Money, Love and Trouble (Part 3)

Standar

334

Hati ini terasa sesak

Meski aku mencoba menenangkannya

Aku takut cinta ini bermuara padamu

Dan takut kau menghantamya sebelum aku sempat mendarat

 

Jung Soo’s POV

Aku terbangun di pagi hari mencium bau masakan. Menusuk hidungku memaksaku membuka kedua mataku dan terjaga dari mimpiku. Aku memegang kepalaku, sakit sekali, rasanya kemarin adalah hari yang paling melelahkan dari hidupku. Lebih susah dari menghadapi ocehan Halmeoni. Hufh, aku menghela nafas, sedetik kemudian aku menghirup nafas, segar sekali, aku baru ingat ini adalah pinggiran kota yang tidak terlalu tercemar polusi. Saat udara memenuhi rongga dadaku, bersamaan dengan harumnya aroma masakan yang memenuhi indra penciumanku. Siapa yang memasak? Gadis itu kah?

Aku tersenyum membayangkan kejadian semalam. Aku bertemu dua orang wanita dalam satu malam. Ryu Min, tipe wanita ideal yang sempurna. Wanita elegan yang penuh dengan peraturan kaum kelas atas. Terlihat sekali dia sangat menjaga penampilannya. Hufh, tapi itu terkesan tertutup dan tidak jujur. Itu menurutku, sangat sulit menebak kepribadiannya yang serba teratur. Bukannya aku tidak menyukai sebuah peraturan tata krama, tidak bermaksud tidak menghormati apalagi meremehkannya. Aku hanya ingin wanita yang mengerti aku dan mencintaiku apa adanya aku, yang tidak tergiur dengan segala macam fasilitas yang tersedia. Untuk Ryu Min, aku tidak meragukannya, dia adalah anak orang kaya, tidak mungkin tergiur dengan harta atau apapun. Hanya saja aku merasa ini adalah perkawinan dua buah perusahaan yang diatur oleh mereka, bukan perkawinan hati. Aku ingin menyatukan dua jiwa manusia berlawanan jenis dalam satu ikatan cinta. Bukan sebuah penggabungan harta yang terikat dengan berbagai macam kontrak pelebaran lahan bisnis. Itulah mengapa aku ragu bersama Ryu Min. Lagipula aku tidak mengenalnya, dia juga tidak berusaha untuk lebih mengenalku ataupun mengenalkan dirinya sendiri. Itu yang aku tangkap dari pertemuan kemarin.

Satu lagi adalah Gadis dari dunia antah berantah, entah itu dari kerajaan Dewa di langit ataupun seorang peri yang sedang tersesat dikejar oleh kumpulan peri jahat lainnya dan terdampar di tempatku. Aku tersenyum kembali, mengingat wajah paniknya, membuatku terpana. Tingkah bodohnya yang mampu membuatku diam seribu bahasa, serta semua sikapnya yang terkadang aneh dan tidak tau malu. Ada-ada saja, dia datang meminta pertolongan, meminta pertolongan? Lebih tepatnya memaksaku menolongnya. Setelah itu dia malah tidak tau tujuan mau kemana. Saat aku membawanya ke tempat yang aman dia malah menuduhku yang tidak-tidak.  Demi Tuhan aku tidak niat ada sedikitpun ingin menyakitinya. Beberapa menit kemudian setelah dia menceritakan kisah hidupnya yang entah benar atau pun tidak, dia memintaku meminjamkan uang padanya untuk membayar semua hutangnya. Dasar Gadis aneh. Tapi entah kenapa aku menangkap semua kejujuran dari mulutnya. Raut wajahnya juga tidak menunjukkan sebuah kebohongan sedikitpun. Naluriku mengatakan bahwa Gadis ini benar-benar butuh pertolongan. Tapi apa dia tidak malu sedikitpun? Jika boleh dikatakan kasar sedikit, dia mengemis padaku, demi seorang Adik? Tidak ingin adiknya terluka? Ada sebuah ketegaran hidup yang terpancar dari wajahnya meski semua yang dilakukannya terlihat bodoh. Haha, hatiku berbicara terlalu banyak. Tapi satu hal yang berbeda di pagi ini, aku tidak perlu dibangunkan, aku bangun dengan sendirinya saat indraku mencium harum yang menguar. Eh? Aku bangun pagi tanpa bentakan dan tanpa di ancaman.

Aku menuju sumber aroma sedap yang tercium oleh hidungku. Aku menghirupnya dalam. Saat sampai di dapur, aku mendapati memang Gadis itu yang sedang memasak. Aku mendekatinya, namun sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku. Aku semakin mendekat, hingga berada dibelakangnya, tapi tetap saja dia tidak bergeming dari kegiatannya. Semua yang dia buat meski kelihatannya tidak menarik, tapi mampu membuat perutku meronta.

“Sedang apa kau?” tanyaku dingin tepat di telinganya. Di terkejut dan sedikit menghindar dariku. Lucu sekali melihat wajah terkejutnya. Wajah itu mampu memberikan berjuta ekspresi.

“Aku sedang memasak, maaf aku hanya bisa membuat ini.” Jawabnya. Dia terlihat sibuk setelahnya menata semua masakan yang dibuatnya. Aku hanya memandangi setiap gerakan yang ditimbulkan oleh tubuhnya. Mengapa mataku seakan terbius dengan semua perbuatannya.

Aku mengambil duduk di hadapan semua hidangan yang tertata di meja. Mulai mengambilnya satu persatu, dan memasukkannya ke dalam mulutku. Lumayan. Kami berdua makan dalam bisu, dia diam, aku juga tidak berkata apa-apa. Dia makan dengan lahap, sangat lahap, apa itu pengaruh dari kejadian tadi malam? Dia tidak makan sebelumnya? Aku juga tidak mengajaknya makan. Semua yang dia lakukan tidak luput dari penglihatanku, namun itu tidak mengusiknya sedikitpun. Aku tersenyum dalam hati. Dia mungkin, bukan mungkin, tapi memang dari masyarakat menengah ke bawah yang tidak terlalu banyak aturan saat makan. Tapi aku menyukainya. Sangat menyukai semua tingkahnya. Namun entah mengapa saat berada didekatnya bibirku seakan terkunci, padahal menurut semua teman dan rekan bisnisku serta keluargaku aku adalah orang yang banyak bicara, bukan bicara tapi membantah sesuatu.

Aku merasakan kami seperti sepasang pasangan muda yang sedang… aish! Otakku tidak mungkin berpikiran macam-macam disaat seperti ini. Apa ini dampak dari semua paksaan Halmeoni untuk segera menyuruhku mencari istri? Hingga saat aku berada dalam satu ruangan yang sama dengan seorang Gadis dalam satu rumah, aku merasakan seperti sudah… me-ni-kah?

Aku teringat kembali ucapan Gadis dihadapanku ini. Dia dengan enteng memintaku meminjamkan uang padanya? Yang benar saja. Aku baru mengenalnya beberapa jam yang lalu. Dia memintaku memberinya uang satu juta won dengan konsekuensi dia mau melakukan apa saja yang aku mau. Pikiran jahatku sedikit berbicara. Aku bisa menjadikannya istriku dalam beberapa bulan saja, hingga membuat suara ocehan Halmeoni berhenti merecokiku, tapi dengan syarat aku bisa mencari wanita lain yang aku cintai. Dia hanya sebagai tameng bagiku agar tidak dipaksa menikah sampai aku menemukan belahan jiwaku yang sesungguhnya, dan menghentikan semua ocehan Halmeoni. Dia juga harus membuat Halmeoni dan Eomma tidak menyukainya, agar perpisahan lebih mudah dilakukan.

“Park Eun Kyo~ssi, kita menikah saja.” Aku menundukkan kepalaku saat mengatakan itu, dia tidak menjawab sedikitpun. Suara denting sendoknyapun terhenti. Aku mendongakkan kepalaku untuk mendapati wajahnya. Dia membelalakkan matanya lalu setelah itu mengerjap berkali-kali. Semua makanan yang awalnya masuk kedalam mulutnya kini telah keluar seiring dengan mulutnya yang menganga. Sangat lucu melihat ekspresinya. Aku menyukai semua ekspresi ini. Namun dia tak bergerak sedikitpun. Aku tertawa dalam hati.

“Eun Kyo~ssi?” aku mencoba membuyarkan keterkejutannya dangan menyebut namanya. Dia masih tak bergeming.

“Ya.. Gwaenchana?” aku menyentuh wajahnya. Dia kembali mengerjapkan matanya.

“Ah,oh, ye.” Dia akhirnya menjawab.

“Gwaenchanayo.” Lanjutnya.

“Jeongmal? Kau terlihat pucat.” Tanyaku.

“Ani, aku baik-baik saja.” Jawabnya sambil salah tingkah.

“Kalu begitu bagaimana dengan tawaranku? Kau tidak perlu menjawabnya sekarang.”

“Tapi, mengapa kau menanyakan itu? kita kan baru mengenal beberapa jam yang lalu.” Jawabnya gugup. Aku menghela nafas.

Aku menceritakan semua yang terjadi di rumah, aku tertekan dengan semua permintaan dari keluargaku. Dia tampak menyimak dengan cermat, mengangguk-angguk sesekali.

“Jadi bagaimana?” tanyaku mengakhiri ceritaku.

“Hufh, aku tidak bisa menjawabnya sekarang karena bagiku perkawinan bukan sebuah permainan.” Jawabnya dingin.

“Kau perlu uang kan? Aku akan memberimu 10 kali lipat dari 1 juta won jika kau menyetujuinya, aku lebih baik menikahimu daripada yang lainnya, dan membuat kesepakatan denganmu, setidaknya aku mengenalmu beberapa jam yang lalu dari cerita yang mengalir dari mulutmu.” Jawabku.

“10? Se-pu-luh? SEPULUH KALI LIPAT?!” jawabnya antusias, matanya berbinar.

“Ye, tapi dengan syarat aku boleh melakukan apa saja meski kita telah menikah termasuk mencari wanita lain yang membuatku jatuh cinta, begitu juga denganmu.” Dia terdiam.

“Kau juga harus berusaha membuat keluargaku membencimu agar kita mudah untuk berpisah.” Tambahku, membuatnya semakin bisu. Kami hening beberapa saat.

