MLT Side Story : Saengil Chukkae

Standar

 4

Aku mencintaimu

Aku pikir perasaan ini adalah cinta
Tanpanya aku tidak bisa tersenyum

Aku terus berubah oleh fakta bahwa dia adalah cintaku
Pikiranku akan miring
Lupakan semua kata dingin oh

Oh bahkan jika aku menitikkan air mata

Aku hanya butuh dia, cintaku
Aku menitikkan air mata jika aku berpikir dia akan pergi jauh
Aku tidak bisa mengungkapkannya dan aku tidak tahu
Aku mungkin sudah mencintaimu

Aku mencintaimu

Aku hidup di dunia merah muda
Matahari menyinariku sepanjang hari
Aku ingin menjadi gadisnya

Tapi mungkin aku berubah di dalam

Paling nyaman ketika aku berada di sampingnya
Aku ingin menjagamu dalam pandanganku
Aku mencintai caramu mencintaiku, cintaku

(Creating Love-4minute)

Rae Na’s POV

Hufh, natal yang sepi. Onnie lagi siap-siap untuk pergi ke rumah Halmeoni, ada acara keluarga disana. Sebenarnya aku malas untuk ikut, tapi aku harus ikut karena pasti Onnie akan marah, ini pertama kalinya natal kami mendapat keluarga baru. Aku rasa sepertinya menyenangkan juga. Aku  beranjak ke kamar mandi dan bersiap-siap.

Aku duduk di meja rias dan di depan cermin, lalu mengoleskan lotion untuk kaki dan tanganku, tanpa aku sadari seseorang berdiri diamabang pintu kamarku dan memperhatikanku. Aku menoleh padanya.

“Ryu Jin~a?” panggilku, dia tersenyum sumringah dan berlari kearahku. Menarik kursi yang ada di meja belajarku dan duduk disampingku menatap cermin, dan sesekali memandangi apa yang aku lakukan. Dia mencolek lotionku dengan telunjuknya.

“Eit, itu bukan untukmu Ryu Jin~a..” aku menangkap tangannya, muka terlihat bingugn dan terkejut.

“Ini bukan untukmu sayang. Untukmu ada pada Eomma, tapi pasti kau sudah memakianya, Eommamu tidak akan membiarkanmu terlihat kucel.” Aku memandanginya yang sudah berpakaian rapi.

“Mau kemana Ryu Jin~a?” tanyaku sambil mencolek hidungnya. Dia kembali mengambil bedakku. Aku menahan tangannya.

“Ryu Jin~a, ini bukan untuk laki-laki, arasseo?” aku memberitahunya, tapi sepertinya dia mengindahkan perkataanku.

“Min Young~a..” aku berteriak memanggil Min Young, tapi tidak ada sahutan darinya. Ryu Jin memandangiku dengan dahi berklerut.

“Min Young~a…!” aku lebih kencang berteriak memanggilnya dari panggilan yang pertama. Ryu jin menutup telinganya mendengar aku berteriak. Aku tertawa melihat tingkahnya.

“Ahahahahaha, ya, apa terlalu keras?” tanyaku sambil membelai pipinya. Dia mengangguk.

“Wae gurae, Onnie~ya?” sahut Min Young sambil nafas terengah-engah.

“Darimana saja kau? Aku berteriak memanggilmu.” Aku sedikit kesal.

“Aku sedang mengurus Eun Kyo Onnie, Onnie~ya..” jawab Min Young sabar.

“Memangnya kenapa dengan Onnie?” tanyaku padanya. Dia mendekat pada Ryu Jin dan mengambil beberapa peralatang yang dimainkan Ryu Jin.

“Kau sudah rapi Ryu Jin~a, jangan bikin kotor lagi, papalgi dikamar Noona.” Omel Min Young pada Ryu Jin, anak itu tidak memperdulikannya.

“Kenpa dengan Onnie Youngie~ya?” tanyaku kembali menegaskan.

“Oh? Onnie? Dia sering muntah.” Ujarnya, lalu mengangkat tubuh Ryu Jin.

“Noona..” panggil Ryu Jin dengan muka memelas padaku.

“Biarkan dia disini Youngie~ya, ambilkan peralatan dia setelah mandi saja, cologne dan lotion untuk bayi.” Ujarku pada Min Young. Min Young beranjak dari kamarku sambil terus memandangi Ryu Jin.

“Ryu Jin~a.. hari ini Noona ulang tahun, kau menyiapkan kado apa untukku?” tanyaku pad Ryu Jin yang asik memandangi dirinya di cermin. Tak berapa lama Min Young kembali dengan barang aku sebutkan tadi. Min Young duduk di tepi tempat tidur.

“Onnie, saengil chukkae.” Ujar Min Young, membuatku menghentikan tanganku yang menyapu spons bedak di wajahku.

“Eoh? Gomawo.” Sahutku singkat.

“Kenapa tidak bersemangat Onnie~ya? Karena Minho Oppa belum mengucapkannya?” mulai lagi gadis ini berulah. Aku berbalik dan menatapnya tajam.

“A, aku mengerti Onnie~ya, dapat ucapan dari orang yang tidak diharapkan memang menyakitkan.” Ujarnya sambil mengayunkan kakinya. Anak ini, apa tidak mengerti aku tidak ingin membicarakan itu sekarang? Memikirkan Minho membuat kepalaku terasa pusing.

“Tapi aku yakin Minho Oppa pasti tidak akan melupakannya.” Lanjutnya lagi dengan mlutnya yang tidak bisa berhenti bicara.

“Shin Min Young? Bisa kau tutup mulutmu?” tanyaku lembut. Aku menghela nafas kasar.

“Gwaenchana Onnie, kalau dia melupakannya nanti aku yang akan memberitahunya.” Dia masih saja mengoceh.

“Shin Min Young! Aku tidak ingin mendengar namanya sekarang!” Min Young dan Ryu Jin menatapku dengan wajah terkejut. Aku menatap Min Young garang, dia menutup mulutnya, lalu mengalihkan pandanganku pada Ryu Jin danmendapatinya memandangku dengan tatapan bingung.

“Mi, mianhae Onnie~ya, aku mungkin menyinggung perasaanmu.” Min Young memukul pelan mulutnya berulang kali danmerutuki dirinya sendiri.

“Mungkin?” tanyaku dengan mata melotot.

“Ah, ye, aku memang menyinggungmu, mainhae.” Dia membungkuk dan keluar dari kamarku.

“Aku sudah selesai berdandan Ryu Jin~a, bagaimana denganmu?” aku mengajak Ryu Jin bicara. Dia menoleh padaku dan tersenyum.

7

“Ayo kita berangkat Ryu Jin~a, Eommamu pasti menunggu.” Aku meraih tangannya dan menuntunnya berjalan, awalnya dia terlihat enggan karena aku mengganggunya yang sedang asik bermain. Dia akhirnya mengikutiku meski sedikit malas.

“Eomma..” serunya sambil berlari menghampiri Eommanya.

“Onnie, jika kau tidak bisa, sebaiknya tidak usah pergi saja.” Ujarku saat melihat wajah pucatnya.

“Ani, ini pertama kalinya kita natal bersama keluarga, aku tidak ingin melewakannya.” Jung Soo Oppa menuntunnya berjalan.

“Oppa…” aku memandang Jung Soo Oppa. Dia hanya menggeleng, tidak bisa membantah keinginan Onnie.

“Kita bisa meminta mereka yang datang kesini Yeobo~ya.” Ujar Jong Soo Oppa. Aku rasa dia bahkan lebih khawatir dari aku.

“Aku baik-baik saja Oppa.” Dia melepaskan tangan Oppa di lengannya. Aku hanya bisa berpandangan dengan Jung Soo Oppa dan menggeleng.

“Baiklah kalau begitu kita berangkat.” Oppa menggandeng Onnie dan menuntunnya masuk ke dalam mobil. Aku, Ryu Jin dan Min Younng duduk di jok belakang. Bocah kecil ini terlihat sangat senang, dia beberapa kali menggumam tidak jelas hingga tanpa terasa kami telah sampai pada tempat tujuan. Rumah Halmeoni. Sudah lama aku tidak kesini. Ryu Jin paling pertama turun dan berlari di halaman yang luas ini.

