Love Or Idiot (Part 1)

Standar

Genre : romance

Eun-Kyo’s Pov

Pria itu telah mencintai orang lain dan membiarkan kau meratap sendiri.

Cinta seperti apa lagi yang kau kejar,

Ketika orang yang kau cintai telah bersumpah

Dalam istana cinta demi orang lain?’

Kata orang, Paris merupakan kota paling romantis didunia, banyak impian akan cinta yang terwujud disana, tapi buatku tidak, kota yang mempunyai kenangan yang ditoreskan atas nama kesucian rasa  yang disebut cinta untukku adalah Seoul, Seoul merupakan kota yang menorehkan cerita sakral cinta dalam hidupku, ahh sudah lewat dari 5 tahun yang lalu, hari ini aku kembali menginjakkan kakiku dikota ini lagi ,sudah lama rasanya sejak aku memutuskan meninggalkan Seoul dan segala cinta yang ada didalamnya, aku memutuskan pergi dari sini bukan karna kecewa akan kisah cintaku, walau kisah 5 tahun yang lalu sad ending tetap saja bukan alasan buatku pergi dari segala cinta yang kuterima disini dan memutuskan untuk tinggal di Paris 5 tahun belakangan ini…..ahh lupakan saja, toh untuk saat ini kebahagiaan menyeruak dari hatiku karna kembali menginjakkan kaki di kota kelahiranku.

 

“Noona, bogoshipda!!”

Aku membalikkan badan ke arah suara itu berasal, suara yang 5 tahun belakangan ini hanya kudengar melalui handphone dan sekarang telingaku dengan jelas dan langsung dapat mendengarkan suara manja itu lagi, namja tinggi, berbadan kekar itu memelukku dengan segera, seolah dia tak ingin melepaskanku lagi.

“Yak, Wonnie~ah aku tak bisa bernafas, kau mau membunuhku!” ujarku berusaha melepaskan pelukan eratnya itu dari tubuhku, aku juga merindukannya tapi terus-terusan dengan posisi seperti ini bisa membuatku benar benar kehilangan oksigen.

“Ahh mianhae noona, aku terlalu senang”

“Uhh dasar kau ini tidak berubah ya” kali ini tanganku mulai jahil mengacak rambutnya pelan.

“Yak noona, aku bukan anak kecil lagi, kenapa kau masih memperlakukan ku seperti ini” dia menarik tanganku menjauh dari kepalanya

“Jangan harap karena kau akan menikah sebentar lagi, aku akan berhenti memperlakukanmu seperti ini, buatku kau tetap Choi Siwon kecilku, yang terlalu manja dan hobinya setiap hari bergelayutan dilenganku!”

Dia menatapku sambil tersenyum, senyum yang tak pernah berubah, senyum yang selalu menyejukkan hatiku, yang menghapus segala kesedihanku dalam sekejap, dialah wonnie kecilku, adik kecilku yang sekarang sudah dewasa hal yang paling aku rindukan selama 5 tahun ini dan nyaris membuatku gila karena amat merindukannya.

“Noona kajja, appa dan oemma pasti sangat merindukanmu” katanya sambil menarik tanganku, rasanya seperti kembali ke masa lalu dan aku bersyukur masih dapat mengulang moment-moment indah ini.

Bisa dibilang Choi Siwon lah alasan ku untuk kembali ke Korea, karena dia akan menikah, ahh mengingat itu aku jadi kesal sendiri padanya, dengan seenak hatinya melangkahiku, namaku Choi Eun-Kyo, Choi mungkin bukanlah margaku sebenarnya, aku diangkat anak oleh keluarga baik ini sejak umur 6 bulan dari sebuah panti asuhan, sampai detik ini pun aku belum mengetahui siapa keluarga kandungku sebenarnya, tapi masa bodoh dengan mereka toh mereka juga tak menginginkan kehadiranku, suatu anugerah dari Tuhan aku tumbuh dalam keluarga Choi, keluarga itu memberikanku banyak cinta dan setahun kemudian Siwon lahir kedunia dan menambah semarak keluarga Choi, dia bagaikan anak emas dan suatu keberuntungan, aku amat menyayangi keluarga ini, walau sakit sekali rasanya mengetahui kalau aku dan Siwon mempunyai darah yang berbeda, yang kutau dia tetaplah adikku dan tak ada satupun yang bisa merubah hal itu.

