Park Family : My Heart an My Family (Teuk’s Fam Focus)

Standar

AUTHOR : PARK HYUNCHAN

She
May be the face I can’t forget
A trace of pleasure or regret
May be my treasure or the price I have to pay
She may be the song that summer sings
May be the chill that autumn brings
May be a hundred tearful things
Within the measure of the day.

She
May be the beauty or the beast
May be the famine or the feast
May turn each day into heaven or a hell
She may be the mirror of my dreams
A smile reflected in a stream
She may not be what she may seem
Inside a shell

She who always seems so happy in a crowd
Whose eyes can be so private and so proud
No one’s allowed to see them when they cry
She may be the love that can and hope to last
May come to me from shadows of the past
That I remember till the day I die

She
May be the reason I survive
The why and where for I’m alive
The one I’ll care for through the rough and rainy years
Me I’ll take her laughter and her tears
And make them all my souvenirs
For where she goes I got to be
The meaning of my life is she

( She – Charles Aznavour)

 

 

HYUNCHAN POV

“Sungie-yaaaa”

“Ne, Eonni,,wae?”

 Park  Sung Jae, adik  kecilku  yang  tomboy  dan  selalu  bersikap  santai, berbanding  terbalik  dengan  Jark  Jung Soo  Oppa  yang  sangat  aku  sayangi  yang  mempunyai  sifat  lembut  dalam  dirinya. Hanya  satu  yang  menurutku  kurang  dalam  dirinya  selain  sifat  pelit  yang  ia  miliki. Kekurangan  yang  dia  anggap  biasa  saja. Hingga  saat  ini ia sangat  nyaman  dengan  predikat  lajangnya. Dasar  pria  workaholic, tapi  mereka  adalah  bagian  penting  dalam  hidupku. Hidup  diantara  seorang  gadis  yang  kadang  bertingkah  aneh  dan  seorang   angel  membuatku  merasakan  hidup  penuh  warna. Mereka  berdua   selalu  membuatku  bahagia  dan  selalu  merindukan  mereka. Apalagi  kami  sekarang  hanya  hidup  bertiga. Omma  dan  appa  sudah  pergi  kerumah  baru  mereka  yang  abadi  dua  tahun  yang  lalu  karena  sebuah  kecelakaan. Tetapi hidup  kami  tidak  kekurangan  karena  ada  Jung Soo  Oppa  yang  menjalankan  perusahaan  appa  yang  sekarang  maju  pesat.

“Apa  kau  ada  kuliah  hari  ini?” tanyaku  pada  sungjae

“Ehhmm, kuliah  siang, wae?” tanyanya

“Ahh, tadinya  aku  ingin  minta  bantuanmu  untuk  mengantarkan  bekal  makan  siang  ini  pada  Oppa, tapi  tidak  bisa  ya, ya  sudahlah  Eonni  antar  sendiri  saja” kataku

“Mian  Eonni , aku  akan  dijemput. Kalau  aku  pakai  mobilku,  pasti  aku  akan  mengantarnya. Tapi  Hyukjae  mau  menjemputku  dan  mengatarku  ke  kampus” jelas nya  panjang

“ahh, begitu  ya, ya  sudahlah  eonni  pergi  sendiri  saja” kataku

Saat aku hendak beranjak dari tempat tidur Sungie menahanku.

“Memangnya eonni mau pergi kemana?”

“Aku ingin menyelidiki sesuatu, bukan, seseorang lebih tepatnya.” Kulihat Sung Jae mengerutkan keningnya tanda ia tidak mengerti dengan ucapanku

“Suatu saat eonni akan meceritakannya padamu, aku pergi dulu Sungie-ya” aku melangkah menuju pintu kamarku dan berhenti saat sudah sampai tepat di depan pintu.

“Salam untuk hyukjae.katakan padanya aku menunggunya untuk putus denganmu,hahahahahaha.”

Aku berlari menjauh dari kamarku menuju halaman rumah dan mobil yang terparkir disana, sebelum ia mengamuk padaku, aku mendengar teriakan kesalnya yang sukses membuat tawaku semakin tak dapat kuhentikan.

“yaaakkkk,,,Eonniiiiii”

                                                                                                ~~~

Aku membalas setiap sapaan dari karyawan yang ada di kantor oppa, tentu saja mereka mengenalku karena aku setiap jam makan siang selalu datang kekantor untuk mengantarkan bekal makan siang  Jung Soo Oppa.

“Annyeong Shin Eonni”sapaku pada sekretaris oppa

“Annyeong Hyunni-ya, kau ingin menemui Direktur?”tanyanya ramah

“Ne, apa Oppa ada di dalam?”

“Mungkin tidak, tadi aku melihatnya keluar, baru saja, dan aku tidak tau ia akan pergi kemana.”

“Ya sudah aku akan menyusulnya, apa Eonni sudah makan?” ia mengelengkan kepalanya

“Kalau begitu bekal ini untuk Eonni saja, aku permisi dulu eonni, Annyeong.” aku berlari-lari kecil menuju lift, tak ingin kehilangan jejak Oppa.

Aku mengedarkan pandanganku kesekaliling parkiran ini, berharap aku bisa melihat Oppa. Aku bersandar di belakang mobilku. Yup, aku melihat mobilnya yang keluar dari halaman kantor, aku langsung menuju mobilku dan siap untuk menjadi detektif gadungan untuk Oppaku sendiri.

Aku terus memperhatikan mobilnya kemana berjalan. Sudah lama aku penasaran dengan hal ini, semenjak aku mendengarnya mengigau saat ia tidur. Saat itu sudah pagi dan aku ingin membangunkannya agar tidak terlambat kekantor. Pada saat aku akan menyentuh lengannya untuk membangunkannya, aku mendengar oppa menyebutkan nama yang asing di telingaku. Eun Kyo, itulah nama yang keluar dari mulut Oppa. Dan aku rasa aku akan menemukan jawabannya hari ini, mungkin ini kabar bahagia.

