Money, Love and Trouble (Part 1)

Standar

334

Cinta datang menunggu tepat atau tidaknya.

Bukan masalah cepat atau lambat.

Rae Na’s POV

“Rae Na~ya! Ireona!” lengkingan suara  membangunkanku. Suara yang setiap pagi menyebabkan kegaduhan. Aktifitas pagiku selalu diawali dengan kepanikan Onnieku. Hufh, aku tau kami sering bangun terlambat, tapi dia terlalu berlebihan membangunkanku. Jika sudah kesiangan mau apa lagi? Tidak perlu berteriak ditelingaku seperti ini, sambil mengguncang-guncang badanku.

“Na! bangun! Mau sampai kapan kau tidur, hah? Bangun! Kau kan harus ke kampus hari ini! Jadwalmu masuk pagi!” omelnya sambil memukul-mukul badanku.

“Yak! Onnie~ya! Appo.. aku sudah bangun, tidak perlu histeris seperti itu!” jawabku akhirnya, sakit sekali badanku.

“Kau ini! Pemalas sekali! Aku sudah buatkan roti dan susu untukmu, hanya itu yang sempat aku buat, ayo makan.” Dia menarik selimut dan menyeret tubuhku agar bangun.

“Onnie! Aku bisa bangun sendiri, aku bukan anak kecil lagi, umurku juga sudah 20 tahun Onnie, bukan lagi bocah kecilmu yang selalu kau seret-seret kesana kemari.”

“Tapi nyatanya kau memang tidak bisa mengurus dirimu sendiri!” ocehnya.

“Tidak bisa mengurus diri sendiri? Kau saja yang berlebihan memperlakukanku, aku bahkan sudah cukup umur untuk menikah.”

“Menikah? Memangnya siapa yang mau dengan yeoja pemalas sepertimu, eoh?!” aish, ocehannya menyebalkan sekali.

“Akan ku buktikan aku sudah pantas untuk menikah, lihat saja! Memangnya aku sepertimu? Hanya menatap satu namja saja? Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengannya! Tidak akan pernah setuju!”

Jika berbicara menikah aku jadi ingat namja yang sedang menjalin hubungan dengannya, aku heran, apa yang dia lihat pada diri namja itu? Bisanya hanya menyusahkan Onnie saja. Dia hanya memanfaatkan Onnie, semua pekerjaan dirumahnya Onnie yang mengerjakan, aku rasa dia tidak benar-benar mencintai Kyo Onnie.

“Aish! Anak ini! Baiklah, cepat mandi dan siap-siap, setelah itu berangkat ke kampus!” dia masih saja terus mengomel, seperti Eomma saja. Eomma? Sudah lama aku melupakannya. Orang yang sudah tiada sejak aku berumur 3 tahun, ini sudah 17 tahun aku hidup tanpa Eomma. Dan Appa? Appa meninggal saat aku menginjak remaja, saat umurku 12 tahun. Jadi, aku sudah mulai melupakan sosok mereka yang sebenarnya. Selama ini aku hidup berdua saja dengan Onnie, yang merawatku dari kecil dan membanting tulang untuk biaya sekolahku. Terkadang aku kasihan padanya, tapi mau bagaimana lagi? Demi kelangsungan hidup kami.

“Habiskan makananmu, jangan membuang-buang makanan, belum tentu kau bisa makan besok hari.” Itu yang selalu dia katakan jika kami sedang makan. Bukannya aku tidak mau memakannya, hanya saja ocehannya terkadang membuat selera makanku menguap di udara.

“Onnie, apa kau masih berhubungan dengan namja itu?” tanyaku mengungkit hubungannya, biasanya dia akan selalu diam membisu mengenai hubungannya. Dia tau aku tidak suka dengan namja itu.

“Baik-baik saja.” Jawabnya sambil menghela nafas berat.

“Aku rasa..”

“Habiskan makananmu, ini sudah jam berapa? Nanti kau terlambat.” Lagi-lagi dia memotong pembicaraan jika menyangkut kisah cintanya.

“Onnie~ya! Aku belum selesai bicara, aku akan mencarikanmu namja yang lebih baik darinya, ingat itu.” jawabku sambil memungut sisa roti yang ada di piringku.

“Baiklah aku berangkat sekarang saja.” Aku langsung berlalu dari hadapannya. ‘mianhae Onnie~ya, aku hanya tidak ingin melihatmu menderita, seandainya kau tau apa yang dilakukan namja itu!

***

Aku menaiki bus menuju Kampus, aku melihat ada sebuah bangku kosong di tengah, cepat-cepat aku menuju kesana takut keburu orang lain yang mengambilnya. Baru saja aku ingin mendaratkan tubuhku dikursi itu, ternyata aku kalah gesit dengan seorang namja. Dia dengan santai duduk di kursi itu. aku menatap tajam padanya, dia hanya tersenyum mengejek.

“Siapa cepat dia dapat.” Jawabnya dingin.

Eerrrggghhhh, menyebalkan sekali! Dasar namja tidak tahu aturan, harusnya ladies first, bukannya seperti ini. Sudah lah, tidak perlu khawatir Park Rae Na, berdiri juga tidak masalah. Aku memegang pegangan yang ada diatas kepalaku, berdiri disamping namja itu. Aku terus merutuk dalam hati. Mimpi apa aku semalam. Pagi-pagi sudah disuguhi ocehan Onnie, lalu berdebat dengannya, ini saat aku harus menunaikan kewajibanku sebagai mahasiswa yang baik untuk menuntut ilmu, ada saja yang membuatku kesal. Rasanya ingin aku mencakar wajah namja yang duduk disampingku. Aku mengalihkan pandanganku keluar, tidak ingin menatap wajahnya.

Bus terus berjalan, aku juga hanya membisu, aku sibuk dengan lamunanku sendiri, namun tiba-tiba bus berhenti begitu saja, tubuhku limbung seketika, supir bus terdengar mengumpat dengan keras. Ternyata ada yang menyeberang sembarangan tanpa melewati jalur penyeberangan, aku masih mendengar supir itu marah-marah, hingga aku tidak sadar tubuhku tidak lagi berpijak dilantai. Omo! Aku berada diatas namja itu, wajahku terbenam di dadanya, aroma tubuhnya, sejenak aku terlena hingga alam sadarku kembali oleh sebuah suara.

“Agasshi, mau sampai kapan kau dalam pelukanku?” Aku cepat-cepat berdiri dan merapikan bajuku.

“Mianhae.” Hanya itu yang mampu keluar dari mulutku. Dadaku berdetak tak karuan, antara terkejut dan entah apa namanya.

Saat sampai halte berikutnya, ada seorang wanita hamil yang menaiki bus dengan tertatih. Tiba-tiba saja namja yang ada disampingku berdiri dan mempersilakan wanita itu duduk ditempatnya. Omo! Baru saja dia melakukan sesuatu hal yang mulia, mulia? Tapi tunggu, sementara denganku? Dia tidak melakukan hal yang sama terhadapku, aku kan juga seorang wanita, yah, meskipun berbeda sedikit. Dia sedang hamil lalu aku tidak, tapi apapun alasannya, aku dan dia kan tetap sama-sama wanita, harus dihormati. Aku tidak terlalu memperhatikannya.

Aku merasakan hembusan nafas ditengkukku. Wajahku refleks menoleh ke belakang, mataku tiba-tiba beradu dengan matanya. Aku cepat-cepat membalikkan wajahku.

“Bisa kau mundur sedikit?” aku berkata pelan padanya tanpa menatap wajahnya.

“Aku tidak mau kau tiba-tiba jatuh ke tubuh wanita yang ada disampingmu.”bisiknya ditelingaku. Aku menoleh pada wanita yang duduk disampingku. Benar juga, jika tiba-tiba kejadian beberapa saat lalu terulang, aku bisa mati.

“Tapi kan tidak perlu sedekat ini.” Aku menatap wajahnya tajam. Tiba-tiba supir bus kembali menginjak rem, tubuhku kembali limbung, namun tangan kekar menahan bobot tubuhku.

“Agar aku bisa dengan cepat mencegahnya.” Dia menjawab.

“Aku bisa menjaga keseimbangan tubuhku sendiri Tuan!” lama-kelamaan dia mulai semakin  menyebalkan! Aku mendengar dia terkekeh pelan. Aish! Meyebalkan sekali! Akhirnya dia mundur ke belakang, menjauh dariku.

Perjalanan ini terasa sangat jauh dan memakan waktu lama. Rasanya aku mulai bosan, biasanya melewati dua halte berjalan sangat cepat, tiba-tiba sampai ke kampus, tapi ini terasa sangat lama, halte kedua juga belum sampai. Halte kedua mulai terlihat. Beberapa orang terlihat menunggu di halte tersebut. Saat berhenti, ada yang turun ada yang naik silih berganti. Aku menoleh ke belakang, namja itu masih berdiri tanpa bergerak. Aish!

Saat beberapa orang menaiki bus, terlihat beberapa orang namja mendekatiku, wajahnya terlihat berandalan, lengkap dengan senyuman mesumnya. Tiba-tiba rasa takut mulai menyelimuti kalbuku. Saat namja berandalan itu ingin menyapaku, ada sebuah tangan yang meraih lenganku. Dia menarikku kebelakang dan duduk di bangku yang kosong.

“Kalau sudah tiba di halte berikutnya jangan melamun saja.” Dia berkata dingin. Aku hanya diam. Haruskah aku katakana dia menyebalkan sekali lagi?

Minho’s POV

Dasar gadis bodoh! Tidak bisakah dia berhati-hati sedikit? Jika aku tidak menahan tubuhnya, badannya yang gendut ini sudah menimpa tubuh wanita yang hamil duduk disampingnya. Dia terlihat jengkel melihatku, aku terkekeh pelan dan mundur ke belakang menjauh darinya. Aku memperhatikannya dari belakang, sepertinya menarik juga. Dia melamun, entah apa yang ada dalam otaknya. Saat berhenti di halte berikutnya terlihat beberapa orang menaiki bus. Aku melihat tatapan kurang sopan dari beberapa namja kearahnya, gadis itu hanya terpaku, sebenarnya apa yang dia pikirkan sih? Bukannya menjauh malah mematung disana, mau jadi korban pelecehan, eoh? Aku menaik tangannya, menyeretnya kebelakang menuju dua buah bangku kosong.

