MLT Side Story : Surprise?

Standar

jung soo's birthday

Yang kita butuhkan adalah malam penuh cinta selamanya

Lupakan malam-malam itu dan biarkan berlalu

Keajaiban cinta kita

Akan menciptakan kebenaran yang paling benar bagi kita

 

Menatap mata lurusmu

Lihatlah, tidak ada seorangpun selain aku

Jangan pernah berpaling

Dengan tatapanmu

Hatiku akan akan terus berdetak

Dan aku berharap padamu

Semua cinta yang aku miliki

Harus aku berikan padamu

 

Ketika aku membuka mata

Aku ingin kau berada disana

Aku tau bahwa Tuhan telah memberkatiku

Ketika aku bertemu denganmu

Dan aku percaya

Dengan keberadaanmu disini

Cinta kita tidak akan pernah mengecewakan

Author’s POV

Pagi hari merayap lamban dan cerah di ufuk langit, mengirimkan serpihan cahaya menyapa semua orang yang terlelap. Eun Kyo paling pertama terjaga, dia meregangkan ototnya yang kaku diatas tempat tidur. Kepalanya masih bersandar di pundak Jung Soo, dan tangan kanannya diatas dada lelaki itu. Perlahan dia membuka matanya dan menatap lurus wajah lelaki yang ada dihadapannya. Dirapatkannya pelukannya pada Jung Soo, meminta kehangatan lebih di pagi yang dingin menusuk kulitnya. Ia melirik keatas dan mendapati AC ruangan kamarnya masih menyala. Eun Kyo memang tidak terlalu suka dingin, tapi kedua anaknya tidak bisa tanpa pendingin ruangan, harus membuatnya mengalah dan  mengorbankan keinginannya demi kedua bocah itu.

Sekuat tenaga ia menahan diri dari keterjagaan, masih ingin menikmati tidurnya dan menikmati kehangatan tubuh yang ada di pelukannya. Tapi setelah beberapa saat, dia tidak bisa lagi berpura-pura untuk tidak terjaga, karena itu memang waktunya untuk membuka mata, tak mampu lagi diperpanjang. Ia menggosok wajahnya pada piyama Jung Soo, membuat lelaki itu menggeliat dan membalas pelukannya. Jung Soo membuka matanya dan menatap Eun Kyo lekat-lekat. Mencium istrinya kilat. Lalu memejamkan matanya kembali.

“Kau sudah bangun?” suara serak Jung Soo akhirnya keluar disertai rasa kantuk yang masih menguasainya.

Eun Kyo tidak menjawab. Perlahan Jung Soo kembali tertidur. mendengkur pelan kembali dan membuat Eun Kyo tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir suaminya beberapa detik tanpa lumatan, hanya menempel saja. Sebenarnya dia enggan untuk bangkit karena tadi malam dan malam-malam sebelumnya dia selalu tidur larut karena Yong Jin memang senang mengganggu tidurnya. Diliriknya Yong Jin yang masih tertidur pulas dalam boxnya. Begitu juga dengan Ryu Jin di tempat tidurnya sendiri.

“Ugh! Oppa, kau tidak masuk kerja?” tanya Eun Kyo sambil mengangkat tubuhnya. Tangan Jung Soo  jatuh ke paha Eun Kyo dan dengan segera dia menempatkan kepalanya ke pangkuan ibu dua anak itu.

“Masuk, hari ini malah aku harus ke lapangan.” Jawab Jung Soo sambil membenamkan wajahnya di perut Eun Kyo. Dia menjawab panjang namun yang ditangkap Eun Kyo hanya sampai kata ‘lapangan’ saja. Suara Jung Soo teredam di perut Eun Kyo.

“Eoh? Ke lapangan? Kemana?” tanya Eun Kyo. Dia menunduk menanti jawaban Jung Soo, tapi yang ada dia tak juga menerima jawaban. Jung Soo kembali untuk tidur. Perlahan Eun Kyo mengangkat wajah Jung Soo dan memaksanya untuk bangun.

“Jawab aku!” paksa Eun Kyo sambil menepuk pelan pipi Jung Soo. Jung Soo tersenyum dalam tidurnya, lebih tepatnya dalam pura-pura tidurnya.

“Ke Jeju.” Jawab Jung Soo lagi.

“Bersama siapa? Sekretaris barumu itu lagi?” Eun Kyo memberondongnya dengan pertanyaan penuh kecurigaan.

“Memangnya harus dengan siapa lagi?” Jung Soo mendongak menjawab pertanyaan Eun Kyo. Menyunggingkan senyumannya namun dibalas dengan timpukan bantal oleh Eun Kyo.

“Minggir. Aku mau bangun.” Eun Kyo mengangkat kepala Jung Soo dengan kasar dan segera bangkit ingin keluar kamar. Jung Soo hanya tertawa dibuatnya.

Eun Kyo’s POV

Aku menyiapkan sarapan membantu Min Young di dapur. Kali ini aku dalam keadaan fit. Tidak lagi sakit-sakitan setelah Yong Jin lahir, seolah punya kekuatan baru dalam diriku, bahkan mampu tidur hanya beberapa jam saja tanpa ada rasa lelah sedikitpun. Mengurus Yong Jin merupakan kenikmatan tersendiri bagiku, melihatnya tumbuh dan lucu seperti itu ada rasa yang tak bisa terbayar dengan apapun. Aku pernah mengatakan aku bisa kehilangan anak itu tapi tidak bisa kehilangan Ryu Jin, kini berbalik, aku salah. Sama sekali aku tidak bisa kehilangan anak selucu itu. Sekalipun aku telah berbuat kesalahan telah mengatakan itu, tetap aku juga tidak bisa kehilangan Ryu Jin. Keberadaannya telah mendarah daging dalam diriku.

“Kau melamun Onnie?” suara Min Young mengagetkanku. Sejak tadi aku hanya mematung memandangi Min Young menyiapkan sarapan, bukan membantunya.

“Ani, kau jadi mengambil cuti mulai besok?” tanyaku teringat akan pembicaraannya beberapa hari yang lalu meminta ijin ingin liburan.

“Ne, Onnie. Aku sudah ada janji.” Jawab Min Young berlalu-lalang di hadapanku menyiapkan makanan diatas meja.

“Begitu? Sayang sekali.” Aku membantunya menata makanan diatas meja.

“Wae?” tanyanya.

“Besok Jung Soo Oppa ulang tahun. Berarti aku harus menyiapkannya sendiri.” Jawabku lirih. Aku ingin membuat tart spesial untuknya, tapi tanpa Min Young apa aku bisa?

“Mianhae Onnie~ya, sebenarnya aku ingin membantu, tapi…” dia menatapku dengan tatapan rasa bersalahnya. Aku tertawa.

“Aish, kau ini. Gwaenchana.” Ku tepuk bahunya menandakan aku benar-benar tidak apa-apa dia meninggalkanku. “Aku bisa minta tolong Rae Na. Lagipula ulang tahun Oppa kan hari minggu, jadi tidak masalah.” Aku meninggalkannya di dapur menuju kamar. Memeriksa apakah para lelakiku sudah bangun atau masih meringkuk?

Membuka pintu kamar dan mendapati Jung Soo Oppa masih tertidur di atas tempat tidur bersama Ryu Jin, bukan hal baru bagiku. Tapi sejak kapan anak itu berpindah tempat? Aku melirik jam dinding. Mereka berdua memang mempunyai kebiasaan yang sama, suka sekali tidur. Aku tidak menghiraukannya dan berjalan ke arah box Yong Jin.

“Aigoo, kau sudah bangun?” Mata Yong Jin sudah menyala dan kakinya sibuk, menendang selimutnya hingga kini tubuh bulatnya tak lagi terbungkus. Bayi yang beranjak tumbuh itu memasukkan boneka jerapahnya ke dalam mulut. Aish! Kalau ini pasti kebiasaan yang dia adaptasi dari Ryu Jin.

“Sayang, jangan memakan ini. Tidak enak.” Aku meraih boneka itu dan menjauhkannya. Wajahnya tampak tidak rela dan tangannya terus menggapai kearahku. Aku mengangkat tubuhnya.

“Aigoo! Semakin hari kau semakin besar! Dan sepertinya Eomma mulai kewalahan denganmu! Ugh!” kugendong Yong Jin dan membawanya keluar.

“Kau haus? Eoh?” tak ada boneka, kini dia melumat tangannya sendiri. Aku duduk di ruang tengah dan memangkunya. Melepaskan tangannya dan menggantinya dengan payudaraku. Anak ini senang sekali minum susu, aku sampai kewalahan dibuatnya.

“Onnie, makanannnya sudah siap.” Teriak Min Young dari dapur. Membuat Yong Jin melepaskan mulutnya dari dadaku dan menoleh pada Min Young. Namun setelah beberapa detik dia kembali menyuapnya.

“Biarkan saja, mereka berdua belum bangun.” Jawabku pelan. Yong Jin memperhatikan wajahku dan tersenyum, kembali melepaskan mulutnya.

“Wae? Sudah habis? Mau lagi?” aku mengubah posisinya dan mengijinkannya memulai ronde kedua sarapannya. Matanya terus memandangiku dan tangannya kecilnya memegang dadaku dengan lembut. Terasa geli namun juga menyenangkan. Aku bisa melihatnya tumbuh sebesar ini rasanya tidak percaya.

“Eomma!” suara teriakan Ryu Jin memenuhi ruangan dan kembali adiknya melepaskan mulutnya dan mencari suara itu. Tubuh kecil itu kewalahan untuk bangkit.

“Kau terlalu gendut hingga susah untuk duduk.” Aku membantunya untuk duduk dan menyangga dengan tanganku. Menutup kembali bajuku.

“Yong Jin curang, dia sudah sarapan lebih dulu.” Jung Soo Oppa duduk disampingku dan merebahkan kepalanya di pangkuanku, berbagi dengan pantat Yong Jin. Ryu Jin yang melihat hal itu tidak terima, dia segera menaiki sofa dan berusaha membuat Jung Soo bangkit.

“Appa!” dia terus mencoba mengangkat Oppa namun tidak berhasil. Wajahnya berubah cemberut dan melepaskan tangan Jung Soo Oppa dengan kasar.

“Oppa, jangan mulai.” Aku melerai mereka. Jung Soo Oppa bangkit dan mendekap Ryu Jin.

“Bukannya kau harus ke Jeju hari ini?” aku menekankan kata ‘Jeju’ padanya. Jung Soo Oppa menoleh padaku.

“Hanya itu agendaku, tidak masuk kantor.”

“Kau hanya menjemput Sekretrismu itu? Nuggu? Kim Su?” aku menoleh padanya. Wajahnya sangat acuh bermain dengan Ryu Jin dan tertawa.

“Kim Sujin.” Jawabannya yang santai membuatku benar-benar kesal. Masih tidak mengerti aku cemburu? Kalau saja bukan karena Yong Jin, aku pasti sudah menggantikannya. Aku wanita yang pencemburu, aku akui dan tidak akan menyangkalnya kecuali terhadap suamiku sendiri. Yong Jin meraih kancing baju dan memainkannnya.

“Wae? Kau masih haus?” mendengar itu Ryu Jin dan Jung Soo Oppa bersamaan menoleh padaku. Aku membuka beberapa kancing bajuku dan mulai memberinya ASI lagi. Tangan anak itu menggapai kearahku, kuraih tangan kecilnya dan menciuminya.

“Yong Jin~a… bagaimana rasanya?” tiba-tiba Ryu Jin mendekat dan memperhatikan dengan lekat wajah Yong Jin yang menyusu. Wajah Ryu Jin terlihat ingin tapi tidak mungkin.

“Rasanya sangat enak.” Jung Soo Oppa ikut-ikutan memperhatikan aku dan Yong Jin.

“Jeongmal? Appa juga minum susu?” Ryu Jin menoleh pada Jng Soo Oppa dan menanti jawaban Appanya. Lelaki mesum itu menggguk kuat. Cih! Yak! Kau gila Oppa! Mengajarkan hal yang tidak benar lagi pada Ryu Jin? Aku kesal melihat wajah mesumnya seperti itu.

“Aku boleh mencicipinya Yong Jin~a?” tanya Ryu Jin polos. Jung Soo Oppa menyeringai padaku. Aku memasang wajah garang padanya.

“Kau sudah besar Ryu Jin~a, minum susu dengan gelas saja.” Cegahku. Anak itu semakin mendekat. Aku menahan kepalanya.

“Oppa, tolong bawa anak ini ke kamar mandi. Ryu~ya, kau bau. Saatnya kau mandi.” Aku menatap tajam pada Jung Soo Oppa dan dibalas dengan senyuman nakal darinya.

