Sweet Moment

Standar

Title : SWEET MOMENTS (wedding)
Author : Kei Evilkei a.k.a Jung Eun Cha
Length : 1shot
Genre : Romance
.
Cast :
Park Jung Soo a.k.a Leeteuk SUJU
Park Eun Kyo a.k.a VIKOSS unn
.
A/N :
FF ini special buat Vikoss unn..
Mian unn kalo jelek..
Kemungkinan banyak typo, karna kei malas ngeditnya.. hehe ^^V
.
^ TeuKyo Version ^
.
Aku melangkahkan kakiku ditemani appa yang menuntunku, tanganku mengalung manis di lengannya dan sebelah tanganku menggenggam buket warna mawar putih. Semua mata orang-orang yang berada di dalam ruangan langsung terfokus hanya padaku sejak pintu ruangan terbuka tadi. Langkah kakiku semakin berat saat mataku menemukan sesosok namja berjas hitam di depan sana yang telah menungguku.
.
Ini bukanlah keinginanku. Lebih tepatnya bukanlah keinginan kami berdua, aku dan sesosok namja di depan sana. Ini terjadi hanya karena keegoisan kedua orang tua kami yang merupakan sahabat dan seenaknya malah menjodohkan kami yang tidak saling mencintai.
.
Perjodohan. Merupakan hal yang menurut orang jaman sekarang adalah sesuatu yang kolot. Bagaimana orang bisa dengan bodohnya membuat dua orang manusia saling berjodoh. Bukan manusia yang menentukan jodohnya atau jodoh manusia lainnya. Melainkan Tuhan. Setiap orang sudah memiliki garis jodoh sendiri. Dan manusia lainnya hanyalah perantara yang mempertemukan kedua orang yang saling berjodoh tentunya.
.
Aku bilang tadi kalau orang bodohlah yang membuat dua orang manusia saling berjodoh. Mungkin itu juga anggapanku kepada kedua orang tua kami. Mereka sangatlah bodoh karena membuat kami yang tidak saling mencintai dan sama-sama telah memiliki kekasih hati menjadi berjodoh dengan menyuruh kami melakukan ritual yang biasanya dilakukan dua orang yang saling mencintai seperti ini.
.
Bisik-bisik para undangan yang menghadiri acara pernikahanku mulai terdengar di telingaku seiring langkahku yang semakin mendekati sosok namja itu. Sebagian yang ku tangkap adalah mereka mengatakan aku cantik.
.
Saat ini aku mengenakan gaun putih yang menurutku sangatlah indah. Kalau saja yang menantikan kedatanganku di sana bukanlah namja di depan sana melainkan ‘dia’ tentu saja aku pasti akan menjadi orang yang sangat bahagia di dunia ini karena aku memang mencintainya. Kenyataan pahit yang harus ku hadapi saat ini, menemukan sosok lain itu di depan tanpa senyum menantiku berjalan menghampirinya.
.
Sepertinya waktu cepat berlalu. Begitu aku tersadar dari semua pikiran-pikiran yang menggangguku, aku telah berada di dekat namja itu. Ayahku menggenggam tanganku sesaat lalu menyerahkannya pada namja itu. Saat ayahku mengatakan bahwa ia mempercayakannya untuk menjagaku, ia hanya mengangguk. Aku hanya bisa pasrah saja dengan apa yang terjadi saat ini.
.
Aku hanya terdiam saat ditanya kesediaanku menjadi istrinya. Ini sangat membingungkan. Di satu sisi aku tidak ingin menjadi anak durhaka yang menentang keinginan kedua orang tuaku dan hal itu berarti aku akan menderita karna menikah dengan orang yang tidak aku cintai. Di sisi lain, bila aku mengatakan tidak saat ini, tidak mungkin juga orang tuaku membiarkan aku bersama orang yang ku cintai karna sudah pasti kedua orang tuaku akan menentangnya.
.
BRAAAAAAAK
.
Aku mendengar seperti suara dobrakan kasar dari pintu yang berada di belakangku. Secara otomatis aku berbalik ke belakang. Aku yakin seluruh orang yang berada di dalam ruangan ini juga melakukan hal yang sama padaku.
.
Deg.
.
Ya Tuhan… Aku tidak bermimpikan??
Aku menemukan sosoknya dengan pakaian serba putih. Jas putih, kemeja putih, celana panjang putih dan sepatunya juga berwarna putih. Cocok sekali dengannya yang selama ini di juluki sebagai angel without wings. Ia berjalan lurus ke depan dengan pandangan mata yang tidak lepas sedikitpun mengunci mataku.
.
Genggaman tangan namja tangan di sampingku terlepas membuat badanku sepenuhnya berbalik ke belakang. Aku tak medengar sedikit keributan di antara para undangan tapi aku tidak peduli. Yang ku pedulikan hanyalah sosok yang sedang berjalan di depanku saat ini. Ia terlihat begitu tampan walau dengan ekspresinya yang sedikit marah. Tak perlu menebak apa yang membuatnya menjadi marah seperti ini. Karena aku sudah tau bahwa akulah penyebabnya.
