Colourfull of Love (#1)

Standar

CL

Kau datang padaku

Menatapku

Membuat jantungku berdebar

Melihatmu berkali-kali

Apakah ini sebuah keajaiban?

Ataukah  hanya sebuah mimpi yang berkepanjangan?

 

Jina’s POV

Aku merapikan semua berkas yang baru selesai aku tanda tangani di atas mejaku yang berserakan. Hufh, banyak proyek yang belum selesai membuat otakku sedikit bekerja keras kali ini jika tidak ingin mendapat omelan lagi dari Appa. Setelah selesai merapikannya aku menghubungi sekretarisku.

“Hye Jin~ah, berkasnya sudah aku tanda tangani, coba kau cek lagi.” Aku menekan tombol telepon paralel di atas mejaku.

“”Ah, ye.” Sahutnya sopan.

“Em, aku mau keluar sebentar makan siang, kalau ada yang mencari, hubungi aku atau suruh dia menungguku, ara?”

“Ne, aigaseumnida.” Sahut tak mengurangi rasa hormatnya meskipun aku lebih muda darinya, aku sering menyuruhnya memanggilku dengan nama saja, tapi dia terkadang menolak. Aku merapikan bajuku dan meraih tasku, bersiap makan siang bersama Sungmin Oppa. Lelaki yang selama ini mendampingiku setiap makan siang. Aku menjalin hubungan dengannya sudah beberapa tahun yang lalu, namun orang tuaku tidak mengetahuinya.

Aku terus mengemudikan mobilku memecah jalanan kota Seoul. Terbayang wajah Sungmin Oppa yang akan menyambutku dengan senyum manisnya. Dia sangat manis dan polos, aku sangat menyukainya. Senang berada di dekatnya. Tak terasa aku sudah sampai pada tempat tujuan. Aku mendorong pintu kaca agar bisa masuk ke dalam, sudah aku duga dia menugguku disana. Aku menyentuh bahunya.

“Oppa, sudah lama menunggu?” dia menoleh padaku.

“Em, tidak juga.” Aku duduk di hadapannya.

“Eo, tadi banyak sekali berkas yang harus aku tandatangani,menyebalkan sekali.” Aku mengerucutkan bibirku.

“Itu kan memang pekerjaanmu.” Sungmin Oppa tersenyum melihatku.

“Tapi tidak bisakah mereka langsung saja minta persetujuan Appa, tidak perlu meminta persetujuanku, pada akhirnya tetap harus dengan persetujuan Appa kan?”
“Kalau langsung Appamu yang menangani, lalu kau kerjanya apa? Santai dan dapat duit?” dia mengacak rambutku, aku semakin cemberut.

“Terlalu bertele-tele, aku tidak suka.”

“Itu akan melatihmu untuk bekerja keras, selama ini kan kau tidak pernah bekerja keras.”

“Tapi kan..” dia menatapku tajam, oke aku tau, dia tidak terlalu suka jika aku kebanyakan bicara dan selalu tidak terima.

“Syukuri dan jalani apa yang ada, arasseo?” aku mengangguk sambil cemberut.

“Aku kan hanya ingin cepat sampai disini dan bertemu denganmu.” Gumamku dengan suara rendah.

“Aku akan tetap ada disini sampai kau datang, menunggumu, tidak akan kemana-mana.”

“Tapi apa salah jika, umph.” Dia menutup mulutku dengan tangannya.

“Pesan makanmu, atau kau akan ketinggalan.” Aku masih menghela nafas dan memesan makanan untuk makan siangku.

“Oppa, bagaimana keadaanmu hari ini?”

“Hem? Lumayan baik.”

“Benarkah? Bagaimana dengan bos barumu? Perempuan? Cantik? Dia tipemu?” aku sering saling meledek dengannya, entahlah, dengannya tak hanya merasa sebagai kekasih, tapi juga sebagai sahabat dan teman berkeluh kesah, mungkin karena aku anak tunggal.

“Dia laki-laki, kau ini.”

“Jinjja~yo? Tampan? Bisa kenalkan aku padanya?” mataku berbinar menatapnya.

“Kau ini, pantas berbicara itu dengan kekasihmu sendiri?”

“He, aku kan cuma bercanda.” Selang beberapa menit pesanan makananku datang. Aku mengucapkan terima kasih pada pelayan itu dan segera melahapnya.

“Em, Oppa, kau ingat kedua sahabatku itu?” dia menatapku.

“Nanhee dan Eun Kyo.”

“Em, aku ingat, wae~yo?”

“Ani, hanya saja teringat mereka, sudah seminggu tidak bertemu mereka, jika Nanhee mungkin lebih sering bertemu karena gedung tempatnya bekerja dengan tempat kerjaku, tapi Eun Kyo, dia punya kantor dan perusahaan lepas sendiri. Terkadang sibuk melayani kliennya yang cerewet. Apa design interior memang seperti itu?”

“Entahlah, tapi kan dia menawarkan jasa. Jadi ya harus seperti itu, itulah sebabnya syukuri apa yang ada padamu.”

“Em, eh tapi dia juga punya Galeri kerajinan, Oppa, kapan-kapan kita kesana.”

“Ye, cepat habiskan makanmu, jangan bicara terus. Setelah ini kau bekerja lagi kan?”

“Iya, kau ini cerewet sekali.”

“Yaish, dari tadi kau yang selalu berbicara, menyalahkan aku.” Protesnya.

“Hahahaha, iya, eh, Oppa…” aku tidak melanjutkan kalimatku karena mendapat tatapan tajam darinya.

Akhirnya aku menyelesaikan makan siangku dan kembali ke kantor. Pertemuan yang seperti itu kerap terjadi setiap hari, aku senang membicarakan banyak hal dengannya, entah itu pekerjaan, persahabatanku, atau apapun, hanya satu yang aku sembunyikan darinya, bahwa orang tuaku tidak suka aku menjalin hubungan dengan pria manapun, aku harus menikah dengan orang yang mereka pilih untuk teman hidupku. Tapi aku rasa Sungmin Oppa mengerti keadaanku, karena dia tidak pernah mengungkit hal itu.

Aku berjalan menyusuri lorong perkantoran yang terkadang membuatku jenuh, kantor ini penuuh dengan labirin-labirin yang memusingkan.

“Sudah kembali?” tanya Hye Jin.

“Eo, ada yang mencariku?” tanyaku pelan padanya.

“Tadi Direktur mencari anda.”

“Untuk apa?”

“Entahlah.”

“Kau tidak menanyakannya?” dia menatapku sedikit tajam.

“Ahahaha, araesseo, arasseo. Aku mengerti itu bukan wewenangku.”

“Kau ini.” Sahutnya sedikit kesal.

“Temani aku bicara di dalam.” Aku menarik tangannya. Aku tidak suka sendirian tanpa bicara dengan siapapun, Hye Jin kerap aku jadikan teman untuk sekedar menemaniku tertawa, meski aku tau dari raut wajahnya dia tidak suka. Jangan salahkan aku, aku bossnya disini.

Kyuhyun’s POV

Aku berjalan di koridor kantor yang begitu aku hapal, sudah beberapa tahun aku bekerja disini sebagai Asisten kepercayaan Choi Siwon, pemilik Choi Coorporation. Aku menjadi orang kepercayaannya beberapa tahun terakhir.

“Kyuhyun~ah, tolong ke ruanganku sekarang.” Siwon memanggilku melalui telepon.

“Ne.” sahutku. Aku segera bergegas menuju ruangannya, aku tau dia tidak suka menunggu. Aku mengetuk pintu ruangannya.

“Masuk.” Sahutnya.

“Ne.” aku mengambil posisi duduk di kursi tamu.

“Aku ingin kau menangani proyek kita yang baru, pembangunan Hotel, bekerjasama dengan Teuki Hyung.”

“Hem, menurutku bekerjasama dengannya akan meningkatkan harga saham.” Jawabku.

“Menurutku juga begitu, dua perusahaan besar bergabung.” Ujar Siwon.

“Aku ingin kau yang menanganinya, bersama Nanhee.” Dia melirik Nanhee yang dudk manis di sampingku.

“Ye, sajangnim.” Ucapnya menatap Siwon, Siwon tidak menghiraukannya. Sudah jadi rahasia umum jika Lee Nanhee, gadis perfeksionis yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Siwon itu mengejar cinta Siwon. Sebenarnya aku suka dengan sifatnya yang sedikit ambisius dan sedikit agresif. Aku bukan menyukainya, hanya saja aku sering memperhatikan gerak geriknya yang selalu ingin nomor satu dalam segala hal, terkadang tak sering kami beradu argument, aku dan dia mungkin satu karakter, namun kami beda tujuan. Dia bertujuan untuk mendapatkan perhatian Siwon, dan aku sebagai pembuktian diri.

“Aku harap kalian bisa bekerja sama, aku tau kalian berdua berkompetensi dalam hal ini.” Ujar Siwon.

“Ye.” Sahut kami bersamaan.

“Baiklah kalau begitu, silakan kalian bekerja.” Siwon menatapku. Nanhee segera berdiri diikuti olehku.

“Tapi kau Kyuhyun, tinggal disini sebentar.” Siwon menatapku.

“Hem, baiklah.” Aku duduk kembali. Nanhee melirikku, aku tersenyum sinis padanya, dia mendengus kesal. Setelah Nanhee keluar Siwon menatapku, aku menunggunya berbicara.

“Kyuhyun~ah, aku sedang menyukai wanita, bagaimana menurutmu?”

“Jinjja~yo? Aku kira kau tidak pernah menyukai wanita.”

“Sialan kau! Aku masih normal.” Jawab Siwon tertawa.

“Nugu~ya?” tanyaku sambil memandang kearah luar.

“Aku belum berani berkenalan dengannya.”

“Ternyata kau lebih pengecut dari tampangmu.” Sahutku mengejek.

“Memangnya kau sendiri tidak pengecut?”

“Nde? Apa maksudmu?” jawabku sambil menatapnya.

“Cho Kyuhyun, aku tau kau menyukai Nanhee.” Tembaknya tentang perasaanku.

“Kau jangan sembarangan bicara.”

“Hahahahaha, aku sudah lama mengenalmu. Jadi aku tau apapun perubahan yang terjadi padamu, Kyuhyun~ah.”

“Memangnya aku berubah seperti apa?” tanyaku tidak terima.

“Aku sering memperhatikanmu sedang memperhatikan Nanhee, hem, dia memang manis.” Siwon menggerakkan telunjuknya di dagu.

“Yak! Jangan mengambil kesimpulan sembarangan. Hyung jangan katakan kau menyukaiku, dank au cemburu kan?” Ledekku.

“Akui saja, aku akan berhenti menggodamu. Yak! Aku masih normal!” teriaknya.

“Kau tidak terlihat dengan siapapun, mungkin saja kan? Jadi kau menyuruhku kesini hanya untuk meledekku? Kalau begitu aku pergi saja.”

“Jangan, jangan.” Cegah Siwon.

“Aku ingin kau yang mencari data tentang Gadis itu.”

“Aku? Kenapa harus aku?”

“Karena aku ingin kamu.”

“Hyung, aku masih normal.” Sahutku.

“Memangnya siapa yang tidak normal?”

Hyung, aku memanggilnya Hyung jika tidak ada orang lain. Karena kami memang dekat. Dan dia memang kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Dia itu bodoh atau apa, apa dia tidak tertarik sedikitpun dengan Nanhee? Malah mengejar Gadis lain, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

“Baiklah, siapa orangnya?”

“Ini fotonya. Aku bertemu dengannya di sebuah bus ketika mobilku masuk bengkel.”

“Hanya bertemu sekali? Mana coba aku lihat.” Dia menyodorkanku sebuah foto, entah darimana dia mendapatkan foto itu.

“Darimana kau dapatkan foto ini? Hem, biasa saja, tapi menarik juga.”

“Aku tidak sengaja menangkap wajahnya dengan kamera yang selalu aku bawa saat mendapatkan angle yang bagus.”

