Shrimp Kiss (1st Session)

Standar

Shrimp kiss

AUTHOR : AELDRA KIM

Aku bahagia
Kenangan terpentingku bersamaku
Aku tidak pernah bisa mengubahnya dengan sesuatu yang lain
Aku membutuhkan bantuan

Aku akan selalu melindungimu
Aku mencintaimu

Sesekali cinta membawa air mata
Tapi untukmu aku akan tertawa dan bertindak dan hidup terus menerus
(I’m Happy-FT Island)

Author’s POV

            “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPPPPPPPPPPPPPAAAAAAAAAAAAAAA” seorang gadis mungil bernama Eun Kyo berteriak keras saat tiba-tiba lampu di rumahnya padam. Malam itu seperti biasanya, gadis kecil itu sendiri menunggu kepulangan Appanya dari kantor.

            “Eun Kyo~a…. kau di mana? Eun Kyo~a… jangan takut ini aku..”, seorang anak lelaki berusia sekitar 9 tahun memasuki ruang tamu Eun Kyo dengan membawa sebatang lilin yang menyala. “Eun Kyo~a.. kau di mana? Jangan takut ini aku..” anak lelaki itu berteriak sekali lagi menunggu respon dari Eun Kyo kecil sembari berjalan hati-hati menyusuri ruang tamu.

            “Oppa…. Apa itu kau? Oppa.. aku di sini..” jawab Eun Kyo dengan nada ketakutan.

      “Eun Kyo~a.. gwaenchana?”, anak lelaki kecil itupun berjongkok menyejajarkan badannya dengan Eun Kyo yang sedang menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Sudah.. semuanya baik-baik saja Eun Kyo~a…” lelaki kecil itu membelai rambut Eun Kyo penuh kasih mencoba meredam ketakutan yang sedang mendera gadis kecil di hadapannya.

        “Aku takut Oppa… aku takut..”, Eun Kyo mengeratkan semakin mengeratkan kedua tangannya di wajah mungilnya itu.

            “Tidak perlu takut.. ada aku Eun Kyo~a.. “, lelaki kecil itu membuka tangan Eun Kyo perlahan. “Lihat.. sekarang sudah tidak gelap lagi.. aku akan selalu membawa cahaya.. kau tidak perlu takut lagi, arachie?”

Eun Kyo mengerjapkan matanya perlahan, ia merasakan matanya sedikit sakit karena menerima cahaya yang tiba-tiba. Tangannya kembali mengusap kedua matanya agar penglihatannya kembali jelas. Ia mendapati seorang anak lelaki tersenyum manis dengan sebuah lesung di bawah bibir sebelah kirinya. Melaihat senyum itu, Eun Kyo pun turut tersenyum dan berbinar senang.

            “Jung Soo Oppa.. kau mau menamaniku menunggu kepulangan Appa malam ini?”, tanya Eun Kyo penuh harap.

Jung Soo kecil itu mengangguk tanpa menghilangkan senyum khasnya. “Tentu saja.. Kajja.. sekarang lebih baik kau menunggu Appamu sambil tidur, ini sudah malam  Eun Kyo~a. Abata.. bukankah kau ingin melihat matahari terbit besok?”

            “Ehm.. besok jika Appa tak membangunkanku, Oppalah yang harus membangunkanku..” Eun Kyo beranjak dari duduknya menuju sofa dan membaringkan tubuh mungilnya di sana. “Oppa mau kemana?”, tangan Eun Kyo mencegah Jung Soo berniat  melangkahkan kakinya.

            “Oppa akan mengambil selimut untukmu..”

            “Jangan tinggalkan aku.. Oppa di sini saja.. aku takut..”, rengek Eun Kyo.

            “Baiklah gadis manja.. Oppa tidak akan kemana-mana”, Jung Soo mencubit hidung Eun Kyo  yang membuat gadis kecil itu menggembungkan pipinya kesal. “Sekarang tidurlah…”

Eun Kyo pun memejamkan matanya perlahan. Rasa takut yang menyelimutinya berubah menjadi rasa nyaman ketika dia tau bahwa Jung Soo Oppanya akan selalu menemani dan menjaganya sepanjang malam sampai kepulangan Appanya.

Jung Soo meletakkan lilin yang di bawanya ke meja. Ia melihat Eun Kyo dengan seksama. Gadis kecil di hadapannya itu sedang pulas dengan nafas teratur. Sebuah senyuman tak berhasil di tahan Jung Soo saat melihat wajah polos Eun Kyo yang sedang terlelap menuju dunia mimpinya. Jung Soo mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Kyo lalu tiba-tiba.. cup.. bibir mungil itu menyentuh bibir Eun Kyo.

            “Eun Kyo~a.. kau tau? Appaku selalu melakukan hal itu ketika Eomma sedang tidur. Kata Appa, Appa sangat mencintai dan menyayangi Eomma. Jadi.. karena Oppa menyayangi Eun Kyo,  Oppa akan selalu melakukan hal itu saat Eun Kyo tidur. Selamat malam..”

***

Bip..bip..bip.. jam alarm di kamar Eun Kyo mulai berdering keras memprotes pemiliknya yang masih terlelap di bawah selimut merah jambunya. Eun Kyo yang merasa  terganggu mulai mengernyitkan wajahnya kesal. Dia menendang-nendang selimutnya hingga selimut itu jatuh ke lantai.

            “Yak!!! Berhenti mengoceh sepagi ini… aku masih mengantuk..”, dengan susah payah akhirnya suara seraknya itu muncul juga.

Seolah pantang menyerah, jam alarm itu masih terus berdering tak menghiraukan lagi wajah pemiliknya yang sudah mulai geram.

            “Yak!!! Arrachie.. aku bangun sekarang!!!” akhirnya tubuh mungil itu bangkit dari tidurnya dan mematikan jam alarmnya. “Mwo????”, mata bulatmya membelalak seketika saat mendapati jarum jamnya di antara angka 6 dan 7. “Aish… aku terlambat lagi!!!”, desisnya kesal.

            “Eun Kyo putri Appa yang paling cantik.. sudah bangun sayang?”, seorang lelaki paruh baya berpenampilan rapi dengan setelan celana hitam, kemeja putih serta dasi biru tua memasuki kamar Eun Kyo dengan senyum arifnya.

            “Appa… kenapa tak membangunkanku? Aku terlambat lagi..”

            “Sudahlah sayang.. yang penting  putri Appa tidak akan terlambat datang ke sekolah.. Kajja sekarang mandi dan bersiap-siap, 20 menit lagi bis jemputan sekolah akan menjemput tuan putri Eun Kyo. Appa tunggu di meja makan ya sayang..”

Setelah merapikan seragam sekolahnya dan menghabiskan sarapannya serta mencium pipi Appanya, Eun Kyo berlari menuju bis sekolah yang telah menunggu di depan rumahnya. Gadis kecil itu melangkahkan kakinya di tangga bis dan mencari kursi favoritnya.

            “Selamat pagi..”, Jung Soo telah duduk di kursi nomor dua dari depan, tepat di samping kursi favoritnya.

Eun Kyo langsung menempati kursinya tanpa menghiraukan Jung Soo yang memandangnya dengan senyum khasnya.

            “Eun Kyo~a.. kau kenapa? Marah pada Oppa?”, tanya Jung Soo khawatir.

Lagi-lagi Eun Kyo tak menggubris Jung Soo sama sekali. Gadis mungil itu malah melemparkan pandangannya ke arah pemandangan luar jendela bis.

            “Eun Kyo~a.. bicaralah dengan Oppa.. Apa kau marah pada Oppa? Memangnya Oppa salah apa?”, rengek Jung Soo.

Eun Kyo mengalihkan pandangannya dari luar jendela ke wajah Jung Soo yang sedang bingung. “Aku marah pada Oppa.. kenapa Oppa tak membangunkanku pagi tadi? Lagi-lagi aku terlambat melihat matahari terbit..”, Eun Kyo mengerucutkan bibirnya.

            “Jadi kau marah pada Oppa karena itu?”, selidik Jung Soo yang di balas dengan anggukan Eun Kyo. “Apa kau pernah bertanya pada Appamu kenapa beliau tak membangunkanmu saat matahari terbit?”

            “Appa bilang, Appa tak tega membangunkanku yang sedang tidur..”

            “Begitu juga dengan Oppa, Eun Kyo~a.. Oppa tidak bisa mengganggu tidur damaimu itu. Maka dari itu, kau harus berusaha bangun pagi jika ingin melihat matahari terbit, arrachie? Sekarang berhentilah marah pada Oppa” rajuk Jung Soo.

            “Ne.. mulai besok aku akan berusaha bangun sepagi mungkin..” kata Eun Kyo antusias.

            “Charanta…”, jawab Jung Soo sembari mengacak rambut Eun Kyo.

            “Eun Kyo~a.. lusa saat penerimaan rapor, siapa yang akan mengambil rapormu? Appamu atau Eommamu? Kalau aku, kedua orang tuaku yang akan mengambilnya.. hahahaha… kau kasihan sekali Eun Kyo yang malang…”, ejek Min Rin teman sekelas Eun Kyo.

            “Itu bukan urusan kalian!!! Sudah! pergi duduk dan urusi urusan kalian sendiri!!!”, bentak Jung Soo.