“Hati-hati sayang.” Seru Onnnie. Saat kami semua memasuki rumah itu, semuanya sangat merih, beberapa pernik dipasang dimana-mana. Aku jadi pusing melihatnya.

Ryu Jin lari ke meja yna penuh dengan makanan, tapi segera dicegah oleh Onnie.

“Jika ingin makan, kau harus ganti baju dulu sayang.” Dia menarik Ryu Jin dan mengganti bajunya dengan baju rumah. Dasar Onnie, tidak bisa membiarkan anak itu berkreasi sedikit saja. Aku duduk di sofa sambil memandangi makanan yang tersaji di atas meja.

“Bagaimana kuliahmu Rae Na~ya?” tiba-tiba Appa mengejutkanku, aku menoleh padanya.

“Oh, aku sudah menyiapkan skripsiku Appa.” Jawabku.

“Baguslah, kalau begitu kau nanti bisa membantuku di perusahaan.” Ujar Appa. Terdengar suara riuh dari dapur. Aku menengok ke dapur. Aku terpana saat Halmeoni membawa sebuah tart lengkap dengan lilinnya. Ryu Jin terlihat sangat antusias. Aku berdiri menyambutnya.

“Sengil Chukkahae….!” semua berteriak membuatku menutup kedua telingaku. Berbagai bunyi-bunyian terdengar di telingaku.

“Halmeoni…” aku orang yang jarang tersentuh, jadi mungkin saja mukaku terlihat biasa saja.

“Kau tidak suka?” tanya Halmeoni dengan wajah kecewa.

“Ani, ani, aku suka Halmeoni, gomawo.” Jawabku cepat.

“Sekarang tiup lilinnya!” teriak Min Young. Ryu Jin melompat karena terlalu gembira.

“Buat permohonan Onnie~ya.” Lanjut Min Young. Aku memejamkan mataku. Dan mengucapkan do’a dalam hatiku. Do’aku yang pertama, aku ingin keluarga ini selalu bahagia, do’a kedua agar aku sukses menjalani hidupku, dan do’a ketiga… apa aku harus menyebutkannya dalam hati juga? Harus? Ck! Aku ingin hidup bersama orang yang aku cintai.

Aku membuka mataku dan mulai memasang aksi untuk meniup lilin ulang tahunku. Tapi seseorang menahan mulutku. Tangan kecil Ryu Jin menutup mulutku.

“Aku saja Noona.” Ujarnya, aku terperanjat, Ryu Jin? Bisa bicara? Dia mengambil ancang-ancang untuk meniup lilinku, semua mata terpana padanya. Aku tidak bisa berkata apa-apa selain membiarkannya meniup lilinku. Kini Onnie yang menutup mulutnya.

“Nyanyikan lagu dulu.” Onnie berbisik pada Ryu Jin. Anak itu tersenyum lalu tertawa sambil menutup mulutnya. Onnie mencium pipinya. Suara riuh nyanyian selamat ulang tahun menggema di seluruh ruangan, setan kecil Oppa yang paling keras menyanyi.

3

Setelah selesai menyanyi anak itu kembali mengambil nafas dan bersiap untuk meniup. Aku membiarkannya dan dia meniup lilinnya. Sebelum memotong kuenya, dia terlebih dahulu mencolek kuenya dan menjilatnya, hasilnya? Dapat teguran gratis lagi dari Onnie, aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah polah Ibu dan dan anak ini.

4

5

6

Acara makanpun selesai, dan aku tidak melihat batang hidung orang itu. Sangat menyebalkan saat aku menunggunya dia tidak muncul sama sekali, tapi saat tidak mengharapkannya dia datang dengan sendirinya. Tunggu dulu, sebentar! Park Rae Na, apa yang kau bilang tadi? Menunggunya? Kau menunggunya? Haha, jangan membuat malu dirimu sendiri Rae Na~ya..

Aku duduk di teras sendirian, sementara orang-orang di dalam sedang bersenang-senang, sepertinya yang paling senang hari ini adalah setan kecil itu, dia banyak mendapat kado natal. Aku memandang halaman rumput yang luas dan seseorang mengejutkanku. Ryu Jin berlari ke pangkuanku. Dia memamerkan beberapa kado yang dia dapat.

“Yak! Hari ini ulang tahunku, harusnya aku yang dapat kado, sini, berikan padaku!” aku mengambil salah satu kado di tangannya. Mukanya langsung berubah dan merebut kembali kadonya, tapi usahanya sia-sia, aku mengangkat kadonya tinggi-tinggi dan dia tidak bisa meraihnya.

“Noona…!” mukanya memelas. Aku jadi kasihan dan menyerahkan kado itu. Hufh, benar-benar ulang tahun yang membosankan.

“Ryu Jin~a.. kita beli es krim?” aku mengajak Ryu Jin, mata anak itu berbinar mendengar kata ‘es krim’.

“Andwae, nanti dia sakit.” Aku dan Ryu Jin menoleh kearah suara, suara Eommanya.

“Hanya sesekali, tidak akan sakit.” Aku menuntun tangan Ryu Jin.

“Tidak bisa!” Onnie mencegahnya.

“Onnie! Aku hanya minta Ryu Jin menemaniku makan es krim, itu saja.” Aku protes, Onnie terkadang keterlaluan, Ryu Jin selalu dilarang ini-itu dengan alasan sakit lah, kotor lah.

“Pokoknya tidak boleh!” dia menarik Ryu Jin kedalam, anak itu tidakbisa membantah hanya menatapku sayu sambil berjalan mengikuti ibunya.

“Yeobo, Halmeoni ingin bicara. Ryu Jin~a, kau tunggu bersama Rae Na Noona saja, ne?” ujar Jung Soo Oppa. Dia mengedipkan matanya padaku. Ryu Jin berjalan menuju kearahku.

“Kajja, kita beli es krim.” Aku menarik tangannya dan membawanya ke mall terdekat. Menyewa taksi dan berjalan bersamanya.

Anak ini terlihat sangat senang aku bawa jalan-jalan. Yah, setidaknya aku tidak bosan dirumah, bisa bersenang-senang bersama Ryu Jin.

“Enak?” aku bertanya pada Ryu Jin, anak itu mengangguk.

“Mau lagi?” tanyaku, dia menggeleng.

1

2

“Ya sudah, kita makan apalagi? Kau mau apa? Hari ini Noona yang traktir.” Aku membawa Ryu Jin berjalan mengelilingi mall. Aku rasa ulang tahunku kali ini tidak terlalu mengesalkan, aku bisa berbagi bersama Ryu Jin.

Minho’s POV

Aku berdiri di depan rumah Rae Na dan beberapa kali memencet bel namun tidak ada jawaban darinya. Aku mengaruk kepalaku, kenapa sepertinya sepi sekali? Apa mereka pergi? Tapi biasanya jika mereka bepergian aku selalu diajak. Hufh, tapi hari ini Rae Na ulang tahun, meski tidak ada kejutan, tapi apa mereka merayakannya tanpa aku?

Aku berjalan berbalik meninggalkan rumah itu dengan kecewa. Melajukan mobilku kembali ke apartemen. Tidak lama setelah aku sampai ke apartemen, bel berbunyi. Appa dan Eomma.

“Merry christmas..!” Eomma tertawa senang mendapatiku membukakan pintu. Aku hanya terpaku, biasanya memang kami merayakan natal bersama, tapi tahun ini aku merasa natal begitu menyebalkan. Appa dan Eomma masuk kedalam apartemenku.

“Mana Rae Na, Minho~ya?” tanya Eomma.

“Dia merayakanya bersama keluarganya, Eomma.”

“Oh, begitu.” Jawab Eomma.

“Jadi mengajaknya makan malam?” tanya Appa, aku langsung menoleh pada Appa. Makan malam? Kapan dia mengajak kami makan malam? Kami maksudnya aku dan Rae Na?

“Ah, ye, aku dan Appamu berencana mengajak Rae Na makan malam di rumah malam ini.” Ujar Eomma.

“Apa aku belum memberitahunya padamu?” lanjut Eomma bertanya. Aku hanya menggeleng.

“Kau ajak Rae Na malam ini ke rumah.”

“Malam ini atau tidak sama sekali.” Ujar Appa tegas. Aku menatap Eomma bingung, tapi Eomma hanya menggidikkan bahunya. Eoh? Apa Appa sedang tidak waras? Eoh? Acara makan di apatemenku berjalan lancar, Eomma membawa beberapa makanan dan kami makan bersama.