“Jadi begitu, aku kira kau jadi penguntit. Tau alamat rumahnya atau tempatnya bekerja?” dia menggeleng.

“Bodoh.” Umpatku.

“Kau juga bodoh.”

“Aku hanya tidak mengakui perasaanku, bukan sepertimu yang tidak tau apa-apa tentang gadis itu.”

“Itulah sensasinya.”

“Dasar, jangan sok pujangga.”

“Sekarang silakan kau bicarakan tentang proyek ini dengan Gadismu.” Ledeknya.

“Sialan.” Aku melempar Koran padanya, hanya tawa yang menggema di ruangannya.

***

Aku makan siang bersama Nanhee, hal ini kerap kami lakukan setiap hari, karena sifat Nanhee yang sedikit angkuh membuatnya tidak punya banyak teman. Hanya aku teman sekaligus rivalnya.

“Darimana kita awali proyek ini?” tanya Nanhee. Aku menyembunyikan getaran di dadaku saat berhadapan dengannya.

“Sebaiknya temui Direktur perusahaan itu dulu, bisa kau cari waktu yang tepat dan hubungi dia?”

“Tidak masalah.” Jawabnya dingin.

“Sudah tau bagaimana menghubunginya kan?”

“Hem, aku sudah tau.” Sahutnya dingin.

“Sudah selesai?” tanyaku padanya.

“Hem, sudah selesai.” Ucapnya. Dia bangkit dari duduknya. Aku meninggalkan uang diatas meja, dan bergegas menjajari langkahnya. Dia tidak melirikku sedikitpun, akupun acuh padanya dan berlalu meninggalkannya.

Nanhee’s POV

Makan siang bersamanya, hal yang terjadi setiap hari. Makan bersama Kyuhyun, namun tidak banyak bicara, hanya suara gemerincing sendok dan garpu kami yang berkomunikasi saling bersahutan. Kyuhyun, Lelaki yang sedikit dingin, namun sebenarnya aku menyukainya. Tapi dia hanya pegawai yang memang mempunyai pangkat, namun aku lebih senang mengejar Siwon yang notabene pemilik Choi Coorporation. Aku tidak ingin hidupku kekurangan, dengan hidup dengan Siwon akan memudahkanku mencapai semua ambisiku. Menjadi yang terbaik, tak jarang aku mendengar penilaian negatif dari orang sekitar, namun aku tidak menghiraukannya, tidak salah kan ingin menjadi yang terdepan? Selagi aku tidak melakukan kecurangan aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Aku berjalan dengan yakin meninggalkan Kafe tempat aku makan siang, namun seseorang mendahuluiku.

“Kyuhyun~ah, apa yang kau bicarakan dengan Siwon?”

“Mau tau saja.” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum menang. Aku menghentakkan kakiku. Aku terus berjalan dengan kesal.

“Hahaha, tidak ada apa-apa, itu hanya pembicaraan antara lelaki.” Sahut Kyuhyun.

“Kyuhyun~ah..” Siwon aku lihat sedang melambaikan tangannya pada Kyuhyun dan memanggilnya.

“Ikut aku.” Dia menarik tangan Kyuhyun.

“Kau, Nanhee, ikut juga.”

“Kemana?” tanyaku.

“Ada rapat dadakan dengan Teuki. Relasi baru kita.”

“Apa kerjasamanya sudah benar-benar positif?” tanyaku.

“Aku rasa begitu, aku sudah lama ingin bekerja sama dengannya.” Sahut Siwon. Aku memperhatikan Siwon, lelaki yang sempurna, benar-benar sempurna. Aku melirik kearah Kyuhyun, ada tatapan janggal yang aku tangkap darinya, aku mengacuhkannya.

“Kau pergi berdua, aku pergi sendiri, karena setelah ini aku ada keperluan, kalian bisa kembali ke kantor.” Siwon menatap Kyuhyun dan tersenyum.

“Ne.” sahut Kyuhyun sambil tersenyum, ada yang aneh dengan mereka.

Aku mengikuti Kyuhyun berjalan di belakangnya, mendenggus kesal padanya. Dia tidak menghiraukanku. Aku kesal jika dia bersikap dingin seperti ini.

“Yak! Aku bukan asistenmu!” bentakku. Dia menghentikan langkahnya tepat dihadapanku, dan aku tidak bisa menghentikan langkahku begitu saja, hasilnya aku menabraknya dan tanganku dengan spontan memeluk pinggangnya, seketika waktu terasa terhenti, aku terpaku sejenak dan selama beberapa saat kami terdiam. Aku merasakan debaran jantungku semakin cepat, aku mengerjapkan mataku sesaat aku tersadar tubuhku masih menempel di tubuh Kyuhyun, aku segera melepasnya. Dia tertawa mengejek. Aku memukul punggungnya dan pergi meninggalkannya.

“Nanhee~ah, kau mau kemana?” aku berhenti.

“Mobilnya ada disini.” Lanjutnya, aku meliriknya lalu berjalan menuju mobilnya.

“Jangan terlalu percaya diri, haha.” Ledeknya.

“Diam kau.” Sahutnya.

“Memangnya Siwon ada urusan apa?” tanyaku memandang wajahnya.

“Memangnya kenapa?” tanyanya dengan sinis.

“Ani, aku hanya ingin tau saja.”

“Apa yang tidak ingin kau tau darinya, semuanya kau selalu ingin tau jika menyangkut Siwon.”

“Memangnya apa urusanmu?”

“Ani, hanya aneh saja, bukannya aneh jika perempuan mengejar lelaki?”

“Wae? Salah?”

“Dimana-mana sperma yang mencari sel ovum, bukan sebaliknya.” Jawabannya membuatku terbungkam kali ini. Aku mungkin tidak bisa menjawab apa-apa.

“Nanhee~ah, kau jangan terlalu mencolok mengejarnya nanti malah kau sendiri yang tersakiti, jika mendapatinya menyukai orang lain.” Nasehatnya.

“Tapi kan dia memang sedang sendiri, apa salahnya?”

“Sulit berbicara denganmu yang bisanya hanya berdebat, bukan berkompromi.” Dia memperhatikan jalanan. Mobil Siwon aku lihat sedang melaju dengan kecepatan sedang, aku terus memperhatikannya, benar juga, bagaiman jika Siwon menyukai orang lain?

Kami telah sampai di tempat tujuan. Aku berjalan berdampingan bersama Kyuhyun mengikuti langkah Siwon. Tidak ada yang berbicara diantara kami, aku jadi mulai merasakan rasa tegang. Sesekali aku melirik Kyuhyun, dia tidak ada ekspresi sedikitpun, apa dia tidak merasa gugup sama sekali?

“Selamat datang.” Sebuah suara mengejutkanku. Lelaki itu tersenyum menawan dengan lesung pipit yang menghiasi wajahnya. Mengapa akhir-akhir ini aku bertemu dengan eksekutif muda seperti mereka?

“Hyung.” Siwon merangkul lelaki itu.

“Kyuhyun~ah, sudah lama tidak bertemu denganmu.” Dia merangkul Kyuhyun.

“Eoh? Kalian sudah saling kenal?”

“Ne, kami..” Lelaki itu melirik Kyuhyun.

“Haha, kami tidak sengaja bertemu dalam rapat tender.” Sambung Lelaki itu.

“Kenalkan ini sekretarisku, Lee Nanhee” siwon memperkenalkan aku. Dia mengulurkan tangan, aku menyambutnya.

“Ye, aku Park Jung Soo, tapi aku lebih suka dipanggil Eeteuk.” Dia tersenyum menatapku.

“Bagaimana dengan kerjasama kita? Kita bicara di dalam saja.” Kami memasuki ruangan yang tidak begitu luas namun sangat minimalis dan nyaman.

“Sudah deal kan? 50 % sama.”

“Tidak masalh kalau begitu.”

“Aku ingin konsep Hotel bintang lima dengan bangunan tradisional.” Jawab Siwon.

“Sepertinya menarik.”

“Hotel bintang lima kualitas internasional bergaya eropa itu sudah biasa, aku ingin ada sentuhan tradisi kita.”

“Ide yang brilliant, aku rasa akan menarik wisatawan asing.”

“Hem, itu target kita.”

“Sudah menemukan arsitek yang bisa mengerjakan ini?”

“Belum, tapi bisa kita adakan tender.”

“Bukan ide yang buruk.” Seseorang menyuguhi kami minuman, pembicaraan mereka tidak terlihat seperti rapat biasa, namun lebih pada mengemukakan keinginan dan mimpi.

“Jika boleh, aku bisa merekomendasikan design interior handal untuk ini.”

“He? Boleh saja.” Jawab Siwon tersenyum padaku. Senyum dan tatapannya mampu membuatku melayang, aku tersenyum membalasnya.

Author’s POV

Eun Kyo menyeruput jus melon yang sejak tadi di pesannya. Sesekali dia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Dia memperhatikan orang di sekeliling, belum nampak juga seseorang yang ditunggunya. Dia kembali menghisap jus melon dari sedotan.

“Hufh, lama sekali, ini sudah hampir malam.” Gerutu Eun Kyo.

“Apa aku tinggalkan saja?” gumamnya pada diri sendiri.

“Aish, Park Jina, Lee Nanhee, minggu depan seperti ini lagi, mati kalian.” Eun Kyo mendesis kesal.

“Siapa yang akan mati?” sebuah suara mengejutkannya.

“Yak, lama sekali.” Eun Kyo mengomel.

“Mianhae Baby.. Aku tadi sedang sibuk menyelesaikan berkas yang harus aku tanda tangani.”

“Yeah, kau memang selalu sibuk, dengan berkasmu juga lelaki imutmu itu.” sahut Eun Kyo.

“Yak, kau ini, aku juga sebenarnya sangat malas mengerjakannya, tapi Appa akan marah jika aku kerjanya hanya bersenang-senang.” Bela Jina pada diri sendiri.

“Nanhee Eodi~ya?”

“Mollasseo, mungkin sibuk mengejar bossnya itu.”

“Boss? Aku tidak pernah mendengarnya.”

“Dia sering bicara padaku kalau dia lagi suka dengan atasannya.”

“Begitu?”

“Eum, dia bilang memperbaiki keturunan dan kasta.”

“Nde? Ada-ada saja.” Sahut Eun Kyo, Jina dan Eun Kyo tertawa bersama.

“Sepertinya ada yang membicarakanku, kupingku menjadi merah.” Suara seseorang menghentikan tawa mereka, menoleh kearah sumber suara.

“Kenapa lama sekali?” rajuk Jina.

“Mianhae, tadi aku ada rapat.”

“Ehem, kalian berdua memang super sibuk.”

“Ya.. jangan seperti itu, sesibuk apapun aku, aku tidak akan melupakan kegiatan rutin kita.” Bujuk Nanhee.

“Em, aku juga.” Jina mengangguk.

“Arasseo..” sahut Eun Kyo.

“Eun Kyo~ya, sudah punya kekasih?” tanya Nanhee.

“Belum.” Sahut Eun Kyo santai.

“Ada yang kau sukai mungkin?” jina menambahkan.

“Tidak ada.” Jawab Eun Kyo lagi.

“Kau ini, sampai kapan kau terus memikirkan dongsaengmu itu?” kini Jina memberikan pertanyaan.

“Sampai dia lulus aku tidak akan menikah.”

“Aish kau ini, prinsip macam apa itu? kau harus berpikir ke depan, cari suami kaya dan kau tidak akan susah payah memikirkan dirimu sendiri dan Rae Na.” jawab Nanhee.

“Kalian ini, itu urusanku, arasseo?”

“Urusan kami jika kau tidak pernah punya pacar sampai saat ini.” Jina menambahkan.

“Bisakah kita tidak membicarakan ini? Aku bosan tiap minggu kalian interogasi seperti ini.”