“Appa pernah merasakannya?” tanya Ryu Jin tidak memperdulikan perkataanku.

“Nde, tentu saja.” Jawab Jung Soo Oppa dengan bangga, membuatku sedikit tersipu dan semakin kesal.

“APPA!” teriakku. Membuat Yong Jin terkejut dan menoleh pada Ryu Jin dan juga Appanya.

“Ayo kita mandi Ryu Jin~a, sebelum kita tuli.” Jung Soo Oppa menarik Ryu Jin dengan paksa dan menyeretnya kearah kamar. Tapi wajah itu terlihat masih penasaran denga apa yang dirasakan Yong Jin, sampai dia menghilang dibalik pintu matanya masih menatap Yong Jin.

***

Aku meminta Rae Na menemaniku untuk belanja. Malam ini jam 12 aku harus menyiapkan pesta kecil untuk Oppa, tepat tengah malam. Rae Na dengan terpaksa menemaniku karena Min Young tidak mungkin melakukannya karena dia harus menjaga Ryu Jin dan Yong Jin. Wajah Rae Na terlihat bosan karena sejak tadi aku bawa berkeliling.

“Onnie, sebenarnya kau ingin memasak apa?” tanya Rae Na yang mengikutiku di belakang.

“Aku ingin memasak sup rumput laut, dan juga Pie strawberry, sepertinya enak.” Aku memilih-milih buah strawberry yang terlihat segar.

“Untuk?” tanya Rae Na.

“Kau ini! Oppamu besok ulang tahun!” jawabku sedikit keras padanya.

“Suami tercintamu!” protes Rae Na.

“Diam kau! Kalau tidak suka silakan pergi saja.”

“Dan membiarkanmu menyetir mobil sendiri? Kau cari mati!” ujar Rae Na. Aku tersenyum. Karena aku menjemputnya dengan mobil, makanya dai bersedia menemaniku. Dia tau aku tidak mahir mengendarai mobil. Dan aku? Butuh keberanian ektra menjemputnya dengan mobil.

“Kenapa? Aku bisa sendiri. Kalau mau uang taksi, nih uang taksinya.” Kuserahkan beberapa lembar uang padanya.

“Apa-apaan kau ini? Aku juga punya uang, bahkan mungkin lebih banyak dari yang diberikan Oppa padamu.” Jawab Rae Na menolak uang dariku. Aku tau dia pasti menolaknya.

“Sombong sekali kau Nyonya Choi!” aku mendorong trolly dengan cepat meninggalkannya.

“Kau mengajakku kesini hanya untuk bertengkar seperti ini?!” dia berjalan cepat menjajariku.

“Salahmu, aku hanya ingin kau menemaniku bukan mendengar ocehanmu seperti ini.” Aku berjalan cepat meninggalkannya.

“Begitu saja marah, dasar manja. Ini karena Oppa terlalu memanjakanmu makanya kau seperti ini.” Gumam Rae Na. Aku tidak memperdulikannya.

“Kau perlu apa lagi? Biar aku ambilkan!”

“Tepung dan gula.” Sahutku tanpa menoleh padanya, aku sibuk memilih starwberry di box yang satunya. Aku berjalan sambil memilih-milih barang, untuk Ryu Jin dan juga Yong Jin serta keperluanku. Beberapa lama berkeliling, Rae Na kembali dengan membawa tepung dan gula ditangannya.

“Kau mau menyiapkan ulang tahun Oppa atau belanja Onnie?” Rae Na terpaku di depanku, melihat tollyku yang penuh dengan barang. Aku jug abaru menyadarinya, sudah tidak muat lagu bahkan hanya untuk tepung dan gula. Aku hanya bisa menyengir padanya.

1

“Sekalian saja, nanti Min Young cuti setengah bulan.” Jawabku membela diri.

“Ya sudah, ayo aku antarkan pulang. Aku masih banyak pekerjaan.” Rae Na menarik tanganku dan membawaku ke kasir. Pegawai kasir itu tersenyum, aku memang langganan disini. Disini juga aku bertemu dengan Tae Jun Oppa beberapa waktu lalu.

“Masih ada lagi Nyonya?” tanya gadis itu.

“Tidak! Ini saja cukup!” potong Rae Na. Padahal aku ingin menanyakan bubur kesukaan Yong Jin tapi mengurungkannya.

“Pakai uang tunai atau mungkin kartu kredit?” tanyanya lagi. Rae Na mengeluarkan kartu kreditnya dan menyerahkannya pada gadis itu.

“Ani, pakai punyaku saja.” Aku mencari-cari dompetku di dalam tas, tapi, tapi, tapi. Aigoo! Aku lupa mengambilnya diatas meja.

“Kau pasti lupa, aku tau.” Ujar Rae Na. Aku hanya bisa menelan ludah, malu. Gadis pegawai kasir itu tersenyum.

“Nanti aku bayar.” Ujarku saat kami berdua berjalan di parkiran mobil meninggalkan pusat perbelanjaan itu.

“Tidak perlu, aku pinjam mobilmu, kau kuantarkan kerumah, nanti sore aku akan mengembalikannya.” Ujar Rae Na. Dia tidak mengijinkan aku untuk mengendarai mobil sendirian.

“Ani, kau saja aku antar.” Tolakku.

“Jadi kau tidak ingin mengundangku malam ini? Oh! Tentu saja, itu hanya untuk keluarga kecilmu!” jawab Rae Na sengit.

“Ani, bukan begitu.” Balasku lemah. “Aku hanya tidak ingin merepotkanmu.” Sambungku.

“Tidak akan merepotkan Onnie..” suaranya berubah menjadi lembut. Dia sangat tau aku aku paling tidak ingin menyusahkan orang lain.

“Baiklah kalau kau memaksa.”

***

Pukul enam sore. Jung Soo Oppa tak juga menampakkan batang hidungnya. Aku mulai gelisah, dia juga tidak menelponku, bahkan mengirim pesanpun sepertinya tidak sempat. Aku berjalan memasuki dapur, meraih ponselku dan menelpon seseorang. Jung Soo Oppa. Beberapa kali aku mencoba, tetap tidak diangkat. Emosi mulai merayap melalui pori-poriku dan mulai mengepul menjadi satu dalam dadaku. Yong Jin nampak asik bermain dengan bonekanya yang beberapa kali menimpa wajahnya sendiri ketika ia mengangkatnya. Sedangka Ryu Jin, duduk dengan santai menonton televisi dengan sesekali mengarahkan remotenya dan mencari channel yang menarik perhatiannya. Aku ingin memulai memasak ‘Pie’ itu namun terasa enggan. Sikap Jung Soo Oppa yang mengacuhkanku hari ini mempengaruhi moodku. Aku urung untuk ke dapur dan mendekati Ryu Jin yang asik memainkan kakinya. Yong Jin menatapku, apakah dia tau, aku Eommanya hingga memperhatikanku selekat itu. Sesaat dia tersenyum. Ada rasa bahagia melihat bayi kecil ini. Perlahan emosiku mulai memudar digantikan rasa kagum dan tidak percaya.

“Eomma, kapan Appa pulang?” tanya Ryu Jin. Aku mengalihkan padanganku dari Yong Jin.

“Nde?” ulangku bertanya.

“Appa..” jawab Ryu Jin.

“Kenapa mencarinya? Biasanya kau juga selalu berkelahi jika dia ada.”

“Aku dan Appa sekarang jadi sekutu!” serunya.

“Sekutu? Memangnya siapa musuhmu hingga kau bersekutu dengan Appamu?” tanyaku tidak percaya.

“Tuh!” dia mengarahkan dagunya pada Yong Jin.

“Aish, kau ini.” Aku memeluknya, mengacak rambutnya dengan penuh cinta. Yong Jin menendang-nendangkan kakinya ke udara, dia mendongak kearah aku dan Ryu Jin.

“Sekarang Eomma milikku, wueeeee.” Ryu Jin mengejek Yong Jin yang sudah pasti tidak tau apa-apa. Anak itu mulai memasukkan mulut jerapah ke mulutnya. Ryu Jin langsung turun dari sofa dan merebut ‘jerapah’ milik Yong Jin dengan segera dan sedikit kasar. Membuat bayi mungil itu tersentak dan akhirnya menangis. Aku segera menghampirinya.

 “Aigoo… uljima Yong Jin~a…” aku mengangkat Yong Jin yang semakin keras menangis. Muka Ryu Jin berubah kaku melihat Yong Jin menangis dengan nyaring.

“Aku, aku, aku…” ujar Ryu Jin memulai pembelaannya.

“Hyung hanya tidak ingin kau memasukkan boneka kotor ini ke mulutmu..” aku mencoba menenangkan Yong Jin yang mulai terisak karena tidak bisa menghentikan tangisnya.

“Ne, Hyung hanya tidak ingin kau dimarahi Eomma Yong Jin~a.. Eomma, Eomma kalau marah sangat… menyeramkan.” Jawab Ryu Jin dengan mengecilkan volume suaranya saat menyebut kata ‘menyeramkan’. Aish anak ini, apa dia masih ingat tragedi aku memarahinya waktu itu?

“Ayo sudah berhenti menangis… kau haus?” tanyaku pada Yong Jin. Mata anak kecil ini masih berkaca-kaca, sepertinya dia mash shock dengan apa yang dilakukan Ryu Jin padanya.

“Sssssttt… dengarkan Eomma. Besok Appa ulang tahun. Apa yang harus kita berikan padanya? Eoh?” Kutimag Yong Jin agar dia berhenti menangis.

“Jinjja? Appa? Ulang tahun? Yeay!” Ryu Jin melempar ‘jerapah’ Yong Jin keatas. Yong Jin yang melihatnya nampak kagum dan berhenti menangis. Melihat Ryu Jin berjingkrak-jingkrak dan juga melompat, Jong Jin tertawa, tertawa khas bayi. Syukurlah, dia yang membuatnya menangis, dia juga yang membuatnya tertawa.

“Ada apa ini?” Rae Na tiba-tiba muncul membuat aku dan Ryu Jin terkejut. Yong Jin sudah berhenti menangis, dia sekarang tersenyum melihat tingkah Ryu Jin yang mengajaknya bermain.

“Ani.” Jawabku.

“Min Young sudah berangkat?” tanya Rae Na.

“Sudah sejak siang tadi.”

“Kau sendirian mengurus 2 makhluk hiperaktif ini?” Rae Na menangkap Ryu Jin yang berlarian mengelilingiku dan membuat Yong Jin mengikutinya dengan sibuk memalingkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.

“Mau bagaimana lagi?” aku mencoba membenarkan tubuh Yong Jin dalam gendonganku.

“Sudah bikin Pie nya?” tanya Rae Na.

“Mana bisa kalau 2 makhluk ini masih terjaga, menunggu mereka tidur dulu. Lagipula kejutannya kan tengah malam.”

“Mengajak anak-anak tengah malam?” tanya Rae Na tidak percaya dengan menunjukkan muka shocknya.

“Ani, hanya aku dan Oppa. Pie kecil saja.” Ujarku.

“Lalu untuk apa kau membeli sebanyak itu?”

“Itu untuk besok.” Jawabku. Yong Jin tidak mau diam, dia terus bermain dengan Ryu Jin dan sesekali terbahak.

“Bisa bantu aku membuatkan makanan untuk Ryu Jin?” aku meminta Rae Na memberi makan Ryu Jin agar anak itu cepat tidur. Biasanya kalau kenyang, dia mudah mengantuk.

“Shireo! Aku menunggu Appa!” teriak Ryu Jin sambil berlari ke kamar.

“Anakmu ngambek Onnie.” Ujar Rae Na. Yong Jin juga ingin mengikuti Hyungnya dengan menarik tubuhnya kearah kamar.

“Ara, sekarang kalian tidur saja kalau begitu.”

“Tidak makan dulu?”

“Yong Jin baru minum susu satu jam yang lalu.” Aku meletakkan Yong Jin diatas tempat tidur dan mulai menepuk pantatnya. Anak itu masih membuka matanya dan memainkan rambutku. Kutiup kepalanya agar dia cepat tertidur. Butuh waktu setengah jam untuk membuatnya terlelap. Lalu aku mengangkatnya dan meletakkannya di box bayi.