Hal seperti itu selalu terjadi saat Eun Kyo mulai bersekolah. Ejekan demi ejekan selalu terlontar dari bibir teman-teman sekelasnya. Tak pernah sekalipun kedua orang tuanya datang bersama-sama untuk mengambil nilai yang di capainya. Itu semua karena kedua orang tua Eun Kyo bercerai di sebabkan masalah kecuriagaan hubungan Eommanya dengan atasannya di kantor. Dan mulai saat itu Eun Kyo di bawa oleh Appanya dan jarang sekali menemui Eommanya. Imej buruk Eommanya pun telah tersebar di daerah tempat tinggalnya. Hingga sampai detik ini Eun Kyo berusaha untuk membenci Eommanya walaupun sebenarnya gadis kecil itu sangat menyayangi Eommanya.

            Eun Kyo seolah kehilangan pijakan saat mendapati dirinya selalu sendiri di usia sekecil itu. Sejak Eomma dan Appanya bercerai, Eun Kyo tak pernah memiliki teman yang bisa di ajaknya bercanda dan bercerita banyak hal. Appanya selalu sibuk dengan pekerjaannya. Berangkat pagi dan pulang larut. Sedangkan Eommanya jarang sekali menjenguk bahkan menanyakan kabar putri kecilnya itu. Eun Kyo merasa hidupnya di penuhi kegelapan. Ia sangat takut gelap, dan berharap seseorang akan menyelamatkannya dari kegelapan itu.

            Hingga suatu hari datang sebuah keluarga kecil yang pindah di sebelah rumahnya. Sepasang suami isteri yang memiliki seorang putra kecil berusia sekitar 9 tahun. Ketika Eun Kyo menyirami bunga di tamannya seorang lelaki kecil mendekat dan memberikan sebuah piring berisikan kue padanya. Saat itulah Eun Kyo memiliki teman. Memiliki tempat berbagi banyak hal, dan tempatnya tertawa lepas melupakan masa suramnya. Eun Kyo seolah mendapatkan pelita kecil di hamparan kegelapan hidupnya. Park Jung Soo.. nama yang akan selalu ada di hati kecilnya sebagai pelita kecil dengan cahaya luar biasa yang akan merubah hidupnya.

            “Eun Kyo~a.. hari ini Oppa akan masuk TV, kau mau menonton Oppa kan?”, Jung Soo mencoba mengalihkan perhatian Eun Kyo dari rasa sedih akibat ejekan temannya.

            “Kenapa Oppa masuk TV?”,tanya Eun Kyo bingung

            “Karena Oppa menjadi juara saat olimpiade sains kids, dan para pemenang akan muncul di TV siang ini, kau mau melihat Oppa kan?”, tanya Jung Soo penuh harap.

            “Tentu saja.. aku akan melihat Oppa. Oppa fighting!!!”, Eun Kyo mengepalkan tangannya memberi Jung Soo semangat.

***

Jam 1 siang. Eun Kyo memacu kakinya dari lantai dua menuju ruang TV. Dengan segera ia memencet tombol on remote TV nya dan mencari chanel  dimana dia bisa melihat Jung Soo Oppanya.

            “Nah.. sekarang giliranmu Park Jung Soo.. apa yang ingin kau katakana setelah menerima piala ini?”, seorang pembawa acara wanita menghampiri seorang anak lelaki yang tak bisa menyembunyikan wajah berbinarnya.

            “Eun Kyo~a.. Oppa berjanji akan terus mencintaimu dan menjagamu”, Jung Soo sangat senang bisa mengatakan janji itu di salah satu stasiun TV yang sedang on air dan bisa disaksikan jutaan orang Korea. “Jangan takut gelap lagi.. karena Oppa akan selalu menjadi pelita kecilmu..”, lanjutnya. “Eun Kyo~a.. lihatlah kelingking Oppa..”, Jung Soo mengarahkan jari kelingkingnya ke  arah kamera “Oppa tau kau melihat Oppa.. sekarang tempelkan jari kelingkingmu di layar TV.. “

Eun Kyo beranjak dari duduknya dan mendekat ke layar TV. Dengan hati-hati Eun Kyo menempelkan kelingkingnya di layar TV tepat menempel pada jari kelingking Jung Soo.

            “Kita berjanji akan hidup bahagia bersama.. Ini janji kita…”, teriak Jung Soo.

Tak terasa air mata Eun Kyo menetes begitu saja. Ia merasakan udara di sekitarnya begitu mudah ia hirup. Ia merasa tak akan lagi mengalami penderitaan karena pelitanya akan selalu bersamanya.

            “Aigoo.. kau manis sekali Jung Soo~ya.. pasti Eun Kyo senang mendengarnya..”, timpal pembawa acara.

            Hari-hari berikutnya mereka lewatkan dengan menghabiskan kecerian bersama.  Eun Kyo merasa Jung Soo adalah kebutuhannya seperti bumi yang membutuhkan matahari agar ia menjadi hidup dan terang. Jung Soo pun merasa Eun Kyo adalah kebutuhannya, seperti air yang mengisi 70% tubuh manusia dan mampu menumbuhkan berbagai tumbuhan indah penghias dunia.

            Hingga saat itu tiba. Eomma Jung Soo yang berprofesi sebagai dokter harus pindah tugas di luar kota. Tak ada pilihan lain selain pindah bagi keluarga harmonis itu. Dengan berat hati Jung Soo meninggalkan Eun Kyo kembali sendiri di gelap kehidupannya. Sebelum pergi anak  lelaki itu memberikan sebuah kotak yang terbungkus kertas kado berwarna ungu yang berisi sebuah boneka udang dan sebuah foto. Foto seorang anak lelaki yang sedang mencium gadis kecil yang terlelap. Kedua anak itu adalah Jung Soo dan Eun Kyo.

            “Kau harus janji pada Oppa, jadilah anak yang selalu ceria.. jangan pernah menangis di hadapan orng lain kecuali di hadapan Oppa.. arrachie?”, pinta Jung Soo sembari menyeka air mata Eun Kyo. “Kau ingat janji kita kan? Kita akan hidup bahagia bersama selamanya.. Kita akan bertemu lagi Eun Kyo~a.. Jadi.. cepatlah besar dan susul Oppa ke kota.. Oppa menunggumu di sana..” Jung Soo mengarahkan kelingkingnya ke arah Eun Kyo.

            “Ne.. Oppa.. Aku tak akan cengeng lagi.. aku janji akan selalu ceria dan segera dewasa agar cepat bisa menyusul Oppa ke kota..”, Eun Kyo menautkan kelingkingnya dengan kelingking Jung Soo.

Jung Soo beranjak dari duduknya dan berjalan pelan menuju mobil Appanya yang telah menunggu. Anak lelaki itu tak mau melepaskan pandangannya dari Eun Kyo yang berdiri di halaman rumahnya. Ia takut jika sedetik saja ia berkedip, Eun Kyo tak nampak lagi. Jung Soo sungguh takut jika ia tak lagi bisa bertemu Eun Kyo sekali lagi. Tapi janji yang tempo hari diucapnya kembali berkelebat di benaknya. Ia yakin bahwa janji itu akan ia tepati. Janji itulah yang akan menguatkannya dan menguatkan Eun Kyo. Dengan kaki yang ringan Jung Soo menaiki mobil Appanya dan melambaikan tangannya ke arah Eun Kyo sembari tersenyum ceria.

***

19 tahun kemudian..

Eun-Kyo’s POV

            Arrrrrrrggggghhhhh.. lagi-lagi aku terlambat bangun. Satu matahari terbit kulewatkan lagi. Cih.. padahal ini hari pertamaku di rumah baru. Appa mengajakku pindah ke rumah baru di kota Seoul karena perkembangan perusahaan Appa yang melesat. Aku baru saja menyeleaikan kuliahku dan harus mengikuti Appa kemanapun Appa pergi. Dan di sinilah aku.. di sebuah rumah berlantai 3 dengan kemewahan dan keeleganannya tanpa mengurangi sedikitpun kesan sederhana. Aku memang menyukai segala hal yang sederhana jadi tak heran jika rumah sebesar ini akan tampak sederhana karena sentuhanku.

            “Selamat pagi putri Appa.. Bagaimana tidurmu di kamar baru? Nyenyak?”, Appa yang sudah berpenampilan rapi itu duduk di tepi ranjangku.

            “Kurasa tadi malam aku memimpikan seorang pangeran menjemputku..”, jawabku asal.

            “Ayolah sayang… Jangan tinggalkan Appa dulu.. kau harus menemani Appamu ini, jadi jangan pernah menerima tawaran pangeran dari negeri manapun yang berniat membawamu pergi dari Appa..”, pinta Appa dengan raut wajah serius.

            “Hahahaha… Appa.. kenapa Appa menanggapinya dengan serius? Aku tidak akan kemana-mana sebelum Jung Soo Oppa yang menjemputku..”

            “Hmm.. kau menunggu pangeran shrimp kiss mu itu?”,

Aku membelalakkan mataku dengan sempurna. “Dari mana Appa tau istilah itu?”

            “Shrimp kiss atau ciuman udang adalah ciuman yang di berikan oleh orang yang kau cintai tanpa sepengetahuanmu.. dan anak Appa sudah mendapatkan Shrimp Kiss..”, ledek Appa.

            “Appa… darimana Appa tau?”, kali ini aku bertanya dengan wajah yang kurasa sudah mulai memerah karena malu sekarang.

            “Hahaha.. setiap malam Appa yang mematikan laptopmu Eun Kyo~a.. Dan setiap Appa akan mematikannya, layar itu menunjukkan halaman dengan artikel yang berjudul Shrimp Kiss, lalu wallpaper laptop itu juga.. gambar putri kecil Appa yang sedang di cium pangerannya..”

