Minna Couple : Saranghae Yeongwonhi

Standar

AUTHOR : PARK HYUNCHAN

Where you are, I will be there too
Where you go, I will go there too

I smile for you every day, I pray for you
With thoughts of you, I fall asleep – I open my eyes as I call for you
You protect me by my side and you embrace me
You are my heaven

You’re my only one way
Only for you – I am Thankful That I am next to you
You’re the only one babe
You taught me love in this harsh world – I am happy with you alone

Heaven
If we’re together we will never never never cry cry
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven x2
Forever, together – never gonna be alone

I breathe in your arms, we kiss in your arms
When I hear your voice, it feels like I’m dreaming
I can tell from your eyes, I can tell about your love
You are my heaven

Heaven – only my person, yes the person WHO will protect me
Any sadness, any pain – if only I’m with you
I’m not jealous of anyone else – hold my two hands Trembling
Because the reason I live is you

PARK  RAENA  POV

Kubiarkan  air  mataku  mengalir  di  kedua  pipiku. Ini  tidak  sebanding  dengan  rasa  sakit  yang  terus  menjalar  dalam  relung  hatiku. Beribu  kata  seandainya  selalu  terngiang  tanpa  henti. Suaranya  masih  terus  menggema  dalam  pendengaranku.

“yakkkkkk,,choi  minho, berhenti  mengikutiku”

“aku  hanya  memastikan  kau  baik  baik  saja” ia  kembali  menunjukkan  wajah  cuek  nya

“justru  aku  baik  baik  saja  kalau  kau  berhenti  menguntitku” aku  kembali  melangkah  dengan  cepat

“jagy,,,aku  kan  ingin  menjagamu”

“berhenti  memanggilku  jagy,,kita  tidak  ada  hubungan” ku  balikkan  badanku  menghadapnya

“kalau  begitu  jawab  pernyataan  cintaku  sekarang  juga,,jadi  kita  bisa  punya  hubungan”  ia  tersenyum  lebar, aku  tahu  itu  bukan  senyum  manisnya.melainkan  senyum  liciknya.

“shireoo”

Kurasakan  angin  membelai  tubuhku. Terus  ku pejamkan  mataku  meresapi  semua  hal  yang  kini  mulai  mengabur  dari  ingatanku. Tapi  semua  hal  tentangnya  tak  akan  pernah  kuhapus. Semua  hal  termasuk  pemaksaan  pemaksaan  yang  di lakukannya  padaku. Dulu  aku  memang  merasa  tertanggu  dengan  semua  itu. tapi  saat  ini  aku  sangat  merindukannya. Rindu  dengan  senyum evilnya  yang  membuatku  berdebar. Choi  minho, aku  ingin  mendengar  kata  cintamu  padaku  hari  ini.

“saranghae  park  raena”

Kubuka  mataku  secepat  yang  kubisa. Aku  tak  ingin  dirinya  menghilang  saat  aku  membuat  jeda  untuk  membuka  mataku.

Kembali  hanya  helaan  nafas  yang  bisa  kukeluarkan  dari  mulutku  karena  tak  hanya  dirinya  yang  hilang, berikut  bayang  bayangnya.

“minho-ya, saranghae,,”

“bukankah  ini  yang  kau  ingin  dengar  dari  bibirku  selama  ini”

Bibirku  bergetar  mengucapkan  kata  kata  itu. kata  itu  tidak  pernah  ku ucapkan  di  depannya. Itu  kulakukan  karena  aku  ingin  mengucapkan  kata  itu  saat  kami  menikah  suatu  saat  nanti. Aku  sangat  mencintainya, sangat.

***

KRIIIINNGGG

Ku  usap  kedua  mataku  untuk  menyesuaikan  dengan  cahaya  yang  masuk  lewat  celah  celah  jendela  kamarku.

“good  morning  jagi-ya”

Kutolehkan  denga  cepat  kepalaku  ke arah  samping. Kosong,,tak  ada  siapapun  di sampingku. Tapi  suaranya  masih  begitu  jelas  kudengar.

Ku  raih  gambarnya  yang  terletak  di  atas  meja  di samping  tempat  tidurku. Ku  usap  lembut  permukaan  gambar  itu. gambar  yang  memperlihatkan  seorang  namja  dengan  senyum  bahagianya.

“kau  ada  di  sekitarku  kan,  kau  selalu  bilang  kau  akan  menjagaku. Jadi  aku  yakin  kau  selalu  bersamaku”

“good  morning  choi  minho ssi” ku cium  gambarnya, setelah  itu  ku letakkan  kembali  ke atas  meja.

