.

“Aku merindukanmu. Sangat.”

***

Tok! Tok! Tok!

“Oppa!! Bukakan pintunya!! Aku sedang memasak di dapur!” teriak Eun-Kyo dari dapur saat mendengar pintu rumahnya diketk dengan keras.

“Tapi aku–“

“OPPA!!”

“Arraseo,” akhirnya Jungsoo melangkah juga ke pintu dan membukanya. Sesosok pria dengan badan basah kuyup.

“LEE DONGHAE!”

Mendengar teriakan Jungsoo yang cukup keras, Eun-Kyo langsung berlari ke arah ruang tamu, tanpa mau repot-repot mmatikan kompornya dahulu. Ia menjerit melihat keadaan sahabatnya dalam keadaan… putus asa dan hancur seperti itu.

Donghae mnedongak. Dengan tatapan matanya yang sayu ia melepaskan genggaman Jungsoo dari lengannya. Berjalan terseok-seok menuju Eun-Kyo.

“Eun-Kyo–Aku Mencintaimu–Masih–Tolong…Tolong–Menikahlah­–Dengan…ku”

Dan Donghae langsung ambruk ke lantai. Dengan suara keras. Eun-Kyo memekik lagi sambil memegangi kepalanya. Perlahan wanita itu jatuh terduduk dengan mata berurai air mata. Dari jauh, Jungsoo hanya memperhatikan dengan tatapan kosong. Seolah kehilangan jiwanya.

***

“Kyo~ya, apakah Donghae masih merasa bersalah? Kalau iya, katakan padanya aku sudah memaafkannya. Lagipula caranya meminta maaf sampai seserius itu dalam perjalanan ke rumah sakit. Hahaha..”

Jungsoo mulai mrngingat semuanya lagi. Kecelakaan itu, lebih tepatnya. Ia ingat segalanya, bahkan hingga ke detil terkecilnya. Ia ingat dengan pasti. Terlebih kejadian itu.

Ia ingat saat Eun-Kyo memohon-mohon padanya, bahkan sampai berlutut dengan air mata bercucuran bak sungai di kedua pipi ranumnya. Ia ingat cara wanita itu memohon untuk mendampingi Donghae yang ternyata divonis Von Willebrand Disease, penyakit dimana darah sulit membeku, tapi bukan hemofilia.

Tentu saja Jungsoo dilemma. Antara sahabatnya –atau mungkin bisa disebut adiknya sendiri–atau istri yang paling dicintainya. Atau haruskah melepas keduanya?

Akhirnya pria itu memilih opsi kedua. Keadaan akan membaik –mungkin– bagi Donghae dan Ein-Kyo. Tapi tidak untuk dirinya. Yang berarti harus menceraikan Eun-Kyo. Yang berarti harus memaksakan senyum sepanjang tahun. Yang berarti menghancurkan hatinya sendiri. Yang berarti membuat Ryu-Jin dan Yong-Jin kehilangan ibunya.

Jungsoo menutup kedua matanya. Mengingat saat dimana Ryu-Jin berumur 10 tahun dan menanyakan kapan ibunya pulang, yang dibalas dengan senyum getir dan gelengan; berarti ia juga tak tahu kapan. Dan ketika setiap malam Yong-Jin menangis kehausan. Ia tak tahu harus berbuat apa. Mungkin keputusannya salah, mungkin juga benar. Setiap keputusan pasti akan merugikan seseorang, sekecil apapun itu. Tapi Jungsoo memilih bertahan, selama ia tahu Eun-Kyo masih hidup.

“Bukankah takdir kadang mempermainkan kita?” Jungsoo berbicara lagi. Matanya menatap langit dengan sendu. “Harusnya kau datang ke acara pernikahan Hyun-Ah dan Jong-Dae. Kenapa kau malah tinggal di Jepang dan memutuskan naik kapal ke sini? Mungkin kalau kau mengambl jalur udara, tidak akan seperti ini jadinya,”

Jungsoo bangkit, mengambil segenggam pasir lagi lalu melemparnya ke ombak. Mencoba merefleksikan ingatannya yang lain, yang tak kalah menyedihkan. Di hari pernikahan Hyun-Ah dan Jong-Dae, ia tahu kalau Donghae dan Eun-Kyo akan datang sesuai undangan dari anak menyebalkan itu. Dan beberapa jam sebelum pernikahan dimulai, itu terjadi.