Aishh.. Eun Kyo baboya!!! Bagaimana bisa tak menyadari setiap bangun tidur laptopmu yang kau tinggalkan dalam keadaan hidup itu mati dengan sempurna saat kau bangun? Lain kali jangan ulangi kebodohanmu itu!!! Umpatku dalam hati.

            “Sudah..sudah.. jangan malu seperti itu pada Appa.. sekarang mandilah. Hari ini kau akan melakukan kegiatan apa?”

Aku merapikan selimutku yang berantakan dan menempatkannya di ujung tempat tidurku. “Molla.. mungkin aku akan mencari pekerjaan..”

Appa memandangku heran lalu mendekatiku “Eun Kyo~a.. untuk apa kau mencari pekerjaan ? Apa uang saku bulananmu masih kurang? Kenapa tak langsung meminta pada Appa saja?”

Aku membalas tatapan heran Appa “Ani.. aku tak pernah merasa kurang dengan uang saku dari Appa, tapi… aku bosan begini terus Appa. Jika kemarin aku masih kuliah aku bisa menghabiskan waktuku dengan paper-paper yang menumpuk, tapi sekarang.. aku sudah lulus Appa.. dan aku butuh banyak kegiatan yang bisa membunuh rasa bosanku..”, jelasku. “Dan.. Appa tau.. jika aku bukanlah gadis manja yang lebih senang berada di dalam rumah..”, lanjutku penuh penekanan.

            “Baiklah.. terserah padamu putriku.. yang jelas Appa tak mau melihatmu kelelahan.. Semoga hari ini menyenangkan Nak..”, Appa keluar dari kamarku setelah mencium keningku.

Baiklah.. Park Eun Kyo.. bersiaplah menerima hari baru mulai hari ini.. Semoga kau segera bertemu dengan Jung Soo Oppa.

***

TKC  FOUNDATION

Aku mengeja huruf-huruf itu dengan teliti. Sepertinya tempat ini cocok denganku. Aku senang sekali jika bisa bekerja di tempat peduli social seperti ini.  Dengan segera aku memarkirkan mobilku di area parkir dan menuju loby.

            “Permisi.. apakah.. perusahaan ini membutuhkan karyawan mungkin?”, tanyaku pada seorang resepsionis manis dengan senyum ramahnya.

            “Kebetulan sekali.. direktur kami sedang memerlukan sekretaris, mungkin anda bisa menanyakan langsung kepada beliau..mari saya antar..”, jawab resepsionis itu lalu mengantarku ke lantai 5.

Kami berdua sampai pada sebuah ruangan yang peniuh dengan warna putih. Kesan bersih dan nyaman menyeruak saat aku memasuki ruangan berukuran besar itu. Benarkah ruangan seorang direktur senyaman ini? Sepertinya bukan, karena ruangan Appaku yang juga seorang direktur tak semenyenangkan ruangan ini.

Tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka. “Direktur.. kebetulan sekali ada seorang gadis yang melamar pekerjaan di sini.. Mungkin bisa menjadi sekretaris anda.. Nona.. kenalkan.. ini adalah direktur perusahaan ini.. tuan Leeteuk..”, kata resepsionis muda itu.

Aku merubah posisi berdiriku hingga bisa menghadap direktur perusahaan ini. Kubungkukkan badanku ke arahnya. “Annyenghaseyo.. senang bertemu dengan anda..”, aku mencoba menatap wajah pria di hadapanku. Mataku membulat sempurna mendapati wajah yang sepertinya tak asing lagi bagiku. Map yang kubawa jatuh seketika menghamburkan kertas-kertas yang ada di dalamnya.

            “Eun Kyo~a..”, suara itu.. suara itu.. Tak salah lagi, aku benar-benar mengenali suaranya. Suara yang kurindukan selama bertahun-tahun.

Aku berusaha mati-matian mengambil oksigen yang bebas di sekitarku. Tapi yang kurasakan benar-benar sesak. Rasa rindu yang lama kupendam itu lebih dominan mengisi seluruh ruang tubuhku. Aku memandangnya dengan detail. Rambut hitam itu.. rambut yang selalu kuacak-acak saat aku masih kecil. Dan sekarang rambut itu terlihat begitu rapi di kepalanya. Kedua mata itu.. mata yang selalu membuatku tenang dengan tatapannya saat aku berada dalam ketakutan. Dan sekarang.. mata itu senang menatapku tepat pada retina mataku.. Bibir itu.. bibir yang selalu menciptakan senyuman khas yang tak satupun bisa menandinginya.. sekarang bibir itu seakan dekat.. seakan ingin bergerak dan menyungginggkan senyuman itu lagi. Tubuh itu.. tubuh yang selalu menopangku saat aku kelelahan saat aku masih menjadi gadis kecil.. dan sekarang tubuh itu semakin kekar.. akankah tubuh itu masih bisa menopangku saat aku kelelahan nanti..? Tangan itu.. tangan yang dulu selalu menyeka setiap tetes air mataku.. dan sekarang.. tangan itu tumbuh menjadi tangan yang lebih indah dan besar.. bisakah tangan itu menyeka air mataku sekali lagi?

            Aku mengamatinya tanpa celah sedikitpun. Orang yang kurindukan selama ini ada di hadapanku. Pelita kecil kegelapan hidupku berada dekat denganku saat ini. Tanpa aba-aba.. cairan bening yang kutahan itupun menetes dari sudut mataku. Janji itu.. janji bahwa aku hanya akan menangis di hadapannya selalu aku tepati. Dan sekarang janji-janji lain kami berdua akan segera terlengkapi.

Aku menghirup oksigen dalam-dalam dengan sudah payah dan menghempaskanya perlahan “Jung Soo Oppa..”, akhirnya nama itu terucap dari bibirku yang terasa kelu.

Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekat ke arahnya. Semakin dekat jarak antara kami maka jantungku seakan semakin berdetak tak karuan. Dan suara lembut itu menghentikanku seketika..

            “Siapa dia Oppa? Oppa mengenalnya?”

Leeteuk’s POV

Aku membuka pintu ruanganku dan kudapati Yoo Ah sudah berada di dalamnya dengan seorang gadis.

“Direktur.. kebetulan sekali ada seorang gadis yang melamar pekerjaan di sini.. Mungkin bisa menjadi sekretaris anda.. Nona.. kenalkan.. ini adalah direktur perusahaan ini.. tuan Leeteuk..”, kata Yoo Ah.

Gadis itu berbalik lalu membungkuk ke kepadaku.  “Annyenghaseyo.. senang bertemu dengan anda..”,setelah menayapu dia kembali menegakkan badannya.

DEG… kali ini aku merasakan jantungku seolah berhenti berdetak. “Eun Kyo~a..”, kataku tertahan saat melihat wajah gadis dihadapanku itu.

Aku merasakan tubuhku terpenuhi dengan rasa sesak yang selama ini kependam rapi di dalam sana. Melihat sosok sempurna di hadapanku, aku yakin dialah Eun Kyo ku yang kurindukan selama ini. Gadis dengan rambut yang diikat rapi itu.. gadis yang memiliki mata indah yang sempurna.. gadis yang kecantikannya tak ada yang bisa mengalahkan.. gadis itu.. gadis itu.. gadis kecilku.. Eun Kyo. Cairan bening itu menetes dari mata indahnya, membuatku ingin segera menyekanya dan merubahnya menjadi sebuah senyuman yang kurindukan.

            “Jung Soo Oppa..”, panggilnya tertahan. Aku merasakan tubuhku, Kebutuhan hidupku kini telah kembali.. Airku telah telah kembali, membuatku kembali hidup dan menumbuhkan tanaman kebahagiaan dalam kehidupanku.

 Eun Kyo berjalan mendekatiku dengan langkah pelannya. Dan akupun berusaha melangkahkan kakiku ke arahnya saat sebuah tangan menahan lenganku dan menghancurkan semua niatku..

            “Siapa dia Oppa? Oppa mengenalnya?” tanya Hyo-Ra.

Suara Hyo-Ra meluluh lantakkan semua harapanku seketika. Kepalaku tiba-tiba didera rasa sakit yang teramat sangat. Hatiku perih seakan diiris dengan ribuan pedang. Kali ini aku sungguh ingin keluar dari dunia dan meninggalkan semuanya.

            “Ehm.. mu..mungkin.. aku salah orang..” jawabku terbata.

Eun Kyo tercekat mendengar ucapanku. Matanya beralih dari wajahku menuju lenganku yang digandeng Hyo Ra. Aku melihat amarah dalam di kedua matanya. Ketidak relaan sangat kental nampak di raut wajahnya.

Dengan bersikap dingin aku memapah Hyo Ra ke sofa ruangan kerjaku dan mendudukkannya di sana. Lalu aku berjalan menuju meja kerjaku. “Ehm.. apa benar anda ingin melamar pekerjaan di tempat ini?”, aku berusaha sekeras mungkin menghilangkan kegugupanku.

Tak ada jawaban dari Eun Kyo. Gadis itu masih memandangku dengan tatapan kosongnya.

            “Nona.. Oppa sedang bertanya pada anda..”, Hyo Ra mencoba membantuku menyadarkan Eun Kyo kembali.

            “Oh.. Ne..”, jawab Eun Kyo singkat.

            “Bisakah saya melihat berkas anda nona?”, tanyaku lagi tanpa melakukan kontak mata dengannya.

