Power of Love (Kyuhee Couple)

Standar

Sekeras apapun kau menghindarinya

Tetap tidak akan bisa lari darinya

Kekuatan cinta

Alami mengakar dalam ragamu

Nanhee’s POV

Aku masih menunggunya pulang. Cho Kyuhyun, terulang lagi, kau selalu terlambat untuk pulang. Aku selalu makan malam sendirian, sebenarnya apa yang kau kerjakan hingga selarut ini? Aku tidak mengerti jalan pikiranmu. Tidak membiarkanku keluar malam, apalagi tanpa seseorang yang menemaniku. Dia terlalu overprotected tapi dia juga mengacuhkanku. Sebenarnya apa yang kau rasakan terhadapku? Mencintaiku? Mencintaiku tapi kau mengabaikanku.

Alasan pekerjaan. Selalu itu yang kau jadikan tameng untuk melindungi semua sikapmu padaku. Kau bahkan menyuruhku berhenti bekerja dan selalu ada di rumah jika kau pulang. Tapi kenyataannya kau jarang pulang, jadi untuk apa aku menunggumu?

Ck! Kebodohan ini masih saja betah bersemayam dalam jiwaku. Sudah berapa lama kita menikah? 3 tahun? Tapi semakin lama aku semakin tidak mengenalmu. Kau berubah, tidak sehangat dulu, meskipun dulu kau memang dingin. Tapi dulu kau tidak pernah mengabaikanku seperti ini. Aku benci keadaan seperti ini.

“Yeoboseyo?” aku meraih ponselku dan menekan tombol yang tertera namamu. Tapi hasilnya? Tersambung dengan mailbox. Selalu seperti ini setiap hari.

“Yeobo, kau pulang hari ini? Jika kau sudah menerima pesanku, tolong hubungi aku.”

Aku memandang semua hidangan yang sudah aku siapkan dan tertata rapi di meja. Aku menghela nafas, ini adalah hari ulang tahun perkawinan kita yang ketiga, dan kau melupakannya Tuan Cho Kyuhyun. Terkadang aku merasa bosan dengan kehidupan perkawinan ini. Tidak ada gunanya aku baginya, aku merasa hanya sebagai pajangan baginya. Pajanganpun pun lebih baik dariku, sang pemilik akan bangga memperlihatnya pada orang lain, tapi aku? Tidak boleh seorangpun yang boleh melihatku. Aku benci dengan keadaan ini, tapi aku sangat mencintainya.

Kumasukkan semua makanan yang ada dimeja ke dalam lemari es. Jika dia pulang akan kupanaskan, itupun jika dia pulang, tapi jika tidak semua makanan ini akan berakhir di tong sampah. Lalu aku beranjak ke sofa dan merebahkan tubuhku.

Tanpa terasa aku tertidur. Aku terbangun setelah mendengar bunyi bel yang berbunyi. Aku segera beranjak ke depan pintu dan melihat di layar intercom siap yang ada diluar. Kyuhyun tidak mengijinkanku memasukkan sembarang orang ke rumah. Aku melihat yang ada di layar itu adalah Kyu. Aku segera membukanya.

“Aku kira kau tidak akan pulang.” Aku meninggalkannya yang sedang melepas sepatunya. Dia hanya diam. Wajahnya terlihat kusut.

“Kau sudah makan?” tanyaku sambil menoleh padanya.

“Sudah, aku sudah makan.” Dia melonggarkan dasi yang terpasang di lehernya.

“Wae? Ada masalah?” aku bertanya padanya. Dia hanya diam, lalu menghela nafas berat.

“Hanya kasus yang belum selesai.”

“Kasus? Kasus apa?” tanyaku.

“Bukan urusanmu, kau hanya perlu mengurus rumah, tidak perlu mencampuri urusanku.” Jawabnya ketus.

“Aku kan hanya bertanya.” Aku meninggalkannya ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan keras, aku ingin dia tau bahwa aku marah. Sikapnya selalu saja seperti itu jika pulang bekerja. Jika ada masalah apa salahnya berbagi denganku? Itu kan gunanya sebuah perkawinan? Menyatukan dua orang menjadi satu. Jika dia punya masalah, seharusnya dia berbagi denganku, jangan menyimpannya sendirian dan menjadikanku sebuah pelampiasan dari masalahnya yang tidak terselesaikan. Aku bukan boneka Cho Kyuhyun, yang tidak punya perasaan kau jadikan pelampiasan.

Kyuhyun’s POV

Aku baru saja menyelesaikan acara makan malamku bersama Joo Ra. Dia adalah umpanku kali ini. Aku bekerja sebagai anggota polisi bagian Narkotika dan obat bius. Joo Ra adalah anak dari seorang Bandar besar di Korea. Aku mendekatinya untuk masuk dalam jaringan besar itu sebagai mata-mata. Sudah satu tahun aku mengincarnya. Sudah banyak yang aku korbankan demi kasus ini. Bahkan aku mengorbankan Nanhee untuk ini. Mengurungnya di rumah dan tidak membiarkannya pergi sendirian. Aku tidak bermaksud untuk menyakitinya, aku hanya ingin melindunginya. Tapi aku tau dia sangat tersiksa dengan keadaan ini. Yeobo.. bertahanlah sedikit lagi. Semua pasti berakhir bahagia.

Setelah acara makan malam selesai, aku kembali ke kantor dan menyelesaikan semua pekerjaanku serta mengumpulkan berkas pengintaian dari rekanku. Aku yakin kali ini kami pasti berhasil. Jika kasus ini berhasil, aku akan dipromosikan menjadi kepala bagian, jadi aku tidak perlu lagi bekerja di lapangan, hanya menunggu hasil kerja dari anak buahku. Itu berarti akan ada lebih banyak waktu bersama Nanhee.

Suara dering ponselku berbunyi. Tertera nama ‘Nanhee’ dilayarnya. Aku membiarkannya, jika aku mengangkatnya, dia pasti akan menyuruhku pulang. Pekerjaanku masih tanggung, ada beberapa bukti tentang transaksi yang akan terjadi seminggu lagi di pelabuhan Mokpo. Aku harus menyusun strategi untuk mengajak Joo Ra kesana mengikuti Appanya.

“Yeobo, kau pulang hari ini? Jika kau sudah menerima pesanku, tolong hubungi aku.”

Pesan dari Nanhee. Aku terdiam mendengarnya, aku sangat merindukan suaranya. Sudah dua hari aku tidak pulang karena harus menemani Joo Ra liburan di Pulau Jeju. Mianhae Yeobo~ya.. aku tidak bermaksud mengkhianatimu. Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak berdaya dengan diriku sendiri.

“Yeoboseyo?” aku mengambil ponselku dan menghubungi Joo Ra.

“Honey.. waeyo? Meneleponku malam-malam begini? Apa masih kurang waktu bersamaku?” suara manjanya menggema di telingaku, terkadang aku malas meladeninya, tapi aku harus professional dengan pekerjaanku.

“Jagiya… aku merindukanmu, bagaimana kalau kita minggu depan berlibur ke Mokpo? Memancing dan membakar ikan bersama di pantai. Eotte?” tanyaku padanya.

“Kyaaa, benarkah? So swet.. minggu depan? Eeemmmm, baiklah, kita ikut Appa saja, dia juga ada urusan di Mokpo minggu depan.” Jawabnya antusias.

Binggo! Memang itu yang aku harapkan. Kau pintar sekali Gadis Manis.

“Jinjjayo?” jawabku pura-pura terkejut.

“Oh, sekalian akan kuperkenalkan kau pada Appa.” Jawabnya senang.

“Baiklah, kalau begitu sampai jumpa minggu depan.” Aku mengakhiri sambungan.

Aku pulang dengan perasaan yang lega, celah mulai terbuka, itu berarti memudahkanku untuk bertindak. Aku memarkir mobil di parkiran apartemenku. Tapi aku merasa ada sesuatu yang janggal. Sepertinya ada yang mengikutiku. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh sudut. Tidak ada siapapun. Mungkin hanya perasaanku saja. Aku terus berjalan menuju apartemenku.