Ku  langkahkan  kakiku  menuju  kamar  mandi. Hari  ini  aku  harus  kuliah. Dengan  kuliah  aku  kembali  merasa  ada  di dekatnya.

***

“masih  memikirkannya?”

Aku  tersadar  dari  lamunanku  tentang  minho. Junhyung  mengambil  tempat  duduk  di sampingku.

“jika  dia  melihatmu  duduk  di  sebelahku  seperti  ini, dia  pasti  akan  menyeretku  untuk  segera  menjauhimu”

“dari  awal  aku  sudah  tau  kalau  kau  sangat  mecintainya, tapi  gengsimu  mengalahkan  segalanya”

Aku  tersenyum  mendengar  ocehan  junhyung. Dia  satu  satunya  orang  yang  selalu  mmbuat  minho  merasa  takut. Aku  memang  dekat  degan  junhyung  tapi  hanya  sebatas  berteman  saja.ia  teman  curhat  yang  baik. Kalau  dengan  minho, dia  adalah  teman  bertengkar  yang  paling  baik. Setiap  bertemu  kami  selalu  ribut. Tapi  itu  yang  membuatku  selalu  ingin  bertemu  dengannya.

Tidak  ada  cerita  dalam  hidupku  yang  tidak  ada  minho  di  dalamnya. Dan  itu  berlangsung  selama  enam  bulan. Hal  yang  paling  menyebalkan  menurutku, justru  malah  ku inginkan  saat  ini.

CHOI  MINHO  POV

Enam  bulan  lamanya  aku  menantikan  kata  itu  terucap  dari  bibirnya. Akhirnya  ia  mengucapkannya, meskipun  di  penghujung  kepergianku. Tapi  setidaknya  aku  bahagia  dapat  mendengarnya  secara  langsung. Apalagi  ia  mengatakan  itu  setiap  hari.

Aku  selalu  mengatakan  padanya  kalau  aku  akan  selalu  menjaganya. Dan  saat  ini  itulah  yang  kulakukan.menjaganya  dari  namja  yang  bernama  junhyung. Namja  yang  selalu  terlihat  dekat  dengannya.

Dulu  aku  selalu  cemburu  dan  marah  saat  melihat  ia  sedang  berdekatan  dengan  junhyung. Tapi  beberapa  minggu  ini  perasaan  tidak  jelasku  itu  hilang  seiring  kudengar  pernyataan  cintanya  setiap  hari. Aku  yakin  ada  aku  setiap  saat  di  hatinya.

Pagi  tadi  ku  ucapkan  selamat  pagi  padanya. Ia  mungkin  menganggap  itu  hanya  halusinasinya. Tak  apa, yang  penting  ia  mendengar  ucapanku. Dan  aku  akan  selalu  mengatakannya  selama  aku  masih  berada  di  dunia  yang  sama  dengannya. Setidaknya  hingga  waktuku  habis.

Tak  sanggup  kalau  harus  melihat  air  matanya  terus  mengalir  karena  diriku. Selama  ini  ke inginanku  adalah  membuatnya  bahagia, bukan  berurai  air  mata. Aku  ingin  ia  bisa  dengan  segera  tersenyum  lagi  seperti  dulu. Meskipun  senyum  itu  bukan  untukku, tapi  setidaknya  ia  tak  terlihat  murung  dan  hancur.

“mianhae  jagi-ya, aku  tak  bisa  terus  ada  di dekatmu. Tapi  aku  mengawasimu, menjagamu, selamanya”

“berhentilah  menangis  raena-ya. Itu  bukan  dirimu”

Raena  yang  ku kenal  adalah  gadis  yang  kuat. Gadis  yang  tangguh. Itulah  yang  membuat  aku  begitu  mencintainya.

“aku  tak  pernah  meninggalkanmu”

RAENA  POV

Kulangkahkan  kakiku  dengan  pasti  menuju  rumah  abadi  minho. Ku coba  untuk  terus  kuat  dan  tegar. Aku  tau  minho  tidak  ingin melihat  raena  yang  lemah. Semua  ini  sudah  takdir. Saat  dulu  aku  bertemu  dengannya  adalah  takdir. Dan  saat  ia  pergi  meninggalkanku  karena  kecelakaan  yang  membuatnya  terbaring  koma  hingga  tak  terselamatkan, itu  juga  merupakan  takdir.

Kuhentikan  sejenak  langkah  kakiku  karena  melihat  seseorang  yang  begitu  kukenal  ada  di samping  pusara  minho.