“Kalau sudah tiba di halte berikutnya jangan melamun saja.” Aku berkata dingin padanya. Aish! Sejak kapan aku peduli terhadap yeoja! Tapi aku bergerak tanpa instruksi dari otakku, seperti alam bawah sadarku yang bekerja.

Kami berdua hanya diam membisu, tak ada kata yang keluar dari kedua mulut kami. Bibirku kelu, seperti orang bisu yang tidak bisa menggerakkan lidah dengan benar. Diapun sepertinya sama.

“Kau berhenti dimana?” kembali nada dingin yang keluar dari mulutku.

“Halte berikutnya.” Dia menjawab singkat.

“Oh.” Balasku.

Dia berjalan santai, aku mengikutinya dari belakang, tidak ada niat mengikutinya sebenarnya hanya saja kampusku searah dengan jalannya. Dia sesekali menoleh ke belakang dan kadang berdesis pelan.

“Yak! Kau tidak perlu mengikutiku seperti ini! Mau aku teriak kalau kau membuntutiku, hah?!” dia mengomel.

“Agasshi, kau percaya diri sekali! Ini kan bukan jalan nenek moyangmu, jadi terserah aku, aku mau berjalan kemana, lagipula aku tidak mengikutimu, aku hanya berjalan menuju Kampusku!”

“Setidaknya jaga jarak denganku!” jawabnya ketus.

“Aku juga punya hak untuk berjalan dimana saja, asal tidak menggangu lalu lintas.” Aku berjalan mendahuluinya. Terdengar dia kembali mendesis pelan.

***

Aku tidak percaya! Satu Kampus dengan yeoja aneh ini! Hanya saja beda jurusan, aku jurusan Bisnis Administrasi sedangkan dia Manajemen hotel. Hufh, mimpi apa aku semalam hingga bertemu dengannya.

“Minho~ya…” ck! Suara manja itu!

“Minho~ya.. aku memanggilmu, kau tidak mendengarku?” aku muak dengan tingkah manjanya. Dia adalah yeoja yang kalau aku boleh sombong sedikit, dia adalah yeoja yang selalu mengejarku. Menempel padaku meski aku sudah mengatakan tidak padanya. Dia adalah anak kolega Appa, jadi aku tidak bisa mengacuhkannya begitu saja. Dia sering mengadu pada Appa jika aku tidak memperlakukannya dengan baik, ujung-ujungnya Appa akan mengomeliku.

“Ne.” jawabku malas.

“Kau sudah makan?” tanyanya sambil melingkarkan tangannya di lenganku. Aku melepaskannya dengan halus.

“Aku tidak lapar.” dia kembali menautkan tangannya di lenganku.

“Kalau begitu temani aku makan, aku belum makan dari pagi tadi.” Jawabnya dengan manja.

Dia langsung menyeretku ke kantin Kampus, dia memaksaku makan meskipun aku tidak lapar, dia memesan beberapa makanan.

“Ayo makan Minho~ya..” rengeknya.

“Aku tidak lapar.” jawabku acuh.

“Tapi aku tidak bisa memakan semua makanan ini.”

“Lalu kenapa kau memesan sebanyak ini.” Jawabku dingin.

“Aku ingin saja, tapi tidak ingin memakannya, nanti badanku gemuk.” Jawabnya. Sebenarnya apa yang ada dipikiran yeoja ini, memesan makanan tapi tidak memakannya, malah menyuruhku memakannya. Aku sebenarnya juga belum makan dari tadi pagi, hanya saja melihat wajahnya rasa laparku menguap seketika.

***

Aku menoleh ke beberapa sudut, menghindari kontak mata dengan yeoja menyebalkan ini.saat menoleh ke sudut kanan, aku melihat yeoja yang ada di halte tadi. Dia makan dengan lahap. Aigoo.. seperti tidak makan beberapa hari saja. Aku terus memperhatikannya. Caranya makan yang tidak ada sopan-sopannya dan mulutnya yang penuh dengan makanan. Membuatku tersenyum tanpa sadar.

Saat aku memperhatikannya, dia menoleh kepadaku, aku cepat-cepat mengalihkan pandangan. Sepertinya dia sadar sedang diperhatikan, namun dia tidak tau aku yang memperhatikannya. Aku kembali tersenyum, melihat muka bingungnya ada kesenangan tersendiri, dia meneruskan melahap makanannya. Aku kembali memperhatikan gerak-geriknya, terlalu asik memperhatikanya hingga aku tak mampu lagi mengalihkan wajahku saat dia menoleh, mata kami saling beradu. Dia melotot padaku. Dari gerak mulutnya sepertinya dia mengatakan ‘WAE?!’ dengan kesal. Terdengar dari desisannya namun mulutnya penuh dengan makanan. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Minho~ya, wae? Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Min Ra.

“Memangnya apa urusanmu?” jawabku ketus. Aku pergi meniggalkannya yang berteriak memanggilku. Aku tidak peduli dengannya meski banyak yang memperhatikan kami.

Jung Soo’s POV

Aku baru saja membuka mataku, sudah disambut dengan  kicauan merdu Halmeoni. Dia membangunkanku dengan suara khasnya, serta omelannya yang berirama, dari mulai lembut hingga keras bak sebuah lantunan puisi.

“Ya.. mau sampai kapan kau seprti ini Jung Soo~ah..” selalu saja diawali dengan kalimat itu jika membangunkanku. Aku menutup telingaku dengan bantal.

“Kau sudah dewasa, tidak seharusnya kau bersikap kekanak-kanakan sepert ini.” Lanjutnya.

“”Harusnya kau bisa mengurus diri sendiri.” Nadanya mulai naik.

“Ck! Ini lah akibatnya jika kau masih melajang hingga saat ini, jika kau punya istri setidaknya ada yang mengurusmu.” Nadanya kembali turun.

“Jung Soo~ah.. apa wanita yang aku kenalkan padamu tidak seorangpun yang menarik perhatianmu?” aku masih tidak menjawab.

“Yak! Park Jung Soo! Jika hingga bulan depan kau tidak juga membawa seorang wanita sebagai calon istrimu, maka kau harus menerima pilihanmu, kau suka ataupun tidak!” dia beranjak dariku, sebelum menutup pintu dia kembali berkata.

“Aku tau kau sudah bangun, kau mendengarnya, camkan semua ucapanku, dan sebaiknya kau mandi jika tidak ingin terlambat bekerja.

Park Jung Soo, itu namaku. Aku adalah pemilik beberapa restoran terkenal di Seoul, juga pemilik beberapa toko roti paling enak di beberapa kota. Aku adalah namja lajang berumur 29 tahun, itulah sebabnya mengapa Halmeoni selalu menyuruhku membawa calon istri padanya, aku sudah menginjak kepala 3.

Aku tidak terlalu memikirkannya. Aku rasa semua keputusan ada di tangan Tuhan, jika aku sudah diijinkan menikah maka aku pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita yang menurut-Nya cocok untuk mendampingiku, jadi ini hanya masalah tepat atau tidaknya, bukan masalah cepat atau lambat. Hanya saja terkadang Halmeoni terlalu berlebihan. Aku tau beliau sangat menyayangiku hingga terkadang berbuat sesuatu yang terlalu berlebihan. Apapun yang dikatakannya adalah sebuah perintah bagi kami, tapi tidak bagiku.

Aku membuka selimut yang menutuppi tubuhku, membuka mataku dengan benar dan mengusap wajahku.

“Apa yang harus aku lakukan jika yang dikatakan Halmeoni tidak main-main?” aku menggumam sendiri.

“Bagaimana jika dia benar-benar menyuruhku menikah dengan wanita pilihannya dan aku tidak mencintainya?” aku berbicara dengan diriku sendiri.

“Berapa bulan katanya? Sebulan? Oh! Jinjja! Ini benar-benar menyusahkan!” omelku

“Apa dia kira mencari istri itu perkara mudah?! Aish!” aku mengacak rambutku sendiri.

“Makanya aku sudah bilang kau harus menerima pilihanku! Mudah kan?” tiba-tiba Halmeoni muncul di depan pintu.

“Sudah sana mandi, sarapan sudah siap.” Katanya sambil berlalu.

***

Aku bersiap ingin pergi ke tempat kerja, namun seseorang menahanku.

“Kau tidak lupa dengan ucapanku kan?” katanya sambil merapikan dasiku.

“Halmeoni.. nanti saja kita bicarakan.” Jawabku sambil mengecup pipinya.

“Tapi kau harus ingat, aku hanya memberimu waktu satu bulan, jika kau belum menemukannya kau harus menerima pilihanku.” Jawabnya sambil masuk ke dalam. Aku hanya bisa menghela nafas berat.

“Arasseo.” Aku menjawabnya agar tidak membuatnya lebih geram lagi.

Aku mengemudikan mobilku dengan cepat. Berharap aku tidak terlambat, hari ini ada beberapa tamu penting. Tamu dari Jepang yang akan meeting bersamaku mengenai perjanjian kerjasama. Saat sampai di restoran, aku segera menuju ruanganku.

“Hyeon Su-ssi, apa semua berkas sudah kau siapkan?” aku bertanya pada manajerku.

“Ne, sajangnim.” Jawabnya hormat.

“Kalau begitu kapan meetingnya akan dimulai?” tanyaku.

“Sekitar 15 menit lagi.”

“Arasseo, siapkan semuanya, aku tidak mau semuanya gagal.” Jawabku.

***

Aish! Apalagi ini? Mengapa tiba-tiba bocor seperti ini? Siapa yang menaruh paku ditengah jalan. Membuat orang susah saja. Aku menelepon bengkel terdekat untuk menjemput mobilku.

“Tuan, mobil anda akan kami bawa, akan segera kami perbaiki.” Jawab pegawai bengkel itu.

