Money, Love and Trouble (Part 2)

Standar

334

Pertemuan singkat mengubah persepsiku selama ini

Apakah ini yang dinamakan takdir?

Inikah sesuatu yang dituliskan untukku?


Eun Kyo’s POV

Aku membuka kedua mataku dengan berat, segalanya terasa kabur. Kepalaku berputar dan sangat berat. Aku mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya, namun tak ada sedikitpun kejadian yang aku ingat. Aku mengedarkan pandanganku ke segala penjuru. Semuanya putih. Dimana aku sebenarnya, otakku kembali bekerja untuk mengulang memori yang telah terjadi semalam, tapi tetap saja hasilnya empty. Aku mendesah pelan. Apa kah aku sudah mati? Di surga kah aku? Semuanya serba putih, tidak mungkin aku di neraka. Aku memegang kepalaku dengan kedua tanganku sambil mengerjap-ngerjapkan mataku yang masih sedikit kabur.  Suara pintu terbuka membuyarkan konsentrasiku mengingat. Mataku lansung menoleh padanya.

Sosok pria tinggi berambut lurus mendekatiku, mempunyai mata yang sipit. Sejenak aku terpana, apa dia malaikat penjaga surga? Aku menggelengkan kepalaku kuat. Dia menatapku heran.

“Kau sudah sadar?” tanyanya pelan. Aku mengangguk pelan. Dia menyuguhiku segelas air. Aku menyambutnya sesaat kemudian menenggaknya sampai habis. Dia memandangiku dengan bingung. Setelah selesai menghabiskan minuman yang ada di tanganku, aku menyapu bibirku hingga ke pipi.

“Aku ada dimana?” tanyaku menatapnya.

“Kau ada di rumahku, Agasshi.” Jawabnya sedikit dingin. Aku menatapnya dengan dahi berkerut. Dia mengambil cangkir yang ada di tanganku lalu berjalan menarik kursi yang ada di depan meja. Dia duduk di tepi ranjang.

“Kau bingung mengapa sampai disini?” tanyanya dengan sebuah senyuman. Aku kembali mengangguk pelan.

“Tadi malam kau mabuk, kau hampir saja menabrak mobilku. Kau membuka pintu mobilku dan meracau tidak karuan, lalu kau pingsan. Aku bingung harus mengantarmu kemana. Kuputuskan untuk membawamu kerumahku, karena aku tidak tau rumahku.” Cerita mengalir lembut dari mulutnya. Saat menceritakan kejadian yang terjadi tadi malam, bagai sebuah roll film yang berputar, otakku menayangkan rangkaian kejadian satu-persatu. Omo! Aku menutup mulutku.

“Gwaenchana?” tanyanya.

“Ah, gwaenchana. Aku mengingatnya. Aish! Memalukan sekali.” Aku memukul kepalaku sendiri. Dia hanya tersenyum melihat tingkahku.

“OH! Apa aku mengatakan sesuatu?” tanyaku, aish! Aku kan tadi malam mengemis uang padanya. Aku membuang mukaku dan mengumpat pada diri sendiri. Dia lagi-lagi hanya tersenyum menanggapi tingkahku.

“Semua yang aku ucapkan diluar kesadaranku, mianhada..” aku berucap lirih.

“Tidak usah dipikirkan.” Jawabnya sambil terkekeh pelan.

“Tapi tetap saja itu sangat memalukan, meminta uang padamu, dan aku bilang mau melakukan apa saja, apa-apaan aku ini.” Jawabku sambil memukul bibirku sendiri. Aish memalukan sekali, benar apa yang dikatakan Rae Na, aku memang sangat bodoh, tidak pernah berpikir panjang.

“Hahahaha, sudah kubilang jangan dipikirkan, kau sudah menceritakan semuanya tanpa sadar saat kau mabuk. Jadi aku bisa mengerti.” Jawabnya bijak. Tuh kan? Aku bicara banyak?

“Mian, aku menyusahkanmu.” Aku berkata lirih.

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Kau tidak mungkin kembali ke rumah kan?” mukanya berubah serius. Aku juga berpikir itu dari semalam, apa yang harus aku lakukan?

“Aku juga tidak tau, aku tidak mungkin meninggalkan adikku sendirian, adik? Omo! Aku tidak menghubunginya semalam, lalu dia tidur dimana? Aish! Dasar Eun Kyo bodoh! Tidak berguna sama sekali.” Aku mencari-cari ponselku, merabanya di kasur, tidak ada. Lalu aku mengambil tasku yang ada dimeja disamping tempat tidur, aku keluarkan semua isinya, juga tidak ada. Aku meraba bajuku, eoh? Merabanya kembali, bajuku? Kenapa berubah menjadi kemeja laki-laki? Aku, aku, aku memandangi tubuhku. Omo! Tidak salah lagi, ini bukan bajuku. Kemarin aku memakai kaos oblong besar dan jeans panjang. Ini berubah menjadi kemeja, siapa yang mengenakannya ditubuhku?

“OH!” aku langsung tersentak dan menatap pria itu dengan bingung.

“Wae gurae?” tanyanya dengan muka tak kalah bingung dariku.

“Tadi malam aku tidak memakai baju ini, aku masih ingat dengan jelas, aku memakai kaos oblong panjang dan besar juga celana jeans, kemana, kemana bajuku?” tanyaku panik dan bingung.

“Oh, itu, kau sangat mabuk dan bajumu penuh dengan muntahan, itu sangat bau, lalu aku menyuruh pembantuku untuk mengganti bajumu, berhubung aku tidak mempunyai pakaian untuk yeoja, jadi terpaksa aku memberimu pakaian itu, kau tenang saja, pembantuku perempuan.” Jawabnya.

“Oh.” Aku hanya mampu menjawab dengan mulut terbuka.

“Ah, dari kemarin aku tidak bisa menanyakan namau karena keadaanmu sangat kacau, siapa namamu?” tanyanya.

“Ah, iya, namaku Eun Kyo, Park Eun Kyo, kau sendiri?” tanyaku padanya.

“Jinki, Lee Jinki.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Ah, gomaweo telah menampungku semalam, maaf merepotkanmu.” Jawabku.

“Gwaenchana, tidak bisa membayangkan jika kau tidak bertemu denganku, apa yang akan terjadi jika seandainya kau bertemu orang lain, dan sebelum kau sadar dia sudah meninggalkanmu.” Jawabnya bijak. Aku terpana mendengar ucapannya. Benar juga yang dia katakan, aku kembali memukul kepalaku. Dia mencegahnya dengan menahan tanganku. Aku langsung terdiam.

Semua kejadian seakan berhenti seketika saat tangannya menyentuh kulit tanganku, aku tak mampu berkata-kata. Namun suara seseorang mengembalikan keadaan.

“Jinki~ah, kau tid..” dia tercekat melihatku dan Jinki. Aku dan Jinki langsung menarik tangan masing-masing.

“Ah, Eun Cha~ya, kau, kau disini?” Jinki terlihat sangat salah tingkah. Aku hanya diam, lagipula aku tidak mengenal gadis yang disebutnya Eun Cha ini.

“Iya, aku hanya ingin bertanya, apa kau hari kuliah?” tanyanya dengan lirih.

“Ah, aku tidak ada kuliah hari ini.” Jawab Jinki.

“Ah, kalau begitu aku mau pergi kuliah, maaf jika aku mengganggu.” Gadis itu berbalik cepat dan menghilang dibalik pintu. Jinki terpaku lalu detik berikutnya dia berlari mengejar gadis itu dan meneriakinya.

“Kim Eun Cha!” teriaknya sambil berlari cepat.

“Euh?” aku bingung sendiri dengan keadaan ini. Hanya bisa terdiam tak tau harus berbuat apa.

Tidak beberapa lama kemudian Jinki kembali ke dalam kamar. Dia kembali duduk di kursi yang berada ditepi ranjang.

“Nugu?” tanyaku.

“Ne?” dia menoleh padaku dengan mata sipitnya.

“Gadis itu, sepertinya kau dekat dengannya.” Jawabku.

“Ah, itu, dia tetanggaku, kami seumuran, juga satu kampus, hanya beda jurusan, jika aku tidak ada kuliah, aku selalu mengantarnya.” Terangnya.

“Lalu mengapa tadi kau tidak mengantarnya?”

“Dia tidak mau, katanya dia bisa berangkat sendiri.” Jawab Jinki datar.

“Dia marah?” tanyaku penuh selidik.

“Marah? Dia tidak mungkin marah.” Jawab Jinki sambil menerawang lalu tertawa kecil.

“Atau dia cemburu mungkin?” tanyaku lebih lanjut.

“Cemburu? Untuk apa dia cemburu, kami tidak ada hubungan apa-apa.” Jawabnya dengan sorot mata yang berbeda.

“Tapi kalian terlihat.. ah sudahlah, itu urusan kalian.” Aku bangkit.

“Aku mau pulang, dan menelepon Nanhee, untuk ijin hari ini.”

“Bajumu segera dibawakan.” Jawabnya.

“Ah, ngomong-ngomong, kau melihat ponselku?” tanyaku.

“Ah, ada di mobilku, sebentar aku ambilkan.” Jawabnya.

Minho’s POV

Ini sudah larut malam. Kakak Gadis ini tidak juga menghubungi, apa yang harus aku lakukan? Ini sudah kesekian kalinnya kami menyusuri jalan tanpa tujuan menunggu telepon. Dia hanya diam dan tidak berkata apa-apa. Aku memutuskan untuk menepikan mobilku di tepian Sungai Han.

“Jika aku boleh tau, apa sebenarnya yang terjadi pada kalian?” tanyaku penasaran. Dia tidak menjawab, matanya menatap lurus ke depan. Tatapannya kosong.

“Jika kau tidak mau menceritakannya juga tidak apa-apa.” Kataku akhirnya. Dia menghela nafas berat.

“Kami terlilit hutang.” Jawabnya lirih.

“Lalu apa masalahnya? Kau hanya tinggal membayarnya.” Jawabku. Dia langsung menatapku tajam.

“Mudah bagi orang kaya sepertimu! Hanya dengan menyebutkan jumlah uang yang kau inginkan maka semuanya tinggal gesek!” jawabnya sedikit emosi.

“Bukan beg..”

“Tapi bagi kami, hidup adalah perjuangan! Aku diajarkan untuk tidak menghambur-hamburkan uang! Jangankan untuk menghambur-hamburkan uang, untuk makan 3x sehari saja sudah bersyukur.” Dia memotong pembicaraanku dan berkata dengan tegas. Aku hanya bisa terdiam.