Aku memencet bel, lama baru ada jawaban, aku mulai kesal. Dimana kau Nanhee~ah? Jangan katakan kau sedang keluar, aku benci jika kau keluar. Aku memencetnya beberapa kali. Terdengar suara pintu dibuka. Untunglah dia ada di rumah, aku mengkhawatirkannya.

“Aku kira kau tidak akan pulang.” Dia berkata sinis padaku saat aku melepaskan sepatuku. Hufh, aku tau dia marah, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ini resiko pekerjaanku. Aku juga tidak ingin seperti ini.

“Kau sudah makan?” tanyanya sambil menoleh padaku.

“Sudah, aku sudah makan.” Aku melonggarkan dasi yang menjerat leherku, berharap masalah yang kuhadapi di kantor dan dirumah juga akan mengendur.

“Wae? Ada masalah?” mukanya terlihat khawatir, aku tidak bisa menjawab, aku tidak ingin dia mngetahui pekerjaanku, ini membahayakan. Aku menghela nafasku.

“Hanya kasus yang belum selesai.”

“Kasus? Kasus apa?”

“Bukan urusanmu, kau hanya perlu mengurus rumah, tidak perlu mencampuri urusanku.” Jawabku ketus. Aku tidak suka dia mengorek tentang pekerjaanku.

“Aku kan hanya bertanya.” Jawabnya lirih padaku. Matanya sayu memandangku.

Ada perasaan bersalah jika melihatnya saperti itu. demi Tuhan aku tidak bermaksud menyakitinya. Ini hanya resiko dari sebuah profesionalitas. Ingin rasanya aku memeluknya dan mengatakan padanya aku sangat mencintainya. Tapi berbagai masalah dalam otakku mengurungkan niatku untuk melakukannya. Dia membanting pintu, aku tidur di luar lagi malam ini. Ya Tuhan, sampai kapan aku harus menjalani semua ini? Aku ingin semua ini berakhir. Aku sudah terlalu banyak melukainya dan mengorbankan perasaannya.

Aku membuka lemari es dan terpaku melihat isi lemari es itu. Ada sebuah kue tart kecil dengan tulisan ‘Happy Anniversary’ juga lilin angka 3 menancap disana. Ada banyak berbagai makanan di sekitarnya tapi mataku hanya terpaku pada tart itu. Ya Tuhan, mengapa aku bisa sebodoh ini? Melupakan hari ulang tahun perkawinanku sendiri! Cho Kyuhyun bodoh!

Aku mengeluarkan semua isi lemari es dan memanaskannya dalam oven. Dia pasti lelah menyiapkan ini sendirian. Dan hasil kerja kerasnya tidak aku hargai sama sekali. Aku memakan semua makanannya tanpa sisa. Meskipun kenyang aku harus menghabiskannya. Lee Nanhee, mianhada…

Setelah selesai menghabiskan makanan yang ada di lemari es, aku membuka perlahan pintu kamarku dan mendapatinya sudah tertidur pulas. Aku mendekatinya dan perlahan naik keatas tempat tidur dan berbaring disampingnya. Aku memandangi wajahnya, wajah yang selama 3 tahun ini menghiasi hariku. Masih ingat pertama kali bertemu dengannya saat aku dalam penyamaran, dia mengira aku adalah anak seorang pengusaha yang sedang berlibur. Jika mengingat itu aku sering tersenyum. Pikirannya yang polos yang membuatku jatuh cinta. Aku mengecup dahinya.

“Cho Nanhee, saranghae, tidak akan ada wanita yang bisa menggantikan posisimu dihatiku, percayalah.”

Siwon’s POV

Aku mengikuti Kyuhyun dari restoran tempat dia makan. Dia sedang bersama seorang gadis, entah siapa, kekasihnya? Sepertinya iya. Aku mengikutinya sampai di kantornya, lama sekali dia baru keluar. Aku sampai mengantuk, aku menyetel radio untuk mengusir bosan.

Cho Kyuhyun, anggota polisi yang dulu menghancurkan keluargaku. Keluargaku memang bukan keluarga baik-baik. Ayahku adalah seorang Bandar obat bius. Dan mati ditangannya, tidak hanya itu dia memanfaatkan tunanganku untuk masuk dalam jaringan Ayahku. Hasilnya? Saat tunanganku ingin melarikan diri saat penangkapan, dia menembaknya. Dor! Semuanya meninggalkanku, kecuali dendam yang terus setia mengakar di dadaku.

Setelah beberapa jam aku menunggu, akhirnya dia keluar juga. Aku mengikutinya dari belakang, tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh. Dia berhenti di sebuah apartemen mewah di kawasan kota Seoul. Dia memarkir mobilnya aku terus mengikutinya. Saat dia menoleh padaku aku bersembunyi di salah satu tiang besar penyangga bangunan kokoh itu. Sepertinya dia menyadari ada yang mengikutinya.

Aku terus mengikutinya, sampai pada sebuah pintu apartemen, dia memencet bel, aku bersembunyi di sebuah persimpangan lorong sambil mengamatinya. Seseorang membuka pintu untuknya. Seorang wanita, wanita? Lalu siapa yang sedang makan malam bersamanya beberapa saat lalu? Umpannya lagi? Kau memang licik Cho Kyuhyun! Menggunakan pesonamu untuk menjalankan aksimu.

Hanya beberapa detik aku melihat wanita itu, dia langsung menutup pintu. Sepertinya dia sangat melindungi wanita ini. Aku tidak pernah melihatnya bersama wanita itu. Aku beranjak pergi dari apartemen ini. Tapi sebelumnya aku menyinggahi resepsionis yang berdiri di depan meja.

“Permisi, siapa pemilik apartemen nomor 9 di lantai 10?” tanyaku ramah pada resepsionis itu.

“Ah, itu, Tuan Cho bersama istrinya.” Jawabnya ramah.

“Ah, ye, terima kasih.” Aku berlalu sambil tersenyum manis. Cho Kyuhyun, akhirnya aku menemukan kelemahanmu. Tidak ada rotan akarpun jadi, tidak bisa menghabisimu, tapi aku akan menghabisi sesuatu yang sangat berharga darimu.

Aku pulang ke rumah, kawasan kumuh disudut kota Seoul. Semua ini gara-gara kau Cho Kyuhyun! Aku penancapka npisau pada gambar yang menempel di dinding kamar kerjaku, semuanya penuh dengan foto Cho Kyuhyun berbagai posisi. Aku memikirkan rencana licik dalam otakku sebelum aku memejamkan mataku.

Nanhee’s POV

Aku terbangun dari tidurku. Beranjak dari tempat tidur dan meluruskan badanku. Rasanya kepalaku berat sekali. Aku keluar dari kamar dan tidak mendapatinya lagi. Aku sudah biasa ditinggalkannya seperti ini, tapi kali ini rasanya sangat menyakitkan. Aku merasa tidak dianggap sama sekali.

Aku berjalan menuju dapur dan membuka lemari es untuk mengambil minuman. Aku terperangah melihat isi lemari es yang kosong melompong. Ada sebuah kertas kecil di dalamnya.

‘Kuenya sangat enak..

Makanannya juga sangat lezat.

Aku menghabiskan semuanya.

Happy Anniversary Nae Jagiya’

Your Love

Cho Kyuhyun

Aku terpaku di depan lemari es. Membaca berulang kali pesan yang ditinggalkan Kyuhyun untukku. Tanpa terasa airmataku membanjiri pipiku. Perlahan tangisanku mulai mengeras dan aku tidak tahan lagi untuk membendungnnya.

“Dasar bodoh! Lee Nanhee bodoh! Hanya dengan pesan kecil seperti ini kau bisa tersentuh? Eoh?! Dia mengacuhkanmu beberapa hari, tapi hanya dengan sebuah kertas kecil ini kau melupakan semua kemarahanmu?! Lee Nanhee! Kau adalah wanita paling bodoh di dunia!” Aku menepuk-nepuk dadaku sendiri sambil terduduk di depan lemari es.