“Sekalian saja kau periksa, nanti aku kan mengambilnya.” Jawabku.

“Aigaseumnida.”

Aku menunggu taksi yang melintas di pinggir jalan. Sudah beberapa lama aku menunggu tidak ada yang melintas. Jika dalam beberapa menit lagi tidak ada yang lewat, maka aku putuskan untuk berjalan ke halte terdekat yang masih bisa terlihat oleh mata. Aku menunggu di bangku halte. Ada seorang gadis yang melakukan hal yang sama denganku.

“Kira-kira jam berapa busnya akan lewat?” tanyaku padanya, sepertinya dia sudah sering melakukan hal ini.

“Ne? kira-kira setengah jam sampai satu jam lagi.” Jawabnya santai.

“Aigoo, lama sekali.” Aku menggumam.

“Apa kau sedang terburu-buru?” tanyanya.

“Ani, hanya saja pasti Halmeoni memarahiku jika aku terlambat makan malam.” Jawabku.

Lama kami terdiam. Tiba-tiba saja ditengah keheningan, sebuah suara membuyarkan pikiran kami. Gadis itu memegang perutnya. Dia tersenyum malu. Sepertinya dia kelaparan hingga cacing perutnya sudah memulai demo.

“Kau lapar?” tanyaku.

“Ah, aniyo..” jawabnya tersipu malu.

“Mau makan diseberang sana?” tawarku.

“Ah, tidak perlu, Onnie pasti memarahiku jika aku tidak makan bersamanya, apalagi makan bersama orang asing.” Tolaknya.

“Kesempatan hanya datang satu kali, tidak ada penawaran kedua.” Jawabku sambil beranjak meninggalkannya.

“Ahjussi, tunggu aku.” Teriaknya sambil menjajari langkahku. Aku tersenyum.

“Kau bilang Onniemu akan mengomel jika kau makan dengan orang asing, lalu kenapa mengikutiku?” Kataku sambil tersenyum.

“Tapi cacing dalam perutku akan lebih hebat memarahiku jika aku tidak menerima tawaranmu.” Jawabnya santai. Hem, sepertinya aku menyukai kejujurannya.

Kami memesan ramen dan dia memakannya dengan lahap. Aku urung memakan makananku, hanya memperhatikan kelakuannya. Bukannya tidak sopan, hanya saja aku menyukai sikap apa adanya.

“Ne? wae gurae? Ada yang salah?” tanyanya bingung.

“Ani, cepat habiskan makananmu, nanti busnya lewat.” Kataku.

“Ahjussi… kau yang dari tadi belum menyentuh makananmu.” Jawabnya. Aish, benar juga, aku terlalu sibuk memperhatikannya hingga rasa laparku lenyap.

“Ahjussi… apa kau sudah menikah?” pertanyaannya membuatku tersentak.

“Ne?” jawabku bingung.

“Apa kau sudah mempunyai istri?” tanyanya kembali.

“Belum.” Jawabku singkat.

“Mengapa belum menikah? Sepertinya kau sudah cukup umur untuk menikah.” Aku menarik kembali ucapanku, anak ini terlalu jujur.

“Memangnya apa urusanmu?”tanyaku.

“Ani, kau mau aku jodohkan dengan Onnie-ku?” tanyanya yang kembali membuatku terkejut. Makanan yang tadinya ingin melewati tenggorokan kini transit di rongga dadaku.

“Uhuk uhuk uhuk..” aku menepuk-nepuk dadaku.

“Aish! Ahjussi, kau seperti anak kecil, sudah besar masih tersedak, makanya makan jangan terlalu cepat, pelan-pelan saja.” Aish! Anak ini! Dia menyodorkan minuman padaku.

“Ah, mengenai tawaranku tadi, bagaimana?”

“Tawaran yang mana?” tanyaku.

“Tentang menikah dengan Onnie-ku, dia cantik, meski tidak sangat cantik, tapi setidaknya dia adalah wanita yang rajin dan pekerja keras.” Jawabnya.

“Hanya itu?” tanyaku sambil meliriknya.

“Ah, meskipun dia sangat pemarah, tapi aku tau dia sangat menyayangiku. Dia bekerja keras agar aku bisa sekolah dengan baik.”

“Memangnya kau sekolah dimana?” tanyaku.

“Aku mahasiswi manajemen hotel di Seoul University.” Jawabnya.

“Dia bekerja keras agar aku bisa jadi sarjana, meskipun sebenarnya aku lebih ingin membantunya, tapi dia selalu memarahiku jika menemukanku bekerja paruh waktu.” Dia bercerita sambil menunduk.

“Dia pernah mendapatiku bekerja di sebuah Kafe, terakhir yang paling membuatnya murka dia mendapatiku bekerja di tempat karaoke. Apa salahnya aku bekerja disana? Dia bilang itu sangat berbahaya bagiku, padahal aku hanya sebagai kasir saja, aku bisa sambil belajar disana.” Ceritanya panjang lebar, tanpa terasa bus yang kami tunggu melintas, kami berdua berlari mengejarnya.

Tidak banyak penumpang hingga kami bisa duduk di bangku.

“Kau turun dimana?” tanyaku.

“Aku turun di halte berikutnya.” Jawabnya.

“Ah, mengenai pekerjaan, mau kau bekerja ditempatku? Aku mempunyai beberapa toko roti. Aku rasa Onnie-mu yang pemarah itu tidak akan melarang, karena itu tidak berbahaya kan? Apa yang dikatakannya ada benarnya juga. Eotthe?”

“Ah, jeongmal?” tanyanya dengan mata berbinar.

“Tapi kau harus meminta ijin dulu dengannya agar tidak membuat masalah nantinya.” Jawabku.

“Arasseo, tapi bagaimana dengan penawaranku? Mau menikah dengannya?” tanyanya. Aku membalasnya dengan sebuah pukulan kecil di kepalanya.

“Memangnya kau kira menikah perkara gampang?” jawabku.

“Arasseo, tapi tidak ada salahnya kan dipertimbangkan?” jawabnya sambil tersenyum.

“Ah, ini kartu namaku, jika kau berminat, datanglah.”

“Baiklah, aku turun disini, gamsahamnida ahjussi, untuk makanannya dan tawaran kerjanya.” Dia membungkukkan badannya. Aku hanya tersenyum membalasnya.

Eun Kyo’s POV

Selalu saja seperti ini. Rae Na susah sekali dibangunkan hingga kadang-kadang membuatku jengkel. Dia bukan anak kecil lagi namun kelakuannya melebihi anak kecil jika dibangunkan di pagi hari, tidak omelan yang terlewat dari telinganya jika menyangkut membangunkannya. Saat makan juga dia selalu enggan untuk menghabiskan makanan, padahal aku sudah susah payah untuk membuatnya, bukannya makanan juga dibuat dengan uang? Tidak bisa kah dia menghargai kerja kerasku? Apalagi jika dia mengungkit-ungkit masalah hubunganku dengan Jung Jin. Bukan kuasanya mencampuri urusanku. Aku tau dia memang tidak menyukai Jung Jin, dia bilang Jung Jin hanya memanfaatkanku. Tapi aku mencintainya, bukankah cinta perlu pengorbanan?

Hufh, akhirnya kata terlambat tidak bisa aku hindari. Aku bekerja menjadi seorang sekretaris di Choi Corp. Pasti dimarahi atasan jika terlambat lagi kali ini. Aish! Aku harus beralasan apalagi? Mengurus adikku lagi? Tidak masuk akal sama sekali!

“Kyo~ya.. kemana saja dirimu baru datang?” tanya Nanhee, temanku. Aku menyapu keringat yang menetes di pelipisku.

“Rae Na lagi?” tanyanya.

“Memangnya siapa lagi?” jawabku.

“Kau disuruh menghadap Manajer Han. Cepat sana bersiap-siap, berkasnya sudah aku siapkan, kau tidak perlu khawatir.” Nanhee menyerahkan beberapa map padaku.

“Gomapta Jagiya… saranghae.” Aku tersenyum padanya.

***

“Kau siapkan berkas untuk meeting hari ini, sudah selesai?” tanyanya, lelaki paruh baya ini memang sangat berwibawa, tidak akan ada bisa yang membantahnya. Dia adalah orang kepercayaan orang No.1 di Choi Corp.

“Ah, ne, sudah saya siapkan.” Jawabku hormat.

“Jangan sampai gagal kali ini, ini proyek besar, ah, proyek ini juga bekerja sama dengan relasi Choi sajangnim yang ada di Jepang.”

Proyek besar? Ah, penanaman modal Hotel dan Restoran kelas atas di Pulau Jeju itu? ah, hari ini pasti melelahkan.

“Ah, aigaseumnida.” Aku kembali menunduk.

***

Sesampainya di tempat meeting, aku menyiapkan berkas yang diperlukan, meninjaunya kembali, lalu kemudian menyerahkannya pada Direktur Choi. Rapat diadakan ruang pribadi yang sangat mewah. Huwaaaa baru kali ini aku masuk ke tempat mewah seperti ini. Aku berjalan menyusuri lorong-lorong sepi di lantai atas, aigoo… apa harus sesulit ini?

Rapat berjalan dengan lancar, semuanya deal menjalin kerjasama. Saat rapat sudah selesai dan kami mulai berjalan meninggalkan restoran super mewah ini, aku berjalan menyusuri lorong-lotongitu lagi, mataku tak hentinya memandangi sekitar, sepertinya ini adalah ruangan private untuk orang-orang berkelas. Aku sampai di lantai dasar, tapi tanpa sengaja mataku menangkap sosok yang selama ini aku kenal, aku mendekatinya.

“Jung Jin~ah.” Aku berkata lirih.

“OH! Kyo~ya…!” dia sangat terkejut, terlihat dari tingkah lakunya yang serba salah.

“Kyo~ya.. apa yang kau lakukan disini? Disini kan Restoran mahal.” Katanya.

“Apa yang kau lakukan disini, siapa dia?” tunjukku.

