Our Life : Honeymoon (part 1)

Standar

Nanhee’s POV

Saat aku mengatakan aku menunda bulan maduku, orang yang paling kegirangan adalah Jina, yeoja ini, dia yang punya rencana, tapi berpura-pura kegirangan saa aku mengajak mereka berdua berbulan madu bersama.

“Aku menunda bulan maduku, mungkin sebulan lagi, bagaimana kalu kita bulan madu bersama saja?” AKu mengatakan itu kepada Jina dan Eun Kyo saat kami jalan bersama di suatu sore.

“Aku setuju! Lagipula aku kan juga belum bulan madu bersama Donghae.” Jina menjawab dengan mata berbinar.

“Kyo-ya…. Kau ikut juga kan? Kita pergi bersama-sama, otte?” Jina menoleh kepada Eun Kyo.Jina

“Eh? Tapi aku kan bukan pasangan yang baru menikah?”Eun Kyo angkat bicara, setelah tadi yang dilakukannya hanya menyantap nasi goreng yang ada dihadapannya.

“Ayolah… Selama ini kau selalu sibuk bekerja, begitu juga dengan Oppa, temani kami berbulan madu… Kasian kan Nanhee menunda bulan madunya agar kita bisa pergi bersama…” Nanhee merengek pada Eun Kyo. Eun Kyo menghela nafas.

“Tapi kan aku harus menanyakannya dulu pada Oppamu.” Eun Kyo menjawab sambil terus menyantap makanan yang ada dihadapannya. Aku hanya tersenyum memandangi mereka. Mereka masih saja berdebat.

“Aku memikirkan untuk pergi ke Pulau Jeju, aku dengar disana matahari terbenamnya sangat indah, pantainya juga bagus.” Aku menyela perdebatan mereka.

“Ne? Pulau Jeju?! Aku mau! Aku ikut, meski Oppa tidak mau ikut, aku sendiri juga tidak apa-apa.” Pancinganku berhasil, Eun Kyo akan selalu membuka telinga jika mendengar kata Pulau Jeju. Dia sangat antusias jika membicarakan itu.

“Bukannya tadi harus menunggu persetujan Oppa dulu?” Jina meledek Eun Kyo, aku melirik kearah Jina seolah mengatakan ‘jangan-kacaukan-rencana-kita’. Jina hanya tersenyum lebar ketika aku menatapnya tajam.

“Yang terancam tidak ikut itu kau Park Jina, kau kan sedang hamil muda, perjalanan jauh seperti itu, apa kuat?” aku menatap Jina, dia hanya memanyunkan bibirnya.

“Aku kuat, lagipula kan ada Donghae yang akan menjagaku.” Jina membela diri.

“Yang kumaksud bukan itu, apa kau kuat menahan godaan ditengah pasangan yang akan ‘bermain’? kau kan sedang hamil?” aku terkekeh melihat muka Jina yang cemberut.

“Aku bisa pelan-pelan.” Jina berkata sambil membuang muka.

“Pelan-pelan? Aigoo… aku tidak yakin Donghae akan berhati-hati.” Aku menggoda Jina.

“Hentikan, kalian membuat selera makanku menguap begitu saja, menjijikkan.” Eun Kyo kembali angkat bicara. Jika membicarakan masalah pribadi, Eun Kyo memang sedikit malu. Jina menjitak kepalanya.

“Yak! Kau ini sudah berapa tahun menikah, hah? Masalah seperti itu kau bilang menjijikkan? Aigoo… tidak takut Oppaku berselingkuh karena pelayananmu kurang memuaskan?”

“Kurang memuaskan? Kau lupa muka Oppamu terlihat sangat bahagia malam itu?” Aku beralih menggoda Eun Kyo. Sangat mengasikkan melihatnya tersipu malu.

“Oh, kalian melakukannya berisik sekali.” Jina menambahkan.

“YAK! Hentikan pembicaraan kalian! Aish! Benar-benar tidak selera makan.” Eun Kyo meletakkan sendok dan garpu diatas piringnya. Aku dan Jina hanya terkekeh melihat mukanya yana memerah.

Kyuhyun’s POV

Dia kembali memintaku untuk cuti dan menjalankan ide konyolnya. Berbulan madu bersama. Aish! Aku tidak bisa menolaknya. Jika aku menolaknya aku akan sendirian disini, sendirian? Yang benar saja.