Aku pulang, pulang  ketempat yang seharusnya aku berada, tempat dimana aku merasa nyaman, tempat dimana aku tumbuh, tempat dimana semua orang yang mencintaiku berkumpul, aku menatap lurus kedepan, disana sudah berdiri orang-orang yang amat aku cintai, semuanya tersenyum menatapku dari kejauhan, aku berlari dan menuju pada seseorang, wanita berumur lebih dari setengah abad itu menatapku dengan mata berkaca-kaca. Apa yang bisa kulakukan saat ini selain memeluknya menghapus air mata bahagianya yang jatuh karenaku, eomma aku merindukanmu, aku bisa merasakan rasa hangat dihatiku ketika dia membawa tubuhku dalam pelukannya, rasanya tenang sekali, sudah lama aku tak merasa setenang ini.

Aku beranjak dan menatap kedua mata elang yang ada dihadapanku, masih mata yang sama, mata seorang ayah yang mempunyai sifat kaku dan keras tetapi mempunyai hati selembut salju, Appa, apa yang bisa kukatakan, aku merindukan segala hal darimu, amarahmu, kehangatanmu, senyummu dan juga kekikukkanmu saat ini, ya Tuhan terima kasih atas semua waktu berharga yang telah kau berikan untukku.

Langkah pertamaku memasuki rumah terasa ringan, kebahagian yang tak bisa kulukiskan, tak banyak yang berubah dari rumah besar ini, semua masih sama seperti dulu.

“Bagaimana pekerjaanmu?” tanya appa padaku

“Baik appa, aku menyukai segalanya.”

“Kau suka paris?”

“Ne, meskipun tak ada kota yang lebih baik dari kota kelahiranku sendiri tapi aku menyukai kehidupanku disana”

“Mmm syukurlah, appa sempat kuatir kau terlantar disana, bagaimanapun appa lebih suka kau bersama kami disini, tapi kau tau sendirikan sifat appa, appa menghargai semua keputusan yang kau buat jika itu membuatmu bahagia”

Aku tersenyum, omongan kecil seperti ini dulunya sering kulakukan dengan appa, appaku adalah sesosok ayah yang keras dalam mendidik anak-anaknya tapi dia adalah seorang ayah yang berhati bagaikan malaikat, ayah tak pernah mau menyusahkan siapapun walau dalam keadaan dia sakit sekalipun, ayah bisa dibilang juga sangat kaku dan jarang tersenyum, tapi yang membuatku heran sampai sekarang dia bisa bersikap sangat romantis pada eomma walau tanpa umbaran kata kata cinta, cukup hanya dengan tersenyum setiap kali menatap wajah eomma, dan eomma bisa merasakan besar cinta yang appa miliki untuknya cukup lama bagiku untuk bisa mengerti bahwa itulah cara berkomunikasi dan menunjukan cinta mereka berdua.

***

“Aishh yeoja ini lama-lama bisa membuatku gila!!!” Siwon mengertakkan giginya menahan kesal

“Kau kenapa?” tanyaku heran

“Noona, kau tau aku hampir gila dibuat oleh yeoja ini?”

“Maksudmu Minyo mu itu”

“Ne, siapa lagi selain dia, 2 minggu menjelang pernikahan ini tambah membuatku gila, aishh aku tak mau menikah!!”

“Aishh wonnie~ah, kau sadar sudah mengatakan hal apa? Itu sama saja kau menginginkan sesuatu yang membuatmu mati secara perlahan, bukan nya kau bilang kau tak bisa hidup tanpanya”

“Hahh, sudah lah noona aku sudah terlalu lelah.”