“Kami tidak akan berhenti merecokimu jika kau masih single. Kau tau? Bercinta itu menyenangkan.” Jina berkata sambil tersenyum. Nanhee dan Eun Kyo langsung menghentikan aktifitas mereka, Eun Kyo tidak jadi menyuap nasi goreng kesukaannya, dan Nanhee berhenti memotong daging steak favoritnya.

“Yak! Park Jina! Kau tidak boleh mendahuluiku.” Seru Nanhee, kini Eun Kyo menatap tajam kearah Nanhee.

“Berhenti, berhenti membicarakan ini, aku mulai merasa jijik.” Ucap Eun Kyo.

“Hufh, baiklah, ganti topik. Ah, iya, aku ada proyek untukmu, lumayan besar, dua perusahaan besar bekerjasama, proyek hotel bintang lima dengan sentuhan tradisi.”

“Sepertinya menarik.” Jawab Eun Kyo.

“Hem, aku sudah mempromosikanmu, kau bisa datang ke perusahaanku besok, bagaimana?” tawar Nanhee pada Eun Kyo.

“Hem, boleh juga.” Jawab Eun Kyo sambil memasukkan butiran-butiran nasi di piringnya.

“Sebaiknya kita pulang, ini sudah malam.”

“Hem, Rae Na pasti mencariku jika dia sudah pulang.”

Donghae’s POV

Aku baru memasuki kantor baru, cabang perusahaan Appa. Suasana baru pengalaman baru. Aku melangkah dengan yakin di kantor ini, beberapa orang memperhatikanku dan membungkuk padaku sebagai tanda pengormatan. Aku tidakterlalu memperdulikannya. Namun mataku tertuju pada satu orang lelaki yang sejak tadi tidak terlalu memperhatikanku.

“Kau, ke ruanganku segera.” Aku berhenti di depannya, dia menatapku bingung namun segera menganggukkan kepalanya.

Aku menungguku di ruanganku, selang beberapa menit sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunanku tentang suasana baru yang baru saja aku tapaki.

“Selamat Pagi, Pak.” Dia membuka pintu setelah sebelumnya dia mengetuk pintu terlebih dahhulu, dia tersenyum padaku. Senyumnya itu, tadinya aku sedikit kesal dengan sikap acuhnya terhadapku, namun melihat senyumnya, aku sedikit apa namanya? Luluh, ck, aneh sekali.

“Siapa namamu? Silakan duduk dulu.”

“Ah ye, gamsahamnida.” Sahutnya.

”Lee Sungmin.” Dia menyodorkan tangannya padaku, aku menjabatnya.

“Hem, kau bagian mana?”

“Bagian produksi.”

“Aku ingin kau jadi asistenku mulai besok.” Ucapku tanpa menoleh padanya.

“Ye?” tanyanya bingung.

“Aku ingin kau jadi asistenku mulai besok, dan pindahkan barang-barangmu kesini.”

“Ah, ye.” Sahutnya.

“Kau bisa kembali.” Aku menyuruhnya untuk kembali bekerja.

Aku memandangi jendela kaca kearah luar. Kupandangi seluruh pemandangan sekitar. Lumayan, bagus juga. Di gedung sebelah sana, aku melihat seorang Gadis yang, eum.. menarik perhatianku. Dia terlihat memeriksa beberapa berkas, dibolak-balik begitu saja, aku terus memperhatikan gerak geriknya. Cantik.

“Donghae~ah.. ikut makan malam denganku hari ini, aku ingin memperkenalkan seseorang denganmu.” Appa masuk tanpa mengetuk pintu. Aku hanya diam, sudah beberapa bulan terakhir Appa dan Eomma memperkenalkanku dengan berbagai macam gadis. Aku selalu menolaknya.

“Kali ini aku tidak ingin kau menolaknya.” Lanjut Appa sambil keluar dari ruanganku. Aku tidak menghiraukannya, terus memperhatikan gadis itu.

***

Makan malam hari ini aku jalani dengan kesal, entah mengapa aku tidak suka dengan cara mereka memperlakukanku. Orang di tunggu belum datang juga, aku melirik kepada kedua orang tuaku. Mereka terlihat gelisah.

“Mereka akan datang sebentar lagi.” Ujar Appa.

“Mungkin macet di jalan.” Timpal Eommna.

“Aku tidak suka orang yang tidak tepat waktu.” Sahutku. Tiba-tiba sudah berdiri tiga orang di belakangku.

“Mianhada, kami terlambat.” Sebuah suara mengejutkanku.

“Ah, ye, tidak apa-apa, silakan duduk.” Appa dan Eomma berdiri dan, otomatis aku juga ikut berdiri. Appa dan Eomma berhadapan dengan dua orang yang sebaya dengan mereka. Di depanku duduk seorang gadis yang membuatku terpana, aku terus memperhatikannya. Dia terlihat bingung dengan tatapanku, membuatnya salah tingkah.

“Kenalkan, ini anak semata wayangku, Park Jina.” Gadis itu mengangguk.

“Annyeong haseyo Ahjumma, Ahjussi.”

“Aish, jangan memanggil seperti itu, panggil kami Eomma dan Appa, sebentar lagi kau akan menjadi anggota keluarga kami.” Ucap Eomma. Aku menoleh pada Eomma.

“Benar kan Donghae?” Eomma melirik padaku.

“Terserah saja.” Jawabku tidak terlalu memperhatikan mereka.

“Jina, kau sudah bekerja sayang?” tanya Eomma.

“Ye, Ahjumma.” Sahut gadis itu, aku meliriknya sekilas.

“Jangan panggil aku ahjumma.” Jawab Eomma.

“Ah, ye, Eomma.”

“Begitu kedengarannya lebih manis.” Eomma tersenyum sambil memandangku, aku hanya diam saja.

“Bicaralah sesuatu Lee Donghae.” Appa kali ini ambil bicara.

“Ah, ye, aku terserah kalian saja.” Ucapku.

“Jadi bagaimana? Kita tetapkan saja tanggalnya?”

“Sebaiknya begitu.” Aku tidak terlalu memperhatikan pembicaraan mereka. Hanya mendengarnya sekilas. Aku tidak mengerti mengapa kali ini aku tidak mampu menolak? Tidak mungkin aku menolak kan? Dia cantik, tapi ayolah Lee Donghae, bahkan banyak yang lebih cantik darinya, mengapa kau tidak berkutik? Eoh? Entahlah, aku juga tidak mengerti denganku.

“Kau setuju kan Donghae~ah?” tanya Eomma lembut.

“Ne, terserah Eomma saja.” Aku membalas senyum lembutnya.

***

Aku mengemudikan mobilku dengan cepat, gadis itu, gadis itu begitu menawan, mungkinkah aku menyukainya? Entahlah, aku juga tidak tau, namu aku tidak bisa mengubah ekspresiku kendati hatiku mulai berbunga. Aku tetap tidak bisa berkata apa-apa, aku bukannya ingin bersikap sombong ataupun aku, aku hanya malu dan merasa sangat gugup tidak seperti gadis-gadis yang lain yang dikenalkan Eomma, dia sepertinya berbeda. Ditengah lamunanku, aku tidak menyadari bahwa lampu sudah berubah menjadi merah, suasana mala mini begitu sunyi, hingga aku mengemudikan mobilku sedikit lebih cepat dan aku tidak melihat jika di depan ada seseorang menyeberang, aku segera menginjak pedal rem untuk menghentikan laju mobilku. Sekuat tenaga aku menginjaknya, namun tak mampu menghindarinya, aku menabrak gadis itu. yah, seorang gadis. Omo! Aku langsung membuka pintu mobilku dan menghampirinya.

“Gwaechana?” aku melihatnya tersungkur, sikunya berdarah, aku segera memegang sikunya.

“Gwaenchana.” Sahutnya sambil mengibaskan bajunya.

“Kita ke rumah sakit saja.” Ajakku sambil menariknya ke mobilku.

“Mianhae.” Ucapku menyampaikan rasa penyesalanku.

“Ah, gwaenchana, ini hanya luka kecil.” Aku melihat gadis kecil ini, wajahnya tidak meringis sedikitpun, padahal lecetnya lumayan banyak.

“Sakit?” aku meliriknya. Dia menggeleng, meskipun aku tau rasanya pasti perih.

“Tapi kita harus ke rumah sakit.” Aku bersikeras.

“Tapi aku juga harus pulang, Onnieku pasti mengkhawatirkanku.”

“Aku akan mengantarmu dan menjelaskan semuanya.”

“Gomawo.” Jawabnya lirih.
“Siapa namamu?” aku meliriknya.

“Park Rae Na.”

“Aku Lee Donghae.”

“Em.” Dia memngangguk.

“Kau masih sekolah?”

“Aku kuliah, arsitek.”

“Hem, bagus.”

“Ne.” dia masih diam, aku memperhatikannya melalui sudut mataku. Gadis yang unik. Dari pakaian dan gayanya dan juga sikapnya, aku melihat sorot matannya. Tatapan yang tajam.

Sesampainya di rumah sakit para petugas unit gawat darurat menanganinya. Aku hanya memperhatikannya duduk di kursi sudut ruangan, mengurus administrasinya dan mengantarnya pulang.

“Kau lapar?” aku menoleh padanya. Dia mengangguk, aku tersenyum, jujur sekali.

“Kita makan di pinggir jalan, bagaimana?”

“Boleh.” Jawabnya. Setelah sampai di kedai pinggir jalan dia makan dengan lahap. Benar-benar membuatku terpana, aku tidak pernah menghadapi gadis semacam dia.

“Sudah selesai?”

“Aku sudah kenyang.” Dia bangkit dan bersenadaw a sedikit nyaring, aku tertawa dengan tingkahnya. Baru kali ini aku merasa tertawa lepas ditengah tekanan keluargaku. Aku segera mengantarnya ke rumahnya.

“Gomawo.” Dia membungkuk saat aku mengantarnya sampai depan rumah.

“Tidak dimarahi?” tanyaku.

“Tenang saja…” Jawabnya, dia terlihat bingung.

“Donghae, Donghae Oppa, panggil saja aku begitu, jika masih sakit kau bisa hubungi aku.” Aku menyerahkan kartu namaku padanya.

Rae Na’s POV

Aku baru saja akan menyeberang jalan, tiba-tiba sebuah mobil menhantam tubuhku, untung tidak terlalu keras. Sakit memang, tapi aku terlalu gengsi mengatakan jika aku kesakitan. Aku pantang terlihat lemah di depan orang lain. Hufh, ini semua gara-gara Dosen mata kuliah Perancangan Arsitektur yang meminta penyampaian materinya di malam hari, aish! Padahal aku sudah sangat lelah. Jika malamselarut ini, Onnie pasti mengkhawatirkanku. Aku bosan dengan segala macam ocehannya, ditambah lagi ocehan dari ‘pinky boy’ penghuni lantai bawah yang selalu mengiyakan apapun perkataan Onnie, aku terkadng kesal dengannya. Tapi tidak bisa dipungkiri jika dia membawa aura lain dalam rumah kami. Masih ingat saat aku dan dia menginjak masuk ke sekolah menengah, dia duduk di depan rumah kami sambil bersidekap. Appa kasihan padanya dan membiarkannya tinggal di rumah kami, sejak saat itu Kim Kibum menjadi bagian dari keluarga kami.

Aku mengibas pakaianku yang kotor karena tersungkur di jalan. Aku melihat seorang namja yang terlihat sangat cemas dengan keadaanku.

“Gwaenchana?” tanyanya dengannada cemas sambil menyentuh sikuku yang berdarah.

“Gwaenchana.” Jawabku dingin.

“Kita ke rumah sakit saja. Mianhae.” Terlihat dari mukanya dia menyesal.

“ Ah, gwaenchana, ini hanya luka kecil.” Aku berusaha menahan rasa perih yang ada di sikuku.

“Sakit?”

“Tapi kita harus ke rumah sakit.” Paksanya.

“Tapi aku juga harus pulang, Onnieku pasti mengkhawatirkanku.”

“Aku akan mengantarmu dan menjelaskan semuanya.”

