Love Or Idiot (Part 2)

Standar

Eun-Kyo’s POV

Mencintaimu sebuah mimpi bagiku

Aku tidak ingin terjaga selamanya

Kau terlalu dalam masuk kedalam diriku

Hingga aku tidak bisa lepas darimu

Meski dalam mimpi sekalipun.

Aku baru saja meninggalkan kota penuh kenangan itu. Terlalu berat untuk hatiku untuk tetap berada ditempat itu. masih sakit, perih itu masih ada. Luka ini belum sembuh sepenuhnya, beberapa tahun tidak melihatnya ternyata masih belum cukup untuk menata hatiku. Sedalam ini kah dia menyakitiku? Aku tidak tau, yang pasti, aku masih sesak berada ditempat ini.

Flashback

Aku sedang makan malam ditempat ini, sangat romantis. Aku sangat mencintai namja ini, mungkinkah dia akan melamarku disini? Apa yang harus aku lakukan?

“Kyo-ah…” dia angkat bicara setelah beberapa saat kami terdiam membisu. Hanyut dalam lamunan masing-masing.

“Ne?” sahutku sambil menutupi rasa gugupku. Mungkinkah?

“Ada yang aku harus aku katakan padamu Kyo-ah.” Dia berkata dengan ragu.

“Katakan saja.” Aku menjawab setenang mungkin menutupi rasa gugupku.

“Aku…” dia menggantungkan kalimatnya, hem? Dia sebenarnya akan berkata apa? Aku merasakan gelagat yang kurang baik, wajahnya berkeringat, ada sebuah beban yang terlihat di wajahnya.

“Katakan saja…” aku menghentikan makanku dan menatapnya, meyakinkkannya.

“Aku, aku akan menikah seminggu lagi.” Katanya datar.

Apa kalian pernah merasakan disambar petir? Hufh, aku tak mampu berkata apa-apa lagi, hanya membisu. Serasa disambar petir, begitulah rasanya. Ada sengatan listrik yang maha dahsyat menjalari sekujur tubuhku, berlebihan mungkin bagi kalian, tapi yang aku rasakan lebih menyakitkan dari itu. Aku hanya diam, tak berkata apa-apa dan tidak berbuat apa-apa. Ada sebersit rasa bersalah dimatanya, dia panik dan memegang tanganku.

“Kyo-ah… mianhae, mianhae” ucapnya sambil tertunduk.

Maaf? Maaf? Hanya maaf? Sesimpel itu kah? Setelah dia membuatku jatuh cinta terlalu dalam dan sekarang dia bilang dia akan menikah? Bukan denganku? Hufh, ini tidak adil.

Aku mengumpulkan segenap kekuatan untuk membuat tubuhku berdiri dengan tegak, rasanya aku merasakan sebagian tubuhku melemah, namun aku berusaha kuat. Choi Eun Kyo, aku tau aku tidak sekuat itu, tapi aku berusaha.

“Aku ingin pulang” kataku sambil membalikkan badan. Aku berusaha menahan airmataku untuk keluar. Sekuat tenaga agar tidak jatuh dan membuatku ambruk.

“Akan kuantar.” Dia bangkit dan menuntunku keluar dari restorran ini. Aku tidak ada tenaga lagi untuk menolak. Rasanya aku ingin menghilang sekarang juga.

Kami menuju jalan pulang dengan membisu. Tidak ada yang memulai sabuah pembicaraan, kami seperti orang asing yang tidak mengenal satu sama lain. Setelah beberapa saat, dia menghentikan mobilnya di tepi jalan dan menatapku penuh iba.

“Kyo-ah… aku mohon bicaralah, kau boleh memarahiku, mencaci maki, atau kalau kau mau kau boleh memukulku. Aku pantas mendapatkan itu.” Tatapan itu, aku benci tatapan itu, tatapan kasihan. Aku tetap membisu.

“Kyo-ah… mianhae, aku tau ini sangat melukaimu, tapi aku tidak bisa menghindar, dia hadir saat kau sibuk dengan studymu, aku tidak bisa menghindarinya, aku aku aku…” dia berusaha menjelaskan yang terjadi. Sejujur itu kah kau Seo Min Woo? Cih, tidak bisa kah kau berbohong sedikit saja?

“Jadi kau menyalahkan kesibukanku Seo Min Woo-ssi?” kataku tajam menatap matanya.

“Bukan begitu maksudku, aku hanya, ini semua salahku, ini salahku, bukan salahmu.” Katanya bergetar. Aku tersenyum sinis padanya.

“Cih, cinta? Sakarang baru aku sadar kau tidak pernah mencintaiku.” Aku membuka pintu dan menghentikan taksi yang melintas.