JUNGSOO POV

Hari ini aku terlalu bersemangat sepertinya, aku terus mengendarai mobilku menuju tempat yang akan mempertemukanku dengan seseorang yang akhir-akhir ini menyita pikiranku. Park Eun Kyo, gadis yang sedikit dingin padaku. Mugkin karena aku sangat gigih mengganggunya dan yang kudapatkan adalah ekspresi kesalnya setiap  bertemu denganku.

Aku  sedang melajukan mobilku dengan kecepatan sedang, bersiul sambil menggoyangkan sedikit kepalaku mengikuti alunan musik yang terdengar dari mp3 yang ada di mobilku.

Akhirnya sampai juga di tempat yang kutuju. Kafe sederhana tapi terlihat elegan, kafe milik Eun Kyo, tempat pertama kali aku bertemu dengannya. Kubuka pintu Kafe dan mengedarkan pandanganku mengelilingi ruangan teduh Kafe ini. Kulangkahkan kakiku menuju satu satunya meja kosong disudut ruangan, aku melihat Eun Kyo dan satu orang anak perempuan yang kukira umurnya di bawah Eun Kyo. Cantik, Eun Kyo memang selalu terlihat cantik seperti apapun penampilannya.

“Mau pesan apa ahjussi?” mwo!!! Apa aku terlihat setua itu.

“Coffee seperti biasa, apa kau pegawai disini?”tanyaku

“Ani, aku pemilik kafe ini.” jawabnya ketus

“Bukankah kafe ini milik Park Eun Kyo?” tanyaku bingung

“Kafe ini memang milik Kyo Eonni dan aku adalah adiknya, kau mengenal Eonniku?” tanyanya

“Kau adiknya? Kenapa aku tak pernah melihatmu dsini, aku mengenalnya dua minggu yang lalu, aku pelanggan kafe ini. Park Jung Soo imnida, panggil aku Oppa bukan Ahjussi” kataku panjang kali lebar.

“Ne Oppa, sebentar lagi aku akan mengantarkan pesananmu.” suaranya tidak seketus saat pertama ia menjawab pertayaanku, api ekspresi wajahnya  datar.

Setelah kepergian gadis yang aku lupa menanyakan namanya tadi aku langsung memfokuskan diriku untuk menatap Eun Kyo yang sedang sibuk melayani para tamu kafe ini, ia begitu ramah dan tersenyum meski guratan lelah sangat terlihat di wajah cantiknya.

“Oppaaaaa, aku mencarimu ternyata kau ada disini.” Fokusku pada EunKyo langsung hilang saat melihat seorang gadis yang begitu familiar. Keterkejutanku semakin bertambah saat melihat tingkahnya yang aneh, ia langsung bergelayut manja memeluk lenganku, kami berdua menjadi pusat perhatian pengunjung di sini.

“Hyunni-ya, apa yang kau lakukan? Kenapa kau bisa ada disini?” tanyaku. Kulihat mata Hyunchan yang mengarah ke arah Eun Kyo. Ya, gadis aneh tadi adalah adikku sendiri, Park Hyunchan.

“Awalnya aku hanya penasaran Oppa, tapi sekarang aku ingin membantumu. Kau tau aku paling tidak suka jika Oppaku salah pilih nantinya?” katanya masih dengan tingkah manja yang dibuat-buatnya.

Aku menjadi salah tingkah ketika melihat eunkyo berjalan ke arah mejaku sambil membawa baki yang berisikan coffee pesananku. Aku ingin menyingkirkan tangan Hyunnie yang memegang erat lenganku. Sama sekali tidak berhasil karena sepertinya ia sengaja mempereratnya, kurasa ide jahilnya mengerjaiku timbul lagi dalam pikirannya.

“Ini coffee nya, maaf lama menunggu.” ucapnya padaku. Hanya sedetik karena langsung mengalihkan tatapannya pada Hyunnie.

“Anda mau minum apa Nyonya?” Nyonya?? Kenapa ia memanggil Nyonya pada Hyunnie?

“Ani.. aku hanya ingin menemani oppa minum.” jawab Hyunnie sambil tersenyum.

“Ye, gomawo” ucap Eun Ko berlalu pergi menuju pantry.

Setelah kepergian Eun Kyo dari hadapanku,aku langsung menatap Hyunnie intens, dan ia hanya membalas tatapanku dengan cengiran tak bersalahnya.

“Ada apa kau kesini?” ia meminum coffe pesananku

“Aku tadi kekantor mengantarkan bekal makan siang Oppa, tapi Oppa tidak ada. Saat aku taya pada Shin Eonni katanya Oppa pergi dan aku mengikuti Oppa sampai kesini, ternyata dia makan siangmu Oppa?” katanya panjang lebar

“Siapa yang kau maksud? Yakk, bagaimana bisa manusia kau katakan jadi makananku”

“Makan itu gunanya untuk menambah energi, dan kurasa Nona itu yang selalu memberikanmu energi,makanya kau tidak butuh makan siang dariku.”

“Yak,,yak,,apa yang kau katakan barusan?” wajahku terasa panas. Dongsaengku yang satu ini memang selalu bisa menebak dengan benar jika aku ataupun Sungie sedang menyukai seseorang. Dia memang sangat perhatian, aku tidak kehilangan figur Eomma karea sudah ada dalam dirinya.

“Wajahmu merah Oppa, apa perlu ku berikan es agar tidak terasa panas?” kulihat senyum jahilnya

“Aissshhh,,,kau selalu saja menggodaku”

“Oppa, apa gadis tadi yang bernama Eun Kyo?” tanyanya dengan wajah ingin tahunya itu. Aku mengerutkan dahiku, dari mana ia tahu nama Eun Kyo? Kurasa aku belum pernah ceritanya padanya masalah Eun Kyo.

“Setiap pagi kau selalu mengigau menyebut namanya Oppa, jadi tidak usah heran kalau aku bisa tau. Setiap pagi kan aku selalu membangunkanmu.”

“Mwo!!!!!” ia menganggukan kepalanya tanda bahwa ia tidak berbohong, membuatku malu saja.

“Apa kau sudah manyatakan perasaanmu padanya Oppa?” aku mengelengkan kepalaku

“Apakah Direktur Park ini tidak punya keberanian?”

“Tidak semudah itu Hyunnie-ya. Bagaimana kalau ternyata ia tak suka padaku, atau dia sudah memiliki namja chingu?”