“Haha.” Dia terkekeh pelan.
“Park Jung Soo~ssi… Begitukah sebuah pernikahan di matamu? Aku tidak menyangka, orang kaya sepertimu begitu nista memandang sebuah pernikahan. Aku bukan barang yang dapat kau beli dan kau buang begitu saja. Terima kasih telah menampung dan menyelamatkanku, lain kali aku akan balas semua budimu. Namun, aku tidak akan menerima semua permintaan konyolmu itu.” jawabnya sedikit dingin, dia berubah, apa aku salah? Dia kan membutuhkan uang? Aku hanya mencoba membantunya.

“Tapi lebih baik daripada kau menjadi pembantuku seumur hidup kan?”

“Tapi tidak lebih mulia daripada membohongi orang lain, terlebih lagi itu adalah orang tuamu. Harusnya kau bersyukur dengan keadaanmu.” Jawabnya sedikit emosi.

Rae Na’s POV

Aku menghabiskan istirahat siangku di Kantin, tempat favoritku menghabiskan waktu. Memesan beberapa makanan kesukaanku dan melahapnya. Lenganku disentuh seseorang.

“Onnie.. kau mengagetkanku.” Jawabku lirih. Dia mengambil duduk dihadapanku setelahnya.

“Kenapa lagi kau? Memikirkan namja anehmu itu lagi?” tanyaku. Dia menghela nafas.

“Sepertinya aku berlebihan, aku kan bukan siapa-siapa dia.”

“Kau masih belum menanyakan apapun?”  dia menggeleng.

“Tidak ingin memastikannya?” dia menatapku.

“Untuk apa?”

“Ck! Supaya wajah mendungmu itu segera berakhir.”

“Tidak ada gunanya.” Jawabnya

“Kau lebih memilih seperti ini? Jika seandainya apa yang ada dalam pikiranmu itu benar, apa yang akan kau lakukan?” aku menatapnya.

“Mollasseo.”

“Begitu saja perjuanganmu?”

“Mau apa lagi?”

“Sebelum kau menyesal, sebaiknya beritahukan terlebih dahulu.”

“Aku? Mengatakannya? Bukan gayaku seperti itu.”

“Bukan gayaku? Cah! Jika namja anehmu itu benar-benar menyukai orang lain baru tahu rasa kau.”

“Rae Na~ya.. Apa yang harus aku lakukan? Beritahu aku apa yang seharusnya aku perbuat”

“Biar aku beritahu juga kau tidak akan menurutiku.”

“Kau menyuruhku untuk mengatakan perasaanku, yang benar saja.”

“Kapan aku menyuruhmu seperti itu? aku menyuruhmu menanyakan siapa wanita itu, bukan menyatakan perasaanmu.”

“Hufh, baiklah, nanti aku akan menanyakannya.” Jawabnya.

“Kau ada kuliah?” aku menggeleng.

“Aku ada kuliah 15 menit lagi, baiklah, aku pergi dulu.” jawabnya sambil berlalu.

Saat aku tengah asik menikmati makananku, seseorang berdiri disampingku. Yeoja menyebalkan ini lagi. Aku tidak menghiraukannya dan meneruskan makanku. Sepertinya dia kesal.

“Yak! Aku mau bicara denganmu!” serunya ketus. Aku hanya diam berusaha tidak menanggapinya.

“Yak! Aku bicara denganmu! Kau tuli ya?!” dia semakin gusar.

“Kau bicara denganku?” aku menoleh padanya. Emosinya membumbung.

“Memang susah bicara dengan orang rendahan sepertimu.” Jawabnya sinis. Aku menaruh sumpitku di mangkok dan menatap tajam padanya.

“Nona Besar yang bisanya hanya memamerkan kebodohan tanpa otak! Jaga bicaramu.” Aku berkata tegas.

“Cih! Orang sepertimu ternyata punya nyali juga. Kau tidak tau siapa aku?!” serunya dengan nada sombong.

“Siapa yang tidak mengenalmu?” jawabku.

“Bagus kalau kau mengenalku.” Dia mengatakan dengan bangga.

“Gadis yang selalu memamerkan kekayaan orang tua dan sukanya mengintimidasi orang dengan uang tapi tidak punya otak sama sekali.”

“Yak! Kurang ajar sekali kau! Jaga ucapanmu atau kau akan terima akibatnya!” ancamnya.

“Aku tidak takut denganmu!”

Dia menarikku dan membuang makanan yang ada dihadapanku.

“Lepaskan aku! Aku bukan anjing yang bisa kau tarik kemanapun kau mau.”

“Tapi kau tidak lebih pintar dari anjing. Anjing saja pintar jika disuruh, sedangkan kau?” dia menatapku tajam.

“Aku sudah bilang aku bukan anjing makanya aku tidak menurutimu!”

“Ayo ikut aku!” dia menarik paksa tanganku.

“Lepaskan, aku bisa jalan sendiri.” Aku mengibas tangannya dari lenganku.

Dia membawaku ke belakang area Kampus. Menatapku dengan tajam dan tidak berapa lama kemudian datang beberapa orang, ada beberapa perempuan dan beberapa lelaki. Sudah kuduga, dia tidak mungkin bisa berani jika sendirian. Aku diam kemudian tersenyum sinis.

“Apa hubunganmu dengan Minho?” tanyanya dingin.

“Kau salah menanyakan ini padaku, tanyakan saja sendiri padanya.”

“Haha, kau! Mengapa berani-beraninya kau tinggal bersamanya! Kau tidak tau siapa aku?!”

“Kau adalah gadis manja yang meminta sesuatu selalu dengan memaksa dan merengek.” Jawabku acuh.

“Yak! Kau! Aku adalah calon istrinya Minho! Dia tidak mungkin menikah denganmu!”

“Tapi kau dengar sendiri dari mulutnya  kan? Jadi apalagi?” aku menoleh padanya.

“KAU! Kau harus menjauhinya sekarang juga!” bentaknya.

“Bukan aku yang mendekatinya, tapi dia sendiri yang selalu mengikutiku.” Jawabku santai.

“Apapun alasanmu, kau tetap tidak boleh dekat-dekat dengannya, atau kau akan merasakan akibatnya.” Ancaman yang kesekian kalinya tidak menggentarkanku sedikitpun.

“Hey, Nona Besar, sebaiknya kau yang jaga baik-baik calon suamimu.”
“Aku sudah menjaganya, tapi kau yang menggodanya!” teriaknya.

“Oh ya? Kalau begitu mungkin dia lebih menyukaiku ketimbang dirimu.” Wajahnya memerah menahan amarah. Dia mulai melayangkan tangannya ingin menamparku. Aku menutup mataku, aku menunggu tangannya mendarat di pipiku.

Eh? Tidak ada tamparan sedikitpun, atau dia melakukannya tanpa aku sadar? Aku membuka sedikit demi sedikit kedua mataku. Aku melihat tangan mulus Min Ra tetap melayang di udara, matanya melotot dan tangannya ditahan oleh tangan seseorang. Aku mendapati sosok namja yang beberapa hari ini mengusikku.

“Minho~ya.” Aku berkata lirih. Min Ra menoleh ke belakang, tiba-tiba saja raut wajahnya yang angkuh berubah seketika menjadi pucat.

“Minho~ya…” katanya manja sambil salah tingkah.

“Rae Na~ya, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dingin.

“Kau tidak tau aku mencarimu? Eoh?” dia mulai emosi. Wajah Min Ra memerah seketika. Aku menghela nafas.

“Ck! Min Ra~ya, tolong jangan membawanya sesuka hatimu, aku tidak suka kau menjauhkannya dari mataku. Dia harus tetap ada dalam radius aku bisa melihatnya, mengerti?” Minho Menatap Min Ra tajam. Min Ra hanya mengangguk tanpa sadar. Minho menarik tanganku.

Minho’s POV

“Ck! Min Ra~ya, tolong jangan membawanya sesuka hatimu, aku tidak suka kau menjauhkannya dari mataku. Dia harus tetap ada dalam radius aku bisa melihatnya, mengerti?” aku menatap Min Ra tajam, dia hanya mengangguk, aku menarik tangan Rae Na.

Untung saja aku melihatnya dibawa oleh Gadis manja itu, jika tidak, aku tau sesuatu yang gawat bisa terjadi, aku hapal benar apa yang akan dilakukan Min Ra jika dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Baru kali ini aku tidak membiarkannya melakukan sesuatu yang buruk pada gadis yang mendekatiku. Rae Na adalah pengecualian. Dia bukan gadis yang mengejarku, tapi tanpa sengaja harus selalu di dekatku. Aku bisa saja membiarkannya begitu saja, namun entah mengapa hati kecilku tidak ingin dia menjauh dariku, meski jika berada di dekatnya pertengkaran tidak bisa dihindarkan.

“Kau harus hati-hati dengannya.” Aku membawanya ke taman depan Universitas. Menyuruhnya duduk di kursi.

“Gwaenchana?” aku menoleh padanya. Dia hanya diam.

“Kita sudah terlalu jauh melangkah Minho~ya, sebaiknya kau menjauh dariku.” Jawabnya dingin. Dahiku berkerut.

“Wae?”

“Karena jika terus seperti ini, masalah akan semakin melebar. Aku tidak menyalahkanmu, ini semua masalahku, kau tidak perlu ikut campur.”

“Tidak perlu ikut campur? Tidak perlu ikut campur dan membiarkanmu dibawa lalu membiarkanmu menjalani semua ini?” tanyaku.

“Apa pedulimu? Memangnya siapa dirimu? Kita tidak punya hubungan apa-apa dan kau tidak berhak melarangku.” Jawabnya ketus.

“Kita bahkan baru kenal beberapa hari yang lalu.”

Hubungan? Apa hubunganku dengannya? Benar juga, kami tidak ada hubungan apapun dan mengapa aku memikirkannya terlalu jauh? Ada apa aku ini? Tidak biasanya seperti ini. Dia bahkan jauh dari tipe idealku yang menyukai gadis cantik dan menawan seperti Min Ra, tapi entah mengapa aku muak melihat semua tingkahnya. Dia terlihat menjijikkan meski semua namja memujanya. Dia terlalu manja dan berlebihan. Semua yang terlihat ditubuhnya memang sempurna, namun dalam otaknya sangat jauh dari kata sempurna, semua tingkahnya membuatku tidak betah berada didekatnya.