Aku memeluknya yang sedang membereskan pakain untuk besok.

“Yeobo… apa harus pergi bersama mereka?” kataku sambil mengecup tengkuknya. Dia berbalik padaku dan mengecup bibirku.

“Tidak ada pilihan lain, kita harus bertindak. Mereka sudah terlalu lama menikah, kenapa belum memiliki anak?” selanya.

“Tapi anak kan urusan Tuhan, bukan urusan kita.” Sanggahku. Dia membelai wajahku.

“Tapi setidaknya kita bisa membantu mereka, kau mau melihat mereka selalu sibuk bekerja seperti itu?” aku menggeleng.

“Jika memiliki anak, maka akan ada yang mereka khawatirkan. Tidak akan pulang larut, tidak akan lembur lagi.” Istriku memang bijaksana sekali.

“Baiklah.” Jawabku pasrah.

Aku merebahkan tubuhku diranjang, besok pasti melelahkan. Aku harus cukup tenaga. Nanhee ikut merebahkan tubuhnya disampingku dan memelukku dari belakang. Aku berbalik menghadapnya dan membenamkan wajahnya didalam dadaku.

Jina’s POV

“Yeobo, aku ingin nasi goreng lagi.” Aku menatapnya yang mencoba memasak sesuatu untukku. Suamiku memang sangat perhatian padaku. Aku juga bingung kenapa aku menjadi sangat manja padanya, selain itu aku juga suka sekali tidur. Kerjaku seharian hanya makan dan tidur. Untungnya aku mempunyai suami yang sangat pengertian.

“Masih lapar?” tanyanya ditengah aktivitasnya memasak.

“Ne.” jawabku sambil mengangguk.

“Susumu sudah diminum?”

“Ne.”

“Multivitaminnya?”

“Nde, sudah aku minum. Kenapa kau cerewet sekali. Capat selesaikan pekerjaanmu.” Omelku padanya.

Dia menatap tajam kearahku, aku hanya tersenyum menatapnya.

Setelah dia selesai memasak aku melahapnya dengan rakus. Bayiku sepertinya ingin membuat Eommanya ini bengkak.

“Yeobo..” aku memanggilnya lagi. Dia menoleh padaku.

“aku mau buah kiwi lagi.”

Dia bergegas mengambilkannya di dalam kulkas. Setelah menyerahkannya padaku. Dia duduk disampingku dan menatap semua tingkah lakuku. Aku berhenti menyuap buah yang akhir-akhir ini selalu membuatku tergiur saat melihatnya.

“Wae? Ada yang salah denganku?” aku balas menatapnya.

“Ani, kau terlihat sangat cantik saat makan.” Jawabnya sambil tersenyum. Aigoo.. senyumnya ini yang membuatku jatuh cinta padanya. Dulu dia yang selalu memaksaku mengikuti permintaannya. Tapi sekarang berbeda, sejak kami menikah, dia yang selalu mengikuti keinginanku. Aku sangat senang, benar apa yang dikatakan pepatah, dunia itu berputar, ada kalanya diatas, tapi suatu saat juga bisa menjadi dibawah.

“Kau gombal, jangan mengumbar rayuanmu saat aku sedang makan, itu membuat selera makanku langsung hilang.” Dia tertawa pelan.

“Kau bahkan bertambah cantik berpuluh kali lipat saat sedang marah.” Eh? Apa suamiku otaknya sedang bermasalah? Dulu dia akan balik marah jika aku marah padanya, tapi sekarang? ‘Nak, ambil sifat baik Appamu, jangan ambil sifat buruknya’ aku berkata dalam hati dan mengelus perutku. Tiba-tiba tangan Donghae meraih tanganku yang sedang mengelus perut, dia ikut membelai perutku.

