TeuKyo : My Wife (Part 1)

Standar

my wife

AUTHOR : STRAWBERRY ANGEL (PUPUT)

 

Seperti mawar merah,

Kau menusuk hatiku dengan duri karena kata-katamu

Seperti tato,

Kau mengukir sangat dalam sehingga aku terluka,

Aku mencoba untuk melupakanmu…

Tapi, sayangnya aku masih belum bisa melupakanmu

 

 

Eun Kyo POV

Aku begitu bodoh!!! Bodoh karena sampai saat ini aku masih tetap bertahan disisinya, sedang aku tahu bahwa sejak dulu dia tak pernah menatapku sama sekali. Dia Park Jung Soo suamiku, lelaki yang menikahiku sejak 1 tahun yang lalu karena perjodohan.

Park Eun Kyo, itu nama asliku. Menikah atau tidak dengan namja itu, margaku tidak akan berubah. Aku yatim piatu, appa dan eommaku meninggal karena kecelakaan saat aku masih berusia 6 tahun. Dan setelah itu, aku dibesarkan oleh kakek dan nenekku. Usia ku sekarang sudah menginjak angka 26, jadi sangat wajar bukan jika aku sudah menjadi istri sekarang.

Aku tahu bahwa sejak awal Jung Soo memang tidak mencintaiku dan dia terpaksa menikahiku untuk memenuhi permintaan neneknya yang sedang sakit keras. Mungkin inilah awal penderitaan hidupnya, menikahi gadis cacat yang hanya akan mempersulit dirinya. Gadis dibalik kursi roda yang sama sekali tak bisa dibanggakan.

***************

Otakku memang sudah tak berfungsi rupanya? Sejak 3 bulan yang lalu, aku menjalani hobi baruku. Setiap sabtu malam aku akan duduk di depan TV untuk melihat kemesraan suamiku dengan istri pura-puranya di reality show We Got Married. Dan seperti minggu-minggu sebelumnya, sabtu ini pun aku melakukan hal yang sama, membiarkan hatiku terluka.

Aku tersenyum kecut mendapatinya memperkenalkan gadis yang menjadi istri pura-puranya dengan bangga pada publik. Sedangkan aku? yang notabene adalah istri sahnya, nyaris bermimpi untuk mendapatkan perlakuan itu darinya.

Pernikahan kami saja harus ditutup-tutupi dari publik, dengan alasan dia adalah artis terkenal dan dia takut fansnya akan meninggalkannya saat dia menikah. Terlebih lagi dia memiliki seorang istri cacat sepertiku, seorang gadis dibalik kursi roda yang bahkan tak bisa berbuat apa-apa. Dongsaeng satu grupnya saja tidak pernah tahu tentang pernikahan kami.

Kami memang tidak tinggal bersama, dia pulang ke rumah hanya 1 bulan sekali untuk menjengukku. Di awal pernikahan, kami tinggal bersama karena waktu itu neneknya masih hidup dan mengawasi pernikahan kami, tapi setelah halmeoni meninggal 8 bulan yang lalu, dia memutuskan untuk tidak tinggal serumah denganku. Dia memilih tinggal di dorm bersama member Super Junior.

Jika kau berpikir aku ini yeoja tidak waras yang bersedia begitu saja disia-siakan olehnya, kau salah besar. Aku seratus persen dalam keadaan sehat, aku normal. Hanya saja, aku terlampau mencintainya.

Kau tahu, aku cacat seperti ini hanya semata-mata untuk menyelamatkannya dari peristiwa tabrak lari itu…..

 

Flasback 3 tahun yang lalu…

“Eun Kyo-ya…kapan kau akan melanjutkan study-mu ke Paris? Sayang sekali jika kau tak menyalurkan bakatmu di tempat yang benar, semua design-mu sangat indah. Aku yakin, kau akan menjadi perancang busana terkenal nanti” ujar Min Ji, teman sekampusku.

“Molla…aku harus meminta persetujuan dari Harabeoji lebih dulu. Dia masih belum memberiku izin untuk berada jauh dari Korea” aku menoleh ke arah jalan raya. Mataku hampir melompat keluar saat aku melihat sosok itu dalam fokus retinaku. Park Jung Soo atau Leeteuk, leader Super Junior yang digandrungi jutaan gadis di hampir seluruh belahan dunia, tak terkecuali aku.

Dia tidak setampan Siwon, rekan segrupnya atau memiliki suara indah seperti Yesung, dongsaengnya yang menjabat sebagai Lead vocal di Super Junior. Tapi, namja itu punya ribuan pesona lain yang dapat menjerat hati siapa pun untuk beralih menatapnya. Pesonanya terlalu berbahaya, nyaris merusak semua organ tubuhmu.

Di mataku, dia namja istimewa. Lelaki yang bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain disaat hatinya sedang berantakan. Figur leader yang menjadi tameng pelindung pertama untuk Super Junior dan dongsaengnya. Hyung yang rela terbangun di malam hari untuk menjemput dongsaengnya yang mabuk-mabukan, sedang disiang harinya tubuhnya remuk akibat terlalu lelah bekerja.

Aku rasa sangatlah wajar jika hatiku memilih untuk menempatkannya sebagai lelaki teristimewa setelah Appa.