Setelah sarapan yang aku buat sendiri dan makan sendiri, aku mengambil semua pakaian kotor dan mencucinya. Sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci, aku memeriksa semua saku barang kali ada sesuatu yang tidak boleh dicuci. Saat aku meraba saku celana Kyuhyun, aku mendapati sebuah cincin, aku mengamati cincin itu. sepertinya dia tidak pernah memakai cincin ini, mengapa cincin ada di dalam saku celananya? Apa ini adalah hadiah ulang tahun pernikahan? Aku tersenyum melihatnya. Setelah mengamatinya dengan seksama, eh? Ada sebuah nama tertera di balik cincin itu. ‘Park Joo Ra’.

Rasanya sebuah palu besar menghantam diriku saat aku melihat tulisan yang ada dicincin itu, apa maksudnya semua ini? Apa dia berselingkuh dariku? Cho Kyuhyun, jadi ini alasannya kau jarang pulang? Kau manusia tidak berperasaan. Airmataku kembali menyeruak disudut mataku. Kau mengkhianatiku Kyuhyun~ah.

Ya Tuhan… Apa yang harus aku lakukan? Meninggalkannya? Atau tetap berada disisinya tapi tersiksa seperti ini? Jika harus meninggalkannya rasanya tidak mungkin, itu sama saja membunuhku. Tapi jika tetap berada disisinya juga tetap akan membunuhku secara perlahan.

Kyuhyun’s POV

Lagi-lagi harus menemaninya makan dan berbelanja barang-barang yang tidak penting. Aku mulai jenuh dengan semua rutinitas ini. Sikap manjanya, keras kepalanya dan semaunya sendiri, semuanya membuatku muak. Aku sudah jengah berada di dekatnya. Aku merindukan Nanhee, senyumnya, tawanya, marahnya, semuanya. Aku merindukan semua yang ada dalam dirinya. Perasaan ini begitu menyiksa. Peran ini terasa sangat berat aku jalani, tidak seperti sebelumnya.

“Honey, bagaimana kelihatannya?” dia mencoba beberapa pasang pakaian.

“Bagus.” Jawabku malas. Dia kembali masuk untuk mencoba yang lainnya.

“Kalau yang ini?”

“Lumayan.” Aku sangat bosan. Ingin rasanya aku berlari dari sini.

“Aku ambil semuanya.” Dia menyerahkan semua pakaian yang dicobanya. Hufh, aku ingin semua ini cepat berakhir.

“Kita ke toko sepatu.” Ucapnya manja sambil bergelayut di lenganku. Aku berjalan gontai menjajari langkahnya.

“Honey, kau bosan?”

“Ah, oh, ani, ayo kita ke toko sepatu.” Aku menarik tangannya dan berpura-pura senang.

***

“Jagi, bagaimana kalau aku ikut dalam transaksi Appamu?” aku memberanikan diri untuk memintanya untuk bergabung dalam jaringan ayahnya. Dia menatapku bingung.

“Aku ingin belajar.” Jawabku santai.

“Nanti aku piker-pikir.” Jawabnya ragu.

“Kau lapar?” tanyaku padanya sambil membelai wajahnya. Dia mengangguk.

“Kita makan di tempat biasa.” Jawabnya manja.

Siwon’s POV

Aku kembali mengawasi gerak-gerik Cho Kyuhyun. Hari ini dia menemani targetnya berbelanja. Memang sangat pintar otaknya, dia menggunakan seluruh pesonanya untuk memikat anak pengedar narkoba terbesar itu lalu setelah dekat, dia akan meringkusnya, trik yang sama yang dia lakukan padaku. Hanya saja tunanganku adalah orang kepercayaan Appa, oleh karena itu dia mengadu dombaku dengan tunanganku.

Aku memotret seluruh kegiatannya. Berbelanja dan makan. Semuanya tidak lepas dari jepretan kameraku. Setelah aku rasa cukup untuk hari ini, aku mencoba mendekat pada pasangan ini.

“Honey, besok temani aku membeli perhiasan di toko Jewel di Myeongdeong, hem?”

“Hem, terserah kau saja.” Jawab Kyuhyun malas. Cho Kyuhyun, aku tau kau mulai jenuh dengannya, tapi kau tidak bisa berbuat apa-apa. Dan aku akan membuatku semakin tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku mencuci semua foto itu sendiri di ruangan gelap dalam rumahku. Aku akan mengirimnya pada istrinya. Kita lihat bagaimana reaksi istri tercintamu Cho Kyuhyun.

***

Aku meletakkan sebuah amplop besar yang berisi semua kegiatan Kyuhyun bersama wanita yang dikencaninya semalam. Tidak lupa aku meninggalkan pesan di dalamnya.

“Nyonya Cho, bereaksilah demi aku, ini akan semakin seru.”

Nanhee’s POV

Aku melihat sebuah amplop besar tergeletak di depan pintu apartemen. Aku memungutnya. Tanpa pengirim hanya ada tulisan yang ditujukan untukku. Aku membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Aku terperangah melihat semua isinya. Isinya adalah foto tentang kegiatan Kyuhyun. Kegiatannya bersama seorang wanita yang tidak aku kenal. Ini bukan rekan kerjanya, jika ini adalah rekan kerja tidak mungkin semesra ini.

“Cho Kyuhyun.” Aku berkata lirih disela isak tangisku.

Ada pesan di dalamnya.

‘Jika ingin melihatnya secara langsung datanglah ke toko Jewel di daerah Myeongdeong’

Apa maksudnya semua ini? Rasanya tidak ingin mempercayai semua ini, tapi semua bukti mengarah pada perselingkuhan Kyuhyun. Aku langsung menyambar jaket yang tergantung dikamar. Bergegas keluar apartemen menuju tempat yang dimaksud.

‘Kau tidak boleh keluar apartemen tanpa ada yang menemanimu.’

Pesan Kyuhyun terngiang di telingaku. Persetan dengan Kyuhyun, yang aku inginkan sekarang adalah memastikan isi pesan tersebut. Kau melarangku untuk pergi dari apartemen? Hah! Pantas saja, agar kau bisa mengatur jadwalmu dangan wanita lain tanpa takut diketahui olehku!

Aku menghentikan taksi yang melintas di depanku. Lalu menyuruhnya secepatnya untuk mengantarku ke toko Jewel di daerah Myeongdeong. Setelah sampai aku langsung masuk ke dalam toko tersebut. Dan benar saja, Kyuhyun memang sedang bersama wanita yang ada dalam foto itu. aku menatap tajam padanya.

“Kyuhyun.” Aku berkata lirih. Dia terlihat sangat terkejut dengan kehadiranku. Wanita itu juga tidak kalah terkejut.

“Honey, kau mengenalnya?” tanya wanita itu pada Kyuhyun.

“Ah, ye, dia temanku saat kuliah.” Jawab Kyuhyun. Teman kuliah? Dia tidak memperkenalkanku sebagai istrinya.

“Ah, kenalkan, aku Park Joo Ra, kekasih Kyuhyun.” Dia mengulurkan tangannya padaku. Aku menyambutnya.

“Lee Nanhee.” Jawabku.

“Kau kesini mau membeli cincin juga?” tanyanya.

“Ah, iya.” Aku menatap Kyuhyun lalu mataku beralih ke jejeran cincin yang terpajang di etalase.

“Aku pesan yang ini.” Pintaku pada pelayan toko.

“Tapi aku ingin berlian yang lebih kecil.” Sambungku.

“Ah, seminggu lagi Anda boleh mengambilnya. Silakan dicoba terlebih dahulu.” Aku memasang cincin itu. Setelah menentukan ukurannya aku segera berlalu dari hadapan kedua makhluk menjijikkan ini.

Aku berjalan bercucuran airmata. Hufh, tak tahan aku membendungnya lagi. Kubiarkan airmataku mengalir deras di pipiku. Tak kupedulikan tatapan orang yang menatap bingung padaku. Aku terus berjalan.

Siwon’s POV

Rencanaku berhasil, aku tidak akan memasang ranjau kali ini. Aku akan melempar bom padanya, yang saat aku lempar maka semuanya tidak akan luput. Aku mengikuti wanita itu, dia berjalan sepertinya tidak melihat arah, aku terus mengikutinya hingga dia jauh berjalan. Aku semakin mendekatinya, menggandeng tangannya dan mengarahkan pistol dari sakuku. Wajahnya bingung dan ingin berteriak.