Eun Kyo melangkahkan kakinya ragu dan memberikan map yang isinya sempat jatuh berantakan. Aku berpura-pura mengamati kertas-kertas itu degan cermat. Padahal, yang sebenarnya adalah pikiranku tak lepas dari Eun Kyo sama sekali. Semua kenangan dan janji kami berkelebat memenuhi benakku. Aku tak bisa membiarkan Eun Kyo bekerja di tempat ini. Aku tak ingin dia merasa sakit dengan semua keadaan yang akan di hadapinya nanti.

            “Se..sebenarnya.. aku memang membutuhkan seorang sekretaris..tapi.. sepertinya anda bisa mencari tempat lain selain perusahaan ini..”, jelasku datar.

            “Wae oppa? Pekerjaanmu terlalu banyak akhir-akhir ini.. dan aku tak ingin Oppa bekerja sendiri.. carilah seorang sekretaris.. Dan kurasa.. nona ini cocok untuk menjadi sekretarismu..”, potong Hyo Ra.

            “Ba..baiklah.. kurasa anda bisa berkerja menjadi sekretarisku..”, jawabku dengan nada menyesal.

            “Mulai hari ini..”, tambah Hyo Ra.

Eun Kyo tersenyum pahit dan mengangguk “Khamsahamnida.. saya akan berusha melakukan yang terbaik..”, ucapnya terpaksa.

            “Annyeonghaseyo.. Han Hyo Ra imnida..”, Hyo Ra tersenyum dan mengarahkan tangannya kedepan berharap mendapat sambutan dari Eun Kyo. Eun Kyo mengerutklan alisnya bingung. “Ah.. aku  tau.. anda pasti berpikir jika aku ini sombong sekali, iya kan? Aku tidak sombong nona, hanya saja aku tidak bisa menghampirimu karena kakiku  tak bisa berjalan dengan normal saat ini..”, jelas Hyo Ra.

Dengan enggan Eun Kyo menghampiri Hyo Ra dan menyambut tangannya. “Park Eun Kyo imnida..”

            “Senang bertemu denganmu Eun Kyo ssi.. semoga kau bisa menjadi partner kerja yang baik bagi calon suamiku..”, timpal Hyo Ra.

Tubuh Eun Kyo menegang. Dia menoleh ke arahku dengan tatapan kesedihan. Lalu beberapa detik kemudian dia tersenyum dan kembali menatap Hyo Ra “Ne.. aku akan menjadi partner kerja yang baik bagi direktur..”.

            “Baiklah kalau begitu.. Oppa… sekarang kau bisa mengantarku ke dokter kan?”, tanya Hyo Ra.

            “Ne..” aku bangkit dari dudukku dan menghampirinya. Memapahnya berjalan keluar ruangan menuju  mobilku tanpa sekalipun menoleh pada Eun Kyo.

Sesampainya di mobil Hyo Ra menyandarkan kepalanya di pundakku. “Oppa… aku takut…”

            “Hari ini dokter hanya memeriksa perkembangan kakimu saja.. apa yang kau takutkan?”, tanyaku parau.

            “Ani.. bukan itu yang kutakutkan..”, jawabnya.

            “Lalu..???”

            “Aku takut Oppa akan meninggalkanku.. dan mencampakkan janji Oppa padaku..”

Tubuhku menegang mendengar ucapannya. Kepalaku kembali bereaksi menciptakan rasa sakit yang luar biasa. Hatiku kembali pedih tak tertahankan. Aku mengehela nafas dalam-dalam “tidak.. aku tidak akan meninggalkanmu.. aku akan menepati janjiku..”

            “Jincha???”, HyoRa mengangkat kepalanya dan menatapku meminta kepastian. Aku menjawabnya dengan anggukan. Hyo Ra tersenyum bahagia dan kembali menyandarkan kepalanya di pundakku.

Ingatan itu kembali berkelebat mengganggu pikiranku.

Flash Back

Saat itu aku di undang oleh Hyo Ri mendatangi galeri patung miliknya. Hyo Ri dan Hyo Ra adalah dua gadis kembar yang menjadi teman satu universitasku. Dua kembar itu memang mirip sekali hingga tak ada satupun yang bisa membedakan keduanya. Kecuali hobi mereka. Jika Hyo Ri senang sekali dengan berbagai hal berbau seni seperti melukis dan memahat patung seni, maka Hyo Ra sangat senang dengan dunia tari terutama ballet.

 Aku berkeliling melihat semua hasil karya Hyo Ri yang terpajang indah di setiap sudut ruangan. Tiba-tiba Hyo Ri menarikku dan mengajakku ke sebuah ruangan yang di tengahnya terdapat sebuag patung besar.

            “Ada yang ingin kusampaikan.. “, kata Hyo Ri. Dia berjalan mengelilingi patung besar itu. “Ehm..ehm.. apakah harus aku yang menyatakan?”teriak Hyo Ri seakan berbicara pada seseorang selain aku. “Baiklah.. kalau begitu aku saja yang mengatakannya.. Jung Soo Oppa.. sebenarnya Onnie-ku itu..”

            “AWAAASSSSS!!!!”, sebuah pekikkan terdengar begitu nyaring dan sebuah tangan mendorong tubuhku hingga terhempas jauh di sudut ruangan.

BRAAKK…

            “Aaa…!!! Aaa..aa..” sebuah teriakan dan erangan yang semakin lama semakin terdengar melemah dan hilang.

Aku berusaha bangkit dari jatuhku dan menajamkan penglihatanku. Kudapati Hyo Ri terbaring dibawah patung besr yang menindihnya dengan darah yang menggelinang di sekitar tubuhnya. Sedangkan Hyo Ra merintih karena kaki kananya tertindih ujung patung besar itu.

Aku segera menghubungi ambulans dan membawa mereka menuju rumah sakit. Sayangnya.. nyawa Hyo Ri tak terselamatkan lagi. Sedangkan kaki kanan Hyo Ra mengalami cedera yang cukup parah hingga dokter memvonisnya tidak bisa menggunakan kaki kanannya lagi untuk mengejar cita-citanya yaitu menjadi ballerina.

Hyo Ra dan keluarganya sangat terpukul dengan kematian Hyo Ri. Terlebih Hyo Ra. Gadis itu seakan menjadi mayat hidup setelah kepergian kakaknya. Aku benar-benar merasa bersalah dan berhutang nyawa pada Hyo Ra. Jika saja saat itu Hyo Ra tak mendorong tubuhku. Mungkin saat ini tubuhkulah yang terbaring di pemakaman.

Aku mendekati Hyo Ra yang duduk memandang pemandangan luar jendela rumah sakit. “Hyo Ra-ya.. jika saja aku bisa menggantikan posisimu dan posisi Hyo Ri saat itu..”, aku semakin merasa frustasi saat Hyo Ra tak menggubrisku sama sekali. “Aku.. akan melakukan apapun untuk menukar rasa sakit itu.. rasa sakit kalian..”

Hyo Ra menoleh ke arahku dan menatapku tajam. “Benarkah kau ingin membayar semuanya?”, tanyanya dengan suara parau. Aku mengangguk. “Jika kau ingin membayar semuanya, bisakah kau selalu berada disisiklu dan melupakan semuanya?”

Aku tercekat dengan pertanyaanya. Berada di sisinya dan melupakan semuanya? Hyo Ra kembali mengarahkan pandangannya ke luar jendela saat menyadari raut wajahku yang enggan melakukan permintaannya. “Baiklah.. aku akan selalu berada di sisimu dan melupakan semuanya..”, jawabku dengan suara berat.

            “Kau.. harus berjanji padaku.. Oppa..”, desaknya. Dan kepalaku mengangguk sekali lagi mengukir sebuah janji bodoh yang selamnya tak bisa kuubah.

Flash Back End

***

Aku kembali ke kantor setelah mengantar Hyo Ra pulang ke rumahnya.  Saat aku memasuki ruanganku untuk mengambil berkas pekerjaanku yang akan kukerjakan di rumah, aku mendapati Eun Kyo tertidur di mejanya, meja sekretarisku. Aku melangkahkan kakiku tanpa suara mendekatinya. Kupandangi wajah gadis itu dengan seksama dan terperinci. Tak membiarkan seinchipun dari wajah cantiknya luput dari tatapanku. Matanya terpejam tanpa mengurangi sedikitpun keindahan, walaupun sebenarnya aku lebih suka melihat matanya mengerjap dan menatapku.. itu.. seolah dunia beserta isinya menjadi milikku. Hidungnya.. aku beralih memandang hidungnya.. rasa lega menyeruak begitu saja saat menyadari dia dapat bernafas dengan baik selama ini. Pandangan mataku turun ke arah bibirnya. Bibir yang selalu memberiku kekuatan dengan senyuman yang terukir darinya. Aku ingin melihat senyumnya sekali lagi. Bukan.. bukan sekali.. tapi setiap hari.. aku tak ingin melewatkan senyumannya lagi. Tatapanku beralih ke jari-jari lentiknya. Aku membebaskan jari-jari tangannya dari aktifitasnya menggenggam sebuah pena. Jari itu lalu kusentuh perlahan.. aku tak ingin menyakiti jarinya. Jari-jari ini adalah jari yang ingin kugenggam selama hidupku. Jari-jari indah turunan para dewi yang tak akan pernah kubiarkan merasakan luka sekecil apapun. Astaga.. semua tubuhnya memang berharga bagiku. Dan tak akan ada pria lain yang kubiarkan menyentuhnya kecuali Appanya.

Aku berniat membelai pipinya saat sebuah dehaman mengagetkanku.