.
Ia akhirnya sampai di hadapanku dan tak ada kata yang mampu ku ucapkan bahkan untuk sekedar menyapa namja yang sangat ku cintai ini.
.
“Katakan kalau kau tidak mencintaiku lagi maka aku akan merstui pernikahanmu dengan namja ini”
.
“O…op..oppa…”
Akhirnya aku bias mengeluarkan suaraku walaupun terbata-bata.
.
Pandangan matanya yang sejak tadi menatapku tajam perlahan berubah menjadi lembut. Ia meraih tanganku yang bebas dan membawanya mendekati wajahnya lalu mengecupnya sambil memejamkan mata. Agak lama ia melakukannya membuat jantungku kembali berdetak semakin cepat.
.
Ia kembali memandangku dengan pandangan yang selalu hanya ia tujukan padaku selama ini. Pandangan yang ku ketahui penuh dengan rasa cinta yang ia miliki terhadapku. Pandangan yang juga ku berikan hanya padanya.
.
“Saranghae yo chagi…” ucapnya kemudian.
.
Ucapan yang berhasil membuat air mataku seketika menumpuk di mataku dan dalam beberapa detik mengalir di kedua pipiku.
.
“Uljima…”
.
Ia dengan lembut menghapus air mata yang terus mengalir di mataku. Aku yang sudah tak tahan lagi dengan perlakuan lembutnya padaku padahal aku telah menyakitinya seperti ini langsung memeluknya erat.
.
Tak ku pedulikan gaunku yang akan menjadi kusut.
Tak ku pedulikan buket bunga yang tadi ku genggam menjadi rusak karena aku membuangnya begitu saja.
Tak ku pedulikan tatapan orang-orang yang memandang kejadiann ini.
Tak ku pedulikan pula tanggapan orang tuaku saat ini.
.
Aku semakin terisak di dalam pelukan hangat namja yang ku cintai ini. Aku begitu bahagia karena mendapatkan cintanya. Aku begitu bahagia karena kedatangannya di saat yang tepat tadi. Sehingga aku tidak perlu mengucapkan janji pada namja yang tidak ku cintai. Dapat ku rasakan ia balas memelukku.
.
“Nado saranghae Teuki oppa” balasku saat ku rasakan tangisku telah mereda di dalam pelukannya.
.
Aku tahu ia sedang tersenyum mendengar perkataanku tadi. Sebuah senyum yang mampu membuat hatiku bergetar sejak pertama kali melihatnya.
.
Kejadian selanjutnya yang terjadi sangatlah mengejutkanku. Ia menggenggam tanganku dan membawaku ke depan orang tuaku berada. Ia berlutut dan meminta ijin agar bias menjagaku. Kedua orang tuaku hanya terdiam. Masih bingung dengan situasi yang terjadi saat ini. Hanya menemukan keheningan yang tiba-tiba tercipta akibat perkataan Teuki oppa, aku pun berinisiatif melakukan hal yang sam seperti yang ia lakukan. Aku berlutut lalu mengutarakan semua isi hatiku bahwa namja yang berlutut bersamaku ini adalah lelaki yang aku cintai dan hanya bersamanyalah aku dapat merasakan kebahagiaan.
.
Air mataku kembali mengalir saat mengucapkan semua yang selama hanya terpendam dalam hatiku. Teuki oppa langsung merangkulku dan menepuk pundakku pelan.
.
Aku tidak menyangka semua akan menjadi seperti ini. Kedua orang tuaku akhirnya merestuiku dengan Teuki oppa. Aku yang sangat bahagia mendengarnya langsung saja memeluk kedua orang tuaku dan kembali menangis. Kali ini bukanlah tangisan yang menyiratkan kesedihan seperti tadi. Namun tangisan karena kebahagiaan yang ku rasakan saat ini.
.
Aku kembali melanjutkan pernikahanku yang tertunda tadi. Namun pengantin prianya kali ini adalah Teuki oppa, namja yang ku cintai. Senyum tak pernah lepas dari bibirku sejak tadi. Akhirnya aku bias merasakan kebahagiaan menikah dengan orang yang ku cintai.
.
“Park Jung Soo. Apakah kau bersedia menerima Park Eun Kyo sebagai istrimu dan menemaninya dalam keadaan senang dan susah, sehat dan sakit, berbagi apapun padanya dan mencintainya sampai maut memisahkan kalian?”
.
“Saya bersedia menerima Park Eun Kyo sebagai istri saya dan menemaninya dalam keadaan senang dan susah, sehat dan sakit, berbagi apapun padanya dan mencintainya selamanya!”
.
“Park Eun Kyo. Apakah kau bersedia menerima Park Jung Soo sebagai suamimu dan menemaninya dalam keadaan senang dan susah, sehat dan sakit, berbagi apapun padanya dan mencintainya sampai maut memisahkan kalian”