“Jangan berteriak, ikuti saja perintahku.” Ancamku padanya. Aku membawanya ke dalam mobil dan menutup matanya. Kubawa dia ke kediaman kumuhku. Aku rasa Kyuhyun tidak akan menyangka aku menyekapnya disini.

“Masuk.” Aku menyeret tangannya. Dia memberontak namun tenagaku lebih kuat. Aku mendorongnya ke dalam kamar dan menguncinya. Aku ingin bermain-main sebentar dengan ketakutan istrimu Cho Kyuhyun.

***

Sudah beberapa hari dia tinggal di tempatku. Kerjanya hanya menangis dan menangis tidak mau makan juga tidak mau bicara. Aku menyiapkan makanan untuknya seperti biasa. Aku mengetuk pintu kamarnya, tidak ada jawaban. Aku membukanya. Betapa terkejutnya aku saat membuka pintu. Aku mendapatinya melukai dirinya sendiri. Dia mencoba memotong urat nadinya sendiri. Dasar gadis bodoh!

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” aku merebut pisau yang masih ada ditangannya, lalu membuangnya. Darimana dia mendapatkan pisau itu? Shit! Aku lupa mengambilnya saat mengupas buah untuknya. Aku mengangkat tubuhnya ke atas tempat tidur lalu menelepon seorang Dokter yang dulunya menjadi dokter keluargaku.

Tak berapa lama dokter Shin datang.

“Bagaimana keadaannya?” tanyaku khawatir.

“Dia baik-baik saja. Lukanya tidak terlalu dalam. Dia hanya harus istirahat dan jangan biarkan dia tertekan. Ngomong-ngomong, siapa dia? Kekasihmu?” tanya dokter Shin padaku. Aku jadi bingung, kekasih?

“Ah, bukan dia hanya temanku.”

“Baiklah, siapapun dia, jangan biarkan dia tertekan. Aku pergi dulu.” jawab dokter Shin sambil berpamitan padaku.

Aku memasuki kamar tempat wanita ini terbaring lemah. Matanya tertutup masih tak sadarkan diri. aku meraih tasnya, kukeluarkan seluruh isinya. Mataku tertuju pada dompetnya. Aku membukanya, ada fotonya bersama Kyuhyun sedang tertawa, dia sangat cantik tapi aku sangat membenci lelaki yang sedang memeluknya di dalalm  foto. Aku juga mengambil kartu tanda pengenalnya. Lee Nanhee. Jadi dia bernama Lee Nanhee?

Aku memandang wajahnya yang masih tak sadarkan diri. Kupandangi lekat-lekat wajahnya. Sangat cantik, pantas saja Kyuhyun sangat menjaganya. Tidak membiarkannya dilihat oleh siapapun, selain karena alasan keamanan, wanita ini berpotensi besar dilirik oleh lelaki lain. Aku mengusap pippinya yang lembut, menyusuri lekuk wajahnya yang sempurna. Cho Kyuhyun, kau bodoh sekali jika menyia-nyiakannya. Aku akan mengambilnya darimu.

Kyuhyun’s POV

Sudah beberapa hari aku meninggalkannya. Akhirnya kasus ini selesai juga, aku berhasil meringkus Park Jin Su beserta barang bukti. Aku merasa sangat puas dengan hasil kerjaku. Tapi aku meninggalkan Nanhee dengan sebuah kesalah pahaman. Aku ingin cepat pulang dan memeluk tubuhnya, namun sebelumnya akan menjelaskan padanya tentang kejadian semalam terlebih dahulu.

Aku mengemudikan mobilku dengan cepat dari Mokpo ke Seoul. Membawa perasaan gembira dan sebuah kejutan untuknya. Aku tidak berhenti tersenyum sepanjang jalan. Saat melintas di toko bunga, aku membelinya untuk Nanhee. Tidak ada yang aku inginkan lagi di dunia selain bertemu dengannya, meminta maaf dan melihatnya bahagia.

Aku sudah sampai di depan apartemenku dan memencet belnya. Kebiasaan, Nanhee selalu lambat membukakan pintu. Aku memencetnya kembali. Kenapa dia lama sekali membuka pintu? Ini sudah 15 menit aku berdiri di depan. Aku menghubunginya, ponselnya tidak aktif, menghubungi telepon rumah, juga tidak di angkat. Naluriku mengatakan ada yang tidak beres. Aku membuka kenop pintu, tidak dikunci, jadi untuk apa aku dari tadi menunggunya disini?

“Yeobo..” aku memanggilnya. Tidak ada jawaban. Aku memasuki kamar, mungkin saja dia ada di kamar. Tapi tidak ada. Aku membuka kamar mandi, dia biasa bersembunyi di kamar mandi jika sedang kesal padaku. Tidak ada.

Aku kembali ke ruang tamu. Aku melihat beberapa lembar foto. Fotoku bersama Joo Ra. Jadi dia sudah mngetahui aku dan Joo Ra sebelum bertemu denganku di toko perhiasan itu? aku terduduk lunglai. Nanhee~ah, ini salah paham. Demi Tuhan ini salah paham. Aku sangat mencintaimu, tidak akan ada yang bisa menggantikanmu dalam hidupku, tidak akan ada karena aku tidak ingin ada yang menggantikanmu.

Nanhee’s POV

Aku perlahan membuka mataku. Kepalaku rasanya berat, serta ada rasa perih di pergelangan tanganku. Aku merintih tertahan.

“Kau sudah sadar?” suara lelaki mengejutkanku. Aku ketakutan. Aku memeluk bantal yang ada disampingku.

“Jangan takut, aku tidak akan melukaimu.” Jawabnya. Tubuhnya kekarnya membuat aku bergidik. Aku tidak ada apa-apanya jika melawannya. Dia mendekatiku, aku merapatkan tubuhku ke dinding. Dia semakin mendekat, lalu menarik tanganku.

“Aahh!” rasanya sakit saat dia menarik tanganku.

“Mendekat jika tidak ingin sakit.” Jawabnya dingin. Aku mendekat padanya. Dia melepas perban yang membalut lukaku. Lalu menggantinya dengan telaten. Aku memperhatikannya dengan seksama. Jika dia tidak bersikap ramah mungkin akan terlihat tampan.

“Aku tidak ingin kau mengulanginya lagi. Apapun masalahmu, bunuh diri adalah penyelesaian yang konyol!” matanya menatap tajam padaku. Aku tak mampu mengalihkan pandangan darinya. Dia beranjak dari kamarku. Aku masih terdiam.

Dia kembali dengan nampan makanan yang diletakkannya diatas meja. Aku memandangnya, memperhatikan setiap gerak-geriknya, dia duduk di dekat jendela yang kacanya tertutup Koran.

“Makanlah.” Dia berkata tanpa menoleh padaku. Setelah beberapa lama terdiam, dia menoleh kearah makanan yang dia siapkan. Dia mendekat dan mengambil makanan itu.

“Buka mulutmu.” Dia menyodorkan sendok yang berisi makanan padaku, aku membuka mulutku. Dia terus menyuapiku sampai habis. Sesekali memberiku minum. Aku hanya terdiam dengan perlakuannnya.

“Aku tau sedikit tentang kisah hidupmu.” Dia menatap wajahku.

“Tidak ada gunanya kau menangisi lelaki yang tidak bertanggung jawab sepertinya.” Dia mengupas apel, lalu menyuapiku.

“Dari mana kau tau?” tanyaku penasaran.

“Jangan tanya darimana aku tau.”

“Kau memata-mataiku?” tanyaku khawatir. Dia tersenyum sinis.

“Untuk apa kau membawaku kesini?” tanyaku.

“Tenang saja, kau akan aman bersamaku, aku tidak akan melukaimu jika kau tidak berusaha melarikan diri.” jawabnya dengan nada dingin.