            “Ehm..ehm.. kurasa jika kau ingin mengagumi wajah calon istrimu.. kau bisa melakukannya di rumah Leeteuk ssi.. jangan lakukan di tempat umum seperti ini..”, sindir Min Woo yang entah sejak kapan berdiri di depan pintu ruanganku.

            “Se..sejak kapan kau berada di sana?”

         “Sejak kau mengagumi makhluk cantik di hadapanmu itu.. bagaimana.. kau sudah jatuh cinta padanya, huh? Pada calon istrimu?” selidik Min Woo.

Aku berusaha menutupi wajah Eun Kyo dengan tubuhku. Aku tak ingin Min Woo melihat bahwa gadis yang kupandang dengan perasan cinta baru saja adalah Eun Kyo. Jika sampai Min Woo tau aku memandang Eun Kyo dan bukan Hyo Ra calon istriku.. maka bisa kupastikan akan ada kesalah pahaman nantinya.

Min Woo merasa aneh dengan gerak-gerikku. Pria bertubuh tingggi itu berjalan mendekatiku dan mencoba melihat wajah gadis yang sedang kututupi. Setelah berjinjit Min Woo menyeringai tajam. “Ooo.. nona cantik itu datang.. kurasa.. permainan cintamu akan lebih menyenangkan Leeteuk ssi..” setelah berkata seperti itu Min Woo tertawa lepas seolah anak kecil yang  mendapatkan mainan kesukannya.

Tawa Min Woo membangunkan Eun Kyo yang berada di belakangku. “Mianhamnida.. aku tertidur..”, kata Eun Kyo yang seketika menghentikan tawa Min Woo. Eun Kyo mengerutkan keningnya bingung dengan posisi berdiriku yang dekat sekali dengan tempatnya duduk. Dengan segera aku menggeser tubuhku dan berjalan ke arah lain

            “Oh.. kau sudah bangun nona?”, tanya  Min Woo kemudian.

Eun Kyo yang masih bingung dengan keadaan yang terjadi sekarang hanya menganggukkan kepalanya pelan.

            “Apa kau sekretaris baru Leeteuk? Kenalkan.. aku Seo Min Woo.. rekan kerjanya..”, Min Woo mengulurkan tangannya ke arah Eun Kyo.

Dengan enggan Eun Kyo membalas uluran tangan Min Woo “Park Eun Kyo..”.

            “Oh.. jadi kaulah Park Eun Kyo itu?”, tanya Min Woo antusias. Eun Kyo semakin terlihat bingung dengan kalimat Min Woo. “Maksudku.. kau Eun Kyo cinta pertama Leeteuk? Eun Kyo yang menerima shrimp kissnya? Wuah… dunia benar-benar sempit.. akhirnya kau bertemu dengan Leeteuk lagi Eun Kyo ssi.. aku turut bahagia melihatnya..”

Eun Kyo tersenyum mendengar pernyataan Min Woo. Aish.. apa yang akan pria ini lakukan? Menghancurkan hidupku? Apapun yang akan dia lakukan padaku  tidak masalah asalkan dia tak menyakiti Eun Kyo sedikitpun.

            “Ini sudah larut.. kau harus segera pulang..”, ucapku dingin pada Eun Kyo.

            “Ne.. benar kata Leeteuk.. ini sudah larut kurasa.. kita harus segera pulang Eun Kyo ssi.. Ata kau ingin ku antar?”

            “Ani.. tidak perlu.. aku membawa mobil sendiri..” Eun Kyo merapikan barang-barangnya dan beranjak melangkah keluar ruangan.

Eun Kyo’s POV

Aku berjalan menuju tempat parkir dengan hati yang senang sekaligus sedih. Senang karena akhirnya aku bertemu dengan Jung Soo Oppa dan sedih karena kurasa aku akan mengalami banyak halangan selanjutnya. Langkahku terhenti saat tiba-tiba sebuah mobil berwarna merah berhenti di depanku. Kaca mobil itu terbuka perlahan dan menampakkan pemiliknya.

            “Eun Kyo ssi.. kurasa kau perlu mendengarkan ceritaku tentang Leeteuk yang setiap harinya merindukanmu.. juga.. tentang Hyo Ra.. calon istrinya..”, tawar Min Woo.

Aku mengurungkan niatku untuk segera berbaring di tempat tidur. “Dimana?”tanyaku merespon ajakannya.

Min Woo tersenyum puas “Restoran Seafood.. 500 meter dari gedung ini.. sampai bertemu di sana Eun Kyo ssi..”, Min Woo kembali menutup kaca jendela mobilnya dan memacu mobilnya pergi.

***

            “Jadi.. kau belum bosan juga dengan udang?”, tanya Min Woo setelah seorang pelayan mengantarkan pesananku yang memang semuanya berbahan dasar udang.

            Saat ini kami berdua berada di restoran seafood mewah yang terletak tak jauh dari perusahaan tempatku bekerja. Sepertinya aku akan sering-sering mampir ke restoran ini. Selain tempatnya yang nyaman, aku juga suka semua makanannya. Olahan udang di restoran ini benar-benar memanjakan lidahku.

            “Baiklah.. sekarang apa yang ingin kau dengar dariku?”, tanya Min Woo lagi.

            “Semuanya..”, jawabku datar. Sebenarnya aku tak sabar mendengar semuanya. Semua tentang Jung Soo Oppa yang selama ini berada jauh dari jarak pandangku.

            “Arraseo.. aku akan menceritakan bagaimana Leeteuk selalu mengingatmu dalam setiap helaan nafasnya.. Kau tau? Sejak aku mengenal Leeteuk, apa yang diceritakannya padaku?”, tanya Min Woo. Aku menggeleng tak mengerti. “Kau.. kau lah yang diceritakannya padaku juga pada semua orang.. dengan bangga dia menceritakan semua tentangmu pada setiap orang yang di temuinya. Bahkan dia mengibaratkan dirimu seperti air… air yang mengisi tubuhnya dan memberinya kekuatan untuk hidup. Filosofinya adalah setiap tubuh manusia berisikan air lebih dari 70% agar bisa tetap hidup, air adalah sebuah kebutuhan yang sama seperti oksigen, dan alasannya agar tetap hidup sampai saat ini adalah air itu belum sepenuhnya mengisi hidupnya. Air..itu masih harus dicarinya.. dan kaulah air itu.. kaulah alasanya untuk bertahan hidup. Kaulah.. air.. yang selalu membuat tanaman kebahagian dalam hidupnya tumbuh dan bermekaran.. air.. ya.. kau seperti air.. dimanapun berada Leeteuk akan selalu menemukanmu.. walau hanya bayanganmu sekalipun..”

Aku menahan air mataku agar tak jatuh menetes. Karena aku ingat janjiku.. aku tak akan terlihat lemah dan menangis di depan orang lain selain Oppa. Sebegitu berartinya kah aku bagi Oppa?

            “Hingga saat itu tiba.. saat petaka yang harus memaksa tubuhnya untuk melupakan kebutuhannya.. malapetaka yang membuatnya harus  melupakan airnya.. melupakan hidupnya.. dan membuatnya dehidrasi tingkat akut saat ini..”lanjut Min Woo.

            “Mala petaka? Mala petaka apa?”, tanyaku bingung.

Cerita itu mengalir begitu saja dari bibir Min Woo. Cerita tentang kecelakaan reruntuhan patung yang mengakibatkan kematian Hyo Ri dan kecacatan Hyo Ra. Kecelakaan yang menyebabkan Oppa harus berjanji pada Hyo Ra untuk selalu berada di sampingnya. Kecelakaan yang membuat Oppa merasa berhutang nyawa pada Hyo Ra. Dan kecelakaan yang membuat Oppa bertunangan dengan Hyo Ra.

            “Perasaan Leeteuk padamu.. tak akan pernah berubah Eun Kyo ssi.. dia masih mencintaimu.. masih sangat mencintaimu.. dan dia masih berusaha untuk tetap melindungimu dengan cara apapun.. Kau tau? Saat ini.. saat kau datang kembali di kehidupannya.. Leeteuk.. pasti sangat tertekan dan menderita, karena dia harus memenuhi dua janjinya pada  dua orang yang berbeda.. Dan jika salah satu janji itu terpenuhi.. maka janji lain akan terabaikan..”

Aku menghela nafasku dalam-dalam. Mencoba membuang semua ego dalam diriku. Aku tau aku sangat mencintai Oppa, dan begitu juga Oppa yang sangat mencintaiku. Tapi.. kurasa.. aku akan lebih menderita jika melihat Oppa dalam dilema seperti ini. Rasa bersalah Oppa pada Hyo Ra sangat menyakitkan dan aku tak mau dengan kehadiranku rasa bersalah itu semakin mengganggu pikirannya. Jika memang Oppa tak bisa menepati janji Oppa padaku.. Oppa tak perlu khawatir karena akulah yang menepati janji Oppa.. janji kita..

***

            “Selamat pagi semua.. “, aku menyapa Oppa dan Hyo Ra yang sudah berada di dalam ruang kerja.

            “Pagi.. Eun Kyo~a, hari ini ceria sekali..”, sapa Hyo Ra.

            “Hm.. tentu saja.. karena hari ini aku akan memulai hidup baruku..”, jawabku antusias. Aku melirik ke arah Jung Soo Oppa, kudapati ia menatapku penuh tanya.

            “Bagus sekali.. semoga harimu menyenangkan.. “, Hyo Ra mencoba menggerakkan badannya dan berniat bangkit.

            “Kau mau kemana HyoRa-ya?”, Oppa berlari mendekat ke arahnya dengan panik.