Kapal yang ditumpangi Donghae dan Eun-Kyo karam karena dihemas ombak ganas lautan. Memang saat itu cuaca tiba-tiba menjadi buruk. Kapal itu karam tak jauh dari pelabuhan. Sejam mendekati perkiraan kapal itu akan tiba selamat di pelabuhan.

Kapal itu karam di sini. Tak jauh dari pantai ini. Bahkan evakuasi penyelamatan dilakukan diatas pasir ini. Dengan latar belakang nyiur yang masih tetap sama.

Jungsoo mengingat rasanya menemukan Donghae dan Eun-Kyo ditengah kerumunan orang-orang. Mengingat rasanya menggengam tangan Eun-Kyo yang sedingin es saat wanita itu berada di pelukan Donghae. Saat ia berteriak seperti orang gila memanggil perawat medis, akhirnya datang seorang dokter sambil tergopoh-gopoh membawa peralatannya. Saat dokter itu mengatakan bahwa Eun-Kyo telah tiada, dunia seolah berhenti berputar. Suara orang orang di sekitarnya tak terdengar. Dunianya terasa kosong melompong. Kenyataan bahwa Eun-Kyo tetap hidup dengan tenang yang membuatnya tetap bertahan selama ini… sudah berubah. Berganti menjadi kenyataan bahwa Eun-Kyo – nya sudah pergi. Selamanya.

Ia masih ingat saat Donghae tiba-tiba jatuh. Pria itu menoleh dan meyadari bahwa lengan kiri sahabatnya itu mengeluarkan darah yang seolah tidak akan berhenti. Menyesali mengapa ia tak melihatnya sedari tadi. Jungsoo langsung memapah Donghae ke ambulans. Tepat setelah pria yang biasa dipanggil Fishy itu ditidurkan di ambulans dan mengucapkan ‘Maaf’, nafasnya berhenti. Matanya menutup. Dan Jungsoo langsung tahu, dua orang yang paling disayanginya sudah pergi hari ini. Membuat hari yang seharusnya bahagia, menjadi hari berkabung. Bahkan Hyun-h hampir menunda pernikahannya karna mengira eonni yang paling disayanginya itu meninggal karena dirinya.

***

“Yah, dan kau tahu? Siwon langsung membeli pantai ini. Maksudku, hanya di bagian ini saja. Dan memberikannya untukku. Memang dia anak baik, ya? Siwon menjadikan pantai ini pantai pribadi lengkap dengan penjagaan ketat. Hanya aku dan member lain yang bisa memasukinya.”

Jungsoo mamasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan memandang matahari sore yang mulai tenggelam. Melukiskan oranye tua dan sedikit sapuan hitam di langit sore. Waktu berlalu dnegan cepat. Padahal, dia merasa baru lima menit lalu tiba di pantai ini.

“Padahal baru beberapa tahun kau menikah dengan Donghae. Tragis sekali kisah kalian…. Tapi mau bagaimana lagi? Aku harus tetap melanjutkan hidupku yang mugkin tinggal sebentar lagi. Aku sudah melepasmu. Sejak tujuh tahun lalu.”

Matahari benar benar tenggelam sekarang. Langit mulai gelap, dan ombak semakin tinggi. Jungsoo tahu sekarang sudah saatnya untuk pulang. Hari ini hampir berakhir.

“Oh. Selamat tinggal Eun-Kyo.” Jungsoo melambai pada langit malam yang kini sudah ditaburi bintang-bintang dan akhirnya berjalan meninggalakan area pantai dengan banyak hal yang masih berputar di otaknya.

Akankah ia kesini lagi tahun depan?

Atau tahun depannya lagi?

Atau mungkin tidak bisa?

Atau… tidak sama sekali?

Jungsoo tersenyum lagi. Ia tak akan pernah tahu kapan ia akan berhenti mengunjungi pantai kenangan pribadinya ini. Ia tak tahu.

Dan tidak akan pernah.

.

.

Kyo~ya, aku akan kembali. Tunggu aku, ne? ini bukan akhir dari kisah kita.”

