MLT Side Story : Saengil Chukkae!

Standar

4

Rae Na’s POV

Aku memandangi kalender yang terpasang manis di dinding kamarku. Dua hari lagi ulang tahunnya yang ke 21. Eottokhaji? Apa yang harus aku lakukan? Aku bukan gadis yang romantis ataupun tipe gadis manis yang memberikan sesuatu yang berkesan dengan memberinya kue ulang tahun buatan tanganku sendiri, ataupun memberikan sebuah rajutan yang dengan setiap helai benang yang aku anyam terdapat cinta yang tulus. Aku bukan gadis seperti itu, itu terkesan sangat menjijikkan, namun jauh di lubuk hatiku, aku juga mempunyai perasaan yang halus, ingin menjadi seperti gadis lainnya, melakukan hal yang menjijikkan yang tadi aku sebutkan. Aku duduk di kursi depan meja belajarku. Tidak ada yang aku lakukan, tugas laporan penelitianku pun tidak aku sentuh sama sekali. Aku mengetuk meja dengan pensil yang dari tadi aku pegang. Menghela nafas dan berpikir dengan keras. Aku menggigit ujung pensilku.

“Memangnya dia siapa aku harus memberikan kado istimewa padanya?” gumamku sambil menopang daguku dengan kedua tanganku.

“Dia kan bukan kekasihku, tidak ada keharusan untuk memberikan kejutan padanya kan?” gumamku lagi. Aku menjadi pusing sendiri memikirkan semua ini. Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamarku, mataku reflek menuju arah suara dan aku otomatis menolehkan leherku.

“Noona..” sebuah suara kecil nan lucu, anak yang baru belajar bicara. Park Ryu Jin memasuki kamarku dengan langkah kecilnya sambil membawa selimut dan botol minuman. Dia menaiki tempat tidurku.

“Ya, Ryu~ya, orang tuamu mana?” tanyaku.

“Molla..” jawabnya pelan, aih, dia sudah mulai mengerti percakapan.

“Sudah bilang sama Min Young Noona kau disini? Nanti dia mencarimu.” Ujarku sambil mendekatinya. Dia berguling-guling di tempat tidurku, aku duduk di tepi ranjang dan memperhatikannya.

“Ryu Jin~a, dua hari lagi Minho Appa ulang tahun, kira-kira kado apa yang harus aku berikan?” aku bertanya pada bocah kecil dihadapanku. Dia hanya menjawab dengan wajah bingung tanpa bersuara.

“Minho Appa.” Ucapnya mengulangi perkataanku. Aku tersenyum, tidak anak, tidak ibu, mengapa begitu menyukai Minho? Eoh?

“Ne… Minho Appamu sebentar lagi ulang tahun, apa yang harus aku lakukan?” aku menarik Ryu Jin dalam pangkuanku. Anak itu menurut. Memeluknya dengan erat, dia meronta. Aku mendudukkannya dihadapanku. Aku menaikkan lututku dan meletakkan daguku diatasnya, anak itu mengikuti tingkahku.

“Kalau aku memberinya rajutan… itu sangat tidak mungkin. Memberinya kue? Mana aku bisa membuat kue? Eoh? Ah… Ryu~ya, tolong bantu aku.” Aku mengacak rambutku dan lagi-lagi anak itu mengikutinya.

“Ryu~ya, kau disini?” Jung Soo Oppa berdiri di depan pintu. Kemudian masuk ke dalam kamar.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Oppa lagi pada Ryu Jin. Anak itu hanya menyunggingkan senyumnya pada Appanya. Jung Soo Oppa menarik anak itu dan mengangkatnya. Namun dia menolak.

“Biarkan saja dia disini Oppa.” Cegahku.

“Tapi nanti dia mengganggumu, kau kan sedang mengerjakan laporanmu.” Oppa membawa Ryu Jin keluar, dan aku kembali bingung dengan rencanaku. Aku masih melihat Ryu Jin meronta dibawa Appanya keluar dari kamarku. Aku melambaikan tangan padanya. Muka cemberut.

“Memberinya lukisan? Aku tidak bisa melukis.” Aku merebahkan tubuhku.

“Mau memberinya apa?” aku mengacak rambutku lagi, tanpa aku sadar seseorang berdiri di depan pintu, aku melirik tajam padanya. Shin Min Young.

“Mau apa kau?” tanyaku dengan nada sinis.

“Onnie, kau bingung kenapa?” tanyanya penuh denga raut ingin tau. Aish! Aku benci gadis centil ini.

“Aku tidak bingung!” kilahku, aku membalikkan badanku.

“Ah, aku tau, kau pasti kebingungan memberikan kado untuk seseorang kan?” dia masuk ke dalam kamarku sambil mendekatiku.

“Jangan sok tau dan jangan mencampuri urusanku.” Ujarku.

“Ah, biar aku tebak, pasti buat Minho Oppa kan? Eoh?” tanyanya lagi. Aish! Ada apa dengan anak ini, aku tau mungkin dia ingin mengakrabkan diri, tapi terkadang tingkahnya sedikit menyebalkan.

“Darimana kau tau?” tanyaku langsung berbalik menatapnya.

“Eum, Eun Kyo Onnie sibuk mencarikan resep kue ulang tahun di internet.” Jawab Min Young dangan santai. Aku mengerutka dahiku. ‘Onnie sibuk mencari resep kue ulang tahun? Untuk siapa? Minho?’.