Flashback end

Tidak terasa pesawat sudah landing, aku berjalan menuruni tangga pesawat. Hufh, ada rasa lega saat aku menghirup udara disini, rasanya aku terbebas dari sebuah beban yang sangat mengganggu asupan oksigen dalam paru-paruku.

Beberapa saat kemudian aku sudah sampai di apartemenku. Aku merebahkan tubuhku, rasanya sangat melelahkan berada beberapa jam di angkasa.

Tidak terasa aku tertidur pulas tanpa melepaskan baju yang melekat sejak aku berada di Seoul tadi. Pikiranku melayang ke beberapa saat sebelum aku berada disini. Leeteuk, itu yang pertama terlintas saat aku membuka mataku kembali. Apa yang dilakukannya saat ini, hey, kenapa aku memikirkannya? Haha, lucu sekali, aku baru beberapa hari mengenalnya, kenapa aku harus memikirkannya. Namun tidak bisa dipungkiri jika kehadirannya beberapa hari ini sebagai pemanduku meski aku tidak  perlu dipandu, mampu membuat warna lain dalam hidupku. Kini warna hidupku tidak lagi kelabu, aku mulai melihat warna biru, merah, juga warna pink. Sangat lucu, aku melihat disekelilingku hanya berwarna hitam dan putih, aku bekerja siang dan malam tanpa lelah hanya untuk membuat aku melupakan namja brengsek itu, brengsek? Ini juga bukan sepenuhny salahnya, mungkin memang jalan hidupku seperti ini. Kala itu aku sangat terpuruk hingga membuat seluruh keluargaku begitu mengkhawatirkanku. Appa yang sangat keras kepala dan tidak terlalu sering berbicara denganku sampai menanyakan keadaanku secara langsung, biasanya dia hanya menanyakan keadaanku hanya pada Eomma, tapi saat itu dia menanyakannya langsung padaku. Saat itulah aku menyadari bahwa aku bukan hanya terluka tapi aku juga membuat orang yang mencintaiku disekelilingku terluka dengan keterpurukanku. Apalagi Siwon, anak yang selalu bermanja padaku ditengah kerasnya didikan Appa, dia seperti kehilangan pegangan, setiap hari selalu menyempatkan menjengukku untuk sekedar melihatku ditengah kesibukannya.

Ditengah lamunanku, tiba-tiba saja ponselku berbunyi. Saat aku melihat layarku, Min-young.

“Yoboseo?” aku mengangkat telponnya.

“Onnie-ya..” dia berkata manja.

“Ne, wae Min-young-a?” jawabku.

“Apa kau sudah sampai? Aku sangat mengkhawatirkanmu Onnie, kau tau? Siwon selalu mengirimiku pesan agar aku menelponmu. Hufh, kau tau? Dia sangat cerewet sekali jika membicarakan tentangmu.” Gadis ini, dia berbicara dalam satu helaan nafas, aigoo… dia sangat unik, pantas saja Anak Manja itu tidak bisa menolaknya. Aku hanya tertawa mendengar dia berbicara panjang lebar.

“Onnie, gwaenchana? Kau dari tadi hanya tertawa saja.”

“Ne, Min-young~a, kau yang tidak berhenti bicara.”

“Onnie, nanti aku telpon lagi, Simbamu sudah kembali.” Dia seperti bergegas dan menutup telponnya. Aku masih tersenyum mengingat kejadian tadi. Gadis itu, baru beberapa hari aku mengenalnya tapi seperti mengenalnya lama.

***

Aku membawa berkasku dengan susah payah, aish! Aku terlambat hari ini. Aku ada presentasi beberapa menit lagi dan aku masih berada dijalan.  Setelah penuh perjuangan aku sampai juga dikantorku. Aku adalah seorang disainer disebuah perusahaan mode di Paris, dan beberapa hari lagi aka ada acara pagelaran seni, dan jika ingin karyaku juga ikut meramaikan aku harus berhasil kali ini.

Aku melangkahkan kaki dengan senyum yang mengembang diwajahku, akhirnya karyaku bisa juga ikut dalam pentas itu, haha, kerja kerasku akhirnya terbayar. Appa dan Eomma serta Siwon tidak perlu mengkhawatirkanku lagi disini, memang tidak bisa dikatakan sukses, namun ini mungkin adalah awal yang bagus untukku.

Aku sekarang lebih sibuk dari biasanya, desainku harus selesai secepatnya. Hufh, ternyata sangat melelahkan mengerjakan semua ini, belum lagi aku sangat mencemaskan hasil karyaku apa akan disukai oleh orang lain? Ah, disukai atau tidak itu urusan nanti.