END

Hyun-Ah’s gaje notes: Huwee selesaiiii demiapah aku bikin angst ;;__;; sedih gak sih? Aku gak pinter mainin kata-kata dan milih diksi yang pas untuk genre semacam ini. Mungkin saatnya mencoba genre baru? Angst sudah aku coba, dan mungkin akan mencoba nc. Hehehe ._. a gift for TeuKyo Blog’s anniversary. Well, agak gak enak juga ya bikin angst buat anniv. Tapi gimana lagi, mood maunyaaku bikin angst~ dan guess what, aku berhasil masukin cast diriku sendiri. Nikah sama Jong-Dae a.k.a Chen pula~ okeh, udah ah ya. Intinya.. HAPPY 1ST ANNIV, TEUKYO! :**

Vikos say : hufh, ini ff sungguh bikin aku sesenggukan. Bacanya pas subuh, dan berhasil membuatku ga jadi mandi, nangid di pintu. Kyaaaaaa aku suka banget, jangan dibash yah. Bagi bini Donghae, mian. Ini aku ga tau ko jadi pada bikin Teukyohae. Kasian Donghae, aku memang juga menyukainya. Tapi menjadikannya seperti in membuatku miris. Dan Teuki Oppa, astaga, aku tidak bermaksud meninggalkanmu. Hufh, beneran bikin nangis dan aku lebay banget sumpah nyesek abbis!! Hufh, mikirin Oppa sendirian membuat aku pusing tujuh keliling. Makasih sayang, aku baru publish, baru bikin posternya soalnya. Mian posternya jelek, apalagi onge noh jaman kapan coba, tapi aku suka. hahahahahaha

39 responses »

  1. P.S : maaf banyak typo. syubidubidam aku ngetiknya jam 2 malem. kaya kataku “typo is an art” dan kata fika eonn “biarlah blog ini jadi sarang typo”
    *evillaugh*

  2. Yukiiiiiiiiiiiiiiii…huaaaaaaaa :(( tanggung jawab…knp hrs matiii hikshiks :(( hae jg knp ikut”an mati?? Waeee??
    Dan apaapaan ituu…hyuna-jongdae nikahhh hihihi..ryujin mau punya anak…youngjin udh nikah jga??
    Tuh si bang kuda kaya bner yahh..bruntung si puueonn tuh haha
    Aku suka klo angst yg kyk bgnian hehe…great ff YADONGsaeng :)) /abaikan….pokoke ten thumbs up for uri maknae hehe

  3. hyunaaaa….
    aku menahan sgla hasrat menangis dlm diriku…
    sebnernya aku lg ga mood bca angst.
    tapi ff buatan adik iparku yang paling evil Ini membuatku penasaran.. hihi..

    kenapa eunkyo tegaa..? hiks..
    sini teukie oppa aku aja yang merawat kedua anakmu.. biar eunkyo tenang d sana.. /pukpuk teuki
    aku bgg coment apa lg..
    air mata bikin aku lupa sgalanya yang mw d coment’in..

    typo is a signature.. hahaa
    gapapa yukeh walopun bnyak typo tapi ttp mengharukan..
    bikin ff trs ya.. yang banyak..
    jgn lp eonnymu yang ini d sempilin ama abangKyu yaaa…
    hihihi…

    • kok pada nangis sih aku aja ngetiknya sambil ngikik .__. #plakplak
      Dia tega karna Hae bilang dia sakit-apa-gitu-ya-tadi *author payah* yang bikin nyawanya bisa hilang kapan aja sekalipun tangannya cuma kegores ujung meja(?) dan Hae gapunya pasangan hidup(?) jadi yaaaa gitu deh.