Rae Na? dia memang tidak secantik Min Ra, tapi juga tidak bisa dikatakan jelek. Dia itu… punya kepribadian meskipun sangat menyebalkan karena selalu membantah apapun yang aku lakukan. Memang baru beberapa hari mengenalnya, tapi rasanya ada sebuah medan magnet yang selalu menarikku kearahnya. Cinta? Tidak mungkin secepat ini kan? Aku tidak ingin menyimpulkannya terlalu cepat. Suka? Mungki iya. Tapi dia lebih senang bertengkar denganku daripada mengikuti semua perintahku. Atau simpati? Simpati karena semua kemalangan yang menimpa hidupnya, mungkin saja. Tapi aku bukan orang gampang percaya pada semua ucapan orang, apalagi pada orang yang baru saja aku kenal. Ada apa denganku? Mengapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkannya padahal jarak antara kami tidak lebih dari beberapa meter. Apa aku punya hubungan khusus dengannya di kehidupan sebelumnya?

“Melamun saja.”

Seseorang menepuk bahuku, mengenyahkan lamunanku. Aku menoleh padanya.

“Hyung.” Aku menyapanya.

“Ada apa? Ada masalah? Tidak biasanya kau melamun seperti ini.” Aku mengedarkan pandanganku mencari sosok yang dari tadi berkeliaran di otakku. Rupanya dia sudah pergi, aku tidak menyadarinya. Aku tersenyum.

“Setelah melamun kau tersenyum tanpa sebab.” Gumamnya.

“Kau baik-baik saja?” dia meraba dahiku. Aku menepisnya.

“Aish! Aku baik-baik saja, kau tidak perlu berlebihan.” Jawabku. Dia tersenyum, lalu menundukkan wajahnya. Aku memandangi wajahnya, ada gurat kesedihan di wajahnya.

Aku mengenal Jinki hyung sejak sekolah menengah, dia adalah anak yang pintar. Aku selalu meminta bantuannya jika sedang ada tugas. Sampai aku dan dia memutuskan untuk mengambil jurusan yang sama, sebenarnya aku yang mengikuti jejaknya.

“Kau kenapa?” tanyaku.

“Ani, aku sedang bosan.” Bosan? Bukankah setiap detik dalam hidupnya memang selalu membosankan? Namja aneh sepertinya mengenal kata bosan?

“Bosan? Ceritakan padaku apa yang membuatmu bosan?”

“Akhir-akhir ini Eun Cha menjauhiku.” Jawabnya lirih, aigoo.. aku kira ada masalah apa, ternyata gadis itu lagi. Aku heran kenapa dia tidak bilang saja pada gadis itu bahwa dia menyukainya? Aku geleng-geleng kepala mendengarnya.

“Lalu?”

“Kenapa dia menghindariku?” mata sipitnya menerawang ke langit. Memangnya semua jawaban ada di langit?

“Eh? Mengapa tidak kau tanyakan pada orangnya langsung?” tanyaku. Dia tersenyum kecut.

“Memangnya apa yang harus aku tanyakan? Kenapa kau menghindariku? Begitu maksudmu?” tanyanya.

“Daripada kau bertanya pada angin dan meminta jawaban pada langit, itu lebih menggelikan.” Jawabku sambil terkekeh. Dia memukul lenganku.

“Kau menyukainya hyung?” aku menoleh padanya.

“Mollaseo, hanya saja aku tidak biasa jika dia tidak berada disisiku.” Jawabnya.

“Dasar kalian berdua sama saja anehnya.” Aku tersenyum sambil menunduk, memikirkan semua perasaan yang aku rasakan terhadap Rae Na.

Keadaan hening seketika. Aku diam dia juga terdiam.

“Hyung, bagaimana jika Eun Cha Noona menyuruhmu menjauhinya, dan dia menemukan namja lain, apa yang akan kau lakukan?”

“Yaish! Kau sama menyebalkannya dengan Rae Na.” jawabnya. Rae Na? Apa aku salah dengar? Rae Na? Gadis itukah? Aku berusaha tenang meski dadaku bergemuruh demi mendengar namanya.

“Apa yang dia katakan?” tanyaku penasaran.

“Sama dengan pertanyaanmu.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”

“Entahlah, mungkin aku akan menurutinya.” Jawabnya.

“Kau menyerah begitu saja?” tanyaku.

“Lalu mau apalagi?”

“Kau payah, jika seandainya dia menyukaimu?”

“Haha. Tidak mungkin, dia tidak mungkin menyukaiku.”

“Kau kan belum tau kebenarannya. Sebaiknya kau bicara dengannya, kalian sudah kenal sejak kecil, aku yakin kau pasti hapal semua kebiasaannya. Temui dia dan bicarakan. Setidaknya kalian tidak saling diam lagi.” Jawabku.

“Sepertinya usulmu boleh juga.” Dia mulai beranjak.

“Hyung tunggu! Kau bilang tadi perkataanku sama dengan Rae Na, nuguya?”

“Rae Na?” dia berpikir sejenak.

“Ah, ya, dia adalah teman Eun Cha, wae?”

“Ah, ani, hanya menanyakan saja.” Dia mengerutkan dahi lalu berbalik menjauhiku.

Eun Kyo’s POV

Apa katanya? Menikah? Menikah? Yang benar saja! Dia memilih wanita seperti memilih makanan. Enak saja, aku masih punya harga diri! Aku berjalan keluar dari rumahnya. Cih! Menikah dengan persyaratan? Aigoo, ada-ada saja, semua itu tidak sah dimata Tuhan menurutku, menikah hanya ingin menutupi semua keburukannya, enak saja! Meski yang ditawarkannya sangat menggiurkan! Sepuluh kali lipat dari 1 juta won? Itu berarti sepuluh juta won. SEPULUH JUTA?? Aigoo, jumlah yang baginya mungkin hanya sedikit, tapi bagiku itu sangat luar biasa, aku bisa membeli rumah dan membayar uang kuliah Rae Na.

Park Eun Kyo! Apa yang kau pikirkan? Eoh? Mau menjual dirimu demi uang? Kau gila! Kau menikah dengannya lalu setelah dia menemukan wanita yang dia cintai lalu bagaimana denganmu? Jadi janda? Ck! Kau gila! Aku menyusuri jalan sambil mengumpat dalam hati, aku mengacak rambutku frustasi. Lalu apa yang harus aku lakukan? Bagaimana dengan hutang itu? Yoon Jung Jin, jika aku menemukanmu kupastikan semua potongan tubuhmu akan aku buang di tempat yang berbeda! Aku terus mengumpat dalam hati hingga aku tidak menyadari kemana arahku melangkah. Saat aku sadar. Aku menjadi ling lung, jalanan ini sangat sepi, tidak ada kendaraan yang melintas, lalu? Lalu, lalu bagaimana aku pulang?

Aish! Aku tidak punya pilihan! Aku harus kembali kerumah itu! Meski dengan berat hati namun kakiku beranjak mundur dan berbalik. Aish aku benci harus menatapnya lagi. Meski wajahnya begitu menawan, tapi jika dia seperti itu menyebalkan sekali!

Aku terus melangkah dan kembali ke rumah itu dengan wajah gusar. Dia menatapku dari ujung rambut sampai kaki.

“Mengapa kembali?” dia bertanya dingin.

“Aku tidak tau jalan pulang.” Jawabku ketus, dia terkekeh.

“Lalu?” tanyanya.

“Antarkan aku pulang.”

“Jika aku tidak mau?” dia tidak menatapku, hanya sibuk dengan koran dan kopinya.

“Kau harus mengantarku, kau yang membawaku kesini, kau juga yang harus mengantarku!”

“Kau sendiri yang memintaku.”

“Kau!” dia tetap tidak bergeming dari aktifitasnya membaca.

“Apa? Kau mau apa?”

“Lalu aku harus bagaimana? Aku ingin pulang…” jawabku lirih. Dia menoleh padaku.

“Sebaiknya kau mandi dulu baru pulang. Aku tidak mau membawa gadis bau sepertimu dalam mobilku.” Matanya memandangku intens, penuh kelembutan. Sejenak aku terpana dengan matanya. Ternyata saat ditelusuri dengan cermat, wajahnya tampan juga. Dadaku bergemuruh, tidak mengerti apa yang terjadi dengan diriku.

“EunKyo~ssi, mengapa kau masih disini.” Tanyanya membuyarkan keterpanaanku.

“Ah, ye.” Jawabku.

Tidak mungkin orang setampan dia tidak ada yang menyukainya. Itu sangat mustahil. Apa dia orang sangat pemilih dalam hal perempuan? Begitu tinggikah seleranya hingga tidak satupun yang menarik perhatiannya? Tapi mengapa dia mengajakku menikah? Mengapa tidak dengan salah satu wanita yang dijodohkan dengannya saja? Ah, entahlah, aku tidak punya hak untuk memikirkan ini.

Ah, segar sekali mandi di pagi hari. Aku keluar dari kamar mandi menggunakan baju mandi yang dia sediakan. Dia bilang aku boleh memakai baju yang ada di lemari. Aku membuka lemari dan tercengang melihat baju yang ada di dalam. Ini kan baju perempuan. Apa dia sering membawa perempuan kesini? Aish! Itu urusannya tidak ada hubungannya denganku. Tapi mengapa aku menjadi sedikit tidak rela? Aigo.. Park Eun kyo jangan memikirkan yang tidak-tidak.

“Kau boleh memakai yang manapun yang kau suka.” Dia sudah berdiri diambang pintu, aku menatapnya bingung.

“Kau ingin bertanya mengapa ada banyak baju wanita di lemari?” dia berkata pelan.

“Aku tidak menanyakan itu.” jawabku ketus. Kenapa aku ini, rasanya dadaku bergemuruh seketika.

“Terlihat dari wajahmu, itu baju adikku.”

“Aku tidak bertanya.”

“Kalau begitu pakai saja yang ada disana. Aku harus ke kantor sekarang juga.” Jawabnya sambil melangkah meninggalkanku.

Aku memakai jeans yang kira-kira pas dengan kakiku, sebuah kaos dan cardigan, aku segera keluar setelah memakai pakaian itu.

“Aku sudah siap.” Kataku padanya.

***

Aku penasaran dengan Jung Jin, benarkah dia sudah pindah? Atau itu akal-akalannya saja untuk mengelabuiku dan menghindariku? Bisa saja dia meminta tetangganya mengatakan dia pindah agar aku tidak mencarinya. Yaish! Yoon Jung Jin, kau adalah orang nomor satu yang ada dalam daftar pencarian dalam hidupku.

Aku menghentikan seorang tetangga yang melintas di depan rumahnya.

“Ahjussi, benarkah orang yang menempati rumah ini sudah pindah?” tanyaku.

“Maksudmu Yoon Jung Jin?”

“Ah, ye, benarkah dia sudah pindah?”

“Aku tidak tau pasti, hanya saja aku melihatnya membawa koper beberapa hari lalu.”