“Kalau begitu kami pulang dulu, jangan lupa malam ini bawa Rae Na, ne?” Eomma dan Appa berpamitan pulang, aku hanya balas menganggukkan kepalaku. Setelah mereka pulang, otakku berpikir keras memikirkan dimana Rae Na sekarang. Ah! Kenapa tidak terpikirkan olehku? Rumah Halmeoni! Aku bergegas pergi ke rumah Halmeoni.

***

Sesampainya disana, aku segera memencet bel dan kembali Min Young yang membukakan pintu. Tidak disini tidak disana, kenapa gadis kecil ini yang selalu membukakan pintu?

“Ah! Minho Oppa! Rae Na Onnie sebenarnya mencarimu, hari ini dia kesal karena kau tidak juga menampakkan batang hidungmu, hati-hati kena amukannya Oppa.” Ujar gads kecil ini berceloteh.

“Jinjja? Dia mencariku?” tanyaku padanya sambil menjajari langkahnya.

“Ani, tidak secara langsung mencarimu, tapi mukanya hari ini cemberut! Aish! Kenapa aku mengatakannya?” dia meukul pelan bibirnya. Anak ini, selalu saja berceloteh tanpa henti.

“Sekarang dimana dia?” aku menyapu pandanganku ke seluruh ruangan.”

“Onnie? Dimana? Dimana ya? Aku juga belum melihatnya sejak acara makan tadi.” Ujarnya bingung, aku mengerutkan dahiku.

“Dia sedang pergi dengan Ryu Jin, tapi jangan bilang pada Eun Kyo, dia bisa marah.” Jung Soo Hyung menghampiriku.

“Mereka kemana?” tanyaku menegaskan.

“Makan es krim, paling di mal terdekat.” Jawabnya.

“Kalau begitu aku permisi saja.” Aku berbalik.

“Tidak makan dulu?” tawarnya padaku. Aku menggeleng.

“Aku sudah makan Hyung, terima kasih.” Aku segera menuju mall terdekat.

Beberapa kali aku mengelilingi mall ini namun tidak juga menemukan mereka, Rae Na~ya.. Ryu Jin~a, dimana kalian? Ck! Aku sudah mulai lelah dan mencoba menelponnya, tapi selalutidak diangkat! Semua ini membuatku kesal!

Rae Na’s POV

Setelah lelah berjalan dan tadi makan dengan banyak, aku dan Ryu Jin bersenang-senang hari ini, terakhir aku membawanya ke area bermain anak, dia terlihat senang aku bawa kesini. Tapi seseorang memukul pundakku dan membuatku terkesiap.

“Aku mencarimu kemana-mana, ternyata kalian disini.” Dia bernafas tidak teratur, mungkin saja habis berlari. Choi Minho. Aku membuang pandanganku darinya dan kembali memperhatikan Ryu Jin.

“Minho Appa!” teriak Ryu Jin. Minho melambaikan tangannya kearah Ryu Jin, aku tidak memperdulikannya.

“Happy Birthday.” Dia mengucapkan selamat padaku dan mendekatkan wajahnya, aku menghindar, dia balas dengan senyuman.

“Ini tempat umum.” Sahutku dingin.

“Kau sudah selesai Ryu Jin~a? Ayo kita pulang!’ teriakku pada Ryu Jin, anak itu mengacuhkanku, terlalu asik dengan dunianya.

“Biarkan saja dia.” Ujar Minho.

“Tapi ini sudah siang, sudah saatnya dia pulang, nanti Eommanya yang overprotective itu mengamuk.”

“Kau menculiknya?” tanyanya.

“Ani, ini atas persetujuan Appanya.”

“Kau merindukanku hari ini?” tanyanya dengan penuh percaya diri.

“Cish! Aku rasa kau bukan hanya mesum, tapi juga punya percaya diri yang tinggi.”

“Tapi ada yangbilang kau mencariku.” Ujarnya yakin.

“Pinky yang bilang? Awas saja dia kalau aku pulang!” geramku sambil mengepalkan tangan.

“Bukan dia yang bilang.” Jawabnya santai.

“Lalu siapa?”

“Sikapmu yang mengatakan seperti itu.”

“Teori darimana lagi itu?” sudah lah Choi Minho! Aku ingin pulang! Minggir!” aku mendorong tubuhnya dan memaksa Ryu Jin untuk turun dan segera pulang. Saat sampai di depan mall, aku ingin memanggil taksi dan tiba-tiba saja, mobil di depanku membuka pintunya dan menarikku serta Ryu Jin juga Minho ke dalamnya.

“Yak! Apa-apaan in hah? Siapa kalian?” aku mencoba memberontak dari cengkraman mereka. Wajah Ryu Jin berubah pucat seketika. Aku  ingin memeluknya tapi beberapa orang disampingku menahannya.

“Ryu Jin~a, tidak apa-apa, kau tenang lah.” Aku mencoba menenangkan Ryu Jin. Minho ada di kursi depan. Aku dengar dia juga berusaha berteriak.

“Maaf Tuan Muda, aku hanya mengikuti perintah.” Ujar salah satu lelaki yang bertubuh besar dengan setelan jas rapi. Tuan Muda? Siapa? Minho maksudnya? Jangan katakan ini adalah atas perintah Appanya.

“Siapa kalian?” mereka semua tidak ada yan menjawab.

“Jangan sentuh anak itu!” seseorang ingin menyentuh Ryu Jin, dan aku meneriakinya. Omo! Benar-benar hari yang sial! Dena aku melibatkan Ryu Jin.

Mobil berhenti dan membawaku beserta Ryu Jin kedalam sebuah bangunan tua. Mobil tadi tidak ada jendela, dan aku tidak bisa melihat kemana mereka membawa kami. Beberapa orang menyeretku dan yang lain memegangi Minho dan yang lain lagi menggendong Ryu Jin. Aku sempat melihat Minho mencoba melepaskan rangkula mereka tapi usahanya sia-sia karena tenaga orang itu lebih kuat. Juga sekilas melihat Ryu Jin yang pucat pasi dalam gendongan seseorang. Aku dibawa kesubauh kamar terpisah dengan Ryu Jin dan Minho. Diikat pada sebuah kursi dan tidak bisa bergerak sama sekali.

“Yak! Apa mau kalian? Lepaskan kami!” aku beberapa kali berteriak namun tidak ada yang menjawab. Setelah beberapa menit mencoba melepaskan ikatan namun sia-sia, akhirnya ada yang masuk kedalam ruanganku.

“Ini makan siangmu Nona. Silakan dinikmati.” Dia menyodorkan nampan makanan padaku. Aku hanya diam.

“Dimana anak itu? Apa yang alian lakukan padanya?” tanyaku padanya. Dia menarik kursi dan duduk dihadapanku.

“Sebenarnya kau cantik Nona, hanya saja kau salah jatuh cinta.” Ujarnya sambil menyeringai, dia menyentuh bibirku. Aku mengalihkan wajahku.

“Ck ck ck, kau tidak perlu jual mahal. Tuan besar sudah memberikan kebebasan untuk kami berbuat apapun padamu.”

“Tuan besar? Siapa Tuan besarmu?” aku berteriak padanya dan mencoba menghindari tangannya.

“Kau tidk tau?” wajahnya mendekat padaku. Aku memundurkan kepalaku. Menggelang dengan kuat.

“Benar-benar tidak tau?” aku kembali menggeleng.

“Malang sekali nasibmu, kau tau?” dia beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati meja lalu duduk diatasnya.

“Malam ini sebenarnya adalah pesta pertunangan Tuan Muda dengan Nona Min Ra. Tapi Tuan besar takut kau menghalanginya dan terpaksa berbuat seperti ini.” Dia kembali tersenyum sinis.

“Aku tidak akan mengganggu acara kalian, jadi sekarang lepaskan aku!” aku merasa ponselku bergetar. Ini sudah siang, pasti Onnie sedang mencari kami.

“Tidak bisa, kami harus menahanmu hingga acara selesai.” Jawabnya sambil turun dari meja dan beranjak keluar.

“Yak! Yak! Yak! Berhenti! Lepaskan aku! Lepaskan aku!” aku mencoba melepaskan ikatan ini dan menggerakkan badanku, tapi tidak bisa juga melonggarkannya, apalagi melepaskannya.