Donghae’s POV

Aku mengelus perutnya yang sudah mulai membesar. Anakku berada disana. Hufh, Nak, jangan membuat Eommamu susah, arasseo? Aku akan selalu melindungi kalian berdua, jika kau namja, tolong bantu aku menjaga Eommamu, jika kau yeoja, jadilah seperti Eommamu. Aku tersenyum menatapnya. Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Perlahan, perlahan sampai bibirku menyentuh bibir lembutnya, aku menciumnya dengan lembut. Sudah lama aku tidak merasakannya. Aku meraih tengkuknya untuk memperdalam ciumanku. Dia balas menciumku lembut. Kami saling mengecup. Tanganku yang berada diperutnya perlahan menyusup ke dalam bajunya. Terus naik keatas, dan menyentuh dadanya. Aku menekannya perlahan, membuatnya sedikit mendesah. Nafasku semakin memburu mendengar dia melenguh tertahan karena bibirku masih menempel dibibirnya. Aku meremas dadanya dengan perlahan. Tiba-tiba saja dia melepaskan ciumanku.

“Oppa, cukup, aku takut kita tidak bisa menghentikannya.” Dia menjauhiku.

Aku meraih tubuhnya, mendekap punggungnya. Dia terpaku dengan perlakuanku.

“Aku akan melakukannya dengan perlahan.” Bisikku ditelinganya. Kurasakan tubuhnya menegang seketika. Kubalikkan badannya menghadapku. Aku menciumnya kembali, membawanya ke kamar.

Kubaringkan tubuhnya dengan hati-hati ketas tempat tidur. Aku merangkak diatas tubuhnya. Kutahan bobot tubuhku dengan salah satu lenganku agar tidak menindihnya terlalu berat. Saat tanganku bergerak membelai wajahnya. Tiba-tiba saja suara ponsel menghentikan segalanya. Aish! Mengacaukan saja.

Eun Kyo’s POV

Mereka mengajakku untuk berlibur bersama. Berlibur bersama? Mereka menyebutnya honeymoon, aku lebih senang menyebutnya liburan. Honeymoon? Yang benar saja, aku bukan pengantin baru lagi. Aku sudah meminta cuti beberapa hari, hingga aku tidak perlu takut dengan pekerjaanku. Untungnya Oppa bisa mengerti, dan dia juga meminta cuti beberapa hari. Hufh, aku bingung, apa yang harus aku lakukan nanti ditengah pasangan yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangga itu.

“Baby, apa yang kamu pikirkan?”

Oppa mengagetkanku. Dia duduk disampingku yang sedang menonton televisi. Dia merebahkan kepalanya diatas pahaku dan memandangi wajahku.

“Ani Oppa.” Aku mencoba berkonsentrasi menonton televisi, aku risih diperhatikannya seperti ini. Tangannya menyusuri lenganku, membelainya lembut dan matanya tidak sedikitpun beranjak dari wajahku. Aku menatapnya.

“Waeyo Oppa? Mengapa memandangku seperti itu?” jawabku, aku tidak tahan diperhatikannya seperti itu, membuat jantung serasa berhenti berdetak. Wajahku semakin memerah, nanti ujung-ujungnya dia akan tersenyum dan menertawakanku.

“Kau sangat cantik.” Dia memeluk perutku. Darahku berdesir seiring dengan pelukannya yang semakin erat.

“Kyo-ya.. terima kasih telah hadir dalam hidupku, terima kasih telah menjadi pendamping setia, aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak bisa melihatmu lagi.” Benarkah Oppa yang bicara?

“Kenapa bicara seperti itu Oppa? Seperti salah satu dari kita mau pergi saja.” Dia semakin erat memelukku.

“Ani, aku hanya menyampaikan perasaanku, aku takut kehilanganmu. Kau terlalu berharga untukku, aku takut kau meninggalkanku. Aku bukan suami yang baik untukmu. Aku selalu membiarkanmu sendiri, aku selalu sibuk dengan pekerjaanku, dan juga terkadang banyak gossip menerpaku dengan beberapa artis, aku bersumpah jika itu tidak benar, aku sangat mencintaimu Park Eun Kyo.”

“Oppa, kau apa-apaan? Aku percaya padamu, meskipun nanti salah satu berita skandal itu benar, pasti juga bukan salahmu sepenuhnya, aku juga bukan isri tang baik untukmu.”

Dia langsung menutup mulutku dengan jarinya.

“Jangan bicara seperti itu, kau tetap paling sempurna untukku, tidak akan ada yang lain, aku tidak ingin yang lain.” Dia bangkit dan menatapku lurus, wajahnya sejajar dengan wajahku, dia menatapku tajam.

