Please Stay (TeuKyo Couple)

Standar

AUTHOR : CHO HYUN AH

{ If I asked you, would you stay here with me? Like we used to be… }

P.S : maaf kalo timeline-nya ngebingungin. Pokoknya yang di italic+warnabiru itu flashback~~^^

P.S lagi: emang ini mau dipublish? OWO publish aja deh ya/plak

*~*~*~*~*~*~*~

Suara langkah Jungsoo terdengar menuruni tangga dengan cepat. Pria itu mendekap sebuah dokumen dalam map berwarna coklat tua. Ini benar-benar dokumen yang ‘itu’. Yang akan mengakhiri semuanya. Membawanya ke masa depan yang baru–yang entah akan serasa seperti di neraka atau menjadi surga yang lain untuknya, dia tidak tahu. Sejujurnya, dia sama sekali tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini.

Di belakangnya berdiri megah kantor kejaksaan kota. Bebrapa hari lagi, ia akan berada di sana bersama istrinya, Park Eun-Kyo.

Jungsoo mengendarai mobil dengan kecepatan pelan. Membuka kaca, dan memilih menikmati udara malam yang menusuk tulang sambil memikirkan segalanya; apakah pilihannya sudah tepat? Apakah ia akan terkesan egois dan kekanakan jika melakukan ini?

Ya, dia dan Eun-Kyo telah menikah selama empat tahun. Jungsoo selalu berpikir bahwa eun-Kyo adalah satu-satunya wanita yang mengisi hatinya. Wanita itu berhasil membuat Jungsoo memikirkannya selama 24 jam setiap hari, tanpa henti.

Tapi, cinta mereka yang begitu murni memburuk drai waktu ke waktu. Akhir-akhir ini yang mereka lakukan hanyalah bertengkar karena hal yang kelewat sepele. Dan bahkan, selama seminggu ini mereka telah pisah ranjang.

Setelah memarkir sedan sliver itu di garasi, Jungsoo berjalan masuk ke dalam rumah. Rumah ini adalah rumah ternyaman yang pernah ditempatinya. Semua barang-barangnya dipilih bersama. Ia ingat betapa senangnya Eun-Kyo saat bisa memilih furnitur sendiri. Mereka selalu berkompromi soal selera masing-masing. Tentang barang apa yang wanita itu suka, dan barang apa yang ia suka.

Jungsoo menatap rumah yang sepi itu dengan tatapan kosong, lalu berjalan menuju dapur. Ia mengusap setiap konter yang dilewatinya sembari berjalan, dan akhirnya meletakkan dokumen berisi surat cerai itu di konter paling pojok sebelum melangkahkan kakinya lagi keluar.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Sungguh Eun-Kyo takut kembali ke rumah dimana dia bisa melihat pria itu. Ingatan tentang argumen mereka semalam berputar di kepalanya. Seperti kaset rusak yang selalu mengulang bagian yang sama yang paling dibencinya; ketika Jungsoo membanting pintu dengan kasar lalu keluar dari rumah.

Tapi tetap saja, ia kembali ke rumah itu. Masuk lalu meletakkan tasnya di konter dapur setelah melepas high heels merah marun yang membalut kakinya. Eun-Kyo membuka kulkas, mengambil sebotol air dingin lalu menuangkannya ke gelas kaca. Saat hendak pergi ke kamar, matanya menangkap bayangan sebuah map coklat di konter pojok. Didorong rasa penasaran, Eun-Kyo mengambil map itu lalu melihat isinya.

Tentu saja isi dokumen itu adalah doanya yang entah kenapa keluar secara tiba-tiba dari mulutnya kemarin. Yang kebetulah didengar Tuhan, dan Tuhan mengabulkan doanya. Eun-Kyo mencengkram kertas itu hingga tak berbentuk lagi dengan perasaan tak karuan.