“annyeong   hasseyeo  choi  ahjumma” ku  bungkukkan  badanku saat  ia  sudah  menoleh  ke arahku

“raena,,annyeong  raena-ya. Aigoo,,sudah  lama  kita  tidak  bertemu” choi  ahjumma  memelukku. Ia  masih  tetap  hangat  seperti  dulu.saat  pertama  kali  minho  memaksaku  untuk  bertemu  dengan  eommanya.

“ahjumma  apa  kabar?”

“seperti  yang  kau  lihat. Aku  masih  belajar  untuk  menerima  semuanya.kau  tau  kan  kalau  ia  satu  satunya  anakku”

“kita  berdua  sama  sama  sedang  belajar  meng ikhlaskan  orang  yang  kita  cintai  ahjumma. Tapi  cobaan  ini  pasti  lebih  berat  buat  ahjumma”

“gomawo  raena-ya,  kau  masih  setia  mengujungi  makam  minho. Coba  cari  penggantinya. Jangan  larut  dalam  kesedihanmu,arasseo,,”

“ne  ahjumma”

Ia  memelukku  erat. Sangat  bersyukur  bisa  mengenal  orang  yang  begitu  baik  hati  sepertinya.

“ahjumma  pulang  duluan  raena-ya,,lain  kali  datanglah  berkunjung  ke  rumah, agar  aku  memiliki  teman  bicara”

“ye  ahjumma, lain  kali  aku  pasti  akan  datang  berkunjung”

Ia  tersenyum  dan   melangkah  meninggalkan ku. Semakin  jauh

Ku  taburkan  bunga  warna  warni  pada  makamnya.setitik  air  mataku  kembali  jatuh. Karena  tak  ingin  ia  melihatku  bersedih, aku  langsung  menghapus  air  mataku.

“annyeong  minho-ya,,ternyata  kau  mewarisi  sifat  penyayang  dari  ibumu. Jika  sifat  pemaksamu   itu  kau  dapat  dari  mana?” ku seka  air  mataku  yang  terus  mengalir  deras

“kau  bahagia  disana?  Tentu  saja,bodoh  sekali  aku  menanyakan  hal  itu. semua  orang  pasti  akan  kesana  suatu  saat  nanti. Kau  bersedia  menungguku  kan”

“aku  tau  kau  selalu  ada  di  sampingku  dan  mendengar  apapun  yang  selalu  ku  ucapkan. Aku  masih  ingat  dengan  janjimu  yang  akan  selalu  menjagaku. Setiap  pagi  aku  sengaja  mengatakan  bahwa  aku  mencintaimu, agar  kau  mendengar  langsung  dari  mulutku”

Kusentuh  namanya  yang  tertulis  di  nisan.

“aku  akan  mengatakannya  setiap  hari  untukmu. Meski  tidak  dengan  ucapan, aku  akan  mengatakannya  dengan  hatiku. Agar  kau  tidak  ragu  lagi  padaku.”

“saranghae  minho-ya. Jeongmal  saranghae”

Kutahan  isakanku  yang  sudah  hampir  meledak. Kupandangi   terus  makamnya.aku  mulai  berjalan  menjauhi  tempat  di mana  ia  beristirahat. Aku  berjanji  akan  selalu  mengunjunginya.

Kurasakan  seseorang  mengikutiku  berjalan. Dan  aku  berharap  itu  minho. Dengan  sedikit  kepercayaan  diri, kubalikkan  badanku.

“kau  pasti  berpikir  bahwa  aku  adalah  minho. Mianh  kalau  kau  kecewa”

“gwaenchana,,meski  aku  berharap  sebesar  apapun, itu  hanyalah  anganku.yahh, setidaknya  aku  masih  memiliki  sahabat  yang  akan  selalu  ada  di sampingku  untuk  menghiburku”

“arasseo,,kajja”

Aku  dan  junhyung  berjalan  menuju  mobilnya. Sebelum  masuk  ke  dalam  mobil  ku  pandangi  sejenak  makam  minho. Aku  tersenyum. Aku  juga  tau  ia  tersenyum  di  sana. Aku  akan  bahagia  minho-ya. Untukmu.