“Aku mau pergi sebentar, kau jangan kemana-mana, arasseo?” dia menyentuh ujung kepalaku. Aku hanya mengangguk membalas semua perlakuannya.

***

Dia pergi sampai malam, aku bosan disini sendirian. Aku keluar kamar dan berkeliling di dalam rumahnya. Sangat berantakan. Aku mencoba merapikannya sedikit demi sedikit.

Siwon’s POV

Aku pergi untuk membeli bahan makanan yang mulai menipis. Juga membeli beberapa obat-obatan untuk Nanhee. Aku tersenyum mengingat wajah polosnya, sangat mempesona. Choi Siwon, jangan katakan kau mulai menyukainya. Tidak mungkin, tapi rasanya saat berada didekatnya aku merasa tenang. Dendam yang bersemayam di jiwaku seolah menguap begitu saja. Ada angin segar yang berhembus ketika aku menyentuh tubuhnya. Aku jatuh cinta lagi? Dengan istri yang membunuh keluargaku?

Aku membuka pintu rumah setelah selesai membeli keperluanku. Aku mendapatinya sedang membersihkan rumah. Aku melepaskan semua yang aku pegang ditanganku dan berlari menghampirinya.

“Jangan sentuh.” Aku mengejutkannya, sebuah kotak jatuh dari tangannya. Kotak itu berisi semua foto suaminya. Aku memungutnya di lantai.

“Jangan menyentuh apapun tanpa seijinku!” aku berteriak padanya, membuat wajahnya pucat dan ketakutan. Aku baru menyadari aku berkata terlalu keras padanya. Detik berikutnya aku meraih tubuhnya dalam pelukanku.

“Aku hanya ingin membersihkannya.” Jawabnya bergetar. Tersirat ketakutan dari suaranya.

“Mianhae, aku membuatmu takut. Aku hanya tidak ingin kau terluka, kau masih sakit, isitirahat saja.” Aku menatap wajahnya dan tanganku meraih wajahnya, menatapnya lembut sambil tersenyum. Beberapa lama kemudian senyuman tersungging di wajah cantiknya.

“Kau istirahat saja.”

***

Aku membuka kamarnya, mendekatinya yang sedang tertidur pulas. Aku bergerak naik  ke atas ranjang dan berbaring di sampingnya. Aku berbaring menghadap kearahnya, aku membelai wajahnya dan menyibak rambut yang menutupi wajahnya. Begitu cantik, sayang sekali hidupmu harus seperti ini. Telunjukku menyusuri setiap sudut wajahnya, mataku tidak bisa berpaling darinya. Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, mengecup sekilas bibirnya. Dia menggeliat dan melenguh pelan, perlahan membuaka mata indahnya dan menatapku. Aku balas menatapnya, dadaku bergejolak hebat menahan hasrat yang mendorongku untuk menyentuhnya. Aku mendekatkan wajahku lagi perlahan demi perlahan ke wajahnya. Dia tidak menghindar berarti dia mengijinkanku. Aku merapatkan tubuhku padanya, menarik tubuhnya dalam pelukanku. Meraih bibirnya dengan bibirku, melumatnya perlahan. Entah bagaimana caranya kini tubuhku sudah berada diatasnya. Tanganku menyentuh lehernya dan turun ke dadanya, dia terus menggeliat dengan perlakuanku. Aku menciumnya lebih dalam.

“Hentikan.” Dia mendorong tubuhku sekuat tenaga, namun tidak bisa.

“Tolong hentikan.” Setetes airmata mengalir di sudut matanya.

“Wae? Aku tau kau menikmatinya.” Jawabku sambil menatap matanya lembut.

“Ini salah, semua ini salah.”jawabnya terisak.

“Tidak ada yang patut disalahkan dalam cinta.”

“Ini bukan cinta.” Jawabnya tegas.

“Kau jangan membohongi dirimu sendiri.” Aku masih menatap matanya. Dia mengalihkan pandangan. Aku beralih dari tubuhnya.

“Aku memang sedang sakit hati, tapi bukan dengan jalan seperti ini aku membalasnya.” Jawabnya lirih.

Nanhee’s POV

Dia menciumku, dan sialnya aku menikmati semua sentuhanya. Nanhee! Sadarlah, kau sudah punya suami! Aku mengumpulkan segenap kesadaranku untuk menghentikan semua ini.

“Hentikan.” Aku mendorong tubuhnya sekuat tenaga, namun tidak bisa.

“Tolong hentikan.” Air mata mulai menetes dari sudut mataku

“Wae? Aku tau kau menikmatinya.”

“Ini salah, semua ini salah.”

“Tidak ada yang patut disalahkan dalam cinta.”

“Ini bukan cinta.” Jawabku tegas.

“Kau jangan membohongi dirimu sendiri.” Dia menatapku tajam. Aku melihat bayangan Kyuhyun melintas saat dia mulai meraba tubuhku. Perasaan bersalah menyeruak dalam hatiku.

“Aku memang sedang sakit hati, tapi bukan dengan jalan seperti ini aku membalasnya.”

Dia bangkit dari tubuhku.setelah sebelumnya mengecup bibirku. Lagi-lagi tidak ada perlawanan dariku. Mengapa semua ini terjadi? Mengapa aku harus bertemu dengannya dan membuatku berhadapan dengan sebuah persimpangan. Aku bahkan tidak tau asal-usulnya, mengapa dia membawaku kesini, aku tidak tau apa-apa tentangnya. Tapi semua perlakuan dinginnya membuatku tersentuh. Meskipun dia terlihat sangat dingin tapi perlakuannya membuatku hangat.

Dia memakai jas yang tergantung di pintu. Menatapku lama. Aku tidak mengerti arti tatapannya. Tapi sepertinya sangat berbeda. Apa dia marah? Marah? Harusnya aku yang marah padanya, dia menyentuhku tanpa seijinku. Tapi yang paling patut dimarahi adalah diriku sendiri, aku membiarkan diriku larut dengan keadaan ini.

“Aku mau pergi sebentar, jangan keman-mana, ara?!” dia tersenyum manis. Aku mengangguk.

Kyuhyun’s POV

Sudah beberapa hari Nanhee menghilang. Dia pasti marah padaku, tapi seharusnya bukan dengan cara menghilang seperti ini. Aku lebih senang dia memukulku hingga babak belur atau mencaci makiku sampai dia puas ketimbang ditinggalkannya seperti ini. Ini sangat menyakitkan.

Aku menerima sepucuk surat kaleng di meja kerjaku. Aku membuka surat tanpa pengirim itu dan membacanya perlahan.

‘Cho Kyuhyun… bagaimana rasanya terpisah dari istrimu?

Menyakitkan bukan? Itu yang aku rasakan saat aku mengambil seluruh anggota keluargaku

Istrimu ada bersamaku dengan aman

Aku tau kau menyia-nyiakannya selama ini

Sekarang biarkan dia bahagia

Aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi

Asalkan kau melepaskan Nanhee’

Aku melempar surat kaleng itu dengan geram. Sial! Ini pasti perbuatan Siwon! Apa maksudnya melepaskan Nanhee? Dia bersama Nanhee sekarang? Shit! Lihat saja jika kau menyentuhnya seujung jaripun, aku akan membunuhmu!

Aku memencet sebuah nomor orang yang sangat aku benci.

“Kau sangat pintar, sudah tau jika itu surat dariku.” Suaranya terdengar bangga dan angkuh.

“Jangan sentuh istriku.” Jawabku dingin.

“Hahahahahahaha, jangan sentuh istrimu? Aku menyukainya dan berniat merebutnya darimu.”

“Yak! Katakan dimana kau menyembunyikan istriku?” aku melempar vas bunga yang ada di mejaku.

Author’s POV

Sementara Siwon sedang pergi menemui Kyuhyun. Ada beberapa orang mendatangi rumah Siwon. Membukanya secara paksa, dan membawa Nanhee yang sudah tidak sadarkan diri karena obat bius yang dihirupnya.

Orang-orang itu membawanya ke sebuah bangunan tua yang tidak selesai dibangun. Tangan Nanhee di ikat dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Perlahan Nanhee mulai membuka matanya dan sadarkan diri.