“Oppa, kau lelah kenapa? kau lelah karenaku?” ujar sebuah suara tepat dibelakangku

“Annyeonghaseyo onnie, senang bisa bertemu denganmu, jonen Min-Young imnida”

“Ahh annyeong, jonen Eun-Kyo imnida, senang bisa melihatmu, Wonnie cerita banyak tentangmu padaku”

Aku berjalan menghampiri Min-Young dan segera memeluknya, wajahnya berubah sedikit kebingungan, mungkin dia sedikit heran karna kami baru kenal dan langsung memeluknya, itu memang sifatku dari dulu, aku suka langsung memeluk seseorang but only yeoja, ya bisa dibilang ini penyakit turunan buktinya Wonnie juga mempunyai sifat sepertiku, banyak orang menyebutnya dengan skinship scandal.

Sepertinya dua insan yang lagi dimabukkan cinta ini lagi perang dingin, aku berusaha meredamkan perang diantara mereka dengan mengajak Minyoung pergi dari kamar Wonnie menuju kamarku.

“Onnie kenapa kau ajak aku ke kamarmu, masih banyak yang mau aku tagih dari babo namja itu” Min-Young menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan muka kesal.

“Aku tau kenapa kau marah dengan adik ku itu, kau meributkan masalah pakaian pengantin kan, aku punya sesuatu buatmu anggap saja ini sebagai hadiah pernikahanmu dariku”

Aku mengulurkan sebuah pakaian pengantin berwarna putih salju ke arah Minyoung, pakaian ini sengaja aku desain dan aku jahit khusus buatnya, awalnya aku sempat takut kalo aku tak bisa menyesuaikan diri dengan calon adik iparku tapi semua ketakutankupun sirna setelah bertemu dengannya, gadis ini sangat baik dan pintar menyesuaikan diri, dalam beberapa jam pertemuaan kami aku seperti telah mengenalnya lama saking akrabnya.

Dia menatap pakaian yang aku perlihatkan padanya tanpa berkedip sedikitpun.

“Onnie, indah sekali, aku tak pernah melihat pakaian pengantin seindah ini, benarkah ini untukku, aku merasa tak pantas memakainya”

“Kau bilang apa? Kau itu cantik dan pastinya kecantikanmu akan bertambah setelah mengenakan pakaian ini, ayo kita coba, aku tak tau ukuran badanmu jadi aku membuatnya sesuai ukuran badanku dan aku rasa ukuran kita tak jauh beda, kajja”

Gadis itu tersenyum, menghampiriku dan  memegang tanganku kemudian memelukku, sepertinya dia amat terharu sampai menitikkan air mata.

“Onnie kamshamida, aku tak tau jadinya kalau tak bertemu denganmu, tanpamu pasti aku tak kan pernah menikah dengan babo namja itu”

“Sudah lah aku ini kan onniemu juga, apalagi kau gadis yang sangat dicintai oleh adik semata wayang ku jadi apalah artinya sebuah pakaian kalau nyatanya aku onnie yang sangat beruntung didunia karena mendapatkan adik yang cantik dan berhati malaikat sepertimu, sudah lah jangan menangis, sebentar lagi kan hari bahagiamu”

Aku mulai mendadani Min-young dengan seadanya, toh ini bukan hari H kan jadi buat apa harus terlalu berlebihan, dan firasatku benar baju itu sangat pas dan cantik membalut tubuhnya, dia terlihat seperti putri di dunia dongeng yang waktu kecil sering berada di imajinasiku.