“Yeobo, siapa dia?” wanita itu balik bertanya pada Jung Jin, yeobo? Yeobo? Aku langsung pergi meninggalkan mereka. Namun Jung Jin tidak berusaha mengejarku, dia lebih memilih kembali bersama yeoja itu.

Aku berjalan tak tentu arah, hingga akhirnya aku berhenti disebuah halte, airmata masih berlinang dikedua mataku. Aku mengusapnya sesekali.

“Apa yang kau tangisi?” tiba-tiba seorang wanita tua mengagetkanku. Aku hanya diam sambil menyeka airmataku.

“Aniyo..” jawabku.

“Tidak baik seorang wanita menangis sendirian, apapun masalahmu, kau harus terlihat tegar.” Jawab wanita itu. Aku meresapi pernyataannya.

“Ah, ne.” jawabku.

“Masalah cinta?” tanyanya. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Darimana Anda tau?” tanyaku. Dia hanya tersenyum.

“Wanita itu tempatnya salah, jadi kau harus benar menyikapi masalahmu.” Jawabnya sambil berlalu. Aku terdiam dibuatnya, ‘apa maksunya?’

“Halmeoni, apa maksudmu?” dia berhenti, dan tersenyum.

“Nanti kau akan memahaminya.” Jawabnya.

Rae Na’s POV

Ck! Aku bosan menghadadapi ini semua. Kami selalu dikejar-kejar pemilik kontrakan. Dia datang selalu marah-marah, tidak bisakah dia meminta dengan baik-baik.

“Ahjumma, uangnya ada pada Onnie, jadi silakan tunggu saja.” Jawabku mengakhiri omelannya.

“Ck! Kalian selalu bayar terlambat, kau tau? Aku juga membutuhkan uang, tidak hanya kalian.” Jawabnya.

“Ahjumma, setidaknya kami tidak pernah tidak bayar kan? Ini baru terlambat 3 hari kan? Tidak perlu semarah itu!” Aku tidak tahan untuk tidak memakinya, dia sudah keterlaluan.

“Aigoo, gadis ini tidak punya sopan santun sama sekali, kau hidup tanpa orang tua, makanya tidak pernah diajari tata krama.”

“Ahjumma, kau tidak perlu menyangkut pautkan sikapku dengan orang tuaku! Kau yang mengajariku bersikap kasar, arasseo?” aku naik pitam.

“Aigoo, benar-benar tidak terdidik. Besok aku akan kembali! Jika besok tidak ada uangnya kalian harus angkat kaki segera.” Dia pergi meninggalkanku dengan mengumpat tak henti-henti. Aish! Membuatku kesal saja.

Beberapa lama setelah kepergian penyihir jahat itu, ada lagi beberapa orang yang bertanya tentang keberadaan Onnie.

“Dimana saudaramu?” lelaki ini berkata sedikit kasar.

“Dia belum kembali, memangnya ada apa?” aku masih terbawa emosi.

“Katakan padanya dia harus membayar semua hutangnya, jika tidak dia harus bekerja untuk kami.” Jawabnya sinis menatapku.

“Bekerja untuk kalian? Apa maksud kalian?” aku bertanya bingung.

“Dia memiliki wajah yang cantik, aku rasa banyak pelanggan yang tertarik dengannya, hahahaha.” Jawabnya semakin sinis, namun diakhiri dengan sebuah tawa garing. Menjijikkan sekali!

“Tapi jika dia tidak mau, kau juga boleh, atau kalian berdua saja.” Sambil menatapku dari ujung kaki sampai ujung rambut, membuatku bergidik ngeri, namun aku menyembunyikan ketakutanku.

“Kami akan membayarnya, kau tenang saja, dia mungkin pulang terlambat, jadi datang lagi saja besok hari.” Jawabku sambil mencoba menutup pintu, untung dia tidak membantah.

“Chakkamman! Memangnya berapa jumlah uang yang dia pinjam?” mereka menghentikan langkah.

“Jumlah uang? Haha, tidak banyak, hanya 1 juta won.” Jawabnya sambil melangkah keluar dari gang sempit tempat tinggalku.

Kepalaku terasa pusing. Ada saja sesuatu yang menimpa kami berdua. Hutang? Hutang apa lagi? Untuk apa dia meminjam uang sebanyak itu. 1 juta won? Eun Kyo paboya! Untuk apa dia meminjam uang sebanyak itu?! hura-hura? Dia tidak terlihat seperti itu. Terdengar kenop pintu dibuka saat aku kalut menghitung jumlah uang yang harus kami keluarkan.

“Onnie, tadi pemilik rumah ini datang kemari.” Kataku dingin.

“Ne, dia bilang apa?” jawabnya lirih.

“Dia bilang besok akan datang lagi dan harus dibayar.”

“Arasseo.” Jawabnya singkat.

“Onnie, gwaechanayo? Kau terlihat kusut. Terjadi sesuatu?” tanyaku penuh selidik.

“Nan gwaenchana.” Kembali dia menjawab singkat. Menanggalkan sepatunya serta kaos kaki yang masih melekat dikakinya, sepertinya sangat kelelahan.

“Ah, tadi juga ada beberapa orang datang kemari, sepertinya rentenir, atau entah apa lah namanya, dia menagih hutang padamu, kau berhutang?” dia langsung berhenti di depan pintu kamarnya, berdiam sejenak lalu berbalik badan padaku.

“Jeongmal? Apa yang mereka katakan?” muka berubah cemas.

“Kau meminjam uang satu juta won padanya untuk apa?” aku langsung pada pokok permasalahan yang berkecamuk dalam otakku.

“Aku rasa kau tidak pernah membeli sesuatu, lalu untuk apa uang itu?” jawabku skeptis.

“Itu bukan urusanmu.” Jawabnya akhirnya, wajahnya terlihat pasrah.

“Bukan urusanku? Bukan urusanku?! Apa bukan urusanku jika saudaraku dijadikan santapan pria hidung belang?! Eoh? Mereka mengatakan jika tidak bisa mengembalikan uang itu maka kau dan aku harus membayarnya dengan tubuh kita!” emosiku meluap. Dia hanya menghela nafas.

“Katakan padaku, untuk apa uang itu? uang kuliahku?” aku menatapnya tajam.

“Aku rasa bukan itu, aku kuliah dengan beasiswa.” Jawabku, dia hanya diam.

“Untuk apa Park Eun Kyo?!” betapa bodohnya dirinya. Sudah jelas perlu uang namun melarangku untuk bekerja.

“Aku terlalu pusing Rae Na~ya, jangan membicarakan hal ini terlebih dahulu, jebal.” Jawabnya lirih.

“Onnie! Aku tidak akan diam sampai kau mengatakan yang sebenarnya, kita hidup bersama, berjuang bersama, bukan membuatmu memikul beban sendiri, hanya kau yang aku punya di dunia ini, dan hanya aku yang kau punya di dunia, ah, tapi sepertinya aku keliru, kau masih mempunyai Jung Jin-mu itu, jadi tidak membutuhkanku kan?” Dia masih terdiam, perlahan air mata mengalir di pelupuk matanya, menangis tanpa suara. Dia tersungkur di lantai sambil menangis. Aku masih mematung melihatnya.

“Eun Kyo paboya!” dia memukul kepalanya sendiri berulang kali. Aku menghampirinya dan menahan tangannya, memeluk tubuhnya. Dia mulai menangis kencang.

“Aku, aku meminjam uang itu…” dia berkata ditengah isakan tangis.

“Untuk apa Onnie~ya, marhaebwa.” Tanyaku sedikit lebih lembut.

“Jung Jin mengatakan dia sangat butuh uang saat itu untuk pengobatan Eommanya yang ada di desa, kami kebingungan. Akhirnya pergi ke..” dia tidak melanjutkan ucapannya, aku sudah mengerti sekarang.

“Belakangan aku tau, aku tau, aku tau kalau ibunya sudah meninggal.” Jawabnya sambil meneruskan tangisnya.

“Lalu mengapa entenir itu datang padamu?” tanyaku sambil menatap matanya dan menangkupkan kedua tanganku diwajahnya.

“Mereka tidak percaya Jung Jin bisa melunasinya, aku, aku yang dijadikan jaminan.” Jawabnya.

“Bodoh! Kau memang bodoh!” aku memakinya. Melepaskan pelukanku. Dia semakin terisak.

“Sekarang kau tau kan kenapa aku membencinya? Orang lain saja tidak yakin padanya, tapi mengapa kau begitu mempercayainya, eoh?!” ucapku dengan nada sedikit lebih tinggi.

“Arasseo, aku memang bodoh.”

“Sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanyaku padanya.

“Mollaseo!” jawabnya singkat.

“Kau?!” amarahku semakin memuncak.

“Ayo kita ke tempatnya.” Aku menyeretnya keluar, dia meronta.

“Tidak ada gunanya.” Jawabnya.

“Ck! Terserah dirimu saja.” Aku menghempas tangannya. Aku sudah terlalu pusing menghadapinya, dia menyebutku seperti anak kecil tapi dia tidak lebih pintar dari anak kecil, mau saja dibodohi namja seperti Jung Jin. Cinta? Persetan dengan cinta!

Jung Soo’s POV

Lagi-lagi Halmeoni merecokiku dengan masalah pilihannya. Aku seakan sudah resisten dengan semua ocehannya.

“Aku menyukai seorang gadis yang baru aku kenal, sepertinya akan cocok denganmu.”

“Halmoni, tolong jangan memulainya lagi.” Jawabku sedikit ketus.

“Park Jung Soo, sopanlah dengan orang tua.” Eomma angkat bicara. Baiklah, sekarang dua wanita berpengaruh di keluarga ini telah menyerangku. Aku duduk disamping Halmeoni.

“Arasseo, kali ini aku tidak akan membantahmu kali ini, jika dalam waktu satu bulan aku tidak menemukan seseorang padamu untuk aku sunting, aku akan menerima pilihanmu, bagaimana? Jangan memarahiku terus.” Aku menggenggam tangannya. Dia tersenyum.