Dia hendak menyebrang jalan dan  seketika nafasku hampir putus, saat dari arah yang berlawanan aku melihat sebuah mobil melaju kencang dan ……

“AWASSSSSS”

BRAK

Sayup-sayup aku mendengar suara Min Ji yang histeris memanggil namaku. Lalu semuanya berubah menjadi gelap.

******************

Setelah kecelakaan itu aku mengalami koma selama sebulan dan saat aku terbangun, aku harus menerima kenyataan pahit bahwa kakiku lumpuh. Aku mendapat kabar jika Leeteuk dibawa keluarganya ke Amerika, dia harus menjalani operasi di kepalanya akibat benturan keras saat aku menyelamatkannya waktu itu.

Menurut Minji, Leeteuk bisa dioperasi di Korea. Tapi mengingat dia itu seorang artis terkenal dan pihak SME tidak mau rugi dengan kehilangan sumber devisanya, maka pihak SME yang memaksa Leeteuk untuk menjalani operasi di Amerika.

Flashback End*****

 

Dunia memang sempit, aku kira kami tidak akan bertemu lagi. tapi kenyataannya, neneknya dan nenekku adalah sahabat baik. Mereka sudah berjanji untuk menikahkan anak mereka, namun sayangnya baik nenekku dan neneknya sama-sama memiliki putra laki-laki. Dan pada akhirnya perjodohan ini jatuh ke tanganku dan Leeteuk.

Tadinya aku menolak keras perjodohan ini, aku tidak amu menikah. Aku tidak mau lelaki yang menjadi suamiku harus menanggung malu karena memiliki istri cacat seperti diriku.

Tapi waktu itu, neneknya sakit keras dan meminta kami menikah secepatnya sebelum dia tutup usia. Kami tak punya pilihan dan pernikahan ini pun berlangsung.

Masih terekam kuat dalam ingatanku sesaat sebelum pernikahan, dia mendatangi kamarku dan berkata…

“Mianhe, aku tidak mencintaimu, jadi aku minta kau jangan terlalu banyak berharap padaku. Pernikahan ini hanya untuk menyenangkan hati halmeoni-ku saja. Jadi, kau dan aku sama-sama bebas untuk memiliki pasangan masing-masing. Mungkin aku akan menceraikanmu di tahun kedua pernikahan kita, aku harap kau setuju” ujar Jung Soo padaku.

Dan waktu itu aku mengangguk setuju, aku merasa tidak berhak untuk menolak. Memangnya gadis cacat tak berharga sepertiku, pantas menjadi pendamping dirinya yang sempurna? Kurasa semua orang pun sudah tahu jawabannya. Tidak.

###########

Leeteuk POV

Aku melajukan audiku dengan kecepatan sedang menuju daerah Nowon, rumah istriku. Ini jadwal rutinanku menjenguknya, 2 bulan ke depan aku tak bisa menjenguknya karena jadwalku yang makin menggila.

Jujur aku begitu lelah akhir-akhir ini, konser, reality show dan siaran radio nyaris menggerogoti kesehatanku. Tapi, aku bertahan demi Super Junior dan satu lagi alasanku akhir-akhir ini, Kang Sora. Istri virtualku di WGM. Pertama kali aku bertemu dengannya 3 bulan lalu, aku merasa ada chemistry diantara kami. Dia gadis yang cantik sekaligus menarik.

Aku jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengannya besok pagi di lokasi syuting.

**********************

Aku memarkirkan mobilku di halaman rumah. Seperti biasa, aku akan mendapat senyuman hangat dari wajah istriku setiap kali aku pulang ke rumah.

“Kau sudah pulang oppa” sambut Eun Kyo sambil tersenyum.

Aku mengangguk lalu mendorong kursi rodanya masuk ke dalam rumah.

“Oppa aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, sebaiknya kau berendam sebentar. Itu akan membuat rileks otot-ototmu” ujarnya lalu memberiku handuk.

“Ne, gomaweo” kataku meraih handuk dari tangannya.

“Itu sudah menjadi tugasku oppa, tak perlu berterima kasih” Eun Kyo menarik kursi rodanya keluar dari kamarku.

Aku mengikuti sarannya untuk berendam. Otot-ototku seolah mengendur saat bersentuhan dengan air hangat ini.

*******************

Autor POV

Eun Kyo menyiapkan makan malam, toppoki dan jus strawberi makanan favorit suaminya. Eun Kyo tersenyum sendiri, meluapkan kebahagiannya setiap kali Leeteuk datang menjenguk.

“Nona, kau sangat cantik saat tersenyum. Ajjhuma berharap jika senyuman ini bisa menghiasi wajah nona setiap hari” seru Jung ajjhuma berhenti sejenak dari aktivitasnya memotong sayuran.

“Gomaweo ajjhuma…” jawab Eun Kyo dengan senyum simpul.

“Nona, berapa hari tuan akan menginap disini?” tanya Jung ajjhuma.

“Besok oppa pulang ajjhuma, dia tidak bisa lama-lama disini. Dia sangat sibuk dengan semua jadwalnya” celoteh gadis itu.

“Apa itu cukup nona? Kalian hanya bertemu 1 kali dalam sebulan dan itu pun hanya semalam”. Eun Kyo menatap Jung ajjhuma lalu tersenyum lagi. Senyuman hangat gadis ini, seolah tak pernah menyiratkan kesedihan. Gadis ini terlalu cerdik menyembunyikan kesedihannya sendirian.

