Money, Love and Trouble (Part 4)

Standar

334

Kau segalanya bagiku

Saat aku melihatmu

Saat aku memandangmu

Bahkan saat berada di dekatmu

Selalu ada kata yang ingin keluar dari mulutku

Namun tak mudah aku ucapkan

Suatu hari nanti dimasa depan

Sebelum aku menutup mata

Aku ingin mengatakannya

Berbisik ditelingamu kala kau terbaring disampingku

“Aku mencintaimu”

Eun Kyo’s POV

Kali ini aku terbangun di tempat yang berbeda. Aku membuka mataku perlahan, mengedarkan mataku ke sekeliling. Serba putih. Kali ini aku ingat yang terjadi semalam, karena semalam otakku berjalan tanpa pengaruh apapun. Masih ingat betapa takutnya aku jika sesuatu yang buruk terjadi padaku. Betapa takutnya hingga rasanya aku ingin mati saja detik itu juga. Saat seseorang mengatakan padaku bahwa secara tidak langsung dia menjualku. Orang yang tidak ingin lagi aku sebut namanya.

Sekarang, saat membuka mata, tubuhku masih utuh, dalam artian tidak tersentuh sama sekali meskipun rasanya tetap sakit. Sakit? Tentu saja sakit saat seseorang mengatakan bahwa dia telah membeliku. Meskipun tidak terlalu buruk dibandingkan melayani satu orang ke orang yang lain silih  berganti. Tapi sebutannya tetap saja dibeli.

“Tidur dengan nyenyak?” sebuah suara mengagetkanku, mengaburkan alam bawah sadarku.

“Ah, ye.” Aku hanya mampu menjawab dengan kalimat itu. Aku risih, dia memandangiku seolah tidak akan melepaskanku sedikitpun. Tatapan matanya… jika aku bermulut manis sedikit, itu sangat lembut dan menenangkan. Aish! Berhentilah terbius Park Eun Kyo, ingat kau adalah budak beliannya.

“Jadi masih bersedia dengan tawaranku?” dia menanyakan sesuatu yang membuatku bingung. Aku berpikir sejenak, dia masih tetap memandangku tanpa sedikitpun mengalihkan wajahnya. Astaga, berhentilah memandangku seperti itu! Itu sangat membahayakan.

“Tawaranmu?” Tanyaku dengan nada bingung. Rasa kantuk masih sedikit mempengaruhi hingga aku tak mampu mencerna semua perkataannya.

“Menikah denganku.” Jawabnya santai ditelingaku. Aku menghela nafas, rupanya dia masih tetap keukeuh, jadi ini maksud dari semua ini? Dia membeliku untuk menjadi tameng dari perjodohan itu.

“Apa aku bisa menolak?” tanyaku malas.

“Tidak.” Jawabnya yakin. Aku hanya tersenyum tulus padanya.

“Jika sudah tau jawabannya kenapa harus menanyakannya lagi padaku? Meskipun aku menolaknya kau akan tetap melakukan itu kan? Kau sudah mengeluarkan banyak uang untuk ini.” Aku mendorong tubuhnya menjauh dariku. Dia hanya terkekeh pelan.

“Mau kemana?” tanyanya.

“Mau mandi, kau kan tidak mau wanita bau sepertiku berada di dekatmu.”

Aku masuk ke kamar mandi dan memikirkan kembali semua tindakanku. Menikah? Dengannya? Demi Tuhan bukan seperti ini pernikahan yang aku inginkan. Memang bukan sebuah paksaan, tapi ini adalah jalan yang mau tidak mau harus aku tempuh. Park Eun Kyo, ingat jangan bermain dengan perasaan, anggap saja ini hanya mimpi, saat semuanya berakhir nanti, kau akan hidup seperti biasa, semoga.

Aku mengguyur seluruh badanku dengan air yang mengalir. Hufh, bisakah aku menolaknya? Pasti jawabannya adalah tidak. Dia memang sangat menarik, tidak mungkin tidak ada satupun wanita yang menyukainya. Matanya, hidungnya, garis rahangnya, lesung pipipnya, bibirnya, senyumnya, terlihat sangat sempurna.

Eh? Kenapa memikirkan kesempurnaan dirinya? Park Eun Kyo jangan gila!

“Sudah selesai?” dia mengetuk pintu kamar mandi. Aku hanya diam.

“Gwaenchana?” dia berhenti mengetuk pintu. Aku memegang kepalaku. Ada apa sebenarnya ini? Apa yang sedang terkadi? Begitu cepat semua ini terjadi.

Aku keluar kamar mandi, membuka lemari dan mengenakan salah satu baju yang tersedia disana. Aku tidak tau darimana baju ini berasal, yang penting bisa dipakai. Setelah rapi, aku duduk di balkon sambil menghirup udara pagi. Aku tersentak tiba-tiba dia duduk disampingku. Kami terdiam tanpa kata.

“Kau menyesal?” tanyanya. Aku hanya menunduk.

“Jika kau ingin menolak, katakan saja, aku tidak akan memaksamu.” Jawabnya lirih. Aku hanya terdiam, berperang dengan perasaanku sendiri. Jika aku menolaknya, dengan apa aku membayar semua yang telah dia keluarkan untukku? Itu bahkan lebih banyak dari hutangku. Tapi jika aku menerimanya, hufh, terasa berat juga hidup bersama orang asing tanpa perasaan apapun. Apa yang harus aku lakukan Tuhan? Ini sangat membingungkan. Berikan aku jawaban yang terbaik. Dia menyentuh tanganku, aku menoleh padanya.

“Kau ingin menolak?” dia menatapku dalam, aku balas menatapnya beberapa detik lalu mengalihkan pandanganku.

“Tidak.” Jawabku akhirnya. Semoga saja jawabanku benar.

***

Dia mengawasiku saat kami akan check out dari hotel. Aku kembali risih. Rasanya tidak leluasa bergerak diperhatikan seperti ini.

“Aku tidak akan lari, jadi tidak perlu mengawasiku seperti itu, seolah aku adalah penjahat paling berbahaya yang ingin melarikan diri.”

“Apa kau beranggapan seperti itu?” tanyanya.

“Matamu mengatakan seperti itu.” jawabku sinis.

“Kau harus terbiasa seperti ini.”

“Maksudmu?”

“Kita harus terlihat mesra agar dapat meyakinkan keluargaku kita memang saling mencintai.”

“Haruskah dengan cara seperti itu? memandangiku seolah aku ini seorang buronan?”

“Kau ini tidak peka sekali.” Jawabnya acuh.

“Aku memperhatikan bagian mana dari dirimu yang mampu membuatku jatuh cinta, tapi setelah dipikir-pikir, tidak ada satupun yang akan mampu membuatku jatuh cinta.”

“Sialan kau!” umpatku sambil melemparnya dengan bantal. Dia hanya terkekeh.

Jatuh cinta? Bisakah? Berbahaya jika aku jatuh cinta padanya. Jangan pernah terjadi. Tapi mungkinkah bisa menghindar darinya? Mungkin saja, aku tidak akan membiarkan hatiku terpesona berlarut-larut. Tapi sangat sulit menghindar dari pesonanya. Park Eun Kyo, secepat itukah kau berubah haluan? Hanya beberapa hari.

“Kau mau kemana?” tanyanya.

“Aku mau pulang.” Jawabku.

“Masih ingin pulang ke rumah itu?”

“Itu kan tempat tinggalku.” Dia hanya tertawa.

“Tapi aku tidak ingin mengantarmu ke tempat itu.” aku tidak ingin berdebat dengannya, aku hanya terdiam. Dia menarikku ke mobilnya, lalu dia melajukan mobilnya, aku tidak terlalu memperhatikan kemana dia membawaku.

“Tersenyum lah, meski kau tidak ingin tersenyum.” Aku hanya menghela nafas mendengar ucapannya. Aku memikirkan Rae Na, bagaimana keadaannya? Aku menitipkannya pada orang yang tidak aku kenal, semoga saja dia baik-baik saja. Aku yakin dia baik-baik saja, dia Gadis yang kuat. Aku tahu itu, tahu dengan pasti. Tapi tetap saja aku memikirkannya.

“Turunlah.” Suaranya membuyarkan lamunanku, rumah ini lagi.

“Aku ingin kau tinggal disini selama persiapan pernikahan kita, jika ingin sesuatu katakan saja padaku, aku akan datang.” Dia membuka pintu mobil dan menarik tanganku.

“Apa tidak ada kendaraan apapun disini?” tanyaku mencar-cari di sekeliling, dia menggeleng.

“Aku seperti tahanan.” Jawabku lirih.

“Sudah aku bilang jika butuh sesuatu katakan padaku, aku akan datang.” Jawabnya.

“Kau seperti siluman berkedok malaikat.” Jawabku ketus.

“Sudah aku katakan kau boleh menolaknya, tapi kau tidak melakukannya, jadi turuti semua perintahku.” Aku mendengus kesal.

“Malam ini kita keluar membeli keperluanmu, jangan kemana-mana.”

“Apa aku terlihat bisa pergi kemana-mana?”

“Sepertinya tidak.”

“Kalau begitu tidak perlu mengatakan sesuatu yang kau sudah tau apa yang akan terjadi.”

Rae Na’s POV

Onnie! Kau benar-benar gila! Melupakanku? Eoh?! Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Mengapa kau tidak menghubungiku sama sekali? Tidak ingin membuatku khawatir? Kau salah besar Gadis bodoh! Aku sangat mengkhawatirkanmu! Dimana keberadaanmu? Kau seperti hilang ditelan bumi, dihubungi juga tidak pernah di angkat! Kau sangat menyebalkan!

Aku duduk di kursi kayu, dibawah pohon. Memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, apa aku harus terus seperti ini? Tinggal bersama Minho? Tidak mungkin,kami tidak mungkin tinggal seatap lebih lama. Aku memencet nomor yang selama ini membuatku kesal.

“Yeoboseyo? Onnie~ya?” sambungan dari seberang tersambung, aku langsung mencecarnya dengan semau pertanyaan yang ada di benakku.

