Money, Love and Trouble (Part 5)

Standar

Cinta, kau begitu mengganggu
Apakah aku bereaksi berlebihan merasa seperti ini
?
Sejak pertama kali aku bertemu

Aku tidak bisa menjaga perhatianku
Dan Kau yang harus disalahkan

Cintamu gangguan permanen

Interaksi yang sempurna
Perasaan yang sangat ekstrim
Aku kehilangan selera makan
dan hampir tidak bisa tidur
Penyebab
nya adalah‘Kau’, bahkan dalam mimpi sekalipun
Dan
aku berpikir bahwa aku kuat

Tapi aku tahusemua ini di luar kendaliku
Aku jatuh dalam genggamanmu

Dan aku tidak tahu di mana kita akan mendarat,
Aku hanya mengalir bersama arus

Jung Soo’s POV

Aku membawanya ke pertemuan keluarga yang memang diadakan untuk menyambut Eun Kyo, aku sudah menceritakan semua rencanaku. Halmeoni yang paling antusias ingin bertemu dengan calon istriku, Eomma hanya diam saja, sedangkan Appa, beliau terserah padaku. Jina, saat aku beritahu dia akan mendapatkan seorang ipar, dia langsung cek penerbangan. Aku heran, begitu antusiasnya mereka dengan pernikahanku, padahal itu tidak menyangkut kehidupan mereka, ini adalah sepenuhnya kehidupanku. Aku yang memilih dan aku yang menjalani, tapi mengapa mereka yang begitu tertarik dengan semua ini, sudah begitu mengkhawatirkan kah usiaku, hingga mereka takut aku hidup sendiri selamanya?

Sebenarnya dulu aku pernah jatuh cinta. Sejak sekolah menengah, dia setahun diatasku. Aku sangat mengaguminya, kecantikannya, keanggunannya, semuanya yang ada pada dirinya terlihat sangat sempurna. Lee Chaerin. Dia adalah primadona saat itu dan aku sangat memujanya. Kami akrab karena dia adalah anak dari Lee ahjussi, teman Eomma, sampai aku menyatakan perasaanku padanya, namun dia hanya menganggapku sebagai sahabat. Sempat putus asa kala itu, hingga sampai sekarang aku belum menemukan pengganti dirinya dalam hatiku.

Namun, beberapa hari yang lalu, aku menemukan seorang gadis yang mampu mengalihkan duniaku tanpa aku sadar. Mulai dari kehadirannya dalam hidupku, sampai rasa sebuah keterikatan kini timbul dalam jiwaku. Rasanya susah sekali memalingkan wajahku darinya, seperti dua kutub magnet yang saling tarik-merarik. Dia mungkin saja menghindar, tapi tidak bisa. Melihat semua yang ada dalam dirinya membuatku kadang-kadang berpikir tidak rasional. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? Saat aku merasakannya 13 tahun yang lalu tidak seperti ini. Aku kelimpungan mengatur diriku sendiri. Mengatur bagaimana jantungku berdetak, nafasku berhembus, otakku berpikir, perkataanku yang keluar, semuanya menjadi kacau balau.  Belum lagi keinginan untuk selalu di dekatnya menyentuhnya, selalu membuat ku hampir gila!

Entah sejak kapan ini terjadi aku juga tidak tau. Sejak aku melihatnya? Mungkin saja. Sejak aku tidur dengannya? Itu juga mungkin. Atau sejak aku mencium bibirnya? Juga tidak menutup kemungkinan. Yang pasti, semua indraku kina tertuju padanya.

Gadis itu adalah gadis yang kini duduk disampingku dengan manis. Dia menatap keluar tanpa menoleh sedikitpun padaku. Juga diam seribu bahasa tanpa sepatah katapun. Entah apa yang ada dipikirannya, masih memikirkan kejadian beberapa saat yang lalu kah? Saat aku menciumnya? Rasanya aku ingin menghentikan waktu detik itu juga, agar aku tidak perlu melepaskannya. Namun, waktu Tuhan yang mengatur, bukan kuasaku untuk menghentikannya.

Gadis ini, jika dibandingkan dengan Chaerin bagaikan langit dan bumi. Dia tampil apa adanya, terlihat lemah tapi aku tau dalam dirinya begitu kuat. Sebaliknya dengan Chaerin, sangat berbeda, dia terlihat kuat dan angkuh namun rapuh didalamnya. Hufh, kenapa aku harus mengingatnya lagi? Itu adalah lembaran lama. Sekarang aku harus membuka lembaran bersama orang lain, harus mengukir cerita indah meski dia mengira ini adalah sebuah lelucon dan sandiwara. Biarkan saja dia berpikir seperti itu, namun bagiku, aku akan mengikatnya kuat hingga dia tidak bisa lepas dari genggamanku, memalingkan wajahnya pun tidak akan pernah. Akan aku buat kau selalu menatapku Park Eun Kyo.

Dia masih terdiam saat kami sudah sampai tujuan. Aku membukakan pintu untuknya, mengajaknya turun, tak lupa aku menyerahkan kunci mobil pada pelayan untuk memarkir mobilku. Aku membawanya ke restoranku dan aku sudah menyiapkan ruangan khusus untuk pertemuan keluarga. Kami menyusuri lorong dan dia masih membisu, aku mulai khawatir dengannya, ku genggam tangannya untuk sekedar menguatkannya. Aku tau dia pasti gugup untuk menghadiri pertemuan semacam ini. Aku sangat tau karena dia adalah yatim piatu, yang hidupnya hanya tau mencari uang. Aku juga mulai khawatir dengan sikapnya nanti, apa keluarga ku akan menerimanya atau bahkan menolaknya. Diterima atau ditolak, mereka tidak berhak melarangku, ini hidupku, jadi aku yang memilih. Aku memilih Park Eun Kyo dalam hidupku.

Kami telah sampai di ambang pintu tempat semua keluargaku berkumpul. Semua memandang kearah kami, namun mataku hanya tertuju pada Halmeoni, bagaimana reaksinya, aku masih belum bisa menebak, apakah beliau suka atau malah menolaknya. Namun tiba-tiba..

“Aku tidak bisa melakukannya. Kita pulang saja.” Dia hendak membalikkan badan memutar arah, namun aku memeluk pinggangnya dengan cepat mengunci tubuhnya dengan lenganku.

“Sudah terlambat, kau tidak bisa mundur.” Aku berbisik di telinganya.

“Jung Soo~ya, mengapa diam saja? Ayo silakan masuk.” Halmeoni berdiri menghampiri kami.

“Halmeoni..” jawab Eun Kyo pelan. Eh? Apa mereka sudah pernah bertemu?

“Aku sudah mengira kita pasti akan bertemu lagi.” Halmeoni menarik tangan Eun Kyo dan terlepas dari genggamanku. Aku terpaku, mengapa kendaliku berubah seperti ini? Semoga saja ini adalah awal yang bagus.

Kami makan dalam diam, hanya Halmeoni yang terlihat antusias duduk disamping Eun Kyo, Eun Kyo terlihat salah tingkah diperlakukan Halmeoni seperti itu. wajahnya memerah, aku sangat suka melihat wajah bingung dan terkejutnya itu, terlihat sangat menggemaskan. Appa menyentuh tanganku lalu tersenyum manis padaku, aku balas tersenyum padanya.

“Bagaimana kalau kita mengadakan pernikahannya minggu depan saja?” Halmeoni lagi-lagi mengambil keputusan sepihak. Aku hanya bisa menatap Halmeoni bingung.

“Aku sudak menyiapkan semuanya jika tiba-tiba kau membawa calon mempelaimu Park Jung Soo, aku sudah punya gaun pengantin, sudah punya cincin, tinggal dicoba saja, cukup apa tidak, kau bisa mencobanya malam ini juga.”

“Ah, itu terserah Halmeoni saja.” Aku menjawab Halmeoni namun dibalas dengan tendangan keras di kakiku. Eun Kyo menatapku dengan tajam. Aku menatapnya dengan tatapan ‘kita-tidak-bisa-berbuat-apa-apa’. Mukanya terlihat pasrah.

“Baiklah kalau begitu setelah acara ini selesai aku ingin kau membawanya ke rumah Park Jung Soo, ayo kita keluar, aku sudah selesai, kalian bicarakan semua ini berdua.” Halmeoni bangkit dan menatap Eomma, Appa dan Jina untuk segera keluar.

“Kau ini apa-apaan?!” Eun Kyo langsung protes dengan sikapku, dia melempar sapu tanga ke arahku.

“Aku sudah bilang, kita tidak bisa membantah Halmeoni, sekalipun kau mengatakan tidak, dia sudah memesan tempat dan gaun pengantin, apa kau tega membatalkannya?”. Eun Kyo menghela nafas dan menggeleng pelan.

“Aku tidak tega harus membuatnya kecewa, apa beliau menyukaiku?” tanyanya penuh keraguan.

“Aku juga belum tau, tapi sepertinya iya.” Dia menunduk.

“Gwaenchana?” aku menatap wajahnya.

“Aku jadi merasa bersalah.” Jawabnya.

“Kau tenang saja, sepertinya ini adalah awal yang bagus. Semoga saja ini bukan karena aku tidak pernah membawa wanita padanya.” Eun Kyo terbatuk-batuk mendengar ucapanku. Dia menatapku bingung.

“Kau adalah wanita pertama yang aku bawa kesini, bersama keluargaku.”

“Kau sudah selesai?” dia membersihkan mulutnya lalu mengangguk.

“Kalau begitu ayo kita berangkat.” Aku meraih tangannya.

“Tapi kenapa mereka tidak menanyakan asal-usulku sama sekali?” wajahnya terlihat bingung.

“Itu tidak penting, yang penting bagi mereka terutama Halmeoni adalah aku menikah.” Jawabku menenangkannya.

Dia terlihat bingung, namun aku lebih bingung lagi. Kenapa Halmeoni tidak mempermasalahkannya sama sekali. Dia bahkan tidak menanyakan darimana asalnya dan dia keturunan siapa. Halmeoni seperti sudah sangat mengenal Eun Kyo, namun anehnya Eun Kyo meski terlihat sudah pernah bertemu, wajahnya  menunjukkan bahwa dia memang tidak tau apa-apa tentang sikap Halmeoni. Yang terlihat datar dan sulit ditebak adalah Eomma, dia sepanjang makan malam berlangsung terlihat lebih banyak diam, sepertinya Eomma tidak menerima Eun Kyo sepenuhnya, terlihat ada keraguan dalam tatapannya.