***

 Jam 11 malam. Aku melihat jam dinding setiap 15 menit sekali. ‘Pie Strawberry’ sudah selesai aku buat dengan bantuan Rae Na. Adonannya aku bagi 2 dan aku makan terlebih dahulu untuk mengetahui rasanya. Ryu Jin memakannya seperempat bagian, dan setelah kenyang dia langsung tertidur, lupa dengan ulang tahun Appanya. Namun sebelumnya dia sudah membuat catatan untuk Appanya. Aku membantunya membuat catatan tangan itu dengan jarinya.

Author’s POV

Malam mulai berlalu. Eun Kyo nampak gusar menunggu Jung Soo kembali dari Jeju. Lelaki itu mengatakan tidak akan lama dan tidak akan menginap. Tapi hingga malam mulai berlalu Jung Soo tak kunjung datang. Rae Na yang menemaninya juga mulai merasa bosan. Eun Kyo memandangi ‘Pie Strawberry’ yang ada dihadapannya. Sesekali wanita itu mendesis saking kesalnya. Entah sudah berapa kali dia menengok ke dinding.

3

“Yaish! Membosankan sekali! Apa dia lupa hari ulang tahunnya sendiri? Eoh?” Eun Kyo mulai meluapkan kekesalannya.

“Jam 11.30” gumam Eun Kyo. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda Jung Soo akan kembali. Hal itu membuat Eun Kyo kesal bercampur cemas.

“Tepat jam 12.” Gumamnya lagi. “Ini sudah ulang tahunnya.” Sambungnya. Tapi masih tetap Jung Soo tak menampakkan wajahnya. Eun Kyo berharap saat dia berpaling Jung Soo sudah ada di belakangnya tapi harapannya sia-sia.

“Jam 12.15.” ujarnya mengabsen waktu.

“Onnie, kau ini tidak sabaran sekali. Mungkin saja pekerjaannya belum selesai.” Bela Rae Na terhadap Jung Soo.

“Tapi setidaknya dia menelponku.”

“Mungkin tidak sempat.” Jawab Rae Na lagi.

“Hem, terlalu sibuk dengan sek!”

“Sekretarisnya. Kau sangat cemburuan sekali akhir-akhir ini. Padahal dulunya kau bisa mengontrol itu.” Potong Rae Na.

“Jadi salah kalau aku cemburu? Begitu?” Eun Kyo menatap kesal pada Pie yang dibuatnya.

“Tidak salah sama sekali, itu artinya kau mencintainya.”

“Siapa bilang? Sekarang mungkin aku lelah dengannya.” Jawab Eun. Dia bangkit mengambil air minum di dalam kulkas lalu kembali duduk dan memandangi Pie itu. Lagi.

“Jam 12.35.” ujarnya menggumam.

“Jangan terlalu menghitungnya Onnie! Jika kau bosan biar aku temani sampai Jung Soo Oppa pulang.”

“Ani, kau pasti lelah, minta Minho menjemputmu.” Eun Kyo berada di puncak kekesalannya dan mulai menusuk-nusuk Pie yang dia buat sendiri.

“Onnie, kau ini apa-apaan! Seperti anak kecil saja.” Rae Na merebut garpu yang ada di tangan Eun Kyo untuk menghentikannya menghancurkan kejutan itu. Bersamaan dengan itu ponselnya berdering, Rae Na segera mengangkatnya.

“Ini sebenarnya ulang tahunku apa ulang tahunnya sih? Kenapa aku yang banyak berharap?” gumam Eun Kyo putus asa.

“Yeoboseyo?” jawab Rae Na. Dia melirik Eun Kyo dan membawa garpu yang direbutnya dari wanita 2 anak itu.

“Nde?” sambung Rae Na.

“Ah, Onnie, maaf, aku menerima telpon dulu?” Rae Na menjauh?

“Minho?” tanya Eun Kyo. Rae Na hanya menjawab dengan acungan tangan. Rae Na terlihat berbicara dengan serius bersama lawan bicaranya di telepon. Sesekali dia melirik Eun Kyo yang sepertinya ingin menghancurkan Pie itu. Rae Na kembali ke meja makan setelah dia menutup teleponnya.

“Aku ingin tidur saja.” Eun Kyo bangkit dari kursinya dengan mendorongnya sedikit dan berjalan ke kamar. Rae Na mengikutinya.

“Onnie, kau baik-baik saja kan?” Eun Kyo terlihat semakin dingin dan siap membekukan apapun yang akan disentuhnya.

“Kau mau menginap disini?” tanya Eun Kyo datar.

“Ne.” Jawab Rae Na sambil berlari kecil mengikuti Eun Kyo.

“Bukannya kau punya kamar sendiri? Tidak ada yang berubah dari kamarmu dan silakan tidur dikamarmu.” Ujar Eun Kyo dingin dan berhenti lalu menatap Rae Na.

“Onnie, kau terlihat… menyeramkan.” Ujar Rae Na. Dia berbelok ke kamarnya dan beristirahat.

Eun Kyo memasuki kamarnya dan mendapati Yong Jin sudah bangun dan menengkurapkan tubuhnya. Ryu Jin tertidur pulas. Bocah kecil itu memang waktunya bangun di jam-jam seperti ini.

“Kau haus sayang?” Eun Kyo membuka bajunya dan mulai menyusui Yong Jin. Anak itu menghisap kuat.

“Aigoo, haus sekali ternyata? Sejak kapan kau bangun? Eo?” Eun Kyo menyentuh dahi Yong Jin yang menatapnya lekat. Memperhatikan Yong Jin yang berada dalam dekapannya.

Jung Soo’s Side

Tepat jam 2 pagi. Eun Kyo pasti sangat marah aku pulang selarut ini. Apalagi aku mengatakan aku pergi ke Jeju bersama Sekretarisku. Membuka pintu yang segera disambut oleh Rae Na di depan pintu. Wajah Rae Na terlihat tegang.

“Oppa, kau lama sekali!” Rae Na memukul perutku. Minho yang datang bersamaku tertawa melihatnya. Aku masuk ke dalam dan berjalan menuju dapur.

“Ini buatannya?” tanyaku pada Rae Na yang dijawabnya dengan anggukan kuat. Gadis yang sudah ada pemiliknya ini bahkan tidak mengganti baju kerjanya.

“Dia menghancurkan Pie nya saking kesalnya padamu.” Aku bisa meraba seberapa kesal dia padaku. Pie Strawberrynya pebuh dengan tusukan. Aku hanya tersenyum

“Aigoo, ternyata Noona tidak kalah mengerikan dari..” Minho melirik Rae Na yang dibalas Rae Na dengan sebuah tinju di perutnya, membuat Minho meringis. Aku berjalan meninggalkan mereka sambil membawa satu buah Pie di tanganku.

“Lalu ini?” aku menunjuk sebuah kertas yang ada diatas meja. Berhenti sejenak memperhatikan kertas itu. Istri dan anak-anakku sepertinya sangat antusias dengan ulang tahunku, tapi sepertinya aku mengecewakan mereka.

4

“Itu dari anakmu.” Jawab Rae Na, aku kembali melangkah dengan membawa Pie dan kertas itu.

“Hyung, boleh aku mencicipinya? Sedikit saja.” Minho tiba-tiba mencegahku untuk beranjak.

“Sedikit saja.” Ujarku. Dia mengambil sedikit Pie itu dan memakannya.

“Enak.” Komentar Minho.

“Kau tidak tau seberapa besar perjuangannya membuat Pie itu ditengah gangguan kedua anakmu Oppa, kau malah membuatnya marah seperti ini.” Ujar Rae Na protes. Baru kali ini gadis itu membela Onnienya. Sepertinya memang Eun Kyo memang sangat tersiksa. Aku berjalan menuju kamarku untuk segera melihatnya.

“Dia ada dikamar Min Young.” Sergah Rae Na, aku berhenti dan masuk ke dalam kamar Min Young. Benar sekali dia sedang tidur disana sambil memeluk guling. Aku mendekatinya dan duduk di tepi tempat tidur. Memperhatikannya. Sudah berapa lama aku hidup dengannya? Entahlah. Sepertinya sudah berabad-abad aku berbagi malam dengannya. Tak terhitung lagi dan aku tidak ingin menghitungnya. Aku memakan Pie itu sambil terus memperhatikan wajahnya. Matanya yang terpejam, akhir-akhir ini dia jarang beristirahat, hingga lingkaran hitam membias dibawah matanya. Tangannya, tak pernah letih dia meladeni apapun yang kami minta, terlebih lagi untuk Ryu Jin. Tangan ini selalu ringan untuk melakukan apapun. Bibirnya, setiap hari aku mengecupnya, tapi tak akan pernah puas meskipun itu adalah selamanya. Wanita ini begitu besar menyedot seluruh energiku. Aku mengunyah Pie itu dan mulai menghabiskannya sesuap demi sesuap. Tanpa aku sadari aku meneteskan airmata. Bukan Pie ini yang aku inginkan, bukan apapun, sup rumput laut atau masakan apapun darinya, pesta dan segala macam tetek bengek acara ulang tahun, aku tidak perlu. Apalagi barang, aku sudah memiliki segalanya tidak perlu apapun kecuali keberadaannya. Aku meletakkan mangkuk besar cetakan Pie itu diatas meja dan merebahkan tubuhku setelah melepas jasku. Biasanya dia yang merapikan jasku setelah bekerja. Kulempar jasku ke atas kursi yang ada di dekat tempat tidur setelah itu berbaring disampingnya. Sebelum aku memejamkan mataku, aku mengecup dahinya. Tubuhnya menggeliat, aku menyusupkan tanganku di kepalanya.

***

Aku terjaga dari tidurku ketika matahari pagi mulai menembus masuk melalui celah-celah ventilasi kamarku. Kamarku? Bukan, ini sama sekali bukan kamarku. Ini kamar Min Young. Semalam aku tidur disini bersama seseorang yang pulas disampingku. Aku tersenyum memandangi wajahnya. Wangi yang sama, wajah yang sama dan aura yang sama sejak aku pertama kali bertemu dengannya, tidak pernah berubah. Dia melenguh kecil dan menggeliat. Aku memperhatikan gerakannya. Ini adalah hari pertama aku membuka mataku di hitungan umur baruku. Bersamanya, masih bersamanya dan selamanya ingin bersamanya.

Aku melirik jam dinding. Jam enam lebih beberapa menit. Aku mengusap wajahku, tangan kananku masih menjadi penyangga kepalanya. Terasa pegal namun aku tahan. Seseorang mengetuk pintu kamarku, membuat Eun Kyo terjaga dari tidur. Beberapa detik dia terpaku, mungkin terkejut dengan keberadaanku. Matanya sedikit membesar lalu bangkit tanpa memperdulikanku. Eun Kyo beranjak dari tempat tidur ukuran kecil dan membuka pintu. Aku melirik orang yang mengetuk pintu. Tersenyum melihat mereka. Rae Na dan Ryu Jin membawa nampan berisi sebuah cake bersama, tetapi Ryu Jin yang terlihat mendominasi. Minho menggendong Yong Jin yang hanya bisa mengerjap tidak mengerti.

“Saengil Chukkae…!” teriak Rae Na dan Ryu Jin bersamaan. Bocah yang sudah pintar mengoceh itu terlihat sangat senang dan berjalan kearahku yang masih terduduk di atas tempat tidur. Aku tertawa dibuatnya. Sebelum aku meniup lilin yang ada diatas cake itu aku melirik Eun Kyo terlebih dahulu, menatapnya beberapa detik. Gadisku masih marah sepertinya. Wajahnya nampak datar saja dengan melipat tangannya di dada.

2

“Appa, ayo makan kuenya.” Ryu Jin menyodorkan potongan kue yang di potongnya sendiri. Lalu menyuapkannya ke dalam mulutku. Sebelum aku menyuapnya algi-lagi aku melirik Eun Kyo.

“Enak?” tanya Ryu Jin. Aku mengangguk. Mengalihkan pandanganku dari Eommanya. Anak itu tertawa.

“Kami yang membuatnya. Bersama Rae Na noona.” Ujarnya terdengar bangga. Aku tidak bisa melepaskan mataku dari Eun Kyo. Dia terlihat acuh, ini kan hari pentingku? Kenapa dia bersikap seperti ini? Arasseo, aku memang salah, tapi apa harus begini reaksinya? Aku mengalihkan pandanganku pada Minho yang mulai mendekatiku membawa Yong Jin.

“Ayo cium Appamu Yong Jin~a..” Minho menyerahkan Yong Jin padaku. Aku menyambutnya dan menciumi pipinya. Ryu Jin tidak mau kalah, dia merangkul leherku, membuatku susah untuk bernafas.