“Kau sudah bangun?” tanya seorang wanita lalu meraih wajah Nanhee.

“Kau masih ingat aku?” tanya wanita itu geram.

“Kau.. kau, kau Joo Ra.” Jawab Nanhee lemah.

“Kau pintar sekali Cho Nanhee.” Jawabnya sinis.

“Joo Ra~ya, kenapa aku ada disini, dan kenapa kau membawaku kesini?” tanya Nanhee takut.

“Kenapa aku membawamu kesini? Hahahahahahahahaha. Kau ingin tau kenapa aku membawamu kesini?” Joo Ra mensejajarkan wajhnya di depan Nanhee.

“Suamimu menjebakku, dia mendekatiku untuk meringkus Appaku yang seorang Bandar narkoba. Cih! Menyebalkan sekali! Kau tau? Suamimu sangat mempesona, tapi sayangnya dia hanya memanfaatkanku. Padahal aku sudah sangat mencintainya.”

“Lalu apa hubungannya denganku? Kau sudah mendapatkannya kan?” jawab Nanhee.

“Mendapatkannya? Belum! Belum jika kau masih ada! Dia sangat mencintaimu, dan aku sangat membencimu!” Suara teriakan Joo Ra menggema ke seluruh gedung.

“Aku tidak bisa mendapatkan suamimu, maka dia juga tidak boleh bahagia.”

Siwon’s POV

Aku mengurungkan niatku untuk negosiasi dengan Kyuhyun. Aku melihat beberapa mobil mewah melintas berlawanan arah denganku, mau apa mereka? Mengapa perasaanku tidak enak? Aku ragu-ragu antara meneruskan perjanananku atau kembali kerumah. Setelah lama bergelut dengan pikiranku, aku segera membanting stir dan kembali ke rumah.

Saat kembali ke rumah, aku mendapati rumahku sudah berantakan. Aku berlari ke kamar. Nanhee tidak ada. Aku berlari ke depan seperti orang gila. Bagaimana ini? Kyuhyun sudah menemukannya? Atau orang lain? Jika Kyuhyun yang menemukannya aku hanya bisa pasrah, tapi jika orang lain yang menemukannya?! Aku mendapati sebuah sapu tangan tergeletak di lantai. Aku memungutnya dan menciumnya, aish! Ini obat bius! Tidak mungkin Kyuhyun yang melakukannya. Aku membuka sapu tangan yang terlipat itu. ‘Joo Ra’ tertera nama itu di sapu tangan tersebut.

Aku segera melajukan mobilku menuju tempat persembunyian Joo Ra dan anak buahnya. Pengintaianku terhadap Kyuhyun selama ini menyebabkan aku tau banyak tentang Joo Ra. Aku keluar dari mobil dan segera berlari ke atas.

“Park Joo Ra!” aku memanggil namanya.

“Park Joo Ra, keluar kau!”

Beberapa lama aku mengitari gedung tua ini, akhirnya wanita itu keluar juga. Dia menyeringai padaku.

“Choi Siwon, musuh besar dari Cho Kyuhyun, apa yang membuatmu datang kemari? Eoh?” tanyanya sinis.

“Lepaskan wanita itu, dia tawananku.” Jawabku.

“Lepaskan? Enak saja! Aku susah payah merebutnya darimu.” Jawab Joo Ra angkuh.

“Lepaskan atau kubunuh kau.” Aku mengarahkan pistol kearahnya.

“Membunuhku? Choi Siwon, jangan bermimpi. Hahahahahahaha, kau tidak lihat anak buahku lebih banyak darimu?”

“Bagaimana jika kita bekerjasama saja? Membunuh Cho Kyuhyun? Bagaimana?” tawarnya padaku dengan tatapan licik. Aku berpikir sejenak. Jika aku tidak menerima tawarannya, aku dan Nanhee akan mati konyol disini.

“Baiklah, apa rencanamu?”

***

“Keluarlah kalian. Kalian sudah dikepung!” terdengar suara microfon memperingatkan kami. Semua anak buah Joo Ra kalang kabut. Situasi itu aku manfaatkan untuk menarik Nanhee dan membawanya lari. Aku terus berlari menarik tangannya. Tidak peduli timah panas telah menembus kulitku. Aku melindungi tubuhnya, namun salah satu peluru melesat dari tubuhku dan mengenai lengannya. Dia berteriak kesakitan.

“Teruskan berlari, jangan pedulikan sakitmu.” Aku berbisik ditelinganya. Aku membawanya berlari hingga lantai dasar, dan sudah banyak para polisi berjejer mengepung tempat ini sambil mengarahkan senjata. Aku berhenti Nanhee pun berhenti.

“Saat hitungan ketiga, kau berlari kearah suamimu, aku akan melindungimu. Arasseo?” aku berbisik di telinganya.

“Bagaimana denganmu?” tanyanya khawatir.

“Jangan khawatirkan aku. Berlari saja, hana, dul, set. Lari!” aku mendorong tubuhnya. Lalu aku berbalik melemparkan bidikan pada anak buah Joo Ra yang siap menembak dari atas sana. Sesekali aku menoleh pada Nanhee untuk memastikannya baik-baik saja. Aku tersenyum saat di sudah berada dalam pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun’s POV

“Boss, aku mendapatkan informasi tempat dimana istrimu disekap. Ada digedung tua pinggiran kota.” Seseorang berteriak padaku. Aku langsung bergegas menyambar kunci mobil.

“Kerahkan semua anak buah, kita menuju kesana.” Aku langsung menuju mobilku dan mengendarainya dengan cepat.

Pikiranku kalut. Aku memikirkan Nanhee, apa dia baik-baik saja? Choi siwon, sedikit saja kau melukainya aku tidak akan membiarkanmu hidup! aku terus menginjak pedal gas dengan geram, ingin segera sampai ke tempat itu.

“Ambil posisi.” Aku memerintahkan anak buahku. Semua berjalan sesuai perintahku.

“Keluarlah kalian. Kalian sudah dikepung!” aku memperingatkan mereka. Tidak ada tanda-tanda mereka akan keluar. Aku masih bingung siapa sebenarnya yang aku hadapi.

“Siapa yang berada di dalam sana?” tanyaku pada seorang polisi.

“Dari laporan seseorang, dia mengatakan bahwa istrimu sedang disekap oleh Joo Ra.” Joo Ra? Mengapa jadi Joo Ra? Bukannya yang mengirim surat kaleng padaku tadi adalah Siwon?

“Laporan bagaimana maksudmu?” tanyaku.

“Aku dapat sebuah sms.”

“Berikan padaku!” aku langsung merebut ponselnya. Ini nomor Choi Siwon. Aku mendengar suara tembakan dari arah gedung tua itu.

Tiba-tiba dari arah depan aku melihat Nanhee bersama Siwon, Nanhee terluka, dan Siwon? Penuh dengan luka tembak. Mereka terdiam sejenak. Lalu dalam hitungan detik Siwon mendorong Nanhee dan dia berlari kearahku, aku menyambutnya. Siwon? Dia terlihat menembak kearah atas. Aku memeluk Nanhee.

“Jangan ditembak!” tiba-tiba Nanhee berteriak mengagetkanku.

Nanhee’s POV

Aku berlari sekuat tenaga saat Siwon mendorong tubuhku dalam hitungan ketiga. Kyuhyun terlihat berlari kearahku dan memeluk tubuhku. Aku melihat Siwon tersenyum padaku setelah melepaskan beberapa tembakan keatas. Anak buah Joo Ra beberapa orang tersungkur. Aku melihat kearah beberapa polisi yang ada dibelakang Kyuhyun sedang mengarahkan senjata kearah depan dan bersiap melepaskan tembakan.

“Jangan tembak!” aku berteriak dan meronta dalam pelukan Kyuhyyun. Mereka mengarahkan senjata kearah Siwon!

“Jangan tembak! Aku mohon jangan tembak!” aku memukul tubuh Kyuhyun sambil sesekali menoleh kearah Siwon yang jatuh tersungkur. Airmataku jatuh tak terbendung lagi.

“Jangan tembak!” aku terduduk di ditanah.