*~*~*~*~*~*~*~*~~

“CERAI?! KAU GILA, HYUNG?” suara Sungmin yang biasanya lembut, kali ini menggelegar. Kaget? Tentu saja! Untung saja ini di rumahnya.

Jungsoo hanya menoleh tak peduli dan memilih menuangkan segelas soju lagi.

“Oh, Hyung. Aku tahu kalian sudah mengalami masa-masa berat. Tapi kenapa kau harus nekat? Maksudku–bercerai? Yang benar saja!” Sungmin menggeleng tak percaya.

“Eun-Kyo yang memulai. Dia yang meminta, dan aku memang terlalu baik sehingga mau mengabulkan doanya,”

“Cerewet dan adang terlalu jujur adalah sifat alami wanita kan? Tidakkah kau pikir… perceraian terlalu berlebihan, Hyung? Apalagi hanya karena hal sepele,”

“Kau takkan mengerti, bocah.” Balas Jungsoo.

“Jika aku tidak mengerti, itu karena kau tidak menjelaskan secara detail.” Ucap Sungmin tidak puas. “Bukankah kau sudah tergila-gila padanya sejak pertama kali bertemu dengannya? Apa bedanya berpacaran dengan menikah? Hanya penambahan tanggung jawab yang leih besar.”

“Tanggung jawab tak hanya berakhir disana. Aku tidak punya mata di punggung yang bisa mengawasi apapun di belakangku. Kami harus saling mengerti satu sama lain, dan kupikir kami tak bisa melakukannya.”

“Bukankah karena itu kau menikah dengannya?” tanya Sungmin. “Untuk menjadikannya orang yang paking mengerti soal dirimu? Kalau kau berfikir tak bisa melakukannya, kenapa kalian bisa bertahan sampai empat tahun?”

Jungsoo memilih diam sambil bertopang dagu.

“Tidak semua orang bisa saling mengerti tiap saat,” jelas Sungmin. “itulah mengapa kalian perlu bicara satu sama lain,”

Jungsoo berkata lirih, “Kami tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan sejak kuliah.”

Eun-Kyo mengerti segala tentang dirinya sejak lima tahun lalu—dihitung dari awal masa pacaran mereka—wanita itu selalu tahu saat ia sedang kesulitan,  bahkan tanpa perlu menceritakannya, dan selalu memberi semangat. Tapi tampaknya, akhir-akhir ini Eun-Kyo bahkan tak peduli padanya. Ketika Jungsoo sedang stress, Eun-Kyo akan merecokinya soal tagihan dan hal lain, yang pada akhirnya, mereka selalu berakhir dengan berteriak satu sama lain.

“Menurutku, kalian memang benar-benar bicara serius dengan kepala dingin,” saran Sungmin. “Kalian hanya peduli padah masalah pribadi, dan tidak sadar apakah yang lainnya memiliki masalah juga.”

Mungkin memang karena itu Eun-Kyo sering marah padanya. Dia tidak terlihat dapat memahami makna tersirat di balik hal-hal yang dianggap penting oleh Eun-Kyo. Seperti guci indah berwarna biru pemberian Heerin—teman Eun-Kyo—yang dipecahkannya secara tidak sengaja bulan lalu. Eun-Kyo menganggap hadiah dari sahabatnya adalah hal yang tidak bisa digantikan dengan apapun, karena barang itu diberikan dengan penuh perasaan. Dia bahkan telah lupa pada ulang tahun pernikahan mereka.

Mungkin, Jungsoo memang harus mulai mengingat-ingat lagi tentang saat-saat ketika Eun-Kyo berarti besar untuknya.

*~*~*~*~*~*~*

Jungsoo berumur 25 tahun menyusuri trotoar jalan di Seoul tanpa rasa takut sedikitpun.  Angin malam yang menerpa wajahnya tidak dipedulikan. Salju dingin yang masuk ke sepatunya dan nyaris membuat kakinya serasa beku juga tidak dipedulikan. Yang dia tahu, dia harus bertemu Eun-Kyo sekarang.