“Yak! Onnie~ya! Kau sudah gila! Kenapa tidak menghubungiku sama sekali?! Bagaimana keadaanmu?! Kau baik-baik saja?! Dimana kau sekarang?! Aku akan menjemputmu! Kita hadapi semua ini bersama!”

“Dimana? Aku akan kesana sekarang juga! Kau jangan kemana-mana.” Aku langsung menutup flip telpon dan bergegas berlari.

“Rae Na~ya, mau kemana?” suara Eun Cha Onnie menghentikanku.

“Ke suatu tempat Onnie, aku buru-buru, sampai nanti.” Aku kembali berlari dan menghentikan taksi yang berlalu dihadapanku.

Di dalam taksi perasaanku campur aduk, antara bahagia dan cemas. Sebenarnya dimana Onnie berada? Kenapa ada di tempat itu? Apa yang dia lakukan? Apa dia baik-baik saja? Atau terjadi sesuatu yang buruk? Perasaanku berkecamuk menahan semua pertanyaan dalam otakku. ‘Onnie~ya, tidak tau kah kau aku mencemaskanmu? Eoh? Apa kau lupa padaku? Apa aku bukan saudaramu lagi? Hingga kau melalui semua ini sendirian? Apa yang terjadi padamu? Aku memang selalu emosi, tapi tidak taukah kau jika aku menyayangimu dengan caraku sendiri? Eoh? Kau membuatku hampir gila Onnie~ya’

***

Saat sampai pada tempat yang dia sebutkan, aku segera berlari masuk kedalam rumah itu. Betapa mencengangkan. Rumah ini begitu luas, jadi dia tinggal disini selama ini? Cih! Dia hidup enak disini tanpa memperdulikanku? Hidup enak? Jangan-jangan sebaliknya! Aku berlari ke dalam.

“Onnie~ya!” aku berteriak memanggilnya. Tidak ada sahutan sama sekali.

“Onnie~ya, kau ada disini?” masih tidak ada sahutan. Semakin membuatku khawatir.

“Aku disini Rae Na~ya.” Sahutnya lirih. Aku segera menghampirinya. Mataku tajam menatap dirinya, dia tidak berani menatapku.

“Onnie~ya! Apa saja yang kau lakukan selama ini?! Eoh?!” dia tidak menjawab.

“Ini jalan keluar yang kau tempuh?! Meninggalkanku pada orang yang tidak kau kenal?! Kau tega sekali.” Aku membuang muka.

“Rae Na~ya, bukan begitu maksudku.”

“Lalu apa maksud semua ini?! Kau meninggalkanku, dan membiarkan dirimu seperti ini?! Apa yang kau lakukan disini?! Hah?!”

“Aku..” dia tak mampu melanjutkan perkataannya, setetes air mata mengalir di pelupuk matanya. Aku memeluknya.

“Tidak tau kah aku aku sangat mengkhawatirkanmu?!” aku memukul-mukul punggungnya.

“Mianhae, Rae Na~ya, mianhae.” Dia terisak dalam pelukanku.

“Kau melupakanku, kau tidak menganggapku adik lagi?” tanyaku lirih.

“Bukan begitu maksudku, ceritanya panjang, ayo masuk.” Jawabnya.

Dia mempersilahkan aku ke dalam rumah itu. Sangat besar. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling. Sangat besar dan penuh dengan benda-benda mahal.

“Onnie, rumah siapa ini? Jangan kau katakan jika kau disini…” aku menggantungkan kalimatku. Dia memukul kepalaku.

“Aish! Kau ini, jangan berpikiran macam-macam.”

“Ck! Mungkin saja kau di beli seseorang.” Jawabku santai.

“Yak! Apa aku terlihat seperti barang dagangan?!” jawabnya kesal.

“Ani, kau di obralpun tidak akan laku, wajahmu jelek seperti itu, sudah itu kau juga sedikit bodoh.”

“Yak, adik kurang ajar kau!” dia marah.

“Memang benar kan? Semua ini terjadi karena kebodohanmu, mau saja di bodohi lelaki sialan itu!”

“Jangan ungkit itu lagi, semua sudah berlalu, kita jalani hidup seperti biasa.” Dia merangkulku.

“Lalu kenapa kau ada disini?” tanyaku bingung. Dia terdiam lama.

“Ini rumah calon suamiku.” Dia berkata lirih, hampir tidak terdengar. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi, mulutku menganga lebar, lalu mengerjapkan mataku.

“Kau jangan bercanda! Mana mungkin kau dapat seseorang dalam beberapa hari yang mau menikahimu!”

“Tidak mungkin? Nyatanya dia mengejarku!” jawabnya bangga.

“Onnie, kau salah makan sesuatu?” aku memegang pipinya.

“Terjadi sesuatu padamu? Eoh? Onnie, kau jangan gila.”

“Aku tidak gila, ini memang rumah calon suamiku, kalau tidak  percaya tunggu saja dia akan datang.” Aku hanya terdiam mendengarnya, benar kah?

“Mengenai hutang itu bagaimana?” tanyaku ragu, takut membuatnya tersinggung. Dia hanya tertawa.

“Mengenai hutang itu kau tidak  perlu khawatir, sudah aku bereskan.” Jawabnya yakin dengan senyuman tersungging di bibirnya. Sudah lama aku tidak melihatnya tersenyum seperti ini. Onnie~ya, jika kau tersenyum kau terlihat sangat cantik, kau tau? Pasti banyak para lelaki yang mau menjadikanmu kekasihnya, buka dirimu dan lupakan masa lalu yang sangat tidak penting itu!

***

Aku duduk di ruang tengah menonton televisi, biasanya Minho selalu menggangguku jika sedang menonton. Minho? Sedang apa dia sekarang? Apa dia mencariku? Mengkhawatirkanku? Tapi dia tidak meneleponku. Ah, masa bodoh dengan dirinya!

“Eun Kyo~ya, kau sudah siap?” terdengar suara lelaki dari arah ruangan depan.

“Ne, sebentar lagi.” Onnie menjawab dari dalam kamar.

Suara lelaki itu… Sepertinya aku pernah mendengarnya, tapi siapa? Kakiku melangkah menuju ruang depan. Langkahku tercekat.

“Aku sudah siap.” Onnie berada di belakangku, aku menoleh padanya. Lalu menoleh pada lelaki itu.

“Oppa..” aku memanggil lelaki itu pelan.

“Rae Na?” dia terlihat kaget melihatku. Aku menoleh pada Onnie, dia terlihat bingung.

“Rae Na~ya, apa yang kau lakukan disini?” tanya Jung Soo Oppa padaku. Dia masih terlihat bingung.

Aku menarik tangan Eun Kyo Onnie dan membawanya kedalam.

“Onnie, apa maksudnya semua ini?” aku bertanya bingung.

“Dia lelaki yang akan menikahiku, wae?”

“Onnie, apa kau sudah gila? Kau mengenalnya?”

“Aku mengenalnya beberapa hari yang lalu, kau ini kenapa Rae Na~ya? Seperti melihat hantu saja.” Jawabnya santai.

“Onnie, kau memutuskan dalam keadaan sadar seratus persen, kan?”

“Rae Na! Apa maksudmu?!”

“Maksudku, apa kau menyukainya?”

“Menyukainya? Mungkin, cinta bisa datang setelah bersama kan?”

“Tapi Onnie, apa kau mencintainya?”

“Mollaseo, setidaknya jika aku menikah dengannya, kau tidak akan terlantar.”

“Jadi kau menikahinya karena harta? Onnie! Ingin sekali aku menamparmu, kau sangat berubah, hanya demi harta? Kau memanfaatkannya! Dia orang baik, kau jangan sekali-sekali menyakitinya!”

“Orang baik, iya, dia memang orang, kau ingin aku menikah dengan orang yang baik kan? Lalu sekarang apa masalahnya?”

“Masalahnya kau tidak mencintainya! Kau hanya memanfaatkannya!” aku menjauh darinya sebelum emosiku benar-benar meledak. Aku kembali ke ruangan depan, mendapati Jung Soo Oppa, mukanya terlihat masih bingung.

“Oppa, aku ingin bicara.” Aku berkata dingin padanya.

Jung Soo’s POV

Aku memperhatikan kedua gadis itu. Apa mereka mempunyai suatu hubungan? Tiba-tiba saja Rae Na ada disini dan apa yang mereka bicarakan? Kalau diperhatikan memang ada kemiripan di antara mereka. Seperti yang aku rasakan saat bertemu dengan Eun Kyo, dia terlihat mirip Rae Na.

Rae Na terlihat menuju ke arahku, aku masih bingung dengan semua yang terjadi.

“Oppa, aku ingin bicara.” Dia berkata dingin padaku dan menarik tanganku. Aku hanya mengikutinya.

“Oppa, apa kau tau Gadis yang akan kau nikahi itu saudaraku?” dia menatap tajam padaku.

“Memangnya kenapa?” aku berusaha bersikap tenang.

“Oppa, apa kau mencintainya? Kau baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu kan? Apa kau mencintainya?” berbagai pertanyaan masuk dalam telingaku. Aku menghela nafasku.

“Aku menyukainya.” Jawabku lirih.

“Jeongmal? Kau tidak sedang bersandiwara kan?” tanyanya semakin penasaran.

“Rae Na~ya, aku menyukainya, aku sungguh-sungguh, kenapa? Apa kau cemburu?” tanyaku menggodanya.

“Oppa, untuk apa aku cemburu, aku hanya takut kau mempermainkannya, kau kan sedang dalam keadaan terdesak. Aku sangat mengerti posisimu saat ini, jika kau menyukainya, aku bisa tenang, buat dia mencintaimu.” Aku tersenyum padanya. Anak ini, meski sikapnya temperamen dan sedikit emosi, aku tau dia sangat peduli dengan orang lain.

“Kau tidak usah cemas, aku buat dia tidak bisa lari dariku.” Jawabku yakin.

“Kalau begitu kalian mau kemana?” tanyanya sedikit melunak.

“Aku ingin membelikannya baju, untuk pertemuan keluarga nanti, aku ingin memperkenalkannya pada keluargaku.” Jawabku.