“Minyo~ah, apakah kau sudah berhenti marah padaku? Cepatlah aku akan menemanimu fithing baju yang kau suka itu, tapi aku cuma bisa sebentar nanti malam aku ada jadwal” suara Wonnie terdengar memasuki kamarku

“Taratara, Wonnie~ah calon istrimu cantik kan, kalian tidak harus susah payah lagi mencari baju pengantin lagi, Min-young menyukai baju desainku”

Siwon menatap gadisnya itu tanpa berkedip sedikitpun, dia berjalan ke arah Min-young tanpa menghiraukan keberadaanku sama sekali, kedua telapak tangannya kini telah menangkup wajah calon istrinya itu, sepertinya dia amat terpesona, dan adegan seperti ini nyaris ingin membuatku muntah, aku memilih pergi meninggalkan couple ini sebelum aku melihat adegan yang lebih parah dari ini.

Aku keluar dari kamar dan tersenyum sendiri mengingat kelakuan dua orang tadi, semenit yang lalu mereka baru saja perang dunia tapi detik berikutnya mereka sudah kembali bermesraan seperti itu, ahh badanku terasa capek sekali, ingin tidur tapi kalau aku kembali kekamar dua orang yang dimabuk asmara itu pasti masih berada pada dunia mereka sendiri, lebih baik aku istirahat dikamar Wonnie saja.

Baru saja aku ingin membaringkan tubuhku kekasur, aku mendengar ponsel Wonnie berbunyi, pertama aku biarkan saja nanti juga mati sendiri tapi 20 menit setelahnya ponsel itu masih berbunyi, aku pun memutuskan mengangkatnya, di layar ponsel tertulis nama Leeteuk hyung.

“Yak Wonnie~ah kau selalu saja seperti ini, aku tau kau akan segera menikah tapi bisa kah kau meluangkan waktu untuk grup mu ini sebentar saja, semua member sedang latihan untuk acara nanti malam, tapi kau masih belum datang, kau dimana?” belum sempat aku mengucapkan salam, namja diseberang telfon sana sudah berbicara panjang lebar dan setengah berteriak, dia pikir aku budek apa

“Yoboseyo” jawabku

“Yak, Min-young kenapa kau yang mengangkat, kemana namjachingumu itu, jangan bilang dia ingin lari dari jadwal latihan” aishh apa apaan namja ini setelah menganggapku ku Wonnie dan sekarang dia menganggapku Min-young, bisakah dia bertanya terlebih dahulu sebelum marah-marah.

“Mianhae ajusshi, aku bukan lah Siwon ataupun Min-young”

“Ahh nuguseyo? mana orang yang punya ponsel ini dan apa yang kau bilang? Kau memanggilku apa? Berani-beraninya kau memanggilku ajusshi”

“Bagaimana aku tak memanggilmu ajusshi, kau langsung marah-marah tidak jelas begitu seperti bapak-bapak tua, tunggu sebentar aku akan memberikan ponsel ini pada Wonnie”

Aku menurun kan ponsel dari telingaku tanpa mendengarkan tanggapan selanjutnya dari namja itu, ponselnya masih tersambung aku segera menuju kamar ku dan shit! mungkin Tuhan memang menakdirkanku untuk melihat adegan ini, mereka sedang asik berciuman, ya Tuhan kuatkanlah aku.

“Hhmm, maaf bukan maksudku mengganggu kalian tapi seorang ajusshi menelfonmu Wonnie~ah dan marah-marah dari tadi, telingaku sudah sakit dibuatnya”

Aku menyerahkan ponsel itu pada Wonnie, kedua wajah orang ini berubah jadi merah karena mengetahui kalau aku melihat semua yang mereka lakukan, ahh masa bodoh dengan itu aku sudah tak tahan meladeni namja yang ditelfon itu lagi.

Leetuek’s Pov

 

Aishh kurang ajar sekali yeoja itu berani memanggilku ajusshi, memang aku sudah setua itu, awas saja si kuda itu,  sesampainya dia disini aku akan memarahinya habis-habisan, gara-gara dia tak menggangkat telfonku, telfon ku malah diangkat oleh yeoja ababil sepertinya tapi tak dapat kupungkiri ada rasa penasaran yang menyeruak tiba-tiba dalam pikiranku.