“Aku dan Kakakku adalah seorang yatim piatu, biaya hidup kami bersumber dari pekerjaan Kakakku. Dia bekerja dengan keras setiap harinya demi aku , demi pendidikanku, berharap aku bisa memutar balik roda kehidupan kami. Hidup kami pas-pasan, namun kami tetap bersyukur.” Lanjutnya bercerita tanpa diminta. Aku menatapnya, dia tidak menoleh.

“Tapi suatu kebodohan besar menghinggapi otaknya, ck! Bagaimana mungkin dia bisa terjebak seperti itu! aku tidak habis pikir! Apa yang sedang dia pikirkan, hingga termakan bujuk rayuan namja itu! mau saja dia jadi jaminan hutang lelaki sialan itu!” dia menggebu-gebu kali ini, tissue yang ada di dashboard mobilku berserakan dirobek-robek oleh kedua tangannya saat sedang bercerita.

“Jaminan hutang?” tanyaku bingung.

“Ne, dia bersedia menjamin hutang lelaki brengsek itu, aku tidak tau apa yang terjadi pada lelaki itu, tapi yang pasti rentenir itu sekarang mengejar Onnie.” Bia bercerita dengan mata penuh amarah.

“Lalu apa yang akan kalian lakukan?” tanyaku.

“Dia bilang akan menagih uang itu padanya, dan akan membayarnya.”

“Jika uangnya tidak ada?” tanyaku.

“Jika uangnya tidak ada, mereka bilang pasti banyak pelanggan yang menunggu Onnie.” Jawabnya lirih, ada sebuah nada kekhawatiran dalam suaranya. Hebat, dia terlihat kuat, namun juga memikirkan orang lain, setidaknya ada sisi manisnya dibalik sisi angkuhnya. Aku menghela nafas.

“Keadaan menjadi sulit jika seperti itu.” jawabku.

“Meskipun kami miskin, tapi kami masih punya harga diri.” jawabnya tegas.

“Memangnya ada berapa hutangnya?” tanyaku.

“Entah berapa yang dia pinjam, tapi sisanya adalah satu juta won.”

“SATU JUTA WON?” tanyaku kaget.

“Itu sebuah penipuan!” aku jadi ikut emosi.

“AISH! Benar-benar tidak punya perasaan.” Aku menggeram sendiri, dia menoleh padaku.

“Kenapa kau?” tanyanya bingung. Aku hanya melongo memandangnya. Kenapa dengan diriku? Aku juga tidak mengerti.

“Hufh, jadi bagaimana? Tidaka ada telepon darinya, kau harus kemana malam ini? Ini sudah larut, sudah hampir jam 12 malam.”

“Mollaseo.” Jawabnya dengan raut bingung.

“Baiklah, kita tunggu sebentar lagi.”

Waktu sudah menunjukkan jam 12.30 malam, beberapa kali mulut mungilnya menguap, begitu juga denganku.  Aku menghela nafas.

“Sepertinya dia tidak akan menghubungimu, bagaimana kalau kau ke apartemenku saja?” aku menawarinya tempat untuk menginap.

“Tapi..” jawabnya hendak menolak.

“Tidak ada pilihan lain!” aku langsung menginjak pedal gas dan melajukan mobilku di jalanan kota Seoul yang sudah mulai lengang.

***

“Kau tidur dikamar, aku bisa tidur di sofa.” Kataku.

“Ani, aku tidur diluar saja, kau saja yang tidur dikamar, lagipula ini kan apartemenmu.” Jawabnya menolak.

“Sudahlah jangan membantahku, kau tidur saja dikamar, jangan cerewet!” jawabku mulai kesal, aku heran gengsinya sangat tinggi.

“Yak! Aku tidak cerewet!” jawabnya senada lebih tinggi dariku.

“Lalu apa namanya kalau bukan cerewet jika kau selalu membantahku, eoh?!” aku juga semakin kesal.

“Kau tau?! Aku lelah, ingin istirahat! Jangan kau tambah dengan perdebatan konyol ini! Harusnya kau bersyukur aku memberimu tumpangan daripada kau jadi gelandangan sehari kali ini!”

“OH! Jadi kau tidak sudi?! Jika kau tidak bersedia, tidak usah pura-pura baik padaku!” jawabnya sengit.

Aku mulai tidak tahan!

“Lalu kau mau apa?!” tanyaku penuh amarah, wajah manisnya berubah seketika jika gengsi mulai merasukinya, kenapa jadi berubah seperti ini? Kenapa tidak dibiarkan saja keadaanya seperti beberapa menit yang lalu?

“Aku mau pulang saja!” jawabnya meraih tasnya yang tergeletak diatas meja.

“Tidak bisa! Malam ini kau tanggungjawabku! Tidak akan kubiarkan kau pergi dari sini sampai aku mengembalikanmu pada saudaramu!” aku langsung mencengkram tangannya.

“Lepaskan aku! Aku bisa mengurus diriku sendiri!” jawabnya angkuh menatapku tajam.

“Haha, mengurus dirimu sendiri?! Silakan, tapi setelah saudaramu menjemputmu!” jawabku menyeretnya kekamar.

“Sekarang kau mandi, badanmu bau!” kataku tajam.

“Memangnya kau kira kau tidak bau?!” dasar gadis tidak mau kalah. Aku kembali menghela nafas berat.

“Baiklah, kau mandi, aku juga mandi, selesai kan? Lalu kau tidur.” Jawabku meninggalkannya dikamar dan menutup pintu kamar.

“Baju ada di lemari, silakan ambil yang mana yang kau suka.” Jawabku dari luar.

***

Dia terlihat manis dengan baju kaosku yang terlihat kebesaran membalut tubuhnya. Dia salah tingkah, dan mengedarkan pandangan kearah lain.

“Kenapa? Apa aku terlihat aneh?” tanyanya tanpa menatapku.

“Ani, biasa saja.” Jawabku acuh. Biasa saja? Dia terlihat sangat manis, meski semua yang dia kenakan kebesaran bagi tubuh mungilnya, tapi terlihat berbeda dimataku.

“Hanya ini yang terlihat cocok, jadi aku memakainya.” Jawabnya.

“Oh.” Jawabku singkat, aku mengatur detak jantungku agar tidak berdetak terlalu cepat. Keadaan menjadi canggung setelah pertengkaran beberatap menit yang lalu.

“Apa masih mau tidur diluar?” tanyaku meledeknya.

“Aish! Jangan meledekku.” Jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya. Aku tertawa kecil melihat tingkah lakunya.

Rae Na’s POV

Mengapa auranya jadi berbeda seperti ini. Aku merasa canggung. Terlihat salah tingkah dihadapannya. Aish! Ada apa denganmu Park Rae Na! Atur dengan benar semua tingkahmu, jangan terlihat odoh dimatanya! Fokus lah! Aku menghela nafas berat. Aku memperhatikan semua sudut ruangan. Unik, sangat unik. Ruangannya tertata rapi dan minimalis, aku meyukainya, maksudku aku menyukai interior apartemennya. Tidak berpikir bahwa aku menyukainya. Menyukainya? Tidak mungkin! Haha, pikiranmu terlalu jauh Park Rae Na.

“Kau lapar?” tanyanya. Aku menoleh padanya. Tiba-tiba perutku seolah melakukan demo secara spontan agar aku mengatakan iya.

“Tidak juga, kenapa? Kau lapar?” tanyaku.

“Biasanya kau makan dengan banyak kan? Kau belum makan malam hari ini.” Katanya dengan nada mengejek.

“Darimana kau tau selera makanku banyak?” tanyaku heran.

“Aku tidak sengaja melihatmu makan dikantin, makan dengan lahap, kau mau makan apa?” Ah, aku ingat, benar juga dia pernah memergokiku saat makan dikantin dengan lahap.

“Makan gratis tidak boleh disia-siakan.” Jawabku.

“Makan gratis?” tanyanya bingung.

“Kau kan tau, mana mungkin aku bisa makan sebanyak itu, darimana uangnya, ada temanku yang mentraktir.” Jawabku ringan.

“Dia ulang tahun?”

“Ani, aku mengerjakan semua tugasnya, sebagai imbalannya dia akan mentraktirku selama 3 hari berturut-turut.” Jawaku. Dia hanya mengangguk pelan.

“Baiklah, sekarang kau mau makan atau tidak?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Jika kau memaksa aku tidak akan menolak.” Matanya besarnya seakan mau keluar mendengar jawabanku.

“Siapa yang memaksamu.” Jawabnya hampir tidak terdengar.

“Apa katamu?” tanyaku mengikutinya kearah dapur.

“Ani, aku tidak berkata apa-apa.” Jawabnya acuh.

“kau tidak memaksa katamu? Cih!” kataku.

“Memang aku tidak memaksamu kan?” jawabnya.

“Tapi kau selalu bertanya berkali-kali.” Jawabku tak mau kalah.

“Aku hanya menanyaimu 3 kali, tidak berkali-kali.” Jawabnya keras kepala.

“Jika lebih dari sekali itu artinya banyak.” Jawabku.

“Hah! Darimana teori seperti kau dapat?” tanyanya tidak terima.

“Ck! Apa kau tidak pernah belajar? Dalam Bahasa Inggris, jika sesuatu lebih dari satu itu artinya banyak.” Jawabku merasa menang. Dia memukul dahiku pelan.

“Kita tidak sedang belajar Bahasa Inggris Nona Park.” Aku hanya tersenyum menatapnya.

“Kita sedang ingin memasak.” Lanjutnya.

Hanya ada ramen dalam lemari makanannya. Ada telur dan kubis serta beberapa sayuran hijau dan beberapa sosis. Aku memotong sayuran dan mengiris kubis kecil-kecil. Dia memanaskan air dalam panci lalu memasukkan ramen ke dalamnya, setelah hampir matang dia memasukkan beberapa bumbu, aku menambahkan sayuran kedalamnya serta potongan sosis. Sementara menunggu ramennya masak, aku mengocok telur dalam mangkuk kecil. Dia menatapku.

“Untuk apa telur itu?” tanyanya bingung.

“Aku ingin membuat telur dengan kubis ini.” Dia semakin heran.

Aku memasukkan potongan-potongan kubis yang sudah halus kedalam kocokan telur. Aku aduk hingga rata, dia memperhatikanku dengan seksama, lalu kumasukkan beberapa iris cabe lalu irisan bawang dan sedikit garam, aku aduk rata. Aku panaskan minyak dalam penggorengan lalu memasukkan adonan itu kedalamnya setelah panas.

“Kenapa memperhatikanku seperti itu?” tanyaku tanpa menoleh padanya. Dia tersentak.

“Ani, kau seperti seotang Koki di televisi, seperti acara memasak saja.” Jawabnya salah tingkah.

“Jangan lupa masakanmu, jangan sampai ramennya mengembang.” Jawabku.

“Ah, iya.” Jawabnya sambil membuka tutup panci.