Teuki’s POV

Aku pulang ke dorm dengan perasaan tidak menentu. Sementara jadwal semakin padat, namun pikiranku juga semakin kalut. Choi Eun-kyo. Sebuah nama yang detik ini saat dia melangkahkan kaki meninggalkan kota kelahirannya mampu memporak-porandakan sistem kerja otakku. Ingin rasanya aku menghentikan langkahnya saat dia beranjak pergi. Tapi anggota tubuhku saat itu mengkhianati perasaanku. Aku mematung terpaku menatap punggungnya perlahan pergi. Jika saja Siwon tidak menepuk lenganku, mungkin aku akan mematung lebih lama.

Beberapa hari kulalui dengan hampa. Eh? Hampa? Sejak kapan? Entahlah, aku juga tidak tau sejak kapan aku merasa seperti ini. Sejak bertamu dengan gadis itu? Mungkin. Ataukah sejak dia meninggalkanku beberapa hari yang lalu? Aku tak tau pasti.

“Hyung, kau terlihat kacau, apa kau baik-baik saja?” sebuah suara mengangetkanku. Kepala besar itu, selalu saja ada yang dilakukannya untuk mengagetkanku, dasar aneh.

“Ani, gwaenchana.” Aku berusaha merapikan meja yang tanpa sadar telah berantakan dibuatnya.

“Jinjjayo? Kau sering tidak konsentrasi Hyung, katakana saja.” Dia menyahut tanpa menoleh padaku.

Pikiranku masih melayang ke beberapa hari yang lalu saat aku bersamanya. Menemaninya ditengah kesibukanku. Gadis yang aneh, mau saja kuajak berjalan ditengah malam buta di tepi Sungai Han.

***

Siwon terlihat sangat antusias dengan kepergian kami ke Paris. Begitu juga seseorang yang kami selundupkan dalam penerbangan ini. Choi Min-young. Gadis itu sangat antusias saat diajak ke kota pusat mode dunia itu. mereka bilang itu adalah sekalian bulan madu mereka, cih, membuatku iri saja. Meskipun tidak bisa kupungkiri ada letupan-letupan kecil terjadi dalam tubuhku saat melakukan perjalanan ini. Aku terhnayut dalam duniaku sendiri. Akankah aku akan bertemu dengannya lagi? Apa takdir akan berpihak padaku? Entahlah, semua akan terjawab saat aku berada disana.

Aku terjaga dari tidurku setelah beberapa jam lalu aku tertidur dengan pulas diatas awan. Hufh, melelahkan sekali. Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur ukuran besar, ah, rasanya tulang-tulangku sudah ingin lepas dari engselnya. Dan kami harus tampil, ah padahal aku sangat lelah, tapi aku harus menampilkan muka ceria demi sebuah profesionalitas. Sayup-sayup aku mendengar Min-young berbicara dengan seseorang, tetapi hanya satu arah, aku melangkah menuju balkon, yah, Min-young ada di balkon sebelah, dan aku mendengarnya menyebut Kyo Onnie. Kyo Onnie? Choi Eun-kyo? Aku menajamkan telingaku.

“Onnie… bisa kan?”

“Onnie-ya.. kau harus menontonnya bersamaku…” dia merengek.

“Aku tidak mau tau, pokoknya harus lihat! Kalau tidak malam pertama setidaknya malam kedua.”

“Onnie ada pentas? Dimana? Sampai jam berapa?”

“Tapi bisa kan? Iya kan?” aish! Dasar gadis ini.

“Baiklah, aku menunggumu, langsung saja ke kamarku, aku merindukanmu, bawa aku jalan….” Apa tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan selain merengek seperti itu? bagaimana kalau Eun-kyo sibuk?

“Sekaranag? Ani, aku tidak lelah, batetaiku terisi penuh!” serunya penuh semangat.

Sekarang? Maksudnya Eun-kyo akan kesini sekarang? Ah, bagaimana ini? Bagaimana aku bertemu dengannya lagi? O? bertemu dengannya? Apa aku akan bertemu dengannya lagi? Bisa saja kan tidak bertemu. Dia langsung pergi dengan Min-young dan tidak bertemu denganku kan bisa saja. Tapi aku berharap bertemu dengannya. Melihat wajah itu lagi.

***

Aku memakai pakaianku setelah tadi memanjakan tubuhku yang hampir remuk di dalam kamar mandi dengan aroma terapi. Tiba-tiba saja aku mendengar kegaduhan lagi di balkon sebelah. Suara tawa itu pasti Min-young, tapi siapa suara wanita yang lain. Aku menajamkan lagi telingaku, lama-lama aku bisa gila. Eun-kyo kah? Tiba-tiba saja kakiku melangkah ke kamar sebelah tanpa persetujuanku. Tanganku mengetuk pintu kamar itu, pintunya terbuka, Nampak wajah siwon yang kebingungan.

“Ada apa Hyung?” tanyanya penuh kerutan di dahinya.