“Itu baru cucuku. Sudahlah, sebaiknya kau mandi.” Dia menepuk kedua pipiku. Aku memberikan senyum termanisku.

Aku beranjak menuju kamarku. Hufh, tidakada salahnya menuruti kemauannya, daripada aku setiap hari direcoki permintaannya. Jika dipikir-pikir, apa bedanya jika aku menikah? Aku akan tetap seperti ini, bekerja setiap hari tidak jauh berbeda denganku melajang.

Aku mengguyur tubuhku dengan air hangat. Berharap lelah dan dan beban ini hanyut bersama air yang perlahan turun dari tubuhku. Setelah selesai mandi aku mengenakan pakaianku. Baru saja aku ingin merebahkan tubuhku, pintu kamarku diketuk.

“Jung Soo~ah, sudah tidur?” suara Eomma, apalagi sekarang? Bukannya aku sudah menyetujui keinginan mereka.

“Belum Eomma, masuk saja.” Aku duduk dipinggir tempat tidur. Dia juga duduk disampingku.

“Kau tidak keberatan kan?” tanya Eomma sambil menatapku.

“Ne? keberatan?” aku balik bertanya.

“Keberatan dengan keputusan Halmeoni-mu.” Dia menggenggam tanganku.

“Ani, Eomma tenang saja, lagipula masih ada waktu satu bulan kan? Mungkin saja aku bertemu seseorang yang tepat untukku, jika tidak, tidak ada salahnya menerima tawaran Halmeoni.” Jawabku mencoba bijak agar wanita yang sangat aku cintai ini tidak khawatir.

“Aku hanya takut kau terbebani, kau tau sendiri bagaimana Halmeoni-mu.”

“Arasseo, Eomma, aku mengerti.”

“Dia hanya ingin melihatmu bahagia sebelum dia menutup mata.” Aku langsung meletakkan telunjukku dibibirnya.

“Eomma, aku tidak suka kau bicara seperti itu, dia akan tetap ada sampai aku punya anak, dia akan melihatku mempunyai seorang anak, dia yang akan mengajari istriku cara mengurus anak, harus.” Aku menatapnya tegas.

“Maka dari itu kau harus cepat menikah, selagi dia masih ada.” Eomma beranjak dari kamarku. aku hanya terpaku memikirkan pembicaraanku dengan Eomma tadi.

Mataku tak bisa terpejam. Pembicaraanku denga Eomma masih terngiang di telingaku. Dia tidak ada lagi? Halmeoni maksudnya? Yang benar saja, dia akan tetap ada sampai aku mempunyai anak. Tapi bagaimana jika yang dikatakan Eomma benar? Aku terlambat memberinya seorang cicit? Andwae! Itu tdak boleh terjadi!

Dering ponselku berbunyi. Siapa yang malam-malam begini meneleponku? Aku meraih ponselku. Nomor asing?

“Yeoboseyo?” aku memencet tombol ‘answer’

“Yeoboseyo, mianhae mengganggu Anda malam-malam begini Ahjussi, mengenai tawaranmu tadi siang, tentang pekerjaan itu, apa masih berlaku?” aku tidak mengenalnya, kenapa ti-tiba bertanya tentang pekerjaan.

“Kau siapa?” jawabku.

“Ah, hampir lupa, aku belum memperkenalkan diri. Aku Park Rae Na. Aku gadis yang tadi sore kau traktir makan.” Jawabnya. Aku masih berpikir.

“Aku yang menawarimu menikah dengan Onnie-ku, apa kau ingat?” ah, gadis itu!

“Ah, kau, ada apa?” jawabku.

“Syukurlah jika kau ingat, mengenai pekerjaan itu, apa aku boleh bekerja di tempatmu?” tanyanya penuh harap.

“Bisa saja, tapi kau akan jadi trainee satu bulan dulu, bagaimana? Tenang saja, aku akan memberimu gaji full.”

“Ah, tentu saja, gamsahamnida ahjussi, aku sangat berterima kasih padamu, lalu kapan aku bisa memulainya?”

“Terserah kau saja, bawa langsung berkas lamaranmu, tapi sebelumnya jika ingin kesana beritahu aku.”

“Ah, ne, pasti, gamsahamnida ahjussi, annyeong.”

Dia menutup teleponnya. Aku hanya tersenyum. Dia gadis yang unik. Entah mengapa aku percaya dan menyukainya, dia terlihat tegar.

Minho’s POV

Aku bosan mengikuti kegiatan belajar yang monoton seperti ini. Jika tidak keinginan Appa, dan aku bisa membantahnya, aku tidak akan berada disini. Dia bahkan ingin mengirimku ke luar negeri. Aku tidak mau! Aku lebih senang disni.

Untuk menghilangkan rasa jenuhku, aku bermain bola saja dengan beberapa mahasiswa lainnya. Aku baru saja masuk anggota Klub Sepak Bola di Kampus. Sangat menyenangkan mengikuti salah satu Klub kampus, mengapa aku tidak masuk Klub ini dari awal saja? Agar tidak bosan dan mempunyai kegiatan diluar belajar, mengenal lebih banyak orang.

Aku menendang dan menggiring bola kesana kemari, rasanya sangat menyenangkan, seperti terbebas dari sesuatu? Sesuatu? Entah apa yang membuatku terbebani selama ini. Saat aku menendang bola dengan kencang. Tiba-tiba saja bolanya melesat jauh, keluar lapangan, aku memandangi bola itu, memperhatikannya akan mendarat dimana.

Mataku alot memperhatika bola, bak sebuah tayangan slow-motion. Omo! Ternyata bola itu mendarat mulus di kepala seseorang dan membuatnya ambruk seketika. Aku berlari menghampirinya. Orang-orang juga berlari kearahnya. Aku langsung mengangkat tubuhnya dan melarikannya ke rumah sakit. Aish! Ini gawat, dia pasti mengamuk jika tau aku yang menyebabkan dirinya seperti ini.

***

“Kau sudah sadar?” tanyaku sesudah beberapa lama menungguinya. Dia mengerjapkan matanya. Terlihat sangat lucu dan sedikit manis.

“Aku ada dimana?” jawabnya mengedarkan pandangan.

“Kau ada dirumah sakit, tadi kau terkena bola, hingga pingsan.” Jawabku.

“Ne? Kau yang melemparnya padaku? Ini sangat sakit sekali! Kau harus tanggungjawab!” jawabnya ketus sambil memegangi kepalanya.

“Memangnya apa yang aku lakukan dari tadi menungguimu?  Apa itu bukan salah satu bentuk tanggung jawab?” tanyaku jengel.

“Aish! Sudah melakukan kesalahan masih saja protes!” jawabnya tak kalah ketus.

“baiklah kalau begitu, kau sudah sadar, aku pulang saja, biaya administrasi sudah aku bayar.” Aku beranjak meninggalkannya.

“Yak! Kau mau meninggalkanku? Tidak bisa! Tidak bisa, kau harus mengantarku selamat sampai ke rumah!” dia bangkit dari tempat tidur dengan sempoyongan. Aku memapah tubuhnya.

“Kenapa kau bangkit? Kau masih pusing, harus istirahat!”

“Aku mau ke toilet!”

Aku menungguinya sambil memainkan  ponsel ditanganku. Dia sudah keluar dari toilet, sepertinya sudah bisa berdiri dengan benar.

“Aku lapar.” dia berkata singkat, aku mengacuhkannya.

“Yak! Aku lapar kau harus tanggungjawab, belikan aku makanan!” aku masih tidak menjawab. Dia berdecak kesal

“Tidak bisakah kau memintanya dengan sopan Agasshi?” aku menoleh padanya, dia memasang muka angkuhnya.

“Baiklah, aku akan membelikannya, kau tunggu saja disini.”

“Shireo! Aku ikut, sekalian aku pulang.” Dia menarik tasnya.

***

Aku mengantarnya pulang, namun sebelumnya membelikannya makan terlebih dahhulu.

“Menepi diujung jalan itu, lalu jalan kaki memasuki gang.” Aku menuruti instruksinya. Lalu mengantarnya berjalan kaki menuju rumahnya.

“Ngomong-ngomong aku belum tau namamu.” Aku membuyarkan keheningan.

“Ah, Park Rae Na.” jawabnya singkat

“Minho.” Jawabku tak kalah singkat.

“Sudah sampai.” Katanya.

Eun Kyo’s POV

Aku baru saja ingin beranjak dari sini, takut para rentenir itu datang kembali dan menyeretku, aku tidak bisa melawan. Aku baru saja menyelesaikan urusanku dengan pemilik rumah. Tinggal satu masalahnya. Hutang itu. Namun itu masalah yang paling besar. Aku melihat Rae Na menuju rumah. Sebelum dia memasuki rumah aku segera mencegatnya.

“Rae Na~ya, kau jangan pulang dulu.” kataku padanya.

“Ah, kau kenapa? Ada apa dengan kepalamu?” tanyaku cemas.

“Gwaenchana Onnie~ya, ini hanya terbentur.” Jawabnya sambil memegang kepalanya.

“Jeongmal?” tanyaku meyakinkan.

“Ne.” jawabnya singkat sambil berjalan menuju rumah.

“Andwae!” aku kembali mencegatnya.

“Wae gurae?” tanyanya bingung.

“Ah, kau bersama siapa? Kekasihmu? Ah, anak muda, tolong bawa Rae Na pergi dari sini sampai aku meneleponnya dan mengatakan kalau keadaan sudah aman.” Kataku menyuruh anak muda yang datang bersama Rae Na.

“Onnie! Kau ini apa-apaan! Dia bukan kekasihku!” jawabnya protes.

“Tidak peduli dia siapa, yang penting kau harus bersamanya, anak muda, aku titip Rae Na sebentar, kali ini tolong lah, sekali ini saja kau menurutiku Rae Na~ya, jangan membantahku.” Aku memelas padanya.

“Baiklah, baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan datang ke tempat Jung Jin dan memintanya melunasinya.”

“Apa perlu bantuanku?” Rae na, menyangkut masalah pertengkaran adalah hobbynya.