            “Aku ingin ke toilet.. “

            “Biar ku antar..”, Oppa membantu Hyo Ra berdiri.

            “Oppa.. kau kan laki-laki.. aku pergi dengan Yoo Ah saja.. lagipula Oppa harus segera menyelesaikan pekerjaan Oppa. Yoo Ah-ya.. antarkan aku ke toilet..” Hyo Ra berjalan tertatih keluar ruangan dibantu dengan Yoo Ah.

Kini hanya tinggal aku dan Oppa yang berada di ruang sebesar ini. Aku membuka sebuah file di komputerku lalu mencetaknya. Setelah itu kau berjalan menuju meja kerja Oppa. Kuletakkan kertas itu di atas meja kerjanya.

            “Surat ini hanya tinggal menunggu tanda tangan Oppa agar bisa di kirim melalui departemen hubungan masyarakat..”

Oppa memalingkan kepala dari komputernya ke arah kertas itu dengan kikuk. “Oh..Ne..”, lalu Oppa mengambill sebuah bolpoint dan menandatangani kertas itu.

            “Oppa.. mulai hari ini Oppa tak perlu memikirkanku lagi..”, ujarku tiba-tiba.

Bolpoint yang dipegangnya jatuh seketika karena terkejut dengan ucapanku. “M..mwo??? apa maksudmu?”

            “Maksudku..  mulai hari ini Oppa tak perlu memikirkan janji kita lagi.. karena jika Oppa mengingat janji kita maka Oppa akan berat melaksanakan janji Oppa yang lain..”, jawabku datar menutupi semua rasa sakit yang tergores di dalam hati kecilku.

            “Kau.. kau masih mengingatnya? Kau masih ingat janji kecil kita? Kenapa kau masih mengingatnya Eun Kyo~a? Aku benar-benar berharap kau tak pernah mengingatnya.. aku sungguh ingin kau melupakannya.. aku tak ingin menyakitimu dengan janjiku itu..” Jung Soo Oppa menundukkan kepalanya, aku tau semua ini pasti sangat menyakitkan baginya.

            “Aku tak akan pernah melupakan janji itu sampai kapanpun Oppa.. hanya saja.. saat ini Oppa lah yang harus melupakan janji itu.. tepatilah janji Oppa yang lain dan buatlah Hyo Ra bahagia.. karena dengan begitu Oppa tak akan merasa bersalah lagi.. pada Hyo Ra juga padaku.. “,  Jung Soo Oppa mengangkat kepalanya perlahan dan menatapku tepat pada retina mataku. “Jika Oppa tak bisa menepati janji Oppa.. akulah yang akan menepati janji Oppa.. janji kita.. janji bahwa kita kan hidup bahagia… Oppa bahagia bersama Hyo Ra dan aku bahagia dengan caraku sendiri.. janji bahwa aku tak akan menangis di hadapan orang lain selain Oppa.. Janji aku tak akan menjadi gadis cengeng lagi,  dan menjadi gadis ceria yang tak lagi lemah.. aku.. aku yang akan menepatinya Oppa..”

Mata Oppa yang menatapku mulai berkaca membuat semua pertahananku sampai detik ini mulai melemah.

            “Aku.. janji..aku yang akan menepatinya Oppa..”, kalimat itu keluar bersamaan dengan jatuhnya air mata yang dengan sekuat tenaga kutahan agar tak tumpah di hadapannya.

            “Oppa, aku mendapat kejutan dari.. Oh..maaf.. kukira..”, Hyo Ra menghentikan kalimatnya saat mendapatiku meneteskan airmata.

            “Aish.. direktur.. kenapa ruangan semewah ini bisa bocor juga? Wah.. sepertinya anda harus segera memperbaiki atap ruangan ini.. lihat.. ada air yang jatuh dari sana dan membasahiku..”, potongku salah tingkah dan berusaha seperti tak terjadi apa-apa.

            “E.. Ne.. nanti a..akan kuberitau bagian arsitektur perusahaan..”, jawab Oppa dengan sikap tak kalah kikuk.

            “Oh.. ruangan ini bocor? Kenapa bisa? Ada-ada saja.. Oppa harus segera memperbaikinya..”, timpal Hyo Ra.

Huft.. aku bernafas lega saat mengetahui Hyo Ra tidak mencurigai peristiwa ini. Segera kuambil kertas surat tadi dan aku beranjak pergi menuju department hubungan masyarakat perusahaan ini.

            “Hey.. gadis cantik.. “, aku menolehkan kepalaku pada sumber suara. Kudapati Min Woo berjalan ke arahku. “Sibuk sekali?”, tanyanya sembari melihat kertas yang sedang kubawa. Aku menggeleng. “Malam nanti kau datang juga kan di pertemuan itu?”.

            “Pertemuan apa?” tanyaku bingung.

      “Pertemuan para pemilik saham dan donatur.. malam ini semua akan berkumpul membicarakan TKC foundation kedepan.. ah.. tentu saja kau harus datang, kau kan sekretaris direktur perusahaan ini..”

            “Aku tak mengerti apapun tentang pertemuan malam nanti.. jadi kursa ku juga tidak dibutuhkan untuk datang..”

            “Yak!!! Kau harus datang.. kau harus bersikap professional sebagai seorang sekretaris direktur perusahaan. Tak perlu menunggu atasan memerintahmu.. kau harus berinisiatif Eun Kyo ssi.. Lihat di mejamu.. pasti surat undangan pertemuan itu sudah ada di sana.. sampai jumpa malam nanti..” Min Woo meninggalkanku tanpa menoleh kepadaku lagi.

Baiklah.. aku harus datang di pertemuan itu.

Leeteuk’s POV

Pikiranku melayang jauh memikirkan Eun Kyo. Bagaimana bisa gadis itu masih mengingat janjiku dulu? Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa aku tak harus menepati janjiku padanya karena dialah yang akan menepati janji kita.

Eun Kyo~a.. aku berharap kau lupa padaku untuk selamanya. Aku berharap kita tak lagi bertemu karena jika kita bertemu aku hanya bisa menyakitimu.. walaupun sebenarnya jika kita tak bertemu maka aku akan kehilangan kebutuhan utamaku.. aku akan merasakan dehidrasi penderitaan yang tak terselamatkan.

            “Oppa.. malam ini Eun Kyo akan mengikuti acara pertemuan kan? Dia harus diperkenalkan pada publik..”, Hyo Ra membuyarkan semua kegalauanku.

            “De? Ku..kurasa.. tidak perlu.. biar aku saja yang menghadiri acara itu. Eun Kyo terlalu awal untuk datang ke acara seperti itu..”, elakku. Alasan sebenarnya adalah aku tak ingin Eun Kyo dikenali publik sebagai gadis yang selama ini kuceritakan dan kucintai. Jika sampai itu terjadi maka Eun Kyo pasti dalam bahaya.

            “Sayang sekali.. pasti akan menyenangkan jika Eun Kyo juga mengahadiri acara malam nanti..”, ada nada kecewa dalam kalimat Hyo Ra.

            “Mungkin lain kali.. dia pasti akan ikut..”, balasku yang disambut dengan senyum oleh Hyo Ra.

***

Aku memasuki sebuah gedung mewah dengan menggandeng tangan Hyo Ra. Semua orang yang berada di gedung ini terlihat glamour dan penuh dengan kemewahan. Kami berdua berjalan menuju tempat kami di iringi pandangan iri semua orang. Tentu saja mereka iri.. seorang Park Jung Soo atau yang lebih mereka kenal dengan nama Leeteuk sang pengusaha sebuah foundation terkenal di Korea menjadi tunangan seorang Han Hyo Ra, putri  pengusaha terbesar di Korea yang juga donatur terbesar TKC foundation.

            “Selamat datang.. calon menantuku..”, sapa Han ahjussi bangga.

            “Baiklah yang di tunggu sudah datang.. sekarang.. kita mulai acaranya..”, kali ini Han ahjumma yang buka suara.

            “Oh.. kau datang juga Eun Kyo ssi.. kukira kau tak datang malam ini..” ucap Min Woo tiba-tiba.

Aku merasa jantungku berhenti bernafas dan paru-paruku seakan menolak untuk dimasuki oksigen saataku melihat seorang gadis bergaun merah jambu dengan rambut terikat rapi berjalan ke arahku. Kenapa kau harus datang sekarang Eun Kyo~a?

            “Di..dia…”, Han ahjumma tak mampu lagi meneruskan kalimatnya.

            “Perkenalkan.. Park Eun Kyo.. dia adalah sekretaris baru Leeteuk ssi..”, kata Min Woo bersemangat.

Eun Kyo membungkukkan badannya memberi salam. Aku melihat keheranan di mata Eun Kyo saat Han ahjumma dan beberapa orang yang hadir di  acara ini memandangnya dengan pandangan tajam dan penuh kebencian.

Wajar jika Han ahjumma membencinya karena Eun Kyo lah gadis yang kucintai dan membuatku menolak cinta puteri pertamanya Hyo Ri. Sedangkan yang lain.. mereka membenci Eun Kyo karena mereka ingin bersimpati pada kematian Hyo Ri agar perusahaan mereka mendapat donatur tetap seperti perusahaan keluarga Han. Dan para gadis di belakang Eun Kyo yang menyeringai itu.. mereka adalah putri dari para direktur perusahaan besar di Korea yang sedang dalam hubungan kerjasama dengan perusahaan keluarga Han, juga merupakan teman-teman Hyo Ri dan Hyo Ra.