“Gomawo.” ucapku.
“Siapa namamu?” Dia melirikku.

“Park Rae Na.”

“AKu Lee Donghae.”

“Em.” Dia mengangguk.

“Kau masih sekolah?”

“Aku kuliah, arsitek.”

“Hem, bagus.”

“Ne.” dia terdiam dan memperhatikanku, aku tau dari lirikan matanya.

Setelah selesai proses pembalutan lukaku, dia segera bangkit dan mengurus administrasinya diikuti olehku di belakangnya.

“Kau lapar?” dia menanyakan aku lapar? jelas saja jawabannya aku mengangguk.

“Kita makan di pinggir jalan, bagaimana?”

“Boleh.” Kami makan dalam diam, dia terlihat tidak menyentuh makanannya sama sekali, aku tidak peduli, perutku sudah sangat lapar.

“Sudah selesai?”

“Aku sudah kenyang.” Aku bangkit dan dia mengantarku sampai di depan rumah.

“Gomawo.” ucapku sambil membungkukkan badan.

“Tidak dimarahi?” tanyanya

“Tenang saja…” Jawabku, namu aku lupa namanya, aigoo, sepertinya otakku bergeser karena tabrakan kecil tadi hingga ku tidak mengingat namanya.

“Donghae, Donghae Oppa, panggil saja aku begitu, jika masih sakit kau bisa hubungi aku.” Dia menyerahkan kartu namaku padaku.

 Aku membuka pintu depan yang merupakan sebuah kedai kopi peninggalan Appa, bisa dikatakan Kafe juga karena Onnie mengubahnya menjadi sebuah kedai kopi bernuansa romantis dan minimalis. Aneh, aku heran dengan pikirannya, dia tidak suka dengan hal-hal yang terlalu rumit, lebih menyukai kesederhanaan yang elegan begitu dia menyebutnya.

“Rae Na~ya, darimana saja?’

“Kuliah malam Onnie~ya, wae?” jawabku dingin.

“Selarut ini?”

“Jika tidak percaya tanyakan saja pada Key.”

“Kenapa jadi aku?” jawab Key protes.

“Kau kan aku suruh menyampaikan pada Onnie aku pulang terlambat hari ini.” Bohongku.

“MWO?! Noona, aku tidak menerima pesan apapun dari Rae Na.” suaranya menggema ke seluruh ruangan. Aku menutup telingaku.

“Noona, kau tidak percaya padanya kan? Kau percaya padaku kan?” tanya Key sambil menarik-narik tangan Onnie.

“Ne.” sahut Onnie santai, aku rasa dia tidak tahan dengan suara Key, bukannya membelanya.

“Sebaiknya kalian tidur.” Onnie naik kelantai dua tempat kamar kami berada. Aku menjulurkan lidahku pada Key.

“Noona….!!! Lihat apa yang Rae Na lakukan padaku.” Wajahnya langsung cemberut.

“”Rae Na~ya! Jangan mulai bertengkar! Kalian seperti kucing dan anjing.”

“Aku kucing, dia yang anjing.” Sahut Key.

“Enak saja! Aku yang kucing, kau kan galak seperti anjing!” protesku. Onnie membekap mulutku dan menyeretku ke kamar.

“Sekarang kau bisa tidur dengan tenang Kim Kibum!” seru Onnie, aku hanya terkikik.

***

Aku membuka mataku setelah mendengar gebukan keras dari pintu kamarku.

“Rae Na~ya, cepat bangun.” Aku meregangkan ototku, aish, badanku terasa sakit, aku memijit lenganku, aku baru sadar tadi malam aku ditabrak.

“Ne, Onnie.” Aku segera mandi dan segera bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Aku melihat Key dan Onnie sudah siap untuk sarapan. Aku meraih segelas susu dan roti, menyantapnya sambil berjalan.

“Yak Rae Na~ya, makanlah dengan sopan.” Seru Onnie.

“Aku sudah terlambat Onnie~ya.” Teriakku.

Aku menunggu bus jurusan ke Kampusku, menunggu dengan gelisah, aku mampus jika terlambat lagi hari ini, hari ini presentasiku. Semuanya sudah siap dari beberapa hari yang lalu, dan aku tidak mau semua yang sudah aku persiapkan berantakan begitu saja. Aku sudah membuat miniature bangunan sesuai dengan imajinasiku sendiri dalam sebuah kotak, hari in giliranku presentasi. Setelah sampai di halaman Kampus, aku sedikit berlari menuju fakultasku. Saat aku berjalan, seseorang menabrakku, aish! Kenapa orang suka sekali menabrakku? Padahal aku berjalan di jalur yang benar. Kotak yang ada di tanganku jatuh ke tanah, aku menatapnya dengan kagum. ITU ADALAH HIDUP MATIKU!

“Yak! Dimana kau taruh mataku?!” aku segera  berteriak pada orang itu tanpa menoleh padanya.

Minho’s POV

Aku memarkirkan mobilku di parkiran Kampus,meraih laptopku dan berjalan menuju kelasku. Aku tidak terlalu mem[erhatikan orang lain meski banyak yang berbisik membicarakanku. Para gadis itu senang sekali menarik perhatianku tapi itu malah membuatku muak. Aku terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan kagum mereka. Dengan yakin aku melangkah menggunakan kemejaku dengan rapi dan sneakr kesukaanku. Langkahku terhenti saat aku menabrak seseorang. Minho pabo~ya!

“Yak! Dimana kau taruh mataku?!” suara gadis meneriakiku. Dia terlihat memungut sesuatu di tanah. Dia terlihat panic.

“Aigoo, ottohke?” dia memungut sesuatu, terlihat seperti miniature bangunan. Aku masih terdiam tak menjawab teriakannya.

“Yak! Kau harus mengganti semua ini!” dia menatap tajam mataku, batu kali ini aku menemukan seorang gadis yang berteriak lantang padaku, bahkan dengan kilat kemarahan.

“Aku tidak peduli! Kau harus mengembalikannya seperti semula!” teriaknya garang, beberapa pasang mata memperhatikan kami. Aku menarik tangannya yang memungut miniaturnya yang sedikit rusak. Membawanya ke samping mobilku.

“Aish, mati kau Rae Na, beberapa menit lagi ini harus dipresentasikan.” Gumamnya tanpa memperhatikanku, Rae Na? jadi namanya Rae Na? dia bahkan tidak memandangku sama sekali. Dia menaruh benda yang ada di tangannya itu diatas mobilku, memperbaiki disana sini.

“Yak! Jangan diam saja, bantu aku! Bodoh!” dia menginjak kakiku, aku meringis. Yak Gadis ini!

Aku membantunya memperbaiki semua kerusakan sebisaku, dia terlihat telaten dengan pekerjaannya, memperhatikan dengan detail. Aigoo, wajahnya, aku suka melihat wajahnya yang serius mengerjakan sesuatu, matanya jeli melihat ke beberapa bagian. Wajah ini, mampu membuat getaran berbeda dalam dadaku. Tanpa sadar aku memegang daadku sendiri, merasakan debaran yang begitu keras terasa, Choi Minho, ini hanya efek dari teriakannya, hingga membuat kau sedikit terkejut.

“Aish! Kenapa hanya memandanginya saja! Cepat bantu aku.” Dia menarik tanganku, aku hanya terpaku dengan sentuhannya, melihat tangannya yang memegang lenganku.

“Bagaiamana kelihatannya? Lebih baik?” tanyanya kasar.

“Hem, lebih baik.” Aku memegang daguku berpura-pura memperhatikan hasil kerjanya.

“Yak! Terang saja kau mengatakannya bagus, ini semua gara-gara kau!” bentaknya kembali garang. Aku hanya menghela nafas.

“Memangnay hanya kau saja yang rugi? Aku juga, laptopku terjatuh, sekarang siapa yanga akana memperbaikinya?” tanyaku.

“Itu kan salahmu sendiri, karena kau tidak hati-hati.”

“Salahku? Kau sendiri jalan tidak hati-hati, kau kan berlari.” Elakku atas tuduhannya.

“Aku sudah di jalan yang benar, kau saja yang tidak melihat-lihat.” Debatnya.

“Omo! Ini sudah jam berapa, aku harus presentasi.” Dia segera berlari dan mengambil miniaturnya. Aku memperhatikannya dari jauh, sepertinya gadis ini menarik juga, aku tersenyum melihatnya semakin menjauh. Cantik dengan sudut pandang berbeda.

***

Aku memasuki ruang kelasku dengan gontai, masih mengingat gadis yang baru saja berpapasan denganku tadi. Begitu menarik menurutku, baru kali ini aku menemui Gadis yang tidak terpesona denganku, bukannya mau menyombongkan diri, bagi gadis lain mungkin disapa olehku adalah sebuah keajaiban, tapi gadis itu? yang dipikirkannya hanya miniature dan presentasinya. Dasar gadis aneh, tapi mengapa aku jadi terbayang dengan muka serius dan menyebalkannya. Saa dia marah begitu menawan. Aku memukul kepalaku sendiri. Mungkinkah aku sudah tidak normal?

“Wae? Sepertinya dari tadi kau tidak memperhatikanku Choi Minho.” Dosen pengajarku mendapatiku yang sedang melamun.

“Ah, ani.” Sahutku malu, beberapa pasang mata memperhatikanku dengan senyum terkulum. Yak! Gadis aneh, kau harus bertanggung jawab atas hal memalukan dalam hidupku hari ini!

Aku memikirkan cara bagaimana mengerjai gadis itu. aku tersenyum licik, beberapa rencana jahat berkelebat di otak dan kepalaku. Ttunggu saja kau, siapa tadi? Rae Na? persetan dengan namanya. Kau akan menerima balasannnya.

Tak terasa pelajaran hari ini telah selesai, namun tidak satupun kata dari dosen pengajarku yang melekat diotakku, dari tadi aku hanya berpikir bagaimana mencari gadis itu. miniature banggunan? Aku rasa dia mahasiswi arsitek. Aku berjalan menuju gedung fakultas teknik arsitek. Mengintip melalui kaca pintu, beberapa kelas telah aku lihat, tidak ada tanda-tanda gadis itu di dalam. Namun saat aku menoleh pada salah satu pintu, aku menemukan sosok gadis itu, tidak salah lagi, itu dia. Aku memperhatikannya. Dia mempresentasikan hasil kerjanya yang memang sedikit berantakan karena insiden tadi dengan sangat baik. Dosen pengajarnya tesenyum, lumayan juga. Dia sudah selesai presentasi dan merapikan peralatannya. Saat dia melintas di depan pintu, aku menarik tangannya.

“Agasshi, aku mau minta pertanggungjawabanmu.” Ucapku dingin. Dia menoleh heran padaku.

“Nugu~ya?” dai mengerjapkan matanya. Aku menjad bingung.

“AKu mau minta pertanggung jawabanmu karena kau merusak laptopku.”

“Nde?” jawabnya terkejut.

“Apa maksudmu?” lanjutnya.

“Aku ingin kau menggantinya!” jawabku keras.

“NDE?! Kau gila!” dia meninggalkanku, namun aku menjajari langkhanya.

“Atau kau akan aku laporkan ke polisi.”

“Silakan saja aku tidak takut.” Ck! Susah sekali menaklukkan gadis ini, aku merebut tabung kertas yang tersangkut dibahunya.

“Yak! Kembalikan!” dia mencoba meraih, namun tubuh mungilnya tak mapu meraihnya.

“Aku akan mengembalikannya jika kau sudah mengganti laptopku!” aku berjalan tak menghiraukannya.

“Yak! Yak! Yak! Itu bahan ujianku 3 hari lagi! Kembalikan!” teriaknya, aku tidak memperdulikannya, ku menggoyangkan tabung itu di tanganku dan berjalan menuju mobilku.

“Yak! Aku tidak punya uang untuk menggantinya!” aku berhenti, beberapa saat kemudian aku menghadap kearahnya.

“Ne?” sahutku.