Jungsoo baru saja mendapat kabar bahwa rumah Eun-Kyo kebakaran. Semuanya berubah menjadi abu dalam sekejap. Tidak ada yang tahu apakah Eun-Kyo terluka atau tidak.

“Tuhan tolong selamatkan dia,” Jungsoo berdoa dalam hati di setiap langkahnya.

Akhirnya ia tiba di rumah yang sudah berwarna hitam. Masih ada api kecil yang memercik keluar. Salju di sekitar rumah itu sudah meleleh, bahkan rumput hijau yang biasanya ada di kala musim semi ikut terbakar. Hal pertama yang menarik pehatiannya ketika tiba adalah truk pemadam kebakaran berwarna merah yang besar, dan orang-orang yang mengerumuni rumah itu.

Dia berteriak memanggil nama Eun-Kyo, berharap gadis itu selamat. Dan jungsoo baru berhenti ketika mendegar seseorang balik memanggil namanya. Orang itu Eun-Kyo, Jungsoo tahu itu. Pria itu menoleh dan melihat Eun-Kyo membungkus dirinya dengan selimut tebal di deapn ambulans. Jungsoo akhirnya merasa oksigen memenuhi paru-parunya lagi. Ia berlari ke arah eunkyu lalu memeuknya erat.

Oppa, kau… kenapa?”

“Kupikir kau tidak selamat. Kau tidak tahu betapa paniknya aku tadi!”

“Oke, oke. Oppa lihat kan, aku tidak apa-apa? Sekarang lepaskan aku kalau kau tidak mau aku mati kehabisan nafas,”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~~

“Kau sedang memikirkannya, kan? Kalau kau memikirkannya sampai begitu, itu berarti dia sangat berarti untukmu, hyung. Dia berarti lebih daripada yang kau sadari. Ini akan menjadi hal paling memalukan jika kau tetap ingin bercerai. Jika kau berpikir lagi, kau mungkin akan menyadari kalau kau sangat bodoh. Akan menjadi hal paling sia-sia jika kau tetap ingin bercerai, tapi kau tahu kau tak bisa hidup secara normal tanpanya.” Jelas sungmin panjang lebar. dia tidak mau hyung-nya ini menyengsarakan dirinya sendiri.

Tentu saja. Dia mencintai Eun-Kyo. Sangat.

“Jika kau mencintainya, kenapa kau selalu bertengkar dengannya?”

“Karena kalian berdua sangat keras kepala dan kalian bersaing dalam hal itu. Jika kau mengingat tentang ciuman pertama kalian atau pertama kalinya kalian kencan, hatimu pasti akan luluh, hyung. Jadi mana yang lebih penting?”

Jungsoo mengingat lagi saat-saat itu. Ketika orangtua Eun-Kyo dinyatakan tidak selamat, dan akhirnya gadis itu tinggal di apartemen sahabatnya, Shin Heerin. Ketika ia memikirkan gadis itu tiap hari dan tidak bisa berhenti dan akhirnya ia berani mengunjungi gadis itu. Bahkan ia masih ingat pipi Eun-Kyo yang berubah warna menjadi merah muda ketika ia mengutarakan perasaannya.

Itulah darimana segalanya dimulai lima tahun lalu, dan setahun kemudia, mereka memutuskan untuk menikah. Mereka melewati banyak hal bersama, dan dia akan mengahncurkan semua memori indah itu lewat sebuah kertas? Dia pasti sedang kerasukan saat itu.

Hyung, jangan bilang kau sudah menandatangani surat itu,”

Jungsoo tersenyum cerah lalu berdiri dari duduknya. “Tidak akan. Gomaweo, Sungmin-a! kau adalah konsultan pernikahan terbaik! Aku pergi dulu!”