“Ah, aku aku aku aku, aku boleh pinjam sisirmu? Aku lupa bawa sisir.” Aku menjawabnya gelagapan, dan kata itu meluncur begitu saja dari mulutku. Aku menoleh ke balkon, seperti mendapat angin segar, meneguk air ditengah dahaga, aku melihat wajahnya tersenyum. Dia memakai kaos kebesaran sampai lutut dan jeans ketat membalut tubuhnya, sangat manis.

Tiba-tiba saja dia menoleh padaku, membuat wajahku memanas seketika, dia terlihat bingung sesaat kemudian mengembangkan senyumnya.

“Annyeonghaseyo Oppa.” Dia membungkukkan badannya.

“Annyeong..” aku menjawabnya sambil menahan gemuruh didadaku. Aigoo… kenapa aku tiba-tiba seperti ini? Ini diluar kewajaran, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Daya tariknya begitu kuat hingga aku tak mampu menghindar. Bagai magnet dia menarikku ke dunianya.

“Onnie, kita jalan-jalan sekarang saja, bagaimana?” Min-young angkat bicara. Siwon mengangguk mengiyakan. Sedangkan Eun-kyo hanya tersenyum.

“Apa kalian tidak lelah?” dia menatap kedua saudaranya itu.

“Ani, benarkan Yeobo?” Min-young mengerling nakal kea rah Siwon.

“Bagaimana kalau kita pergi berempat saja?” kali ini Siwon yang bicara.

“Bagaimana Hyung?” aku tersentak mendengarnya.

“Ah, ne, terserah kalian saja.” Sahutku.

***

Kami berkeliling menyusuri jalanan kota Paris yang begitu mempesona. Tata letak kotanya begitu menakjubkan! Tempat-tempat bersejarah, sebuah kota yang sangat indah. Tapi tidak seindah wanita yang berjalan disampingku. Kami terdiam beberapa saat sampai akhirnya dia angkat bicara.

“Oppa, kalian akan konser?” tanyanya mencairkan suasana. Kini kami berpisah dari pasangan bulan madu itu. menyebalkan sekali melihat mereka

“Ah, ne, kami akan konser disini dengan beberapa Artis lain satu manajemen denganku.” Jawabku tak berani menatapnya.

“Oh.” Jawabnya singkat. Kami kembali berada dalam situasi yang sulit dijabarkan dengan kata-kata. Untung saja disini tidak terlalu banyak yangmengenaliku, jadi kami hanya terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan, bukan terlihat seperti seorang superstar berkencan. Kencan? Hey, apa ini sebuah kencan? Entahlah, yang pasti aku senang berjalan didekatnya.

Setelah mengantarnya pulang, aku kembali ke hotel. Pasti sudah banyak yang mencariku. Aku terlalu senang bertemu dengannya hari ini, hingga melupakan latihanku. Aish, sepertinya gadis itu mempunyai mantra hingga aku lupa segalanya. Aku menghela nafas saat beberapa member mengomeliku. Aku, aku adalah seorang leader, tapi sekarang aku ang tidak tepat waktu.

Eun-Kyo’s POV

Malam ini mereka tampil, hufh, jika saja tidak berbenturan dengan jadwalku, aku pasti sudah berada dibarisan paling depan. Ini pertama kalinya Siwon konser ditempat aku berada. Aku tidak pernah sekalipun melihatnya berada diatas panggung, meski dia selalu memaksaku untuk menonton, tapi aku juga bersikeras untuk tetap berada dirumah dengan selimut. Tapi sekarang aku benar-benar ingin melihatnya. Benar-benar ingin melihatnya? Apa yang kau maksud ingin melihat Siwon Park Eun-kyo? Benarkah? Melihat Siwon kah? Atau melihat orang lain?

Aku memperhatikan beberapa model yang tinggi semampai itu mengenakan beberapa gaun hasil karyaku. Ah, aku sangat bangga. Bisa tampil dengan beberapa Designer terkenal ada rasa tersendiri. Ini batu loncatan yang sangat tidak diduga. Hufh, melelahkan juga menegangkan. Tiba-tiba saja seseorang mengejutkanku.

“Miss Asia, jangan melamun!” Michelle mengejutkanku dengan suara cemprengnya ditengah riuhnya dentuman music yang mengiringi super model itu melenggok diatas catwalk.

“Ck, kau mengejutkanku!” aku mengomelinya.

“Wajahmu terlihat jelek jika cemberut seperti itu.” dia tertawa kencang, hingga membuat orang yang berada disekitarku menoleh padanya. Aku langsung menutup mulutnya dengan tanganku. Anak ini, dimanapun selalu menjadi perhatian orang lain dengan suaranya.

“Aku dengar ada beberapa artis Asia sedang konser, kau kenal mereka?”

“Ha, aku mengenal mereka, memangnya kenapa?” aku menoleh padanya.

“Bukankah yang aku dengar mereka mempunyai wajah yang sangat tampan?” anak ini membuatku hilang konsentrasi.