Eun Kyo’s POV

Aku sangat takut dengan keadaan ini. Otakku masih terus berputar mencari jawaban, mengapa keluarga Jung Soo menerimaku seperti ini? Ini semua diluar nalarku. Aku semakin bingung menempatkan posisi. Disatu pihak aku senang bisa membuat Halmeoni senang. Aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu di halte bus. Tapi disisi lain, ini sangat berbahaya, aku takut tidak bisa mengontrol hatiku, membiarkanku larut dengankeadaan ini, dan akhirnya aku tidak bisa membuatnya membenciku, maka itu artinya aku harus tetap disisi Park Jung Soo. Tidak mungkin! Aku tidak ingin sesuatu terjadi padaku jika nanti Jung Soo menemukan seseorang yang dia cintai.

Mobilnya melaju dengan cepat membawaku ke sebuah komplek perumahan elit di kota Seoul. Berbagai jenis rumah mewah berjejer disana. Saat memasuki pagar tinggi yang mengelilingi sebuah rumah besar, aku tidak hentinya mengurut dadaku. Demi Tuhan, aku bekerja seumur hiduppun aku tidak akan bisa membeli rumah sebesar ini. Halaman yang luas dan kebun yang tertata rapi.

“Kau sudah siap?” suaranya mengejutkanku. Aku menoleh padanya.

“Aku sudah siap.” Jawabku.

“Bersikaplah sewajar mungkin, seolah kita saling mencintai dan tidak bisa dipisahkan.”

“Tapi kau tidak perlu menempeliku terus, dengan bahasa tubuhpun bisa terlihat.”

“Tapi kan kita baru kenal.”

“Aku tidak tega harus menyakiti mereka dengan semua sandiwara ini.” Jawabku mengalihkan pembicaraan, aku takut dia bisa membaca bahasa tubuhku bahwa ku mulai sedikit menyukainya.

Aku turun dari mobil, langsung disambut oleh Jina, dia tersenyum ramah padaku. Mengapa semua orang bersikap seperti ini? Ini akan menyulitkanku.

“Halmeoni sudah menunggumu. Kajja.” Dia menarik tanganku sebelum sempat Jung Soo meraihnya. Kenapa semua orang suka sekali berbuat seenaknya pada tubuhku?

“Kau sudah lama berkenalan dengan Oppa?” tanyanya. Jung Soo hanya mengikutiku di belakang.

“Menurutmu?” aku tersenyum menggodanya.

“Aish! Kau ini, sepertinya Oppa sangat menyukaimu, sampai kau dibawanya kemari tanpa ragu. Biasanya dia sangat susah sekali disuruh membawa wanita kesini, meskipun itu hanya teman biasa.”

“Begitu? Aigoo, aku beruntung sekali.” Kami tertawa sepanjang melewati ruangan-ruangan besar rumahnya yang mengantarku pada kamar tetua rumah ini. Jina mengetuk pintu dan Halmoeoni menyuruhku masuk, tapi hanya sendiri.

Aku melangkah mendekatinya yang sedang sibuk dimuka lemari. Sampai aku berada tepat dibelakangnya pun dia tidak menoleh.

“Ah, akhirnya dapat juga.” Dia mengambil sebuah baju yang terlipat rapi.

“Ini adalah baju saat aku menikah dulu, aku harap bisa cocok ditubuhmu.” Dia membuka lipatan baju itu dan mengarahkannya padaku. Baju hanbok merah, sepertinya memang ini adalh baju lama, dia bilang baju saat dia menikah, itu berarrti mungkin sudah 50 tahun yang lalu.

“Lepaskan semua pakaianmu.” Aku terkejut mendengar ucapannya? Apa? Lepaskan? Tanpa permisi dia membalik tubuhku dan melepas resleting gaunku dan melepaskannya.

“Sepertinya pas.” Gumamnya, aku terpaku saat dia memakaikan baju itu padaku. Aku tidak pernah sekalipun diperlakukan seperti ini. Mungkin jika EOmma masih hidup, aku akan merasakannya. Perlahan airmataku menetes.

“Ibumu pasti bangga melihatmu seperti ini, kau sangat cantik.” Aku masih terdiam dan mengusap airmata di kedua pipiku. Sepertinya beliau bisa membaca pikiranku?

“Kau pasti heran kenapa aku bisa menerimamu kan?” aku menoleh padanya.

“Kau adalah cucu dari Park Shin Young, aku benar kan?” aku semakin bingung, darimana dia tau asal usul keluargaku?

“Aku dan Shin Young adalah teman masa kecil, hingga menginjak remaja. Dulu aku pernah berjanji dengannya, jika aku mempunyai keturunan, salah satunya harus menikah dengan keturunannya, tidak kusangka semua itu terjadi dan aku masih bisa menyaksikan janji itu terwujud, sayangnya Shin Young tidak bisa melihatnya. Jangankan Shin Young, orang tuamu bahkan tidak bisa melihatnya.” Aku terperangah mendengar semua penjelasannya.

“Sudah, aigoo, kau cantik sekali, aku mau pernikahanmu dilakukan dengan dua cara, pertama kau akan menikah secara agama di Gereja, setelah itu kau melakukan pernikahan secara adat, menghormati para leluhurmu, aku ingin Shin Young melihatnya di atas sana.” Mata Halmeoni berkaca-kaca.

“Kau tau seberapa susah aku mencari kalian? Aku mencari para gadis yang bermarga Park, sama sepertiku, namun tidak ada yang tepat. Tapi ternyata cucuku sendiri yang membawamu kesini. Aku pernah berhutang budi pada Nenekmu, dia pernah menggagalkanku dalam sebuah penculikan. Sikapnya kurang lebih sama sepertimu, semuanya apa adanya. Tapi dia sedikit lebih berani darimu.” Aku mendengarkan semua ceritanya dengan seksama.

“Aish! Sepertinya aku terlalu banyak bicara, kau pasti lelah. Sebaiknya kau istirahat saja.” Dia melepaskan hanbok yang melekat di tubuhku.

“Gaun pengantinmu, aku yakin pasti pas.” Jawabnya dengan yakin.

***

Sepanjang perjalanan aku kembali diam. Jung Soo juga tidak berkata apa-apa, aku mengingat kembali semua yang diceritakan Neneknya. Jadi selama ini beliau mencariku? Sahabat Nenekku? Perjanjian perjodohan? Apa maksudnya semua ini? Apa ini yang dinamakan takdir? Menggelikan sekali, cucunya sendiri yang membawaku padanya.

“Ada yang kau pikirkan?”

“Ah, ani.” Jawabku.

“Wajahmu tidak bisa membohongiku.” Jawabnya dingin sambil terus menatap lurus ke depan.

“Kita tidak bisa menipu mereka, aku tidak ingin menyakiti mereka.” Jawabku sambil menunduk.

“Apa maksudmu menyakiti mereka? Kau tidak lihat mereka begitu antusias? Itu yang kau bilang menyakiti mereka?”

“Semua ini hanya sandiwara, pada akhirnya akan tetap menyakiti mereka.”

Mobil yang kami kendarai langsung berhenti membuatku limbung ke depan. Dia menatapku tajam, matanya menyiratkan sebuah kemarahan. Baru kali ini aku melihatnya seperti ini.

“Berhenti mengatakan ini semua adalah sebuah sandiwara, kita bukan menikah main-main! Aku tidak bermaksud menikahimu untuk meninggalkanmu ataupun menyakiti mereka!” aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan. Aku hanya menatapnya bingung.

“Park Eun Kyo, benar yang dikatakan Rae Na, kau sangat bodoh.”

“Apa maksudmu?!” tanyaku sengit. Dia tidak menjawab namun hanya tersenyum kecut.

“Tapi aku lebih bodoh!” dia bergumam pada dirinya sendiri.

Sesampainya di rumah. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Hey, disini kan hanya ada dua kamar? Ah, dia masuk ke kamarku!

“Yak, jangan dikunci! Di dalam ada bajuku!” aku menggedor pintunya.

“Park Jung Soo, buka pintunya!” aku berteriak, tidak ada jawaban.

“Kalau kau tidak membukanya, aku akan mendobraknya! Park Jung Soo!”

“Hana, Dul, Set!” aku berlari sekuat tenaga sambil memejamkan mataku. Eh? Kenapa aku tidak menabrak benda keras? Tapi… berada dalam pelukannya. Dia memelukku erat saat aku berusaha untuk melepaskan diri.

“Aigoo, kau bersemangat sekali, kita belum menikah, tapi jika ingin melakukannya sekarang, tidak masalah.” Dia menyeret tubuhku ke ranjang, namun aku berontak dan mendorong tubuhnya. Aish! Wajahku serasa terbakar, dia tersenyum penuh kemenangan.

“Kau! Kau harus pulang, kamarmu bukan disini!” jawabku ketus sambil membuka lemari, dan memilih baju dengan acak.

“Tapi ini kan rumahku, jadi terserah aku mau tidur dimana.” Jawabnya menggoda.

“Kau! Tidak bisa!” aku berbalik dan menatapnya tajam.

“Ya.. tidak perlu semarah itu, pada akhirnya memang kita akan tidur sekamar.” Senyumnya itu, membuatku mual!

“Tapi tidak sekarang kan? Sekarang keluar!” aku mendorong tubuhnya keluar.

“Kau tega membiarkanku tidur diluar?” dia menatapku dengan tatapan memelas minta dikasihani, aish! Rayuanmu tidak akan mempan!

“Kau pulang saja!”

“Pulang kemana?” tangannya menahan pintu kamar agar tidak menutup.

“Pulang ke rumahmu sendiri.”

“Ini adalah rumahku, kau lupa?” dia mengerling nakal. Darahku berdesir seketika.

“Kau! Berhentilah menggodaku!” dia terkekeh.

Rae Na’s POV

Apa yang dia lakukan? Menciumku? Yak! Itu adalah ciuman pertamaku! Choi Minho, ingin rasanya aku membunuhmu sekarang juga. Aku menamparnya setelah lama terpaku, memegang bibirku seperti orang bodoh, baru kali ini aku merasa sangat bodoh, dia mencuri ciumanku!

Setelah mendaratkan tamparan keras pada pipinya, aku melangkah dengan cepat, ingin segera mengakhiri semua kebodohan ini. Saat aku membuka pintu, tiba-tiba saja sepasang tangan memelukku dengan erat.

“Jangan pergi.” Dia berbisik ditelingaku, menghentikan semua aliran darahku. Tubuhku membeku seketika. Nafasku seakan berhenti dan tidak bisa berbuat apa-apa. Deru nafasnya menyapu tengkukku, membelai lembut rambutku. Detak jantungnya perpacu, aku bisa merasakannya dipunggungku. Tidak jauh berbeda dengan keadaanku.

Beberapa lama kami terdiam dalam keadaan seperti itu. dunia rasanya berhenti seketika. Apa maksudnya dengan ‘jangan pergi’. Dia membuatku bingung.

“Apa maksudmu?” tanyaku datar.

“Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku tidak ingin terlambat mengatakannya.” Dia membalik tubuhku menghadap kearahnya. Matanya tajam menatapku.