“Mau aku kasih saran?” tawar Min Young. Aku menatap tajam lagi padanya.

“Shireo! Saranmu yang terakhir membuatku terlihat seperti badut.” Dia tertawa cekikikan. Aku melemparnya dengan bantal dan dia keluar dari kamarku.

Lama aku berkutat dengan kebingungan dan kebuntuanku tentang apa yang akan aku berikan padanya, aku keluar dari kamarku menuju dapur. Yaish, melihat pemandangan panas disini membuatku semakin pusing. Jung Soo Oppa memeluk Onnie dan mencium lehernya.

“Yak, jika berbuat mesum jangan di tempat umum.” Mereka menoleh padaku, hufh, tidak bisakah mereka melakukannya di kamar saja? Jung Soo Oppa tidak memperdulikanku dan melanjutkan mencium istrinya.

“Wae? Jika kau menikah kau akan tau rasanya.” Ujar Jung Soo Oppa. Aku mencibir padanya, dia membalas menertawakankku. Tiba-tiba Ryu Jin datang dan menarik Eommanya.

“See? Dia bukan sepenuhnya milikmu.” Aku melirik Ryu Jin yang semakin keras menarik Eommanya meninggalkan dapur, menyisakan muka kecewa Appanya. Aku tersenyum mengejeknya.

“Aku dengar Minho akan ulang tahun.” Ujar Oppa padaku sambil membuat segelas susu, pasti untuk Onnie.

“Darimana kau tau Oppa?” tanyaku bingung, mengapa semua orang di rumah ini sudah mengetahuinya? Dan hanya aku yang seperti orang bodoh tidak tau apa-apa dan belum menyiapkan apapun.

“Bagaimana semua orang tidak akan tau, kalau Onniemu tercinta itu selalu menanyaiku tentang kue mana yang bagus untuk ulang tahun Minho.”  Jawab Oppa.

“Kau cemburu?” tanyaku menggodanya. Oppa memukul kapalaku yang diakhiri dengan belaian lembut di puncak kepalaku.

“Aku tau dia hanya akan melihatmu, tidak akan melihat gadis tua yang menyusahkan seperti Onniemu.” Jawab Oppa.

“Aku tau kau sebenarnya cemburu, akui saja Oppa.” Aku semakin menggodanya.

“Terkadang memang iya, aku yang melakukan apa saja untuknya, tapi sebelum tidur dia pasti menanyakan Minho, aneh.”

“Oppa, kira-kira aku harus berbuat apa di ulang tahunnya?” tanyaku, mungkin saja dia bisa memberi inspirasi.

“Yang dibutuhkan seorang pria hanya ingin selalu ada untuk orang yang dia cintai, yang lain tidak terpikirkan.” Jawab Oppa.

“Tapi kira-kira apa yang dia inginkan, jika seandainya itu Oppa, kira-kira kau mau apa?” tanyaku.

“Aku? Aku ingin bercinta.” Jawab Oppa asal.

“Oppa, kau mesum!” aku melempar tissue makan padanya.

“Hahahahahahahaha, ani, jika itu aku, aku tidak ingin apapun selain selalu bersama Onniemu.” Jawabnya.

“Tidak menginginkan apapun? Oppa! Aku serius…” tanyaku penasaran.

“Melihat Onniemu tersenyum dan sehat sepanjang tahun, itu sudah cukup. Memangnya kau pacaran dengan Minho?” tanya Oppa. Aku ternganga mendengar pertanyaannya. Sekali lagi Oppa mengusap kepalaku.

“Mungkin dia membutuhkan cintamu, kasian setiap hari seperti supirmu, tapi kau terlihat acuh padanya.” Jawab Oppa. Aku memikirkan perkataan Oppa. Cinta? Mengatakan ‘aku mencintaimu’ maksudnya? Yaish! Itu menjijikkan!

Minho’s POV

Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya karena kuliah dan kegiatanku di kampus tidak memungkinkan bertemu dengannya, aku lihat dia juga terlihat pulang selalu bersama Junhyung, terkadang membuatku sangat cemburu mengingat Junhyung pernah mengatakan dia menyukai Rae Na. Ponselku berbunyi, membuyarkan lamunanku tentang Rae Na.

“Minho~ya, kenapa jarang kesini? Eoh? Aku ingin kau kesini hari ini!” tiba-tiba saja ponselnya langsung dimatikan. Aku bingung sendiri dan menjauhkan ponselku dari telingaku. Eun Kyo Noona.

“Ya, kenapa melamun saja?” tanya Jinki Hyung menepuk bahuku, membuatku terkejut dan langsung menoleh padanya. Dia tersenyum, memamerkan gigi kelincinya.

“Hyung, kau mengagetkanku.” Aku balas memukul dadanya.

“Minho~ya! Besok kau ulang tahun, traktir kami minum.” Aku menoleh padanya, dia hanya tersenyum.

“Aish! Aku tidak ingin minum-minum, kita makan-makan saja bagaimana?” tawarku.

“Boleh lah, ayam ayam..” jawabnya.

“Hey, tapi besok, bukan sekarang!”

“Hari juga tidak apa-apa.” Ujarnya, aku meninju pelan perutnya.

“Bagaimana dengan Rae Na? Apa kau punya rencana dengannya? Berkemah mungkin?” tanya Jinki Hyung. Aku memandangnya, aku belum membuat rencana apapun bersamanya, itu pun jika dia mau, biasanya dia menolak semua ajakanku, apalagi berkemah.