“Kau kira aku masuk kesini karena aku anak orang kaya, hingga kau minta ganti dariku seenaknya?” aku bingung.

“Kau mahasiswi beasiswa satu-satunya itu?” tanyaku, dia mendengus.

“Memangnya kenapa?!” dia mencoba merebut tabungnya namun aku lebih gesit darinya dan menghindarinya.

“Hem, kalau begitu, kau bayar dengan bekerja denganku selama setengah tahun di rumahku setelah pulang kuliah.” Jawabku santai.

“Mworago?! Bekerja denganmu?! Shireo!” sahutnya cepat.

“Kalau begitu..” aku menggoyangkan kembali tabungnya.” Ini tidak akan kembali.” Lanjutku sambil berjalan.

“Yak! Tidak bisa! Itu bahan ujianku.” Sahutnya, aku tidakmenjawab.

“Bagaimana beasiswaku jika ujianku tidak lulus.” Keluhnya.

“Jadi?” aku berbalik padanya.

“Hanya ada dua pilihan untukmu, tidak lulus atau bekerja denganku.” Tawarku. Dia terdiam lalu menghela nafas.

“Aku bekerja denganmu saja!” serunya.

“BAGUS!” aku tersenyum padanya.

“Semoga ini bukan pilihan yang salah Rae Na~ya..” gumamnya pada dirinya sendiri. Aku hanya terkikik mendengarnya. Suaranya penuh keputus asaan.

“Bekerja mulai hari ini.”

“Hufh, apa yang harus aku lakukan?” sahutnya sambil cemberut.

“Mudah saja, kau tinggal membersihkan apartemenku setiap hari, dan memasak untuk makan malam selama setengah tahun.”

“Yak! Itu terlalu lama.”

“Baiklah 3 bulan.”

“Apa kau tidakp punya pembantu?”

“Aku malas.”

“Yaish!” desisnya sambil mengikuti langkahku.

Eun Kyo’s POV

Aku memakan sarapanku bersama dengan Key. Setelah ini membuka Kafe dan mengecek websiteku, mumngkin saja ada job untukku. Aku adalah seorang Design Interior Freelance, mempunyai usaha mandiri dan mempunyai dua peliharaan kucing dan anjing di rumah. Karena  kucingnya sudah berangkat kuliah, anjingku terlihat jinak.

“Noona~ya.” Panggil Key di tengah sarapan kami.

“Hem.” Aku menatapnya.

“Kau sudah punya pacar?”

“Mengapa tiba-tiba mengatakan seperti itu?”

“ANi, hanya ingin tau saja.” Sahutnya sambil menyuap nasinya.

“Kalau belum memangnya kenapa?”

“Ani~yo.”

“Wae? Mau mengatakan aku aneh juga seperti Nanhee dan Jina?”

“Ani, ani ani…” dia mengangkat tangannya dan mengibaskannya diudara tanda bahwa dia tidak berpikiran seperti itu.

“Lalu?”

“Aku… Kau jangan punya pacar dulu.”

“He? Wae?” tanyaku bingung.

“Ani, aku belum siap melihatmu mempunyai kekasih.” Wajahnya cemberut.

“Kau ini kenapa Key? Habiskan makananmu. Kuliah kan?” dia mengangguk.

“Bagus, aku akan membunuhmu jika hasil ujianmu tidak mencapai targetku lagi.”

“Noona… kau memasang target terlalu tinggi!” bibirnya mengerucut.

“Hey, mengenai pacaran, apa sekarang kau punya pacar?” godaku.

“Tidak! Tidak ada.” Jawabnya gugup.

“Jinjja~yo?” tanyaku dengan senyum jahil.

“Tidak ada, aku bersumpah!” dia mengacungkan jari tengah dan telunjuknya.

“Hem, baiklah aku percaya.” Aku menggidikkan bahuku, mengambil piring kotor dan menaruhnya di washtafel. Key mengikutiku dan mengambil sarung tanga, bersiap untuk mencuci piring. Mencuci piring adalah kegiatanku bersama Key.

“Ah, kalau begitu, apa ada yang kau sukai?” tanyaku sambil membersihkan piring dengan sabun.

“Em….. kalau itu rahasia!” sahut Key sambil tertawa dengan tawa khasnya yang nyaring.

“Aish! Kau ini!”

“Noona, bagaimana rasanya menyukai orang lain?”

“Nde? Mana aku tau? Aku juga belum pernah merasakannya.” Jawabku.

“Em, jika aku selalu emikirkan wanita itu, terus berharap dia selalu bersamaku, apa itu namanya menyukai seseorang?”

“Entahlah.” Aku menggidikkan bahuku.

“Jika merasa tidak rela dia harus hidup dengan orang lain, apa itu dinamakan cinta?”

“mungkin saja.” Sahutku.

“Begitu?” tanyanya sambil menatapku.

“Noona, bagaimana seandainya jika aku menyukaimu?” aku menatap Key, mencari sebuah kejujuran dimata sipitnya, dia tersenyum. Aku memercikkan air ke mukanya.

“Jangan bicara sembarangan, kau ini, terang saja kau menyukaiku, aku kan selalu membelamu? Sejak dulu, jadi mana mungkin kau tidak menyukaiku.” Aku melepaskan celemek yang melekat di tubuhku dan meninggalkannya.

“Omo! Aku lupa! Aku ada janji dengan Nanhee hari ini, wawancaraku!” aku segera berlari keatas dan melepaskan semua bajuku. Aku memilih-milih baju apa kira-kira yang pantas aku kenakan. Aku bingung, yak! Biasanya aku hanya melayani job desain rumah, hingga aku bisa mengenakan pakaian apa saja, ini ke perusahaan Nanhee, bukankah itu perusahaan besar?

“Key~ah.. tolong aku!” teriakku pada Key.

“Ne, sebentar.” Sahut Key samar. Beberapa detik kemudian dia sudah berada diambang pintu kamarku.

“Bantu aku memilih pakaian.”

“Ne? memangnya mau kemana?” tanya Key bingung.

“Aku ada wawancara hari ini, tidak resmi juga karena tidak ada panggilan, tapi Nanhee yang mengajakku, bukankah Choi Coorporation itu perusahaan besar?” Key mengangguk.

“Aku tidak terlalu suka memakai jas atau sejenisnya, panas.”

“Em.. kalau begitu…” Key memilih bajuku yang tergantung di lemari.

“Yang ini.” Dia melemparkan kemeja besar berwarna pink soft ke atas ranjang.

“Dipadu dengan ini.” Dia mengambil celana kain hitam berbahan karet yang sdikit melekat di betisku, namun tidak terlalu ketat untuk dipakai. Aku segera meraih baju itu dan memakainya di kamar mandi. Setelah memakai pakaian yang disarankan Key, aku menatap diriku di cermin.

“Tidak terlalu buruk.” Aku tersenyum, aku keluar dari kamar mandi dan Key menatapku dengan seksama.

“Sepertinya ada yang kurang.” Dia membuka lagi lemariku dan mencari sesuatu.

“Pakai ini.” Dia mengambil scraft kain lembut berwarna ungu muda dan melingkarkannya di leherku.

“Hem, lebih manis.” Dia menggigit telunjuknya.

“Sedikit kurang, duduk disini.” Dia menekan pundakku dan menyuruhku duduk di depan cermin.

“Menghadap kesini.” Dia memutar kursiku 180 derajat. Menyapung make-up ke wajahku.

“Yak! Aku tidak suka.” Di menahan tanganku yang ingin menyimbah tangannya.

“Diam saja, aku tidak akan membuatmu seperti badut, tenang saja.” Dia mulai menyapu wajahku dengan bedak, sedikit polesan pelembab bibir dan menyapukan sedikt pewarna pipi di tulang pipiku.

“Selesai, tapi matamu kurang menojol.” Dia memberikan sentuhan mascara di buku mataku juga sedikit eye liner.

“Key, aku tidak suka terlalu banyak, oh.” Dia membalik kursiku ke tempat semula.

“Sempurna.” Gumamnya, hem, tidak buruk, aku tersenyum.

“Gomawo, aku pergi dulu.” aku bangkit dan meninggalkannya yang masih memandangku denan mata berbinar.

Aku menunggu bus di halte, sesekali melirik jam tanganku dan hatiku mulai gelisah. Jika lebih lama dari ini maka aku akan terlambat. Aku melihat bus berhenti di depanku, dan aku segera menaikinya, mengambil duduk dengan manis dan mengatur detak jantungku yang mulai tidak beraturan karen aku terlalu gugup. Aku punya kebiasaan jika sedang gugup maka aku akan gelisah berlebihan. Membuatku pusing dan mulai berpikir tentang kemungkinan buruk. Setelah bus berhenti aku segera berlari kecil menuju perusahaan besar yang tidak terlalu jauh dari halte. Aku sampa di depan sebuah gedung megah yang entah berapa lantai keatas. Aku memandang keatas, dan meraih ponselku disaku. Mencoba menghubungi Nanhee.

“Dimana? Lantai 15? Ah, arasseo.” Aku menutup flip telepon dan segera menuju lantai 15. Di dalam lift keringat dingin mulai mengucur. Aku menghela nafas beberapa kali mengambil oksigen lebih dalam untuk menenangkanku. Pintu lift terbuka, dan aku mencari Nanhee. Tidak terlalu sulit untuk mencarinya.

“Sini.” Dia menggandeng tanganku. Membawaku ke sebuah ruangan. Dia mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Masuk.” Sebuah suara menyahut dari dalam.

“Sajangnim, ini orang yang aku ceritakan kemarin.” Orang yang dipanggil Sajangnim oleh Nanhee, menoleh dan menatap Nanhee lalu menatapku.

“Terima kasih Nanhee, kau bisa keluar.” Ucapnya.

“Hwaiting!” Nanhee membisikiku. Aku hanya tersenyum.

“”Jadi kau Design interior itu? yang diceritakan Nanhee?” tanyanya padaku sambil melepaskan kacamatanya.

“Ye.”

“Kalau begitu silakan duduk.”  Dia menyuruhku untuk duduk.

“Ah, ye, Gamsahamnida Sajangnim.” Sahutku sambil mendaratkan tubuhku di kursi.

“Tidak perlu seformal itu, kita relasi, bukan sebagai karyawan dan atasan.” Sahutnya berwibawa.

“Ah, ye.”

“Sudah diceritakan Nanhee bagaimana proyek yang aku inginkan?” tanyanya.

“Aku sudah mendengarnya sekilas.”

“Bagus kalau begitu, aku ingin sebuah hotel bintang 5, tapi didalamnya ada sebtuhan tradisi.”

“Aku sudah bisa menangkap keinginan Anda.”

“Hem, baiklah.”

“Tapi yang pertama, bisa aku lihat pola bangunan dan struktur bangunannya?” tanyaku.

“Untuk itu kau akan bekerja sama dengan Asistenku, sebentar aku panggilkan.” Jawabnya.

“Kyuhyun~ah, bisa ke ruanganku sekarang?” dia menekan tombol telepon. Seslang beberapa waktu seseorang masuk ke dalam ruangan.

“Kau sudah mulai megerjakan desain yang aku minta.”

“Sudah selesai sebagian, wae?” tanya orang itu.

“Sebelumnya perknalkan dulu ini..” dia memandangku, ah, aku lupa memperkenalkan diri! Eun Kyo bodoh, begini jadinya jika aku terlalu gugup.

“Eun Kyo, Park Eun Kyo.” Sahutku gagap.

“Ah, ye, aku Siwon dan ini Cho Kyuhyun.” Kyuhyun menjabat tanganku.

“Semoga kita bisa bekeja sama dengan baik.” Ucapku sambil menerima jabatan tangannya.

“Ne.” sahutnya singkat sambil menjabat tanganku erat.

“Ehem.” Suara deheman menyadarkanku. Kyuhyun tersenyum pada Siwon.

“Baiklah, sementara aku menyelesaikan memeriksa berkas, silakan kalian bicarakan.