“Hampir masak.”

“Punyaku juga, heemmm harum..” aku mencium telur buatanku, baunya khas kubis.

“Iya, sangat harum, darimana kau belajar? Kau terlihat tidak bisa melakukan apapun.” ucapnya.

“Enak saja aku tidak bisa apa-apa, kami sering membuat ini, bisa hemat kan, lauk serta sayur jadi satu, telur yang digoreng pun jadi lebih besar, bisa dimakan oleh banyak orang, trik Onnie jika kami sedang kehabisan uang.” Jelasku, dia terdiam, sepertinya terpana jika boleh sombong sedikit.

Kami makan dengan lahap, makan di tengah malam buta dengan perut kosong memang sangat nikmat meski apa adanya.

“Masakanmu lumayan juga.” Pujinya.

“Buatanku memang selalu enak.” Jawabku bangga.

“Aku bilang lumayan enak, bukan enak.” Protesnya.

“Tapi ujungnya memang enak kan?”

“Ara, ara, masakanmu memang enak. Cepat habiskan makananmu lalu tidur.” Jawabnya sambil memasukkan suapan terakhirnya.

Tak berapa lama akupun menghabiskan makananku. Setelah selesai makan, aku membersihkan sisa piring kotor.

“Kau sendirian disini?” tanyaku, mengingat hanya dia yang aku lihat ada disini,

“Ne, aku hidup sendiri, wae?”

“Aniya, aku hanya bertanya.” Jawabku sambil membawa piring kotor dan menaruhnya di wastapel. Kami terdiam, aku mulai mencuci piring kotor bekas kami makan. Dia hanya duduk menatap semua gerak-gerikku.

“Wae?” aku berbalik kearahnya karena merasa diperhatikan.

“Ani, wae?” dia balik bertanya.

“Mengapa kau memandangi aku seperti itu?” tanyaku.

“Cih! Kau ini, selain keras kepala juga mempunyai kepercayaan diri yang berlebih.” Jawabnya sambil beranjak duduk di sofa.

“Cah! Jelas-jelas kau dari tadi memandangiku, kau selain tukang paksa juga berotak mesum.” Dia diam sambil menonton televisi.

Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku. Kemudian duduk bersamanya di sofa.

“Aku tidak suka acara ini.” Aku merebut remote yang ada ditangannya dan memindah channel sesuka hatiku. Dia menatapku dengan mata besarnya.

“Ini daerah kekuasaanku, kau jangan berbuat sesuka hatimu.” Aku mengacuhkan ancamannya.

“Aku adalah tamu, tamu adalah raja.” Jawabku santai.

“Aish! Ingin rasanya aku mencekikmu jika tidak ingat janjiku mengembalikanmu secara utuh!” geramnya.

“Makanya jangan macam-macam padaku.” Jawabku penuh rasa menang.

“Tapi kau tidak takut aku macam-macam padamu?” dia tersenyum penuh arti.

“Memangnya kau mau apa?!” aku melirik tajam kearahnya.

“Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh seorang pria dan wanita dalam satu atap dan hanya mereka berdua yang ada di dalamnya.” Dia menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan. Aku melempar bantal ke wajahnya dan beranjak pergi ke dalam kamar dan menguncinya. Terdengar dari luar suara tawanya membahana. Aish! Sial! Dia mengerjaiku! Awas nanti kau Choi Minho!

Jung Soo’s POV

Baru beberapa hari yang lalu aku setuju jika aku tidak membawa seorang wanita dalam waktu satu bulan, maka aku harus menerima perjodohan yang diatur oleh Halmeoni. Tapi kenyataannya mereka sudah mengaturnya tanpa persetujuanku. Malam ini harus menemui seorang wanita jam 8 malam di restoranku sendiri. Menyebalkan sekali, ini yang tidak aku suka dari Halmeoni, jika aku menganggukkan sesuatu keinginannya maka tempo waktu tidak berlaku lagi. Buktinya dia sudah membuat janji dengan rekan bisnisnya. Hufh, menyusahkanku saja.

Aku mengemudikan mobilku dengan kencang serta kepala yang mumet tentang perjodohan itu. bukannya aku menolak pilihan mereka, hanya saja aku juga ingin merasa bagaimana rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama dan merasakan rasanya merindukan seseorang. Bukan dengan bertemu dengannya sekali untuk perkenalan lalu pertemuan berikutnya menentukan tanggal pernikahan. Pertemuan berikutnya sudah berdiri di hadapan Tuhan untuk membuat janji suci sehidup semati. Tidak ada seninya sama sekali.

Namun jika dipikir-pikir, bisa saja aku jatuh cinta pada Gadis itu pada pandangan pertama, eoh? Bisa saja kan? Semoga saja. Semoga saja Gadis itu bisa membuatku jatuh cinta. Karena aku tidak mau terjebak seumur hidup dengan sebuah pernikahan tanpa cinta, meski banyak orang yang bilang jika cinta bisa datang setelah pernikahan. Tapi bagiku aku harus mengenal Gadis itu luar dalam baru aku bisa memutuskan akan hidup bersama atau tidak. Tidak ada salahnya dicoba Jung Soo~ya. Aku memberi semangat pada diriku sendiri.

Tanpa terasa aku sudah sampai. Para pelayan memberiku hormat sepanjang aku melangkah. Aku melangkah dengan pasti memakai setelan jas abu-abu modifikasi dipadu dengan dasi berwarna putih dengan celana senada dengan dasiku.

Aku masuk ke ruanganku dan memeriksa semua berkas yang bertumpuk di mejaku, semuanya adalah berkas pengeluaran perusahaan. Aku mengeceknya dengan teliti, tidak ada masalah, hanya saja grafik pelanggan sangat statis.

“Hyeon Su-ssi, bisa ke ruanganku segera?” aku memencet tombol penghubung dengan sekretarisku. Dia segera datang menghadapku.

“Ne, sajangnim, anda memanggil saya?” dia sudah berada dihadapanku.

“Apa ada masalah akhir-akhir ini?” tanyaku padanya sambil terus memeriksa berkas yang ada di meja.

“Tidak ada, selama ini pelanggan kita tidak ada yang protes, Sajangnim.” Jelasnya.

“Tapi mengapa grafik pengunjung kita tidak meningkat? Apa ada masalah dengan bagian dapur? Masakannya mungkin?” aku menoleh padanya.

“Tidak ada, Sajangnim.” Jawabnya.

“Lalu apa masalahnya? Jika terus seperti ini proyek besar kita tidak akan berjalan lancar. Kita harus menaikkan grafik pengunjung, itu akan secara tidak langsung akan menaikkan pamor Restoran kita, kita tidak perlu mempromosikan lebih besar jika kita membuka restoran cabang di Pulau Jeju.”

“Ne, Sajangnim.”

“Coba kau cek, bagaimana rasa masakannya?”

“Ne, Sajangnim.”

“Silakan keluar.” Aku menoleh  padamu.

“Tapi..” dia terlihat ragu mengucapkan kata-katanya.

“Tapi apa?”

“Akhir-akhir ini harga bahan pokok menanjak naik, otomatis kita juga harus menaikkan harga penjualan kita, untuk saat ini semua itu bisa ditoleransi, karena kita masih mempunyai kontrak dengan supplier selama sebulan kedepan, kita sudah membayar lunas. Tapi yang saya khawatirkan adalah pembaharuan kontrak bulan depan.” Jelasnya.

“Untuk masalah itu kita bisa bicarakan di rapat mingguan, kumpulkan semua kepala bagian dan kepala Koki.”

“Ne, Sajangnim.” Dia lalu beranjak dari ruanganku.

Aku menghela nafas, benar juga yang dia katakan, untuk pelanggan kelas atas, harga tidak ada masalah, bagi mereka cita rasa adalah yang utama. Tapi untuk pelanggan kelas menengah ke bawah, mereka harus merogoh kantong lebih dalam, itu yang dikhawatirkan Hyeon Su, ck! Dia memang sangat pintar, mengapa aku tidak mengajaknya saja? Aku menggelengkan kepalaku. Hufh, aku sudah gila sepertinya.

Dret… dret…

Ponselku berbunyi, dari nomor asing lagi. Aku ragu untuk mengangkatnya, tapi takut jika panggilan ini darurat.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo? Ahjussi, maaf mengganggumu kembali, aku sudah menyiapkan berkasnya, bisakah aku mengantarnya jam 3 sore?” tanyanya.

“Nuguseyo?” tanyaku.

“Ini Rae Na, aku menelponmu tadi malam, kau ingat?”

“Ah, kau, maaf, nomormu belum aku simpan. Baiklah, jam 3 akan ku tunggu di toko roti.”

“Ne, gamsahamnida Ahjussi. Kalau begitu aku akan kesana jam 3.”

“Jangan panggil aku Ahjussi, panggil aku Oppa saja, ara?”

“Ah, ne, Op Oppa.” jawabnya ragu.

“Arassseo, annyeong.” Dia memutuskan teleponnya.

***

Aku menunggu Gadis itu di dalam ruangan pertemuan pribadi di Restoranku. Sebuah ruangan private yang biasa digunakan para eksekutif untuk rapat tertutup. Aku sudah memberitahukan nomor ruangannya, tapi mengapa gadis ini tidak kunjung tiba. Dia sudah terlambat 15 menit, nilai minus sudah aku berikan padanya.

Setelah beberapa lama akhirnya Gadis ini datang juga. Dia membuka pintu dan mengambil duduk dihadapanku. Cantik, tipe gadis seorang konglomerat, terlihat dari dandanannya. Wajahnya tegas dan terukir sempurna dengan polesan make-up dengan porsi pas. Tubuhnya terlihat sempurna dengan pinggang ramping dan tungkai yang panjang. Dia mengenakan gaun selutut berwarna merah lembut yang pas membalut tubuhnya, memamerkan bahu mulusnya hanya dengan lilitan tali dilehernya membuatnya terlihat sangat sempurna dan sangat anggun bak seorang putri. Rambut lurusnya digerai indah dengan sebuah bandana kecil senada dengan rambutnya yang kecoklatan dihiasi dengan seekor kupu-kupu semakin membuatnya terlihat manis, seolah kupu-kupu itu bertengger dirambutnya dengan betah.

“Maaf, Jung Soo-ssi, aku terlambat.” Dia mengucapkan kata itu dengan lembut.

“Ah, ne, tidak apa-apa.” Kataku datar. Anehnya, meski Gadis dihadapanku ini melebihi kata sempurna, aku tidak merasakan apa-apa, hatiku datar dan tidak tertarik terhadapnya. Kami makan malam dengan banyak diam, dia terlihat sangat menjaga imejnya. Itu yang aku tidak suka, aku tidak bisa menilainya, bagaimana sebenarnya dirinya. Aku takut yang aku lihat dihadapanku hanyalah sebuah topeng.