“Ani, tidak perlu, kau pergi saja bersamanya.” Aku mendorong keduanya agar menjauh dari rumah.

***

Baru kali ini aku mabuk aku tidak tau lagi harus berbuat apa. Ini sangat pelik. Harusnya aku mendatangi Jung Jin dan meminta pertanggungjawabannya, namun melihat sikapnya tadi siang mengurungkan niatku untuk mengiba padanya meskipun itu adalah hakku. Aku tidak ingin terluka lebih dalam dan dipermalukan lebih rendah.

Aku berjalan tak tentu arah. Aku juga tidak tau sedang berada dimana sekarang. Aku terus berjalan dan berjalan sambil berlinang airmata, menangisi kebodohanku sendiri. Cinta? Sekarang persetan dengan cinta! Yang aku perlukan hanya uang!

Sebuah cahaya lampu mobil menyilaukan mataku, aku menutup sebagian wajahku sambil berusaha mengintip dari celah jariku.

“Yak! Agasshi! Kalau berjalan hati-hati! Jika kau tertabrak, siapa yang akan bertanggungjawab?! Padahal kau sendiri yang tidak hati-hati.” Orang itu mengomel padaku, aku hanya tertawa sambil melangkah menghampirinya.

“Ahjussi, bisakah kau memberiku uang?” aku mulai meracau.

“Ne?” jawabnya bingung.

“Aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan, asal kau memberiku satu juta won.” Aku membuka pintu mobilnya dan kembali meracau.

***

Ugh! Rasanya badaknku sakit sekali. Kepalaku terasa sangat berat dan seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum. Aku membuka perlahan kedua mataku. Silau, semuanya terlihat putih, apa aku sudah disurga? Atau di neraka? Ah, aku terlalu bingung, sebenarnya dimana aku?

To be Continue

Buahahahahahahaha, aku tertawa sendiri pas ngedit ini ff, gila, bisa aku menghancurkan imej aku sendiri.. hahay, sedikit berbeda tidak apa-apa lah… Na… hahay, tunggu part berikutnya akan aku apakan dirimu, kita liat saja.

140 responses »

  1. fika,,aku kirain ni one shoot,,trnyta ada partnya,,aku suka pnsran ma ff yg pke part,,critanya bgus fik,,aku bru tau kalo drimu suka mabok,,hahahahaha,,oppa knpa istrimu jdi pemabuk,,fika jgn lma2 ya lanjutannya,,ditunggu,,,

    • onnie… jgn ngeledekin aku mabuk… itu noh gegara Oppa Onnie noh…
      lupa onn naroh part nya di judul… tenang onn… kalo lagi ga male nulis sambungannya bakal cepat…
      idenya udah melayang2 kaya layangan…

  2. Huwaaa eonnie,Na trlalu dweh..wkwk kasaar amiit #plakk *emank kga bs lembut sm namja*haha
    mwo? eonnie phabo,mau2’y jd jaminan? klo kita d’tangkap trus d’mnta jd psk gmn? ga mau aq!! #gubrakk *emank spa yg mau?!*
    knp sllu sial klo brsma namja itu *nunjuk2 si mata belo*
    jong soo oppa,menikahlah dgn eonnie q,,tp jgn nc sblm menikah,nee? #gubrakk
    lanjut.. i like it..hehe

  3. tarad….. Istri haehae datang ni, mana sambutan nya kekekeke

    Ehmmm…. Karna blm baca komen nya nanti yeh

    Baby mian aku br buka ff nya *akhir2 ini kesehatanku terganggu* tp bkn skt jiwa ko hehehehe

    Nanti klo dah baca pasti komen lg

  4. ehmmm na dingin bgt ma mino asli nya mah hohoho

    Eunkyo kenapa kau mau jual diri *ga percaya*

    Eunkyo emang di takdirkan buat teukppa, ade ma omma nya aja udah pada setuju

    Ayo lanjut lanjut

  5. annyeong haseyo onni….
    i’m readder new be here…
    kang yong rim a.k.a lia… ^^v
    aq suka ma ff.a onn.. keren…
    aq ska ma karakter.a raena… jujur banget, sangking jujr.a smpe bsa bkin angel teukie geregtan… wkwkwkwk..
    yg sbr oppa, gtu” calon ade ipar…😄
    aq ska ma krakter.a raena… tegr, jjr, nyeblin (?), kras kpla dn prhtian ma onni.a …
    si jung jin krg ajr bngt!! ketauan hdung blg.a
    onni.. knpa pke mbuk sgla?! mana mnta uang lg ma ajusshi gk jls…
    ntr d apa”in bru nyesl loh….
    coment part 2 nyusul ya… mo bca dlu…
    pnasarn onni lg dmna… jgn” d tmpat yg gk bner lg….
    at lass… ff.a aq suka.. ;D keyen… ^_^

  6. Hahaha.asyik ahjush punya lestoran roti, bisa makan gratis tiap hari ni#ngarep wkwkwkwk aduh gimana ini urusan gara2 gk punya duit, cinta atau uang、???buat apa bnyak uang gk ada cinta dan buat apa cinta gak ada uang. benar2 rumit.wkwkwkwk

  7. eonni aku menyesallllllllllll!!!!
    knp aku telat bacanya,,, aku suka jalan ceritanya….
    bte..!
    klo aja laptopku ngga d kuasai kakak2ku pasti udah aku baca dr kmren deh…
    eonni pkknya bgus..
    aigoo, eunkyo onnie knp dirimu bodoh akibat cinta untuk seorang cwo ky jung jin…
    ohy yg bicara sama eunkyo onnie d halte ntu neneknya jungsoo oppa y?
    aigoo sepertinya jodoh ngga bkal lari kmn nih…
    hahay…
    trus apa maksudnya nih eunkyo onnie mabok? dan minta uang sma2 adjushi2 trus bangun2 bdannya pada sakit,, eunkyo ngga ngelakuin hal bodoh lagi kan?
    aduh aku langsung lanjut bacanya deh dr pada penasaran…

  8. kyaaaaaa~~*orang sarap dtng*
    oo fika onn kakak tertuaQ sayang ehm*ehm
    ma’afkan keterlambatanQ dtng ksn #hiks
    piiii q seneng bgtzzz bs bc krymuh wkwkwk *lompat2*
    comen y^^
    beuh suara kakak tertua sll terngiang2 dipagi hr, mengalahkan ayam sj #plakk*dibunuh*
    ciiie si rae na ma minho ktmnya dibis romantis amat *ehm*
    ciee ternyata 1 kmpzz lg mrk ber2^^
    fufufufu da yg merhatiin diem2 ahh jd keinget seseorang.
    woaa kakak tertua tumben pkk nm jung soo wkwkwkwk tuh orng kan kagak PD ma nm aslinya hohohohoho q kr td bkl leetheuk” pov
    ngakak g selesai2 pas bc “Ini lah akibatnya jika kau masih melajang hingga saat ini” beuuh buruan nikah onn mumpung loe expayet *ups*diinjek*
    wowowowo dipanggil “Ahjussi” pula si rae na umur brp sie kepaut jauh y ma leetheukoppa.
    wah si Jung jin rugi tuh telah menelantarkanmuh eun kyo onn!!
    “Wanita itu tempatnya salah, jadi kau harus benar menyikapi masalahmu.”
    wah ngenak bgtzzzz diotakQ!!
    wowowo sepertinya nie cinta bakalan ribet y g sie onn,
    huweeee q k dag dig dug y penasaran dengan kelanjutan crtX hehehehe
    lnjt kpart2^^
    kakak tertua SARANGHAE
    *umin manyun*
    ayank SARANGHAE JEONGMAL SARANGHAE *ngakak*

    • nado saranghae adik ketigaaaaaaaaa
      akhirnya datang juga ini anak sarap satu….
      huwaaaaaaaaaa aku malah suka bikin dia jung soo POV drpd teuki POV….
      kaga tau knpa… aku lbh suka dia apa adanya drpd jd teuki yg genit….
      terpaut brapa taon?? 7 taon… iya ga Na???

      hahay…. aku lagi mabuk Minna Couple bikinan aku sendri… aneh kan??? aneh emang diriku ini….
      wanita tempatnya salah, bnr kan??? kita harus benar menyikapi masalah kita… harus…
      wanita itu… jika kita pengertian laki-laki bilang itu tidak perhatian…
      tapi saat kita perhatian mereka bilang kita terlalu ribet dan cerewet, nah loh? mknya dblg wanita itu tempatnya salah…
      hati2 bertinadak sygku….
      rajin-rajin kesini…
      dag dig dug eangnya kamu bedug apa??