“Jinjjayo? “ aku mengangguk.

“Apa kau tau seleranya?” tanyaku padanya.

“Dia itu tidak suka dengan pakaian terbuka, menyukai warna ungu dan pink juga hitam, dia sangat benci high heels.”

“Baiklah, sekian referensimu, aku pergi dulu.” aku mengusap puncak kepalanya.

“Kau jangan kemana-mana.” Aku memperingatinya. Dia hanya mengangguk.

***

Sepanjang jalan dia hanya terdiam memandangi kearah luar, tatapannya kosong dan terlihat sangat terbebani. Aku sesekali menatap wajahnya. Memang cantik dan menarik, wajah sederhananya memang tidak pernah bosan untuk dipandang. Aku masih memperhatikannya, namun dia tidak bergeming dari lamunannya. Entah apa yang dia pikirkan. Aku tidak berani mengusiknya.

Dia masih melamun saat aku menghentikan mobilku di sebuah butik yang cukup terkenal. Aku menoleh padanya dan menyentuh punggung tangannya.

“Kita sudah sampai, jangan melamun saja.” Dia tersentak dan sedikit terkejut. Terlihat salah tingkah dan kemudian merapikan bajunya.

“Ah, ye.” Dia turun dari mobil dan mengikutiku dari belakang. Aku menghentikan langkahku dan menjajari langkahnya sambil meraih tangannya.

Memasuki toko ini yang penuh dengan deretan baju tergantung. Dia terlihat malas untuk melihatnya. Terlihat sekali dari wajahnya, tapi harus beli hari ini, besok ada acara keluarga, aku ingin memperkenalkannya, agar masalah ini tidak berlarut-larut.

“Coba yang ini.” Aku memberinya beberapa potong pakaian padanya. Satu-persatu dia mencobanya. Sangat cantik saat dia mengenakan semua pakaian itu. Park Eun Kyo, jangan bilang aku mencintaimu.

Dia memang sangat menawan dengan beberapa gaun yang di cobanya. Gaun hitam selutut dengan memamerkan pundak indahnya. Sangat cocok dengannya.

“Kami ambil yang ini.” Aku menyerahkan baju itu pada pelayan toko. Dia membungkusnya dan menyerahkannya pada Eun Kyo.

“Kita ke toko sepatu.” Aku menarik tangannya, dia hanya menurut padaku tanpa membantah. Dia berjalan gontai.

“Gwanchana? Kau sakit?” aku memegang kedua pipinya, semburat merah langsung terlihat diwajahnya.

“Aku baik-baik saja.” Dia menepis kedua tanganku, dan membuang muka.

Kami berjalan di pusat pertokoan, lalu berhenti di sebuah toko sepatu. Aku menarik tangannya masuk, lagi-lagi dia hanya menurut.

“Aku tidak suka high heels!” dia langsung berbalik arah, tapi aku mencegahnya.

“Kita bisa cari yang lain, lihat-lihat dulu.” aku meraih pinggangnya dan menariknya masuk kembali.

“Kau pilih saja asal jangan sepatu pakai tongkat itu!” aku tidak punya pilihan, aku memilih sepatu pantofel untuk wanita. Aku tidak tahu seleranya namun aku pilih yang senada dengan gaunnya, dengan pita putih.

“Sudah selesai?” dia bertanya padaku, aku menoleh padanya.

“Kau ingin pulang?” dia mengangguk lemah.

“Aku lelah.” Aku mengikuti langkahnya.

Dia masuk mobil dan duduk dengan manis disampingku. Aku menatap wajahnya beberapa saat, dia tidak memperdulikanku. Aku masih tak bergeming dari wajahnya, bahkan saat dia terlihat lelah pun sangat mempesona.

“Kenapa memandangiku seperti itu?”

“Ani, kau terlihat lelah, kau kenapa? Ada masalah? Rae Na mungkin?” dia terdiam tak menjawab pertanyaannku. Pasti terjadi sesuatu antara dia dan rae Na.

“Rae Na tidak mengetahui bahwa semua ini hanya sandiwara, dia mengira aku memanfaatkanmu. Dan kau, jangan sekalipun memberitahukannya jika tidak ingin melihatnya mengamuk.”

“Lalu apa yang kau takutkan?”

“Ani, aku hanya sedikit kesal, bukannya dirimu yang memaksaku seperti ini? Tapi semua kesalahan bertumpu padaku.” Aku hanya terkekeh mendengar semua keluhannya.

“Lalu kau mau apa? Mau aku antarkan ke tempat mucikari itu lagi?”

“SHIREO!” dia langsung protes.

“Kalau begitu biarkan permainan ini aku yang mengendalikan.”

“Haha, benar sekali, aku kan boneka yang kau beli, jadi harus mengikuti semua perintahmu.”

“Kau pintar sekali.”

Park Eun Kyo, bukan maksudku untuk membuatmu seperti ini. Aku juga tidak mengerti mengapa semua ini terjadi, semuanya berlaku begitu cepat. Mulai dari kau tiba-tiba datang dalam hidupku dan menyita semua perhatianku. Aku dengan bodohnya mengikutimu dan mengkhawatirkanmu. Kau kesal dengan semua ini aku bahkan lebih kesal lagi. Aku yang dulunya sangat pemilih dalam hal wanita, kenapa saat bertemu denganmu aku seperti menjadi bukan diriku sendiri? Berubah menjadi peka dan ada parasaan lain dalam dadaku? Seperti menemukan cita rasa baru dalam sebuah masakan yang belum pernah aku cicipi. Rasanya sangat menyenangkan memandang wajahmu, perasaan lega yang entah lega karena apa memenuhi rongga dadaku. Aku berpura-pura tenang dan sedingin mungkin padahal percikan api membara telah terjadi dalam tubuhku. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta?

Aku masih betah memandangi wajahnya dari sudut mataku. Sesekali meliriknya namun dia tidak menyadarinya. Matanya, bibirnya, semuanya terlihat sangat menarik meski tanpa polesan make-up sedikitpun. Aroma tubuhnya juga berbeda, dia memakai cologne bayi yang baunya tidak menusuk hidung. Eun Kyo~ya, sesempurna itu kah dirimu? Hingga aku tak mampu mengalihkan pandanganku darimu?

Minho’s POV

Ini sudah malam, kenapa Gadis itu belum menampakkan batang hidungnya? Kemana dia? Tadi siang saat di kampus dia tidak mengatakan apa-apa, juga tidak meninggalkan pesan pada siapapun jika dia akan menghilang. Rae Na~ya, dimana dirimu? Tidak tahukah dia jika aku mengkhawatirkannya? Dia bahkan tidak mengirim pesan atau menelponku.

Aku mengacak rambutku dan berjalan mondar-mandir dari tadi, sesekali menoleh ke pintu dan layar intercom, kalau-kalau dia datang tanpa suara. Tapi hasilnya dia memang tidak kembali. Ini sudah lewat tengah malam, mataku tidak mengantuk sama sekali, otakku berputar memikirkan kemana kira-kira Gadis menyebalkan itu pergi, jangan katakana jika dia …

Aku menyambar jaket yang tergantung, lalu mengambil kunci mobil, Rae Na~ya, jangan katakan kau pulang ke rumah dan membahayakan dirimu sendiri!

Aku mengemudikan mobilku diambang batas kecepatan. Saat sampai tujuan, aku memarkirnya sembarangan, aku tidak peduli, yang penting cepat sampai ke tempat tujuan. Aku berlari di gang sempit menuju rumahnya. Setelah sampai langsung menggedor pintunya.

“Rae Na!” tidak ada sahutan.

“Rae Na~ya, kau ada di dalam? Buka pintunya!” masih hening, lampunya pun mati. Sepertinya tidak ada orang. Aku berjalan gontai ke arah mobilku, mengemudikannya perlahan, brharap gadis itu aku temukan ditengah jalan. Aku kembali ke apartemen dengan perasaan berkecamuk. Sebenarnya Rae Na ada dimana?

Aku memasuki apartemenku dengan gontai dan merebahkan tubuhku diatas sofa. Masih ingat beberapa hari yang lalu berdebat disini tentang siapa yang akan tidur dikamar. Tentang masakannya yang meskipun terlihat aneh tapi sangat enak, hei, apa dia sudah makan? Rae Na~ya, bagaimana keadaanmu?

Eh? Kenapa aku memikirkannya? Dia sedikitpun tidak pernah terlihat manis. Tapi mengapa aku selalu memikirkannya? Bahkan melindunginya berlebihan. Semua reaksiku selalu tidak bisa aku kendalikan saat bersamanya ataupun memikirkannya. Ada apa dengan diriku? Cinta? Entahlah, aku tidak bisa menjabarkannya. Ini bahkan lebih sulit dari angka-angka saham yang aku pelajari.

***

Mataku tidak terpejam sama sekali! Hingga mengukir bayangan kehitaman dikantung mataku. Aku tidak bisa tidur, yang aku pikirkan hanya dirinya, bagaimana keadaannya. Dia bahkan tidak memberi kabar apapun padaku dan ponselnya tidak bisa dihubungi! Menyebalkan sekali.

“Yak! Kau sakit?” suara Jinki Hyung mengagetkanku.

“Ani, hanya saja tadi malam aku tidak bisa tidur.” Jawabku, dia menoleh padaku.

“Tidak bisa tidur? Wae? Kau jarang sekali insomnia, kenapa tiba-tiba tidak bisa tidur? Bukan dirimu sekali.” Mata sipitnya memandangku bingung.

“Entahlah.” Jawabku berbohong.

“Sedang memikirkan sesuatu?” tanyanya.

“Ani.” Aku masih berbohong. Dia langsung tertawa terbahak.

“Hahahahaha, jangan berbohong padaku Minho~ya, tadi malam tidak ada siaran sepak bola, jadi mustahil kau mau begadang tanpa sebab.”

“Hyung, jangan meledekku.”

“Kau kenapa? Ada masalah?” tanyanya penasaran.

“Tidak, bagaimana dengan gadismu?” aku mengalihkan pembicaraan.