“Ah, ye, gamsahamnida Ahjussi.” Aku mmenunduk hormat padanya.

Membawa koper? Benarkah? Atau dia sedang pulang kampung? Ah, otakku sudah benar-benar gila. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sebaiknya aku menunggunya disini sebentar lagi, barangkali saja dia pulang dan hari ini adalah hari baikku.

Aku masih menunggunya hingga hari menjelang malam. Aku mulai bosan, mungkin saja dia benar-benar sudah pergi, rasanya aku ingin menangis saja. Apa yang harus aku lakukan? Melarikan diri seumur hidup? Tidak mungkin. Tapi bagaiman aku mendapatkan uang sebanyak itu dalam sekejap?

“Apa aku menerima tawaran Jung Soo saja?” aku menggumam sendiri.

“Ah, tidak tidak tidak! Jangan! Tidak mungkin, jadi istrinya? Lalu saat dia menemukan wanita lain, aku ditinggalkan begitu saja? Tidak bisa!” aku mengacak rambutku sendiri.

“Tapi setidaknya aku tidak jadi pelacur kan? Tidak mungkin bisa menghindari penagih hutang terus-menerus, bagaimana dengan Rae Na?” rasa benciku terhadap Jung Jin semakin membuncah.

Rae Na’s POV

 

Aku menyusuri jalan menuju tempat kerjaku. Aku kini bekerja di toko roti milik Jung Soo Oppa. Aku bekerja dari jam 3 sore sampai jam 9 malam. Melelahkan, pelanggannya sangat banyak, sampai tangan dan kakiku serasa patah. Tapi aku harus melakukannya, demi hidupku, aku tidak ingin terus membebani Onnie. Tidak ingin selalu bergantung padanya. Aku belum sempat memberitahukannya, aku tidak peduli jika dia marah ataupun tidak.

“Rae Na~ya, boleh kita bicara sebentar?” Jung Soo Oppa tiba-tiba berada dihadapanku.

“Eh?” aku menjawab bingung.

“Ah, baiklah.” Aku melepaskan celemek yang melekat ditubuhku.

“Kita bicara diluar.” Aku mengikutinya dari belakang.

Aku mengikutinya duduk di kursi kayu yang ada di bawah pohon. Aku melihat raut mukanya terlihat bingung dan stress. Dia diam beberapa lama. Terkadang menghela nafas berat. Aku tidak ingin mengusiknya. Sepertinya dia mempunyai banyak masalah. Aku membiarkannya bergulat dengan pikirannya sendiri. Aku masih menunggunya.

“Aku lelah.” Satu kalimat pendek yang keluar dari mulutnya setelah beberapa menit membisu. Aku tidak menjawab, menungggunya bercerita sendiri.

“Keluargaku selalu menuntutku membawa calon istri.” Dia berhenti dan menghela nafas.

“Beberapa kali mereka menjodohkanku, tapi aku tidak tertarik sama sekali.” Dia melanjutkan ceritanya. Dia kembali diam.

“Tapi mengapa kau tidak menerima saja? Setidaknya mereka cantik kan?” jawabku.

“Aku tidak menyukainya.”

“Cinta bisa datang setelah bersama.” Jawabku.

“Jika cinta itu tak kunjung datang, apa aku harus terikat selamanya tanpa sedikitpun rasa cinta?”

“Tapi kau belum pernah mencobanya kan?” dia menunduk.

“Aku tidak berani mencobanya.” Jawabnya.

“Bagaimana dengan Kakakmu yang kau ceritakan itu?” aku tercengang dengan perkataannya.

“Maksudmu?”

“Boleh aku bertemu dengannya? Mungkin saja aku tertarik padanya.” Jawabnya pasrah.

“Tidak baik seperti itu, Oppa.”

“Aku sudah putus asa.”

“Kakakku pergi entah kemana.” Jawabku lirih.

“Ne? maksudmu dia meninggalkanmu?” dia terkejut dan langsung menatapku dengan muka cemas.

“Ani, dia hanya pergi untuk menyelesaikan suatu masalah.” Jawabku.

“Sayang sekali.”

***

Aku memutuskan untuk pulang ke rumah, mengambil beberapa pakaianku. Tidak ada tanda-tanda Onnie akan pulang. Aku sebenarnya tidak ingin terus tinggal ditempat Minho, selain karena kami tidak terikat apapun, aku juga tidak enak jika orang berpandangan aku hanya sebuah parasit di tempat Minho. Tetapi Minho bersikeras memaksaku untuk tinggal dengannya. Aku sempat memintanya mengantarku ke rumah Eun Cha Onnie, tapi dia melarangku.

Saat aku memasuki halaman rumah untuk mengambil beberapa pakaian dan beberapa keperluanku, betapa terkejutnya aku rumahku sedang di obrak-abrik oleh beberapa orang yang tidak aku kenal. Aku rasa aku tau maksudnya melakukan semua itu, pasti mencari Onnie.

“Lari.” Aku langsung menarik tangan Minho berlari dari sana. Masuk keluar gang agar kami bisa lepas kejaran mereka. Menyebalkan sekali, mereka masih tidak menyerah. Tiba-tiba saja Minho menarikku ke sela-sela gang sempit, dia melindungiku dengan tubuhnya, nafas kami menderu. Aku rasakan detak jantungnya di telingaku. Begitu cepat berpacu, tak kalah dengan jantungku, aku merasakan detakan lain dalam jantungku, ada apa denganku? Rasanya ini bukan perasaan takut atau pun lelah. Tapi…

Kami terdiam beberapa saat.  Hingga dirasa mereka tidak mengikuti kami lagi, aku melepaskan pelukan Minho pada tubuhku.

“Mian.”aku berkata sambil menunduk.

“Aku membawamu dalam keadaan ini.” Aku terputus-putus saat bicara.

“Mereka mengincar Onnie, pasti.” Aku berkata tidak karuan. Minho memegang lututnya dan menunduk.

“Lalu bagaimana?” tanyanya.

“Aku juga tidak tau, aish! Menyebalkan sekali!” aku mengacak rambutku sendiri. Minho tertawa.

“Kalau begitu ayo kita pergi.” Dia mengusap kepalaku, aku tertegun sejenak.

“Kemana?” tanyaku bingung.

“Kita beli keperluanmu.” Dia menarikku dan membawaku berjalan.

Dia membawaku ke pusat pertokoan. Aku semakin bingung untuk apa dia membawaku kesini, dia terus berjalan menarik tanganku. Anehnya aku tidak membantah sedikitpun, seolah ada yang membuatku tidak dapat menarik tanganku dari genggamannya.

“Kita beli pakaian dulu.” dia membawaku memasuki toko baju yang ada dipinggir jalan.

“Tidak perlu, kita kembali lain waktu dan mengambil bajuku.” Dia tidak mendengarkan ucapanku dan menyerahkan beberapa potong baju padaku. Aku hanya bisa mencobanya.

Lalu setelah itu memasuki toko serba ada. Aku senang dibawa kesini, aku membeli beberapa perlengkapanku. Dari mulai pasta gigi, sabun, shampoo dan keperluan lainnya. Kami keluar dari toko itu. Yang paling mencengangkan adalah dia menarikku ke sebuah toko pakaian dalam. Mataku membesar menatap kearahnya, namun dia dengan santainya menarik tanganku sambil tersenyum. Mukaku merah padam, aku tidak bisa lagi membayangkan betapa malunya aku.

“Selamat malam Tuan, ada yang perlu saya bantu?” pelayan itu menyambut kami dengan senyum sumringahnya.

“Ah, aku perlu pakaian dalam wanita dengan bahan kualitas tinggi.” Jawabnya, aku mematung seketika.

“Oh, silakan ikuti saya, akan saya tunjukkan.” Pelayan itu berjalan di depan kami. Aku masih terdiam.

“Yeobo, kajja.” Dia menarik tanganku. Yeobo? Apa aku tidak salah dengar?

“Apa kalian sepasang kekasih?” tanya pelayan itu. Mungkin pelayan itu bingung melihat kami, aku dengan pakaian kucel kontras sekali dengan Minho yang meskipun tidak terlalu rapi tapi bisa dilihat dia punya selera dalam hal berpakaian.

“Ah, ye, kami baru saja menikah.” Jawabannya membuatku mencubit lengannya keras. Dia hanya tersenyum.

“Ah, benarkah? Kalian cocok sekali.” Pelayan itu terlihat salah tingkah. Cocok? Apa dia buta? Minho berbicara banyak dengan pelayan toko itu. Aku tidak terlalu mendengarkan dan memilih dengan cepat agar bisa pulang dengan cepat pula untuk mengakhiri semua penderitaan ini.

Minho’s POV

Aku menarik tubuhnya dalam pelukanku, melindungi tubuh mungil dalam sebuah gang sempit, berharap para penjahat itu tidak melihat kami. Nafasku menderu dipuncak kepalanya. Tanganku erat mendekap tubuhnya, seakan aku tidak ingin melepasnya dan membiarkan mereka mengambilnya dariku. Dadaku bergemuruh saat merasakan tubuh Gadis mungil ini bergetar menghembuskan nafasnya. Tidak ingin rasanya aku melepaskannya.

Setelah lama berlari menghindari beberapa penagih hutang itu, aku memutuskan untuk membawanya berbelanja. Membeli semua keperluannya. Awalnya dia bersikeras tidak mau, alasannya kami bisa kembali dan jika membelinya itu akan membuang-buang uang.

Pertama-tama kami membeli pakaian untuknya. Dia terlihat cemberut saat aku menyodorkannya beberapa pakaian yeoja pada umumnya. Lalu setelah lelah berdebat dengannya, aku membiarkannya memilih sendiri sesuai seleranya. Celana jeans dan kaos oblong.

“Jika kau memilih itu, dirumahku juga banyak.” Aku berkata padanya.

“Aku sudah berkata tidak perlu kan? Salahmu sendiri.” Aku tersenyum mendengar jawabannya. Aku sudah mengira dia akan menjawab itu, tapi dari matanya dia terlihat bahagia.

Setelah itu membeli keperluan mandi dan sebagainya. Dia terlihat senang, karena disini juga menjual beberapa makanan ringan dia mengambilnya beberapa. Aku hanya tersenyum dengan sikapnya.

Lalu setelah itu pergi membeli keperluan primer bagi wanita, pakaian dalam. Dia terlihat kesal dan menatapku tajam, tapi aku tidak peduli dengan kekesalannya, aku menariknya kedalam. Sedikit menggodanya dengan mengatakan kami adalah pasangan yang baru saja menikah. Haha, wajah merahnya sangat menggemaskan.