“Setidaknya kau sudah mencoba Oppa, dan kurasa ia juga suka padamu, karena dari tadi aku melihatya melirik kearahmu terus.”

“Jeongmalyeo??” senang sekali rasanya

“ehmmmm, katakan padanya atau kau akan didahului oleh namja itu?” Hyunnie menunjuk kearah namja yang baru saja masuk ke kafe ini dan langsung mengobrol akrab dengan Eun Kyo Apa aku harus bergerak cepat? Bagaimana kalu ternyata namja itu adalah kekasihnya? Aku belum siap mendengar kata penolakan darinya.

DRRRTTT DRRRTT

Handphone Hyunnie bergetar, segaris senyuman terlihat di wajahnya.

“Oppa, mianhae, aku pulang duluan.” ia bangun dari tempat duduk nya

“Apa Yesung sedang menunggumu?” tanyaku melirik nakal padanya

“Ani, ada yang sedang menungguku dirumah, annyeong Oppa, sampai bertemu dirumah” ia berlari kecil menuju pintu, tidak sabaran sekali, membuatku penasaran dengan isi pesan handphone nya.

Sepeninggal Hyunnie aku juga langsung beranjak dari kursiku berjalan menuju kasir, jadwal makan  siangku sudah selesai, aku harus kembali kekantor sebelum  sekretarisku bingung mencariku. Kulirik Eun Kyo yang masih nyaman berbicara dengan namja yang di tunjuk Hyunnie tadi. Tiba-tiba saja aku merasa tidak nyaman melihat bagaimana Eun Kyo bisa seleluasa itu berbincang bincang dengan namja lain, sedangkan denganku ia terlihat dingin.

“Siapa namja yang sedang berbicara dengan Eonnimu?” tanyaku pada gadis yang tadi mengaku padaku kalau ia adalah adiknya Eun Kyo. Rasa penasaranku sudah tidak bisa di abaikan lagi.

“Jung Yunho, teman Eonni,wae?”

“Ani, hanya bertanya saja. Aku belum tau namamu,”

“Park Rae Na, gamshahamnida sudah berkunjung kesini” ia menundukkan sedikit kepalanya

“Ne, annyeonghi gasaeyo.”

AUTHOR POV

Dengan tidak sabar Hyunchan memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya.

“Noonaaaaaaaaaa”

“Aigoo, Sungjong-a” ia langsung disambut pelukan ketika sampai didepan pintu, seorang namja cantik menyambutnya dengan  senyum manjanya.

“Sudah lama sekali kau tidak main kesini? Noona rindu sekali padamu”

“Akhir-akhir ini aku sibuk Noona, jadi tidak bisa main denganmu sesering dulu”

“Arasseo, uri Sungjong-i sudah terkenal sekarang, tapi setidaknya kau bisa menghubungiku”

“Lain kali aku pasti akan menghubungi noona, kenapa rumah sepi sekali ? Kemana yang lainnya?” Sungjong mengedarkan pandangannya megelilingi ruangan.

“Oppa belum pulang dari kantor, Sungjae sedang kuliah. Kau sudah mengunjungi Ahjumma?” tanya hyunchan,dan disambut anggukan kepala oleh Sungjong.

“Sebelum kesini aku sudah menemui Eomma dulu”

Sungjong adalah adik sepupu Hyunchan. Eomma Sungjong adalah adik dari ayahnya. Sungjong sangat dekat padanya. Sebelum Sungjong menjadi member dari sebuah boyband Korea yang sekarang sedang naik daun, ia sering pergi atau menemani Hyunchan.

“Kau akan menginap disini?”

“Ani, jadwal kosongku hanya siang ini, nanti malam aku ada acara Noona” Hyunchan sedikit kecewa karena tidak bisa berlama lama dengan sepupu yang sangat disayanginya itu.

“Arasseo, jaga kesehatanmu. Makanlah yang banyak agar kau tidak sekurus ini, atau tidak akan ada yeoja yang menyukaimu nantinya.”

“Noona, itu tidak mungkin. Aku ini punya fangirl yang banyak”

“Jinjjayeo?? Tapi kau masih kalah dengan L.” Hyunchan memang suka menggoda sungjong

“Aniyooo,,aku juga tidak kalah banyak dari L Hyung” Sungjong mengerucutkan bibirnya.

“Arasseo arasseo”

HYUNCHAN POV

Senang rasanya bisa menggoda Sungjong. Ia selalu saja membuatku gemas dengan sifat manjanya, ia kesal karena ku katakan kalau fangirlnya tak sebanyak fangirl L teman sesama membernya.

“Aku pulang”

Aku dan sungjong lansung menoleh ke pintu saat mendengar suara Sung Jae.

“Omo, dirumahku ada seorang artis. Apa Sungjong infinite tersesat hingga ada di rumahku sekarang?” Sungjae mulai menjahili Sungjong  dengan kata-katanya.

“Yaakk Noona, apa aku tidak boleh datang kerumah ini?” sungutnya

“Ani, aneh kalau artis sesibuk dirimu ada di rumahku?” Sung Jae ikut duduk denganku dan Sungjong

“Aku sedang tidak ada jadwal siang,jadi aku datang kesini. Tapi sebentar lagi aku juga akan pergi”

“Sungjong-a, kalau tidak sibuk kau harus menemui Noona lagi arasseo?”kataku.ia mengangguk

“Ne Noona”

“Kalian berdua sangat cocok” ucap Sung Jae. Sungjong hanya menjulurkan lidahnya untuk membalas perkataan Sung Jae.

                                                                                                ~~~

Hari ini aku akan pergi ke kafe yang sering dikunjungi oleh Oppa akhir akhir ini. Hanya ingin mengenal lebih dekat dengan calon iparku, terlalu percaya diri memang tapi aku memang merasa ada benang merah di antara mereka.

“Eonni kau mau kemana pagi pagi begini?” tanya Sung Jae yang baru bangun tidurnya. Kurasa nyawanya belum terkumpul semua.bagaimana bisa jam sepuluh dikatakannya masih pagi. Tapi Oppa juga belum bangun sampai sekarang, aku sengaja tak membangunkannya karena hari ini hari libur.