***

Wah aku sudah terlambat ke pernikahan MinWon couple, ini semua gara-gara aku tak bisa tidur tadi malam walaupun sudah lewat dari beberapa hari, suara yeoja yang berani memanggilku ajusshi itu masih teringang-ngiang di telingaku. Ahh kenapa aku bisa sepenasaran ini dengannya.

Aku berlari menuju gereja tempat janji sakral MinWon couple itu akan diucapkan, banyak sekali kendaraan dan kendaraanku dapat parkir yang agak jauh dari gereja, aku sudah terlambat pastinya dan lebih parahnya lagi cincin couple itu sekarang berada ditanganku, ahh bisa bisa aku diamuk simba kalau aku lebih telat lagi, tanpa sengaja aku menabrak seorang gadis yang juga terburu-buru sepertiku, tubuhnya linglung akan terjatuh tapi untungnya tanganku sigap menangkapnya dan saat ini mata kami beradu. Kesan pertama yang kudapat cantik, wajahnya seperti boneka hidup, lamunanku buyar setelah wajah amarah Wonnie terlintas di pikaranku.

“Mianhae agashi, aku harus segera pergi, nasib pernikahan seseorang ditanganku”

Akupun kembali berlari kecil melanjutkan perjalananku ke gereja, satu yang tak kusadari saat itu jika hatiku sepertinya tertinggal di gengamannya.

Eun-Kyo’s Pov

 

Keseimbanganku hilang ditabrak oleh seorang  namja secara tiba-tiba tapi untungnya dengan sigap dia menanggap tubuhku, mata kami saling bertemu, tampan, dia sempat tersenyum padaku ada lesung pipi kecil disamping bibirnya.

“Mianhae agashi, aku harus segera pergi, nasib pernikahan seseorang ditanganku”

Namja itu berlari menjauh dariku, ohh ya aku juga sudah terlambat, aku kembali akan berjalan ketika sesuatu tertendang oleh kakiku, sebuah kotak cincin, pasti punya namja yang tadi, aku pun memberanikan diri membukanya, loh bukannya ini cincin couple MinWon kenapa bisa ada dengan nya, dan suaranya rasanya familiar ditelingaku, yak! aku ingat bukannya dia namja yang kemarin teriak tidak jelas di telfon dan aku memanggilnya dengan sebutan ajusshi yang membuatnya murka, aishh jadi dia orangnya, mmm sepertinya aku  memang salah memanggilnya ajusshi, wajahnya sama sekali tak menggambarkan seorang ajusshi.

Leeteuk’s Pov

 

Akhirnya aku bisa bernafas lega ketika aku sudah berada didalam gereja, aku memilih duduk dibagian depan disamping member lain, aku bisa merasakan semua mata tertuju padaku, mungkin karna aku masuk ketika sumpah sedang berlangsung. Setelah benar-benar bisa mengatur nafas, aku memeriksa saku texedoku untuk mengambil cincin yang ku bawa,tapi..

Ahh kemana kotak cincin itu. ketinggalan tidak mungkin aku sudah membawanya, hilang….wah jangan sampai aku bisa dikuliti hidup2 sama couple didepan ini, atau terjatuh…aku bermaksud mencari lagi kebelakang ketika mataku tertuju pada seorang yeoja yang baru saja masuk dan duduk dibangku urutan ketiga yang kosong, bukannya dia yeoja yang aku tabrak tadi, dia tersenyum padaku, ditangannya ada benda yang dari tadi aku cari, dia mengacungkan benda itu ke arah ku membuatku sangat lega, aku membungkukkan sedikit tubuhku tanda berterimakasih.

Ketika acara pertukaran cincin, aku berjalan kearah gadis itu untuk mengambil cincin tapi dia malah berjalan melewatiku menuju pada kedua pengantin dan menyerahkan cincin pada Siwon, Siwon menatapku dengan wajah sedikit heran, tapi pukulan ringan ditangannya oleh gadis itu membuatnya sadar kemudian mengambil cincin dan memakaikan nya pada Minyo, siapa gadis itu? sepertinya sudah akrab dengan Wonnie, atau mungkin dia kakak perempuan Wonnie yang sudah lama di Paris itu, bisa sajakan? aku pernah mendengarnya dari Wonnie, Wonnie bilang kakaknya kecewa akan kisah cintanya dan memutuskan meninggalkan Korea, aku rasa banyak kemiripan diantara kami.