Selama acara berlangsung aku tak henti-hentinya mengawasi Eun Kyo agar dia tak hilang dari jarak pandangku. Aku benar-benar mengkhawatirkannya. Hingga acara ini selesai, aku merasa lega karena sampai saat ini Eun Kyo baik-baik saja.

Saat kami semua akan meninggalkan tempat acara seorang pelayan tak sengaja menumpahkan minuman ke pakaianku. Akupun terpaksa harus mengeringkan pakaianku di toilet. Dengan tergesa aku menuju toilet dan membersihkan pakaian basahku. Kembalinya aku dari toilet, mataku mencari keberadaan Eun Kyo. Nihil.. sepertinya dia sudah pulang lebih dulu.

            “Kau sedang mencari siapa Leeteuk ssi?”, tanya Min Woo yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangku.

            “Ani..”, jawabku datar tapi masih dengan mata yang berkeliaran mencari gadis itu.

            “Sepertinya Eun Kyo ssi sudah pulang.. aku akan mengantarnya jika dia tak membawa mobil.. dan kau.. antarlah calon istrimu..”, Min Woo menepuk pundakku dan berlalu begitu saja.

            “Oppa.. kita pulang sekarang?”, Hyo Ra menyelipkan tangannya ke lenganku. Aku menangguk dan menggandenggnya keluar gedung.

***

Setelah mengantar Hyo Ra pulang, aku benar-benar memiliki firasat yang tidak baik.  Tanpa perintah tanganku mengendalikan kemudi mobil dan berhenti tepat di halaman rumah Eun Kyo.

Lagi-lagi tanpa perintah kakiku memasuki halaman rumahnya dan mendekati pintu rumahnya. Tanganku dengan kurang ajar menekan bel yang terdapat di sudut kanan atas pintu.

Seorang lelaki paruh baya membukakan pintu. Park ahjussi.. ya lelaki itu adalah Park ahjussi Appa Eun Kyo. Aku merindukan sosok wibawa ini.

            “De? Ada yang bisa saya bantu?”, tanya beliau ramah.

Aku membungkukkan badanku “Annyeonghaseyo.. maaf menganggu malam- malam.. apakah Eun Kyo sudah pulang?” tanyaku to the point.

            “Eun Kyo? Dia belum pulang. Kurasa dia masih menghadiri acara pertemuan perusahaan tempatnya bekerja”

            “De??? Jadi Eun Kyo belum pulang?”, aku mulai panik saat Park ahjussi menjawabku dengan anggukan. “Kalau begitu.. saya permisi ahjussi..”, aku berlari keluar tanpa menghiraukan tatapan heran Park ahjussi.

Aku merogoh saku jasku dan meraih ponselku. Menekan tombol ok setelah nama yang kucari di ponselku keluar.

            “Yeoboseyo.. Min Woo-a.. apakah kau bersama Eun Kyo saat ini?”, tanyaku panik.

            “Ani.. Eun Kyo pulang lebih awal dariku.. saat aku berniat mengantarnya.. aku sudah tak melihatnya lagi..”

Tanpa menunggu lagi aku memutuskan sambunganku dengan Min Woo dan menekan nomor yang sudah kuhafal di luar kepala.

            “Ayolah.. angkat.. sekarang Eun Kyo~a..”, desisku penuh harap.

            “Hiks… Op..Oppa.. apa itu kau???”, jawab suara di seberang sana dengan serak karena menangis.

TBC

Note : This is my first FF yang main castnya Teukppa… Sebenarnya Al ga pernah mau bikin FF yang nyeritain Teukppa karena menurut Al ga pernah ada yang cocok sama Teukppa. Tapi, tapi, tapi… semuanya berubah total saat Al ketemu *?* eh maksudnya kenal sama Eun Kyo Onnie alias Fika Onnie. Dan sampai sekarang bagi Al ‘no one’ yang bisa jadi couplenya Teukppa kecuali Eun Kyo Onnie *maksa*

Finally… nih FF emang amburadul banget *sadar diri* jadi nanti kalo reader pada protes maka silahkan protes ke Nae Onnie aja *noh nyang punya blog*. Part selanjutnya masih digodok, tapi ga tau selesainya kapan… *emang ada yang nanya?*. The last.. *banyak cincong neh* TeuKyo Couple… SarangHae… *pulang sebelum digencet masyarat*

Vikos say : akhirnya selesai jug aku baca, astaga bebeh, kau benar-benar menyiksaku kali ini… tanggung jawab karena Oppa kaga mau tanggung jawab… hiks! Keren banget sumpah gila aku suka banget suer tekewer-kewer deh aye sampe nangis monyong-monyong inih… ih, Al, tega ih Al…..!! pokonya lanjutannya mesti cepet, aku ga mau tersiksa lebih lama lagi….!! keren banget, asatagaaaaaaaaaaaaaa… sumpah aku ga sabar nunggu lanjutannya… so romantic but so sad juga… kalo tablo sama jinsil bilang ‘love is so bad’ tapi aku sama Oppa bilang ‘love is so sad’.. wahahahahahaha. What we call love? Love is a sickness. Can i get a witness.. hoho, saya sama Rae Na lagi keranjingan lagu Tablo. *abaikan*.

Al, gomawo sayang…. sini aku cium-cium sebelum kamu minta cium Oppa, biar aku cium kamu ajah. Muah muah… bagi siapapun yang nyasar disini, rugi mah kalo kaga komen… *plak* ini FF bikinan Dede aku, lah elah Dede lagi… iya kan de yah? Loph you pulh deh De…

76 responses »

  1. Kya kya kya kya !
    Baru kali ini aku kecewa sama jungsoo.
    Jungsoo ketularan azis gapgap yah?
    Ngomongnya belibet gitu..hahahai

    ini oret oretan al?
    Onnie yah?
    Huweeee….ini menyentuh kalbu ku *tabok*

    ayo lanjut onnie, aku dukung terus supaya cepet berlanjut ini.
    Jangan lupa ya..kisukisu harus banyak..MUAHAHAHAHA

    buat yeobo, sama minwoo aja gih. Oppa nanti sama aku setelah aku dorong hyo ra ke tengah jalan. Hihihihi…

    Baaabbaayy.. *cium* muah muah muah muah..

  2. hiks,,hiks,,hiks,,
    abisin air mta dlu baru komen

    sroooooottt*lap ingus pake bju oppa*

    huwaaaaaaaa,,,adik ipar saya di apain ituuu,,,
    hyora ssi,tlg jauh2 dri oppa saya*tarik hyora,ceburin ke sungai han*

    ga sudi punya adi ipar lain selain eunkyo,,
    kbhhgfvgvdsaeeddfkkigv *bca mantra buat nyingkirin hyora*

    oppaaaaaa,,aku benci pdamu*jambak oppa*
    mengapa kau lupakan janji yang kau berikan*nyanyi dangdut*

    oppa tegaaaaaaa,,,
    kyo-a,,onn akan menyelamatkanmu
    suuuiiiiiwwiiiit*panggil zoro buat tlg eunkyo*

    oke skrg komen waras,,
    ee busseeeeeeettt,,keren amat ff nyaaaa,,pantes fika ampe histeris bgitu,,,
    aku juga ikut bilang saranghae aaaaaahhhhh ke al,,,
    kata2nya aku suka bgt,,,
    kereeennn,,,
    aplgi istlah pelita ama dehidrasi*yg inget cuma kata itu doang* top bgt,,,
    pnsaran ma lanjutannya,,,
    oya lom intro saya ke author,,
    annyeong al,,indah imnida,,pecinta blog fika

    aku bleh request ya
    jebal jgn sad ending*reader ga tau dri*
    trus minta bakso 2 porsi ya*plaaakkk*,,

    fik,,onn bner2 ngersain feel nya,,
    gmn sakitnya eunkyo
    rasa berslahnya oppa,
    kerasa pkoknya,,,

    keren deh pokoknya

    • Annyeong.. Aeldra imnida..
      Nado saranghae Indah Onn.. *sksd*
      Hah???? tulisan Al yg amburadul bin gaje itu dbilang keren???? pasti Al salah baca nih.. *cek ke dkter mata dulu*

      sad ending atau engga trgantung Eun Kyo Onn mau ksih Al apa *wani piro???? wkwkwkwk*

    • onnie…..! *peluk Onnie* bagaimana ini onn??? huweeeeeee *nangis bareng*
      mulai pagi tadih yah fika recokin sm ff ini??
      hahahahahahaha, keren kan onn?? beuh dah pokonyaaaaaa
      jgn panggil zoro onn… panggil ryu jin ajaaaaaaaa
      nak… eommamu nak…
      aku sampe nangis histeris gila….
      begindang dibilang amburadul onn? beuh fika gebukin yang bilang begituuuuuuu ayo onn bantuin jagn melongo!

      banget2 onn feelnya bisa dirasain… ga tau atau karena ini maiin castnya aku atau apa, tapi aku suka ko, banget malah…

    • ketinggalan, pelita sama dehidrasi itu berawal dari wawancara onn, ceileh cerita…
      si al nanya, aku phobia apa? aku jawab phobia gelap…
      trus nanya lagi, suka apa? misalnya awan langit atau apa gtu, aku jawab, suka apa yah? g terlalu suka apa-apa si, cuman suka air, fika suka sama air… main air… mandi ngabisin air sekolam… suka banget… apalagi mandi2… nah itu makanya lahir istilah dehidarsi sam pelita itu onn, keren banget, ga nyangka sumpah… pertanyaannya apa eh yang ditulisnya malah kata-kata tersirat dan penuh filosofi… *btw filosofi apaan yak?*