“Aku mencintaimu Park Rae Na.” dia memelukku. Kembali aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku terlena sesaat mendengar ucapannya. Tapi sesuatu seolah menyadarkanku. Aku mendorong tubuhnya.

“Aku tidak ingin menjadi orang bodoh.” Aku membalikkan tubuhku kembali membuka pintu yang tadi ditutupnya. Namun kembali dia menahan pintu, dan membantingnnya dengan keras. Menyudutkanku ke dinding.

“Apa maksudmu?” tanyanya dingin dan menusuk.

“Aku tidak ingin ditipu oleh cinta, persetan dengan cinta, semuanya hanya semu.” Aku mencoba mendorong tubuhnya, namun dia semakin menghimpitku.

“Aku sungguh-sungguh, jika perlu aku akan memintamu pada saudaramu untuk memintamu darinya.”

“Itu yang aku tidak suka, aku bukan barang.”

“Aku tidak menganggapmu seperti itu.”

“Apalah sebutannya, yang pasti aku tidak ingin terlibat dengan masalah cinta, semua itu sangat konyol.” Dia mulai melepaskanku. Aku mendorongnya, wajahnya kebingungan. Aku tidak peduli.

Aku berjalan menyusuri lorong apartemen yang beberapa hari ini akrab dimataku. Apa yang telah aku lakukan? Aku menolaknya? Aku tidak ingin terlibat dengannya, semua itu membuatku sesak dan mempersempit ruang gerakku. Saat bertemu dengannya, sistem kerja otakku mulai bekerja abnormal. Aku tidak ingin mencari jawaban dari semua ini. Karena aku tidak butuh jawaban.

Tapi mengapa ada sebuah rasa sesal yang menggumpal dan mengganjal di dadaku. Rasanya ada sedikit rasa sakit dan rasa sesak saat aku mengatakan seperti itu. Aku hanya ingin dia tau, bahwa aku bukan barang yang begitu mudah dia dapatkan. Tidak juga ingin mengukir kisah seperti Onnie, yang bodoh karena cinta.

Tiba-tiba saat pikiranku sedang kacau, sebuah tangan kembali meraihku. Dia menarikku menuju kearah luar. Aku mencoba melepaskan tangannya, namun dia semakin keras menggenggam lenganku.

“Choi Minho, tak kusangka kau sekasar ini.” Dia tetap diam dan membawaku ke mobilnya.

“Masuk.” Dia mendorongku dengan kasar dan menundukkan kepalaku agar masuk ke mobilnya.

“Yak! Choi Minho! Kau senang sekali memaksaku! Aku buka boneka yang bisa kau permainkan sesukamu!” aku membuka kembali pintu mobilnya dan berusaha keluar dari mobilnya.

“Park Rae Na, tolong jangan membuatku berbuat lebih lagi.” Dia berkata dingin. Entah mengapa jika dia bersikap seperti ini, aku tidak bisa membantahnya.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Jawabnya sambil mengemudikan mobilnya meninggalkan area apartemen tempat tinggalnya.

Sepanjang jalan hening, sama seperti yang sebelumnya. Aku mlai kesal dengan semua perlakuannya. Dia memperlakukanku seolah-olah aku adalah miliknya, aku tidak suka, dan apa-apaan tadi dia mengatakan mencintaiku? Yang benar saja. Kami beru beberapa hari bertemu, apa bisa secepat itu tumbuh cinta? Cinta memang membingungkan. Dan aku tidak ingin terlibat!

“Besok akan aku jemput.” Dia membuka pintu mobil, aku keluar dari mobil.

“Tidak perlu. Aku bisa pergi sendiri.” Jawabku ketus sambil berlalu dari hadapannya, tapi kembali dia mencengkram lenganku.

“Pokoknya aku besok menjemputmu, kau suka ataupun tidak.”

Aku tidak memperdulikannya dan langsung masuk ke dalam. Pikiranku kacau, sangat kacau, hari ini adalah hari paling sial dalam hidupku. Langkahku tercekat melihat sepasang manusia sedang saling mendorong dimuka pintu. Jung Soo Oppa, dia sepertinya suka sekali menggoda Onnie. Aku memperhatikan mereka dan mereka tidak menyadarinya. Muka Onnie memerah ketika Jung Soo Oppa beberapa kali menggodanya. Aku rasa Oppa memang tidak main-main dengan Onnie, semoga saja.

“Kalian berhentilah mempermasalahkan kamar, seperti anak kecil saja.” Kataku mengejutkan mereka.
“Biar aku yang tidur diluar, kau Oppa, bisa tidur dikamar satunya.” Jung Soo Oppa menghampiriku. Onnie menutup pintu kamarnya. Kami duduk di sofa sambil menonyon tv.

“Oppa, berhentilah menggodanya kau tidak lihat mukanya sudah seperti kepiting rebus begitu?” Jung Soo Oppa terkekeh pelan.

“Justru itu yang aku suka darinya.”

“Kau ini ada-ada saja.” Aku memukul lengannya.

“Kau dari mana saja?”

“Aku dari Kampus dan tadi mampir ke tempat teman terlebih dahulu.” Jawabku.

“Teman atau kekasih?”

“Oppa, kau ini apa-apaan!” aku memajukan bibirku. Dia mengacak rambutku.

“Jika hanya bersama teman tidak akan pulang selarut ini.”
“OPPA!” aku protes dia mencampuri urusanku.

“Arasseo, teman..” dia mengalah akhirnya. Aku tertawa menang.

“Sekarang ceritakan bagaimana kisah cinta Kakakmu tercinta itu.” Jung Soo Oppa menhadap ke arahku.

“Wae? Kenapa tiba-tiba menanyakan itu?” tanyaku bingung.

“Aku hanya ingin tau saja.”

“Heemmmm dia bernama Yoon Jung Jin, pria itu mengontrak di sebuah rumah, tampangnya lumayan, tapi aku tidak suka padanya, aku selalu bertengkar dengan Onnie jika membicarakannya. Ternyata benar yang aku duga selama ini kan? Firasatku jarang meleset.” Jawabku bangga.

“Kau tau asal-usul laki-laki itu?”

“Heeemmmm aku kurang tau dan aku juga tidak ingin tau, wae?”

“Ani, hanya bertanya saja.”

“Aku hanya tau jika ibunya sudah lama meninggal, selain itu aku tidak tau apa-apa.” Jawabku.

“Bagaimana jika suatu saat nanti jika kau bertemu dengannya?”

“Ne? bertemu dengan siapa? Jung Jin maksudnya? Aku pasti akan membunuhnya!” jawabku mantap.

“Aish, kau kejam sekali. Menurutmu bagaimana reaksi Onniemu jika bertemu dengannya lagi?”

“Eemmm aku tidak tau, yang aku tau dulu Onnie sangat mencintainya, tapi untuk sekarang aku tidak tau, aku rasa kau yang lebih tau.” Dia terkekeh pelan.

“Apa yang kalian bicarakan?” tiba-tiba saja Eun Kyo Onnie muncul dihadapan kami.

“Tidak ada apa-apa, hanya pembicaraan antara kakak ipar dan adik ipar.” Jung Soo Oppa menjawab sambil mengerling nakal padaku. Aku tertawa melihat tingkah mereka.

“Aku mau tidur dulu.” Jung Soo Oppa kembali masuk ke arah kamar Onnie.

“Yak! Itu kamarku!” mereka seperti anak kecil saja.

Minho’s POV

Aku menyatakan cinta padanya dan apa jawabannya? Dia menuduhku mempermainkannya? Yak! Apa-apaan kau Park Rae Na! aku sudah menurunkan harga diriku, karena selama ini aku tidak pernah menyatakan cinta kepada gadis manapun selain dia. Menyebalkan sekali!

Apakah tidak ada sedikitpun dia merasakan ketulusanku? Park Rae Na, kau membuatku gila! Setiap hari kau berkeliaran di otakku, di sekelilingku sejak kau meninggalkan tempat ini. Aku selalu melihat bayanganmu kemanapun aku melangkah. Aku selalu teringat caramu makan, marah, tidur bahkan saat kau bertengkar dengan orang lain. Semua itu terlihat sangat mempesona dimataku. Kau mampu mengalihkan persepsi kata cantik yang selama ini aku pegang. Prinsip wanita yang cantik yang aku pegang selama ini adalah wanita yang anggun dan penuh pesona, punya tata krama dan lembut, yang berbicara manis dan selalu tertawa. Tapi kau? Kau mengubah semuanya. Kini deskripsi cantik menurutku adalah saat wanita marah, makan sesuka hati dan berbicara dengan lantang sepertimu. Aku melihat kekuatan dalam dirimu Park Rae Na, itu yang membuatku mengubah persepsiku.

Aku mengemudikan mobil dengan gusar, masih memikirkan kejadian beberapa saat yang lalu. Saat aku mencium bibirnya secara paksa. Aku memegang bibirku. Itu adalah ciuman pertamaku. Jika saja aku tidak kehabisan nafas melumat bibirnya, mungkin saja sesuatu yang lebih akan terjadi. Dia menampar pipiku, itu balasan yang pantas untukku. Jika boleh sombong, banyak yang mengharapkan ciumanku, namun dia malah membalasku dengan tamparan. Dia memang berbeda, itu yang membuatku jatuh cinta. Kini aku yakin aku memang mencintainya. Park Rae Na, akan aku buat kau tidak bisa lari dariku sebagaimana aku tidak bisa lepas dari bayang-bayangmu!

Aku memasuki apartemenku dengan gontai, sepertinya mala mini akan insomnia lagi. Hufh, sangat melelahkan, tapi aku menikmatinya, menikmati kehadirannya kemanapun mataku melihat selalu ada dirinya.

“Jadi itu Gadis yang kau pilih?” sebuah suara mengejutkanku.

“Dia tidak terlalu cantik, asal-usulnya juga tidak jelas. Aku lebih menyukai Min Ra.” Suara tegasnya menggema di ruangan. Aku menghela nafas.

“Kau mungkin bisa mengatur semua kehidupanku, tapi kau tidak bisa mengatur hatiku, APPA.” Aku menekankan kata terakhir yang aku ucapkan, kata yang paling benci aku ucapkan. Dia membuatku muak. Semua yang kami lakukan harus lulus seleksinya. Eomma sekalipun tidak bisa membantahnya.

“Aku akan mengatur pertunanganmu dengan Min Ra.”

“Sebaiknya kau mengurungkan niatmu itu jika tidak ingin harga dirimu tercoreng,”

“Kau tidak bisa melawanku Minho~ya.”

“Kau juga tidak bisa melarangku.”

“Aku tidak peduli.”

“Aku juga tidak peduli.” Jawabku tegas.