“Apa kau mau menontonnya? Silahkan saja.” Aku memperhatikan seorang model memakai rancanganku. Aku tersenyum melihatnya.

“Tapi tidak seru jika kau tidak bersamaku.”

Aku memberikan tatapan tajam padanya, seolah mengatakan jika-kau-berkata-sepatah-kata-lagi-aku-akan-membunuhmu. Dia langsung terdiam.

Akhirnya acara ini selesai juga. Hari ini sangat melelahkan, akan ada dua hari lagi baru aku bisa santai. Aku sudah berada di apartemen sekarang, sudah berpakaian rapi untuk tidur. Tiba-tiba saat aku ingin memejamkan mataku ponselku berbunyi.

“Noona, kenapa tidak datang? Kau sangat menyebalkan.” Siwon, maafkan aku.

“Mianhae Siwon-ah.. aku kan sudah bilang aku tidak bisa datang tapi akan aku usahakan.” Aku membela diri.

“Pokoknya besok kau harus menontonku!” sambungannya langsung terputus, aigoo.. anak ini, sepertinya benar-benar marah. Aku hanya menghela nafas. Maafkan aku Choi Siwon.

***

Pagi ini hariku diawali dengan sebuah kebingungan, hufh, aku bingung harus menghadiri acara apa, acaraku sendiri atau datang ke konser Siwon. Ah, aku mengacak rambutku sendiri. Michelle memperhatikan tingkah lakuku dan terdengar di telingaku dia sedang cekikikan melihatku.

“Apa?!” aku menatapnya tajam.

“Apa kau sudah gila? Hah? Hahahahahahaha, aku baru tau jika kau juga bisa menggila seperti itu.” ck, Michelle adalah teman pertamaku disini. Dia berasal dari USA, kami sama-sama mencari peruntungan disini, itu yang membuatku sangat akrab dengannya, dia juga gadis yang menarik, kami saling melengkapi.

“Apa masalahmu? Ayo ceritakan padaku.” Tiba-tiba saja dia sudah berada disampingku.

“Aku lagi bingung.” Jawabku sambil menggigit ujung pensil yang ada ditanganku.

“Kau ini sangat jorok, pensilmu penuh dengan gigitan.” Dia melepaskan pensil itu dari mulutku. Aku menoleh padanya.

“Aku bingung, Siwon menyuruhku menonton konser itu, tapi bagaimana dengan malam ini.” Aku cemberut menatapnya.

“Siwon? Who’s he? Kau belum pernah menceritakannya padaku.” Dia langsung membalikkan tubuhku menghadapnya.

“Dia, dia adikku. Ah, tepatnya dia adik angkatku, keluarganya mengadopsiku saat aku masih bayi.” Aku memang tidakk pernah mengungkit masalah keluargaku padanya, dia hanya tau aku melarikan diri kesini karena patah hati.

“Jadi adikmu seorang artis?” dia membelalakkan matanya karena terkejut.

“Kau! Kau! Kenapa baru mengatakannya sekarang?!” Michelle nampak shock mendengarnya.

“Kenapa baru mengatakannya sekarang jika kau punya seorang adik seorang artis terkenal?” dia tidak berhenti berteriak.

“Diam kau! Kau bisa membuatku tuli.” Aku melanjutkan menggambar dengan pensil setelah aku merebutnya dari tangan Michelle.

“Hei, jika kau mempunyai adik seorang artis, kita bisa memakainya untuk pagelaran kan? Bagaimana? Siwon? Aku pernah melihatnya di suatu majalah, wajahnya lumayan, meski sangat Asia, bukankah sekarang lagi demam Asia? Tubuhnya juga sangat proporsional, kita bsa memakainya untuk model kita, bagaimana?” dia berkata penuh antusias.

“Jangan bercanda!” aku memukul lengannya.

“Aku tidak bercanda, kau belum tau kalau Madam Julie lagi demam Asia? Itu bisa menguntungkan untuk kita.” Michelle tersenyum licik.

“Kau kira mudah mengontrak mereka? Mereka mempunyai jadwal yang gila. Siwon? Apalagi Siwon. Dia sedang sibuk dengan aktingnya, tidak bisa diganggu.”

“Yah, siapa tau, kau kan saudaranya? Tidak mungkin dia menolakmu.”

“Haha, menolakku? Dia sedang marah padaku karena tidak ada saat dia konser disini.”

“Ah, itu bisa diatur.” Dia langsung melenggang pergi meninggalkanku.

***

Haha, Michelle memang jenius, entah apa yang dia katakan dengan Madam Julie, wanita paling killer yang memegang perusahaan tempat aku bekerja. Dia sebenarnya orang baik, hanya saja dia tidak bisa menerima sebuah kegagalan dan terlalu perfeksionis, pantas saja tidak ada lelaki yang mendekatinya.