Aku dan Kyuhyun duduk di kursi tamu, dia membentangkan kertas desain yang dia bawa dan mulai menjelaskan tentang tata letak ruangan dan sebagainya. Proyek besar, ya, dengan proyek ini aku rasa aku bisa memperbesar Kedai kopiku dan galeri lukis yang ada di rumahku, melukis adalah hobi Rae Na, terkadang ada beberapa lukisan yang laku terjual dan itu membantu kami untuk melanjutkan hidup. aku tersenyum sendiri, membuat lelaki dingin di hadapanku mengernyitkan dahinya.

“Wae? Ada yang lucu?” tanyanya.

“Ah, ani.” Jawabku salah tingkah sambil memukul kepalaku. Dia memandangku heran.

“Ahahahaha, gwaenchana..” aigoo, Park Eun Kyo, jangan menunjukkan kebodohanmu disini.

Siwon’s POV

Aku membolak-balik kertas yang ada dihadapanku, beberapa laporan keuangan yang diberika Nanhee beberapa waktu lalu masih membuatku pusing. Aku memikirkan Gadis Bus itu. Lamunanku mulai buyar oleh suara ketukan pintu.

“Masuk.”

“Sajangnim, ini orang yang aku ceritakan kemarin.” Ucap Nanhee, aku menoleh menatap Nanhee dan orang yang ada si sampingnya, aku terpaku sejenak.

“Terima kasih Nanhee, kau bisa keluar.” Ucapku tersadar, setelah Nanhee keluar dan aku kembali memeriksa berkasku. Lumayan lama terdiam, dia juga hanya terpaku tidak mengatakan apapun.

“Jadi kau Design interior itu? yang diceritakan Nanhee?” aku melepas kacamataku dan menoleh padanya.

“Ye.”

“Kalau begitu silakan duduk.”

“Ah, ye, Gamsahamnida Sajangnim.”

“Tidak perlu seformal itu, kita relasi, bukan sebagai karyawan dan atasan.”

“Ah, ye.”

“Sudah diceritakan Nanhee bagaimana proyek yang aku inginkan?” tanyaku padanya, aku menangkupkan tanganku membentuk huruf ‘A’, ujung jariku menyentuh dagu.

“Aku sudah mendengarnya sekilas.”

“Bagus kalau begitu, aku ingin sebuah hotel bintang 5, tapi didalamnya ada sebtuhan tradisi.”

“Aku sudah bisa menangkap keinginan Anda.”

“Hem, baiklah.”

“Tapi yang pertama, bisa aku lihat pola bangunan dan struktur bangunannya?” tanyanya sambil menatapku, matanya itu aku suka.

“Untuk itu kau akan bekerja sama dengan Asistenku, sebentar aku panggilkan.”

“Kyuhyun~ah, bisa ke ruanganku sekarang?” Kyuhyun masuk kedalam ruanganku tanpa mengetuk pintu, kebiasaan.

“Kau sudah mulai mengerjakan desain yang aku minta.”

“Sudah selesai sebagian, wae?” tanya Kyuhyun

“Sebelumnya perkenalkan dulu ini..” dia memandang gadis itu, menatap matanya, dia balas menatapku dan aku kembali terpaku. Kami belum berkenalan, dan matanya mengerjap menungguku memperkenalkannya.

“Eun Kyo, Park Eun Kyo.” Sahutnya terbata, aku rasa dia juga baru menyadari bahwa kami belum berkenalan.

“Ah, ye, aku Siwon dan ini Cho Kyuhyun.” Kyuhyun menjabat tangannya dengan sentuhan tegas, mereka lama berjabat tangan. Yak Cho Kyuhyun!

“Semoga kita bisa bekeja sama dengan baik.” Ucapnya.

“Ne.” sahut Kyuhyun.

“Ehem.” Aku berdehem untuk menyadarkan mereka, bahwa tangan mereka belum terlepas selama beberapa detik, aku melotot kearah Kyuhyun, dia hanya tertawa mengejek.

“Baiklah, sementara aku menyelesaikan memeriksa berkas, silakan kalian bicarakan.” Aku kembali memeriksa berkasku. Sambil sesekali memperhatikan mereka berdua. Gadis itu terlihat serius mendengarkan penjelasan Kyuhyun. Wajahnya, aku menyukainya.

“sajangnim, ini minumnya.” Nahee masuk membawa nampan minuman dan meletakkannya diatas meja.

“Pekerjaanmu sudah selesai?” tanyaku pada Nanhee.

“Ye?” sahutnya.

“Temani aku disini.” Ucapku sambil menyembunyikan rasa gugupku.

“Ini laporannya sudah selesai semua? Dari bagian mana yang belum?” tanyaku memecah keheninganku bersama Nanhee.

“Sudah semua.” Jawab Nanhee.

“Dia temanmu?” tanyaku mulai membelokkan pembicaraan.

“Ye, dia temanku.” Sahut Nanhee.

“Dia bekerja dimana?”

“Dia tidak terikat dengan perusahaan manapun, jika tidak ada pekerjaan dia biasanya menjaga kedai kopinya.”

“Kedai kopi?”

“Hem, dia punya kedai kopi dan galeri lukis, adiknya senang melukis.” Terang Nanhee.

“Begitu?”

“Hem, dia tidak ingin terikat dengan perusahaan manapun, dia bilang supaya tidak membatasi ruang geraknya.” Aku mendengarkan semua penjelasan Nanhee.

“Kau sudah punya pacar?” tanyaku pada Nanhee, membuatnya sedikit tersentak.

“Ah, belum sajangnim.” Sahutnya. Aku hanya diam dan memperhatikan laporan dengan detail.

“Hyung, sudah selesai, karena aku belum menyelesaikan rancangan ini, kita lanjutkan setelah ini selesai. Tapi Eun Kyo sudah mengerti apa yang kita inginkan.” Kyuhyun berdiri ingin meninggalkan ruangan.

“Hem, Eun Kyo~ssi, mengenai honor dan kontraknya, kita bicaraka besok, bagaimana?”

“Baiklah.” Sahutnya.

“Kau bisa mengantarnya Nanhee~ah.”

“Ye.” Sahut Nanhee.

***

Aku berjalan menuju lantai dasar. Diluar sedang hujan, ah, segarnya melihat butiran air menyapa bumi. Sudah lumayan lama hujan tidak turun. Setelah sampai di lantai dasar, aku segera menuju pintu utama. Aku keluar dan ingin masuk ke dalam mobil yang sudah bertengger di depan. Sepertinya aku mengenal gadis yang berdiri menatap hujan dengan lesu, Eun Kyo.

“Kau mau pulang?” tanyaku

“Ye.” Sahutnya.

“Biar aku antar.” Aku menarik tangannya tanpa sadar, dia tersentak.

“Ah, tidak perlu, aku bisa pulang sediri.” Tolaknya.

“Tidak pa-apa.” Apaksaku.

“Ani, ani.” Dia melepaskan tanganku yang mencengkram lengannya.

“Aku, aku aku menunggu tunanganku.” Ucapannya membuatku terpaku.

“Oh, begitu.” Sahutku.

“Iya, itu dia.” Dia menunjuk ke salah satu orang yang sedang keluar dari mobil.

“Yeobo, lama sekali menjemputku.” Serunya pada orang itu, dia mendekati lelaki itu.

“Ayo kita pulang.” Dia menarik lelaki itu ke dalam mobil.

“Hyung..” sahutku.

“Siwon.” Sahut orang yang digandeng oleh Eun Kyo.

“Kau menjemput tunanganmu? Kau sudah bertunangan? Kenapa tidak memberitahuku?” Teuki Hyung terlihat bingung. Eun Kyo menganga lebar.

Teuki’s POV

Aku baru saja menapakkan kaki di perusahaan Siwon, menyerahkan kunci pada petugas parkir, namu sebelum sempat petugas parkir itu masuk kedalam mobil. Seseorang merangkulku dengan mesra. Menarikku kearah mobil. Aku memperhatikan Gadis itu dengan seksama. Dia tidak menoleh kearahku. Aku masih terpaku dengan wajahnya. Bibirnya, matanya, hidungnya, mengapa aku seperti berdeja vu dengannya? Aku seperti pernah mengenalnya. Aku masih terdiam, merasakan debaran jantungku yang kian cepat. Harum tubuhnya menyeruak di hidungku. Harum tubuh ini aku pernah merasakannya. Dia masih memegang lenganku dan aku masih memandang wajahnya. Mataku dan matanya saling menatap akhirnya, membuatku tersentak dan merasakan aura berbeda. Seperti tiba-tiba oksigen menghilang di sekitar, aku merasa berat untuk bernafas, udara seolah tersedot kedalan vortex dan membawanya ke dunia luar. Aku mengerjapkan mataku.

“Yeobo, lama sekali menjemputku.” Ucap Gadis ini membuatku bingung.

“Ayo kita pulang.” Dia menarikku kemobil dengan sedikit menyeretku. Aku masih belum bisa mengendalikan perasaanku dan keadaan ini. Ada apa sebenarnya? Apa yang dia katakana? Kita pulang? Yeobo? Apa aku pernah bertemu dengannya? Yeobo? Mengapa dia memanggilku seperti itu? apa dia sudah gila?

“Hyung..” Seru sebuah suara, aku menoleh kearah suara itu, Siwon.

“Siwon.” Sahutku, tapi tidak melepaskan tangan Gadis itu di lenganku, aku membawanya berjalan kearah Siwon.

“Kau menjemput tunanganmu? Kau sudah bertunangan? Kenapa tidak memberitahuku?” aku bingung

Menjemput? Siapa? Tunanga? Sejak kapan aku bertunangan? Siapa tunanganku? Aku masih tidak mengerti. Gadis yang ada disampingku yang berdiri terpaku membeku, mulutnya menganga lebar membentuk huruf ’O’.

“Itu yang berdiri disampingmu tunanganmu kan?” aku menoleh padanya, dia terlihat salah tingkah dan memegang hidung berusaha menghindari tatapanku. Dia mengakui aku sebagai tunangannya? Haha, menggelikan sekali, aku baru saja bertemu dengannya, sepertinya dia lagi menghindari sesuatu hingga melakukan ini, menghindari apa memangnya? Sepertinya menarik mengikuti permainannya.

“Ah, ye, dia tunanganku.” Sahutku, membuat Gadis itu kembali ternganga.

“Kau tidak pernah memberitahuku.” Protes Siwon.

“Dia tidak ingin memberitahunya.” Aku menggenggam tangan Gadis itu, dia sedikit menegang dan memandang tanganku yang sedang menggenggamnya.

“Benar kan Yeobo?” aku meraih dagunya agar dia menatapku, memberikan tatapan ‘ayolah-ini-kan permainanmu, mari- kita bermain’. Dia menatapku bingung, aku memberikan senyum manisku untuknya.

“Ayo kita pulang.” Aku menarik tangannya.

“Siwon~ah, kami pulang dulu.”

“Ne, Hyung, jika menikah jangan lupa undang aku atau aku bunh kau.” Seru Siwon.

“Tentu saja.” Sahutku.

Aku membawa gadis itu ke depan mobilku, membukakan pintu untuknya. Dia terpaku dan tidak bergerak sedikitpun, aku memegang pinggulnya dengan kedua tanganku sedikit mendorongnya.

“Mau ketahuan jika kau berbohong?” aku berbisik di telinganya. Leher putih jenjangnya terekspos dengan jelas dimataku. Aku kembali mendorongnya.

“Masuk saja, kita pergi dari sini.” Dia menoleh padau, menyebabkan mataku dan matanya saling beradu. Jarak kami hanya beberapa centi saja, aku bisa merasakan hembusan nafasnya di dadaku. Membuatku terpaku, ada getaran lain dalam dadaku saat mata indahnya menatapku.