“Ryu Jin~a, maafkan aku.” Aku merasa sangat tidak berguna kali ini, jika saja aku tidak mengajaknya mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.

Aku terduduk lemas dikursi. Otakku tidak bisa berpikir dengan jernih, aku sangat mengkhawatirkan Ryu Jin. Bagaimana dia sekarang? Dia pasti ketakutan. Aku mendengar suara derah langkah dengan cepat menuju kearahku. Dan derak kunci berbunyi seiring dengan terbukanya pintu.

“Kau baik-baik saja?” aku terpana menatap orang yang baru saja memasuki kamar aku disekap.

“Minho~ya..” panggilku lirih.

“Kau baik-baik saja kan?” dia membelai pipiku dan mencoba melepaskan ikatanku.

“Ryu Jin mana?” tanyaku langsung saat kesadaranku mulai pulih. Aku masih tidak percaya, benarkah yang ada dihadapanku ini Minho? Dengan beberapa luka kecil di lengannya dan darah mengalir di sudut bibirnya.

“Jangan pikirkan Ryu Jin. Sekarang kit aharus lari.” Ujarnya.

“Lari kemana?” tanyaku bingung.

“Kemana saja, asal tidak disini lagi, sebelum aku dipaksa menikahi gadis sialan itu.” Ujar Minho setelah berhasil melepaskan ikatanku.

“Andwae! Aku mau mencari Ryu Jin dulu.” Aku mendorong tubuhnya, namu dia memelukku dari belakang dan menutup mulutku.

“Ada seseorang datang.” Bisik Minho ditelingaku. Aku berhenti. Dia menarikku ke sudut untuk bersembunyi. Aku bisa merasakan nafas beratnya di tengkukku dan pelukan eratnya di pinggangku. Dadaku bergemuruh seketika, antara takut dan gugup. Tiba-tiba suara SMS berbunyi dari saku celanaku. Membuat orang yang tadinya ingin keluar menemukan tempat persembunyian kami.

Minho’s POV

Semuanya berjalan dengan lancar. Aku bisa melepaskan ikatannya. Sial! Ikatannya terlalu kencang, kalau begini bisa melukai tangannya. Dia terlihat bingung melihatku.

“Kau baik-baik saja?” tanyaku padanya yang terlihat pucat.

“Minho~ya..” panggilnya lirih setengah putus asa.

“Kau baik-baik saja kan?” aku membelai pipinya.

“Ryu Jin mana?”

“Jangan pikirkan Ryu Jin. Sekarang kita harus lari.” Ck! Ikatan ini sangat kuat.

“Lari kemana?” tanyanya bingung.

“Kemana saja, asal tidak disini lagi, sebelum aku dipaksa menikahi gadis sialan itu.” Aku menarik tangannya membawanya keluar.

“Andwae! Aku mau mencari Ryu Jin dulu.” Dia mendorong tubuhku dan berjalan mendahuluiku. Aku mendengar sura langkah kaki dan segera menahan tubuhnya.

“Ada seseorang datang.” Bisikku padanya. Kubawa dia bersembunyi dibalik lemari. Beberapa orang terlihat geram dengan tidak adanya Rae Na di dalam ruangan. Rae Na menahan nafasnya dan aku, aku tidak bisa menahan dadaku yang bergemuruh. Tanganku erat memeluk pinggangnya seolah tidak ingin melepaskannya. Ponsel berbunyi dan menghentikan langkah orang itu yang ingin pergi meninggalkan ruangan ini. Dia berjalan perlahan mendekati kami dan menemukan kami.

Orang itu menarik Rae Na dan menghempasnya keatas tempat tidur.

“Jangan sentuh dia!” aku mencoba memukul orang itu namun seseorang menahan pukulanku, dia balas memukul perutku.

“Tuan Muda, harusnya anda tidak perlu   seperti ini, ini akan menyulitkanmu juga. Cobalah turuti apa keinginan Tuan besar, maka tidak akan seperti ini jadinya.” Seseorang lagi memasuki ruangan dan berjalan mendekati Rae Na. Aku ingin menendangnya namun dua orang menahan lenganku.

“Benar kan gadis manis?” dia menyentuh bibir Rae Na. Rae na refleks menghindar, ketakutan tergambar jelas diwajahnya, wajahnya pucat pasi. Dia mencengkram pipi Rae Na kuat dan memaksa Rae Na menatapnya.

“Jangan sentuh dia!” teriakku nyaring, aku berusaha melepaskan tangan kedua orang yang menahanku.

“Choi Minho! Kau jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini…” dia berjalan mendekatiku, aku pernah bertemu orang ini   sebelumnya.

“Jangan sentuh dia!” teriakku lagi.

“Sepertinya kau sangat mencintainya, tapi sayangnya kau salah jatuh cinta, Choi Minho.” Dia tersenyum sinis, lalu memukul perutku. Aku meringis menahan sakit. Sial! Dia benar-benar memukulku!

“Hentikan!” Rae Na berteriak.

“Hentikan! Hentika semua ini! Jika semua ini karena aku, aku bersedia untuk menghindar jika itu yang diinginkan Tuan Besarmu! Katakan pada Tuanmu!” teriaknya lagi. Aku menatpa Rae Na, wajahnya memerah menahan amarah.

“Jangan pukul dia lagi! Jika semua masalah ini berakar dariku, aku tidak akan ada dihadapan kalian lagi!” aku Rae Na bangkit dari sudut mataku.

“Jangan pergi.” Aku bersuara dan semua mata tertuju padaku. Aku menghentak kedua tangan yang menahan lenganku.

“Lepaskan aku!” sekali lagi aku menghentaknya. Seseorang yang tadi bicara panjang lebar mengisyaratkan pada kedua anak buahnya agar melepaskanku dengan sebuah gelengan kepala.

“Ayo kita pergi dari sini.” Aku menarik lengan Rae Na dengan keras, dan cepat melangkah pergi. Tapi orang itu kembali menahan kami. Salah satu menahan Rae Na dan kembali mendorongnya kasar. Sementara aku, aku mendapat pukulan beberapa kali. Setelah puas memukuliku, mereka mendorongku kearah Rae Na.

“Aku rasa kalian perlu menghabiskan waktu terakhir kalian.” Mereka meninggalkan kami dengan mengunci pintu ruangan itu. Aku terjatuh tepat menimpa tubuh Rae Na. Sedikit meringis karena perutku benar-benar sakit.

“Gawaenchana?” tanya Rae Na, kecemasan tergambar jelas diwajahnya. Aku tersenyum tipis, dia menyapu noda darah yang yang ada dikedua sisi bibirku. Jarak wajahku dan wajahnya hanya beberapa centi saja, mataku dan matanya saling menatap sejajar. Aku meraih bibirnya dengan bibirku. Kutahan bibirnya agar tetap dalam sapuanku dengan memegang kepalanya. Aku bisa melihat matanya memulat terkejut, tapi aku tidak peduli, aku memejamkan mataku memperdalam ciumanku. Mencoba membuka mulutnya namun dia menahannya. Aku menarik dagunya agar mulutnya bisa membuka sedikit saja, memberi celah lidahku untuk masuk kedalamnya. Tangannya kini tidak tinggal diam, mulai memukul pundakku. Entah bagaimana caranya kini tubuhku berada diatasnya dan dia terdesak di tempat tidur tanpa bisa menghindar. Aku menahan kedua tangannya dikedua sisi kepalanya, memainkan lidahku dan berusaha membuatnya menikmati ini. Aku rasa dia tidak lagi menolakku meski tidak sepenuhnya menerimaku, dia tidak lagi berusaha melawan. Aku melepaskan ciumanku dan menghirup nafas mengisi rongga paru-paruku.

“Bagaimana? Sudah tidak membosankan kan?” aku tertawa memandang wajahnya yang seperti orang bodoh, masih tidak mengerti semua ini.

Rae Na’s POV

“Bagaimana? Sudah tidak membosankan kan?” tanyanya sambil tertawa. Apa maksudnya tidak membosankan? Dari tawanya aku merasa ada yang tidak beres. Aku mendorong tubuhnya agar tidak lagi menindihku.

“Minggir! Apa maksudmu dengan tidak membosankan?!” tanyaku sengit. Dia hanya tertawa.