“Dari pada tidak sama sekali. Kedatangan oppa cukup membuatku senang”.

Jung ajjhuma memaksa menarik garis bibirnya untuk tersenyum. Jauh di dalam hatinya, dia merasa sedih melihat nona mudanya yang telah dia anggap seperti putri kandungnya, harus menjalani kehidupan rumah tangganya setragis ini.

“Ah, oppa ayo makan malam dulu. Aku sudah menyiapkan toppoki kesukaanmu” ujar Eun Kyo setelah melihat Leeteuk yang baru keluar kamar.

“Aku sudah makan sebelum kesini, jadi kau saja yang makan. Aku mau tidur dulu, tubuhku lelah sekali” jawab Leeteuk lalu berlalu menuju kamarnya. Tapi sesaat sebelum kakinya menginjak lantai kamar, Eun Kyo menahan langkahnya.

“Oppa apa kau mau aku pijat? Mungkin itu akan sedikit mengurangi lelahmu oppa, bagaimana?” tawar Eun Kyo dengan penuh harap.

“Aniyo, aku hanya perlu tidur. Kau makan saja. Oh ya, besok bangunkan aku pagi-pagi, aku harus tiba di Seoul sebelum pukul 10” pesan Leeteuk pada Eun Kyo. Gadis itu mengangguk dan membiarkan Leeteuk masuk ke kamar.

Tak ada bantahan sedikit pun atau sekedar protes yang terlontar dari mulut gadis itu. Ini menjadi pemandangan yang lumrah sejak 8 bulan yang lalu. Gadis itu masih terpaku di tempatnya, menahan lonjakan air matanya yang hampir tumpah membasahi pipinya. Dia menggenggam erat tangannya sendiri, mencoba berkompromi dengan air matanya agar tidak keluar di depan orang lain.

“Nona, sebaiknya nona makan dulu. Sejak pagi nona belum makan kan? Mari ajjhuma temani” Jung ajjhuma mendekati Eun Kyo dan mendorong kursi roda gadis itu ke meja makan.

“Ne, ajjhuma perutku sudah sangat lapar. Ayo kita makan…” seru Eun Kyo seriang mungkin.

************

Eun Kyo POV

 

Aku melihat Jung Soo oppa baru keluar dari kamarnya. Dia memakai piyama yang tadi aku siapkan. Senang rasanya bisa melihat wajah itu lagi secara langsung, biasanya aku hanya melihat wajahnya di TV.

“Ah, oppa ayo makan malam dulu. Aku sudah menyiapkan toppoki kesukaanmu” ujarku sambil menatapnya intens. Aku jadi ingat bahwa lambungku sama sekali belum tersentuh makanan sejak pagi. Pantas saja saat memasak tadi kepalaku agak berdenyut.

“Aku sudah makan sebelum kesini, jadi kau saja yang makan. Aku mau tidur dulu, tubuhku lelah sekali” jawab Jung Soo oppa hendak menuju kamar. Sebisa mungkin aku menahan langkahnya. Aku hanya ingin melihatnya lebih lama, apa itu terlalu berlebihan?

“Oppa apa kau mau aku pijat? Mungkin itu akan sedikit mengurangi lelahmu oppa, bagaimana?” ujarku berusaha meyakinkannya.

“Aniyo, aku hanya perlu tidur. Kau makan saja. Oh ya, besok bangunkan aku pagi-pagi, aku harus tiba di Seoul sebelum pukul 10” perintahnya kemudian bergegas masuk ke kamarnya. Aku hanya bisa menatap pintu kamarnya yang tertutup, andai mata ini bisa tembus pandang. Aku ingin menatapnya lagi. Aku merindukanmu oppa….Sangat.

Air mataku mendesak keluar, bukan karena aku sakit hati dia perlakukan seperti ini. Tapi lebih karena aku terlalu merindukannya, kami hanya bertemu beberapa menit saja tadi dan besok dia harus kembali ke Seoul pagi-pagi. Andai saja aku menahannya untuk tidak bergegas mandi, mungkin aku bisa menatapnya sedikit lebih lama.

*******************

Aku terbangun dari tidurku, lalu menoleh ke sisi tempat tidur. Ah, masih jam 5 pagi rupanya. Aku meregangkan otot-ototku sejenak sambil sesekali menguap karena aku baru tidur jam 2 pagi.

Hari ini oppa harus berangkat pagi-pagi, aku harus bergegas menyiapkan sarapan pagi untuknya. Aku tidak mau jika dia pergi dengan perut kosong.

Ku tarik kursi rodaku perlahan dan mencoba memindahkan bobot tubuhku ke atas kursi roda itu. Aku sudah biasa melakukannya sendiri jadi tak perlu membuat orang lain repot bukan?

Dari arah dapur sudah terdengar suara gemercik air dan dentingan pelan piring beserta gelas yang saling beradu. Tampaknya ajjhuma bangun lebih pagi dariku. Aku mengambil kimci dan beberapa bahan lain untuk membuat nasi goreng.

“Oh, nona sudah bangun?” tanya ajjhuma padaku.

“Ne ajjhuma, aku harus bangun pagi untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suamiku” jawabku.

“Nona biarkan ajjuma saja yang menyiapkan sarapan untuk tuan, nona sebaiknya tidur lagi. Ini masih terlalu pagi”.