“Gadisku? Siapa?” tanyanya mengelak.

“Hyung, jika kau terus seperti ini, kau akan kehilangannya.”

“Ngomong-ngomong soal Gadis, apa kau seperti ini karena Gadis?” aku terkejut mendengar ucapannya.

“Kau ini ada-ada saja, Hyung.” Aku memukul pundaknya.

“Nuguya?” dia menatapku dengan mata sipitnya tanpa ekspresi.

“Ap, apanya yang siapa?” aku gelagapan.

Saat aku sedang dicecar pertanyaan oleh Jinki Hyung, tiba-tiba saja seseorang duduk disampingku dan bergelayut manja padaku.

“Minho~ya, jangan lupa malam minggu ini ada acara makan malam keluarga, kau ikut kan?” dia berkata manis padaku, membuatku muak.

“Aku ada urusan.” Aku melepaskan tangannya yang melingkar di lenganku.

“Jangan katakan kau ada acara dengan Rae Na, kau harus ikut!” dia berkata ketus padaku.

“Itu bukan urusanmu!” aku menatap tajam padanya.

“Kau! Jika aku masih mendapati Gadis itu masih berada dalam apartemenmu, kau tau pasti apa yang akan aku lakukan!”

“Ancamanmu tidak berlaku padaku.”

“KAU! Kau tidak mungkin menikahinya kan?! Itu tidak mungkin! Dia hanya wanita miskin!”

“Memangnya kenapa?”

“Appamu pasti tidak membiarkan ini terjadi!” dia bangkit dari duduknya.

“Apa aku terlihat peduli dengan Appaku?” mataku menatap lurus ke arah matanya, aku hanya ingin meyakinkannya aku tidak main-main, dia mendengus kesal dan menghentakkan kakinya lalu berlalu dari kami.

Muka Jinki Hyung berubah seketika demi mendengar kata Rae Na. Aku tau apa yang ada dalam otaknya, dan aku tau dia pasti terkejut.

“Rae Na?” Jinki Hyung bergumam pelan.

“Iya, Rae Na, aku menyukainya Hyung.”

“Chakkamman, jangan katakan kalau kau tidak bisa tidur karena memikirkannya!”

“Aku ingin menjawab seperti itu, tapi kenyataannya memang aku tidak bisa tidur karena dia berkeliaran di otakku.”

“Bagaimana ceritanya?” Jinki Hyung semakin mengerutkan dahinya.

“Hufh, ceritanya panjang, pada intinya Rae Na selama beberapa hari ini tidur di tempatku, tapi sekarang dia menghilang.”

“Menghilang? Kau sudah mencoba mencarinya?”

“Sudah, tapi dia seperti hilang ditelan bumi.”

“Nanti aku tanyakan pada Eun Cha, mungkin dia tau sesuatu.”

“Tidak perlu Hyung, tidak ada gunanya. Biarkan saja, kita juga tidak ada hubungan apa-apa, untuk apa aku mengkhawatirkannya.”

“Kau ini, ayo perjuangkan cintamu, jangan seperti ini, nanti aku akan mencari tau pada Eun Cha, kau tenang saja.” Dia menepuk pundakku.

“Tidak perlu.” Jawabku lirih.

“Apanya yang tidak perlu, kau harus menyatakan perasaanmu, jangan menyerah seperti ini.”

“Yaish! Hyung! Kau ini, jika menyangkut orang lain otakmu pasti berfungsi dengan benar, tapi menyangkut dirimu sendiri nol besar!”

“Hahahahahahahahaha.” Dia tertawa garing.

***

Author’s POV

Eun Cha terlihat terburu-buru berlari di halaman Kampus yang luas. Dia sedikit bergumam pada dirinya sendiri dan terkadang memukul kepalanya sendiri.

“Ck! Bagaimana mungkin aku bisa terlambat bangun seperti ini, aish!”

Saat akan memasuki koridor Kampusnya, lengannya ditarik seseorang. Eun Cha menoleh pada seseorang yang membuat jantungnya hampir jatuh berserakan di lantai. Eun Cha langsung tertegun menatap namja yang menarik lengannya.

“Jinki.” Dia bergumam pelan. Jinki tidak memperhatikannya, mata sipitnya menatap lurus ke depan sambil menyeret Eun Cha ke taman belakang Kampus. Raut wajah Eun Cha terlihat bingung. Letupan di dadanya tak sanggup ia bendung, degupan jantungnya bertalu saling beradu memukul-mukul dadanya.

“Ada yang ingin aku bicarakan.” Jinki berkata dingin. Wajah Eun Cha berkerut dan menatap bingung ke arah Jinki. Dalam hatinya berkata ‘mungkinkah Jinki ingin menyatakan perasaannya?’ dia berharap cemas dengan kata yang akan keluar dari mulut Jinki. Sebelum Jinki mengatakan sesuatu Eun Cha sudah mendahului Jinki dengan sebuah pertanyaan.

“Siapa wanita yang ada di kamarmu kemarin?” Eun Cha urung untuk duduk, namun Jinki sudah terlanjur duduk. Mata Jinki menatap heran ke arah Eun Cha. Mereka saling berhadapan dan Jinki menengadahkan kepalanya menatap Eun Cha.

“Wanita?” Jinki kebingungan dengan pertanyaan Eun Cha.  Eun Cha terlihat kesal.

“Haha, wanita itu? Itu… aku juga tidak tau.” Jawab Jinki sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Yak! Kau ini, kalau tidak tau kenapa ada didalam kamarmu? Eoh?” Eun Cha menutup mulutnya, sadar kalau perkataannya terlalu keras.

“Dia saat itu sedang mabuk, lalu aku membawanya pulang. Setelah itu dia pergi, dia mempunyai sedikit masalah, aku mengatakan padanya jika dia masih bingung harus kemana dia boleh menginap di tempatku, tapi ternyata dia menghilang.” Jinki menjelaskan dengan muka polosnya tanpa dosa.

“Oh! Jadi seperti itu!” jawab Eun Cha salah tingkah.

“Iya, hanya seperti itu.” jawab Jinki lirih.

“Ah, mengenai yang ingin kau bicarakan, cepat katakan, aku ada kelas hari ini.”

“Yang ingin aku bicarakan?” Jinki terlihat bingung. Eun Cha memukul pelan kepala Jinki.

“Ah, aku ingat, kau melihat Rae Na akhir-akhir ini?”

“Rae Na? Aku tidak melihatnya beberapa hari ini. Sepertinya absennya ijin. Kenapa?’

“Ani, aku hanya menanyakannya saja.”

“Yak, jadi hanya ingin menanyakan itu?!” Eun Cha menendang kaki Jinki.

“Ani, kau tidak usah masuk saja hari ini, kita jalan.” Jinki langsung menarik tangan Eun Cha dan membawanya pergi meninggalkan halaman Kampus.

Rae Na’s POV

Dua hari tidak masuk Kampus lumayan menyegarkan otak. Tidak perlu melihat namja menyebalkan itu lagi. Dan aku selalu mereject semua panggilannya. Aku tidak ingin terlibat lebih dalam dengannya. Berada di dekatnya terlalu berbahaya bagi paru-paru dan jantungku. Entah kenapa jika berada didekatnya, frekwensi detakan jantungku berubah drastis. Tiba-tiba rasanya oksigen tersedot dalam sebuah portal dan aku tidak mampu menghirup udara. Entah apa yang terjadi pada tubuhku. Jadi sebaiknya aku menjauhinya.

Belum lagi Gadis manja itu selalu membuat keributan, aku pusing dibuatnya. Dia bertingkah manja dan congkak. Aku sangat tidak menyukainya. Bukannya aku takut, hanya saja aku gerah berada di dekat Gadis manja itu, yang selalu mengawasiku kemanapun aku pergi, seolah aku adalah sasaran yang akan dia tangkap saat aku melakukan kesalahan. Menyebalkan sekali.

Aku berjalan santai memasuki gerbang Kampus. Dengan santai berjalan hingga tidak memperhatikan di sekitarku. Tapi aku menangkap sosok yang sepertinya aku kenal. Aku mendekati orang itu. Dia tersenyum manis padaku. Senyum khasnya.

“Kibum Oppa.” aku berkata pada diriku sendiri. Dia melambaikan tangannya padaku. Aku terdiam dan mematung di tempat.

“Apa kabar?” dia mengacak rambutku sambil tersenyum.

“Bagaimana kabar Kyo Noona?” aku masih tidak menjawab. Masih mencerna semua kejadian ini. Apakah aku bermimpi? Kibum Oppa adalah namja yang aku kenal saat dia liburan ke Korea bersama orang tuanya sejak kecil. Hanya beberapa hari tapi rutin tiap liburan pergantian musim. Dia tinggal di California. Tapi bagaimana mungkin dia ada disini?

“Oppa, bagaiamana kau ada disini? Bukannya…” dia menarik tanganku dan mengajakku berjalan memasuki Kampus.

“Aku mahasiswa akhir yang melakukan riset disini, pertukaran mahasiswa.”

“Oh.” Aku hanya bisa menjawab dengan satu kata itu. Aku terlalu tidak percaya.

Dari jauh terlihat Eun Cha Onnie berlari ke arahku. Dia melambaikan tangannya dan memanggil namaku.

“Rae Na~ya.” Dasar Gadis aneh, tidak bisakah dia memanggilku tanpa berteriak?

Dia sampai dihadapanku dengan nafas yang terputus-putus. Dia memegang lututnya, melihatku lalu mengerutkan dahi.

“Nuguya?” dia menunjuk ke arah Kibum Oppa.

“Ah, kenalkan, ini temanku Kim Kibum. Dia mahasiswa akhir yang melakukan riset disini.”

“Oh… ah, kau, kau sudah bertemu Minho? Dia terlihat tidak sehat akhir-akhir ini. Kau sudah bertemu dengannya?” tanya Eun Cha Onnie terburu-buru dengan nafas memburu.

“Eh? Kau kenal dengan Minho? Tidak aku tidak bertemu dengannya, aku ijin 2 hari ini Onnie~ya. Kyo Onnie ingin menikah, jadi aku membantunya mempersiapkannya.” Bohongku padanya. Minho? Sakit?