Setelah selesai membeli sesuatu yang diperlukannya kami berniat untuk pulang. Sama-sama terdiam dan merasa canggung. Dia tidak membantah apapun kali ini. Ada apa dengannya? Apa ada yang salah? Aku ingin mengambil mobilku yang parkir di depan gang rumahnya.

“Kita belum membeli bahan makanan.” Ucapnya setelah lama terdiam.

“Ah, ye, bisa kau beli sendiri?” aku memberikannya beberapa lembar uang. Dia terlihat bingung.

“Aku mau mengambil mobil. Kau mau kita pulang berjalan kaki?” dia hanya mengangguk dan menuruti perintahku, tumben sekali.

Dalam perjalanan pulang pun dia hanya diam. Aku jadi khawatir, apa ada yang salah dengan otaknya? Biasanya dia sangat cerewet dan tidak mau kalah, dia juga tidak terlihat memakan obat dari tadi.

“Kau kenapa?” tanyaku sambil fokus dengan jalan. Dia tidak menjawab, aku menoleh padanya.

“Gwaenchana? Kau sakit?” tanyaku padanya sambil melambatkan kecepatan mobilku. Dia menggeleng.

“Kenapa diam saja?”

“Apa aku membebanimu? Aku rasa aku membawamu dalam masalahku terlalu jauh, tidak seharusnya seperti ini.” Dia menunduk.

“Kenapa? Aku dengan senang hati membantumu.”

“Senang hati? Kau terlihat tidak pernah suka dengan apapun.” aku tertawa menganggapi semua anggapannya.

“Aku hanya senang membantumu.” Aku tidak bisa menjawab apapun selain itu, haruskah aku mengatakan padanya bahwa aku menyukainya? Rasanya mustahil, dia pasti tidak percaya, karena aku juga tidak terlalu percaya dengan perasaanku sendiri.

***

Sepanjang jalan dia diam, aku jadi bingung harus berkata apa padanya.  Dia langsung masuk kamar dan mandi, serta mengganti bajunya. Disaat aku memikirkan apa yang sedang terjadi dengannya, seseorang memencet bel apartemenku. Aku melihat dari layar intercom. Eomma.

“Minho~ya, aku ingin bicara, kita bicara diluar.” Aku hanya bisa menuruti perkataan Eomma, wanita yang sangat aku cintai dalam hidupku.

Aku mengikuti langkahnya dari belakang, dia diam dan tidak bicara apa-apa. Dia mengajakku duduk di bangku taman yang ada di depan gedung apartemen. Dia menghela nafasnya. Ada guratan kekhawatiran dalam wajahnya.

“Eomma, bagaimana kabarmu?” tanyaku.

“Aku baik-baik saja, kau bagaimana?” suaranya bergetar.

“Kau tertekan dengan semua ini?” tanyanya lebih lanjut.

“Ani, Eomma, aku baik-baik saja, awalnya memang sulit, tapi aku sudah menemukan hal yang menarik dari semua ini, tidak lagi membuatku bosan.”

“Kau tau Appamu orang yang sangat keras, tapi kau juga harus tau jika dia juga sangat menyayangimu, kau adalah tumpuannya, dia tidak mengijinkanmu menjadi atlet mempunyai alasan yang kuat, kau adalah satu-satunya penerus perusahaan, mengertilah.” Eomma menitikkan airmatanya, aku mengusapnya dengan tanganku.

“Eomma, jangan seperti ini. Aku baik-baik saja, aku sudah menemukan sesuatu yang membuatku betah disini.”

“Apa karena gadis itu?” tanya Eomma.

“Eoh? Gadis yang mana?” tanyaku bingung.

“Kau jangan membohongiku Minho~ya, sekali-sekali kenalkan pada Eomma.”

“Darimana Eomma tau?”

“Min Ra yang mengatakannya pada Appamu, Appamu sedikit meradang. Jadi kau jangan heran jika dia tiba-tiba datang kesini.” Jawab Eomma.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan gadis itu Eomma..”

“Yaish! Kau ini, sudah kubilang kau tidak bisa membohongiku, kau bukan orang yang mudah tertarik dengan sesuatu, kenapa harus menampungnya di rumahmu, jika bukan karena kau menyukainya.”

“Eomma….”

“Aku hanya tidak ingin kau sepertiku. Jalani kehidupanmu dengan bahagia bersama orang yang kau cintai, jangan jadi pengecut sepertiku.” Eomma memegang wajahku dengan kedua tangannya yang sudah mulai keriput, namun masih tetap terlihat sangat cantik.

“Itu pasti.” Jawabku mantap.

“Siapapun orangnya, tidak akan bisa mengusik kehidupan pribadiku, Appa sekalipun.”

Eun Kyo’s POV

Aku sudah hampir frustasi mencari keberadaan Jung Jin. Mengapa hidupku malang seperti ini? Apa salahku padanya? Aku tidak pernah menyakitinya tapi mengapa dia berbuat seperti ini padaku? Aku tidak pernah berjalan dengan namja manapun kecuali rekan kerjaku, tapi dia, dia berani mengkhianatiku di depan mataku sendiri. Aku juga tidak pernah membuatnya rugi, bahkan aku yang selalu membantunya, tapi mengapa dia meninggalkan kerugian yang sangat membuatku terpuruk, bukan hanya aku, tapi dia juga membahayakan hidup Rae Na. Yoon Jung Jin, manusia macam apa kau! Eoh? Kau parasit yang benar-benar membuatku gila.

Aku beranjak pergi dari rumahnya. Tidak ada gunanya aku menunggunya disini. Membuatku lelah saja. Sebaiknya aku pulang kerumah saja. Aku bisa istirahat. Aku berjalan sambil melamun menuju rumahku. Hingga tidak aku sadari para lintah darat itu ada dirumahku dan aku tidak bisa menghindar.

“Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.” Seringai wajahnya benar-benar membuat bulu kudukku berdiri.

“Bisa kau bayar hutangmu hari ini juga? Kau sudah terlambat beberapa hari.” Aku terdiam ketakutan, tubuh mereka yang besar, aku tidak mungkin menang melawan mereka.

“Aku akan melunasi semua hutangku besok, aku berjanji.” Jawabku bergetar.

“Besok? Hahahahahaha, besok?” aku mengangguk.

“Memberi waktu sampai besok? Itu sama saja membiarkanmu melarikan diri. Bawa dia.” Beberapa orang menyeretku.

“Lepaskan aku! Aku berjanji untuk membayarnya besok, aku bersumpah, beri aku waktu sedikit lagi.” Aku memelas pada mereka. Tapi mereka tidak menghiraukanku dan tetap membawaku, entah kemana.

***

Aku tau kemana arah mereka membawaku, sebuah Club, itu artinya hidupku tamat sampai disini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, Tuhan.. tolong kirimkan seseorang untukku, aku mohon… YOON JUNG JIN!!! KAU BENAR-BENAR CARI MATI! LIHAT SAJA JIKA AKU MENEMUKANMU!

Mereka membawaku kesebuah ruangan yang setelah aku mengamatinya, ini adalah ruangan hias. Ada beberapa wanita berpakaian seksi hilir mudik di hadapanku. Aku bingung, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin seperti orang-orang di depanku.

“Min Joo~ya, tolong dandani dia. Paling cantik, dan beri dia baju yang paling bagus.” Seseorang yang dipanggil Min Joo segera mendekatiku.

“Arasseo, boss.” Jawab wanita itu sedikit tidak sopan.

Dia memandangiku dari ujung kaki hingga kepala. Terlihat pandangan sinisnya padaku, aku merasa tidak enak dengan tatapannya. Dia menyuruhku duduk.

“Biar kudandani kau, duduk disini.” Dia berkata dingin.

“Kau orang baru?” aku hanya mengangguk.

“Mengapa kau memilih jalan ini?”

“Aku, aku, aku sebenarnya tidak menginginkan ini, tapi aku terpaksa melakukannya.” Jawabku hampir menitikkan airmata.

“Sepertiga wanita disini bekerja dengan terpaksa.” Jawabnya.

“Oh.” Aku menjawah singkat.

“Apa yang membuatmu datang kesini? kau terlihat tidak pantas disini.”
“Aku mempunyai hutang pada mereka. Sebenarnya itu bukan hutangku, tapi hutang kekasihku, tapi dia hilang entah kemana, aku tanda tangan sebagai jaminan.” Jawabku getir, menyadari beberapa menit lagi hidupku akan hancur, semoga mereka tidak menemukan Rae Na.

“Memangnya siapa kekasihmu jika aku boleh tau?”

“Yoon Jung Jin.” Dia langsung terdiam. Lalu tertawa.

“Kau? Korban Yoon Jung Jin juga? Seperempat wanita disini adalah korbannya. Dia memacari gadis, lalu kemudian dengan alasan yang sangat darurat dia berhutang dengan seseorang, dan menjadikan kekasihnya sebagai jaminan.” Cerita itu mengalir dari mulutnya dan masuk dalam telingaku.

“Kau tau? Secara tidak langsung dia telah menjualmu.” Aku langsung pucat mendengar pernyataannya.

***

Mereka lalu membawaku ke sebuah ruangan hotel yang aku tidak tau tepatnya. Saat membawaku, mereka menutup mataku. Aku tidk bisa berbuat apa-apa. Hanya berharap keajaiban datang dalam hidupku.

Aku dibawa menuju kamar orang telah membeliku. Mereka bilang aku bukan di booking tapi aku telah dibeli seseorang yang aku tidak tau itu siapa.

Aku memasuki kamar orang itu. Menelusuri setiap ruangan yang tertata rapi dengan interior mewah serba putih. Aku tertegun, dia juga menyalakan lilin aroma terapi yang terasa menyejukkan otakku yang hampir mau pecah berserakan. Kadang-kadang aku menarik baju yang melekat ditubuhku, Sangat pendek dengan kerah V yang sangat rendah memamerkan seluruh bahuku.

“Kau sudah datang?” suara seseorang mengagetkanku.

“KAU!” aku sangat shock.

Jung Soo’s POV

Dia sudah datang. Terlihat sangat menawan dengan gaun hitam membalut tubuhnya, kerah V yang memperlihatkan bahunya yang mulus membuat dadaku bergemuruh.

“Kau sudah datang?” tanyaku mengagetkannya.

“KAU!” dia terlihat sangat shock dengan keberadaanku.