***

Aku menepikan mobilku di halte tempat pertama kali aku bertemu dengan Rae Na, gadis unik seperti itu yang aku inginkan. Dia jujur apa adanya. Meski aku tidak mempunyai perasaan terhadapnya, aku harap aku bertemu dengan gadis lain yang mempunyai karakter unik sepertinya yang dapat membuatku jatuh cinta.

Tak berapa lama aku merenung ditempat ini. Pintu mobilku digedor oleh seseorang. Dia terlihat panik. Aku menurunkan kaca mobilku dan bingung menatapnya.

“Ahjussi, tolong aku! Tolong aku! Tolong buka pintu mobilmu dan biarkan aku masuk.” Dia terlihat sangat pucat, wajahnya menoleh ke sekeliling, seolah ada orang yang ingin menangkapnya.

Belum sempat aku membuka pintu mobilku dia sudah mendahuluiku membukanya, dan duduk disampingku.

“Cepat! Cepat bawa aku dari sini! Aku mohon… sebelum mereka menemukanku.” Dia terus mengoceh sambil menundukkan tubuhnya ke bawah kursi. Aku semakin bingung.

“Palli, ahjussi, mereka sudah hampir dekat, aku mohon bawa aku dari sini, kemanapu kau mau.” Dia semakin panik, aku juga semakin bingung dibuatnya. Aku menginjak pedal gas dan mulai meninggalkan tempat itu.

Eun Kyo’s POV

Aku pulang ke rumah untuk mengambil beberapa pakaianku, Jinki mengijinkanku menginap dirumahnya sampai aku mendapatkan uang itu dari Jung Jin. Aku menyetujuinya, hanya Rae Na yang sedikit mengamuk saat aku mengatakan dia harus tinggal sementara bersama temannya itu. Sebelumnya aku menemui Jung Jin terlebih dahulu di rumahnya. Tapi hasilnya? Dia sudah pindah, aku kehilangan jejaknya! Sial! Ingin rasanya aku membunuh diriku sendiri saat ini juga, tapi itu juga tidak akan menyelesaikan masalah. Sebelumnya lagi aku menghubungi Nanhee untuk ijin selama seminggu karena sakit. Aish! Hanya demi masalah ini aku sudah terlalu banyak berbohong, awas saja jika aku menemukanku Yoon Jung Jin!

Saat hendak meninggalkan rumahku, terlihat beberapa orang menuju kemari, mereka tidak melihatku, aku segera lari ke arah berlawanan menyusup rumah demi rumah untuk menghindari para rentenir itu. sampai akhirnya aku tiba disebuah halte, aku sudah lelah dan aku melihat ada sebuah mobil berhenti di halte itu. Aku segera menggedor mobil itu memohon pertolongan. Aku sudah gila, aku bahkan tidak mengenal pemilik moobil ini, sepertinya otakku memang sudah tidak normal.

“Ahjussi, tolong aku! Tolong aku! Tolong buka pintu mobilmu dan biarkan aku masuk.” Aku membuka pintu mobilnya dengan paksa saat dia menurunkan kaca mobilnya. Aku duduk disampingnya.

 “Cepat! Cepat bawa aku dari sini! Aku mohon… sebelum mereka menemukanku.” Aku terus mengoceh sambil menundukkan tubuhku ke bawah kursi. Dia terlihat bingung.

“Palli, ahjussi, mereka sudah hampir dekat, aku mohon bawa aku dari sini, kemanapun kau mau.”aku panik, dia juga semakin bingung dengan diriku, orang asing yang memaksanya untuk menjauh dari sini, bisa saja dia sedang ada janji dengan orang lain, aku tidak peduli. Dia menginjak pedal gas dan mulai meninggalkan tempat itu.

Kami terdiam, aku menghela nafas lega. Nyawaku belum terkumpul sepenuhnya. Masih tercecer dijalan saat aku berlari tadi. Aku berkali-kali menoleh ke belakang takut para algojo itu mengikutiku.

“Siapa mereka?” tanya namja yang duduk memegang kemudi disampingku.

“Ah, OH?” Omo! Apa yang sedang aku lakukan? Jangan katakan aku lepas dari kandang harimau masuk dalam mulut buaya. Aku terkejut menatapnya. Dia menatapku datar.

“Omo! Sedang dimana aku? Aigoo, aigoo, aigoo.” Aku memegang kepalaku panik. Aku tidak sadar dengan pa yang aku lakukan sebelumnya, semua ini membuatku gila.

“Tenang saja, aku tidak akan mencelakaimu, memangnya kenapa kau dikejar-kejar orang seperti itu?” dia menatap mataku meyakinkanku, aku sejenak terpana dengan tatapannya. Aku hanya diam tidak menjawab, masih mengumpulkan segenap kesadaranku.

“Akan kuturunkan disini jika kau tidak menceritakannya.” Ancamnya sambil melepas pedal gas.

“Andwae! Jangan! Baiklah, baiklah aku akan menceritakannya. Sebentar, aku bernafas sebentar.” Dia semakin menurunkan gasnya.

“Ara, ara, ara ara, cepat injak kembali gasnya.” Aku mengarahkan kakiku ke pedal gas.

“Yak! Apa-apaan kau, katakan saja, biar aku yang mengendalikan mobil ini, kita jadi terlihat seperti suami istri yang sedang bertengkar.” Jawabnya kesal.

“Mereka penagih hutang, aku tidak bisa membayar hutangku, sebenarnya itu bukan hutangku, itu adalah hutang kekasihku, aku sebagai jaminannya, tapi sekarang dia pergi meninggalkanku.”

“Kau bawa baju, kau mau kemana?” tanyanya bingung.

“Hufh, aku akan menginap di rumah temanku.” Jawabku lirih.

“Tapi..” aku menggantungkan kalimatku.

“Sebenarnya aku juga bingung harus kemana.” Lanjutku.

“Bagaimana kalau aku menjadi pembantumu saja setelah jam kerjaku? Aku akan melayanimu sebaik-baiknya, boleh ya?” aku memelas padanya. Lumayan aku bisa tinggal gratis dirumahnya, tidak perlu berhadapan dengan algojo-algojo itu lagi, aku juga akan membawa Rae Na kesini. Pikiran jahatku mulai bekerja. Dia mengerutkan dahinya.

“Aku sudah banyak mempunyai pembantu, lagipula aku tinggal bersama kedua orang tua dan Halmeoniku.” Jawabnya. Aish! Sial sekali kau Park Eun Kyo.

“Ah, barangkali saja kau berminat.” Lirihku berkata.

“Ngomong-ngomong namamu siapa? Perkenalkan aku Park Eun Kyo, panggil saja aku Eun Kyo, atau Kyo saja juga boleh.” Aku menatap wajahnya, menyembunyikan kekagumanku. Wajah yang nyaris sempurna dimataku. Hanya saja dia terlihat acuh padaku. Aku tidak peduli.

“Aku Park Jung Soo, panggil aku Jung Soo saja.” Jawabnya tanpa menoleh.

“Kemana aku harus mengantarmu?” dia bertanya kemana aku harus pulang, aku bingung.

“Aku tidak mau pulang.” Jawabku datar. Jawabanku membuatnya menghentikan mobilnya dengan spontan.

“Yak! Agasshi! Jangan mempermainkanku! Sebenarnya kau siapa? Mau menjebakku? Eoh?! Tadi datang-datang kau terlihat panik, saat aku sudah melepaskanmu dari mereka, lalu seenaknya kau bilang tidak ingin pulang!” dia membentakku.

“Memangnya siapa dirimu hingga aku harus menipumu?” tanyaku sinis.

“KAU!” dia semakin gusar, lalu menancap gas dengan kencang hingga aku terpental ke belakang, aku memegang dadaku.

***

Dia membawaku ke sebuah tempat yang aku juga tidak tau dimana tepatnya. Dia menyuruhku turun dari mobilnya. Rasa takut mulai menghampiriku. Mau apa dirinya membawaku ke tempat ini?

“Ayo turun.” Ajaknya.

“Tempat apa ini?” jawabku sedikit gugup.

“Kau ini bagaimana? Tadi kau bilang tidak ingin pulang, aku bawa kemari juga salah, aku tidak akan macam-macam denganmu, kau tenang saja.” Jawabnya.

Sesampainya di dalam rumah aku melihat disekelilingnya, sangat mewah, dia pasti anak orang kaya, berbagai benda mahal terpajang dimana-mana.

“Jung Soo-ssi, bolehkah aku meminjam uang padamu satu juta won? Aku bisa melakukan apa saja untuk itu, bahkan jadi pembantumu seumur hidupku pun aku mau, asal aku bisa mendapatkan uang itu demi membebaskan hutang itu.” aku berkata sambil memandangi benda-benada mahal yang terpajang dengan tatapan kagum.

“Untuk apa kau mengkhawatirkan itu? Toh itu bukan hutangmu kan?” jawabnya.

“Memang benar bukan hutangku, tapi aku tidak akan tenang, jika mereka menemukan aku dan adikku, aku kan dijadikan santapan para pria hidung belang, jika aku saja aku tidak masalah, tapi jika adikku harus menanggungnya juga, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.”

“Bisakah aku meminjamkan uang padaku? Aku mau melakukan apa saja untukmu.” Aku menatapnya dengan tulus dan segenap hati. Dia hanya menatapku.

Minho’s POV

Sepertinya hari ini dia menginap di tempatku lagi. Aku sih tenang-tenag saja. Di saja yang tidak terima dengan keputusan saudaranya. Tapi sepertinya dia tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya tersenyum melihat semua benatakan terhadap Kakak satu-satunya yang dia miliki itu.

“Onnie~ya! Kau sudah gila?! Harus tinggal bersama dengannya lagi?! SHIREO!!”

“KAU! Onnie~ya! Kau tidak mengenalnya! Bagaimana mungkin kau menitipkanku padanya?!” dia terlihat sangat gusar. Gadis ini, aku tahu benar dia juga sebenarnya mengkhawatirkan saudaranya itu.

“Nih, angkat! Dia mau bicara denganmu!” dia menyodorkan ponselnya padaku.

“Yeoboseyo?” aku menempelkan ponselnya di telingaku.

“Yeoboseyo.” Suara diseberang sana menyahut.

“Anak muda, aku titip Rae Na sekali lagi padamu, boleh?” tanyanya.

“Ah, ne Noona~ya.” Jawabku bingung.

“Aku akan segera menyelesaikannya dengan cepat dan menjemputnya, kau jangan biarkan dia sendirian. Aku sangat mengkhawatirkannya, jangan biarkan dia pulang ke rumah, ara?” Pintanya.