  3. ya Allah oenni mau 2012 masih aja bikin ff galau uuuuuuuu ffnya sedih banget deh pasti banyak galaunya😦
    Itu teuk oppa deuh makanya punya janji satu aja jangan banyak-banyak pusing kan oppa jadinya. Janji itu utang oppa wkakakaka

  4. huaaaaaaaaaaaaaaaa .. sedih T^T tapi aku suka ff yang sedih-sedih~ :p
    tapi kecepetan mereka nyadarin diri masing-masing, coba kalo Eunkyo kerja dulu beberapa waktu, baru tau kalo Leeteuk itu Jungsoo~~~
    itu beneran nyesek, masa semua orang benci sama Eunkyo-_- Jungsoo juga ada-ada aja, masa semua orang dia ceritain tentang Eunkyo –‘

    • begindang ceritanya kenapa kami jadi bisa langsung menyadari…
      karena dimanapun Oppa berada, aku selalu bisa menangkap sosoknya, begitu juga oppa…
      sekecil apapun suaranya, aku pasti bisa mengenali, begitu juga oppa…
      cinta yang tanpa alasan dan sederhana itu yang bikin kita saling mencintai *?*
      udah ke ubun-ubun rindunya, hingga dalam spersekian detik hanya dengan melihat bayangannya saja aku sudah tau.. *sok banget*
      begitulah kira2…

      oppa terlalu cinta, aku terlalu cinta… dan kamu juga… *ganti lirik orang seenaknya*
      aku bahkan nagis ga jelas dari tadi malam.

  5. Ok huufftt… Tarik napas hembuskan. Huuftt..
    Gila ini menyiksa batin. Kenapa disaat mereka udah ketemu harus ada benteng yang menghalangi ketulusan cinta mereka *ajegile bahasa saya membuat mual.
    Pokoknya,intinya ini ff menguras jiwa dan airmata. Titik

  6. Anyeong jumma and author al…

    Knapa ff teukyo, slalu eunkyo yg ngalah… Skali” c’ajussi ngalah kek.. Hihihi
    it orng” dskitar hyora jahat bgd ya… Oh ak tnggu lanjutan.a lho author al… Penasrn eunkyo dbwa kmana ma sapa..

  7. Eonn Love is Sickness
    Love is Sad ! Sad Ending ya ya ya ya ya ? Author bkin sad ending ia ia ia ia ?
    Pagi” baca ff ni di temeni lagunya 2NE1 it hurts nyessek sumpah pa lg pas part teukyo yg eunkyo bilang buat ngelupain janji kecil nya dulu hadooh ampun dah mirip ma liriknya yg NO WAY , I can’t recognize you’re not mine anymore . . . . .
    Hwaaaaaaaa poor eonn

  8. Konfliknyaaa akuuu sukaaa…
    Emang dasar udh jatuh cinta sma Teukyo..
    Siapapun yg nulisnyaa pstiii keren ceritanya..
    Ga sabar nunggu lanjutannyaaaa..

    Hihihihi

  9. keren deh ni ff, bner2 buat aku nangis..
    Kasian onnie yg hrus b’korban..
    Org tua hyora apaan sih pke ga suka dgn onnie, cinta itu kan ga bsa d paksain kalo teukppa ga cnta sma hyori ya mau gmana lg. Tnang onnie, teukppa tetap akan b’sma onnie.

  10. Kereunnnn bangeutthhh. . . Hhh ak g tega liat eonniku menahan kesedihan seperti itu,
    . . .
    Skrang hyo ra baek sikap’a sama kyo eon,nanti pas udah tau kalo kyo eon lope pertama’a si oppa bkalan baek kya gini apa kaga yak . . .hhh jgn jahat” ama eonniku yah . . .
    Min wo menarik jg ky’a . . . Oppa km bingung sama janjimu sendiri!! Maka’a kalo janji it jgn asal ngucap ! Gni kan jdi’a pusing sendiri ! Tp mudah”an jgn d ingkari ya oppa . . .
    . . . .
    Okeh buat al(eon/saeng,kaga tau dah)*sok kenal banggeth *
    kereunn,mantaffhh bgt ff’a . . .bru bkin pertama sekeren ini ?? O mai gat. . .beeuuh ah lanjutan’a jgn lama” ya jeng . . .😀

  11. woah~ Teuk Oppa kecil ganjen ya, maen cium-cium aja, udah kecil aja begitu apa lagi pas udah gede(?) /plak hah, Onnie kuat banget nungguin Teuk Oppa selama 19 tahun, kalo aku mah mendingan cari jodoh laen yang rada2 mirip sama Kyu./mauan Onnie, kalo misalnya si Teuk Oppa bandel(?) dan gamau nepatin janjinya, mending sama Minwoo, kayaknya orangnya asik buat di ajak bergaul, tapi kayaknya Onnie gamau, aku tau Onnie maunya sama Teuk Oppa. tapi kalo emang udah cinta mah susah ya Onn? aku mengerti perasaan itu :’) *belagu, padahal masih kecil* ah ff nya kurang panjang nih, aku butuh yang lebih(?) ayolah sok atuh lanjutin nya cepetan😉

    • bukan ganjen…. tapi apa yah? mesum dikit *g kebayang aku*
      lah itu kamu tau sendiri gimana rasanya… pinter banget deh ah…
      aku suka si sm min woo *plak*
      kurang panjang? ini aku yang maksa, kaga sabar pengen baca, jadi jangan salahkan AL….. *peluk AL*
      itu dia mau ujian… jadinya lanjutannya taon depan aja yah…

  12. EONNIE! Ini komenan aku terusan yg di atas sendiri noh, mau aku komen di bawahnya tapi nggak bisa, ya udah komen lg aja..hehe
    To Al eonnie: emang umur eonnie brp? Kayaknya masih mudaan aku wkwk *plak*
    Bassic ceritanya bagus eonn, cuma gregetnya ditmbh lg aja besok di part selajutnya.. Keep writing, eonn!😉

  13. Tuh ‘kan onn, masih mudaan aku.. Hahaha. Aku masih muda bgt, baru kelas 2 SMA😀 *plak*
    Bagus kok, Al onnie, nggak semua org bisa buat fanfic, aku cuma bisa baca dan komen aja, hehe..
    To Fika onnie: Aku selalu menunggu kelahiran anakmu di MLT😀 *kenapa nggak cewek onn? kasihan leeteuk oppa semakin terdesak posisinya HAHAHA!* //plak//

  14. Eoonyku sayang.. Dan Al eonny maap bru komen.. Hahahahaha..
    Kmrn aku bacanya nyuri” waktu wkt ngantri d dokter gigi.. Hohohoho..
    Miiaann~.. *bow ama Kyu*

    Eonny.. Kenapa jungsoo sgitunya.. >.<'
    Huhuhuhu..
    Bagus ffnyaa, bikin aku menunggu..
    Kapan next chap'na?

    Aku baru tau istilah shrimp kiss itu..
    Jdi menginginkan shrimp kiss dr jungsoo~
    Hwahahahhaha..

    Buat Fika eon:
    Manaaa MLT ama CLnya?
    Aku menantikan anakmu eon..

    Eh eon, kalo MLT tamat,
    Aku hilang dr peredaran FFmu donk?
    Huwaaaa~.. T.T

    • aku udah dapat shrimp kiss… yey yey yey… berarti aku takdirnya… iya kan al yah? yah yah yah??
      MLT nya nanti…
      CL baru digarap… sedikit lagi…
      lah km tetap aja ada dihati para pencinta MLT… wahahahahaha *ketawa bareng Oppa*
      mencuri itu tidak baik cele… *plak* kekekekekekeke, aku masih sakit geraham kadang2…

    • wah.. dpanggil Onnie lg…*brasa tua*
      gomawo.. ^_^
      Chapter slanjutnya blm tau kpn krn msh sibuk kencan sama tgs2 yg meng ‘himalaya’.. jg msh kisruh sama soal2 ujian.. jd,, mohon doanya aja.. *nah loh*
      Sbnrnya istilah aslinya itu ‘crab kiss’, berhubung fika Onnie suka bgt sama udang, jd lah tuh istilah sy ganti.. *ketauan maksa*
      Mau dpt shrimp kiss dr oppa??? langkahi dulu pagar rmh onnie saya *lirik fika onn*..wkwkwk

      • betol tuh Al.. langkahin dulu pagar berduri rumah aku…
        ya kalian seumuran tauuuuuuuu
        aku kepiting si suka, tapi lebih suka udang *maksa juga*
        hohohohohohhohohohohohohohoho, hwaiting sayang…..!!!

  15. Sumpah sedih eon aku bacanya kasian ama teuk juga eonni
    Huaaaaaaa
    Kenapa sih hyora mesti ada dikehidupan teukppa ☹

    Itu min wo nya juga suka ya eon sama eonni ?
    Ckckckc
    Eonni byk yg suka ya ?
    Hahaahahahahaa

  16. nasib teuki miris, d hdapkn dalam dua bulan#caelah kyak drama kim soohyun..
    tp hrus.a kalo yg suka teuki hyo ri, hyo ra bs mengalah dong, kaki.a mgkn ntr bs smbh..

    eun kyo ada dlm bhy th, jgn2 d kroyok tamu2.a

  17. pasti sulit bgd brada d’posisi jung soo oppa,,
    antara janji n tanggung jwab..
    untung eun kyo ngerti ma k’adaan oppa..

    eh minwoo kya’a suka nich ma eun kyo oenni..
    brusaha ngedeketin truss..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s