“Oh, aku hanya ingin memberitahukan itu. aku ada kelas 5 menit lagi, aku pergi dulu, annyeong!” dia kembali berlari.

“Minho? Nuguya?” kibum Oppa menoleh padaku.

“Eoh? Minho? Dia temanku.”

“Teman? Bukan kekasih?”

“Kekasih? Oppa! kau ini apa-apaan, yang benar saja? Namja menyebalkan seperti itu!” aku mendengus kesal.

“Jinjjayo? Apa yang tidak membuatmu kesal di dunia ini?” dia tersenyum dingin meledekku.

“Oppa! dia bukan siapa-siapaku, hanya teman, ara?”

“Ya.. Tidak perlu bersikeras seperti itu, aku tau dia temanmu, tapi jika dia adalah kekasihmu juga tidak ada masalah.”

“OPPA!” aku memukul lengannya, dia meringis lalu tersenyum. Tersenyum? Dia masih tetap mempesona seperti dulu.

“Ah, kau bilang Eun Kyo Noona ingin menikah? Kapan?”

“Ah, itu masih rencana, tapi sepertinya dalam waktu dekat.”

“Oh.”

Minho’s POV

Aku melihatnya! Akhirnya aku melihatnya. Aku melihatnya berjalan gontai ke arah gerbang Kampus berjalan kaki. Tapi dia… Dengan siapa dia bicara? Aku baru saja melihat orang itu. Rae Na terlihat akrab dengan lelaki itu. Menggandeng tangannya, dan Rae Na tidak protes sama sekali. Siapa sebenarnya dia?

Dadaku berkobar menahan gejolak yang terjadi. Nafasku menderu. Otakku tiba-tiba seperti sedang berpikir keras mengerjakan ribuan soal yang sangat sulit. Rahangku mengeram . Tanpa sadar aku mengepalkan tanganku dan menghantam kemudi mobilku.

Aku membuka pintu mobilku dan menutupnya keras. Rasanya ada ribuan belati menusuk-nusuk jantungku. Rasanya sakit melihatnya tersenyum di depan orang lain bukan didepanku. Aku mengikuti langkah mereka dengan cepat. Saat sampai di belakang mereka aku langsung menarik tangan Rae Na dengan kasar. Membawanya berbalik arah.

“YAK! Minho! Kau ini apa-apaan! Sakit! Lepaskan aku! Aku ada kuliah 15 menit lagi!” aku tidak menggubrisnya dari semakin mencengkram lengannya dengan kuat setengah menyeretnya. Dia terlihat sangat kewalahan menjajari langkahku.

Aku mendorongnya masuk ke dalam mobil, lalu menutupnya dengan keras. Dengan cepat aku masuk ke dalam mobil dan duduk disampingnya. Dia berusaha untuk keluar, namun aku menahan tubuhnya, ku buat tubuhnya tetap berada pada sandaran, lalu kupasangkan save belt padanya. Aku diam tanpa berkata apa-apa. Menatap lurus ke depan. Dia berhenti meronta dan memasang aksi diam.

Saat sampai di parkiran apartemen, dia masih diam tak bergeming. Aku melepaskan save belt yang mengikat tubuhnya. Dia masih tidak bergerak, aku tau ini adalah sebuah bentuk protes darinya. Aku turun dari mobil dan membuka pintu.

“Turunlah.” Dia masih diam.

“Turun atau aku paksa kau turun dan aku gendong.” Dia segera turun dan berjalan mendahuluiku. Aku mengikutinya dari belakang. Setelah sampai di depan apartemen aku segera membukanya. Dia masuk lebih dulu.

“Minho~ya! Kau ini ap!” aku membalik tubuhnya dan mendaratkan ciuman di bibirnya dengan cepat. Menyudutkannya di dinding dan mengecup lembut bibirnya. Dia meronta dan bola matanya membesar. Aku tidak peduli, beberapa hari tidak melihatnya membuat otakku bekerja tidak normal. Aku juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi padaku. Dia memukul-mukul dadaku, saat aku kehabisan nafas baru aku melepaskan ciumanku. Dia terpaku di tempat tidak bergerak. Aku melangkah ke dalam.

Dia masih terdiam, aku menoleh padanya, dia memegang bibirnya. Masih terpaku dan tidak bergerak sama sekali, menerawang dengan tatapan kosong. Aku mendekati.

“Mianhae, aku tidak bisa mengontrol diriku.” Aku menarik tubuhnya ke dalam dan mendudukkannya di sofa. Dia masih terlihat shock.

“RaeNa~ya, kau baik-baik saja?” aku memegang pipinya. Dia masih tak bergeming.

“Rae Na~ya, katakana sesuatu, jangan membuatku bingung.” Aku menatapnya. Dia balas menatapku dan langsung melayangkan tangannya ke pipiku. Dia menamparku. Setelah itu dia beranjak pergi. Namun aku menahannya, memeluk tubuhnya dari belakang, dan menutup kembali pintu yang tadi dibukanya.

“Jangan pergi.” Aku berbisik di telinganya.

Eun Kyo’s POV

Beberapa hari tanpa ada yang dilakukan sangat membosankan. Aku sudah melakukan semua pekerjaan rumah tapi tidak juga menghilangkan rasa bosanku. Rae Na sedang masuk kuliah, aku jadi sendirian tanpa teman. Saat aku ingin memejamkan mataku, terdengar deru mobil memasuki gerbang rumah. Aku segera berlari dan membukakan pintu untuknya. Dia tersenyum, aku langsung meningggalkannya. Dia mengikuti langkahku. Aku ingin memasuki kamar tapi tangannya mencegatku.

“Aku ingin bicara.” Dia menarikku ke sofa. Aku menghela nafas.

“Ini tentang acara makan malam hari ini.”

“Ada apa dengan makan malam hari ini?”

“Aku ingin menceritakan karakter semua keluargaku agar kau bisa mengantisipasi keadaan yang diluar dugaan.”

“Katakan saja.” Jawabku malas.

“Perhatikan apa yang aku bicarakan.” Dia menarik wajahku untuk menatapnya.

“Halmeoni, dia punya karakter yang keras dan tidak suka dibantah, jadi jangan sekali-sekali membantahnya, ikuti saja apa yang dia katakan.” Aku mengangguk.

“Eomma, dia punya karakter yang lembut dan selalu memperhatikan orang lain, tapi sekali dia tidak suka, maka akan sulit membuatnya merubah pendiriannya.”

“Appa, dia punya karakter yang bijaksana menurutku, akan selalu mengambil keputusan dengan menanyakan pada orang yang bersangkutan terlebih dahulu jika itu menyangkut hidup dan kemauan orang lain.”

“Jina, dia adikku yang sedang sekolah di Jepang, kemungkinan dia akan pulang, seumuran denganmu, aku rasa kau bisa mengajaknya bicara jika kau sedang dalam keadaan membingungkan di tengah keluargaku.” Aku hanya menghela nafas mendengar semua penjelasannya.

“Jelas semuanya?” dia menatapku dengan tajam.

“Semua sudah jelas.”

“Bagus kalau begitu, kita bisa melewatinya.”

“Bukannya aku harus membuat mereka membenciku?”

“Eoh?” dia kelihatan bingung.

“Bukannya kau bilang aku harus membuat mereka membenciku agar kita mudah berpisah? Jadi untuk apa kau menceritakan semua ini? Tidak ada gunanya, pada akhirnya aku harus membuat mereka membenciku, bukan menyukaiku.” Aku berjalan menuju kamarku meninggalkannya yang masih terlihat bingung dengan ucapanku.

***

Aku memandang wajahku yang dipantulkan oleh sebuah cermin besar dihadapanku. Memberikan beberapa polesan make-up, aku tidak suka memakai zat kimia ini di kulitku, jadi aku hanya mengusapnya seperlunya. Aku memperhatikan kembali wajahku, sepertinya sudah cukup.

Aku melepaskan semua bajuku dan memakai gaun yang tergantung di lemari. Gaunnya sangat bagus, tapi aku hanya tidak terbiasa memakai gaun, terlihat canggung jika aku memakainya. Hufh, susah sekali menutup baju ini, resletingnya ada di bagian belakang. Namun tiba-tiba saja sebuah tangan sudah menarik nya dan baju itu menutup sempurna di tubuhku.

“Kau sangat cantik.” Dia membisikkan kata itu di telingaku. Membuat bulu kudukku meremang. Aku terpaku saat tangannya melingkar di pinggangku. Aku memandang tangannya yang mendarat manis di pinggangku. Dalam hitungan detik dia membalik tubuhku dan mengangkat tubuhku di atas meja rias. Lalu melumat bibirku dengan cepat. Aku tersentak, tak ada yang bisa aku lakukan selain mematung. Aku memundurkan badanku namun tubuhnya mengikutiku. Semakin aku mundur, tubuhnya semakin mendesakku, semua alat make-up berserakan di lantai mengejutkan kami. Dia melepaskan ciumannya lalu mengusap bibirnya. Aku masih terpaku, seperti mimpi.

Hufh, apa yang sedang terjadi? Dia menciumku? Astaga, kenapa aku tidak menolaknya sama sekali, tidak ada perlawanan sedikitpun dari tubuhku. Naluriku seakan menginginkannya, dan tubuhku sepertinya menikmatinya. Aish! Ada apa dengan semua ini? Apa yang terjadi? Tubuhku seakan bereaksi jika dia menyentuhku sedikit saja. Park Eun Kyo! Kau jangan gila! Ini semua hanya sandiwara, kau jangan terjebak, dan jangan terbawa perasaan.

Jung Soo’s POV

Dari tadi dia sibuk merias wajahnya, terkadang dia memperhatikan wajahnya sendiri di cermin dan mengamati wajahnya sendiri. Entah apa yang sedang dia pikirkan? Gugup kah? Takut? Atau sebaliknya? Sebenarnya aku ingin dia, aku tidak ingin semua keluargaku membencinya, aku berubah pikiran. Kini aku yang takut jika Halmeoni dan semua anggota keluargaku tidak menyukainya. Dia salah, dia keliru mengatakan dia harus membuat keluargaku membencinya. Aku ingin dia terlihat sempurna dimata keluargaku tapi dengan caranya sendiri, apa adanya.