“Aku pulang sendiri saja.” Ucapnya pelan, mencoba menjauh dariku, sebelum dia menjauh, aku menarik pinggulnya menempel di tubuhku. Astaga park Jung Soo, apa yang kau lakukan? Baru kali ini kau bertemu dengannya, tapi kau sudah berani menyentuh tubuhnya. Aku juga heran, aku tidak pernah setertarik ini dengan orang lain, tidak peduli dia menganggapku mesum, permainan ini dia yang memulai.

“Siwon masih disana, kau mau dia tau kau berbohong padanya?” dia mengerjapkan matanya dan menurutiku memasuki mobil.

Dia duduk dengan manis disamping tanpa berkata apa-apa. Diam membisu sambil memainkan ujung bajunya. Aku meliriknya dan tersenyum dengan tingkahnya. Sepertinya dia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri.

“Siapa namamu?” tanyaku. Dia tidak menjawab.

“Hey, bagaiamana mungkin aku tidak tau nama Tunanganku sendiri.” Dia masih diam, enggan untuk menjawab.

“Yeobo.. kau marah?” godaku sambil tersenyum.

“Diam kau.” Bentaknya.

“Ugh.. ternyata kau galak juga.”

“Hufh, sudah diam saja.” Ujarnya.

“Aku tidak akan diam sampai kau mengatakan siapa namamu.”

“Park Eun Kyo.” Sahutnya kesal.

“Jinjja?! Oh kita memang berjodoh, Park Eun Kyo dan ParkJung Soo, tanpa menikah atau bertunanganpun orang pasti percaya jika kau adalah istriku.”

“Yak!” teriaknya, aku tersenyum.

“Kita mau kemana?” dia menoleh panic memandang kearah luar.

“Kita pulang kerumah kita.” Jawabku.

“MWO?!” dia melebarkan matanya dan mulutnya membentuk huruf ‘O’ seperti tadi. Membuatku gemas dan semakin suka menggodanya.

To be Continue..

Selesai juga akhirnya setelah berkutat dengan 4 ide yang mesti aku jabarkan, ini bukan ideku sendiri, aku Cuma menjabarkan ide dari Vha a.k.a Nanhee, Dwi a.k.a Jina, dan Rae Na. mereka mencari ide untuk masing-masing couple mereka, aku yang mengembangkan cerita… buat Na, yak! Kamu idenya dikit banget! Part depan harus banyak! Jangan protes sama ide aku kali ini pada Part MinNa!! Awas aja kalo protes.

Untuk MLT part 9 nya, entar yang minggu depan.. yang udah nungguin, mianhae menunggu lama… ini dulu ga papa kan ya?? Biar ga monoton.. nanti aku selingin jadinya ceritanya…

Banyak cing cing seperti biasa ini Fika mah, ya sudah kalian baca, eh udah yah, kalo udah nyampe sini, ituh, kasih cap bibirnya alias komennya sayangku semuanya… ah iya, ini juga kaga di edit, aku males banget baca lagi, terus udah gitu mami neh desak-desak aku ke pasar.. padahal malas benget ke pasar…

71 responses »

  1. agak binggung ma ceritanx..hehehehe..tapi bgus kq,onnie..mungkin karna alurx agk cepet jga mnurutku..mngkin pas prgantian povx yg agk bnggungin..tp nice ff..dtnggu ff MLT..hehehehe..hwaiting..

    • baru intro kan ya? jangankan km, aku aja bingung sama ceritanya…. buahahahahahahahahahahaahahaha, next part nanti lebih diperjelas, aku baru memulai… MLT bentar yah sayang… udah ada bayangan sih, cuman ngetiknya yang agak males….

  2. judul baru,,
    ,,itu si siwon naksir ma eunkyo,,
    aigoo fika yaa,eonn ga nyangka fika punya maksud terselubung pada siwon,,
    oppaaaa eunkyo mo selingkuh tuh,,
    ahhh ada uminnn,,uminn kalo jina tdk brjodoh dgnmu ama noona aja ya,oke oke,,
    raena jutek kaga ketulungan,,
    bkin minho pnasaran,,
    huwaaaaaa ada key,,

    • idih, onnie…. aku tidak berniat selingkuh dr Oppa, apalgi selingkuh sm si kuda… yang berpotensi selingkuh sama aku tu si ukie onn, jiahahahahaha, abisnya akhir2 ini keimutannya bertambah beberapa kali lipat…..
      kaga ada eh fika punya maksud terselubung sm siwon, drmna Onnie mganbil kesimpulan…….!!!
      umin? enak aja ih su onnie…
      rae na mah sampai ke akhirat juga itu bakalan dijutekin si kodok….
      key… imut kan onn peliharaan fika??

    • baru permulaan aku juga masih bingung mau nyeritainnya gimana…
      jadi masih membingungkan ya? itu di posternya padahal tersirat beberapa kata…
      kira2 seputar itulah kisahnya, penuh warna, cinnta dr berbagai sudut pandang dan karakter….

  3. baru kali ini ada cast siwon trus dia naksir eunkyo lagi,nah eonni ngambil kesimpulan dri stu,,
    kenapa jdi berfikiran selingkuh ke wooki,,huwaaa fika suka berondong nih jdinya,,
    asty selingkuh ke unyuk terus fika ke wooki,,kenapa jdi pda selingkuh,,
    yaaaaaakkkk fika masa key jdi peliharaan sih
    imut bagitu,mending kasih ke eonn,eonni angkat jdi adik eonni,,ya olloh adikku cakep2 semua,,

    • yak! si onnie mah, fika g selingkuh… fika tu punya mimpi duet bareng ukie *LOL*
      siwon? fika biasa aja sm siwon… engga cinta ko…
      dan fika engga selingkuh sm sekali!
      trus lagi mengenai key, itu mah udah dari jaman dahulu kala fika suka sm key, unyu2 bgt mslhnya dia…

  4. jinhae : aku suka gaya pacaran sungjin *sungmin+jina* umin nya manis bgt, tp hae juga sangat menawan pertama lht jina langsung terpesona, aye jd binggung hrs milih mana kekekeke
    Baby, umin jd bawahan hae wah jd makin rebet aja klo sampai aku nika ma hae
    Dan itu kenapa hae kaya tertarik ma Raena *tendang na kepelukan mino*

    Kyuhee : wah NanHee ambisi bgt pengen dapetin si ganteng n sekaya won2
    Tp aku suka bgt cara kyu mencintai NanHee, cuek n dingin
    Baby, bang won2 naksir siapa, tapi kenapa kelihatan kaya naksir eunkyo juga

    Minna : beuh cerita mrk paling menangtang, anak kuliahan dan itu itu RaeNa jd pembantu di rmh mino pasti bibit2 cinta akan tumbuh diantara mereka saat Raena jd pembantu mino

    Teukyo : kenapa key bisa serumah ma eunkyo dan RaeNa ?
    Ehmmm…. ehmmm….
    Teukyo manis bgt cara ketemuan nya, omo jd ngiri
    Apalg teuki yg super genis nya kekekeke

    • jiahahahahaha, akhirnya datang juga bini onge… suka ga sama part kamu sendiri, mian yah jika mengecewakan… umin manis banget kan yah? tenang km kan mau banyak konflik??

      terus buat Nanhee itu mah aku jd bikin aneh… aneh banget malah, tapi aku suka pas nulis part Kyu sm siwon, suka banget…. aku g suka sama siwon.. biasa aja…

      minna mah kemana2 bawa emosi… aku suka nulis bagian anak kecil ini, aku tidak pernah bisa nulis anak sekolahan atau anak akmpus, tapi pas nulis Minna tu pas aja menurut aku, aneh kan? ceritanya ya ky anak2 kuliahan lah, meski aku g trlalu ngerti dunia arsitek… tapi noh si bocah itu kan punya ide sendiri, eh idenya seiprit, aku g terlalu nangkap, dia kemaren pas di interogasi lagi gila sm minho, jadilah begini, aku menutup telinga jika dia ngamuk aku jadiin pembantu…

      teukyo.. kan emang selalu manis, romantir dan genit kan ya?? sedikit yadong, buahahahahahahaha, jangan ngiri…. buahahahahahaha, aku sm teuki kan emang yg paling manis… *kedip2 k teuki*

  5. Aaaa. .
    Onnie, it jina pcran dgn sungmin ya?
    Aku masih rada” bngung sih, mgkin bru part p’tma ya. .
    Keren stiap couple ada part.a sndri gtu. . MLT d tnggu ya onn. . ~chu~

    • iya jina pacaran sama Umin… bingung? emang ngebingungin si, aku juga rada ribet nulisnya.. terlalu cepat kan alurnya, ga sabaran akunya, harus publish hari ini demin MLT… tungguin yah… ini lagi digarap….

  6. aigoo, baru nyelesein bcanya… Hehe, sibuk bgt *sok sibuk!!*

    Eoni ff ini menarik deh…
    Jd brapa pasang y? 4 pasang kan? Trus siwon sma siapa? Msa d biarkan broken heart sih? Hehe
    Ahh, ttp ya part ending nya bkin gregetan -jungsoo&eunkyo- haha
    Lgan da2 aja lg tuh ngaku2 tunangan… Haha
    Seru eon d tunggu part 2, sma MLT part 9 nya…

  7. onni,,,,,,
    aku datang,,,,,,,,, lempar telur,terigu,air,,,, ^____^

    tiap cerita eunkyo selalu membuatku tersenyum sendiri,,,,
    sampai2 kakaQ bil aku crazy….

    crazy bout tuekyo, its doesn’t matter,,,,,

    penasaran ma lanjutannya,,,,

    kek na problem all couple keren,,,,
    aku suka bangeeeeeeeeeeeeet,,,,,
    #teriak pake toamasjid#

    finally,,,,,,,,,,
    I have many duties,,,,, Hueeeeeeeeeeeeee
    But,,,,,,,,,,,,
    SARANGHAEO TEUKYO

    • adik ipar………………………….!! selamat datang sayanku….
      lama tak bersua…
      terima kasih udah suka bangeeeeeeeeeeeeetttt sm teukyo….
      lah? dibilang gile? jangan atuh…
      nado saranghae…..
      penasaran? bentar yah…… hihihihihihiihihihihi, aku juga bingung gmna lanjutannya *plak*
      ini 4 ide si…. dengan ide masing-masing kopel… mereka yang bikin, aku yang memeberikan sentuhan, ceileh….

      • Tuhan,,,,
        berilah mereka ide secepatnya agar diriku tdk terlalu menunggu,,,,

        “ Oh kita memang berjodoh, Park Eun Kyo dan ParkJung Soo, tanpa menikah atau bertunanganpun orang pasti percaya jika kau adalah istriku.”

        wah,,,,,

        di mana-mana mereka slalu berjodoh….

        gmana ya lo kita pisahin aja mereka,,,,
        SMIRK

        kabur ahhhhhhhhhhh.

  8. Hufh.. Mian baru muncul.. sorry beibh, saia lg sibuk ngerjain laporan bulanan #plakk *ketularan chingu SFE manggil beibh*

    ehem.. aq sbnr’y bingung mau komen apa.. *d’sruh byk omong sie* #d’timpuk
    oke,d’mulai dr jinhaemin.. jina pcrn sm umin tp kok hbungan’y ky kk ade? #plakk si umin pengertian amit denk.. yg sabar yah ngadepin jina eon,dia cerewet..hahahaa *d’lempar panci*
    jina eon’y ky’y acc sm prjdohn’y? gimana nasib umiiin? #lebei

    TBC—> org stres,komen aja pke TBC..ckckck

    • *timpunk pake kompor gas* kaya kaka ade?? hufh, kaga tau… umin tu amat sangat manis….
      tau tuh, mau aja sm jina yang ngomongnya kaga berenti2……
      acc deh kynya lha wong ongeku cakep….?? iya kan nge?

  9. Buat mas ikan koki (?).. d’jodohin sm jina eon ya mas? aiiih.. tp knp mikirin aq? aq menarik perhatianmu kn? TENTU !! kita tunggu tgl main’y yah oppa..😉 *minho ngasah golok* tenang kodok belo q saiaang,aq tdk prnh slgkuh kok.. *peaceee*

    KyuHeeWon.. itu si nanhee eon ngejar2 siwon krn apa? harta n tampan? ya udh,kyu buat umin aja..kasian umin kga ada psgn *d’cincang vha eon+dwi eon+author cantik* kyu,prjuangkn cintamu ne?
    won2..smoga part slnjut’y kbahagian brpihak pdmu..