“Hei! Aku bukan konsultan! Aish,”

*~*~*~*~*~*~*~*

“APA?! Kau bercanda eonni. Ha-ha lucu sekali,”

Untung saja ada banyak makanan di meja restoran itu yang memisahkan mereka. Eun-Kyo memutar bola matanya kesal. Mentap Heerin dengan pandangan aku-tidak-bercanda-wahai-orang-tidak-peka!

“Tapi kalaupun benar… ini masih empat tahun eonni. Bukankah orang yang bercerai itu biasanya di tahun ke 10 atau 20-an?”

“Astaga, SHIN HEERIN!” Eun-Kyo yang kelewat kesal membanting sumpitnya. Menunda waktu untuk mencoba bulgogi di hadapannya.

Heerin melihat ke sekeliling restoran, dan tersenyum meminta maaf pada pegawai yang sedari tadi memperhatikan mereka. Ia menoleh lagi pada Eun-Kyo, dan menutup mulunya dengan tanga. “Mianhae, aku kelepasan..”

“Oke, terima kasih sudah menyebarkan isu soal peerceraianku. Jeongmal gomaweoyo.”

Heerin mengambil gelas berisi jus jeruk di hadapannya dan meminum isinya terburu-buru hinga tersisa setengahnya. “Maaf… kau kan tahu aku, eonni, tapi kenapa kalian mau bercerai?”

“Aku tidak tahu. Aku sangat marah saat itu, jadi aku tidak bisa mengontrol kata-kata yang keluar dari mulutku. Aku tidak benar-benar bermaksud begitu, aku hanya sedang terlampau marah. Menurutmu apa itu salahku?”

“Tentu saja!” Heerin berkata dengan suara kencang lagi. “Kau seharusnya berpikir tentang apa yang akan kau ucapkan. Mungkin bagimu itu tidak ada artnya, eonni. Tapi bagi orang lain, itu bisa berpengaruh! Lagipula apa yang terjadi, sih?”

“Hanya beberapa pertengkaran bodoh,” jawab Eun-Kyo malas. “Aku tidak berlagak seperti tahu segalanya, tapi dia selalu tidak suka dengan apa yang aku ingin dia lakukan. Bahkan dia belum mencoba mengarjakannya,”

“Apakah kau yakin telah ‘meminta’ bantuan padanya atau ‘memaksa’nya memberikan bantuan?” tanya Heerin sambil memasukkan sepotong tteokboki ke mulutnya. Eun-Kyo meloto.

“Oke, eonni. Aku hanya bercanda,”

“Lupakan. Jadi menurutmu aku harus bagaimana?”

“Oh ayolah, eonni,  kau baru menikah dengannya selama empat tahun. Berikan Jungsoo oppa sedikit kebebasan. Kau terlalu melarangnya. Bahkan kau melarangnya pergi ke pesta ulang tahun perusaahan. Ya benar saja,” komentar Heerin.

 “Tidak! Aku bilang tidak!” teriak Eun-Kyo. “Memangnya apa yang akan kau lakukan di sana, oppa? Minum-minum, eh? Aku tidak mau kau pulang dalam keadaan mabuk!”

“Apa kau bercanda? Salahkah aku ikut acara ulang tahun perusahaan?!” balas Jungsoo emosi

“Ya, Salah! Kalu kau masih mau pergi, lebih baik pergi dan jangan kembali lagi.”

“YA! Park Eun-Kyo!”

“Terserah kau, oppa.” Eun-Kyo lalu masuk ke kamar dan membanting pintu.

Eun-Kyo tahu, memang dia yang sering mempermasalahkan hal kecil. Tapi dia tidak ma uterus-terusan dibilang paling bersalah.

“Itu bukan salahku,itu semua demi kebaikannya” Eun-Kyo menggelengkan kepalanya.

Eonni sungguh keras kepala,” komentar Heerin.

“Dan aku bangga akan hal itu.”