“Ayo sini Ryu Jin~a, Appamu baru bangun, ayo kita keluar. Appamu mau mandi.” Rae Na dan Minho sepertinya sadar situasi, karena Eun Kyo tidak bicara sepata katapun sejak tadi, hanya memandangiku.

Beberapa saat kemudian Rae Na dan Minho membawa Ryu Jin dan juga Yong Jin untuk keluar, meninggalkan aku dan Eun Kyo di dalam kamar. Setelah bunyi pintu tertutup, aku bernafas lega. Eun Kyo berdiri di depan pintu dan masih melipat tangannya di dada. Seolah siap untuk mengadiliku.

“Darimana saja kau? Jam berapa pulang ke rumah?” tanyanya dingin dengan nada yang curiga. Aku menghela nafas mendengar pertanyaannya. Pertanyaan itu sudah aku prediksi dan aku sudah menyiapkan jawabannya.

“Pasti dengan Sekretaris itu kan? Terlalu asik hingga lupa waktu. Bahkan ulang tahunmu sendiri. Eoh?!” belum aku menjawabnya dia sudah mencecarku dengan semua dugaannya yang tidak benar sama sekali.

“Aku..”

“Tidak perlu menjelaskannya. Itu hanya terdengar seperti sebuah alasan yang tidak berguna ditelingaku.” Aku baru mengatakan satu kata dia langsung mematahkannya. Dia hendak membuka pintu namun aku menahannya.

“Dengarkan aku. Aku benar-benar sibuk dengan rencana pembangunan kantor baru di Jeju. Membuka restoran serta penginapan disana.” Aku menarik tangannya. “Jadi tolong jangan hancurkan hari bahagiaku dengan kemarahanmu. Aku minta maaf. Benar-benar minta maaf.” Aku mencoba memeluknya, mengalihkan tanganku yang mencengkram lengannya ke pinggangnya. Dia ingin beranjak, namun tidak bisa apa-apa. Aku mengunci posisinya.

“Lepaskan aku” pintanya dengan keras.

“Shireo! Kau belum mengucapkan selamat  padaku.”

“Arasseo, selamat ulang tahun.” Jawabnya setengah hati. Aku tertawa.

“Ciumannya?” tagihku. Dia mencium pipiku sebentar.

“Aku tidak mau disana.” Dia lalu mencium bibirku satu detik, hanya satu detik saja. Aigoo, tingkat kecemburuannya sekarang meningkat pesat. Aku tidak menyangka jika reaksinya seperti ini.

“Sekarang lepaskan aku. Lagipula tuh mereka sudah menunggumu diluar.” Ujarnya mencoba melepaskan tanganku yang memeluk pinggangnya. Dia terlihat benar-benar jengah padaku. Aku melepaskannya daripada membuatnya semakin marah.

***

Aku berjalan keluar kamar dan mendapati pesta kecil itu sudah dimulai. Ryu Jin sudah dengan lahap memakan makanannya. Yong Jin terlihat asik bercanda dengan Minho. Tapi yang sedikit janggal adalah Eun Kyo yang duduk terpisah dengan mereka diatas sofa, sementara mereka sedang asik dengan kegiatan pestanya. Aku duduk disamping Eun Kyo yang sedang memandangi Yong Jin.

“Yeobo kau masih marah?” tanyaku sambil menyandarkan kepalaku di bahunya.

“Ani.” Jawabnya singkat. Dia menggidikkan bahunya menyuruhku untuk menjauh tapi aku tidak memperdulikannya.

“Aku tau kau masih marah.” Kuturunkan kepalaku di dadanya dan memeluknya. Ryu Jin masih asik dengan apa yang dia lakukan, jika tidak, sudah pasti aku tidak bisa bermanja dengan Eun Kyo seperti ini. Meski ditanggapi dingin olehnya.

Hari menjelang siang dan Eun Kyo masih betah dengan aksi diamnya. Sempat berpikir ini hanya akal-akalannya saja untuk mengerjaiku. Tapi aku rasa dia serius dengan marahnya.

“Yeobo, kau hanya berpura-pura marah kan? Untuk memberiku kejutan kan?” tanyaku mencoba mencairkan suasana saat dia mencuci piring selepas kami makan siang bersama.

“Kau percaya diri sekali. Kejutannya sudah berlalu.” Jawabnya masih dingin.

“Pie itu? Eum! Itu sangat enak! Aku menghabiskannya. Gomawo Yeobo~ya.” Aku mencium tengkuknya. Dia tidak bergeming.

“Dan itu sungguh membuatku terkejut!” lanjutku. Tentu saja. Pienya penuh dengan tusukan.

“Onnie~ya, aku mau membawa Ryu Jin dan Yong Jin jalan!” teriak Rae Na dari depan. Dengan segera Eun Kyo melepaskan pekerjaannya dan berlari menghampiri Rae Na. Aku mengikutinya. Mereka sudah bersiap untuk masuk ke mobil, bahkan mereka membawa tas. Aku yakin itu adalah keperluan Yong Jin. Minho nampak tersenyum  penuh arti.

“Kalian mau kemana? Eoh?” Eun Kyo nampak ingin mengambil Yong Jin dari gendongan Minho, namun Minho mencegahnya.

“Aku pinjam sebentar anak-anakmu, Noona.” Cegah Minho menjauhkan Yong Jin dari Eun Kyo. Aku paham maksud mereka berdua. Dasar pasangan otak tidak benar. Mereka berdua sibuk dengan keintiman orang lain tapi hubungan mereka sendiri terbengkalai.

“Untuk apa? Itu hanya merepotkan saja.” Eun Kyo yang tidak mengijinkan ingin kembali mengambil Yong Jin tapi Minho sudah masuk  ke dalam mobil.

“Ani, aku bisa mengatasinya. Aku ingin apartemenku menjadi ramai, sehari saja Noona.”

“Tapi, tapi, tapi. Oppa! Kenapa diam saja? Bagaimana ini?” Eun Kyo menarikku meminta Yong Jin diambil dari Minho. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Atau kami ikut saja, kita ke apartemen kalian bersama.” Eun Kyo nampak panik, dia ingin membuka pintu mobil namun tidak bisa.

“Tidak bisa Noona, itu sama saja. Aku ingin bersama mereka sehari saja tanpa ibunya.” Ujar Minho sambunyikan mesin mobilnya dan berlalu. Eun Kyo terlihat kesal, dia menginjak kakiku.

“Yak! Yeobo! Sakit!”

***

Sebenarnya aku ingin melakukan hal manis bersama Eun Kyo, tapi malah mengacaukannya seperti ini. Dia benar-benar marah dan sulit sekali dibujuk. Aku terus mengikutinya kemanapun dia melangkah seperti anak kecil.

“Oppa! Kau ini apa-apaan?” dia mendorongku yang terus mengikutinya kemanapun dia beranjak. Aku terus mengikutinya tanpa peduli dia suka atau tidak.

“Yeobo, aku bosan, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?” tawarku.

“Kemana?” tanyanya sambil duduk di sofa.

“Entahlah, untuk mengusir bosan.” Jawabku. Dia hening beberapa saat.

“Aku merindukan Yong Jin Oppa… kita ke tempat Minho saja, bagaimana?” ujarnya sedikit antusias.

“Em… tapi aku ingin berdua saja denganmu. Hari ini kan ulang tahunku. Apa harus membosankan seperti ini? Aigoo… ini ulang tahun paling membosankan sepanjang hidupku!” keluhku padanya sambil melirik. Dia cemberut.

“Kau mau kemana memangnya?” sikapnya mulai mencair. Eun Kyo memang susah ditebak, kadang kala sulit sekali membujuknya, tapi terkadang dia bisa berubah dengan mudah.

“Eum… kau ikut saja. Tapi ganti bajumu.” Aku menariknya ke dalam kamar. Membuka lemari dan mengambil gaun hitam untuknya.

“Apa ini masih muat?” aku menyerahkannya padanya.

“Eoh? Ini gaun lama?” tanyanya ragu.

“Eum, kau masih ingat? Ini gaun pertama yang aku belikan untukmu.” Aku melepaskan kancing bajunya dengan gaya seduktif. Dia memperhatikan tanganku saat aku ingin membuka kancing ketiga.

Plak!

Dia memukul tanganku dan aku tebahak. “Jangan macam-macam! Aku bisa melepasnya sendiri.” Dia mengambil alih pekerjaanku dan aku hanya bisa memperhatikannya. Dia memasang gaunnya seperti waktu itu, persis sama. Kesulitan menarik resleting belakangnya. Aku mendekatinya dan menariknya. Mengakhirinya dengan sebuah kecupan di lehernya. Kami saling berpandangan di cermin. Wajahnya tak lagi sedingin tadi pagi, senyumnya mulai tampak meski sangat tipis. Paling tidak dia menarik sudut mulutnya untuk tersenyum meski terpaksa.

“Sudah selesai.” Aku membalik tubuhnay dan segera menyambar bibirnya. Tapi dia lebih sigap dan menutup mulutku dengan tangannya.

“Sekarang kau yang ganti baju.” Dia mendorongku dan membuatku mundur beberapa langkah. Gaunnya masih muat ditubuhnya. Padahal beberapa waktu lalu dia sedikit lebih berisi. Mungkin karena kewalahan mengurus Yong Jin hingga membuat bobot tubuhnya kembali seperti semula. Disamping itu Yong Jin juga minum ASI dengan kuat darinya hingga bocah itu tampak seperti bantalan tidur Ryu Jin. Tak jarang dia dijadikan Ryu Jin sebagai guling jika mereka tidur bersama.

Aku selesai mengganti bajuku dan menghampiri Eun Kyo yang sudah menungguku di dalam mobil.

“Memangnya mau kemana Oppa?” tanya Eun Kyo penasaran.

“Kau ikut saja.” Jawabku penuh misteri. Eun Kyo terdengar mendesis saat aku menjawabnya.

“Tapi sepulang ini kita menjemput Ryu Jin dan Yong Jin, ne?” tanyanya sambil mencondongkan badannya kearahku. Persis seperti Ryu Jin jika sedang meminta sesuatu.

“Ne.”

***

Aku membawanya ke suatu tempat. Tempat penuh kenanganku bersamanya. Dia menoleh kearahku, bingung. Senja sedah menampakkan wajahnya, semburat jingga membias di ufuk langit, menciptakan suasana yang sedikit romantis bagiku, tapi entah bagi wanita yang duduk disebelahku dengan diam.

“Masih ingat tempat ini?” tanyaku. Dia kembali menoleh dan terlihat bingung.

“Tempat ini?” tanyanya.

“Hem, tempat dimana dulu kau menggedor pintu mobilku dan memintaku membawamu kemanapun aku suka. Hahahaha.” Aku mengejeknya. Terbayang kembali wajah paniknya saat itu. Menunduk menghindari kawanan preman yang ingin menangkapnya.

“Oppa! Kau jangan mengingatkanku dengan hal itu!” teriaknya. Dia ingin membuka pintu namun aku menguncinya.

“Aku belum selesai.” Kutarik tangannya dan kuletakkan di dadaku.

“Eun Kyo~ya.. Aku mungkin bukan lelaki yang romantis. Mungkin bagimu aku adalah lelaki mesum.” Aku menoleh padanya , menantapnya dalam. “Tapi aku bersyukur menjadi diriku sendiri yang seperti ini. Karena lelaki ini telah memilikimu.” Sambungku. Eun Kyo masih terdiam.

“Oppa, kau kesurupan?” ujarnya semakin bingung.

“Aish! Aku memang tidak pandai berkata-kata. Aku hanya ingin berterima kasih kau sudah menjadi istriku.” Aku memeluknya dengan erat seiring itu malam mulai menghampiri. Gelap menggantikan remang dan aku masih disini bersamanya. Terdiam dalam hening beberapa saat.

“Oppa, mianhae.” Ujarnya memecah keheningan. Aku menoleh padanya. “Harusnya aku tidak bersikap seperti ini.” Dia memainkan jarinya dan merunduk.

“Apa maksudmu?”

“Aku, aku terlalu mencurigaimu. Tentang Kim Sujin. Aku tidak benar-benar cemburu padanya. Aku hanya kesal kau melupakanku saat bekerja dan.” Aku meletakkan telunjukku dimulutnya.

“Jangan teruskan. Aku tidak pernah sedikitpun melupakanmu.” Bantahku.

“Aku hanya, aku..”

“Jangan diteruskan. Aku tau kau hanya mencintaiku.”

“Oppa, kau terlalu percaya diri!” aku mencium bibirnya, dia tersentak, tidak mengira aku akan melakukannya lagi. Mungkin dia bosan dengan ciumanku, tapi bagiku, semuanya terasa indah bersamanya, apapun itu.