“Gwenchanayo ajjhuma, aku saja yang menyiapkan sarapan untuknya. Hanya sekali dalam sebulan aku bisa merasakan peranku sebagai istri. Dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini” aku tersenyum lalu mengambil pisau dapur.

“Ah ye, saya mengerti. Nona, bukankah hari ini jadwal nona untuk terapi di rumah sakit? Dokter Lee sudah menelpon ajjhuma untuk segera membawa nona ke RS”.

“Ne ajjhuma, terima kasih telah mengingatkanku. Aku tidak ingat jika hari ini adalah jadwal terapiku” ujarku sambil nyengir.

“Nona ajjhuma yakin, tidak lama lagi nona bisa berjalan kembali. Nona hanya perlu berusaha lebih keras untuk sembuh. Ajjhuma sudah tidak sabar melihat nona berlari-lari seperti dulu” aku menghentikan aktivitasku dan melangkah mendekatinya. Aku memeluk ajjhuma sesaat, mencoba menyalurkan rasa terima kasihku padanya melalui bahasa tubuh.

“Aku sudah dewasa ajjhuma, aku tidak mungkin berlari-lari keliling rumah seperti yang biasa kulakukan saat masih anak-anak. Ajjhuma lupa bahwa nona kecilmu ini sekarang sudah bersuami?” candaku padanya.

“Ah benar, sekarang nona kecil ajjhuma telah tumbuh dewasa menjadi seorang gadis cantik, dan itu artinya ajjhuma pun sudah bertambah tua. Aigoo, kenapa ajjhuma terkadang lupa bahwa kulit ini sudah semakin keriput?” aku tertawa mendengar penuturan ajjhuma. Aku bersyukur memiliki ajjhuma, setidaknya aku masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu darinya.

Kami meneruskan pekerjaan yang tadi sempat tertunda sejenak. Aku melirik jam yang tergantung di dapur. Pukul 6 pagi. Apa aku membangunkannya sekarang saja? perjalanan Nowon-Seoul memakan waktu 2 jam, kasihan oppa jika harus tergesa-gesa pergi kesana.

Aku mendorong kursi rodaku ke kamarnya. Lalu ku ketuk pintu kamarnya agak keras, Jung Soo oppa agak sulit dibangunkan, mungkin karena dia terlalu lelah dengan pekerjaannya.

“Oppa…bangunlah…Kau harus ke Seoul pagi ini. Oppa…” teriakku dari depan pintu kamarnya.

Aish, oppa benar-benar seperti orang mati jika sedang tidur. Aku kembali menggedor pintu kamarnya. Tapi setelah 5 menit berlalu, tak ada tanda-tanda bahwa dia akan bangun.

“Ajjhuma tolong bawakan kunci cadangan kamar oppa” pintaku pada ajjhuma.

“Ini nona” ajjhuma memberikan kuncinya padaku. Aku memutar kunci itu searah jarum jam dan…

CEKLEK

Pintu kamar oppa terbuka, aku masuk ke dalam kamarnya. Hei, apa aku belum bilang bahwa kami tidur di kamar yang berbeda? Aku bukanlah istri yang dikehendakinya, jadi mana mungkin dia mau berbagi kamar denganku. Kurasa dia akan berpikir jutaan kali untuk sekamar denganku.

Dia pasti sangat lelah, wajahnya terlihat agak pucat. Aku menguncang tubuhnya pelan. Namun, seketika aku panik mendapati suhu tubuhnya yang diatas suhu normal. Dia demam tinggi.

Dia terlihat menggigil kedinginan, padahal AC kamar mati. Aku mengambil thermometer dan memasukkan alat itu ke mulutnya. OMO!!! 39˚C!!! tinggi sekali.

Aku menarik kursi rodaku menuju dapur. Mengambil handuk dan sebaskom air. Kutempelkan handuk yang telah kubasahi dengan air di kepalanya, dia masih menggigil. Aku meminta ajjhuma untuk membuat bubur dan mengambil selimut di kamarku.

Apa aku harus memberi tahu managernya kalau oppa sakit? Bagaimana jika mereka mencurigaiku dan bertanya macam-macam? Aku bingung.

Aku menatap wajah malaikatku yang meringkuk dibawah selimut. Dia tidak bisa pergi ke Seoul jika keadaannya seperti ini. Aku tidak mau sakitnya bertambah parah.

Aku mengambil handphone Jung Soo oppa lalu mencari nomor kontak managernya. Ku tekan tombol ‘yes’ dan terdengar sebuh suara di ujung telpon.

“Yeobseo, Teuki-ya. Eodiya? Jangan lupa jam 10 ini kau harus syuting dengan Kang Sora sshi. Kau tidak boleh terlambat. Arraseo?” ujar managernya tanpa jeda.

“Ah, minhe aku bukan Jung Soo oppa. Maaf apa anda Taksamana sshi, manager Jung Soo oppa?” tanyaku memastikan.

“Mwo? ah ye….Aku Taksamana, manager Leeteuk. Kau siapa? Dan mengapa handphonenya ada padamu?”.

“A-a-aku…dongsaengnya. Aku hanya ingin memberitahu bahwa oppa sedang sakit, dia tidak bisa syuting hari ini. Mohon Taksamana sshi bisa mengerti dan memindahkan jadwalnya ke hari lain”.