“Aku belum punya rencana.” Jawabku. “Aku harus ke rumah Eun Kyo Noona, dia menelponku aku harus kesana.” Aku pamit pada Jinki Hyung yang menatapku bingung. Akhir-akhir ini Eun Kyo Noona memang terlihat aneh, dia selalu berusaha mendekatiku dan menyukai bau rambutku? Aish! Ada-ada saja, apa orang hamil memang aneh seperti itu? Setelah sampai di halaman rumah Noona, aku memarkir mobilku. Min Young membukakan pintu untukku.

“Onnie sudah menunggumu di dalam.” Ujarnya sambil berbalik menuju ke dalam rumah, aku mengikutinya, mataku jeli memperhatikan sudut ruangan, mungkin saja wajah yang aku rindukan beberapa hari ini tiba-tiba muncul, namun sampai aku di dapur, wajah itu tidak juga terlihat.

“Noona, wae~yo?” tanyaku.

“Yak! Minho! Kenapa akhir-akhir ini jarang kesini? Eoh?” dia menyuapiku sup daging sapi buatannya.

“Eotthe? Enak?” aku menghirupnya dari sendok dan mengacungkan jempolku.

“Aku belajar dari internet.” Jawabnya.

“Heum, spesial untuk Hyung?” tanyaku, dia mengangguk. Wanita hamil ini  terlihat lebih ceria dan berbinar wajahnya.

“Wae? Kenapa memandangiku seperti itu?” tanyanya sambil mengaduk masakannya.

“Ani, kau terlihat berbeda. Lebih cantik.” Godaku.

“Aish! Kau sudah berani menggodaku?” dia menginjak kakiku.

“Noona, Appo..” aku mengelus kakiku. Tiba-tiba kakiku dipeluk oleh seseorang. Bocah kecil, masih lengkap dengan piyamanya.

“Ya, kau pasti belum mandi.” Aku mengangkatnya. Dia tertawa riang.

“Malam ini aku memasak besar, kau bisa makan malam disni kan?” tanya Eun Kyo Noona, aku menatap padanya. Tersenyum dan mengangguk.

“Baguslah kalau begitu. Tolong bawa Ryu Jin keluar, bisa?” dia memintaku untuk membawa Ryu Jin agar tidak mengganggunya.

***

Makan malam di kediaman keluarga Park terasa hening, kecanggungan terjadi, hal yang jarang sekali terjadi, Noona makan dengan diam, meski awalnya memang cerewet memintaku duduk di dekatnya.

“Oppa, bagaimana masakanku?” tanya Noona pada Jung Soo Hyung. Dia terlihat manja pada suaminya, menggigit sendoknya menunggu jawaban Jung Soo Hyung. Aku tersenyum memandang tingkah laku suami istri yang sebentar lagi di karuniai anak ini. Makan malam berjalan lancar, aku senang menjadi bagian dari keluarga unik ini.

“Kalau begitu aku pulang dulu.” Aku pamit. “Makan malamnya sangat enak Noona, berharap di undang kembali jika ada makanan enak.” Aku memandang Rae Na, dia tidak bicara sepetah katapun sejak tadi.

Sesampainya di apartemen, aku langsung menuju kamarku dan merebahkan tubuhku, melepas sepatuku terlebih dahulu. Teringat kembali pertemuan pertama kali dengan gadis keras kepala yang telah membuatku jatuh cinta. Aku mencoba meneleponnya.

‘nomor yang anda tuju, sedang diluar jangkauan…’ operator yang menjawab telponku. Tidak biasanya dia mematikan ponselnya. Aku mencobanya sekali lagi dan kembali dijawab oleh operator. Aku memutuskan untuk tidur.

***

Bangun pagi dengan segar lalu pergi ke kampus. Aku berjalan di koridor kampus, memikirkan dirinya lagi. Dia sudah berangkat pagi-pagi sekali, dan kembali aku tidak bertemu dengannya. Sepanjang pembelajaran aku tidak fokus pada apa yang disampaikan oleh dosen. Aku memikirkan Rae Na hingga tanpa terasa ini sudah sore, bahkan sudah senja. Aku menela nafas, hari ini hari ulang tahunku tapi orang yanng aku harapkan untuk mengucapkannya tidak sedikitpun menampakkan batang hidungnya.

“Hey, jadi mentraktirku makan?” Jinki Hyung merangkulku. Aku mengangguk mengiyakan pertanyaannya.

“Mau makan dimana?” tanyaku.

“Hem, tidak perlu yang mahal, asal ada ayam.” Dia tersenyum dengan senyuman khasnya. Aku balas merangkulnya dan membawanya ke kedai makanan pinggir jalan kesukaannya.

“Silakan pesan sesukamu.” Ujarku.

“Kau tidak pesan?” tanyanya.

“Aku pesan Jajangmyeon saja.”  Dia memesankan makanan untuk kami. Ponselku bergetar.

From : Eun Kyo Noona

Kau harus makan malam disini! Aku sudah menyiapkan makanan untukmu!

Aku tersenyum melihat isi pesannya. Aku sudah menduganya, pasti menyuruhku untuk makan malam disana lagi

“Hyung, kau pulang pakai taksi, aku harus segera pergi.” Aku menepuk bahu Jinki Hyung.

“Eoh? Pesananmu?”

“Untukmu saja.” Aku meninggalkan beberapa lembar uang.

“Mianhae Hyung.”