“Apa yang kurang dari Min Ra? Apa dia kurang cantik? Gadismu itu bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan Min Ra.”
“Tidak bisa dibandingkan? Kecantikannya? Cih! Aku tidak suka gadis cantik yang manja.”

“Segalanya, kecantikannya, latar belakang keluarganya, semuanya.”

“Ah, aku lupa, kau selalu mengukur seseorang dengan materi. Mengapa bukan kau saja yang menikahinya?” aku menatap tajam padanya.

“Dasar anak kurang ajar!” sahutnya.

“Apa kau pernah mengajariku? Kau tidak akan mengerti tentang cinta dan perasaan, yang ada di benakmu hanya bursa saham dan bagaimana memperluas daerah kekuasaanmu dan menghasilkan uang. Apa kau pernah berpikir Eomma mencintaimu? Apa kau pernah berpikir Eomma bahagia? Dan yang paling penting, apa kau pernah mencintai Eomma? Untuk pertanyaan terakhir, aku tidak yakin denganmu.”

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat dipipiku. Aku hanya tersenyum melihat muka merahnya karena emosi. Aku rasa perkataanku lebih sakit dari tamparan yang dia berikan padaku.

“Haha, wae? Kau tidak pernah berpikir seperti itu kan?” aku meninggalkannya ke dalam kamar.

“Sebaiknya kau pulang, sekeras apapun kau memaksaku, jika itu menyangkut kehidupan pribadiku, kau tidak bisa mengganggu gugat keputusanku.” Aku berhenti di ambang pintu dan menoleh padanya.

“Suka ataupun tidak, aku tetap memilihnya. Dengan atau tanpa restumu.” Aku menatapnya tajam.

***

Pagi-pagi buta aku terbangun dari tidurku, setelah beberapa jam saja aku memejamkan mata. Rasanya enggan memejamkan mataku, karena jika aku memejamkanmataku, bayangannya akan hilang, dan aku tidak bisa melihat wajahnya. Park Rae Na, bagai sebuah candu bagiku, rasanya sulit sekali lepas darinya.

Aku mengemudikan mobilku menuju tempat dimana aku mengantarnya terakhir kali. Dengan cepat aku menginjak pedal gas, jalanan terlihat lengang karena matahari baru saja menyembulkan wajahnya, hari masih belum terlalu terang, aku sudah berada di depan pagar besar sebuah rumah dimana Rae Na tinggal. Aku memencet bel, lama aku menunggu hingga akhirnya ada yang membukakan pintu.

“Annyeong Noona, Rae Na ada?” aku membungkuk sopan padanya.

“Mi, minho? Ah, ada.” Wajahnya terlihat bingung menatapku. Lucu sekali.

“EunKyo~ya, nuguya?” suara lelaki terdengar dari dalam. Noona tidak menyahut, dia masih bingung menatapku.

“Noona?” aku mencoba menyadarkannya.

“Ah, ye, sebaiknya kau masuk dulu.” dia mempersilakan aku masuk. Aku mengikutinya dari belakang.

“Rae Na belum bangun, dia ada di sofa.” Dasar anak itu memang susah sekali dibangunkan.

“Kau bangunkan saja, aku mau meneruskan membuat sarapan, kau sudah sarapan?”

“Aku? Aku biasanya sarapan di kampus.” Aku berbohong, padahal aku mengorbankan sarapanku demi melihat Rae Na, aku sudah tidak tahan.

“Kalau begitu kau sarapan disini saja. Kau bangunkan Rae Na, tolong yah…” dia berlalu ke dapur. Jadi ini rumah calon suaminya? Lumayan, lebih berkelas daripada seorang penipu yang dulu dia cintai.

Aku berjalan menuju ruang tengah dan mendapati Rae Na sedang tertidur pulas disana. Aku duduk bersimpuh di depan wajahnya. Gadis ini terlihat sangat manis saat dia tertidur seperti ini. Tidak ada kesan kasar dan keras kepala saat matanya menutup seperti ini. Hidungnya, alisnya, rambut yang menutupi sebagian wajahnya, semua terlihat sangat manis. Bibirnya, aku menatap bibir tipisnya. Bibir yang kemarin malam kurasakan kehangatannya. Meskipun dia meronta saat itu, tapi tidak mengurangi lembutnya bibir itu menyentuh bibirku, ingin rasanya aku merasakannya kembali. Tapi sepertinya tidak mungkin, akan ada kiamat kecil jika kejadian kemarin terulang kembali. Dia pasti akan lebih berhati-hati dengan sikapku. Aku masih memandangi wajahnya tanpa ingin berkedip, aku tersenyum tanpa sebab. Kusibak anak rambut yang menutupi wajahnya dan aku masih memandangnya tanpa bosan.

“Tidak perlu memandangnya seperti itu.” Suara berat menghentikan aktifitasku memandangnya, aku menoleh kearah sumber suara itu.

“Kenalkan, aku calon Kakak iparnya, Jung Soo.” Dia menyodorkan tangannya dan aku menyambutnya.

“Minho, Choi Minho.” Jawabku.

“Kau putra pemilik Choi Coorporation?”

“Ye.” Jawabku.

“Cinta memang aneh.” Dia menepuk bahuku dan berlalu kearah dapur. Membuatku bingung.

Aku kembali memandang wajah Rae Na yang masih tertidur manis, tangannya memeluk bantal. Senyumku kembali tersungging melihat wajah polosnya. Saat aku tengah asik menikmati keadaan yang jarang sekali terjadi ini. Tiba-tiba sebuah tangan memalingkan wajahku dengan keras, seperti sebuah tamparan namun lebih lembut.

“Aku tidak suka kau memandangiku seperti itu, dasar MESUM!” dia membalikkan tubuhnya membelakangiku.

“Ya.. ayo bangun ini sudah pagi, nanti terlambat kuliah.”

“Kau pergi saja sendiri, aku masih ingin tidur.” Jawabnya malas.

“Kau bangun atau aku gendong ke kamar mandi?” dia langsung beranjak dari tidurnya menuju kamar.

“Jangan lanjutkan di dalam kamar!” ancamku, dia mendengus kesal.

“Eoh? Bagaimana caramu membangunkannya?” tanya Eun Kyo Noona yang tiba-tiba ada di belakangku.

“Biasanya dia sangat susah dibangunkan.”

“Itu rahasia Noona, jika nanti dia sulit dibangunkan, panggil saja aku.”

Aunthor’s POV

Sementara itu ditempat lain, terlihat seorang Gadis sedang melamun diatas tempat tidur sambil memeluk bantal. Pikirannya melayang ke beberapa saat yang lalu. ‘Aku tidak suka kau jauh dariku, Kim Eun Cha. Jadi jangan pernah hilang dari pandanganku, apalagi menghindar.’ Kata-kata Jinki masih terngiang di telinganya. Membuat Eun Cha seperti orang ling lung memikirkannya.

“Apa maksud perkataan Jinki?” dia bertanya pada dirinya sendiri. Saat dia bergelut dengan berbagai pertanyaan yang ada di benaknya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

From : Ayam Sipit

Buka jendelamu.

Eun Cha menatap bingung isi pesan yang tertera di layar ponselnya. Namun kakinya beranjak turun dari tempat tidur dan membuka jendelanya. Mulutnya ternganga lebar melihat tulisan yang terpampang di jendela kamar Jinki.

‘COME HERE’

Tulisan itu besar terpasang di jendelanya. Eun Cha terheran-heran, dalam benaknya masih memikirkan, apa Jinki menyuruhnya kesana? Terlihat tangga yang dulu waktu kecil mereka gunakan sebagai jembatan penyebrangan yang menghubungkan kamarnya dan kamar Jinki sudah terpasang. Eun Cha masih bingung, setelah sekian lama, rutinitas mereka saat kecil itu tidak pernah mereka lakukan lagi sejak beranjak dewasa, kini terulang kembali?

“Kesini.” Suara jinki membuyarkan kebingungan Eun Cha.

“Apa masih bisa menahan bobot badanku?” tanya Eun Cha ragu.

“Coba saja, aku akan menyambutmu dari sini.”

“Kenapa bukan kau saja yang kesini?” tanya Eun Cha.

“Itu lebih tidak masuk akal, tubuhmu lebih kecil dariku.” Jawab Jinki.

“Ah, benar juga.” Eun Cha mencoba melangkah perlahan menyusuri tangga yang menghubungkan balkon kamarnya dengan balkon kamar Jinki.

Krek! Bunyi tangga yang tebuat dari kayu itu mengejutkan Eun Cha yang sudah berjalan lebih dari setengah jalan.

“Eottohke?” wajahnya pucat memandang Jinki. Jinki tidak kalah pias dari Eun Cha.

“Berjalan perlahan, ayo, aku akan menangkapmu dari sini.” Jinki mencoba menenangkan Eun Cha yang terlihat pucat.

Eun Cha kembali melangkah dengan pelan. Dadanya berdegup kencang, adrenalinnya terpacu, wajahnya menyiratkan ketakutan jika tangga itu patah dan tubuhnya mendarat dengan mulus ke tanah. Dia mengelengkan kepalanya mengusir pikiran yang membuatnya ketakutan.

“Lompat.” Jinki menyuruh Eun Cha untuk melompat. Eun Cha menurutinya saat langkahnya sudah hampir sampai. Dia melambungkan badannya kearah depan. Jinki menangkapnya bertepatan dengan patahnya tangga yang mengantar Eun Cha ke balkon kamar Jinki.

Sesaat hening. Eun Cha terpaku dengan keadaan yang baru saja terjadi, begitu juga dengan Jinki. Tangga yang patah itu membuat Eun Cha sedikit bergidik ngeri, hingga dia dia tidak sadar, tubuhnya mendarat mulus menindih Jinki di atas lantai. Bibir mereka menempel, hidung mereka saliang bersentuhan dan mata mereka saling beradu. Keadaan itu terjadi beberapa detik tanpa mereka sadari. Hingga sebuah suara menyadarkan mereka.

“Jinki~ya, suara apa itu?” Eomma Jinki berteriak dari dalam rumah. Keadaan menjadi canggung, Eun Cha cepat-cepat menarik tubuhnya dari Jinki, begitu juga Jinki tidak kalah salah tingkah dari Eun Cha. Keadaan berubah hening, mereka saling menatap.

“Un, untuk apa kau menyuruhku kesini?” tanya Eun Cha terbata.

“Ah, eum.. aku hanya ingin menanyakan apa kau kuliah hari ini?”

“Ye.” Jawab Eun Cha mengalihkan pandangan dari Jinki. Jinki bersikap hal yang sama.

“Ah, kalau begitu kita berangkat bersama-sama saja.” Jawab Jinki sambil menggaruk kepalanya.

“Ah, ye.” Jawab Eun Cha. Keadaan kembali sunyi.

“Ah, kalau begitu aku mau siap-siap saja.” Jawab Eun Cha sambil menaiki pembatas balkon.