“Wajahmu ketakutan sangat lucu.” Dia terpingkal-pingkal. Aku memukulnya.

“Choi Minho! Jangan katakan kalau!” aku tidak melanjutkan perkataanku, jangan katakan ini semua adalah rekayasanya.

“Kau ternyata lebih cantik saat takut Rae Na~ya.” Dia mendekat padaku. Membersihkan noda darah dibibirnya dan menyodorkannya ke mulutku. Aku menghindar.

“Ini manis.” Jawabnya sambil mengecup ibu jarinya.

“Tapi bayaran mereka aku potong karena mereka benar-benar memukulku.” Ujarnya lagi. Aku berjalan menuju pintu keluar. Mencoba membuka pintu itu dan sia-sia, pintunya terkunci rapat.

“Pintunya terkunci, dan kita hanya berdua disini.” Bulu kudukku meremang seiring dengan bisikan ditelingaku. Aku mengangkat bahuku dan menghindari wajahnya yang hanya beberapa centi dariku ketika aku menoleh.

“Dimana Ryu Jin?” tanyak sambil masih mencoba membuka pintu, tapi tangan Minho menahanku.

“Dia baik-baik saja.” Jawabnya.

“Aku ingin melihatnya.” Aku bersikeras ingin keluar dari kamar ini. Dai menarik pinggangku, menjauhkanku dari pintu.

“Choi Minho!” hufh, aku tidak tau haru s berbuat apa dan berkata apa, tapi dia keterlaluan memperlakukanku.

“Happy Birthday.” Dia memelukku dari belakang dan menyentuh leherku. Aku menyentuh leherku dan membeku. Bagaimana caranya dia? Ck! Tiba-tiba saja leherku sudah terpasang sebuah kalung.

perhiasan-008-2

Dia menarikku dan membawaku ke depan cermin. Aku memandangi leherku dengan seksama.

“Tinggal baju dan wajah dipoles sedikit. Tapi aku rasa kau perlu mandi.” Bisiknya lagi. Dia meninggalkanku yang masih mematung di depan cermin.

“Baju dan handuk serta underwear ada di dalam lemari, Jagi~ya.” Aku tidak mendengarkannya, masih memandangi leherku. Beberapa detik kemudian aku tersadar oleh teriakan Ryu Jin.

“Noona…” teriaknya nyaring sambil berlari. Dia menghambur kepelukanku dengan tawa mengembang.

“Kau kemana saja Ryu Jin~a?” tanyaku padanya. Dia tidak menjawab tapi mengarahkan sebuah PSP padaku. Ck! Dia pasti asik bermain PSP bersama Minho, sementara aku mengira mereka.. ini sangat konyol! Yak! Choi Minho! Kau akan menerima balasannya.

Seseorang datang ke kamar dan memandangku dengan heran.

“Kau sudah mandi Nona? Tuan Besar beserta Nyonya dan Tuan Muda menuggu anda 2 jam lagi, aku harus mendandanimu secantik mungkin.” Ujarnya sambil meletakkan peralatannya di tempat tidur. Aku segera melesat pergi ke kamar mandi setelah sebelumnya mengambil selembar handuk di dalam lemari.

Setelah selesai mandi wanita yang tadi bilang akan mendandaniku segera menuntunku ke depan cermin dan menyuruhku untuk duduk.

“Kau mau apa?” aku menghindar saat dia ingin menyantuh wajahku.

“tenang saja, aku tidakakan menyakitimu.” Ujarnya sambil menahan wajahku.

“Yak, tapi aku tidak suka.” Aku menjauhkan tangannya. Aku melirik Ryu Jin yang berbaring di tempat tidur dan mulai asik dengan dunianya.

“Aku mengerti, tapi sedikit saja Nona.” Jawabnya.

“Tapi tidak perlu.”

“Nona, tolong jangan mempersulit pekerjaanku.” Dia memelas padaku, aku bisa melihat wajahnya di cermin.

“Arasseo, tapi jagan berlebihan.”

“Ne, arasseo.” Jawabnya, dia mulai memoles beberapa macam sesuatu yang aku juga tidak tau namanya. Aku hanya bisa pasrah dan menutup mataku.

“Bagaimana? Lebih cantik.” Pujinya. Aku membuka mataku dan memandangi wajahku di depan cermin. Hem, lumayan.

Aku berjalan ke arah lemari dan membukanya. Omo! Kenapa hanya ada gaun disini? Aku mengambilnya dan memandangnya dengan aneh.

“Maksudnya aku harus memakai ini?” tanyaku pada wanita itu dengan nada tidak percaya. Wanita itu mengangguk.

“Sebentar, sebentar, biar diperjelas, aku memakai gaun ini? Lalu aku harus apa?” tanyaku.

“Lalu anada makan malam di tempatyang sudah di tentukan. Mobil sudah menunggu di depan.” Ujarnya lagi. Mwo? Makan malam? Dan menghadapi pertunangan Minho?

“A, ani, ani, ani. Sebaiknya aku pulang saja.” Aku menarik Ryu Jin tapi wanita ini menahanku.

“Nona, aku mohon jangan mempersulitku.”

“Aku tidak mempersulitku, malah mempermudah, kau tidak perlu mengurusku, sekarang kita pulang Ryu Jin~a, Eommamu pasti sudah mencari.”

“Nona, Nona, Nona. Aku mohon…” sekali lagi wanita ini membuatku tidak tega dengan wajah memelasnya.

“Sudah selesai?” aku melirik kearah suara. Minho.

“Biar aku yang mengurusnya.” Minho mengisyaratkan wanita itu untuk keluar. Aku menatapnya tajam.

Minho’s POV

Aku sejak tadi memadanginya, namun dia tidakmenyadarinya. Sejak dia keluar dari kamar mandi, di dandani dan sekarang berdebat dengan asisten Eomma. Aku hanay bisa tersenyum melihat tingkah keras kepalanya.

“Sudah selesai?” tanyaku mengakhiri perdebatan mereka.

“Biar aku yang mengurusnya.” Aku medekat pada Rae Na, dia menghindar.

“Mau memakainya sendiri? Atau aku yang memakaikannnya?” aku meraih gaunnya dan mengangkat gaun itu.

“Oke, baiklah, aku yang memakaikannya.” Aku mencengkram lengannya.

“Andwae! Aku saja yang memakainya!” dia merebut gaun itu dan menghilang dikamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi. Dia terlihat cemberut, aku tersenyum melihatnya, rambutnya acak-acakan.

“Sekarang pilih, pakai yang mana.” Aku membawa beberapa high heels dan menyusunnya dilantai agar dia bisa memilih. Mulutnya langsung menganga.

“Kau tidak ingin makan malam ini hancur gara-gara kau terlihat aneh kan? Memakai gaun tapi kakimu pakai sneakers?” tanyaku padanya. Tubuhnya merosot disamping jejeran sepatu.

10

“Omo, sekarang aku meralat pernyataanku bahwa natal kali ini membosankan, tapi ini sangat sangat menjijikkan.” Ujarnya putus asa.

“Atau kau mau aku yang pilihkan?” tawarku.

“Ani, ani, aku pilih ini saja.” Dia mengambil sembarang high heels yang ada disampingnya.

“Aku rasa rambutmu lebih cantik diikat.” Ujarku sambil meraih rambutnya. Dia tidak punya kekuatan lagi untuk menolah, terlihat dari wajahnya yang sudah putus asa.

“Setelah ini kita kemana?” tanyanya mendongak padaku.

“Kita akan malan malam bersama Appa dan Eomma.” Aku mengecup bibirnya. Dia tidak melawan sama sekali. Hanya menyapu bibirnya dengan punggung tangannya.

“Dan menyaksikan pertunanganmu?” tanyanya lemah. Aku tersenyum.

“Ayo, kita hampir terlambat.” Aku mengangkat tubuhnya, dia berdiri dengan lemas.

“Lalu Ryu Jin?”

“Akan ada ynag mengantarnya.”

“Aku tidak percaya.” Dia melepaskan tanganku.

“Arasseo, kita yang mengantarnya.” Aku menarik tangannya kembali dan juga menarik Ryu Jin dari tempat tidur.

“Ayo sayang, kita pulang.” Ryu Jin berdiri dan segera meraih tubuhku lalu bergelayut manja tanpa melepaskan pandangannya dari PSP. Aku menggendongnya.