“Omo, Leeteuk sakit? Sakit apa? Dan sedang dimana dia sekarang?” pertanyaan beruntut keluar dari mulut managernya. Sepertinya dia sangat khawatir dengan keadaan Jung Soo oppa.

“Ne, dia demam. Dia sedang ada di Nowon. Kami sedang ada acara keluarga disini” aku agak gugup, jujur saja aku paling tidak bisa berbohong.

“Kenapa anak itu tidak memberitahuku. Ah arraseo, aku akan memindahkan jadwalnya” aku bernafas lega, dia diizinkan beristirahat hari ini.

“Chakamman agashi, boleh aku tahu siapa kau sebenarnya? Kau bukan adiknya Leeteuk kan? Setahuku dia hanya memiliki satu kakak perempuan dan dia adalah Park In Young” aku gelagapan. Apa yang harus ku jawab?

“Ah maksudku aku adik sepupunya, Park Eun Kyo imnida. Aku diminta In Young onnie untuk menelpon anda” jawabku agak gugup. Semoga managernya tidak curiga.

“Jadi begitu, baiklah Eun Kyo sshi. Usahakan dia beristirahat dengan baik”.

“Gomapsheumnida, kami akan merawatnya dengan baik” ucapku lalu menutup telpon.

 Aku kembali ke kamarnya dan terus mengompres kelapanya agar suhu tubuhnya turun.

*****************

Setelah 2 jam suhu tubuhnya berasngsur kembali normal. Aku menghela nafas lega. Sekarang sudah jam 9 pagi. Aku pergi ke dapur untuk mengambil bubur, Jung Soo oppa harus makan.

“Ajjhuma, apa buburnya sudah dibuat?” tanyaku pada ajjhuma.

“Ne nona, ini” ajjhuma menyerahkan mangkuk bubur padaku. Aku mengambil sendok beserta garpu dan menuangkan susu ke dalam gelas, saat tiba-tiba sebuah teriakan keras mengejutkanku.

“Eun Kyo-ya…Park Eun Ko…”

*************

Leeteuk POV

Aku terbangun dari tidurku, kepalaku berdenyut-denyut dan tubuhku terasa lemas sekali. Aku melirik jam lalu mengucek mataku seolah tak percaya. Jam 9 pagi. Aku terlambat.

“Eun Kyo-ya…Park Eun Kyo…”.

Tanpa pikir panjang aku berteriak memanggil Eun Kyo, mendadak emosiku tersulut. Kenapa dia tak membangunkanku, pasti wanita itu bangun siang hingga dia tak sempat membangunkanku, padahal sejak semalam aku sudah mewanti-wantinya. Aish, membuat emosi saja!!!

Aku menatap istriku penuh emosi, dia benar-benar menguji kesabaranku.

“Kau, mengapa tidak membangunkanku hah!!! Aku sudah terlambat 2 jam, kau itu keterlaluan sekali” ucapku marah. Dia menundukkan kepalanya, tanpa berkata apapun. Cih, merasa bersalah rupanya?

Aku menyingkap selimutku kasar, namun saat aku hendak bangkit dari tempat tidur, mendadak tubuhku limbung. Kepalaku terasa berputar dan kakiku bahkan tak mampu menopang bobot tubuhku, hingga aku kembali terduduk di tempat tidur.

“Mianhe oppa, aku hanya tidak ingin sakitmu semakin parah. Jadi aku tidak membangunkanmu tadi. Mianhe…” Eun Kyo berlalu meninggalkanku.

Apa yang dia katakan? Aku sakit? Aku menoleh ke arah meja di sisi tempat tidurku. Benar, disana ada handuk dan sebuah baskom berisi air.

Aku teringat sesuatu, aku harus meminta izin pada manager hyung. Bagaimana jika dia mencariku. Aku menekan nomor kontak manager hyung.

“Yeobseo” ucap seseorang disana.

“Yeobseo, hyung ini aku Leeteuk”.

“Kau sudah baikan? Istirahatlah, semua jadwalmu sudah aku pindahkan ke hari lain. Kau harus menjaga kesehatanmu dengan baik Teuki-ya. Aku memberimu libur 2 hari, gunakan waktumu untuk beristirahat, arraseo..” aku terkejut dengan ucapan hyung manager, darimana dia tahu aku sakit?

“Ah, sampaikan salamku pada Eun Kyo sshi adik sepupumu itu. Kapan-kapan ajak dia ke dorm, sepertinya dia gadis yang baik. Dia sangat perhatian padamu” mendadak aku merasa sangat bersalah. Aku sudah membentak istriku tadi, tanpa mendengar alasannya.

“Ne hyung, gomaweo” aku memutus sambungan telpon.

Aish Park Jung Soo, kau menyakitinya. Kau itu suami yang kejam. Aku berusaha bangkit dari tempat tidur, lalu melangkahkan kakiku perlahan sambil berpegang pada tembok kamar. Aku harus meminta maaf padanya.

“Eun Kyo-ya eodiya…?” panggilku ketika aku saat aku sampai di dapur. Dapur terlihat kosong, dimana dia?

“Ah tuan mengapa anda bangun? Anda harusnya istirahat di kamar. Apa anda masih demam? Dari tadi nona bolak-balik mengompres anda” ujar Jung ajjhuma. Rasa bersalah makin menggunung dihatiku, setega itu aku membentak istri yang telah susah payah merawatku?