“Kenapa? Kau kaget?” jawabku. Gadis ini! Dasar bodoh! Dia lebih memilih jalan ini daripada menerima tawaranku? Pilihan yang sangat buruk! Untung saja saat aku pulang dari kantor tiba-tiba saja aku teringat padanya, sedikit mengkhawatirkannya. Aku kembali ke tempat aku mengantarnya, rumah laki-laki itu! Dan kudapati dia berjalan menuju suatu tempat, hingga akhirnya aku menemukannya disni. Aku membelinya seharga 5 juta won, lebih murah dari yang aku tawarkan padanya. Ck! Kau benar-benar bodoh Park Eun Kyo. Melihat muka tegangmu itu, sepertinya aku ingin bermain-main sebentar denganmu.

“Ani, aku hanya terkejut, mengapa kau ada disini?” jawabnya gugup. Aku mendekatinya perlahan-lahan membuatnya mundur teratur, namun tidak memberikan perlawanan. Aku terus mendekatinya hingga menyudutkannya ditepi ranjang. Dia terduduk dan wajahnya berubah pucat. Aku mendekatkan wajahku, dia terdiam dan memejamkan matanya serta menggigit bibirnya. Park Eun Kyo! Jika bukan aku yang berada disini apa kau akan bersikap seperti ini juga! Eoh? Tiba-tiba rasa tidak rela menghampiriku. Aku membayangkan orang yang berada di posisiku adalah bukan aku dan menyentuhnya! Aku menjadi emosi, aku menarik kembali tubuhku, matanya yang tadinya terpejam kini telah terbuka sedikit demi sedikit.

“Berapa kau membeliku?” tanyanya dingin.

“Kau tidak perlu tau.” Jawabku tak kalah dingin, aku menuang air dalam gelas lalu meminumnya. Dia perlahan menangis tanpa suara.

“Bisakah kau lepaskan aku? Katakan padaku berapa kau membayarku? Aku pasti akan mengembalikannya suatu saat.”

“Uang bukan masalah bagiku.”

“Benar sekali, orang sepertimu bisa melakukan apapun dengan uang.” Nadanya sedikit sinis.

“Jangan banyak bicara.”

“Apa kita mulai saja sekarang?” tanyanya dengan nada datar, sepertinya ada sebuah keputus asaan yang tersirat dari kata-katanya. Aku menyudutkannya keatas ranjang, menghilangkan jarak diantara kami. Tubuhku berada diatasnya.

“Ini yang kau inginkan? Eoh?! Kau menolak tawaranku demi ini? Kenapa tidak menerima tawaranku? Kenapa menolaknya padahal kau tau konsekuensinya pasti seperti ini!” aku membentaknya. Dia hanya diam, perlahan tubuhnya bergetar, ada bulir airmata keluar dari kedua sudut matanya.

“Bagaimana yang berada dalam posisiku ini orang lain? Apa akan pasrah seperti ini juga?” dia semakin terisak.

“Aku tidak ingin seperti ini, hiks” bicaranya tersendat oleh tangisan. Aku menghapus air matanya dengan kedua tanganku.

“Aku terpaksa, aku tidak ingin menerima tawaranmu, karena itu sangat konyol, aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali, lagipula aku tidak ingin menipu keluargamu.” Dia bicara disela tangisnya.

“Uljima, mianhae membuatmu takut. Sebaiknya kau tidur saja, kau pasti lelah, aku ingin mandi, kau sudah mandi?” dia mengangguk dan aku melepaskan cengkramanku dari tubuhnya, aku menutupi tubuhnya dengan sehelai kain.

“Cuci mukamu, ganti pakaianmu dengan yang ada dilemari, aku tidak suka melihatmu memakai pakaian itu.”

Pikiranku kacau, hanya dengan melihatnya diperlakukan seperti itu membuat emosiku naik. Aku tidak pernah seperti ini. Membayangkan yang ada dikamar ini adalah orang lain membuatku sedikit tidak rela jika dia disentuh orang lain. Padahal aku baru bertemu dengannya semalam. Apa yang ada dalam dirinya hingga membuat otakku bekerja dengan tidak normal. Beberapa lama kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi tanpa make-up yang membuat mataku sakit itu, wajah polosnya kini yang tampak.

“Kau sudah makan?” dia menggeleng.

“Aku akan memesan makanan.” Dia hanya diam. Tak tau apa yang dipikirkannya.

***

Aku menatap wajahnya yang sedang tertidur lelap disampingku. Awalnya aku tidur disofa, namun ditengah malam buta aku terbangun dan kakiku melangkah ke tempat dia tidur. Aku merebahkan tubuhku disampingnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhku. Tubuhnya menggeliat, aku terpaku, takut membangunkannya. Aku memandanginya sampai pagi. Wajahnya sangat menarik, bukan tipe gadis yang sangat menawan, tapi tidak bisa juga menghindar dari pesonanya. Ada sesuatu dalam dirinya yang mengingatkanku pada tingkah seseorang meski tidak terlalu mirip. Rae Na.

Saat pagi tiba, dia membuka matanya perlahan, mengerjapkannya berkali-kali. Aku masih betah memandangi wajah polosnya. Dia melenguh.

“Tidur dengan nyenyak?” aku menyapanya.

“Ah, ye.” Dia mengusap kedua matanya.

“Jadi apakah bersedia dengan tawaranku?”

“Tawaranmu?” wajahnya terlihat bingung.

“Menikah denganku.” Aku menatap matanya.

“Apa aku bisa menolak?” tanyanya menatap mataku.

“Tidak.” Jawabku yakin. Dia hanya tersenyum tipis.

To Be Continue

Enyak…… akhirnya selesai Nyak ide gilaku…….!!! Kau pasti lebih gila menerima kenyataan mempunyai anak sepertiku. Aduh part ini kayanya aneh, aneh bin ajaib, terlalu dipaksakan ya? Maaf jika mengecewakanmu Rae Na~ya.. semua idemu ada dalam tulisanku kan sekarang? Meski sedikit berubah… tunggu kedatangan Appanya Minho, bersiaplah, wahahahahahaha *ketawa setan*

Inilah hasil kegalauanku tadi malam. Tiba-tiba jam 12 malam bangun, terus langsung keinget si Lider Genit ini eh, bikin aku galau setengah gila. Mau tidur lagi gak bisa, akhirnya aku memutuskan menonton tv, tapi mataku tidak juga lelah. Mendengarkan music tidak juga terpejam, guling sana sini, tapi tidak lelah juga. Akhirnya aku memutuskan untuk memasak, tapi tidak juga membuat mataku lelah. Huweeeeeee entah apa yang aku galaukan aku juga tidak tau… jadi terimalah tulisan orang galau ini. Jika mampir jangan lupa komen ya sayang…

122 responses »

  1. ga bsa tdur gra2 flu,,utg ada sms dri fika,,jdi bca deh tengah mlm,,fika aku sbnarnya suka crita yg lurus aja tnpa konflik,,aplgi mslah ortu yg ga stuju ma hub anknya aku jdi smkin esmosi*curhat pa komen sih*,,tpi kalo ga da psti ga da seru2nya,,konfliknya bgus fik aku ga nyangka kalo enkyo bkal dibeli ma teuki,,konfliknya raena seprtinya blm dtg yg klimaksnya ya,,sikap minra sukses bkin aku pngen jambak rambut tuh org ampe botak,,kalo aku ampe drah tinggi krna esmosi brarti org prtma sbg trsangka adlh fika,,critanya bkin aku geregetan fik,,utk teuki oppa,kalo eunkyo ga mau dinikahi aku msh punya bnyak kandidat utkmu oppa,,yg pasti oppa tdk akan menyesal,hahahahaha*ketwa bhagia*,,pas bca crita ni aku ngabyangi oppa di mv mr simple,sumpah cakeeeeeeep pisan euy,,minho kmu blg cinta mu hnya tuk noona knpa skrg ngaku2 dah nikah ma raena,,tpi gpapa deh aku akan merelakanmu utk dia asal kau bhagia*menjijikkan*,,,lagi2 komen ku gaje,,ni semua psti gra2 flu,,fika syang ada kata2nya yg ngilang ya*klimat yg mna aku lupa*,,sekian komen gaje driku fika,,ga tau ga tau apaan deh ni mah,,akhir kata ditunggu lanjutannya ya,,,

    • aigoo… onnie sakit? pantesan kaga ada smsin aku lg… baca tengah malam? g sakit kepala onn? aku ini mah emang miss typo onn, pdhl udah aku edit pelan-pelaan tp selalu ada yang typo…
      kaga suka konplik? fika suka konplik onn, jdnya rada2 aneh… g nyangka ya bakalan dpt adik ipar ky aku? em? *toel2 Onnie* jd berhentilah mencari istri buat oppaaaaaaaaa
      d mv emang cakep bnr dah suami aku onn… mleleh liatnyaaaaaa
      raena? aku skrg lg suka nulistentang bocah kodok noh…
      lanjutannya? tunggu tanggal mainnya onn, fika semedi lagi *hahahahahaha*

  2. aku bakal brhenti cariin istri buat oppa kalo fika ga bkin aku pnsaran lgi ma crita ni*ngncemfika*,,tu artinya hrs cpet publish ya fik,,jgn kelamaan semedi ntar kumisan kya ki joko bodo lgi,,,love or idiotnya kpan fik????