“Tembak kearah atas dan kepung seluruh tempat ini.” Kyuhyun terdengar mengarahkan anak buahnya, dan mengendurkan pelukannya terhadapku. Aku berlari kearah Siwon saat situasi sudah terkendali dan tidak ada baku tembak lagi.

“Siwon, bertahanlah, bertahanlah.” Aku mengangkat kepalanya ke pangkuanku dan merobek bajuku menyumbat semua luka yang ada ditubuhnya agar darahnya berhenti keluar. Tanganku sibuk menutupi semua lukanya. Aku sangat panik melihat tubuhnya penuh dengan luka tembakan dan darah yang mengalir. Tanganku sibuk bergerak kesana kemari menutupi lukanya. Dia menahan tanganku.

“Aku baik-baik saja.” Jawabnya.

“Bodoh! Kau bodoh! Penuh luka seperti ini kau bilang baik-baik saja?!” dia tersenyum dan darah segar menyembur dari mulutnya. Dia menutup mulutku.

“Dengarkan aku.” Dia berbicara terputus-putus.

“Lee Nanhee, sarangahae.” Dari mulutnya kembali keluar darah segar. Aku semakin terisak.

“Aku mencintaimu.” Dia tersenyum. Aku hanya bisa menangis.

“Mianhae.” Aku membalasnya dengan kata itu. dia kembali tersenyum.

“Kau, Cho Kyuhyun.” Dia menunjuk kearah Kyuhyun.

“Jika membuatnya menangis lagi, uhuk!” darah segar lagi.

“Hentikan bicaramu, ambulance! Mana ambulance!” teriakku.

“Jika kau membuatnya menangis, aku akan mengejarmu dari alam baka, kau tidak akan lepas dariku!” hembusan nafasnya terhenti dan dia berhenti berkata. Aku terdiam.

“Siwon! Choi Siwon!” aku mengguncang tubuhnya, dia tidak bergerak sama sekali.

“Andwae!” aku berteriak sekeras-kerasnya sambil terisak. Kyuhyun meraihku dalam pelukannya. Beberapa orang mengangkat jenazah Siwon. Aku berhenti menangis dan berjalan dalam dekapan Kyuhyun mengikutinya.

“Dia orang baik.” Aku berkata lirih pada Kyuhyun. Dan menatapnya nanar.

“Arasseo, dia memang orang baik.” Kyuhyun mencoba menenangkanku.

“Kau jahat!” aku memukul-mukul dada Kyuhyun saat berada didepan mobilnya.

“Mianhae, ini semua skenario dari pekerjaanku. Aku seorang polisi, bukan pengusaha, aku polisi bagian Narkoba dan Obat bius. Yeobo, maafkan aku membuatmu seperti ini. Mianhae, aku sangat mencintaimu. Tidak ingin kau terluka, juga tidak ingin melukaimu. Tapi aku bukan Tuhan yang bisa setiap saat melindungimu. Aku khilaf. Dan masalah Joo Ra, itu semua hanya sebuah penyamaran, aku mohon percayalah. Aku sangat mencintaimu. Sekarang, aku tidak akan bekerja di lapangan lagi, meski tidak mungkin selamanya tidak terjun ke lapangan. Sekarang aku adalah kepala bagian, bisa menyuruh anak buah untuk melakukan penyamaran. Dan akan lebih banyak waktu bersamamu. Nanhee, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, seperti orang gila ketika kau pergi meningglkanku tanpa bisa aku menjelaskan semua ini. Aku sangat mencintaimu.” Dia memelukku erat dan meneteskan airmata. Ini pertama kalinya dia bicara banyak.

“Aku benci!” aku memukul dadanya.

“Aku memang pantas dibenci, tapi aku mohon berikan aku kesempatan memperbaikinya.” Pintanya.

“Aku benci padamu! Aku benci! Tapi aku lebih membenci diriku sendiri karena aku mempunyai rasa cinta terhadapmu melebihi rasa benciku padamu.” Aku terus memukul dadanya. Dia semakin erat memelukku.

‘Sekeras apapun aku membencimu, tetap saja rasa cintaku lebih besar daripada rasa benciku’

FIN

Hufh *lap keringat* akhirnya selesai juga, sekuat tenaga aku mengerjakannya, dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, huweeeeeeee cape….. ff ini aku persembahkan buat nae jagiya vha a.k.a Lee Nanhee. Semoga dia puas, aku tidak bisa menciptakan konflik yang lebih besar dari ini, mianhae *bow bareng Teuki*. Dan mengenai ceritanya, aku sudah bilang aku lebih punya feel Siwon, tapi tidak tau bagi yang membaca ini lebih punya feel kemana, asal jangan feel ke teuki aja! Ini gara-gara ngeliat muka sinis Siwon di Ceci magazine neh, huweeeeeee terlihat sangat jahat! Dan teuki? Mamaaaaaaaaaa teuki ma, sangat tampan!

Buat Dhiva… maafkan aku membuat Siwonmu menderita selalu, huweeeee nanti aku bikin cerita bahagia buatnya di lain waktu, maafkan aku, jangan marah… tapi Siwonmu jadi pahlawan cinta noh… jagan marah yah, yah, yah… *cium Dhiva*

58 responses »

  1. huaaaaaa……
    Baby, kau tega sekali membunuh siwonie-ku, hiks…hiks…hiks…
    Tp untung’a kita td sempat ciuman *c yeobo kyu mlotot sambil pegang pistol*
    Mentang2 jd polisi maenan’a pistol mulu….

    Baby……
    Aku suka bgt ciuman siwon’a *bikin deg2an*
    Pengen lagi……

    Baby, aku suka bgt crt’a, walo sakit hati baca’a *bener2 sesuai keinginanku, tp c yeobo’a kurang d siksa noh, hrs’a dy d bikin stres dulu *bini durhaka*

    Baby…..
    Buatin lagi…..
    Btw, sapa noh yg jd joo ra *nunjuk2 idung joo ra*

    • kalo km g puas, aku g tau lg bikinnya hrus gmna lagi… lagi?? huweeeeeee teukyo aja blm kpikiran ini, ini demi km neh *jewer vha*

      joo ra? inget dlu km ngasih nama buat selingkuhan teuki?? itu lah joo ra, aku jadikan org ktiga nanhee huwahahahahaha *ketawa setan bareng kyu*

      udah aku blg aku feelnya siwon, jrg2 neh feel siwon, jd kyu krg mantap ya?? mian…

  2. Huee.. I2 nanhee bruntng bnget d suka ma 2 oppa ckep.. Ciwon kren jd phlwan cintro.. Sbnrx i2 posi2 yg slit.. Mengbaikn org yg baik lbh sush drpd seorg evil.. Btw onn, drimu sngt snang mncptkan kslhphman sepsng suami istri.. Tp Q mxukaix.. #smirk# maapknq driku kopel2.. First blur^^

    • mantap kan?? *jiah kepedean*
      iya noh si nanhee malah mnta bikinin sequel siwonnya jd idup, huweeee jd tmnnya mumun dong siwon…

      km ngiri?? tunggu tanggal mainnya, tp g tau apa pas dhatimu atau tdk, tp aku mmbuatnya spenuh hati…

  3. akhirnya dirimu bikin oneshoot juga fik,,eonn ngerasa trlalu singkat,,bner ga sih,,
    siwon main nyosor bini org aja,
    so sweet buat kyu yg ngelhap tu mkanan ampe abis*laper pa doyan mas*,,
    feel kyunya kyanya mang kurang fik,,tpi scene siwon okeh bgt,,
    itu si joora ga di jelasin mati ato ganya,,*bawel*
    tpi ttep oke fik critanya,,
    fika bkin oneshoot utk teuki kopel donggg,,*bnyak maunya*
    aku rindu drimu fik,,dah ga prnh smsan lgi,,
    udah dlu ah komennya mo mkan kue lbran dlu,,semngat fikaaa

    • iy aneh onn… lagi ada ide…
      itu mah kyu laper onn… makanya di abisin, makan di restoran mahal tau lah porsinya dikit…
      kaga cukup mah perut kyu… *ditabok sparkyu*
      scene siwon keren kan onn?
      baru prtama kali fika bikin siwon hasilnya kalo mnurut fika si buat fika memuaskan…
      itulah bayangan siwon dimata fika, rada sinis dikit tp baik.
      pertama kalinya juga fika punya feel siwon, entah megapa…
      nado bogoshipo Onnie~ya…

  4. hwa eoni kau jahat bngt bkn suamiku meninggal *bca:siwon* …*nangis di pelukan hae oppa**meler di baju kyu oppa*
    eonni aku ga tega liat wonppa..harusnya dia ga mati..masuk rumah sakit aja teuz baikan deh…

    • huweeeeeee jangan bunuh diriku, aku bingung, bayangan siwon memang mati dalam pikiran aku gimana dong? biar berasa romantis gitu… itu juga atas saran donghae *digorok elfishy* aku juga sebenarnya ga tega, waktu nulis mata berkkaca-kaca, tapi tau ga pas aku baca ulang, yaelah aku ngakak… aku bilang sm diri aku sendiri, astaga aku nulis apaan… buahahahahahahahaha.