Aku berada dibarisan VIP ditengah keriuhan konser. Ada yang berteriak-teriak, ada yang memanggil-manggil salah satu nama, aish! Mereka berisik sekali.

Siwon menatap padaku, dia menangkap sosokku, aku melempar senyum padanya. Dia membalasnya dan melambai padaku. Sepertinya menontonnya meski riuh, tidak begitu buruk. Mereka sangat energik dan menghibur. Ada saja tingkah mereka yang menciptakan teriakan membahana dimana-mana. Mereka memang mengagumkan. Tiba-tiba saja mataku seperti terhipnotis memandang sosok yang berada diatas sana. Dia terpaku sejenak menatapku, hanya senyum yang mampu aku ukir diwajahku. Leeteuk Oppa.

Teuki’s POV

Dia berada disini. Aku langsung membeku sejenak melihatnya, dia tersenyum padaku, aku tersipu malu. Kenap dia harus melihatku dalam keadaan seperti ini? Aish! Harusnya Donghae yang berada diposisiku. Berpakaian layaknya Beyonce, aigoo… ini sangat memalukan, aku melihatnya tidak berhenti menatapku. Membuatku malu saja, berhentilah menatapku Kyo-ya… kau bisa membunuhku dengan tatapanmu. Ck, tidak ada pilihan lain, aku harus professional.

Akhirnya acara ini selesai juga. Aku berada dibalik panggung. Aku melihatnya sedang berbincang-bincang dengan Siwon.

“Noona, terima kasih telah hadir, aku sangat senang.” Terdengar sayup-sayup Siwon berkata dan memeluknya.

“Kau harus membayarku, aku sudah meninggalkan pagelaran seniku!” wajahnya cemberut, aigoo.. dia sangat manis saat cemberut.

“Arasseo, aku akan membayarnya. Besok malam aku akan datang ke acaramu, bagaimana?” siwon bergelayut manja dilengannya, omo, aku baru tau, simba juga bisa sejinak kucing. Aku melihat Eun-kyo menyodorkan sesuatu pada Siwon.

“Aku harus pulang, ini sudah larut Siwon-ah.” Dia pamit pada Siwon. Aku menatap kepergiannya.

“Hyung, kenap diam saja? Tidak menyapanya?” siwon menggamit pundakku, membuyarkan lamunanku.

“Ah, siapa maksudmu?” aku berusaha menutupi keterkejutanku.

“Ck, kalian ini, sudahlah. Susah berbicara dengan orang seperti kalian.”

***

“Hyung, apa kau ada acara malam ini?” lagi-lagi Siwon membuyarkan lamunanku.

“Ani, wae? Semua persiapan pulang sudah beres, waeyo?” tanyaku dengan dahi berkerut padanya.

“Kalau kau ada waktu, tolong wakilkan aku untuk menghadiri pagelaran seni.” Dia menyodorkan undangan padaku.

“Aku..” aku sebenarnya malas untuk pergi aku ingin istirahat.

“Noona pasti marah jika aku tidak menampakkan batang hidungku, sampaikan padanya aku tidak bisa datang karena Min-young sangat kelelahan.” Dia  berlalu tanpa meminta persetujuanku. Noona? Noona?! Maksudnya noonanya? Itu berarti… Eun-Kyo? Senyum sumringah langsung menghiasi wajahku.

Aku akan melihatnya lagi. Aku terlalu bahagia. Sangat bahagia. Sepanjang jalan aku tidak berhenti tersenyum, sampai supir taksi yang sedang membawaku ikut tersenyum. Aku tidak bisa bahasa inggris apalagi bahasa perancis, aku hanya menyodorkan undanagn itu padanya dan langsung meluncur.

Aku memasuki hall tempat acara itu digelar, sangat mewah, aku langsung duduk dibangku yang kosong. Melihat sekelilingku,mencari sosoknya, aku tidak melihatnya. Padahal rasa rinduku sudah mencapai ubun-ubun. Rasanya kepalaku mau pecah, selain disini sangat ramai, bayak para reporter dan mungkin saja para orang-orang hebat dalam hal seni berkumpul disini. Hufh, acaranya sangat mewah, dan dia kemarin malam meninggalkn acara ini demi Siwon? Begitu sayangkah dia dengan anak itu? tiba-tiba saja rasa tidak nyaman menghampiriku, sebuah rasa, aku sulit menelaahnya, cemburukah? Mwo? Cemburu? Aku bukan siapa-siapa mengapa mesti cemburu, lagipula mereka kan kakak beradik, aku tidak masuk akal, cinta? Cinta kah yang membuatku berpikir tidak rasional? Ck! Park Jung-Soo, kau terlalu berlebihan. Tapi sepertinya aku memang benar mencintainya.