“Sadarkan dulu dirimu, ini sudah siang. Aku ingin pergi ke suatu tempat, apa kau mau ikut?” tanyaku padanya

“Kau ingin bertemu dengan Yesung Oppa?” tanyanya

“Ani, Eonni mau menemui ipar, hihihihihi” kataku sambil tertawa. Sungie mengerutkan keningnya

“Ipar? Nugu?” tanyanya bingung

“Sudah jangan banyak tanya, sekarang kau mandi lalu kita pergi ke kafe” aku mendorong tubuhnya menuju kamar mandi. Sementara aku membuatkan sarapan untuk Oppa saat dia bangun nanti.

Kulihat Sungie sudah siap, bertepatan dengan aku yang sudah selesai menyiapkan makanan untuk Oppa.

“Kajja, kita pergi sekarang.” aku menarik tangan Sungie

“Apa kita tidak ijin dulu pada Oppa?”

“Apa dia akan mendengarkan kata kata ijin dari kita? Kau tau sendiri kalau Oppa tidur maka ia akan melupakan segalanya, termasuk pendengarannya”

“Ahh,benar juga,kajjaaa”

Dengan semangat aku terus menjalankan mobilku, hingga akhirnya kami sampai di kafe yang minimalis tapi teduh ini. Aku dan Sungie mengambil tempat duduk disudut, tempat yang juga di duduki oppa kemarin.seseorang menghampiri kami, yang ternyata adalah Eun Kyo.

“Annyeong haseyeo, kalian mau pesan apa?” tayanya dengan senyum  ramah.

“Coffee milk” ucap Sungie. Sementara Eun Kyo mencatat pesanan Sungie aku menyempatkan diriku untuk memperhatikan Eun Kyo, cantik dengan kesederhanaannya, pantas saja Oppaku terpikat.

“Anda mau pesan apa?” tanyanya padaku, aku tersenyum.

“Sama seperti yang dipesan Oppaku kemarin.” tak ada ekspresi apapun di wajahnya mendengar perkataannya, hanya tangannya saja yang sibuk mencatat pesananku.

“Mohon di tunggu sebentar” uacapnya.

“Chakkammanyeo, apa kita bisa mengobrol sebentar?” aku menghentikan langkahnya

“Jweosonghamnida, saya sedang sibuk” ia langsung pergi dari hadapanku dan Sungie

“apa dia orangnya?” tanya Sungie

“Ehhmm,,aku menyukainya Sungie-ya” Sungie tampak terkejut mendengar perkataanku.

“Mwo!! Eonni kau masih normalkan? Kau punya namja chingu tapi kenapa bisa menyukai wanita?!” aku membesarkan mataku

“Maksudku aku menyukai jika ia yang jadi istri Oppa”

“Mwo!!” aishhh,anak ini!

“Apa tidak ada kata lain selain Mwo?”

“Jadi yang di maksudkan Eonni “ipar” itu adalah…” ia tak melanjutkan kata-katanya tapi telunjuknya mengarah ke Eun Kyo. Aku mengangguk.

“Howaaa,, Oppa memang pintar mencari calon istri.” Katanya

“Tapi Oppa belum mendapatkannya, lebih tepatnya mengulur waktu” kataku pada Sungie

“Oppa memang payah! Pasti karena ia takut penolakan”

“Ehhmm, kau benar. Tapi kita tidak bisa ikut campur”

“Kalau kita tidak turun tangan, kapan oppa akan membawanya kerumah?”

“Oppa tidak sebodoh itu Sungie-ya”

Kulihat Eun Kyo berjalan ke arah kami sambil membawa baki yang berisikan pesananku dan Sungie di tangannya.

“Silahkan” ia meletakkan minumannya. Saat hendak pergi aku menahan tangannya

“Boleh aku mengenalmu? Park Hyunchan imnida, dan ini adikku Park Sung Jae. Kami adalah adik Park Jung Soo, pria yang duduk disini bersamaku disini. Mian, kalau kami mengganggumu”

“Gwaenchana, Park Eun Kyo imnida”

“Woaa, kita satu marga” Sungie menarik bajuku, seperti isyarat agar aku tidak terlalu berlebihan.

“Ne, maaf saya tinggal dulu.” aku menganggukkan kepalaku

“Kau berlebihan sekali Eonni, memangnya kenapa kalau kita satu marga dengannya”

“Aku merasa oppa memang berjodoh dengannya, aku akan sering datang kesini”ucapku semangat

“Kau ingin menerornya?” ucapnya santai, kudorong kepalanya

“Jangan berprasangka buruk, aku hanya ingin mengunjungi calon ipar” kataku

“Benar-benar berlebihan sekali” ku acuhkan saja omongannya.

SUNG JAE POV

Aku terus memperhatikan diam diam wanita yang tadi kata Eonni akan menjadi kakak iparku. Cantik,tapi dia tipikal yang susah untuk didekati, buktinya sampai sekarang Oppa belum bisa menggaetnya. Dan kurasa ini yang membuat Oppa tertarik padanya. Di saat begitu banyak wanita cantik dan anggun disekelilingnya yang mungkin sangat berharap bisa menjadi istri dari seorang Park Jung Soo, tapi ia malah membuang-buang waktunya untuk mendekati gadis yang sedikit dingin padanya. Memang itu hanya pendapat awalku saja, karena aku memang belum terlalu mengenalnya. Oppa pasti sangat penasaran padanya hingga memutuskan untuk mengejarnya. Sama seperti hHunnie Eonni, aku juga menyukainya.

“Eonni sudahlah, ayo kita pulang”

“Ne,,kajja,”

Aku dan eonni berjalan menuju kasir.setelah membayar kami langsung keluar dari cafe itu menuju mobil.eonni menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.

“Eonni,apa kau yakin ia menyukai Oppa?”aku sedikit ragu karena melihat sikapnya tadi

“Ehhmm, tapi kemarin aku melihat dia sedang asik berbincag dengan seorang namja.”

“Jangan-jangan itu kekasihnya.”

“Tidak”

“Darimana Eonni yakin kalau itu bukan kekasihnya?”