“Aku mengerti, pasti Rae Na kan?” aku tersenyum menjawab pertanyaannya. Rae Na? Dia bahkan tidak muncul sama sekali, bagaimana mungkinaku bisa menghabiskan waktu dengannya.

Aku tiba dirumah Noona dan segera masuk karena mencium bau masakan yang menggugah selera makanku. Aku langsung menuju dapur, tidak ada orang lain. Aku menoleh kke kiri dan kanan, tap dari arah belakan tiba-tida terdengar sebuah nyanyian.

Happy birthday to you

Happy birthday to you

Aku menoleh ke belakang. Eun Kyo Noona dan Min Young membawa sebuah kue tart dengan angka 21. Aku tersenyum. Tak mampu berkata apa-apa. Tahun ini begitu banyak orang baru dalam hidupku. Yang memberikan warna dalam hidupku.

“Tiup lilinnya dan make a wish!” ujar Noona sambil menyodorkan kue ulang tahun padaku. Aku memejamkan mataku dan berdo’a kepada Tuhan

Tuhan , do’aku yang pertama, tolong jaga selalu hatiku agar tetap selalu mencintaimu.

Tuhan, do’aku yang kedua, tolong jaga selalu dirinya agar tetap hidup dengan baik agar aku senantiasa selalu bisa melihatnya.

Tuhan, do’aku yang ketiga, aku ingin dia menyatakan cinta padaku, sekali saja.

Aku membuka mataku dan meniup lilinnya. Kedua orang gadis di hadapanku tersenyum, aku ikut tersenyum.

“Hem, ada pesta ternyata.” Seseorang berbicara, aku menoleh kearah suara. Jung Soo Hyung, dia berjalan mendekati Eun Kyo Noona dan mencium bibirnya sekilas.

“Ryu Jin mana?” tanya Jung Soo Hyung.

“Dia tertidur.” Jawan Noona dengan santai.

“Lalu Rae Na?” tanya Hyung lagi. Eun Kyo Noona dan Min Young saling berpandangan. Itu adalah pertanyaan yang sejak tadi ada dalam benakku.

“Eh? Dia belum pulang sejak tadi.” Jawab Noona lagi. Jung Soo Hyung menatap padaku, seolah mengatakan padaku ‘ sabarlah’. Aku hanya tersenyum.

“Kajja, ayo kita makan.” Eun Kyo Noona menarik tanganku.

Rae Na’s POV

Aish! Apa yang aku lakukan hari ini? Eoh? Menyelinap di apartemennya dan membersihkan tempat tinggalnya ini? Aku juga membeli sebuah cake kecil di toko kue milik Oppa dimana aku pernah bekerja dulu, dan aish! Ini benar-benar gila! Sangat menjijikkan dan sangat memalukan, apa yang dia pikirkan jika aku menyiapkan semua ini? Setelah aku selesai membersihkan rumahnya, aku menatap kue yang aku beli dengan diatas meja makan, aku memasak sup rumput laut juga, lalu meletakkannya diatas meja.

“Sudah selesai.” Aku menepuk tanganku dan bangga dengan hasil kerjaku sendiri, sebenarnya kue ini tidak sepenuhnya buatan orang lain, aku ikut dalam pembuatan kuenya. Aku tidak ingin terlalu ribet, hanya suka yang simpel tanpa harus ada kata-kata selamat yang terlihat aneh. Ponselku berbunyi. Yonggun.

“Yeoboseyo?” aku membuka flip ponselku dan menekan tombol ‘answer’.

“Kau dimana? Seharian tidak kelihatan.” Jawabnya.

“Aku? Aku sedang dirumah Minho, tapi sebentar lagi juga pulang.” Jawabku, aku melihat ke jam dinding yang terpasang. Hampir jam 9 malam. Aku harus segera pulang, percuma menunggunya, dia pasti sedang berpesta dengan teman-temannya.

Seseorang memencet bel diluar apartemen, aku menoleh kearah luar. Mungkinkah itu Minho?

“Yonggun~a, ada tamu diluar, akututup telponnya.” Aku menutup ponselku dan berjalan menuju pintu apartemen. Aku tertegun saat mendapati seseorang diluar apartemen Minho. Junhyung.

Yak, mau apa kau kemari?” tanyaku bingung.

“Aku mau menjemputmua.” Jawabnya santai.

“Yaish! Kau ini!”

“Kenapa? Apa Minho tidak mengijinkanmu? Kau kan belum pacaran dengannya?”

“Bukan begitu, kau tunggu saja di bawah. Aku mau membereskan sesuatu dulu di dalam.” Aku mendorongnya yang ingin masuk. Dia berjalan meninggalkanku. Aku mengecek ulang yang sudah aku kerjakan. Sepertinay semua sudah sempurna. Bel kembali berbunyi, aku berjalan membukakan pintu dengan kesal.

“Yaish! Mau apa lagi kau…” aku tak jadi melanjutkan perkataanku saat melihat siapa yang berdiri dihadapanku.

“Oh, Ahjusshi..” panggilku padanya. Dia menatapku tajam. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Jeosonghamnida, aku tidak tau kalau itu Anda.” Aku membungkukkan badanku.

“Kau sendirian?” tanyanya, aku mengangguk ragu.

“Bagus kalau begitu, aku ingin bicara padamu.” Dia masuk ke dalam dan aku hanya bisa mengikutinya.

“Silakan duduk.” Jawabku, aish! Apa-apaan aku ini, seperti aku yang tuan rumah.