“Ne, arasseo.” Jawabku.

“Maaf merepotkanmu, aku minta tolong padamu..” dia terdengar bingung.

“Minho, panggil saja aku Minho.” Jawabku cepat.

“Ah, ye, aku minta tolong padamu Minho~ya, dia tidak pernah membawa temannya ke rumah, hanya kau satu-satunya teman yang pernah aku temui.” Jawabnya

“Ah, ye.” Jawabku bingung.”

“Kalau begitu, aku tutup saja, aku mempercayaimu Minho~ya.” dia menutup sambungan.

Aku menatap gadis yang sedang terlihat kesal disampingmu.

“Aku tidak akan ikut denganmu.” Dia pergi menjauhiku.

“Yak! Tunggu aku!” aku mencoba menjajari langkahnya.

“Yak!” aku meneriakinya, tapi dia tidak mempedulikanku, malahan langkahnya semakin besar. Aku berlari mengejarnya dan segera mencengkram lengannya dan membawanya ke mobilku.

“Kau gila?! Jangan kekanak-kanakkan Park Rae Na!” aku menatap tajam padanya, dia membuang muka dariku.

“Kau harus ikut denganku, apapun alasanmu untuk menolaknya, aku akan tetap memaksamu.” Jawabku tegas. Dia memasang headset di telinganya. Aku menghela nafas. Gadis ini benar-benar kepala! Kau harus menghadapinya dengan sabar Minho~ya..

***

Dia melangkah masuk dengan gontai, aku tidak peduli, yang penting dia ada dalam jarak pandangku agar aku bisa mengawasinya. Mengawasinya? Choi Minho, kau gila? Apa kau bodyguardnya? Aish! Mengapa aku mau saja menuruti permainan ini? Mengapa aku jadi khawatir jika dia sendirian diluar? Aigoo, kau memang sudah gila Minho~ya.

Dia uduk di sofa dengan wajah cemberutnya. Aku duduk disampingnya. Dia tidak bergeming. Aku memandangi wajahnya dengan seksama. Menyusuri lekuk wajahnya dengan cermat. Gadis ini, tidak ada yang terlalu spesial diwajahnya. Tidak bisa dikatakan cantik karena wajahnya memang biasa saja, bahkan tanpa tersentuh make-up sedikitpun dan sangat apa adanya. Tapi juga tidak bisa dikatakan jelek karena terkadang mataku senang memandangnya. Entahlah, seperti ada sebuah ketertarikan dalam tubuhku untuk memandangnya karena sesuatu, bukan karena fisiknya, sesuatu yang tidak bisa dijabarkan denga kata-kata, karena aku juga sedang mencaria kosa kata tersebut untuk menelaah apa yang ada dalam dirinya. Hingga aku tak mampu untuk berbuat tidak padanya meskipun yang keluar dari mulutku adalah sebuah penolakan.

“Mengapa memandangku seperti itu?” matanya fokus pada layar televise, membuatku tersentak. Aku menyandarkan tubuhku disandaran sofa.

“Cah! Kau percaya diri sekali.” Aku memejamkan mataku.

Mataku terbuka saat telingaku mendengar suara dering ponsel yang aku letakkan di atas meja. Aku menoleh pada layar ponsel itu. ‘Min Ra’. Aku menghela nafas. Aish yeoja itu lagi.

“Kenapa tidak diangkat? Pacarmu?” tanyanya. Aku hanya diam. Dia juga diam. Tapi ponsel itu tidak mau diam. Aku hanya memandanginya.

“Aish, berisik sekali!” kataku.

“Jika tidak ingin berisik kau angkat saja.” Sahutnya.

“Yeoboseyo?” akhirnya aku mengangkat teleponnya. Suara manja itu lansung menyeruak di telingaku, membuatku menjauhka telingaku dari ponsel.

“Minho~ya, aku ada di depan apartemenmu, buka pintunya.”

Suara di seberang sana membuatku membelalakkan mata. Aku langsung menutup ponsel secara spontan.

“Waeyo? Mengapa wajahmu bagai baru saja melihat hantu seperti itu?” tanyanya. Aku tidak memperdulikannya.

“Nuguya? Pacarmu? Ada masalah?” dia terus bertanya.

Aku langsung menuju pintu utama dan membukanya. Saat aku membukanya Yeoja itu langsung masuk tanpa ijin, dia membawa sesuatu ditangannya. Yeoja itu langsung menuju dapur. Namun dia terhenti di depan televisi.

“Nuguya?” Min ra bertanya pada Rae Na. Rae Na tidak menjawab, entah apa yang dipikirkannya.

“Yak! Siapa kau?!” bentak Min Ra. Rae Na menoleh padanya. Aku tersenyum, baru kali ini ada orang yang mengacuhkan Min Ra.

“Kau menghalangiku menonton.” Jawab Rae Na.

“Minho~ya, siapa dia? Mengapa kau membawanya kesini? Aku saja selalu kau larang untuk kesini, mengapa dia bisa ada bersamamu?” Min Ra berlar ke arahku dan melakukan aktifitas rutinnya, bergelayut manja sambil mengerucutkan bibir.

“Dia tinggal bersamaku beberapa hari, wae?” jawabku santai. Muka Min ra berubah seketika.

“Minho~ya! Bagaimana mungkin kau membiarkan orang asing ada diapartemenmu? Eoh?! Aku saja tidak pernah kau biarkan lebih dari 15 menit berada dalam sini, bagaimana, oh! Siapa dia?!” Min Ra sangat kesal dan melihat kearah Rae Na, Rae Na hanya tenang-tenag saja.

 “Minho~ya, tidak mungkin kau ada apa-apa dengannya kan? Benar kan? Tidak ada hubungan apapun kan?” tanya Min Ra. Aku tersenyum.

“Jika aku menyebutnya adalah kekasihku, kau mau apa?” jawabku.

“Andwae! Tidak mungkin. Mana mungkin seleramu berubah seperti ini? Seleramu kan wanita cantik yang menawan, bukan wanita dekil dan jelek seperti itu, Minho~ya, katakan itu tidak benar.” Jawab Min Ra memelas.

“Agasshi, jangan bisanya hanya merendahkan orang lain, kau, memangnya apa lebihnmu? Kau hanya bisa memamerkan kekayaan orang tuamu dan bersikap manja pada semua orang, kau kira semua orang menyukaimu, jangan bermimpi!” Rae Na angkat bicara. Bagus, aku tertawa dalam hati. Min Ra menatap sinis pada Rae Na.

“Minho~ya, lihat dia tidak sopan sama sekali.” Min ra bergelayut manja padaku.

“Kau yang lebih dahulu tidak sopan dengan calon istriku.” Min Ra langsung melotot.

“Tidak mungkin! Kau hanya akan menikah denganku! Aku akan ceritakan semua ini pada Ahjussi!” dia pergi dengan sebuah ancaman. Aku menutup pintu saat dia keluar.

“Nuguya? Pacarmu? Tunanganmu?” tanya Rae Na dingin.

“Ani, dia anak rekan kerja Appaku, dia memang selalu seperti itu.” jawabku.

“Aku tidak ingin terlibat lebih dalam dengan masalahmu, apalagi dengannya. Akan menyusahkanku, terlebih lagi menyusahkanmu karena kau pasti dapat masalah karenaku.”

“Memangnya sekarang kau tidak menyusahkanku?” tanyaku padanya. Dia langsung menoleh padaku.

“OH! Jadi aku menyusahkanmu saat ini, baiklah, aku akan pulang sekarang juga.” Dia meraih tasnya.

“Aigoo, kau sensitive sekali.” Aku menggodanya. Dia beranjak pergi, menghilang dari pintu, sepertinya dia tidak main-main. Aku langsung mengejarnya.

“Yak! Rae na~ya, aku hanya bercanda, ayo kembali.” Dia semakin melangkah maju dengan cepat. Aku berlari mengejarnya, dia juga berlari. Tanganku meraih pinggangnya dan menahannya lari lebih jauh. Dia terdiam, aku juga terhenti. Kami terpaku sejenak. Aku mengatur nafasku dan tanganku masih melingkar manis dipinggangnya.

“Aku hanya bercanda, sekarang kembali.” Aku berkata tersendat-sendat ditelinganya. Mengatur nafasku.

Rae Na’s POV

Aku berlari meninggalkannya. Menyusahkannya? Baiklah, aku tidak akan menyusahkanmu lagi Choi Minho. Lagipula siapa yang menyuruhku menginap ditempatmu? Aku tidak memaksanya menampungku, dia sendiri yang mau aku menginap ditempatnya. Jika bukan karena hutang sialan itu, semua ini tidak akan terjadi. Aku terus berlari, hingga sepasanga tangan kekar menggamit pinggangku dan perlahan menarikku ke belakang. Aku terhenti. Tubuhku berada dalam sebuah pelukan. Hembusan nafas berat menyusuri tengkukku. Aku terdiam, terpaku seketika.

“Aku hanya bercanda, sekarang kembali.” Nafas beratnya menyapu bahuku. Aku terdiam seketika. Lama kami terdiam, aku mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba bekerja lebih cepat dari biasanya. Harusnya adrenalinku berpacu saat aku berlari, tapi ini saat aku sedang tenang dan terhenti. Ada apa denganku?

Suara ‘Ting’ membuyarkanku. Suara lift terbuka. Kami tersadar dan Minho melepaskan tengannya dari pinggangku. Keadaan canggung langsung menghinggapi kami, terdiam sejenak namun detik berikutnya tangannya meraih tanganku dan menariknya kembali ke apartemennya. Aku tidak menolak meski hatiku ingin sekali berlari darinya. Namun semua anggota tubuhku seakan berkhianat dengan otakku. Kakiku terus melangkah mengikutinya dan mulutku yang biasanya tidak mau diam kini membisu seribu bahasa.

Dia menyuruhku masuk dan mengunci pintu apartemannya. Masih dalam keheningan, aku tak mampu berkata apa-apa. Satu huruf pun tak mampu keluar dari mulutku, sepertinya itu juga terjadi dengannya. Aku tidak berani menatapnya.

“Kau mandi saja, setelah itu kita memesan makan, lalu tidur, besok harus kuliah, kau tidak ingin kehilangan beasiswamu hanya gara-gara absen kehadiranmu tidak mencukupi kan?” tanyanya dingin. Aku masuk kamar dan segera mandi.

***

Aku berangkat ke kampus bersama Minho. Aku menyusuri jalanan kampus. Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku. Kim Eun Cha, pasti dia.

“Ya, nuguya? Pacarmu?” tanyanya penuh selidik.

“Siapa?” tanyaku acuh.

“Yang baru saja mengantarmu tadi. Dia pacarmu?” dia menegaskan pertanyaannya.