Setelah beberapa lama menunggu, dia akhirnya muncul juga diatas panggung, tampil bersama beberapa model cantik. Mereka sangat tinggi, dia berada ditengah-tengah boneka Barbie, gadis blonde menemaninya berdiri diatas catwalk. Meski orang-orang disekitarnya luar biasa cantik tapi gadis oriental yang mungil berdiri ditengah menurutku lebih mempesona. Sangat mempesona hingga rasanya oksigen tiba-tiba menghilang disedot auranya, aku sulit sekali bernafas!

***

Acaranya telah selesai, aku harus menemuinya, aku harus menyampaikan pesan Siwon. Jika tidak anak itu akan marah. Aku menghampiri seorang gadis bule.

“Excuse me, Cho Eun-Kyo, where is she?” astaga, bahasa inggrisku sangat berantakan, semoga saja gadis ini mengerti.

“Follow me.” Dia membawaku ke belakang. Aneh, apa dia tidak takut aku berbuat jahat padanya atau pada Eun-Kyo? Bisa saja kan? Bisa saja kalau orang itu bukan itu. dia benar-benar mengantarkanku pada Eun-Kyo. Eun-Kyo terkesiap melihatku.

“Oppa! Kenapa berada disini? Kau bersama siapa? Hey, mana Bocah tengik itu?” dia berkata setengah berteriak, tidak ada yang memperhatikan kami, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Lagipula Eun-kyo berkata dalam bahasa yang tidak bisa mereka mengerti. Akhirnya kau menemukan orang yang mengerti ucapanku, aku seperti terlempar ke mars berada disini. Tidak satupun kata yang aku mengerti.

“Siwon tiak bisa datang, dia bilang Min-Young sangat kelelahan. Dia juga menitip maaf padamu.” Aku membungkuk padanya.

“Oh, begitu, jadi dia menyuruhmu kesini? Aish! Anak itu memang kurang ajar.” Dia mendesis pelan.

“Gwaenchana.. aku suka melihatmu disini, kau hebat.” Aku mengacungkan jempolku padanya. Akhirnya suasana tidak sekaku dua hari yang lalu.

“Ah, Oppa, kau berlebihan.” Dia memukul lenganku.

“Ayo kita minum sebentar.” Dia menarikku ke sebuah kafe.

Eun-Kyo’s POV

“Miss Asia, kau dipanggil Madam Julie?” tepukan ringan Michelle dipundakku mengejutkanku.

“Oh, ada apa? Apa ada yang salah tadi malam? Aku tidak ikut pesta penutupan, aku menemani seorang teman.” Aku bingung menatapnya.

“Aku tau, lelaki tampan itu kan?” dia berkata cuek. Aku mendesis, dia balas tertawa mengejek.

“Sepertinya ada benih-benih cinta sedang bertebaran disini.” Dia meninggalkanku.

“Shut up!” aku meneriakinya. Dia berbalik padaku.

“Sebaiknya kau ke ruangan Miss Killer itu sekkarang juga sebelum dia membunuhmu.”

Aku aku sampai lupa, aku bergegas pergi menuju ruangan Madam Julie.

Aku mengetuk pintunya tiga kali.

“Silakan masuk.” Aku masuk dengan perlahan. Dia memperhatikan majalah yang ada diatas meja. Aku semakin gugup. Dia menatapku dan melepas kacamatanya, lalu tersenyum padaku.

“Duduklah.” Dia bersandar dikursinya sambil tersenyum, apa wanita ini kerasukan setan?

“Aku baru tau kau bersaudara dengan seorang super star Asia.” Dia melipat tangannya didada.

“Ah, iya.” Aku mengangguk sopan.

“Kalau begitu aku tidak perlu berbasa-basi lagi. Aku ingin kau mengurus kontrak dengan pihak Korea, aku mau kau mengurus cabang perusahaan disana.” Mwo? Apa dia bilang? Aku mengurus cabang perusahaan? Yang benar saja.

“Aku tidak mau tau. Kau tidak boleh menolaknya. Aku juga mau Super Junior sebagai icon kita! Aku rasa kau bisa mengatasinya! Kau boleh pergi sekarang.” Astaga! Mati aku sekarang!

To Be Continued..