  3. ooonnnniiieeee….. aQ dtg…..😄
    hahaha…. onnie emank bnr gombl tinkat ats… gk ad bda.a ma Haeppa..
    ㅋㅋㅋㅋㅋ…
    hayoo… hayoo…. minppa dh mulai ska ya ma teh raena?? khikhikhi… ^^
    ayo onni qta hajar si jung jin i2… klo aq ktmu ma dia, aq koling onni spaya qta gbukin sma”…. #plaaakk
    knpe ajjushi?? trtarik ya ma eunkyo onni…. hihihi….
    onni emank gk pu.a malu ya? ato urat malu.a dh pts gra” pesona dri seorang Park Jung Soo?? hahahaha…..
    wah, raena onni dh dpt lmpu mrh tuh dri ibu mertua… wkwkwkwk… pertahnkan onn, klo gk di jaga bnr” harta karun.a ntar ilang loohh….
    *lokataminhoemasberlianape* hahahaha….
    oh ya, gmna koment.a buat projetc ff’Q??
    klo mo di publsh d blg.a onn, aq gk tau i2 bsa trs pa gk… soal.a ide.a srg dtg” ilg… lgpula tu crita hsl pkran 2 org aQ ma ankQ….
    jd gk hran ad yg bda bahsa.a….
    aQ gk tau klo mo tro d mna TBC.a -_____-“

  4. ooonnnniiieeee….. aQ dtg…..😄
    hahaha…. onnie emank bnr gombl tinkat ats… gk ad bda.a ma Haeppa..
    ㅋㅋㅋㅋㅋ…
    hayoo… hayoo…. minppa dh mulai ska ya ma teh raena?? khikhikhi… ^^
    ayo onni qta hajar si jung jin i2… klo aq ktmu ma dia, aq koling onni spaya qta gbukin sma”…. #plaaakk
    knpe ajjushi?? trtarik ya ma eunkyo onni…. hihihi….
    onni emank gk pu.a malu ya? ato urat malu.a dh pts gra” pesona dri seorang Park Jung Soo?? hahahaha…..
    wah, raena onni dh dpt lmpu mrh tuh dri ibu mertua… wkwkwkwk… pertahnkan onn, klo gk di jaga bnr” harta karun.a ntar ilang loohh….
    *lokataminhoemasberlianape* hahahaha….
    oh ya, gmna koment.a buat projetc ff’Q??
    klo mo di publsh d blg.a onn, aq gk tau i2 bsa trs pa gk… soal.a ide.a srg dtg” ilg… lgpula tu crita hsl pkran 2 org aQ ma ankQ….
    jd gk hran ad yg bda bahsa.a….
    aQ gk tau klo mo tro d mna TBC.a -_____-”
    oh ya stu lg lupa….

    kurang panjang crita.a….

    hehehehehe….. ^^v

    • beuhhhhhh km baru tau ya aku satu spesies sm donnghae? kami kan sodara kembar… gombal2 menjijikkan dan lebay gila…..!!!
      bagus ceritanya…….. blh post dsni, dharapkn malahan…. tpnya dannis park sm aku….. emily…. huweeee

      ah, raena tau noh begimane nasib itu anak bedua..
      aku memang tdk bs lepas dr pesona leleki satu ituuuuuuu
      bisa gila berkelanjutan aku ini……
      ayo selesein ffnya biar dipost……!!!!
      muah muah…. terima kasih udah mampir syg…

  5. akin seruuu!!!!
    aigo minho bner2 pria sejati!! *uweek aku geli ama kata2ku nih* hahahaha

    aigoo aku tegang pas bca eunkyo dibawa sama para renternir k tempat itu….
    ngga nyangka ternyata jungsoo oppa yg ngebelinya…!!!
    kerenn…

    onnie slanjutnya jgn lama2…
    jebal!!!

    • selanjutnya??? bentar… saeng kurang ajar aku blm nongol … nanti kalo dia nongol baru aku mulai ngetiknya… okeh??? sabar aja… terus juga aku lagi cape ngetik… hohohohohohoho

      keren kan teuki ngebeli aku??? tp aku ragu org super ekonomis ky teuki mau ngebeli aku… hahahahahaha

  6. Hahaha, kyo eon lucu.wkwkwk aduh enkyo jangan kaw tolak tawarannya, klw kaw menolaknya aku bisa merebutnya#saran gak jelas.hehe raena kaw jangan menyerah, dan minho pertahankan cintamu.#gk tau dach ni coment dari mana asalnya.ckckck
    wah fika eon hebat bisa tahan tidur semalaman, mungkin dalam aktivitas eon diatas ada yg kurang apa itu yah.???ayo ditebak.#pertanya.an jail.wkwkwkwk
    (bisikin:mian ya eon bru coment baru isi plz.)hehe

  7. oenni annyeong newbie reader di sini hihi ^^ aku lg baca-baca ff oenni dari awal boleh minta password kah ? Maaf bukan tempat yang tepat tapi oen ini ff nya bagus aku sk yg byk konfliknyeuh hihi ^^

  8. Hai,hai,haaiiii. . *lambai2 ala miss universe* eoh? sejak kpn aq jd centil begindang? #plakk
    mian baru bs nongol,tp kuharap dgn kehadiranku ini akan membawa kebahagian utk kalian semua,amien #gubrakk *knp jd pidato??* hbs aq bingung mau komen apa.. nyahahahaa *d’timpuk eonnie*
    saengmu sdh muncul,jd lanjutkan yah.. komen ff’y hbs ini.. *tarik nafas dlu*

    TBC !! XDD

    hahahahaa *kabuuuuuurrrr*

  9. 1. utk Jung soo oppa.. oppa,jgn pernah merendahkan org miskin n jgn pernah brfikir klo segala sesuatu bisa kau selesaikan dgn uang.. krn kau tdk akan prnah tau,jika suatu saat roda brputar,mgkin kau akn mengemis cinta pd org miskin itu.. #plakk
    2. Eun kyo eonnie,, Hya!! eonnie!! aku tau kau pergi utk menyelesaikan masalah dan menyelamatkan masa depan kita.. tp setidaknya kau harus menghubungiku,kasih tau aku bagaimana keadaanmu.. stdk’y aq jg mngkhawatirknmu..

    • 1. karena km nanya nya k kaka ipar km jdnya cari jwbnnya sm dia….
      2. habisnya aku nitipin dmna dong? ayo? tapi seneng kan? iya kan???

      wahahahahahaahahahaahahahahaha, aku mah keasikan jd kodok, loncat sana loncat sini, kdg dtmpt jinki, kadang d tempat teuki, nah terakhir d hotel, keren kan??

  10. jgn seenak’y menitipkanku d’tempat penitipan itu.. #plakk
    minho: apertemenku bukan tmpt penitipan!!
    tp eonnie,terimalah tawaran jung soo oppa,dia org yg baik kok.. trnyata oppa mnyukai eonnie q,knp tdk setuju dr kmrn saja? #LoL *klo stju dr kmrn ga bkal s’indah ini*
    3. Jinki-Eun cha.. q harap kalian bs mnyelesaikan kesalahpahaman ini,jgn mmbuat minna couple yg brtindak utk mnyatukn kalian,arraseo?! #bukk,bukk,buukk *d’timpuk PitOn couple (Jinki-Eun cha)*
    4. utk MinNa, d’komen slnjut’y #plakk

    • terima tawarannya?? pikir2 dulu aaaahhhh, lgsg part besok kta kawinan… km mau ikutan???

      buat nomer 3, itu tanyain jinki aja knpa itu otak lemot bgt kalo mslh cinta… jgn marahin aku…

  11. 4. utk Minho,kau harus sabar menghadapi yeoja aneh itu *nunjuk2 Rae Na*hihihi krn dia org yg kasar,susah diatur n trkesan tdk berperasaan.. #plakk Oh,iya,kau sukses mmpermalukan’y d’depan semua dgn mmbelikn’y pakaiana dlm..hahaa *memalukan* Jaga dia baik2 keroro,lindungi dia,. krna sekeras n setegar apapun dia,dia ttp seorg wanita xp
    5. Horee.. Ajhumma sdh ngase lmpu hijau nih,apa ajhumma merestui kami? #plakk *ada yg k’GRan* tp Ajhussi,.minho,apa appamu akn menyukaiku?
    Minho: temukan jwbn’y d’next part!!

  12. Keren kepalamu peang? itu tuh, ga kasian apa udh bkin org slh paham? *nunjuk jinki n eun cha* kasian mereka tau.. tp bagus dweh.. siapa tau mrka bs sadar..hohoo

    tp si Eun cha eonnie sm ayam’y belon nongol tuh.. kali sibuk ngurusin kandang ayam kali yah..? #plakk *d’timpuk*

    eonnie., lanjut yah.. kn aq udh nongol..hehee tp mian aq nongol’y plg buntut *peaceee* xp

  13. Yak !! Yak !! Eonnie-aa. .menikah sajalah, kurang apa dah teuki oppa, bæk hati, tampan, kaya $.$, berpendidikan, trhormat, perhatian, dewasa, @%*)!?¥~¿ ~~> disumpel ayam unyu

    Na’mess *digeplak na* tuhkan~ ckckk, ini kopel pas bgt sma julukan eonnie. .wahahaa *dtendang menong*
    kau mikir apaan seh nongnong *menong mksd’a* beliin names underwear *plakk~> otakkuyangrusak* ajjhuma udah kasih lampu ijo noh, ajhusi masih lampu merah !! Belok kiri aja na *dikira traffic lamp ==’a*

    Ckck,. Oncha Paboya !! Kenapa kami trlahir bgtu pabo yah ?? *garukin pala unyu* eun cha~ kmuh gengsian bgt seh, persis aku ahay. .hahaa

    Eon makasih udah d’masukin ke ff’a ^^, Kamsahamnidaaa *bow bareng bangjin*

    • omo omo omo! ini anak satu lbh parah dr Na maksanya…
      tau si Na noh, mau aja beli celana dalan sm cwo, aku mah engga…..!!!

      ehem, ternyata ada yg ngaku sodara2 kalo ada yg bego…*kabur*

  14. ternyata Leeteuk ngajak Eunkyu nikah ada syaratnya -,- aku suka sama Kyuhyun aja ngga pake syarat -3- #plak
    ngga nyangka kalo Eeteuk yang ngebeli Eunkyo !!! Makin seru aja o.o

  15. iya emg eon !! Apa yg ku inginkan harus kudptkan *gayaaa~*
    mka’a merit aja sonoh !! Jangan ganggu Jinkiku. .wkwkk

    ahay..kmi bukan sodara eonnie~. Tapi kopel !! Piton kopel *ga enak bgt ~> biariiin* Kopel Sangtæ. .hahaa

  16. ONNNNNNNNNIIIIEEEEE AKU GA TAU AKU KENAPA..YANG PASTI AKU BENER BENER DEG DEGan BACA PART INI !!
    Isshhh….jungsoooooo……gara2 ini ff aku jadi makin cinta sama looo…
    Onnie..aku speechless, aku msh mau meresapi,menghayati ini cerita dan mau terbang ke part 4..
    Dadaaaaaaaahhhh….
    Lanjutanny jangan lamalamaa…

    • lah?? lanjutin? itu juga part 4 baru publish… gimana mau lanjut? pusing aku mah mikirinnya…. ada-ada aja ini anak… sok sna baca lanjutannya, jangan kecewa karena part depan itu ff nya ancur g ada feel sama sekali…

  17. Eonniiiiii
    Huaaaaaaaaa
    Makin seru aja nih !!
    Aku suka banget sama perlakuan jungso
    Si leader kayaknya emg udh suka dari awal deh kayaknya
    Jeileh..
    Love at first sight nih yeeee
    Hahaahahahahaha
    Lanjut baca duluuu ahhh
    Fighting eon !!!
    \(^▿^)/

  18. Mianhe ni reader baru ==”
    Baru coment dsini soalx dah keburu penasaran sma ceritanya…
    Aku kagum sma authornya..
    Kata2nya bagus banget, tersusun rapi, mudah di mengerti dan pokoknya keren deh tulisannya..
    Apalagi waktu minho ma Raena lgi berantem ckckckck
    Tadi ku lihat ada chap yg di protecct, boleh minta pw nya…?? Biar bisa nyambung terus cerítanya..gomapta…
    Next…:D

  19. annyeong…..eonni…!!!kenalin aku reader baru#baru 15 menit yg lalu nemuin ff ini…hihi
    ceritanya menarik banget!!!aku suka konfliknya!!sukaa….sukaaaa!! boleh mnta paswordnya??aq sms yaaaa….