***

Di dalam mobil Rae Na tidak bicara sepatah katapun. Au meliriknya, dia masih tidak mau memandangku. Aku tau dia kesal karena mendapat ceramah gratis dari Eun Kyo Noona karena menculik anak kesayangannya.

“Kau jelek seperti itu.” Aku memulai pembicaraan. Dia tidak menjawab sama sekali. Aku berhenti mengajaknya bicara hingga sampai ketempat tujuan, rumah orang tuaku. Aku turun dan berlari mengelilingi mobil untuk membukakan pintu. Dia masih terdiam duduk dijok depan. Aku mengambil jemarinya dan menariknya pelan.

“Kajja, Appa dan Eomma sudah menunggu.” Dia enggan untuk melangkahkan kakinya, dengan high heels dia pasti bertambah kesal. Aku menuntunnya pelan.

“Eomma.” Sapaku pada Eomma, Eomma berdiri dan memeluk Rae Na.

“Sudah lama tidak bertemu dengamu.” Sapa Eomma masih memeluknya.

“Eham.” Deheman Appa menyadarkan mereka.

“Sudah cukup?’ tanya Appa. Rae Na dan Eomma akhirnya duduk dan saling melempar senyum. Rae Na terlihat tegang, begitu juga dengan Appa. Kami mengawali makan dengan diam.

“Bagaimana kuliahmu Park Rae Na?” tanya Appa. Aku menoleh pada Rae Na. Mukanya terlihat bingung, membuka mulutnya dan balas melirikku. Appa menatapnya tajam. Aku menyenggol kakinya.

“Ah! Eoh?” tanyanya dengan mata membulat. Appa hanya menatapnya.

“Oh, kuliahku? Aku sudah hampi selesai, tinggal menyiapkan seminar dan sidang.” Jawab Rae Na gugup.

“Baguslah kalau begitu, aku dengar kau yang akan menggantikan direktur salah satu hotel milik keluarga Park.” Ujar Appa sambil menyuap makanan ke mulutnya. Rae Na kembali terkejut.

“Eoh? Aku?” tanya Rae Na sambil menunjuk wajahnya. Appa, meliriknya.

“Ah, itu. Itu baru rencana saja.” Jawab Rae Na.

“Tapi aku dengar nilai akademismu lumayan.” Ujar Appa.

“Tentu saja, dia kan dapat beasiswa.” Aku menjawab.

“Aku tidak bertanya padamu Minho~ya.” Appa melirikku.

“Ah, gamsahamnida, tapi aku hanya berusaha semampuku.” Jawab Rae Na. Dia kembali makan dan diam. Seseorang membawa sesuatu ke meja. Aku dan Rae Na msaling berpandangan bingung.

“Kalian sudah punya rencana untuk hidup kalian nantinya?” tanya Appa lagi.

“Yeobo, mereka kan masih kecil, belum saatnya memikirkan itu.” Timpal Eomma. Rae Na menatapku.

“Usia kita menikah dulu juga seusia mereka.” Jawab Appa sambil memandang Eomma. Tersenyum padanya, akuterpana melihatnya, baru kali ini aku melihat lelaki paruh baya ini tersenyum. Tulus. Eomma balas tersenyum pada Appa. Tapi moment itu harus buyar karena Rae Na menjatuhkan sendoknya ke lantai. Mata kami semua tertuju padanya.

“Aish! Jinjja!” dia merutuki dirinya sendiri.

“Aku sudah selesai.” Appa berdiri lalu meninggalkan kami bertiga. Eooma ikut bangkit. Aku dan Rae Na mengekori kepergian mereka dengan mata. Rae Na masih terpaku, aku menyentuh jemarinya.

“Ap, apa maksudnya?” yanya Rae Na tanpa mengalihkan pandangannya dari Eomma.

“Mereka meminta kita menikah.” Jawabku.

“Tapi ak!” kalimatnya terhenti saat bibirku tepat mendarat manis dibibirnya.

“Kau tidak bisa menolak apapun yang Appa inginkan.” Ujarku setelah melepas ciumanku. “Kau tau itu.” Aku mencubit hidungnya. Dia ingin mendebatku namun aku menahan mulutnya dengan telunjukku.

“Saengil Chukkae Rae Na~ya.” Eomma membawa sebuah tart kecil ditangannya. “Maaf, au membuatnya beberapa jam yang lalu. Anak kurang ajar ini baru memberitahhunya.” Lanjut Eomma sambil memukul pelan kepalaku.

3Finale01

“AH, gwaenchana Ahjumma. Aku yang harusnya berterima kasih.” Sahut Rae Na sambil membungkuk.

“Sekarang potong kuenya sayang.” Rae Na mengambil pisau potong yang dibawa Eomma dan memotongnya. Rae Na menyerahkan potongan kue pertamanya pada Eomma, Eomma mengigitnya lalu menyuruh Rae Na memakannya. Rae Na juga ikut memakan potongan kue pertama. Mereka terlihat senang dan melupakan aku. Tapi tanpa di duga tangan Eomma menyenggol minuman dan tumpah ke gaun Rae Na.

“Ah!” pekiknya. Dia mengibaskan bajunya.

“Aigoo, mianhae.” Eomma ikut membersihkan noda yang ada digaun putihnya.

“Mianhae, aku jadi merusak gaunnya.” Ucap Eomma menyesal.

“Gwaenchana, boleh aku pinjam kamar mandi?” tanya Rae Na. Aku membawanya ke kamarku.

Rae Na’s POV

Aku berjalan menuju kamar yang ditunjukkan Minho. Sepertinya ini kamar Minho. Aku dapat merasakan auranya, foto yang terpajang didinding dan semua pernik kelakiannya. Aku berjalan emnuju kamar mandi dan membersihkan gaunku. Aku mematut diriku di cermin. Park Rae Na, apa kau gila? Apa kau berpikir itu adalah sebuah lamaran untukmu? Eoh? Jangan terlalu berharap dan sejak  kapan kau menjadi seperti ini? Aku mengibaskan bajuku, nodanya tidak bisa hilang. Ck! Biarkan saja. Aku keluar dari kamar mandi dan mendapati Minho duduk di tepi tempat tidur.

“Sudah selesai?” tanyanya sambil menatapku.

“Tidak bisa hilang.” Gumamku. Minho mendekatiku tanpa aku sadari dia sudah berada di hadapanku.

“Would you marry me?” ucapnya tiba-tiba. Aku berhenti mengibas bajuku dan terpaku. Aku menatapnya sambil mengerutkan dahiku.

“Setidaknya kita bertunangan dulu.” Ujarnya, kedua tangannya melingkar manis di pundakku. Aku serasa berhenti bernafas. Apa yang barusan dia katakan? Bertunangan?

“Menikah setelah kita benar-benar siap.” Lanjutnya. Aku tidak bisa berkata apa-apa selain membuka mulutku lebar. Dia menyentuh daguku dan menutup mulutku yang menganga.

“Diammu aku anggap ‘iya’. Mulai malam ini kau milikku.” Dia mendekatkan hidungnya menyentuh hidungku.

“Mau menginap disini?” tanyanya lagi. Saat dia menanyakan itu, seperti tersadar dari sesuatu, aku langsung memukul kepalanya.

“Kau gila! Sekarang antarkan aku pulang!” teriakku. Tidak puas dengan pukulan, aku juga menginjak kakinya dengan ujung heelsku. Itu balasan membuatku tersiksa hari ini!

FIN

 

Note : hufh, akhirnya selesai juga. Setelah beberapa kali tertunda nulisnya, selain itu juga aku nyari ide. Tapi hasilnya begini doang. Harusnya ini publish tangal 25 Desember kemaren pas ulang tahun Rae Na, tapi Nenekku dirumah lagi sakit, aku ga bisa apa-apa, orang pada sibuk ngurusin si Nek. Jadi baru kelar malam ini. Mian mengecewakan Na *bow bareng Teuki* aku ga tau cara melamar yang manis, berhubung saya langsung dikawinin paksa sama Oppa, wahahahahahahahaha. Okeh, akhir kata, saengil chukkae Rae Na~ya, semoga cepet kawinnya… udah dapat restu noh dari bapak mertua…. dan astaga….!! susahnya nyari foto Rae Na pake gaun….!!!