“Yak, hati-hati!” Jinki berteriak dan menarik tubuh Eun Cha, hingga tubuhnya kembali limbung dan menimpa Jinki.

“Sudah aku bilang aku tidak suka kau jauh dariku, jadi jangan coba bunuh diri seperti itu. Kau lupa tangganya patah?” tanya Jinki tepat di telinga Eun Cha.

Rae Na’s POV

Sarapan kali ini sangat menyebalkan. Kenapa harus ada orang menyebalkan ini menggangu pagiku? Ck! Aku jadi tidak nafsu makan kali ini, bukan karena ocehan Onnie yang biasanya menghiasi pagiku, tapi karena aku melihat wajah orang paling menyebalkan ini ketika aku membuka mataku. Dia makan dengan lahap. Onnie juga sepertinya sangat menyambutnya.

“Mau lagi Minho~ya?” aish! Onnie apa-apaan itu, Jung Soo Oppa saja tidak ditawarinya. Mata Jung Soo Oppa menyiratkan kecemburuan, namun orang yang dia cemburui tidak peduli bahkan tidak peka sama sekali.

“Ah, sudah cukup Noona.” Suara berat itu terdengar menjijikkan ditelingaku.

“Rae Na, habiskan makanmu dan juga susumu, lalu kalian berangkat, nanti terlambat.” Eun Kyo Noona memperingatkanku. Kegiatan rutin yang dia lakukan.

Setelah selesai sarapan aku pamit berangkat pada Noona dan Oppa. Begitu juga Minho, rasanya menyebalkan sekali memikirkan hariku dimulai dengan dirinya. Aku duduk disampingnya tanpa menyapanya.

“Aku minta maaf untuk kejadian tadi malam. Semua diluar kontrolku.” Aku menghela nafas.

“Aku tau kau marah, apa itu ciuman pertamamu?” tanyanya, aku tidak menjawab.

“Jika kau diam berarti itu benar. Beruntung sekali diriku bisa mengambil ciuman pertamamu.” Dia terkekeh pelan. Aku memukulnya dengan tasku. Namun dia balas dengan tawa mengejek.

“Ah, ngomong-ngomong, siapa lelaki yang bersamamu semalam?” tanyanya dengan nada penasaran.

“Bukan urusanmu.” Jawabku.

“Kau salah, semua tentangmu adalah urusanku.” Jawabnya penuh bangga.

“Hufh, dia temanku sejak kecil.” Jawabku malas.

“Cinta pertamamu?”

“Bukan.”

“Lalu?”

“Dia temanku, apa kau tuli?”

“Baguslah kalau begitu.” Apa maksudnya?

“Aku tidak suka kau berdekatan dengannya.” Katanya tajam.

“Kau tidak berhak melarangku.”

“Sudah aku katakana, semua tentangmu adalah urusanku. Kau milikku.” Jawabnya yakin.

“YAK! Aku bukan bonekamu Choi Minho! Turunkan aku disini!” aku bersikeras agar dia menghentikan mobilnya.

“Shireo!” jawabnya.

“Turunkan, atau aku turun sendiri.” Ancamku.

“Coba saja.” Jawabnya sambil menekan pedal gas mempercepat laju mobilnya. Aku terpaksa mengurungkan niatku. Bisa babak belur aku jika aku memaksa turun. Dia tersenyum penuh kemenangan.

Dia menarik tanganku menyusuri halaman Kampus. Aku sudah berusaha melepaskan tangannya, karena aku risih dengan tatapan aneh orang-orang yang memandangku. Belum lagi bisikan-bisikan sinis dari orang-orang yang kami lewati. Tapi wajah Minho terlihat santai bahkan terkesan bangga. Aish! Terbuat dari apa muka orang ini. Apa otaknya sudah bergeser hingga dia tidak memperdulikan orang lain. Memang sejak dulu dia acuh dengan orang lain, tapi kali ini, semua ini bisa jadi skandal besar nantinya. ‘Choi Minho, lelaki paling dingin di Kampus, menggandeng seorang gadis’. Ck! Menjijikkan sekali, dia sih enak, tapi aku, pasti banyaka cacian terhadapku, belum lagi dari Gadis manja itu, dia pasti mengamuk.

“Minho~ya.” Pucuk dicinta ulampun tiba, baru dipikirkan orang itu sudah muncul. Dia berlari di belakang menyusul kami.

“Minho~ya, kau ada acara mala mini? Bagaimana kalau kita kencan?” dia melepaskan genggaman Minho dari tanganku. Aku memanfaatkannya untuk lepas dari Minho aku langsung melangkah meninggalkan mereka. Namun dengan sigap Minho meraih lenagnku dengan salah satu tangannya.

“Aku akan mengantarmu sampai ke kelas.” Jawabnya menatapku tajam, aku tidak bisa apa-apa. Wajah Min Raterlihat cemberut. Minho menatap kearah Min Ra.

“Maaf, aku sudah ada kencan malam ini.” Jawab Minho lalu berlalu menarik tanganku. Min Ra terlihat kesal dan menghentakkan kakinya sambil menggerutu.

“Aku tidak suka kau memanfaatkanku untuk menjauh darinya.”

“Aku tidak bermaksud seeperti itu.” jawabnya.

“Tapi aku tau kau hanya memanfaatkanku agar dia tidak mengganggumu lagi kan?”

“Kau ini, apa maksudmu? Lalu kau mau apa? Kau mau aku tidak memanfaatkanmu? Kau mau aku mencintaimu tulus? Begitu maksudmu?”

Aku langsung pergi meninggalkannya. Apa maksudku berkata seperti itu, aku juga tidak tau. Aku hanya merasa dia memanfaatkanku, tidak mencintaiku dengan tulus.Yak! Park Rae Na jangan bilang kau ingin dicintainya dengan tulus, jangan bermimpi! Aish! Apa-apaan aku ini, dia mencintaiku atau tidak, apa peduliku?

Aku melihat seseorang melambai dari kejauhan kearahku. Kim Kibum. Senyum mautnya selalu tersungging diwajahnya, senyum yang orang bilang itu adalah senyum termahal, tapi tidak bagiku. Dia selalu seperti itu di depanku.

“Oppa.” aku balas melambai padanya. Saat sampai dihadapanku, dia mengacak rambutku.

“Aish! Oppa, aku bukan anak kecil lagi.” Rajukku.

“Ah, kau memang bukan anak kecil lagi, tapi kebiasaanmu dari kecil tidak pernah berubah, bertindak frontal terhadap orang lain.”

“Aish! Oppa, kau ini.” Aku meninju perutnya

Minho’s POV

Park Rae Na, lebih sulit dari yang aku bayangkan memilikimu. Dia tidak percaya dengan semua ucapanku. Tidak percaya dengan semua perasaanku. Kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan dengan opinimu bahwa orang yang jatuh cinta itu adalah bodoh.

Aku memandang punggungnya yang meninggalkanku terpaku sendiri, Gadis itu memang sangat keras kelapa. Aku melihat seseorang melambai kearahnya. Lelaki itu lagi. Teman masa kecilnya? Aku tidak pernah melihatnya bersama seorang lelaki, namun mengapa bersama orang itu dia terlihat akrab? Dadaku bergemuruh seketika melihat senyum manis tersungging dari bibir tipisnya untuk lelaki lain. Meski mereka tidak memiliki hhubungan apapun, tetap saja rasanya menyakitkan. Suhu tubuhku tiba-tiba naik. Nafasku menderu, menahan amarah yang bergejolak di hatiku. Inikah yang dinamakan cemburu?

Tiba-tiba bahuku dipukul seseorang. Aku sudah tau siapa yang melakukan ini. Pasti Jinki hyung, tidak ada orang yang berani melakukannya selain namja aneh itu.

“Apa yang kau lihat?” tanyanya.

“Tidak ada.” Aku berjalan kearah fakultasku.

“Tidak mungkin, sedang memandang Rae Na?”

“Yaish! Sejak kapan kau perhatian terhadap orang?” jawabku kesal meninggalkannya.

“Ya… jangan tinggalkan aku.”

“Jangan tinggalkan aku, aku mau bicara padamu.” Dia menarik tanganku.

“Waeyo?”

“Bagaimana caranya menyatakan perasaan terhadap orang yang kau cintai?”
“Eoh? Kenapa tiba-tiba menanyakan itu?” aku menatapnya heran.

“Ani, aku hanya bertanya saja.” Jawabnya malu sambil tersenyum tidak jelas.

“Apa aku ingin menyatakan perasaanmu terhadap Eun Cha Noona?” tanyaku menggoda sambil tersenyum.

“Ani, aniya..” jawabnya cepat.

“Hyung, kau tidak bisa membohongiku.”

“Ani, aku hanya bertanya saja.” Jawabnya salah tingkah.

“Bagaimana perkembangan hubunganmu dengannya?”

“Aku tidak tau, aku terlalu malu untuk mengatakan padanya, aku takut ditolak.”

“AIsh! Kau ini, diterima atau ditolak, itu urusan nanti, jika ditolak, lebih giat lagi mengejarnya.”

“Apa kau sudah menyatakan perasaanmu?” tanyanya.

“Sudah.” Jawabku santai.

“Apa tanggapannya?” matanya membesar menunggu jawabanku.

“Dia mengisyaratkan agar aku lebih giat lagi mengejarnya.”

“Dia menolakmu?” tanyanya.

“Ani, apa aku bilang begitu?”

“Ah, jika kau saja ditolak Rae Na, apalagi aku.”

“Apa hubungannya?”

“Kau kan idola, rasanya tidak mungkin jika Rae Na menolakmu, sedangkan aku?”

“Hyung, semua orang punya daya tarik masing-masing.”

***

Aku menarik tangannya saat dia baru saja akan keluar meninggalkan kelas. Semua mata tertuju pada kami. Aku tidak peduli, aku tidak orang lain mendahuluiku mengajaknya pulang bersama.

“Rae Na~ya, jadi pulang ber… sama?” Lelaki itu menatap tangan Rae na yang aku genggam.

“Ah, kalau kau ada janji, lain kali saja. Aku ingin menyapa Noona, tapi lain kali juga tidak apa-apa.” Lelaki itu pergi meninggalkan kami.

“Oppa, jangan lupa minggu depan datang ke pernikahan Onnie.” Rae Na berteriak, lelaki itu hanya menoleh dan melambai padanya.

“Kau ini apa-apaan?!” dia berusaha menarik tangannya, anum aku menahannya.

“Aku akan mengantarmu pulang.”

“Aku bisa pulang sendiri Minho~ya, lagipula aku ingin membeli baju dulu, tidak ingin langsung pulang, minggu depan pernikahan Onnie.” Tumben dia tidak mengamuk lebih besar kali ini.

“Baiklah, kalau begitu aku temani.”