      Hiks. Demi ffku, kakak iparku yg gasuka angst baca. Terharuuu ;;A;; oke kapan kapan ya huehehehe

  4. T.T sumpaaaaaaah unni ini ngesek bangettt
    bayangin teuk wis tuir terus ditinggal eunkyo lagi lengkap deh ngenesnye, huwaaaaaaaaa…..
    tapi itu kenapa eunkyo tega ninggalin teuk, kan sudah punya anak tapi kenapa dengan mudahnya ninggalin mereka, huwaaaaaa….wiiis pokok’e daebakk buat aq nangis bombai

    • *sodorin tisu* Wis Tuir itu apa? .-.
      Sebenernya eunkyo jg gatega ninggalin tapi kan hae sakitnya udah semacam tinggal nunggu dicabut nyawanya(?) #plakplak jadi dia kasian gitu dehhh~
      oke makasih udh komen~

  5. Ga bisa ngebayangin gimana jadinya teuki oppa tanpa Eun Kyo.
    Aku malah ga suka pairing KyoHae *mian*
    lebih suka teuki oppa menderita karena tergila2 sama eun kyo eonnie daripada TeuKyo berpisah.
    Buat Author laen, jaeball.. Jangan bikin TeuKyoHae lagi.
    Ga maksud benci author, tapi aku ga terlalu suka ajah.
    *reader banyak mau*

  6. Oh tidak T.T
    bacanya nyesek banget, kasian jung soo oppa ditinggal eun kyo. Kirain cuman di tinggal mati doang, eh ternyata di tinggal ampe nikah eunkyo nya ma donghae oppa😥

  7. Tanggung jawab?! jadi aku harus nikahin Nara Eonn? Shireooo #plak
    Kenapa harus mati? Karna ini angst ㅋㅋㅋ. Iya dong, Jongdae dan aku harus nikah :3
    Kurang baik apa coba aku, Siwon aku bikin bisa beli pantai~~

    Yadongsaeng lagi ya udah lama aku ga denger panggilan itu =w=
    Nara eonn serem ya punya 10 jempol .___. makaciiii

  8. Lap aer mata sm ingus dlu!!

    Yukkii….kamu hrus brtnggung jawab udh bwat aku nangis kejer d’tmpat krja*plaakk*
    #abaikan
    yaampun bneran kerasa bgd sedih’a jung soo oppa d’sni, yuk!!
    *nangis lg*
    aaahh itu, itu itu pasti Ryu Jin nikah’a sm aku tuh…hahaha
    caelah hyuna nikah sm chen nih?! Yakin tuh chen bkalan jd suamimu s’umur hidup yuk?! Kga mao lirik2 yg laen?!
    Jahahaha

    • *sodorin tisu* Tanggung jawabnya gimana?! Minta sana suaminya aja ya?😉
      Eonn, betapa pedofilnya dirimu. Disaat Ryujin udah nikah, eonni jg udah jadi nenek2 .-.

      Iyadong. Jongdae poreper. Kaga mau, dia aja udah cukup–nggak deng, kalo disodorin Kai juga mau kok. Hihihihihi

  9. Knapa crita’y sedih bgini..:-(
    pulang lembur mksud hati mw ngilangin capek dgn bca ff, eh malah d bkin nangis..hiks..:-(
    nyesek amat yaaa..

  10. hiks,hiks,hiks😥
    critany ngenes bgd, Jungsoo oppa rela bnged y ngash EunKyo oennie bwt Donghae oppa,udh gtu Eunkyo oennie pke tewas segala~huaaaa~oppa sni sama aku aja,biar oppa udh tua tp tetap msh ok kn?
    kekekeke :p

    y~ini memang ciri khas bgd y bnyk typo berserak dsetiap ff disni?hehehe,mian bkn ngebash,tp dgn bnyk typo jd ngebwt reader lbg jeli ngebcany,

    I like this ff dah,dpt bnged feel ny

  11. Hiks hiks..
    knpa ceritany sedih bnget kygni ;(
    huaaaahhh aku smpe nangis bcanya ngbayangin teukie tanpa eunkyo merana sekali nsibmu dsni oppa..
    dan ngebayangin hae oppa prgi selamanya huaahhhh tidakkkkk…
    chukae eonnie brhasil buat reader bnjir air mata..

  12. ah jadi jung soo ngerelain eun kyo buat hae oppa..
    mulia skali hati mu oppa..

    aigoo siwon oppa gx di dunia nyata gx di dunia ff selalu jdi org kya, klo wktu di radio star teuk oppa bilang ” siwon bisa aja beli mbc” klo di ff ini teuk oppa bilang ” siwon beli sebagian pantai ini “..
    kaya raya udh mendarah daging di dirimu oppa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s