Iklan

81 responses »

  1. YEOBOOO
    ini ini..ah ini satu cerita sama MLT ga?
    Aku sukaaa. Sukaa tambah banget yeobo.

    Tuh kan, gara gara raena aku jadi jatuh cinta lagi sama minho !
    Aku padahal lagi falling in love sama sandeul. Huweee mian deullie oppa..

    Yeobo, daebak bgt sih..
    Bener bener kaya baca sinopsis drama.

    Yeobo, kamu kemaren ga bales pesan aku ! #kecewa

    pokoknya aku aku aku…aku sukaaaaaa..

  2. ya ampun kirain it appanya minho dalang dri smua ini yg mau misahin raena dgn minho lg, trnyata cma akalan minho doang.
    Kasian minho bneran kena pukul. Yee udh dpat restu tuh dri org tua minho, lulus kuliah lgsung nikah aja #plakk
    Kalungnya lucu.
    Ryujin bner2 udh bsa ngmong yah, kyeopta ><

    saengil chukka buat raena, smga apa yg d inginkan t'cpai dan mkin langgeng dgn minho oppa 😀

  3. Hahaha seru”…
    Minho ngasih kjutan.a keren… Aduh eunkyo trnyata bawel ya clu udh urusan ryujin…

    Trz it apa kata minho yg bilang g bisa mnolak prntah appa.a… Pas kmren dkawin ma minra nolak th..hihihi

    wah walau telat saengil chukhae raena…

    Udh bingung mw komen apa agy… Bwat jumma moga nenek.a cepet sembuh ya…
    Muach muach..
    Khekeke..

    • ide ter yg pernah aku pikirkan, wahahahahahahaha, uh, saya mah bawel kalo sudah menyangkut anak…
      tau noh minho, apaan deh ngomong begitu…
      iya makasih do’anya, semoga cepat sembuh…
      nenek buyut km dong brrti? *?*

  4. Hehehe na eon pke gaun bkan park rae na nama’a . . . Jd ganti nama’a park rae ni wkwkwk (y)
    . .
    Aish menegangkan d kira ia bnerang d culik . . Eh pdhal boongan. .
    Kbnyakan duit tuh s oppa . . .
    . . .
    Cepet kwin dhe eon . .cpet pnya momongan ya eon *lho*
    tp ga yakin ahahaha
    . .
    I like it . . .ak selalu suka couple fav ak . . .

  5. Eonnyy.. Maap br komen aku sibuuk seharian.. =P

    Cihuuuyy~.. Minho uda ga tahan pengen mengikat Raena mjd miliknya.. Haha..

    Sooo swwEeeett ngelamarnya~.. Uhuuyy~..

    Tapi kenapa Minho bikin acara culik”an?
    Aku kira bakal pisah beneran.. Untungnya nga.. Heheehehe..

  6. Raena pake gaun…wow mengejutkan sekali tapi tetep cantik kok…
    waduh rencana minho bener2 bwt org tegang ja..aq kira itu smw ulah appax minho eh ternyata…
    ehem..ehem,,yg dah dilamar nech dah dpt lampu hijau…cepet ndang nikah trus pnya ank dech..

    oh ya saengil chukkae bwt rae na,..

  7. Omonaaa. . .
    Choi Minhooo~ sialan kau !! aish !! *pukulin minho,gigit sekalian* siapa suruh menculikku eoh? aku tdk memikirkn diriku, aku memikirkn ryujin !! andai bs kompromi, blh aja nyekap asal aku 1 kamar sm ryu,aku mengkhawatirkan keadaan’a.. tp ternyata? dia mlah asik main PS !! ck !!
    bener2 deh d’kerjain habis2an ini mah..

    but, so sweeeet.. gomawo eonnie, jeongmal saranghae.. kadomu sukses !! meski telat..hehe *d’jewer*

    aku nyangka ini kerjaan appa’y minho agar bs mmbawaku mkn mlm.. ternyata!

    • gigit aja sampe bedarah na…
      orang asik main PSP ngapain kamu ikutan? gangguin aja…
      sukses? lahamdulillah yah…
      telat 2 hari… you know the reason lah, ya kan?
      nyangka kerjaan appa sm minra?

  8. ternyata si keroro belo nyebelin tp ngangenin itu tuh yg ngerjain !! sialan !! *cakar minho+gigit* #lol

    tp eonnie,aku suka minho yg begini, keren.. n sdkit bad.. love is so bad,bad,bad~ *nyanyi ala jinsil,minho tablo’y*wkwk

    aku sukaa.. aku tau jd begini, indah eon pen liat aku pakai gaun kan? d’ff bs eon.. d’kehidupan nyata (?) whahahaa nanti taon 2012 klo aku nikah sm minho,. Eh sodara2., aku terobesisi nikah sm minho tgl 12-12-2012 ini loh.. jd bs bulan madu pas umur 22 #plak tp cm sama Choi Minho !

  9. Ini sdh stgh 2 am,aku tau kalian sdh tidur,tp aku msh melek hbs d’lamar,jd curcol dlu yah..wkwk

    aku udh curiga sbnr’y,heran knp Minho bs nyosor dlm keadaan darurat bgtu.. ternyata benar,dia dalang’a !! Rae Na,cpt balas Minho (?) #gubrakk

    Eh,si saia mau lho nikah muda,asal sama Choi Minho,Choi Minho seolaang.. tp brhubung saia takut MP,jd MP’a entaran aja yah,kudu tidur pisah dlu..
    Minho: Shirheo !! Andwae !!
    Na: tp aku takut Minho ya~
    Minho: kau tdk boleh menolakku jagi ya~

    ya udh,pasrah aja XDD

  10. @raena : yahaaaaaaiiii,,,raena sok nolak MP ama cy baby,,
    ujung2nya mau juga,,,
    pdhal kalo di blakang lyar pasti nyosor dluan noh,,

    na,pdhal kalo pake gaun drimu cantik lho*fitnah*
    pasti cy baby mkin jatuh hati,,
    *baby minho ngangguk2*
    *pelototin baby*
    aku : ngapain itu ngangguk2 planya???
    minho : gapapa noona,
    pake gaun aja na tiap hari,,,
    tpi itu penyiksaan pas penculikan kurang,,,*digorok raena*,,

    cy baby apaan itu pake culik2 sgla,,bwa2 ryujin lgi,,ntar kalo ponakan saya kaget trus pingsan*jumma lebayyy*,,
    minho : kan ga pingsan noona,mlah asik noh main psp,,
    aku : *pelototin baby* jgn bnyak alsan,,

    fika sms smlam onn dah tdur,,,jdi dbwah deh koment nya,,
    bagus,bagus ,bagus,,,
    cy baby sweet bgt sih ngelmarnya,,adikku mang pling the best deh,,
    oya,,onn suka karakter minyoung,,,
    hahahahaha sdkit mirip dgn driku,,polos gmnaaaa gtu*hoexxx*,,jujur tpi nyebeliin buat orang lain,,
    bgus bgt deh ceritanya
    simple tpi manis,,ada tegangnya dkit,,
    ada teka tekinya juga,,
    onn heran pas adegan penculikan yg ktnya sruhan appa minho,,
    tdi diatas appa nya ngjak mkn mlam kok mlah nyulik raena,,
    apa si appa cuma pura2 bae ya,,,
    eh ternyata adik aye yg rekayasa,,,pake bawa2 nma appa lgi,,meski jutek bgtu kan msih appaku juga,,
    meski appa angkat(?),,

    NAAAA,,,SAENGIL CHUKAEEEE
    SEMOGA AWET MA ADIK ONN YA,,
    dia mang nyebelin suka seenaknya tpi dia baik n perhatian lho,,

    • iya onn dia yang minta duluan lah… jamin!
      jangan onn pake2 gaun lagi, susah nyarinya… cuman ada dua foto…
      orang ryu jin asik main PSP ko onn…

      iya onn, gwaenchana…
      fika sudah hapal onnie pasti komennya subuh… paling lambat ituh…
      si minyoung? itu mah bikinan aku doang… aslinya minyoung lebih dewasa *plak*
      mirip sm onn? lah elah…

      tapi fika bikinnya ini malah aneh onn, perasaan engga manis, tapi suka pas minho nyosor… ini salah rae na sendiri ngerecokin fika setiap hari onn, hal berbau yadong, wahahahahahaha, pis na pis… pipis kali…
      tapi klo na udah mancing hal2 berbau yadong, saya pasti terpancing onn, buahahahahahaha

      terima kasih do’anya onn…
      tapi nasib mereka ditanganku *plak*

      • @indah eon: enggaa,ga bkal nyosor dluan,meski gimana jg gengsi si saya mah mulai dluan.. sbnr’y susah dket2,d’pegang/d’sentuh2 aja udh risih.. #plakk
        MP itu menyiksa.. ga mau,mau ky foul house ajah..wkwk