Aku melepaskan ciumanku karena dia sama sekali tidak meresponku. Tapi sikapnya datarnya berubah saat melihat sesuatu di depan mobil kami. Keadaan yang gelap gulit akini berubah terang tepat saat aku melepaska ciumanku dari bibirnya. Halte yang sepi dan gelap kini berubah jadi lautan lampu berwarna-warni. Diatas atap halte juga ada sebuah tulisan

‘Terima Kasih Telah Menjadi Takdirku’.

Eun Kyo menoleh padaku tidak percaya. Dia menutup mulutnya. Ketidakpercayaannya semakin memuncak setelah melihat dua sosok yang duduk di halte itu dengan santai sambil tersenyum cekikikan.

“Yak! Kalian!” teriak Eun Kyo. Dia membuka pintu dan segera turun lalu menghampiri kedua makhluk itu.

“Saengil Chukkae Jung Soo Oppa.”

“Saengil Chukkae Hyung.” Mereka berdua memberiku selamat. Kyuhyun dan Min Young. Min Young mulai memetik gitar dan Kyuhyun mulai menyanyi. Omo! Sejak kapan anak itu belajar bermain gitar? Dan Kyuhyun? Kenapa aku tidak tau suara anak itu sebagus itu?

Geudaeyeo, geudaeyeo, geudaeyeo, geudaeyeo, geudaeyeo

Oneureun uri gati georeoyo i georireul
Bame deullyeo oneun jajang norae eotteongayo oye
Mollatdeon
Geudaewa
Dan duri son jabgo
Alsu eobtneun i tteollimgwa
Duri georeoyo

Bombaram hwinallimyeo
Heut nallineun beotkkoch ipi
Ullyeo peojil i georireul
Duri georeoyo
Bombaram hwinallimyeo
Heut nallineun beotkkoch ipi
Ullyeo peojil i georireul
Duri georeoyo
Oye

Geudaeyeo uri ije son jabayo i georie
Machim deullyeo oneun sarang norae eotteongayo
Oye
Sarang haneun geudaewa
Dan duri sonjabgo
Alsu eobtneun i georireul
Duri georeoyo

Bombaram hwinallimyeo
Heut nallineun beotkkoch ipi
Ullyeo peojil i georireul
Duri georeoyo
Bombaram hwinallimyeo
Heut nallineun beotkkoch ipi
Ullyeo peojil i georireul
Duri georeoyo

Baram bulmyeon ulleong ineun gibun tase nado moreuge
Baram bulmyeon jeopyeoneseo
Geudaeyeo ni moseubi jakku gyeobchyeo
Otto ulleong ineun gibun tase nado moreuge
Baram bulmyeon jeopyeoneseo
Geudaeyeo ni moseubi jakku gyeobchyeo

Saranghaneun yeonindeuri manhgunyo
Alsu eobtneun chingudeuri manhayo
Heutnallineun beotkkoch ipi manhgunyo johayo

Bombaram hwinallimyeo
Heut nallineun beotkkoch ipi
Ullyeo peojil i georireul
Duri georeoyo
Bombaram hwinallimyeo
Heut nallineun beotkkoch ipi
Ullyeo peojil i georireul
Duri georeoyo
Oye

Geudaeyeo, geudaeyeo, geudaeyeo, geudaeyeo, geudaeyeo

Nyanyian Kyuhyun mampu membuat Eun Kyo sedikit tercengang. Suaranya memang merdu. Dan lantunan nada yang dia nyanyikan terdengar sangat enak di teinga.

“Kalian? Min Young~a! Kau bilang kau mau cuti!” teriak Eun Kyo protes. Min Young mengangkat tangannya dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Mundur ke belakang Kyuhyun.

“Kau membiarkanku seperti robot dirumah!” protesnya lagi. Aku merangkul Eun Kyo.

“Kami tidak akan mengganggu.” Kyuhyun menarik Min Young menjauh. Eun Kyo memandangi kepergian mereka berdua dengan wajah kesal.

“Oppa di!” aku memeluknya dengan erat. Rasanya aku tidak ingin melepaskannya. Hidup dengannya adalah kebutuhanku. Seberapapun membosankan itu, aku tetap tidak akan pernah bisa jauh darinya. Sekalipun ada yang lebih menarik darinya, tetap aku tidak bisa mengindahkan pesonanya. Yang begitu berbeda, dia terlihat cantik dengan segala sikapnya, apapun itu.

“Oppa..” panggilnya dalam pelukanku. Dia mendongakkan kepala. Wajahnya menatapku. Kami berpandangan lama. Aku ingin menciumnya kembali tapi menahannya. Mungkin dia sudah bosan dengan ciumanku

“Saengil Chukkae. Aigoo, apa yang harus aku katakan? Aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku katakan.” Ujarnya menatapku dalam.

“Kau tidak perlu berkata apapun. Cukup dengan berada disampingku.” Aku mengecup bbirnya kilat.

“Aish! Nanti ada yang melihatnya.” Dia memukul dadaku.

“Biarkan saja.” Ujarku. Kami berdua tertawa. Aku merasa sangat lega. Rasa cemasku terbayar. Aku takut daia tidak suka dengan kejutanku.

“Oppa… sebenarnya aku atau kau yang sedang berulang tahun? Kenapa jadi kejutannya untukku? Eoh?” wajahnya berubah cemberut.

“Kejutan untukku sudah biasa. Setiap membua dan mendapati kau ada disampingku, itu sudah kejutan untukku. Hari ini, aku ingin kau juga merasakannya.” Aku memeluknya lebih erat.

“Aku bisa merasakannya. Bersamamu membuatku berbeda setiap harinya.” Ujarnya. Bebarti aku dan dia merasakan hal yang sama. Sungguh, aku tidak ingin berpisah darinya.

“Aku mencintaimu. Terima kasih telah  menjadi milikku.”

“Apa aku harus menjawabnya? Menjawab aku juga mencintaimu?” tanyanya.

“Tidak perlu. Aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak. Asalkan kau ada setiap hari bersamaku, itu sudah cukup sebagai jawaban.”

“Saranghaeyo Jung Soo Oppa. Yeongwonhhi.” Ujarnya. Kata-kata itu memang sangat jarang dia katakan, dan aku memang ingin mendengarnay hari ini. Itu adalah kado terindah bagiku. “Aku ingin selalu bersamamu. Aku, aku.. kian hari aku semakin tidak mengerti dengan perasaanku. Cemburu terkadang tak terkendali. Rasa rindu terkadang tak dapat aku kotrol. Apakah itu cinta? Entahlah, namun yang pasti aku tidak ingin membagimu dengan siapapun. Aku adalah istri yang egois.” Lanjutnya.

“Ani, jangan berkata seperti itu.” Aku kembali mendekapnnya lebih erat. “Masih ada satu kado untukmu.” Dia mendongak.

“Kado untukku? Ini ulang tahunmu Oppa, bukan ulang tahunku.”

“Kau anugrah terbesar dalam hidupku. Kajja! Hari sudah larut.” Aku menarik tangannya lembali kedalam mobil meninggalkan kenangan pertamaku dengannya.

***

Aku berjalan menggandengnya mesra menyusuri koridor panjang sebuah hotel bintang lima berdinding mewah. Eun Kyo nampak ragu mengikutiku. Sesekali dia menoleh padaku dengan raut bingung. Aku menapaki lantai marmer yang terlihat elegan dengan berbagai corak. Aku terus membawanya hingga sampai di depan sebuah kamar.

“Ini dimana Oppa?” tanyanya bingung. Aku membuka pintu kamar dan membawanya masuk. Dia terlihat takut.

“Aku ingat tempat ini!” serunya sambil melepaskan tanganku. Berjalan cepat menuju pintu keluar. “Aku ingin pulang!” teriaknya sedikit nyaring. Dia ingin membuka pintu namun aku mencegahnya. Tubuhnya gemetar dan beringsut lemas di depan pintu.

“Jangan takut.” Ujarku. Ada sedikit perbedaan antara sekarang dan dulu. Sekarang dia terlihat takut dan sepertinya dia membayangkan hal yang lain dalam benaknya. Berbeda dengan saat dulu dia dengan angkuh ingin menyerahkan dirinya padaku.

“Oppa, aku, aku, aku ingi pulang.” Ujarnya panik mencoba bangkit, aku memapahnya. “Kau ini apa-apaan! Eoh?” dia memukulku dengan keras. “Mau mengembalikanku ke masa itu? Eoh?! Aku benci masa laluku! Aku sama sekali tidak suak dan tidak ingin mengingatnya! Aku benci!” tangisnya mulai pecah. Aku sedikit panik, ini sama sekali diluar dugaanku. Aku kira dia akan kembali terharu.

“Tapi aku menyukainya, aku menyukai masa lalumu. Aku sangat menyukai masa lalumu yang mengantarkanmu padaku.” Kupeluk tubuh gemetarnya memberinya rasa aman.

“Tapi aku tidak suka. Aku tidak suka mengingat kebodohanku. Hiks!” dia mulai memukuli dadaku. Tapi aku menyukai kebodohannya. Aku mensyukuri nasib terdesaknya.

“Uljima…” aku membelai rambutnya, berusaha membuatnya tenang. Setelah beberapa lama, tangisnya mulai mereda.

“Aish! Aku terlalu berlebihan!” dia melepaskan pelukanku. “Untuk apa kau menyewa hotel semahal ini lagi? Jika ingin bercinta denganku. Dirumah juga bisa.” Dia mendekati tempat tidur yang dipenuhi kelopak bunga mawar.

“Min Young yang melakukannya?” tanyanya penuh kecurigaan.

“Ani, itu Rae Na yang melakukannya.” Jawabku.

“Mwo? Rae Na? Bagaimana mungkin? Yak! Kenapa anak itu tidak menceritakannya padaku? Jadi dia sudah tau tentang ini?” dia kembali mengomel. Dia sangat persis sama seperti Halmeoni. Aku yakin saat dia tua nanti tidak akan jauh berbeda seperti Halmeoni atau bahkan lebih parah. Aku memencet tombol televisi dan memperlihatkan sebuah rekaman padanya.

“Onnie, jangan marah padaku. Kau pasti lelah menghadapi Ryu Jin kan? Juga Yong Jin bersamaan? Benar kan? Mianhae..” Min Young membuka pembicaraan. Dia terlihat sibuk mengatur lampu-lampu yang ada dihalte bersama dengan Kyuhyun. Aku meminta mereka berdua untuk membantuku. Tapi mengenai showcase kecil mereka tadi, itu merupakan sebuah kejutan untukku.

“Noona, kita memang mungkin belum mengenal dengan baik. Tapi ketahuilah, selama aku pulang ke Korea, setiap hari dia merecokiku dengan cerita tentangmu. Aku seperti kekasihnya saja yang selalu di telponnya setiap waktu. Tapi tentu saja saat dia bekerja, bukan saat bersamamu.” Ujar Kyuhyun menambahkan. “Dia sangat mencintaimu. Jadi aku menitipkan dia padamu.” Ujar Kyuhyun.

“Saengil Chukkae..” ujar Kyuhyun dan Min Young memberi selamat bersamaan.

Eun Kyo menoleh padaku.seolah berkata ‘apa-apaan lagi ini?’. Akuhanya tersenyum sambil memeluknya dari belakang. “Rekamannya belum selesai.” Aku berbisik pelan di telinganya.

“Onnie… aku tau sekarang kau pasti sedang merindukan Yong Jin, aku benar kan? Tenang saja Onnie, Yong Jin aman bersamaku.” Ujar Rae Na terlihat yakin.

Tapi menurutku, gadis itu pasti kewalahan.

“Hyung, saengil chukkae. Kau semakin tua, tapi semakin berjiwa muda. Aku iri padamu. Jika saja kau tidak memaksa Noona untuk menikah denganmu. Mungkin aku yang aka menikahinya.” Ujar Minho terlihat melirik Rae Na. Rae Na mencubit pinggang Minho.

“Aw aw aw! Ahahahaha. Sakit Jagiya…!” Minho meringis mendapat serangan dari Rae Na. “Pokoknya kalian berdua jangan khawatir.” Tambah Minho.

“Yong Jin dan Ryu Jin aman bersama kami.” Timal Rae Na.

“Saengil Chukkae!” teriak mereka berdua sambil membungkukkan badan.

Eun Kyo tersenyum melihat rekaman itu. Aku sudah mulai bisa merasa lega melihat senyumannya. Dia membalas pelukanku dengan memeluk tanganku yang melingkar ditubuhnya.