Dia melepaskan semua baju yang dia kenakan. Yak! Dasar Gadis ceroboh, kenapa melepas baju pintu dibiarkan tidak terkunci, eoh?! Dia mengambil baju yang tergantung di lemari. Baju yang kami beli beberapa hari yang lalu. Mengenakannya pada tubuhnya, terlihat sangat mempesona, gaun hitam itu terlihat sangat sempurna di tubuhnya.  Aku tersenyum memperhatikannya. Dia meraih penutup bajunya yang ada di belakang, terlihat kesulitan meraihnya.

Kakiku melangkah mendekatinya. Meraih resleting dipunggungnya dan menariknya perlahan ke atas, sambil memperhatikan punggung mulusnya. Ingin rasanya aku memeluknya dan merengkuh tubuhnya dalam diriku. Namun semua itu harus aku tahan sampai waktunya tiba, saat dia mencintaiku. Dia terpaku di depan cermin, menatapku dari cermin besar yang berada dihadapan kami. Aku memeluk tubuhnya, melingkarkan tanganku di pinggang rampingnya. Tidak ada perlawanan darinya. Park Eun Kyo, kau membuatku tergoda!

Aku menarik tubuhnya menghadapku, secepat kilat bibirku merambah bibirnya. Kuangkat tubuhnya keatas meja rias, kulumat bibirnya perlahan. Dia memundurkan tubuhnya, tubuhku mengikutinya, tidak ingin ciuman ini terlepas begitu saja. Selain dari tubuhnya mundur ke belakang, tidak ada perlawanan sedikitpun darinya, berarti dia tidak menolak. Tanganku menyentuh leher nya yang terekspos bebas, tiba-tiba semua alat make-up gugur berserakan di lantai, kami tersentak. Sontak aku melepaskan ciumanku.

Dia terlihat salah tingkah dan turun dari meja serta merapikan bajunya. Mukanya memerah, rasa canggung menyeruak diantara kami. Dia memungut semua alat make-up dan menaruhnya sembarangan diatas meja. Salah tingkah membuatnya semakin terlihat sangat menggoda.

“Aku, aku akan menunggumu di luar.” Aku beranjak keluar.

“Jam berapa kita berangkat?” tanyanya.

“Setelah kau selesai.” Jawabku.

“Oh.”

**

Aku menurunkan Eun Kyo di depan Restoran kami, dan menyerahkan kunci mobil pada tukang parkir. Aku menggandeng tangannya dan membawanya masuk ke dalam. Telapak tangannya terasa dingin dan berkeringat.

“Gwaenchana?” aku menanyakan keadaannya. Dari tadi dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Aku khawatir, sepanjang jalan dia hanya diam. Dia menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya.

“Nan Gwaenchana.” Jawabnya lirih.

“Semua pasti baik-baik saja.” Aku menenangkannya.

“Bagaimana jika mereka tidak menyukaiku?” dia berhenti dan menatapku.

“Bukannya kau bilang kau akan membuat mereka tidak menyukaimu?”

“Yaish! Kau menyebalkan!” dia terlihat kesal. Aku hanya tertawa.

Saat sampai pada ruangan private yang biasa kami gunakan untuk rapat keluarga, langkahnya terhenti. Dia menatap seseorang.

“Aku tidak bisa melakukannya. Kita pulang saja.”

TBC

Ahahahahaahahahahahaahahahahaha *ketawa setan bareng Kyu* akhirnya selesai juga *lap keringat* mamaaaaaaaaa ini part paling gaje yang pernah aku buat, tidak ada feelnya sama sekali, karena ini dibuat saat aku dalam keadaan galau… tapi sudah rada mendingan tadi udah ngebanyol ngalor ngidul sama solmet aku via telpon… setelah dirasa-rasa dan ditimbang-timbang, galau aku ini karena sangat merindukan solmet aku… huwahahahaahahahahahahahaha, semua orang sibuk ngurusin galau aku, karena semuanya aku sms-in karena aku lagi ga enak hati, tapi ternyata obatnya cumin satu ‘bini uki’. Maaf jika part ini mengecewakan.. udah gangguin orang juga… rae na apalagi… indah onn, trus sintha onn, hahay, senang aku akhir2 ini banyak dpt onnie…

111 responses »

      • hehehe..
        iyaa…iyaa…
        hihihihih…
        ni deh aQ komen😀
        kenapa ni namja” bedua malah maen nyosor bibir youjanya??
        hmm… ketauan banget yadongnya tingkat berapa..:/
        yeee… akhirnya bakal kawin juga nigh🙂
        yeee…
        jgn sedih napa.. masih untung ada yang mao kawinin… dari pasda gk?? hayooo.. :p *di timpukeunkyoonn*
        hahhah.. minho kacau….
        sini sayang kalo dah gk kuat ma rea na sama aku aja.. *digantungreanaonn..*
        wah.. ada kibum oppa ternyta..:/
        bumppa ngapain di situ??
        hayooo..hayoo.. ketemu calaon mertua tuh.. hihihi.. jgn salh tingkah onn…😀
        teukppa, tanpa kau buat eunkyo onn jatuh cinta padamu, onnie dah duluan jatuh cinta dengan pesona setan berbentuk malaikat sepertimu😄
        hihihihih…

        ayoo..ayoo…ayooo…
        part lanjutannya jgn lama-lama napa onn..:/
        hahahha… banyak bacot dah..😄😄😄😄😄
        #plaaakk…

      • waduh, aku tidak memaksamu komen loh… cmn memaksamu meninggalkan jejak, wahahahahahahaha.
        terima kasih udah baca ff ini yg rada error, ancur bgini…

        sedih? engga ko… hahay… aku jatuh cinta sm teukpa? masa sih? hahahahahahahaha.
        iye, aku cinta mati 4 sm itu org…….!!!

        mengenai rae na, hahahahahahahahha, km mau pulang tanpa kaki??? jiahahahahahahahaha
        kibum Oppa, euh, kibum oppa? salah, dia adek aku…… bukan oppa, tau noh dia tiba2 datang… aneh deh tu orang…
        tapi lumayan lah mengobati kangen aku sm rae na padanya….

        lanjutannya? yak! km g tau apa aku sekuat tenaga menyelesainya ff gaje bin ajaib ini? eoh???

  1. Feel nya kurang sedikit dapet oen kurang sedikit yah ga banyak sih cuman mmmm msh kurang pas part minho sama rae na sama kibum kurang konflik nih oen hehe maaf yahh comment ga jelas

  2. waaaaaaahhhh ada kibummmmmm,,
    hohoho,,,ga nyangka fika nyempilin kibum dsni,
    si raena udah kissing ma minho,,
    aku mau juga donggggg*mupeng*,,
    bagus kok fik,typo nya juga ga ada,,ga ada feel dri mana nya,,mnurut aku ni dah oke,,tapi bagian minnanya dkit fik,,
    oppaku knpa jdi mesum,,ngintip org gi ganti baju,,cium org sembrangan,
    fika ketauan kalo ganti baju suka ga tutup pintu yaaaaaa,,,aku ga suka insiden yg ga tutup pintu,,
    mata oppa jdi trnoda,,sini oppa matanya aku bersihin*tarik sooppa*,,lanjutkan fikkkk

    • buahahahahahahaha, kbiasaan onn, berhubung fika tinggalnya bedua sm temen cwe, jdnya ga papa kan ya?? hahahahahahahahaahaha
      ih, mata oppamu itu emang sudah ternoda sm fika onn… jadi g usah dibersihin, dia suka, buahahahahaahahahahahahaha.
      apaan deh onnie tarik2 Oppa begitu…. kekekekekekekeke. jgn ditarik, sakit tau…

      nah mengenai rae na fika minta maaf… emang dikit… fika bingung nyari chemistrynya pas mereka udah ga berantem2 ga ketemu2 lagi….

  3. Aku gemeter..
    Aku panas dingin..
    Aku lemes..
    Aku aku aku ga bisa ngomong apa2…
    Kiss scene di part ini bener2 bkin aku stresss….

    Aaaaarrrggggghhh *jambak2 rambut kyo onn*
    ONNIE !
    Be be berarti jungsoo udah liat tubuh eunkyo donk??
    Huwaaaaaaaaa…..
    NAN MICHYEOSOOOOO………
    ONNNIIIEEE… Ayo perbanyaaak kiss scenenyaaaaa….
    Hahahahahaha

    sumpah onn..aku pengen meluapkan semua yang aku rasain setelah baca ini ,,
    bner bner sukses ngaduk ngaduk hati aku !!
    Aduh..gimana nih ??
    Jantung aku berdetak cepet bgt *lebeh mode*

    aduhh..kakiku ga mampu menopang badanku *di gendong eunhyuk*

    aduh, tanganku gemeteran *di genggam donghae*

    aduh, aku panas dingin *di peluk minho jungsoo*

    aaaarrrghhh…
    Gomawo onnie udah bikin aku kaya gini..hahahahaha
    lumayan loh, untung juga lagi..dpt peluk yeobo2 aku..
    Hahahahaha

    dadaaahh..*lambai2 tangan bareng jungsoo*

    by : tipe ideal cho kyuhyun.