“Anda mau minum apa?” tanyaku lagi, dia memandangi sekeliling ruangan.

“Hari ini anakku ulang tahun.” Gumamnya. “Kau yang menyiapkan semua ini?” dia menoleh padaku.

“Ye.” Sahutku.

“Apa kau benar-benar mencintainya?” tanyanya lagi.

“Nde?” tanyaku bingung sambil mengerutkan dahiku.

“Kau sungguh-sungguh mencintainya?” ulangnya memberikan pertanyaan. Yak! Kenapa semua pertanyaan yang menluncur dari mulutnya terasa seperti seorang pembawa acara who wants to be a Millioner bagiku?

“Ah, ye.” Aish! Jika dihadapannya aku tidak mungkin mengatakannya.

“Aku tidak akan dengan mudah merestui kalian, tapi aku juga tidak akan melarangnya, yang apsti, kalian dalam pengamatanku.” Dia berdiri.

“Anda tidak mau makan dulu?” dia menoleh padaku.

“Aku memasak sup rumput laut, atau mung…kin Anda.. ingin menghangatkan badan.” Aish! Pertanyaan konyol apa yang meluncur dari bibirku ini? Aku memukul bibirku sendiri.

“Boleh, tolong kau siapkan.” Aku menyipakan makanan untuknya, dia duduk di meja makan.

“Kau yang membuatnya?” aku mengangguk sambil meletakkan semangkuk sup rumput laut di hadapannya.

“Hem, lumayan.” Dia memakan sup itu dengan lahap, aku memperhatikannya. Pada dasarnya orang ini baik, hanya saja dia terlalu over protektif terhadap Minho.

“Aku menyerahkan Minho padamu.” Dia berdiri, aku mengikutinya berdiri seperti orang ling lung, apa maksudnya dia menyerahkan Minho padaku? Eoh?

“Aku pulang dulu, sepertinya kalian tidak ingin diganggu.”

“Maaf, apa maksud Anda dengan menyerahkan Min ho padaku.” Dia berhenti dan berbalik padaku.

“Aku sudah memikirkannya, sekali-sekali aku harus mengalah padanya.” Dia kembali berbalik dan menghilang dibalik pintu meninggalkanku yang keingungan. Aku tersentak saat ponselku berbunyi,

“Ye, sebentar.” Aku meraih tasku dan segera turun meninggalkan apartemen Minho. Berlari kecil menghampiri Yonggun.

“Kau lama sekali.” Ujarnya.

“Ada tamu tadi.” Jawabku.

“Kita nonton?” ajaknya padaku, aku berhenti berjalan, nonton? Untuk kali ini mengapa aku merasa tidak semangat menonton?

“Maaf, aku sangat lelah, dan aku ingin segera pulang.”

“Aku antar.”

“Tidak perlu.”

“Aku antar sampai ke halte.” Tawarnya, aku tersenyum.

“Baiklah..”

Kami berjalan munuju halte tanpa berkata sedikitpun, hingga sampai di halte pun aku hanya diam, entah kenapa sekarang aku merindukan Minho.

“Sudah sampai, mau aku temani menunggu bus?”

“Tidak perlu.” Jawabku lemah, Yonggun menatapku sebentar.

“Aku mengerti.” Dia tersenyum. Tapi tanpa aku duga, seseorang memukul wajahnya. Aku terkesiap saat mengenali siapa yang meukul Yonggung.

“Yak! Choi Minho! Apa yan kau lakukan? Eoh?”

“Jadi disini kalian? Hah? Aku menunggumu dengan beosan dirumahmu ternyata kau disini bersamanya?!” dia hampir saja memukul wajah Junhyung lagi, tapi aku mencegahnya. Junhyung ingin balas memukul, namun aku melindungi Minho.

“Yonggun~a, tolong tinggalkan kami, aku yanga kan menyelesaikannya.” Aku menyuruh Junhyung pergi.

“Tapi kau..”

“Biar aku yang menyelesaikan, maaf aku tidak bisa menemanimu ke rumah sakit.” Akhirnya Junhyung pergi dengan wajah luka, dia menatapku sejenak. Aku memberikan tatapan meminta maaf padanya.

“Kau ini apa-apaan?” berganti kini aku yang membentaknya.

“Kau yang apa-apaan! Sepanjang hari aku mencarimu! Menunggumu dirumahmu! Seperti orang bodoh berharap kau datang dan mengajakmu nonton film horror keseukaanmu, tapi kau malah berduaan dengannya!”

“Apa yang ada dipikiranmu salah Choi Minho!”

“Tapi mataku tidak pernah salah, dan aku salah berharap menghabiskan malamku bersamamu malam ini!” dia pergi meninggalkanku, ck! Bukan seperti ini yang aku harapkan. Aku duduk di bangku halte dengan hati yang sedikit kecewa. Semuanya hancur berantakan.

Minho’s POV

Aku pergi meninggalkannya sendirian di halte bus yang sudah mulai sepi. Siapa yang tidak akan marah jika melihat kekasihnya tiba-tiba bersama orang lain saat hari ulang tahun. Aku mengemudikan mobilku secepat mungkin hingga dalam beberapa menit saja aku sudah sampai di parkiran, aku membuka pintu mobil dan menutupnya dengan keras. Berjalan penuh emosi, hingga tidak menyadari aku sudah sampai di depan pintu apartemenku. Aku membuka kunci kombinasi dan masuk dengan tergesa, ku lempar sepautuku ke sembarang tempat dan langsung membaringkan tubuhku di sofa. Aku memandang ke langit-langit. Eh? Ada balon? Aku langsung duduk dan memandang ke sekeliling. Banyak sekali balon di ruangan ini. Aku berjalan kedapur mengikuti arah balon. Aku langsung tersentak melihat sebuah cake ada di atas meja makan, sup rumput laut disampingnya dan sepucuk surat. Siapa yang melakukan semua ini? Aku memakan sup rumput laut itu dan membuka suratnya.