      • hahaha aah kau pst cmbr kakak tertua kalau si abang genit2 gt #plakk
        7thn hem pantas pnggl ahjussi *ditimpuk*
        MINNA couple nah q malah sk onn, g aneh k^^
        *menghbr.com*
        BETUL, BENAR ALL RIGHT
        wanita tmptnya slh, q bgtzzz wkwkwkwk
        q bakal jd reader tetap onn tenang saja kakak tertua sayang
        pii yg sbr y nunggu coment sy coz sy bcnya super amat terlalu ngesot.
        bedug magrib amat sangat sy rindukan onn pd siank bolong hahaha
        dah ah q mau bc part 2

      • ne? reader ttap?? huweeeeee tp jgn kecewa kalo tb2 aneh ceritanya…
        aku kan mod2an… hohohohohohoho
        iya aku jg suka MInna kopel….
        oke lah kalo begtu… kalo oarang nunggu lanjutannya
        aku akan nunggu adik ketigaku ini, okeh???
        aku lg dapet… yey yey yey….
        sehati kan sm asty? barengan dapetnya…

  9. Mianhamnidaaa~
    sbnar’a udah bca part ini dri bbrpa hari lalu, tp karna wktu itu op ak erorr ga bisa coment dwh ==’a

    Oiaa. .eonnie~ *sksd xp* naneun Pity aka Kim Eun Cha ^^’v
    ff’a bgus eon, tulisan’a rapi n mudah dmengerti.
    Itu. . .itu~ si Minna. . .wkwkkk *minta djambak na*

    eon ak kabur ke part 2 dulu yah, ntar coment yg panjang dwh. hihii. .kata’a ada Piton kopel nee ?? Aaaaa~ Bang Jiiiin~~~ *brb ke part 2*

  10. pandangin putu teukpa dah eon *jadul*
    ato liat vid teukpa, ato dengerin lagu, ato rusuh aja dah itu si na biar dpt pil bwt nulis *minta ditabox na*
    ntar aja eon nulis’a klo mud’a udah balik, ak setia nunggu ko’ <~~ siapa lupit ?? Hahaa ^^'v

  11. ngakak baca partnya Leeteuk wkwkwk~
    Eunkyo kenapa harus terjebak cinta sama laki-laki ngga bagus itu u,u

    ffnya bagus~ waktu itu aku pernah baca yang model kaya ginian, tapi yang aku baca yang ngejual itu bapaknya sendiri, dia di jadiin wanita malam -3- semoga ini ngga berakhir seperti itu, Eunkyo pasti bisa nyelesein masalahnya u,u

    • ada yang model beginian? hahahahahahaahaha, g sama kan? aku g tau itu ff… ini terinspirasi dari filem korea yang aku suka banget… dalem banget… engga sm si, dsana cwenya jd pelacur, bukan seperti ini. ga mirip sm sekali sm ini ff, cmn aku terinspirasi aja, haduh, tau ah, g sama tapi ko terinspirasi, aneh kan? hahahahahahaha, aku juga bingung…

  12. Annyeooonnnggg..
    Onniiee akuu dataaanggg *ga ada yang ngarep*
    onnie, this is me rheiza, yeoja tercantik terimut termanis sedunia sepanjang abad dan sejagat raya..haha
    onnie, sumpah deh..ini mirip bgt kya aku sama ade aku..wkwk
    aku ngarep banget bisa kaya raenaaa…ktmu jungsoo di haltee…
    Hahahaha
    aduh onnie, aku baru nemu blogMu beberapa hari yang laluu…dan ini komen pertama aku !! Ckck
    aih, ni ff seru onn..tp ad sdikit typo onn..aku juga lupa dimananya..kalo ga salah yang kata ‘pilihan2’ gtu deh..
    Udah dulu ya onn..
    Sekian komen dari aku..
    Dadaaahhh…
    By : Yeoja manis pilihan park jungsoo .

    • yak yak yak yak! wanita paling cantik takdir park jung soo itu aku…. km bukannya sm si setan ituh? hah? enak aja pilahan jung soo… km kekecilan… *plak*
      bnr ga si km sukanya sm kyu? waduh amnesia ini aku, atau bukan ya???

      bagus deh kalo km suka, km dapat feel nya… terima kasih sudah berkunjung syg… muah muah… tp jung soo dsini milikku, hahay… km milikinnya dalam mimpi saja… *emangnya aku g dalam mimpi apa?*
      sering-sering kesini ya… kita kan sukanya samaan ya? suka teuki… sering2 kesini yah… muah muah…

  13. haha banyak kali onn yang ff setipe, banyak juga yang terinspirasi, tapi kalo ngejiplak mah ngga dapet feelnya buat diri sendiri-_-
    kalo ngetik sendiri kan kadang-kadang kita ngemeteran, degdegan, panas dingin dan lain-lain hahahaha

  14. annyeong… aku reader baru di blogmu.. aku tahu blog ini dari temanku..

    hemmm.. aku baru baca setengahnya tpi udah langsung buat kesimpulan that this fanfiction is DAEBAK!!
    oke, aku mau lanjut ke part selanjutnya ==>

  15. Oenniiii… Ff’y kren, aq ska..
    Cerita’y seru trus ada lucu’y jga…
    Itu yg ktemu sma eunkyo d halte bus halmoni’y jung soo oppa y?
    Trus yg hampir nabrak eunkyo kyk’y jungsoo oppa tuh… *sok tau mode on*:-P
    lnjuut k part 2..

  16. Annyeong eonni..
    Aku reader baru..
    Salam kenal !!! (• ˆ⌣ˆ •)
    Aku suka FF eonni yg inii
    Seruuu bangeeetttt
    Main cast nya jungso lagi
    ˆ⌣ˆ
    Kayaknya tentang marriedlife yaaa
    Ga sabar baca lanjutanya
    \(^▿^)/
    Fighting eoon !!!

  17. Annyeonghaseyo.

    Nicky imnida.19 y.o.
    Aku new reader disini mohon bntuanx unnie. …
    Sbnerx bingun mau comment apa? Cz aku suka semua ff yg brhubngan sama jungsoo oppa. .
    Aku baca ff ini udah smpe part 4. ._ngebut bacax_hoho. Sekian bow.

  18. eoniee
    Akhirnya aku start baca ini dr awal
    Jdi crtanya eunkyo djadiin jaminan sma jung jin y?
    Eh raena itu gemukan apa kurus ya eon?

    Makasi bgt pw nya ya eon
    Hehe

  19. itu pasti yg ktemu nenek.a teuki, eun kyo, bnerkn?

    trz yg hmpr mw nbrak eun kyo jg teuki? benerkan?

    wah aku curiga, pasti ntr ada kesepktn antr eun kyo sm teuki.

  20. omaigaaat… itu siapa yg ditumpangi eunkyo buat minta 1juta won? O.o sepertiny jung soo fufufu *asalnebak*
    ckckck gilaa parah ni yeoja #plak makanya kalo cinta jgn terlalu buta (?)

  21. Eonni!!!!
    Kemarin Eonni sms kalo FF yg ultah teukppa udah di publish. Haha aku bingung karena belum baca dari awal. Jadi sebelum baca yang MLT side story, aku ubek2 deh blog Eonni. Dan finally~ MLT part 1aku udah baca haha maklum Eon aku masih reader baru, hehe *cengengesan*

    Eonni! MLT part 1 nya aku suka banget!!! *telaaaat
    Itu Eonni minta uang ke siapa? Langsung masuk aja ke mobil org yg ga dikenal? ==”
    Penasaraaaann >,<
    Oke deh Eon, mau lanjut baca dulu~

  22. hallo ny park ktemu lg ma reader bru,wah bnar kt mbah google ff mu ini msuk category terfavorit,trnyata memang menarik critanya,lanjut bc dulu ya ny park..by..by..

  23. wah seru seru onn!
    rekomen yg amat sngat bgus!
    emm,jngn2 ahjushi yg ampir nabrbk Eun Kyo tu Jung So oppa ya?
    dan bgmnkh klanjutan crtx?
    mari qt lanjutkan ke part brktx!hahaha*ktwaEvil
    Q lngsng lnjt y onn,dh pnasaran!

  24. annyeong aku reader baru
    banyak masalah ni. inti nya krn uang semua jd hancur
    tega bgt pacar nya eunkyo, minjem 1 juta won tp gak tanggungjawab. ckckck

  25. Gag tw knp. . d part ini eunkyo nya blum trlalu eksis y. .
    wuaahhh. . n bru kali ini aq nemuin blog yg isinya c ajjushi leeteuk. . ^^
    suka bgt alur critanya. . pasti complicated. .
    itu eunkyo mabuk y. . ngeracau g jelas. .
    jgn2 yg d mobil itu jung soo y?
    wuaaah. . ayo cabut k part 2
    ngilang *tring*

  26. annyeong eonni.😉 aku reader baru.
    pertama kali buka blog ini langsung baca ff teukyo yang ini.
    seru eonni konfliknya dapet. apalagi eun kyo yang dikejar-kejar rentenir.
    aigoo kasian banget itu eun kyo sama rae na nya eonni. sini-sini aku bantuin bayar *buka dompet, di dompet cuma ada 5ribu*
    itu halmeoni yang ketemu sama eun kyo itu feeling aku sih halmeoninya jungsoo?! *sok berfikir sambil ngelus-ngelus dagu* benarkan eonni??
    terus itu siapa yang mau nabrak eun kyo??
    penasaran nih sama part selanjutnya. aku lanjut baca ya eonni.
    istri kyuhyun pamit. annyeong eonni *hormat bareng kyuhyun*

  27. Annyeong,,, q new reader nih.. G sengaja ktmu ni blog, eh paz bc ni ff kynya seru deh critanya.. Teukppa kasian bgt sih mpe segitu d paksany d suruh nikah. ^^

  28. annyeong ku new reader dwp ini
    ku sich udah lama muncul dwp ini,cuman aku belum sempet buat baca” ff dsini.ahh iya slam kenal buat author yg buat ff.ff’y bagus cerita awal’y udah disuguhin sma konflik yg menarik.ahh…cuma lucu ajj ngebayangin rae na manggil leeteuk pake kta ahjushi…hahaha
    coba klo nyata ya pasti teukie udah marah abiz tuh dipanggil ahjushi kyk gitu…
    yasudalah mau baca next part ajj….annyeong…~

  29. eonnie FF Teukyonya daebak abisssss. cinta emank buta, sayank kalo utang ga ikutan buta.hehehehehee……untuk teukie yang dibilang ahjussi……. lanjutttttt ah baca part selanjutnya. gomawo eonnnnnn.

  30. eonni….
    #clingak clinguk# lhoo jejakq mana??yaahh eonni jgn di lap jejakku..!!(wkwk..gila q..)
    dua kata yg ingin ku ucapkan”saranghae eonni”(ga ad yg cemburu kan??haha q yeoja kok)😀
    q suka bgt ma ff buatan eonni,
    pertama q tw tu dri baca ff can’t stop dri korean nc.,waahh kereen kata2na suuka bgt dahh,tak obrak abrik tu komen2na akhirnya nyampe di roman teukyo..
    mlt ni ceritana menarikk jaddi penasaran trs..
    mw bacaaa part berikutnya ya eonni..”peeermissiii”
    (in komen pertamaq..mianhae klo ad kata2 yg aaneehh)hehe..
    hwaitiingg..trs berkarya eonni!!