    • masya allah… aku ketemu sama satu orang yg satu spesies sm aku…. *peluk siapa ya tadi namanya? waduh lupa lagi* rheiza…..! nah loh setelah baca kamus baru dapat nama kamu *patri di otak satu spesies*

      aku juga gila, cengo liat komen kamu, apaan tuh digendong kunyuk, digenggam donge, dipeluk oppa sm mino. huwaaaaaaa kalo digenggam donge digendong kunyuk okelah, tapi janag dipeluk oppaaaaaaaaaaaaa

      dan apa2an itu type ideal kyu, mamaaaaaaaaa da orang sarap ma……..
      lambai2 bareng jungsoo? *tarik teukpa* oppa, dia udah banyak yang ngurusin, oppa g usah ikut2an….

      kiss scence, yaaaaaaaaa km yadong banget……! *geleng2 kpala*

      terima kasih sayang sudah ramein disini… muah muah… *cium rheiza, tuh aku udah inget nama km.*

  4. eh eh banyak adegan tidak terduga di part ini😮
    aku suka sama karakternya Eeteuk u,u nunggu nikahnya lama banget >:| nanti aku yang nikahin nih !! Haha~

  5. Onnie!!!!!
    aku menyesal baru sempet baca!!!!
    akibat bangun kesiangan, dan baru sempet baca sms onnie tuh siaaaangggg bgt!!
    ckckckckck

    Aku suka part ini soalnya banyak kisseunya,,,wkwkwkwk*yadong mode on*
    harus diperbanyak tuh onnie,,, hahahaha

    bner2 dah min ho maen cium aja!! pdahal rae na kan udh muku2 biar akhirnya ngga nolak jg tuh,, hahaha
    Yakkk onnie!! knp kau maen bka baju smbarangan, pintu ngga ditutup?!
    kau mw menggoda iman jungsoo kah?
    dan apa2 tuh jungsoo oppa maen kisseu aja, aku jg mw….!!!
    *tarik Kyu ke kamar!!!!*
    hahaha
    ohy onnie knp tiba2 kyo minta balik lg? trus itu kibum cuma jd cameo nih?
    onnie msh banyak yg bwt aku pnasaran???
    trus kisah slanjutnya jinki dan eun cha???

    ayo onni lanjutkan!!!!
    aku tunggu kisah slanjutnya,,,,,
    *tarik kyu n popo* hahaha

    • idih… kenapa jd yadong semua ini anak2??? wahahahaha, mia ga perlu mnyesal bgtu…
      prasaan dr kmrn km kerja kesal dan nyesal mulu deh…

      aku minta balik? kenapa ya?
      kibum??? mestinya gimana?
      jinki sm eun cha? aku juga msh mikir…

      tunggu saja part selanjutnya setelah pesan-pesan berikut ini, hohohohohohho
      makasih syg udah mampir…

      • hahahaha, saya jg ngga tw eonn, spertinya otakku lg geser deh mknya rada yadong, kesel, n galau,,, wkwkwkwk

        aku nyesel onn, soalnya ngga baca dr pagi, tp bru menjelang sore, tp rada bersukur bacanya kesorean soalnya ada adegan kisseu jd ngga batal puasa deh,,, hehehe

        yakkk,,, onnie jgn lama2 pkknya*pnasaran mode on*
        hahaha
        tp ttp aku tunggu,,,,
        kabar-kabari y eon,,,,

  6. Huweeee. . . telat nongol gegara op error!!😦

    omoo,omoo,omoo eunkyo..ckck keberobohanmu trlalu parah smpe mngundang keyadongan jung soo oppa jd naik tingkat dewa.. oppa,cpt2 nikahin eonnie biar bs bkin eonnie ga brdaya dgn prlakuanmu..wkwk *d’gampar>pdhl eonnie’y mau*kekee

    itu,itu.. knp jinki-eun cha yg mlh ngabantuin MinNa? ckck jinki,lakukan apa maumu,eun cha tdk akn menolak *d’lempar koin sm eun cha eonnie*

    Lanjut eon. . lanjut..hehee

    • rae naaaaaaa kasian ini anak satu, penih perjuangan ya??
      maaf… maaf juga mengecewakan dirimu part kamu sdkt
      oppa? yadong tingkat dewa? huweeeee kaga… itu naluri lelaki, wahahahaha
      nikah? nikah ga yah?

      jincha yang bantuin? tau noh kalian, sebenarnya siapa yg bego si dantara kalian coba???

      lanjut lanjut, kasih idenya jgn lupa….

  7. utk MinNa, aq bingung mo komen apa.. No komen aja blh gak? #plakk

    oke,biar eonnie ga ngamuk.. aq cuap2 deh.. #bukk *d’tempar bata*

    kibum nuguya? cinta msa kecil Na kh? #gubrakk
    Minho knp main nyosor aja? trlalu kngen yah dgn yeoja nyebelin ini? *nunjuk2 rae na* #plakk
    tp aksi Minho keren, sanggup bkin rae na jd patung dlm sekejap n membekukn semua sistem kerja tubuh’y.. mendebarkan.. Cepat2 d’lanjut yah.. n minho,utkmu.. berikan penjelasan pd q atas perlakuanmu itu..whahahaa

    -sekian n thx- xp

    • idih komennya najong banget saeng aku yg satu ini….
      minta penjelasan? minta penjelasan sana sama keroromu…
      wahahahahahahahaahaha…
      komen pilem2 nya mana? eoh? buahahahahaha, sekali2 aku mau membuatmu nista… *pikiran jahat muncul*

  8. hihii. .mian eon bru baca ^^’v
    Jadii kmrin abis dkasih tw na udah dpost, ak niat mau bca pas mlm, trus abis bukpus ak traweh, ak kerasa dibius eon mpe sahur bru bangun, trus ak nyambung tdur lgi abis subuh, n akhr’a malah bca djam istht, wahahaa. .alhasil makan siangku ff dah *ini mah curcol bukan komen. .wkwkk ~> minta dgampar*

    Dan trnyta eonnie bikin aku dong” dtengah hari. Aaaaa~ minna kopel teukyo kopel kissuaaan~ jincha kopel kapan nyusul *gubraxx* buahahaa. . .just kidding eonnie saiaang *kyo eon muntah dpojokkan*

    ada pertnyaan yg brkeliaran dkepalaku *bhsa lupit*
    ini bakalan jdi MinNaBum kah ?? Love triangle geto *na joget gaje*
    trus siapa yg eon tatap pas mau masuk ruang resto hngga kga jdi dah, jung jin kah ?? Oiaa. .ckck..eon pujangga beneran yeh, hatiku bertalu~talu, jantungku berserakan *pegimana itu ~> lemot roman ak eon ==’a*

    Dan yang paling ingin kutanyakan adlh ‘Aku dbwa Jinki kemanaaaa ???’ >< aaaa~aku dculik bang jiiin *mau'a* jangan jauh" dwh bang, mojok dbwh po'on belimbing aja depan rumah aye kta gelaran tikar. .buahahaa *comen ga mutu*

    • nah aku juga bingung ituh aku ngeliat apaan? ayo tebak… yang dapat nebak bakalan aku jadiin pembantu aku kalo cwe… kalo cwo bkalan aku jadiin supir, wahahahahahaahahaha, g papa… aku kesian sm na, dia aku paksa2 komen, kesian bgt… g papa mah kalian ini jgn terlalu dpaksakan… meski kalo kalian komen itu bikin aku smangat 45 buat nulis… kadang raga bete jg si tulisan aku ko kaga ada yg ngomen, tp ada yg baca, tapi smua itu hak mereka jg… dibaca sm km jg aku udah untung… komen mah bonus…

      km dbawa kmna ya? tunggu jwbnnya stlh pesan2 brikut ini…
      masalah kisseu? ahahaahahahha, itu si Na setresnya brlanjut smpe sekarang, sarap emang itu anak….
      kalo mslh romantis2an itu relatip, kan aku blg aku ini kembarannya si mister odong2… jdnya kaga jauh2 menjijikkannya dr dia…

  9. diih kga mao nebak dah. Aku udah dPO sma unyu jdi pembokat hati’a. .hahaa
    aniyo eonnie. . .kmi ga kepaksa ko’ cuman rda telat aja. .hihihiii
    SR emg nyebelin eon, gpp yg penting ikhlas~ hehee
    ayo semangat dunk~ nasib kopel masih gaje, harus dselesaikan mpe Tuntas !! Wahahaa *taruh piso dleher bangteuk*

  10. Annyeong onni. Lam knal. Park Sung Jae imnida, dongsaengna tuekie oppa#sksd# Onn, akhrx Q mnemuknmu. Clon istrna oppaq. On, Q mxayangimu cz km sngt mncintai oppaku. Mg crtana cpt publish. Sarangeo onn.

    • annyeong adik ipar…
      nado saranghae… *peluk2 sung jae smpe gepeng*
      akhirnya kau mnemukanku..
      nantikan kisah cinta oppamu sbntr lg, pdhl aku blm ngetik apa2, hohohohohohohoho.
      terima kasih udah mau baca syg…

      ah iya, call me… *kpedean* 085651248503… jgn lupa, muah muah… sbg rasa cintamu pdku…

    • udah msuk ko syg… cmn td nunggu prsetujuan dr aku, moderasi gtu deh, g tau artinya apaan…

      suka ekspresiku?? jiaaahhhh aku pnya brjuta2 ekspresi bhkn lbh untk mncintaimu oppamu… *knp jd dede oppa brmunculan ya?*
      ya udah, g papa… ini blog kluarga park jg si, silakan brkumpul dsni… kami *aku sm teuki* mnerima dgn snang hati… *ade (rae na) sm ade iparku (minho)* jg mnyambut dgn senang… kyuhee sm jinhae jg… smoga km betah dsni syg… muah muah… anggap rmh sndri…
      *kpnjgn ya pnyambutannya*

  11. onnie. . .
    mian bru sempat komen
    bnyak tugas kmpus yg begitu mnyiksa *curcol*
    aaaaa, onnie aku bingung mau komen apa. .
    minho kok main nyosor aja,
    ayo dong minho nyatain prasaanmu k raena
    ya ampun teuk main masuk gtu aja k kamar eunkyo,
    ngeliat eunkyo pake baju lgi. .
    d tnggu part selanjut.a ya onnie. .

  12. Anyyeong onn. Hahaha. Q dongsaengna oppa angel #ngarep#Onni. Q mengnlmu lwt kyu~na.. Trz Q ska bngt ekspresi sukamu pd oppa. Psti oppaQ sngt bruntng mndptknmu#jjhah#. Sarangeo Tuekyo.