NB :

Annez… mian… bikinnya lama ya? pendek juga, ancur juga, bikin amburadul part 1 nya kamu…

maafkan aku… aku bikinnya g ada feel nya trus juga alurnya aneh…

tapi… aku senang… part 3 nya kamu dong… *wink*

asik… aku dibikinin lagi…

17 responses »

  1. onnie gilaa *plak, cerita bagus kyak gitu diblang gak da feel,aku yg bingung ngelanjutinnya harus gimana, tadi aku kok gak bisa comment di blog ya,ceritanya deabak tapi ada beberapa hal..
    1. berbicara sekali helaan nafas apakah aku sebawel itu?wkwkwk
    2. menyeludupkan aku ke paris eon, mank aku brang ilegal?wkwkwk
    3.tah teuk oppa terlalu gugup ato apa tapi onnie suskses membuatku tertawa ngakak ketika meminjam sisir pada wonnie,,kenpa harus sisir? btw onnie bkan nya teukpa baru selesai mandinya, berpakaian lengkap kah dia ke kamar ku dan wonnie *plak
    4. kata2 lumayan tampan, onnie suamiku itu tampan sekali, kenapa hanya lumanyan, tar kembaranmu ngambek loh..
    5. onnie sukses bikin aku bingung buat lanjutin tu crita harus seperti apa?? ahh etthoke!!! onnie deabak dan pasti crita aku tang abal2 jadinya…apalagi siwonnie merusak pikiranku belakangan ini,,ahh itu namja babo satu kapan sich berhenti mengusik hidupku..
    6. onnie jeongmal saranghae aku menyukai critamu,,wuhaaa aku fans beratmu,,chu…chu.. maafkan kalo aku menghancurkn nya di part 3

    • jgn gila nanti ceritanya kaga lanjut….
      jawabannya adalah :
      1. idih, kaga ngaku km bawelnya minta ampun… ngomong g ada titik koma… kdg ngomong sm siapa lah kalo nlp aku, aku jd cengo sndiri dngerin km…
      2. km memang barang ilegal, blm blh d umumkan… dipack d koper sm anak2…
      3. soal sisir tanyain sana sm teukpa… trus masalh pakaian lengkap apa kaga, ya iya lah lengkap! kalo engga aku kabur dluan…
      4. ga bkalan mah kembaran aku ngambek, dia jinak sm aku, iya deh… dia tampan, tp teukpa lbh mempesona..
      5. huwahahahahahahahahaahahaaha, seru kan bgini? jd ada tantangannya… ceritanya jd susah ditebak yah? kaga mgkn abal-abal…. aku pasti seneng dbikinin…
      6. nado saranghae….

  2. omo kerennn dah…

    onnie ini mah bgs, trus aku ngga perlu bwa ember deh2…!

    cerita keren bgni msah mw di muntahin…
    wkwkwkwk

    aduh karna ini project gabungan…
    aku cuma mw bilang semangat y bwt bkinnya y onnie n bwt saeng onnie jg deh…
    hehehe

    bgs kok, aku suka…
    trus pnasaran sama klanjutannya…

    ohy siwon oppa kynya yg jd prantara jdnya hubungan teuk n kyo nich….
    soalnya gara2 pnya adek siwon eunkyo bkal baliklg ke korea nich….
    wah bgs deh klo bgtu, klo jdoh mah ngga kmn….hehehe

  3. ehm ehm annyeong~
    ahhh Kuda jadi mak comblang! cocok! wkwkwwk
    itu gak elit bener -____- masah itu teukie appa minjem sisir yg bagusan gitu kayak hair-dryer(?) #plak
    kesian amat itu eun-kyo ditinggal mantannya nikah ckckck
    errrr bingung mau ngo apa lagi .__. mulus2 aja ini ff aku bacanya gak ada yang yg jelek kok!😀

  4. Aigoo
    kesel bgt pas d awal..
    Gila aja tuh namja mutusin pacarny trus bilang minggu dpn nikah?? What the hell… …
    Aishh… Kenapa gak da adegan tampar menampar say hehe
    kalo aq jd eun kyo dah q tonjok tu namja satu #evil smile

    horeeee
    bakal balik lagi dunk k korea..
    Teuki oppa payaahh ah,, cuma bs mandangin n muji doang,,,

    • buahahahahahahaahha, pengalaman pribadi… *plak*
      aku kaga anarkis, bego ya aku?
      engga, aku plg cengo klo ada orang yg gangguin aku, nyakitin aku, terus marahin aku, plg aku diem.
      terus nangisnya pas dirumah, dikamar mandi, nyahahahahahahaha

      memandang itu yang enak, awal dari sebuah cinta, wakuy… ketularan kembaran akn aku ini?

  5. hhemmff..jodoh memang ga kemana selalu saja takdir mempertemukan mereka..
    krang eunkyo yg kekorea..
    abang simba selaen nyanyi krang jadi makcomblank jga ya..
    mw donk bang di comblangin am abang nemo yahh#diciiuum jina(?)😀

  6. ah miss killer itu emg bner” y ..
    nyuruh org tanpa mw ngedenger pendapat yg d’suruh..
    uh serem juga tuch klo bgtu..

    mengurus anak cabang yg ad d’korea ??
    mungkin kh eunkyo bklan tinggal d’korea ??

  7. hahaha..
    kenapa harus sisir..
    bikin ngakak..

    sperti’a intensitas pertemuan mreka smakin banyak nich.. klo eun kyo d’pindahin tugas k’korea..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s