“Annyeonghaseyo agasshi, kita bertemu lagi” aku menghampirinya yang sedang berdiri sendirian di sudut ruangan resepsi yang memang dihadiri oleh orang tertentu saja, maklum pernikahan ini tertutup walaupun nyatanya kontrak Wonnie membolehkan dia menikah tapi dia lebih memilih merahasiakan ini semua dari publik. Kalau boleh jujur, ada saat aku merasa letih menjadi seorang leader yang harus selalu menjadi perfect saat kamera menyala, aku merindukan seorang Park Jungsoo tapi ada juga saat aku iri pada kesempurnaan yang dimiliki seorang Leeteuk, ahh apa yang aku pikirkan.. toh dua peran itu aku yang menjalaninya.

“Ohh Annyeonghaseyo…” jawabnya sedikit terkejut

“Kau tak memanggilku Ajusshi lagi” godaku padanya

“Mianhae Leetuek~sii, aku bukan bermaksud..aku hanya…”

“Gwaenchana, kau tak perlu menjelaskan kenapa? Senang bertemu denganmu nona Choi”

“Eun Kyo imnida!!” ujarnya mengulurkan tangannya

Aku menyambut uluran tangan gadis itu, tangannya sangat lembut, dia cantik sangat, ahh apa yang kau pikirkan Jungsoo, kau menyukainya?? Yang benar saja.. mungkin ini cuma perasaan kagum sesaat.

***

Kami lebih sering berhubungan setelah hari itu, gadis ini seolah menambah warna baru dalam kehidupan ku, tepat 1 minggu sudah aku mengenalnya, dia tipe gadis ceria dan imut, aku bisa tertawa sendiri jika mengingat tingkah lucunya.. ahh apa yang terjadi padaku, cinta?? kurasa tak mungkin secepat ini..

“Yak hyung, belakangan ini, ku lihat kau sering melamun?” Siwon secara tiba-tiba datang mengejutkanku

“Mmm kau kemana saja, aku merindukan mu Wonnie-~ah, bagaimana pun aku yang pertama kali mengenalmu dari Minyomu itu, tapi kenapa setelah menikah kau seperti sudah melupakanku”

“Hehehehe, kau ada-ada saja hyung tidak mungkin aku melupakanmu, lagipula aku takut mengganggumu, belakangan ini aku lihat kau sering bersama dengan noonaku, apa kalian pacaran??”

“Pacaran? Kau bercanda, kami hanya teman, tidak lebih”

“Kau yakin hyung….. kau sama sekali tak tertarik dengan noonaku??”

“Kau bicara apa Wonnie~ah, mmm kau haus tidak? Sini aku ambilkan minum” aku beranjak dari tempat ku, sebenarnya mengambil minuman hanya alasanku untuk mengalihkan topik, aku sama sekali tak tau harus menjawab apa.

“Besok Eun Kyo noona akan kembali ke Paris!!”

Deg! jantung ku seolah mau keluar mendengar perkataan Siwon, kegiatan yang kulakuakn berhenti sejenak, dia akan kembali ke Paris kenapa dia tak bilang padaku, ahh memangnya aku siapa sehingga dia harus melapor segala hal padaku?

“Ohh” jawabku singkat dan memberikan gelas ke tangan Wonnie

“Ohh??? hanya itu tanggapanmu hyung? ahh kalian berdua sama saja, tidak sadar akan perasaan sendiri”

Siwon berlalu dari hadapanku dan masuk ke kamar Donghae, sepertinya dia mo istirahat, jadi yeoja itu akan kembali ke Paris besok, apa yang harus aku lakukan? Kenapa? Ahh aku bingung!