  5. wow, critanya dramatis bgt eon… Aku suka peran siwon dsini, jahat tp baek menyentuh bgt..
    Aigoo, untung nanhee ngga tergoda sma siwon, klo aku mah pasti g bkl tergoda jg sih…hehe
    Keren eon *chu kyu*
    Aku mw lanjut bca next ff lg y…siwon dsini, jahat tp baek menyentuh bgt..
    Aigoo, untung nanhee ngga tergoda sma siwon, klo aku mah pasti g bkl tergoda jg sih…hehe
    Keren eon *chu kyu*
    Aku mw lanjut bca next ff lg y…

  6. Aaaaa oenni sumpahan ini keren bgt oenni :’ hwaaaa gpp lah siwon awalnya jahat tapi balik lagi jadi sangat setia dan gentleman :’) ihhh mksh oenni walau endingnya ga bahagia malah nyesek tapi oenni harus bikin ff dengan cast siwon dan bahagia yaa haha ^^ *cium balik oenni* :*

    • makasih Dhiva udah baca….
      jiaaaaaahhhh g jadi nangis kan?
      itu endingnya bahagia ko… siwon bahagia d surga ketemu tunangannya *plak*
      bikin siwon bahagia lain kali? iya janji kalo ada ide yah…

  7. Ga kebayang Kyu jdi polisi.. =P
    Biasa kerjaan’na cm maen game.. Keekee..
    Bagguuusss ff’na..
    Mw brp pnjang aku tulis, ttp baguuuss inti’na.. ^^

  8. ah daebak~ keren nih ceritanya, tapi Kyuhyun nya dikit Onn, banyakin duuuun~ :p ah kenapa ngga di gambarin ekspresi Kyuhyun pas Nanhee meluk2 Siwon sama saling mengucapkan kata cinta(?) harusnya di gambarin tuh Onn biar enak~

  9. Sumpah! bikin tegang bgt ! daebak nih yg bikin , kereeen !
    tapii , kenapa NanHee’a mau pas siwon c*** dia ?
    adeeeuh, klo kyu liat, nyesek bgt tuh😦 . tapi semua’a seru, aplgi yg pas bagian kyu dtg ke TKP, waaah, kebayang ga tuh, gaya’a pegang pistol, gaya polisi asli ..
    wwwaaaaww , merem melek ngebayangin’a🙂 !

  10. Sumpah! bikin tegang bgt ! daebak nih yg bikin , kereeen !
    tapii , kenapa NanHee’a mau pas siwon c*** dia ?
    adeeeuh, klo kyu liat, nyesek bgt tuh😦 . tapi semua’a seru, aplgi yg pas bagian kyu dtg ke TKP, waaah, kebayang ga tuh, gaya’a pegang pistol, gaya polisi asli ..
    wwwaaaaww , merem melek ngebayangin’a🙂 ! berasa, kaya aktor luar negeri gituu, ahaha .

  11. oen.. ini seru dan menegangkan…

    tapi kenapa siwon mati c oen..
    kalo dia sama nanhee kan aku bisa sama Kyu,,*ngarep* hahaha,,,

  12. kalo menurt aku dr jdul.a, cocok sm krakter siwon k nanhee…
    sbnr.a crta.a ini kya umpan mkn tuan#ada.a snjt mkn tuan x
    coz pnjht.a sk sm twnan.a si#hohoho

  13. Kyu keren sumpah! Ga bisa bayangin kalo kyu seorang polisi beneran! aigo~
    Ceritanya keren eon, menegangkan!

    Huaa kenapa abang siwon nya mati eon! Tega bener😦
    Tapi aku suka banget peran siwon disini! Tapi kayaknya lebih pantesan siwon jadi anggota kepolisian, secara badannya yang kekar sangat mendukung haha

  14. Keren eon ceritanya ><
    bayangin kyu jadi polisi berasa gimanaaa gitu😀

    itu wonnie baik banget deh sampe ngorbanin nyawanya demi nanhee!!

    daeeebak!

  15. ngebayangin kyu jdi police,,,pegang pistol,,,and DOOR!!!!
    wuih. . brasa kren bgt><
    tpi knp siwonnie mesti mati. . ?!!!!!*hiks hiks*
    tpi eon, bleh ngeluarin pendapat g? ini menurut aq za sich. . koq romance kyuhee nya brasa dikit y? *mianhae*

  16. Berasa nonton pelem. Narasinya menggambarkan, dialognya mengalir, feelnya dapet. Tp pas yg Kyu rada kurang sih. Bykan yg Siwon. Kalo yg Nanhee ttp lbh kuat ke Kyu. Btw, what happen to Joo Ra, ya eon?

  17. Annyoeng…FFnya bgs unniii..Td-a aq pkr y bakal meninggal itu kyuhyun, trnyta siwon..Da kata2 unni y mnrt aq pnjukkan waktunya agk brtolak blkng, but it’s ok. Aq ngerti koq & tdk mngurangi kadar kreativitas FF ini🙂

  18. Omoo ini ff baguss bangett sumpahh.. Aku suka banget sama nih ff.. Aihh ngk tau mau bilang apa tntng ff ini, pokoknya daebakk

  19. halo, aq reader baru disini, salam kenal namaq young_ya (penyamaran)… Kalau boleh tahu author line berapa ya?? young_ya line 98…wahh ada action’nya… Hmhmhm sebenarnya kyu itu blang ke nanhee klo dya hrs menyamar.. Kan suami istri … Ehhmm entah aq krng dpt feel, lalu alurnya kecepatan di akhir… Lalu endingnya aq ga puas,, di awal” aq suka…
    ..tapi begus kok ff’nya keep writing ya … ^^

  20. qü pikir d blog in cuma TeuKyo Couple,,
    Eeeeeeehhhhh, ternyata Kyuhyun oppa juga nongkrong d sini😀
    Kyuhyun oppa bias kedua qü d suju, setelah Eunhyuk oppa,, tapi kenapa d sini qü malah lebih suka k Siwon oppa y??????😮
    Kasihan banget Siwon oppa,,
    (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )ħů² ħǚ² ħǚ²(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )

    ( ˘̶́•̩̩ ̯•̩̩˘̶́)

    Ceritanya keren banget,, daebak.
    *acungkan 4 jempol (jempol kaki skalian🙂 *
    ‎​”̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮‎​

  21. aigoo..
    d’awal cerita miris bangat ngebaca’a, knpa kyu tega bgd, tpi stelah mendengar alasan’a, cukup menggembirakan..

    seneng ma kata”a siwon buat kyu ” menggunakan pesonamu untuk melancarkan aksimu”, tanpa sengaja siwon mengakui klo kyu itu punya pesona yg lebih dri dy..
    tpi siwon oppa baek bgd y, udh nyekap nanhee pengen bunuh diri eh mlah d’panggilin dokter, sharus’a kn d’biarin ajj toh dy gx harus ngebunuh dgn tgn sendiri.. tpii itu semua krna cinta..
    yh cinta lg cinta lg yg jdi alasan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s