“Saya bersedia menerima Park Jung Soo sebagai suami saya dan menemaninya dalam keadaan senang dan susah, sehat dan sakit, berbagi apapun padanya dan mencintainya selamanya!”
.
“Kalian sudah resmi mejadi suami-istri. Silahkan bertukar cincin dan anda dapat mencium pasangan anda, Park Jung Soo”
.
Kami saling bertukar cincin. Ternyata Teuki oppa sudah menyiapkan cincin untukku. Awalnya ia ingin melamarku dengan menggunakan cincin ini. Namun cincin ini sekarang berubah menjadi cincin pernikahan kami.
.
Setelah aku memasangkan cincin di jarinya, ia membuka penutup wajahku. Aku sangat tegang saat ini. Ia akan menciumku di depan banyak orang dan kedua orang tuaku. Memang kami sering berciuman sebelumnya. Namun tak pernah di depan orang sebanyak ini. Sepertinya ia menyadari ketegangan dan kegugupan yang ku rasakan hingga ia perlahan membelai pipiku. Perlakuannya malah membuat pipiku merona dan jantungku yang sejak tadi berdetak kencang makin berdetak tak karuan.
.
“Saranghae yo” bisiknya yang ku yakini hanya terdengar olehku.
.
“Nado saranghae yo” balasku sambil tersenyum.
.
Perlahan ia mendekatkan wajahnya dan menghilangkan jarak di antara kami. Aku memejamkan mataku sesaat sebelum bibirnya menyapa bibirku.
.
^ FIN ^

28 responses »

  1. singkat padat dan so sweet!hehehe
    q pkr bkal ky crt TeuKyo yg spt biasax,b’awal dr pnikahan yg tjadi krn pjodohan!
    q txata dugaanq meleset!hehe

  2. ssoo ccuuiitt…ccuuiitt..
    jjiiaahh itu bru gentle oppa..
    2jempol..2 telunjuk..2jari manis..2 kelingking untukkmu oppa..
    jari tengahnya kagaakk..kaagaak enakk klo diacungin hohohoho..

  3. (•̪ ▿ •̪)~♥ Annyeong haseyo
    Saya reader baru disini, salam kenal *bow*

    Ini ceritanya so sweet (♥͡▽♥͡ʃƪ)

  4. Whooaa. . . Cuit cuit. . .
    Manis bget ni crita#mang gula?
    Menegangkn jga dkit #apaansehh. . .
    Annyeong salam kenal, new reader imnida
    Ijin ngacak ngacak ne ?. . .^^

  5. Sweet bangettt kaya’ judul nya😀
    qü paling suka pas mereka ngucapin janji pernikahannya, yang sering qü baca d ff lain biasanya pengantinnya cuma bilang “saya bersedia”, tapi yang ini beda, ªϑa̶̲̥̅̊ kelanjutannya,,,
    DAEBAK~~~

    Anyeong eonni,,
    qü reader baru, Ayu imnida,,
    Salam kenal,, #bow

  6. Sweet bangettt kaya’ judul nya😀
    qü paling suka pas mereka ngucapin janji pernikahannya, yang sering qü baca d ff lain biasanya pengantinnya cuma bilang “saya bersedia”, tapi yang ini beda, ªϑa̶̲̥̅̊ kelanjutannya,,,
    DAEBAK~~~

    Anyeong eonni,,
    qü reader baru, Ayu imnida,,,
    Salam kenal,, #bow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s