Yak! Choi Minho! Jika kau mengatakan sup rumput lautnya tidak enak maka aku akan membunuhmu! Bagaimana? Enak kan? Harus enak! Hari ini kau pasti sibuk meladeni permintaan aneh Onnie kan? Aku tau, dia tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja? Apa kue buatan Onnie enak? Tapi aku jamin kue buatanku lebih enak. Hem, meski bukan aku sendiri yang membuatnya, dibantu temanku yang bekerja di toko roti. Jika kau mengatakan tidak lebih enak dari kue buatan Onnie, maka kau akan mati 2 kali! Aku tidak pintar memberikan kejutan, hanya ini yang bisa aku berikan pada supirku yang dengan setia mengantarku setiap hari kemanapun aku mau, layaknya seorang jin bagiku.

Saengil chukkae Minho~ya..

Aku tidak akan mengatakan ini, tapi aku hanya akan menulisnya sekali seumur hidupku. Jadi kau baca baik-baik.

Saranghae, Choi Minho.

Aish! Kata itu sangat menjijikkan, dan apa-apaan aku menulis surat ini padamu? Pastikan setelah kau membaca surat ini, kau membakarnya dan lupakan saja semuanya! Jika tidak kau lakukan, maka kau akan mati 3 kali!

 

Aku tertegun membaca surat darinya. Memandangi kue ulang tahun yang sangat simpel dan sederahana di hadapanku, tipe Rae Na, tidak ingin ribet dan simpel. Aku menyukainya.

balloon-birthday-cake

Memotong kue itu lalu memakannya sedikit sambil membawanya berlari keluar. Semoga dia masih berada disana. Aku berlari sebisaku, aku tidak ingin jika dia salah paham, ini salah paham. Aku yang bersalah mengedepankan emosiku, tanpa bertanya padanya lebih dulu. Aku sampai di halte tapi tidak menemukannya. Busnya pasti sudah datang, ini jam setengah sepuluh lebih 5 menit, busnya biasanya datang jam setengah sepuluh, aku terlambat 5 menit. Aku berlari emnyusuri gang-gang kecil untuk menyusul rute perjalanan bus, berlari dengan kencang berharap aku bisa menyusul bus di halte berikutnya. Dengan susah payah akhirnya sampai pada halte itu. Aku mengatur nafasku, semoga busnya belum lewat. Tak berapa lama aku melihat busa datang. Semoga dia ada di dalam sana.  Bus berhenti dan aku segera naik, aku memandang beberapa orang ayang ada di dalam bus. Hanya da 4 orang dalam bus ini, mataku tertuju pada seorang gadis yang duduk di pojok sambil memandangi jalanan. Aku berjalan medekatinya. Dia tidak menyadari kehadiranku, aku duduk disampingnya. Masih tidak menyadari keberadaanku, aku menyodorkan padanya sepotong kue yang tadi aku makan sedikit. Dia menoleh padaku. Lalu membuang muka.

“Mianhae.” Aku menunduk. Dia tidak menjawab.

“Mau memaafkanku? Hari ini ulang tahunku.” Aku memandangi sepatuku. Dia masih tidak menjawab.

“Aku sudah membaca suratmu, dan aku benar-benar minta maaf.”

“Kau selalu seperti ini, aku tidak suka kau cemburu buta seperti itu.” Jawabnya akhirnya.

“Tapi itu semua diluar kendaliku.” Belaku.

“Selalu saja mengelak dari kesalahan.”

“Bukan begitu maksudku, aku hanya…”

“Arasseo, karena hari ini hari ulang tahunmu,aku akan melupakan kejadian tadi, tapi kau harus minta maaf padanya.”

“Jadi kau memaafkanku?” dia hanya diam. Aku tidak berani berkata lagi. Rae Na bukan orang yang suka menyatakan perasaannya secara jelas. Selalu tersirat.

“Makan kue ini jika kau memaafkanku.” Aku mengarahkan sepotong kue yang ada di tanganku. Dia menatapku, aku menyodorkan padanya lebih dekat. Dia mencolek sedikit ujung kue dan memakannya, seolah enggan. Aku mendekatkan kue itu kemulutnya, dia menghindar, tapi aku terus mendekatkannya, akhirnya dia memakannya.

“Bukan berarti aku memaafkanmu secara mudah.” Mulutnya penuh dengan kue sehingga wajahnya dsangat lucu saat berbicara. Aku menutup mulutnya dengan telunjukku. Dia diam dan bingung.

“Mulutmu kotor, berhenti bicara dan makan dengan benar.” Aku langsung mendekatkan wajahku padanya dan mendaratkan bibirku di bibirnya. Dia terdiam, ingin mendorongku namun aku menahan tangannya. Menekan wajahku hingga dia terpojok di sudut kursi, melumat bibirnya perlahan lalu melepaskannya.

“Na do saranghae.” Balasku. Dia terdiam sesaat lalu menginjak kakiku.