“Ekspresi wajah dan matanya biasa saja, tidak seperti saat ia melihat ku yang bermanja pada Oppa di kafenya kemarin. Dia kelihatan cemburu, tapi dia pandai menyimpan perasaannya sehingga oppa tidak tahu sama sekali.”

“Eonni disana dengan Oppa kemarin?”

“Ehhmm, dan dia belum tau kalau aku adalah adik Oppa” Eonni pasti mengeluarkan aksinya lagi.

“Aku tau, kau pasti ingin memancingnya agar kau tau bagaimana perasaannya. Seperti yang Eonni lakukan padaku dulu.” ujarku  sambil melirik santai kearahnya

“hehehehe, adik kecilku ternyata masih ingat. Tapi berkatku kau akhirnya jadi kekasih Hyukjae kan, seharusnya kau berterima kasih pada Eonnimu ini.” katanya tanpa rasa bersalah. Tapi benar juga sih, kalau Eonni tidak membuatku cemburu dan memprovokasi Hyukjae, mungkin sampai sekarang  tidak akan ada kemajuan dalam hubunganku dengannya. Aku pasti masih tetap berteman biasa saja dengannya.

“Tetap saja aku kesal” kataku

“Mianhae, lagipula itu sudah lama kan. Masa kau belum memaafkan Eonni?”

“Aku sudah memaafkanmu Eonni-ya, sedikit bersyukur juga”

“Memang harus begitu. Ahh, kita sudah sampai”

Eonni memarkirkan mobilnya, kami masuk kedalam rumah dan mendapat sambutan dari Oppa yang sedang duduk santai di sofa sambil mengganti chanel tv.

“Dari mana kalian?” tanyanya tanpa mengalihkan pandanganya

“Kami hanya jalan-jalan sebentar Oppa.” kata Hyunni Eonni

“Aku mau kekamarku.” aku meninggalkan mereka berdua di ruang tv.

JUNGSOO POV

Kubersihkan wajahku sebelum keluar dari kamarku, saat liburan aku memang selalu bangun siang hari.  Hyunni tidak akan pernah membangunkanku saat hari libur. Kulangkahkan kakiku menuju dapur, dari tadi perutku minta di isi, mungkin aku akan sarapan sekaligus makan siang.

Kusuapkan nasi kemulutku, dan tersadar kalau rumah ini sagat sepi. Padahal kan sekarang libur? Kupercepat makanku, selesai makan aku menuju kamar Hyunni. Kosong, bahkan kamarnya sudah rapi. Kulanjutkan langkahku menuju kamar Sungie. Sama seperti kamar Hyunnie, tak ada penghuninya. Kemana mereka berdua? Mungkin ada urusan? Aku pergi menuju ruang tv, ku nyalakan tv dan memencet tombol remote untuk mencari chanel yang bagus. Nihil, tak ada satu pun acara yang menarik minatku. Sepi sekali rumah ini tak ada Hyunni dan Sungie.

Dua puluh menit aku melakukan kegiatan tak jelasku, hingga akhirnya aku mendengar suara mobil di halaman rumah. Kulihat Hyunni dan Sungie memasuki rumah.

“Dari mana kalian?” tanyaku masih dengat kegiatan mengganti chanel tv

“Kami hanya jalan jalan sebentar Oppa” jawab hyunnie

“Aku mau kekamarku” ucap Sungie, aku hanya menganggukkan kepalaku.

“Dari kafenya Eun Kyo, aku suka dengan kopinya”

“Untuk apa kau kesana?” tanyaku berpura-pura tidak tertarik

“Hanya menyegarkan pikiran, aku bersyukur  Oppa tidak ikut denganku dan Sungie tadi” katanya

“Memangnya kenapa?” tanyaku penasaran

“Aku melihat namja yang waktu itu berbicara dengan Eun Kyo, dan ternyata dia menyukai Eun Kyo.” katanya dengan nada datar

“Mwo?? Jinjjayo?” tanyaku

“ehhmm,,dan kurasa dia sudah maju selangkah darimu Oppa.karena dari yang aku lihat mereka berbicara dengan  begitu akrab, tapi aku rasa mereka cocok. Namja itu juga tampan, dan kelihatannya menyayangi Eun Kyo. Aigoo mereka berdua cocok sekali.”

“Yak yak yak,,apa maksudmu bilang begitu ke Oppa? Kau ingin mempengaruhiku? Eoh?”

“Aniyo, hanya ingin mengatakan siapa cepat dia yang dapat. Hahahahahaha”

“Yakk Hyunnie!”dia masih terus tertawa sambil jalan menuju kamarnya. Aisshhh, anak itu kalau omongan anehnya sudah keluar selalu saja bisa mempengaruhiku. Eun Kyo-ya cara apa yang bisa kugunakan untuk mendapatkanmu? Mengikatmu?

                                                                                                ~~~

Siang ini terik sekali. Aku menyandarkan tubuhku di samping mobilku, sambil  memainkan kakiku di atas jalanan ini. Aku janji pada Hyunnie untuk menjemputnya belanja kebutuhan kami siang ini. Kenapa dia lama sekali?

“Oppa, mianhae, kau sudah menungguku dari tadi?” tanyanya sambil berjalan kesusahan karena belanjaannya.

“Kenapa kau lama seka….li. Eun Kyo~ssi” aku terkejut melihat seseorang yang ada di belakang Hyunchan.

“Aku tadi bertemu dengan Eun Kyo di dalam. Sekalian saja aku mengajaknya untuk pulang bersama. Kau tidak keberatan kan Oppa?” haaahh, anak ini. Bagaimana bisa dia bertanya padaku aku keberatan atau tidak? Tentu dia sendiri sudah tau jawabannya.

“Tentu saja tidak” jawabku sambil mengambil belanjaan Hyunnie dan memasukkannya di kursi belakang penumpang.

“Ayo masuk” kataku. Aku mendengar suara handphone Hyunchan berbunyi. Mungkin Yesung.

“Nugu? Yesungie?” tanyaku

“Ehmm, dia memintaku datang ke apartemennya sekarang. Oppa, kau bisa antarkan Eun Kyo pulang?” lagi-lagi pertanyaan bodoh, tentu saja aku bisa.