“Percayalah padaku, jika seandainya ada berita buruk menimpaku, tolong jangan percaya sebelum kita membicarakannya, arasseo?” dia meraih wajahku dengan kedua tangannya. Aku mengangguk pelan. Dia mengecup bibirku.

 Jung Soo’s POV

Aku melihatnya merapikan barang yang akan dibawa besok. Sepertinya sudah selesai.

“Sudah selesai?” tanyaku padanya. Dia mengagguk.

“Apa tidak ada yang terlupakan? Handuk? Pasta gigi?” aku mengingatkannya kembali. Dia menjawab dengan sebuah anggukan.

“Apa kau sakit?” dia menggeleng.

“Atau kau tidak ingin pergi?” dia menggeleng kuat.

“Lalu kenapa? Kau terlihat tidak antusias seperti pertama kali kita pergi berbulan madu dulu.” aku melingkarkan tanganku dipinggangnya. Dia memanyunkan bibirnya. Aku tersenyum.

“Wae gurae?” dia mendongakkan wajahnya, meletakkan dagunya didadaku sambil wajahnya memandang keatas menatapku.

“Aku hanya terlalu gugup. Aku tidak akan bisa menyembunyikan wajahku jika tiba-tiba saja nanti mereka mengejekku seperti waktu itu.” bibirnya semakin cemberut.

“Aigoo… Itu tidak perlu dipikirkan, lagipula nanti mereka akan sibuk dengan pasangan mereka masing-masing, percayalah.” Aku mencubit hidungnya lembut.

“Kau seperti tidak tau kejahilan dongsaeng-dongsaengmu saja.” Dia melepaskan pelukanku. Dan pergi ke balkon. Aku menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Jangan khawatir, tidak aka nada yang akan meledekmu jika kita akan berada didalam kamar sepangjang hari.” Bisikku ditelinganya.

“Yak! Itu sama saja bunuh diri Oppa!” haha, Park Eun Kyo, kau memang unik.

Author POV

Suara riuh bandara memenuhi indra pendengaran siapaun yang berada disana. Terlihat tiga pasang manusia sedang menunggu keberangkatan. Ada yang selalu bertengkar karena salah satu pasangannya selalu cerewet dan meminta ini itu. ada yang diam seribu bahasa karena kesal kenapa bulan madunya harus seramai ini. Ada yang bingung ditengah pertengkaran dua orang pasangan dan dua orang pasangan  yang diam seribu bahasa.

“Noona!” terdengar seseorang berteriak.

“Eun Kyo Noona!” suara itu semakin keras. Yang mempunyai nama langsung menoleh kea rah sumber suara. Ternyata yang memanggil Eun Kyo adalah Minho.

“Noona, kau mau kemana?” Tanya minho kepada Eun Kyo. Disampingnya berdiri seorang gadis manis yang, yang berpenampilan tidak jauh berbeda dengan Minho, baju kaos, jins dan sepatu sneaker.

“Ah, Minho-ya.. aku mau berlibur, kau sendiri?” Eun Kyo menjawab.

“Kemana?” Minho bukannya menjawab malah kembali bertanya.

“Aku mau ke Pulau Jeju. Kau belum menjawa pertanyaanku, kau sendiri sedang apa disini? Ah, Na-ya… kau juga disini? Pergi bersama Minho?” Eun Kyo menatap Rae Na, Rae Na hanya mengangguk.

“Ah, kalau begitu tujuan kita sama.” Minho tertawa senang.

Ditengah perbincangan mereka, lima pasang mata memperhatikan mereka dengan seksama. Mereka adalah siapa lagi kalau bukan Jung Soo, Jina, Donghae, Nanhee dan Kyuhyun. Jung Soo mendengus kesal. Kyuhyun tertawa sinis sambil menatap Jung Soo dengan tatapan ‘matilah-kau-hyung’

“Benarkah?” jawab Eun Kyo dengan polos.

“Ye, kita bisa pergi bersama.” Minho menjawab penuh dengan senyuman lebar diwajahnya.

To Be Continued

 

huwaaaaaaaa akhirnya selesai part hancur ini, aigoo… ngebut ini, kasian solmetku udah nunggu lama, mian kalo hasilnya tidak memuaskan vha, dwi, Na dan semuanya… mian…

ya sudah lah, yang nyasar silakan baca dan komen… hehe, yang namkornya disebut diatas wajib komen!