 ***

Kami menyusuri pertokoan di daerah Myungdeong. Berganti dari toko yang satu ke toko yang lain. Dia sudah beberapa kali mencoba baju tapi selalu tidak suka. Yang benar saja dia mau ke pernikahan menggunakan jeans dan kaos oblong! Aku melarangnya. Aish! Gadis ini benar-benar aneh. Tapi itu yang membuatku jatuh cinta padanya.

“Kenapa kau tersenyum?” dia keluar mencoba salah satu baju. Lebih tepatnya gauh, ah, bukan, semi gaun. Sebuah baju terusan berwarna biru lembut membalut tubuhnya, terlihat rapi dan sopan. Gaun selutut, dengan kerah tertutup, tidak terlalu rendah juga masih memperlihatkan leher indahnya, lengan pendek dan ada pita besar di dadanya. Dia terlihat jijik memakainya, tapi dimataku itu sangat manis.

“Wae? Terlihat aneh kan?”

“Ani, kita ambil yang ini saja.” Aku langsung memotongnya dan menyerahkan kartu kreditku pada pelayan toko. Dia tidak bisa membantah, namun wajahnya terlihat cemberut kearahku.

“Sekarang saatnya kita beli sepatu.” Aku menariknya .

“Aku tidak ingin membeli sepatu yang aneh-aneh, aku memilih sneaker saja.”

“Mana ada gaun begitu bawahnya sneaker?” aku menjitak kepalanya. Dia tertawa. Untuk pertama kalinya dia tertawa di depanku. Aku terpaku melihatnya. Dia masih tertawa dan aku masih memandanginya.

“Wae? Kenapa diam?” dia bingung menatapku.

“Ani, kau lebih cantik jika sedang tertawa, banyak-banyak lah tertawa.”

“Aku bukan orang gila.” Kembali ketus seperti semula. Dia memang benar-benar gadis yang aneh. Gadis aneh yang memikat.

Eun Kyo’s POV

Hari ini adalah hari pernikahanku. Sudah sejak pagi aku berada disini. Di depan kaca, duduk terpaku, didandani oleh beberapa orang yang sibuk di sekelilingku. Membuat aku pusing. Aku pusing memikirkan semua ini. Apa ini mimpi? Begitu cepat semua ini terjadi. Apa keputusan yang aku ambil ini benar?

“Nona muda, apa menurutmu ini sudah cukup? Atau pelu aku tambah lagi?” salah satu orang yang sedang memake-over wajahku menanyakan pendapatku.

“Aku rasa sudah cukup, aku tidak suka yang terlalu mencolok.” Jawabku.

“Baiklah, kalau begitu silakan anda memakai gaunnya.” Orang itu menyodorkan gaun pengantin padaku.

“Aigoo, aku terlihat sangat cantik Eun Kyo~ya, nenek dan ibumu pasti bangga.” Suara Halmeoni mengejutkanku. Beliau menyuruh orang-orang yang ada di sekitarku untuk keluar.

“Kau sangat cantik, dank au masih ingat yang aku katakana dulu?” aku berbalik menatapnya dengan bingung, namun dia membalik tubuhku kembali menghadap cermin, menutup gaunku.

“Wanita itu tempatnya salah, jika kau tidak pintar menempatkan diri, maka kau akan selalu salah dimata siapapun.”

“Halmeoni..” rasanya ada yang ingin keluar menyeruak disudut mataku.

“Apapun yang terjadi padamu, baik itu bertengkar, atau apapun, jangan sampai ada orang lain yang tau.”

“Jika ada orang ketiga yang tau masalah rumah tanggamu, maka masalahnya pasti akan melebar, bukan tentangmu dan tentangnya, tapi tentang kami.”

“Satu lagi, kau harus pintar melayani suamimu.” Mendengar perkataannya membuat mukaku memerah, apa-apaan itu melayaninya?

“Aigoo, baru seperti ini saja wajahmu memerah.” Dia memukul kepalaku.

“Halmeoni, appeuda…” aku cemberut, membuatnya tertawa.

“Ku harus sabar menghadapi Jung Soo, dia itu manja dan keras kepala.”

“Ye.” Jawabku singkat.

“Satu hal yang penting, aku ingin kau tinggal bersamaku sampai mempunyai anak pertama. Aku sudah mengubah kamar Jung Soo untuk kalian berdua, aku rasa itu cukup untuk kalian berdua.” Bola mataku rasanya ingin keluar mendengar perkataannya. Tinggal bersama sampai aku mempunyai anak pertama? Bagaimana bisa?
“Ah, Halmeoni, tapi bagaimana dengan Rae Na? aku tidak bisa meninggalkannya sendiri.” Jawabku.

“Siapa bilang kau akan meninggalkannya. Rae Na akan menempati kamar kosong paling atas. Hanya satu buah, tepat diatas atap, tapi cukup luas untuknya.” Kembali rasanya bola mataku hampir jatuh. Bagaimana mungkin dia sudah mempersiapkan semua ini secepat ini.

“Ya sudah, sekarang kau siap-siap.”

***

Aku berjalan perlahan menuju altar di damping Park Ahjussi. Tangan besarnya aku genggam dengan erat, tiba-tiba saja aku merindukan Appa.

“Kau pasti merindukan Appamu, benarkan?” aku menoleh padanya namun pandangannya lurus ke depan.

“Anggap saja aku pengganti Appamu.” Dia balas menggenggam tanganku. Aku menghela nafas saat dia menyerahkanku pada anaknya.

***

Setelah selesah mengucapkan janji dihadapan Tuhan, Pastor Gereja mempersilakan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita. Apakah itu berarti dia akan menciumku? Lagi? Dihadapan oranng banyak? Belum sempat aku berpikir, tiba-tiba bibirnya sudah menempel di bibirku, aku terpaku.

“pejamkan mataku dan nikmatilah.” Dia melumat bibirku perlahan, aku masih terdiam dengan keadaan ini. Dia menarik tubuhku mendekat padanya. Aish! Aku hilang kendali terhadap tubuhku, tidak bisa berbuat apa-apa.

***

Sekarang acara kedua akan berlangsung di kediaman Jung Soo. Aku sudah terlalu lelah. Harus berganti baju lagi dan mengikuti semua acara adat yang membuatku pusing. Bukannya aku tidak suka, hanya saja sebentar lagi rasanya badanku tidak kuat lagi berdiri.

Acara makan bersama keluarga. Penghormatan pada leluhur. Semuanya berjalan dengan lancer. Aigoo, sangat melelahkan. Mereka sibuk dengan acara minum-minum mereka. Aku ikut meminum beberapa gelas. Tiba-tiba ada yang datang dari arah depan.

“Maafkan, kami terlambat, aku harap tidak melewatkan acara perkenalannya.”

Aku menoleh kearah suara.

“Yoon Jung Jin.” Gumamku.

Jung Soo’s POV

Rangkaian acara berjalan dengan lancar. Sekarang menuju rumah untuk melakukan upacara seperti yang diminta Halmeoni. Aku berjalan menggandeng Eun Kyo yang sudah terlihat sangat letih.

“Masih kuat?” aku menggenggam tangannya.

“Ye.” Jawabnya lemah.

“Sebentar lagi selesai. Hanya acara penghormatan pada leluhur dan acara perkenalan pada keluarga besar.” Jawabku menenangkannya.

Saat dia berganti pakaian. Aku berjalan mencari Minho. Rae Na sebenarnya sangat keberatan Minho mengikuti acara keluarga ini. Tapi aku bersikeras menyuruhnya untuk ikut. Aku mendapati Minho sedang duduk bersimpuh di lantai bersama orang tuaku. Sedang asik berbincang, aku menghampirinya.

“Jaga Rae Na, jangan sampai dia lepas kendali jika sesuatu terjadi.” Aku berbisik padanya.

Akhirnya orang yang aku tunggu akhirnya datang juga.

 “Maafkan, kami terlambat, aku harap tidak melewatkan acara perkenalannya.”

Itu suara Yoon Ahjussi, dia adalah suami dari adik ayahku yang sudah meninggal. Halmeoni tidak terlalu suka padanya.

“Ah, tidak apa-apa, silakan duduk.” Appa mempersilakan Yoon Ahjussi untuk duduk.

“Ini menantu baru keluarga ini?” dia terlihat sinis memandang Eun Kyo. Memang selalu seperti itu, dia selalu mempermasalahkan semua anggota keluarga baru kami. Aku menatap Eun Kyo yang masih bingung dengan keadaan ini, dia juga balas menatapku heran, matanya seolah mengatakan ‘apa-maksud-semua-ini?’.

Aku menggenggam tangannya mengisyaratkan padanya untu keluar sari ruangan dan permisi aku permisi pada mereka untuk membawanya keluar dari acara. Dia terlihat ling lung. Aku bingung harus berbuat apa. Aku membawanya ke kamar.

“Apa maksudnya semua ini?” dia berkata lirih.

“Jung Jin adalah sepupuku.” Jawabku.

“Apa kau sudah mengetahui ini semua? Aish! Dasar Park Eun Kyo bodoh!” dia duduk dilantai, tak kuasa membendung airmatanya.

“Aku terlihat seperti piala bergilir.”

“Sssssttttt, uljima, tidak ada yang mengatakan seperti itu, tidak akan ada yang tau.” Jawabku menenangkannya.

“Kau! Apa kau sudah tau ini dari awal? Hingga kau selalu mengikutiku? Apa maksudmu menikahiku? Eoh? Kau gila! Aku bodoh! Aku bodoh!” dia memukul kepalanya sendiri. Sebelum dia sempat melukai dirinya sednri, aku memeluk tubuhnya, tidak ada perlawanan darinya.

“Ini tidak mungkin, jika mereka mengetahui semuanya maka habislah kita.”

“Dia tidak akan berani mengatakannya, akan kupastikan dia akan tutup mulut, tenanglah, berhenti menangis.” Aku menyeka airmatanya.

“Ya… Jika menangis seperti ini nanti Halmeoni akan khawatir, hapus airmatamu.” Dia mengusap airmatanya.

“Ayo kita keluar.”

***

Eun Kyo, dia minum banyak mala mini. Entah apa yang dia pikirkan. Aku melepaskan bajunya dan menggantinya dengan piyama. Belum sempat aku mengenakan baju padanya. Dia memelukku dan menicum bibirku. Aku berusaha melepaskannya namun hasrat dalam dadaku melarangnya. Aku membawanya ke tempat tidur.

***

Matahari pagi mulai bersinar. Gadis, lebih tepatnya mantan gadis yang terbaring disampingku masih betah bermimpi. Aku memandangi wajahnya. Sambil mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam. Aku tersenyum. Maafkan aku memanfaatkan pengaruh alkohol yang kau minum tadi malam. Tapi aku berjanji tidak akan menyakitimu.