        @fika eon: saya ini penebar virus ya eon? oke,saia tdk akan menebarkan virus yadong.. tp mau menebarkn virus phsyco atau horor ah k’eonnie.. sad,atau romantic (?) psti ga bs..wkwk

        Eonnieeeee.. kok saia jd berasa d’lamar beneran sih? #lol

        eonnie..
        fika+indah eon: apaan sie eonnie2 mulu?
        na: minho

      • beuh, kaga mempan kalo aku ditulari virus saiko…. masalahnya cinta Teuki Oppa akan melindunginya *plak* lebay ini saya….
        onnie, kaga usah di dengarerin, gegara ini ff otak dia udah mleleh onn…

  11. Aduuuuhhhh gilaaaaa eonn ga kuat bayangin minho pervert masa dkit” bibir ketemu bibir 😮

    nambah lg deh pervert couplenya setelah teukyo sekarang minna (?)

    ryujin nak kalo gede jangan kaya appa” mu yg pervert semua hahahaha
    junhyung kemana eonn ? Ga tau ia xlo reinna birthday ?
    Eonn ff mu always make me EXCITED

    MARRY X-MAS & HAPPY NEW YEAR EONN HOPE NEXT YEAR CAN BE BETTER
    #sighlips4u ❤

    • itu mah bukan mereka berdua, yang menyesatkan itu sebenarnya saya, yg cinta banget sm skinship cium-ciuman…
      hahahahahahahaha, minho sama Oppa hanya korban…

      junhyung lagi ngurus motornya lagi rusak di bengkel…
      terima kasih sudah suka….
      sini aku cium-cium… muah muah muah…

  12. AAAH! Ini bagus banget, eonn! Feel-nya bener-bener kerasa 😀
    Aku kira Appa-nya Minho nggak jadi berubah baik waktu ngirim anak buahnya buat nyekap Rae Na, tapiiii ternyata itu semua perbuatan Minho. Dasar!
    Eh eh , Minho so sweet banget di sini, eonn.. Romantisss 😀
    Berarti nanti di MLT next part Minho-Rae Na udah jd tunangan, eonn?

    • feel kerasa? alhamdulillah…
      karena aku bikinnya buru dengan ide timbul tenggelam…
      gantian sekarang minho yang menyiksa Rae Na…

      ini sebenarnya harusnya publish sebelum MLT part 13, kan disini aku msh belum besar perutnya…
      minho? romantis? sekali2 romantis ya de ya? *colek minho*
      dia udah tunangan, bukan tunangan si, udah dapat restu…

  13. uwaaaa manis bgt…
    Sukaaa
    Ohy saengil chuka rae na eon…
    Ya ampun ulang tahunnya samaan ky appa ku *gk nanya* hehe

    Ah asik dah raena eon udah di lamar dah dpt restu ni ye~

    Bener2 dah tuh minho bkin deg2an kirain beneran d culik ternyata kejutan doank… Daebakk dh…. Kerenn…

  14. Onnie !! Onnie kq overprotective bgt ma ryujin? Kn ksian ponakaan aq ga dibolehin maem es krim. Aq suka bgt makan es krim lo on #lho# he2.. Keren suprizenya minho. Kirain tu beneran ulah appanya minho_ eh trnyata .. . . . . . Hohoho bntar lg ada yg mau married nich. Ehem.

  15. Onnie !! Onnie kq overprotective bgt ma ryujin? Kn ksian ponakaan aq ga dibolehin maem es krim. Aq suka bgt makan es krim lo on #lho# he2.. Keren suprizenya minho. Kirain tu beneran ulah appanya minho_ eh trnyata .. . . . . . Hohoho bntar lg ada yg mau married nich.

  16. Haaahh…ryujin nie dmna2 selalu eksis…lucu bgt..
    Qrain mreka bneran diculik lho eonn..
    Itu udh resmi tunangannya??
    Rae na ga bisa kabur lg tuw…haha

  17. Kirain di culik beneran itu si Raena ama Minho -_- taunya boongan. padahal aku udah mikir tuh ‘Ulang Tahun yang kelam gara2 di culik(?)’ tapi as usual, bagus banget ceritanya~ romantis 😄 ah demen lah aku Onn yang romantis2 macem kayak gini, apalagi kalo namja yang overprotektif, makin demen 😄 ah akhirnya di lamar juga, udahlah Raena sama Minho cepetan lulus kuliah terus nikah -_-v daripada berantem2 ga jelas mulu 😄 /plak~ ayo Onnie lanjutkan ya cerita2 yang model kayak gini 😄

    • buahahaha, gokil kan ya? pdhl udah bisa ditebak dari awal ko klo minho yg nyulik…
      prtma, dia dimasukin d depan, kedua, rae na disekap sndria, lah minho sm ryu jin? mreka asik main…
      aku juga suka cwo yg overprotektif, rasanya gimna yah? tp hrus mnghormati perempuan… klo yg rada kasar dan kebangetan g suka jg aku….
      mereka udah lulus…
      ini cerita flashback, harusnya ini dlu baru MLT part 13…
      tenang, undangan pasti nyampe ko…

  18. hah, aku malah gabisa nebak Onn kalo itu rencananya Minho, aku kira beneran di culik. Gabisa bayangin.. Raena lagi sport jantung mikirin Minho sama Ryujin sambil disekap, eh orang yang dia pikirin malah asik maen PSP -_- ah, aku sih demen nya yang overprotektif kayak ngelindungin yeoja nya Onn, yah yang macam2 itu laaah. ah gapapa kok telat juga, tetep demen aku. undangan? sip~ di tunggu dengan senang hati 😄

    • aku mah ngakak klo ngebayangin…
      undangannya pasti…
      ga papa telat… tp salut loh km bacanya ngebut… gomawo sayang….
      tapi nanti ada gantinya juga model2 bgini lah ga jauh beda, mgkn orgnya ada yang nambah dikit… hehehehehehe, trus pasti ada ryu juga…

  19. hah? serius aku bacanya ngebut? padahal aku kalo soal baca membaca lelet, bisa sampe setengah jam lebih, soalnya nyari posisi yang pewe dulu… haha -_- ah iya Onn bagus lah kalo banyak MLT side story aku seneng banget nih nunggunya 😉

  20. Sumpah idenya minho keren! *applause*
    Ya ammpun lucu banget ngebayangin wajah takutnya Rae Na ><

    Awalnya agak takut sampe dag dig dug ga jelas saat rae na sama ryu jin di bawa ke mobil. Aku kira itu beneran penculikan, eh ternyata idenya abang minho! Sumpah Eon ide ceritanya keren! DAEBAK!

  21. huahaha,txata Minho yg ngerencanain pnculikan ntu?
    ampe dbela2in dpukul bnrn gt!hahaha
    tp tu bnrn appax dh ngrestuin?
    brarti bntr lg ad klwrga br lg dunk?
    pst seru de,rame bgt gt!secara 22nya sm2 tkng teriak,aplg Raena!hehe
    Oksud,q mw lnjt lg bcx onn!

  22. Hwahahaaa…songong minho idenya bwt surprise raena ntu…aish…gila yah…
    I do i do ido…sangat sangat mau akuuuuuuu…berasa aku yg lg dilamar minho…kyaaaa…eomma…mau kayak raena…hahay…

  23. Waaaah chukkaeee .
    Akhirnya hubungannya minho sama rae na lebih serius lg .
    Padahal rae nanya cuek2 aja 🙂
    Pokoknya selamaaaat ya .

    Buat rae na jangan terlalu cuek lg

  24. hahahahaha kirain beneran di culiiik ternyata cuma akal-akalannya minho doang >< lamarannya sebenernya romantis, tp sikap raena malah bikin lamarannya jd flat wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s