“Biar aku naik taksi saja Eonni~ya”

“Ani, di antar Oppa saja. Kantornya searah dengan kafemu. Aku pergi dulu, annyeong” Hyunchan menyetop taksi pertama yang dilihatnya.

“Silahkan masuk Eun Kyo~ssi” kataku

“Aku akan naik taksi saja” ia hendak melangkah namun ku tahan.

“aAu ingin berbicara sesuatu padamu. Bisakah kau masuk ke mobilku?” ia terdiam dan kemudian masuk kedalam mobilku yang sudah kubukakan pintunya.

Lima menit perjalanan kami hanya saling berdiam diri. Aku teringat perkataan Hyunchan tentang pria yang berbicara dengan Eun Kyo waktu itu. Apa aku harus mengatakan semuanya sekarang? Bagaimana kalau ternyata dia tidak menyukaiku dan akan menghindariku? Aku belum sanggup dengan kenyataan itu. Tapi kalau aku tidak mengatakannya sekarang bagaimana kalau namja itu yang mengatakannya lebih dulu? Ahhh,,aku rasa aku lebih tidak siap mendengar atau melihatnya dekat dengan pria lain. Mungkin aku memang harus mengatakannya. Kuhentikan mobilku dan meminggirkannya dari jalan raya.

“Eun Kyo~ssi, saranghae.” kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Setelah sadar aku langsung menutup mulutku dan..

“Mianhae, mianhae, bukan maksudku untuk membuatmu terkejut karena perkataanku. Aku sudah tidak kuat menyimpan kata-kata itu terlalu lama.” Aku langsung minta maaf karena kulihat ia terkejut dengan pernyataan cintaku barusan.

“Gwaenchana, aku hanya bingung harus bersikap seperti apa. Kita baru saja kenal dan kau tiba-tiba mengatakan hal yang menurutku sangat ekstrim untuk ukuran orang yang baru berkenalan.”

“Mungkin memang baru kali ini aku punya kesempatan berbicara denganmu secara langsung, tapi aku sudah mengenalmu sejak  dua bulan yang lalu.”

“Tapi aku tidak Jung Soo~ssi” apa dia bilang?? Jung Soo??

“Darimana kau tau namaku?” mukanya memerah dan terlihat salah tingkah.

“Berarti aku tak perlu memperkenalkan diri, karena kau sudah tau siapa aku. Dan aku ingin jawaban malam ini juga. Aku akan menjemputmu jam tujuh malam, arasseo?”

“Mwo? Kenapa kau jadi memaksaku?”

“Hanya tidak ingin kau jatuh ketangan orang lain.”

EUNKYO POV

 

Pria ini adalah pria yang telah membuatku menentukan pilihan hatiku hanya untuknya. Sebelum mengenalnya aku memang sudah dekat dengan seorang pria bernama jung Yunho. Pria yang baik dan penuh perhatian, tapi belum pernah menggetarkan hatiku. Hingga pada akhirnya aku menemukannya. Park  Jung Soo, pria yang selalu datang ke cafe ku saat jadwal makan siang. Aku memang tidak pernah menunjukan rasa ketertarikan ku padanya, aku hanya bersikap biasa saja saat ia memanggilku utuk mengatakan pesanannya.

Awalnya aku ingin memungkiri rasa ini, tapi tidak bisa saat aku melihat seorang wanita bersikap manja padanya, sepertinya dia sangat menyayangi wanita itu. Dan aku harus merasakan malu pada diriku sendiri saat tahu kalau ternyata wanita itu adalah adiknya. Cinta membuatku tidak bisa berpikir sehat. Tadi siang ia membuatku terkejut karena pernyataan cintanya, dan akan menjemputku malam ini. Untuk apa aku sendiri tidak tahu.

Aku duduk gelisah di depan rumahku. Entah karena gugup karena bertemu dengannya atau karena aku takut ia tidak datang? Jujur saja baru kali ini aku pergi kencan dengan seorang pria. Kencan? Percaya diri sekali aku. Tapi aku memang berharap ini menjadi kencan pertamaku.

“Kau sudah siap?” Aku menganggukkan kepalaku, ia langsung menyapaku saat selesai menghentikan mobilnya. Kulihat ia terpana dengan penampilanku. Walau hanya semenit tapi itu membuatku cukup bahagia. Setidaknya penampilanku malam ini tidak mengecewakan, ia juga sangat tampan dengan jas sederhananya, bahkan lebih tampan dari ia memakai jas kantornya yang formal.

“Kurasa kita langsung berangkat saja, mereka pasti sudah tidak sabar menunggumu” aku menolehkan kepadanya

“Mereka? Nugunde?”

“Nanti kau juga akan tau.”

JUNGSOO POV

Cantik,itulah yang kulihat darinya saat ini. Setiap hari ia memang selalu cantik, tapi hari ini ia berpuluh kali lipat lebih cantik. Gaun sederhana namun terlihat begitu elegan ditubuhya, dengan make up yang sederhana ia semakin terlihat mempesona. Aku yakin itu semua terpancar dari kecantikan hatinya. Aku yakin aku tidak salah pilih.

“Kurasa kita langsung berangkat saja, mereka pasti sudah tidak sabar menunggumu”

“Mereka? Nugunde?”

“Nanti kau juga tau” ucapku sambil tersenyum

Siapa lagi yang aku sebut mereka kalau bukan kedua adikku yang terus memaksaku untuk membawa seorang wanita kepada mereka untuk diperkenalkan sebagai kaka ipar mereka. Hari ini aku sudah mengabulkan permintaan keduanya, dan aku yakin mereka pasti akan sangat senang.

Aku membukakan pintu mobil untuk Eun Kyo turun. Ia mengelilingi rumahku dengan matanya. Ku gandeng tangannya menuju rumahku. Aku bisa merasakan ia sedikit tersentak karena sentuhan kulit tangan kami, aku tak memperdulikannya, aku terus menariknya hingga memasuki rumahku.

“Oppa,kenapa kau lama se…kali.” Hyunchan membelalakkan matanya melihat gadis yang sedang ku genggam tangannya. Dan dibelakangnya menyusul seorang gadis dengan ekspresi yang sama.