Eun-Kyo’s Pov

 

Ini hari terakhir aku berada di Korea, besok aku harus kembali ke Paris kalau tidak ingin kehilangan pekerjaanku, aku suadah terlalu lama cuti, apa yang harus aku katakan pada Teuki oppa, apa reaksinya jika mengetahui aku akan kembali besok, apa dia akan merasa kehilanganku, apa dia akan merindukanku?? Aishh Eun-Kyo babo, mana mungkin dia merindukanmu, memangnya kau siapanya?

Aku sendiri juga tak mengerti apa yang terjadi pada diriku, setiap kali berada disamping Teuki oppa, aku merasa tenang, nyaman dan seolah semua marabahaya menjauh dariku, hatiku juga senang, dia tipe namja yang lucu dan suka bertingkah aneh, seolah semua yang dia laku kan terasa benar dimataku, apa aku menyukainya? Anio, tidak mengkin, aku bukan lah tipe seorang yeoja yang mudah jatuh cinta apalagi setelah kejadian cintaku yang berakhir tragis itu, sudah lah jangan diingatkan legi, semua itu masa lalu.

Sebaiknya bagaimana, apa aku memberitahunya kalau aku akan kembali ke Paris besok, tapi apa ini penting buatnya, apa reaksinya? Ahh sudah lah aku tak usah bilang apa2

***

Aku harus kembali meninggalkan segala hal yang aku sukai, keluargaku mengantarku sampai ke bandara, penerbangan pesawatku delay selama 2 jam, appa dan eomma memutuskan pergi karena memang ada urusan mendadak yang penting, sekarang aku ditemani oleh Minyoung dibandara, Wonnie akan segera datang karena sebelumnya ada jadwal yang harus dia selesaikan.

Disepanjang waktu menunggu entah kenapa pikiran ku dipenuhi oleh seorang Park Jungsoo, wahh aku sangat berharap bisa melihatnya, tapi sepertinya itu suatu keajaiban dia berada disini aku pergi hari ini saja dia tak tau, ahh babo Eun kyo!

Aku terkejut setengah mati ketika kudapati orang yang berjalan di samping Wonnie, Teuki oppa! Benarkah itu dia? Atau itu cuma halusinasiku, kenapa dia bisa ada disini.

Leetuek’s Pov

 

Aku memutuskan ikut bersama Wonnie untuk mengantar kepergian Eun-kyo ke Paris hari ini, toh tak ada salahnya kan aku ikut? Aku bisa melihat wajah terkejutnya ketika mendapatiku ikut bersama adiknya ke bandara.

Tidak banyak kata yang terumbar, kami berdua menjadi salah tingkah, apa ini? Bukannya kemarin kami keliatan sangat akrab, tapi memang aku tak tau apa yang harus kukatakan padanya, aku cuma bisa diam tanpa berbicara terlalu banyak.

Panggilan untuk penumpang pesawat yang akan ditumpangi Eun Kyo terdengar jelas ditelingaku, dia berdiri menatapku sejenak dan membungkukkan badan nya 90 derajat, aku pun ikut membungkukkan badan, suasana ini terasa tak enak, Eun Kyo memeluk Wonnie dan Minyoung secara bergantian, dan ketika dihadapanku.

“Gomawo oppa sudah mau menjadi teman berbagiku selama seminggu ini, aku sangat merepotkanmu”

“Oh cheon, aku senang bisa mengantarmu berkeliling Korea, jaga dirimu baik-baik” ujarku mengusap lembut kepalanya.