“Oppa, kau sudah make a wish?” Eun Kyo membalik badannya menghadapku dan memainkan bajuku. Seperti kebiasaannya jika ingin dimanja.

“Sudah sejak tadi malam.” Jawabku sambil tersenyum.

“Jinjja? Apa permintaanmu?” suaranya berubah manja. Bergelayutan ditubuhku dan menatapku penuh harap.

“Apa aku harus mengatakannya?”

“Tentu saja!” jawabnya cepat.

“Aku tidak harus mengatakannya.” Aku melepaskan pelukanku dan menjauhinya. Menyalakan lilin-lilin yang ada diatas meja dan menggantinya lampu menjadi lampu tidur. Suasana berubah remang dengan harum lilin aroma terapi.

“Aku ingin tau…” ujarnya mngikutiku. “Kalau tidak memberitahuku aku ingin pulang saja.” Dia mencoba membujukku denga merajuk.

“Pulang saja jika kau bisa.” Wajahnya benar-benar cemberut.

“Hufh, ani. Aku mau mandi saja.” Dia melesat ke dalam kamar mandi. Aku menahannya yang ingin menutup pintu dengan menyelipkan kakiku dipintu.

“Kita mandi bersama.” Aku melangkah memasuki kamar mandi. Tidak peduli dengan protesnya.

***

Aku melepaskan penatku dengan berbaring disampingnya. Sejak semalam aku mempersiapkan ini untuknya. Pergi ke Jeju bersama Sujin hanya alibiku saja. Agar aku bisa mempersiapkan ini. Dan tentunya dibantu dengan Min Young dan Kyuhyun, juga Minho dan Rae Na. Hotel ini juga bukan aku yang membayarnya. Tapi ini hadiah dari pasangan aneh itu.

“Oppa, aku ingin tau permintaanmu.” Eun Kyo meletakkan kepalanya di lenganku, berbaring menghadapku dan menatapku penuh harap. Aku menjawabnya dengan senyuman.

“Oppa…” panggilnya manja. Sepertinya rasa penasarannya mengalahkan rasa rindunya terhadap kedua anaknya. Dia sama sekali tidak mengungkit Ryu Jin dan Yong Jin hingga detik ini.

“Ayo beritahu aku!” pintanya.

“Arasseo.. dengarkan baik-baik. Permintaan pertama…” aku menatap matanya yang berbinar menanti jawabanku. “Aku menginginkanmu.” Jawabku singkat.

“Permintaan kedua?” ujaranya lagi bertanya.

“Permintaan kedua…” aku menggantungkan kalimatku beberapa saat. Menikmati wajahnya yang penuh dengan harap. Dia terlihat sangat cantik malam ini. “Aku menginginkanmu.”

“Aish, kenapa itu lagi.” Desisnya pelan. “Lalu permintaan ketiga?” ujarnya lagi.

“Permintaan ketiga aku menginginkanmu. Benar-benar menginginkanmu!” aku membalik tubunya, menguncinya dengan tubuhku lalu menciuminya.

Park Eun Kyo, sebanyak apapun aku meminta.

Permintaannya akan tetap sama. Aku menginginkanmu.

 

FIN

 

Missing Scenes

 

“Yeoboseyo?” Rae Na mengangkat ponselnya ynag berbunyi.

“Kau bersamanya?” tanya Jung Soo.

“Nde? Ah, Onnie, maaf akuterima telpon dulu.” Jawab Rae Na sambil melirik Eun Kyo.

“Minho?” tanya Eun Kyo. Rae Na tidak menjawabnya hanya mengacungkan tangannya.

“Oppa! Kau gila? Dia sudah sangat murka padamu!” Rae Na menekan suaranya agar tidak terdengar saat Jung Soo menelponnya.

“Tapi keadaan terkendali kan? Dia marah?”

“Bukan marah lagi. Dia murka” jawab Rae Na. “Kau gila? Dia susah payah membuat Pie Strawberry untukmu, dan kini dia menusuk0nusuk pie itu hingga mulai tak berbentuk lagi.” Ujar Rae Na.

“Sebentar lagi aku selesai.” Jawab Jung Soo sedikit merasa bersalah.

“Kau mengacaukannya Oppa…” ujar Rae Na.

“Mau bagaimana lagi? Aku kehabisan lampu. Aigoo, kenapa sekarang lampu sangat langka?” gerutu Jung Soo menyalahkan lampu untuk menekan rasa bersalahnya.

“Sudahlah, cepat selesaikan. Aku tidak ingin kau tidak bernyawa tepat di hari ulang tahunmu.” Ujar Rae Na sambil memutus sambungan telponnya.

 

***

 

“Oppa, sampai kapan kita bersembunyi disini? Eoh? Banyak semutnya!” Protes Min Young kepada Kyuhyun yang sedang bersembunyi menunggu aba-aba dari Jung Soo.

“Sebentar lagi, saat dia mencium Noona, baru kita keluar, ne?” ujar Kyuhyun mencoba menenangkan Min Young, yang mulai sedikit tidak sabar.

“Aw! Semut-semut ini menggigitku…” teriakan Min Young tertahan oleh tangan Kyuhyun.

“Ssssssttt… jangan berisik, nanti kita menghancurkan kejutannya.” Ujar Kyuhyun pelan.

“Ini sebenarnya siapa yang ulang tahun? Onnie atau Oppa?”

“Jung Soo Hyung.” Jawab Kyuhyun sambil memperhatikan gerak-gerik Jung Soo menunggu tibanya sebuah sinyal.

“Kalau ulang tahun Jung Soo Oppa, kenapa bukan Onnie yang sibuk menyiapkan ini? Kenapa harus Jung SooOpa? Dan kita?” Tanya Min Young heran.

“Itu namanya romantis!” Kyuhyun memukul kepala Min Young. “Meskipun aku tidak tau dimana letak romantisnya.” Guman Kyuhyun.

“Tapi Jung Soo Hyung bilang, jika orang yang berulang tahun mendapatkan kejutan, itu sudah biasa, dia ingin Noona yang mendapatkan kejutan itu.” Lanjut Kyuhyun menerangkan.

“Begitu?” ujar Min Young sambil mengangguk.

 

***

 

“Minho~ya…!” teriak Rae Na dari dalam kamar. Dai terlihat bingung dan panik memandangi Yong Jin yang ada di tempat tidurnya.

“Wae?” balas Minho berteriak.

“Coba kesini sebentar!” teriak Rae Na lagi.

“Kau ini kenapa?” Minho menghampiri Rae Na dan keluar dari kamar mandi.

“Kau ini kenapa? Aku sedang memandikan Ryu Jin.” Ujar Minho.

“Aku bingung mengganti popoknya.” Ujar Rae Na.

“Aish, kau ini, sudah biarkan saja. Nanti akau yang akan menggantinya.” Minho kembali ke kamar mandi sementara Rae Na mengajak Yong Jin bercanda agar anak itu tidak rewel.

“Sepertinya memang harus menunda untuk rencana memiliki anak.” Gumam Minho di kamar mandi.

 

***

 

“Yong Jin~a… aku merindukan Eomma. Kau merindukan Eomma?” ujar Ryu Jin dengan suara serak menahan tangisnya. Yong Jin hanya menatap Ryu Jin dengan tersenyum. Saat diajak Ryu Jin berbicara, apapun yang dibicarakan Ryu Jin, bocah kecil itu selalu tersenyum.

“Ayo kalian tidur…” Rae Na menghampiri mereka dan menyuruh mereka untuk tidur.

“Shireo…” tolak Ryu Jin.

“Aish kalian ini. Hati-hati dengan adikmu.” Rae Na meninggalkan kedua bocah itu di dalam kamarnya. Gadis itu menyiapkan susu Yong Jin di dapur. Setelah selesai dia kembali ke kamarnya untuk memberi Yong Jin susu.

“Yak! Ryu Jin~a… Yong Jin bukan guling! Dia adikmu!” teriak Rae Na membuat Minho keluar dari kamar mandi dan menghentikan mandinya.

“Wae gurae?” tanya Minho.

“Lihat saja sendiri keponakanmu itu! Aku sudah bilang kit atidak perlu membawanya kesini! Kenapa tidak kta titipkan saja pada Eomma? Eoh? Untuk Ryu Jin mungkin aku bisa mengatasi. Tapi Yong Jin?” kedua bocah itu sama sekali tidak terganggu dengan ocehan Rae Na yang nyaring. Keduanya asik bercengkrama dengan bahasa mereka sendiri yang tidak dipahami oleh orang dewasa.

 

The End

 

Note : Akhirnya aku mengakhiri kegundahanku. Membuat FF ini hingga END membutuhkan energi ekstra. Sejak tadi siang hingga malam saat Anang dan Ashanti perform aku masih berkutat dengan laptop, aku edit sedikit sodara-sodara… jika masih ada yang typo, mian yah… hufh, sepertinya ini FF kembali membosankan yah? Aku memang sedang dalam fase itu, yag disebut bosan. Jadi wajar mungkin feelnya ini lagi bosannya kebaca juga… tapi setidaknya ada yang aku bikin di hari ulang tahun Oppa daripada tidak sama sekali. Sempat sangat sangat pusing dengan sesuatu yang akan aku kasih, tapi aku memang orang yang tidak pinter memilih… sama sekali tidak pernah bisa. Orang semua barang aku aja itu belinya sama mami… jadi apapun aku iya iya aja. Jadi saat bingung harus memberikan apa, aku jadi pusing sendiri. Ada beberapa orang yang aku recoki tentang kado ini, terutama Rae Na… mianhae.. mengganggumu. Tapi ff mu tadi pagi menjelang siang lumayan membuatku fresh, tapi tanggung jawab yah… aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun dan beberapa rangkaian do’a dan harapan buat Jung Soo Oppa. Aku membaginya menjadi dua bagian. Layaknya dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.

 

Eun Kyo : Oppa… kau adalah partner terbaikku. Sekalipaun aku banyak tergoda dengan lelaki lain. Tapi percayalah, aku hanya mencintaimu. Tidak akan pernah meninggalkanmu. Meski memang banyak yang menyukaiku *sombong* dan akupun menyukainya, itu hanya sebatas suka. Aku hanya mencintaimu. Yeobo… umurmu semakin bertambah, anak kita juga semakin tumbuh. Semoga kita tumbuh bersama dengan baik. Karena aku tidak akan bisa menemukan partner sesempurna dirimu.  Oppa… jeongmal saranghanda.. tetaplah  menjadi partner terbaikku selamanya. Tidak terpisahkan. Saengil Chukkae Nae Yeobo~ya…

 

Fika : Teuki Oppa… tidak terhitung kata ‘aku mencintaimu’ setiap hari tertuju padamu. Aku yakin akan ada banyak cinta untukmu hari ini. Dan aku tau aku tidak bisa mengalahkan cinta mereka *ELF*, tapi aku tau dan yakin, tanpa cintaku, maka cinta mereka *ELF* tidak akan lengkap. Teuki Oppa.. hiduplah dengan baik dan benar… karena hidup dengan baik saja tidak cukup jika tidak hidup dengan benar. Aku berharap kau akan terus ada sampai aku tua, meski kita telah menjalani hidup kita masing-masing. Akan selalu ada tempat untukmu di hatiku. Kau memberiku warna lain dalam hidup di tengah keterpurukanku. Kalian yang membuat aku bangkit dan kembali tersenyum lalu menjadi Mrs. Simple-mu. Haha. Ngarep banget. Tapi siapapun tidak akan bisa mengerti ikatan antara aku dan kau. Tidak akan ada yang mengerti. Umurmu semakin bertambah, kesehatanmu harusnya juga semakin kuat. Aku ingin kau menjadi Supermanku hingga 50 tahun lagi. Akan terus ada untukmu. Maka kau juga harus melindungiku selama aku ada. Oppa… Saengil Chukkae.