END

NOTE : lagi  lagi  Cuma  kata  maaf  yang  bisa  saya  berikan  pada  semua  yang  membaca  ff  saya. Karena  selalu  memberikan  ff  yang  pendek. Tapi  saya  ga bisa  ngasih  yang  lebih  panjang  dari  ini. Udah  pernah  nyoba  tapi  gagal  terus. Mungkin  karena  memang  saya  ga  bakat  kali ya,hahahahahaha. Mianh  buat  adik  ipar  angkat  saya  karena  di  kasih ff  yang  ga  sesuai  denagn  kemauan. Semoga  isinya  ga  mengecewakan. Mungkin  ini  oneshoot  terakhir  dari  saya. Karena  udah  niat  mau  mundur  dari  yang  berbau  tulis  menulis. Jeongmal  gamshahamnida  buat  fika  yang  udah  mau  post  semua  ff  dariku.juga  buat  readersnim, jeongmal  gamshahamnida  udah  mau  membaca  karya  gadungan  saya. Untuk  ff  yang  ber part  yang  saya  buat  kemaren, pasti  saya  lanjutin  kok. Gomawooooo#bow  breng  yeppa#

Vikos Say : kyaaaaaaaaa mianhae, ini ff padahal udah aku terima sekitar hari Jum’at, bener ga onn? mianhae baru publish sekarang… aku soalnya kemaren lagi sibuk, ditambah lagi jaringan wi-fi mati.Dan aku, beneran beli moddem sodara-sodara, meski sinyalnya abal-abal, tapi ga papa lah, subuh sampai sore sinyalnya lumayan, jadi sekarang aku cuma bergentayangan sekitar jam segitu, tidak 24 jam lagi… Demi apa aye beli modem *lirik tabungan buat Oppadeul* demi readers saya tercinta, muah muah… ok, bagi yang kangen Minna, drabble ini semoga bisa mengobati kangennya, bukan drabble juga si, shortshoot kali yah? Gomawo buat Indah onn, menyelamatkanku dari tagihan ff Minna… *bow bareng Donghae*

22 responses »

  1. Kereeeennnn *Q*
    Ah eonn. aku baru bangun tidur langsung pengen nangis jadinya. tragis ya T_T

    Anw, minho coretmantankucoret meninggal kenapa? Ini aku yang kelewetan baca gara gara mata baru kebuka setengah atau apa? .____.V

  2. Kenapa banyak ff tragis di wp ini…huuffttt….*hela nafas nahan mewek* aihhh…semua mati,sayang kan??cakep2 mati..???kasian raena apalagii saya.*LOL!* inii keren FFnya..feelnya dapet kalo menurut aku cuma kurang panjang..*tetep* DAEBAK lah..

  3. Jaahh sad ending (lagi), hri nie raena sm eunkyo eonni sm2 jd janda…!!
    Ekh kga deng raena sm minong kn lom nikah yaaa,
    wlau pun nie ff pendek bhkn sngat amat pendek *plaakk*
    tp ttp ngena bgd!!

  4. Bkin sesak deh bcany..
    Tp ttp ska ..
    Tpi sad end.. Fufuffu jd mau meneteskan air mta nih..

    Lain kli bkn yg happy end ea..
    Kekeke
    #sok maksa

  5. ini cuma acting pemirsaaaa…………!!! kaga ada minho meninggal., dia masih setia di samping saya., *lirik minho yg lagi tidur nyanyak*

    indah eon dendam kesumat kayaknya sama saya., kenapa sie eon??? saya jd nangis taaauuuu., saya kan ga bisa klo tanpa minho.,

    minho banguuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnn.,!! jangan mati, kita belum punya anak tau, katanya kamu mau punya anak sama aku kan?? ayo bangun!!! *boro2 punya anak nikah aja belon*

    pemirsa, katanya indah eon mo pensiun, jangan di kasih yah., masa iya karya terakhir tragis begindang??? kudu ada sequel !! ayo kita demo., buahahahaa

    saya kesusahan komen di wp ini, berasa orang asing tau ga pemirsa? padahal saya udah merasa ini rumah sendiri., bagaimana rasanya merasa terasingkan dari rumah sendiri??? bener2 enak rasanya pemirsa., yummy #lol semoga kali ini bisa komen meski gaje.,kkk~ gomawo untuk eonnie-eonnie ku sayang., *cipok2 indah eon* ga mau cipok fika eon soalnya.,hahahaa

    • yak! durhaka kamu yah!!!!
      emang susah katanya kmoen disini… onnie aja bkin yang baru noh… entah kenapa skrg wp bertingkah…
      merasa asing? situnya sibuk sendiri…
      disini masih yang sama seperti dulu, setahun yang lalu… aaaaaahhhhhhhhh sebentar lagi 1 taon…

      onnie, iya ah onnie jangan pensiun… sedih aye onn tetua saya tercinta kaga ada…. kajiimaaaaaaaaa
      *lebay banget dah ah aye…*
      beuh! kaga mau cium saya? berarti minho yg bakalan nyium saya, sini de, bangkit dari kubur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s