    • ih, hati2 nge kena semprot Rae Na, aku kasih tau yah *bisikin onge* rae na itu masay allah, tukang protes tau… dia mah kaga sealiran sm kita, orang romantis dketawain, bukan termasuk spesies kita kan ya?

      buahahahahahaha, ide bagus, kyu pairingnya umin aja….

  10. MinNa.. ahahahahaaey #gubrakk
    Beruntung nian nasibmu Rae Na-yaa~ selalu d’tabrak namja kyeopta.. untung kaga metong.. klo metong,aq gentayangin ini blog sm author’y jg..kikikikiii *ketawa kunti*
    Eh,kodok !! pan loe yg nabrak? napa loe yg minta ganti rugi.. tanggung jwb loe udh bkin gw gila #lol *abaikan*
    awas loe,gw masakin racun tau rasa loe..ahahaa *minjam evil smile dr kyu*

    buat Fika eon,tega nian yaaah dirimu,mentang2 aq nyumbang ide seiprit,aq d’jadi’in pembantu..hueekk *nangis d’pelukan majikan*

    • enak aja gentayangin gue, eh mau aku suruh km dgentayangin sohib aku noh dbelakang rumah yang ada di pohon besar??
      yak! laptopnya minho mahal tauuuuuuuuuu
      tega? siapa suruh km dtanyain ide malah ky orang gila?

  11. TeuKyoooooo . . . *ala si manis pembokat jutek* #plakk *si manis jembatan ancol ada*

    ituh, eonnie q suka bgt yah nyari gara2 namja..ckck mending klo berantem,inih? yeeaah..tunangan? woey bang won2,eonnie ga laku tau mk’y dia pura2 tunangan sm teuki #pletak *d’jitak 12 kali* =,=’

    angel teuki,manfaatkn kesempatanmu brsama tunangan pura2mu itu yah..whahaha
    terima nasibmu eonnie ya.. pdhl aq suka lho eon sm won2,wlu ga smanis oppa *nunjuk teuki* tp dia tajir boo.. *Rae Na matre*wkwk juskid fikachu eon🙂

    • ih, enak aja blg aku kaga lakuuuuu
      lihat saja teuki bakalan bertekuk lutut padaku…!! “mengepalkan tangan*
      apaan tuh maksudnya manfaatkan kesempatan??
      lbh suka sm siwon?? kagaaaaaaaaaaaaaaaa….!!!
      aku tidak suka namja yg besar begituuuuu maunya yg sedang2 aja ky teuki…
      bisa oenyok aku mah, kan aye langsing gmana gtu yaaaaahhhh

  12. huaaaaaa……
    Mian aku br nongol……
    Aku trlalu sibuk ngurus suami ma anak, hiks……*lirik kyu yg lg cuci piring sambil gendong kyuhee, anak kmi trcinta*

    Aku paling suka cerita aku ma c yeobo kyu….*plak narsis*
    C yeobo sok2 cuek, tp cinta bgt ma Nanhee, bikin gemez dech…..
    Tp aku ga tega jg ma c abang won2 *fika:maksud loe?????*

    JinHaeMin : wah gawat neh, c umin ky’a bakalan jd korban JinHae neh….
    Jd pnasaran ma nasib’a umin ntar…..
    Aku agak bngung ma donghae, ky’a dy langsung trtarik waktu prtama liat Jina, tp dy ky yg suka jg ma RaeNa, ntar RaeNa malah bsr kpala, hoho…..*plak/d gampol Na*

    MinNa: Na…..jgn galak2 ma menong, ntar menong’a naksir ma unn…..
    Aku suka cara brantem minna, bikin gereget…..

    Teukyo: huaaaaa…..teukyo couple lucu bgt……
    Suka…suka…suka…..
    Tp aku ga suka siwon lirik2 eunkyo…..*tutup mata siwon pake CD kyu, hoho…..*

    Kapan lanjutan’a babe….????

    • *pukulin vha pake pentungan*
      baru datang…..!!! ya iyalah km plg suka part km…
      ehem, takdir mah itu jika eun kyo mempesona siapa saja… tapi…. *tarik teuki* dia neh pemilik hatiku… *tunjuk hidung mancung teuki*
      lanjutannya nanti pas udah baik
      huweeeeeeeee laptopku lg brkunjung di tempat servis…
      kangen bgt ini sm leppi…..

      minna mah aku suka klonulis part ini, apalagi pas minhonya lg ngegodain dgn gengsi dan pemaksaannya.

      • wahhh,,, lepiX onn lagi mogok ya,,,,

        ni,,,, lempar lepi,,,, banyak yg nganggur nih,,,, ^___^v

        gmana ya,,, lo eunkyo ma bang ciwon,,, #di lempar bininya ciwon#

        tapi aku mau lihat sberapa besar sih rasa sygX bang tukie ma kyo #Hmmmpegangdagusambilmanggut2#…

      • wah wah wah jgn salah…
        kisah cintaku dengan teuki tak tertandingi… *plak*
        love story let’s make a history..
        sejarah kisah cinta kita..
        menguasai bumi.. mengalahkan semua yang paling terindah..

  13. Baru baca ini setelah menyelesaikan banyak tugas dan makasih banget membuat mood ok ok hahaha
    Seperti biasa TeuKyo are my favorite kkkkk~
    Apa itu pura2 jadi tuangan didepan siwon, apa yang kau pikirkan kyoah~? hahaha

  14. A bit Confussed . . .😀
    may be karna awal cerita x ea. . . .
    Truz cast’nya bnyak ga Kya MLT meski cast’nya banyak tp ceritanya lebih ke kisah cinta between teukyo & minhoreina couple jd ga trlalu ribet :p
    but all over i like ur fanfic eon :p

  15. Sayaaaannggg….
    Maaf sebelumnya aku belum pernah baca karyamu yang satu ini..
    2minggu dimulai dari sekarang aku libur, jadi aku mau ngubekngubek blogmu lagi..hahaha
    tadi aku udah baca power of love kyuhee.
    Nah, sekarang tinggal CL.
    Kesimpulanny setelah baca ini..aku ga mau tau, pokoknya mesti cepet ending !
    Ini bagus bgt yeobo, sumpah jujur aku !
    Humornya ada *tunjuk kucing anying*.
    Dan yang paling penting itu faktor keyadongan.
    Huwow, jungsoo opppppaaaaa…..ai lope yuuu…aku suka ke mesumanMuuu…hahahaha

    yeobo, siwon nge pas bgt sih !
    Yeobo Tau ga kenapa aku ga punya bias tetap disuju?
    Pelaku utamanya itu kamu !
    Kamu bisa bgt ngebungkus suju jadi bagus disemua ff buatanmu..ngebuat aku bimbang dalam menentukan pilihan !! Hahaha
    aku cinta dari jungsoo s/d kyuhyun !

    Eh, aku mau terbang ke part 2 ya..dadaaaahhhhh

    • ya oloh, hei… km lempar batu sembunyi tangan, enak aja gara2 aku km g setia…
      aku g prnh ngajarin km selingku Yeobo……!!
      enak aja, ini satu part lagi tamat…
      hehehehehehe, tapi mgkn nanti ada sequelnya…. udah sana lanjut bacanya…

  16. Onnie….aq br smpet bc ff nie…
    Pengen bgt bc next part’a…tp bsok uas…eotteoke..??
    Seru cerita’a eon…teukie oppa sma eunkyo bkin gemes…haha..

  17. Yaaa allah eonni nie cast’a bnyak amir yaaa ampe puyeng bca’a…ckckckck
    tp ttp menarik crita’a eonni!!
    D’sni cinta pd pndangan prtama smua nih kya’a,
    ad cinta sgi tiga ap sgi empat tuh?! *aah molla*
    Oh migot eonni hri nie sya bca 2 ff s’kaligus dan dua2’a suamiKYU brperan sbgai asiten’a Choi siwon, yaampyun kyu sayang malang s’X nasibmu yeobo!!
    #plaaakk

    yaud deh sya mao lanjut bca dlu aaahh eonni ^^

  18. setiap baca FF eonni yang banyak cast nya plus ide pokok setiap couple, pasti langsung ska sama pasangan teukyo, ide ceritanya dari pasangan teukyo selalu mempunyai seins (bener gak tulisannya gini ?kekekek :D) tersendiri waktu aq bacanya
    overall semua couple pasti mempunyai cerita yg unik2, baiklah lanjuuutt dulu aah bacanya😀

  19. crta.a agk rumit ni..

    siwon suka eun kyo tp nanhee suka siwon, kyu suka nanhee, sungmin-jina-hae jg ga kalah ribet#pusing

    tp knp eun kyo, brskp sprt itu k teuki?

  20. Annyeong eonni..
    Bru bca judul ini..
    Penasaran ma jln critanya eonni,, kyaknya rumit..
    1 org bnyk yg suka,, penasaran akhirnya, siapa yg muncul sbg pasangan..hehe
    Tp krn bnyk tokoh/ psngan jd suka bingung..

  21. sifat nanhee disini beda bgt ea ama di our life -_-
    eh tp waktu sama ‘the geng'(?) sptny sama aja kkk
    key oppa mbuka salon aja xD enakan eonni dpt nyalon gratis kkk
    eon jujur aq bingung dg cinta segitiga(?) segiempat(?) ato malah lingkaran(?) ini….sama kayag MLT par1 aq kira Reina ama teuki oppa / ada cinta segi3 antara kakak adik itu kkk

  22. annyeong onnie!
    Q blik lg nie!
    tdx bis bc MLT q bingung mw bc yg mn lg!
    tp ahrx q mtusin bwt bc CL dl!
    ide crtx menarik,castx bxk bingung mw smw castx sling b’hub satu sm lain!
    bxk bgt cinta segi3nya!jd bcx hrus konsen penuh biar g bingung!
    overall,q plng sk m TeuKyo m MinNa!
    tetep gt yah,msh tbawa MLT onn!hehe
    yasud.,q lnjt dl bcx!

  23. Setelah skian lama aku tau blog ini, aku baru tau ada ff ini.
    aku suka jalan ceritanya, smua saling terhubung.
    aku pikir, kim kibum suju yg maen. seinget aku kalo di 2060 karya Hyena eonnie, kim kibum nya bukan key.
    tapi ternyata aku salah. abis aku pikir, kenapa TeuKyo slalu ada hubungan nya ama kibum.
    eh, jangan2 yg di let this day yg jadi ade nya eunkyo eonnie itu key yah?

  24. ommo..
    ff ini bner” y smua cast d’terjunkan d’ff ini..

    aq smpe gx hapal kisah mreka krna trlalu bnyak cast’a..
    tpii bagus ko oenn..

    oh y itu knpa lgi jungsoo oppa tba” blg kya gtu..

  25. ksh cnt teukyo,minna,jinhae,ama kyuhee jadi satu, kasian siwon, umin klo key kyk’a sdh biasa jd yg ketiga hahaha sdh q duga klo yeoja yg siwon cari pasti eunkyo eonni, cie eonni ngehindar dri siwon biar bsa pegang’ teuki hehehe lngsung manggil yeobo pula co cwit lah,

  26. ceritanya complicated..tapi seruu..donghae suka ma siapa nii jadinya jina,,or raena..mmm eunkyoo disukai 2 malaikat ganteng..huaaa,,,siwon dan teuki ..mm kira2 eunkyoo pilih siapa ya??

  27. ommo..
    jina n dong hae d’jodohin..
    trus gmna sma sungmin oppa..
    lgi jina juga gx bilang klo dy udh punya pacar, mlah diem ajj..

    wah wah wah kya’a ad cinta segi berapa gtu d’antara para sahabat masing”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s