“Ajjhuma, kau melihat Eun Kyo?”.

“Nona pergi sebentar, katanya dia ada urusan mendadak. Dia berpesan agar tuan memakan bubur dan meminum obat. Maaf tuan, saya harus kembali bekerja, permisi”.

“Chakamman ajjhuma, dia pergi diantar supir?”

“Aniyo tuan, nona pergi sendirian. Dia menolak diantar supir, katanya tempatnya tidak begitu jauh dari sini” aku mengangguk lalu membiarkan ajjhuma meneruskan pekerjaannya.

Kenapa kau pergi tiba-tiba Eun Kyo-ya??

*****************

Eun Kyo POV

 

Aku mendorong kursi rodaku ke taman, mencari tempat sepi untuk menyalurkan kesedihanku, setiap kali aku ingin menangis, aku selalu datang ke tempat ini.

Ku tundukkan kepalaku, tetes demi tetes air jatuh dari sudut mataku. Apa semenderita ini mencintai seseorang dengan tulus?

Aku menangis tanpa suara, bahuku naik turun silih berganti. Bentakannya beberapa menit yang lalu masih berlalu lalang dikepalaku.

“Mianhe oppa…aku memang bukan istri yang baik untukmu. Mianhe, jeongmal mianheyo…” lirihku tertahan.

“Eoma, appa…aku ingin menyusul kalian. Kematian mungkin jauh lebih baik dibanding hidup seperti ini. Aku merindukan kalian eoma, appa…” tangisku kembali pecah, aku menggigit sapu tangan untuk meredam suara isakanku.

“Apa aku harus mengakhiri hidupku…….?”

To be continue……

 

Note : Hahahahaha…FF apaan ini, amburadul….

Mianhe on, niatnya pengen bikin ff bagus buat onnie, tapi jadinya malah kayak gini…..Aku emang ga berbakat jadi penulis hahahahaha…

Ini baru part 1 onn, kalo onnie suka aku bakal bikin lanjutannya… kalo enggak dihapus aja onn, okeh??? Hehehe…

 

Vikos say : hufh, setelah 3 hari berturut-turut aku kena sial, dapat ff ini membuatku sedikit up! Aku kehilangan tiket pertemuanku, juga beberapa kali ketinggalan kunci dimana-mana… membuat aku linglung, tapi pas buka laptop, eh ada pemberitahuan email… senang………!! aku ga terlalu pinter mengkritik Put, karena bagi aku apapun cerita Teukyo aku sukaaaaaa

Tulisan kamu rapi, terus juga mudah dimengerti, ngena gitu dihati… itu menurut aku, aku suka banggets! Dari siang tadi berurai air mata mencari tiket, tapi pas baca ini, memang juga berurai airmata, tapi senyum jugaaaaaaaa, wahahahahaha *mulai gila aku*

1 hal, aku memang ga pernah bisa bohong, jadi klo misalnya harus menyembunyikan sesuatu tu harus diajarin dulu kalimat jawaban yang ngeboongnya, dilatih kaya main drama, tap pas udah kejadiannya, ya tetap aja aku ga bisa boong…

Empuuuuuttt aku suka bangeeeetttt makasih sayang… *cium emput* aku kebanjiran ff ini senang banget… ditengah ideku yang lagi ngadat…. semoga yang mampir disini suka juga seperti saya… komen yah, harus!

87 responses »

  1. ya ampun aku sedih bacanya, aku sampe nangis..
    rasanya sakit bgt d posisi eunkyo..
    jungsoo oppa knpa kau setega itu?
    eunkyo yg sabar ya pasti suatu saat oppa akan mencintaimu juga..

  2. First??
    Akhirnyaaa..
    Alhamdulillah ya.. Kkk~

    aduuuh.. Nyesek bner dah ini.. Knapa hrus bgini??? Hiks..
    Galau tingkat dewa ini mah.. Tapi tetep suka kok.. Hehe..;-)

    Jungsoo oppa tau ga ya klo eunkyo cacat gara” nyelametin dia??

    Oppa, baik” lah sma eunkyo, di tinggal bru tau rasa dh..😛

    andweee.. Eunkyo jgn bunuh diri dong.. Klo eunkyo bunuh diri ntar crita’y abis.. Hehe..:-P

  3. oppaaaaaaaa*jewer oppa*,,
    sungguh teganya drimu tega tega tega*nyanyi dangdut breng encung*
    oppa kejaaammm*jambak oppa*,,,

    aigoo,,menyayat hatiiiiii,,,kalo ga d tahan mah,,air mataku dah kluar pastinya,,,
    annyeong puput,,indah imnida,,
    aku suka ceritanya,,sedih,,tapi jgn sad ending ya,,pleaseeeee,,,kalo sad ending kamu aku teror lho,,,
    ff kamu first kah???? daebak kalo gtu,,,
    yg bkin aku mkin sedih adalah kata “kaki”,,
    huwaaaaaaaaaaa,,,kakikuuuu,,
    tkut blum sembuh pas ktemu fikaaaaaa,,,ntar ga bisa ngajak jlan2,,..*nangis di pelukan unyuk*,,

    hwaiting puputt buat part selanjutnya,,

    fika saayaaanggh ga boleh bilang sial,tapi ga beruntung,,oke,,*peluk fika*..