“Sungguh buruk, kau bangga akan kekuranganmu?” Heerin meminum sisa jus jeruknya sampai habis lalu berkomentar lagi. “Apakah minta maaf sebegitu sulitnya? Dia juga pasti akan minta maaf karena merasa bersalah. tenang saja, eonni bukan satu-satunya orang yang merasa bersalah.”

Heerin menghela nafas panjang. “Aku tidak berpikir eonni menginginkan perceraian itu. Sesuatu yang dikatakan saat kesal, bukan berarti sesuatu yang kau ingnkan. Eonni harus segera minta maaf. Ini masih bisa diselamatkan,”

“Cih. Kau sahabat yang tak bisa diandalkan. Sebagai gantinya, bayar makananku.” Eun-Kyo berdiri lalu berjalan keluar restoran. Meninggalan Heerin sendiri dengan ekspresi kaget.

“Aduh, uangku cukup tidak ya….”

*~*~*~*~*~*~*~*~*

Di sore yang cerah itu, Eun-Kyo berjalan menuju rumahnya dengan ekspresi wajah yang berganti-ganti. Sebentar senang, lalu sedih, dan berganti menjadi marah. Setelah tiba dirumah, ia membuka pintu kamanya dan  Jungsoo, dan menganga setelah menyadari Jungsoo sedang duduk di ranjang dan tersenyum padanya. Mendadak sel sarafnya menjadi beku. Matanya seolah tak mampu menyampaikan informasi yang baru saja dilihatnya. Kakinya tak mau bergerak.

Tubuhnya menjadi panas-dingin saat Jungso menghampirinya dan langsung memeluknya. Membenamkan kepala di lehernya dan berbisik “Maafkan aku,” lalu meniup-niup telinganya.

Jungsoo melepas pelukannya lalu menarik Eun-Kyo agar duduk di ranjang. “Ayo bicara. Aku akan mendengrakan apapun yang keluar dari mulutmu tanpa interupsi.”

“Maaf aku selalu berteriak padamu. Maaf atas semua kesalahanku, oppa. Aku sama sekali tidak mau bercerai denganmu. Aku hanya sedang marah saat itu,”

Jungsoo menyisir rambut halus Eun-Kyo dengan jemari tangannya. “Aku tahu,”

“Aku mau kita mulai lagi dari awal dan memperbaiki segalanya,” kata Eun-Kyo dengan mata berair. “Aku tetap mencintaimu. Dan aku tidak mau kita begini lagi, oppa.”

“Aku tahu. Nado saranghae, yeobo,”

*~*~*~*~*~*

Setelah mencuci piring sisa makan malam tadi, Eun-Kyo langsung pergi ke kamar dengan niat berganti baju. Tapi, baru saja dia membuka pintu, Jungsoo langsung memeluknya. Eun-Kyo memukul punggung Jungsoo keras-keras hingga akhirnya pria itu melepaskan pelukanya dengan wajah meringis.

“Kau menakutiku, oppa. Jangan tiba-tiba.”

Jungsoo malah menyeringai dan menarik lengan Eun-Kyo hingga jatuh tertidur di atas kasur. “Buaknkah ini cara yang terbaik untuk memeperbaiki?”

Eun-Kyo menghela nafas pangan dengan bosan. “Yang benar saja oppa. Sana, aku mau mandi dulu,”

“Kalau aku tak mau melepasmu, bagaimana?” bisik Jungsoo di telinga Eun-Kyo, lalu memberikan ciuman ringan di kelopak mata, lalu turun ke hidung, dan terakhir di bibir. “Pokoknya aku takkan melepasmu malam ini. Kalau perlu sampai besok.”

TBC  maksudnya The End ._.