“Omo, ada angin apa oppa ku membawa seorang wanita kerumah ini?” Sungie meledekku.

“Annyeong haseyo Eonni , Sungjae-ya” Eun Kyo membungkukkan sedikit badannya.

“Annyeong Eun Kyo-ya, bagai mana bisa kau…” Hyunchan tak melanjutkan ucapannya. Tapi ia mendekatkan mulutnya ketelinga Eun Kyo

“Apa Oppa memaksamu untuk di bawa kesini?” bisiknya pada Eun Kyo. Kupikir itu bukan bisikan, karena aku bisa mendengarnya dengan jelas

“Yak yak yak,,kalian pikir aku pemaksa” ucapku membela diri

“Kalau begitu Oppa pasti sudah melakukan suatu perjanjian dengan Kyo eonni, hingga ia mau dibawa kesini.” tambah Sung Jae. Apa mereka pikir kharisma ku sudah hilang sehingga aku harus melakukan apa yang disebutkan oleh mereka tadi  agar Eun Kyo mau ku ajak kerumah ini?

“Sudahlah Sungie-ya, apapun alasan Oppa itu  tidak penting, yang penting Oppa sudah membuktikan dia tidak akan menjadi perjaka tua. hahahahahahaha..” Hyunchan dan Sung Jae puas tertawa diatas penderitaanku. Wajahku entah sudah semerah apa sekarang. Beginilah nasib mempunyai adik menyebalkan seperti mereka.

“Mianh Eun Kyo-ya, kau pasti shock melihat semua ini.a Ao kita langsung makan malam saja. Aku harap kau suka dengan masakanku.” Hyunchan menarik tangan Eun Kyo menuju ruang makan keluarga. Aku memang menyuruhnya menyiapkan makan malam yang istimewa malam ini dan menyuruhnya dan sungjae untuk berpakaian rapi, tapi aku tak memberitahukan alasannya.

                                                                                                ~~~

Sepanjang perjalanan menuju rumah Eun Kyo kami berdua hanya terdiam. Malam ini benar benar malam yang membahagiakan untukku. Akhirnya aku menemukan seseorang yang benar-benar aku dan kedua adikku inginkan. Makan malam tadi juga berlangsung dengan ceria. Hanya Eun Kyo masih terlihat malu, mungkin karena ini pertama kalinya aku dan dia saling berinteraksi. Karena saat kulihat ia mengobrol denga Hyunchan, ia terlihat lebih  santai, mereka memang sering bertemu.

Akhirnya sampai juga didepan rumah Eun Kyo. Aku mengantarkannya hingga di depan rumahnya. Ketika hampir mencampai pintu, kutahan langkahnya dengan tangan ku memegang tangannya. Ia melihatku bingung.

“Aku hanya ingin tahu tentang perasaanmu. Kemarin aku sudah menyatakan perasaanku, dan aku ingin jawabannya.” kataku dengan gugup

“Kupikir kau sudah tau jawabanku sejak kau menjemputku tadi” aku mengerutkan keningku. Tidak mengerti  apa maksud ucapannya.ia tersenyum.

“Aku tidak akan menerima begitu saja ajakan seorang pria yang baru kukenal, apalagi kami belum pernah bertegur sapa secara pribadi. Apa dengan ini kau belum mengerti juga?” jelasnya. Sedikit pemahaman terlintas di benakku. Berarti dia…..

“Jadi maksudmu?” Eun Kyo menganggukkan kepalanya. Senyuman langsung menghiasi wajahku. Kutarik dirinya ke dalam pelukanku, menyalurkan kebahagiaanku.

“Saranghae Eun Kyo-ya, jeongmal saranghae” kutatap matanya, tanpa kusadari wajahku semakin mendekati wajahnya. Semakin dekat hingga bisa kurasakan bibirku menyentuh bibirnya, kugerakkan bibirku dengan lembut. Kunikmati sensasi  ini walau hanya beberapa menit, kemudian terhenti karena suara seseorang yang menginterupsiku. Dan ternyata orang itu adalah Rae Na.

“Ehheemm, aku tau ini sudah malam, tapi kurasa orang orang masih akan berkeliaran pada jam-jam seperti ini.dan kalian berdua bisa menjadi tontonan gratis buat mereka”

Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya. Tersenyum karena terlalu bahagia.

FIN

NOTE : ff yang aneeehhh,,seaneh yang buatnya.ga kan banyak note dari saya.karena dari tadi pengen ketawa terus.hahahahahaha.udah ah….maaf kalo ada typo..

Vikos says : huwaaaaaaaaaaa deg-degan euy terakhirnyaaaaa. Fika suka Onnie… sukaaaaaaaa banggets! Ini khas Park family banget… meski lebih pendek, fokus pada keluarga Oppa juga, tapi daebak! Sumpeh fika sukaaaaaaaa, adu, cieeeeee Onnie bisa bikin yang rada-rada… hahahahahahaha, bagus onnie, cantik! Perfecto lah pokonya… fika suka, Onnie nulisnya yang ini beda, sepertinya menjiwai banget gitu… ga ada yang kurang, scenenya juga rapi. Tiap partnya bisa dimengerti dan nyambung meski ini hanya sekedar potongan cerita manis. Manis dan lucu. Hahahahahaha, suka lah pokonya, keren… ayo Onn, berarti Onnie tugasnya bikin Park Family yah? Kalo Na?? Ahahahahahahahaha, you know what i mean lah Onn… pke Onnie sayang… Gamsahamnida… udah bikinin ini, datang Singapore sakit kan Onn? Jangan lupa minum vitamin… kita tar ga bisa makan-makan kalo Onnie sakit, kita jalan kemana yah Onn? *ngayal mulai* sudah lah, terlalu banyak ngalor ngidul Fika Ini, ayo siapapun yang mampir, harap tinggalkan jejak…

 

39 responses »