“Yak! Sakit!” protesku.

“Itu balasannya kau selalu berbuat sesukamu!” dia menjauhkan duduknya dariku.

“Wae? Aku hanya menjawab suratmu yang mengat!” dia langsung menutup mulutku dengan tangannya.

“Diam atau kau akan mati 4 kali, Choi Minho!”

FIN

Note : Akhirnya selesai juga. Saengil Chukkae uri Minho~ya… hiduplah dengan baik. Ff ini aku persembahkan buat uri dongsaeng yang cerewet dan pemarah minta ampu, Park Rae Na, juga buat Minho, dedeku yang hari ini ulang tahun yah? Iya kan? Hehehehehehehe, selamat ya de… maaf jika ff ini jauh darikata romantis atau berkesan, karena ini bikinnya ngebut kayak balapan.. tadi malam aku gawe laporanku yang salah, udah sampe jam 10 malam, mata ga ngantuk-ngantuk, ya sutralah , si saya nulis aja… berenti karena tadi malam sakit kepala dan akhirnya diselesaikan pagi-pagi aku bangun g biasanya, langsung buka dan menyelesaikannnya, akhirnya selesai. Na~ya, karena hapeku mulai error lagi sejak tadi malam, sering mati-mati, akhirnya aku putuskan membuat ini sebagai gantinya, mianhae sayangku… kacau neh beberapa hari ini! Benar-benar kacau… you know what i mean.. oke, bagi yang sudah membacanya, terima kasih… tolong do’akan adik iparku yah… *bow bareng Teuki*.

Hadeh, note yang aneh! yang ga ngebut aja ga aku edit apalagi yang ngebut..

65 responses »

  1. SAENGIL CHUKKAE~ URI NAE MINHO~🙂 *bakar petasan d’pinggir sungai Han*

    Mianhae., kmrn aq hampir melupakan ultahmu,bukan’y lupa,aq ingat tgl 9 desember,hnya sja aq tdk sadar klo ultahmu sdh d’depan mata,d’tmbah mood q jelek jd tdk smpat mmbuat ff utkmu, apa lg kado..mian😦

    Minho~ya.. eum.. aq bingung mau memberi kado apa utkmu.. sprti yg d’katakan eonnie,aq bkn tipe romantis ataupun gadis manis yg pintar mmberi kejutan istimewa,tp ini tulus dr lubuk hatiku yg plg dalam..

    SARANGHAE~ CHOI MINHO~🙂

    • ayo de kita hebukin rae na rame2 udah ga ngasih apa2……………….!!!
      ya kan de yah? beuh, getok aja de…..!!
      g papa, aku kan janji, itu hape error, jdnya pas tadi malam g bisa tidur habs ngerjain laporan, aku bikin… idenya terjadi begitu saja, hingga ff nya jadi aneh, terima kasih ahrusnya noh sm michelle aka min young nemenin aku sampe tangah malam sampai akhirnya aku ga kuat lagi dan akku lanjutin subuh2 nulisnya…

  2. utk eonnie, kamsahamnida~ udh mau ngase kado ini buat MinNa.. kami sgt senang.. surat’y sungguh sgt keren.. kena bgt! hahahaa

    aq pemarah ya? menurut hitungan,aq ini kena binatang kuda,jd wjar sja aq keras kepala #lol

    oh,iya.. harus’y aq yg buat ff utk org yg plg q cintai d’dunia stlh Allah,ortu q n keluarga q.. tp krna ff’y tak kunjung kelar,jd eonnie deh yg bkin.. mian klo merepotkn.. tp Na bnr2 suka ff’y..jeongmal kamsaa nee~🙂

    Hufh,semoga kau sllu bahagia choi minho,semoga ini bnr2 trjadi..amin

  3. Eonny.. Manis deh hadiah dr Raena..
    Uuuhuuyy~..

    Brti skr mreka uda pacaran? Cihuuy~..
    Hahaha..
    Asiikk”..

    Happy Birthday Minho..
    Last long ya ama Minna.. =P
    ^^

  4. Akhir.a raena ngaku juga clu suka minho…

    Huaa ryujin udh bisa ngomong slain kata “eomma” ih unyu” *cubitryujin*

    oh iya c’ajussi mesum ya dmana” cium g kenal tempat…
    Akhir.a resmi jga minNa couple …
    N minho jdi g kya orng brtepuk sbelh tangan…

    Dtnggu karya slanjut.a jumma..

  5. itu minho ultah ya,,,,
    aq kagak tahu,,
    selamat ya minho,,, pasti senang bangat raena ungkapin perasaannya,,,
    so,,,
    sangeil chukkae 2 kali,,,
    1 kali untuk HBnya,,
    1 kali lagi karena rae na ungkapin perasaaanX,,,
    *niru2 gaya rea~na*

  6. uwa minho~ya happy b’day… Wiss u all the best!
    Dan aku suka ceritanya, kocak, dan manis…
    Gk perlu romantis untuk minna couple..
    Tp mereka pny cr nunjukin prasaan masing2…
    Yuhuy

    • terima kasih do’anya sayang…
      mereka romantis dengan cara mereka sendiri…
      adik tiri… buahahahahahah kerasukan apa aku jadiin km adik tiri astaga…
      tapi sequel CL mungkin nanti keluarga Park deh ceritanya…