“Saranghae.” Aku berbisik di telinganya. Dia menggeliat dan perlahan membuka matanya. Wajahnya terlihat bingung, dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Memegang kepalanya.

“Wae? Kepalamu sakit?” aku memegang kepalanya.

“Apa yang terjadi?” aku tidak menjawab, hanya menatapnya penuh arti.

“Park Jung Soo, apa yang terjadi tadi malam?!” dia mulai meraba tubuhnya dan menatap tajam padaku.

“Park Jung Soo!” nadanya mulai meninggi, aku hanya tersenyum.

“Panggil aku Oppa.” setelah mulai sadar apa yang terjadi dia kembali berbaring pasrah.

“Paboya.” Katanya lirih pada dirinya sendiri.

***

Aku menunggu seseorang di ruangan kerjaku disamping kamarku. Yoon Jung Jin. Terdengar pintu diketuk dari luar.

“Silakan masuk.” Aku sudah menunggunya.

“Apa kabar?” dia berjalan santai dan duduk di sofa.

“Baik.” Jawabku.

“Apa maksudmu menyuruhku kemari.

“Aku tidak ingin berbasa-basi, pertama aku berterima kasih kau telah mengkhianati Eun Kyo hingga aku bertemu dengannya. Kedua, aku ingin kau jangan pernah lagi menampakkan batang hidungmu dihadapannya. Ketiga aku ingin berterima kasih lagi, selama kau menjalin hubungan denganya kau tidak menyentuhnya. Dan yang terakhir, jangan berkata apapun tentangnya jika kau masih ingin hidup tenang.” Dia terkekeh pelan mendengar perkataanku.

“Park Jung Soo, aku juga tidak suka berbasa-basi. Pertama, siapa bilang aku akan melepaskan Eun Kyo dan menyerahkannya padamu? Kedua, aku ada dihadapannya atau tidak, itu hakku, aku baru menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya saat kau menikahinya, jadi aku berniat untuk merebutnya kembali darimu. Ketiga, meskipun aku tidak menyentuhnya, tapi aku tau dia sangat mencintaiku, tidak mungki perasaan itu hilang begitu saja. Dan yang terakhir aku memang tidak akan berkata apapun tentangnya pada orang lain, tapi aku akan mengatakan padanya aku sangat mencintainya.” Jawabnya bangga.

“Cih! Kau percaya diri sekali. Setelah apa yang kau lakukan padanya.” Aku menatap tajam padanya.

“Percaya diri adalah modal utama dalam cinta setelah hati.”

TBC

Emak…………………!!! Huweeeeeee part ini akhirnya selesai juga, setelah lamu bermeditasi. Aneh tapi, apa si yang aneh yang aku buat? Jiahahahaahahahaha, huweeeeeeee cape ngetiknya. Aku tidak akan berbasa-basi, part selanjutnya mungkin akan lama, karena aku harus masuk diklat. Jadi jangan merindukanku ya??? *artinya rindukan aku selalu*

88 responses »

  1. Huwaaaaaaaa #plakk
    semua rasa q ada d’part ini.. #plakk
    sedih,senang,suka,duka n jantungan juga..tp’y aq ngakak d’bgn jinki-eun cha.. itu couple knp jd mkin sangtae beneran..wkwk
    eun cha eonnie mncium jinki..hahahaaa *d’lempar koin*

    oh iya.. teukyo..wah byk kejutan yah.. sabar eonnie q saiaang.. ;p
    tp aq brsa pen nangis,, #lol

    minho ya,kau mmbuat q sprti boneka!! tak bs kh mmberikan q sdkit wktu utk brsama kibum? aq kangen kibum hyung.. #plakk

    • ga berasa pilem lg neh? buahahahahahaha, msh waras kan?? ga gila kan?? huweeeee mnguras tenaga tau g si nulis part km…

      jincha : aku snyum2 sndri ngebayangin muka jinki, bnr2 aneh mukanya…

      mslh teukyo, km pngn nangis? jiahahahahaha, emang km bs nangis?? wkwkwkwkwkwkwk, org aku bhagia kmnya mau nangis…

  2. teukyo couple daebak,,,aku suka oppa dsini,,ayo oppa jangan biarkan eunkyo jatuh ketangan
    cwo menyebalkan itu,,kalo dia macam2 aku bakal bantu oppa ngegorok lehernya dia,,
    utk raena couple,,aigoo raena benar2 ga percya cinta ya,,kalo ga yakin ma minho,,minhonya buat aku aja deh,,*dari dlu msih ngarep aja*,,jinki ayo dong nyatakan cintamu,keburu euncha diambil orang,,keren fik,,ga nyangka si jungjin fika buat jadi sepupunya oppa,,dri dialognya mreka kayanya ada rahasia yg mereka simpen ya,,aku bakal sabar nunggu dgn sabar lanjutinnya fik kalo hasilnya sebagus ini,,
    selamat menjalankan tugas ya fik*diklat maksudnya*,,

    • makasih Onnie… *hug Onnie*tunggu kepulanganku…
      onnie bakaln bantu ngegorok Jung Jin? bknnya onnie suka nyariin oppa bini baru? *melirik tajam*
      minna emang begitu onn, orgnya aneh, masa dia suka kekerasan dlm percintaan? huweeeee bnr2 aneh…
      jinki tunggu tanggal mainnya onn, aku jg lg bingung.
      rahasia yang di dimpen? wahahahaha, fika suka main rahasia-rahasiaan onn. tunggu kelanjutannya sebulan lagi.

  3. wah akhirnya sls bcanya..
    onnie aku tambah suka sama ff ini, makin seru…
    huwaaa apa2an itu onn kau main nyosor k jungsoo oppa akhirnya kau mlah jd mantan gadis…wkwk

    emang bnyk typo tp msh bsa d mengerti jujin siapa lah itu mantanmu itu, yg jls aku gk suka dgnnya enak bgt mw balik stlah apa yg dy bwt.. aku nentang klo eun kyo onn balik sama dy… hah

    onn aku tertarik ama klanjutan kisahnya jinki-eun cha, kynya seru n lucu *malu2 kucing gtu deh* wkwk
    tp minho-rae na jg tmbh seru, aigo pmikiran raena brlebihan ah ttg cinta… hehe
    aku tunggu onn, klanjutannya…
    wah eonn aku bkal kangen dirimu loh…
    cepat kmbali onn, ngga smpe 23 bln kan onn?*msh kbwa galau gra2 chul oppa yg wamil*
    huweeeee aku bkal nangis lg klo inget chul n jungsoo*mungkin?* yg bkal wamil…
    y udah deh onn, aku.gk mw tmbh galau lg pkknya aku tungguin drimu n ff ini.. hehe
    HWITING ONN!!!

    • keren kan aku jadi mantan gadis? jiahahahahahahaha. tapi gimana kalo misalnya eun kyo masih cinta?
      *mngalun lagu masih cinta kotak*
      jinki euncha tunggu yah sabar…
      minho raena itu ular sama kodok…
      kangen sama aku? aku juga bakalan kangen km…. *peluk mia*
      HWAITING!!!

  4. Aq dtg.. Onn, akhrx U nikah ma oppaQ.. Chukkaeee.. #tiup terompet xalain kmbng api# i2 bjux d bukain ma oppa n akhrx drimu jd mntan gadis.. Lhirin ank 1 hrapn halmeoni bkln trkbul.. Horee.. Couple jinho n jinki bkin xesek.. Tp drimu kn diklat make me sad.. Onn cpt plg..

    • akhirnya adik iparku satu lagi datang… jgn main kembang api, nanti kebakaran…
      ya iyalah dibukain Oppa, biar romantis… wahahahahahahahahaha
      minho… bukan jinho…
      jinki… keren kan?
      don’t be sad… i’ll be back….
      akan cepat pulang…

  5. muahahaa. . .mianhamnida. . Pity aka eun cha bru bangkit dri kubur (?) *sungkem bareng unyu*
    ff eonnie tuh brasa drakor *8 jmpol #4 jmpl aku, 4’a dri unyu*
    Naaaa~ kmu dkejar” menong, seneng bgt pasti. .ahahaa, tipe namja ideal na bgt gtu mah, cool” prhtian *sotoy*
    eon, itu’a di skip yah. .hihii
    jung jin ganggu ah~ *tendang jj k’madagaskar*
    omoh~ unyu~ eun cha ga bakal nolak !! Bego bgt yeoja yg nolak unyu !! *pity tebas itu yeoja klo mao #dbunuh Mvpers*

    • yak! ini anak baru nongol…
      drakor?? buahahahaha, ada-ada saja drmu…
      maaf jg baru bisa bls sekarang… habisnya kmrn holiday…
      bueh si Na mah udah ky org gila…
      tiap hari smsin aku, katanya lg gila gr2 keroro….

      itunya bukan dskip tapi memang aku ga bikin…
      huwehehehehehehe
      tau noh jung jin nongol lagi… heran deh aku sama tu orang…

  6. hihii. .mian eon, inet lemot sangad dkt” lebran gini mah. Iyah itu si na beneran jdi na’mes skrg. Ckck *moga na ga bca. .buakakk*
    wajar aja sih dia jdi gelo,.wong nong” yg ngejar” dia. Hayok !! Eonnie tgg jawab, bikin na’mes sarap brtingkat”. .muahahaa *dtendang*

  7. onni……
    akhirnya…. dgn sgla kekurangan pulsat (?) aQ bisa komen juga di sini…. \(^_^)/
    cuma mongomen satu…
    pulsa jak mencukupi… Θ-Θ
    keeennnaaapppaaa…..

    YOONG JUNG JIN BISA JADI SODARANYA TEUKPPA?!?!!
    agh… gk rela… *penonton kecewa* (~ΘΞΘ)~

  8. Part ini seru..
    Apa”an itu si jung jin, enak bgt ngomong’y.. Mnta d gorok..
    Aq sbel sma jung jin, ayo jung soo oppa jgn mw kalah, bwt eunkyo jatuh cinta pda mu.. He..