“Ani, dia bukan pacarku, Onnie, kau ada-ada saja.” Jawabku.

“Jinjjayo? Kau kelihatan tidak pernah dekat dengan siapapun.”

“Onnie, dia hanya temanku, bukan siapa-siapa.” Jawabku santai namun meyakinkan.

“Ah, Onnie, mana namja anehmu itu, biasanya kau diantar olehnya, sekarang dia tidak terlihat.” Kami berjalan menyusuri halaman kampus sambil mengobrol. Wajahnya lagsung murung seketika.

“Waeyo? Ada masalah?” tanyaku.

“Ani, aku hanya tidak ingin diantar. Rae Na~ya, apa aku salah jika cemburu, sedangkan dia bukan siapa-siapaku?” tanyanya menghentikan langkahku. Aku menghela nafas.

“Aigoo, mengapa orang disekelilingku sangat bodoh tentang cinta, dan bodohnya aku selalu jadi teman diskusi padahal aku belum pernah merasakan cinta sama sekali.” Aku menghela nafas.

“Ayo katakan padaku, apa aku salah?” matanya mengerjap menanti jawabanku.

“Memangnya kenapa kau cemburu?” tanyaku.

“Aku menemukannya sedang bersama wanita lain dalam rumahnya.” Jawabnya menunduk.

“Lalu?” tanyaku.

“Lalu aku cemburu, apa aku salah?” tanyanya kembali.

“Kau tidak menanyakan siapa wanita itu?” dia menggeleng. “Harusnya kau tanyakan dulu.”

“Dia tidak pernah bilang padaku jika seleranya adalah wanita yang lebih tua darinya. Juga tidak pernah terlihat dekat dengan wanita lain selain aku.” Jawabnya lirih.

“Makanya kau tanyakan terlebih dahulu biar masalahnya jelas.”

“Tapi aku tidak mau.” Dia melihat Jinki Oppa sedang menuju kesini.

“Aku duluan.” Tiba-tiba saja Eun Cha Onnie langsung pergi meninggalkanku.

“Kemana perginya Eun Cha?” tanya Jinki bingung sedkit berlari kearahku. Aku hanya menjawab dengan gidikan bahu.

“Aish! Menyebalkan sekali, bebarapa hari ini dia menghindariku.” Gumamnya.

“Ada masalah dengan kalian? Aku dengar ada seoarang wanita dirumahmu, nuguya?” tanyaku pada Jinki Oppa.

“Wanita? Ah, itu, dia orang yang kutemukan dijalan, aku kasian, dia terlihat kacau, aku membawanya kerumah daripada membiarkannya menjadi gelandangan.” Jawabnya.

“Jadi bukan siapa-siapa bagimu?” tanyaku menyelidilk.

“Bukan, kau tau kenapa akhir-akhir ini Eun Cha menghidariku?” tanyanya cemas, ada segurat kekhawatiran dimatanya.

“Wae? Memangnya kau takut kehilangannya?” tanyaku. Dia terlihat salah tingkah.

“Aish! Apa yang kau katakan?” dia menggaruk kepalanya sendiri. Aish! Dia berdua sama saja, sudah jelas keduanya memiliki perasaan yang sama, namun tidak pernah mau mengungkapkannya.

“Oppa, jka ada seseorang yang menyatakan perasaan padanya dan dia menyukai orang itu, apa yang akan kau lakukan?” tanyaku.

“Rae Na~ya, kau ini bicara apa?” dia semakin salah tingkah. Aku hanya tertawa mengggapi sikap anehnya. Dua orang yang bodoh. Dalam hidupku aku menemukan 3 orang yang bodoh karena cinta, Onnie, Eun Cha Onnie dan Jinki Oppa.

Jung Soo’s POV

Wanita ini tiba-tiba datang padaku tanpa diduga. Dia memintaku untuk menampung hidupnya dan memberinya uang satu juta won, ada-ada saja. Lalu dia juga ketakutan saat aku membawanya ke tempatku, padahal dia sendiri yang memintaku membawanya. Aku membawanya ke sebuah villa di kaki bukit yang jarang kami tempati.

Aku memperhatikannya. Dia… dia menarik perhatianku. Dia juga sudah bercerita panjang lebar tentang hidupnya. Sebersit rasa kagum muncul dalam sanubariku. Aku memperhatikannya entah untuk yang keberapa kali.

Baju kaos kucel dan celana jeans belel, rambut yang terikat tidak teratur. Sangat menarik, tidak seperti dibuat-buat. Aku bisa merasakan aura positif dari dirinya.

Dia tidur di salah satu kamar yang tersedia disini. Aku tidak bisa tidur, mengapa aku tiba-tiba membayangkannya? Wajah paniknya, tingkah polos dan cerobohnya, bicaranya yang banyak dan sedikit tidak tau malu, tapi aku menyebutnya sebuah kejujuran. Aku tersenyum mengingatnya. Dia memintaku untuk memberinya uang satu juta won dan sebagai imbalannya dia menuruti semua yang aku mau. Pikiranku yang sedikit jahat, namun aku menyebutnya adalah simbiosis mutualisme.

***

Dia sudah bangun dan terlihat sedang asik berada di dapur. Bau harum menyelusup dalam hidungku, membuat perutku meronta.

“Kau sedang apa?” tanyaku.

“Aku sedang memasak, maaf aku hanya bisa membuat ini.” Dia menyiapkan semua masakannya di atas meja. Aku tertegun melihatnya. Aku mengambil kursi dan duduk dengan manis.

Kami makan denga diam, dia terlihat sangat lahap memasukkan makanan ke dalam mulutnya, aku terdiam dan memperhatikannya. Dia tidak terusik sama sekali dengan tatapanku. Aku tersenyum melihatnya. Dia sangat unik, terlihat manusiawi dengan sifatnya yang apa adanya dan terkesan acuh pada orang lain.

“Park EunKyo~ssi, kita menikah saja.”

To Be Continue..

Huwaaaaaaaa akhirnya selesai juga, hufh, tarik nafas dulu, lap keringat. Sedikit lebih panjang dari part satu. Semoga yang membaca ini suka dengan semua hayalan liarku ditambah dengan hayalan gila Rae Na, entah mengapa, jika menyangkut Minna Couple, semua ideku berjalan dengan lancar hanya dengan satu kalimat ide yang dilontarkan Rae Na. hohohohohoho Na… noh, aku sudah mengiba padanya seperti yang kau minta, tapi aku tidak mau menggodanya… tanpa menggodanya pun dia sudah tergoda denganku, hohohohohohohhoho. Jika ada yang mampir dan membacanya, diharapkan meninggalkan jejak.. hehehehehehe, jika sempat… ah, ketinggalan buat siapa ya namanya? Aku lupa Eun Cha aja deh manggilnya, tunggu saja kelanjutan kisah cinta kalian berdua.

122 responses »

  1. wahhhhh,,oppa ngajak eunkyo nikah,,oppa knpa ga dipkir2 dlu,,eunkyo kan suka lupa ingtan tiba2,,ntar kalo dah nikah trus mlah lupa gmn??? oppa aku cariin yg lain aja ya,mau ya*oppa manggut2*,,minhoku trsyang harusnya kmu biarin aja na prgi dri apartemen kmu jdi kan kita bsa ber2an hihihihi*genit,,,,
    fik aku ga nyangka fika bkal bkin castnya si onew,,,brarti bkal ada cerita didlm cerita nih,,,makin penasarannnn,,,fika lanjutannya jgn lma2,,part ini kok bnyak typonya syang,,,

    • iya onn, pas ngedit tu oppa nyolek2 mulu nanyain aku jwbnya apaan, aku miss typo onn… tp onnie tetap ngerti kan?
      onnieeeeeeeeeee apaan deh nyariin oppa bini lain?? eoh?
      onnie jgn mcm2 mah sm kodok satu ini, tuh anak bs ngamuk, min ra untung msh disinisin doang, kalo onnie? beuh… onnie inget umur onn, kite ude tue…
      onyu? iya onn, tunggu aja kelanjutan cerita dalam ceritanya, mau jadiin cast utama nanti aku pusing masalahnya melebar, jadinya peran pembantu, tp tidak mnutup kmungkinan punya byk peran….

  2. onni~ya….
    i’m comback again….😄
    wkwkwk…
    ok lets start write the coment…
    1. onni, kau msh brda di dunia yg fana… blm lyak d trima d neraka, pa lg d surga… bkti.a aja Teukppa blm blk k surga, pa lg Kyuppa yg msh sbk ma gme.a, mna mau dia mudik ke kampng hlman.. *gknyambungmatopik* #plaaak
    Q kra tdi i2 Teukie oppa… ternya ‘mantan kekasiQ’ yg msk…
    kikikiki…. Eucha onni cuueeemmmbbbuuurruuu…. tng aj onn, Eunky onn udh berstats janda… egh slh… berstatus istri Teukppa maksd.a *ditabokygpunyablog*
    xixixi….
    2. igh…. trnyta…. ‘mantan suamiQ’ choi minhoo adlh seorg namja mesum… (°o°) *syokberat#
    ckckck… blm apa” dh di blg clon istri.. raena, jgn kbanyakn nunjukn skap mnyeblkan pda clon suamimu.. :p
    cnta dtg d wktu yg gk tpat, cnta menglir dgn sndiri.a.. dn yg nma.a cinta th gk btuh alsan.. :p
    ati” reana, jgn smpe kna serngan jntung.. ^,Δ<

    ok dh sgtu dlu comentQ sabgi pendatang baru….
    see u in next part unn….
    jgn lama" ya…. ^^v

    • omo omo omo…. *pijit2 kepala*
      ya oloh ya oloh, aku kdatangan rider sarap…..
      semuanya pada dblg mantan suami, km jandanya brapa kali??? hohohohohohoho…

      semoga lancar *komat kamit baca do’a*
      gomapta syg…

  3. hahayyyyyyyyyy, kawin lagi, sok akh lanjutin. #teriak2
    kawin kawin tidur ada yg nemenin~mau nyanyi tapi lupa lagi.hehe
    mian lw comenku gk pernah bener . biarin aja yach dari pada ntar aku stressss mikiran comen!!!!!! wkwkwkwk

  4. Huwaaaa. . Eun kyo eonnie bnr2 phabo.. kenapa menitipkan q pd namja yg sm sekali tdk d’kenal’y? tp bagus,sekali2 aq dpt bodyguard kaya bgtu..hehehe #plakk *matre lho*
    mwo? siapa itu minra? cengeng! bisa’y cm ngadu doank!!