37 responses »

  1. adu kita jd ajhuma2 rumpi kekekeke *seru* aku juga ga yakin hae bisa main lembut

    Ehmmm author jahat ni hae lg mau main malah di ganggu ma tlp

    Hahaha kyu bete ni honeymoon nya kita ganggu

    Ya ni anak ngapain ngikutin kita *nunjuk na* wah kaya.a teukyo bakalan terganggu mino
    Na hati2 jaga mino nya

  2. Huahahahaa nice eon.. kesian kyu,haepa genit #plakk jungsoo oppa.,mianhae 2 ank kecil dtg mngganggu *nunjuk2 minho n diri sendri* kekekee

    Kodok,jgn keganjenan sm eunkyo eonnie yah,klo q tendang lo k’sawah!! #?#o oppa.,mianhae 2 ank kecil dtg mngganggu *nunjuk2 minho n diri sendri* kekekee

    Kodok,jgn keganjenan sm eunkyo eonnie yah,klo q tendang lo k’sawah!! #?#

  3. Huahahahaa nice eon.. kesian kyu,haepa genit #plakk jungsoo oppa.,mianhae 2 ank kecil dtg mngganggu *nunjuk2 minho n diri sendri* kekekee

    Kodok,jgn keganjenan sm eunkyo eonnie yah,klo ga q tendang lo k’sawah!! #?#

  4. hoho…..ff yg d tunggu2 akhir’a d post jg…..
    jd ga sabar pengen cepat nyampa jeju……

    aishhhhh…….ngapain thu Na ma menong ikut k jeju sgala *d plototin MinNa*
    MinNa couple hrs trs d awasi(?) mrka kan nikah hohoho……..

  5. wah bkal seru honeymoon bareng2…
    plus minho n rae na jg lg…

    wahahaha
    ohy ngapain tuh minho n raena emang mereka udh married y????
    pnasaran nich….

  6. apa eon? ga mau ngawinin kami? kami udh gede eon.. udh 20 tau #plakk *brsa tua nih* wkwk
    MinNa i love u so much.. #gubrakk

  7. UWOOOOOOO marriage life marriage life. suka.suka.suka. hihihi, terdampar di judul ini gara-garanya mirip sama judul ff saya, eonni. jadi penasaran, dan ternyataaaaa jeng!jeng! maariiage life *histeris,hahahaha
    tunggu2, kenapa disini saya membayangkan kalo saya jadi si Jina, dari sifatnya keknya 11 12 deh, (liat FF Jina yang lain)
    betewe eonni, pasangan donghae di FF saya juga panggilan kecilnya Jin-a lhoh…..kita sehati kah? hahahaha *ditabok eonni

  8. waduh si eun kya udh dua tahun menikah masi malu2 aja..

    itu si kyu, ky.a ga rela amat mh iktan honeymoon.a, tp yg lbh kasian mh teuki, ada pengganggu…hahaha siap2 aja dh cemburu#ditampol leeteuk

  9. Wah ini ad 3 psngn,eh 4 dink,nmbh MinNa mw blm madu rame2!
    ayo klyn pst bs bwt anak breng!
    hmm,qr2 sp y yg bhasil dlwn?
    tp JinHae g msk itungan cz mrk kn dh puxa calon bayi,mrk HoneyMoon cm bwt nmbh anggota bdn dr bayi mrk kn?hahaha(kt orng tua ce gt)
    yasud,q mw lnjt bc HM part 2nya dl!
    oya,linkx bxk yg g bs dbk d libraryx onn!

  10. minna kalian mau liburan bareng mereka??
    lbh baek jgn satu penginapan dehh..
    awaass lhhoo kagak nahannn..hohoho..
    kalian kan belon nikah gtuu..^^

    seruu..seruu..!!

  11. kalo liburan alias bulan madu’a bareng” lomba paduan suara ga tuh pas malem’a,,,
    #coba bayangkan

    hush..hush..
    tp buka bayangin yg terjadi ddlm 3 ruangan itu tapi pastinya suara” yg u know lahh

    tapi hae oppa hati” maen’a kasian baby’a,,,

  12. oenn knpa d’part ini dkit bgd.. pdhal lgi seru”a,,

    hahaha..
    gx nyangka trnyata para istri” klo kumpul itu topik’a ttg gtuan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s