    • onnieeeeee
      jangan sakit pas kita ketemu nanti yah…
      sedih onn beneran deh ff ini…
      mana fika lagi galau kan onn?
      lah tapi ff ini sedikit bikin aku senyum, suka, bahasanya rapi… keren dah pokonya…

  4. Eonnie..
    Suka suka suka crta’a..🙂
    aku mewek trus baca’a
    huhuhu
    eonn eun kyo dibuat sembuh dund dri skit’a.. *ya yaya ya..(maksa)
    Ksian dy’a..
    lanjut lnjut lnjut eon..
    Ditnggu..🙂

  5. Aku sukaaa eonny” sekalian.. =P
    Jarang” ada ff gini’an..
    Ih? Kyo eonny ga bisa bo’ong? Hahaa, bisanya nge’yadong ya eon? =DD

    Eonn, aku suka spt kamu suka..
    Pgn aku bejek” tu sora.. Hahaha..

    Bikinnya yg aga panjang ya? 5part gitu.. Hehe
    *d tendang Author*
    Hahaha

  6. Aq nangis…..ceritanya bgus. q ska…….q boleh mta sesuatu ga????q mta ffnya jgn smp brhnti di tngah jln, soalnya hampir smua ff yg cashnya teuk yg ber pert2 slalu brhnti di tngh jln.#dkit mksa….abaikan….FIGHTING \|^_^|/

  7. Anyeonghaseo, Puput imnida….

    Makasih udah mau baca FF abal2 aku ini, mian kalo ga sesuai ma selera hehehe…

    Aku emang suka cerita yang konfliknya turun naik, memeras ari mata dan mengguncang emosi, FF ni buah dari strezz aku yang lagi mumet gara2 skripsi…

    Eun Kyo bunuh diri???

    kita liad di part selanjutnya ya, biar surprise hehehe….

    Skali lagi gomawo udah mau baca FF aq….

    ****sekali2 bikin Leeteuk oppa jahat kan ga papa *diinjek reader

  8. aigoo~~ oppaa jahatt,, nappeun namja,, eonni yg sabar..
    ini gabakalan sad ending kan?? iya kan?? kan? #maksa#..:D oppa tega nihh~~
    btw,, author baru yah eonn?? annyeong, nara imnida😀
    next part ditunggui,, *ASAP# byebye😀

  9. Ya tuhan ceritanya bikin aku berlinang air mata(;_;)waah..teuki oppa jahat banget,tp aku yakin akhirnya dia pasti sadar low sebenernya eunkyo yg terbaik,,,bagus banget ceritanya,,eonn jngn lm2 chapter 2 nya~

  10. Hai hai onnie…
    Ah akhirnya nemu ff baru lg disini.
    Ceritanya keren. Kesannya disini si ahjussi kok agak kejem gitu ye?
    Ah gpp deh. Yg jelas aku penasaran

  11. unniiiee inii authornyaa sapaaa? hwaaa kok jadiiin ahjussi genitt ituu jahaadddd.. huhuhuhu… tp kereenn sihhh.. gag kebayang akuu si eunkyuu nyaa di kursii rodaaa gimanayaa sii oppaa… to tau gag siihh eunkyoo ituu yg nolonginn diaaa pas waktuu kecelakaaann.. ditungguu partt yang akan dataang puput unn…

  12. Oh my god my angel really bad*.* kasiah eun kyo eonni,tp yakin aku suka banget sama ni ff berhasil menguras air mata,,tuor jangan lama2 ya part nya,,,

  13. hoah, kedua kalinya baca Teukyo couple yang Teuk Oppa-nya jadi member Super Junior. mihihi. tapi jalan ceritanya tetep bagus kok, walaupun agak sedih. kasian Kyo Onnie di acuhkan gitu, huaaah Onnie yang sabar ya.. tapi Onnie cacat ya? demi menyelamatkan Oppa? Aigoo, cintamu besar sekali untuknya Onnie-ya. ah author, ff nya ga jelek kok. ceritanya bagus, lanjut ya ^^

  14. INI BAGUS BANGET!!! Rada-rada berbau Angst gitu ya, eonn? Wkwk, aku sukaaa banget FF genre Angst *suka ngeliat org tersiksa maksudnya*
    Hmmm, itu Jung Soo nggak tahu ya kalau dia dulu diselametin Eun Kyo?😐

  15. i Like it… kasian banget jd eun kyo,,udah nolongin teuk malah di gituin ih ama si abang..
    itu abang aku (re:teuki) ceritany dia amnesia gt? dia ga inget sm kecelakaanny? haduuuh penasaran sama ceritany…
    semoga next part ny segera di posting ya… ^^

  16. I like it… kasian y udah nolongin orang malah di perlakukan gt sama orang yg ditolong ny..
    hikseu… nyesek banjeeet… c abang jahaaat TT

  17. annyeong,,

    q readers baru nie,,
    ff’ny bguz bgt, ampek nyesek bcanya,
    ksian istrimu teukppa, dy’kn sngt mncintaimu, wlau dia t’sempurna tp bskah kau sdkit aja ngert’in prasa’annya

    klo udah slah faham kyk gni, gmn dong??? kcian istrimu mau bnuh diri,
    hikz.. hikz.. hikz..^

  18. huft… jengkel.. drtd komen gak mau masuk dg selamat!
    Huwaaaa……… Onnie… knp skrng jd istri solehah (?) yg teraniaya bathin????
    Omo,, Oppa, brani terus2an gt sama Onnie nya Al, awas aja dshrimp kiss onnie bakal jadi sama Min Woo… *cari mati*

  19. Daebak,,, ffnya bagus bgt, menyayat hati bikin nangis tapi suka… Berasa bgt crtny nyata. Ditnggu kelanjutany. Hwaiting!