  7. aigoo..
    Raena so sweet bgt ya, kirain bner2 ga peduli dgn minho..
    Minho mah cmburuan mulu deh..
    Udah d restuin tuh sma appanya minho, lulus kuliah nikah aja langsung pngen liat MinNa kalo udh nikah kyak gmana.. Hahaha
    Saengil chukka buat Minho oppa^^

  8. saengil chukaeeeeeee uri minho,,
    mskipun drimu hanya adik angkat noona
    noona sngat mencintaimu sayang
    jaga ksehatan, sukses selalu,,cinta orang tua,,dan selalu bhagia,,langgeng ma raena ya*dilirik flamers*

    saranghae uri choi minho,,,
    saranghae…
    saranghae,,,
    saranghae,,*teriak breng bang encung*

    akhirnya ff spesial minna keluar,,,
    raena so sweet,,,,,
    manis bgt deh ah,,,mau bkin kue ma msak buat uri minho

    chukae juga ya dah direstui ma appa nya minho,,

    pendek ya fika ff nya,,
    bnr ga sih?? apa prsaan onn aja,,
    bagus,,teukyo ttep nyelip
    ryujiiiiiiiinnnnnn,,
    ahjumma kangen syang
    akhirnya kita ktemu,,,
    kapan main sama ahjummaaaa,,
    ff ni sdkit mangurangi rinduku ma ryujin,,,

    • makasih onn…
      iya dede kita hari ini ultah yah??
      beuh si onnie dari kmren ryu jin mulu….
      padahal ancur tuh onn rasanya…
      wahahahahahaahahahahaha.
      teukyo tetap lah nyelip yadongnya, haahahahahahahaha
      appanya udah menyerah onn….

  9. Unnie
    yeobo
    hani
    bani
    sweeti
    loveli
    *cipok*

    hepi ultah ya bebeh mino..aigoo, ga nyangka udah 21..

    Mino ultah dikasih kado ini..nanti ultah aku dikasih ff nc25 kan??
    Iya kan?
    Pasti…hahahaha

    yeobo, ini ini ini ya ampuunn..itu di bis !
    Tapi sempet sempetnya melakukan yang ‘iya iya’ *ngangguk2*

    ah raena udah dpt restu..chukaeyo
    aku juga mau cari restu bapak ibu minwoo ah *lirikboyfriend*

    tuh kan bener apa kata aku. Jungsoo my lovely itu mesum !
    Masa pengennya berlove love mulu..
    Aku kan jadi mauuu…

    Yeobo..
    Apa yang kau sukai dari seorang park jungsoo?
    Pasti karena dia mesum kan?
    *tepok jidat*

    eh iya, ini ga diedit ya?
    Bagus ko…
    Kamu ko bisa sih bikin fanfic bginian..
    Aku kan jadi mauu..

    • makasih do’anya buat dede…
      eh itu mah your lovely jung soo yg mesum..
      kalo nae yeobo tuki tuki mah kaga mesum…
      wahahahahahaahah

      d bis kan cuman ada 3 org selain rae na…
      tau noh minho yg nepsong…
      iya g di edit, pendek juga karena bikinnya cmn semalam jadi g sempet mikir yang panjang…
      eh? apa maksudnya bikin ff beginian?
      dan apa maksudnya ultah kamu nc 25?? *pukul yeobo*
      nomer km itu yg mana si? udah ada 5 nomer lbh loh di kontaka ku, aku puyeng sms kmna.

  10. saengil chukae hamnida
    Saengil chukae hamnida
    Saranghaneun uri minho
    Saengil chukae hamnida
    *prok prok prok prok*
    Mian telat ngucapin nya *kemarin ga ada pulsa*

    Ehmmm ternyata na bisa manis juga witwiy

    Mino jaga na selalu

    SARANGHAE….

  11. Woah,So sweet onnie!
    nie mah dh ckup romantis lah onn,mengingat sikap n sft Raena slma ne!hehe
    bingung mw komen pa lg!*mianhae
    q lngsng bc part 13 yah onn!

  12. Huwaaa…akhirnya minhoku bahagiaaaaaa…
    Meskipun pasti lebih bahagia apabila bersamaku…wkwkwk…
    Eonni…sweet sangaaaaaaattt…tp ntu junhyung kenapa selalu ada d manapun raena berada sich…bikin emosi ajah…

  13. akhir y keluar jug kata cinta buat minho dari Rae na ya walaupun bukan dari mulut y tapi lewat surat,,,, buat seorang Raena tu kemajuan pesat sditambah appa y minho dah percaya anak y sama Rae na…..
    iya nih minho cemburu ngak ketulungan,,, emosi krn cemburu main nyosor ja balesan y,,, ngak boleh cwe y deket dikit ma dia pasri cemburu….

  14. Akhirnya rae na mengatakannya juga , yaa meskipun gag secara langsung tp lewat surat , gag papa lah
    Yng penting skrang mereka udah resmi pacaran .
    Chukkaeeeeeee🙂

  15. Ini ff ud lama banget sih ya, eonni. Dan aku telat nemu blog ini. Tapi aku bakal tetep komen🙂

    Aku skip dua part, cz liat yg ini minho saengil. Pengen liat si raena sama minong bakal mesra apa ngga, dan yahh~ tetep seperti biasa kayanya. Biarpun aku suka bagian raena nyiapin kejutan buat minho ^^

  16. gapapaaaaa gak diedit aja udah keren dan panjang gini
    aaaaa suka banget baca karya-karya disiniiii
    ceritanya 1 chap aja panjang
    bahasanya kereennnnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s