Hyun-Ah’s gaje notes:

Annyeong~ Cho Hyun-Ah imnida /waves/ adik kandung Cho Kyuhyun yang terbuang, istri Lee Sungmin, selingkuhan Chen, dan mantan pacar yg masih mencintai Suho disini. Oh, Kenapa aku gak masukin namaku disini? Karna aku gak mau gabung sama generasi tua. Aku kan masih muda ya, demennya ama yang muda *peluk Chen*digampar all cast* peace, cuma bercanda kok~

OHMYJONGDAE, APA INI?! Pendek bgt! Maafkan imajinasi malamku, eonn. Aku memang suka absurd kalo tengah malam =3=sebenrnya sih ini modifikasi mimpi temenku, hahaha.  Judul gajelas, checked. Cerita ngalor-ngidul, checked. Terlalu fluffy, double checked. Ending gajelas, triple checked. Mungkin aku sedang kerasukan manusia pas bikin ini. Tapi aku senang membuat TeuKyo menderita di awal😛 Maaf kalo rada nyerempet. Ah kenapa minta maaf ya? Disini kan banyak yang demen juga, hahahaha. Pokoknya aku bikin nyerempet ya, kalo udah ada nc-nya berarti itu ulah fika eon(?) udah ah punggungku pegel daritadi ngetik mulu-.- dadah~ kalo komen…….aku kasih seratus perak deh. Janji! =))

Vikos Say :

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku suka aku suka… keren keren… hahahahahahaha *iyalah, kan dibikinin masa ga seneng* setuju… hanya memperbanyak rasa tanggungjawab aja bedanya… padahal aku pengen loh dibikinin NC tapinya , masa iya minta bikinin anak sekolah, itu melanggar hukum hehehehehehehehehe, oke lah kalau begitu siapapun yang baca mesti komen, sekali lagi ini bukan tulisan aku yah, diatasnya udah ada nama Authornya… jadi harap dibaca baik-baik sebelum nyelonong baca ke ceritanya…

86 responses »

  1. hyunaa.. adik iparku yg cantik tp evil ga ketulungan.. ini bnr” daebakk..!!
    aku suka pake bgt loohh..
    cuma krg panjang + krg NC /plakk
    hihi..

    ternyataaaa walopung kamu yadong, evil, dan lain” tp kamu hebat bikin ffnya.. hihihi..

    ff yg buat aku mana..? hihihi.. aku mnt yg nc yach.. hihi..

    @fika eon,
    mana mlt / omelete nyaaa..?
    kok aku jd kyk tukang tagih ff yah…?
    hihi..

    • halo cellon kakak iparku yg yadong gak ketulungan tapi aku tetep bingung kyu oppa memilihmu 8D

      Minta NC ama anak sekolahan nan lugu sepertiku? Omaygat *tampang horror* aku mau bikin sekuel buat ini malah. hahaha /tabokplis/
      Pendek? OwO miannn. aku males ngetiknya. kalo dilanjutin kan jadinya ehem😛

  2. Hyunaaaaaaa….aku jg mau d bkinin ff /plakk
    knp gk skalian NC kn nanggung ituuu..haha
    TeuKyo mndrita d awal..ending sllu bhagia haha :)) ff’na yukiii keren.. TOP bgt dahh
    salam hangat peluk cium dari nara hahahaha /abaikan/

  3. eunkyo onnieeeeeeee, tega bener nyuruh aq byr makanan, aq kan blm dpt jatah bulanan dr ayank iwon, *lirik dompet…
    hyunaaaaaaaaa, bgus ih, cma nyerempet ternyata, qraen nabrak hahaha,
    itu oppa ska.nya maen serobot ye, g’ liat lmpu lalulintas geto, kna tilang bru tw rasa *ngomong paan seh,
    kependekan tp hyun, qraen oppa bakal ngerayu dgn rayuan maut dlu bru eunkyo onnie mw rujuk, kan lbh afdol geto,
    okay, ini sudah ngelantur kmna”, aq tunggu yg heewon kelar hyun,hahaha