103 responses »

  1. Aigoo~ ckckck si eonni mah tngkat kecemburuannya maksimal bner *?* hihihi😀
    ini yg ultah soo oppa apa kyo eonni sih?? Knp mlah jd oppa yg ngasih kejutan..si kyu jg istilahnya “Itu romantis..” ketularan hae kyak.y hahaha..
    MinNa Kyu & Minyoung kompak bner sm soo oppa . Soo oppa modus nihh :p cri kesempatan mulu
    Pie.y kliatannya enak tuh..bagi eonn hahaha :p
    Ryujin & youngjin neomu neomu kyeopta..jd pengen punya anak jg *?* hihi

    • ini anak semangat banget bacanya tengah malam…
      maksimal? itu diatas maksimal…
      tapi ujung2nya bergumam juga “meski tidak tau dimana letak romantisnya”
      cari kesempatan? kyahahahahaha, sebenernya aku sudah bosan dengan ciumannya, dia aja yang mau cipok mulu…
      sama, aku juga menelan ludah ama pie nya…
      pengen punya anak? katanya yuki nika dulu onn… buahahahahahaha, aku malah pengen cewe…

      • yahh~~ drpda gk ada krjaan mnding baca eonn..insomnia kambuh lagi hehe😄
        biar bosan eonni ttap mau jg kan..ayo ngaku~~ :p
        yuki bener eonn~~ eonni pengen bnget punya anak,,tp blum nikah gmna caranya ituu hihihi .__.V

    • ne, gomawo…
      hankyo? HANKYO? nuguya? saya bukan hankyo… siapa lagi itu hankyo Oppaaaaaaaaaaaa! *cakar teuki*
      wanita mana lagi itu eoh? sekretaris barumu?! yeah?!! mulai besok pecat semua sekretarismu dan aku yang akan menggantikannya!

  2. Jadi alibi doang ke jejunya? Ampun deh, pdahal eunkyo cemburuny udh maksimal gity -___-
    Kalo aq yg kena feelny pas bagian eunkyo nangis ketakutan dihotel, bener” masa lalu yang suram~

    Aigoo minho udah siap bgt jadi ayah, tapi raenaya kalo g dipepet keadaan paling g siap-siap tuh #slap

    Ryujiiiiin paling g bisa ya ni anak jauh dari eunkyo, yg orok malah tenang-tenang aja gitu,.. Ckckck harus bkin program diet buat yongjin tuh, bisa jadi segembul itu kkkkk

    • hooh, padahal dia sedang bikin lampu2 noh di halte, ngurus ijinnya bikin di tempat umum dan tetek bengeknya…
      aku sukanya pas lagi ama yong jin sm Ryu Jin… rasanya suit banget gitu loh!

      siap banget tapi istrinya bener2 payah! katanya kalo punya tidak akan ada waktu buat berdua… aideh…

      oh dia itu udah mendarah daging sama aku…
      yang orok? tega deh bilang bantalana ku begitu…
      jangan ga usah diet, kalo nanti kami kehabisan bantal biar dia yang jadi bantalnya…

  3. akhirnya MLT ada lagiii….
    jungsoo oppaa romantiiisss banget!!!!yg ulang tahun siapa..yg dpet kjutan siapaaa…bener2 suami idamaaaan!!

  4. Saengil cukka teukie
    oppa…

    ini bener2 romantis, Leeteuk oppa emang suami idaman#chu

    sdkt suami yg bkal mlakukan hal itu, aplg ini ultah.a sndr…

    emg keluarga ini slalu rame+romantis

    • gomawo… km ketinggalan do’a semog apanjang umur sehat selalunya…
      dia memang idaman saya…
      ciri khas park family yah dan MLT yah emang rame dan romantisnya juga kekeluargaan yang terhubunng di dalamnya… MLT itu kaya mendarah daging, seperti nyata, dan jug aorang-orang yang terlibat di dalamnya… begitupun dengan semua ff aku, semua orang yang terlibat udah aku anggap keluarga… tapi Park family alias MLT juga itu udah sodara banget… teukyo fam juga… aaaaahhhhhhh terima kasih udah ada buat aku… nah loh kenapa aku jadi sedeng begindang..

  5. Haaaaha,Teuk oppa emang daebak..
    So romantic…. Kekekek
    saengil chukkae Park JungSoo ahjussie…kekeke#ralat nae oppa..
    Bwt Ryu am Yong Jin makin mnggemaskan aj,,,

  6. huwaaaa….eonni,ucapan ulang tahunnya meresap ke dalam hatii..
    oke,,selamat ulang tahun daan umur baru teeuki oppa, semoga doa semua orang yang baik2 terkabull…amiiiiiiiiiiiiiiiiinnn*yasinan satu kampung

    yang ulang tahun siapa yang dikerjain siapa?? ==”
    itu,,kenapa kyuhyun nyempil2..mengungkit luka lama(?) aja….LOL

    yaaaahhhh….kado dihotel bersamanya *disensor*#plakkk
    aigohh….kapan yah teeukippa bisa bahasa indo trus baca ff2mu ini eonn…

    • meresap banget sampe lebay banget begitu… tengah malem soalnya selesainya…
      yasinan? buadoh… makbul dong do’anya…
      terima kasih udah do’ain…

      yang ultah Oppa, yang dikerjain aku…
      kyu nyempil kaya upil, bentar doang ko… kan dia baru pulang…
      ketauan neh otaknya yadong… aku lagi males bikin yang begituan *yang bagaimana neh maksudnya?*
      kenapa emang kalo oppa bisa indo? baca ff abal memalukan ini? malu gila aku nov… ini cuman ff aneh ditengah keputus asaan aku…

  7. ahaaaaayyyy MLT ada lagi
    aaaaah sampai bingung sendiri saia mau komeng apa lagi, secara sepekeles bacanya ya ampyuun itu kenapa bisa sosui’it bang kadir

    yoyoyyoooo ditunggu FF nya yang lain unni, terus FF yg my wife belum ada kelanjutannya yak unni ?😀

    • so suit? ini [pada g nyadar g yah ceritanya datar?
      aku lagi datar soalnya.. bikinnya jadi aneh putus asa…

      yang my wife belum… aku belum dapat lanjutannya dari puput…

  8. Selamat ulang tahun teuk oppa…

    Wuaaahh ff nya romantis sekali,,,
    ryu jin unyu sekaleee,,, b’sekutu dgn appanya utk melawan yongjin hhhaaa ada2 aja ne,,, teukppa mesum ne dpn anak kecil,,,
    kasihan minna couple t’paksa harus nunda pnya anak ne,,,
    ceritanya romantis euy

    • ga asik klo di rumah itu ga ribut… bener ga? *efek dr ponakan akau yang selalu berantem ama kakeknya*
      terima kasih ucapannya, kita berdo’a sama2…
      romantis? perasaan datar.. atau ini efek bikin omelet yah? yang naik turun gitu kurvanya?

  9. aaaaaaa ini unik…
    Yg ulang tahun yang ngasih kejutaaaan!!!
    Kereeeen…

    Dan adegan yg bkin ngakak tuh pas bagian nyusuin yong jin, omaigad itu bpknya ngajarin anak gk bener dah… Udah tw itu kusus yong jin, tp klo malem2 tertentu bwt bpknya kali mungkin ya… Hahahahaha bner2 ngakak dah…

    Dan ternyata emang udah disiapin dr jauh2 hari ya kejutan untuk eunkyo eon… Sweet bgt dah…
    Dan raena ama minho bruan nyusul dong pny anak… Wkwk

    • unik? gomawo… oppa, kejutanmu berhasil, mia pantesan dihub kaga nyambung, ganti kartu toh? kmrn WA nyampe, tp km jrg maen WA kan yah?
      biasanya anak-anak kan emang suka penasaran gitu ampe meratiin lekat-lekat org nyusuin, itu terjadi di sekeliling.. *akibat suka meratiin pasien*
      rae na ama minho katanya entar, mau karier dulu… kata orang tua tu mereka baru hidup, baru kerja, baru nikah, masih harus cari pengalaman, ga kaya oppa dong udah lama, jadia ku jadi ibu rumah tangga saja…

  10. Ekhm…ekhm…ekhm
    tes…tes!!

    saengil chukka hamnida 2x
    sarang haneun jung soo ajhussi…
    Saengil chukka hamnida…UuUyeee!!
    Keprok…keprok
    *tiup obor 30 biji*

    aaahh eonni sampah bilang nie datar?!
    Nie mah sweet bgd, teuk oppa romantis gilee!! Jaahaha
    sya mrasa nih klurga bner2 nyata tau eonni, bkn cm s’kedar imajinasimu aja!!
    *mulai sarap*
    eonni~ya, sya jd jatuh hati nih sm si bulet yong jin pasti unyu2 bgd tuh baby!!
    Ryu Jin~a, km pnya saingan skarang nak!!
    Tp tnang, noona ttp ngefans sm kamu sayang…^^
    s’kali lg saengil chukka hamnida jung soo oppa,
    Saranghae….!! *loh?!*

    • 30 biji? berapa kilo tuh yuk? *jadi inget kalian samain album oppadeul ama 2 kilo telor*
      aku yang bilang datar, aku g tidur ampe jam 2…
      romantis? aduh, ini apa karena aku udah biasa atau lagi ngambek kelelahan nih??
      nyata? emang nyata yuk… hahahahahaha, rae na sam min youngnya nyata… ryu jin sama yong jin juga nyata… hahahahahahaha… bukan km, aku juga merasa nyata… nyata banget malah…

      jatuh hati? katanya rae na “ayo onnie bikin orang jatuh cinta ama yong jin juga seperti kamu bikin kami mencintai ryu jin… ” berarti uasahaku ga sia-sia dong? disamping memang dia pantas dicintai… tapi ceritanya unyu kan bagian yong jin?? aku soalnya ga terlalu ahli *?* menceritakan bayi, soalnya takut ngeliatnya…

      • Yuk?? Yuk?! Nuguya?!
        Sya bkn yukii, eonni!!
        Tar si yuki ngamuk2 noh,
        Ckckckck s’gitu parah’a kah kelelahan mu, eonni?!
        Sya do’ain Cepet smbuh deh eonni!!
        Ayo semangat!!

  11. Sukses deh suprise nya .. Apa lagi yg make a wish nya etteuk . Romantis bngt . Hahaha🙂 tapi masih banyak typo nih onnie , next supaya bisa di perhatiin lagi yah .

    • romantis? terima kasih…
      banyak typo? haha, berarti km reader baru banget, karena sejak jaman aku bkin keabalan ini, aku g pernah ngedit, eut tapi ini di edit loh, aku mengesampingkan rasa jijikku, tapi klo masih ada yang kelewat yah maafkan kekhilafan saya. tapi klo reader lama mereka udah hapal dengan ketypoan aku. jadi udah sama2 mengerti, karena klo di komenin typo biasanya aku cuek, tapi khusus denganmu aku jelasin, g pernah negdit karena aku suka jijik klo baca ulang ff yang aku bikin sendiri, tapi beberapa reader yang udah lama mereka udah bisa menerjemahkan sendiri ketypoan aku, hahahahahaha. yang penting sampai feelnya… masalah typo biar klo plagiator mau ngepost puyeng dah noh dia ngedit.

  12. Weitzzz itu pas bahas susu kenapa si ahjussi jadi tampak amat mesum. Jiahhahahha
    onnie rasanya seneng deh waktu yong jin maen sm hyung nya.
    Awww lucu banget pasti..
    Hah ini spesial buat ultahnya si ahjussi bebek ya?
    So sweet.
    Onnie baca note mu bikin terharu sumpah.
    Hah keren

    • wahahahahahaha, oppa juga mengakui ko klo dia mesum.. hahahhahahahaha
      mereka berdua emang lucu banget… main mulu klo disuruh tidur ngambek… itu nyata yang mereka g mau tidur… kekekekekekekeke *stalkerin ryu jin*

      iya dong… tp spesialnya buat aku banget. kekekekeke
      terharu? terima kasih… aku bkinnya juga lebay banget! hahahahahaha, tapi memang seperti adanya, aku tidak berusaha mendramatisir, meski memang aku suka benget yang lebay-lebay… secara kadang2 oppa kan juga lebay sumpah!

  13. Huwaaaa aku telat sungguh sangat telat #buagh

    ff’a tdk mmbosankan kok eonnie.. apalgi end’a, eh salah.. missing story’a, lucuu.. itu minyoung keliatan cerewet’a #plakk
    buahahaha tau aja dirimu aku tdk bs ngurus bayi..hehe

    ini enak bgt yah jd eonnie, oppa yg ultah eonnie yg dpt surprise, aku jg pen.. *minta surprise ke minho*

    Eonniie~ya, mataku berair membaca do’amu utk oppa.. nyeseeekkk nie ati skligus trharu.. andai yah,1thn lg sisa umurku,aku rela mmbuang’a separuh sja,menukar’a demi brsm minho.

    • telat? hahahahahahha
      tapi datar na… missing scenesnya dibikin untuk mengurangi monotonnya… kebiasaan klo bikin oneshoot aku selalu komedi di akhir… meski garing….
      emang, km kan selalu blg “onnie, klo ryu jin bisa jaga, tapi yong jin ga bisa, min young aja kali.”

      enak? gondok iya, kejutannya juga biasa aja seperti biasanya…
      minta ke minho? kan udah kemaren memacu adrenalin diculik, hahahahahaha

      berair? kenapa jadi pada mellow si? aku memang lagi mellow si bikinnya, hahahahhaha, nyampe yah feel nya….