Dia tersenyum dan kembali membungkuk memberi salam, sekarang selangkah demi selangkah dia mulai menghilang dari jarak pandangku, tidak aku tidak sanggup, kenapa hatiku terasa amat sakit, sakit sekali rasanya melepasnya dari jarak pandangku, ada apa ini? Nafasku sesak secara tiba-tiba seolah menahan sesuatu, aku menggumpalkan tanganku

“Kau kenapa hyung” tanya Wonnie

Aku bahkan tak mempedulikan lagi pertanyaannya, ada apa ini, mataku masih menatap yeoja itu, Eun-kyo memperlihatkan tiketnya pada petugas bandara, semakin dia melangkah menjauh, semakin sakit sampai ke hulu hatiku, wajahku mungkin sudah memerah saat ini karena menahan semua ini, apa yang sebenarnya yang tertahan oleh hatiku, aku tidak ingin, tidak ingin apa? aku mencintainya, mungkinkah? apa yang harus aku lakukan? haruskah aku menghentikannya dan melarangnya untuk pergi tapi……apa yang harus aku lakukan????

To Be Countinue

ini ff buatan saeng aku… annez…

astaga, aku deg-degan bacanya…

hufh, giliran aku ya part 2 nya? huwaaaaaaaa aku harus nulis apa dong?

kau membuatku gila Annez….

aku jd bingung aku harus kemana? Paris?!

gila! ini ide cerita tinggi banget… aigooo aku kehilangan kata-kata…

38 responses »

  1. 1. Nama Onnie kok ganti Choi Eun Kyo?
    2.telfon ku malah diangkat oleh yeoja ababil sepertinya *nah loh.. Onnie.. Teuk oppa ngajak perang tuh, pake ngatain yeoja ababil*
    3. Aku menyambut uluran tangan gadis itu, tangannya sangat lembut, dia cantik .. * brhenti memujix Teuk oppa.. Onnieku ini sdh kenyang dg pujianmu..*

  2. Al :Teuk Oppa.. knp istrimu narsis sekali?
    Teukppa : yah.. mau bgmn lg???
    Al: Bgmn kalau kau tdk memujinya lg?? mngkin akan menghentikan kenarsisanx..
    Teukppa : Mana mungkin aku brhenti memujinya.. itu hal yg sulit..
    Al: Astaga.. sia2 bicara dgmu oppa.. *ngloyor pergi*

  3. permisi2 orang baru trus nyasar ke sini gara2 blog yuli eonnie aka istri magnae setan #plak
    baru part 1 berat banget ya crtnya .___.
    saya sih bukan biasnya teukie appa(?)
    tapi biasnya magnae setan…. gpp yah nyasar ke sini buat baca ff .__.V
    oh ya kenalin lin imnida 93 line kekeke,eonnie?ato manggilnya apaan .___.?
    itu… kenapa ffnya di protect semua TT.TT
    isinya apaan? yadong kah? *mata berbinar2* #plak

  4. Suka nih genre kayak gini say,,
    cinta terpendam emang buat sakit#abaikan…

    Eh ngomong2 say,,
    brenti brgaul dgn kembaranmu yg tampan itu…
    Trlalu lama brgaul dgn ny membuat kadar knarsisanmu tinggi,, kasihan teuki oppa #plakk

    sukaa ma ceritanya…
    Sedih2 gimaanaa gituuu
    maunya Teuki langsung lari ngejar tuh pesawat sambil teriak “Choi Eun Kyo Saranghae.. ” =>sinetron bgt yahh wkwk

  5. Teuki dihantui suara Eun Kyo#abis ke inget mulu sm suara.a

    pertemuan mrk kya takdir yah, aplg mrk lgsg akrb dlm wkt dkt…
    mrk udh saling jatuh cinta th, cm ga sadar dn ga mw ngaku doang!

    maaf ya eon, sms.a k hnti, hp wt sms-an.a d ambl ade aku#nt lg dh ngobrol.a, kalo aku udh pny pulsa

  6. mmmm..jungsoo lambat bngt mikirnya eun kyo juga,,,haduhh greegetan bacanya…

    haii..buat author salam kenal ya..saya readher baru..hihihiihi penasaran dengan teukyoo…

  7. aigoo..
    teuk oppa lebay bgd..
    msa cuma ngedenger suara’a doank, itu juga pertama x’a udh gx bisa tidur ajj..

    smoga ajj hubungan mereka terus berlanjut..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s