    • yak! aku kaga suka dirayuuuuuuuuuuu
      cukup di elus aja cukupppppp…
      kaga boleh… dia masih anak2, *pdhl minta dibikinin NC jg*
      buahahahahahaha, bukan salahku jika dirimu tetap menjadi orang yang teraniaya yah…

      • *nangis dpelukan siwon, onnie tega dueh, untung q g’ dsuruh nyuci piring ma yg punya warung,,
        msa g’ ska drayu onnie,? pdhal oppa gombalnha selangit kdelapan(?) hahaha
        nah lo hyun, banyak yg mnta NC, ne org pda yadong yak otaknya *yg ngomong ikutan pdhal,hahahaha

  4. Caellaahh Hyun Ah bisa bqin ff jg toh, qrain cm bisa nebeng pulang doang!!
    #plaakk
    hehehe
    brcnda *kissHug hyuna*
    ff’a bgus q0 kga kalah noh sm ff’a fika eonni,
    *lirik eonni*
    tp lbih bgus lg klo ad NC’a nih…wkwkwk
    ttp otak’a yadong!!

    • nebeng itu keahlian peratma *plak* engga ko, dia author juga sebenernya… dmana yuk? km srg ngirim ff kemana??
      nah loh! aku jug amaunya bgitu, tapi jangan ah, dia masih sekolah…
      ini mah bagus banget…

      • dan merayu kyu dengan aegyo itu keahlian kedua. ceelah.
        Iyadong kan nebengers :3 gratis lho enak~

        pada mikir nc ye._. pengen bgt aku bikin nc? bikin gak yaaa *nyolot*plak*
        ngirim ff? aku paling ke acc FFnet ku. Tp itu ff jepang .____.

  5. ya ampun…ngakak aku bacanya hyun ah,,salam kenal kembali^^
    rapi,,bahsanya gimana gitu gak ngebosenin,,trus kayak bisa ngebayangan per adegannya kayak gimana,,lucu plus serius…
    ceritanya sweet…maniss!!
    suka juga ama note gajenya yang terakhir,,full checked,,hahhaaa

    kama gak mau gabung ama generati tua (?)?? aku ngakak pas baca ini,,hahaaa

  6. Rapi? Makasiihh. Tadi abis disetrika yesung sih~

    Sebenernya ada yg aneh tp gaada yg nyadar. Masa eeteuk abis minum soju kaga mabok? Oke alhamdulillah gaada yg nyadar /taboked
    Iyalah aku gamau gabung ama generasi tua. Aku kan masih imut lugu dan lucu~

    Ohiya, aku kan udah janji…ini seratus peraknya mau ditransfer ke rekening yang mana ya?😛

  7. muahahahahahaaa…..sumpaaaaaah ini FF bikin aq suteress bacanya, awalnye sueriusss sampai konsen penuh tak mau ada kalimat yg ketinggalan untungnya akhirnya membahagiakan aaah senengnya klo pasangan itu saling mau memahami satu sama lain kekekekkkk….

    daebakkk daebak author ^^

  8. Mwo?? Dah kelar ya? Unnie kira dituntasin ampe ryujin lahir wkwkwk

    Anyeong yun ah..anyeong fika. . .fanfiction expres ini ya ! @ditabok yun ah@

  9. oen,, FF nya nanggung banget tuh,,

    kenapa di kasih END, seharusnya tuh di jabarin teukyo nya lagi ngapain….
    yah siapa tau ajakan tuh pasangan ngecet kamar semaleman atau nabokin nyamuk kan..

    jadi otakku g mikir yg “iya-iya” ngirain mereka lagi proses buat Ryu Jin..
    hahahaha….