  14. Oppa, akhir’a aku bisa komen meski gravatarku ga msuk #plakk

    SAENGIL CHUKKAE~ Nae Jung Soo oppa.. semoga pjg umur,sehat n sukses selalu.. n hbunganmu dg fika eonnie lancar” saja.. wish u all the best.. smga apa yg kau mau trcapai n selalu bahagia brsama kamii.. *ga bs merangkai kt” nih* #gabruxx –‘

    ah, berikan senyummu utk eonnie yg sdg sakit oppa.. dia tdk enak badan,td mlm begadang menyiapkan ultahmu,siang’a dia malas mkn,tmbah lesu.. ayo rr semua,do’ain eunkyo eonnie jg moga dia smbuh n sllu bhgia

    • semoga hubungannya dengan eun kyo na, buka fika… fika itu dibalik layar… yag beerperan itu eun kyo…
      amiiiiiinnnnnnn semoga do’a2 kit atentangnya terkabul…

      bahagia bersama kami itu harus dan tentu saja… karena hanya kita ynag dia miliki… *inget lagu from u, lagunya asik tapi mengharukan*

      gwaenchana rae na~ya, aku sudah mulai baikan, aku lupa makan hari sabtu, cuma duduk depan leppi dari pagi ga makan… sore cm makan mie… malam jug amakan mie… mana begadang lagi… greget aku kalo g selesai ff nya… pengennya post pas jam 12 korea, tapi kita 1 jam lebih lambat, jadi g mungkin, lagian ff nya juga belom kelar… jam 2an malam baru post…
      ini udah tidur dari habis magrib sampe setengah 5, jadi ga sahur. aku juga g mandi sore, takut menggigil nantinya… belum mandi wajib, g bisa puasa hari ini, lagian juga ga sahur…

  15. UNNIE SYANG HANI BANI SWITI MELODI..
    maaf yah maaf banget aku jarang bahkan ga pernah komen ff kamu untuk beberapa bulan ini.
    abis gimana ya??
    aku baca ff kamu malem mau bobo. kalo engga pas aku kerja. itu juga mesti berenti berenti. aku kan sebenernya ga suka banget baca sambil berenti2 gitu. ga seru. aku jadi lupa sama ceritanya.

    oke balik kecerita.
    aku demen sedeman demennya sama eunkyo.ahdeuuuhhhh. adegan ngambek2nya aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

    eh jungsoo, plis dehh
    itu rahasia kamar kamu kenapa mesti dikasih tau ke anak !!!!!
    astaga *remes dada siwon*

    trus nih yaa. kenapa juga, si raena sama minho ga ngapa ngapain ???
    padahal di mlt episode terakhir. aku suka banget.

    unni, kamu tau ga ???
    sekarang kadar cinta aku ke sandeul udah berkurang. sekarang aku lagi demam baekhyun exo.
    gimana dong ???

    eh udah dulu yaaa….

    babai…

    • aku tau kamu sibuk…cieeeeeee yg udah kerja…
      wadoh kasian… itu padahal pendek aja loh, cm 15 lembar… hihi…
      ngambek? aku akhir2 ini emosian entah kenapa…
      hihihihi tau noh oppa main bongkar rahasia kamar!

      itu mah rahasia umu cintamu mudah luntur… siapa lg yg jd korban? dede exo lagi? *geleng2 kepala*

      memangnya mereka mau ngapain? ini kanultah oppa… kenapa jd harus minna yg NC-an? dasar otak udang… ups salah, otak yadong…

  16. huaaaa kangen MLT (T_T) bkin side story lg ya eonn
    saengil chukae jungsoo oppa smoga mkin mesum slamanya ? Eh’!
    Hahahahahaahah minna couple kpan pengen pnya baby tu minho uda bisa jd appa yg baek mau mandi’in ryu jin +gnti po”knya yong jin enak dech yg jd raena
    minkyu kpan nyusul minna ?
    LIKE THIS FAMILY STORY

  17. SAENGIL CHUKAE JUNG SOO AHJUSIII!😄
    ga kerasa teuki oppa udah 30 tahun, tapi tetep aja mukanya kaya anak belasa tahun😄

    Omo eonni ceritanya ga membosankan ko, malah seru! Banget malah!
    Makin suka ma teukyo dan minna couple! Ga tau kenapa, mungkin penggambaran yang eonni ceritain bikin aku kesemsem(?) sama mereka!
    Oke buat teuki oppa, AKU MENCINTAI MU! Terima kasih telah hidup dengan baik dan menjadi leader yang hebat! Aku, ELF akan selalu mendukungmu dan terus mendoakan yang terbaik untuk mu dan para member SUPER JUNIOR! SARANGHAE! *cipokin member satu satu*

    Aigo~ maaf eon aku jadi ngomong ga jelas kaya gini -,-

    • terima kasih pujiannya tapi nyelekit juga…
      untung kalo km ngerasa feelnya, soalnya aku rada gimana gitu…
      makin suka? hahahahahahahaha terima kasih…
      ne, kita akan selalu mendukukung mereka! sampai kapanpun….

  18. Huwaa so sweet Eon mau dong punya suami jungsoo oppa *ngarep*

    Yg ultah sapa, yg kasih surprise sapa. Tapi idenya beda nih dari ff ultah yg lain. Soalnya yg ultah yg kasih surprise hehe
    Bagus kok Eon. Jangan bosen dooong, kalo bosen nulis liat aja MV Sexy Free & Single dijamin gak bosen deh😀

    • ayo cari suamin….

      yang ultah oppa, tapi yang dikasih kejutan itu aku… kebayang dong seberapa cintanya dia sama aku? ultah lain dari yang lain…
      oh itu mah udah berkali-kali aku tontn…

  19. Mianh mianh,,,komen nya lamaaa
    si saya ga bsa sring2 ngenet skrg
    kasian amat tuh min yong ma kyu kegigit nyamuk..spertinya oppa sengja ngerjai mrka,,
    saengil chukaeeee nae sarang oppa*chu oppa*
    Fika jgn suka ngambek2 ahhh,,ntar jd lbih tua dri oppa*kabuuuuuurrr*

    • aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh onnie ah!! fika tetep yang paling muda….
      hihihihihihihihi, semut onn semut…
      engga dikerjain ko, cuma kebetulan aja ada semut lagi baris…
      makasih onn… tapi chu nya jangan lama2…

  20. uwaaaaa……aigo..ini jung soo oppa romantis amat ya..
    aghh,, jadi iri deh,,
    uweee,,,,,
    oen,,bisa pesen soo oppa yg kaya gitu g???

    soo oppa.. neo sexy, free and ????
    hahaha…

  21. mimisan.. *mana tissue,mana tissue!?

    romantis, pgn punya appa kayak jungsoo.. loh?
    ryujin-aa ayo kita tukar posisi otte?? hee..

  22. Hai onnie aku reader baru disini. Slm kenal ya.
    Tar FF yg lain aku komen2 lg aku br smpet baca yg ini tar dilanjut lagi ok onnie.
    Bye onnie ^_^
    Fanfic’e bagus bgt palagi kebetulan biasku teuk oppa.
    Teuk oppa disini romantis bngt walopun da nyeleneh dikit pie ku suka

  23. JUMMAAAAAA…. INGET AKU?? HEHEHE,, MAAP BARU NONGOL,

    HAHAHAHA Baca ni ff telat bgt ya saya?? Aduh ucapan selamat ultah.a g berlaku dong??…

    Wah yong jin imut bgt deh,, ryu jin~a.. Emang eomma mu segitu seremnya ya?? Apa lebih serem daripada monster?? *dijitak jumma*

    ini yg ultah siapa, yg dpt kejutan siapa?? Ckckck,,
    kasian min yong sampe d.gigitin semut,,

    eh jumma, jumma itu hotelnya, yg waktu itu jung soo ‘beli’ eunkyo bukan???

    Ok sepertinya sekian cuap-cuap saya,, buat ajussi yg makin nyebelin di ff jumma,, happy birthday ya, jangan sering selingkuh,, entar si jumma bisa kena darah tinggi ..
    Hahahaha

    • inget doooonnnggg
      km udah lama g kesini, maksudnya nongol disini…
      iya terlambat, sebagai hukumannya angkat kaki sebelah!!
      pastinya dong ryu sama yong imut….
      iya betul sekali, itu pas yang jung soo beli eun kyo

  24. itu yang ulang tahun siapa sih?? jungsoo apa eun kyo?? hahaahaa😀
    pengen deh punya suami yang baik dan romantis kaya jung soo. ngga kaya suamiku *lirik kyuhyun*

    ngebayangin pas rae na ngerawat ryu jin sama yong jin. pasti ribet banget. haha
    tapi kayanya bisa diatasi sama minho. iya kan oppa? *colek minho*

    seru eonni. daebak lah eonni ku yang satu ini.
    annyeong eonni. *hormat bareng kyuhyun*

  25. aah so sweet!
    q heran,np q nglwtn ff nie ya pas bc MLT kmrn?
    jeongmal pabo-imnida!hehehe
    tp q koq jd sedih y onn bc note terahir onnie!
    q sedih cz ngbyngin Teukppa yg bntr lg brngkt wamil!
    g rela rasax hrus pisah 2th m dy!
    2th g bs nglyt dy perform sm superman qt yg lain,i can’t..!😥
    nglyt dy nangis smbl naxa apkah qt bkal tetep nunggu dy tu bkin q bner2 xesek!
    oppa,ampe kpnpun qt elf bkal nunggu oppa balik,g peduli sbrp lm itu!
    Teuk oppa Hwaiting!
    Kyo onnie jg hrus sbr y nunggux!
    kn dbarak tntara sna g ad cwe,jd g sh cmburu2 lg!hehehe

    • lah? kenap di lwatin, tapi sekarang dah baca kan?
      sedih? orang ceritanya seru…
      relakan saja oppa wamil…
      meski kit ag rela juga g bakalan nunda wamil oppa… udah mentok tuh dia…
      dia jg pasti takut banegt… kasian oppa…

  26. oppa jungsoo tambah romantis pokoknya so sweet…

    setelah melahirkan kadar cemburu eunkyo kok malah meningkat berarti makin cinta ya ama suami…
    ckckck…

  27. mian eon, dah sering baca ini ff tp lum sempet koment.
    terlalu tersepona dengan keromantisan jungsoo oppa,,,
    jadi bingung mw komentnya gimana ???
    sulit diungkapkan dengan kata2,,, #ceile…
    pokokokek Te O Pe Be Ge Te dech….
    mau MLT side story lagi… lagi,,, dan lagiiiii…….!!!!#ala teletubies😀

  28. Eon…aku comment part 15 d sini ajah…gr2 sinyal ilang commentku td…males ngulang lg…hehee…
    Aku suka ceritanyaaaa…dan terlebih lg aku suka karna happy ending…wkwkwk…
    Eon,cerita cintanya minyoung ma kyu kurang jelaaaaasss…gmn bisa ko mreka bisa deket gtu…intinya minta dibikin lg gtu tentang ntu couple…wkwkwk…
    Huwaaa…suka sangat hubungan jin’s brother ma omma appanya…so cuteeee…jd pengen cepetan married plus punya anak abis baca ini…hahahaa…amiiiiinnn…#hlo

  29. ternyata kau tidak jadi ke jeju tapi ke hotel..
    hooohoho
    ni Minna couple tetp aja ribut,
    sabar ya minho untuk dapat anak,
    kan yang penting kau dapat jatah..
    wkkwwkkwkwk

  30. Jungsoo oppa romantis x..
    Eunkyo pasti terharu banget deh..
    apalagi uda marah2 duluan ama Jungsoo.. wkwkkw…
    Kapan nih Minho ama Raena pny anak??
    Klo Minho sih pasti uda bisa ngurus.. Raena nih yg jd masalahnya.. wkwkwk

  31. ya ampun liat jung soo oppa beneran so sweet , aku juga mau punya suami kayak jung soo oppa .

    Bener2 keluarga yng bahagia deh liat keluarganya jung soo oppa .
    Apalagi ryu jin dia sayang banget sama adiknya meskipun kadang2 sedikit musuh sama adiknya🙂

  32. Eaaaaa…..!! Kejutan yang hebat, uhh romantis😀 ituu ada suamikuu kuyuyun :*:* jangan selingkuh oppa!!-_-
    eonni,jjang!!!!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s