  31. Huwaaaa…minho~yaaaaa…aku padamuuuuu…
    Eiiiiyy…keknya ceritanya cute y eon…#pdhl br baca 1 part
    heheee…sotoy deh gue…
    Huwaaaa…ntu nyang namanya jungjin sekate2 amat sich ama cewk…aku bejek2 jg deeehhh…
    Aish…kyo eon…ngapain mabok2an…mana ntu ahjussi siapa…???andwaeeee…

  32. annyeong jea won imnida… reader baru salam kenal:-))
    uda beberapa hari tau blog ini tp belum sempt baca ceritanya bgs mau lnjut dulu biar ngerti…

  33. kyaaa teuki jadi pengusaha?oppa boshida..neomu johayo*cium*

    haduh hidup mereka susah banget y..
    kacian,eunkyo d hianatin pacarnya..junjin nappeun!!

    keke~ raena lucu..masa nawarin nikah ama eonninya k org baru d kenal..

    mwoya..namja yg mau nabrak eunkyo siapa??teuki bukan sih?penasaran ><

  34. aku kira cast utama.a minho dan raena…
    Malangnya nasib dirimu nak *nunjukeunkyo* udah utangnya banyak eh mergokin pacarnya selingkuh di restoran mewah… *poor eun kyo*
    jangan….jangan…. *backsound*
    uang yang 1 juta won itu buat traktir selingkuhannya jun jin….

    Nenek yang ngomong sama eun kyo di pinggir jalan itu neneknya teuki ya? Makanya nenek teuki bilang punya pilihan yang baru dikenal yang katanya cocok buat teuki…

  35. yaampun gubrak banget sm omma nya jungsoo sama rae na, cocok mereka bawel kak.kekeke
    itu awalnya yang di buss sm rae na aku kira kyuhyun, taunya minho ya. Padahal udah ngebayangin si kyuhyun.

    Ini pacarnya eunkyo junjin ya, aku keinget junjin shinhwa masa -.-

    si jungsoo ini harus ekstra sabar di teken gitu sama ommanya sendiri, tapi buru2 nikah sm eunkyo dong :p

  36. Konfliknya lucu…hehe

    sempet tau ni ff n kata org2 ni ff keren abis jadi penasaran pingin baca..

    banyak amat y partnya…its ok,siap2 begadang ni…

  37. Eun kyo y ada di mana tuh,,, jgn2 dia dibawa sama ajjushi itu lagi,,, ajushi y tu siapa???
    kasian ma eun kyo cuma di manfaatin ma cwo y doang….
    kapan eun kyo ketemu sama jungsoo y ya???
    tancap part 2…..

  38. hayo yang dimintai uang Eun Hyo itu siapa ya??
    Jungsooka?? kalau Jong Soo maha aku seneng bangt,
    heheheheh
    si Rae na dan Minho kayak Tom & Jerry ngak akur-akurnya ya…
    kekekkekekek
    benci dan cinta itu beda tipis bagt lho… kekekekeke

  39. annyeong.. aku reader baru ^^
    nemu wp ini dri temen😀
    ternyta cerita’y seru,, bahasa’y jga baku aku suka🙂
    rae na aku ska sma sifat’y biasa’y kan cwe itu suka jaim gitu tpi dia dengan tenang’y muncul apa adanya🙂
    trus itu eun kyo kyaa orang mabuk emg ngak sdar apa” kali yaa,,lngsung aja minta uang sma yg ngak dkenal aigooo…

  40. Sepertinya eun kyo bener2 frustasi , sampai dia mabuk2an kayak gitu terus pakai ngomel2 sama orang pakai minta duit lg ,kalau orang itu orang jahat gimana? bisa repot kan

    jung jin gitu juga sih jd orang kok jangan banget

  41. Annyeong eonni ^^
    aku reader baru diblogmu. HaNi imnida ^^
    ga sengaja nemu blogmu pas lagi ngsearch gugel. ff-mu banyak banget, eonni. aku sampe bingung mau baca yg mana dulu. jadi, aku putusin baca yg ini dulu hehehee

    salam kenal ya, eonni ^^

  42. annyeong eonni🙂
    aku reader baru
    aku suka sama jalan ceritanya walaupun ada 2 pasang pemeran utama tapi ga bingung sama jalan ceritanya
    keren banget eon :))

  43. hola, fika onnie. kuharap onnie masih ingat siapa aku (emangnya km siapa? -.-). aku yg ng chat onnie lewat whatsapp, hehe. ah, ternyata resensi blog itu tentang ff nya onnie beneran. suka bacanya berasa nyaman soalnya tulisannya rapi. awal cerita jg udah bikin orang tertarik. okey, sekian mau baca next chap~

  44. annyeong, Cintia imnida~ (ga nanya)
    oh, well. ini ff saya suka, ide ceritanya keren.
    dan yg satu ini yg sselalu saya harapkan dari author manapun.
    yaitu onnie ngetiknya rapi, jadi nyaman bacanya.
    dan ga ada typo, oke sekian.
    annyeong~

  45. Money love and Trouble…tiap baca koment’n pasti reader minta ff ini cpt di lnjut…jadi penasaran..dan pas baca ternyata emng seru…
    gk sabar pngn baca next part’y…»»

  46. annyeong haseyo,, nana imnida 92 line yo…. new reader jga dsini #telatbgetwOi. . .
    bangapseumnida^^
    ommO,, aq bru ni blog, . . . ceritanya baguuusssss pke bget. . . saia suka gaya tulisan eonnie,, #pnggil eonnie g ppa kan ? critanya bkin penasaran. . .
    eonnie, ijin obok2 ? blog ini ya ?😀

  47. annyeong haseyo,, nana imnida 92 line yo…. new reader jga dsini #telatbgetwOi. . .
    bangapseumnida^^
    ommO,, aq bru nemu ni blog, . . . ceritanya baguuusssss pke bget. . . saia suka gaya tulisan eonnie,, #pnggil eonnie g ppa kan ? critanya bkin penasaran. . .
    eonnie, ijin obok2 ? blog ini ya ?😀

  48. annyeong, eonni aku tpati janjikuu buat coment yaaag…! aku mau babaaaaaad abis ni ff muu.,.,.,😉 ituuuu eunkyo udah bnr” ptus asa yaaa?? sampe segitunyaa , itu jungsoo bukan yaa?? semogaa iyaa🙂

  49. Huwaaaa.. Serius, aku pengen mukulin Jung Jin beneran.. Dia jahat sekali,, udah selingkuh ninggalin hutang buat Eun Kyo lagi. Heu~~ kira-kira Eun Kyo minta tolong sama siapa ya ?? Jung Soo kah ??

  50. Haloo eonnie,, driku dtang lgi *spa loe?* hahaha. . . .
    saia ngulang lgi bca dr awal,, coz dah lupa lupa ingat *serasa lagu* ni epeep!!
    ttep suka ma raena. . . . eun kyo,, jung soo, minho. . . *blang aja semuahny* -_-
    annyeong *lambai lambai*

  51. annyeongg ^^ aku readers baru disini yang tiba-tiba kesasar karena penasaran ma ff tentang jungsoo😀 salam kenal ya ^^

    ceritanya menarik..suka banget sama karakter rae na, walopun susah dibanguninnya..
    ckckck itu si jung jin ngeselin banget ya karakternya, manfaatin eun kyo.wah si kyo ketemu ma siapa tuh…berani banget minjem uang sama orang yang baru ditemuinnya..hahahah lucu..

  52. anyeong eon aku reader baru. .baru nemu blog ini dr rekomend temen..
    itu eun kyo udah saking putus asanyaa sampai baru ketemu orang yg belum di kenal ehh mw pinjem uang.
    orang itu jungsoo kah??

  53. Hai hai aku readers baru nih onn, salam kenal yaa..
    Ceritanya lumayan buat aku penasara onn, tokoh teuk oppa disini juga gampang buat aku bayangin. Jdinya aku suka deh sama alur ceritanya ^^

  54. eonnieee… annyeong. tachi ne~.
    akhirnyaaa bisa komenjuga disini TT. ff pertama mu yg aq baca,
    dari kmren waiting for moderation terus. TT.

    ini ceritanya awalnya aja udh complicated bgt yag, jadi bikin penasaran >>> cuuusssss

  55. Annyeong eonni,,
    Aku reader baru,,
    Dpet rekoment dr siapaa gtu ya aku gtau namanya,, yg jelas knlan dri google,, dibilang ktanya MLT ni fav nya dia
    Jdi sangat pnasaran, akhirnya dtg ksini,,
    Pas dtg, dsmbut dgn post trahir eonni yg itu,, yg pngumuman jumpafans teukyo yg dasyat itu,,,
    Bikin aku ngakaak sndiri eonni,, hahahhaha
    Baru nemu author sgokil ini,,,
    Hehehe,, ah mhian jdi curhat,,,
    Aku ijin main di wp eonni ini yaa..
    Gomawooo,,

  56. annyeong aku nung 95line reader baru disini.. salam kenal ><
    raena jd yeoja galak amat ahaha bahkan cowok sekelas minho aja d bentak-bentak wkwk tp bagus sih soalnya dia mandiri gamau ngerepotin eunkyo.. nokomen ah buat eunkyo -_- agak sebel jg sih sm dia. abis gaberani nagih utang ke jungjin😡

  57. ?kicauan merdu Halmeoni. Dia membangunkanku dengan suara khasnya, serta omelannya yang berirama, dari mulai lembut hingga keras bak sebuah lantunan puisi.. .
    Ngakak bgt baca tlisan itu? .teuki oppa ada2 saja. .
    Ini ep-ep pertma yg ane baca. .bru mngenal krktr eun-kyo, rae na. .
    Thanks for nice story. .
    Keep writing. .fighting

  58. hai thor, salam knal…
    Aq reader baru, dpet rekomandasian dr tmen, kta’a bgus jdi aq pnasaran, trz jg cast’a teuki, jdi tmbah pnasaran…..
    Aq jg prnah bca ff author d’KNC duluuuuu bgd, dan aq suka bgd itu ff…..
    Okeh dah, ijin bca sama ngubek” ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s