  10. Nahhh!! Bener bgt! Orang TeuKyo mau memburu nyamuk! Pikirannya pada ence semua sih ya=))

    makasih udah komen~ /lempar seratus perak/

    • Hiyyyaaaaaaaaaaaaaaa…………..akhirnya bisa ngomen…..ini authornya KOCAK kaliii…nyahahhaa…#ngefans aiihhh…SUKA BEUDDD AMA HYUNA ato HYUN AH siii…??*bodo* ini authorr pasti imuttt2…#kayak aku,sesama ank sekolahan!PLOK!aahhhh…DAEBAK ini!!!bahasanya ituuu looo..mak NJLEB #apadeee..
      Hihihi….seneng teukyo d bikin cere…*d tabok* ayoo SEQUELLL!!!ini ryu jinnya mana???

      • Kocak, gyahahaha iya aku emang kocak ><
        TUHKAN FANSKU NAMBAH LAGI B) WAKAKAKA /capsjebol
        iya aku masih imut imut, lugu, polos, dan baik hati :3 aku baru mau masuk sma bwahahaha.
        Bahasanya kenapa? banyak typo ya? owo
        Ryu-Jin…. ada sama emaknya tuh /tabok

    • Hiyyyaaaaaaaaaaaaaaa…………..akhirnya bisa ngomen…..ini authornya KOCAK kaliii…nyahahhaa…#ngefans aiihhh…SUKA BEUDDD AMA HYUNA ato HYUN AH siii…??*bodo* ini authorr pasti imuttt2…#kayak aku,sesama ank sekolahan!PLOK!aahhhh…DAEBAK ini!!!bahasanya ituuu looo..mak NJLEB #apadeee..
      Hihihi….seneng teukyo d bikin cere…*d tabok* ayoo SEQUELLL!!!ini ryu jinnya mana???
      ……..

  11. Jinjja daebak.
    Aku suka.
    Itu nama authornya *nunjuk nama author di atas* kirain anaknya KyuNa, eh taunya adik nya Kyu yang terbuang.
    Nuntut Sequel.
    Harus ada sequel dan harus ada NC nya #loh? *otakyadong*

  12. Bgus ,, emng sih pendek,, tp aq ska pas minnie oppa ngasih petuah2 am jungsoo ahjussie #di pelototi fika eon..
    Hehehe ‘V’
    tp ending ny ga mengecewakan.. Krn aq lbh ska am ksah2 happy end,,
    once again,, nice ff
    joa…

  13. Trnyta author.a ade.a kyuppa(wlpun trbuang hehe peace hehee) knlin aku keynie imnida istri sah kyuppa jdi author ade ipar ku ne hahahahahah,,,
    #ngomong.a mkn gaje ea aku mianhae author yg baik hehee aku ska FF.a kya crta khdupan nyta dlm rmh tgga,,,,hal sepele mnjdi hal yg bsar ,,,,,

  14. Walah ada lagi nih. Kyu oppa nikah berapa kali sih?! Aku bilang eomma ya, punya banyak selingkuhan! *cakar kyu*
    Mwehehehe. Iyasih, hal kecil bisa jadi hal besar dalam segala hal. Tergantung sudut pandang orang #eyak #tumbenbener

  15. Annyeong Cho Hyun Ah-ssi😀
    Aku manggil nya apa ni Eonni atau author? Umurku 17 th:/

    Wuahh adiknya cho kyuhyun ya? ko aku ga tahu sih? Aku kan istrinya kyuhyun *dirajam sparkyu* kkk~

    Sumpah ceritanya keren! Rada nyesek juga denger mereka cerai, gatau kenapa -,-

    Diakhir kata SAYA SUKA NOTES GAJE ANDA! HAHAHA *ups

  16. HUAAAA ITU ITU NCNYA NANGGUUUNNNGGG! *nunjuknunjuk*
    Aduh aduh sakit kepala aku bayangin NC-nya
    Muehehehehhee #plaak
    Keren kok ffnyaa, tapi sayang kurang NC! GYAHAHAHAHAHA *mulaikhilaf*
    huahuahuahua, okedeh, segitu aja commentku huahuahuahua.. sequeeell yaaa;;)
    *kedipkedipinmata*
    bubyyyeeee~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s