  20. annyeong oen🙂
    ini ff oen yg pertama aq baca,mian juga aq komennya lgsung d part 3,abisnya aq udah g sabar pengen cepet”baca part selanjutnya,hehe,,,
    sumpah oen,ffnya keren,,,complicated bgt ya,tapi kesan sinetronnya sama sekali g ada,,,aq suka sama kisahnya minho+rae na dsni,kayanya bakalan g kalah seru nih ma kisahnya teukyo,,,,

    aq lanjut k next part y oen,bye,,,

  21. YA!! Eonni~ya gar2 ide gila mu ini, diriku tdak konsen belajar *garuk2 dada siwon* pdahal bsok ujian. Aduh eonni, knap aku sangatlah seperti orang gila memikirkan saat minra bli pakaian dalam *yadong*. Aduh pasti bangun pagi2, dan ternyata dismping it eteuk rasany sesuatu bgt ya eon. *keselap* haha

  22. minho, knp ga nyatain cinta jg#greget
    jinki jg sm aja bkn aku pen cubit#uh
    ayey, eun kyo akhr.a stj jg nikah ma teuki, emg gd plhn lain jg#kaloakuygdmintanikahsmteuki#maumaumau#dijitak wookie

  23. fufufufu jung soo memang seorang pahlawan (?)
    untung tepat waktu, udh khawatir aja eunkyo bener” dijual ke om-om gitu -,-
    udah lah buru dinikahin hoho
    lanjut part selanjutnya~

  24. Huaaaa gila Eon emangnya kalo jungsoo itu udah dasarnya berhati malaikat, sumpah baik banget ma Eun Kyo >3<
    Minho kayaknya suka ya sama Rae Na? Huaa makin seru sumpah!

  25. artinya…ny park jd nerima lamaran tuan park?wah gimana tuh nanti kawinannya,apakah akan semewah pesta anang-ashanti?lanjuut lg aaah.

  26. ih Jungjin tu minta dtabok bgt ce!
    ayo qt mutilasi dy breng2 onn!hahaha
    Minho m Raena,ehem dh mulai tu,ad yg deg2 ser gmn gt!hahaha
    Aish Jungso bkin kaget aj de,q pkr Eun Kyo bkal jatoh dpelukan ahjusi2 botak nan obesitas yg xeremin!
    fuih,untnglah!
    ayo,Kawin Kawin Kawin!hahaha
    q lngsng lnjt bcx y onn,!

  27. kakak ma adek sama” ditolongi org baek trs yg nolongi suka. wah wah aku suka aku suka
    masalah nya agak ribet ya. semua jd satu numpuk. eunkyo bakalan kawin ma jungsoo? mudah”an ya

  28. itu itu kenapa lamarannya jungsoo ditolak sih sama eun kyo.
    tapi pastinya nanti eun kyo nikah kan sama jungsoo? iyakan eon? iya kan..iya kan.. *colek-colek eonni*
    terus minho sama rae na kayanya semakin deket aja tuh. udah lah minho oppa ngaku aja lah sama rae na kalo oppa suka sama rae na. *narik-narik tangan minho biar ngaku sama rae na*
    itu maksudnya eun kyo dibeli sama jungsoo. berarti eun kyo harus menuruti semua permintaan jungsoo dong??
    makin seru nih eonni. konfliknya makin keliatan.
    aku baca part selanjutnya ya eon.
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni *hormat bareng kyuhyun*

  29. annyeong…~
    wah makin seru nich ff
    gimana ya cerita selanjut’y???
    klo boleh bilang sich ku bingung mau coment apa.klo bilang bagus itu sich udah pasti.biasa banget ya coment aku??-_-“author:iya gk kreatif*
    hmm…yasudalah mending ku bca next part ajj.annyeong…~

  30. aduh ni part bikin deg2an gmn jadinya klu eunkyo djual ke pria hidung belang untung aja jungsoo ngikuti eunkyo…ffuuhh…

    rae na harus siap2 bertemu ama appanya minho pasti mau ngamuk tu, pasti gara2 minra cewek manja yg ngadu ke appa minho bikin gemes aja tu cewek…

    lanjut part 4…

  31. Huwahahaa…kenapa pas minho – rae na lari2 aku malah ngebayanginnya minho pasti ganteng banget keringetan trus ngos2an smbl megang lutut…huweee…#meltingdeh
    wkwkwk…maafkan kegajean inih…
    D epep eon selalu ada karakter cewk cuek dan cewk manja yah…hehee…contoh eunkyo=cewk cuek,minra=cewk manja…d epep yg lain jg gtu…dan sama kek selerakuuu…lebih suka cewk cuek drpd cewk manja…jd sayah selalu suka karakter eun kyo…hahaha…
    Eoooonn…ntu kenapa bangun tidur g kaget tb2 jungsoo oppa dah d sampingnya…???wkwkwk…hrusnya siyok dum eon ceritanya…haha…

  32. Untung orgnya joongsu oppa.. Klo tdk gak tw nasib eonnie… Aih kok senyum gt saat mau end,, bersediakah engkau menikah dgnya eonnie??? #katakan iya

  33. ternyta begini caa jungsoilo ngikwt eun kyo,,,,,, q pikir eun kyo y bakal nerima tawaan y jungsoo lansung pas ditawarin ma jungsoo ngak pake ketangkep n akhir y malah di beli……
    suka ternyata sedikit melenceng dari imajinasi q gmn jungsoo ngebuat eun kyo nau nikah….
    minho juga mulai suka sama Rae na,,,, mantan y eun kyo kurang ajar rasa y mau nonjokkin *maafkebawaemosi*…….

  34. yeah~~~
    akhirnya Eun Hyo nerima tawaran Jung Soo,
    aku kira siapa gitu, ternyta Jung Soo.
    hehhehehe

    ni si Minho juga mulai suka ma Rae Na ya???
    apa aku bilang benci itu beda tipis, kekekkeke

  35. jdi ceritanya dsni tuh bnyak pasangan yaa,,hhe
    tpii mlah blum ketemu aja sma pasngan’y masing”,,pada ribet ini..hhe
    itu itu kenpa eun kyo bisa ktauan ,,aigoo,, untung jung soo tau jdi eun kyo msih selmat ya,,hhe
    rae na sma minho jga kya’y udah tmbah deket aja itu,,hhe

  36. Kasian banget waktu baca yng eun kyo ketangkep sama orang jahat itu ,
    Sampai nangis bacanya😥

    Tapi untuk aja yang beli eun kyo jung soo , coba kalau orang lain , habis sudah hidup eun kyo

  37. annyeong, haah~
    onnie, kau tahu aku membaca ini saat besoknya akan UAS IPS.
    oh man, IPS onn .__.
    dan aku nggak belajar sama sekali, oke abaikan.
    onnie, ff ini keren sekali.
    ide nya ssiipp banget! penyampaiannya juga oke!
    onnie sangat hebat membawakan cerita, oke keep writing eo~
    sekian, baca next chap~

  38. aigo,, ternyta jungsoo yg ngebeli eunkyo#syukurlah. . . q td udah sport jantung aja bacanya….
    nyesek pas baca bagian jungsoo mau nikah ma eunkyo tpi cuma boong’an doang #ahjjusi,, gk boleh gtu lagi eo? trus crita rae na ma minho lucu dah,, xixixixi…..
    trus onew ma euncha. . . . pko nya complicated dah,, maap komen gaje -_- saia mau lnjut dulu ne,, penasaran beut !!

  39. wah kayanya jungsoo bener2 jatuh cinta pada pandangan pertama nih…
    kisah cintanya jinki-eun chan menarik juga, dari sahabat jadi kekasih😀
    takdirnya kyo-jungsoo lucu yah..dari yang awalnya raena nawarin eonnienya ke jungsoo..
    gimana ya reaksi jungsoo kalo eonninya raena itu eunkyo..makin kesini makin seru..
    untung yang ngebeli eunkyo si jungsoo, klo yang lain bisa panjang nih konfliknya, si jungso ga akan cepet2 nikah ma eunkyo, bagus lah jadi mereka cepat bersatu, walopun diawali dengan kesalah pahaman antara eunkyo ke jungsoo..
    nextt>>😀

  40. eunkyo b’runtung..
    ditolong orang yg baik banget..
    haah…..cerita ini bikin iri..berasa cinderella,
    ketemu pangeran ganteng…
    aaahhhh…minho ud mulai ad tanda2 terpikat…

  41. Wow,, uri teukki buyying kyo eonni???
    Hahahha daebak,, jadi org kaya emg ga mikir brpa duit nya yaa
    Hahahha
    Dan gemess bgt itu sama raena minhoo,, aish,, cinta anak muda mmg slu bikin mesem mesem sndiri *berasa tua
    ,,
    Ah lanjut next part ya eonni

  42. singdemiii ini part banyak bgt romance tersiratnya >< sukaasuka!!! minho-ssi, teukie-ssi kalian super syekali romantisnya ahaha xD beruntunglah park bersaudari ㅋㅋㅋ

  43. huwahhhh.. . alur alur cepat. .banyakin skip cerita raena minho. .lebih fokus ke teukyo. . kode-kodeannya eunkyo trima lmaran jungsoo donk??kirain yang ngebeli eunkyo sapa. .gag taunya teuki. .huweehh teuki jjang

  44. Kyaaaaaaaaaaa,,,
    mereka menikahhhhhhhh,,, aku paling antusias baca part ini,,
    awalnya takud klo eunkyo bener2 disentuh oang lain,, tapi fika eonni cerdik banget,, ngejodohin mreka dengan cara yg unik,,
    kembali ke raena dan minho, jadi sekarang yg jadi hambatan mreka itu ayahnya dan minra,, mudah2an bisa cepet2 ditembus deh,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s