  20. annyeonghaeso
    setelah terombang ambing kesana kemari .
    akhirnya ktmu juga nie sama blog ini *author : lo kira ni laut ppa
    omo teukiii oppa teganya kau kepada istrimu ..
    ff ini sangat menyentuh kerennnn sangat
    di ff part ini gak ada kata angel untukmu oppa *teukki : bodo amat EGP #manyun

    aku tunggu part selanjut’a jngn lama”
    jebal *maksaaa

  21. ya…ampun aku bener” nangis??bener” nangis…
    astaga bru x ini aku bca ff smpe ssedih ini.nangis smpe ngeluarin air mata.tega bnget ya jung soo oppa.
    eon kpan next ff’y?aku pensaran banget sm next story’y…DAAEEEBBBBAKKK buat ff ini sumpah aku suka banget#alaaayyy tpi nyata aku bener” nangis gk boong…:'(

  22. buat author yang bikin FF ini jebal lanjutin ffnya aku penasaran dgn cerita selanjutnya. onnie paksa authornya untuk melanjutkan ini FF jebal onnie (╥﹏╥)

  23. Duchhh ngeharuin bangettt…..pazzz buangeeettt cuacanya ngedukung untuk nangis.

    Aq suka buangeettt moga yang buat nie biza bual lagi dgn crita yg menarik.

  24. Fika onie………………….
    Puput kembali………….!!!!!!!!!!!! *dipelototin fika on
    Aku mau nerusin ni FF tapi email aku yang kemaren ga bisa ke buka jadi kayaknya aku mau bikin email baru, aku minta emailnya onie ya…..ntar sambungan FF ini dikirim

    Mian on, aku dah lama semedi dari dunia FF, habisnya kegiatanku bikin sesek nafas tiap hari…gak ada waktu buat nulis sama sekali….Bahkan waktu bobo aja kena diskon….. * curcol….

    Kangen abis deh….aku mau baca FF mu dulu ah, di rapel nih baca Let This Die…..

  25. Kyaaaaaaaaa………lanjutannya mna?????
    Oppa sesadis itukah dirimu?? Hiks..hiks* lebeyyhhh* teuk oppa jangan sakiti onnie lagi??* leeteuk: ikut campur aje lo*

    thor, jebal lanjutin y??? Sumpahh bin suwer deh ni ff bagus feelnya dpet, aq sampe ikut nangis

  26. Onnie sabr y??? Oppa sunnguh kejam kau?? Onnie sudah merelakakn kakinya untuk u, kzian onnie oppa, oppa jahat*d gampar sama elf*

    thor terusin donk, jeeeebbbballl

  27. ya ampun eun kyo perasaan nasib y di ff TeuKyo ngak jauh kyk gini semua deh hampir sebagian ff y eun kyo y menderita mulu n selalu cinta mati ma jungsoo,,,, pa lg yg sekarang dia lumpuh lagi….
    makin sedih baca y…nyesek bgt baca y,,, jungsoo tega bgt, rasa y mau unyeng2 jungsoo ja nih…

  28. menangis baca ff ini T__T
    kasiaan banget onni di marah-marahin mulu
    padahal dia udah baik banget sama oppa
    semoga onni tahan ngadapin oppa😥

  29. Ahh pantes aq gk baca part 1’a,, ternyata jarak antara part 1-2’a lumayan jauh ne,, aq kan belum lama jd reader d sini,, aq suka aku suka,, kebanyakan ff teukyo pasti eunkyo’a menderita dulu, walaupun gk semua ff teukyo kaya’ gitu,, tp aq tetep suka,, aq suka sm cerita yg menguras air mata,,^^

  30. mengharukaann…dtambah dgn rintik2 ujan..manteepp da sedihna..
    Kacciiann onnie..
    Jungso oppa kok gt sih..jahat bgt,mang dy ga tw ya..onnie kyk gt tu krn dia??
    Ad kemungkinan untuk onnie sembuh waahh itu bguss..
    Baguss crtana🙂

  31. Huaaa nangis dipojok,,, eun kyo sabar yaahh sini tak pelukk eehhh apaan hehhehe leeteuk oppa belom tau sihh kalo eunkyo cacat gra2 diaa jdi dia gak perasaan gtu,,,

  32. suka banget ma ceritanya…
    nyesekkk,,,,bikin mewweeekkk T_T

    bikin penasaran ma lanjutannya..
    kapan ya oppa bakalan tau kalo eun kyo yg nyelamatin dia wkt tabrakan itu….

  33. ya ampun sedih bgd oenn..
    aq gx tw gmn jdi’a klo aq yg ad d’posisi eun kyo ap bisa s’sabar itu..

    y mudah”an ajj aq gx akn prnah ngalamin hal yg serupa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s