  1. woah~ first? *nengok kanan kiri* huehehehe, jarang2 nih😄 ah ff nya bagusss, Park Family nya kayaknya harmonis banget ya gitu, membantu satu sama lain. Hebaaaat~ sosok kakak beradik yang sangat kompak. Udahlah buat Teukyo ga usah pdkt-pdkt-an, pacaran-pacaran, nikaaaaaah langsung pas baru ketemu😄 /plak/ /gagitu/

  2. Huaaa
    suka suka suka *ala upinIpin*
    it cerita manis dh… Park family harmonis sekali.., hahaha lucu pas hyuncan manas”in ajussi khekhekhe…
    Jiah… C’ajumma dingin” ma c’ajussi tapi ujung”.a mao… Hahaha
    eh it udah nyosor aja.. Untung ada raena.. Clu ngga.. Jadi tontonan gratis orng lewat… Hehehe

  3. Stuju sma fika onnie..
    Crita’y manis n lucu..
    Ngakak pas hyunchan bilang suka eunkyo n sungie nya slh paham.. Kkk~
    dan, ending’y itu, smpah manis bgt..
    Soo sweeet.. Cie.. Cie.. Hehe..

  4. Onni,,,, aq dtng,,,, teriak2 gaje,,,,

    first,,, park’s family mmg daebak,,,,
    second,,, kita kompak bangat ya,,, #lirik2 Indah onn#,,
    third,,, I’m really like it,,,

    i2 ternyata kyo onni punya perasaan ma oppa,,
    “oppa pesona memang ruar biasa” hehhehe
    di mana pun n kapan pun,,,

    tapi kok yecungnya gak ada,,,
    kangen yeppa,,,

    cuman pengen bil,,,
    onn,,, knp karakter sungie kok mirip bangaat ma aslinya ya,,
    aneh,,,, santai,,, Coffee milk,,, N suka bangun telat,,,
    tapi ini kalimat yg sangat keyen “aku menunggunya untuk putus denganmu”
    lempar monyet ke indah onn,,,,

    pokokne park’s familiy memang daebaaaakkkk,,,,

  5. buat reader fika,gomawo udah mau baca ff abal2 saya ini,,
    fika juga,gomawo syang eonni di ijinin nyampah di blog fika,,
    @adik kcilku sungie , keluarga kita kan romantis dan hrus slalu kompak,,
    sungie ykin mo kasih eonn hyukjae*mupeng*,,
    ga nyesel??? aslinya dia ckep bgt lho,,,,,
    yeppa sengaja ga diajak di ff ini sayang,,kan ini khusus buat teuk fam’s,eonn gi garap ff yechan kok,,tenang aja,,pasti ntar minta tlg fika buat publish dsini, boleh kan fika sayaaanngg??*kedip2 ke fika*,,
    mang krakter sungie gtu ya,,kok bisa sama ya,,hahahaha,,sukurlah kalo adik kecilku ini suka,,,sempet nanya ke fika sih sungie krakternya sperti apa,,,,,

    @narara : annyeong sayangg,,bangapseumnida,,mkasih ya udah baca,,,

    • ya boleh lah sayang… punya onnie belum fika publish ynag yechan itu…
      hahay, ini ngeditnyanya sampe jam 1 malam loh onnie… sambil smsan sm Rae Na, sambil ngedit sambil cengar cengir sendirian tengah malam. setelah itu edit poster, mian onn, poster seadanya. tapi itu semua cewenya d kafe loh onn… sung jae, onnie sama rae na juga aku… cuman oppa aja yang sama snsd… fika suka ulzzangnya onnie, kadang terlihat dewasa, kadang terlihat ky anak kecil…

    • kita mmg kompak,,, #tos bareng indah onn#

      huee,,,, aslinya monyet cuakeepp????
      onni nonton kagak ngajak2,,,
      nangis tersedu-sedu dipelukan yeppa,,

  6. Muahahahahaa
    keren euy.. eonnie sayang.. bisa jg yah bkin Park Family..
    Eh, gaya’y beda lho dr biasa’y.. lbh santai n sdkit err..😉 *kedip2*
    d’sini oppa yg jd bulan2an.. sungie sdkit o’on mnurutku..whahaha #lol *mianhae hyung* bkn,sungie santai tp lucuu.. beda’y, bkinan fika eon hyunchan’y dewasaaa.. yg inih? ky’y ketularan virus’y enchung inih.. *introgasi yeppa, knp eonnie iparku jd aneh n sdkit evil?*
    tp daebakk lah eon..

    cm ada yg ketinggalan.. tp apa yah.. *thinking*

    • iyah, gaya, dari hati sepertinya ini nulisnya, iyalah keren.. wong si onnie ditemani sung jong sm sunggyu nulisnya… *tarik jolie ke pelukan*
      enak aja ini anak bilang ipar kesayangan saya o’on… iya, karakter sungie ktnya mirip, aku cmn bilang k onnie klo sunggie itu santai, buahahahahaha, ternyata si onnie, perfecto bikin karakternya…
      beuh, ini sisi gelap onnie sebenarnya, iya kan onn? *toel Onnie*

      ketinggalan minho?? ktnya onnie noh minho sama Yesung ada dipart yechan…

  7. @raena : pasti mksudnya si baby deh yg ktinggalan,,
    dsini mang ga nongol,,
    dia mo eonn sempilin di ff yechan,,,
    hyunchan itu dewasa tapi jail,,
    kalo msalah hubungan orang ato drinya sndri dia dewasa tpi kalo ke kluarga dia lbih ke jail,,
    evil ketularan kyu,,kyu itu kan salah satu adik ksyangan,,,

  8. renaaaaaaa,,,berani2nya bilang adik kecilku oon*belain sungie*,,
    dia tuh orangnya santai n cuek,,jdinya ga terlalu ambil pusing segla sesuatunya,,*manyun*,,
    marah ahh ke na,,*kabur ke encung buat curhat*,,,

  9. Onnnie, aq jadi penutup lagi..
    He2..
    Bagus on, cerita sederhana tp ngena di hati. He2.. Pasti bakalan lbih bagus lg klo dipanjangin on.. #plak#..
    Aq stuju ma komen2 d atas endingnya co cweeet bgt.. Klo kompk kya gni ga bkalan ada brantem2an antar ipar nich, tp kmungkin soo oppa yg bakalan dkerjain teruz.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s