    Eun cha eonnie n jinki oppa bnr2 dweh.. mau aq bantuin kh? jgn mmbohongi perasaan sndri!!
    tp ky’y ada yg mulai sadar tuh..hohoo

    mwo?? jung soo oppa mngajak eun kyo menikah? #gubrakk lalu kmrn knp menolak tawaran q? eh,tp kn dia blm tau klo yeoja ceroboh itu eonnie q..
    lnjut eon!!

  5. Huwaaaa. . Eun kyo eonnie bnr2 phabo.. kenapa menitipkan q pd namja yg sm sekali tdk d’kenal’y? tp bagus,sekali2 aq dpt bodyguard kaya bgtu..hehehe #plakk *matre lho*
    mwo? siapa itu minra? cengeng! bisa’y cm ngadu doank!!

    Eun cha eonnie n jinki oppa bnr2 dweh.. mau aq bantuin kh? jgn mmbohongi perasaan sndri!!
    tp ky’y ada yg mulai sadar tuh..hohoo

    mwo?? jung soo oppa mngajak eun kyo menikah? #gubrakk lalu kmrn knp menolak tawaran q? eh,tp kn dia blm tau klo yeoja ceroboh itu eonnie q..
    lanjut eon!!

    • lanjut? hedeh anak ini lanjut lanjut… cape ngetik tau…..
      tp idemu boleh juga yg tadi…. hahahahahahahaha, hohohohohohoho, tinggal ditambahin bumbu biar sedap Na…
      entah kenapa seperti yang aku blg diatas ideku selalu lancar saat satu kalimat ide dgn hanya satu buah kalimat darimu aku lgsg toeng! dpt ide……!!! udah mulai aku ketik tapinya yah, aku cape… idenya udah dapat buat part depan sampai keadaan bersambung. tapi apa boleh buat tenaga tanganku terbatas….
      takut juga idenya melayang begitu saja…..!! ada yang mau bantuin ga ngetikin? maunya besok selesai trus di edit malemnya d publish, tapi kamu Park Rae Na!!! bacanya paling bontot!!! sebel deh aaaaaahhhhh
      paling lambat aku publish selasa, tau mngkin senin kali ya….. semoga besok pagi lancar ngetiknya…. tapi sekitar jam 8an aku mau jalan k mall sm ade ku ye… mau ikut sodara2??? semoga dapt inspirasi yg lebih gila dari part yg aku pikirkan malam ini! jadi tunggu saja… hohohohohoho

  6. mianhamnida.. aq sdh blg mnta maaf tuh.. kn op’y bru beres, bru bs connect,jd aq baru muncul.. jgn marah2 mulu donk,tambah tua lho.. jung soo oppa,jgn mau menikah dgn yeoja pemarah sprti dia ntar susah dpt jatah #gubrakk
    hahahaa *peaceee*

    jgn menyiksa diri demi ini,istirahat yg ckup,agr sllu bs brkarya.. #plakk

    oh iya,titip slm utk saengmu yg keren ituh..wkwk aq jauh kalah keren dr dia..#LOL

  7. Ping-balik: My Everything « Donghae~Mirelle Line

  8. salah sangka kirain eunkyo dibawa orang jahat ternyata jinki oppa…
    aigoo..
    makin seru onnie…
    aigoo… yakk Park jungsoo knp kau main nglamar eunkyo aja, hah?!
    *loh knp aku yg sewot y* ckckckck

    udah deh langsung maried aja.. hahaha
    trus bkin cicit bwt neneknya jungsoo oppa… hahaha

  9. eonnie~ aku dataaaang~ hahahaa
    Omoo. . .bang jin kamu baik sekali smpæ bikin eun cha cembokur. Good eun cha, ngambek aja sonoh.huh *dtoyor bangjin*

    aih~ si Minna kya tom n jerry. .hahaa *siapa yg tom siapa yg jerry ?? Molla~> coment aneh* Piton sumpahin kalian jatuh cintrong beneran. .wkwkk *amiin*

    ayo eon terima aja jung soo oppa. Gwenchanaa eon, habis gelap timbul lah terang !! Hutang menghadang, abang teuki datang !! ~> coment aneh lagi dah ==’a

    Eonnie ak mau kabur ke part 3, kamsaaa~

    • idih………!!!! ini anak baru dtg… sebel deh aaaaaahhhhhh
      kekekekekekekeke, aku bngung noh sm kalian brdua mau di apain…….!!!! dasar o’on anak bdua….

      ehem, kalo minna, hahahahahahahaha, tau deh itu anak bdua lg hobi teriak…

      emak…. laki aye cakep bnr deh aaaaaaahhhhhhhh huwaaaaaaaaaaa
      bonamana.. mantumu mak…

  10. aku kira itu mobilnya Leeteuk -3- taunya Jinki~
    aaaaaahhh sekut pas Leeteuk minta Eunkyo jadi istrinya, hah ahjussi ! Kamu seenanknya ngomong seperti itu !!! *jewer kuping Eeteuk*

  11. ONNNIIIIe…..
    Daebaaaakkk,..
    Makin lama aku makin mencintai ‘ff’ Muuuu …

    Sumpah deh..seru sangaaatt..
    Ga kecepetan ga kelambatan..di bacanya asik..
    Bahasanya juga gampang mgerti..
    Ini stiap cast berhubungan ya..
    Ga nyangka co yang nolongin kyo itu jinki..hoho
    onnieee…aku juga mau di ajak nikah sama jungsooo…
    Tapi umur aku sama dia ‘cukup’ jauh..
    Aduh deh onniee…
    MinNa banyakin skinshipnya donk..
    Hahahaha
    eh eh eh, itu yeoja yang mau di kenalin halmeoni k jungsoo siapa deh onn?
    Aku yaa???
    Hahahahahaha…

    Udah ah..
    Aku bukan tipe perusuh..tp pengacau..
    Hahahaha
    dadahhhh..

  12. Onnie, salam kenal, Carol reader baru disini.
    Ffnya keren. Kirain yg part awal yg nolongin eun kyo si ahjussi bebek. Eh ternyata si jinki.
    Keren. Ff nya susah ketebak.

  13. Kyaa.. Ada slingkuhan sya.. Lee jinki..:-P
    T’nyta tebakn qu slh, bkan jung soo oppa tpi jinki..
    Ckck.. Itu minho-raena krjaan’y brantem mulu kgk prnah akur..
    Eunkyo kyk’y hoby bgt masuk mobil org tnpa prmisi ya.. Ha3x..
    Yg pnya org” tampan smua lgi..
    Kmaren jinki, skrg jungsoo oppa, bruntung bgt c…
    Y ampun, ga slah tuh oppa, bru ktemu udh ngajak nikah…
    Pnasaran sma klanjutan’y, brb k part 3..

  14. Salah sasaran, aku pikir namja yg nlong eun kyo it park jung soo. Huhu ternyata lee jinki. Omo~ knapa eteuk oppa ajak nikah mendadak sih. Mengambil kesempatan dlam kesempitan. Gak usah terima eonni *ngomporin* haha

  15. aku ketipu, salah nebak, tryt bkn teuki tp jinki.,.

    tp tntg kesepktn itu, kyak.a bkal bneran ada dh,.,

    tryt sm tokoh d crita ini sling brhbungan, jd lbh seru

  16. kirain yang nolongin pas eun kyo mabuk itu jungsoo LOL ternyata jinki… hbsnya semua berwarna putih kan eeteuk bangeeet :p

    simbiosis mutualisme? mengeluarkan 1juta won = menjadi istri? terimaa aja lah kyo-ya~

  17. Wuahh Teuk ngajak nikah Eon??
    Yaampuun minho sama Raena tingkahnya bikin geregetan sumpah ><

    Perkiraan ku meleset, dikira yang nolongin Eun Kyo sebelumnya itu leeteuk, eh ternyata Jinki. Diluar dugaan ckck
    Ok deh lanjutin dulu ah~

  18. wuiiih top bnged critanya.wah trnyata dipart ini ny park dilamar,jd pnasaran bgaimana nasib ny park slanjutnya,aku mau lanjut dulu..by…by

  19. Oh,txata td tu Jinki,q pkr Jungso yg nlong Eun Kyo pas mabok!
    abisan,smw dpnggl ahjusi ce,pdhl jinki kn lbh muda!hehehe
    Itu Minho m Rae Na lucu bgt dah,funny couple!suka m mrk!
    mrk b’2 tu k2 adik yg puxa sft sm yah,ceplas/o dan apa adax!
    Eun Kyo,lngsng dtrima aj lmrnx si ahjusi,kn lmyn!hahaha
    yasud,q mw lnjt bc part 3nya onn!
    ini aj q ampe g tdr siang sking serux!pdhl biasax q tu ky kebo!hehe
    Lanjoot..!

  20. kyk nya semua masalah numpuk jd satu. lucu crita nya. ada hubungan antara tokoh satu sama yg lain
    kirain yg nolong eunkyo jungsoo rupanya jinki

  21. Tiba2 ngajak nikah. . ???!!!
    ya ampun ajjushi. . .
    pertama kalinya sejak aq ska bca ff. . aq ska sma karakter minho d sni. . krn biasanya kn minho slalu jdi flaming charisma. . tpi kyknya d sni raena gag terusik sma skali y. .
    lgsg______chapt 3 *tring*

  22. annyeong eonni. istri kyuhyun balik lagi🙂
    eonni di sini ada 3 pasangan ya?? keliatannya tambah seru nih eonni.
    itu itu eun cha cemburu ya sama jinki. udahlah ngaku aja lah *colek-colek eun cha*
    aku suka deh eon baca bagian pasangan minho dan rae na, suka berantem tapi ada perasaan gimana gitu. iya kan oppa? *ngelirik ke minho, minho kelagapan*
    kira-kira gimana tuh nasibnya rae na tinggal sama minho??
    terus itu kenapa jungsoo minta eun kyo nikah sama dia? padahalkan mereka baru ketemu. apakah ini yang dinamakan takdir?! *pletakk*
    aku baca part selanjutnya ya eon.
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni *hormat bareng kyuhyun*

    • banyak pasangan kayanya deh… hahahahahahahhihihihihihi
      silakan lanjutkan dan temukan jawabannya…
      maaf neh balasnya dikit, aku lagi nulis sambil balesin komen yang bejibun gara2 kmrn males balas…

  23. annyeong…~
    wahh…ahjushi ngajak eun kyo nikah.terus klo udah ketemu ma cwe lain yg dia cinta terus ninggalin gitu ajj…woyy enak banget.klo aku jdi eun kyo ku juga pasti nolak.walaupun teukie oppa bias aku.tetep ajj aku gk kan setuju.tpi klo bisa aku tbak pasti dy bkal falling in love kok sama eun kyo
    ahh…banyak omong aku’y.
    mending baca next part ajj dagh…annyeong

  24. kapan ya ahjushi teukie ngelamar aku……*lalalalalaa jadi ngimpi malem2 bolong…….hahahahahaa…….
    FFnya eonni keren, bahasanya bagus, enak dibaca jadi dapet feelnya…….hwaiting eonn.