  9. Aahhhh haiiishhhh
    Pengen ngelempar Jung jin ke kandang macan rasanya !*emg kuat?*
    Iihhhhh sebelllll !!!!
    Ngapain sih tuh orang dateng lagi !
    Untuuungg aja jungso nya tegas !
    Huaaaaaaaa
    Melting.. Melting
    Ga nyangka mereka ngelakuin wkwkwwkwkwkw
    Semogaaaaa bisa jd jungso junior deh
    Wkwkwkwwkkw :p

  10. ahhhh…si jung jin enak bener ngomong kaya gitu..
    pengen dibejek2 deh rasanya tuh mahluk…

    Oenie ntu di skip ya adegannya.. hehheee….*masang tampang yadong*

  11. weeee si jung jin itu apa2an? ih, gak tau maluuuuuu #emosi ><
    eh eon, maksudnya kalimat “Wanita itu tempatnya salah, jika kau tidak pintar menempatkan diri, maka kau akan selalu salah dimata siapapun” apa?? hheheh

    • sini aku jelasin yah… contohnya… pengalaman dlu neh aku yah, buahahahahaha.
      klo kita selalu smsin cwo kita, dia bilang pasti, cerewet banget sih! ga pengertian banget!
      nah giliran kita mencoba mengerti, dia malah bilang, ga ada perhatiannya sama sekali, nah loh kan? klo salah menempatkan diri maka akan salah dimata siapapun…

  12. Percaya diri adalah modal utama dalam cinta setelah hati*
    emak,,kata-katanya….
    ini bacanya pas lagi mau tidur,,ampe2 kebawa mimpi hafalin ne kata-kata….
    karena penasaran…langsung ke part selanjutnya yah eonn*plakkk
    jangan tanya bagus apa gak eonn….yang penting penasaran telah mewakili perasaanku terhadap ffmu*ALAYY*

  13. onie,,,,aq datang lagi!!!!!
    ya ampun oen,makin kesini makin daebak deh ceritanya,,,
    omo,,,,apa yg sudah oen dan teukpa lakukan,ckckck,,,,tapi aq paling suka bagian itu*plak*kkkk
    arrrgghhh,,,,minho+rae na bikin aq gregetan nih,gemes liat mereka🙂
    bye oen,,sepertinya part yg lain sudah memanggil manggil utk segera dbaca,hehe,,,

  14. Aduh eonni, knpa kau membuatku melayang dan menghempaskan dgn seketika? Wae? Huhuhu knpa namja sialan it dhadirkan kmbli. Dan apa2 it mantan gadis? Aduh kshan dirimu yg tidak menikmati first night. Haha :p

  15. minho ditolak#teriakpktoa
    jinki oppa, sm aku aja dh, aku siap sdia, pasti aku terima#hohoho

    aish, tryt perckpn teuki sm rae na tntg jung jin cm basa basi..
    smg ht eun kyo tetep bwt teuki

  16. kenapa jadi ikut esmosi?? grrrr jadi jungsoo kenal sama jungjin? nyesek pas eunkyo bilang seperti piala bergilir…
    dan ternyata jungjin bener” jahat -,-

  17. EONNI-YA~!!!
    sumpah keren keren keren! Aigo feel nya dapet bgt!
    Emosi ku terkuras di part ini!

    Jinja Jungjin bener bener .. Ah
    Gatau mesti komen apa, pokoknya ga bakal suka ma Jungjin!

  18. wah..wah..akhirnya menikah juga ny park chukae..chukae..chukae,tp MPnya kok gak romantis ya,ny park suka mabok bae sih,jd pengalaman prtamanya kurang berkesan tu ck..ck..ck,tp okelah critanya tetap keren,makasih ny park

  19. huah,tu Jungjin np muncul lg onn?
    pngen q bejek2 de rasax!><
    untng aj mrk dh nikah!tp np acara MPnya dskip onn?hoho*yadongkumat
    Yesungdah q mw lnjt bcx,dh penasaran bgt ne!hehehe

  20. aduh kasian minho nya ditabok, tp salut deh tetep aja ngejer ngejer
    ckckck kesel liat jungjin. dah tau eunkyo uda nikah masih aja dideketi gak sadar

  21. tuh kan bener feeling aku kalo halmeoni yang ditemuin eun kyo di halte itu halmeoni nya jungsoo🙂
    udah deh eun kyo sama jungsoo kalo udah jodoh ngga bakal kemana?! hehe
    eh..eh.. itu kenapa minho nya di tolak sih sama rae na. ayo oppa terus berusaha buat dapetin rae na. hwaiting minho oppa!!
    yaelah itu si jung jin ngapain balik sih. kan kasihan eun kyo nya. udah pergi sana pergi!! *dorong-dorong jung jin biar pergi*
    semakin banyak nih eonni konflik nya. tambah seru.
    aku baca part selanjutnya dulu ya eonni.
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni. *hormat bareng kyuhyun*

  22. Jinki ada kemajuan niih.. Akhirnya menikah jg teukyo couplenya, waah teukppa bsa aja nii memanfaatkan kesempatan dlm kesempitan. ^^V.. Iiih gregetan ni ma si jung jin, jngn sampe eun kyo ma dia lg..

  23. kyaaa…
    ni part yg paling aq tunggu sumpah suka ama ni ff…

    g bs komen ni fika yg penting aq puas ama ni part, next part besok aja dlanjutin udah capek bc mulai part 1-5…

  24. Huwaaaa…galau aku baca part minho…minho hanya milikku…#plak abaikan
    eeeeiiiiyy…ntu si songong jung jin afa2an…kyaaaa…sembranganan…bener2 minta dimutilasi dy ituh…kyo eon…jangan mau sama dya lagiiii…sayah tdk rela dunia akhirat…abang teuk,pertahankan istrimu tercinta…Okeeee…

  25. kok jong jin muncul lg kirain sdh selasai dia gak bakal muncul lg pasti persaingan antara jong soo dan jong jin bakal seru
    eunkyo dirimu sudah tak gadis lg…
    lanjut dulu bacanyaaa

  26. kyaaaaaa part ini banyak kejutannya..ga berenti bilang ‘hahh’ pas baca..
    jungsoo jungsoo..kyknya teuki beneran suka ama eunkyo..mereka udah lupa ama perjanjian nikahnya..hihi mereka malah kyk pasangan yg dengan senang hati nikah..
    dann ya ampun teukiii..omoo kenapa d skip eonn#apadah*tabok*

    jeongmalyo??jungjin tu sepupunya?hwaa jadi selama ini teuki tau dong d mana jungjin..
    wehhhh teuki jadi saingan ama sepupunya*tepok jidat*
    nappeun namja..udah nipu eunkyo tapi masih berharap eunkyo balikan ama dia..

    penasaraaaaannnn*lari ke next part*

  27. yoon jung jin sepupu y jungsoo,,,,eun kyo y salah paham lagi ngerasa dimainin….
    minho-Raena yg buat cemburu y kimbum n jungsoo-Eun kyo penghalang y jung jin,,,klo jinki ma Eun cha siapa????
    jungsoo bisa ja manfaatin situasi n keadaan eun kyo y mabuk krn stres ketemu jung jin lagi,,, jungsoo main tancal ja tapi seneng deh mereka udah melalui malam pertama jadi hubungan jungsoo n eun kyo lebih kuat krn jung jin y ngak mau ngelepasin eun kyo teenyata….

  28. akhirnya eun kyo ktemu sma halmonie tpi drimana dia tau klo eun kyo itu anak tmn’y😮
    truuusss yg mengejutkan lgii ternyta jung jin msih sepupu jung soo..aigoo
    ini cerita ribet,,hhe ^^v
    tpi yg aku suka dri cerita ini mreka walaupun menikahnya terpaksa tpi bisa menerima kedua’y trus eyy langsung mlm pertma lo,,hha meski mabuk..

  29. Sepertinya di part2 selanjutnya bakalan ada persaingan sengit antara jung soo oppa yong jung jin

    Tp semoga eun kyo bertahan sama jung soo oppa
    Jangan mudah tergoda dan harus percaya sama jung soo oppa🙂

  30. aaaaa ini kereeeeenn~
    beda deh kalo orang dewasa yang nikah paksa, kan kalo yg masih kecil bikinnya ada malu2nya gtu xD

    aku geregetaaan sama raena ><
    Minho, kalo rae gamau balik lagi aja ke taemin xD

  31. aigoo, sedikit sebel rasanya pas baca part ini gara2 Jung-Jin!
    hah, ini pertanda onnie daebak! bisa membawa perasaan para readers.
    haah, Jung-Jin lemme kill u!
    dan, ah bener2 karakter Jung-Soo disini bijak!
    cocok sm tampang leader nya, hoho.
    baca next chap~

  32. Kyaaaaaaa jeongmal,, ni epep bkin aq deg deg seurrrr bacanya. . . .
    akhirnya nikah juga,, aigo jungsoo mesumm. . . .
    eonnie,, yg jd jung jin itu siapa sih? penasaran bget ma org nyebelin itu -_-

  33. Kyaaaaaaa jeongmal,, ni epep bkin aq deg deg seurrrr bacanya. . . .
    akhirnya nikah juga,, aigo jung soo mesumm. . . .
    eonnie,, yg jd jung jin itu siapa sih? penasaran bget ma org nyebelin itu -_-

  34. tuh kan bener jungsoo dah bener2 jatuh cinta mati ma eunkyo..eunkyo emang babo nih😀 ^^V masa ga bisa liat kesungguhan hatinya jungsoo..mungkin karna dia pernah dihianatin cowo kali yah..

    minho-a kasian sekali kau oppa, jangan terlalu maksa nanti raena makin jauh lagi, bener2 maksa nih minh..yang sabar dan gigih yah minho..
    wow jungjin sepupuan sama jungsoo..ckckck baru nikah dah muncul pengacau baru aja..
    wah hakmeoni dah kenal ma eunkyo, dan ternyata emang mereka berdua mau dijodohin toh awalnya..kyaa takdir yang sosweet banget deh…
    ckckckc bikin bete deh pernyataan si jungjin..dah ninggalin eunkyo kaya gitu masih ga tau malu aja, masih mau ngerebut eunkyo dari jungsoo..ckckck jangan harap jungji-ah
    next>>

  35. astagaaaaaaaa sumpah kaget paraaah ini apa-apaan tbtb ada dia you-know-who Dx dan demi apapun dia pede bgt ish teukkie oppa mangadh !!!! minho jg semangat yak haha raena galak amat ih :p

  36. Jiaahhh. . Akhirnya nikah juga .chukkae. .eheyyyyy langsung malam pertama niii. .
    Bingung. .masih belum menemukan titik drimna jung soo sama jung jin bersaudara. . .mash dtemukan banyak typo, kadang kata kau sama aku kebalik penggunaannya. .kkkk
    tapi yg lbh pnting feelnya, dapet banget. . Banyak hal yang tdak terduga….
    Thanks for nice story, keep writing. .fighting!!!

  37. kibum oppa sama aku saja ea hehehe cie si minho yg lagi berjuang dapetin rae na, chukae bua teuk-kyo yg bru merit lha apa’an tu si jung jin muncul lagi? aish menyebalkan, lanjut ke part selanjut’a

  38. Pria penghianat datang dan bilang kalau dia mencintai eunkyo,, oh tidakkkk,,
    orang ketiga sudah datang,, tolongggg
    tapi kan gapapa, justru makin seru dan konfliknya makin kerasa,, bisa menguras hati dan perasaan jadi tidak membosankan,,,,,

    minho minggat aja dari rumah,, dari pada harus berantem mulu sama papahnya,, hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s