  13. Onn, Q curious ma crtax.. Mdh2an idena cpat dpt.. Q kn mnunggux.. Onn, mngkn Q kn sring2 mampir so don’t be bored.. Sarangeo Tuekyo^^v

  14. Hahahaahahaha minho dodol ihh,udah tau rae na galaknya minta ampun,malah disosor
    Wkwkwkwwkwkwkw
    Tapi so sweet bangeeetttttt
    Pas ngebisikin di telinganya rae na
    Huaaaaaaaa
    Mauuuuuuuu
    (˘̩̩̩____˘̩̩̩)
    Wkwkwkwkwkwk

  15. Onnie knp kakak beradik tuh barengan dpt kissing’y…bkin pngen*plak

    Ngos2an jg dh bca ampe part ni..hmmm lnjut dehhh..bkin penasaran

  16. YA!! Eonni, kau semakin mengodaku. Sumpah aku suka, suka, cinta sama pasangan teukyo. Aduh knap kmu pake bju didpn eteuk oppa? Bnr2 mengoda it mah, untg eteuk oppa kuat imannya. Walaupun hampir.. *sensor* haha

  17. roman-roman.a jinki mau nembak tuh!#semoga diterima deh#ditimpuk vip

    ada yg cemburu!, lucu banget liat reaksi Minho…sampe cium2

    tadi Minho, sekarang teuki, kedua namja ini mesum#ckckck

    aku ikut deg2an, semoga semua suka sama eun kyo

  18. walah-walaah… ini kakak beradik kok senasib mulu… adekny dicium minho, kakakny jg ngikut dicium iteuk :p

    nggak usah dibatalin dah… ntar pasti keluargany jungsoo setuju kkkkkk *soktau

  19. Argh gila itu teukk oppa maen nyosor aja ckckck ==”
    tapi tapi suka banget part ini banyak kiss scene nya hahahah *ketahuan yadong*

    Cepetan deh kalian nikah udah ga sabar! ><

  20. woah,*lapkeringet
    tu namja2 dh pd brani rupax skinship sodara2!hahaha*loncatkegirangan
    qr2 kpn mrk brni yadongan?#plak
    hohoho
    itu itu Eun Kyo liat sapa koq mw plng?
    jngn blng tu Jongjin!
    argh,dr pd pnasaran mending lngsng mluncur k part slnjtx de!

  21. ada hubungan apa sama kibum? penasaran
    waaah ada kissing nya. jd tambah penasaran.tp knapa eunkyo nya ngajak pulang pas di restoran?

  22. Tutup mata ajjushii!!!!
    aiish. . eunkyo eon, itu jungsoo ngapain. . .!!!!!udh ngintip org ganti baju. . main nyosor pula??!!!
    minho jga. .???!!!
    aq syok bca part ini!!!*elus dada*
    itu, knp eunkyo nya jdi g mw masuk? pasti ada ssuatu ini mah. .
    loncat part 5____*tuing*

  23. annyeong eonni. istri kyuhyun balik.
    ah ngga papa deh walaupun terpaksa yang penting eun kyo sama jungsoo jadi pasangan.🙂
    itu mantan pacar aku kenapa ada di situ eonni? kibum oppa kenapa engkau ada di situ?? *pletakk.. ditabok sama snowers*
    eh..eh.. itu..itu kenapa jungsoo sama minho maen nyosor aja!! belom muhrim oyy! hehe..
    itu kenapa eun kyo pake ngga mau masuk segala. udahlah masuk aja *dorong-dorong eun kyo biar masuk*
    makin seru nih eonni. semoga aja eun kyo jadi nikah sama jungsoo. Aminn…
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni. *hormat bareng kyuhyun*

  24. annyeong
    wah..part 4 dagh adegan kissing’y ya…uhhh….itu mah emang mau’y teukie ahjushi tak perlu diragukan buat pikiran’y yg kdang” mesum. lelaki mah mang maunya nyosor mulu kyk bebek.pas banget jlukan buat teukie ahjushi kyk bebek….kwe kwe kwe kwe
    hehehehehehe

    tpi itu teukie ahjushi beneran ngintip kyo eonnie??udah ngintip pke kissing” lagi dasar ahjushi MESUM*plaakKKKK dilempar sepatu ma teukie
    #kyu oppa jadi tameng’y
    #ku peluk kyu oppa diblankang badan’y

  25. Aneyong new reader rara imnida..
    Huaaahhhh eonnie aku cari kemana” trnyta nemu ff ini dsni bner” suka bgd ma MLT suka sma smua tokohnya sma karakter dan ceritanya aku bkal sering” mampir dsni sprtinya jgn bosen” ngelihat aku ia
    #sksd mode on😀

  26. waduh kayaknya dua pria udah g bs nahan hasrat main nyosor aja…untung aja nasib jungsoo g sama kayak minho yg langsg dpt hadiah tamparan beruntung km jungsoo…

    knp eunkyo blng tdk bisa dsaat mau ktmu ama keluarga jungsoo jgn2 eunkyo mau mundur…andwaeee…

  27. Aigo aigo.. Gak minho gak joongsu oppa main samber aja…
    Nih adik kakak jadinya esak nafas gara2 ciuman mendadak mereka…
    Moga semua anggota keluarga park menyukai eonnie

  28. kyaaaaa omoo om teuki niat banget ngajak eunkyo nikah..
    jadi yg bli eunkyo tu teuki y..fiuhhh*lap keringet*

    ehemmm..minho kyknya udah mulai suka ama raena..ppoppo??hhwaaa*teriak histeris*
    kacian minho d tabok raena*elus pipi minho*

    huaaaaaa eonni demi apa aku suka adegan kissnya teukyo..sempet kaget tiba2 teuki cium eunkyo gitu…eommaaayaaaa*kelepek2*pingsan*

  29. Yaampun di part ini ngiri pisannn😦 ngiri aku sama semuanya kak… Aigoo, sama euncha, eun kyo juga sama rae na juga… Yaampun…

    Beruntung bener itu 2 sodara kandung sama2 cakep dapet pula yang baik hati.. Si raena mah kaga peka ah jadi cewe, katauan bener dia kayak laki(?) ehh si minho di buat kelimpungan begitu. Ckckck

    jungsoo mah di semua ff demennya nyosor mulu *tarik bibir jungsoo

  30. waduh nih cowo yg disini ngak minho ngak jungsoo main cium2 ja nyatain cinta y duku kek n mana pas abis ciuman mereka y malah diem ja ngak bilang suka gt…..
    untung ja jungsoo otak yadong y ngak terlalu ON full klo iya eun kyo y bisa abis diserang krn sembarangan main buka baju ja ngak liat situasi n jungsoo y bisa mgendaliin diri cuma cium doang…..

  31. jiah~~~~
    Eun Kyo mau tpi malu ya,
    knpa Jung Soo ngak mengungkapkan isi hatinya ya,
    ini adek kakak bikin gemes dech, kekeke
    huwa~~~~
    Key jadi cameo ya ampun pacarku sayang,
    kenpa ke korea ngak ngajak” sich!!
    hoho

  32. finally, ah feel-nya asyik pas disini.
    senengnya jadi Rae-Na, ga perlu2 meronta2 untuk dapet ciuman Min-Ho.
    hahaha, onnie semakin keren deh.
    biasanya aku komen panjang2.
    tapi nih berhubung ga bisa bilang apa2 selain daebak.
    yaudah, akhir kata keep writing! (pasti ada ini -_-)
    baca next chap~

  33. kyaaaaaa first kisseu eunkyo n jungsoo…ckckck kacau tuh si kyo, ganti baju ga liat-liat dulu..ungtung ga sampe di yadongin jungsoo😀 untung cuma kissue..
    kasian minho ga bisa tidur gara-gara raena, eh orang yang diinget inget malah cuek aja,,sepertinya perjuangan minho masih sangat sangat panjang nih buat dapetin raena,,kya raena juga di kissue nih ma minho, pemaksaan..
    nah loh, muncul karakter baru lagi nih, kayanya akan jadi konflik antara raena n minho nih..
    wah minho harus ekstra2 keras berjuang nih..
    baca ff mu butuh konsentrasi cingue😀 soalnya karakternya lumayan banyak…
    pasti sulit deh nulis dengan karakter yang banyak kaya gini…
    next>>😀

  34. eunggg teuk mino asal nyium aja-,-
    eunkyo nanggung. udah nyampe minta balik
    aiya, aku suka sama visual eunkyo
    wajahnya natural. g terlalu bnyak make up, g kayak ulzzang yg lain

  35. I really like kisseu part in this part,,*hapasih
    Hahhaha,, pokonya suka eonni menjabarkan adegan ciuman nya,, *ceileehhh
    Ga bertele” dan ga banyak beribet kata,,
    Pnasaran slnjutnya ah,,

  36. cieeeh jinki baikan cieeeh uhuk ahaha si minho juga kayanya ga sanggup jauh-jauh tuh dr raena senasib sama teukkie oppa xD
    jgn2 di restoran itu ada dia-yg-ga-boleh-disebut-namanya lg?? makanya eunkyo lgsg ngajak pulang o.o

  37. huwahhhhhhh. .huwahhh. .huwahhh
    lumayan banyak adegan kisseunya yaaaa
    minho-rae na
    teuk-kyo. ini nih yang paling ditunggu, sepertinya teuk jath cnta pada pndangan pertma nih. .cepet bgt dia suka eun-kyo
    minho ja bgtu. .alur cepat alur cepat/ .joah. .joah
    lanjut lagi unn
    thanks for nice story
    keep writing fighting

  38. Jangan pulang eunkyo ah,, jangan dibatalin dong,, udh di puncak kebahagiaan loh *mungkin*, heheh
    taeukki sepertinya udh bener2 terpaku, terpaut, terkunci, terkurung, terkekang dalam pesona eunkyo,, dan bagusnya belum ada orang ketiga,, hehhe

    minho,, dirimu nakal,, kasihan tuh reana ga bisa kuliah, hehe, main menculik anak orang ja,, perjuangkan ,,,

  39. mm..teuki sepertinya udh cinta mati setengah mati deh ma eunkyoo..semangat teuki..minhoo..luar biasa perjuangannya buat raena..tapi klo bisa sedikit lembut dunk soalnya tau sndiri karacter raena gmn??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s