  25. kyaaa…jungsoo ngajak eunkyo nikah gmn reaksi eunkyo ya mau apa g…

    wah minho udah terpesona ama rae na tp keliatannya sama2 gengsi couple satu ini…ckckck…

    langsung lanjut next part…

  26. Hwahahaaa…kyo eonni…kenapa kau menjadi begituuuuu…???dengan mudahnya dirimu meminta2 sm orang bru dikenal…oh noooo…wkwkwk…tp cute ih…kukira ahjussi pertama dah teukppa…ternyata eh ternyata dek onew to…
    Daaaann…jeng jeng…teukppa ngajakin nikaaaahhh…uyeeeee…meskipun pasti nikah kontrak lg y…???#mulai lg deh sotoy gue
    Seru seru seru…
    Entu si rae na ma minho kagak akur amat yak…emang sich y minho akurnya cm sama aku…wkwkwk…#plak

  27. haha minho sama rae na lucu ceritanya,
    waah eun ca suka sama jinki ya. Kayanya cemburu pas liat jinki sama eun kyo.
    Joongso sama eun kyo nikah ajaaa

  28. hyaaaaaa itu itu apa maksudnya coba..teuki tiba2 ngajak nikah k eunkyo*teriak histeris*

    ternyata ada hikmahnya juga dari hutang 10jutawon itu..teukyo bisa ketemu gara2 penagih hutang tu.hihi*d tabok*

    hadeuh pasangan aneh,raena ama minho berantem mulu kapan akurnya -_-

  29. huaaa…..
    Aku kira yang hampir nabrak eun kyo itu teukie, ternyata si ayam yang bersinar *plakk
    tapi eun kyo nekat banget jadi orang, mobil orang asing digedor – gedor terus asal masuka aja lagi, kalo orang jahat kan sama aja bo’ong, kabur dari rentenir eh ntar malah di perkaos sama orang jahat….

    Tbc nya ya ampun bikin salting aja…

  30. aduuhh salah orang lagi:/ kirain itu yang di mobil jungsoo taunya jinki, jinki si onew kan kak ya?

    Rada bingung dsini, soalnya belum ada yang pacaran(?) jinki euncha begitu, eunkyo jungsoo juga, apalagi si rae na sm minho. ==”
    haduh kapan nikahnya nih teukyo…

  31. apa tu yg diakhir jungsoo main ngajak nilah ja…..
    sekali ketemu n oada pandangan pertama dia udah terpesona ma eun kyo,,,,, akhi y jungsoo n eun kyo y ketemuan ju n ketemu y dengan kejadian yg unik….
    semua cast yg disini hubungan y pada nyambung satu sama lain,,, kyk jinki ug nolongin eun kyo n tau y dia kenal sama Rae na,,,,, n jungsoo ketemu ma eun kyo yg tau y adik y ydah kenal n yg diceritain tu adik y Rae na ke jungsoo….
    makin seru…

  32. tanpa aleng-aleng Park Jung Soo langsung ngelamar Eun Kyo,
    ya ampun,
    kekekekek

    woah ternyta yang menyelmtkan bukan Jongsoo,
    aku kira Jungsoo ternyata bang ayam, \heheheehhe
    perpindahan povnya cepat ya….
    hehe

    kasihan si Rae Na dia kayak anak kecil harus dititipkan,,,
    kekkekek

  33. aku tdi tuh lngsung bca part 1-3 tpi blum sempet komen soal’y save page dan ngak bsa log in wp d hp jdi baru bsa sekrg komen’t mian *bow🙂
    aku kira waktu eun kyo mabuk itu yg nyelamatin’y jung soo eh ngak taunya salah yaa,,hhe
    tapi untung jinki jga baik😀
    dan itu itu kenapa langsung main nikah aja tuh,, *eh

  34. aaaaa ini ff sumpah bagus banget onniee…
    2jempol deh buat ni ff
    aku kira ya bakal nolong si eun kyo itu jungsoo ternyata jinki
    bener2 gak ketebak deh
    daebak onnie..
    lanjut baca lagi ahh

  35. Ya ampun jung soo oppa kamu keren banget , to the point langsung ngajak nikahnya gag pakai mikir .
    Ayooo eun kyo terima aja demi kehidipan masa depan mu🙂

  36. eonni ^^ hehee
    aku bukan orang yg pinter komen, eonn xD
    jadi, aku harap eonni ikhlas dan ridho buat baca dan nerima komen aku yg secuil ini xD

    ini mungkin blog pertama yg aku temuin spesial teuk hyung only, karena kebanyakan itu eunkyuhae. aku suka, aku nemuin cast lain yg menarik diblogmu. teuk hyung itu kayanya jarang jadi main cast, kebanyakan yg aku temuin dia itu jadi cameo. kalo pun jadi main cast itu cuma oneshoot, jadi kurang puas bacanya xD
    aku suka penulisanmu, eonni. simple ^^

  37. Sempat kecewa pas di awal2. Aq kirain yg hampir nabrak eun kyo itu jung soo eh gtwx jinki. Muncul cast baru lg. Aq rasa bakal ada 3 couple di ff ni atau bisa juga lbh?! Who’s know. Hanya author yg tau. Tp emg jodoh g kemana akhirx eun kyo ketemu sama jung soo meskipun dlm keadaan emergency. Eh eh tp kenal belom ada sehari udh ngajak nikah aja tuh si jung soo. Tp emg seperti itulah jln critax. Koreksi buat authorx untuk typo masih banyak aq rasa. Jd bacax agak kurang nyaman meskipun aq tw maksud dr kata2x tp alangkah lbh baik klo typo i2 dihilangkan ya meskipun tdk bisa sempurna semuax hilang. So… Lbh diperhatikan lg ea chingu. Eh adu 1 scene yg aq g ngerti pas yg jung soo mw ketemuan di toko roti jm 3. Bukanx itu mw ketemuan sama rae na? Tp kenapa kesanx ko’ bukan ktemuan sama rae na y. Truz mlh stlh itu jung soo mlh ke halte berharap ketemu sama rae na. Aq bingung scene yg ini.

  38. annyeong, hoho saya kembali.
    oke, jalan ceritanya semakin keren.
    haha, ekstrim sekali jalan hidup kakak-beradik itu.
    onnie daebak. oke, keep writing eo!
    next chap~

  39. Weh trnyata ahjussi nya lee jinki kirain om jung so..tet tet tet…
    Kirain ceritanya hanya focus sm teukyo..minho ny tetep cool ya..cerita beda generasi he.. lanjut

  40. wow bener2 ga nyangka.,ternyata eun cha temennya rae na dan kenal jinki juga.. aku kira jinki suka sama eun kyo eh ternyata suka juga sama eun cha.. baguslah,biar eun kyo sama jung soo aja,cocok2.. aish jung soo to the point banget lagi ngajak nikah!*mau*
    Rae na aku restuin sama minho wkwkwk..
    tapi ni ceritanya masih rumit cz masih part awal hehe,jadi ngikutin aja mau dibawa kemana alur.a sama eonni aka author…. daripada nebak2 mending lanjut baca..
    Maaf eon kalo komen kepanjangan*bow*

  41. kyaaaa…… koment saia gk msuk k sni… #sebellll….
    yaudah,, tulis lg ajha….
    ommO ni epep bkin gregetan pke bget dah.
    kesiaan eunkyo n rae na ya,,😦
    jung jin itu nyebelin bget sih,, jahat, nappeun, gila, sarrap #emosi…emosi….
    penasaran nih, yaudah lanjut baca aja deh:D

  42. Dia berdua sama saja, sudah jelas keduanya memiliki perasaan yang sama,

    Dia?? Bknnya seharusnya pakek ‘mereka’ kn maksudnya jamak..

    Keren sih, tp ada beberapa kalimat yg kurang dn kelebihan kata..

  43. Woah!! Petualangan Eun-Kyo memang sungguh mendebarkan, dan di kelilingi para lelaki tampan. Hahahaha KYAA!! Jung Soo meminta Eun Kyo menikah dengan nya ?? MAUUUUUUUU😀

  44. diawal cerita ku kira eun kyo ketemu jungsoo, eh ternyata jinki toh,…ketemunya pas part terakhir,,wahh si jungsoo langsung ngajak nikah aja,cinta pada pandangan pertama kah?? hohoho ceritanya makin seru nih, sepertinya mulai muncul konflik2 kecil..suka deh ma pasangan raena-minho sosweet walopun sering berantem…hem hem cast nya banyak yah ternyata…baru part 2 tapi dah muncul 3 pasangan yg berbeda😀
    next>>😀

  45. halo author, salam kenal reader baru… hehehehe
    cerita ini menarik…
    q semakin penasaran kebelakangnya jadi gmn…
    hahahaha…q g kebayang aja ada eun kyo beneran di muka bumi ini
    baru ketemu udah berani minjem uang…hua,
    kalo di dunia beneran Q yakin uda ditendang ‘eun kyo’
    ah maaf y thor Q komentnya baru di part dua…hehehehe

  46. Aigoooo, makim complicated ya eonni..
    Ck ck ck ck,,
    Aku sangat suka dgn cara eonni mmprknalkan stiap tokoh disini,,
    Smuanya balance tampaknya, hehehe
    Jdi gda yg trlu jdi figuran, smua punya porsi masing”,,, its look like korrean drama eonni,,
    Neomu johaaae

  47. aah aku suka semua couple disiniii kyaaa >/////< suka bgt pas dia bilang park eunkyo-ssi kita menikah saja… itu romantis bgt walaupun ngedadak hahaha

  48. Hai. .hai. .saya lupa ato gmn, ,pernah baca ff ini. .tapi di part 1 ada nama saya di kolom komen. .kkk
    ane lanjut baca dehhhh. .
    As always. .krena jarang baca ff leeteuk oppa, jadi masih belum dapet feelnya
    thanks for nice story. .keep writing

  49. chaaaaaaa,, menikahhhhhhhhh,,, silakan menikah, menikahlah,, cepatlah menikah,,,,,,
    jungsoooooo,,, cepatlah nikahi eunkyo,, huaaaaaaa
    aku seneng banget baca part ini,, tapi part dimana eunkyo nyuruh minho buat menjaga raena juga bagussss,,,,
    part 2 ini semuanya bablasssss,,,
    minho bilang klo raena itu calon istrinya,,, bagus dongggg
    nanti eunkyo ketemu halmoninya jungsoo,,, apakah dinikahkan lebih cepat??
    bagussss,,
    tapi… apa eunkyo mau menikah sma junsu???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s